BAB 1 : PENGUKURAN DALAM KEGIATAN KERJA ILMIAH | IPA SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Halo sahabat sains, welcome to Miss Maya
Channel. Sebelum menonton video ini,
jangan lupa untuk like, comment, dan
subscribe dulu ya. Enjoy this
video. Halo sahabat sains, kembali lagi
di channel YouTube Miss Maya. Pada video
kali ini kita akan membahas materi IPA
kelas 10 kurikulum merdeka yaitu
mengenai bab 1 pengukuran dalam kegiatan
kerja ilmiah. Simak videonya sampai
selesai ya. Sahabat sains. Coba kalian
perhatikan gambar berikut ini, ya. Nah,
gambar tersebut menunjukkan kasus
kecelakaan lalu lintas yang terjadi.
Terlihat bahwa truk tersebut mengalami
patah baut roda belakang. Banyak faktor
yang dapat menyebabkan patah baut pada
ban belakang. seperti muatan pada truk
melebihi batas maksimum, kemudian ukuran
mur dan baut tidak sesuai, penggunaan
baut dengan material bahan yang tidak
sesuai dan lain-lain. Agar kecelakaan
serupa tidak terulang kembali, kira-kira
bagaimana ya cara memastikan ukuran baut
sudah sesuai dengan murnya dan bagaimana
cara memastikan bahan material mur dan
baut sudah benar? Mari kita pelajari
lebih dalam lagi dalam bab ini, Sahabat
Sains, coba kalian amati gambar berikut
ini. Tentu kalian tidak asingkan dengan
aktivitas tersebut. Apapun bidang
pekerjaannya, aktivitas yang dilakukan
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari
tidak lepas dari kegiatan pengukuran.
Sehingga penting bagi kalian untuk dapat
memahami tentang prinsip-prinsip
pengukuran. Kira-kira apa sih yang
dimaksud dengan pengukuran? Pengukuran
merupakan suatu kegiatan membandingkan
besaran yang belum diketahui besaran
nilainya dengan nilai standar dari
satuan ukuran tertentu. Misalnya yaitu
ketika kalian sedang mengukur suatu
benda yang nilai ukurannya tidak
diketahui misalnya pensil dengan
menggunakan alat ukur yaitu berupa
penggaris. Berarti kalian sedang
membandingkan ukuran suatu benda yang
belum diketahui ukurannya, yaitu dalam
hal ini pensil ya, dengan alat yang
dianggap sebagai ukuran standar dalam
hal ini yaitu penggaris. Terdapat banyak
sekali alat ukur yang dapat kita jumpai
dalam kehidupan sehari-hari seperti
penggaris, meteran, speedometer, jangka
sorong, gelas ukur, tensimeter, pHmet,
termometer, mikrometer scrup, stopwatch,
dan masih banyak lagi yang lain. Sahabat
sains, kalian tahu enggak sih apa
perbedaan besaran, satuan, dan dimensi?
Besaran merupakan sesuatu yang dapat
diukur dan dinyatakan dengan angka.
Contohnya yaitu ketika seseorang sedang
mengukur sebuah kain. Besaran yang
muncul yaitu berupa besaran panjang.
Berdasarkan hasil pengukuran potongan
kain tersebut didapatkan dua komponen
hasil pengukuran, yaitu besaran berupa
panjang dan satuan berupa cm. Besaran
terdiri atas dua kelompok besaran, yaitu
besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok merupakan besaran dasar
yang satuannya sudah ditetapkan.
Sedangkan besaran turunan adalah besaran
yang satuannya tersusun dari beberapa
satuan dari besaran pokok. Selanjutnya
yaitu mengenai sistem satuan. Satuan
merupakan ukuran yang menjadi acuan dari
suatu besaran. Terdapat beberapa sistem
satuan yang digunakan di dunia seperti
sistem FPS yaitu fit, PON, dan second.
Kemudian sistem CGS cm
grs m
kgs. Berikut ini merupakan tabel besaran
satuan SI dan dimensi dari
besaran-besaran pokok. Terdapat tujuh
besaran pokok, yaitu besaran panjang,
massa, waktu, kuat arus listrik, suhu,
intensitas cahaya, dan jumlah zat. Tabel
yang selanjutnya yaitu mengenai besaran
satuan SI dan dimensi dari beberapa
besaran turunan. Terdapat delapan
besaran turunan, yaitu besaran luas,
volume, massa jenis, kecepatan,
percepatan, gaya, usaha, dan daya.
Pembahasan yang selanjutnya yaitu
mengenai
dimensi. Sahabat sains, dimensi
merupakan cara suatu besaran turunan
disusun berdasarkan besaran pokoknya.
Suatu besaran turunan dapat dinyatakan
dalam susunan beberapa besaran pokok
yang dapat diketahui dengan cara
melakukan analisis dimensi. Untuk
memahami lebih lanjut, ayo kita
identifikasi bersama. Berikut ini ada
tabel yang masih kosong dengan kolom
yang berisi nama alat ukur, besaran yang
diukur, kemudian jenis besaran, satuan
pada alat, satuan dalam si, dan dimensi.
Coba kita isi yuk tabelnya. Baris
pertama kita isi yaitu nama alat ukurnya
berupa penggaris. Besaran yang diukur
yaitu panjang. Jenis besarannya yaitu
besaran pokok. Satuan pada alat
penggaris yaitu cm, sedangkan satuan
panjang dalam si yaitu meter. Nah,
dimensi dari panjang adalah L besar.
Baris yang kedua kita isi nama alat
ukurnya yaitu berupa stopwatch.
Stopwatch ini digunakan untuk mengukur
besaran waktu. Nah, waktu merupakan
jenis besaran pokok. Satuan pada
stopwatch yaitu berupa sekond. Sedangkan
satuan waktu dalam si yaitu sama juga
sekond. Nah, dimensi pada besaran waktu
yaitu T besar. Baris yang ketiga kita
isi nama alat ukurnya yaitu berupa
spedometer. Besaran yang diukur dalam
alat spedometer yaitu berupa kelajuan.
Kelajuan ini merupakan jenis besaran
turunan satuan pada spedometer yaitu
km/j. Sedangkan satuan kelajuan dalam SI
yaitu met/s. Dimensi pada besaran
kelajuan yaitu L
bes. Kenapa sih dimensi dari kelajuan
itu L besar?
Nah, hal ini karena satuan dalam si
besaran kelajuan yaitu berupa meter/s.
Meter memiliki dimensi L besar,
sedangkan sekond memiliki dimensi T
besar. Sehingga dimensi dari kelajuan
yaitu L di / T bes. Nama alat ukur yang
selanjutnya yaitu gelas ukur. Gelas ukur
memiliki besaran berupa volume. Volume
merupakan jenis besaran turunan satuan
pada gelas ukur yaitu berupa mililiter.
Sedangkan satuan S pada besaran volume
yaitu m³. Dikarenakan satuan dalam
si-nya yaitu berupa meter kubik, maka
kita peroleh dimensi yaitu L besar P 3
juga ya. Sahabat Sains, berikut
merupakan gambar baut dan mur. Kira-kira
kalian tahu enggak sih alat ukur apa
yang dapat digunakan untuk mengukur baut
dan mur? Bagaimana ya cara mengukurnya?
Terdapat beberapa alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur mur dan baut.
Di antaranya yaitu jangka sorong dan
mikrometer scrup. Kita bahas satu
persatu yuk. Sahabat sains, jangka
sorong merupakan alat pengukuran panjang
yang memiliki bentuk seperti kunci
inggris. Jangka sorong digunakan untuk
mengukur diameter luar maupun dalam
sebuah benda. Selain itu, jangka sorong
berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu
benda. Terdapat komponen-komponen pada
jangka sorong. Bagian yang pertama yait
rahang dalam. Bagian nomor dua yaitu
rahang luar. Bagian nomor tiga yaitu
pengukur kedalaman. Bagian nomor empat
yaitu skala utama dalam cm. Bagian nomor
5 yaitu skala utama juga tapi
menggunakan skala inci. Bagian 6 yaitu
skala nonius. Satuannya yaitu milimeter.
Bagian nomor 7 juga skala nonius dalam
satuan inci. Sedangkan pada bagian nomor
8 yaitu pengunci. Bagaimana sih cara
mengukur menggunakan jangka sorong? Yang
pertama yaitu menjepit benda di antara
rahang tetap dan geser. Selanjutnya
mengunci hasil pengukuran. Yang ketiga,
menetapkan nol skala nonius sebagai
acuan pengukurannya. Selanjutnya lihat
satu ukuran skala utama yang berada
tepat pada 0 skala nonius. Hasil
pembacaan merupakan nilai skala utama.
Skala nonius yang berimpit atau segaris
dengan skala utama merupakan nilai skala
nonius. Selanjutnya menjumlahkan nilai
skala utama dengan
0,01 * nilai skala nonius. Kita coba yuk
membaca hasil pengukuran jangka sorong
pada gambar berikut ini. Pertama,
tentukan skala utama dalam satuan
ctimeter yang letak garisnya itu sebelum
angka 0 skala nonius. Nah, berdasarkan
gambar berikut ini kita peroleh skala
utama yaitu sebesar 2 cm. Selanjutnya
cari skala nonius yang berimpit dengan
skala utama. Jadi kita cari yang
kelihatan seperti bentuk garis lurus
antara skala utama dengan skala
noniusnya. Karena tingkat ketelitian
skala nonius adalah 0,01 cm, jadi
diperoleh skala noniusnya yaitu sebesar
1 *
0,01 cm. Sehingga skala noniusnya yaitu
sebesar
0,01 cm. Setelah kita memperoleh skala
utama dan skala nonius, kemudian kita
bisa menuliskan hasil pengukurannya,
yaitu tinggal menambahkan antara skala
utama dengan skala noniusnya, yaitu 2 +
0,01 cm. Sehingga hasil pengukurannya
yaitu sebesar
2,01
cm. Alat yang selanjutnya yaitu
mikrometer scrup. Mikrometer SC group
merupakan alat yang digunakan untuk
mengukur panjang, diameter, dan
ketebalan suatu benda. Terdapat beberapa
komponen pada mikrometer scrup. Di
antaranya bagian landasan, poros,
bingkai, kunci, selubung dalam, skala
nonius, selubung luar, dan roda
bergerigi. Bagaimana sih cara untuk
mengukur menggunakan mikrometer scrop?
Nah, langkah pertama yaitu kita menjepit
benda di antara landasan dan poros
kemudian menguncinya. Setelah itu, lihat
satu ukuran skala utama yang berada
tepat di samping selubung luar. Hasil
pembacaan ini merupakan nilai skala
utama. Lalu kita melihat skala nonius
yang berimpit atau yang segaris dengan
skala utama. Nah, hasil ini merupakan
nilai skala noniusnya. Kita coba yuk
membaca hasil pengukuran mikrometer
scrub pada gambar berikut ini. Langkah
pertama yaitu kita lihat nilai yang
tertera di skala utama dalam satuan
mileter. Pada gambar berikut ini
menunjukkan bahwa skalanya yaitu sebesar
7 mm. Selanjutnya kita lihat nilai yang
tertera di skala nonius. Kita peroleh
hasil yaitu sebesar 25. Kemudian kita
kalikan dengan 0,01 mm. sehingga
diperoleh hasil skala nonius yaitu
sebesar
0,25 mm. Setelah kita berhasil melihat
nilai yang tertera di skala utama dan
skala nonius, selanjutnya untuk membaca
hasil pengukurannya kita tambahkan skala
utama ditambah dengan skala nonius yaitu
7 +
0,25 sehingga hasil pengukurannya yaitu
sebesar
7,25 mm. Yang selanjutnya akan kita
bahas yaitu mengenai aturan angka
penting dan notasi ilmiah. Sahabat
sains, angka penting adalah satuan angka
yang menunjukkan ketelitian atau
ketidakpastian suatu alat ukur yang
digunakan. Fungsi angka penting adalah
untuk menunjukkan seberapa akurat dan
seberapa telitinya hasil pengukuran kita
terhadap suatu besaran tertentu. Hasil
pengukuran alat ukur ini juga biasanya
berfungsi untuk pembulatan angka
penting. Sedangkan untuk notasi ilmiah
bisa didefinisikan sebagai penyajian
bilangan bulat antara 1 dan 10 yang
dikalikan dengan eksponen 10. Contohnya
ada bilangan sebesar R.500 juta. Nah,
penulisan angka 0 untuk bilangan ini
sangat panjang sehingga terlihat rumit.
Oleh karena itu, kita bisa
mempersingkatnya dengan cara
menuliskannya sebagai 75 * 10^ 8. Contoh
lainnya yaitu misal ada bilangan 0,0075.
Maka cara lain untuk menuliskannya
dengan notasi ilmiah adalah 75 * 10^ -6.
Sahabat sains, lalu apa sih hubungan
antara angka penting dan notasi ilmiah?
Nah, saat kita menggunakan notasi ilmiah
dengan mempersingkat banyaknya angka 0
pada suatu bilangan dengan eksponen 10,
maka kita bisa lebih fokus pada bilangan
bulatnya saja. Nah, bilangan bulatnya
ini bisa disebut sebagai angka penting.
Terdapat beberapa aturan angka penting
yang harus kita pahami. Yang pertama
yaitu semua angka yang bukan nol
dianggap sebagai angka penting.
Contohnya yaitu ketika kita mengukur
panjang meja dan hasilnya adalah 125 cm,
maka hasil pengukuran ini memiliki tiga
angka penting. Aturan yang kedua yaitu
angka nol yang berada di antara angka
bukan nol dianggap sebagai angka
penting. Contohnya ketika kita mengukur
berat suatu barang dan mendapatkan angka
100 gr. Ini berarti angka tersebut
memiliki empat angka penting. Dua angka
0 dalam bilangan 1005 diapit oleh dua
angka bukan 0 sehingga angka 0 dianggap
sebagai angka
penting. Aturan yang selanjutnya yaitu
angka 0 yang berada di akhir setelah
tanda koma dianggap sebagai angka
penting. Contohnya yaitu pengukuran luas
dan hasilnya adalah 2,40 m². Ini berarti
ada tiga angka penting karena angka 0
setelah tanda koma masih merupakan
bagian dari bilangan. Biasanya pada
pengukuran semacam ini hasilnya
merupakan hasil pembulatan. Misalnya
2,40 m² merupakan pembulatan dari
2,401 m² atau 2,403 m².
Aturan yang selanjutnya yaitu angka nol
yang digunakan sebagai titik desimal
tidak dianggap sebagai angka penting.
Contohnya yaitu pengukuran ketebalan
kertas jika hasilnya adalah 0,06 cm.
Artinya bilangan 0,06 ini hanya memiliki
satu angka penting. Hal ini karena kedua
angka nol dalam bilangan tersebut
merupakan titik desimal.
Aturan yang selanjutnya yaitu bilangan
puluhan, ratusan, dan ribuan yang
dituliskan dalam notasi ilmiah atau
diberi garis bawah dianggap sebagai
angka penting. Seperti yang telah kita
sebutkan sebelumnya, angka penting dan
notasi ilmiah ini digunakan agar kita
lebih fokus pada bilangan bulatnya saja.
Jadi dalam bilangan 0,03 cm kita dapat
fokus pada angka pentingnya dengan
menuliskan 3 * 10^ -2 cm. Yang
selanjutnya akan kita bahas yaitu nilai
ketidakpastian pada pengukuran berulang.
Sahabat sains, pada setiap aktivitas
pengukuran, kesalahan pengukuran tidak
dapat dihindarkan. Apalagi jika
pengukurannya hanya dilakukan sekali
saja. peluang ketidaksesuaian antara
hasil pengukuran dengan kondisi
sebenarnya akan semakin besar. Nah,
banyak faktor kesalahan yang dapat
menyebabkan hasil pengukuran tidak
sesuai dengan kondisi aslinya. Untuk
mengurangi faktor kesalahan pengukuran
tersebut dapat mengatasinya dengan cara
melakukan pengukuran secara berulang.
Pengambilan data untuk pengukuran
berulang minimal dilakukan sebanyak lima
kali ya. Untuk mendapatkan nilai
ketidakpastian pengukuran berulang dapat
menggunakan persamaan standar deviasi
yang dinyatakan sebagai berikut. Sahabat
sains, setelah kita melakukan pengukuran
berulang, lalu bagaimana ya aturan
membulatkan angka hasil pengolahan data
ini? Nah, yang pertama yaitu dengan cara
menentukan nilai ketidakpastian
relatifnya dengan cara sebagai berikut.
Ketidakpastian relatif sama delta x /
rata-rata x * 100%. Yang kedua yaitu
dengan mencocokkan persentase
ketidakpastian relatif yang didapatkan
dengan aturan sebagai berikut. Aturan
yang pertama yaitu jika persentase
ketidakpastian relatif sebesar
0,1%, jumlah angka hasil pengolahan data
yang dituliskan sebanyak 4 angka.
Kemudian jika persentase ketidakpastian
relatif sebesar 1% maka jumlah angka
hasil pengolahan data yang dituliskan
yaitu sebanyak tiga angka. Sedangkan
jika persentase ketidakpastian
relatifnya sebesar 10% maka jumlah angka
hasil pengolahan data yang dituliskan
sebanyak dua angka. Kita coba latihan
yuk. Nah, ini ada beberapa data tentang
pengukuran diameter botol. dilakukan
percobaan sebanyak lima kali dan
didapatkan hasil yaitu seperti pada
tabel tersebut. Selanjutnya dari data
diameter tutup botol kita bisa mencari
luas permukaan tutup botolnya yaitu
dengan menggunakan rumus a = 1/4 pi d².
Nah, kita cari menggunakan rumus
tersebut ya. dan didapatkan hasil
seperti pada kolom kedua yaitu data yang
pertama sebesar 7,64 kemudian 7, 74
kemudian
7,79
7,59 dan yang terakhir
7,74. Setelah kita mendapatkan nilai
a-nya, kita bisa mencari kuadrat luas
permukaan tutup botol, yaitu dengan cara
masing-masing dari a yang sudah
diperoleh tadi kita kuadratkan nilainya.
Nah, sehingga diperoleh hasil yaitu
58,4, kemudian
59,9, 60,7, 57,6 dan
59,9. Selanjutnya luas permukaan tutup
botol ini bisa kita cari sigmanya ya,
yaitu dengan cara menjumlahkan kelima
data yang sudah kita peroleh tadi dan
diperoleh hasil sebesar
38,5 cm².
Berdasarkan data sigma a yang sudah kita
cari yaitu sebesar
38,5, maka kita bisa mencari nilai x dan
juga y-nya. Nilai x merupakan sigma a
dikuadratkan. Berarti artinya 38,5 ini
kita kuadratkan. Hasilnya diperoleh
yaitu sebesar
1482,25 cm^ 4. Sedangkan untuk mencari
nilai y kita bisa memperoleh dengan cara
sigma a² sehingga a² ini bisa kita
jumlahkan yaitu hasilnya sebesar
296,5 cm^ 4. Dari data perhitungan yang
sudah kita dapatkan tadi, kita bisa
mengetahui yaitu jumlah datanya tadi
sebanyak lima kali percobaan ya.
Kemudian nilai x dan y-nya juga sudah
kita peroleh sehingga kita bisa
menemukan jawabannya yaitu menentukan
nilai rarata luas permukaan tutup botol
dengan rumus sebagai berikut. A
rata-rata = sigma A / N di mana sigma
A-nya yaitu
38,5 / 5 sehingga rata-rata luas
permukaan tutup botol yang diperoleh
yaitu sebesar
7,70 cm².
Selanjutnya kita bisa menentukan nilai
ketidakpastian pengukuran berulang
dengan menggunakan rumus berikut ini.
1/n
√n sig a² - sig a kita kuadratkan
kemudian dibagi n - 1. Nah, kita
masukkan ya nilai n-nya yaitu sebesar 5.
Kemudian nilai sigma a² bisa kita ganti
dengan simbol y. Selanjutnya nilai sigma
a kita kuadratkan. kita bisa
menggantinya dengan simbol x. Nah,
kemudian kita tuliskan ya hasilnya yaitu
seperti yang terlihat pada perhitungan
berikut ini sehingga diperoleh nilai
sigma a yaitu sebesar 0,05
cm². Berdasarkan perhitungan yang sudah
kita lakukan, maka kita bisa memperoleh
nilai ketidakpastian relatifnya yaitu
delta A dibagi a rata-rata di* 100%.
Kita masukkan delta A-nya yaitu sebesar
0,05. Sedangkan A rata-ratanya yaitu
sebesar 7,70 kita kalikan dengan 100%.
Maka didapatkan nilai ketidakpastian
relatif yaitu sebesar 0,65%.
Nah, nilai persentase ketidakpastian
relatif yang bernilai
0,65% atau nilainya kurang dari 1%
sehingga jumlah angka hasil pengolahan
data yang dapat dituliskan adalah
sebanyak tiga angka penting. Maka luas
permukaan tutup botol tersebut adalah a
=
7,70 kur
0,05 cm².
Sahabat sains, demikianlah pembahasan
kita mengenai materi pengukuran kelas 10
mata pelajaran IPA kurikulum merdeka.
Nah, pada video selanjutnya kita akan
membahas latihan soal mengenai bab ini
ya. Jangan lupa untuk subscribe channel
ini agar kalian tidak ketinggalan video
terbaru Miss Maya. Tetap semangat
belajar sahabat
sains. Thank you for watching, Sahabat
Science. See you on my next video.
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah (Kelas 7 SMP)
Heryanah Ana · English

Upin & Ipin Musim 18 - Ekosistem Full Episode | Upin Ipin Terbaru 2024
Neoh Studio · Indonesian

Pengertian Masalah Sosial, Faktor Penyebab & Kriteria untuk Menentukannya |Sosiologi Kelas 11
Eduraya Teknologi · Indonesian

Stop Ignoring This: The Real Reason 30-Year-Olds Are Having Heart Attacks
Doctor Alex · English

Digital Literacy – What is digital literacy?
BBC Learning English · English

Virus - (Sejarah virus-Struktur dan ciri virus-Reproduksi virus) - Biologi Kelas 10 SMA
Channel Biologi Asik · Indonesian

Berteman dan Bahaya Perundungan (Bullying)
UNICEF Indonesia · English

RRB Group D : Current Affairs For RRB Group D Exam | Current Affairs By Aadarsh Sir
RWA Railway Exams · English

Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan 1
GCED ISOLAedu · Indonesian

¿Qué es el calculo?
Mtro. Jerónimo Gran jero · Spanish

#mcjawa #aqiqahan Mc sederhana berbahasa Jawa kromo dalam rangka walimatul aqiqah
Kamil putra olor · Indonesian

BALAS DENDAM ADALAH HIDANGAN TERBAIK YANG DISAJIKAN DINGIN | ALUR FILM K!LL BILL VOLUME 1 (2003)
CINEMA Z · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.