Full Transcript

·YouTLDR

SERAM! INILAH GAMBARAN SIKSA NERAKA YANG SANGAT MENGERIKAN | #Mstory vol.208

34:45IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

[Musik]

0:00

di sanalah tempat balasan yang setimpal

0:03

sesuai dengan perbuatan dan dosa manusia

0:06

semasa

0:07

[Musik]

0:24

hidupnya sempat menjadi mimpi buruk bagi

0:27

anak-anak generasi 0-an komik siksa

0:30

neraka karya emberahimsyah akhirnya

0:32

diadaptasi menjadi sebuah film panjang

0:34

lebar yang digarap oleh the company

0:37

sebuah film yang bisa bikin seorang

0:38

waria tobat menjadi laki-laki

0:41

sejati film Siksa Neraka disutradarai

0:44

oleh Anggi Umbara dari naskah skenario

0:47

yang ditulis oleh lele

0:49

Laila film ini akan memperlihatkan

0:52

Bagaimana Pedihnya siksa neraka sesuai

0:55

dengan

0:56

ilustrasi-ilustrasi yang ada pada komik

0:58

Karya emberbe rahimsyah

1:01

Bagaimanakah kengerian dari film Siksa

1:03

Neraka Tidak seperti biasanya kali ini

1:05

mamang tidak akan menyuruh kalian untuk

1:08

mengambil cemilan dikarenakan banyak

1:10

adegan menggeleehkan yang berpotensi

1:13

membuat kalian mual langsung aja

1:15

benarkan posisi kalian ke posisi yang

1:17

paling nyaman Mari sama-sama kita bilang

1:21

Hayu

1:27

luncur kisah dibuka di sebuah Desa ada

1:31

seorang remaja perempuan yang baru

1:34

sajainggal dunia namanya Zahra dia

1:37

adalah cucu dari ketua kampung yang

1:39

bernama Abah Harjo di malam duka itu

1:42

keluarga Ustaz Syakir datang untuk

1:44

melayak Ustaz datang bersama istrinya

1:47

Ibu Rika serta keempat anaknya mereka di

1:50

anaranya adalah salh Fajar Tias dan juga

1:55

Azizah ketika itu Abah Harjo berusaha

1:58

tabah cucu pertamanya harus lebih dulu

2:01

meninggalkan dunia ini tetapi Abah

2:04

percaya ini semua adalah

2:06

takdir keempat anak Ustaz Syakir

2:09

berbincang dengan cara berbisik mereka

2:11

menduga Zahra sekarang mungkin sudah ada

2:14

di dalam surga tetapi itu ditentang oleh

2:17

Saleh yang mengatakan bisa saja Dia

2:20

sedang disiksa di dalam

2:23

neraka tak lama dari itu Tias mendengar

2:26

suara orang kesakitan yang terus meminta

2:29

tolong suara itu bersumber dari ruangan

2:34

belakang Tias berusaha mendekati sumber

2:37

suara itu betapa terkejutnya ia melihat

2:42

Zahra sedang disiksa di

2:47

neraka Tias pun berlari lalu berteriak

2:50

sambil menunjuk jenazah Zahra Tias

2:53

berkata Jika dia disiksa di neraka dia

2:56

disiksa dia disiksa di neraka

3:02

astagfirullah dan film Siksa Neraka

3:07

[Musik]

3:10

dimulai kemudian kita diperlihatkan

3:12

kepada Quran surah Annisa ayat

3:15

56 ayat itu memiliki arti sesungguhnya

3:19

orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat

3:22

kami kelak akan kami masukkan ke dalam

3:24

neraka setiap kali kulit mereka hangus

3:27

kami ganti kulit mereka dengan kulit

3:30

yang lain supaya mereka mendapatkan azab

3:33

Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi

3:36

maha

3:36

[Musik]

3:38

bijaksana kemudian adegan berfokus

3:41

kepada anak-anak Ustaz Syakir salh Fajar

3:44

Tias dan Azizah sudah mengetahui apabila

3:47

Bapak mereka adalah Ustaz terpandang di

3:50

kampung Ustaz Syakir sering dipanggil

3:52

oleh warga untuk merukiah orang-orang

3:54

yang kerasukan walaupun BAP seorang ahli

3:57

rukiah tetapi Tias salah satu anaknya

4:00

adalah anak yang sangat penakut Tias

4:03

adalah satu-satunya anak yang cukup

4:05

berbeda Ti cukup sensitif bisa melihat

4:08

yang tak kasat mata yang mana itu adalah

4:11

keturunan dari ibunya Rika yang memiliki

4:13

indra keen ketika ada kesempatan

4:16

saudara-saudaranya sering usil kepada

4:18

Tias Mereka senang melihat Tias

4:22

[Musik]

4:26

ketakutan ituasa anak yang tidak disukai

4:30

oleh Ustaz Syakir karena ia sempat

4:32

membuat malu di acara tahlilan cucu Abah

4:35

Harjo ketika itu selain sering membuat

4:38

Bapak malu Tias juga anak yang mudah

4:40

menangis lalu ia juga bodoh dalam

4:43

pelajaran sehingga kerap mendapatkan

4:45

nilai kecil di sekolahnya Hal itu pun

4:47

membuat Ustaz Syakir tidak suka kepada

4:51

Tias Tias beserta ketiga saudaranya

4:54

tumbuh dengan ajaran agama yang kuat

4:57

mereka selalu diceritakan tentang adanya

5:00

tempat yang bernama surga dan neraka

5:02

surga adalah tempat dengan segala

5:04

kenikmatan sementara neraka di sanalah

5:07

tempat yang setimpal sesuai dengan

5:09

perbuatan manusia semasa hidupnya Ustaz

5:13

Syakir selalu memperingatkan

5:14

anak-anaknya agar takut kepada

5:19

neraka namun tak dapat dipungkiri

5:22

kesenangan dunia membuat mereka lupa

5:24

untuk mempersiapkan bekal yang cukup

5:27

untuk di akhirat kelak mereka lebih

5:29

banyak menghabiskan waktunya untuk

5:31

bermain daripada belajar agama padahal

5:35

tua dan muda umur tidak ada yang

5:39

[Musik]

5:41

tahu cerita berlanjut 10 tahun kemudian

5:45

keempat anak itu pun tumbuh remaja pada

5:48

siang itu Ustaz Syakir baru saja pulang

5:50

ke rumah kemudian dia langsung menegur

5:53

Azizah yang sedang bernyanyi di dalam

5:55

kamar mandi dan sudah menghabiskan

5:57

banyak waktu di sana

6:00

[Musik]

6:02

Azizah udah bilang jangan nyanyi di

6:04

kamar mandi setelah ditegur oleh Bapak

6:07

Azizah akhirnya keluar juga dari dalam

6:10

kamar mandi sementara itu Tias tumbuh

6:13

menjadi anak yang pemurung ketika itu ia

6:15

tampak takut karena nilai Ujian

6:18

matematikanya hanya mendapatkan nilai 15

6:21

Tias jujur kepada ibunya yang tengah

6:24

masak di dapur melihat hal itu Ibu tidak

6:27

marah nilai kecil bukanlah Mas selama

6:30

Tias mengerjakannya dengan jujur tidak

6:32

menconte kepada siapun yang penting Tias

6:36

jujur Tias belajar lebih giat lagi ya

6:38

Nak ya Ibu menyuruh Tias agar belajar

6:42

lebih giat lagi Kemudian datanglah Fajar

6:46

yang baru saja pulang dari tempat les

6:48

saat itu Fajar meminta izin kepada ibu

6:51

jika besok ia akan menginap di rumah

6:54

salah satu temannya karena ada agenda

6:56

belajar kelompok selurjar sangat

6:58

sungguh-sungguh

7:00

karena tahun ini ia akan tes masuk

7:02

kuliah saat ibu sedang Menyiapkan makan

7:05

di meja makan lalu datanglah Saleh anak

7:08

pertama dari keluarga ini ternyata Sur

7:11

selama 1 tahun lebih dia sudah merantau

7:14

ke kota untuk berkuliah Saleh pun

7:17

disambut sangat hangat oleh keluarga

7:19

yang sudah sangat merindukannya

7:21

kebetulan sudah waktunya makan siang

7:24

lalu mereka pun berkumpul di meja makan

7:27

Saleh membawa banyak oleh-oleh dari kota

7:30

Saleh memberikan sebuah handphone untuk

7:32

bapak dan juga sial merah muda untuk

7:35

ibu melihat ada oleh-oleh Azizah si anak

7:39

bungsu langsung ke girangan Azizah

7:41

sangat ingin punya karet gelang karena

7:44

di sekolahnya hanya dia sendiri yang

7:46

tidak

7:47

memilikinya namun Azizah malah diberikan

7:51

sebuah

7:53

boneka saat suasana teralihkan kepada

7:55

Azizah yang sedang kesal Bang Saleh pun

7:58

memberikan pesanan Fajar yaitu parfum

8:01

perempuan untungnya hal itu tidak

8:03

dilihat Bapak ataupun

8:07

Ibu lalu yang terakhir yaitu Tias dia

8:11

diberikan buku latihan untuk tes masuk

8:14

kuliah Bang Saleh sengaja memberikan

8:16

buku itu sekarang Supaya Tias semakin

8:19

rajin belajar dan bisa cicil materi

8:21

untuk tes tahun depan semua

8:24

barang-barang itu bisa dibeli oleh Saleh

8:26

karena di kampus dia menjadi asdos as

8:29

dosen sehingga sering diberikan uang

8:32

saku tambahan bapak yang merasa bangga

8:35

menyuruh semua anaknya untuk mengikuti

8:37

jejak Bang

8:39

Soleh Azizah yang masih kesal kemudian

8:42

diganggu oleh Tias kemudian tanpa

8:44

sengaja kertas ujian Tias jatuh ke

8:47

lantai Akhirnya Bapak tahu Tias

8:50

mendapatkan nilai 15 suasana yang

8:53

semulanya nampak riang seketika berubah

8:55

menjadi hening

8:59

malam harinya kas dihukum karena

9:02

berusaha menyembunyikan nilai kecilnya

9:04

tangannya pun dipukul oleh kayu rotan

9:06

secara berulang kali kamu pintar ngarang

9:10

yang aneh-aneh lihat hantu kemasukan

9:12

bikin orang panik tapi jawab hujian gini

9:14

aja enggak

9:16

bisa sedangkan ibu mengaji di dalam

9:19

kamar lalu berdoa supaya hati Bapak

9:23

sedikit

9:24

dilembutkan di tengah-tengah itu

9:26

kemudian terdengar suara telepon berderi

9:29

telepon itu dari salah satu warga yang

9:32

mengabarkan jika ada seorang anak yang

9:35

mati bunuh diri namanya adalah Dini

9:38

Ustaz Syakir diminta datang untuk

9:40

menjadi imam salat jenazah anak tersebut

9:43

Tias yang sedang kesakitan merasa

9:45

terkejut karena Dini adalah teman

9:48

sekolahnya Azizah Ia pun kebingungan

9:51

Kenapa Dini bisa sampai bunuh diri

9:54

Sementara itu di dalam kamar Azizah

9:56

didatangi oleh Bang salh di saat itu

9:59

Bang Saleh memberikan sebuah kaset musik

10:01

terbaru dari artis yang sedang naik daun

10:04

Saleh memberikannya secara diam-diam

10:06

karena takut ketahuan oleh Bapak

10:09

mendapatkan itu Azizah tentu merasa

10:11

senang

10:12

sekali Azizah sedari kecil Memang hobi

10:16

bernyanyi ternyata beberapa hari

10:18

belakangan ini Tiah ikut kompetisi dan

10:21

berhasil masuk ke babak final tetapi

10:23

mimpi Azizah menjadi penyanyi sangat

10:26

ditentang keras oleh Bapak dengan alasan

10:29

tidak baik perempuan ditonton oleh

10:31

banyak orang kemudian banyak mudarotnya

10:34

Namun sebagai kakak Saleh ingin membantu

10:37

Azizah mewujudkan mimpi itu dengan

10:39

mengantarnya ke acara final lomba

10:42

bernyanyi acara final itu

10:44

diselenggarakan di Kampung Sebelah pada

10:46

jam 00 malam sementara sekarang sudah

10:49

masuk waktu magrib hanya tersisa waktu

10:52

sekitar 1 sampai 2 jam lagi Tak lama

10:55

kemudian Tias datang ke kamar Azizah

10:58

untuk memberitahu kan jika Dini teman

11:01

Azizah baru saja meninggal gantung diri

11:03

Tia sempat mendengar kabar Dini frustasi

11:07

karena gelang karet miliknya dicuri oleh

11:09

teman sekelasnya tetapi Dini malah

11:12

difitnah telah menuduh orang secara

11:14

sembarangan sehingga akhirnya dintini

11:16

pun dirundung lalu keluar dari sekolah

11:20

mungkin karena masalah itulah dintini

11:22

sampai gantung diri Azizah seketika

11:24

marah Tiah tidak mau mendengar Apun

11:27

tentang Dini lalu menyuruh Tia untuk

11:30

diam Azizah yang marah lalu keluar dari

11:34

kamar Ia pun bertemu dengan Bapak dan

11:36

Ibu yang hendak pergi ke rumah Dini

11:38

Bapak mengajak Azizah untuk ikut

11:40

menyalatkan jenazah Dini karena Dini itu

11:43

adalah temannya tetapi hal itu

11:46

seolah-olah ditolak oleh saleh saleh

11:48

rasa ini adalah kesempatan bagi Azizah

11:51

untuk tampil bernyanyi di desa sebelah

11:54

Saleh pun meminta ibu bapaknya pergi

11:56

berdua saja dan biarkan adik-adik Ia

11:59

yang jaga di

12:02

rumah jagain adik-adik

12:04

[Musik]

12:06

ya kalian semua baik-baik ya kalau

12:09

misalnya nanti hujan tutup semua jendela

12:12

dan pintu

12:15

[Musik]

12:19

di sini bakal jagain adik-adik setelah

12:22

Bapak dan Ibu pergi salh meminta Fajar

12:24

dan Tias ikut mengantar Azizah bernyanyi

12:27

di Kampung Sebelah namun Tias tidak mau

12:30

karena takuti hukum Bapa lagi pula Belum

12:33

azan Isya nanti salatnya gimana ini

12:36

belum azan Isya nanti sampai sana kita

12:38

cari masjid pasti ada selain itu besok

12:42

lusa Tias ada ulangan dia mau belajar

12:45

takut nilainya kecil lagi Tias ada ujian

12:48

la Tias enggak mau nanti nilainya jelek

12:50

lagi emangnya kalau nilainya jelek bakal

12:53

dihukum di

12:55

neraka lusa Kan besok masih bisa belajar

12:58

kita Enggak jadi berangkat kalau

12:59

semuanya enggak

13:01

ikut namun jika satu orang tidak ikut

13:04

maka mereka tidak jadi berangkat ucap

13:06

Bang Saleh dengan segala bujukan Azizah

13:10

terus merayu Tias agar ikut ke acara

13:12

finalnya demi cita-cita sang adik

13:15

akhirnya Tias pun ikut juga saat sedang

13:18

siap-siap Bang Saleh tanpa sengaja

13:20

melihat Fajar sedang memandangi foto

13:23

pacarnya ternyata parfum perempuan yang

13:25

dibawakan Saleh dari kota itu adalah

13:28

untuk pacar fajar kemudian tanpa sengaja

13:31

Fajar menyenggol tas milik Saleh di saat

13:34

itu Fajar mengetahui Jika ternyata

13:36

selama Yeni salh bermain judi Abang main

13:41

judi tak lama dari itu terdengar suara

13:44

Azizah yang meminta semua kakaknya untuk

13:47

segera

13:48

bergegas sebelum berangkat Tias pun

13:51

menyempatkan makan dulu slur karena

13:53

sudah disiapkan oleh ibu di meja makan

13:55

sementara yang lain sibuk mempersiapkan

13:58

diri di sisi lain Bapak dan Ibu sudah

14:01

sampai di rumah Dini terlihat orang tua

14:03

dini masih belum terima anaknya mati

14:06

melihat hal itu piinah seketika

14:09

berkata kalau anak kehilangan orang tua

14:13

disebut yatim piatu kalau orang tua

14:16

kehilangan anak Disebut

14:18

[Musik]

14:22

apa sementara mereka berempat akhirnya

14:25

Pergi Tanpa sepengetahuan kedua orang

14:27

tuanya untuk ke desa berang karena sudah

14:30

terlambat Bang salh menyarankan agar

14:33

mereka lewat Sungai saja karena jika

14:36

lewat jalan utama tidak akan

14:39

keburu di tengah jalan Mereka pun

14:42

bertemu dengan dua orang warga salah

14:44

satunya adalah Abah Harjo terlihat mata

14:47

Abah mengalami katarak yang cukup parah

14:50

sehingga penglihatannya tidak jelas lagi

14:53

Abah pun tahu mereka adalah anak Ustaz

14:55

sakir Abah juga tahu mereka berempat

14:58

akan pelintah Sungai Abah melarang

15:00

mereka karena sangat

15:03

berbahaya sementara Salleh sangat

15:05

ketakutan saat bertemu Abah Harjo Saleh

15:08

pun meminta maaf karena mereka buru-buru

15:11

kemudian mengajak adik-adiknya untuk

15:13

meneruskan perjalanan tanpa mendengarkan

15:15

ucapan Abah

15:17

[Musik]

15:20

Harjo namun Tama kemudian seketika turun

15:25

hujan dengan derasnya air sungai

15:27

seketika naik dengan arus yang sangat

15:30

kencang seketika keempatnya hanyut

15:33

terbawa air sungai

15:35

[Musik]

16:03

nahasnya kepala Mereka pun terbentur

16:06

dengan bebatuan besar yang ada di

16:11

sana hujan yang deras membuat listrik di

16:15

kampung mati Hal itu membuat proses

16:17

salat jenazah menjadi terganggu Ibu Rika

16:20

segera menyalakan lilin sebagai

16:22

penerangan tetapi ketika itu dia

16:25

mendengar suara teriakan anak-anaknya

16:28

dari di arah jenazah Dini dan

16:38

tiba-tiba akhirnya salat jenazah sudah

16:41

selesai dilaksanakan hujan pun reda lalu

16:44

Bapak dan Ibu pulang ke rumah ternyata

16:47

Tadi hujan turun sangat deras membuat

16:50

poat bunga dan sepeda di halaman rumah

16:53

menjadi berserakan bapak dan ibu melihat

16:56

rumah gelap dan tampak sunyi mereka

16:59

berdua segera masuk untuk mencari

17:01

anak-anaknya setelah beberapa kali

17:03

dipanggil anehnya tidak ada satuun anak

17:06

yang menyaut ibu kemudian menyalakkan

17:09

lilin lalu berusaha mencari Azizah di

17:12

dalam kamar ibu melihat Azizah sedang

17:15

Murung di sudut ruangan ibu terus

17:18

memanggilnya hingga

17:21

tiba-tiba Astagfirullah

17:30

seperti yang sudah Mamang Sebutkan ibu

17:32

Rika memang punya indra keenam ia bisa

17:35

melihat makhluk yang tak kasat mata

17:37

kemudian ibu ditenangkan oleh

17:40

Bapak karena hatinya gundah gelisah

17:43

Bapak dan Ibu memutuskan salat

17:47

berjamaah di saat itu Ibu mendengar

17:49

suara jeritan anak-anaknya yang berusaha

17:52

meminta

17:56

pertolongan Allahu Akbar

18:04

Hal itu membuat salatnya tidak

18:07

khusyuk setelah salat selesai tak

18:10

berselang lama terdengar suara ketukan

18:12

pintu ternyata di luar rumah sudah ada

18:15

banyak warga ketika itu Abah Harjo ingin

18:18

memberikan kabar jika saat pada Isya

18:21

Tadi ia sempat bertemu dengan anak-anak

18:24

Ustaz Syakir di daerah tepi sungai

18:27

berlawanan arah dengannya sepertinya

18:29

mereka berusaha menyeberangi Sungai Abah

18:32

meminta Syakir untuk berdoa Meminta

18:34

perlindungan Allah untuk anak anaknya

18:37

karena ada warga yang melihat keempat

18:39

anak Syakir hanyut terbawa arus sungai

18:42

dan salah satu warga menemukan tas milik

18:45

Saleh Mereka pun meminta maaf tidak bisa

18:48

langsung membantu karena masih sangat

18:50

berbahaya air sungainya masih tinggi

18:53

Mendengar hal itu bapak dan ibu seketika

18:56

lemas mereka hanya bisa berharap semua

18:59

anak-anaknya

19:02

selama keesokan harinya pencarian pun

19:05

dilakukan semua warga ikut turun tangan

19:08

sebagai relawan menyusuri setiap sisi

19:11

Sungai mencari keempat anak

19:14

itu siang berlalu namun mereka tak

19:17

kunjung menemukan apapun ketika hari

19:19

Mulai gelap Ustaz Syakir akhirnya

19:22

menemukan Saleh yang terhalangi oleh

19:24

batang pohon terlihat wajah Saleh sudah

19:27

sangat pucat dan nahas nyawanya sudah

19:30

tidak

19:32

ada tiba-tiba adegan beralih kepada

19:36

Saleh yang pindah ke suatu tempat Tempat

19:39

itu sangat gelap dan terdapat banyak

19:41

jeritan

19:49

menakutkanar

19:51

Tias Saleh pun melihat orang-orang

19:54

terbelenggu di samping kiri dan kanannya

20:09

[Musik]

20:13

Saleh terus berjalan menghampiri suara

20:15

ceritaan itu dan ternyata ia sedang

20:18

berada di dalam

20:23

[Musik]

20:25

nerakas ditik sosok berubah hitam

20:28

kemudian lehernya diikat oleh besi lalu

20:31

Saleh melihat orang di sebelahnya

20:33

ditarik kemudian ia diletakkan kepada

20:36

sebuah batu salh melihat kepala orang

20:39

itu diguyur oleh lahar panas hingga

20:42

meleleh dan

20:44

hancur Saleh sangat ketakutan dan

20:47

sekarang sosok cubah hitam itu mulai

20:50

menyeret Saleh Karena sekarang adalah

20:53

gilirannya kemudian kedua tangan Saleh

20:55

diikat oleh rantai lalu lidahnya di

20:58

ditarik dan digunting secara mengerikan

21:01

alasan Saleh mendapatkan siksaan itu

21:04

karena semasa hidupnya Saleh kap

21:06

berbicara tidak baik kepada orang tuanya

21:09

suatu hari Saleh Tengah asyik bermain

21:11

game lalu ibu datang menyuruhnya

21:16

salat Bang Abang udah salat belum abang

21:20

udah salat atau

21:24

belum Ibu pawel banget Udah Bu udah udah

21:27

udah

21:29

setelah itu tidak jauh dari tempat

21:31

jenazah Saleh berada Bapak kemudian

21:34

menemukan jenazahnya

21:36

Fajar Bapak kemudian membawa kedua mayat

21:40

anaknya pulang ke rumah Hal itu membuat

21:43

tangis Ibu seketika pecah melihat dua

21:46

anak laki-lakinya sudah tidak bernyawa

21:51

[Musik]

22:00

jenazah saleh dan Fajar pun langsung

22:02

dimandikan pada malam itu

22:05

adegan berpindah kepada Fajar Yang

22:08

ternyata masuk ke dalam neraka juga

22:10

fajar kemudian disuruh duduk di sebuah

22:12

kursi lalu tangannya diikat kemudian

22:16

kedua mata Fajar ditusuk sampai bola

22:19

matanya keluar

22:20

[Musik]

22:22

slur dari kejauhan Saleh melihat Fajar

22:25

disiksa Dia segera menghampiri adiknya

22:28

itu dan berusaha melepaskan ikatan

22:31

tangannya Saleh merasa bersalah karena

22:34

saat hidup dia telah mengajak Fajar

22:36

untuk berbuat maksiat Jadi ceritanya

22:39

saat dulu saat fajar masih polos Alim

22:43

dan tidak mengenal dosa Apun Saleh malah

22:45

mengajaknya untuk datang ke tempat pijit

22:48

tapi yang ada plus-plusnya Saleh

22:51

mengajari Fajar berbuat nakal dari

22:53

situlah Fajar mulai berani berbuat zina

22:57

ada kembali ke neraka sebuah logam besi

23:01

yang sangat teramat panas ditusukkan ke

23:04

pipi Saleh hingga menembus ke pipi

23:07

sebelahnya setelah selesai dimandikan

23:09

jenazah Fajar dan Saleh langsung

23:12

dikafankan tetapi di luar hujan masih

23:14

saja turun dengan deras warga berkata

23:17

apabila proses penguburan tidak mungkin

23:20

dilakukan pada malam ini karena lampu di

23:22

jalur makam semuanya mati dan penuh

23:25

dengan genangan air IU kemudian masuk ke

23:29

dalam kamar Fajar tanpa sengaja di meja

23:32

belajar Ibu Rika melihat foto Fajar

23:35

bersama dengan pacarnya bahkan ada foto

23:37

yang tidak senonoh lalu ibu Rika membuka

23:40

laci dan di sana ia menemukan alat

23:44

kontrasepsi Bu Rika sangat bersedih

23:47

selama ini ia sudah lengah dalam

23:49

memperhatikan

23:51

anak-anaknya di tengah rumah ternyata

23:54

ada pacar Fajar yang baru saja datang

23:57

dia menangis tersedus sedu di samping

23:59

jenazah Fajar para warga yang hadir

24:02

seketika berbisik membicarakan perbuatan

24:05

Fajar semasa hidupnya ternyata Fajar dan

24:09

pacarnya pernah mencuri kotak amal di

24:11

masjid Kampung Sebelah mereka

24:13

berprasangka uangnya pasti dipakai untuk

24:16

pacaran adegan kembali ke neraka Fajar

24:20

dibawa oleh sosok jubah hitam ke atas

24:23

tebing lalu Fajar dilempar hingga

24:25

badannya remuk

24:28

seketika badan yang telah remuk itu

24:31

berubah menjadi semula

24:35

kembali setelah itu Fajar diseret ia

24:39

dipaksa untuk memakan bangkai

24:44

busuk sementara itu Saleh pun turut

24:47

dibawa ke atas tebing lalu ia dilempar

24:50

ke dalam kolam kawah api yang sangat

24:53

teramat

24:55

panas tubuh salh yang telah hancur

24:58

kembali utuh dan terdampar di pinggir

25:01

kawah

25:05

api pokoknya mereka sangat menderita Sur

25:09

siksaannya sangat mengerikan terjadi

25:11

berulang kali tiada

25:14

[Musik]

25:17

henti beruntungnya ada satu anak yang

25:20

berhasil selamat yaitu Tias jika kalian

25:23

ingat Tias ini sempat Makan dulu kan

25:26

sebelum berangkat nah mungkin itulah

25:29

Salah satu alasan Dia bisa bertahan

25:31

hidup selama berhari-hari di dalam air

25:34

sungai Tias pun segera dilarikan ke

25:36

rumah sakit namun dokter berkata kondisi

25:39

Tias kritis sangat lemah dia di antara

25:43

hidup dan

25:45

mati dalam mati surinya Tias pun

25:48

berjumpa dengan saudara-saudaranya yang

25:51

tengah disiksa di neraka ketika itu Tias

25:55

melihat Fajar punggungnya sedang ditimpa

25:58

oleh setrika

26:03

raksasa Ibu menjaga Tias di rumah sakit

26:06

sementara Bapak pulang ke rumah untuk

26:08

menjaga jenazah saleh dan Fajar saat itu

26:11

Abah Harjo datang ke rumah ia ingin

26:14

membicarakan sesuatu ternyata Sur Saleh

26:17

punya hutang kepada Abah Harjo saat

26:20

Saleh belum merantau ke kota ia sempat

26:22

membuat sebuah brosur tentang Asuransi

26:25

Pak Harjo kemudian membeli asuransi itu

26:28

karena Saleh mengatakan bisa membantu

26:30

biaya operasi katarak matanya sudah

26:33

berjuta-juta uang yang diberikan kepada

26:36

Saleh tetapi sampai saat ini Saleh tidak

26:40

pernah bertanggung jawab tidak hanya

26:42

Abah Harjo yang jadi korban penipuan

26:44

Saleh tetapi juga Bi Inah dan warga

26:47

lainnya bapak segera mengecek tas milik

26:50

saleh dan ternyata benar terdapat banyak

26:53

bukti transfer ke nomor rekeningnya

26:55

Saleh

27:00

ternyata uang hasil menipu itu Salleh

27:03

berikan kepada ibunya lalu ia juga gemar

27:06

memberi kepada anak-anak di kampung

27:08

tetapi setiap Abah Harjo datang Saleh

27:11

langsung

27:13

bersembunyi dan setiap kali ditelepon

27:16

diminta tanggung jawab Saleh selalu

27:18

memberikan alasan hingga akhirnya Saleh

27:22

memutuskan melarikan diri dengan cara

27:24

Merantau kuliah di kota eh di kota si si

27:28

Saleh ini malah main jodis Lur kini

27:31

Saleh harus menerima siksaan atas

27:34

perbuatannya di dunia dia pun seketika

27:36

dijepit oleh kalajengking raksaka lalu

27:40

dadanya pun ditusuk secara

27:42

brutal setelah itu Saleh kemudian

27:45

disuruh untuk menelan muntahan yang

27:48

sangat bau dan juga

27:54

mencicikan semua anak Bapak sudah

27:56

ditemukan kecuali satu yaitu Azizah

27:59

keesokan harinya Bapak bergegas mencari

28:02

mengarungi Sungai

28:06

sendirian Setelah lama mencari Akhirnya

28:09

Bapak pun menemukan Azizah dialah anak

28:12

pasyakir yang terbawa oleh arus paling

28:14

jauh daripada Saudara yang

28:17

lainnya dengan perasaan sedih pasakir

28:20

membawa jenazah anaknya pulang ke rumah

28:23

dia tidak membiarkan siapapun untuk

28:26

menyentuh jenazah anaknya tidak lama

28:28

dari itu ibu baru pulang dari rumah

28:31

sakit ibu kemudian bertanya Bagaimana

28:34

keadaan Azizah Bapak memberitahukan jika

28:37

Azizah meninggal juga dan tengah

28:48

[Musik]

28:50

dimandikan di sisi lain di alam neraka

28:53

Tias pun melihat Azizah juga ada di sana

28:56

terlihat Azizah sangat ketakutan

28:58

berusaha melepaskan gelang karet

29:01

bertuliskan Dini ternyata azizahlah yang

29:04

telah mencuri gelang karet milik Dini

29:06

lalu dia juga yang telah memfitnah Dini

29:09

sampai dikeluarkan dari sekolah Kemudian

29:12

mereka pun melihat Dini ada di dalam

29:14

neraka juga karena slur setiap orang

29:17

yang bunuh diri pasti akan masuk ke

29:19

dalam neraka Dini pun disiksa dengan

29:22

cara gantung diri secara berulang kali

29:25

mungkin itulah hukuman bagi para pelaku

29:28

Bun

29:29

diri Tia sangat tercengang melihat hal

29:32

itu sampai-sampai ia tidak sadar Azizah

29:36

sudah dibawa oleh sosok berjubah hitam

29:39

ketika itu lidah Azizah ditarik sampai

29:42

menjulur

29:45

panjang kemudian lidahnya dipaku hingga

29:49

mengeluarkan banyak darah Itulah azab

29:52

karena ia telah memfitnah orang

29:56

lain setelah itu Azizah diseret kembali

30:00

kali ini kedua tangannya diikat oleh

30:02

rantai besi kemudian Tangannya dipotong

30:05

oleh gergaji yang besar dan sangat tajam

30:08

itu adalah balasan karena Azizah pernah

30:11

mencuri adegan beralih kepada bapak dan

30:15

ibu kembali saat itu bapak menyesal

30:18

karena selama ini tidak memberikan bekal

30:20

yang cukup untuk anak-anak bapak pun

30:24

meminta maaf atas segala sifat buruknya

30:27

kepada ibu

30:29

semua anak Ustaz sakir pun sudah

30:31

ditemukan pada akhirnya dapat kita

30:33

saksikan tiga orang tewas dan satu orang

30:37

selama Ustaz Syakir pun tampak tidak

30:39

kuat untuk menyalatkan ketiga jenazah

30:42

anaknya sehingga Abah Harjo

30:44

menggantikannya sebagai Imam semua warga

30:47

Kampung pun berbondong-bondong mengantar

30:50

ketiga anak Ustaz Syakir ke liang

30:53

kuburnya Allahu

30:55

Akbar Allahu Akbar

31:00

asadu

31:15

[Musik]

31:19

allaahaillallah Sementara itu di neraka

31:22

dengan mata kepalanya sendirias Melat

31:25

bahwa

31:26

saudara-saudaranya siksa oleh dirinya

31:29

masing-masing dalam wujud yang

31:31

mengerikan mereka adalah dosa-dosa yang

31:34

dibuat selama di

31:36

Dunia Sementara Tias dijemput oleh amal

31:39

ibadahnya sendiri tempat Tias bukan ada

31:42

di

31:43

sini tempat kamu bukan di

31:47

sini karena semasa hidupnya Tias ini

31:50

anak pasyakir yang paling salhah kerap

31:53

melakukan perbuatan baik meskipun ia

31:56

sering dianggapak

31:58

dan Dici BAP tapi bodoh Yang sebenarnya

32:03

bukanlah bodoh tentang pelajaran

32:05

melainkan orang-orang yang memakai

32:07

pikirannya untuk perbuatan yang tidak

32:09

benar itulah orang bodoh yang

32:13

sebenarnya saat kecilas pun perah Bero

32:16

agar diberikan umur yangjang agar bisa

32:20

muktikan kepada BAP

32:26

i ben-benar

32:30

terkabulkan Tias pun diseret dibawa

32:33

keluar oleh amal ibadahnya dari neraka

32:36

itu dan akhirnya Tia sadarkan

32:41

diri itulah kesaksian Tia saat mengalami

32:44

mati suri melihat saudaranya disiksa

32:48

oleh dosanya sendiri Bapak sampai saat

32:50

ini selalu merasa bersalah karena belum

32:53

cukup memberikan bekal untuk

32:55

anak-anaknya di akhir karena ia pikir

32:58

Waktu mereka masih panjang tapi perlu

33:00

diingat ajal tidak ada yang tahu dan

33:03

kapan saja bisa menjemput Mereka pun

33:06

sering berkunjung ziarah supaya siksa

33:09

mereka diringankan

33:11

[Musik]

33:28

dan film pun

33:32

[Musik]

33:35

berakhir Nah itu dia slur alur cerita

33:39

dari film Siksa Neraka menurut opini

33:42

Mamang film Ini lemah di penceritaan

33:44

sesimpel ada tokoh yang mati dia punya

33:47

dosa terus langsung disiksa di neraka

33:50

harusnya kan kalau orang berdosa disiksa

33:52

dulu di alam barzakh atau alam kubur ya

33:55

Sur y pada akhirnya film Siksa Neraka

33:58

ini memang mencoba untuk menduplikasi

34:01

apa yang ada pada komiknya puluhan tahun

34:04

lalu jadi ceritanya enggak sedetail itu

34:07

intinya film ini hanya ingin menonjolkan

34:09

adegan siksa-siksa di neraka saja masih

34:13

bisa jadi pengingat untuk kita agar

34:15

selalu berbuat kebajikan agar kelak

34:18

terhindar dari siksaan neraka yang

34:21

begitu menyakitkan Oke slur sampai sini

34:24

dulu aja video kali ini mamang pamit

34:27

dulu keep enjoy and see you

34:34

[Musik]

34:41

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free