Full Transcript

·YouTLDR

#3 Diklat 38JP - Kepala Perpustakaan dalam Mewujudkan Akreditasi Perpustakaan Unggul

1:48:28IndonesianBy e-Guru TVTranscribed Jul 24, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
1:05

Asalamualaikum warahmatullahi

1:07

wabarakatuh. Selamat malam. Salam

1:09

sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om

1:11

swastiastu. Namo buddhaya. Salam

1:13

kebajikan. Rahayu. Rahayu. Rahayu. Yang

1:16

terhormat narasumber kita Ibu Dr. Endang

1:19

Satmawati, S.S., Sos, M.Si., MA. selaku

1:23

narasumber yang akan membagikan

1:24

pengetahuannya pada malam hari ini.

1:26

Serta yang kami hormati Bapak dan Ibu

1:29

peserta Diklat Nasional yang berbahagia.

1:32

Selamat datang di diklat Nasional hari

1:34

ketiga Bapak dan Ibu. Di mana pada malam

1:36

hari ini merupakan hari terakhir Zoom

1:40

meeting dan

1:44

silakan bagi Bapak dan Ibu yang belum

1:46

mengaktifkan kameranya dapat diaktifkan

1:48

terlebih dahulu. Sebelumnya saya juga

1:50

izin menginformasikan untuk link

1:53

presensi akan kami share melalui grup

1:55

WhatsApp setelah diklat selesai, Bapak,

1:58

Ibu. Jadi, silakan nanti dapat dicek di

2:00

grup WhatsApp-nya. Jadi, Bapak, Ibu

2:03

tidak perlu menuliskan hadir di kolom

2:05

chat.

2:07

Selanjutnya, alhamdulillah puja dan puji

2:09

syukur kami panjatkan karena berkat

2:12

rahmat-Nya kami masih bisa berkumpul

2:14

untuk bersama-sama menimba ilmu dari

2:17

narasumber kita yang sangat luar biasa.

2:19

pada malam hari ini meskipun harus

2:20

dilaksanakan secara online. Semoga kita

2:24

tetap dalam keadaan sehat dan tetap

2:25

semangat selalu. Bapak, Ibu,

2:28

Diklat Nasional pada malam hari ini

2:30

mengusung tema kepala perpustakaan dalam

2:33

mewujudkan akreditasi perpustakaan

2:35

unggul. Sebelum kita beranjak pada

2:38

kegiatan inti, alangkah lebih baiknya

2:41

apabila kita berdoa terlebih dahulu agar

2:44

kegiatan pada malam hari ini dapat

2:46

berjalan dengan lancar dan dapat menjadi

2:49

manfaat bagi kita semua. Berdoa menurut

2:52

agama dan kepercayaan masing-masing.

2:54

Dipersilakan.

3:18

berdoa dicukupkan.

3:20

Baik, Bapak dan Ibu. Semoga pada malam

3:22

hari ini Bapak Ibu tidak bosan

3:25

karena masih ditemani dengan saya. Salam

3:28

kenal Bapak Ibu. Saya Alia selaku

3:30

moderator yang akan membagi, yang akan

3:32

memandu kegiatan pada malam hari ini. Di

3:35

kolom chat ini juga sudah banyak sekali

3:37

Bapak Ibu yang berkenalan.

3:40

Mungkin namanya tidak bisa saya sebutkan

3:42

satu persatu. Salam kenal. Semoga acara

3:44

kita pada malam hari ini dapat berjalan

3:47

dengan lancar dan Bapak Ibu juga semoga

3:50

senantiasa diberikan kesehatan tentunya.

3:53

Selanjutnya

3:55

langsung saja kita ke sesi penyampaian

3:57

materi Bapak Ibu karena tentunya Bapak

4:00

Ibu sudah tidak sabar dengan materi kita

4:02

di hari ketiga ini. Jadi untuk itu

4:04

langsung saja kita sambut narasumber

4:06

kita pada malam hari ini yaitu Ibu

4:08

Endang Fatmawati. Kepada Ibu Endang

4:11

Fatmawati kami persilakan.

4:19

Baik, Kak Olia. Selamat malam Bapak Ibu

4:23

semua. Selamat malam.

4:25

Semoga Bapak Ibu semua sehat ya pada

4:28

malam hari ini. Tetap semangat Bapak Ibu

4:30

untuk menyelesaikan diklat ya di hari

4:32

ketiga. Kalau tadi Kak Olia di sesi

4:35

terakhir gitu walaupun terakhir tapi

4:38

bukan berarti berakhir ya Kak Olia ya

4:41

gitu. Jadi, Bapak, Ibu diharapkan tetap

4:42

bersemangat dan bisa mengikuti di

4:45

kelanjutnya gitu ya dengan topik yang

4:48

tentu sangat menarik yang

4:49

diselenggarakan oleh eguru.id

4:52

gitu. Salam guru digital Bapak Ibu tetap

4:57

belajar

5:00

walaupun sudah mengajar gitu ya, Kak ya.

5:02

Betul ya. [tertawa]

5:05

Iya.

5:06

Baik Bapak Ibu, ini malam hari ini kita

5:11

melanjutkan diskusi kita untuk materi

5:14

selanjutnya ya. Nah, sebelum masuk Bapak

5:17

Ibu kemarin ada pertanyaan ya atau

5:22

mungkin

5:24

sesuatu yang mau disampaikan tetapi

5:26

karena waktu sudah

5:29

larut ya akhirnya belum terjawab. Nah,

5:33

ini e saya akan mencoba untuk share

5:36

screen Bapak, Ibu ya. Kira-kira apa saja

5:39

yang belum. Nah, ini yang diberikan oleh

5:41

panitia kepada saya

5:44

melalui admin itu seperti ini, Bapak,

5:47

Ibu. Terlihat ya. Mudah-mudahan ya

5:49

terlalu kecil gak ya? Tahu ya ini baik

5:53

saya besarkan 100

5:56

50. Nah, sudah cukuplah ya.

5:59

Ini hari kedua. Kemarin tanggal 21 Juli

6:03

2026 Bapak Ibu ya. Saya juga save chat

6:07

dan saya cek memang ada gitu ya. Ini

6:10

pertama dari Ibu Nunung Nuryani.

6:12

Mudah-mudahan Ibu sudah hadir ya.

6:16

Apakah apa sajakah syarat untuk

6:18

akreditasi perpustakaan? Nah, untuk

6:21

persyaratannya

6:23

sebagaimana yang sudah kita diskusikan

6:26

Bapak Ibu ya, Ibu Nuno, Ibu Nuryani, Ibu

6:29

Nunung Nuryani lengkapnya. Nah, itu ee

6:32

persyaratannya

6:34

kira-kira kalau mau mempersiapkan itu

6:38

perhatikan dari komponennya ya berbasis

6:42

pada NSP, standar nasional

6:44

perpustakaannya. Nah, untuk tahun 2026

6:48

ini kan kita sudah menggunakan enam gitu

6:51

ya, sesuai dengan peraturan yang

6:53

bergulir dari Direktorat Standarisasi

6:56

dan Akreditasi Perpustakaan Nasional.

6:59

Jadi enam. Kalau tahun kemarin kan masih

7:02

gitu ya. Nah, Bapak Ibu harus

7:05

memperhatikan itu ya sekaligus untuk

7:07

Bapak Ibu semua. Kalau untuk pertama

7:10

kali tuh judul gitu dilihat dari

7:12

judulnya itu ya 1000 gitu kan. minimal

7:16

1.000 gitu. Karena kalau nanti belum ya

7:19

belum bisa dilakukan proses untuk

7:21

asesmen. Kenapa? Saya pernah Bapak Ibu

7:23

juga. Jadi ketika

7:26

ee ke lapangan itu ternyata dihitung

7:28

masih kurang. Nah, sehingga belum

7:31

dilanjutkan untuk proses akreditasi gitu

7:33

ya. Nah, baru tahun berikutnya gitu ya.

7:37

Walaupun penambahannya sedikit gitu.

7:40

Nah, tapi upaya yang sudah dilakukan

7:42

oleh pihak sekolah, oleh pihak

7:44

perpustakaan itu ee sudah mewujudkan

7:47

adanya komitmen bahwa untuk siap dinilai

7:50

gitu ya. Nah, itu paling enggak 1000

7:53

judul gitu. Kemudian kalau NPP kan nomor

7:56

pokok perpustakaan ya, Bapak Ibu nanti

7:58

kan bisa melakukan pendaftaran. Nah,

8:01

kemarin kan saya sampaikan ada link ya,

8:04

Bapak Ibu itu dari Pranala itu Bapak Ibu

8:07

bisa masuk gitu, bisa mempelajari dari

8:09

YouTube juga ada gitu. Jadi misalnya ee

8:12

untuk membuat NPP. Nah, itu ya saya rasa

8:16

tidak sulit Bapak, Ibu. Nah, gitu. Nah,

8:18

terus kemudian kalau memang Bapak Ibu

8:21

sudah merasa

8:23

apa ya? merasa yakin gitu ya dari enam

8:27

komponen itu. Nah, itu sudah cukup gitu.

8:31

Nah, modal keinginan itu ya kemudian

8:34

penyesuaian dengan standar nasional

8:37

perpustakaan dari jenisnya misalnya Ibu

8:39

Nung itu dari SD ya berarti sesuai

8:43

dengan yang SD gitu ya. Nah, kemudian

8:46

kalau misalnya SMP gitu ya, SMP gitu.

8:50

Kalau misalnya SMA, SMA seperti itu. Itu

8:53

yang pertama. Nah, kalau masalah hasil

8:57

Bapak, Ibu ya ee tidak usah khawatir

9:00

kalau kita kan sering ee hasil sudah ada

9:03

yang ngatur gitu ya. Nah, kalau sudah

9:07

direncanakan dengan upaya yang terbaik

9:09

karena dari hari pertama kan kita

9:11

membicarakan bagaimana peran dari

9:14

kepalanya. Nah, gitu ya. Jadi apa yang

9:16

diupayakan oleh Bapak Ibu sudah

9:19

diupayakan untuk bisa sesuai dengan

9:21

standar minimum ya, persyaratan minimum.

9:25

Nah, itu sudah layak gitu. Mau

9:27

mendapatkan berapa tidak apa-apa. Justru

9:30

itu ee tempatnya Ibu

9:35

mencari kira-kira gitu ya. Ee coba

9:38

mengidentifikasi gitu ya. Kira-kira

9:41

kenapa kok ada yang kurang di bagian

9:43

ini? Oh, ternyata memang perlu

9:45

perbaikan. Nah, gitu.

9:48

Terus kemudian kalau untuk yang Ibu

9:52

Liuna Yuna gitu ya, itu ee Ibu Liuna

9:56

Yuna. Terima kasih Ibu ya. Akreditasi

9:58

perpustakaan itu berlaku untuk

10:00

perpustakaan sekolah atau sudah

10:04

merangkap satu dengan akreditasi

10:06

sekolah? Iya. Baik. Jadi ee saat ini

10:10

yang masih berjalan itu masih terpisah

10:13

ya Bapak Ibu sehingga akreditasi sekolah

10:17

sendiri, akreditasi perpustakaan sekolah

10:19

sendiri gitu. Namun gitu ya ke depan

10:23

gitu ee akan sangat mungkin gitu ya

10:27

bahwa syarat untuk akreditasi dari

10:31

perpustakaan sekolah itu ee syarat untuk

10:36

akreditasi dari sekolah itu mewajibkan

10:39

dengan adanya akreditasi perpustakaan

10:41

sekolah. wacananya seperti itu ke depan

10:44

dan ini ee kalau Bapak Ibu mengikuti

10:47

bintek gitu ya atau sosialisasi gitu

10:49

terkait dengan akreditasi di tempat

10:51

Bapak Ibu di wilayah Bapak Ibu itu ee

10:54

dari Bapak Ibu asesor ya yang ada di

10:56

daerah itu ee ee juga mendapatkan

10:59

informasi ya mendapatkan pembinaan

11:03

pengarahan dari pusat ya dari DSA dari

11:06

Perpusnas itu bahwa

11:09

dari akhir tahun kemarin ya tahun

11:11

kemarin kemarin itu sudah mulai gitu ya,

11:13

bahwa itu ke depannya gitu ya ee itu

11:17

akan seperti itu wacana itu sudah mulai

11:19

ee dilakukan

11:22

mediasi ya misalnya dengan dignas gitu

11:24

ya dengan unsur-unsur stakeholder yang

11:26

terkait dalam hal ini gitu. Nah, kalau

11:29

saya sendiri ya kalau diminta untuk ee

11:33

berpendapat saya sangat setuju sekali

11:35

gitu. Nah, cuman untuk mewujudkan itu

11:37

kan karena itu kebijakan kan meliputi ee

11:41

segala pihak ya yang itu ee memang harus

11:44

memberikan support, dukungan, dan

11:46

memberikan pemaknaan yang sama terkait

11:49

dengan makna akreditasi begitu. Kalau

11:52

saya ya idealnya begitu sehingga

11:55

keberadaan dari perpustakaan sekolah itu

11:57

ee memang benar-benar sangat penting

12:00

gitu, sangat krusial gitu di dalam

12:02

mendukung

12:03

proses pembelajaran ya di sekolah gitu.

12:06

Sehingga ya kalau mau akreditasi sekolah

12:10

harus akreditasi perpustakaan dulu kan

12:13

gitu. Nah itu kalau saya mengamini iya

12:16

sependapat sekali gitu. Nah, cuma

12:18

regulasi itu saat ini kan belum ee

12:21

ditetapkan untuk bisa dijalankan. Tapi

12:24

untuk upaya ke sana dari pihak ee

12:27

institusi pembina ya dalam hal ini

12:29

Perpusna sudah pernah gitu ya

12:31

menyampaikan seperti itu gitu. ketika ee

12:35

tadi misalnya ada bintek, ada

12:37

sosialisasi seperti itu. Nah, kemudian

12:40

untuk Bapak Supri Suprianto ya ini rajin

12:44

sekali nih Kak Olia ni kalau misalnya

12:46

ada doorpres atau ada [tertawa]

12:49

apresiasi untuk e Bapak Ibu peserta yang

12:52

rajin teraktif misalnya gitu ya Kak ya.

12:54

Wah itu Pak Anton ini masuk kandidat ya.

12:57

[tertawa]

12:58

Nah, ini izin bertanya, Ibu. Sekolah

13:00

kami sudah melaksanakan akreditasi,

13:04

namun seiring waktu terjadi beberapa

13:06

kali pergantian kepala perpustakaan.

13:09

Saya baru diangkat sebagai kepala

13:11

perpustakaan TMT 13 Juli. Nah, berarti

13:15

kalau sekarang 22

13:17

ya berarti baru seminggu ya. Benar ya.

13:20

Nah, itu. Terus ee sudah melakukan

13:23

pembenahan tata ruang dan tata kelola

13:26

perpustakaan.

13:27

Iya, sudah upayanya wah berarti langsung

13:30

tanggap gercep ya gitu ya. Langsung ee

13:33

pengin merubah ya, pengin merombak gitu

13:35

ya ee ingin mencapai sesuatu yang ideal

13:40

gitu ya. Nah, setelah melihat sertifikat

13:43

akreditasi ternyata TMT ya itu ee 30

13:48

Januari 2026. Nah, kalau sekarang

13:50

berarti sudah 6 bulan lebih ya Bapak,

13:52

Ibu ya. Ya, Bapak Anton. Nah, akreditasi

13:56

sudah berakhir. Nah, yang menjadi

13:58

pertanyaan,

14:00

bolehkah mengajukan permohonan penundaan

14:03

akreditasi?

14:05

Ya, boleh terserah di tempat Bapak Ibu

14:08

ya. Ini kan kebijakan dan juga kesiapan

14:11

gitu. Mungkin selama ini mungkin ya

14:15

berjalan, tetapi ketika Bapak ada

14:17

pembenahan yang lebih siap gitu lah.

14:20

Kenapa harus ditunda gitu? Kalau saya

14:22

kalau sudah siap e Bapak aja sudah

14:24

melakukan perubahan tata ruang, tata

14:26

kelola, pembenahan itu ya. Kalau sudah

14:29

dirasa siap ngapa harus ditunda, kan

14:30

gitu pertanyaannya. Ee bagaimana caranya

14:34

hingga kapan penundaan? Nah, ini berarti

14:35

kan masih nyambung ya, permohonan

14:38

penundaan bagaimana caranya hingga

14:40

kapan. Nah, ini. Nah, kalau yang kemarin

14:42

Bapak, Ibu ya, ini untuk

14:45

sharing saja akhir tahun menjelang akhir

14:48

tahun ya kan kalau Desember itu kan awal

14:51

sudah tutup buku ya, close anggaran jadi

14:53

tidak ada ee acara-acara ya. Itu sudah

14:56

ya biasa ya di tempat kita ya Bapak,

14:58

Ibu. Nah, November itu masih ada

15:00

Oktober. Nah, itu itu penghabisan dari

15:03

yang pendaftaran yang ee masih komponen.

15:07

Jadi, kalau yang kemarin sudah terlewat

15:10

kemudian ikut sekarang ya berarti

15:12

berbeda semua apa yang sudah diusulkan

15:15

ya di Sip yang tadinya 9 karena tidak

15:18

terealisasi di 2025 otomatis kan jadi

15:22

2026. Nah, otomatis kan mengikuti aturan

15:24

regulasi yang baru keenam komponen. Nah,

15:28

berarti kan bukti fisiknya ya. Kemudian

15:30

instrumennya kan juga berubah berarti

15:32

kan harus mendaftar kembali gitu. Nah,

15:35

kalau yang sudah aman ya sudah dilakukan

15:38

di 2025 gitu karena masih menggunakan

15:41

yang komponen gitu. Nah, yang ini Bapak

15:45

karena ini berjalan 2026 ya Pak Anton.

15:48

Nah, mungkin ada case yang sama juga ya

15:50

dengan Bapak Ibu ya di tempat Bapak Ibu

15:53

itu ee kalau saya menyarankan ya kalau

15:55

sudah siap kenapa ditunda Bapak

15:57

disegerakan aja untuk segera mendaftar.

15:59

karena caranya ya seperti sudah

16:00

dilakukan. Jadi melalui SIPAPI gitu.

16:04

Nah, ya sebagai asesi ya dari

16:06

perpustakaannya gitu. Nah, nanti

16:08

prosedur dan selanjutnya kan nanti

16:09

mengikuti saja gitu. Nah, kemudian ee

16:13

sehingga saya dan staf bisa melakukan

16:15

pembenahan. Nah, kalau ini kan

16:16

tergantung kesiapan ya, Bapak, Ibu. Nah,

16:19

makanya ee perlu yang namanya

16:22

mempelajari ya. Kemarin tuh kan ada

16:24

kebijakan ya, terus Bapak Ibu

16:26

mempelajari juga ee dokumentasi mutunya,

16:30

[mendengus] mempelajari juga ee

16:32

instrumennya dan bukti fisiknya itu.

16:35

Nah, kelengkapan itu bisa mengukur

16:38

performance gitu ya, kinerja. Makanya

16:41

laporan kinerja itu juga penting karena

16:44

itu sebagai base evidence ya ketika

16:46

asesmen. Nah, gitu. Nah, manajemen

16:49

bagaimana mempersiapkan bukti-bukti

16:51

dukung itu yang menjadi ee Bapak, Ibu

16:54

itu ya yang menjadi sesuatu yang ee itu

16:58

tantangan ya. Kalau sudah dilakukan

17:00

berarti bagus gitu. Kalau memang ee

17:02

belum kurang di mana, nah itu bisa ayo

17:05

kita perbaiki. Nah, gitu. Nah, sehingga

17:07

diharapkan adanya peningkatan peringkat.

17:09

Oh iya lah. Kemarin peringkatnya

17:11

misalnya Bapak Anton itu berapa ya? Ee

17:13

kalau misalnya kemarin B misalnya ya,

17:16

berarti ee bisa A kan gitu maksudnya ya.

17:18

Kalau A ya jangan B nanti Pak jadi turun

17:21

[tertawa]

17:22

gitu ya. Nah, A ya tetap A gitu ya.

17:25

Kalau kemarin A misalnya dengan nilai

17:29

90 ee 2 misalnya ya. Nah, sekarang

17:33

karena sudah ada pembenahan gitu ya

17:36

dengan keberadaan Bapak sebagai

17:38

kepalanya ya dari penilaian mandiri

17:41

misalnya mencampai 92 koma gitu ya.

17:44

Berarti kan ada peningkatan dari A-nya

17:46

oh kemarin A-nya berapa sekarang berapa

17:48

gitu. Nah gitu. Kalau B ke A kan jelas

17:51

sekali ya ada lompatan di situ dari

17:54

normatif dari penentuan ini bisa B A kan

17:57

gitu ya. Nah ini mohon pencerahan.

17:59

Terima kasih itu ya Bapak. Jadi ee gak

18:02

usah ditunda-tunda Bapak ngapain

18:03

ditunda-tunda. Apalagi ini sudah

18:05

pertengahan ya segera saja ya segera

18:08

mendaftar siapa tahu ya diupayakan

18:11

mudah-mudahan bisa terealisasi di tahun

18:13

ini. Nah gitu loh. Jadi nanti ee

18:16

tergantung ya kalau misalnya kan kalau

18:18

ah itu bisa 5 tahun kan Bapak kalau

18:20

misalnya 2026 sampai 2031 kan gitu. Nah

18:25

itu ya Bapak ya. Semangat e Bapak Anton

18:28

Suprianto ya. Baik ya. Jadi jangan

18:31

ditunda ya Bapak, disegerakan kalau

18:32

sudah siap. Apalagi Bapak sudah

18:34

menyampaikan bahwa saya sudah melakukan

18:36

apa apaap kan gitu. Nah, ini terus Ibu

18:40

Farida Indradiani

18:42

ya ini SS ya, Ibu. Ee I baik terima

18:46

kasih Ibu. Ini tanggapannya ini masih

18:48

pertanyaan ya.

18:50

Ya, saya harap Bapak Ibu bisa sharing

18:53

ya. Kalau terkendala mikrofon gitu bisa

18:57

dichat juga misalnya ya pengalaman Bapak

19:00

Ibu, pengalaman terbaik atau mungkin

19:02

kendala apa di lapangan gitu. Nanti

19:04

Bapak Ibu juga bisa memberikan komen

19:06

silakan monggo di chat gitu ya sehingga

19:09

ee apa bisa saling berbagi, saling

19:12

menguatkan kan gitu dengan case-kase

19:15

yang sama itu penyelesaiannya gitu ya

19:17

bisa diaplikasikan ya tentu sesuai

19:21

dengan kondisi di masa-masa sekolah gitu

19:23

ya. ya, ada yang mungkin ee belum bisa

19:26

maksimal, tapi paling enggak kan ee

19:28

dalam media di dalam diklat ini juga

19:31

bisa menjadi untuk curah saran ya,

19:33

Bapak, Ibu gitu. Nah, berapa sebenarnya

19:36

rasio? Nah, rasio kalau bicara rasio kan

19:39

perbandingan yang ideal untuk petugas

19:41

atau pengelola yang berada di

19:44

perpustakaan sekolah. Bila murid kami

19:46

mencapai lebih dari 800 gitu ya,

19:50

ditambah guru sekitar 70 berarti 870.

19:54

Nah, ini Ibu Farida gitu ya. Kalau di

19:57

dalam struktur untuk organisasi untuk

19:59

tenaga itu kan ee kepala perpustakaan

20:04

kemudian

20:05

kan ada layanan ee teknis gitu ya, ada

20:08

layanan pemustaka dan layanan TIK kan

20:11

gitu. Nah, paling enggak ada kalau

20:13

dihitung kan berarti ada tiga yang kuat

20:16

di situ. Nah, kalau misalnya satu ya

20:19

dirangkap semua kan berarti. Nah, kalau

20:21

idealnya ya masing-masing memiliki

20:23

sehingga ya kalau di dalam penguatan

20:25

struktur ya ada 3 1 2 3 kan gitu. Itu

20:28

yang kuat karena layanan pemustaka ada

20:31

ya, layanan teknis ada gitu, layanan TIK

20:35

ada. Apa must pustaka itu berarti kan

20:36

yang di depan gitu loh yang dia

20:39

bersinggungan dengan yang dilayani. Mau

20:41

melayani siswa, mau melayani guru, mau

20:43

melayani tenaga kependidikan gitu.

20:45

Teknis kan yang berada di backofice gitu

20:48

ya, yang melakukan kegiatan pengolahan,

20:52

kegiatan dari katalog, klasifikasi,

20:55

mungkin finishing ya, penyampulan

20:57

labeling, inputing data kan gitu.

21:00

Nah, intinya yang membedakan kalau yang

21:03

pemustaka itu berada di frontliners,

21:05

kalau yang teknis itu yang eh back

21:07

office gitu ya, tidak langsung

21:09

bersinggungan dengan yang dilayani. Nah,

21:11

kalau yang TIK ya berarti dia terkait

21:13

dengan TIK-nya misalnya maintenance ya

21:16

eh misalnya terkait dengan update

21:19

software gitu ya, terkait dengan

21:21

konversi, terkait dengan migrasi atau

21:25

memegang juga software-nya misalnya

21:28

untuk ee processing inputing sampai ke

21:31

pelaporan gitu ya. Itu kalau memang mau

21:34

di IT-nya jadi hardware juga, software

21:36

juga kan gitu. Hardware itu berarti

21:38

terkait dengan misalnya printer error

21:41

gitu ya, enggak bisa connect. Terus

21:43

mungkin tampilannya yang ee

21:47

ternyata tuh tidak apa-apa, sudah

21:50

nyambung tapi kok enggak bisa misalnya

21:52

ya jaringan misalnya ya terkait dengan

21:56

apa? Oh ini masih lokal area network

21:59

misalnya ini enggak bisa diakses gitu.

22:02

Nah ini load-nya misalnya ya terkait

22:04

dengan bandwage misalnya. Nah, terkait

22:06

dengan kecepatan.

22:08

Nah, itu misalnya IT yang memahami. Nah,

22:10

sehingga kalau ee ini kecepatannya

22:13

berapa di ruangan ini gitu. ee kalau

22:16

saya di luar sini berapa dia bisa jawab

22:18

karena dia memang di bagian layanan TIK

22:21

kan gitu seperti itu. Jadi kalau di

22:24

lapangan itu biasanya kan

22:26

pertanyaan-pertanyaan yang terkait

22:28

dengan teknologi itu ada sendiri gitu

22:31

yang menjawab yang menjadi bagian dari

22:32

tim gitu. yang lain sih juga tahu,

22:35

tetapi kan karena ee berbicara bahwa di

22:37

dalam struktur organisasi, di dalam

22:40

struktur perpustakaan itu memang ada

22:41

orangnya lah. Orangnya itulah gitu ya

22:44

yang dijadikan sebagai informan yang

22:46

ditanya gitu ketika proses asesmen gitu

22:50

ya. Masalah itu nanti ee asesor mau

22:54

bertanya atau enggak ya yang penting

22:56

disiapkan gitu. Kalau saya biasanya saya

22:58

bertanya gitu misalnya ini yang ngurin

23:00

siapa Bapak ini di mana gitu ya. Nah,

23:02

itu saya cross check. E, jadi biar

23:04

datanya valid antara bukti di borang ya

23:07

dengan ee keberadaan ketika saya berada

23:10

di lokasi itu terlihat gitu. Kemudian

23:12

bukti-bukti memang ada gitu. misalnya ee

23:15

komputernya ada berapa selain di sini

23:18

gimana misalnya ini bisa diakses dijawab

23:21

misalnya bisa diakses tidak line Bu tapi

23:23

sudah online ya coba ini saya akses

23:25

pakai ini dari misalnya dari kampus gitu

23:29

dari dinas ee dari luar daerah nah bisa

23:32

gak kan gitu jadi ee

23:36

memotret kondisi ril yang ada di

23:38

lapangan kesesuaian dengan bukti ya

23:41

portofolio di borang yang dituliskan

23:43

yang didaftarkan kan tentunya ya sebagai

23:46

penyerta di bukti fisik nih. Nah, begitu

23:49

ya Ibu. Jadi kalau ee rasio yang ideal.

23:52

Nah, tetapi Ibu kalau mau bersandar pada

23:56

SNP ya kepada instrumen. Nah, Ibu

23:58

kembali di sini Bu Farida Indra Diani

24:00

ya. Ini saya coba di sini Bapak Ibu ya.

24:05

Nah, ini eh sebentar belum terlihat.

24:10

Sebentar saya share dulu Bapak sebentar.

24:13

Nah, ini misal ya ini. Nah, kemarin ee

24:18

dari admin e guru itu Kak Linda. Oh, iya

24:21

kan ada slide terakhir yang ditanyakan

24:23

oleh Bapak Ibu ya, ada di file

24:25

tersendiri. Nah, maksudnya ini nanti

24:28

karena masih

24:30

inline ya, Bapak, Ibu ya, masih nyambung

24:32

dengan materi kita di hari ketiga dan

24:35

belum selesai semua kita bahaskan

24:37

sehingga kemarin memang belum ee untuk

24:39

diagihkan ya Salindianya seperti itu dan

24:43

file-nya nanti malam ini ee Bapak Ibu

24:46

sudah bisa men-download-nya nanti ya.

24:49

Begitu. Nah, ini misalnya Ibu ya ini

24:51

rasio kan Ibu bertanya rasio ya. Nah,

24:54

rasio perbandingan antara tenaga

24:55

perpustakaan terhadap warga. Nah, kalau

24:59

Ibu tadi menyampaikan bahwa ee

25:01

kondisinya gitu ya, muridnya mencapai

25:04

lebih dari 800. Nah, kalau lebih dari

25:06

800 itu kan bisa 1.000 lebih, bisa

25:09

mungkin ee 1000 ee bisa juga mungkin

25:12

mendekati 2.000 kan namanya juga lebih.

25:14

Tapi kalau rentang itu kan jelas lebih

25:16

dari 800 itu berapa ya? misalnya antara

25:19

800 sampai

25:22

1000 lah itu kan jelas gitu. Nah, guru

25:24

70 berarti kan 870. Nah, kenapa Ibu

25:27

enggak menambahkan tendiknya? Nah, kalau

25:30

870 itu kan rombelnya pasti besar. Nah,

25:33

tendiknya pasti juga berperan di sana.

25:35

Coba pustakawan itu kan ee bisa jadi ya

25:39

kalau fungsional ya tentu masuknya kan

25:42

di tenaga kependidikan gitu. Karena

25:44

kalau guru juga fungsional kan enggak

25:46

boleh merangkap dua fungsional. Nah,

25:48

kecuali kalau yang tidak ASN ya atau PNS

25:51

itu e bisa jadi guru juga pustakawan kan

25:54

gitu. Nah, jadi bisa dihitung sebagai

25:57

tenaga guru atau tenaga perpustakaan.

26:00

Nah, gitu. Tapi tidak boleh masuk ke

26:02

sana. Masuk ke sini ya. Salah satu yang

26:04

utama yang mana kan gitu ya. Ibu ee Ibu

26:08

Farida bisa ditambahkan karakteristik

26:10

dengan deskripsi tekniknya berapa. Nah,

26:12

itu semakin lebih konkret gitu. Nah, ini

26:16

bisa dilihat di sini. Nah, daftar dari

26:21

jumlah tenaga itu yang nanti menjadi

26:22

bukti fisik ya, Ibu ya. Ibu harus ee ada

26:26

daftar. Daftar tuh bisa dalam bentuk

26:30

nomor, nama gitu ya, kemudian

26:34

NIP kan gitu. Kemudian jabatan misalnya.

26:37

Nah, itu ee menunjukkan bahwa nanti ada

26:39

jumlah totalnya ada berapa. Nah, itu

26:42

jumlah warga tadi ya. Kalau Ibu

26:44

mengatakan 800-an lebih itu kalau di

26:47

dalam apa? Borang ya, Bapak, Ibu

26:51

menyertakan di bukti fisik tidak boleh

26:54

menggunakan rata-rata lebih kurang jadi

26:56

karena enggak jelas ukurannya. Nah,

26:58

harus pasti. Jadi kalau berapa rombel

27:00

ya, berapa rombel, setiap rombel ada

27:02

berapa. Nah, itu juga harus gitu ya.

27:05

Terus ee kalau jumlah siswa kan jelas

27:07

ada di data ya, di sekolah kan itu

27:11

siswanya berapa kan gitu ya. Nah, ini

27:13

itu harus jelas. Misalnya misal loh 850

27:17

misal gitu guru e guru misalnya 70

27:21

misalnya tidak bisa lebih dari 70 atau

27:23

kurang kurangnya berapa lebihnya berapa

27:26

kan jadi tidak jelas gitu. Jadi harus ee

27:29

jumlah dari kuantitatifnya itu harus

27:32

jelas karena kan terkait dengan

27:34

perhitungan gitu. Nah, warga itu kan

27:37

tidak hanya guru dan siswa. Nah, tadi

27:40

saya sebut misalnya tenaga kependidikan

27:43

gitu ya, pendik gitu, itu berapa? Nah,

27:45

itu di bagian TU-nya ya, bagian

27:48

administrasinya kan gitu. Ee karyawannya

27:51

misalnya mau disebut gitu ya bisa. Nah,

27:54

ini harus ada gitu, harus jelas gitu ya.

27:57

Ketika

27:59

misalnya Bapak, Ibu gitu ya diminta

28:02

untuk memberikan bukti ada gitu. Terus

28:05

yang hadir di sini gitu biasanya kalau

28:08

tenaga itu nampak ya ketika asesmen itu

28:12

kesiapan itu nampak dari Bapak Ibu yang

28:15

berada di situ. Jadi ketika misalnya

28:17

asesor datang dari yang menyambut ya

28:19

menyambut itu kok bukan berarti asesor

28:21

minta di dihormati gitu-gitu sih enggak

28:24

ya. Artinya kesiapan sekolah itu

28:26

terlihat ya ee dari siswa gitu ya,

28:31

kemudian dari kegiatan-kegiatan siswa

28:34

misalnya terkait dengan yang mereka

28:36

kelompok literasi misalnya ya atau ee

28:39

duta baca, sahabat perpustakaan misalnya

28:43

atau apa itu siap berada di menyambut

28:46

gitu misalnya ada pembukaan hadir gitu

28:48

ya ee jumlah gurunya juga. Nah, itu

28:52

pernah itu Bapak, Ibu sampai pas saat

28:54

itu aktivitas untuk pembelajaran

28:56

sementara gitu ya ketika proses

28:58

pembukaan itu ee siswa berada di kelas

29:02

gitu, mereka ada pembelajaran mandiri.

29:04

Nah, setelah acara pembukaan selesai

29:06

baru Bapak Ibu kembali. Itu kebijakan

29:07

dari kepala sekolahnya. Nah, itu luar

29:09

biasa karena komitmen. Nah, ketika nanti

29:13

proses untuk ee pertanyaan di

29:15

perkomponen, nah itu masing-masing tim.

29:17

Jadi 1 sampai 6 itu ya idenya dengan tim

29:21

yang berbeda gitu. Kenapa? Karena fokus

29:25

gitu. Kalau 1 sampai 6 dijawabnya oleh

29:27

satu orang aja. Nah itu lah unsur di

29:29

sekolah kan ya banyak. Kenapa enggak

29:31

dilibatkan dalam tim? Nah itu juga

29:33

menunjukkan persiapan komitmen ya. Itu

29:35

kemarin kan ada kata kunci komitmen. Nah

29:37

itu ya. Terus konsistensi gitu loh ya.

29:41

ini. Nah, perhitungan rasio lah ini Ibu

29:44

mulai menghitung rasio ketercukupannya

29:46

dengan jumlah anggotanya gitu.

29:49

Itu ya, Ibu. Jadi memahami bahwa di

29:52

dalam struktur untuk organisasi untuk

29:54

tenaga itu tadi paling enggak ada itu

29:56

ya. Di bawah bawahnya ibu paling enggak

29:59

ada tiga tadi. Lebih lebih bagus gitu

30:02

kan. Nah, kalau cuman ada satu du ya

30:04

tidak apa-apa dioptimalkan

30:06

gitu ya. Bisa ngerangkap di dua gitu ya.

30:09

dia juga teknis juga pemustaka ya gak

30:11

apa-apa ya layanannya dua teknis dan

30:14

pemustaka gitu atau tiga-tiganya gitu.

30:17

Nah itu nanti diperkuat dengan tugas

30:19

fungsinya gitu. Nah ini kalau untuk

30:22

penilaiannya seperti ini, Ibu. Jadi ini

30:24

ini untuk SD contoh ya. Ini jadi untuk

30:27

satu tenaga itu melayani kurang dari 28.

30:32

Nah, kalau ini itu berarti kondisinya

30:35

kalau demikian kalau 800 / 28 itu sudah

30:39

berapa? Jadi butuh berapa? Nah, itu

30:42

kalau dalam kondisi A gitu. Kalau di

30:45

lapangan tuh jarang sekali yang bisa

30:47

sampai di maksimal gitu ya, karena pasti

30:49

banyak. Tapi ada Ibu ee saya pernah ke

30:52

sebuah perpustakaan SMK itu

30:54

pustakawannya tiga. Bayangin tiga. Terus

30:58

kemudian ee kepala dari perpustakaan itu

31:01

juga pustakawan gitu. Nah, hebatnya yang

31:06

ee menjadi tim di dalam

31:10

apa menjawab di setiap komponen ya untuk

31:12

menguatkan ketika proses penilaian itu

31:16

ada guru-guru yang terlibat di situ

31:18

gitu. Nah, sehingga benar-benar itu luar

31:20

biasa sekali itu pernah kami jumpai yang

31:23

seperti itu, gitu. Tapi ada juga yang

31:26

sama sekali enggak ada, Ibu, Bapak ya.

31:28

Enggak ada. Enggak ada. Adapun ee tidak

31:31

pernah mengikuti semacam seperti ini,

31:34

seperti diklat seperti ini ya atau ee

31:36

terkait dengan sertifikasi kompetensi

31:40

gitu, itu juga enggak ada. Jadi

31:42

benar-benar pure pure murni [tertawa]

31:44

Bapak Ibu guru gitu. Sehingga ditanya

31:46

apa ini kelasnya gimana. ngolahnya

31:49

gimana? Enggak bisa jawab. Ada gitu ya.

31:52

[tertawa]

31:53

Ya, gitu ya. Ada juga itu yang yang ini

31:56

ketika datang ee itu yang nemui gitu ya,

32:00

yang nemu cuman satu dua terus habis itu

32:04

ditinggal gitu ya. Ditinggal itu ya

32:06

mereka punya punya kegiatan di sekolah.

32:09

Jadi ee

32:12

asesornya itu seperti ee tidak bisa

32:14

terakomodasi lah. Mau tanya ke siapa?

32:16

tahu orangnya sibuk sendiri lah. Kenapa

32:18

wong sudah tahu ada jadwal ya tidak

32:21

dikondisikan gitu loh ya gitu pernah itu

32:23

jadi alasannya karena mengikuti kegiatan

32:27

apa lomba atau apa gitu loh. Jadi itu

32:29

pernah seperti itu dan kepala sekolahnya

32:33

hanya kembali ketika

32:35

penandatanganan itu jadi pembukaan

32:39

ditinggal jadi tidak tahu prosesnya

32:42

gitu. Nah, ada juga yang pembukaan

32:44

enggak datang sampai akhir pun tidak

32:46

datang. Nah, itu pernah ada juga. Jadi,

32:47

Bapak, Ibu ya bagaimana mempersiapkan

32:50

tenaga ya untuk mempersiapkan itu ya

32:52

memahami e memahami SNP, memahami

32:55

instrumen, mempersiapkan bukti fisiknya

32:58

gitu. Nah, paling enggak di sini, Bu ya.

33:01

Paling enggak di sini nih ya. Satu

33:02

tenaga untuk 112. Jadi, kalau tadi 800

33:06

dibagi 112 itu kan ya paling enggak ada

33:09

tuuh

33:10

gitu ya. Itu jadi ee ada tujuh lah gitu

33:14

ya. Kalau 800 idealnya begitu tenaga

33:17

apakah harus pustakawan? Enggak. Kan ini

33:19

disebutnya tenaga kalau untuk di SD itu

33:22

ya karena ee masih bukan jarang ya,

33:25

tidak semua ada untuk yang pustakawan

33:28

gitu. Maka kan disebutnya tenaga. Tenaga

33:30

itu ya mereka yang berada di

33:31

perpustakaan yang bisa sebagai tenaga

33:34

inti ya bisa membantu kan gitu. Nah,

33:36

coba kita lihat yang di sini Ibu Bapak

33:38

ya.

33:40

Nanti Bapak Ibu eh soft file-nya bisa

33:42

diarching seperti ini. Jadi mudah ya

33:44

kalau sudah ada soft file itu. Nah, ini

33:46

ini untuk yang SMP atau MTS ya. Kalau

33:50

tadi SD atau MI ini Ibu Bapak ya dari

33:54

tenaga itu dari Bapak Ibu sendiri

33:56

sebagai kepala. Nah, itu instrumennya

33:59

apa nih? Ee S1 atau S2 ilmu

34:02

perpustakaan. S1 atau S2 bidang lain

34:05

yang memiliki sertifikat pelatihan

34:06

bidang perpustakaan. nanti kebanyakan

34:08

ini Bapak Ibu yang kami temukan jadi

34:10

seperti Bapak Ibu guru gitu ya. Nah, itu

34:14

tetapi ada sertifikat seperti ini atau

34:17

Bapak Ibu mengikuti kegiatan diklat yang

34:20

dari Perpustakaan Nasional ya di Pus

34:22

Diklat itu ya kan sekarang sudah pakai

34:25

yang online itu kan ya jadi lebih mudah

34:27

ya hybrid juga ada tidak seperti kalau

34:30

dulu kan harus ee offsite kan gitu nih

34:33

bahkan ada yang ee sistemnya itu bisa

34:36

belajar ya seperti apa ee nanti Bapak

34:39

Ibu bisa juga itu ada STPL, nah gitu ya,

34:45

MOC atau apa gitu. Nah, itu memudahkan

34:48

gitu, fleksibel gitu. Seperti ini dari e

34:50

guru juga gitu ya. Itu berarti

34:52

menunjukkan bahwa Bapak Ibu ee itu ee

34:56

memiliki gitu ya komitmen untuk

34:58

meningkatkan kompetensi dengan mengikuti

35:00

kegiatan seminar atau di klub gitu. Nah,

35:04

ini Ibu ya, Bapak. Nah, kalau tadi

35:08

dikatakan rasio berarti di sini. Nah,

35:10

ini nih. Jadi, Bapak, Ibu kalau enggak

35:13

pernah bikin laporan bikin ya, Bapak,

35:16

Ibu ya, Bapak, Ibu Kepala. Karena ini

35:18

ada penilaian untuk kinerja. Ah, ini

35:21

dalam 1 tahun terakhir berarti kan kalau

35:23

tadi Bapak Anton 2026 itu sejak Juli ya,

35:27

Bapak bisa membuat laporan. Nah, masih

35:29

ada waktu Juli misalnya mengajukannya

35:31

bulan ee

35:34

Agustus gitu ya. Nah, kan berarti Juli

35:36

Agustus mau misalnya laporan untuk

35:39

laporan apa? Oh, laporan terkait dengan

35:42

ee misalnya sudah melakukan perubahan

35:45

apa-apa gitu ya, evaluasi misalnya

35:48

kepuasan. Nah, survei layanan misalnya.

35:52

Nah, itu inovasi ee yang dilakukan oleh

35:54

Pak Anton misalnya. Nah, itu ada

35:56

laporannya. Tapi jangan lupa disahkan ya

35:59

Bapak, Ibu ya. Disahkan oleh di atasnya

36:02

yaitu kepala sekolah gitu. Nah, itu.

36:05

Nah, ini kembali ke tadi ke ratio. Nah,

36:07

ini ini ee perbandingan ya. Ini untuk

36:11

tenaga Bapak Ibu ya. Ini

36:14

ee ini Bapak Ibu ya. Ini misalnya berapa

36:17

kali mengikuti kegiatan kan gitu. Ee

36:20

Bapak Ibu misalnya ada sertifikat dari e

36:23

guru lah itu bisa dipakai nanti jadi

36:25

untuk penguat di bukti fisik gitu. Ada

36:28

kegiatan pengembangan keprofesion

36:30

berkelanjutan PKB, kepala perpustakaan

36:32

dan tenaga. Nah, di sini. Nah, misalnya

36:34

ada scan sertifikat ya pasti ada nanti

36:37

Bapak Ibu ya. Jadi ee sertifikatnya

36:39

diklaim ya Bapak Ibu nanti biar bisa

36:41

untuk pendukung. Sayang kan Bapak Ibu

36:43

sudah ikut tapi enggak ada buktinya

36:45

gitu. Nah, kalau Kak Olia misalnya yuk

36:48

kita foto gitu ya untuk mengakabadikan

36:50

momen. Nah, itu fotonya juga bisa untuk

36:52

pendukung kan semakin lengkap semakin

36:55

bagus ya. Kalau saya semakin bukti

36:58

dukungnya sertifikat atau scan foto ada

37:02

ada semua lah semakin bagus ya salah

37:05

satu aja gitu Pak ya kalau bisa

37:07

menyodorkan

37:09

mencoba untuk melengkapi lebih lengkap

37:11

kan lebih bagus gitu itu. Baik ini rasio

37:14

ya Bapak Ibu ini nih. Nah seperti ini.

37:17

Nah kita lihat di sini ya. Ini untuk SMP

37:21

ya ini.

37:23

Nah perbandingannya di mana itu? Kalau

37:25

yang tadi, nah ini kalau ini kurang dari

37:29

28 ya kan kan SD ya, tidak

37:33

apa ya berbeda dengan lebih lebar lebih

37:36

lebih luas kan gitu. Kadang paralelnya

37:38

berapa kelas kan gitu. Kalau ini 32 ya

37:42

tentang untuk bisa maksimal. Kalau ini

37:44

tadi sama ya melayani lebih dari 128.

37:49

Nah, kalau yang di sini 112. Nah, coba

37:51

sekarang yang SMA Bapak Ibu ya. Coba

37:53

kita tenaga.

37:54

Nah, kita pakai searching seperti ini

37:56

lebih mudah Bapak Ibu nanti kalau sudah

37:58

ada file-nya ini

38:00

untuk yang SMA, MA kemudian Mak ya atau

38:07

Madrasah Aliah. Nah, ini SMA sederajat

38:10

lah gitu nih. Bagaimana di rasionya?

38:13

Nah, ini Bapak Ibu di sini nih. Jadi

38:17

kalau yang untuk SMA ini paling enggak

38:19

Bapak Ibu ambil yang ambil upayakan ya

38:22

upayakan yang dapat minimalnya gitu loh.

38:25

Dapat nilai D-nya satu tenaga ee

38:28

melayani 144. Jadi kalau 800 ya

38:33

kira-kira berapa? Kalau 144 gitu kan 150

38:36

aja. 1 2 3 4 5 sampai 6 ya Bapak Ibu.

38:40

Berarti harus ada paling enggak 6 kan

38:42

gitu. supaya bisa meng-cover ini bahwa

38:44

satu tenaga bisa 144.

38:47

Nah, itu aja baru dapat poin D kan gitu.

38:51

Itu ya, Ibu tadi yang

38:54

apa Ibu tadi menanyakan gitu ya terkait

38:58

dengan berapa rasio gitu ya. Jadi

39:01

kembali kepada SNP Ibu ya.

39:07

Nah, ini tadi ya kembali kepada ee

39:11

nsp-nya gitu. Bapak, Ibu bisa ee mengacu

39:14

lebih detail dilihat gitu ya di

39:17

instrumennya gitu. Seperti ini saya rasa

39:21

itu mudah-mudahan enggak ada yang

39:22

kelewat ya, Kak. Nanti kalau ada yang

39:23

kelewat bisa kita diskusikan kembali itu

39:26

Bapak, Ibu. Baik, terus kita coba

39:30

lanjutkan. Mohon izin Ibu Bapak ditunggu

39:33

sebentar.

39:34

ee materi ketiga.

39:42

Nah, untuk materi ketiga ini ini

39:45

strategi peningkat ini judulnya ini ya,

39:48

Ibu ya, Bapak. Strategi peningkatan

39:50

kinerja. Nah, ini meningkatkan kinerja.

39:54

Nah, Bapak Ibu ya kinerja Bapak Ibu ee

39:57

meningkatkan kinerja Bapak Ibu.

40:07

di dalam mengelola perpustakaananya.

40:09

Jadi kita fokus pada kepalanya gitu.

40:11

Tapi tidak apa-apa Bapak Ibu yang saat

40:12

ini tidak menjabat sebagai kepala

40:14

perpustakaan tidak apa-apa kan bisa

40:16

menambah wawasan. Nah, ini ee kemudian

40:19

dari peningkatan itu apa sih strateginya

40:22

gitu? Nah, ini kuncinya gitu ya. Apa sih

40:25

key ya strateginya gitu? Kalau dirangkum

40:29

ya disimpulkan

40:31

seperti yang sudah kita diskusikan itu

40:33

ya kalau bisa diambil gitu poin-poinnya

40:35

itu sudah menjawab gitu Bapak Ibu ya.

40:38

Nih. Nah dan saya yakin sampai hari

40:40

ketiga ini Bapak Ibu kira-kira sudah

40:42

kalau membuat apa rancangan tindak

40:45

lanjut RTL ya rencana

40:47

RTL. Udah ini malam ini nih misalnya Kak

40:50

Ulia kasih tugas buat besok apa namanya

40:53

ee apa sih namanya Kak Responsi ya.

40:55

Kalau respons itu ke mahasiswa apa sih

40:58

refleksi ya [tertawa]

41:00

kalau diklat itu ya untuk mengukur

41:02

ketercapaian keberhasilan ya

41:04

indikatornya itu kira-kira paham enggak

41:05

sih pesertanya gitu dengan refleksi

41:07

bikin RTL misalnya itu dari enam

41:10

komponen itu sudah bisa dipetakan. Kalau

41:12

di pertemuan pertama kemarin kan slot

41:14

misalnya ya ee kekuatan kelemahannya apa

41:17

sih yang dari faktor internal kan gitu.

41:19

Oh tantangannya ancamannya dari faktor

41:21

eksternal apa? Nah itu kan tempat Bapak

41:23

Ibu mulai menganalisis ya. Oh, kalau itu

41:25

dikaitkan dengan kita bikin rencana

41:27

tindak lanjut dari enam komponen tadi,

41:29

misalnya satu koleksi, Bapak Ibu sudah

41:31

dapat gitu ya. Ee ayo apa aspeknya

41:35

koleksi misalnya kan kondisi saat ini

41:37

gimana dari koleksinya? Misalnya ee tadi

41:42

ee koleksinya lama-lama misalnya ya,

41:46

koleksinya

41:47

terserah di tempat Bapak Ibu apa. Ini

41:49

kan cuman contoh ya, tempat Bapak Ibu

41:51

kan bisa berbeda-beda, bisa jadi sama

41:53

kan gitu.

41:55

Nah, terus kemudian target. Nah, target

41:57

itu apa upaya yang dilakukan dari

42:00

kondisi itu? Memilih target apa, Bapak,

42:02

Ibu? Nah, kan gitu. Terus ee bikin ini

42:06

apa istilahnya programnya gitu. Jadi,

42:09

program rencana tindak lanjutnya itu apa

42:12

sih yang dilakukan? Action-nya apa?

42:13

Terus waktu, kasih rentang waktu untuk

42:15

timeline ya, Bapak, Ibu ya. Kalau enggak

42:17

ada waktu nanti aduh kayak jalan

42:19

mengalir.

42:21

Misalnya koleksi dari yang mudah ee apa

42:23

itu namanya selfing gitu. Jadi

42:25

koleksinya itu koleksinya berantakan

42:28

penataannya di sangat tidak rapi. Jadi

42:31

ee pating jempali ya kalau bahasa Jawa

42:33

itu. Jadi ee ada yang jatuh, ada yang

42:37

berdiri, ada yang tinggi rendahnya

42:40

enggak sama, ada yang di vertikal, ada

42:42

yang horizontal misalnya. Mohon maaf Bu

42:45

saya tak ngum dulu.

43:03

Nah, itu dari penataannya saja gitu,

43:05

Ibu, Bapak ya. Dari penataannya lah.

43:07

Berarti itu bisa jadi ee targetnya

43:11

seminggu aja selesai.

43:13

Jadi rapi nanti gitu ya. atau mungkin

43:15

pembatas yang yang harusnya itu

43:18

diguntingi, dirapikan gitu ya. Pembatas

43:21

buku yang kadang ting seliwir itu kan

43:23

enggak rapi ya. Atau mungkin ada apa itu

43:26

khusus selfing aja ya penataan sesuai

43:28

kelas gitu ya. Kelas ee 0 sampai 900

43:31

misalnya. Jadi kelas kalau dicari itu

43:33

bukunya susah karena kan sirkulasinya

43:35

open ya gitu open jadi ee tidak close.

43:39

Jadi namanya siswa kan semaunya aja

43:42

masukkan memindahkan gitu kan. Nah,

43:46

itu jadi penataan kembali sesuai dengan

43:48

klasifikasi penjajaran diri agar mudah

43:51

dicari. Nah, itu ya berarti takdirnya 1

43:53

minggu gitu waktunya. Jadi ada aspeknya

43:55

apa di dalam polisi itu baru bicara

43:57

tentang kondisi

44:01

jajaran rak ya yang tidak rapi itu e

44:04

masih banyak itu Bapak Ibu ya nanti baru

44:06

koleksi itu masih banyak nanti ee dari

44:09

kondisi target kemudian program rencana

44:11

untuk tindak lanjutnya kemudian waktunya

44:14

kan menyesuaikan gitu ya Ibu Bapak.

44:17

Baik. Ini.

44:21

Nah, ini Bapak Ibu mari ya kita coba

44:25

menautkan gitu ya dari kemarin kan SNP

44:27

gitu memahami SNP ya kemudian ee

44:32

dokumentasi mutunya instrumennya bukti

44:35

fisiknya kemudian ee kemarin ee mencoba

44:39

mencontohkan simulasinya gitu ya Bapak

44:41

Ibu. Nah, kita meneruskan ini ya di

44:44

dalam Undang-Undang RI Nomor 43 tahun

44:47

2007 tentang Perpustakaan. Bapak Ibu

44:48

nanti bisa dilihat di pasal 17. Nah, di

44:51

dalam penyelenggaraan perpustakaan

44:54

apapun jenisnya perpustakaan itu ya.

44:57

Nah, itu ee mau sekolah eh mau perguruan

45:01

tinggi, mau khusus gitu, mau umum ya,

45:04

kabupaten kota.

45:06

Nah, itu sesuai dengan standar nasional

45:09

perpustakaan. Kalau jenisnya

45:11

perpustakaan nasional itu juga masuk

45:12

dalam jenisnya ya, yang setiap negara

45:14

ada satu gitu. Jadi ada lima ya, ada

45:17

lima jenis perpustakaan. Nah, kemudian

45:19

pasal 18 setiap perpustakaan dikelola.

45:22

Nah, sesuai dengan SNP lah ini loh ini

45:25

undang-undang loh Bapak Ibu ya. Jadi

45:27

kalau ketentuan kenapa kok harus sesuai

45:29

dengan SNP? Ya karena undang-undangnya

45:31

seperti itu yang menjadi acuan normatif

45:33

hukumnya. Jadi kalau tidak sesuai ya itu

45:37

dipertanyakan lah ada Bapak Ibu loh di

45:40

sana kan ada kita kan gitu ya. Pasal 38

45:45

setiap penyelenggara perpustakaan

45:47

menyediakan sarana prasarana. Nah ini

45:49

loh lah kalau sarana prasarannya tidak

45:52

memadai, tidak ee mengakomodir kebutuhan

45:57

gitu ya. Nah, terus bagaimana? Nah,

46:00

makanya lagi-lagi kembali pada SNP-nya

46:03

gitu kan. SNP-nya seperti apa untuk

46:06

sarana prasarananya. Nah, gitu ya,

46:09

Bapak, Ibu ya.

46:13

Ya, gitu. Coba kita coba kembali ee ke

46:16

yang tadi sebentar untuk simulasi saja

46:20

ini.

46:23

Nah, nih coba kita ke sarana prasarana.

46:37

Nah, ini Bapak Ibu nih aspek sarpras di

46:39

komponen kedua. Nah, ini dari gedung

46:41

dulu ya. Gedung atau ruang? Luas. Ah,

46:44

luas. Ee menjadi ketentuan luasnya

46:47

apakah

46:49

hanya satu ruang aja. Nah, gitu ya. atau

46:53

juga ada area layanan lain di area yang

46:55

terbuka di luar itu gitu ya. Jadi kalau

46:59

kondisi di pertemuan pertama kemarin ya,

47:02

Kak itu Kak Aulia itu kan ada di tempat

47:05

Bapak Ibu yang ruangannya kecil gitu ya.

47:08

Kemarin malam juga ada yang 3 * 3

47:11

misalnya. Nah, solusinya ya strateginya

47:13

dengan menambahkan ekstensi layanan di

47:16

luar dari yang itu disebut sebagai

47:19

perpustakaan tadi yang 3* 3 tadi tapi

47:22

ada juga di pojok-pojok kelas misalnya

47:24

di area terbuka di luar kelas kan gitu.

47:28

Nah, ini terus kemudian ya perabot ee

47:31

perabot peralatan. Nah, rak-rak itu juga

47:34

menjadi indikator rak yang tersedia.

47:38

Kan ada kadang rak itu dicampur Bapak

47:40

Ibu ya. Jadi antara koleksi baru dan

47:43

lama itu campur. Nah, padahal yang

47:45

menarik harusnya kan dipisah ada namanya

47:47

untuk rak display. Rak display itu yang

47:50

buku-buku terbaru. Nah, itu kan menarik

47:54

itu ya. Mau dibikin yang model seperti

47:57

apa kan variatif ya. Mau yang nempel di

48:00

dinding gitu ya. Mau yang berada di

48:02

depan kan bisa langsung terlihat ya. Ee

48:05

pernah Bapak Ibu itu saya ada yang di

48:07

jendela. Jadi saya tanya kenapa kok ada

48:09

jendela-jendela? Ya karena

48:11

mengoptimalkan gitu ya bahwa yang

48:13

penting informasinya tercapai ya.

48:15

Tujuannya kan menginformasikan buku ini

48:17

biar sampai Bu biar mereka oh tahu ada

48:19

buku. Jadi di kaca-kaca itu dikasih

48:23

buku-buku gitu terbaca dari luar itu ada

48:26

ya ada yang menggunakan ini. Jadi ini

48:30

saya sebut juga ini banget kreatif ya.

48:33

Jadi menggunakan pipa-pipa yang sudah ee

48:36

tidak terpakai ya, tetapi pipa itu

48:38

dipotong-potong jadi rak gitu. Jadi ada

48:40

rak yang ada nilai artnya, seninya gitu

48:43

ya untuk mendisplay buku-buku gitu. Nah,

48:46

itu karya siapa katanya? Ini karya kami

48:48

gitu ya. Oh iya iya gitu. Nah ada yang

48:52

memanfaatkan juga misalnya

48:54

apa barang-barang yang bekas tapi misah

48:58

difungsikan gitu. ee

49:01

pernah ada sebuah kayak mesin cuci ya.

49:03

Mesin cuci itu bisa karena sudah enggak

49:05

kepakai itu dipakai untuk tempat

49:07

buku-buku gitu ya, buku-buku yang hibah.

49:10

Jadi ee siswa gitu ya ee menyumbangkan

49:13

buku gitu kan gede itu ya. Loh jadi

49:16

idenya itu ya banyak sekali gitu ya ini.

49:19

Nah, tetapi di sini yang dihitung itu

49:21

bagaimana jumlah dan rak itu ya sesuai

49:24

dengan fungsinya gitu bisa menampung

49:27

apakah seluruh koleksi buku ataukah ee

49:30

misalnya penuh ya. Kalau penuh kan

49:33

terlihat penuh semua. Jadi kalau ada

49:35

penambahan mau ditaruh di mana? Nah,

49:37

tapi kalau dira-nya gitu ya. ada yang

49:40

kosong itu masih memungkinkan ada

49:42

penambahan gitu. Nah, ini jadi

49:45

menyesuaikan jumlah dan jenis koleksinya

49:47

kan jenis koleksinya dari kelasnya aja

49:49

dari 00 ya. Kelas itu 900 kan paling

49:54

enggak juga membutuhkan lebih dari satu.

49:57

Belum nanti ada rak referensi ya, belum

50:00

ada nanti rak untuk koneksi khusus

50:02

misalnya. belum misalnya untuk rak untuk

50:05

ee memajang karya siswa misalnya ya atau

50:08

karya guru gitu atau terkait dengan apa

50:12

ya ee khusus buku-buku yang paket

50:14

misalnya nah buku-buku yang pengayaan

50:16

gitu. Nah, itu baik ya ini kemudian

50:20

perabot peralatan ya itu apakah sesuai

50:24

kebutuhan. Nah, ini terus ee

50:27

memfasilitasi TIK. Nah, ini ya berapa

50:31

yang terfasilitasi. Nah, ini loh kalau

50:33

kayak gini nih, Bapak, Ibu. Kalau enggak

50:34

pernah ada survei kajian gitu ya,

50:37

terkait dengan ini kan gak pernah tahu.

50:39

Makanya ee perlu ada laporannya misalnya

50:42

ada laporan kegiatan gitu ya. Nah, ini

50:47

dari ee kebutuhan fasilitas. Jadi

50:51

misalnya usulan sarana prasarana terkait

50:54

dengan meja kursi ya, terkait dengan R,

50:56

terkait dengan komputer, terkait dengan

50:58

akses Wii misalnya. wifi-nya ee misalnya

51:02

menginginkan berapa kecepatannya kan

51:05

sering lemot misalnya ya atau harus

51:07

masuk baru bisa akses gitu atau dengan

51:10

kode password tertentu kalau login jadi

51:13

terlihat bahwa kalau bukan warga sekolah

51:15

itu enggak bisa akses misalnya gitu ya.

51:17

Nah, itu bisa diatur. Nah, seperti itu.

51:20

Ini ee Bapak Ibu ya ini misal yang untuk

51:23

ee

51:25

sarana prasarana gitu. Nah, itu ya

51:28

Bapak, Ibu kembali lagi ke tadi

51:34

yang ini. Ee baik ke sini. Nah, ini.

51:38

Nah, Bapak Ibu ya. Terus sekarang

51:39

lanjut.

51:42

Nah, ini. Nah, tadi sudah saya sebutkan

51:46

ada lima ya di sini. Nanti Bapak Ibu

51:47

bisa lihat di pasal 20 gitu ya. ini ee

51:52

kalau kita ee Bapak Ibu guru ya, ini

51:54

komponen Bapak Ibu guru ee ini mayoritas

51:58

dari Bapak Ibu yang hadir gitu ya, itu

52:01

fokus di sini. Kalau Bapak Ibu dari

52:03

perpustakaan umum ya berarti di sini ya.

52:06

Perpustakaan umum desa, kelurahan,

52:08

kabupaten, kota tuh masuk di sini ya.

52:11

Perpustakaan perguruan tinggi di sini

52:13

ya. dari akademi,

52:15

sekolah tinggi, institut ya, politeknik,

52:18

universitas. Nah, itu masuk di sini

52:22

perguruan tinggi ya. Kemudian

52:24

perpustakaan khusus seperti tempat

52:26

ibadah ya, rumah sakit, kementerian,

52:29

lembaga gitu ya. Nah, itu yang khusus

52:33

dari ciri khasnya dari koleksinya ya itu

52:36

ah

52:37

dan juga dibatasi dari pemakainya,

52:39

pemustakannya itu ya biasanya dari

52:42

pegawainya. Kalau yang khusus untuk

52:48

ee penelitian ya, berarti para

52:49

researcher ya, para pcek di pasal 20.

52:52

Jadi biar mendapatkan ee pemahaman juga

52:54

gitu ya. Nah, terus terkait dengan

52:57

perpustakaan sekolah atau madrasah Bapak

52:59

Ibu. Jadi jelas sekali ya, perpustakaan

53:02

sekolah atau madrasah itu di pasal 23,

53:07

setiap sekolah atau madrasah

53:09

menyelenggarakan perpustakaan yang

53:11

memenuhi SNP. Yah, lagi-lagi kembali, Bu

53:14

ke sini. Iya, makanya SNP. Nah, makanya

53:18

kenapa gitu ya di dalam diklat ini

53:20

menekankan SNP ini gitu ya. Betapa

53:24

pentingnya ini untuk dipahami.

53:27

Tentu dengan memperhatikan standar

53:30

nasional pendidikan ya. Jadi ini SNP

53:32

juga tapi di sini ee menurunkan ya. Jadi

53:35

dari SNP standar nasional perpustakaan

53:38

itu berdasarkan pada standar nasional

53:41

pendidikan kan gitu ya. Ya biar

53:43

mendukung toh. Nah ini kayak Bapak Ibu

53:46

bikin visi misi perpustakaan kan

53:47

mendukung visi misi dari sekolah lembaga

53:50

induknya kan gitu. Iya. Terus ee Bapak

53:54

Ibu ya di sini nanti e juga bisa lanjut

53:58

ke pasal 23 ya di sini nanti bisa

54:00

dilihat kembali, bisa dibuka ya Bapak

54:02

Ibu. Nah, ini di sini terus ini

54:05

instrumennya.

54:06

Nah, kemarin sudah disinggung. Nah, ini

54:10

coba kita ingat kembali. Nah, kita coba

54:13

untuk mer-review sedikit ya untuk

54:15

mengingat gitu

54:21

nih. Al tools. Nah, gitu. Karena kalau

54:25

untuk mengukur butuh al, butuh instrumen

54:29

gitu. Ah, instrumennya sesuai dengan SNP

54:33

kan gitu untuk mengumpulkan ya

54:36

mengungkapkan data informasi untuk

54:39

menilai kesesuaian ya. Jadi proses untuk

54:42

aktivis itu menilai kesesuaian Bapak Ibu

54:45

ya. Jadi tidak kok menghakimi, menjudge

54:48

apalagi mempermalukan gak [tertawa] gitu

54:51

ya. Dan makanya asesor pun kan menilai

54:54

kesesuaian gitu ya. Apa yang ada gitu ya

54:59

yang ditemui e di lapangan ketika

55:01

penilaian ya dengan bukti fisik data

55:04

dukung yang sudah dikumpulkan yang sudah

55:08

diunggah. Kan sekarang karena online ya

55:10

sudah diunggah oleh asesinya, oleh

55:11

perpustakaannya nih Bapak Ibu gitu nih

55:16

ya. Ini dipahami Bapak Ibu ya kan ada

55:17

tiga ya kemarin ya sudah ya ada tiga

55:21

dari ee keputusan dari kepala Perpusnas

55:24

ya. Nah itu dari situ bisa dipahami. Nah

55:27

masing-masing instrumen yang tadi sudah

55:30

kita simulasikan tadi Bapak Ibu ya.

55:35

Jadi SNP itu apa? ee SNP acuan

55:37

penyelenggaraan.

55:39

Acuannya SNP ya dari pengelolaan,

55:43

penyelenggaraan, pengelolaan,

55:45

pengembangan ya penyelenggaraan,

55:47

pengelolaan, dan pengembangan gitu. Lalu

55:51

ee akreditasi e sebagai alat untuk

55:54

menilai nah gitu di dalam pemenuhan

55:57

standar tersebut gitu. Jadi nanti ini

56:01

memenuhi standar enggak ya? Coba Bapak

56:03

Ibu lakukan sendiri kan sudah ada

56:05

instrumennya. Nah, tinggal menilai. Nah,

56:08

nanti kira-kira di jumlah gitu ya. Nanti

56:11

masuk di mana

56:14

masih belum layak ya berarti perlu

56:16

diupayakan. Nah, gitu ya. Sehingga

56:21

kalau untuk siap akreditasi ya siap

56:23

dinilai. Jadi kan sudah berupaya untuk

56:25

disesuaikan supaya sesuai dengan standar

56:28

kan gitu. Tapi kalau sudahlah biarkan

56:31

sesuai aja gini ya sama aja enggak ada

56:34

butuh persiapan enggak ada strategi loh.

56:36

Kita kan bicara strategi ini ya untuk

56:40

[tertawa]

56:40

pertemuan di akhir ini untuk diklat ini

56:43

kan strateginya kan gitu ya. ini Bapak

56:46

Ibu ya. Tadi nomor 157,

56:50

158,

56:51

159.

56:53

Untuk yang SD, MI, SMP, MTs. Nah, ini

56:58

SMA, SMK, MA, M gitu ya.

57:05

Baik, ini yang tadi Bapak Ibu ya. Nih

57:11

masih ingat Bapak Ibu kemarin yang

57:13

paling tinggi botnya ada di mana? di

57:15

pelayanan.

57:16

Nah, itu ya. Dan pertanyaannya juga

57:20

paling banyak gitu kan. Indikator

57:22

kuncinya ada 13 gitu.

57:26

Nah, kemudian bobotnya 35% sendiri gitu

57:29

ya. Jadi unsur dalam pelayanan itu ya

57:31

strateginya perhatikan di sini karena

57:33

Bapak Ibu ini nilainya paling tinggi

57:35

gitu. Bukan berarti komponen yang lain

57:37

enggak perlu ya perlu.

57:39

Tapi di dalam pelayanan kan kalau kita

57:43

pengin menang gitu ya, ibaratnya itu kan

57:45

strateginya itu yang membedakan

57:47

strateginya kayak gini. Kalau bisa

57:48

mencapai nilai yang bisa maksimal

57:50

berarti yang strateginya berarti yang

57:53

komponen yang paling tinggi nilainya,

57:55

persentasenya kan itu yang dimaksimalkan

57:57

kan gitu. Nah, kalau memungkinkan tapi

58:01

kalau ee tidak bisa maksimal berarti

58:04

bisa ditutup dengan komponen yang lain

58:06

gitu. dari enam kan berarti masih ada

58:08

lima seperti itu.

58:11

Nah, Bapak Ibu aspek penilaian dari

58:15

koleksi. Nah, ini dari tata kelola

58:17

koleksinya,

58:18

keragamannya,

58:20

ketercukupannya sesuai enggak?

58:24

Bisa jadi kalau yang kemarin itu ee

58:27

datang 5 menit keluar gitu ya. Kemarin

58:29

kan ada PR untuk ditanya, ditanya ee

58:32

lebih bagus ya menggunakan tertulis ya,

58:36

bisa pakai ee kuesioner sederhana, bisa

58:40

pakai bitle ya Google Form misalnya

58:43

nanti diolah oleh Bapak gitu, oleh Ibu.

58:46

Nah, gitu. Kira-kira apa sih penyebabnya

58:48

mereka enggak berlama-lama di

58:50

perpustakaan?

58:51

Cuman buka koleksi dibuka ditutup keluar

58:54

misalnya gitu. Nah, ini ee bisa jadi

58:58

enggak sesuai, enggak menarik gitu ya,

59:00

enggak sesuai kebutuhan kan gitu.

59:02

Makanya kalau

59:05

mudahnya itu ini kenapa sih kok enggak

59:06

pernah dipinjam, enggak pernah dibaca

59:08

padahal diadakan. Nah, bisa jadi yang

59:10

salah yang mengadakan. Ketika mengadakan

59:12

enggak menggunakan berbasis kebutuhan

59:14

dari pustaka

59:16

ya usul. Jadi dari judulnya itu

59:20

mengarang bisa jadi ya karena enggak

59:21

sesuai dengan yang dibutuhkan oleh guru,

59:24

oleh siswa gitu loh ya. Akhirnya

59:28

tidak bisa optimal di dalam

59:29

pemberdayaannya untuk keterpakaiannya

59:31

gitu kan. sayang sekali ya. Apalagi

59:34

dengan

59:36

apalagi dengan membeli kan

59:39

ya, jumlah koleksi ee sarana akses,

59:42

akses koleksi elektronik digital,

59:44

repositori, pelestarian koleksi

59:46

perpustakaan gitu

59:49

ya. Kalau repository, kalau perguruan

59:52

tinggi itu sudah memang keharusan ya

59:54

Bapak, Ibu misalnya menggunakan software

59:56

itu di space misalnya karena ee semua

1:00:00

hasil karya civitas akademik ini contoh

1:00:01

yang di perguruan tinggi ya itu ee ada

1:00:04

di dalam repositori termasuk ketika

1:00:06

lulus dari sarjana terapan misalnya ya

1:00:09

di4 kemudian S1 ee S2 S3 gitu spesialis

1:00:15

nah gitu ya spesialis itu seperti

1:00:18

pendidikan dokter spesialis misalnya

1:00:20

begitu ya. Itu ee kan ada pendidikan

1:00:23

profesi akuntansi gitu ya. Itu kan ada

1:00:25

luaran dari

1:00:27

penelitiannya yang di dalam bentuk tugas

1:00:30

akhirnya itu masuk di dalam repositori

1:00:32

gitu. Itu kalau di pesan perguruan

1:00:33

tinggi ya. Nah, itu ee sarana prasarana

1:00:37

dari gedung ruang tadi sudah kita bahas

1:00:39

Bapak Ibu ya. Jadi kita lanjut saja yang

1:00:41

ini. Kemudian pelayanan dari waktunya,

1:00:44

keragaman, sarana aksesnya.

1:00:48

Nah, padahal tadi dari pelayanan itu

1:00:49

paling banyak. Sudah habis ya, Kak.

1:00:51

Baik, siap siap.

1:00:53

Baik, Ibu.

1:00:55

Enggak terasa ya, Kak. Iya. Kok cepat

1:00:57

banget ya, Kak? Ya, baru aja loh. Udah

1:01:00

habis ya, sudah 1 jam ya. Masyaallah

1:01:02

cepat sekali enggak terasa. Iya. Terus

1:01:05

tenaga tadi juga sudah kita bahas

1:01:07

sekaligus menjawab pertanyaan ya dari

1:01:09

yang kemarin. Ayo, Bapak Ibu jangan

1:01:12

bertanya ya. bisa berbagi tadi ya itu

1:01:16

biar lebih apa ya ee memiliki warna gitu

1:01:19

ya [tertawa]

1:01:21

gitu. Jadi bisa saling berbagi

1:01:23

pengalaman. Nah, ini penyelenggaraan.

1:01:26

Nah, ini tadi yang belum kita singgung

1:01:28

ya. Baik, kita bahas penyelenggaraan

1:01:29

dari statusnya. Nah, gitu ya. Kadang kan

1:01:33

ada yang

1:01:35

ee apa perpustakaannya itu ee tidak

1:01:40

memiliki apa pendirian ya SK pendirian

1:01:44

kan gitu ya. Ee jadi tidak jelas ini

1:01:48

misalnya kapan mulai berdiri itu gak

1:01:50

tahu misalnya enggak ada bukti itu ee

1:01:54

status kepemilikannya misalnya ya.

1:01:56

Kemudian nanti bisa dilihat di

1:01:58

instrumennya ya Bapak, Ibu. Dari

1:02:00

perangkat aturannya, perangkat

1:02:02

manajemennya, struktur organisasinya ya.

1:02:05

Ini struktur ini yang sering kalau ee

1:02:07

kita coba nanti kita lihat bersama Bapak

1:02:10

Ibu ya. Kalau yang saya biasanya

1:02:14

memperhatikan di struktur itu terkadang

1:02:16

tidak sesuai gitu ya dengan SNP. Jadi

1:02:19

mereka bikin struktur sendiri

1:02:21

tadi seperti tadi layanan pemustaka,

1:02:24

layanan teknis, layanan TIK itu gak ada

1:02:26

gitu. Jadi mereka ada namanya sendiri

1:02:29

gitu. Padahal di situ kalau misalnya mau

1:02:31

ditambahkan ee duta baca siswa, sahabat

1:02:34

pertakaan siswa gitu ya atau duta baca

1:02:36

guru, sahabat pertakaan guru. Nanti dari

1:02:38

unsur tend juga ya ada duta baca,

1:02:42

sahabat perustakaan itu ya bisa

1:02:43

ditambahkan tapi paling enggak tiga itu

1:02:45

harus ada kan gitu.

1:02:47

itu ee pelibatan ya untuk melibatkan

1:02:51

civitas dari warga sekolah gitu ya di

1:02:53

dalam kegiatan untuk penyelenggaraan

1:02:55

perpustakaan. Komitmen. Nah, ini

1:02:58

pimpinan Bapak Ibu, komitmen Bapak Ibu

1:03:01

sebagai kepala sekolah ya terhadap

1:03:04

kepala perpustakaan sekolah dan unsur

1:03:06

yang terkait ya Bapak Ibu guru yang

1:03:08

mengelola di dalamnya gitu dan pengakuan

1:03:11

atau rekognisi dari kinerja gitu Bapak

1:03:14

Ibu ya. Baik. Pengelolaan dari sisi

1:03:17

anggaran ini kalau anggaran mesti banyak

1:03:19

sekali ya persoalan ya Bapak Ibu.

1:03:21

Alokasi kelengkapan perangkat teknologi

1:03:24

kerja sama Bapak Ibu ya kemarin sudah

1:03:26

dijelaskan internal dan eksternal ya.

1:03:28

Inovasi ya apa sih yang bisa ee

1:03:31

diciptakan ya sesuatu yang bisa

1:03:33

menggerakkan, yang bisa meningkatkan,

1:03:35

yang bisa mengembangkan gitu ya, yang

1:03:37

bisa mengubah mindset gitu yang ah ini

1:03:40

pokoknya yang bagus-bagus gitu.

1:03:41

[tertawa] Kemudian dukungan dari

1:03:43

perpustakaan dalam akreditasi lembaga

1:03:46

ini di dalam pengelolaannya. Jadi enam

1:03:47

ini tadi kalau syaratnya apa sih? Nah,

1:03:50

ini dari enam ini

1:03:53

ya kalau ee sekiranya gitu masih timpang

1:03:57

gitu ya belum persyaratan tapi paling

1:03:59

enggak minimal dari enam komponen ini

1:04:03

sudah ada gitu ya. Nah, gitu. Sesuai

1:04:06

dengan instrumennya gitu. Kira-kira

1:04:09

misalnya dapat D semua ya enggak apa-apa

1:04:11

[tertawa] yang penting kan sudah ada

1:04:13

gitu ya tinggal meningkatkan supaya bisa

1:04:14

C, B dan E gitu. Ini Bapak Ibu untuk ee

1:04:18

strategi prinsipnya sebentar ya Kakia

1:04:21

masih sebentar lagi sedikit aja objektif

1:04:23

dudur. Jadi Bapak Ibu e siapkan ya

1:04:26

sesuai dengan bukti fisik yang dilakukan

1:04:29

jangan ngarang gitu. ee melaporkan

1:04:33

kinerja dari yang sudah dilakukan.

1:04:36

Kondisi nyata jangan dibuat-buat gitu.

1:04:39

Pernah terjadi.

1:04:41

Jadi ya di dalam laporannya itu punyanya

1:04:44

sekolah lain ya. Jadi muncul

1:04:46

perpustakaan sekolah mana. Loh saya

1:04:48

tanya loh ini kenapa perpustakaan bukan

1:04:50

tempat Bapak Ibu? Rupanya [berdehem]

1:04:52

waktu ngopi lupa enggak dihapus. Jadi

1:04:55

pinjam ee dari tempat lain. Nah ketika

1:04:58

itu harus diunggah lupa enggak diedit.

1:05:01

itu terjadi jadi unsur unsurnya kelaian

1:05:04

ya itu [tertawa]

1:05:07

karena ada kondisi ideal. Terus juga

1:05:09

kami temukan misalnya dalam perhitungan

1:05:11

itu ini kok bisa muncul begini ditanya

1:05:14

gak paham. Nah itu jangan sampai tadi

1:05:16

misalnya kayak rasio tadi loh. Nah itu

1:05:18

kan harus jelas.

1:05:20

Terus e sistematis Bapak Ibu ikutin

1:05:23

aturan instrumen ya sesuai dengan

1:05:25

standar ya urutan butir-butirnya gitu.

1:05:28

Jadi tersusun misalnya ini komponen satu

1:05:31

dikasih misalnya 1.1 buktinya ini ya ini

1:05:35

ada gitu 1.2 gitu. Ah itu kan

1:05:38

sistematis. Jadi kalau dicari lebih

1:05:40

mudah makanya kalau dikerjakan sendiri

1:05:43

ya A sampai Z gitu makanya tim

1:05:45

melibatkan Bapak Ibu guru ya tenaga

1:05:48

kependidikan gitu. Nah itu lebih bagus

1:05:51

gitu. Nah, komitmen dari sekolah,

1:05:53

evident, bukti-bukti yang bisa menjadi

1:05:55

dasar untuk ee bisa approve ya ini

1:05:59

sesuai. Iya, betul. Iya, ini asli. Nah,

1:06:03

ini terkini ini ada gitu loh ya. Nah,

1:06:06

ini jadi bukti fisik bisa ee secara

1:06:09

print out ya ee bisa jadi soft ya dalam

1:06:13

bentuk digital bukan hanya diceritakan

1:06:16

dalam tit knowledge setahun dua kali

1:06:19

nanti ditambah kayaknya deh kalau enggak

1:06:22

salah seingat saya waduh gitu ya tapi

1:06:25

kalau tertulis kan jelas kapan-nya

1:06:28

di mana temanya apa gitu ya kan jelas

1:06:31

nah gitu ya

1:06:33

asumsi saya rasa saya pikir pikir gitu

1:06:36

ya. Ini bukan tanya asumsi kok, ini

1:06:38

bukti gitu ya. Nah, makanya butuh

1:06:40

laporan konsisten Bapak Ibu ya. Harus

1:06:42

sejalan itu kalau direnut dari instrumen

1:06:45

itu nampak sekali misalnya jumlah

1:06:47

koleksi ya harus paling enggak sama

1:06:50

dengan data statistik ya. Itu misalnya

1:06:53

jumlah kunjungan ah kok enggak enggak

1:06:56

signifikan ya 800 misalnya siswanya kok

1:06:58

kunjungannya bisa ee digitnya sampai

1:07:01

sekian lah. Terus sehari berapa? Nah,

1:07:04

kan itu kan enggak nyambung, enggak

1:07:05

konsisten. Jadi kayak ngarang datanya

1:07:08

gitu loh. Nah, jangan sampai kayak yang

1:07:10

dilakukan untuk kinerja apa misalnya

1:07:13

kinerja mengolah. Mengolahnya tuh berapa

1:07:16

sempar kinerja dari pustakawan lah.

1:07:18

Pengadaannya berapa bukunya berapa kok

1:07:20

ini ngolahnya tinggi lah. Itu kan enggak

1:07:22

enggak enggak nyambung. Nah, termasuk

1:07:24

juga nanti ada beberapa instrumen itu

1:07:26

yang relate di komponen ini. Berarti

1:07:28

harus dilihat di komponen ini harus

1:07:29

nyambung. Nah, itu ya Bapak, Ibu.

1:07:33

Seperti itu. Ee nah ini terakhir Bapak

1:07:36

Ibu, strategi prinsip keberhasilan dari

1:07:38

akreditasi apa ya? Memenuhi enam

1:07:41

komponen Bapak Ibu ya secara sistematis

1:07:43

berkelanjutan.

1:07:45

Kemudian laporan kinerjanya mendukung.

1:07:47

Nah, harus mendukung gitu. Jadi makanya

1:07:49

sesuai dengan apa instrumennya.

1:07:52

Instrumennya apa? Bapak, Ibu

1:07:54

mempersiapkannya apa gitu.

1:07:57

Terus pembagian tugas yang jelas Bapak

1:07:59

Ibu. Jadi jangan saling lempar ditanya

1:08:02

ini, ini, tanya ini harus nunggu ini.

1:08:05

Apakah ada pernah gitu jadi

1:08:07

ketergantungan gitu hanya satu orang

1:08:10

yang lain tuh kayaknya untuk melengkapi

1:08:11

jadi jangan sampai terjadi sehingga

1:08:14

harus ada komunikasi tim yang terbuka,

1:08:17

kepemimpinan dari Bapak Ibu yang aktif,

1:08:19

partisipatif gitu ya. terkait dengan

1:08:21

dukungan untuk ee kelembagaan ya,

1:08:23

terkait dengan dukungan kebijakan yang

1:08:26

itu sudah ditetapkan di instolah Bapak

1:08:28

Ibu. Nah, penguatan kerja ya bisa dengan

1:08:33

pelatihan

1:08:35

ee mengikutkan bintek gitu simulasi gitu

1:08:37

ya. Simulasi Bapak Ibu ya. Coba di

1:08:39

komponen kira-kira nilainya berapa ya?

1:08:42

Oh, di pelayanan. Oh, di

1:08:44

penyelenggaraan. Nah, di pengelolaan

1:08:45

tim-tim pengelolaan misalnya ya. Nah,

1:08:48

berapa gitu. Nah, itu kan simulasi. Nah,

1:08:51

sehingga ada kolaborasi

1:08:53

e corporate culture tercipta ya, bisa

1:08:56

saling asah-asuh team work gitu kan,

1:08:58

saling bisa support konstruktif. Nah,

1:09:01

itu. Nah, ini berarti komitmennya nampak

1:09:03

nanti ya di di budaya sekolah jadinya

1:09:06

gitu. Nah, ini kalau efektif, efisien

1:09:09

gitu ya, itu pasti ya insyaallah

1:09:10

terwujud praktisnya ya. misalnya Bapak

1:09:13

Ibu ya kalau belum dimungkinkan

1:09:16

dibentuklah tim gitu mulai mengisi

1:09:19

instrumen tepat dan akurat Bapak Ibu

1:09:22

jadi jangan hasal isi pernah itu Bapak

1:09:23

Ibu jadi ee jawabannya gini loh ee di

1:09:27

dalam isian ini nilainya C gitu ya tapi

1:09:31

aslinya ketika di lapangan tangan

1:09:44

ini [tertawa] bisa

1:09:49

ini buktinya ada semua mau tungisinya

1:09:52

gitu itu masih bisa ini ya ee diubah

1:09:54

gitu ya ee masih bisa tetapi kalau

1:09:57

karena enggak paham cara ngisinya lah

1:09:59

itu jadi jadi persoalan gitu loh

1:10:01

pemahaman

1:10:04

karena gak paham. Jadi aja hanya ngisi

1:10:07

gitu ini ya perlu koordinasi intensif ya

1:10:11

ketika menjelang vikitasi Bapak Ibu

1:10:16

Ibu yang sebagai penggeraknya ya sebagai

1:10:18

yang memahami yang ee paling ee dianggap

1:10:21

dituakan ya paling kompeten, paling

1:10:23

ekspert gitu kan. Nah, ini di dalam

1:10:26

misalnya pengelolaan untuk keuangan ya,

1:10:28

transparansi akuntabilitas,

1:10:30

ketersediaan SARSPRAS ya, termasuk

1:10:33

kualitas dari guru, tendik, tata kelola

1:10:36

manajemen gitu ya yang efektif,

1:10:38

kolaboratif. Nah, ini Bapak Ibu ini

1:10:41

langsung aja yang ini nanti materinya

1:10:43

Bapak Ibu bisa membacanya. ini ada kok.

1:10:45

Sudah ya. Ini bukti-bukti fisiknya

1:10:48

ini. Ee nah ini contoh-contohnya seperti

1:10:51

janji saya kemarin, Bapak Anton juga

1:10:54

Bapak Ibu yang lain. Ini kan ada

1:10:58

contoh bukti fisik dari naskah, dokumen

1:11:01

ya, daftar, print screen, foto,

1:11:03

statistik, laporan, berita acara itu

1:11:05

harus ada. Kemudian kopi ijazah,

1:11:08

sertifikat, denah, rekapitulasi,

1:11:11

deskripsi gitu. SK baga. Nah, ini

1:11:14

ya itu bukti fisiknya ya, Bapak, Ibu.

1:11:16

Ini jadi alat bukti ee data informasinya

1:11:20

harus lengkap sesuai persyaratan di

1:11:22

dalam penerapan SNP. Dokumen resmi ya

1:11:25

misalnya contoh ya terkait dengan

1:11:27

pendirian. Kalau ini kan ee dalam

1:11:29

penyelenggaraan ya Bapak, Ibu ya. Nah,

1:11:31

ini jadi keberadaan dari perpustakaan

1:11:34

yang dikelola oleh Bapak Ibu itu jelas

1:11:36

di dalam struktur di lembaga induknya.

1:11:38

Ini contoh Bapak Ibu untuk kegiatan

1:11:39

literasi itu nanti disebutkan. Jadi ada

1:11:42

lampiran foto tuh jangan hanya foto,

1:11:44

tapi disebutkan ini kegiatan literasinya

1:11:46

apa, kapan,

1:11:48

target pesertanya siapa, siapa yang

1:11:50

ngisi, hasilnya gimana gitu ya. Nah, itu

1:11:53

misalnya NPP ya. NPP itu ada di mana

1:11:56

misalnya ya? Oh, ada di pintu masuk, ada

1:11:58

di struktur organisasi, ee ada di flyer,

1:12:02

di poster misalnya, ada di rak misalnya,

1:12:04

gitu ya. Nah, itu diperhatikan. Contoh

1:12:07

misalnya kalau jenis ruang dikasih nama

1:12:10

ini ruang apa? Jadi biar memahami gitu

1:12:12

ya asesornya. Oh ini ruang baca, ini

1:12:14

ruang sirkulasi, ini ruang multimedia,

1:12:17

ini ruang diskusi gitu ya. Ini ini ruang

1:12:20

anak-anak bisa berkaya. Jadi kayak

1:12:22

merker merker space ya. Kalau sekarang

1:12:25

istilahnya going space gitu anak-anak

1:12:27

bisa bermain lego, bermain apa di situ

1:12:30

ya ee puzzle atau mereka bisa merangkai

1:12:33

gitu kan TTS. Nah, itu masa ada ruang

1:12:36

gitu kasih ya. ruang itu bisa disekat

1:12:39

Bapak Ibu, tidak harus ee pakai tembok

1:12:42

gitu, enggak ya bisa portable tapi

1:12:44

memfungsikan gitu loh. Memfungsikan gitu

1:12:46

bahwa itu ada variasi, ada jenis ruang

1:12:48

gitu kan. Misalnya pedoman pengolahan.

1:12:50

Nah, itu

1:12:53

ini ee inovasi Bapak Ibu ya misalnya

1:12:56

contoh dari inovasinya apa di sekolah

1:12:58

itu gitu. Jadi ada buktinya misalnya ee

1:13:02

setiap Senin pagi kemarin ada yang

1:13:04

setiap Rabu ya. Nah, itu literasi

1:13:07

Al-Qur'an. Nah, kemarin ada ya dari

1:13:09

Bapak ee kemarin di pertemuan kemarin.

1:13:12

Nah, itu ya ada bukti screenshot-nya

1:13:14

atau foto kegiatannya seperti itu. Baik,

1:13:17

Kak Olia. Saya rasa tidak bijak kalau

1:13:19

saya panjangkan saya akhiri untuk ee

1:13:23

materinya ya. Nanti Bapak Ibu kita

1:13:25

lanjutkan dengan diskusi. Iya. Monggo

1:13:28

Kak Olia bisa dibuka untuk sesi Q&A atau

1:13:32

bisa juga tidak harus pertanyaan Bapak

1:13:35

Ibu kita beri kesempatan ya Kak Oli ya

1:13:37

mungkin ada pengalaman terbaik gitu ya

1:13:39

[tertawa]

1:13:40

dari strategi dari Bapak Ibu di dalam

1:13:42

mengelola perpustakaan selama ini gitu.

1:13:46

Baik, terima kasih. Terima kasih Ibu

1:13:49

Endang atas materi yang telah

1:13:50

disampaikan di hari ketiga ini.

1:13:52

Selanjutnya kita ke sesi sharing dan

1:13:55

diskusi. Silakan bagi Bapak dan Ibu yang

1:13:57

ingin bertanya maupun sharing terkait

1:14:00

kendala atau pencapaian yang sudah

1:14:02

dilaksanakan di lapangan, kami

1:14:04

persilakan.

1:14:06

Untuk yang pertama sudah ada Bapak Anton

1:14:08

yang Risen. Kepada Bapak Anton kami

1:14:11

persilakan. Selamat malam, Bapak.

1:14:15

Selamat malam, Ibu.

1:14:18

Selamat malam, Bapak.

1:14:20

Tersanjung Bu Indang tadi mendengarkan

1:14:22

tadi [tertawa]

1:14:24

ee pujian Mbak Indang tadi sangat sangat

1:14:26

menyanjung.

1:14:28

Saya tersipu-sipu tadi mendengarkan

1:14:30

tadi.

1:14:32

Ee begini, Bu. Ee sebelumnya

1:14:36

sekedar sharing Bu ya. Pada tahun 1999

1:14:40

itu saya diangkat jadi PNS

1:14:43

tahun 2000 pelatihan pola 300 jam dan

1:14:48

pola 150 jam. Saat itu langsung disuruh

1:14:52

ngelola pustakaan. Terkejut Ibu. Jadi

1:14:55

pengalaman-pengalaman yang ada dengan

1:14:57

teman-teman saat pelatihan itu kami coba

1:15:01

e penyisiran dan sebagainya saat itu

1:15:04

didukung oleh kepala sekolah yang begitu

1:15:06

aktif. Bu eee penyisiran dilakukan terus

1:15:11

penghapusan dilakukan, dari situ untuk

1:15:14

pengadaan koleksi baru, Bu. Dan bahkan

1:15:17

waktu itu saya di waktu di SMP

1:15:21

Plosok itu Bu mencoba untuk mengirim

1:15:24

surat permohonan bantuan ke seluruh

1:15:28

kedutaan besar negara sahabat di

1:15:30

Jakarta. Alhamdulillah sebulan 2 bulan

1:15:33

setelah itu mendapatkan banyak kiriman

1:15:36

Bu. CD komplek disk ada ensiklopedi ada.

1:15:41

Cuma sayangnya itu berbahasa asing semua

1:15:44

begitu. Sementara anak-anak itu SMP di

1:15:47

Ploso itu tidak tahu bahasa Inggris,

1:15:50

bahasa Perancis dan sebagainya.

1:15:54

Nah, pengalaman dari situ ee setelah 26

1:15:58

tahun kemudian

1:16:00

saya didaulat

1:16:02

oleh kepala sekolah seperti yang Ibu

1:16:04

katakan tadi itu mencoba untuk tata

1:16:06

kelola dan tata ruang.

1:16:09

13 Juli diangkat menjadi kepala

1:16:12

pustakaan mencoba. Ini berangkat dari ee

1:16:16

kepeningan saya, kepusingan saya melihat

1:16:19

perpustakaan tidak maksimal dalam

1:16:21

penggunaannya.

1:16:23

Karena apa? Ee di perpustakaan itu

1:16:26

sendiri ada sarjana ilmu perpustakaan,

1:16:30

ada juga ee staf yang sudah ya AMD lah

1:16:34

si pustakawan begitu.

1:16:38

Tapi

1:16:38

IPUS

1:16:39

iya Ipus Bu. Tetapi keber tidak ada, Bu.

1:16:42

Nah, untuk itu saya mengingat 28 tahun

1:16:46

yang lalu, 6 tahun yang lalu saya pernah

1:16:49

pelatihan-pelatihan

1:16:50

selalu amalkan Bu. Jadi merasa

1:16:54

tersanjung dengan kata-kata Ibu tadi

1:16:57

kalau ada peserta yang terajin begitu.

1:17:00

Tapi itu bukan bukan saya mengharapkan

1:17:03

diberikan penghargaan, Bu. Memang saya

1:17:05

betul-betul yang menimba ilmu. 5 tahun

1:17:08

lagi saya pensiun.

1:17:10

Jadi menginginkan saya itu mengamalkan

1:17:13

apa yang saya dapatkan selama belajar

1:17:14

selama ini. Jangan sampai sia-sia nanti

1:17:17

pengabdian saya ke negara ini. Bu

1:17:20

[mendengus] em tadi mendengarkan secara

1:17:24

gamblang ada beberapa hal yang perlu

1:17:27

kami tanyakan Bu. Ee dorongan Ibu tadi

1:17:31

mengapa tidak harus mengajukan

1:17:34

akreditasi begitu ee masih ada waktu 6

1:17:38

bulan begitu Bu ya.

1:17:40

Cuman secara pribadi saya introspeksi

1:17:43

sendiri ee sepertinya belum siap begitu

1:17:46

Bu karena untuk apa nanti terusang Bu

1:17:50

ini akreditasi sekolah kami C Bu

1:17:53

akreditasi pustakaan kami C. Jadi kalau

1:17:56

nanti itu misalnya dengan 9 komponen

1:18:00

nilai C tahun 2023

1:18:03

terus nanti dengan en komponen masih

1:18:06

nilai C tamparan bagi saya Bu.

1:18:10

Mungkin saya stres nantinya karena dari

1:18:11

nilai C tidak nilai B masih C lagi saya

1:18:15

pasti akan down nanti untuk itu mungkin

1:18:19

6 bulan ke depan masakan pemenahan

1:18:21

setelah memang siap-siap tool siap

1:18:23

setelah ada nanti itu ada

1:18:25

instrumen-instrumen dan di apa namanya

1:18:27

itu dicoba diilustrasikan

1:18:30

di dikaitkan dengan yang komponen tadi

1:18:33

kalau misal sudah siap kita akan

1:18:34

mengacukan Bu nah berkaitan dengan

1:18:37

akreditasi Bu Ada yang perlu kami

1:18:40

tanyakan yang pertama mengenai ee tahun

1:18:44

ini katanya ada info akreditasi yang

1:18:48

akan terusun ke lapangan Bu tahun 2023

1:18:51

kami itu akreditasi untuk perustakaan

1:18:54

secara online Bu. Jadi mengirimkan

1:18:57

file-file begitu. Nah, apakah tahun ini

1:18:59

memang betul-betul ada kunjungan ke

1:19:01

lapangan? Pertama. Yang kedua

1:19:05

ee dalam menyusun program kerja.

1:19:09

Alhamdulillah Bu selama 1 minggu saya

1:19:12

bertugas program kerja sudah tersusun,

1:19:15

logo pustakaan sudah, tata kelola sudah

1:19:18

karena didukung oleh staf yang memang

1:19:21

betul-betul kompeten Bu. Ee di dalam

1:19:25

menyusun program kerja tadi, Bu

1:19:27

melibatkan warga sekolah itu sekedar

1:19:30

memberikan informasi kepada kita

1:19:32

semuanya.

1:19:33

Pertanyaan kedua, Bu mengenai tim

1:19:35

akreditasi, Bu. Ee kami ini bertiga Bu,

1:19:38

di perpustakaan. Saya sendiri ee bukan

1:19:41

sarjana pustakawan, Bu, tapi sarjana

1:19:43

pendidikan PPKn. Saya ee untuk

1:19:47

pengalaman berdasar pengalaman

1:19:49

sudah-scoba

1:19:50

untuk mengamalkan, Bu. Alhamdulillah ada

1:19:53

anak buahnya si Pus begitu, Bu. Ini

1:19:56

tantangan saya untuk tim akreditasi Bu

1:19:59

boleh gak melibatkan guru-guru Bu atau

1:20:01

warga sekolah? Karena kami itu

1:20:04

menginginkan nilai C B kalau biasa ke A

1:20:08

begitu Bu ya. Yang berikutnya

1:20:11

mengenai literasi Bu itu bolehkah ee

1:20:15

berkolaborasi? Karena kami ini, Bu,

1:20:18

setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis,

1:20:21

Jumat itu, Bu, ada penanaman pembinaan

1:20:23

karakter, Bu. Khusus hari Selasa itu

1:20:26

literasi sastra ee untuk hari Rabu,

1:20:30

literasi agama, Bu. Jadi, kami

1:20:33

menginginkan

1:20:35

men-supplai, Bu. Men-suplai

1:20:37

koleksi-koleksi perpustakaan itu.

1:20:40

Menuplai ke sana, ke lapangan. Saya

1:20:43

lihat tadi, Bu akreditasi itu

1:20:46

foto-fotonya di lingkungan dalam

1:20:48

pustakaan, Bu. Ya, bolehlah kami itu

1:20:51

boleh tidak kami itu nanti men-suplai

1:20:54

buku kerja sama dengan tim pembinaan

1:20:56

karakter men-supplai bukunya untuk

1:20:58

dikaji di lapangan. Kami nanti akan

1:21:00

mengambil foto itu sebagai penguat

1:21:03

bahwasanya kami ada kolaborasi dengan

1:21:05

tim peminan karakter Bu. Boleh tidak

1:21:08

seperti itu? Itu, Bu. barangkali Bu

1:21:10

untuk ee sharing dan pertanyaannya Bu.

1:21:13

Terima kasih, Bu. Asalamualaikum.

1:21:16

Waalaikumsalam warahmatullahi

1:21:18

wabarakatuh.

1:21:19

Iya, Kak Olia boleh langsung ditanggapi,

1:21:21

Kak.

1:21:25

Silakan, Ibu.

1:21:26

Oh, iya. Baik, terima kasih, Kak Olia.

1:21:28

Baik ya, Bapak Anton Suprianto.

1:21:31

[tertawa]

1:21:32

Iya, alhamdulillah Bapak tetap semangat.

1:21:34

Iya. 5 tahun lagi BUP ya, Bapak ya.

1:21:37

Berarti sekarang Bapak usia 60 ya.

1:21:40

Belum, Bu. Baru 55, Bu.

1:21:42

Oh, 55. [tertawa]

1:21:44

Oh, iya. Oh, ya. 60 ya, Bapak ya,

1:21:47

pensunnya ya?

1:21:48

Iya. Baru 4C, Bu.

1:21:51

Oh, iya. Mentok 4C. Masyaallah. Iya iya

1:21:55

ya. Baik. 5 tahun ee waktu yang bisa

1:21:58

lama bisa cepat ya, Bapak ya. [tertawa]

1:22:00

Lah, ini tinggalannya Bapak nih. Nanti

1:22:02

legasinya ini ya. Ee baik yuk coba. Tadi

1:22:06

banyak Bapak ya. ini kalau saya tadi

1:22:08

saya catat tuh ada lima ya. Jadi yang

1:22:10

pertama ee terkait dengan kesiapan tadi

1:22:14

ya. Ee kesiapan kalau tadi saya

1:22:17

menyarankan kenapa tidak disegerakan

1:22:21

kan ada Bapak Pak Bapak sudah melakukan

1:22:23

pembenahan-pembenahan gitu. Nah ada

1:22:26

kekhawatiran ya ketakutan. Jangan-jangan

1:22:30

nanti tetap C ee 2021 tadi 9 C, nanti

1:22:34

yang 6 C kan belum dicoba untuk self

1:22:37

assesment Bapak ini kan sekarang ada

1:22:39

instrumennya yang terbaru. Nah, Bapak

1:22:43

bisa melakukan penilaian mandiri dengan

1:22:45

tim. Nah, kira-kira

1:22:48

apakah C? Nah, itu kan belum dicoba.

1:22:51

Jadi, Bapak coba dulu nanti bisa

1:22:53

mengukur kesiapan. Nah, oh dari

1:22:56

penilaian mandiri dari semua instrumen

1:22:58

dari enam komponen itu ternyata B gemuk

1:23:00

mau A gitu. Kalau tadi Bapak berharap

1:23:04

mau A kan langsung lompat. Ketika

1:23:06

penilaian bisa jadi bisa turun ya atau

1:23:10

bisa naik lah. Kalau bukti fisik ketika

1:23:13

aksesor di lapangan ternyata menemukan

1:23:15

yang lebih. Nah, kan bisa misalnya tadi

1:23:17

Bapak menilai hanya di B kan bisa

1:23:20

dinilikkan di A misalnya di satu

1:23:22

pertanyaan. Nah, gitu.

1:23:24

Ya, jadi saran saya yang pertama untuk

1:23:28

ee

1:23:29

menjawab ya keraguan keresauan itu

1:23:32

buktikan ya dengan pengukuran penilaian

1:23:35

mandiri toh instrumennya sudah ada. Itu

1:23:39

pertama. Kemudian yang kedua terkait

1:23:42

dengan ee turun tadi ya ee asesor turun

1:23:45

ya ee ini Bapak ya ini tahun ke ee tahun

1:23:49

ini ya dengan instrumen baru ya enam

1:23:53

komponen ya untuk penilaian itu ee

1:23:56

kemarin kami

1:23:57

yang kebetulan di daerah itu ditugasi ya

1:24:01

ee untuk melakukan advokasi itu ya tapi

1:24:05

kalau penilaian saya di dalam tahun ini

1:24:08

belum belum ada instruksi, tapi advokasi

1:24:11

untuk akreditasi perpustakaan

1:24:14

ee itu sudah dilakukan gitu ya di daerah

1:24:18

gitu. Nah, itu untuk memberikan persepsi

1:24:21

yang sama terhadap pemahaman dari enam

1:24:24

komponen ini, gitu. Nah, banyak

1:24:27

pertanyaan banyak juga tadi seperti yang

1:24:30

Bapak alami. Tidak, Bapak tidak sendiri

1:24:32

tapi juga banyak. Jadi ada keraguan,

1:24:35

ketakutan gitu. yang tuh bukan kok

1:24:38

dihilangkan tiga ya, tiga yang lain itu

1:24:40

masuk ke dalamnya ya masuk jadi lebih

1:24:43

komprehensif lah gitu ya. Nah, gitu ya.

1:24:46

Jadi bukan k berarti lebih sedikit

1:24:48

sedikit jumlahnya ya tapi kan ee di

1:24:52

dalam ee pembahasan apa ya substantifnya

1:24:55

itu kan tercover juga jadi lebih

1:24:57

disesuaikan dengan kondisi lebih ee

1:25:01

komprehensif lah kalau saya sebut

1:25:02

begitu. Nah, itu ee tetapi ketika

1:25:06

waktu melakukan

1:25:08

advokasi itu ada yang sudah siap gitu

1:25:11

ya, sudah siap dan ee sudah merasa

1:25:14

percaya diri bahwa akan mendapatkan

1:25:16

agrensi A gitu. [tertawa]

1:25:18

Nah, itu karena tadi sudah mencoba untuk

1:25:21

melakukan penan mandiri, melengkapi

1:25:23

bukti-bukti fisiknya, melakukan simulasi

1:25:25

di dalam timnya. Nah, itu. Terus

1:25:27

kemudian pertanyaan yang ketiga, Bapak

1:25:30

tadi boleh enggak gitu ya? Boleh enggak?

1:25:33

tim itu dari Bapak Ibu guru boleh sekali

1:25:35

Bapak. Bahkan tidak hanya Bapak Ibu guru

1:25:37

gitu ee bisa juga dari ee tenaga

1:25:41

pendidikan yang ada ee bisa juga ya ee

1:25:44

itu ya sebagai

1:25:47

yang melengkapi unsur-unsur dari siswa

1:25:49

misalnya siswa yang terlibat.

1:25:51

Iya. Siswa yang terlibat tadi misalnya

1:25:53

ee ada kegiatan gitu ya yang itu

1:25:57

dilakukan ee oleh kelompok siswa gitu.

1:26:01

misalnya dalam kegiatan apa diskusi

1:26:04

misalnya. Nah, kegiatan ee apa terkait

1:26:07

dengan apa gitu ya, literasi apa

1:26:08

misalnya. Nah, itu ee bisa sekali Bapak

1:26:12

jadi seluruh warga sekolah gitu tidak

1:26:15

hanya guru. Boleh sekali Bapak malah

1:26:19

bagus gitu ya. Itu jadi ee asesor kadang

1:26:24

juga ada triambulasi ya. Jadi memastikan

1:26:28

gitu lah, make sure gitu kan gurunya

1:26:31

begini, buktinya begini gitu ya. Ee

1:26:33

siswa gitu ya. Eh jawabnya iya benar.

1:26:36

Pesertanya iya gitu loh. Jadi nyambung

1:26:38

semua. Nah gitu kan. Memotret ya.

1:26:41

memutret itu bukan berarti memotong

1:26:43

enggak, tapi ee

1:26:46

melihat kondisi gitu, menyesuaikan gitu,

1:26:48

kondisi real-nya apakah sesuai enggak

1:26:50

gitu dengan yang diajukan dengan yang

1:26:53

diamati ya [tertawa]

1:26:55

dengan yang dilakukan analisis ketika di

1:26:58

lapangan ketika asesmen. Nah, itu. Terus

1:27:01

ee nomor empat, boleh enggak tadi ee

1:27:05

foto ya, Bapak ya? Foto tadi memang ee

1:27:08

saya contohkan yang di kelas-kelas. Oh,

1:27:09

di luar boleh banget. Jadi misalnya ee

1:27:12

pernah Bapak itu di sebuah SMP gitu dan

1:27:15

kebetulan hasilnya 5A ee itu ada

1:27:19

semacam taman ya taman ee kekhususan.

1:27:23

Jadi mereka tuh mengkhususkan bahwa di

1:27:25

situ ada berbagai macam tanaman dengan

1:27:27

istilah-istilah biologi yang itu ada

1:27:29

ditulis ee menggunakan QR code gitu.

1:27:32

Jadi ee bisa ditembak dan itu tahu ini

1:27:35

tanaman apa gitu. Misalnya ada warung

1:27:37

hidup, ada apotek hidup gitu ya. Terus

1:27:40

ada berbagai ee filosofi sana misalnya

1:27:43

mengenalkan ee Pancasila kemudian P4

1:27:46

gitu. Itu ada. Jadi itu ada literasi

1:27:48

juga gitu. Nah, kemudian itu kan di luar

1:27:51

ya, Bapak. Kemudian ada di ee pojok gitu

1:27:55

ya, di pojok pojok di area gitu ada

1:28:00

waktu itu ada kolam terus ada meja, ada

1:28:03

kursi. Nah, ketika kami datang itu

1:28:05

memang ada di situ ada bukunya, ada

1:28:07

tempatnya. Terus saya tanya ini ee ini

1:28:09

kalau sudah selesai dimasukkan lagi

1:28:12

takut kehujanan, takut kotor. Oh, gitu.

1:28:14

Jadi ee itu memang disediakan gitu. Nah,

1:28:17

boleh. Boleh sekali Bapak. Artinya

1:28:20

di seluruh gitu ya lingkungan sekolah

1:28:23

yang itu menjadi program dari

1:28:27

perpustakaan ya sekaligus juga sekolah

1:28:29

ya kan harus ada kolaborasi dengan guru

1:28:31

mapel gitu kan dengan program sekolah

1:28:33

harus mendukung. Nah, itu boleh sekali.

1:28:36

Nah, itu malah ada variasi, ada jenis

1:28:39

yang beraneka gitu. Nah, itu malah bisa

1:28:42

menunjukkan bahwa ee poinnya di

1:28:44

perpustakaan itu di tempatnya di sini

1:28:46

nih yang disebut perpustakaan. Tapi

1:28:47

memancarkan gitu ya. Ya, memancarkan ya

1:28:50

tadi memompa kan kalau jantung ya

1:28:53

di darah itu dipompa di seluruh ee

1:28:55

lingkungan di sekolah jadi hidup gitu

1:28:57

bergerak gitu ya. Jadi ee itu jadi boleh

1:29:01

sekali Bapak gitu ya. Jadi itu foto saya

1:29:03

rasa itu Bapak Anton mungkin ada yang

1:29:05

kelewat Kak Oli Bapak ada yang kelewat

1:29:07

gak?

1:29:08

Siap Bu cukup. Alhamdulillah ya.

1:29:11

Alhamdulillah ada lima ya tadi ya.

1:29:13

Heeh

1:29:13

ya Bapak. Jadi ee ayo Bapak semangat

1:29:17

[tertawa]

1:29:18

semangat. Coba ayo ee jangan ragu lagi

1:29:21

jangan ada ketakutan gitu.

1:29:23

Iz izin Bu.

1:29:25

Ee kami tahun ini mencoba untuk membina

1:29:29

siswa ini, Bu. Kader siswa pustakawan,

1:29:32

Bu. Ada gak kira-kira, Bu? Boleh.

1:29:34

Bisa. Bisa, Bapak. Iya, boleh, boleh

1:29:37

sekali. Misalnya pustakawan kecil.

1:29:40

Oke, gitu, Kak.

1:29:42

Iya,

1:29:44

bisa Bapak ya. Ada kegiatan di sekolah

1:29:47

itu malah jadi ciri khas Bapak keunikan

1:29:51

di tempat Bapak itu kelebihan. Kenapa

1:29:54

ditentu yang unik itu kan ya kalau dulu

1:29:56

di sembilan komponen kan ada muncul

1:29:58

sendiri keunikan itu kan.

1:30:00

Nah, ya itu ee itu masuk juga nanti bisa

1:30:04

ditonjolkan gitu ya. Pernah ee saya juga

1:30:06

pernah ini Bapak ada kelompok namanya

1:30:09

kelompok pecinta

1:30:11

kelompok apa sih namanya? Kelompok

1:30:12

pecinta perpustakaan gitu ya. Jadi KPP

1:30:16

gitu. Jadi kelompok itu ee itu yang

1:30:18

mengadakan kegiatan-kegiatan literasi

1:30:20

gitu yang menjadi fasilitator gitu ya.

1:30:23

Karena mereka lebih dekat dengan

1:30:25

temannya gitu daripada kan kalau dengan

1:30:28

gurunya itu kan ada hierarki.

1:30:30

ada relasi kuasa dia ada enggak enak ada

1:30:33

ada mungkin ada rasa canggung tapi kalau

1:30:35

dengan temannya eeah itu sebagai

1:30:38

kepanjang tanganan dari program kerja

1:30:39

dari perpustakaan yang itu yang bergerak

1:30:42

adalah siswa tadi kelompok pecinta

1:30:44

kelompok siswa pecinta perpustakaan KS

1:30:48

ee P KSPP ya kelompok siswa pecinta

1:30:51

perpustakaan gitu ya itu ciri khas bahwa

1:30:53

di situ ada KSP gitu. Nah, ternyata

1:30:56

dengan keberadaan itu nah itu

1:30:58

kegiatannya jadi hidup ya. Jadi ada

1:31:01

peningkatan-peningkatan di sisi apa

1:31:03

gitu. Nah, ada prestasi-prestasi yang

1:31:06

dimunculkan. Nah, seperti itu Bapak.

1:31:08

Kalau tadi tempat-tapak misalnya ee

1:31:10

pustakawan kecil gitu ya boleh sekali.

1:31:13

Monggo. Iya. Bagus itu programnya Bapak.

1:31:15

Iya. Heeh. Nanti dilibatkan aja di dalam

1:31:17

kegiatan di perpustakaan malah senang

1:31:19

mereka pastinya gitu ya. latihan

1:31:23

shelfing, latihan menyampul misalnya,

1:31:25

latihan melayani

1:31:26

ya seperti itu.

1:31:28

Siap, Bu.

1:31:29

Makasih, Bu.

1:31:31

Bapak sama-sama.

1:31:32

Terima kasih

1:31:36

[tertawa]

1:31:38

Bapak Anton Suprianto. Iya, baik, Bapak.

1:31:42

Terima kasih, ING atas penjelasannya dan

1:31:44

terima kasih juga kepada Bapak Anton.

1:31:46

Sukses selalu Bapak, semangat selalu.

1:31:49

Selanjutnya kita ke penanya kedua sudah

1:31:51

ada Bapak Imron. Kepada Bapak Imron kami

1:31:56

persilakan

1:32:01

ya. Ee

1:32:05

baik ee terima kasih ee Bu Admin yang ke

1:32:10

admin yang luar biasa berikan ee memandu

1:32:15

berjalannya kegiatan

1:32:17

ee kepada

1:32:19

pemateri juga yang begitu luar biasa

1:32:23

memberikan materi mengenai perpustakaan.

1:32:27

ee

1:32:30

mungkin

1:32:32

apa yang menjadi

1:32:34

yang disampaikan oleh ee Ibu

1:32:37

ee pemateri tadi itu kalau di

1:32:42

saya mungkin baru baru terbangun, Bu. Ee

1:32:47

kenapa kemudian baru terbangun? Ternyata

1:32:49

untuk menjadi pustakawan ataupun kepala

1:32:53

perpustakaan itu tidak semudah yang saya

1:32:57

pikirkan. Tentunya selama ini

1:33:02

saya

1:33:03

menjadi kepala perpustakaan itu bukan

1:33:05

bukan pada ahlinya juga, bukan sesuai

1:33:08

bidang saya, tapi atas dasar kebutuhan

1:33:14

sertifikasi.

1:33:16

ee walaupun memang kalau dilihat dari

1:33:21

materi tadi itu untuk menj

1:33:25

mendapatkan perpustakaan yang layak

1:33:29

itu kan harus punya nomor pokok

1:33:32

perpustakaan kemudian harus memenuhi

1:33:35

empat komponen.

1:33:37

Karena kalau dilihat dari sekolahnya

1:33:40

kami maka mungkin tidak layak untuk

1:33:42

dijadikan di akreditas ini perpustakaan.

1:33:46

Tapi mungkin terlepas dari itu mungkin

1:33:48

kami akan berusaha juga apalagi di

1:33:50

sekolah kami ini memang sekolah yang

1:33:53

terpencil.

1:33:55

Akses akses koleksi buku yang kemudian

1:33:58

masih kurang.

1:34:00

ee itu pun pemenuhan kami itu hanya

1:34:03

menyekat satu ruang yang kemudian dibagi

1:34:07

dibagi ruang itu hanya berapa kali

1:34:09

berapa saja untuk sebagai ee sebagai

1:34:12

pemenuhan persyaratan sertifikasi.

1:34:15

ee

1:34:18

artinya tidak layaklah seperti itu.

1:34:21

Kemudian yang ke

1:34:23

kemudian yang kedua, Bu ee

1:34:28

ini kan kita memang perpustakaan ini kan

1:34:30

sangat penting sebagai gudang ilmu.

1:34:32

Begitu. gudang ilmu. Kalau kita melihat

1:34:35

presentase

1:34:37

ee minat belajar siswa usia remaja dan

1:34:40

usia sekolah itu 2022 itu persentase

1:34:44

siswa ataupun remaja itu hanya 25%

1:34:47

anak-anak Indonesia. Apalagi kalau kamu

1:34:50

anak-anak kami di pelosok ini ee

1:34:53

kemudian

1:34:55

berjalan ke rentan waktu yang kemudian 3

1:34:57

tahun naik di tahun 2026 ini. Itu 2026

1:35:01

ini

1:35:03

naiknya cuma 26% hanya 1% selama 3

1:35:06

tahun. 3 tahun begitu. Walau ee di

1:35:10

begituun survei TKA kemarin yang

1:35:13

dilakukan oleh kementerian itu hanya

1:35:14

hanya 43 sekian persen saja. berarti

1:35:18

minat baca ini yang kemudian masih

1:35:19

kurang itu. Kemudian kalau saya mungkin

1:35:23

Bu ee ee menjadi

1:35:27

mengadakan satu perpustakaan di sekolah

1:35:28

itu tentunya ee tidak lagi mungkin harus

1:35:33

kejar ee administrasi yang kemudian tapi

1:35:36

bagaimana kemudian muaranya ke sana

1:35:39

anak-anak itu bagaimana memang solusinya

1:35:41

itu bisa belajar dan bisa membaca

1:35:44

sebagai referensi mereka. Karena satu

1:35:47

peradaban, majunya satu peradaban itu ya

1:35:50

dengan pendidikan kemudian membaca dan

1:35:52

lain sebagainya. Mungkin apa yang

1:35:55

kemudian menjadi solusi kami Bu untuk

1:35:57

meningkatkan perpustakaan kami yang

1:35:59

belum layak ini?

1:36:01

Apakah kami harus minta bantuan ke mana

1:36:04

dan lain sebagainya? Apakah kami harus

1:36:06

minta bantuan dari pemerintah daerah

1:36:08

untuk mengadakan buku di sekolah kami

1:36:10

yang terpencil? Oke. Dan mungkin sampai

1:36:13

di situ pertanyaan saya. Bu, mohon di

1:36:15

pencerahannya. Terima kasih.

1:36:17

Asalamualaikum warahmatullahi

1:36:18

wabarakatuh.

1:36:20

Waalaikumsalam warahmatullahi

1:36:21

wabarakatuh. Terima kasih Bapak Imran

1:36:23

atas pertanyaannya. Selanjutnya kepada

1:36:25

Ibu Endang kami persilakan.

1:36:28

Baik, Kak Olia. Bapak Imron ya. Iya,

1:36:31

Bapak. Ee tadi Bapak disebut dari desa

1:36:36

desa terpencil ya, Pak. Iya. Ee gini

1:36:39

Bapak, bagaimana supaya mengatasi solusi

1:36:43

gitu ya dari

1:36:45

kondisi yang belum layak seperti itu.

1:36:49

Nah, dari langkah kecil Bapak, dari

1:36:51

langkah kecil ya ee mereka bangun mereka

1:36:56

ya untuk ee bisa lebih ee memahami bahwa

1:37:01

perpustakaan itu ada gitu. Nah, ee

1:37:04

perpustakaan ada bukan berarti terus

1:37:07

akhirnya menjadi sebuah gedung yang

1:37:08

besar seperti yang tadi sesuai dengan

1:37:10

standar gitu ya, tetapi ee bisa

1:37:13

memfungsikan ya ee bisa mewadai gitu

1:37:18

kan. Ee kalau tadi di daerah ya

1:37:20

anak-anak di sana gitu ya yang ee

1:37:23

mungkin masih membutuhkan yang namanya

1:37:25

literasi baca gitu ya. Nah, bagaimana

1:37:29

bisa transfer pengetahuan? Kalau tadi

1:37:32

disebut gudang ilmu ya. Iya. Iya, Bapak.

1:37:35

Iya. Nah, cuman kalau itu tidak ada

1:37:38

orang ya kita gitu yang berada di

1:37:41

dalamnya untuk bisa menyampaikan gitu

1:37:45

kan dari apa sih yang ada di balik buku

1:37:49

tadi, di balik informasi, di balik

1:37:51

sumber bahan perpustakaan itu kepada

1:37:54

masyarakat itu kan sama saja gitu. Jadi

1:37:57

seperti Menara Gading gitu ya. Nah, jadi

1:38:00

ee langkah sederhananya ya bagaimana

1:38:03

mengupayakan biar

1:38:06

adanya sumber informasi itu bisa sampai

1:38:08

kepada mereka gitu. Jadi bisa dengan

1:38:11

kegiatan-kegiatan inklusi

1:38:14

ya, inklusi sosial yang itu dimulai dari

1:38:17

ee kebutuhan mereka, dari kesenangan

1:38:20

mereka, dari yang dilakukan dalam

1:38:22

keseharian. mungkin ada potensi-potensi

1:38:24

di tempat Bapak yang itu bisa ee

1:38:27

dilakukan gitu ya ee untuk bisa mewadahi

1:38:30

aktivitas mereka gitu ya. Nah, itu dulu.

1:38:34

Jadi mereka ee memiliki ketertarikan

1:38:38

gitu, memiliki pemahaman gitu ya. Nah,

1:38:42

itu. Nah, terus kemudian bagaimana

1:38:44

supaya mengatasi keterbatasan tadi? Nah,

1:38:47

itu ee di tempat Bapak ya tadi kalau

1:38:50

dinas terkait ya. Nah, itu ee bisa minta

1:38:54

pembinaan ya, bisa minta pendampingan

1:38:58

ee terkait juga misalnya

1:39:01

ee kegiatan atau support apa yang

1:39:03

terkait dengan sarpras gitu ya, dengan

1:39:05

koleksi. Nah, kemungkinan juga misalnya

1:39:10

ee terkait dengan ee bantuan apa. Nah,

1:39:13

itu ya itu dimungkinkan. Jadi, perlu

1:39:16

adanya komunikasi eksternal gitu ya.

1:39:19

Gitu. Nah, di mana di wilayah Bapak

1:39:23

gitu. Nah, dalam hal ini ee itu pasti ya

1:39:27

akan ee ada nanti misalnya nanti ada

1:39:30

bantuan ee terkait dengan ee renovasi

1:39:33

apa misalnya terkait dengan bantuan

1:39:36

koleksi apa, terkait dengan ee tenaga

1:39:39

ahli gitu ya yang mendampingi misalnya

1:39:41

di dalam membangun

1:39:43

ee sebuah perpustakaan dalam frame gitu

1:39:46

ya. yang tadi kalau kita bicara sesuai

1:39:50

dengan standar, nah itu terbangun dulu

1:39:52

bahwa di situ ada tempat komunitas BICA.

1:39:55

Nah, tempat sebagai wadah ee masyarakat

1:39:58

anak-anak untuk ee menambah pengetahuan

1:40:02

melalui sumber-sumber informasi. Nah,

1:40:05

gitu. Nanti masuk juga yang online

1:40:07

misalnya kan bisa diakses ya.

1:40:10

Nah, itu berarti kalau di tempat Bapak

1:40:12

sangat mendukung untuk akses untuk yang

1:40:15

di internet malah tidak masalah. nanti

1:40:17

bisa dikenalkan gitu ya berbagai ee

1:40:20

sumber informasi yang elektronik yang

1:40:22

itu ee bisa mendidik gitu yang

1:40:24

inspiratif gitu ya atau mungkin dari

1:40:27

cerita-cerita ya cerita-cerita yang ee

1:40:30

dibuka secara fulltek gitu yang

1:40:35

ya dan kearsipan misal di tempat Bapak

1:40:38

itu yang bisa diakses nah secara online.

1:40:41

Nah, itu juga bisa dengan

1:40:43

kegiatan-kegiatan

1:40:44

yang itu bisa meningkatkan gitu ya

1:40:46

pemahaman mereka terhadap apa sesuatu

1:40:49

yang saat itu diberikan misalnya dalam

1:40:52

topik buku apa gitu ya. Itu. Nah,

1:40:55

seperti itu itu ee kalau disebut eh life

1:40:58

lear long learning ya pembelajaran

1:41:00

sepanjang hayat. Nah, itu dari mulai

1:41:02

langkah yang kecil seperti itu. Itu ya

1:41:04

saya rasa e Bapak tadi kok sudah hilang

1:41:06

ini Bapak Imron sudah tidak ada

1:41:09

diskya Bapak.

1:41:11

Iya betul Bapak. Sepertinya Bapak Imran

1:41:13

terkendala jaringan, Ibu sehingga

1:41:16

terpent

1:41:19

ada. Betul. Oh iya, mudah-mudahan nanti

1:41:21

masih bisa mengikuti dari rekaman ya,

1:41:23

Kak Olia. Jadi bisa ee ada feedback-nya

1:41:26

dari beliau ya, Bapak ya. Mudah-mudahan

1:41:29

bisa terjawab [tertawa]

1:41:32

itu, Kak Oli ya.

1:41:33

Iya.

1:41:34

Baik, Ibu. Terima kasih banyak atas

1:41:36

penjelasannya yang sangat luar biasa dan

1:41:38

terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu

1:41:40

yang sudah berpartisipasi dan antusias

1:41:43

dalam sesi diskusi pada malam hari ini.

1:41:46

Namun mohon maaf Bapak Ibu mengingat

1:41:48

waktu kegiatan sudah habis maka untuk

1:41:51

sesi diskusi kami cukupkan terlebih

1:41:53

dahulu. Saat ini Bapak Ibu yang berada

1:41:56

di WITA juga sudah memasuki pukul 10.00

1:42:01

Dan di WIT sudah memasuki hampir jam

1:42:05

11.00 lebih ya Bapak Ibu. Maka kami

1:42:08

cukupkan terlebih dahulu. Selanjutnya

1:42:10

kita ke sesi dokumentasi terlebih

1:42:13

dahulu.

1:42:15

Mungkin Bapak Ibu juga bisa

1:42:18

ee dengan gaya salam literasi L tangan L

1:42:24

dimulai dari slide pertama Bapak Ibu.

1:42:29

Baik. 1 2 3.

1:42:33

Slide selanjutnya

1:42:36

1 2 3.

1:42:39

Slide yang ketiga 1 2 3. Dan slide yang

1:42:45

terakhir

1:42:47

1 2 3.

1:42:51

Baik, terima kasih Bapak Ibu yang sudah

1:42:53

mengikuti diklat kita selama 3 hari ini.

1:42:56

Sangat luar biasa sekali. Semangat Bapak

1:42:58

Ibu. Dan selanjutnya sebelum diklat kami

1:43:01

akhiri saya izin kembalikan kepada

1:43:02

narasumber kita untuk menyampaikan

1:43:05

closing statement-nya. Kepada Ibu Endang

1:43:07

Fatmawati kami persilakan.

1:43:10

Ee baik Kak Olia. Ee Bapak Ibu semua tak

1:43:12

terasa ya kita sudah berakhir di dalam

1:43:16

diklat ini. Mudah-mudahan nanti di lain

1:43:18

kesempatan kita bisa bertemu kembali

1:43:20

walaupun secara virtual ya Bapak Ibu.

1:43:23

Baik. Ee Kak Olia, Bapak Ibu semua mohon

1:43:25

izin ini di kolom chat ternyata ramai

1:43:29

sekali ya bahwa ee ada yang saya bukan

1:43:33

kepala perpustakaan, saya dari guru

1:43:34

bahasa Indonesia, saya dari lulusan

1:43:37

bahasa Arab misalnya, saya dari SPD

1:43:41

agama Islam. Ternyata banyak sekali gitu

1:43:44

ya, mohon maaf ini ternyata di chat

1:43:45

banyak juga ya, Kak ya yang belum ee

1:43:50

kita diskusikan. Tapi Bapak, Ibu semua

1:43:52

tidak apa-apa ya. Ee di dalam forum ini

1:43:54

tidak harus menjadi kepala perpustakaan

1:43:56

kemudian mengikuti diklat gak bisa calon

1:43:59

kepala perpustakaan, bisa Bapak Ibu guru

1:44:02

ya. Ee bisa juga Bapak Ibu yang memiliki

1:44:06

ketertarikan ya, pemerhati misalnya ee

1:44:10

boleh sekali ya ee malah itu bagus. Jadi

1:44:13

kita bertemu di dalam satu ruang gitu

1:44:16

sehingga memperkaya khanah gitu ya

1:44:19

pemahaman. Kalau yang tadi ee terkait

1:44:22

dengan akreditasi karena memang topik

1:44:24

kita kan ee mewujudkan akreditasi

1:44:26

perpustakaan unggul jadi memang

1:44:28

menyinggung ke sana gitu. Tapi Bapak Ibu

1:44:30

ya walaupun tadi ada yang mengatakan

1:44:32

belum paham gitu ya tidak apa-apa. Jadi

1:44:35

ada sedikit yang sudah ee kami bagikan

1:44:38

mudah-mudahan bermanfaat untuk Bapak Ibu

1:44:41

semua gitu ya. Berarti kalau secara apa?

1:44:44

Secara keseluruhan Bapak, Ibu ini ee ya

1:44:48

ee kalau kita mengenal apa untuk

1:44:50

meningkatkan mutu yang berkelanjutan ya

1:44:52

atau eh continuous ya, quality

1:44:56

improvement ya itu eh bagi diri kita

1:45:01

tentunya kalau kita mengenal ada plan do

1:45:04

check action. Nah, itu loh coba kita

1:45:06

terapkan.

1:45:07

[tertawa]

1:45:07

Jadi rencanakan ah mau kepala

1:45:10

perpustakaan, mau belum ya, mau guru

1:45:13

gitu ya atau mau tendik, mau pustakawan,

1:45:16

mau pemerhati atau juga Bapak Ibu dengan

1:45:19

profesi yang lain gitu. Nah, semua dari

1:45:23

perencanaan gitu ya, perencanaan.

1:45:26

Kemudian bagaimana ee proker perencanaan

1:45:28

itu kan ada proker program kerjanya ya,

1:45:30

dibikin yang ini segera ya, pendek,

1:45:34

menengah, panjang. Kemudian

1:45:35

pelaksanaannya kan dunia. Nah, ceknya

1:45:38

jangan lupa dengan evaluasi Bapak, Ibu

1:45:40

ya. Evaluasi bisa ee secara formatif,

1:45:45

sumatif kan gitu ya kemarin. Nah, terus

1:45:48

tindak lanjut tadi dengan RTL gitu. Nah,

1:45:51

itu yang penting karena kalau enggak ada

1:45:52

tindak lanjut ya sudah berhenti gitu.

1:45:54

Tapi kalau ada tindak lanjut kan ee ada

1:45:57

yang memicu gitu kan yang akhirnya

1:45:59

menjadi istilahnya ada pengingat juga

1:46:01

buat kita bahwa oh iya ya ternyata sudah

1:46:04

menganalisis kondisi ya. Kemudian ada

1:46:07

targetnya, ada rencana tindak lanjutnya,

1:46:09

ada waktunya, ada time lainnya. Nah, itu

1:46:12

jadi bisa mengukur ee performance kita,

1:46:15

Bapak, Ibu ya. Kira-kira tercapai enggak

1:46:17

gitu loh. Program kerja yang sudah

1:46:19

ditetapkan, direncanakan itu

1:46:21

dilaksanakan dengan baik, dievaluasi,

1:46:24

kemudian kalau ada yang kurang ya dengan

1:46:27

RPM gitu. Jadi plan to check action itu

1:46:31

ya. Saya rasa itu Kak Olia untuk menjadi

1:46:34

closing statement ya dari pertemuan kita

1:46:37

selama 3 hari ya Kak ya tidak terasa.

1:46:41

Terima kasih sekali Bapak Ibu ya

1:46:44

atas partisipasi, perhatian responnya.

1:46:48

Sukses selalu untuk Bapak Ibu semoga

1:46:50

bermanfaat.

1:46:52

Sampai ketemu di lain kesempatan.

1:46:54

Selamat malam Bapak Ibu. Selamat

1:46:55

beraktivitas.

1:46:58

Baik, terima kasih Bu Endang atas materi

1:47:01

yang telah disampaikan selama 3 hari

1:47:03

ini. Tentunya banyak sekali manfaat dan

1:47:05

insak yang kami dapatkan Ibu. Semoga

1:47:08

kita masih bisa bertemu di lain

1:47:10

kesempatan. Sukses selalu, sehat selalu,

1:47:13

Ibu Enda. Selanjutnya apabila Ibu ada

1:47:16

kegiatan lain, kami perkenankan untuk

1:47:18

meninggalkan Zoom itu.

1:47:19

Ya. Baik, Kak Olia. Terima kasih, Bapak

1:47:22

Ibu. Terima kasih. Selamat malam, Bapak

1:47:24

Ibu.

1:47:27

Baik, terima kasih juga kepada Bapak dan

1:47:29

Ibu yang sudah antusias dalam mengikuti

1:47:32

dikab selama 3 hari ini. Sangat luar

1:47:34

biasa sekali. Kami sangat mengapresiasi

1:47:37

semangat Bapak Ibu. Saya izin

1:47:39

menginformasikan untuk presensi kemudian

1:47:42

materi dan siaran ulangnya

1:47:46

sertifikat akan kami share melalui grup

1:47:48

WhatsApp setelah diklat selesai Bapak,

1:47:50

Ibu. Dan jika ada kendala silakan dapat

1:47:52

menghubungi admin kami. Saya mewakili

1:47:55

panitia yang bertugas menyampaikan

1:47:57

permohonan maaf yang sebesar-besarnya

1:47:59

apabila terdapat kesalahan kata maupun

1:48:01

perbuatan selama acara berlangsung.

1:48:03

Akhir kata, wasalamualaikum

1:48:05

warahmatullahi wabarakatuh. Selamat

1:48:07

malam. Salam sejahtera bagi kita semua.

1:48:09

Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.

1:48:12

Salam kebajikan. Rahayu. Rahayu. Rahayu.

1:48:15

Salam guru era digital. Guru tata

1:48:17

belajar walau sudah mengajar. Sampai

1:48:19

jumpa di event selanjutnya. Bapak Ibu,

1:48:21

sehat selalu dan selamat beristirahat.

1:48:23

Saya izin pamit undur diri, Bapak, Ibu.

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.