INI YANG KALIAN TUNGGU KAN?? ❗❗SEJARAH PERANG DUNIA 1 #Vol.01
Perang Dunia Pertama adalah pertempuran dasyat yang untuk pertama kalinya melibatkan dunia dalam skala global. Perang ini dimulai di bulan Juli 1914 hingga bulan November 1918. Meskipun medan perang utama di Eropa, tetapi banyak negara di dunia yang terlibat.
Selama Perang Dunia Pertama, kameramen dari seluruh dunia bertaruh nyawa untuk merekam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di medan perang.
Selama 4 tahun, 3 bulan, dan 14 hari, lebih dari 80 juta orang dikerahkan untuk berperang. 20 juta prajurit lainnya terluka parah dan 10 juta prajurit tewas tercabik oleh peluru, hancur berkeping-keping karena bom, terkubur hidup-hidup, terpapar gas beracun, kelaparan, dan terbunuh oleh wabah penyakit yang ganas.
Kegilaan apa yang merasuki kekaisaran Austria-Hungaria, kekaisaran Rusia, kekaisaran Jerman, Perancis dengan koloninya, Inggris dengan kerajaannya. Begitu juga dengan orang-orang Serbia, Turki, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat. Apa yang mendorong mereka?
untuk menyeret dunia ke dalam pusaran kehancuran besar ini, ke dalam perang yang merunggut jutaan jiwa tanpa ampun, seolah-olah kemanusiaan lupa akan rasionalitasnya sendiri. Bagi yang selamat dari kegilaan ini, berhasil.
Ranggapan mereka beruntung, tetapi mereka kehilangan masa muda atau kehilangan wajah, bahkan kehilangan kewarasan. Bagaimana dunia bisa melepaskan kemarahan semacam ini?
Tahun 1914, dunia telah berdamai di balik layar kekuasaan dan orang-orang pada masa itu merasa tenang dan begitu riang namun langkah mereka tak pernah jauh dari peperangan.
Sebagian besar masyarakat saat itu adalah petani yang terikat erat pada tanah, tradisi, dan agama mereka. Pada musim panas tahun 1914, di Perancis banyak orang dari kalangan atas yang menikmati suasana musim panas yang cerah dan penuh keceriaan. Salah satunya adalah Rain Ferrari, seorang pria berusia 34 tahun yang merupakan dari garis keturunan imigran Italia yang sukses
Ren Ferrari merupakan salah satu tokoh yang menonjol pada masa itu. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor dalam dunia film rumahan yang mulai berkembang pada awal abad ke-20. Ren menikah dengan Jacqueline, seorang wanita yang dikenal karena kecantikannya. Mereka memiliki tiga anak dan satu pembantu kepercayaan mereka, Alponsi.
Rumah keluarga Ren tidak jauh dari rel kereta api, yang pada saat itu kereta api menjadi salah satu moda transportasi paling modern di Perancis. Kereta api sangat mempermudah orang-orang untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
termasuk menuju ke daerah pegunungan yang lebih terpencil. Salah satu tujuan favorit bagi kalangan atas seperti keluarga Rennes adalah Alpen Prancis yang terkenal dengan keindahan alamnya dan sebagai tempat yang sempurna untuk berlibur di musim panas.
Di musim panas ini, keluarga Rennes melakukan perjalanan ke Alpen Prancis untuk mendaki gunung. Namun dengan cara yang sangat berbeda dari pendaki gunung biasanya, mereka cukup membawa tongkat sebagai alat bentuh serta mengenakan setelan jas yang rapi dan penampilan mereka ini menunjukkan atas keluguan mereka. Namun tidak untuk semua orang bisa menikmati musim panas ini, para warga
buruh harus bekerja keras di tambang dan pabrik. Mereka harus menghadapi kondisi kerja yang berat dan upah yang rendah. Bagi mereka, musim panas bukanlah waktunya untuk bersantai, melainkan perjuangan untuk bertahan hidup di tengah ketimpangan sosial yang nyata.
Kemudian kita menuju ke kota Vienna yang pada saat itu merupakan ibu kota kekaisaran Austria-Hungaria. Seorang penulis besar Stefan Zweig saat itu menyebut ibu kota kekaisaran Austria-Hungaria, Vienna sebagai pusat kemajuan budaya yang pesat dengan bioskop, perpustakaan, dan museum yang bermunculan di mana-mana serta pembangunan yang terus berkembang.
Stefan menggambarkan Vienna sebagai kota yang penuh dengan semangat intelektual, di mana jiwa-jiwa penasaran dan riang berkembang menciptakan sebuah Eropa yang pada saat itu merasa sangat kuat, kaya, dan percaya diri terhadap masa depan yang lebih cerah.
Sementara itu di Perancis, Jean Jauret, seorang pemimpin sosialisme asal Perancis yang dikenal karena perjuangannya untuk hak-hak buru dan perdamaian internasional. Saat itu dia khawatir mengenai Eropa karena di antara para elit Eropa, banyak dari pengusaha industri berbicara terbuka tentang perang untuk mengakhiri pengiriman tenaga kerja.
Jauras menulis, peradaban yang kita anggap telah maju dan menginginkan kedamaian seringkali menyembunyikan kenyataan yang pahit. Meskipun ada klaim untuk menciptakan perdamaian, kenyataannya perdamaian ini seringkali memicu peperangan seperti awan hujan yang membawa badai.
Dari sinilah kita tahu bahwa meskipun Eropa terlihat damai pada permukaannya, namun di balik layar Eropa sedang memanas. Ketegangan antar negara, ambisi kekuasaan, dan persaingan industri semakin memuncak menciptakan sebuah situasi yang penuh potensi konflik.
Selama berabad-abad, kerajaan-kerajaan telah bersaing membagi dunia dengan pedangnya. Penahlukan Inggris mencapai ke Austria dan Kanada, Perancis dari Indochina ke Afrika, sementara Jerman memiliki daerah jajahan namun hanya sebesar potongan saja.
Sebelumnya, tahun 1871, Prusia adalah negara yang terpisah dengan mengalahkan Perancis kemudian mencaplok provinsi Elsass dan Lorraine menjadi bagian Kekaisaran Jerman. Kekaisaran Jerman dipimpin oleh Kaisar Wilhelm II.
Saat itu berusia 55 tahun, dia dikelilingi oleh petinggi militer. Dia memerintah membangun angkatan laut untuk melampaui Inggris. Dia ingin membuat Jerman menjadi negara terkuat baik di laut, udara, dan darat.
Pada tanggal 15 Juni tahun 1914, Wilhelm II merayakan 25 tahun kekuasaannya. Dia suka berkuda, namun hanya bisa menaiki kuda dengan kursi karena cacat lahir yang membuat tangan kirinya kaku, sehingga ia harus menggunakan pedangnya sebagai penopang tangannya. Wilhelm menikah dengan sepupunya, Augusta Victoria. Mereka memiliki nenek yang sama.
yaitu Ratu Victoria, sang penguasa Inggris. Menurut Ratu Victoria, Wilhelm memiliki karakter keras kepala dan masih terlalu labil, sehingga Wilhelm selalu bertengkar dengan keluarga kerajaan Inggris, yang menurutnya kerajaan Inggris terlalu berkuasa dan mendominasi.
Bagi Wilhelm, Inggris sudah menjadi ancaman sejak mereka membentuk aliansi dengan Perancis dan Rusia dan hasilnya Jerman menjadi dikepung dan itu sangat berbahaya bagi Jerman.
Di suatu hari saat Wilhelm sedang berburu di tengah hutan, ia terluka dan kejadian itu membuatnya sangat marah dan frustasi apalagi dengan kondisi fisiknya yang sudah cacat akibat kelainan pada tangan kirinya yang kaku. Dalam kemarahannya, ia menyumpahi kerajaan Inggris khususnya darah Inggris.
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, sekutu sejati kekaisaran Jerman hanyalah kekaisaran Austria-Hungaria yang terdiri dari beberapa negara-negara kecil yang dipimpin selama 60 tahun oleh Franz Josef I yang kini dia berumur 84 tahun.
Umur panjangnya dipenuhi banyak tragedi seperti bunuh diri anaknya dan pembunuhan istrinya yaitu Ratu Elizabeth atau yang lebih dikenal pada saat itu dengan sebutan Sisi, si manis ketika mudanya.
Franz Josef adalah raja tertua di masa itu. Ia memerintah negaranya dengan lembut, namun kelembutannya membuat banyak wilayah di bawah kekuasaannya ingin merdeka. Meskipun demikian, Franz Josef bersama para panglima dan politisinya menentang segala bentuk perubahan tertentu.
Tuntutan kemerdekaan dari daerah-daerah di Kekaisaran Austria-Hungaria Suatu hari dalam pernikahan Putri Zeta dengan Carlos Keponakan Bungsu Kaisar Franz Josef Di acara itu juga dihadiri oleh Keponakan Kaisar Franz Josef
yaitu Franz Ferdinand yang merupakan pewaris tahta kekaisaran Austria-Hungaria Franz Ferdinand menikahi Sophia Castej seorang bangsawan tapi bukan bagian dari keluarga kerajaan atau aristokrasi tinggi maka dari itu kaisar Franz Josef tidak menyukai mereka begitu juga ketidakkesetujuannya terhadap gagasan reformasi yang diusulkan Franz Ferdinand
termasuk upaya untuk memberikan lebih banyak otonomi kepada berbagai etnis di dalam kekaisaran. Kemudian kita menuju ke Bosnia, tepat-tepat.
Saat itu Bosnia telah berhasil diduduki oleh Austria-Hungaria tetapi Serbia menentang pendudukan ini karena Serbia sangat berambisi untuk menyatukan bangsa Slavic di wilayah Balkan. Pada tanggal 28 Juni 1914 saat Franz Josef sedang berbicara.
buru di hutan, sebuah tragedi hampir menimpa Franz Ferdinand dan istrinya di Sarajevo. Mereka baru saja lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang tak dikenal. Mereka berhenti di alun-alun kota untuk melaporkan kejadian itu. Dan setelah keluar dari gedung tersebut, beberapa saat kemudian, mereka tiba-tiba ditembak takut.
Serangan itu dilakukan oleh Gavrilo Princip yang berusia 19 tahun. Ia merupakan seorang nasionalis Bosnia yang tergabung dalam kelompok muda Bosnia. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata pistol yang digunakan oleh Princip untuk membunuh pewaris tahta Austria-Hungaria, Franz Ferdinand dan istrinya, Sofie di Sarajevo, disediakan oleh kelompok yang memiliki hubungan dengan pihak Serbia.
Atas pembunuhan ini membuat Eropa terguncang dan menjadi topik utama di semua surat kabar. Bahkan seorang penulis novel terkenal di Inggris, Agatha Christie, yang pada saat itu berumur 24 tahun, menganggap pembunuhan tersebut sebagai peristiwa yang akan mengubah sejarah dunia. Bagi Christie, pembunuhan pewaris tahta
Austria-Hungaria, Franz Ferdinand dan istrinya adalah awal dari sebuah rangkaian peristiwa tragis yang membawa dunia ke dalam konflik besar.
Pada masa itu, Inggris dipimpin oleh Raja George V, seorang raja berusia 49 tahun yang juga menyandang gelar Raja Irlandia dan India. Wilayah kekuasaannya membentang luas, mencakup sebagian besar dunia. Namun kendali atas kerajaannya yang besar itu seringkali terbatas oleh kenyataan politik dan geografi. Dan fokus utama George V adalah
menangani gejolak di Irlandia yang tengah dilandah pemberontakan demi kemerdekaan. Pada tanggal 28 Juni 1914, Raja George V mencatat dalam jurnal pribadinya tentang sebuah tragedi yang mengguncang Eropa. Dia menulis tentang pembunuhan Franz Ferdinand dan istrinya di Sarajevo adalah sebuah peristiwa yang menggetarkan fondasi kerajaan tua Austria-Hungaria.
George V sadar bahwa pembunuhan ini mungkin lebih dari sekedar insiden tragis Di balik peristiwa itu, ia melihat bayangan gelap perang yang mulai menyelimuti benua Dengan ketegangan yang terus meningkat antara kekaisaran-kekaisaran besar Raja George V merasa gelisah menyadari bahwa perdamaian yang rapuh mungkin segera hancur
Sementara itu, pemimpin Perancis Raymond Poincaré yang saat itu berusia 54 tahun sedang berkunjung ke London untuk kunjungan resmi. Dalam kunjungan ini untuk menguatkan kembali aliansi sebelumnya antara Inggris Raya dan Perancis.
Kini para jeneral Kekaisaran Austria-Hungaria telah terlalu jauh mentolerir Serbia. Mereka tidak punya bukti bahwa negara ini terlibat pembunuhan di Sarajevo. Tapi mereka mencoba meyakinkan Kaisar bahwa pembunuhan itu direncanakan oleh Serbia. Kepala staf tertinggi Kekaisaran Austria-Hungaria menyatakan bahwa mereka harus membersihkan Serbia...
karena mereka selalu menggigit kerajaan seperti ular, tapi itu tanpa mempertimbangkan kekaisaran Rusia yang melindungi orang-orang Slav atau Slavia. Pada saat itu, kekaisaran Rusia dipimpin oleh Tisar Nikolas II, seorang raja absolut berusia 47 tahun yang merupakan penguasa terakhir dari dinasti Romanov. Tempat kedudukannya berbeda.
berada di ibu kota kekaisaran Rusia, yaitu Saint Petersburg, sebuah kota megah yang menjadi pusat kekuasaan, budaya, dan politik negeri tersebut. Nicholas II mengendalikan 170 juta penduduk selama 30 tahun.
Sejenak kita mundur satu tahun sebelumnya, satu tahun sebelumnya, Tisar Nikolas II merayakan 300 tahun dinasti Romanov, sebuah perayaan besar yang diramaikan oleh dukungan penuh dari gereja ortodoks Rusia. Perayaan ini bukan hanya menandai tiga abad kekuasaan dinasti Romanov, tetapi juga menandai tiga abad kekuasaan dinasti Romanov.
tapi juga mempertegas hubungan erat antara monarki dan gereja ortodoks yang dianggap sebagai pilar utama kekaisaran. Di perayaan itu, Tisar Nicholas II berjalan berdampingan dengan istrinya, Tisarina Alexandra, dan diikuti oleh kelima anak mereka, yaitu Tisarevik Alexei, Olga, Tatiana, Maria, dan Anatesia.
Namun perjalanan dinasti mereka tidaklah mulus. Sebelumnya pada tahun 1905, Rusia mengalami kekalahan dalam perang melawan Jepang dan merasakan dampak revolusi pertamanya yang menandai awal ketegangan sosial dan politik yang semakin meningkat di kerajaannya. Meskipun demikian, ekonomi negara tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun banyaknya pengeluaran di bidang militer.
Pada awal bulan Juli 1914 ini, di tengah tragedi yang melanda Eropa, Tisar Nicholas II melakukan pelayaran ke Laut Baltik dengan kapal pesiarnya. Di atas kapal terlihat orang-orang Rusia menikmati pelayaran ini. Namun Nicholas II merasakan rasa cemas dan tidak aman terhadap perdamaian yang sedang terancam. Begitu juga dengan istri dan anak-anaknya.
Pewaris Tisar Nicholas II adalah anak laki-laki satu-satunya, Tisarevik Alexei yang saat itu berusia 10 tahun. Namun Tisarevik Alexei menderita hemophilia, darahnya tidak bisa membuku. Jika Tisarevik Alexei terkena infeksi goresan bisa berakibat fatal. Anaknya yang menderita hemophilia membuat keluarga Nicholas menjadi depresi, terutama ibunya Tisarina.
Dalam usaha untuk merawat anaknya, Tisarina meminta bantuan Rasputin, seorang biarawan dan tabib Rusia yang memproklamirkan dirinya sebagai orang suci. Namun saat itu hubungan Rasputin dengan Tisar Nicholas tidak membaik. Penyakit Tisarevik Alexei ternyata dari keturunan nenek moyang Inggris yaitu Ratu Victoria.
Setelah kematian Ratu Victoria pada tahun 1901, keturunan Ratu Victoria menguasai banyak singgah sana di Eropa. Dan disinilah kita mengetahui bahwa pemimpin-pemimpin besar Eropa ternyata memiliki hubungan darah yang erat.
Tisar Nikolas II memimpin kekaisaran Rusia, Raja George V memimpin Inggris, sementara Kaisar Wilhelm II memimpin kekaisaran Jerman. Mereka bertiga adalah sepupu semua cucu dari Ratu Victoria.
Meskipun mereka memiliki ikatan keluarga yang kuat, hubungan mereka tidak pernah sepenuhnya harmonis terutama karena masing-masing memimpin negara dengan kepentingan yang berbeda. Pembunuhan terhadap Franz Ferdinand, pewaris tahta Austria-Hungaria, dianggap oleh Kaisar Wilhelm II sebagai ancaman serius dan serangan langsung terhadap harmonis.
Kaisar Wilhelm II memiliki hubungan yang sangat erat dengan Franz Ferdinand. Keduanya sering berburu bersama di hutan, menikmati kebersamaan yang mendalam di luar urusan politik. Bagi Kaisar Wilhelm, kematian Franz Ferdinand bukan hanya sebuah tragedi pribadi,
tetapi juga sebuah pelanggaran terhadap sesuatu yang ia anggap keramat atau kehormatan monarki dan kedudukan kerajaan itu sendiri. Saat itu, Kaisar Wilhelm bersama para jenderal dan duta besarnya, Batman Hallweg, sepakat bahwa Jerman tidak boleh lepas.
lepas tangan dalam menghadapi peristiwa pembunuhan di Sarajevo. Dalam kesempatan ini, Kekaisaran Jerman akan menunjukkan kekuatannya di Eropa. Maka dari itu, Kekaisaran Jerman memberi dukungan penuh kepada Kekaisaran Austria-Hungaria untuk menginvasi Serbia dan juga sebagai langkah untuk memperkuat posisi mereka di kawasan Balkan dan membalas atas pembunuhan Franz Ferdinand.
Dalam ancaman perang yang semakin mendekat ini, Kaisar Wilhelm II membatalkan rencananya untuk menikmati liburan musim panas di tanggal 6 Juli 1914 dengan kapalnya, sebuah kapal dengan bobot 1.800 ton dan panjang 120 meter.
Saat itu Kaisar Wilhelm sangat percaya diri bahwa ketegangan ini tidak akan menyebar luas. Bahkan dia menganggap bahwa peperangan yang akan terjadi akan selesai dalam seminggu. Itu karena Kekaisaran Wilhelm beranggapan bahwa sepupunya Tisar Nikolas tidak akan ikut berperang karena Kekaisaran Rusia tidak punya persiapan dan sekutunya Perancis tidak memiliki senjata berat.
Kemudian kita memasuki tanggal 20 Juli 1914 Presiden Republik Perancis Raymond Poincar tiba di Rusia Raymond seorang Republikan yang sukuler tidak punya masalah dalam mendukung pemerintahan monarki dan menyanjung pria taat beragama seperti Kaisar Nicholas II Kunjungan ini sudah lama direncanakan Namun dengan adanya ketegangan ini maka waktunya sangat tepat Raymond ingin memastikan kokompas
aliansi dan bantuan kesiapan militer Rusia. Saat itu, Raymond mengeluarkan pernyataan bahwa ketegangan yang terjadi harus dibatasi untuk tetap berada di Serbia, yang artinya pertempuran atau eskalasi yang akan terjadi tidak meluas ke negara lain atau kawasan lain di Eropa. Dengan kata lain, ada upaya untuk menjaga agar konflik tersebut tetap
terbatas pada wilayah Serbia dan tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas yang melibatkan banyak negara. Setelah membahas aliansi dan konflik yang akan terjadi, Raymond kembali ke Paris dan pemerintahan mulai membatalkan semua cuti para pejabat militer dan memanggil semua para jenderal kembali dari liburan mereka.
Di musim panas ini, banyak orang-orang kaya menikmati liburan di pantai seolah-olah mengabaikan tragedi yang terjadi di Sarajevo. Namun di saat mereka bersenang-senang, mereka tidak menyadari bahwa Eropa terus bergerak ke arah perang besar yang tidak bisa dihindari.
Pada tanggal 23 Juli 1914, pemerintah di Vienna mengirimkan ultimatum kepada ibu kota Serbia, yaitu kota Belgrade, yang berisi tuntutan untuk mengizinkan pengiriman polisi kerajaan untuk melakukan penyelidikan di wilayah Serbia. Namun Serbia menanggapi dengan tegas, menyatakan bahwa Serbia bukanlah provinsi dari kekaisaran Austria-Hungaria.
tanggapan ini membuat kekaisaran Austria-Hungaria marah maka dari itu kekaisaran Austria-Hungaria mengultimatum ke Serbia dan itu artinya perang tidak hanya antara dua negara tetapi melibatkan seluruh dunia melihat berita ultimatum tersebut membuat Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson seorang demokrat yang pada saat itu berusia 48 tahun merupakan
Seorang cendikiawan yang cinta damai dan melihat ketegangan di Eropa, dia tetap ingin kenetralan Amerika. Dia berkata bahwa Woodrow Wilson ingin tetap membuat Amerika Serikat jauh dari perang Eropa.
Sementara itu, di Kanada, ancaman perang menjadi topik utama di hampir semua media. Dan Perdana Menteri Inggris, Herbert Ashcraft, juga sangat khawatir tentang kemungkinan meluasnya konflik yang dampaknya sulit diprediksi. Ia bahkan mengungkapkan kekhawatirannya dengan berkata bahwa Eropa sedang menuju kiamat.
Setelah ultimatum tersebut ditolak, Kekaisaran Austria-Hungaria mulai menyatakan perang terhadap Serbia. Maka dari itu, pada tanggal 28 Juli 1914, artileri Kekaisaran Austria-Hungaria, yaitu Skoda 305 mm model 1911, mulai menggempur habis-habisan kota Belgrade, ibu kota Serbia.
Mengetahui serangan Kekaisaran Austria-Hungaria membuat Kekaisaran Rusia sebagai sekutu Serbia tak bisa berdiam diri Maka dari itu Kekaisaran Rusia mengirim pasukannya ke perbatasan Austria-Hungaria
Mengetahui pergerakan pasukan kekaisaran Rusia ke perbatasan Austria-Hungaria Membuat Kaisar Wilhelm II di Jerman merasa geram terhadap langkah Rusia ini Maka dari itu pada tanggal 30 Juli 1914 Kaisar Wilhelm mengeluarkan ultimatum kepada sekupunya Kisar Nikolas II Untuk menarik pasukannya dari perbatasan Austria-Hungaria
Setelah menerima ultimatum dari Kaisar Wilhelm II, Kaisar Nicholas II memilih untuk merespon dengan manuver diplomatik. Ia mengirim pesan bukan sebagai bentuk ultimatum kepada sepupunya sekaligus sekutunya, Raja George V dari Inggris.
Dalam pesan tersebut, Nicholas menyatakan bahwa langkah kekaisaran Austria-Hungaria adalah tindakan yang nekat dan berbahaya yang berpotensi dengan cepat berkembang menjadi perang besar di seluruh Eropa. Kaisar Wilhelm II yang tidak menerima balasan terhadap ultimatumnya kepada kisar Nicholas II semakin bersih keras untuk mengambil tindakan. Dia berbicara tentang menjaga perdamaian, namun di sekelilingnya
para pemimpin militer dan industrialis mendesak untuk mendeklarasikan perang sekaligus menyalahkan Rusia atas keterlibatannya yang dianggap sebagai campur tangan dalam konflik ini sehingga memperburuk ketegangan di Eropa dan pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mulai menyatakan perang terhadap Rusia
Ini pasukan muda Jerman mulai menerima perlengkapan tumpur mereka Dari footage ini terlihat mereka diberikan bayonet kecil, helm baja, dan simbol kebanggaan tentara Jerman Dengan perlengkapan tersebut semangat mereka terlihat tinggi
penuh kebanggaan sebagai bagian dari pasukan kekaisaran namun dibalik kebahagiaan itu mereka belum menyadari kenyataan pahit yang menanti medan perang bukanlah tempat kemuliaan semata melainkan arena brutal yang penuh dengan horror dan penderitaan yang tak terbayangkan
Sementara itu, di Rusia, sebelum melancarkan serangan besar, pasukan mereka mulai dengan menyanyikan lagu-lagu kerajaan. Nyanyian tersebut menggema sebagai bentuk penghormatan kepada Tisar Nikolas II dan juga merupakan simbol semangat nasional yang mengobarkan jiwa para prajuri. Tisar Nikolas II
Terima kasih telah menonton!
Di tengah ketegangan yang melanda Eropa, warga Paris tetap menjalani hari-hari mereka dengan santai. Banyak dari mereka yang menunggu kedatangan Tour de France atau para pemain pembalap sepeda di garis finis. Perlombaan ini telah dimulai pada hari yang sama dengan pembunuhan Franz Ferdinand.
Sebulan sebelumnya, para pembalap tersebut menempuh jarak sejauh 3.400 mil dan akhirnya mereka mulai mendekati garis finis dan pemenangnya adalah orang Belgia, Philiptis dari tim Peugeot. Sejenak kita kembali beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 31 Juli 1914, warga Perancis terutama di sebuah pasar bernama Lieles dikejutkan tentang pembunuhan Jean Jaurès.
Pembunuhan tersebut dilakukan oleh kelompok ultranasional pendukung perang. Seperti yang sudah kita bahas di awal, bahwa Jean Jaures memainkan peran penting dalam upaya mencegah perang. Dia yang merupakan seorang sosialis dan pemimpin politik Perancis. Jaures dikenal karena perjuangannya untuk perdamaian dan anti perang.
Sebelum pembunuhan ini, ia berusaha keras untuk menghindari pecahnya perang besar Terutama dengan mengavokasi solidaritas internasional di kalangan pekerja dan menentang perang imperialistik Yang artinya, Jan Jauras berusaha mencegah perang besar dengan mengajak pekerja di seluruh dunia untuk bersatu Dan menentang perang yang hanya menguntungkan penguasa
Pada tanggal 2 Agustus 1914, perintah untuk mobilisasi massal diumumkan dan dipajang di seluruh penjuru Perancis. Louis Maurice, seorang mahasiswa kedokteran pada masa itu, menggambarkan suasana di negaranya yang berubah drastis.
Banyak warga Perancis yang sedang menikmati liburan musim panas mulai bertanya-tanya tentang arti mobilisasi massal tersebut dan kekhawatiran mereka mulai muncul dan disertai pertanyaan apakah Perancis benar-benar akan terlibat dalam perang besar yang sedang berkobar di Eropa.
Namun pada tanggal 3 Agustus 1914, kekhawatiran warga Perancis menjadi lebih jelas. Warga Perancis mulai memahami bahwa Jerman akan segera menyatakan perang terhadap Perancis. Itu disebabkan karena Perancis adalah sekutu kekaisaran Rusia.
Di hari yang sama, pemakaman Jan Jauras mulai dilakukan. Sekaligus terkuburnya semua harapan akan perdamaian. Dan kini para pekerja di Perancis, Jerman, dan Rusia mulai dijadikan sebagai militer untuk mempertahankan tanah air masing-masing.
Presiden Raymond Poinker secara resmi menyatukan seluruh bangsa melalui konsep Secret Union. Ini adalah inisiatif untuk menciptakan persatuan nasional dengan mengesampingkan perbedaan politik, sosial, dan agama, guna menghadapi ancaman eksternal, yaitu Perang Dunia Kesatu.
Kemudian Perancis mengandalkan kekuatan dari koloni-koloninya untuk memperkuat pasukannya, yaitu pasukan dari Al-Jazair dan Dakar yang terdiri dari pribumi dan anggota legion asing. Mereka berangkat menuju Perancis.
Di perkampungan di pinggiran Paris, kita kembali lagi ke keluarga Rennes Ferrari yang awalnya penuh dengan kebahagiaan. Kini mereka harus berhadapan dengan realita perang. Suasana yang sebelumnya dipenuhi tawa dan kedamaian, kini berubah menjadi ketegangan dan kecemasan. Apalagi Rennes terpaksa menjadi prajurit Perancis.
Karena bagi orang Perancis saat itu, pria berusia 20 hingga 48 tahun diwajibkan untuk bergabung dengan pasukan berperang demi mempertahankan tanah air. Dengan hati yang berat, dia harus mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga tercinta, meninggalkan rumah yang dulunya penuh dengan kebahagiaan dan memasuki medan perang yang penuh dengan ketidak kepastian. Istirahat Jack Whelan percaya bahwa suaminya akan kembali.
kembali sebelum mawar yang ia tanam dipenuhi semak. Begitu juga para pasukan yang berasal dari kalangan petani ini sangat berharap mereka bisa mempertahankan negaranya sebelum musim panen berakhir.
Sementara itu, di hari yang sama, pasukan kekaisaran Jerman sudah bersiap untuk melakukan penyerangan dengan nama strategi Sliven sesuai dengan nama Jenderal Jerman, yaitu Alfred von Sliven. Sebagai bagian dari strategi ini, pasukan kekaisaran Jerman akan memasuki Luxemburg dan meratakan Belgia. Dan setelah menunggu perintah penyerangan, akhirnya penyerangan pun dimulai.
Dalam serangan yang berlangsung cepat dan intens, pasukan Jerman berhasil meraih beberapa kemenangan dalam waktu singkat. Strategis Wiffen terbukti sangat efektif, memungkinkan Jerman melintasi Lusenberg dan bersiap merebut Belgia sebelum kekaisaran Rusia menyerang Jerman dari front timur yang akan memaksa Jerman untuk berperang di dua front.
Saat itu, Belgia merupakan negara netral setelah kekalahan Napoleon. Namun pada saat ini, Kekaisaran Jerman akan melancarkan serangan secara penuh terhadap Belgia. Mengetahui pergerakan Kekaisaran Jerman yang akan menyerang Belgia, membuat Inggris-Prancis mulai cemas karena Belgia merupakan penyangga antara
Inggris, Perancis, dan Jerman maka dari itu rencana kekaisaran Jerman yang ingin menginvasi Belgia membuat Inggris marah dan akhirnya Inggris menyatakan perang terhadap kekaisaran Jerman
Pada tanggal 4 Agustus 1914, di balkon istana Buckingham, Raja George V mengungkapkan dengan penuh emosi. Ia mengatakan bahwa ini adalah hujian yang berat, sebuah kegelapan yang menyelimuti dunia. Namun ini bukanlah kesalahan Inggris. Inggris akan berdiri tuguh dan kegelapan ini akan berakhir.
akan segera berakhir sementara itu di Jerman setelah Inggris menyatakan perang terhadap kekaisaran Jerman komandan tertinggi Jerman mulai mempertimbangkan tentang pergerakan Inggris ia memperhitung bahwa Inggris tidak akan punya waktu mencapai benua mereka akan merebut Belgia sebelum pasukan Inggris mencapai benua ini
Sementara itu di sisi lain, di Belgia, pasukan mulai bersiaga menghadapi serangan kekaisaran Jerman yang semakin mendekat. Raja Belgia, Albert I, dengan tegas menyatakan bahwa negara yang mempertahankan diri tidak akan lenyap. Belgia memiliki kereta baja dan sistem pertahanan yang kokoh untuk melindungi kota-kotanya. Maka dari itu, ketika pasukan Jerman melancarkan serangan, mereka digujudkan oleh perlawanan.
Jangan lupa like, share, dan subscribe ya!
Setelah melancarkan serangan dengan Meriam Krupp, benteng pertahanan Belgia pun kini telah porak-poranda. Melihat Belgia dalam ambang kekalahan, Belgia langsung mengambil tindakan yang membuat Jerman tergejut lagi, di mana pasukan Belgia yang tersisa dengan cepat menghancurkan jalur rel kereta api dengan cara menabrakan lokomotif-lokomotif mereka satu sama lain agar kekaisaran Jerman kesulitan mendapat pasokan dan pasukan tambahan.
Melihat rel kereta api yang telah hancur, mau tak mau kekaisaran Jerman harus memperbaiki rel tersebut, walaupun mereka harus kehilangan banyak waktu untuk merebut semua tanah Belgia. Kisah-kisah yang terjadi di Jerman
Di saat Jerman masih tertahan di Belgia, di sisi lain ternyata kekaisaran Rusia telah bersiap untuk menyerang kekaisaran Jerman di bagian timur. Langkah Rusia ini membuat kekaisaran Austria-Hungaria yang seharusnya menghajar Serbia dalam seminggu menjadi tertahan.
Namun sebelum Rusia mencapai keperbatasan kekaisaran Austria-Hungaria untuk menyerang, kekaisaran Austria-Hungaria telah melancarkan serangan dasyat ke Serbia sejak tanggal 28 Juli 1914. Meskipun pasukan kekaisaran Austria-Hungaria melakukan serangan dasyat, Serbia terbukti sebagai pejuang yang tangguh. Pasukan Serbia melakukan perlawanan sengit dan berhasil menahan sebagian besar serangan pada tahap
Selama pertempuran tersebut, diperkirakan kekaisaran Austria-Hungaria kehilangan sekitar 25 ribu prajurit. Sementara itu, Serbia juga mengalami kerugian besar, meskipun mereka tetap mampu mempertahankan sebagian wilayah mereka. Dan kini Serbia merayakan kemenangan sementara. Musik
Sementara itu, armada angkatan laut terbesar di dunia bersiap untuk beraksi dan pasukan Inggris mulai bergerak maju. Dan di London, sebagai menteri yang muda, Winston Churchill berdiri di depan rakyatnya dan mengungkapkan bahwa Inggris Raya tidak memiliki cadangan militer. Maka dari itu, Inggris Raya membutuhkan relawan perang untuk mengisi barisan pertahanan.
Sebagai langkah konkret, poster ikonik yang menggambarkan marsekal lapangan Kissinger dengan tulisan Negaramu, Membutuhkanmu Poster ini digunakan oleh para perwira militer untuk merekrut tentara dengan kata-kata yang langsung menyentuh hati Dan juga poster ini memotivasi banyak pria muda Inggris untuk bergabung dengan tentara dan melawan ancaman Jerman dalam perang dunia ini
Berkat seruan perekrutan yang efektif, ditambah dengan semangat nasionalisme yang tinggi, jumlah pasukan Inggris semakin meningkat pesat. Yang awalnya pasukan Inggris berjumlah 100 ribu orang, kini pasukannya berkembang menjadi 1 juta orang.
Sebelum menuju medan perang, relawan-relawan ini dikumpulkan untuk berdoa bersama. Mereka memohon keselamatan dan menjaga kekuatan, karena bukan hanya medan perang yang ganas menanti mereka, tetapi juga lautan luas yang harus mereka seberangi. Sebuah
yang penuh dengan ancaman. Mereka sadar di hadapan mereka terbentang perairan yang berbahaya dengan gelombang yang menggulung dan kapal-kapal musuh yang siap mengintai. Kemudian para relawan dan beberapa kuda mulai diperangkatkan
Dan di momen ini, seorang penulis novel terkenal, Mikhail Morpurgo, mendapatkan inspirasi mendalam saat melihat ratusan ribu relawan melangkah maju. Gambar ini adalah tentang keberanian dan pengorbanan mereka yang tak kenal takut menghadapi pertempuran. Dan ini membangkitkan imajinasi Mikhail Morpurgo. Dalam pikirannya, dia terbayang akan kisah pertempuran epik seperti dalam Odisei dengan Joy, seekor kuda perang.
yang menjadi simbol keteguhan dan kestiaan di tengah kengerian peperangan. Inilah cikal bakal cerita tentang ikatan antara manusia dan kuda yang kemudian diabadikan dalam novel yang kini karya Mikhail Morpurgo menjadi legendaris. Bahkan novelnya telah menjadi film papan atas di masa itu dengan judul War Horse.
Dengan data yang kurang lengkap, diperkirakan 130.000 hingga 150.000 kuda dari Australia dan Selandia Baru bergabung dalam pasukan Inggris untuk menderita dan tewas layaknya sebagai prajurit tempur. Kebanyakan dari kuda-kuda ini tidak terbiasa memakai plana, sehingga pasukan ini sulit untuk mengendalikan kuda-kuda ini. Kuda-kuda ini tidak terbiasa memakai plana, sehingga pasukan ini sulit untuk mengendalikan kuda-kuda ini.
Sementara itu, Perancis yang melihat kemajuan pasukan kekaisaran Jerman di Belgia semakin cepat membuat Perancis harus mengambil tindakan. Maka dari itu, Perancis menyusun rencana penyerangan di mana mereka telah menyusun strategi dengan nama Strategi 17. Strategi ini akan mengambil ahli wilayah Alsace dan Lorenz lalu bergerak ke Berlin. Namun target pertama mereka adalah Milhus di Alsace.
Singkat ceritanya, pada tanggal 7 Agustus 1914, Perancis berhasil mengambil ahli milhius dan Perancis melakukan parade kemenangan. Namun kemenangan ini dengan cepat masuk ke dalam berita yang menampilkan murid sekolah yang membawa bunga dan baju tradisional Azaz.
Saat itu pasukan infantry Perancis terdiri dari batalion yang besar layaknya seperti zaman Napoleon dengan seragam yang tidak cocok untuk perang modern dengan celana merah yang menyolok dan juga tanpa helm. Bukan itu saja, pasukan ini juga dibaluti dengan pakaian wall tebal yang membuat kebanyakan pasukan tercekik oleh panasnya bulan Agustus.
Ditambah lagi dengan mereka yang harus membawa tas berat dan senapan label yang terkenal dengan berat 5 kilo. Label tersebut layaknya Mauser Jerman dan Lee Evel Inggris yang memiliki daya tembak yang belum diketahui. Senapan ini bisa ditembakkan berulang dengan jarak 1200 kaki atau kurang lebih 400 meter sehingga membuatnya menjadi senjata kuno yang sadis dengan tambahan bayonet untuk jarak dekat. Namun taktik kuno ini tetap
dilanjutkan di Akademi Militer dan dibayar dengan ratusan ribu nyawa manusia. Tiga hari setelah rekaman ini dibuat, pasukan Perancis dipukul mundur dari Milhius akibat serangan balik pasukan Jerman. Dalam pertempuran tersebut, senapan mesin Jerman juga ditembakkan ke arah warga setempat yang dituduh melakukan perlawanan terhadap prajurit Kaisar. Taktik
keras seperti ini juga diterapkan oleh Jerman di Belgia memperkuat reputasi brutal mereka di kawasan yang diduduki. Saat itu Jerman juga takut terhadap keberadaan seni perlokal yang semakin memperburuk
hubungan pasukan Jerman dan warga Belgia. Hal ini membuat tingkat kepercayaan pasukan kekaisaran Jerman terhadap penduduk setempat menjadi naik turun dan siapapun yang dicurigai sebagai seni perlokal akan langsung dieksekusi mati di tempat.
Setelah menguasai wilayah Belgia, pasukan kekaisaran Jerman mulai memanfaatkan waktu luang mereka dengan berpesta. Alkohol menjadi bagian penting dari hiburan mereka dan suasana mabuk seringkali mengarah pada tindakan yang brutal, salah satunya pemerintah.
dan hal itu membuat penduduk lokal harus berusaha melarikan diri ke tempat yang aman sementara itu laporan tentang tindakan brutal pasukan kekaisaran Jerman termasuk pemerintahan dan kejahatan lainnya menyebar luas Belgia Perancis dan Inggris menuduh pasukan kekaisaran Jerman yang mereka sebut dengan kata Hun melakukan kejahatan yang mengerikan dan hal itu semakin memperburukkan
citra mereka di mata dunia kemudian kita memasuki tanggal 20 Agustus 1914 General Van Molsky menduduki kota Brussels saat itu General Van Molsky menyatakan bahwa pergerakan mereka ke Belgia memanglah agak brutal tetapi mereka berjuang untuk hidup dan siapapun yang menghalangi mereka harus menanggung akibatnya
Ini pasukan kekaisaran Jerman mulai menghancurkan Leuven, sebuah monumen bersejarah di Belgia.
Kota ini dikenal sebagai Oxfordnya Belgia, namun pasukan kekaisaran Jerman membakar Universitas Abad Pertengahannya beserta perpustakaan yang bersejarah. Setelah tiga minggu pertempuran, laporan-laporan yang diterima menggambarkan kebencian yang begitu mendalam hingga sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Sementara di bagian timur, situasi semakin rumit bagi Kekaisaran Jerman bertentangan dengan rencana strategi mereka Pasukan Kekaisaran Rusia berhasil melintasi perbatasan dan memasuki wilayah Prusia Timur
Invasi ini memicu gelombang pengusiran besar-besaran dengan ratusan warga Jerman meninggalkan rumah mereka dalam kepanikan untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih aman. Dan para pengungsi ini menyebut bahwa kekaisaran Rusia sebagai mesin penggilas.
Pada tanggal 22 Agustus 1914, Kaisar Wilhelm II mulai merasa terjebak di antara rasa takut dan semangat perang yang semakin membara. Ketakutannya semakin mendalam ketika ia meyakini bahwa Inggris, Perancis, dan Kekaisaran Rusia telah bersekutu untuk memusnahkan Kekaisaran Jerman. Namun dibalik rasa cemas itu, kepercayaan.
Percayaan diri Jerman tetap kokoh. Kemenangan besar di Mons dan Charleroi yang berhasil menawan ribuan tahanan perang. Bahkan pada tanggal ini saja, 27 ribu prajurit Perancis tergunuh. Hal ini memberikan bukti nyata superioritas mereka di medan perang. Dan di tengah ancaman koalisi besar kekuatan Eropa, Jerman merasa bahwa kemenangan awal ini adalah pertanda baik bagi ambisi mereka untuk mendominasi jalannya Perancis.
Kemudian Kaisar Wilhelm II berkata kepada rakyatnya. Kita akan berjuang sampai ke akhir dari manusia dan roh. Dan kita akan berjuang juga terhadap dunia dari musuh. Tidak pernah Dekatkan Jepang, karena itu berakhir.
Ini pasukan kekaisaran Jerman terus bergerak maju menuju Paris dan membawa tekanan besar bagi pertahanan Perancis Meskipun pergerakan mereka sempat tertunda, namun strategi yang dipimpin oleh General Alfred von Schlieffen berhasil memberikan hasil yang sangat signifikan
Mengetahui pasukan kekaisaran Jerman telah berhasil menembus pertahanan dan masih bergerak menuju Paris, membuat Presiden Perancis terpaksa melarikan diri dari ibu kota, meninggalkan Paris dalam ketidak kepastian. Dan sekarang pasukan kekaisaran Jerman hanya berjarak 30 mil dari jantung kota Paris. Dan hal ini memperlihatkan ancaman nyata bagi kemenangan mereka di front barat. Ini
Baru permulaan, perjalanan yang penuh ketegangan dan darah baru saja dimulai Jerman semakin mendekati Paris dan dunia sedang menunggu untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya Keberanian, kekejaman, dan ketidak kepastian akan menguji setiap pihak Sementara itu, kekuatan besar Eropa berhadapan dengan takdir yang sulit diprediksi
Kita telah menyaksikan langkah pertama pasukan Jerman, tetapi apa yang terjadi ketika sekutu merespon lebih keras? Akankah mereka mampu mengembalikan keadaan? Atau akankah Jerman benar-benar mendominasi? Semua itu masih menjadi tanda tanya besar yang akan terungkap di episode berikutnya.
Bagaimana menurut kalian tentang langkah-langkah yang diambil Jerman sejauh ini? Akankah mereka berhasil meraih kemenangan? Atau adakah kejutan besar yang menanti di depan? Jangan lewatkan episode 2, karena kita akan menggali lebih dalam lagi, menjelajahi pertempuran yang semakin intens dan menyaksikan bagaimana dunia akan mengingat Perang Dunia Pertama.
Terima kasih.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Satélites Landsat
Universidad Abierta Para Adultos - UAPA · English

【ENG DUB】Pregnant With The Dragon King's Baby: She Was Betrayed Before She Found Out 😱👑
AR ScreenVerse · Romanian

我每個月花$0供美國百萬新家
Terry Chen 泰瑞 · English

Wawancara UMKM Seblak Sultan🔥: Usaha Kecil, Untung Maksimal!😍💰
TIA NANDA · English

MERDEKA BELAJAR | TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PART 2 | BAHASA INDONESIA KELAS VIII | BELAJAR ONLINE
Belajar Online · Indonesian

23 de junho de 2026
Thales Starling · English

¿Qué es una SUBESTACIÓN ELÉCTRICA? ¿Para qué sirve? ⚡ Sígueme la Corriente
Sígueme la Corriente · Spanish

Materi Biologi: Virus | Pengertian & Sejarah Penemuan Virus | Part 1
Edcent · Indonesian

If You Laugh, You're Conservative PT.404 Memes & Comedy for Republicans & Trump Supporters |MAGA
Conservative Vibes · English

Alpha Picks值不值得訂閱?
Terry Chen 泰瑞 · English

La esfericidad de La Tierra
EnFoco · Spanish

Cara Jualan Apapun Ke Siapapun
Timothy Ronald · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.