Full Transcript

·YouTLDR

Asal Usul Nusakambangan | Cerita Rakyat Jawa Tengah | Kisah Nusantara

31:07IndonesianTranscribed Jul 21, 2026
0:14

Alkisah dahulu kala ada seorang raja yang terekenal sakti mandraguna

0:21

dari Jawa Timur yang memiliki gelar Prabu Aji Pramosa.

0:57

Sang prabu berwatak keras kepala dan tak mau tunduk pada siapapun.

1:03

Bahkan kepada raja-raja dari kerajaan lain pun, dia tak mau mengalah.

1:51

Di wilayah kekuasaannya tinggalah seorang resi sakti, bernama Resi Kano.

2:42

Sang resi terkenal akan kesaktian dan kepandainnya

2:47

serta memiliki budi uhur sehingga banyak masyarakat yang menyukainya.

3:12

Mengetahui hal itu Prabu Aji Pramosa merasa sakit hati karena ada yang menandingi kesaktiannya.

3:22

Dia menganggap Sang Resi sebagai musuhnya.

3:29

Sang Prabu khawatir kelak Sang Resi akan mengancam kekuasaannya.

3:54

Hati dan pikiran Sang Prabu tak pernah tenang, dia selalu dibayang-bayangi

4:00

kekuasaannya yang runtuh dan hancur di tangan Resi itu.

4:05

Prabu Aji Pramosa berpikir bagaimana cara melenyapkan Sang Resi.

4:23

Hingga suatu hari di adakanlah rapat di istana dengan dalih untuk menyelamatkan kerajaan.

4:31

“ Para punggawa dan penasihat yang terhormat.

4:34

Terima kasih kalian semua telah hadir dirapat kali ini.

4:39

Hari ini aku akan menyampaikan sesuatu yang penting.

4:43

Kalian tahu bahwa saat ini negeri kita sedang terancam bahaya ? “

4:48

Semua orang yang hadir terkejut kebingungan mendengar perkataan dari sang Prabu,

4:54

“ Ampun, Prabu. Dengan segala hormat hamba !

4:57

Apa maksud dari perkataan baginda prabu ? Hamba belum begitu paham !”

5:05

" Aku memaklumi jika kalian kebingungan.

5:08

Akan tetapi hal ini sebenarnya sudah lama terjadi.

5:13

Dan aku menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya !”

5:17

“ Ampun baginda Raja !

5:19

Lantas bahaya seperti apa yang mengancam negeri kita ini ? “

5:23

“ Dengarkan baik baik.

5:24

Sumber bahaya ini memang tak nampak.

5:28

Akan tetapi pengaruhnya sungguh mengerikan.

5:31

Bahaya itu adalah Resi Kano !”

5:36

Mungkin dimata semua orang dia terlihat orang yang baik dan berbudi luhur.

5:41

Akan tetapi tingkah laku dan pikirannya akan menggerogoti negeri kita.

5:46

Oleh karena itu, dia harus diusir dari negeri kita.

5:50

Jika perlu harus di lenyapkan dari muka bumi ini.”

5:54

Mendengar titah dari Sang Prabu semua orang yang hadir terdiam sejenak,

5:59

antara percaya dan tidak dengan apa yang baru saja mereka dengar.

6:04

“ Apakah kalian semua ingin melihat keluarga kalian

6:07

dan tempat tinggal kalian hancur di tangan resi itu ?”

6:10

Ucapan dari sang Prabu membuat para Punggawa itu sepakat untuk mengusir Resi Kano.

6:18

Saat itu juga mereka semua menyusun cara bagaimana melenyapkan Sang Resi.

6:24

Sementara itu Prabu Aji Pramosa tersenyum puas karena semua orang telah termakan hasutannya

6:31

serta merasa senang karena keinginannya segera terwujud.

6:45

“ Guru… Guru…Guru…

6:47

Ada hal penting yang ingin kusampaikan !

6:51

Gawat guru....! “

6:53

“ Tenanglah.... Tenangkan dirimu, apa yang ingin kamu sampaikan ?”

7:02

“ Jadi begini guru,

7:06

saya mendengar sebuah kabar buruk !”

7:08

“ Kabar buruk ? Kabar apa itu ?

7:10

Sehingga membuatmu tergopoh-gopoh seperti itu. “

7:14

“ Ja…ja… Jadi guru... Aku mendapat kabar,

7:17

bahwa pihak istana akan mengusir guru dari negeri ini. “

7:21

“ Hah… mengusirku ?

7:23

Atas dasar apa Sang Prabu memutuskan hal itu ?

7:27

Apakah aku telah melakukan kesalahan yang begitu berat ?”

7:31

“ Tak hanya mengusir, bahkan Sang Prabu sepertinya juga ingin menghabisi guru !”

7:37

Sang Resi terdiam mendengar kabar itu dari muridnya.

7:40

Sambil memikirkan kesalahan apa hingga membuat pihak istana begitu marah.

7:47

“ Mungkin saat ini yang perlu kita lakukan adalah lari meninggalkan tempat ini guru.

7:52

Hanya itu yang bisa dilakukan.

7:54

Karena Prabu Aji Pramosa tak pernah main-main dengan keputusannya !”

7:57

“ Kalau begitu ayo kita pergi !”

8:00

“ Tidak guru ! Aku akan di sini untuk menghambat mereka. “

8:05

“ Baiklah, jaga dirimu. Nanti segera susul aku ke selatan. “

8:12

“ Ampun baginda raja,

8:13

hamba mau melaporkan hal penting !”

8:16

“ Apakah itu ?”

8:17

“ Mohon ampun Baginda Raja,

8:20

Saya menerima kabar bahwa Resi Kano

8:23

telah melarikan diri pergi dari kerajaan kita !”

8:25

“ Apa....? Biadap..!!!

8:28

Hahhhh!!!!!

8:28

Bagaimana itu bisa terjadi ?”

8:31

“ Hamba !

8:32

“ Hamba tidak tahu baginda raja !”

8:34

“ Aku tak peduli. Sekarang kejar Resi keparat itu.

8:37

Tangkap dia !

8:39

Dia bersalah karena meninggalkan kerajaan tanpa seijinku ! ”

8:43

“ Baik baginda raja !”

8:48

Berita kepergian Resi Kano segera diketahui oleh Prabu Aji Pramosa.

8:55

Sang Raja begitu murka karena rencana yang telah dia susun terancam berantakan.

9:09

Dengan memantapkan hati Resi Kano akhirnya memilih pergi meninggalkan kerajaan.

9:15

Perasaan benci memenuhi hati Sang Resi atas keserakahan dan kezaliman Sang Raja.

9:23

Berangkatlah rombongan Prabu Aji Pramosa menuju tempat Resi Kano berada.

9:29

Akan tetapi sang Resi telah pergi terlebih dahulu.

9:33

Di tempat itu sang Prabu hanya bertemu dengan murid Resi Kano.

9:38

Karena orang yang di carinya tak ada Sang Prabu murka dan melampiaskan kepada Sang Murid.

9:52

Dengan sekuat tenaga sang murid menghadapi Sang Prabu beserta rombongannya.

12:38

Setelah mengalahkan murid Resi Kano sang Prabu melanjutkan pencarian.

13:30

Sang Resi meninggalkan Kerajaan Kediri dengan perasaan sedih,

13:35

benci dan dendam kepada Aji Pramosa.

13:43

Dia mengubah wujudnya menjadi berbagai hewan agar tidak meninggalkan jejak.

14:36

Resi Kano menuju ke arah pantai selatan Pulau Jawa.

14:40

Melewati semak belukar,

14:44

naik turun gunung serta menembus hutan belantara tanpa mengenal lelah.

16:01

Akhirnya Resi Kano sampai di dekat Cilacap.

16:48

Sang Resi memilih tempat yang sunyi dan sulit di jangkau oleh manusia.

16:53

Dia kemudian bertapa di tempat itu.

16:56

Memohon keadilan tuhan atas nasib yang di alaminya.

17:19

Selama perjalanan pencarian,

17:22

rombongan sang Prabu beberapa kali tersesat.

18:07

Akan tetapi berkat kegigihan Sang Prabu.

18:11

Dia berhasil menemukan tempat pertapaan dari Sang Resi.

18:15

Sang Prabu bersembunyi, mengamati dari kejauhan bersama para pengawalnya.

18:22

“ Lihatlah, disana Resi itu bertapa.

18:25

Kepung dia ! Jangan sampai kabur lagi.

18:27

Aku yang akan menghabisinya dari belakang !. “

18:30

Para punggawa menganggukan kepala tanda mengerti,

19:13

Prabu Aji Pramosa mendekat pelan-pelan ke tempat Resi Kano.

19:35

Saat Sang Prabu telah berada di dekat Sang Resi,

19:39

Prabu Aji segera menghujam Resi Kano dari belakang.

20:00

Namun hal luar biasa terjadi, seketika itu raga dari Sang Resi lenyap.

20:16

Tak berapa lama terdengar suara gemuruh dan angin ribut

20:20

yang membuat seluruh bulu kuduk Prabu Aji Pramosa dan para punggawanya berdiri.

21:05

Akan tetapi Prabu Aji Pramosa dapat mengatasi keadaan itu berkat mantra dan kesaktian yang dimilikinya.

22:02

Setelah keadaan menjadi tenang.

22:04

Tiba-tiba muncul naga raksasa, mendesis-desis seakan hendak menelan Sang Prabu.

22:40

Kedahsyatan naga itu mengakibatkan ombak laut semakin besar.

22:44

Bergulung- gulung laksana badai.

22:50

Ombak tinggi menghantam pantai.

22:53

Hal itu membuat penghuni lautan berupa penyu-penyu bermunculan dan terdampar di sekitar Teluk Cilacap.

23:01

Oleh karena itu teluk tersebut kini dikenal dengan nama Teluk Penyu.

23:08

Prabu Aji Pramosa keheranan melihat kejadian itu.

23:13

Sang naga tampak tak suka dengan kehadiran Sang Prabu.

23:17

Sang Naga terus mengamuk, para rombongan Prabu berhamburan menyelamatkan diri.

24:13

Melihat keadaan sudah kacau Sang Prabu mengeluarkan senjata panahnya,

24:18

dengan kekuatan penuh dia melepaskan anak panahnya.

24:23

anak panah itu tepat mengenai perut Naga Raksasa.

24:40

Akibat terkena serangan dahsyat itu, seketika sang naga tewas

24:45

dan hanyut tertelan ombak laut selatan.

25:12

Sesaat kemudian, muncullah seorang putri cantik dari arah timur

25:17

atau tepatnya dari seberang pulau.

25:20

Putri itu memanggil Sang Prabu .

25:27

“ Prabu Aji Pramosa ! Ketahuilah, aku adalah Dewi Wasowati.

25:34

Aku berada di tempat ini karena di kutuk oleh Mahakuasa.

25:39

berkat jasamu aku telah kembali menjadi manusia.

25:44

Sebagai balas budiku. Aku persembahkan cangkok kembang Wijayakusuma.

25:55

Benda ini tak mungkin di temukan di alam biasa.

26:00

Barang siapa memiliki cangkok ini, dia akan menurunkan raja-raja berkuasa di tanah Jawa,

26:08

terimalah persembahanku ini !”

26:12

Mendengar ucapan sang putri, gembiralah hati Prabu Aji Pramosa.

26:17

Hatinya berdebar-debar karena riangnya.

26:20

Dengan aji mantranya, Sang Prabu mengerahkan segala kemampuan

26:25

dan kekuatannya untuk mengarungi samudra.

26:29

Dia ingin segera menemui Dewi Wasowati untuk menerima cangkok kembang Wijayakuma.

26:36

Sesampainya di tempat Dewi, Sang Prabu pun menghadap kepada Dewi Wasowati.

26:46

“ Berdirilah wahai sang prabu.

26:48

Tak pantas jika orang yang telah menyelamatkanku bersimpuh di hadapanku !”

26:53

“ Baik dewi, terimakasih.

26:56

Sungguh kehormatan bagiku, bisa bertemu denganmu Dewi. “

27:00

“ Wahai Sang Prabu. Engkau telah menjadi saksi,

27:03

ketahuilah bahwa pegunungan dan karang ini terpisah dari Pulau Jawa.

27:09

Karang ini akan kuberi nama Nusa yang berarti Pulau.

27:14

Karena di pulau ini aku menyerahkan kembang wijayakusuma,

27:19

maka kutambahkan nama Kembangan.

27:22

Suatu hari nanti kuharap pulau ini akan disebut orang dengan nama Nusa Kembangan.

27:29

“ Terima kasih Dewi !.

27:31

Baiklah pulau ini akan kami kenal dengan nama itu. “

27:35

Setelah cangkok Kembang Wijayakusuma diserahkan kepada Sang Prabu,

27:40

seketika itu lenyaplah Dewi Wasowati.

27:48

Prabu Aji Pramosa senang dan puas membayangkan kelak

27:53

dia dan keturunannya akan menjadi penguasa di Pulau Jawa selamanya.

28:19

Sang Prabu segera melompat ke atas karang yang terhampar,

28:25

dan mengayuh sekuat tenaga untuk kembali ke kerajaannya.

28:41

Saat di perjalanan itu Sang Prabu gugup dan kurang berhati-hati,

28:45

tanpa sepengetahuannya cangkok Kembang Wijayakusuma yang di bawa terjatuh

28:51

dan hanyut ditelan ombak.

29:16

Sang Prabu baru sadar ketika sampai di pantai.

29:20

dia terkejut dan murung karena tak bisa membawa Cangkok Wijayakusuma.

29:33

akhirnya dengan tangan hampa Sang Prabu pulang menuju Kediri.

29:49

Berjalan waktu terdengar kabar bahwa di atas karang pulau Nusa Kembangan tumbuh pohon aneh.

29:57

Prabu Aji Pramosa penasaran mendengar berita itu.

30:01

Sang Prabu ingin mengetahui kebenarannya.

30:04

Saat itu juga Sang Prabu bersama para pengawalnya pergi menuju Nusa Kembangan.

30:12

Sesampainya disana Sang Prabu terkejut, pohon ajaib yang di ceritakan itu tiada lain

30:19

adalah Kembang Wijayakusuma yang pernah di terimanya dulu dari Dewi Wasowati.

30:25

Daun pohon itu nampak berkilauan tertimpa sinar matahari serta halus bagaikan kain beludru,

30:32

bunga dari Kembang Wijayakusuma nampak gemerlapan.

30:36

Prabu Aji Pramosa tertegun melihatnya, dia merasa begitu menyesal karena teringat impiannya telah pupus.

30:45

Namun apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur.

30:49

Sang Prabu sadar bahwa semua itu telah di takdirkan oleh yang mahakuasa.

30:55

Akhirnya Prabu Aji Pramosa pulang kembali ke istananya.

31:00

Pulau Nusa kembangan itu akhirnya sekarang disebut Nusakambangan.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free