Kerja Berantakan? Belajar dari ELON MUSK (First Principles Thinking)
Gua tuh kemarin sempat baca-baca ya,
kenapa si Genius Elon Mas tuh kayak
manusia yang berbeda dibanding kita. Dia
bisa nge-handle enam perusahaan. Ada
Tesla, SpaceX, X, Neuralink, The Boring
Company. Dan dia emang figure yang
terkenal banget nanganin banyak bisnis
besar tapi produktivitasnya tetap tinggi
di periode ini. Bayangin waktu itu dia
ngediriin Open AI walaupun sekarang udah
keluar. Karena banyak interview yang
ngebahas tentang secretnya produktivitas
Elon Mask, gua tuh sampai cari
dokumen-dokumen rahasianya. Ingat
enggak? Waktu itu dia sempat pecat
personal assistant-nya cuma buat ngetes,
oh ternyata gua tetap bisa kerja tanpa
personal assistant. Karena Elon Mas tuh
udah kayak robot dalam dia bikin sistem
keseharian dia. Di mana mayoritas orang
Indonesia dan seluruh dunia ya ngurus
satu company aja kompleks, tapi Elonmas
bisa ngejalanin enam. Nah, akhirnya gua
rangkum semua pelajaran dan semua
rahasia-reasi dia dalam tiga kategori.
Kalian bakal belajari di video ini. Yang
pertama soal manajemen waktu, yang kedua
manajemen proses. Yang ketiga ini yang
paling penting yang jarang dibahas,
manajemen pembuatan keputusan. Tapi
sebelum gua mulai, kalian harus ngerti
satu hal yang menurut gua toxic, apalagi
untuk masyarakat Indonesia. Karena Elon
Mas itu bukan kerja keras. Dia gabungin
kerja keras sama kerja cerdas. Di mana
mayoritas orang Indonesia tuh ngalamin
yang namanya hassle pride complex. Kalau
misalnya orang kerja keras itu kaya,
tukang sayur, tukang bangunan, itu
harusnya jadi orang paling kaya. Hassle
PR Complex itu kalau lu kerja sampai
menderita, lu dianggap kuat, lu lembur,
lu dianggap loyal. Lu burn out, lu
pahlawan dari perusahaan. Bukan berapa
banyak waktu atau penderitaan yang lu
harus laluin, tapi seberapa efektif
setiap jam, setiap menit, setiap hari.
di mana 1 jam lu itu enggak setara 1 jam
orang lain, tapi 1 jam lu bisa
ngghasilin output 100 jamnya orang lain.
Karena kita bahas tentang jam atau
waktu, karena manusia cuma punya 24 jam,
kita masuk ke chapter 1. Manajemen
waktunya Elon
Mas. Kalau dia memang dia robot. Dia tuh
udah terkenal banget punya jadwal kerja
tuh kelewat padat sekitar 80 sampai 100
jam per minggu dihabisin buat kerja.
Kalau dilihat secara rata-rata global
itu du sampai tiga kali lipat kerja
orang pada umumnya. Nah, untuk dia
maksimalin setiap-nya dia itu ada
beberapa strategi yang paling terkenal.
Nomor satu itu time blocking. Kira-kira
bentuknya kayak gini. Jadi sebelum
kalian mulai hari kalian itu tuh udah
dibikin blok-bloknya. Gua ngerjain apa,
gua ngerjain apa, gua ngerjain apa. Tapi
Elon Mask itu terkenal sampai per 5
menit. Lu bayangin sehari ada berapa? 5
menit. Udah kejadwal. either meeting,
jawab, email, review desain, atau tugas
apapun itu. Dan dengan method ini karena
dia disiplin, enggak ada semenit pun
yang kebuang secara percuma. Setiap 5
menit fokusnya kejaga karena udah
didedikasiin untuk satu tugas spesifik.
Yes, manusia enggak jago multitasking.
Tapi kalau kerjaan kalian banyak, harus
diatur kayak Elon Mask. Setiap periode
tertentu harus fokus ke satu tugas.
Ekstremnya dia tuh sampai 1 jam tuh ada
12 kegiatan yang berbeda. Nah, time
blocking, metode time blocking ekstrem
ini, ini salah satu kunci utama Elonmas
itu bisa memeras produktivitas maksimal
di waktunya yang terbatas. N kalian
mendingan sambil catat karena kalian
bisa praktekin sendiri. Yang kedua,
jadwal harian yang terstruktur dan dia
terkenal ada method yang namanya satu
hari satu perusahaan. Cuma kalian belum
tentu bisa ikutin ya karena dia manage
segitu banyak perusahaan dan dia idealis
pengen involve di semuanya. Kalau yang
tadi planning harian, sekarang planning
mingguan. Di satu minggu, Mas itu
berusaha untuk fokus satu hari ke satu
perusahaan utama. Dia pernah jelasin
kalau secara umum tuh dia ngatur biar
sebagian besar waktu dalam 1 hari itu
dedikasi untuk satu perusahaan. Enggak
pindah-pindah, enggak misalnya Senin
langsung ngurus tiga atau empat
perusahaan. Contoh Senin itu buat Tesla,
Selasa buat SpaceX dan seterusnya dengan
perusahaan lain. Walaupun di beberapa
dokumen dia tuh sering miss malamnya mau
enggak mau ngurus perusahaan lain
misalnya mampir ke kantor Twitter sampai
jam 12.00 malam. Ini pendekatan yang
namanya fiend days. Tujuannya adalah
ngurangin yang namanya contex switching.
Karena manusia dan otaknya itu sangat
enggak bisa fokus dan harganya sangat
mahal kalau harus pindah-pindah topik.
Even Mas sendiri bilang konteks
switching itu hal yang paling
menyakitkan untuk produktivitas dia.
Tips nomor dua untuk waktu. Setiap hari
fokus ke satu domain. Walaupun enggak
apa-apa realitanya bisa serabutan dan
ngurus hal-hal yang lain. At least kita
udah planning dari awal. Mindset kita
udah fokus. Tips nomor tiga adalah
rutinitas harian yang efisien. Nah, kata
rutinitas ini jarang dibahas orang
karena ini menurut gua yang ng-set
produktivitas untuk seluruh hari dan
seluruh minggu. Contoh, Elon Mas tuh
murai dari jam . pagi. Biasanya enggak
pakai sarapan, enggak enggak ngabisin
waktu, skip breakfast dan langsung mandi
cepat. Mandi pagi dia ngerasa tuh ritual
yang penting banget karena sebelum kerja
tuh lu tuh kayak fresh pikirannya.
Sekitar jam 08.00 dia udah otw either ke
kantor atau ke pabrik. Nah, pagi-pagi
itu dia selalu alokasi waktu yang dia
paling passion, yaitu engineering sama
meeting-meeting penting. Uniknya, mask
itu hampir gak pernah ada waktu khusus
untuk makan siang. Enggak diblok
misalnya 12 sampai 13 buat pergi makan
siang. Seringnya dia lunch tuh kalau
misalnya lagi meeting, lagi dengerin
orang, pokoknya disleip-selipin karena
dia ngerasa makan itu ngabisin waktu
gua. Atau misalnya malam kalau ada
dinner meeting, dia nyambiin makan di
kerjaan-kerjaan dia. Terus waktu
keluarga gimana? Ada tapi sebenarnya
minim. Sekitar jam 10. malam biasanya
dia coba bonding lah sama anak-anaknya.
Habis itu jam 11.00 malam dia tidur.
Sebelum tidur untuk windown dia sering
baca buku. Ujung-ujungnya tidurnya jam
.00 pagi dan diulangin lagi bangunnya
jam .00 atau enggak jam 0.00. Nah,
rutinitas ini dia tuh udah kayak harus
jadiin robot. Punya aturan tidur minimal
6 jam karena dia pernah ukur. Kalau
misalnya tidurnya kurang dari 6 jam
performanya nurun. Jadi kebayangkan dari
tiga tips tadi dia tuh basically manusia
yang loop-nya berulang terus kerja kerja
kerja. tidur, kerja, kerja, kerja tidur.
Dan prinsip bonus yang terakhir untuk
manajemen waktu karena dia punya mimpi
yang gede banget, dia selalu figure out
caranya pangkas waktu-waktu yang enggak
produktif. Misalnya dia benci kalau
meeting itu kebanyakan ngomong dan
kepanjangan. Dia suka kritik rapat-rapat
yang gak efektif dan malah jadi sesi
brainstorming dan dia gak segan untuk
walk out atau keluar dari ruangan itu
kalau itu enggak efektif buat dia. Ini
statement dia bukan hal yang kasar untuk
meninggalkan meeting. Yang kasar itu
kalau memaksa orang tinggal di dalam
meeting yang buang-buang waktu. Jadi,
semua prinsip tadi yang gua rangkum dari
banyak dokumen yang gua baca tentang
setiap detik harus digunain seefisien
mungkin untuk hal yang paling berimpact
tinggi dibandingin sama reality bisnis
di Indonesia yang sehari bisa habisin 10
jam. buat urus invoice manual, data
berantakan, ngobrol sama karyawan.
Sebenarnya masalahnya bukan jam
kerjanya, jumlahnya sama ya, mungkin
Ilomas lebih banyak dikit ya, tapi
sistem kerjanya yang bikin banyak bisnis
di Indonesia enggak bisa punya output
sebanyak Elonmas. Jadi kalau Elonmas
tahu nih, ada sistem yang jadul, oh ini
ada tim yang masih pakai kertas harus
tulis tangan yang harusnya 1 jam jadi 5
menit, dia tuh langsung tangkas. Sangat
terkenal di digitalisasi semua proses
sampai waktunya sependek mungkin. Ja,
step satu untuk produktif adalah
manajemen waktu. Karena manusia cuma
punya 24 jam sehari, gak bisa nambah
lagi. Dan dia terkenal juga kalau ada
saat saat genting, kita bisa keluar dari
siklus loop kita. Contoh, pas Tesla
ngalamin production hell di Model 3
tahun 2018. Pasos-akeosnya dia rela
untuk pangkas inefisiensinya dengan
tidur di lantai pabrik Tesla di
Freemont. Dan mending enggak usah pulang
ke rumah sekalian. Dia bilang alasannya
merasa menderita lebih dari karyawan
manapun. Nah, kalau ini udah level
mindset ya. Tapi hasilnya adalah setiap
waktu gak ada yang
wasted. Nah, tadi kan kita sudah bahas
dari level individual. Tapi dia kan
bukan ng-running diri sendiri. Dia
ngerunning perusahaan. Di mana yang
kedua paling penting adalah manajemen
prosesnya. Sebenarnya judul resminya itu
manajemen organisasi dan delegasi tugas.
Buat mayoritas kalian yang jalanin
bisnis, kalian tahu masalah yang paling
sakit banget kalian harus hadapin
setelah kalian manage diri sendiri
adalah manage orang. Nah, beberapa
prinsip dari Elon Mask poin satu yang
paling penting adalah tim kecil talenta
kelas dunia. Mas tuh percaya dia gak
suka tim-tim gede dan dia pengin
orang-orang yang di sekitar dia ring
satu, ring duanya itu orang yang paling
kompeten di bidangnya. Dia enggak pedu
digelar maal brilian dan passionnya
tinggi. Benang merah filosofinya Mas itu
higher the best than give them autonomy.
Bisa dibilang ini prinsip paling penting
biar manusia tuh punya lebih dari 24
jam. Nah, mayoritas dari orang Indonesia
itu lebih penting hire orang yang murah
daripada hire orang yang kompeten. Ya,
sekali-sekali jackpot dapat murah dan
kompeten. Cuma kalau udah sampai di
tahap efektivitasnya, Mas, jauh lebih
penting hir orang berkompeten yang bisa
berpikir sendiri dan kata-katanya
autonomous ya, mandiri untuk ngelakuin
tugasnya. Karena kalau kalian bayar
murah dan orangnya level rendah dan
kalian keep di ring-ring satunya, waktu
kalian bahkan habis lebih banyak untuk
ngatur dan ngasih kerjaan ke orang itu.
Nah, dia pilih waktu-waktu yang paling
wasting time misalnya kayak tugas
operasional, teknis, dan ini make sure
orang yang dia hire itu bisa full di
delegasi biar Elormas tuh bisa ngabisin
waktu untuk hal yang cuma dia yang bisa.
Contoh kayak tentang mikirin visi
besarnya, ngatasin botel neck tertentu
atau negosiasi sama partner yang kalian
bisa ambil. Ini quot penting. You pay
peanuts, you get monkey. Pas lu dapat
karyawan yang monkey, apalagi di ring
satu nih, waktu lu malah bakal habis
lebih banyak ngatur mereka, malah lebih
cepat lu yang kerjain sendiri. Nah, tapi
tips duanya karena orang sering dengerin
tips terus setelah mentah-mentah, Elon
Mas sangat terkenal hands on di hal-hal
yang krusial. Walaupun mayoritas dari
waktu dia dan kerjaan day itu di itu di
delegasi, orang-orang yang idealis dan
sampai mau nge-handle enam perusahaan
itu terkenal hands on di aspek yang
menurut dia vital. karena passion dia di
engineering, meeting-meeting teknis,
desain produk, itu dia langsung turun
tangan. Karena background dia di
engineering, istilah resminya dia itu
first principles thinking. Jadi dia tuh
enggak segan untuk nyemplung sampai
level detail kalau dia tahu itu
dampaknya besar. Contoh, pas bikin
roketnya SpaceX, kalian sering lihat
klip-klipnya dia. Dia selalu hadir pas
launching. Dia ng-review detail baterai
Tesla. Bahkan lu pernah lihat video dia
mantau dan ngoprek coding di Twitter pas
di awal mereka akuisisi. Dia itu ngbikin
culture. Dan ini prinsip leadership juga
ya. Karyawan ngelihat bosnya sendiri
turun dan paham teknis. Bukan cuma
orang-orang manajemen yang kerjaannya
nyuruh doang. Poin tiga dan ini yang
sering jadi jebakan banyak banget
entrepreneur, struktur organisasi datar
dan lincah. Pas kita kebayang bikin
perusahaan, pasti kita udah ng-edesain,
oke, habis gua ada VP, ada manager, ada
staff, ada apa. Semakin kompleks
struktur organisasi, semakin birokrasi
itu menghambat aktivitas. Dia itu bikin
struktur organisasi itu datar. Semua
bisa ngomong sama semua, semua ngerti
yang dilakuin sama orangnya. Pas bikin
keputusan itu simpel, Mas. Tinggal
ngomong ke ini jalan, tinggal ngomong ke
ini jalan. Jadi enggak ngomong ke ini,
"Bentar ya saya izin ke sini, bentar ya
saya coba koordinasi ke sini." Enggak.
Karena struktur organisasi yang didesain
flat. Tapi ini cuma berlaku untuk
orang-orang yang high performing kayak
Elon Mas di level key management ring 1,
ring 2-nya. Nah, kalian pasti mikir
kalau semua bisa ngerjain semua, bakal
berantakan enggak sih perusahaannya?
Nah, ini pentingnya juga enterprise
resource planning. Nah, sebenarnya ini
harus didesain dari awal karena kita
tahu kita mau ngebangun bisnis atau
organisasi yang besar, pondasi untuk
semua bisa diracking, semua di satu
tempat, semua proses terdokumentasi.
Nah, itu yang namanya enterprise
resource planning. Software atau
digitalisasi yang nota B ini selalu
dilihat mahal banget itu jadi kayak
jantung dan pembuluh darahnya semua
proses dan informasi yang beredar di
sebuah perusahaan. Tapi kita kan udah
tinggal di zaman modern dan gua sendiri
punya pengalaman implemen IRP yang
harganya miliaran rupiah. Buat kalian
yang masih UMKM dan mau implementen
tips-tips ini, kalian bisa cek dengan
brand yang gua lagi collab dan gua suka
banget brandnya karena gua udah tahu
dari hampir 10 tahun yang lalu yang
namanya Odo. Nah, Odo ini software ERP
dan ini benar-benar baru mulai ramei
dipakai sama banyak UMKM di Indonesia.
Walaupun relatif baru, Odu ini udah
dipercaya sama brand-brand besar kayak
Bullock, PLP Beauty, Abuastic, Arista.
Bahasa simpelnya gini, kalau di bisnis
kan ada urusan inventory, penjualan,
akuntansi, CRMHR, pajak, dan ODO. Itu
satu platform yang benar-benar kalian
urus semuanya di satu tempat. Semua
integrated dan gampang untuk dipakai.
Ibarat bodonya tuh odo kayak asisten
digital bisnis lu. Ngebantu operasional
biar bisa jalan otomatis, ngurangin
kesalahan manusia. Dan bisa nunjukin
data real time untuk kalian ngambil
keputusan. Dan yang paling menarik,
kenapa gua setuju untuk dikolapin di
video ini yang biasa IRP nota B-nya
miliaran. OD itu affordable tergantung
dari skala bisnisnya. Literally harganya
segini. Untuk bisnis-bisnis yang baru
mulai cuma ratusan ribu. Jadi kalau
misalnya semua proses organisasi dokumen
flow itu bisa diotomisasi lewat digital
platform kayak gini, lu sebagai bisnis
owner jadi enggak nyia-nyiain 10 jam
misalnya sehari. Dan ini jadi pondasi
yang penting banget pas nanti bisnis
kalian makin gede. And yes, semua
perusahaan Elonmas pasti pakai yang
namanya ERP. Itu udah menurut gua hal
yang wajib dan sekarang bisa hadir di
level UMKM. Kalian bisa cek linknya di
description. Bagian ketiga adalah
komunikasi dan membuat
keputusan. Gua perlu clear satu hal
dulu. Kalau lu bisnis owner dan lu high
performing executive, hal paling penting
yang lu bisa lakuin adalah membuat
keputusan. Ini lebih ke
prinsip-prinsipnya ya. Nomor satu yang
gua pakai sampai sekarang juga adalah
gua paling anti meeting yang
ngaret-ngaret dan discus hal yang enggak
jelas. Bahasa Elon Mask no excessive
meeting. Jadi dia bilang ke semua
keyag-nya untuk siapa yang mau ngajak
Ilon Mas meeting itu harus seefisien
mungkin, sesingkat mungkin tugasnya apa,
agendanya apa, kita selesainin yuk. Dan
kalau ada yang datang ke ruang meeting
itu dan enggak ada kontribusi, dia
enggak segan untuk suruh dia keluar.
Karena menurut dia better orang ini
ngelakuin hal yang lain daripada ngikut
meeting yang gak penting. Budaya ini
yang sering bikin Elon Mas tuh punya
branding orang yang kasar. Apalagi kalau
orangnya dimeeting pakai jargon-jargon
enggak jelas, pakai bahasa yang terlalu
kompleks, padahal enggak dibutuhin.
Karena salah satu prinsip meetingnya
efektif adalah komunikasinya lancar dan
to the point. Kalian tahu kan budayanya
Indonesia misalnya, "Oke, selamat pagi
Bapak-bapak sekalian. ee mohon waktunya
dan izin ya, Pak. Kalau misalnya saya
ada kesalahan itu kalau misalnya terjadi
di perusahaan yang dihet bakal langsung
dimaki dan disuruh keluar dari ruangan.
Prinsip nomor satu, to the point,
meeting enggak boleh bertele-tele. Nomor
dua, pembuatan keputusannya itu super
super quick. Dan Elon Mas terkenal kalau
ngambil keputusan bisnis atau teknis itu
cepat banget. Kadang dalam hitungan
menit atau jam. Di mana mayoritas orang
apalagi bisnis owner bikin keputusan tuh
bisa mingguan. Prinsipnya tuh gini,
kalau misalnya perusahaan mau grow itu
harus buat keputusan cepat, banyak,
kecil-kecil, dan belajarnya pun jadi
cepat juga. Lebih baik dia bikin
keputusan cepat dan gagal terus belajar
daripada untuk bikin keputusan aja butuh
berminggu-minggu. Dianalisa dulu,
diobrolin ke timnya dulu, telepon
mamanya dulu. Di Silicon File itu ada
moto yang terkenal banget untuk pegiat
startup ya, move fast and break things.
Lebih baik ambil keputusan hari ini
dengan informasi yang ada daripada
nunggu sempurna tapi telat. Nah,
kuncinya di sini sebenarnya risk
management. Ada enggak decision making
inomas yang super cepat tapi
kontroversial dan nimbulin kekacauan
jangka pendek? ada dan banyak dan sering
terjadi. Sesimpel kalau kalian lihat
Ilon Mas di Twitter bikin aturan atau
kebijakan baru spontan langsung ditweet
langsung berlaku di perusahaan itu
contoh versi ekstremnya dan itu
kelihatan banget pas kemarin dia ngebeli
Twitter. Cuma again princiipal dia
justru iterasi cepat itu kunci untuk
nyari solusi yang benar. Speed adalah
prioritas selama arah umumnya sesuai
dengan vis. Nah, gua bakal tutup dengan
yang tadi gua sebut di awal video.
Prinsip pertama, first principles
thinking. Salah satu kunci yang paling
rahasia, yang paling terstandarisasi
adalah Elon Mas bisa bikin keputusan
yang cepat dengan first principle ini.
Artinya gini, setiap masalah atau setiap
challenge itu dibreak down sampai dasar
fundamentalnya. Dicari solusi dari nol
berdasarkan fakta dasar tersebut, bukan
sekedar analogi atau kebiasaan umum.
Contoh paling realnya tentang first
principal thinking, pas dia bikin SpaceX
kan udah banyak perusahaan roket di
dunia dan itu mahal banget karena setiap
launching roketnya hilang atau hancur
atau enggak bisa dipakai lagi. Pas dia
bikin keputusan, enggak boleh nih kayak
gini nih. Cari akar masalahnya dan gua
bikin roket yang bisa landing lagi.
Terus dia bikin hitungan bahan
mentahnya, biaya produksi sendiri
ternyata jauh lebih murah daripada beli
roket. Jadi, jadi ya analisis first
principle itu lahirlah ide roket yang
bisa digunain ulang untuk memangkas
biaya. Dan keputusan yang menurut gua di
saat itu impulsif adalah ngeyakinin
bahwa roket bisa mendarat lagi dalam
kondisi berdiri kayak gini. Karena dia
bukan lihat status quo doang, cari akar
masalahnya terus bikin keputusan yang
cepat dari sana. Alhasil, banyak gagal
enggak banyak. Kalian lihat videonya
banyak roketnya tuh meledak sebelum dia
landing. Tapi pas berhasil itu ngebangun
pondasi baru untuk proses dan inovasi
yang jauh lebih efisien. Nah, jadi first
simple thinking ini proses pembuatan
keputusan dia yang mempercepat inovasi
karena dia gak nunggu orang lain pernah
ngelakuin atau enggak. Asal logika
dasarnya masuk akal, semua proses
efisien, bikin keputusan yang cepat,
belajar dari kegagalan. Dan seluruh yang
gua bahas dari awal video itu
berdasarkan premis ini. Setiap kita mau
ngelakuin sesuatu, fokus ke inti
masalah. Jangan takut melawan tradisi.
Hasilnya keputusannya sering out of the
box, cepat dieksekusi, cepat
dipelajarin, bukan sekedar ikut tren.
That's what makes Elon Mas Elon Mask.
So, sebenarnya dari semua ini, pelajaran
apa yang bisa diambilin untuk kalian
yang lagi ngejalanin bisnis kecil? Kalau
gua harus summarize ke satu kalimat,
speed is everything. Dan untuk bisa
lincah ngelakuin semua hal yang keos di
sebuah bisnis, waktu harus didesain
sefisien mungkin, proses harus didesain
sefisien mungkin, prinsip berpikir harus
dibikin seefisien mungkin. Kalau
misalnya ada banyak status cool atau
tradisi yang semestinya, misalnya pas
meeting di Indonesia sering nih
basa-basi dulu dah. Misalnya kalau
meeting sama orang small talks dulu dah.
itu gak ggak usah diikutin sebenarnya
karena toh yang kasih makan kita dan
masuk ke kantong kita itu kemampuan kita
membuat keputusan di bisnis yang kita
jalanin. Dan first principle thinking
misalnya kalian udah mulai gaji kegedean
nih bisnisnya profitnya makin lama makin
turun kalian cari masalahnya dan bikin
solusi kreatif dari nol. Bukan malah
ngelihat kompetitor tapi kayaknya mereka
gaji segitu juga deh. Kayaknya OPEX
mereka segede itu juga deh. Itu harus
full dipangkas. Dan cara paling gampang
untuk bikin semuanya efisien adalah
manfaatin teknologi untuk mempercepat
komunikasi dan eksekusi. Dan thank you
untuk OD mau colab di video ini. Karena
di zaman sekarang kalau kalian
ngejalanin bisnis atau organisasi atau
proses yang kompleks tanpa sistem
teknologi bisa dibilang kalian akan mati
karena kalah cepat dibanding kompetitor.
Panjang enggak? Dan menurut gua kalau
dibedah detail ini sebenarnya di script
gua ada 8 sampai 9 poin lagi. Dan di 20
dokumen yang gua baca itu ada ratusan
tipsnya. Cuma asal kalian ngikutin apa
yang udah gua rangkum tadi, gua rasa itu
udah 80% mendekati etos kerja dan
efektivitas kerjanya Elonmas. Tinggal
gimana cara kalian translate ke bisnis
kalian sendiri. Jadi menurut kalian
gimana? Bisa enggak kalian ngikutin
prinsip-prinsipnya Ilon Mask? Tapi kalau
analoginya dia ekstrem banget sampai 5
menit ngeluarin orang di meeting dan
lain-lain, kalian kompromi dikit deh dan
punya mindset-mindset penting yang udah
gua bahas di video ini. Menurut kalian
gimana? See you guys next video.
Bye-bye.
[Musik]
Lanjutkan dengan YouTLDR
Analisis video lain dengan Pro
Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Leilão de Embriões Nelore PO DNA Genética Aditiva
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

Leilão Peso Pesado Rima Agropecuária
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

النبي .. جبران خليل جبران .. إقرا بودانك
اقرا بودانك · Arabic

Leilão Internacional CIA
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

23° Mega Leilão Genética Aditiva - 1ª Etapa Fêmeas Nelore PO
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

كتاب رسالة الغفران
كتابي المنقذ · Arabic

Erkenntnistheorie 7 Immanuel Kant II
Dominik Finkelde - Hochschule f. Philosophie · English

Schwarze Löcher Erklärt - Von der Geburt bis zum Tod
Dinge Erklärt – Kurzgesagt · German

Como construir uma esfera de Dyson – A Megaestrutura Suprema
Em Poucas Palavras – Kurzgesagt · Portuguese (Portugal, Brazil)

[Histoire des sciences] L’histoire de l’intelligence artificielle (IA)
CEA · French

ميكانيكا الكم│1│الواقع الوهمى - كيف بدأ الكم ؟!
Sharafestien - شرفشتــاين (Sharafestien) · Arabic

Mi niñez fue un fusil AK-47
Comisión de la Verdad · Spanish