Full Transcript

·YouTLDR

[SFT 2026] Design Thinking Workshop #3 : Prototype & Solution Refinement

2:41:16IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:01

[musik]

0:07

[musik]

0:12

[musik]

0:17

[musik]

0:22

[musik]

0:30

[musik]

0:36

[musik]

0:42

[musik]

0:49

[musik]

0:56

[musik]

1:04

[musik]

1:09

[musik]

1:18

[musik]

1:23

[musik]

1:29

[musik]

1:34

[musik]

1:40

[musik]

1:48

[musik]

1:55

[musik]

2:01

[musik]

2:09

[musik]

2:18

[musik]

2:24

[musik]

2:30

Recording in progress. [musik]

2:38

[musik]

2:45

[musik]

2:50

[musik]

2:57

[musik]

3:04

[musik]

3:08

[musik]

3:10

Yeah.

3:15

[musik]

3:23

[musik]

3:29

[musik]

3:35

[musik]

3:40

[musik]

3:44

[musik]

3:53

[musik]

3:59

[musik]

4:08

[musik]

4:16

[musik]

4:22

[musik]

4:26

[musik]

4:31

[musik]

4:35

[musik]

4:40

[musik]

4:44

[musik]

4:50

[musik]

4:58

[musik]

5:03

[musik]

5:10

[musik]

5:18

[musik]

5:23

[musik]

5:29

[musik]

5:35

[musik]

5:39

[musik]

5:47

[musik]

5:57

[musik]

6:02

[musik]

6:11

[musik]

6:18

[musik]

6:25

[musik]

6:34

[musik]

6:44

[musik]

6:53

[musik]

7:00

[musik]

7:09

Yeah.

7:09

[musik]

7:14

[musik]

7:26

[musik]

7:35

[musik]

7:42

[musik]

7:47

[musik]

7:51

[musik]

7:56

[musik]

8:04

[musik]

8:09

He.

8:11

[musik]

8:17

[musik]

8:26

[musik]

8:36

[musik]

8:41

[musik]

8:45

[musik]

8:56

[musik]

9:02

[musik]

9:08

[musik]

9:13

[musik]

9:20

[musik]

9:24

[musik]

9:32

[musik]

9:37

[musik]

9:42

[musik]

9:48

[musik]

9:57

[musik]

10:03

[musik]

10:08

[musik]

10:18

[musik]

10:24

[musik]

10:28

[musik]

10:34

[musik]

10:38

H

10:40

[musik]

10:45

[musik]

10:52

[musik]

10:59

[musik]

11:08

[musik]

11:14

[musik]

11:32

Selamat pagi teman-teman, Bapak, Ibu

11:34

Guru. Gimana nih kabarnya pagi ini?

11:37

Semoga semuanya sehat dan penuh energi

11:41

ya. Selamat datang kembali di workshop

11:44

Samsung S for tomorrow 2026. Perkenalkan

11:48

aku Angita yang bakal jadi moderator

11:50

untuk sesi hari ini. Nah, sebelum aku

11:54

memulai kelas, aku mau tahu dulu nih

11:56

gimana mood teman-teman hari ini. Boleh

11:58

dong kasih reaction-nya di kolom chat

12:02

atau di reaction emoji.

12:08

Oke, mantap ya ini. Wah, ramai banget

12:10

ya. Mantap. Semangat pagi ya,

12:12

Teman-teman. Oke, sebelum kita mulai ada

12:15

beberapa hal kecil yang mau aku ingetin

12:17

terlebih dahulu. Dimohon untuk Bapak,

12:20

Ibu, teman-teman mic-nya di-mute

12:22

terlebih dahulu dan jangan lupa untuk on

12:24

cam pakai virtual background yang udah

12:26

disediakan biar makin kecek juga di

12:29

kamera. Nah, buat yang belum rename nama

12:31

nih boleh disesuaikan lagi untuk Bapak

12:34

Ibu guru silakan menggunakan format nama

12:37

namainstansi. Dan teman-teman siswa,

12:40

mahasiswa itu bisa pakai format nama

12:43

nama tim seperti itu. Kemudian aku juga

12:46

mau ngingetin kembali untuk Bapak, Ibu,

12:49

teman-teman jangan lupa untuk

12:51

diduplicate miro yang udah dibagikan.

12:54

Nah, untuk link sama tutorialnya itu

12:56

udah dilihat di grup Telegram yang sudah

12:58

dibagikan oleh teman-teman admin. Nah,

13:01

ini juga enggak kalah penting. Jangan

13:03

sampai leave meeting duluan ya, karena

13:05

link feedback dan juga post teks itu

13:08

akan dibagikan di akhir sesi. Lalu kalau

13:11

ada pertanyaan selama materi itu boleh

13:13

banget langsung aja tulis di slido yang

13:16

akan dibagikan oleh teman-teman admin di

13:18

kolom chat atau rise hand tapi saat sesi

13:21

Q&A nanti ya, bukan sekarang

13:23

teman-teman. Begitu. Oke, aku cek dulu

13:26

kali ya mentor kita hari ini, Mas Kusuma

13:29

apakah sudah standby di room?

13:31

Sudah. Selamat pagi, Mbak Gita.

13:35

Pagi, Mas. Gimana kabarnya hari ini nih,

13:38

Mas?

13:38

Semangat, semangat, semangat. [tertawa]

13:41

Sudah semangat diketemu teman-teman.

13:43

Semangat terus ya. Udah day three, ya,

13:45

Mas, ya. Oke, kayaknya teman-teman udah

13:48

enggak sabar juga nih, Mas, buat belajar

13:50

bareng Mas Kusuma lagi. Tanpa

13:51

berlama-lama, aku serahkan waktu dan

13:53

tempatnya ke Mas Kusuma. Silakan, Mas.

13:56

Oke, thank you, Mbak Gita. Selamat pagi,

13:59

Bapak, Ibu, dan rekan-rekan

14:02

ee partisipan Samsung S for tomorrow.

14:06

Ya,

14:08

kita masuk ke sesi ketiga hari ini. Ee

14:11

semoga masih semangat ee dan mungkin

14:15

boleh cek ombak dulu nih dari

14:16

teman-teman. Kalau sudah ready boleh

14:19

kasih

14:22

apa

14:25

boleh kasih thumbs up. Boleh, Pak kasih

14:26

love. Ayo emote-nya yang banyak

14:29

biar layarnya penuh nih. Wah,

14:32

oke. Mantap.

14:36

Oke, semangat ya.

14:40

Nah, karena udah semangat aku izin share

14:43

screen dulu sebentar.

14:48

Kita

14:50

hari ini akan melanjutkan

14:55

materi kemarin.

15:01

Ups. Oke,

15:05

sudah terlihat ya.

15:09

Oke.

15:11

Nah, kita masuk ke

15:14

fase berikutnya ya, di mana kita akan

15:16

belajar mengenai prototype and test.

15:20

Nah, tapi sebelum kita masuk ke

15:22

prototype and test buat teman-teman,

15:26

kita recap dulu nih pembelajaran kemarin

15:29

ya.

15:31

Masih ingat enggak materi minggu lalu

15:33

kita membahas

15:38

kira-kira pembelajarannya apa aja yang

15:39

kalian sudah serap kemarin ya

15:45

atau mungkin sudah lupa mungkin

15:47

[tertawa]

15:47

karena seminggu kesibukan sudah lupa

15:49

mungkin ya.

15:52

Oke define edit. Nah, oke nice

15:57

oke divine.

16:01

Oke, masih ingat ya

16:06

Crazy. Nah, apa nih? Kok ketawa dia?

16:09

Wah, [tertawa]

16:12

materinya nempel bet. Oke, masuk.

16:17

Oke, apalagi nih selain defend andate

16:19

kalian apa yang berkesan di pertemuan

16:22

sebelumnya buat teman-teman

16:27

gambar. Oh, iya gambar ini ya crazy-nya

16:31

ya.

16:34

Cepat-cepatan [tertawa]

16:37

cepat-cepat ya kemarin 8 menit ya.

16:40

Oke,

16:42

misi mirror. Oke, define andate. Oke,

16:47

nice. Oke, kayaknya kalian eh

16:50

teman-teman dan Bapak Ibu sekalian

16:51

sepertinya sudah nyantau itu ya

16:53

pembelajaran kemarin ya. Oh, ini ada ada

16:57

aturan brainstorming. Oke, nice. Ya,

16:59

kalian belajar banyak hal ya. Nah,

17:02

mungkin kita recap sebentar proses dari

17:05

idea menjadi sebuah produk ya. Nanti itu

17:09

seperti apa sih gambarannya? Kita nonton

17:11

dulu sebentar biar ee kita manesin otak

17:14

kita dulu ya biar ee apa? Makin nyantol

17:19

nih nanti di sesi ini. Oke, kita nonton

17:21

dulu. We explore the problem and observe

17:24

with an open mind.

17:28

For our project, Ken and Sean from the

17:30

Grobem team fly out to Los Angeles to

17:32

study my environment and how I work. We

17:35

did the same study with my mentor Chryst

17:38

from both of these sessions, we quickly

17:39

noticed some overlap and challenges when

17:42

it comes to note taking a big part of

17:44

our daily work. As a follow-up to these

17:46

inperson interviews, we conduct a series

17:49

of online surveys with Grogmade's email

17:51

list.

17:52

We ask questions to learn how people

17:54

take notes, [musik] what their workflow

17:56

and tools are, and what challenges they

17:58

face. From all of these, we were able to

18:01

make the following observations. First,

18:04

[musik] taking notes is essential to our

18:06

daily work using notepads or whatever

18:08

paper is on our desk. Second, we don't

18:12

have a good way to store our notes,

18:14

which usually leaves a mess on our desks

18:16

or are hidden out of sight, out of mind.

18:19

[musik]

18:19

Third, people tend to keep important

18:22

notes for 3 to 5 days while processing

18:24

them. [musik]

18:25

With these core insights and many more,

18:28

we move on to the next phase, define.

18:30

Here we make sense of our discoveries

18:32

and focus on the right problem to solve.

18:35

While the previous phase was all about

18:36

expansive thinking, now we're narrowing

18:39

things down till we have a clear design

18:41

challenge. I fly out to Portland to

18:44

review our insights with the Grb team.

18:46

Here we kick things around and ask

18:48

ourselves, what are the common insights

18:50

and pain points? Does this seem like a

18:52

big enough problem that others face? Are

18:54

there already solutions on the market?

18:56

And is this something we're excited

18:58

about? After much discussion, we land on

19:00

the following as a challenge we want to

19:02

address. How can we design a better way

19:05

to capture, review, and store notes?

19:09

With a clear design challenge

19:10

established, we move on to the next

19:12

phase, develop. Here we go back into an

19:15

expansive way of thinking. Now exploring

19:18

potential solutions. [musik]

19:19

We continue to work remotely running

19:21

whiteboard sessions digitally in Miro.

19:24

For a few weeks, we set time aside to

19:26

sketch ideas, share research, and add

19:29

[musik] to each other's work. For me,

19:31

this is the fun part of the process

19:32

because it's loose, fast, and it's

19:35

exciting to see possibilities [musik]

19:37

rather quickly.

19:39

In Portland, some of Sean's sketches

19:41

include quick prototypes made of

19:43

cardboard, [musik] old scraps, and 3D

19:45

printing, which he sends to me for a

19:48

review. One unexpected challenge in this

19:51

process comes up [musik] with the

19:52

notepad paper stock, and we spend a few

19:54

weeks trying to find the perfect

19:56

thickness that would stand up on its own

19:59

without feeling excessive

20:02

like carden stock. [musik]

20:04

This entire process takes several months

20:05

of cycles to complete. We refine the

20:08

ideas we like, test them out, then make

20:10

adjustments to the form and function,

20:13

dialing in the details of dimensions,

20:15

angles, [musik] and materials. We settle

20:18

on a direction that involves a set of

20:19

tools that work together, [musik] an

20:21

updated notepad size from a previous

20:23

grove made design, a stand to hold

20:25

[musik] notes, and a divider to store

20:27

them. Now, we move into the last phase

20:30

of creating the [musik] product,

20:31

deliver. the implementation of taking

20:34

the prototype and turning [musik] it

20:36

into a production model. This is the

20:38

last part of the design process and

20:40

we're [musik] back into convergent

20:41

thinking. We know what the solution is.

20:44

Now the focus is building [musik] it the

20:46

right way. This whole process takes

20:48

months. It's largely out of my hands and

20:51

now under the care of the implementation

20:53

team at Grobemade. They finalize the

20:55

sourcing of materials, [musik]

20:56

develop how each piece will be made, and

20:59

the processes for assembly, determining

21:01

the cost to make each piece.

21:03

[musik]

21:03

This slightly influences the final

21:05

design and price, but not by much since

21:08

Sean and Ken [musik] kept manufacturing

21:10

in mind as we went through the earlier

21:12

phases. After several months,

21:15

Groveemmaid sends me the final product,

21:17

which I'll give a detailed review of at

21:19

the end of the video.

21:22

As the implementation team at GroveMate

21:24

is completing the manufacturing of the

21:26

products, there's a few more things we

21:27

have to take care of to get the product

21:29

ready to sell. naming, messaging, and

21:32

marketing. Naming is such a critical

21:35

part of bringing a product to market

21:37

because it helps define its [musik]

21:38

identity. For us, we have to name the

21:40

individual products we've created as

21:43

well as the name of the collection

21:44

[musik]

21:44

since they'll be sold individually and

21:46

as a group. Our criteria are to fit

21:49

within the naming conventions of other

21:51

groade products, [musik]

21:52

communicate what it does, is nice to

21:54

say, and looks good when types set, and

21:57

[musik] uses words that are common in

21:59

the market, but utilize any distinctions

22:01

that set it apart. Just like the double

22:04

diamond approach we use for design,

22:05

[musik] we follow a similar approach

22:07

here. We start by writing down whatever

22:10

comes to mind, then curate the words and

22:13

phrases we like. From there, we expand.

22:17

researching words that carry [musik] the

22:18

same meaning, then combine, edit, and

22:21

try out sets of words together until we

22:23

land on these. The note taking kit,

22:26

notepad, display rail, and vertical

22:29

organizer. [musik]

22:31

They they might seem simple, but there's

22:33

a lot of consideration into how they

22:35

live [musik] in the current and future

22:37

groveem made lineup and where they might

22:38

appear when searching for these items

22:40

online. With the names established, we

22:43

move on to messaging. These are the core

22:46

talking points to communicate the

22:48

essence of the products. I take the lead

22:50

on this because marketing and content is

22:52

my area of expertise and what I bring to

22:55

the collaboration. In this [musik] step,

22:57

I try to keep the language clear and

22:59

direct to answer the core questions we

23:01

need to understand before marketing.

23:04

What is the product? [musik]

23:05

How does it work? Who is it designed

23:07

for? And why is it valuable? Going back

23:10

to our research and surveys, I put my

23:12

head into the mind of our users.

23:15

thinking of their pain points [musik]

23:16

and goals when it comes to note taking.

23:19

The core messaging I land on is [musik]

23:21

this. The note taking kit is a set of

23:23

tools to help you capture, review, and

23:26

recall your [musik] notes. Clear the

23:27

clutter, organize your ideas, keep your

23:30

tasks top of mind.

23:33

Now that we know what we'll talk about,

23:35

we move on to how we'll say it. The

23:37

messaging translates into the

23:39

copywriting on the website and packaging

23:42

as well as [musik] the story for videos

23:44

and media were creating to generate

23:46

awareness and excitement [musik] for the

23:47

product. Since Grove and I have spent

23:50

years developing an audience [musik] on

23:53

ya tadi gambarannya ya teman-teman ya.

23:56

Jadi prosesnya e menggunakan double

24:00

diamond. Kemarin teman-teman sudah

24:01

belajar juga dan sebenarnya teman-teman

24:03

sudah praktikin sampai ke fase tadi ya

24:06

menentukan naming dan juga eh key

24:10

message-nya. Nah, kemarin kan kalian

24:12

sampai bikin logonya ya. Nah, sebenarnya

24:15

bagian inilah eh teman-teman sudah

24:17

memproduce

24:18

dari idea menjadi sebuah produk yang

24:21

ready to

24:24

eh develop gitu ya atau konsepnya udah

24:27

jadi tinggal kalian bahkan prototype-nya

24:29

mungkin udah kebayang. Nah, hari ini

24:31

kita akan ee cobain bagaimana

24:34

teman-teman bisa membangun visualnya

24:37

menjadi sebuah produk gitu ya. Oke.

24:43

Baik. Nah, eh sebagai gambaran tadi ya

24:46

kan dia berangkatnya dari Homight W ya

24:49

tadi ya si GroveMate tadi ya. Jadi

24:51

problem statement ini menentukan eh how

24:54

we ini membuat ruang bagi solusinya dan

24:58

ini jadi kompas sekalian ya teman-teman

25:00

mau dibawa ke mana sih produknya

25:01

nantinya. Tadi ada empat pertanya ya,

25:03

why, how, who, and eh apa tadi? Satu

25:07

lagi lupa. Eh, jadi inilah yang

25:11

menentukan ke mana arah produk ini akan

25:14

di tujukan gitu ya. Dan proses tadi

25:19

diverse dan converse ini penting karena

25:21

setiap kalian ingin mendapatkan ide

25:24

sebanyak-banyak, kalian harus punya

25:26

pemikiran yang diverse dan kalian

25:29

convert supaya mendapatkan hasil yang

25:33

kalian mau prioritaskan ya sesuai dengan

25:36

eh impact effort yang kemarin kalian

25:38

sudah pelajari juga. Nah, jadi

25:40

prioritaskan 1 sampai 3 ide dari proses

25:44

id kalian. siapkan

25:47

bahan bakunya dan kita wujuduskan hari

25:51

ini ya. Jadi kemarin kalian sudah

25:53

mikirin apa aja nih ee bentuknya,

25:56

prosesnya, itu semua ada di Crazy

25:59

sebenarnya, Teman-teman ya. Ide sudah

26:02

hebat di tangan. So, what's next? Nah,

26:04

kita akan masuk ke fase prototype dan

26:08

tes. Nah, yang perlu diingat

26:10

teman-teman, jangan jatuh cinta pada ide

26:12

pertama karena akan menyesatkan

26:15

teman-teman.

26:16

Ide di atas kertas itu seperti asumsi ya

26:18

teman-teman. Kalian perlu melakukan

26:20

validasi gitu ya. Jadi kalian mungkin

26:23

wah ini udah paling the best lah. Tidak

26:26

semudah itu Ferguso. Gitu ya. Kalau

26:28

belum diuji, belum tahu apakah

26:30

benar-benar produk ini punya impact atau

26:33

manfaat bagi si usernya. Jadi ee yang

26:37

perlu kita lakukan adalah dari ide kita

26:39

visualkan yaitu dengan melakukan

26:41

prototyping. Jadi wujud wujudkan ide

26:44

dalam bentuk visual yang sederhana ya.

26:47

Bisa disentuh, bisa dicoba. kayak tadi

26:48

kan dia produknya sebenarnya simpel

26:50

produknya kayak notes tapi dari bahan

26:53

material yang ee apa ee

26:59

recycle ya. Nah, dan ee dia bikin

27:02

beberapa versi supaya kertasnya bisa ee

27:06

ditaruh dengan nyaman gitu ya, dengan

27:09

bisa berdiri. Nah, sebenarnya simpel

27:11

sekali ee tapi prosesnya panjang gitu

27:14

ya. Karena enggak semudah itu juga kita

27:17

mewujudkan high quality product gitu.

27:19

Makanya butuh banyak iterasi, banyak ee

27:22

ee uji coba sampai akhirnya kalian

27:26

mendapatkan ini ya hasil yang paling

27:30

maksimal atau hasil yang menurut kalian

27:31

paling relevan. Jadi kalian melakukan

27:33

tes, tes, tes, tes. Dan uji coba

27:37

prototype dengan berbagai ee koreksi ya,

27:40

varian dierasi prototype-nya, dapat

27:42

feedback di ee bangun ulang atau mungkin

27:45

diperbaiki kekurangannya supaya kalian

27:48

belajar mana yang berhasil, mana yang

27:51

tidak dan kalian harus perbaiki itu.

27:54

Oke. Nah, gimana kita? Nah, sebenarnya

27:57

kita sudah masuk di fase akhir,

27:58

Teman-teman. Jadi eh kalau di desain

28:02

thinking itu kita di dua step terakhir

28:05

ya, prototype dan tes. Tapi prosesnya

28:08

belum berarti berakhir ya kalau kita

28:10

sudah sampai tes terus sudah gitu.

28:13

Enggak. Justru nanti kita dari tes ini

28:15

bisa jadi kita ulang lagi ke empetize.

28:17

Kita coba target yang lain misalnya gitu

28:19

ya. kita bikin fitur baru, pengembangan

28:21

fitur baru. Kita akan balik lagi ke tes.

28:24

Jadi kalau teman-teman lihat misalnya

28:26

kalian pakai layanan

28:28

eh OTA ya online travel eh application.

28:32

Nah [berdehem]

28:34

itu mereka prosesnya banyak teman-teman.

28:37

Jadi kalau ada fitur baru ya sudah jadi

28:40

kan produknya ya. Tapi mau misalnya mau

28:42

nambah menu untuk ee sewa mobil di

28:45

bandara misalnya gitu ya. Mereka akan

28:48

ulang lagi dari

28:50

ada enggak sih kebutuhan dari user kita

28:52

untuk pakai mobil di eh sewa mobil di

28:56

bandara gitu misal dan dia akan coba

28:58

lagi prototype interaction-nya gimana

29:01

atau mungkin experience butuh enggak sih

29:03

kalau kita traveling terus ada ee ini ee

29:07

apa ee kegiatannya gitu ya, kegiatan

29:11

wisatanya kita empat lagi dengarkan.

29:14

Biasanya teman-teman kalau traveling

29:16

suka ke mana aja? Ke mall kah? Atau

29:19

teman-teman ee ke sinking ke tempat

29:22

wisata, biasanya prosesnya seperti apa?

29:25

Kalian beli tiket dulu enggak? Prepare

29:27

lebih awal enggak? Dan semua itu

29:29

terwujud karena kita mendengarkan dari

29:32

target user kita. Akhirnya itu jadi satu

29:34

fitur yang kalian lihat sekarang gitu

29:36

ya. Ada kalau di ee brand ee apa? OTA

29:42

itu ada eh event ada experience dan

29:45

lain-lain. Itu sebenarnya bagian dari

29:47

proses membuat

29:50

tadi dari idea jadi suatu produk atau

29:54

bahkan ee feature ya di dalam sebuah

29:57

aplikasi yang sudah jadi atau bahkan

29:59

nanti juga kalian bikin produk ee IoT

30:02

misalnya ada fitur tambahannya ada ini

30:04

itu. Nah, semua itu berdasarkan proses

30:07

tersebut. Oke,

30:10

kita masuk ke prototype. Jadi, bagaimana

30:13

mengubah ide di kepala kita menjadi

30:15

sesuatu yang bisa diuji.

30:18

Nah, kita nonton dulu biar dapat

30:20

pemahamannya, ya.

30:28

Inventors and engineers make prototypes

30:29

as a way to show their ideas and test

30:31

their ideas. For example, if you were an

30:34

engineer creating a new phone, you

30:35

wouldn't make the complete phone right

30:37

away. Instead, you would make a

30:39

prototype out of inexpensive materials.

30:41

That way, you can test the shape and the

30:43

feel or if you want to figure out if the

30:46

code works. Let's walk through an

30:47

adventure we made here at Kid Museum

30:49

called a movement dice. Our movement

30:51

dice has different exercises on each

30:53

side. That way, when you roll it,

30:56

it tells you what to do.

30:59

We wanted our dice to be made by our

31:00

students so they could design and

31:02

customize each side of their dice. The

31:05

first step of our prototyping process is

31:06

making a sketch. Our sketch allows us to

31:09

see if we like our idea and it allows us

31:11

to get feedback from other people. If

31:13

you don't want to make a sketch, you can

31:15

also make a prototype as a 3D model and

31:17

Tinker CAD. Here we made our prototype

31:19

out of cardboard. We liked how it had

31:21

six different sides for six different

31:23

exercises. So, we drew our different

31:26

movements on our dice and then we gave

31:28

it to kids to test. They liked how it

31:30

looked and how it worked, but they

31:32

didn't like the tape on the sides. And

31:35

when they rolled it, they said it was

31:37

too light and it didn't roll very well.

31:39

So, then we had to think, what new

31:40

material could we use to help fix this

31:42

problem? So, we decided to do some

31:45

brainstorming

31:46

and we went with wood as our material.

31:49

So, we had to then think, if we want

31:51

other people to make this dice, how are

31:53

they going to put it together? We

31:55

decided to make our sides puzzle piece

31:58

shapes. That way, you get cleaner edges

32:00

when you put them together

32:03

and it'll be easier to assemble.

32:07

After we had our box put together, we

32:09

gave it to other people for their

32:10

feedback. They liked how it felt. They

32:12

liked how it rolled, but they thought

32:14

our dice could be a little bit more

32:15

exciting. They suggested we add some

32:17

sound to it. So, back to the drawing

32:20

board and we decided to add a microbit

32:22

to give it some sounds. Our microbit

32:24

allows us to add sound to our dice. So,

32:26

each time we move our microbit,

32:32

it plays different sounds. We tested our

32:34

microbit over and over again because

32:36

this is our works like prototype. We

32:37

wanted to make sure our code worked the

32:39

way we wanted. We had our code. We had

32:41

our microbit. Now it was time to put it

32:43

in our box. At first, we just put it on

32:46

the inside, but then it was rolling

32:48

around too much when we rolled the dice.

32:49

So, an easy way to fix that was to just

32:51

tape it to one of the sides. That way,

32:53

it stayed in place as we rolled our

32:54

dice. Now, we had our final prototype

32:58

product. This now allows us ask

33:01

questions like, [musik] do other people

33:03

know how to use it? Does it work the way

33:05

we want to? And do we like how this

33:07

looks? Throughout this prototyping

33:08

process, we tried a lot of different

33:10

things and tried new materials to get to

33:12

a product we were happy with. Don't be

33:14

afraid to try new things because that's

33:16

what the invent is about. Keep on

33:18

making,

33:21

ya. Nah, itu tadi ya sesimpel kita mau

33:25

bikin

33:26

eh activity dice gitu ya. Nah, jadi

33:31

prosesnya tadi di sketsa dulu dibuat

33:35

prototype-nya ya.

33:37

dibayangin dulu terus dijadiin sebuah ee

33:41

prototype dalam bentuk awalnya dari

33:43

kardus dulu ya kan. Tapi ternyata

33:46

setelah dapat feedback nih oh ternyata

33:48

terlalu ringan dari kardus gitu ya dan

33:51

hanya di sambung dengan tap dan ee

33:55

sering lepas. Nah, oleh sebab itu di

33:58

dari feedback diganti jadi kayu tadi ya

34:01

ee dadunya dibuat dari kayu terus ee

34:05

lebih firm, lebih kuat, enggak banyak

34:09

berubah ee ininya ya bentuknya dan ada

34:13

bobotnya. Nah, tapi kurang fun gitu ya.

34:16

Akhirnya di ee sematkan mikrobit untuk

34:19

kasih suara. Jadi ditempel mikrobit di

34:22

dalamnya biar waktu dia eh rolling down

34:26

ada voice-nya supaya jadi lebih fun gitu

34:29

ya. Nah, proses itulah yang teman-teman

34:31

sebenarnya akan eh getting through ya

34:35

along the way. Nanti teman-teman bikin

34:37

suatu solusi dan ee jadikan itu sebuah

34:40

eh apa? produk kalian sebaiknya melalui

34:43

proses prototype and test dulu sebelum

34:47

kalian benar-benar eh launch your final

34:50

version

34:52

gitu ya atau kalian iterate dulu

34:54

beberapa kali di twick sampai ketemu

34:57

yang paling pas ya tapi pasti butuh

35:01

proses lagi ya diulang lagi diulang

35:03

enggak akan berhent

35:05

kalian jadi ya atau produk yang kalian

35:08

ee inginkan itu bisa live dan bisa

35:12

terwujud dulu supaya ee user bisa ee apa

35:16

gunakan gitu ya. Nah, prototype di

35:20

sekitar kita tuh ee analoginya seperti

35:22

roti, Teman-teman. Jadi ee kita punya

35:25

toko roti. Nah, itulah tim kita ya.

35:28

Kalau tadi di video paling awal kan

35:29

dijelaskan ada dia sebagai ee ada produk

35:33

desainer, ada marketingnya, ada ee apa

35:37

ee manajernya. Jadi proses ini ya yang

35:41

memberikan ee engine terhadap ee ide-ide

35:46

yang kita mau buat gitu ya. Jadi ee toko

35:50

toko road ini ya membuat produk barunya

35:52

dalam porsi kecil dan murah sebelum

35:54

diproduksi. Masal ibarat toko roti

35:56

biasanya kita dikasih display ee

35:59

beberapa item aja mungkin satu jenis itu

36:02

mungkin 3 empat ya. Kalau kalau kalian

36:05

ke coffee shop biasanya seperti itu.

36:07

Nah,

36:09

yang kedua adalah pelanggan adalah user

36:11

kalian. Jadi, kalian biasanya juga kasih

36:14

teaser mungkin ya. Ee kalian bisa lihat

36:16

kalau ee misalnya di toko roti atau

36:20

kadang ada oke kita ada roti baru gitu

36:23

ya, tes baru bisa dicobain gitu ya atau

36:26

kita ada ee apa cookies misalnya. Nah,

36:29

cookiesnya boleh dicoba dulu gitu atau

36:31

si simple es krim gelato gitu ya. kita

36:33

boleh nyobain dulu tuh ee tesnya cocok

36:36

enggak sama tes kita gitu ya. Nah,

36:39

itulah yang jadi ee sampel road. Inilah

36:42

yang jadi ee prototype-nya gitu ya. Jadi

36:46

pelanggan akan melihat dan merasakan

36:49

dengan pancra mereka ya. Baik itu

36:52

dipegang di apa dirasakan ya kan dilihat

36:57

secara visual secara ee apa ee panca

37:03

indra akan mencoba mengeksplore apakah

37:05

prototype ini sesuai dengan kebutuhan

37:07

mereka atau enggak ya. Jadi bentuk

37:09

sederhana dari produk ini untuk menguji

37:12

tujuannya untuk menguji asumsi ke orang

37:15

nyata ya. Jadi ini orang-orang benar

37:17

benar-benar bisa merasakan manfaat dari

37:20

produk kalian.

37:22

Oke. Nah, prototyap membuat asumsi kita

37:26

jadi bisa diuji ke orang ya sebelum kita

37:29

berinvestasi besar ya. Kayak misalkan

37:31

roti. Oh, ini disukai enggak sih taste

37:34

ini kita bikin roti rasa

37:38

nasi Padang misalnya misalnya [tertawa]

37:40

orang suka enggak ya gitu ya? atau mie

37:43

rasa

37:45

eh nano-nano misalnya, orang suka enggak

37:47

sih? Nah, kita tes dulu.

37:50

Kalau iya suka baru di launch full

37:54

skills kita produksi massal misalnya

37:56

seperti itu karena akan mengurangi

37:58

risiko kerugian yang lebih besar karena

38:01

tidak laku misalnya atau tidak

38:03

memecahkan solusi mereka dan eh ini ya

38:07

for long term juga teman-teman eh less

38:10

karena sudah diuji di awal dan

38:15

tinggal ee fokus ke area lain misalnya

38:17

ke marketingnya ke proses improvement

38:19

produksin dan lain-lain.

38:21

Nah, kenapa kita harus bikin prototype

38:23

dulu?

38:25

Jadi, proses kita

38:28

memvisualkan ide itu satu tujuannya

38:31

adalah memvalidasi solusinya. Apakah

38:33

relevan, apakah menjawab masalah user,

38:36

dan bagaimana mereka berinteraksi dengan

38:40

prototype kalian ya. Jadi, kalian perlu

38:43

observe lagi itu apakah ada ee feedback

38:48

ya kan. Tujuan itulah yang berlanjut ya.

38:51

Jadi kedua adalah belajar cepat dan

38:52

murah. Jadi dengan menemukan kelemahan

38:55

saat masih prototype nih masih bisa

38:59

lebih mudah kalian ubah perbaiki bukan

39:02

setelah produknya jadi ya.

39:06

Nah, contohnya apa yang sering kita

39:09

temui? Kalau teman-teman mungkin pernah

39:11

dengar recall produk atau recall mobil

39:14

gitu ya.

39:16

Nah, itu sebenarnya ada kesalahan

39:20

ee ini produksi teman-teman ya di call

39:24

kan mungkin ada kesalahan di bagian ee

39:27

injeksi oli atau apa ya kan. Nah, itu

39:30

biasanya ada tuh di beberapa pabrikan

39:32

mobil mereka akan narik versi ee 2000

39:36

berapa gitu ya dan itu diganti dengan ee

39:39

yang sudah di-improve kayak gitu.

39:41

Sebenarnya itu bagian dari proses juga

39:43

gitu ya.

39:45

Ya, ada kesalahan di versi pertama, kita

39:47

perbaiki di versi kedua, itu bagian dari

39:50

proses iterasi gitu. Baru ketemu pas di

39:53

fase itu. Bisa jadi karena ee kesalahan

39:57

engineering ya prosesnya gitu. Jadi

40:01

tujuannya apa sih kenapa kita perlu

40:02

melakukan ee perbaikan terus-menerus ya,

40:05

iterasi terus-menerus ya? Salah satunya

40:07

adalah meyakinkan stakeholder, yaitu

40:09

bentuk nyata memudahkan menjelaskan ide

40:12

ke juri, mentor, dan pihak sekolah

40:14

nantinya, Teman-teman, ya. Jadi, kalau

40:15

Teman-teman sudah bikin sampel

40:17

produknya, bikin bentuk visualnya dalam

40:21

ee format prot

40:23

teman-teman akan bisa mempresentasikan

40:26

dengan lebih mudah karena ada alat

40:28

bantunya. Bayangin kalau cuma gambar aja

40:31

terus gitu ya, apalagi pakai AI

40:33

gambarnya doang gitu ya.

40:35

kayak ini saya pakai gambar ya ini apa

40:38

ya Samsung ngeluarin apa sih itu ya

40:41

misalnya kayak gitu ya. Nah, teman-teman

40:43

harus bisa wujudkan itu supaya orang oh

40:45

ini ada tombolnya nanti kalau dipencet

40:47

nyala ya kan. Oh ini ada komponennya

40:50

chip-cipnya ini ada tombol ee ada apa

40:53

colokan USB ada tombol tombol power dan

40:57

lain-lain

40:59

akan beroperasinya seperti apa kayak

41:01

gitu. Nah, itulah fungsi dari kalian

41:03

membuat prototype.

41:06

Yang kita ketahui membuat prototype itu

41:09

bisa dua fase ya. Pertama, low fidality

41:12

atau low ya. Kalau teman-teman kemarin

41:15

dengar ya tentang lowi, highfi. Nah,

41:18

lowy ini eh low fidelity atau yang

41:21

benar-benar row ya atau masih kasar gitu

41:24

ya. Bahannya bisa dari kertas, pulpen,

41:26

sticky note, bisa visual sederhana dan

41:28

kasar ya kan. sangat cepat dan mudah

41:30

dibuat prosesnya. Fungsinya untuk

41:32

menguji ide dan konsep. Kalau kalian

41:34

lihat di video tadi dia bikin sketch-nya

41:36

di kertas. Nah, itu masuk ke lava

41:39

idelity

41:41

ya. Terus kita bikin high fidelity

41:44

version-nya. Bahannya bisa e digital

41:47

tools ya, mau di Figma, di Miro atau

41:49

kalian bikin mokup-nya ee dengan tadi ya

41:52

produksi satuan ya kan. Kalian coba tes

41:56

dulu kayak tadi kan dia bikin satuan ya

41:59

di video awal tadi ya. Terus mirip

42:02

visualnya mirip dengan tampilan produk

42:04

akhirnya. Jadi yang digambar dengan yang

42:06

di tadi diproduksi secara real kurang

42:08

lebih sama gitu. Biasanya karena pakai

42:11

mesin CNC akurasinya biasanya sangat

42:13

tinggi ya sizing-nya dan lain-lain. Dan

42:17

proses ini butuh lebih banyak waktu.

42:19

Memang kayak tadi kita harus ke workshop

42:20

ya kan potong dulu kayunya, potong

42:22

besinya ya kan logamnya tadi ya. terus

42:25

diassembly, dirakit. Nah, tapi fungsinya

42:30

untuk uji detail interaksi dan

42:32

presentasi jadi lebih mudah gitu ya kan

42:34

bisa ada touch-nya dipegang. Oh,

42:37

bentuknya seperti ini kita tes taruh

42:38

kertasnya, oh ternyata bisa menahan

42:41

lebih baik. Itulah fungsi dari kita

42:43

membuat prototype di tingkat fidelity

42:46

atau ee kita bikin ee visualnya ya,

42:50

visual sampai jadi ee apa?

42:54

produk realnya.

42:59

Nah, ada lima langkah teman-teman bisa

43:01

ee

43:05

pilih ya dari ke prototip sampai ke eh

43:08

sori dari ide terpilih sampai ke

43:11

prototip siap uji gitu ya. Jadi kemarin

43:13

kalian sudah bikin e beberapa ee ini ya

43:17

opsi terus kalian pilih salah satu

43:19

akhirnya kalian bikin crazy-nya. Nah,

43:21

tujuannya adalah menutupkan satu,

43:24

tentukan produknya dulu. Pilih solusi

43:25

yang paling layak dari ide-ide terpilih

43:27

di dalam tim kalian. Bisa pakai Impact

43:30

Matric, bisa kalian asses dari sisi

43:33

feedback user. Jadi, tergantung dari eh

43:36

capability tim kalian. Terus yang kedua

43:39

adalah kalian bikin sketsa rancangannya

43:41

ya. Kemarin di Crazy kalian sudah bikin

43:43

ee sketsa kasarnya ya, buat flow charge

43:46

bisa atau requirement atau tadi sketsa

43:49

kasar dan tentukan scop-nya fokus pada

43:52

fitur yang paling krusial untuk kalian

43:54

mau uji ya misalnya di bagian oh fitur

43:57

ordernya gitu ya kalau memang produk

44:00

kalian digital atau kalau kemarin bikin

44:03

yang dari case ee example saya bikin ee

44:08

IoT untuk mengukur ee apa kualitas AS

44:11

udara. Nah, mungkin di measure PM-nya

44:15

dulu ya kan atau diukur kelembabannya ya

44:19

kan. Nah, itu bisa juga apa aja ee

44:22

indikator yang kalian butuhin dites

44:24

dulu. Kemudian kalian bikin

44:26

prototype-nya. Jadi dari sketsach itu

44:29

coba kalian bikin kalau kalian IoT ya

44:32

bikin komponennya dulu. itu kalian bisa

44:34

ee beliah ya kalau di di ya apa tuh

44:38

kalian bebas mau pakai Adruino atau

44:40

pakai apa. Nah, terus kalian rakitlah

44:44

supaya

44:46

ee fungsinya berjalan. Nah, nanti

44:48

tinggal kalian bikin ee prototype

44:51

cover-nya ya. Bisa kalian pakai 3D

44:54

print, bisa kalian dari kardus dulu ya

44:57

atau kalian mau bikin dari apa? kertas

45:01

bahkan ya kertas dulu kalian ee apa ee

45:04

kertas yang bisa dibentuk itu ya. Nah,

45:08

itu boleh juga atau ya kayak [berdehem]

45:09

tadi bikin dari kayu, dari bambu dibikin

45:13

dulu supaya ada bentuknya.

45:15

Kalau dari apps lebih gampang ya karena

45:17

produk digital kalian tinggal ee jadikan

45:21

di apa di tools online ya mau Miro, mau

45:25

Figma, mau pakai AI itu bisa ya.

45:31

Nah, terus siapkan skenario tesnya. Apa

45:33

yang kalian mau tes? Apakah fiturnya ee

45:36

kalian mau coba ee feedback ee ini

45:39

menurut kalian warding-nya ee clear

45:42

enggak ya kan atau ee ini cara

45:45

penggunaannya kalian paham enggak

45:47

eksplorasinya, cara sign up, cara holder

45:51

misalnya ya atau ee ya tergantung

45:54

fiturnya apa gitu ya. Kalau produk ya

45:56

misalkan dia tahu enggak cara nyalainnya

45:58

gimana gitu kan. Nah, ini cara milih apa

46:02

ee fungsinya ya kan caranya ganti

46:06

fungsinya paham enggak? Misalnya kayak

46:07

kayak kita punya ee apa ya kemarin yang

46:13

ee kisah itu ee kayak misalnya air

46:16

purifier lah ya, air purifier. Nah, itu

46:18

gimana cara nyalainnya? Terus fungsi

46:20

tombol-tombolnya paham atau enggak? Iya

46:23

kan? ada fan, ada speed, ada eh automate

46:27

automated ya kan. Terus ada fitur smart

46:31

homeya. Nah, terkoneksi ke HP misalnya.

46:35

Nah, mereka paham enggak gitu ya. Jadi

46:38

skenario itu kalian susun dalam bentuk

46:41

ceklist gitu ya. Mereka paham enggak

46:43

dengan proses tersebut.

46:46

Nah, pastikan setiap langkah kalian

46:48

membuat prototip itu makin terarah dan

46:52

hemat ya. Tujuannya untuk supaya

46:54

menghemat, jangan dilompati urutannya ya

46:56

dari lima ini. Oke.

47:00

Nah, tadi kita bahas dulu ya

47:02

masing-masing ya. Jadi pertama tentukan

47:03

produk yang dibuat. Jadi berdasarkan

47:05

impact effort kemarin kalian sudah

47:08

memahami impact effort, nah mana yang

47:10

menurut kalian paling ee visibel untuk

47:14

kalian jadikan sebuah produk?

47:17

Pertimbangannya

47:19

yaitu cost and selain impact and adalah

47:23

cost and timeline ya. Berapa biayanya

47:25

waktu yang relis untuk tim eh dan

47:29

pelajar ya kan mungkin kalian budget

47:31

terbatas apa sih yang kalian bisa bikin

47:33

gitu ya. pilih yang terjangkau sama

47:37

resource-nya ya, skill, alat, bahan yang

47:39

benar-benar dimiliki tim saat ini. Jadi

47:41

kalian enggak perlu makaksain diri, oh

47:44

aku harus bikin pakai 3D printing. Galau

47:46

memang di tempat kalian belum ada untuk

47:49

kalian order 3D printing, jangan dipaksa

47:52

gitu atau kalian budgetnya terbatas ya,

47:54

jangan di ee paksakan dulu untuk harus

47:56

jadi yang dengan bahan baku yang bagus.

48:00

misalkan pakai yang ada di sekitar

48:02

kalian dulu ya gitu. Mungkin kalian ada

48:07

ee dari lab sekolah kalian ya kan ada

48:10

bahan yang kalian bisa pakai ulang ya

48:12

kan atau dari kardus. Saya pernah tuh

48:16

bikin IoT untuk kandang ee apa itu

48:21

kandang ini ya? Ada studen saya bikin

48:25

kandang landak tuh ya ada termometernya

48:28

dan suhu ukurnya. Nah, itu ee dari

48:32

kardus dulu itu sebelum dibikin versi ee

48:36

bahan ee aslinya gitu ya, pakai pakai

48:40

bahan plastik. Nah, jadi usahakan impact

48:44

effort ini membantu teman-teman mana sih

48:45

yang paling bisa saya bangun dulu, saya

48:49

bikin dulu ya dengan resource yang

48:51

available. Semakin teman-teman eh masuk

48:54

ke ini eh high impact low revert bagus

48:59

gitu ya, berarti bisa langsung di ee

49:03

buat gitu ya atau low impact low effort

49:05

juga masih oke gitu. Nah, tapi kalau

49:08

udah bagus misalnya oke idenya sudah

49:10

diterima dengan baik,

49:13

produknya udah ee apa kemungkinan ini

49:17

bakal keren ya. misalnya bakal bisa

49:21

diimplementasiin ya berarti masuk yang

49:23

kuadran ini ya project. Nah, tapi

49:26

biasanya long term gitu ya ada fasenya

49:29

waktu kalian bikin mungkin masih di sini

49:31

nanti akan naik jadi high impact mungkin

49:33

bisa geser lagi sampai akhirnya jadi

49:35

major project. Nah, kalau high effort

49:37

tapi low impact, nah sebaiknya kalian

49:40

perlu hindari gitu ya, karena ee akan

49:45

menyulitkan teman-teman nantinya dengan

49:47

membuang budget lebih banyak. Oke, yang

49:51

kedua adalah sketsa tadi ya. Kalau

49:53

kalian lihat videonya kan dibikin sketsa

49:55

dulu sama kayak kemarin kalian bikin

49:57

crazy ya, bikin sketsa. Makanya kalian

50:00

butuh brandstorming ya. Supaya terlihat

50:03

croncrete lebih mudah kalian berdiskusi.

50:06

Oh, aku penginnya kayak gini, kamu

50:07

penginnya kayak gimana. Kita combine

50:09

atau bisa pilih salah satu. Ya,

50:12

tujuannya apa? Yaitu memprediksi

50:14

masalah. Jadi, dari sketsa tersebut ada

50:17

potensi error celah yang produk tidak

50:20

terlihat lebih apa produk terlihat lebih

50:22

awal. Ya, mungkin flow-nya kok gini ya.

50:24

Salah nih kalau sign up ya. kamu bisa

50:27

pakai button apa dulu nih supaya

50:29

registernya lebih mudah gitu misalnya.

50:32

Nah, terus yang ketiga adalah mudah

50:34

direiterasi. Jadi bisa dihapus dulu nih

50:36

dari sketch saya atau buat ulang gitu

50:39

ya. Ee supaya lebih ee terarah flow

50:43

charge-nya jadi ee alurnya juga clear

50:47

dan kalian jadi tahu kebutuhannya atau

50:49

requirement-nya di setiap bagian tuh

50:52

seberapa besar sih gitu ya. Makanya

50:55

dengan menggambar ini jadi mudah

50:57

diiterasi, cepat dibuat, mudah diubah,

51:00

bahkan kalau salah ya tinggal dibuang

51:02

gitu ya tanpa rugi besar. Jadi belum

51:04

sampai tahap yang kalian harus

51:06

mengimplementasikan dengan tools-tools

51:09

yang lebih advance.

51:12

Nah, yang ketiga adalah tentukan scop

51:14

prototype-nya ya. Kalau tanpa scopur

51:18

sekaligus lama jadinya mahal, feedback

51:22

didapat kadang melebar ke mana-mana.

51:24

Karena semua fitur tersedia di situ

51:27

dalam waktu yang bersamaan. Jadinya

51:29

feedback-nya akan panjang gitu ya,

51:31

lebar. Wah, ini kurang gini, kurang itu,

51:33

kurang ini, kurang itu. Akhirnya kalian

51:35

ke distrack dan tidak fokus ke solusi

51:37

utama kalian. Nah, makanya kita perlu

51:40

kasih scope ya. Kan tidak serta-merta

51:43

nih kalau kalian misalnya lihat apps-

51:45

apps yang sekarang tuh tidak serta-merta

51:48

dari awal dia begitu gitu ya, ada

51:50

prosesnya. dia satu dulu fungsi utamanya

51:53

terus ditambahin fitur berikutnya, fitur

51:56

yang lain lagi, yang lain lagi. Tapi

51:58

masing-masing fitur ini prosesnya sama

52:01

melalui desain thinking yang tadi itu

52:03

ya. Ada yang fokus utamanya ngantterin

52:07

orang dulu, fokus kedua ngantterin

52:08

makanan, fokus ketiga nganterin paket.

52:11

Nah, ingat ya. Jadi masing-masing fitur

52:14

kalian perlu kasih feedback ya. Karena

52:16

audiens-nya bisa jadi di dalam lingkup

52:18

yang sama tapi kebutuhannya beda gitu

52:22

ya. Yang satu butuhnya makanan, yang

52:25

satu butuhnya diantar, yang satu butuhan

52:27

butuhnya diantarin paket gitu ya. Jadi

52:29

fokus pada satu fitur paling krusial

52:31

dulu diuji sisanya bisa menyusul

52:33

belakangan. yang jadi utamanya adalah

52:36

untuk kalian ee

52:40

orang-orang ini kan sama ya mereka ee

52:43

apa drivernya yang akan melakukan ee tas

52:46

tersebut gitu ya. Tapi kebutuhannya jadi

52:49

berbeda karena ee usernya ee punya needs

52:53

and goal yang beda gitu ya.

52:56

Jadi kalau kalian ingin menguji fitur,

52:58

cari produk misalnya ya, cukup buat alur

53:00

pencarian, login, pembayaran dan profil

53:03

tidak perlu dibuat dulu. Jadi fokus ke

53:06

fitur pencariannya dulu gitu.

53:09

Nah, tahap 4 adalah tadi dari gambar

53:12

kalian bikin produksi prototype-nya. N

53:15

jadi sesuaikan dulu tujuannya

53:17

untuk test

53:23

kan baru kalian fokus ke fitur yang

53:26

paling krusial, fokus pada bagian yang

53:28

paling valuable ya, yang masih penuh

53:30

asumsi itu kalian perlu

53:33

bikin jadi semakin detail, makin

53:36

kompleks prototype, makin lama dibuat

53:37

dan makin bias feedback-nya. Jadi

53:39

usahakan jangan terlalu detail. Jadi

53:41

justru malah bikin yang kayak ini ya,

53:44

kayak screenshot-nya yang mungkin gambar

53:46

sketsa yang ee belum kelihatan tuh warna

53:50

dan ininya enggak apa-apa nanti baru di

53:54

high fidelity-nya kita bikin gitu ya.

53:56

Nah, tapi enggak usah semua fitur kamu

53:58

aktifin dulu fitur yang utama kamu mau

54:00

uji dulu gitu ya. Kalau memang mau ee

54:03

ordernya dulu diaktifin gitu ya, nanti

54:06

baru fitur pencarian gitu ya atau fitur

54:10

sign up bertahap sampai akhirnya jadi

54:13

keseluruhan dari fitur yang kalian mau

54:15

over ya. Yang perlu kalian ingat adalah

54:18

prototype kasar yang selesai lebih

54:21

berharga daripada yang udah indah gitu

54:24

ya. Udah bagus tapi tidak pernah diuji

54:26

gitu. Secara desain bagus banget gitu ya

54:29

karena nyomot-nyomet dari dari [tertawa]

54:31

apa? dari internet, tapi ee kalian

54:33

enggak paham sebenarnya ee fungsinya ini

54:37

atau fiturnya tuh menyelesaikan masalah

54:40

atau enggak, gitu ya.

54:44

Nah, ada enam bentuk prototype yang

54:46

teman-teman bisa pilih dan bisa kalian

54:49

cepat untuk si asumsi ini ya ee produk

54:53

kalian ya. Yang satu paper prototype ini

54:55

jelas ya yang kalian gambar kalian eh

54:58

apa eh sketsa tadi ya. Yang kedua adalah

55:03

roleplay layanan. Nah, ini kayak yang

55:05

minggu lalu teman-teman eh lihat

55:07

videonya yang dia itu sebenarnya role

55:11

play layan karena ada service designnya

55:13

prosesnya gitu ya. Terus yang kedua

55:16

adalah storyboard. Jadi kalian kemarin

55:18

sebenarnya eh Crazy itu mirip storyboard

55:22

ya. Sebenarnya proses storyboard eh eh

55:25

sori proses kalian mendefinisikan ee apa

55:29

baik itu penggunaannya atau prosesnya

55:33

itu masuk ke storyboard. Jadi tujuannya

55:36

untuk membuat rangkaian gambar yang

55:38

menceritakan si pengalaman user. Yang

55:41

kelima adalah digital mo ya. Digital mo

55:43

yang ee teman-teman bisa lihat sekarang

55:46

ya. banyak di internet atau di tools

55:49

misalnya pakai Figma, pakai Miro, pakai

55:51

ee AI. Nah, itu semua bisa di ee jadikan

55:57

ee apa? Clickable prototype sekarang.

55:59

Jadi bisa diinteraksi dan bisa diukur.

56:01

Nah, wizard of ini istilah ya ee jadi

56:04

terlihat otomatis padahal dijalankan

56:06

manual of team. Jadi jadi kayak ee

56:09

prototype-nya oh bisa gerak padahal

56:11

pasti digerakin pakai tangan gitu ya

56:13

atau ee

56:16

apa udah ada

56:18

apa ee tombolnya gitu. Oh bisa nyala

56:20

padahal kita pakai senter. Jadi kayak

56:23

seolah-olah benar-benar udah terjadi

56:25

gitu ya. Nah itu wizard of istilahnya

56:27

ajaib gitu ya. Oh, baru m apa baru

56:30

prototype sudah bisa beroperasi gitu.

56:32

Padahal belum semua fiturnya nyala gitu

56:34

ya. Oke. Nah, yang keenam adalah mokap

56:37

fisik. Jadi model tadi bisa dari kardus,

56:40

clay, e sederhana sampai akhirnya jadi

56:43

ee terbentuk ee visualnya. Kalau kalian

56:46

ingat di pertemuan pertama itu yang

56:50

bikin prototype apa tuh? Ee

56:53

shopping chart ya. Nah, shopping card

56:56

itu kan awalnya dari shopping card

56:59

ditambahin ini, tambahin ditambahin itu

57:00

yang mainan lah, yang ada apa ee remote

57:04

lah dan lain-lain. Akhirnya kebayang nih

57:07

kebutuhannya kayaknya bisa lebih simpel,

57:10

bisa lebih sederhana. Ee akhirnya dibuat

57:13

yang ada keranjang terpisahnya supaya

57:16

nanti langsung diangkat, ada

57:18

gantungannya untuk barang-barang yang

57:21

memang ee enggak perlu ditaruh. gitu ya

57:25

di boknya. Jadi contohnya seperti itu.

57:28

Tujuan utama dari prototype adalah

57:30

memvalidasi asumsi secara cepat bukan

57:34

kesempurnaan visual. Jadi lebih kayak

57:36

memvalidasi ini sebenarnya dibutuhin

57:38

atau enggak. Jadi lebih ke

57:39

fungsionalitasnya bukan secara visual

57:42

bagus nih gitu ya. Tapi fungsinya enggak

57:44

berjalan gitu.

57:46

Oke,

57:48

kita break dulu mungkin ya, Mbak kita

57:52

atau masih ada waktu?

57:53

Ee masih ada waktu 4 menit lagi sih,

57:55

Mas.

57:59

Oke, mungkin break dulu aja ya, Kak kita

58:01

ya. Boleh ya. Habis itu kita langsung ee

58:04

ini ada materi berikutnya.

58:07

Oke, terima kasih banyak Mas Kusuma atas

58:10

pemaparan materinya yang keren dan super

58:12

insightful sekali ya. Nah, Teman-teman

58:15

gimana nih sejauh ini? Boleh dong kasih

58:17

rating nih dari skala 1 sampai 10.

58:20

Seberapa paham kalian sama materi

58:22

barusan?

58:25

Entar aku

58:27

10 9. Wah, keren ya. Berarti udah paham

58:30

banget.

58:32

Khatam

58:33

6.

58:36

Oke,

58:37

aku lanjut ya, Teman-teman. Makasih

58:39

banyak yang sudah ngasih rating. By the

58:41

way, kalau misalkan udah ngerasa aduh

58:43

pegal nih, Kak. Karena duduk lama ya

58:45

boleh banget untuk stretching stretching

58:46

dulu untuk minum biar badannya lebih

58:48

rileks lagi karena kita akan break

58:51

selama kurang lebih 5 menit. Nah,

58:53

dihimbau agar tidak meninggalkan

58:54

aplikasi Zoom ataupun di YouTube

58:56

teman-teman YouTube. Nah, bagi

58:58

teman-teman ataupun Bapak Ibu yang masih

59:00

stay di Zoom atau YouTube, kita akan

59:02

segerin otak dulu lewat sesi ice

59:04

breaking seru. Nah, Teman-teman, Bapak,

59:07

Ibu nantinya silakan mengetikkan jawaban

59:09

melalui kolom chat di Zoom ataupun

59:12

YouTube ya. Oke, main apa nih, Kak?

59:14

Sebentar ya, Teman-teman. Aku share

59:16

screen.

59:36

Nah, hari ini aku mau ngajakin

59:37

teman-teman buat main Describe me ins.

59:41

Caranya gampang banget. Nanti akan aku

59:44

tunjukkan satu gambar. Teman-teman bisa

59:46

jawab menggunakan dua kata yang menurut

59:49

kalian tuh paling menggambarkan gambar

59:50

tersebut. Nah, misalkan ini ada gambar

59:52

ice krim nanti teman-teman bisa jawab

59:55

dingin dan juga manis seperti itu. Oke,

1:00:00

udah siap

1:00:02

aku lanjut ya. Gambar pertama.

1:00:06

Nah,

1:00:08

kira-kira apa nih? Ya, dua kata nih.

1:00:10

Boleh nih, Teman-teman. Dua kata yang

1:00:11

menggambarkan gambar tersebut

1:00:19

diaduk enak, gurih. Benar. Enak ya buat

1:00:21

sarapan. Emang buburbubur ayam. Betul.

1:00:25

Diaduk enak, pedes,

1:00:29

anget. Benar ya. Emang perdebatan bubur

1:00:31

diaduk dan enggak diaduk tuh kayak

1:00:33

perdebatan never ending saga. Ya,

1:00:35

teman-teman.

1:00:36

Aku lanjut kali ya ke pertanyaan kedua

1:00:39

nih. Jawabannya apa ya? Jawabannya ini

1:00:41

bubur ya. Betul, betul. Masih gampang

1:00:44

ya. Nah. Aduh ini mah kayaknya easy sih.

1:00:49

Upin Ipin

1:00:52

kembar. Iya benar kembar.

1:00:54

[tertawa]

1:00:56

UI TB. Siapa itu yang jawab UI TB?

1:01:00

Lucu. Betul. Betul. Ini kartun favorit

1:01:06

sih ya. Memang semua kalangan kayaknya

1:01:08

pernah nonton deh. Aku pun masih suka

1:01:09

nonton sih.

1:01:12

Oke. Kembar bukan dong

1:01:18

ayam goreng. Betul. [terkesiap] Bukan

1:01:21

itu bukan Universitas Indonesia ya

1:01:27

Upin-Ipin. Ya, teman-teman. Ini aku

1:01:30

lanjut lagi ya ke question 3.

1:01:34

Diumlah ya. Apa nih? Dokter dan nyawa.

1:01:37

Dokter. Iya, betul.

1:01:43

Jantung. Dokter. Nah, dokter. Wah. Iya.

1:01:47

Rata-rata dokter ya jawabannya.

1:01:49

Stetoskop. Iya, betul. Ini adalah alat

1:01:52

yang emang dipakai untuk para-para

1:01:55

dokter ya. Betul. Stetoskop ya

1:01:57

teman-teman.

1:01:59

Jantung, telinga, dan detak. Betul.

1:02:01

[tertawa]

1:02:02

Oke, aku lanjut lagi. Question 4. Nah.

1:02:07

Ah, ini tuh yang namanya Dubai cucu

1:02:09

enggak sih? Eh, apa aku salah ya? Dubai

1:02:11

cui.

1:02:13

Moi, Dubai. Bukan, bukan. Brownis.

1:02:18

Lumer. Manis. Betul.

1:02:21

Maca. Ini bukan maca sih ini kunas sih,

1:02:23

Guys. Namanya

1:02:26

Mochi Dubai. My favorite.

1:02:30

Mantap.

1:02:32

Bukan next star, Kak.

1:02:36

Bapa Bapa lagi. Bukan bukan.

1:02:40

Oke, ini adalah Dubai Cubi Cookie. Ini

1:02:43

makanan. Kalau misalkan kalian sering

1:02:44

scrolling TikTok pasti sering dia nemu

1:02:46

food vlogger yang review gitu. Lanjut.

1:02:50

Nah,

1:02:52

aduh ini kegampangan sih jalan-jalan

1:02:57

sepatu roda

1:03:00

[tertawa]

1:03:00

udah siap belum? Ya ampun, seru banget

1:03:03

ini komennya.

1:03:10

Sepatu roda roda sepatu mesin sepatu

1:03:13

mesin.

1:03:15

[terkesiap][tertawa]

1:03:15

Hah?

1:03:17

Ikat sepatu berjalan. Iya, betul ni tuh.

1:03:19

sepatu roda ya, Guys. Ada warna hitam,

1:03:21

pink biru ya. Ini aku lengkapin semua

1:03:24

warna ada.

1:03:26

Oke, lanjut ya, Teman-teman. Ada lagi

1:03:28

enggak, ya? Oke, masih ada lagi nih. Apa

1:03:31

nih?

1:03:33

Ini tuh

1:03:35

Mas [tertawa]

1:03:39

bukan teman-teman. Itu hewan. Ayo,

1:03:42

depannya itu C tem cuman kalau dibaca

1:03:44

itu K.

1:03:46

Nah, Kepara. Betul. Berbulu. Iya.

1:03:51

Berbulu gendut. Gendut enggak sih? Imut

1:03:54

enggak sih? Kepiara tuh

1:03:57

Sandy. Bukan ini bukan tupai ya,

1:03:59

Teman-teman. Ini Kibara.

1:04:04

Oke, komentarnya ini ee random banget

1:04:07

ya. Ada yang jawab ini Kara, ada yang

1:04:10

benar. Oke, aku lanjut lagi ya. Masih

1:04:13

ada enggak ya ini? Nah. Oh, question

1:04:16

teman-teman. Deskripsikan tentang diri

1:04:18

kamu.

1:04:20

Ayo self love dulu nih princess. Iya

1:04:23

betul. Tampan rupawan. Mantap. Imut.

1:04:28

Cantik imut. Sangar. Waduh Sigma ya.

1:04:34

Baik hati dan tidak sombong. Amin.

1:04:38

Si menyamar. Amin. Amin.

1:04:42

Mager. Wuh.

1:04:45

mager dia lapar. Oh iya kamu lagi lapar

1:04:49

ya? Sarapan dulu coba. Sopan santun imut

1:04:53

nih. Beragam banget ya. Nah tuh.

1:04:57

Cantik pintar. Oke

1:05:01

lanjut ya teman-teman.

1:05:04

Oke karena udah habis nih speak

1:05:06

break-nya kita lanjut lagi yuk ke

1:05:10

materi. Oh ya sebelum lanjut aku mau tes

1:05:12

dulu nih buat teman-temannya. masih

1:05:14

semangat itu boleh dong kasih

1:05:16

reaction-nya emoji love apa jempol

1:05:20

bebas.

1:05:29

Oke, masih semangat ya. Kalau gitu aku

1:05:33

kembalikan lagi ke Mas Kusuma untuk

1:05:35

pemaparan materi. Mas Kusuma.

1:05:39

Oke. Seru banget. [berdehem]

1:05:42

Apa mau lanjut terus tuh [tertawa]

1:05:46

tebak-tebakannya? Lucu-lucu ya

1:05:48

sepertinya iya cuman yah durasi ya Mas

1:05:50

buat [tertawa] dilanjut lagi Mas.

1:05:52

Iya siap. Oke kembali kita ke materinya.

1:05:55

Tapi enggak perlu khawatir kita ee

1:06:00

masih lanjut materi happy-happy dulu nih

1:06:04

biar enggak berat. Kita

1:06:07

nonton yang lucu-lucu nih. Nah ini kan

1:06:10

ada gambar apa tuh? Kalau tadi apa? Lucu

1:06:13

gendut. [tertawa]

1:06:16

Kalau ini ada gambar sapi ya,

1:06:18

Teman-teman ya. Oke, kita nonton dulu

1:06:20

sebentar ya. Mari.

1:06:26

Last year we got a special email. The

1:06:28

center's father is a farmer in the

1:06:29

mountain village. Their cows are raced

1:06:31

in the mountains. Every day he has to go

1:06:34

up to the mountain to check on the cows

1:06:35

[musik] and find them. It is very

1:06:37

tiring. A few years ago, he even broke

1:06:39

his leg while looking for them. They

1:06:41

tried count GPS tracker before, but the

1:06:43

products on the market had problems. We

1:06:45

called them to ask more [musik] and

1:06:47

found out the tracker debot had very

1:06:49

large arrows. The real location and the

1:06:51

location in the app could be off by an

1:06:53

entire melon. But here is what confused

1:06:55

us. We tested a similar tracker

1:06:57

ourselves. Yes, the battery size is

1:07:00

absolutely fake. But the rear location

1:07:02

and the app location were only off by 10

1:07:04

m. So why was there so inaccurate? We

1:07:07

went to his home and tried hurting

1:07:08

[musik] KS ourselves.

1:07:12

[musik]

1:07:18

After running around the mountains for a

1:07:20

whole day, we found the reason the phone

1:07:22

signal is very weak in this mountain

1:07:24

area. Most calckers send location data

1:07:26

through 4G to a server, then the server

1:07:28

sends the data to the user. This means

1:07:31

if the cals in the place with good

1:07:33

signal, the tracker sends the location

1:07:35

successfully. Then Cal moves to a place

1:07:37

with poor signal. [musik] The phone

1:07:39

cannot get update. So the location on

1:07:41

the phone can be very far from the real

1:07:43

location. And cows move over a very

1:07:46

large area. Whoa, they climb really far.

1:07:48

When we got back to the studio, we

1:07:50

started working on a solution. This is a

1:07:52

systemly built. It has five parts. A

1:07:55

color tracker, a [musik] gateway, lower

1:07:57

relay stations, a walkie, and a mobile

1:07:59

app. So, how do we solve the weak signal

1:08:01

problem in the mountains? [musik] We

1:08:02

cannot build cell towers, but there is

1:08:04

another option. called Laura. Laura is a

1:08:07

longrange lowpowered communication

1:08:08

protocol. The bandwidth is low but

1:08:11

enough for location data. When we

1:08:13

visited it before, we tested Laura base

1:08:15

stations and a gateway. [musik] Our

1:08:16

tracker first sends the location data to

1:08:18

a release station. The relay station

1:08:20

sends it to the gateway. The gateway

1:08:22

sends it to the server and finally it

1:08:24

reaches the user's phone. This solves

1:08:26

the problem of course signal [musik] but

1:08:27

here is another problem. When you are in

1:08:29

the mountains, your phone also has no

1:08:31

signal. So how do you receive the

1:08:33

[musik] cow's location? Let us show you

1:08:35

the core of the system, the walkietalky.

1:08:38

It also uses Laura. So even without forg

1:08:40

signal, you can receive the cou location

1:08:43

and guide you to find it. And with this

1:08:44

device, you can even ask. Number one,

1:08:47

where are you?

1:08:50

Just kidding, we added a Y feature

1:08:52

[musik] inside. So now if I ask where is

1:08:55

cow number seven?

1:08:56

Number seven, cow is located directly

1:08:58

[musik] north of the BL.

1:08:59

Now let's talk about the tracker. We

1:09:00

used a nylon shell and a metal buckle.

1:09:02

So even when cals fight or scratch it

1:09:04

will not break. We also added numbers on

1:09:06

the shell so it is easier to tell the

1:09:08

cows apart. To detect accidents, we

1:09:10

added accelerometer inside the tractor.

1:09:12

It can detect the cow's movement and

1:09:14

alert you if it acts strange or leaves

1:09:16

the group. You can see it in the app.

1:09:18

The uncle can also ask the device about

1:09:20

the weather so he can bring the cows

1:09:21

back in time and avoid danger in the bad

1:09:23

weather. Mountain rows are easy to slip

1:09:25

on. So we added an SOS button to the

1:09:28

device. Press and hold it, and the

1:09:29

family will get an alert on their phone.

1:09:31

They will hear an alarm sound and see

1:09:33

his location in the gap. At the end, we

1:09:35

even made a bout shap shell for the

1:09:37

tracker so we can spot the from the

1:09:40

forest. But in real use, it was not very

1:09:42

practical. So we removed it. Then we

1:09:44

took the system to his house, installed

1:09:46

the gateway and lower relay stations in

1:09:48

the right places. Put the trackers on

1:09:50

the cal and now we can finally start

1:09:52

founding CS. [musik]

1:09:57

[musik]

1:10:07

[musik]

1:10:13

[musik]

1:10:16

After testing everything, we marked the

1:10:18

locations in the mountains with the

1:10:20

uncle. Then we went home. It was a great

1:10:22

experience. Thanks [musik] for watching.

1:10:24

See you next time.

1:10:28

Oke, ya. Enggak habis-habis, ya. Ini

1:10:31

idenya sih hati banget. [tertawa] Oke.

1:10:34

Nah, kalau teman-teman lihat idenya

1:10:36

sederhana ya, tapi praktikalnya cukup

1:10:39

kompleks gitu ya. Bikin mel ee alat

1:10:42

untuk melacak ee sapi. Nah, masalahnya

1:10:46

sebenarnya ini berasal dari salah satu

1:10:48

ini mereka ya, viewer mereka di YouTube.

1:10:51

Ee karena di desa mereka peternak tuh

1:10:54

sering kehilangan sapi nih di padang

1:10:56

rumput gitu ya. karena lumayan naik

1:10:58

turun gitu ya bukitnya dan ee metode

1:11:02

carinya tuh lelah ya, harus disamperin

1:11:04

ya kan dan kadang makan waktu

1:11:06

berhari-hari dan ee resiko ya kehilangan

1:11:11

ternaknya secara permanen karena enggak

1:11:13

tahu di mana gitu ya hilang gitu ya.

1:11:15

Nah, tadi kalau teman-teman lihat ee

1:11:18

mereka bikin prototype dulu ya dengan

1:11:22

GPS, tenaga surya dan juga ee apa tadi

1:11:25

yang dipasang di tracker dipasang di

1:11:27

kalung sapinya ada selerometernya juga

1:11:30

ya kan. Jadi fokus ke pengujian apakah

1:11:33

keandalan transmisi sinyal jarak jauh,

1:11:35

tahan baterai, dan ketahanan fisik alat

1:11:37

terhadap cuaca ekstrem tuh bisa ee ini

1:11:40

ya ee

1:11:42

apa

1:11:44

bisa tahan lama juga ya digunakan gitu

1:11:46

ya di segala medan. Tadi sempat di

1:11:49

dikasih lihat ya ee ada yang patah, ada

1:11:51

yang enggak berfungsi dengan baik

1:11:55

akhirnya diganti. Nah, proses itulah ee

1:11:58

gunanya prototype gitu ya. tadi

1:12:00

dibikinin dasi gitu ya patah akhirnya ya

1:12:04

enggak perlulah dikasih dasi gitu ya

1:12:07

iseng-iseng doang dan hasilnya tadi

1:12:10

teman-teman lihat ada e kalung pelacak

1:12:12

contrackernya ya ringan hemat energi ya

1:12:14

kan dipakai 20 eh baterai 60.000 Ibu ya

1:12:17

dan integrasi langsung ke HP. Terus

1:12:20

dapat dipantau real time ya dengan tadi

1:12:22

ee walkyet talkie-nya tadi dan dari

1:12:25

pencarian yang harian sekarang dalam

1:12:28

hitungan menit bisa diketahui tetak

1:12:30

sapinya lagi di mana gitu ya. Bahkan

1:12:33

lagi ngumpul gitu ya, lagi apa ngerumpi

1:12:37

atau lagi arisan gitu ya. Jadi ketahuan

1:12:40

deh gitu. G. Nah, itu ee bagaimana

1:12:42

sebuah desain thinking membantu proses

1:12:46

pembuatan

1:12:47

ee ini ya proses tadi ya dari masalah

1:12:50

jadi sebuah prototip dari prototype

1:12:52

menjadi sebuah testing eh melalui proses

1:12:55

testing dan hasilnya punya nilai manfaat

1:12:58

atau impact.

1:13:00

Nah, di era modern sekarang teman-teman

1:13:03

bisa juga menggunakan EAI ya. Kalau

1:13:05

memang produknya digital ee teman-teman

1:13:07

bisa atau mungkin bikin eh sket of

1:13:11

fidelity-nya dulu bisa juga kalau 3D ya

1:13:14

produknya ee kalian mau nanti bikin

1:13:18

real-nya g

1:13:23

ya kan ya misalnya kayak gitu itu

1:13:25

posibel banget dilakuin sekarang ya kan.

1:13:27

Jadi kalian bisa desain dulu pakai

1:13:28

Figma, pakai VO ya, Persoel ya, Replid,

1:13:32

Lovable, Mirror. Dan sekarang cukup

1:13:36

mudah kalian tinggal deskripsikan

1:13:38

melalui teks ya kan mungkin bikinin UI

1:13:41

eh ininya frame-nya ya kan atau bikin

1:13:43

wireframe dulu ya. Kalau dulu kita harus

1:13:47

berjam-jam untuk buat ya. Sekarang

1:13:48

hitungan menit si apa E AI-nya bisa

1:13:52

bantuin bikin sketch-nya gitu ya atau

1:13:56

hardware IoT gitu ya. Bikin bayangan

1:13:59

bentuknya seperti apa. Nah, ee langsung

1:14:03

bisa dibikinin gitu ya. Diagram flow-nya

1:14:05

ya, flow charge-nya, function-nya semua

1:14:08

bisa dibreakdown dengan mudah melalui

1:14:11

AI. Dan kita juga bisa brainstorming ya

1:14:14

dengan AI-nya. Mau kalian pakai model

1:14:17

apapun ya, mau JBT, cloud, Kemini, bikin

1:14:20

draft-nya dulu, alurnya, fitur ee daftar

1:14:23

fiturnya apa aja, terus apa aja yang

1:14:25

perlu diuji. Nah, kalau kalian bingung

1:14:27

ya kan kalian enggak perlu buka buku

1:14:30

lagi gitu ya. Sekarang sudah bisa nanya

1:14:32

chatbot AI untuk bantu teman-teman bikin

1:14:36

skenarionya. Nah, tapi yang perlu kalian

1:14:39

ketahui tetap ee teman-teman ee jadi

1:14:43

pilotnya ya kan. Jadi ee AI membantu

1:14:47

mempercepat proses. Tapi keputusan baik

1:14:50

itu dari sisi desain, validasi dengan ee

1:14:54

tim itu ee semua ee apa iterasinya

1:14:59

hingga tercapainya outcome tuh ya dari

1:15:01

kalian ya. Itu kita sebagai human, kita

1:15:04

sebagai manusia yang menentukan

1:15:06

decision-nya apakah ini sudah oke atau

1:15:08

belum gitu ya. Contoh kalau mau bikin

1:15:11

prom buatkan wirefame sederhana aplikasi

1:15:13

pengingat jam pulang. Nah, terus kalian

1:15:16

juga sebutkan layarnya ada apa aja dan

1:15:18

tombol utamanya seperti apa. Nah, itu

1:15:20

kalau bisa didetailin. Bahkan sekarang

1:15:22

kalian bisa bikin ee brand guideline-nya

1:15:25

misalnya warna kalian sudah bikin logo

1:15:27

ya kemarin ya. Sekarang brand

1:15:28

guideline-nya kalian mau apply warnanya

1:15:30

apa aja. Kalau bisa kasih kode hax-nya.

1:15:33

Nah, nanti akan menyesuaikan

1:15:37

seperti gitu teman-teman. Nah, itu e

1:15:41

kalian bisa tes dan lakukan untuk

1:15:43

pengujian menggunakan prototypi.

1:15:45

Oke, pertanyaannya kuis pertama. Apa

1:15:48

tujuan utama membuat prototype dalam

1:15:50

desain thinking? Boleh tulis di chat

1:15:53

kira-kira apa nih tujuannya bikin

1:15:55

prototype?

1:16:02

B.

1:16:08

Oke. Wah, banyak nih. Nah, mantap.

1:16:13

Wih, semangat banget nih. Ya, jawabannya

1:16:15

B. Betul, Teman-teman.

1:16:18

Betul, betul, betul, betul. Karena tadi

1:16:20

ada Upin-Ipin jadi inget, ya. Betul,

1:16:22

betul, betul.

1:16:24

Oke,

1:16:26

lanjut.

1:16:29

Nah, kita masuk ke fase tes ya.

1:16:34

Nonton lagi. Kita nonton dulu ya fase

1:16:37

tes ya. After the prototyping step of

1:16:40

the design thinking process, we are

1:16:42

arriving at the last one dedicated to

1:16:44

validation of our previous activities.

1:16:47

Usability testing is all about

1:16:48

verifications of our designs, but also

1:16:51

assumptions we made in the previous

1:16:53

stages. Is the target group of users

1:16:55

able to perform tasks that solve their

1:16:57

problems through a prototype? Are the

1:16:59

assumptions you made during defining an

1:17:01

ideation stages correct? Is the

1:17:03

functionality of your prototype clear to

1:17:05

the testers? Those are examples of very

1:17:07

high level answers that you need to

1:17:09

acquire during usability testing

1:17:11

activities. As I already explained in my

1:17:14

previous videos, usability testing is a

1:17:16

method of testing the functionality of

1:17:18

your product prototype by observing real

1:17:21

users as they attempt to complete tasks

1:17:24

through it. A typical usability testing

1:17:26

session would require from you

1:17:28

preparation of tasks or goals list which

1:17:30

testers would need to perform through

1:17:32

the prototype. An example of such a task

1:17:35

can be creation of an account, purchase

1:17:37

of an item or whatever else your product

1:17:39

offers to its users. During tester

1:17:42

interactions with the prototype, you

1:17:44

need to observe them thorly, which

1:17:46

allows you to spot any blockers and

1:17:49

issues with the logic, interface or core

1:17:51

concepts. [musik] Apart from simply

1:17:53

observing, it's a good idea to prepare a

1:17:55

list of feedback questions which will

1:17:57

allow you to expand the amount of useful

1:18:00

information. An example of such a

1:18:02

question can sound like this. Was the

1:18:04

process clear for you? Or is there

1:18:06

anything missing in the presented

1:18:08

process? Or if you had a magic Went,

1:18:11

what would you add to the presented

1:18:12

prototype? [musik] List of

1:18:16

tasks and feedback questions for

1:18:18

usability testing is typically referred

1:18:20

to as study plan or script. Apart from

1:18:23

the mentioned, it's a good idea for you

1:18:25

to include in your script the purpose of

1:18:27

the study, some background on the

1:18:29

product and questions to learn about the

1:18:31

participant's current knowledge of the

1:18:33

problems that the prototype aims to

1:18:35

solve. To make your usability testing

1:18:38

session unbiased and scientific, you

1:18:40

should follow the same script in each

1:18:42

user session. Assuming that you have

1:18:44

your prototype ready to go and you also

1:18:46

prepared a script for your study, you

1:18:48

need to find participants for it. I

1:18:50

think that's the most difficult and time

1:18:53

[musik] consuming step for most aspiring

1:18:55

UX designers because first you need to

1:18:57

find your target group representatives

1:19:00

and then somehow convince them to spend

1:19:02

time on your study. Contact your

1:19:04

usability testing sessions online

1:19:06

through conference calls definitely will

1:19:08

help you on that front because you don't

1:19:10

need physical location and participants

1:19:13

don't need to spend time commuting

1:19:15

[musik] then most likely you will need

1:19:17

some sort of a card that would convince

1:19:19

them to join your study good practice is

1:19:22

to offer something like a gift card okay

1:19:24

but how can you find them here with the

1:19:26

help come various social media platforms

1:19:28

like Facebook or LinkedIn you can look

1:19:31

up for interest groups that your target

1:19:33

group should be interested in. Then

1:19:35

enroll to those groups and post about

1:19:37

your study. You can also utilize

1:19:39

extended advertisement targeting

1:19:40

functions and reach with your study this

1:19:43

way. Nowadays, more and more designers

1:19:46

use dedicated platforms to conduct their

1:19:48

usability testing studies. Primary

1:19:50

argument for that

1:19:54

is the speed increase and process

1:19:56

simplification because you don't need to

1:19:58

find and schedule meetings yourself and

1:20:00

you can conduct them asynchronically.

1:20:02

Unfortunately, those services are

1:20:03

generally quite expensive, but most of

1:20:05

the time they are worth that money.

1:20:07

After the study, it's time for analysis

1:20:10

of what you learn and application of

1:20:12

your findings to the next iteration of

1:20:14

the prototype. If the situation requires

1:20:16

it, you may need to go through all or

1:20:18

some of the design thinking process

1:20:20

steps multiple times, but thanks to

1:20:22

that, the chances for success of your

1:20:24

project increase. It's also easier to

1:20:26

acquire funding. That's why many

1:20:28

startups use a design thinking approach

1:20:30

for that purpose. If you want to watch

1:20:32

the videos dedicated to the previous

1:20:34

stages, you can click on the playlist

1:20:35

here. Or if you want to learn something

1:20:37

else today, you can click on the video

1:20:39

here.

1:20:48

Oke, ya. tadi kalau teman-teman lihat

1:20:50

prosesnya eh untuk melakukan

1:20:54

fase testing dari prototype yang

1:20:56

teman-teman sudah buat, teman-teman bisa

1:20:59

eh reach out ya ke audiens balik ya kan

1:21:01

dari persona

1:21:04

kalian. Kalian bisa reach out lagi atau

1:21:07

kalian cari

1:21:09

ee ee segmennya teman kalian atau ee

1:21:13

orang tua. Misal kalau target kalian

1:21:15

adalah aplikasi

1:21:17

untuk anak-anak misalnya, targetnya

1:21:20

justru ke orang tua. Jadi kalian harus

1:21:21

pakai logika juga ya bisa jadi orang tua

1:21:23

atau guru karena mungkin kalau anak-anak

1:21:26

mungkin kalau game yes. Tapi kalau

1:21:29

sesuatu yang membantu proses belajar itu

1:21:31

justru mungkin ee dua-duanya butuh ya,

1:21:35

dari anak, dari orang tuanya juga atau

1:21:37

dari guru di kelas

1:21:39

itu. Jadi ee pastikan

1:21:43

teman-teman memvalidasi dan mengiterasi.

1:21:46

Jadi ingat ya, validasi dan iterasi.

1:21:49

Jadi bisa me

1:21:53

apa ya menguji apakah ee fitur yang kita

1:21:57

buat dengan asumsi kita bisa men-solving

1:22:00

permasalahan mereka apakah benar

1:22:02

terbukti atau tidak.

1:22:05

Nah, misalkan terbukti apa yang perlu di

1:22:09

improve? Nah, itulah di bagian

1:22:11

iterasinya. Mungkin tampilannya, mungkin

1:22:14

juga secara fungsionalitas letaknya aja

1:22:16

ngaruh ya tombol gitu ya. Kalau di

1:22:19

aplikasi itu tombol bahkan call to

1:22:21

action-nya kata

1:22:27

writing-nya itu berpengaruh mudah

1:22:29

dipahami ya kan atau eh kurang kurang

1:22:33

apa misleading ya e kurang bisa dipahami

1:22:36

itu bisa jadi misleading eh kalimatnya

1:22:39

atau per sorry eh kalimatnya atau call

1:22:42

to action-nya. Nah, makanya penting

1:22:45

untuk teman-teman menguji tes tadi ya

1:22:48

secara berulang-ulang dan bagaimana

1:22:51

solusi ini berhasil benar-benar sampai

1:22:54

ke tangan pengguna kalian.

1:22:58

Nah, caranya ada dua.

1:23:01

Saya bersihin dulu nih layarnya.

1:23:05

Oke. Nah, ada beberapa ee cara. Ada dua.

1:23:10

Nah, ini kalau teman-teman ingat Nilson

1:23:11

Norman Norman yang bikin buku yang di

1:23:14

sesi pertama kita ya. The only way to

1:23:17

get UX design right is to dulu.

1:23:23

Jadi, proses produk yang useful itu dari

1:23:27

sisi usability plus utility. Nah,

1:23:31

usability apa? Usability adalah seberapa

1:23:34

mudah produk digunakan. Bisa enggak user

1:23:37

ini menyelesaikan tugas tanpa bingung

1:23:39

atau frustasi? Intinya kata kuncinya

1:23:41

adalah mudah digunakan, Teman-teman.

1:23:43

Apakah membantu mereka menggunakan itu

1:23:46

dengan mudah? Ya. Yang kedua adalah

1:23:50

utility. Ya, utility adalah apakah

1:23:52

produk benar-benar dibutuhkan user?

1:23:55

Mudah digunakan tapi

1:23:58

tidak dibutuhkan. Sama aja sia-sia ya,

1:24:00

Teman-teman. Jadi kata kuncinya adalah

1:24:02

dibutuhkan user. Jadi dua hal ini yang

1:24:05

jadi output

1:24:08

kita

1:24:10

waktu kita melakukan t benar enggak

1:24:13

dibutuhin user? Jadi memvalidasi dan

1:24:16

meng improve tadi ya mediterasi gitu ya.

1:24:21

Oke. Jadi selalu ingat ya usability dan

1:24:24

utility. Nah, menurut Nilson Norman ya,

1:24:29

ada lima komponen usability. Yang

1:24:31

pertama adalah learn ability. Seberapa

1:24:33

mudah user memakai produk saat pertama

1:24:36

kali mencoba? Kalau dia tidak banyak

1:24:38

pertanyaan,

1:24:40

ya ada dua kemungkinan ya, antara

1:24:42

bingung atau enggak enak mau nanya atau

1:24:45

udah oke gitu ya. Oh, mereka bisa paham

1:24:48

tanpa kita perlu menjelaskan terlalu

1:24:49

detail. sudah tahu misalnya sign up. Oh,

1:24:53

sudah jelas nih ada bisa pakai email,

1:24:55

bisa pakai nomor HP misalnya atau bisa

1:24:58

pakai apa Google Signup misalnya. Udah

1:25:01

clear gitu ya tanpa perlu banyak ee

1:25:04

bertanya gitu. Tapi kalau mereka kurang

1:25:08

clear ini caranya gimana ya ee

1:25:11

registrasinya? Nah, berarti ada yang

1:25:13

perlu diapprove teman-teman

1:25:15

gu ya. Yang kedua adalah efisiensi.

1:25:19

seberapa cepat user menyelesaikan tas

1:25:20

pada produk gitu. Semakin cepat

1:25:26

semakin banyak ee apa battleen-nya ya.

1:25:31

Wah lama loadingnya gitu error misalnya

1:25:35

terus enggak ketahuan ini udah

1:25:37

keregister atau belum. Nah itu jadi drop

1:25:41

off nantinya

1:25:43

atau user akan tidak kembali lagi gitu

1:25:48

ya.

1:25:49

Ini sering banget kalau teman-teman main

1:25:50

game tuh ya. Misalnya kalian main game

1:25:51

terus tiba-tiba e server error gitu ya.

1:25:55

Akhirnya

1:25:56

tidak efisien sebenarnya bermainnya.

1:25:58

Jadi tidak efisien karena nge-lag ya kan

1:26:01

atau jadi karena terlalu berat akhirnya

1:26:04

jadi experience-nya berkurang gitu. Nah,

1:26:07

itu berpengaruh teman-teman ya

1:26:08

efisiensinya.

1:26:10

Yang ketiga adalah memorability. Jadi

1:26:13

setelah jeda apakah user masih ingat

1:26:14

cara memakainya? ini penting karena

1:26:17

waktu ini mempengaruhi ee retention ya,

1:26:21

apakah mereka akan kembali menggunakan

1:26:23

app kalian atau enggak. Kalau iya mereka

1:26:26

biasanya enggak perlu e mengingat ulang

1:26:28

tapi kalau ee kurang mereka akan coba

1:26:31

untuk mengambil jeda ya kayak udah

1:26:36

ee kemarin caranya gimana ya gitu ya.

1:26:37

atau nanya lagi, "Ini kok aku enggak

1:26:39

bisa login lagi ya misalnya gitu atau

1:26:42

aku kok enggak bisa ngeklik ini ya gitu

1:26:43

atau nge-tap di e menu ini ya gitu dia

1:26:47

lupa gitu. Jadi penting untuk mudah

1:26:51

gimana ee mudah diingat. Jadi ini ada

1:26:54

faktor behavior

1:26:57

eh ini ya study ya kayak kemarin di ini

1:26:59

ya ee di apa video yang e pertemuan kita

1:27:04

pertama. Jadi ada behavior study yang ee

1:27:08

membantu user untuk me

1:27:11

mengikuti instruksi dan mengikuti pola

1:27:15

yang serupa.

1:27:17

Nah, tadi ada error seberapa banyak

1:27:19

error terjadi dan semudah apa

1:27:21

dipulihkan. Nah, ini biasanya app-f

1:27:24

tertentu ya bisa jadi error ya kan ada

1:27:28

server gateway misalnya atau ee link-nya

1:27:33

mati misalnya ya tidak nyambung gitu ee

1:27:35

ke ke server. Nah, itu bisa jadi error

1:27:38

dan sama ya ujung-ujungnya nanti jadi

1:27:41

drop off. Jadi kalian perlu perbaiki

1:27:43

kalau nemu error, nemu bug enggak ada

1:27:45

sih yang sempurna teman-teman. Mau mau

1:27:48

produk apapun enggak ada yang sempurna.

1:27:50

Pasti butuh iterasi tadi dites dan

1:27:52

literasi supaya errornya ini bisa kita

1:27:54

solving atau bug-nya.

1:27:58

Kalau produknya real apalagi ya ini kok

1:28:02

gitu ya rusak kah ini gitu ya. Jadi itu

1:28:04

termasuk

1:28:06

kategori error atau tidak berfungsi se

1:28:10

ee sesuai ee normalnya gitu ya. Sesuai

1:28:13

instruksi awal. Yang kelima adalah

1:28:16

satisfaction. Jadi penting untuk kita

1:28:18

melihat, mengobserve apakah mereka

1:28:19

satisfy menggunakan ee produk ini ya kan

1:28:22

dengan ee fitur yang menyelesaikan tas

1:28:25

mereka

1:28:27

ya. Jadi kalian perlu tanyakan bagaimana

1:28:29

menurut Bapak Ibu apakah aplikasinya

1:28:32

membantu dari segi apa terbantunya jadi

1:28:36

kalian perlu menanyakan probing question

1:28:38

juga.

1:28:40

Oke. Nah, lima komponen ini jadi lensa

1:28:44

saat teman-teman mengamati user mencoba

1:28:47

prototype ya. Jadi, pastikan kalian bisa

1:28:49

mengamati lima komponen usability ini.

1:28:52

Oke. Nah, untuk melakukan testing ada

1:28:56

yang perlu kalian persiapkan.

1:28:59

Nah, ada yang paling utama. Langkah

1:29:01

pertama adalah tentukan goals-nya dulu.

1:29:03

Testingnya mau buat apa. Ya, kalau

1:29:05

enggak nanti melebar ke mana-mana,

1:29:07

Teman-teman. Jadi, apa yang ingin

1:29:09

dipelajari dari tesnya? kita pilih

1:29:10

metode yang paling cocok ya, tergantung

1:29:13

ya nanti kalian mau ngetes apa pastiin

1:29:15

ee relevan ya. Apakah ini nanti akan

1:29:19

metodenya ee

1:29:22

perlu apa

1:29:25

perlu diuji secara kualitatif atau

1:29:28

kuantitatif atau nanti ada tools

1:29:30

tertentu yang bisa

1:29:33

di ee fungsikan gitu ya.

1:29:37

Nah, ee terus tentukan skenario sama

1:29:40

tugasnya, tasnya tadi ya. Kalau mau

1:29:43

login, register, sign up, dipisah

1:29:45

satu-satu. Oke, tas pertama skenarinya

1:29:47

adalah bikin account. Nah, caranya step

1:29:50

by step-nya adalah A buka aplikasi, B

1:29:53

klik eh sign up, terus klik ee

1:29:57

menggunakan email atau pakai Google ee

1:30:01

Sign up misalnya ya, Google email. Nah,

1:30:03

terus mereka bisa enggak nyelesaikan

1:30:06

sampai selesai ee create accountnya

1:30:09

kayak gitu. Nah, yang ketiga adalah

1:30:10

tentukan matrik. Ini penting banget ya.

1:30:12

Biasanya kemisnya nih di matrik nih.

1:30:14

Jadi harus tahu ukuran keberhasilannya

1:30:16

baik dari sukses rate, waktu dan

1:30:19

kepuasan. Ya, bikin akunnya berhasil

1:30:22

gitu, tapi butuh waktu

1:30:24

lama gitu ya, setengah jam bikin karena

1:30:27

loading loading loading

1:30:30

akhirnya jadi enggak puas gitu ya.

1:30:32

usernya. W lama banget aku bikin account

1:30:34

ini ee apa servernya lemot atau gimana

1:30:37

gitu kan. Nah, jadi perlu tentukan

1:30:39

matrik waktu kalian menguji testing

1:30:41

karena ini yang menentukan apakah app

1:30:44

kalian berhasil atau tidak atau ee

1:30:46

solusi kalian ee apa menyelesaikan

1:30:51

permasalahan si user atau enggak. Yang

1:30:53

keempat, siapkan prototype dan ini nanti

1:30:55

kalian ulang lagi nih kalau udah jadi

1:30:58

matrik nya bikin prototype

1:31:02

terus disesuaikan ya kalian bisa pakai

1:31:04

ee tools-tools tertentu ya ee kayak eh

1:31:08

miss Userberry dan lain-lain sebagainya

1:31:10

untuk menguji prototype yang sifatnya

1:31:13

produk digital ya. Jadi sesuaikan

1:31:16

senario dan tugasnya di dalam situ.

1:31:18

Terus rekrut partisipannya. Jadi ini

1:31:21

yang kadang kita salah juga nih record

1:31:23

participasinya kita bisa siapa aja dah

1:31:25

yang ada di dekat kita gitu. Mau

1:31:26

tetangga kek, mau teman enggak salah

1:31:29

gitu ya. Kalian harus bikin clusternya.

1:31:31

Ingat ya yang pertama kemarin empatize.

1:31:33

Jadi bikin clusternya dulu. Fitur ini

1:31:35

ditujukan untuk siapa? Audience A B C

1:31:39

user A B Ca kalian yang kayak gimana.

1:31:41

Nah itulah yang kalian select. Kalian

1:31:44

harus filter dulu. Pilih partisipan yang

1:31:46

sesuai target user. Kemudian jadwalkan.

1:31:49

Ya, kalian cukup sebenarnya lima

1:31:52

partisipan tuh cukup teman-teman ee

1:31:54

untuk kalian uji e awal gitu ya. Tapi

1:31:57

memang semakin banyak semakin baik. Tapi

1:32:00

lima itu biasanya sudah mewakili asalkan

1:32:04

tadi sesuai sama personal kalian gitu

1:32:07

ya. Tuh. Nah, format ujinya contoh ya

1:32:11

misalnya skenario tugas sama matriknya

1:32:13

kayak gini. Senarionya bayangkan kamu

1:32:15

pelajar yang sering ketinggalan bus

1:32:17

sekolah sore. Kamu ingin mencoba

1:32:18

aplikasi pengat jam pulang agar tidak

1:32:20

tertinggal bus ee hari ini. Nah,

1:32:23

tugasnya adalah tunjukkan bagaimana

1:32:25

caranya kamu mengatur pengingat jam

1:32:27

pulang di prototype ini. Biarkan

1:32:29

partisipan mencoba tanpa bantuan. Jadi,

1:32:31

kamu lihat aja ee oke kita sudah ada ee

1:32:34

aplikasinya. coba ee tunjukin cara kamu

1:32:38

untuk mengatur ee pengam pulang di ee

1:32:41

prototype kita ini. Nah, biarkan dia ee

1:32:44

si audiens-nya ini yang kita tes mencoba

1:32:46

dulu mengeksplore, mencoba apakah mereka

1:32:49

paham atau enggak. Nah, kita cukup

1:32:52

melihat dulu sambil mencatat ya bikin oh

1:32:54

dia kok pencetnya yang lain ya gitu ya.

1:32:58

pada kita bikin fitur itu apa ya kok dia

1:33:02

ee ke menu yang lain bukan ke ke menu

1:33:06

alarmnya misalnya gitu. Nah, ini nanti

1:33:09

jadi benchmark kita di matriknya. Jadi

1:33:13

apakah

1:33:14

kemudahannya bisa tercapai enggak

1:33:16

success rate-nya berapa persen ya kan

1:33:19

kecepatan time compion-nya berapa detik.

1:33:22

Nah, itu dihitung teman-teman ya.

1:33:25

Kenyamanan skala kepuasannya berapa? 1

1:33:27

sampai 5 atau sistem usability scale-nya

1:33:30

SAS-nya tuh berapa.

1:33:32

Nah, itu kalian perlu hitung. Oke, kalau

1:33:34

tadi bikin sign up cuma cuma butuh waktu

1:33:37

3 detik selesai gitu. Berarti oke masih

1:33:40

oke. Tapi target kamu sebenarnya 2 detik

1:33:42

sudah kelar gitu ya. misalnya seperti

1:33:44

itu. Enggak perlu lama-lama karena sudah

1:33:46

langsung bisa pakai Google Sign misalnya

1:33:49

atau pakai fitur yang lain yang

1:33:52

mempercepat proses sign up itu misalnya

1:33:55

seperti itu. Nah, itu semua diukur

1:33:57

faktornya. Jadi waktu menguji itu enggak

1:34:00

asal oke oh dia paham bagus bagus bagus

1:34:03

gitu. Enggak gitu ya. Kalian harus punya

1:34:06

ee perhitungannya catatan kalian

1:34:09

matriknya tercapai atau enggak. Oke.

1:34:15

Oke. Lanjut.

1:34:18

Nah, kemudian kita sudah dapat

1:34:20

audience-nya. Gimana nih kita

1:34:21

melaksanakan sesi testingnya? Nah,

1:34:24

misalnya kalian ee sapa dulu ya. Terima

1:34:26

kasih Bapak, Ibu. Terima kasih

1:34:28

teman-teman yang sudah hadir. Saya akan

1:34:31

melaksanakan ee

1:34:34

uji coba testing aplikasi A. Nah, kami

1:34:38

persilakan Bapak Ibu mencoba terlebih

1:34:41

dahulu aplikasi ini. Ee tujuannya untuk

1:34:46

apa? Boleh dijelasin dulu ABC. Nah, saya

1:34:48

akan berikan waktu sekian menit untuk

1:34:52

Bapak Ibu mencoba mengeksplore terlebih

1:34:54

dahulu. Jadi baru kalian kasih. Nah,

1:34:57

jadi tadi ingat sambut dulu. Kedua,

1:35:00

jelaskan skenario dan tugasnya ya.

1:35:05

nya tadi suruh mencoba tugasnya ngapain

1:35:08

tadi bikin akun misalnya ya.

1:35:12

Nah, terus minta waktu selama proses itu

1:35:15

biarkan mereka think a lot ya

1:35:19

think out loud ya salah nulis nih. Ee

1:35:23

jadi biarkan mereka oh apa yang mereka

1:35:25

omongin oh ini kok ee saya bingung ya

1:35:29

ini di mana ya gitu ya. Nah kita biarin

1:35:32

dulu coba. Oh ya. Coba dulu Pak ee lihat

1:35:35

ee ee di aplikasi mungkin Bapak nanti

1:35:37

nemu gitu ya cara sign up-nya. Jadi

1:35:39

biarkan mereka cerita dulu ee oh saya

1:35:43

enggak begitu kelihan kelihatan nih

1:35:45

font-nya gitu ya tulisannya gitu ya.

1:35:46

Berarti Anda perlu kalian perlu catat

1:35:49

tuh ada perlu improvement sizing

1:35:51

font-nya

1:35:53

atau oh ini kok saya bingung mau sign

1:35:56

apa disuruh ini ya sign in ya gitu. Oh,

1:36:00

berarti ada kesalahan penulisan misalnya

1:36:02

kayak gitu. Jadi, call to action-nya

1:36:05

kita perlu ganti UX eh copywriting-nya

1:36:08

kita ganti. Amati dan catat. Jangan

1:36:10

menginterupsi atau memberi arahan. Jadi,

1:36:13

biarin dulu kalau mereka out a lot

1:36:16

adanya kita tadi. Eh, coba dulu Pak,

1:36:20

boleh coba dulu nanti kalau memang ada

1:36:22

kendang disampaikan aja. Tapi kalian

1:36:25

enggak boleh intervensi

1:36:28

ya. Tujuannya apa? tadi kita mendapatkan

1:36:30

insight-insight yang penting gitu ya

1:36:32

selama proses mereka mencoba itu. Jadi

1:36:35

ingat yang diuji adalah prototap-nya

1:36:37

bukan partisipannya. Tidak tidak ada

1:36:39

jawaban salah atau benar. Semua feedback

1:36:42

itu berharga karena tujuannya apa?

1:36:45

Improvement dan iterasi produk kita

1:36:47

selanjutnya.

1:36:49

Nah, ini yang sering terjadi nih ee tips

1:36:52

menghadapi situasi sulit saat testing

1:36:54

gitu ya. partisipannya gaptek ini HP-nya

1:36:57

cara pakainya gimana gitu ya karena

1:36:59

enggak terbiasa gitu kan karena mereknya

1:37:04

beda-beda kan coba pakai Samsung gitu ya

1:37:07

teknis yang jelas tanpa mengarahkan

1:37:09

jawaban ya jadi diarahin oh ini buka

1:37:11

dulu Pak ee tombol on off-nya supaya

1:37:14

layarnya terbuka ya kan terus ee kasih

1:37:19

batasannya

1:37:21

ee kadang minta kunci ini aku enggak

1:37:24

Enggak bisa-bisa ya. Nah, berarti kalian

1:37:29

harus kasih

1:37:32

batasan ya. Beri batas waktu. Kalau lama

1:37:35

kelamaan ya nanti bisa satu orang bisa

1:37:37

lama banget ya. Bisa seharian nanti

1:37:40

kalau enggak ketemu-ketemu. Nah, kasih

1:37:43

batasan. Oke, ini sudah tiga kali nyoba

1:37:45

dia enggak ketemu atau bisa durasi ya 5

1:37:48

menit dia nyobain enggak enggak

1:37:50

kelar-kelar nih nemu ee sign up-nya.

1:37:53

Nah, berarti ada yang perlu di-improve.

1:37:55

Ini gagal nih tasnya, tapi berharga

1:37:59

informasinya karena nanti kalian bisa

1:38:00

improve. Oke, berarti ada kesalahan kita

1:38:03

set up eh sign up button-nya. Kita perlu

1:38:05

rubah nih posisinya, button-nya atau

1:38:09

naming-nya

1:38:11

call to action-nya ya. Atau error nih.

1:38:15

Eh, minta maaf perbaiki sebentar lalu

1:38:18

lanjutkan sesi dengan tenang. ini biasa

1:38:20

sering banget karena tiba-tiba diklik

1:38:23

enggak connect namanya prototype ya

1:38:25

diklik tidak connect atau belum belum

1:38:28

belum jadi fitur yang kita mau uji. Nah,

1:38:32

nanti kalian bisa jelaskan gitu ya yang

1:38:34

ini memang belum kami uji misalnya. Tapi

1:38:38

kalau memang iya ada error ee kalian oke

1:38:41

kita perbaiki dulu sebentar ya. Tim kami

1:38:43

akan ee deploy misalnya kayak gitu. Jadi

1:38:48

ee proses ini terlihat kayaknya gampang

1:38:51

ya gitu. Tapi pada praktiknya nanti

1:38:54

teman-teman ngerasain mereka frustrating

1:38:56

juga ya. Baik dari kitanya atau dari

1:38:59

usernya. Oh ini saya bingung banget nih.

1:39:01

Saya susah banget nih. Ada yang sampai

1:39:03

emosi ini gimana sih mau aplikasinya

1:39:05

enggak bisa dipakai gitu ya. Nah itu

1:39:08

sering terjadi teman-teman. Jadi kalian

1:39:10

juga harus sabar ya menghadapi ee ee apa

1:39:15

[berdehem] calon customer kalian. Karena

1:39:17

basically itulah yang nanti terjadi di

1:39:19

lapangan. Makanya teman-teman lihat ya,

1:39:20

banyak yang enggak sabaran kalian udah

1:39:23

ee apa dideploy atau di launch

1:39:26

aplikasinya terus trading-nya dapat satu

1:39:29

du gitu ya. karena ada ee apa error atau

1:39:34

improvement yang tidak kalian perbaiki

1:39:36

dulu sebelum ee kalian rilise. Makanya

1:39:40

ada function biasanya beta tes dulu ya.

1:39:43

Beta tes itu untuk tujuannya itu sebelum

1:39:45

ke eh publ ke market, publish ke market

1:39:49

kalian bisa review dulu gitu ya, bisa

1:39:51

dites dulu sampai benar-benar matang

1:39:55

gitu ya atau tidak ada bug atau tidak

1:39:57

ada error. Nah, kalau produk real

1:39:59

gimana, Kak? Kalau yang ee bentuknya apa

1:40:04

produk hardware sama sebenarnya ya

1:40:08

tinggal mereka mengeksplorasi dulu. Oh

1:40:10

tahu enggak buttonnya gimana? Oh tahu

1:40:12

cara nyalain gimana. Sesimpel kayak

1:40:14

kalian ini AC misalnya itu dites juga

1:40:18

ya. By the way teman-teman cara nyalain

1:40:20

AC tombolnya paham atau enggak. Ini

1:40:23

kadang enggak ada apa di AC itu kan ada

1:40:26

banyak tombol ya. Kadang ada yang enggak

1:40:27

tahu fungsinya untuk apa gitu. ada yang

1:40:30

fan, ada yang ee untuk ee mendinginkan,

1:40:33

ada untuk menghangatkan.

1:40:36

Ya, itu di AC tuh ada tombol-tombol itu

1:40:38

yang kadang enggak dipahami semua orang.

1:40:41

Nah, kita makanya tes dulu gitu ya.

1:40:45

Oke, setelah kalian testing dirangkumlah

1:40:49

semua. kumpulkan semua inset-nya,

1:40:51

catatan observasinya, angka matriknya,

1:40:53

success rate, waktu SAS-nya, dan kutipan

1:40:59

ya dari apa yang mereka sampaikan,

1:41:02

kalian perlu catat tuh mereka

1:41:04

feedback-nya apa yang mereka ucapkan

1:41:06

secara spontan dari user kalian. Jadi

1:41:09

kan ee itu quot ya, nanti akan jadi

1:41:12

inset kalian. Lalu prioritaskan mana

1:41:14

yang sebenarnya ee paling perlu

1:41:18

disolving dulu gitu ya. dari kita tes,

1:41:20

oh kayaknya mereka masih ee user masih

1:41:24

terkendala waktu mereka mau pakai fitur

1:41:26

kita gitu. Kenapa jurninnya kayaknya ee

1:41:29

terlalu kompleks gitu ya. Nah, kalian

1:41:32

perlu improve di next iteration-nya.

1:41:36

Jadi, kalian perlu get back lagi

1:41:39

prioritasin mana yang paling krusial.

1:41:41

Kalau dia misalkan ya, kalau aplikasi

1:41:43

sign up aja belum bisa gimana mau akses

1:41:45

gitu ya fiturnya misalnya. Jadi kalian

1:41:48

solving dulu si up-nya gitu ya,

1:41:51

registrasinya itu. Jadi ee

1:41:56

kalian klasifikasiin misalnya high

1:41:58

menghalangi tugas utama, medium

1:41:59

mengganggu tapi ada jalan lain. Low

1:42:02

masalah kosmetik maksudnya masalah ini

1:42:04

ya permaknya gitu ya.

1:42:08

Ya, ee bisa diperemak gitu loh. Yang

1:42:10

ketiga adalah iterasi. Jadi perbaiki

1:42:13

temuan yang high itu kalian kelompokkan

1:42:15

kalian ee solving itu dulu isu-isunya

1:42:19

ya. Nanti di prototype berikutnya kalian

1:42:21

uji lagi ya. Satu putaran iterasi sama

1:42:25

dengan solusi satu level lebih matang.

1:42:26

Jadi setiap kali melakukan iterasi

1:42:30

ee solusi kalian jadi lebih matang satu

1:42:33

level gitu atau jadi lebih ee firm satu

1:42:36

level gitu. Nah, tiap kali iterasi

1:42:39

kalian akan menemukan insert-insert

1:42:41

baru. Tapi pastikan eh tadi kita punya

1:42:45

batasan sampai kapan kita mau melakukan

1:42:47

testing. Ya, ingat yang kita jadi mau

1:42:51

capture semua inset terus kita lakuin

1:42:55

interasi 10 kali, 20 kali. Kalau memang

1:42:58

sudah pattern-nya sama ya udah gitu.

1:43:02

Jadi tadi ingat fokus ke kalian ee

1:43:05

iterasinya punya dampak gitu ya, punya

1:43:09

impact. Nah, contohnya kayak gimana,

1:43:10

Kak? Nah, misalnya ini contohnya

1:43:12

aplikasi

1:43:14

ee ini ya e ya tahulah kalian ya.

1:43:18

[tertawa]

1:43:19

Jadi perbandingan sebelum dan sesudah

1:43:21

UT. Jadi ada feedback menyesuaikan

1:43:23

arsitektur ee informasi untuk perubahan

1:43:27

visual menjadi lebih visibel saat

1:43:30

mencari penerbangan. dan feedback B

1:43:32

menyederakan tampilan dengan lebih

1:43:34

banyak opsi penerbal agar pengguna tidak

1:43:36

bingung berdasarkan baris mask yang

1:43:39

lebih detail. Nah, kalau kalian lihat di

1:43:42

sini ee yang before-nya ya,

1:43:46

before-nya ada cari penerbangan sama

1:43:48

pilih penerbangan. Jadi cuma dua dua

1:43:52

fitur ini itu berpengaruh sama

1:43:54

experience user ya teman-teman ya.

1:43:57

Bayangin tuh kalau kalian buka

1:43:58

aplikasinya kan ada home, ada apa, ada

1:44:01

apa, ada apa, itu banyak banget. Dan

1:44:02

kadang kita perlu lakukan tes gitu. Ada

1:44:05

yang perlu kita improve, ada yang perlu

1:44:06

kita ee tambahin gitu ya. Nah, dengarkan

1:44:11

suara keluhan misalnya saya bingung saat

1:44:14

memilih penerbangan dengan input tanggal

1:44:16

tidak terbaca dan selain itu harus

1:44:18

beberapa kali melakukan scrolling karena

1:44:20

tidak begitu terlihat keseluruhan opsi

1:44:22

maskapai yang tersedia. Nah, makanya ini

1:44:24

dibreakdown, Teman-teman. Kalau

1:44:25

Teman-teman lihat, mungkin aku sambil

1:44:28

kasih ya.

1:44:35

Kenet-coret nih, ya. Ini kalau kalian

1:44:38

lihat di eh

1:44:41

biru.

1:44:45

Nah, ini kalau di layar pertama dia

1:44:48

tampilannya langsung tanggal ya. ini

1:44:51

pulang perginya ee ada tombol ini

1:44:56

apa namanya?

1:44:59

Ee aduh aku lupa action button ya atau

1:45:00

apa ya. Nah, terus di

1:45:04

diganti lebih setelah ditesting ternyata

1:45:08

butuh

1:45:10

tanggalnya aja dulu gitu ya.

1:45:13

Kalau pelang pergi dia tinggal

1:45:16

tab di sini ya nanti akan muncul

1:45:19

tambahannya. Gu ya.

1:45:22

Nah, [mendengus]

1:45:25

terus dari maskap-nya jadi lebih panjang

1:45:31

karena dia butuh breakdown. Nih,

1:45:35

aku mau lihat perbandingan. Orang kan

1:45:37

kalau lihat tiket pesawat mau bandingin

1:45:40

kan, bukan mau ee langsung pilih mana

1:45:44

gitu ya, tapi di-bakdown dulu. Nah,

1:45:46

makanya semakin tampilannya semakin luas

1:45:49

semakin mudah terbaca. Ini kan dia lebih

1:45:51

panjang ya dibanding ini yang hanya dua

1:45:54

maskap terlihat gitu. Ini bisa jadi

1:45:58

berapa nih? 1 2 3 4 5 lima dalam satu

1:46:03

layar gitu ya. Yang ini jadi lebih

1:46:06

sederhana yang ini jadi

1:46:09

lebih expanded gitu ya, lebih luas gitu.

1:46:14

Nah, itulah fungsi kalian memvalidasi

1:46:17

dan mendapatkan feedback UT atau

1:46:21

usability testing. Usability usability

1:46:24

testing dari user kalian.

1:46:27

Kebayang ya teman-teman ya.

1:46:29

Oke, lanjut.

1:46:35

Nah, ada tadi kasus yang biasa dilakuin

1:46:37

di

1:46:39

Google Desain Sprint ya. Nah, kita

1:46:41

biasanya ee ada ee feedback yang kita

1:46:45

rangkum.

1:46:47

Jadi, ee banyak ee startup tuh membangun

1:46:51

ee produk yang langsung jadi ya selama

1:46:53

berbulan-bulan tanpa tahu pasarnya tidak

1:46:57

benar-benar menginginkan solusinya gitu

1:46:59

ya. Maka yang dilakukan oleh Google

1:47:03

adalah bikin ee desain sprint. Jadi 5

1:47:06

hari mereka bikin prototype ee bikin

1:47:10

fasadnya aja di di tampak depannya aja

1:47:14

dalam 1 hari lalu diuji ke lima pengguna

1:47:18

besoknya gitu. Dan hasilnya ide besar

1:47:21

jadi mudah tervalidasi

1:47:24

atau gugur dalam seminggu sebelum kode

1:47:26

ditulis. Jadi sebelum mereka develop ide

1:47:29

yang terlalu besar itu bisa jadi ee apa

1:47:32

akhirnya mengecil gitu ya. dan

1:47:35

tervalidasi atau bahkan ya ternyata

1:47:37

enggak enggak make sense. Janganlah kita

1:47:40

ini dulu

1:47:42

e

1:47:44

dulu gitu ya.

1:47:46

Jadi ini menghemat ee waktu mungkin akan

1:47:50

mereka investasikan jadinya ee akan

1:47:52

lebih mudah untuk kita prevent hal-hal

1:47:57

yang tidak diinginkan. Jadi fokus sama

1:48:00

yang kita mau buat dulu yang benar-benar

1:48:02

punya dampak dan punya value. Nah, kita

1:48:05

nonton dulu ya kayak gimana sih proses

1:48:07

lens sprint itu.

1:48:14

Hi, I'm Jake from GV and this is a super

1:48:16

fast intro to our sprint process. The

1:48:19

big idea with a sprint is to build and

1:48:20

test a prototype in just 5 days. It's

1:48:23

kind of like fast forwarding into the

1:48:24

future so you can see how customers

1:48:26

react before you go at all the time and

1:48:28

expense of building a real product.

1:48:30

[musik] Every sprint starts with a big

1:48:32

challenge, a team of about seven people,

1:48:35

and a clear calendar. [musik]

1:48:37

On Monday, you'll create a map of the

1:48:39

problem and choose one specific target.

1:48:41

On Tuesday, you'll create solutions to

1:48:43

your problem. But instead of a shout out

1:48:45

loud group brainstorm, you'll work alone

1:48:47

[musik] to sketch detailed competing

1:48:48

solutions. On Wednesday, you'll pick the

1:48:51

best solutions. Instead of endless

1:48:53

debate, you'll use [musik] a structured

1:48:54

decision making process. On Thursday,

1:48:57

you'll build one, two, or even three

1:49:00

realistic prototypes. [musik] These

1:49:02

prototypes are just a facade of a

1:49:03

finished product. You can use tools like

1:49:05

Keynote, Marvel, and Invision to create

1:49:08

fake apps and websites. Or to quickly

1:49:11

prototype hardware, you can use a 3D

1:49:15

printer or modify an existing product

1:49:20

or just prototype the marketing

1:49:22

materials.

1:49:24

Finally, [musik]

1:49:25

on Friday, you'll test your prototypes

1:49:27

in five one-on-one customer interviews.

1:49:30

[musik] You'll find obvious patterns.

1:49:32

Some solutions will work, but some

1:49:33

won't.

1:49:34

Either way, you'll have clarity about

1:49:36

what to do next and a great start on

1:49:38

that big challenge. [musik] To learn

1:49:39

more, check out our book Sprint. It's

1:49:41

got detailed hour byour instructions and

1:49:44

it's packed with stories about startups

1:49:46

like slack and medium and flat. Nah, itu

1:49:49

tadi dia desainya. Jadi sebenarnya eh

1:49:52

versi singkatnya desaining. Jadi lebih

1:49:55

eh apa langsung ke fase prototype dan

1:49:58

tes. Jadi di fase research-nya dia akan

1:50:02

lebih pendek tapi dalam 5 hari itu bisa

1:50:05

langsung ketemu wujud produknya seperti

1:50:07

apa. tadi di bisa teman-teman lihat juga

1:50:09

ya ee dia prototype digitalnya pakai

1:50:13

tools atau bahkan tadi bikin eh yang non

1:50:15

digital bisa pakai eh 3D print atau

1:50:19

packaging dan eh apa ee tetap bisa

1:50:24

diapply untuk kalian tujuannya sama

1:50:27

mendapatkan feedback dan iterasi apakah

1:50:30

benar-benar bisa punya nilai manfaat

1:50:33

atau enggak itu ya.

1:50:36

Oke,

1:50:39

kuis. Semoga belum ngantuk nih,

1:50:41

Teman-teman. Berapa partisipan yang

1:50:44

cukup untuk tes kualitatif menemukan

1:50:45

mayoritas masalah usability?

1:50:51

5 101

1:50:54

tidak perlu karena sudah ada AI nih. Aku

1:50:56

ganti aja AI misalnya ya.

1:50:59

K tanya AI aja

1:51:00

wis semoga belum ngantuk nih teman-ah

1:51:03

semua nih.

1:51:06

Apakah betul? Ah, betul.

1:51:13

Thank you yang sudah jawab teman-teman.

1:51:16

Yes. Jadi betul A ya teman-teman ya.

1:51:20

Lima partisipan sebenarnya cukup ya

1:51:24

untuk e masalah usability. Nah, tapi

1:51:26

ingat ya, tapi kalian bisa juga kalau

1:51:30

clustering kalian bisa lebih dari lima

1:51:33

itu.

1:51:37

Oke,

1:51:39

kita

1:51:43

hand dulu nih Mbak kita

1:51:51

lanjut hand dulu ya. Benar ya. H.

1:52:01

Oke. Nah, nah sekarang kalian mencoba

1:52:03

untuk

1:52:05

membuat ee

1:52:07

prototype dan menganalisa testing ee

1:52:12

menggunakan lensa yang lens ya kita

1:52:14

nyebutnya lens yang kemarin kalian

1:52:15

pelajari di sesi pertama yaitu

1:52:18

adaability, visibility, viability, dan

1:52:21

responsibility. Nah, Teman-teman sudah

1:52:24

duplicate ini ya, e mironnya ya. Nah,

1:52:27

mungkin aku ganti

1:52:30

ee

1:52:31

screen dulu sebentar.

1:52:43

Oke, kalau belum duplicate,

1:52:47

duplicate

1:52:48

dulu ya, Teman-teman ya. Bisa di-copy

1:52:50

juga. Nah, jadi yang perlu kalian lakuin

1:52:53

teman-teman ee apa? Kita akan bikin

1:52:56

prototype digital dulu ya. Ee tapi kalau

1:52:59

teman-teman udah ada ee apa case yang

1:53:03

kalian bikin physical product, boleh

1:53:04

juga ee kalian bikin sketchnya atau

1:53:08

bikin apanya di desainnya ya nanti di

1:53:11

PA-nya.

1:53:13

Nah, yang perlu kalian lakin adalah ee

1:53:15

bikin

1:53:17

ee problem opportunity kemarin ya.

1:53:19

Kalian coba tulis dulu, terus ee ideasi

1:53:23

solusinya kalian taruh ya. Kemarin saya

1:53:26

ee ini contohnya yang masalah sampah ya,

1:53:29

banjir.

1:53:31

Nah, gimana memantau lingkungan dari

1:53:33

warga setempat hingga pelaporan akses

1:53:35

relawan untuk mengolah sampah. Nah, ini

1:53:39

saya bikin brief konsep produk gitu ya.

1:53:43

Jadi, teman-teman bisa ee apa bikin

1:53:48

briefnya dulu.

1:53:49

Nah, ini saya bikin satu panduan

1:53:52

referensi. Nah, sebenarnya semakin

1:53:53

banyak semakin bagus. Tujuannya apa?

1:53:55

Lebih untuk mendapatkan referensi warna

1:53:58

dan juga ee ininya ya, bentuk

1:54:02

tampilannya ya gitu. Nah, ini nanti

1:54:05

teman-teman bisa buka

1:54:08

ee

1:54:10

hasil output-nya seperti apa. Cuma ini

1:54:12

bisa karena saya pakai Miro, saya e

1:54:14

generate pakai Miro. Cuma ini berbayar

1:54:16

ya, Teman-teman ya. Kalau mau

1:54:17

teman-teman tinggal eh masukkan eh ini

1:54:21

idenya problem oportunity sama solusinya

1:54:24

misalnya pakai Gemini CGPT atau cloud

1:54:27

atau persplexity teman-teman tinggal eh

1:54:31

copy paste eh permasalahannya terus

1:54:33

minta buatkan product brief ya

1:54:38

product brief ya ini contohnya seperti

1:54:39

ini. Ini kalau saya

1:54:42

run ini sudah ada structure-nya mungkin

1:54:44

saya ganti ke bahasa Indonesia.

1:55:00

Kakin ee product brief-nya.

1:55:08

Nah, Teman-teman bisa pakai EA yang lain

1:55:10

ya.

1:55:15

Jadi nanti masuk

1:55:18

kan problem opportunity-nya kalian tulis

1:55:22

terus solusinya sama referensi

1:55:24

desainnya. Referensi desainnya kalian

1:55:26

tinggal copy paste linknya aja. take

1:55:28

reference atau ambil referensi desain

1:55:31

dari website ini misalnya seperti itu.

1:55:37

Nah, ini ya contohnya ya. Jadi kalau

1:55:40

kita nyebutnya di industri namanya PRD,

1:55:41

Teman-teman. Jadi kalian bisa bikin

1:55:43

kayak problem statement-nya Bali

1:55:45

menghadapi pengolahan sampah, masalah

1:55:47

pengolahan sampah dan mengakibkan budget

1:55:50

saat musim hujan. Jadi kurang sistem

1:55:52

pemantauan koordinasi antar warga, warga

1:55:55

dan lain sebagainya ya. Nah, goal dan

1:55:58

structure-nya adalah bikin nih outcome

1:56:01

yang diharapkan meningkatkan laporan

1:56:03

tersedia akses sebagai relawan

1:56:05

berkurangnya kejadian banjir. Jadi, ini

1:56:07

tujuannya dan usernya kita juga bisa

1:56:10

define ya kayak Pak siapa nih case-nya

1:56:14

ya target e warga Bali, terus warga

1:56:18

kondisi sampah relawan sama koordinator.

1:56:19

Jadi ada tiga stakeholder. Solusinya apa

1:56:22

nih? fitur ya, fiturnya pemantauan,

1:56:25

pelaporan, fitur akses, sama ee

1:56:28

mekanismenya untuk ee apa masuk ke

1:56:32

sistem ya, relawan dan lain-lain yang

1:56:34

tidak termasuk. Jadi, ini ada biasanya

1:56:36

kalau kita bikin tuh ada batasannya,

1:56:39

boundaries-nya. Jadi, kita set out of

1:56:42

scopes gitu ya.

1:56:44

Nah, ini asumsi sor ini kelihatan

1:56:47

aku geser dikit

1:56:51

ya. ini asumsinya ada beberapa yang

1:56:54

question yang kita bisa eh define. Nah,

1:56:57

tujuannya apa sih kenapa harus ada open

1:56:59

question atau assumption untuk

1:57:00

men-challenge produk kita? Apakah

1:57:02

benar-benar kita bisa eh deliver atau

1:57:04

enggak ke

1:57:08

usernya, gitu ya. Oke, kalau udah kalian

1:57:10

bisa bikin menggunakan lovable. Nah, ini

1:57:13

ini kalian bisa join lovable di sini.

1:57:16

Karena saya pakai lovable, kalian bisa

1:57:19

ee sama atau kalian pakai tools yang

1:57:21

lain ya, ada bolt, ada mau pakai di di

1:57:24

apa cloud code misalnya itu boleh juga

1:57:27

cuma aku enggak enggak bisa ngajarin ya.

1:57:29

[tertawa] Jadi teman-teman bisa ee

1:57:33

explore caranya gimana. Mungkin aku

1:57:36

kasih contoh dulu ya, Teman-teman ya.

1:57:38

Ini kalau kalian buka ini udah jadi

1:57:41

website-nya, Teman-teman. Entar ya aku

1:57:43

share screenya

1:57:50

teman dan ini hanya pakai lobab

1:57:54

ya.

1:57:56

Dan ini klik teman-teman cuma ya baru

1:57:59

landing page ya. Kalau kalian mau bikin

1:58:01

eh next page-nya kalian harus generate

1:58:04

lagi. Ini belum functionnya belum jalan

1:58:07

ya. Tapi ini yang di main page-nya udah

1:58:09

klikable. Nah, kalian bisa pakai tools

1:58:10

lain juga selain dari

1:58:13

lovable, tapi

1:58:15

ada free credit. Jadi, kalian bisa

1:58:17

generate dua atau tiga kali ee page-nya.

1:58:21

Mau itu apps atau mau ee apa

1:58:27

mau apps ataupun website gitu ya. Nah,

1:58:30

tadi kalau caranya teman-teman itu bisa

1:58:35

ee masukin

1:58:37

PRD-nya.

1:58:41

yang tadi ya ee product brief-nya kalian

1:58:44

copy

1:58:47

terus digenerate di sini teman-teman

1:58:50

ya. masukin ke sini atau bisa dalam

1:58:52

bentuk dokumen ya, kalian save as PDF

1:58:54

terus kalian masukin sini. Kalau kalian

1:58:57

ada referensi lebih bagus langsung

1:58:58

attach saja dalam bentuk file desainnya

1:59:02

atau kalian pakai

1:59:05

ee apa konektor. Kalau misalkan mau

1:59:09

connect ke mirronya bisa langsung Miro

1:59:12

gitu ya. Tapi ini lebih advance ya

1:59:14

teman-teman pakai MCP ya. Tapi kalau mau

1:59:17

bisa langsung eh promptingnya aja.

1:59:20

Terus sama tadi attach referency

1:59:23

desainnya, link-nya kalian bisa atau

1:59:26

bentuk PDF kalian mau eh attach file-nya

1:59:30

nanti generate dia akan bikin seperti

1:59:34

ini teman-teman

1:59:36

yang tadi aku buat [mendengus]

1:59:38

ya

1:59:42

sama ya

1:59:45

itu aku mau mau ganti per section juga

1:59:48

bisa gitu ya teman-teman.

1:59:50

Oke, clear enough ya. Dicoba dulu

1:59:53

eksperimen. Silakan teman-teman kita

1:59:55

coba bikin prototype-nya dulu.

2:00:01

Waktunya

2:00:06

15 menit teman-teman untuk mencoba bikin

2:00:10

prototype versi kalian.

2:00:13

Oke, dicoba, ya, Teman-teman, ya.

2:00:16

Boleh dibantu Kak Gita ee kalau ada

2:00:19

pertanyaan dulu mungkin dicek dari

2:00:21

teman-teman.

2:00:22

Ee sebenarnya masih ada waktu 10 menit

2:00:25

sih, Mas. Oke.

2:00:28

H

2:00:28

masih ada waktu 10 menit

2:00:31

buat Q&A.

2:00:32

Oke. Oke. Enggak apa-apa kita mulai

2:00:33

early aja ya biar nanti kalau

2:00:35

ada kendala ya. Oke saya kasih waktu

2:00:37

teman-teman 15 menit untuk kalian coba

2:00:40

bikin prototype dulu ya.

2:00:44

Oke, silakan kalau ada pertanyaan

2:00:46

langsung di chat ya, Teman-teman ya.

2:00:48

Let's go.

2:00:51

Ayo, semangat teman-teman dikerjakan

2:00:55

ya

2:00:58

nyobain EA-nya ya.

2:01:23

[mendengus]

2:01:30

Nah, Teman-teman kalau misalkan sudah

2:01:32

selesai boleh diinfoin ya ke kolom chat

2:01:34

gitu kalau ada pertanyaan. nya juga

2:01:37

boleh diinfoiin nanti bakal Mas Kusuma

2:01:40

jawab ya Mas. Nah, gitu.

2:01:43

[musik]

2:01:50

Semangat teman-teman, Bapak Ibu. Bu

2:02:51

H

2:03:20

[musik]

2:03:54

Wih, adakah yang udah selesai nih? Boleh

2:03:56

banget langsung drop di kolom chat ya,

2:03:59

Teman-teman. Bapak, Ibu

2:04:06

ada yang udah jadi.

2:04:09

Mantap.

2:04:19

Oke, nanti boleh share ya kalau ada yang

2:04:21

sudah jadi.

2:04:22

Betul. Boleh share di kolom [musik] chat

2:04:24

ya, Mas Kusuma.

2:05:18

Ah.

2:05:53

Ramai banget tuh ya. [musik] Semoga

2:05:55

enggak ada kendala sebelum seperti

2:05:58

hari-hari kemarin ya.

2:06:05

Waktunya sisa masih sisa 5 menit lebih

2:06:09

deh. Semangat teman-teman, Bapak Ibu.

2:06:18

Iya, kayak Miro.

2:06:57

Ah

2:07:51

Boleh. Kalau udah selesai drop di kolom

2:07:53

chat dong, Teman-teman.

2:07:56

Tunjukin [musik]

2:07:58

hasil keren, karya keren kalian.

2:08:10

Ha.

2:09:33

Ah

2:09:51

H

2:10:20

Betul. Nanti penjelasan terkait paper

2:10:22

dan ada [musik] challenge juga akan aku

2:10:24

jelasin di akhir sesnya teman-teman.

2:10:26

Jadi stay tune aja jangan live dulu. Oke

2:10:30

semangat semangat.

2:11:15

[musik]

2:11:23

Ah

2:12:13

[musik]

2:12:23

Ah

2:13:20

Nah, sisa waktunya sisa 2 menit nih,

2:13:23

Teman-teman. Boleh? Yuk, yuk

2:13:27

kita percepat lagi.

2:13:31

Semangat, tetap fokus.

2:13:34

Nanti akan ada ditunjuk oleh Mas Kusuma

2:13:36

satu orang untuk presentasi [musik] ya

2:13:39

gitu.

2:13:41

2 menit lagi.

2:14:46

[musik]

2:15:42

Nah, [musik] 5 4 3 2 satu. Oke, habis

2:15:50

times up.

2:15:52

Gimana nih ya?

2:15:53

Mana nih suaranya nih? [tertawa]

2:15:58

Ada yang sudah jadi.

2:16:01

Ada tuh, Mas.

2:16:03

Boleh dong, boleh dong. Siapa tuh? Boleh

2:16:05

langsung share screen mungkin

2:16:10

ada yang mau raise hand untuk presentasi

2:16:12

enggak? Ayo dong teman-teman. Enggak

2:16:15

usah malu sih. Santai aja kita.

2:16:21

Oke. Nah.

2:16:22

Eh. Nih ada Fahri, ada Yudan. Oke. Boleh

2:16:25

Fahri. Silakan

2:16:28

boleh share screen mungkin hasilnya

2:16:29

seperti apa.

2:16:49

Oke, nice. Boleh dijelasin bikin apa

2:16:53

nih?

2:16:56

Ibu boleh open mic dong.

2:17:00

Oke. Baik, cek.

2:17:06

Jadi di sini ee yang saya buat itu

2:17:08

berasal dari masalah kerusakan fasilitas

2:17:12

umum yang bisa mengganggu aktivitas

2:17:13

masyarakat dan membahayakan keselamatan.

2:17:16

Mantap. Jadi karena itu saya di sini

2:17:18

berinovasi membuat website pelaporan

2:17:21

fasilitas umum yang di mana bisa

2:17:24

melaporkan ee kerusakan fasilitas umum

2:17:28

dari foto dan lokasi serta pemantauan

2:17:31

status perbaikan oleh masyarakat dan

2:17:33

pemerintah.

2:17:35

Oke, coba lihat hasilnya seperti apa.

2:17:43

Seperti ini. Ini saya buatnya pakai

2:17:45

loveable.

2:17:46

Wih. Oke, boleh discroll. Oke.

2:17:52

Report verification repair compe. Jadi

2:17:55

ini ya eh website pelaporan

2:17:59

ya.

2:18:00

Iya.

2:18:01

Landing page-nya ya. Oke, nice.

2:18:04

Tapi itu udah eh ada page page sign inya

2:18:09

udah belum?

2:18:11

Cuman apa? Cuman seperti ini aja. Oh,

2:18:14

belum ya? Oke. Oh. Oh, tapi udah ada

2:18:17

tampilannya. Mantap juga nih.

2:18:20

Oke, sip. Menarik menarik. Boleh dong

2:18:23

di-share link-nya nanti buat teman-teman

2:18:25

bisa lihat juga ee ininya ya,

2:18:27

share lovable-nya nih buat inspirasi

2:18:29

yang lain. Jadi nanti kayak gini,

2:18:30

Teman-teman. Waktu kalian me-develop

2:18:33

dengan eh prototype dengan lavable bisa

2:18:37

tampilannya bentuk website ya atau

2:18:39

bahkan apps gitu ya.

2:18:43

Oke, boleh di-share di chat mungkin Kak

2:18:46

Fahri lovable-nya ya.

2:18:51

Thank you. Tadi satu lagi siapa ya?

2:18:53

Boleh dong tadi yang res.

2:18:56

Thank you ya Fahri ya sudah sharing ya.

2:18:59

Nah, ini buat contoh teman-teman ya.

2:19:02

Yudan silakan. Yudan silakan.

2:19:16

Mantap kali, Bang Fix City.

2:19:22

Mantap ya, Mas. Keren. Keren, Kak.

2:19:25

Keren. Oh, Kak Yuden gak bisa open

2:19:30

bisa share screen enggak? Tapi

2:19:32

cekek suara saya kedengaran enggak?

2:19:34

I sudah masuk. Oke.

2:19:53

Oke, boleh dijelasin?

2:19:55

I

2:19:59

cek cek. Nah,

2:20:02

oke. Jadi ee

2:20:04

problem atau opportunity yang di ee

2:20:07

angkat kami atau saya itu yang pertama

2:20:10

dari masalah jaringan lambat, kedua eh

2:20:14

spek device yang terbatas, yang ketiga

2:20:17

ee apa namanya?

2:20:20

Yang ketiga yaitu ee tidak tahunya

2:20:24

kemampuan dari masing-masing siswa ee

2:20:27

yang sudah dikuasai oleh siswa itu

2:20:29

pelajarannya segimana sih? Lalu ee

2:20:32

solusinya yaitu personalisasi belajar

2:20:35

berbasis CI, server lokal bertenaga

2:20:38

surya dan juga platform e pembelajaran

2:20:42

ringan dan interaktif. Oke,

2:20:46

untuk PRD-nya

2:20:50

loh. Ini langsung ke ininya, Mas.

2:20:51

Iya, langsung ke produknya. Enggak

2:20:52

apa-apa.

2:20:54

Oh, ini berarti app ya. Oke. [berdehem]

2:20:57

Iya.

2:21:08

J sini ada ya pertamanya nanti

2:21:10

pemahamannya itu di ini ya, di sini ada

2:21:13

presentasinya. mau

2:21:17

dia meningkat misal

2:21:21

ya ini akan bertambah setelah

2:21:24

menjawab-jawab ee dari asesmen gitu.

2:21:28

Ini sih ee Kak Kusuma untuk

2:21:32

yang guru sudah bisa diakses juga belum?

2:21:35

Yang guru belum saya coba sih. Ini baru

2:21:38

nge-prom tadi.

2:21:39

Tapi menarik nih ee ininya ya,

2:21:41

dashboard-nya ya.

2:21:43

pencapaiannya. Oke, nice. Keren banget

2:21:46

ini.

2:21:47

Boleh di-share enggak ya linknya?

2:21:49

Boleh ke Kusuma. Nanti saya share.

2:21:52

Nanti mungkin teman-teman boleh di-share

2:21:54

aja ya ke

2:21:56

class manager juga ke Kak Gita yang udah

2:22:00

ee berhasil

2:22:02

bikin pakai loveable atau tools lain

2:22:04

juga boleh ya. Tadi ada yang nanya pakai

2:22:06

Vel bisa pakai VO juga.

2:22:10

Mantap banget tuh. tadi sudah dari

2:22:12

siswa, dari guru, jadi dua-duanya ya

2:22:15

udah udah jadi ini

2:22:17

ee interface-nya.

2:22:20

Hai,

2:22:21

baik. Aku sema ini

2:22:22

oke

2:22:24

ee ini sih jadi

2:22:28

apa namanya

2:22:29

ini atau gimana?

2:22:31

Udah boleh boleh boleh diop screen ya.

2:22:33

Thank you ya Yudan ya sudah sharing ke

2:22:34

teman-teman juga.

2:22:37

Nah ini ada dua contoh yang menarik ya

2:22:39

Kak Gita ya. buat teman-teman untuk

2:22:42

inspirasi.

2:22:43

Jadi mungkin ada yang belum sempat jadi

2:22:45

bisa jadi inspirasi juga.

2:22:48

Oke, keren banget teman-teman. Kak Fari,

2:22:51

Kak siapa tadi? Kak Yuda. Oke, mungkin

2:22:54

teman-teman yang lain pasti punya hasil

2:22:56

yang keren nanti bisa ditunjukkan ya.

2:22:59

Oke, ini aku lanjut ke sesi Q ini ya

2:23:01

karena keterbatasan waktu juga. Boleh

2:23:05

teman-teman, Bapak, Ibu yang mau rise

2:23:06

hand

2:23:08

atau kalau misalkan enggak bisa nanti

2:23:11

akan aku bacakan dari Slido juga.

2:23:17

Adakah yang ingin bertanya?

2:23:19

Boleh raise hand.

2:23:27

Oke, sepertinya aku bacakan dari Slido

2:23:29

dulu kali ya, mungkin sambil teman-teman

2:23:32

ee mempersiapkan pertanyaan kayak gitu.

2:23:35

Sebentar.

2:23:39

Nah, di sini ada pertanyaan dari Kak Oh

2:23:43

ini top komennya ada di Kak Akuwarah.

2:23:46

Kak, izin bertanya dalam babek ini

2:23:48

seperti apa bentuk prototype yang

2:23:50

diharapkan oleh panitia ataupun juri dan

2:23:53

apa saja ketentuan prototype-nya?

2:23:55

Monggo, Mas. Gimana tuh?

2:23:57

Nih saya balikin ke tim ee ini ya

2:24:02

[tertawa]

2:24:02

kriterianya kayak gimana tuh?

2:24:04

Oh,

2:24:05

yang dari seleksinya.

2:24:07

Oke, mungkin ini ee bisa ditanyakan ke

2:24:10

admin masing-masing di grup Telegram ya,

2:24:12

Teman-teman. Nih kalau misalkan ada

2:24:14

pertanyaan seperti itu. Ini aku bacain

2:24:16

lagi dari Kak Elza. Kak produk kita mini

2:24:20

reaktor dengan machine learning dan

2:24:21

dashboard. Perkiraan hasil reaksi apakah

2:24:24

prototype bisa dipakai material yang

2:24:26

belum diinovasi? Gimana nih, Mas?

2:24:30

Maksudnya material yang belum diinovasi

2:24:31

itu seperti apa? Boleh di mungkin kalau

2:24:35

ada di sini Elsa boleh open mic dulu.

2:24:37

Iya boleh, Kak Elza

2:24:40

boleh dijelaskan lebih detail mungkin ya

2:24:42

seperti apa? material yang belum

2:24:43

diinovasi itu.

2:24:47

Yes. Itu sudah onc. Silakan El.

2:24:50

Iya.

2:24:53

Ee jadi gini, Kak. Ee produk kami itu

2:24:57

ee ada inovasi materialnya. Jadi dengan

2:25:01

inovasi material tersebut dapat

2:25:02

menghasilkan hasil yang lebih

2:25:05

bervaluable.

2:25:07

Nah, tetapi untuk ee sintesis material

2:25:10

yang itu

2:25:13

itu ribet prosesnya.

2:25:15

Jadi, apakah kita boleh prototype-nya

2:25:17

itu tanpa inovasi material, tapi yang

2:25:20

penting ada itunya apa tentang machine

2:25:23

learning dan lain-lainnya

2:25:26

ya. Yang jadi waktu bikin prototype bisa

2:25:29

dari yang tadi prioritas dulu ya. kamu

2:25:32

bikin effort dulu mana yang menurut kamu

2:25:36

ini bisa dilakuin terlebih dahulu. Kalau

2:25:38

memang tadi yang material inovasi kan

2:25:41

memang core, tapi kayaknya butuh effort

2:25:44

lebih banyak nih kamu jadiin itu eh apa

2:25:48

strategic project ya lebih panjang

2:25:49

prosesnya. Tapi yang sekarang kamu bisa

2:25:51

tes kayak machine learning dan lain-lain

2:25:53

kamuin dulu gitu. Jadi enggak masalah

2:25:57

nanti kamu nambahin di belakang ya. Yang

2:26:00

penting proses

2:26:02

ee prototype-nya kamu fokus ke fitur

2:26:05

mana yang paling mudah untuk dibuat dan

2:26:09

bisa dites gitu ya.

2:26:17

Ada tambahan mungkin

2:26:20

jawabak ya.

2:26:21

Terima kasih, Kak. Sudah cukup.

2:26:23

Oke ya. Ingat ya, prioritas teman-teman

2:26:26

saat membuat fotot. Prioritaskan dulu

2:26:28

yang teman-teman bisa develop segera.

2:26:33

Oke, silakan. Ada lagi.

2:26:34

Ini ada di dari Sultan Habia. Boleh,

2:26:38

Kak. Satu lagi ya, Teman-teman yang

2:26:41

resen.

2:26:42

Bentar saya cek

2:26:45

mau open mic atau langsung di

2:26:48

bacakan.

2:26:56

Eh, halo, Kak.

2:26:57

Oh, dia di chat, Kak. Ini, Kak. Izin

2:27:01

bertanya

2:27:02

untuk misal sudah membuat desain mup

2:27:06

tampilan mobile dan app serta prototype

2:27:08

buat hardware-nya itu nanti dicantumkan

2:27:11

berbentuk link atau disisipan berbentuk

2:27:14

gambar. Begitu, Mas.

2:27:16

Bisa keduanya. Kalau memang kamu ada ee

2:27:19

sudah bikin prototapilnya

2:27:22

bisa untuk karena butuh untuk

2:27:24

dokumentasi ya pelaporan nanti

2:27:26

teman-teman di ee apa

2:27:30

di tim ini. Ee nanti kalian bisa

2:27:34

cantumin gambarnya seperti apa. Tapi

2:27:36

kalau belum bikin dulu ininya ee apa ee

2:27:41

flowchart-nya function-nya ya kan. Terus

2:27:44

ee kalau ada prototype gambarnya ya

2:27:48

pakai link boleh ya kan atau kayak tadi

2:27:50

sketsanya dulu planning kalian mau

2:27:52

developnya seperti apa. Kalau biasa ada

2:27:55

yang bikin pakai 3D juga boleh. Ee kalau

2:27:59

memang hardware-nya bentuknya ada ee

2:28:02

sisi-sisi yang memang ada fiturnya ya

2:28:04

itu bisa juga. Tapi kalau enggak ada ya

2:28:07

kalian ee ini aja foto satu sisi

2:28:10

misalnya kayak produk ee apa ee untuk

2:28:17

IoT yang apa tuh ee

2:28:19

ada sensornya misalnya ya udah

2:28:22

komponennya itu kalian fotoin dari atas

2:28:25

tuh boleh gitu.

2:28:27

Oke, thank you.

2:28:27

Gitu ya. Heeh. Oh, ini ada Sultan. Thank

2:28:32

you ya Sultan ya. Oke,

2:28:33

terima kasih, Kak. Oke,

2:28:35

mungkin aku quick answer aja, Mbak, yang

2:28:37

di Mbak kita yang di chat enggak apa-apa

2:28:40

ya. Ee aku langsung jawab aja cepat.

2:28:43

Kalau masih dalam bentuk paper lag dari

2:28:45

Mari Maria ya, Kak. Ini masih dalam

2:28:47

bentuk paper-nya lagi atau sudah dalam

2:28:49

bentuk prototype? Nah, kalau di Protot

2:28:51

baiknya sudah ada bentuk physicalnya ya.

2:28:54

Ee kalau memang hardware. Tapi kalau eh

2:28:57

produk digital ya tadi kalian bikin

2:28:59

lovable-nya gitu ya atau bikin prototype

2:29:02

eh digitalnya karena itu kan clickable.

2:29:05

Sebenarnya yang diovable tuh udah live

2:29:07

cuma fiturnya kan belum semua didevelop

2:29:09

ya. Kayak tadi Fahril sudah bikin. Tapi

2:29:11

fitur apanya? Eh sign up-nya eh sign

2:29:16

up-nya udah ya. Tadi apa yang konakct

2:29:17

atau apa ya? yang pojok kanan belum

2:29:20

koneksi misalnya kayak gitu atau tadi

2:29:22

yang punyanya si

2:29:24

Yudan juga sama ya yang belum selesai

2:29:27

yang di bagian guru. Tapi it's oke

2:29:28

karena udah kebayang visual tampilannya.

2:29:31

Terus dari Zakaria misal produk dibuat

2:29:34

dalam skala yang lebih kecil bisa

2:29:35

enggak? Bisa. Kalau hardware baiknya

2:29:37

dari skala kecil justru biar enggak

2:29:39

boncos ya. Jadi [tertawa]

2:29:41

bikin ee ukuran kecil dulu. At least

2:29:43

paling enggak fitur dan ee ininya ee

2:29:46

kelihatan gitu ya. Kalau memang ada

2:29:48

tombolnya, ada ee apa screen-nya

2:29:52

kalian mau

2:29:58

ee sensor biar video tadi ya bikin

2:30:01

prototype yang ada materialnya.

2:30:04

E kalau bisa dari yang kecil dulu boleh,

2:30:07

tapi kalau memang cost-nya sama bikin

2:30:09

kecil sama besar mending langsung sesuai

2:30:11

ukuran realnya aja ya. Karena kalau

2:30:14

kayak 3D printing itu cost filamennya

2:30:16

sama soalnya ya. Mau banyak mau dikit

2:30:19

sama dia hitungannya satu kali bikin

2:30:21

tabungnya ya.

2:30:25

Oke.

2:30:27

Oh.

2:30:27

Ini Yuliana fot software jatuh bisa

2:30:30

keduanya ya. tadi kan di contohnya ada

2:30:33

ya yang tadi dari Google ya eh ya Google

2:30:37

ya tadi Google kan ada contohnya ya mau

2:30:39

produk digital atau produk real kayak

2:30:41

tadi ada yang bikin coffee ada yang

2:30:43

bikin ee ini bisa pakai 3D printing. Nah

2:30:46

itu sama prosesnya tetap desain

2:30:48

thinking-nya sama gitu.

2:30:51

Oke Kita saya kembalikan.

2:30:53

Oke, cukup ya teman-teman untuk sesi

2:30:56

kene. Mohon maaf banget kalau misalkan

2:30:58

ada pertanyaan yang belum sempat

2:30:59

disampaikan ke Mas Kusuma karena

2:31:01

keterbatasan waktu juga ya. Nah, terima

2:31:04

kasih banyak ya Mas Kusuma atas ilmu

2:31:06

pengalaman berharga yang sudah dibagikan

2:31:09

ke teman-teman hari ini, ke Bapak Ibu

2:31:10

juga. Benar-benar insightful banget.

2:31:13

Boleh dong kita kasih applause ke mentor

2:31:15

kita hari ini, Mas Kusuma. Teman-teman,

2:31:18

reaction-nya tepuk tangan gitu.

2:31:21

Thank you.

2:31:22

Oh, thank you. [tertawa]

2:31:25

[terkesiap] Oke, sebelum kita berakhir

2:31:27

nih, jangan sampai lupa momen penting

2:31:29

yaitu dokumentasi. Boleh oncam dulu,

2:31:33

siapin senyum terbaik kalian. Kita foto

2:31:35

bareng dulu yuk. Sebentar kok.

2:31:40

Oke, ini aku hitung 1 2 3 ya. 1 2 3.

2:31:48

Oke, untuk slide yang selanjutnya. 1 2

2:31:52

3.

2:31:55

Oke, terima kasih banyak teman-teman

2:31:57

yang sudah on cam. Nah, once again thank

2:32:00

you Mas Kusuma atas materi yang sangat

2:32:02

luar biasa hari ini. Untuk Mas Kusuma

2:32:05

kalau misalkan ada agenda lain itu boleh

2:32:07

banget untuk lif Mas kalau misalkan mau

2:32:09

stay bareng kita sampai akhir itu juga

2:32:11

boleh gitu. Sekali lagi makasih banyak

2:32:13

ya Mas Kusuma.

2:32:14

Thank you ya. Oh iya. Ee tadi testingnya

2:32:17

kan belum. Sebenarnya testing eh

2:32:19

sebenarnya teman-teman bisa jadikan itu

2:32:21

untuk reflection ya. Kalian tinggal

2:32:22

generate question yang kalian mau

2:32:24

tanyakan untuk melakukan testing. Tapi

2:32:27

fasenya sesuai dari material tadi ya

2:32:29

cara melakukannya. Itu aja sih

2:32:31

teman-teman. Ee mohon maaf karena

2:32:33

keterbatasan waktu ee nanti bisa

2:32:35

dipraktikkan sendiri di rumah ya. Thank

2:32:38

you. Saya kembalikan ke Kak kita.

2:32:41

Oke teman-teman kita sudah sampai nih di

2:32:44

pengujung workshop. off. Tapi jangan out

2:32:46

dulu karena kita masih ada satu link

2:32:49

form yang perlu diisi yaitu untuk post

2:32:51

tes feedback dan juga absensi sekaligus.

2:32:53

Sebentar ya aku share screen terlebih

2:32:55

dahulu.

2:33:02

Nah, teman-teman Ibu bisa scan barcode

2:33:06

ini untuk pengisian feedback post. Jadi

2:33:09

sekaligus gitu loh untuk

2:33:11

pengisiannya. Boleh diisi terlebih

2:33:14

dahulu sebelum meninggalkan Zoom ya dan

2:33:17

jangan sampai terlewat untuk absen gitu.

2:33:22

Nah, untuk post sendiri itu

2:33:27

ee di dalamnya itu akan ada keyword.

2:33:30

Nah, keyword-nya itu adalah prototype.

2:33:33

Aku ulangi lagi prototype ya. Pr O

2:33:37

Ty P. Nah, nanti kwat ini bisa kalian

2:33:40

isi pada kolom yang diminta di form.

2:33:42

Begitu.

2:33:45

Kemudian aku sambil jelasin juga ya

2:33:47

Bapak, Ibu terkait yang tadi ada

2:33:50

challenge dan juga ada paper ya. Nah, em

2:33:55

buat teman-teman, Bapak, Ibu, ada yang

2:33:57

seru nih sekarang lagi ada meet meet the

2:33:59

innovator challenge. Ini waktunya kalian

2:34:02

buat pamerin kekompakan tim, bikin

2:34:05

video.

2:34:07

Oh, ya, sebentar, maaf teman-teman belum

2:34:09

full screen. Nah, iya.

2:34:13

Oke, aku ulangin ya. Nah, jadi buat

2:34:16

teman-teman mahasiswa dan siswa ada yang

2:34:18

seru nih. Sekarang lagi ada Meet the

2:34:21

Innovator Challenge. Ini waktunya kalian

2:34:23

buat pamerin kekompakan tim, bikin video

2:34:26

perkenalan yang nunjukin siapa ngapain

2:34:28

aja di tim kalian. Nah, selama develop

2:34:30

inovasinya. Nah, ini sifatnya itu wajib

2:34:32

ya, Teman-teman. Nah, pas bikin videonya

2:34:35

nanti akan ada tiga ketentuan yang harus

2:34:37

dipatuhi. Pertama itu follow dan tag

2:34:40

Instagram @samsungia.

2:34:43

Yang kedua bisa pakai fitur

2:34:45

collaboration post bareng satu anggota

2:34:47

tim kalian. Dan yang terakhir adalah

2:34:49

akunnya itu jangan di private ya,

2:34:51

Teman-teman. Jadi ee jangan asal bikin

2:34:54

video dan pastikan tiga hal di atas itu

2:34:57

udah terpenuhi seperti itu. Nah, kabar

2:34:59

baiknya empat video terbaik itu bakal

2:35:01

ada hadiahnya. Saldo iman nih. Totalnya

2:35:05

Rp4 juta. Lumayan kan buat beli cilok

2:35:08

ini dapat gak sih 1 RT gitu. Makanya

2:35:11

jangan lupa ikutan ya challenge ini.

2:35:14

Terus buat teman-teman nih yang

2:35:16

pertanyaan tadi ya terkait paper ee

2:35:18

boleh dilanjutkan kembali, boleh

2:35:20

disempurnakan kembali karena

2:35:21

deadline-nya itu ada di tanggal 26

2:35:24

sampai 29 Juli. Untuk template-nya itu

2:35:27

masih sama kayak pas kalian daftar. Jadi

2:35:30

enggak ada yang berubah ya, Teman-teman.

2:35:32

Seperti itu. Nah, oke Bapak, Ibu,

2:35:36

Teman-teman. Sebelum kita menutup sesi

2:35:39

hari ini, aku mau ngucapin makasih

2:35:41

banyak ya udah semangat terus dari awal

2:35:44

sampai akhir. Kalau tadi ada yang kurang

2:35:47

pas dari aku, tim dan juga dari yang

2:35:50

lainnya mohon dimaafkan. Semoga apa yang

2:35:52

sudah dipelajari hari ini bisa langsung

2:35:54

dipraktikkan buat konsep paper kalian

2:35:56

masing-masing. Dan jangan lupa untuk ini

2:35:59

scan barcode dulu untuk postest dan juga

2:36:01

feedback sebelum kalian cabut ke ya lif

2:36:05

pokoknya live zoom gitu. Sampai ketemu

2:36:07

lagi minggu depan. Tetap semangat dan

2:36:08

selamat melanjutkan aktivitasnya. Happy

2:36:11

weekend teman-teman

2:36:13

dan Bapak Ibu.

2:36:32

स्पड

2:37:14

Bentar ya.

2:37:50

[musik]

2:37:55

[musik]

2:38:08

[musik]

2:38:21

[musik]

2:38:26

[musik]

2:38:54

[musik]

2:39:01

[musik]

2:39:10

[musik]

2:39:17

[musik]

2:39:38

Teman-tem

2:39:41

hadir pada [musik][bernyanyi] sesi hari

2:39:42

ini di jam 1140 akan aku stop untuknya

2:39:47

ya.

2:39:49

[musik]

2:39:55

[musik]

2:40:12

Happy weekend semuanya. [musik] Semalam

2:40:13

lanjutkan aktivitas.

2:40:22

[musik]

2:40:31

[musik]

2:40:36

Jangan lupa diisi [musik] ya. Ini

2:40:38

feedback dan poch-nya juga dijakan.

2:40:41

Untuk keyboard-nya tadi kalau misalkan

2:40:44

ee lupa atau tertinggal keyword-nya itu

2:40:46

adalah [musik][bernyanyi] prototype ya.

2:40:48

Protype kayak gitu.

2:40:52

[musik]

2:41:00

[musik]

2:41:09

[musik]

2:41:13

[musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free