Full Transcript

·YouTLDR

Zero Waste Fashion, Selamatkan Bumi dari Limbah Tekstil

3:49IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

Gunung-gunung sampah tekstil. Ini adalah foto-foto dari sebuah tempat pembuangan sampah di Bangladesh. Baik di India maupun Bangladesh, setiap tahunnya, berton-ton limbah tekstil dari industri dibuang. Tapi sebagian dari sampah ini jadi bahan dasar bagi label fashion baru. Desainer asal Estonia, Reid Aus, menggunakan sampah industri tekstil untuk membuat busana seperti t-shirt, baju hangat, dan gaun. Ia ingin menjadi katalisator untuk perubahan positif.

0:30

Jika Anda mengitari kawasan industri, apa yang Anda lihat? Anda melihat sisa tekstil di mana-mana. Bercampur dengan plastik, anak-anak bermain di sana, juga membakarnya. Itu sampah beracun, itu polusi udara, berbahaya. Selain itu, semua racun itu masuk ke dalam air tanah. Warga yang tinggal di kawasan itu meminumnya dan menjadi sakit. Ada banyak masalah terkait sampah tekstil. Ada banyak masalah terkait dengan sampah tekstil.

1:00

Tiga tahun lalu, Raid House mengembangkan sistem yang disebut UpMade. Itu mencakup dua langkah utama, sertifikasi perusahaan untuk menjamin transparansi dan laporan rinci tentang sampah yang dikirimkan pabrik setiap bulan kepadanya. Ini mempermudah Raid House membuat perencanaan

1:19

Ketika mereka mulai produksi, kami sudah mendapat informasi seberapa besar taksiran sisanya dan apa jenis bahannya. Kami juga selalu membuat kalkulasi dampak lingkungan. Piranti Lunak menghitung seberapa banyak blus dan celana panjang atau produk lain yang bisa kami buat dari sisa-sisa itu. Ini juga mempermudah perusahaan-perusahaan besar jika sejumlah perusahaan ingin beradaptasi.

1:45

Toko Red House berlokasi di Teliskivi, sebuah bekas kompleks industri di ibu kota Estonia, Tallinn, yang sudah diubah menjadi pusat kreativitas seniman-seniman Estonia. Di sini ia memilah sampel dan merancang. Desainnya kemudian dikirim kembali ke Bangladesh dan India untuk diproduksi. Dengan menggunakan tekstil sisa, ia bisa menghemat sekitar 75% air dan 88% energi dibanding dengan produk konvensional. Tapi sistem yang dibuatnya punya keterbatasan.

2:19

Perusahaan-perusahaan tidak tahu seberapa banyak limbah setelah produksi, jadi kami membantu mereka membuat neraca limbah dan semua produksi transparan, sehingga mereka bisa mulai mendesain produk. Mereka juga sudah bisa mulai mendesain produk-produk upcycled, karena mereka akan tahu sebanyak apa sisa dari produksi utama.

2:46

Elemen lain dari proyek ini adalah mengatasi sampah pakaian bekas. Dengan proyek barunya, Denim, ia mengumpulkan jeans-jeans bekas dari sejumlah pusat daur ulang di Estonia. Sebuah perusahaan mengubahnya menjadi gulungan benang yang kemudian digunakan untuk membuat baju seperti ini. Pembeli suka kombinasi upcycling dan daur ulang.

3:07

Saya suka rancangannya dan tentu ide bahwa orang bisa menggunakan bahan yang dibuang di satu tempat dan membuatnya menjadi sesuatu yang sangat keren. Saya pikir penting untuk membeli desain asal Estonia dan saya pikir apa yang dilakukannya sangat istimewa. Jadi saya pikir desain dan metodenya sangat bagus dan bagi saya sangat penting bahwa ada desain dan ide kuat.

3:33

Perusahaan-perusahaan bisa memproduksi sekitar 10-15% lebih banyak dengan memanfaatkan bahan sisa dan menghemat banyak uang. Bagi Red House, ini situasi yang menguntungkan semua pihak. Ia sekarang mulai mengerjakan koleksi berikutnya.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free