Full Transcript

·YouTLDR

TLT: Teknologi Pengolahan Limbah Padat

16:45IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:00

Bismillahirrahmanirrahim.

0:02

Asalamualaikum warahmatullahi

0:04

wabarakatuh. Yang saya banggakan

0:07

teman-teman mahasiswa.

0:10

Semoga teman-teman semua senantiasa

0:12

dilimpahkan kesehatan, keselamatan,

0:14

serta kesuksesan. Marilah kita awali

0:17

pertemuan kali ini dengan berdoa. Berdoa

0:21

dipersilakan.

0:23

Nah, Teman-teman mahasiswa yang saya

0:25

banggakan.

0:27

Pada kesempatan kali ini kita akan

0:29

membahas bersama mengenai teknologi

0:31

pengolahan limbah padat. Ya, ini

0:34

merupakan pokok bahasan mata kuliah

0:37

teknologi lingkungan terapan. Sama

0:40

sebagaimana

0:42

teknologi pengolahan limbah cair yang

0:45

pernah kita bahas bersama pada

0:48

pertemuan-pertemuan sebelumnya.

0:51

Jadi dalam mata kuliah teknologi

0:54

lingkungan terapan ini memang lebih

0:58

banyak ee membahasnya itu apa ya garis

1:03

besarnya ya garis besarnya atau gambaran

1:06

umumnya. nanti lebih detailnya misalnya

1:09

perhitungan

1:11

apa ee desain teknisnya, kemudian

1:16

spesifikasi dan ee kriteria-kriteria

1:21

untuk perhitungan yang lainnya itu akan

1:24

lebih detail lagi dibahas dalam mata

1:27

kuliah. Misalnya kalau teknologi pengan

1:30

pan limbah padat ini adalah instalasi

1:32

perancangan instalasi pengolan limbah

1:34

padat. Kemudian ada perancangan yang

1:38

kemarin yang limbah jar kan perancangan

1:41

instalasi pengelolaan air limbah. Nah,

1:45

di limbah padat juga sama. Nanti di sini

1:49

teman-teman

1:50

kita akan bersama-sama membahasnya

1:53

secara umumnya atau gambaran umumnya,

1:56

garis besarnya. Nah, nanti detailnya di

1:59

mata kuliah lanjutan ya.

2:01

Nah, untuk ke pengolahan limbah padat

2:04

sendiri

2:05

itu kan sebelum kita masuk ke

2:07

teknologinya mungkin

2:10

ini ya ee limbah padat salah satunya

2:15

sampah itu ada paradigma yang saat ini

2:19

itu modelnya ini seperti piramida

2:23

seperti ini. Jadi kondisi saat ini

2:26

terutama di Indonesia itu kan lebih

2:29

banyak limbah padat atau sampah itu

2:33

salah satunya lebih banyak ee diolah

2:38

atau ditangani

2:41

menggunakan metode disposal atau open

2:44

damping ya daripada di ee pencegahan

2:49

atau

2:51

meminimalisir sampah itu masih sedikit

2:53

Jadi lebih banyak kondisi saat ini di

2:56

Indonesia kita ee tahu teman-teman juga

3:01

mengetahui bersama-sama lebih banyak di

3:04

sini.

3:05

Jadi kita masih mengdef

3:08

kemudian yang open dumping. Jadinya ya

3:13

kondisi

3:15

saat ini pengolahan atau pengelolaan

3:18

sampah yang pengelolaan sampahnya ya

3:21

masih belum ideal ya. Nah, idealnya

3:26

lebih ke piramida terbalik yang

3:28

sebelahnya ini di mana piramida terbalik

3:32

ini tentunya

3:34

kita berharap ya sudah tidak ada lagi

3:37

open dumping, sudah tidak ada lagi eh

3:41

landfill-landfel baik itu sanitary atau

3:45

controlled landfill ya sudah ee

3:48

berkurang sedikit. Jadi komposisi

3:52

persentase

3:53

di sanitary control itu lebih sedikit

3:56

ya. Lebih banyak apa di sini lebih

4:00

banyak idealnya itu kita harus ee

4:03

redesain kemasan yang lebih ramah

4:06

lingkungan yang tidak menebabkan

4:12

sampah atau limbah padat itu bertumpuk.

4:15

Nah, ini harusnya lebih banyak

4:17

persentasenya atau komposisinya

4:20

dibandingkan

4:22

dengan ee landf atau pendamping.

4:25

Pendamping kita harapnya sudah tidak

4:27

ada. Jadi ee piramidanya piramida

4:30

terbalik. Idealnya seperti ini. Tapi ya

4:33

kita tahu sekarang masih di

4:38

pengelolaan sampah komposisi

4:40

persentasenya itu masih piramida, masih

4:43

berbentuk piramida. Jadi yang paling

4:45

banyak adalah disposal dan open dumping.

4:47

Nah, kemudian selain redesain, kemudian

4:50

retail tidak menyediakan kantong plastik

4:53

sekali, itu harus lebih banyak ya.

4:57

Kemudian di bawahnya ada belanja tanpa

4:59

kemasan. Jadi kita bisa melakukan ee

5:04

belanja tanpa kemasan. Kemudian untuk

5:07

mencegah sampah ya, bagaimana kita harus

5:11

ee berperilaku.

5:14

Nah, kemudian

5:17

gaya hidup ee yang ulang contoh

5:21

penggunaan galon. Contoh kita juga

5:23

menggunakan tumbler gitu ya. Jadi yang

5:26

tidak hanya sekali pakai gitu ya.

5:29

Nah, kemudian ada

5:33

untuk daur ulang sampah anorganik. Jadi,

5:38

sampah anorganik yang bisa didaur ulang,

5:41

bisa didarur ulang atau recycle.

5:45

Kemudian ada juga teknologi untuk kita

5:49

harus bagaimana sampah organik itu bisa

5:52

dilakukan pengomposan.

5:55

Nah, dilakukan pengomposan.

5:58

Selain itu sekarang juga sudah banyak ee

6:02

untuk metode pengolahan sampah dengan

6:06

magot ya, dengan maget atau BSF eh black

6:10

shoulder fly atau lalat hitam itu juga

6:14

bisa untuk ee ditangani

6:19

ee untuk menangani sampah atau limbah

6:21

padat ini ya.

6:23

Nah, kemudian di piramida atau tahapan

6:29

di bawahnya itu ada WTE

6:33

atau waste to electricity.

6:36

Eh, sekarang juga ada waste to steam ya.

6:39

kita nanti akan bahas juga kalau

6:41

memungkinkan kita bahas selain waste to

6:43

electricity kita bahas waste to steam

6:45

juga yang teman-teman mungkin pernah

6:48

dengar LCCN ya life cycle carbonetal ya

6:52

teknologi dengan life cycle carbonetal

6:56

kemudian ada biogas

7:00

ada RDF dan SRF nah ini komposisi di

7:06

sini setelah ee eh sanitari. Jadi

7:09

sanitari control line fel ini yang

7:12

paling sedikit.

7:14

Kemudian, nah yang sisanya

7:18

bisa diolah ke waste to electricity,

7:21

waste to steam, biogas atau rdf atau

7:24

SRF. Nah, ini teknologi-teknologi yang

7:28

ee kita harapkan bisa mengurangi

7:32

ee tumpukan atau timbulan-timbulan

7:35

limbah padat atau sampah.

7:39

Nah, untuk prosesnya memang ada beberapa

7:44

ee apa ya metode ya. ada yang secara

7:47

proses biologi,

7:51

kemudian ada yang fisik atau ini didaur

7:53

ulang ya, lebih bisa didaur ulang dan

7:56

memang sisanya itu ke ee konversi itu

8:01

energi

8:03

baik melalui steam atau nanti

8:07

menggunakan listrik kembali ke listrik

8:09

atau melalui steam dulu yang mana yang

8:12

ee akan dimanfaatkan

8:15

ini kalau bisa adalah W itu bisa diolah

8:19

secara biological dulu ya. Jadi kalau

8:24

bisa kemasan atau apa itu yang lebih

8:26

ramah lingkungan yang berbasis

8:29

ee bisa lebih mudah terurai dan bisa

8:33

diproses secara biologi dulu. Jadi baru

8:37

sisanya

8:39

itu baru kita ee olah ee konversi ke

8:45

energi.

8:49

Nah, sebagaimana di peraturan Menteri

8:53

PUPR nomor 3 2013, jadi pengelolaan

8:57

sampah itu kan mempertimbangkan

9:00

karakteristik sampah, kemudian

9:03

ee teknologi pengolahan yang ramah

9:05

lingkungan, K3 ya, ee kemudian kondisi

9:10

sosial masyarakat.

9:12

Nah, memang saat ini juga apa

9:16

untuk menerapkan pengolahan sampah kita

9:20

masih banyak yang keteteran ya. Mungkin

9:23

di daerah teman-teman saat ini masih apa

9:27

banyak yang darurat sampah. Nah, sama

9:31

juga di beberapa daerah juga mengalami

9:34

hal tersebut.

9:37

Nah, untuk ee pengolahan

9:39

limbah padat atau sampah ini bisa diolah

9:43

secara fisik,

9:46

yaitu dengan

9:48

mengurangi ukuran sampah atau

9:51

memperkecil ya, dikecilkan kemudian

9:54

dipadatkan. Nah, bisa dipadatkan

9:57

kemudian ada pemisahan secara magnetis

10:01

atau massa jenis maupun optik. Nah, jadi

10:04

ada

10:06

ee pengolahan secara fisik dulu.

10:09

Kemudian secara kimia

10:12

itu bisa dengan ee pembubuhan bahan

10:16

kimia agar memudahkan proses atau

10:19

tahapan

10:21

pengolahan selanjutnya. Tapi pengolahan

10:25

secara kimia ini memang perlu

10:27

dipertimbangkan juga dampak terhadap ee

10:30

lingkungan sekitar.

10:32

Bagaimana ee dampak dari ee pengolahan

10:36

secara kimia?

10:38

Kemudian pengelolaan secara biologi baik

10:41

itu

10:43

pengolahan secara aerobik maupun

10:46

anaerobik maupun gamb gabungan itu juga

10:49

bisa ya. itu bisa

10:53

melalui seperti contoh pengomposan,

10:55

terus biogas.

10:58

Jadi sampah organik itu

11:02

ee ada beberapa yang sudah selain diolah

11:07

jadi kompos juga bisa ada ee apa

11:12

namanya? potensi untuk dijadikan biogas,

11:16

biogas.

11:17

Biogas.

11:19

Kemudian mungkin teman-teman juga yang

11:22

magot

11:24

ee BSF itu juga

11:26

ada yang sudah banyak berhasil ya, tapi

11:30

memang harus ada kedisiplinan atau

11:34

keketatan. Nah, harus mempertimbangkan

11:37

K3 juga supaya tidak ee berdampak ke

11:41

lingkungan sekitar.

11:43

Kemudian teknologi pengolahan secara

11:45

termal atau lebih ke penggunakan panas

11:49

ya

11:50

ee seperti inenerasi

11:53

ee pembakaran,

11:55

kemudian perolisis. Tapi ini bukan

11:58

pembakaran terbuka ya, perolisis.

12:00

Kemudian ada gasifikasi.

12:04

Nanti kita akan coba bahas ee perbedaan

12:08

di ketiga ini juga,

12:12

pirolisis, sama gasifikasi itu ee

12:16

perbedaannya di mana ya? Ini teman-teman

12:21

mungkin sudah pernah dengar

12:24

AFR ya, AFR atau air fuel rasio ya. Nah,

12:28

itu di situ perbedaannya di AFR-nya

12:31

salah satunya adalah AFR fuel. rati-nya.

12:36

Kemudian pengolahan sampah menggunakan

12:38

teknologi lain. Sebenarnya sudah ada

12:41

beberapa selain RDF ini

12:44

ada teknologi lain yang bisa

12:46

dikembangkan dalam ee mengolah sampah.

12:50

Nah, tapi

12:52

ya ini sebetulnya pertimbangan

12:56

ini tidak tidak hanya ini ya, masalah

12:59

investasi sebetulnya juga menjadi

13:03

ee pertimbangan. Jadi biaya investasi

13:06

dalam pemilihan teknologi pengolahan

13:09

limbah padat atau sampah ini mau mau

13:13

tidak mau kembali lagi ke masalah biaya,

13:16

masalah investasi.

13:21

Nah, ini untuk gambaran yang semoga aja

13:24

ee apa sistem landfill ini sudah

13:29

tidak ada di Indonesia ya. Tapi ya itu

13:34

idealnya idealnya apalagi yang open

13:36

dumping ini. Ini semua idealnya memang

13:40

tidak ada lagi di Indonesia ya. Dedek

13:43

lagi open dumping memang memang paling

13:46

murah tapi potensi pencemaran ke

13:49

lingkungannya yang paling tinggi.

13:53

Nah, nanti biaya sosial juga tinggi.

13:56

Ee timbunan terkontrol atau control

13:58

linef

14:00

memang lebih terkontrol.

14:03

Tidak hanya ee asal apa dibuang aja,

14:07

ditimbun aja.

14:10

Nah, tapi ada ee apa namanya? Proses

14:13

untuk mengontrol

14:16

walaupun apa namanya?

14:20

Semoga juga berkurang control landfel di

14:23

Indonesia. Nah, di control linef ini

14:25

sebenarnya sudah ada pengelolaan air

14:27

lindi ya, pengelolaan air lindi atau

14:30

lisitnya. Lisitnya tapi masih secara

14:33

parsial. ini tapi sudah mengurangi

14:37

dampak

14:38

air lindi ke lingkungan terutama ke air

14:41

tanah ke lapisan tanah di bawahnya itu

14:44

sudah berkurang

14:46

biaya operasi jelas lebih mahal daripada

14:49

open damping yang paling mahal sendiri

14:52

kalau dari sistem landfilling ini

14:55

sanitary landfill ini

14:58

sanitary landfill ini ada beberapa

15:00

lapisan yang harus dipasang

15:03

ee ee dalam

15:06

ee apa cekungan atau di

15:11

di dalam land-nya di itu diinstalasi

15:15

harus dipasangi beberapa lapisan dari

15:20

geomembran, kemudian geotekstil,

15:23

terus ada itu apa namanya? Lapisan

15:29

pasir dan sebagainya. Memang ee potensi

15:33

pencemaran ini paling rendah

15:34

dibandingkan kontrol Level sama Ponding.

15:38

Oh ya, selain itu juga pengelolaan air

15:41

lindinya ini sudah ada dipasang di sini

15:44

juga nanti pengelolaan air lindi. Jadi

15:47

dia terintegrasi

15:50

pengelolaan air lindi atau licitnya itu.

15:52

Jadi sudah terintegrasi nanti akan

15:55

dipasang juga pipa-pipa

16:00

vertikal horizontal untuk ee mengelola

16:04

air lindi dari timbul timbunan timbunan

16:09

sampah yang ada di sanitary landfil ini.

16:13

Yang jelas jadi sehingga

16:16

biaya investasi dan operasionalnya

16:19

paling tinggi ya.

16:21

bandingkanal

16:23

landfel ataupun open dumping. Baiklah

16:26

teman-teman semua, demikian yang dapat

16:29

saya sampaikan pada kesempatan kali ini.

16:31

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon

16:35

maaf atas segala salah dan khilaf saya.

16:37

Sampai berjumpa kembali. Tetap semangat

16:39

ya. Wasalamualaikum warahmatullahi

16:42

wabarakatuh.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free