0:12
Ketika bola voli dan bola tenis
0:14
dijatuhkan dari ketinggian yang sama,
0:16
kira-kira mana yang akan membuat kaki
0:18
terasa lebih sakit bila tertindih? Tentu
0:22
benda yang bermasa lebih berat bukan?
0:24
Kejadian itu termasuk salah satu contoh
0:27
penerapan dari konsep momentum.
0:29
Berbicara tentang momentum tentu tak
0:32
terlepas dari impuls. Lantas sebenarnya
0:36
apa itu momentum dan impuls? Momentum
0:38
didefinisikan sebagai ukuran kesulitan
0:41
untuk memberhentikan benda. Besaran
0:43
momentum dipengaruhi oleh dua hal, yaitu
0:46
berat atau massa dan kecepatan benda.
0:49
Dari ilustrasi itu bisa kita lihat bahwa
0:52
mobil yang memiliki kecepatan tinggi
0:54
maka akan lebih cepat jalannya juga. Hal
0:57
ini bisa terjadi karena semakin berat
1:00
sebuah benda, maka semakin besar pula
1:02
momentumnya. Begitu pula dengan
1:05
kecepatan. Semakin cepat benda bergerak,
1:16
momentumnya. Di dalam fisika dikenal
1:19
dengan dua macam momentum, yaitu
1:21
momentum linear atau P dan momentum
1:24
angular atau L. Dari arah kanan, mobil
1:27
berwarna merah melaju sangat kencang.
1:30
Sedangkan dari arah kiri datanglah mobil
1:32
berwarna hijau yang melaju kencang.
1:35
Karena begitu kencangnya kecepatan kedua
1:37
mobil itu, akhirnya terjadilah tabrakan.
1:40
Inilah momentum linear yang dimiliki
1:43
oleh benda-benda yang geraknya lurus
1:47
translasi. Nah, sedangkan momentum
1:50
angular itu bisa kita temui saat bermain
1:52
biang lala. di mana biang lele ini
1:54
geraknya melingkar dan berputar pada
1:57
porosnya. Salah satu besaran fisika yang
2:00
arti hubungannya dengan momentum adalah
2:02
impuls. Saat bermain bola, kita
2:05
melakukan kegiatan menendang bolakan.
2:07
Ketika hendak memberi gaya kepada bola
2:09
diam dengan menendangnya, ada selang
2:12
waktu antara mengayunkan kaki hingga
2:14
mengenai bola. Nah, inilah yang disebut
2:18
sebagai impuls. Sederhananya, impuls
2:21
merupakan perubahan momentum dari suatu
2:23
benda. Melihat ilustrasi tadi, artinya
2:26
di sini impuls itu bergantung pada gaya
2:29
dan selang waktu. Seorang pemain sepak
2:31
bola sedang melakukan tendangan terhadap
2:34
bola dengan gaya F sebesar 20 N. Apabila
2:38
waktu sentuh antara kaki dan bola adalah
2:41
0,01 second, kira-kira berapakah besar
2:44
impuls yang terjadi pada bola tersebut?
2:47
Oke, besar impuls yang bekerja pada bola
2:50
bisa kita cari dengan cara F * delta T.
2:54
Maka 20 N * 0,01 second. Didapatkan 0,2n
3:01
searah dengan arah gaya rata-rata atau F
3:05
yang diberikan kepada bola tersebut.
3:07
Ketika membahas soal momentum, kita juga
3:09
tak lepas dari pembahasan tentang
3:11
tumbukan yang didefinisikan sebagai
3:14
interaksi dua buah benda atau lebih yang
3:16
saling bertukar gaya dalam selang waktu
3:18
tertentu dan memenuhi hukum kekekalan
3:22
momentum. Hukum kekekalan momentum
3:24
berbunyi, "Jika tidak ada gaya luar yang
3:27
bekerja pada sistem, maka momentum
3:29
sebuah sistem akan selalu konstan.
3:32
Sebuah mobil memiliki massa 1000 kg
3:35
melaju dengan kecepatan 110
3:38
km/h. Secara tidak sengaja, pengendara
3:40
mobil oleng dan menabrak sebuah becak
3:43
yang bermassa 400 kg. Berapa kira-kira
3:46
kecepatan mobil dan becak setelah
3:48
tumpukan? Nah, inilah jenis tumbukan
3:51
yang tidak lenting sama sekali karena
3:53
massa dan kecepatan mobil lebih besar
3:56
daripada becak. Mula-mula kita tulis
3:58
terlebih dahulu rumusnya. m1 * v1 + m2 *
4:03
v2 = m1 + m2 dikalikan kecepatan beda
4:09
setelah tumbukan. M1 berarti massa benda
4:12
pertama dalam kilogram, m2 massa benda
4:15
kedua dalam kogram. V1 kecepatan benda
4:18
pertama dalam m/s. V2 kecepatan benda
4:22
kedua dalam m/s. Dan V' adalah kecepatan
4:25
benda setelah tumbukan tidak sempurna.
4:33
= 1000 + 400 11.000 = 1400 * v' 11.000
4:46
km/h. Sehingga bisa kita temukan bahwa
4:49
kecepatan mobil dan juga becak setelah
4:55
km/h. Nah, itu tadi pembahasan tentang
4:58
momentum impuls, dan tumbuhkan. Jika
5:01
kalian ingin request video bisa tulis di
5:03
kolom komentar ya. Semoga bermanfaat.