Anak SMP Disuruh Bikin Video Aneh
Bocil-bocil baru pada masuk SMP, SMA,
bahkan SD ngapain coba bikin video
perkenalan. Apa manfaatnya buat mereka
selama proses belajar mengajar, mengayu
pendidikan? Ini 2026 ngapain sih? Hai,
gue En Bening. Tujuan video ini adalah
untuk membuat pendidikan Indonesia jadi
makin baik, lebih baik ke depannya.
Terus buat anak-anak bangsa. Gua bakal
ngomongin tentang video-video anak kecil
pada bikin perkenalan di Sosm pakai
foto-foto. Menurut gua boleh enggak?
Enggak usah ada. Kalau gua keliru,
jelasin dong sebenarnya manfaatnya apa.
Jadi apa yang gua maksud dari ini semua?
Hm.
Akhir-akhir ini gua lihat di timeline
banyak banget orang-orang ngebahas
tentang video-video apa sih dulu tuh gua
namanya MOS, masa orientasi siswa.
Sekarang namanya MP MPS A something
sorry gua lupa. Yang di mana banyak
anak-anak kecil itu bikin video untuk
memperkenalkan diri mereka di SOSM. Gua
gak tahu niatan aslinya apa, tapi gua
tahu bagaimana cara menyampaikannya.
Kalian kan anak baru, orang-orang belum
tahu kalian. Jadi, bikinlah video
perkenalan di sosm kalian biar
orang-orang pada tahu kalian. Maaf
banget kalau itu yang ngomong adalah
guru komunikasi atau guru sosmet. Ada
enggak sih guru sosm? Udah pasti kurang
belajar menurut gua. Karena kenapa? Aneh
banget. Gimana cara kenalan ke orang
yang kita enggak tahu orangnya siapa
terus bisa-bisanya kita tahu sosmate-nya
apa. Ya enggak sih? Gini kan logikanya.
Kamu belum dikenal. Ayo dikenal orang
bikin video kenalan di sosmate kamu.
Gimana cara lu nemu video dia? Kalau
misalnya kamu belum kenal sama dia, oh
iya bisa pakai hashtag. Yakin tuh
hashtag isinya anak-anak semua enggak
tuh? Hashtag dicampur sama buat-buat
atau orang-orang jualan dan lain-lain.
Dan buat apa, kenapa enggak kayak
zaman-zaman kita dulu gitu? Saya anak
baru, dikumpulin di kelas, ayo kenalan,
absen, selesai. Yeay. Terus guru-guru ke
depan terus kasih tahu, "Ini guru ini
namanya Pak ini Bu ini singkat padat."
Karena daripada manfaatnya menurut gua
lebih banyak apa ya keburukannya. Oke,
mungkin banyak juga yang bilang dan akan
coba saya respon gitu dengan ya buat
promo sekolah dan lain-lain. Menurut gua
enggak masalah mau promo sekolah oke-oke
aja gitu dengan cara yang oke dan emang
hasil nyata. Tapi bukankah itu malah
membuat jadi orang-orang mempertanyakan
sekolahnya? Ya, sekolah apaan nih? Kok
nyuruh anak muridnya bikin kayak gini?
Apa manfaatnya buat sekolah? Apa
manfaatnya buat murid-murid yang sekolah
di sana? Bukankah orang-orang tua murid
malah bakal jadi mempertanyakan ya? Iya
enggak sih? Ini manfaatnya buat anak
saya. Nanti apa nih kalau masuk sini
suruh bikin video-video kayak gini? Nah,
loh. Di akhir gua akan coba kasih tips e
buat mungkin teman-teman di tata usaha
yang diminta untuk e meningkatkan
followers atau jumlah apa ya nilai-nilai
promosi atau marketing di sosial media
sekolahan kalian akan saya bantu. Tenang
aja. Tapi pertama kerugian yang pertama
adalah algoritma sosm sekarang tuh udah
bahaya. Gua dari dulu bilang sosial
media itu bahaya buat anak-anak. Terus
berikutnya, enggak perlu di-follow.
Anak-anak itu bisa diketahui orang.
Dengan seperti tadi gua singgung juga di
pakai hashtagnya juga bisa ketemu. Dan
enggak sedikit dari gua berangkat bikin
video ini adalah karena banyak banget
orang orang-orang nge-share dan gua juga
nemuin sendiri pas lagi zoom scrolling
dan lihat komennya orang-orang tidak
sebijak itu di internet. Di dunia ini.
Bahkan enggak hanya di internet gitu.
Apalagi dengan lu bisa pakai topeng
dengan aman, enggak perlu tahu siapa.
Diledekin, dimarahin. Ada kasusnya yang
cowok tuh hanya karena suaranya lembut
dikit langsung dibilangin boti [musik]
boti anak SMP. Coba bayangin salahnya di
mana cowok bersuara lembut dan sopan.
Kalau misalnya emang keluarga mendidik
dia untuk menjadi orang yang lembut dan
sopan, yang gentle seperti itu, sekarang
sosmnya diserbu orang dengan boti,
dicreenshot sama orang, di-reupload sama
orang ke sosmet-sosmate lain, sama
akun-akun yang soced media. Padahal
nyari traffic dan followers dengan cara
yang haduh, mukanya maaf, mungkin ada
sedikit keanehan atau maaf cacat jadi
bahan ketawaan orang, di-share ke
teman-temannya. Ke mana mereka kenalan?
Ke sekolah atau ke orang-orang liar di
internet. Belum lagi yang lagi ramai dan
kalian juga jangan pura-pura enggak tahu
perempuan-perempuan yang dicurigai.
Enggak tahulah itu bercandaan meme atau
gimana tapi dampaknya ke apa? Ke
orang-orang yang berusaha mencari tahu
ni anak kecil dari mana. Kesempatan
untuk siapa? Nah, ya PDF-PDF enggak
benar dan banyak hal lagiah. Dan apakah
anak-anak kecil itu siap menanggung
resikonya? Apakah orang tua siap
menanggung resiko dan menjelaskan ke
anaknya bahaya apa dan ancaman seperti
apa yang siap dihadapi oleh anak-anak
ini dan apa manfaatnya buat anak-anak.
Enggak semua orang pengin jadi contonten
kreator. Saya nih kerjaannya dikasih
duit sama content kreator untuk review
konsultasi kerjaannya. Tapi gua juga
yang bilang enggak semua orang perlu
jadi contonent kreator. Enggak apa-apa
seriusan dah. Rezeki gua berkurang juga
ya it's ok. Karena gua yakin enggak
bakal berkurang. Karena menurut gua
keselamatan generasi penerus bangsa dari
bahaya internet tuh mesti orang tuanya
tahu gitu loh. Daripada tahu-tahu wah
gitu. Ini mental anaknya siap enggak?
Ini gini deh. Gua enggak usah ngomong
panjang deh. Ini harusnya nih ada
psikolog anak yang lihat video gua dan
coba bantu gua deh. Apakah emang ini
benar-benar bermanfaat? Coba secara
keilmuannya gitu. anak kecil SMP bikin
video di-react sama banyak orang,
disebarin video sama banyak orang,
dikomenin sama banyak orang dan komennya
tidak semuanya positif. Dan ini enggak
terjadi baru-baru ini, dari zaman
sebelum COVID ini udah sering terjadi
dan gua sudah bilang, tiba-tiba ada yang
suruh bikin trend mem, bikin sound dari
TikTok yang apa
atau songsong enggak tahu apa stayu
pernah juga gua juga lupa lah. Intinya
rama lah. Jujur gua malas untuk
nge-research ada apa aja koleksi mereka
jadi kayak ngapain juga gitu. Bet ini
adalah contoh-contoh yang menurut gua
cukup untuk bilang, boleh enggak sih
kayak ginian enggak usah dulu. Akhirnya
banyak juga yang ngeme. Akhirnya banyak
juga anak-anak yang pintar untuk
ngakalin bikin videonya biar aman buat
mereka. But in the end, apa manfaatnya
buat siswa, buat pelajar bikin video
kayak ini? Gua bisa jadi salah, gua bisa
jadi keliru, gua bisa jadi yang harusnya
dikritisi karena semua omongan gua
ternyata keliru secara keilmuan, secara
psikolog anak, secara komunikasi dan
lain-lain. Jadi silakan kritisi gua
kalau menurut kalian gua yang keliru.
Dan seperti yang tadi gua bilang, gua
akan kasih tahu buat mungkin
sekolah-sekolah yang berusaha untuk
mendapatkan murid, untuk mendapatkan
istilahnya orang-orang tua percaya sama
kalian yang di sekolah untuk menitipkan
anaknya di sana, untuk anaknya bisa
belajar di sana. Pertama adalah jangan
bikin video kayak gini [musik] ya. Yang
kedua adalah sosm sekolah. Kalian
harusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan
yang ngebuat orang tua jadi kayak, "Ih,
keren ya kegiatannya. Mau deh anak saya
dititip di situ." Tunjukin seberapa
profesional gurunya, tunjukin
fasilitas-fasilitasnya, tunjukin
keterampilan-keterampilan gurunya,
kegiatan-kegiatannya, apa yang bikin
sekolah kalian beda daripada sekolah
yang lain, kemudahan aksesnya atau
bahkan mungkin dari depan gerbang
keamanannya, bagaimana satpamnya ee
menyapa dan membantu adik-adiknya
daripada adik-adiknya bikin video
perkenalan yang bikin orang tua malah
ragu. Apa iya ya, anak gua sekolahin di
situ? Iya enggak sih? banyak banget.
Bikin aja video sketsa-sketsa yang
bagaimana saat pam menyapa tiap pagi,
kegiatan baris berbarisnya gimana,
maksudnya apakah dijemur anaknya, apakah
masiat yang lebih nyaman,
prestasi-prestasi, lomba-lombanya atau
karya-karyanya atau acara keseniannya
kan banyak tuh ya. Nah, daripada ikutin
trend track TikTok, manfaatin tren track
TikTok-nya dipakai buat nunjukin
kemampuan anak didiknya yang emang mau
tampil ya. Apalagi pertunjukan seni kan
emang dia mau tampil di seni itu.
Menurut gua itu akan sangat jauh lebih
membuat orang tua percaya sama
sekolahannya dan kayak, "Ih, kerennya
sekolahannya. Pengin deh anak gua
disekolahin di sini." Ini kekhawatiran
gua banget. Gua ngelihat kayak ginian
tuh harusnya sih enggak perlu. Gua pikir
cuman ada di kampus-kampus dan lain.
Kampus-kampus pun juga enggak perlu.
Ngapain? Coba itu kakak-kakak pembimbing
kalian apa senior-senior kalian jelasin
ke gua pakai ilmu kampusnya apa manfaat
dari itu semua untuk mahasiswa-mahasiswa
baru. Gua dar SMP sama SM juga enggak
suka tuh tugas-tugas dari kakak-kakak
kelas suruh bawa pisang satu sisir dan
lain-lain lah. Sebuah ridle-ridle yang
ya walaupun itu menurut gua lebih baik
ya daripada MPLS. Cuman lebih ribetin
aja dan lebih enggak jelas aja. Tapi ya
tetap tidaknya tidak perlu masyarakat
luar masuk dan mengganggu psikologi anak
yang belum dewasa itu gara-gara hanya
karena tuh anak memang unik, suaranya
lucu, suaranya cempreng, mukanya masih
ya maaf nih gua ngomong aja ya, ada yang
kulitnya kumel, hitam karena emang
sering main layangan mungkin kayak gua
tapi gua sama enggak terlalu menghitam.
Ada yang mungkin matanya enggak pde
lihat kamera ada yang mungkin ngomongnya
bpotan kan jadi bahan komedi banget buat
orang-orang. Tapi apakah anak
bocil-bocel itu mau jadi bahan
komedinya? Apakah orang tuanya mau
ngelihat anaknya jadi bahan komedinya?
Enggak kan? Ayolah. Tapi kalau menurut
kalian bagaimana? Gua juga butuh banyak
input kali kalian. Gua juga butuh banyak
kritik dari kalian. Teman-teman yang di
psikologi anak paling sangat gua tunggu
komentarnya untuk bilang, "No, lu
lebay." Itu enggak apa-apa. Fine.
Ternyata secara keilmuan gue yang kelir.
Silakan komen di bawah gua tunggu. Thank
you semua yang sudah nonton. Sekian
seputar internet yang sebenarnya adalah
bukan sekolah. Yes, ini sebenarnya bukan
sekolah. You know ini bukan sekolah. Gua
malas bikin bumper dan thumbnail e
khusus untuk itu. But ya lu pada
penonton gua pasti udah ngerti lah
maksud gua ya. Eh thank you semua
nonton. Thank you buat para member.
Thank you semua yang mau mengkritisi dan
mendukung gua. Sebenarnya gua udah malas
ngomongin hal-hal kayak gini tentang
bukan sekolah gitu. Tapi kadang-kadang
kayak ya elah kok gua pikir cuman kuliah
doang sekarang kok SMP, SMA juga sampai
SD ngapain? Boleh kok disiapkan
teman-teman tata usaha kalau misalnya
mau minta bantuan saya untuk ngurus sosm
dan lain-lain. Saya bisa kasih apa ya?
Ya hitung-hitung eh back to society lah.
Ngobrol-ngobrol boleh. Bilis banget
kabarin aja. Tapi mesti resmi ya entar
ini ah ini yang gua malas mau ngasih
bagus tapi entar ada masalah. Misalnya
dia diam-diam konsul ke gua tapi
atasannya enggak suka. Ah kan keos kan
entar seakan-akan gue yang hasut dia
segala macam padahal kan tanggung jawab
dia ya you know lah enggak jadi deh maaf
ya puyeng gua malas puyeng malas ribet
niat baik gua kebayang gitu langsung ya
eh enggak jadi deh gua tarik lagi sor ya
sekian seputar internet yang bukan
sekolah untuk episode kali ini gua udah
mending pamir diri thank you buat para
member silakan kritisi saya dan untuk
kita semua demi pendidikan Indonesia
yang lebih baik stay clean and Um
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

PERANG SHIFFIN : Ali Bin Abi Thalib Vs Muawiyah Bin Abu Sufyan Awal Mula Perpecahan Dalam Islam
LAUHUL MAHFUDZ · Indonesian

BIOLOGI Kelas 11 - Sejarah penemuan dan perkembangan sel
Robi Yasman, S.Pd., Gr. · English

Dharma wacana anak anak Putra pada UTsawa Dharma Gita Prov. Bali ke XXIX
TUMBUH BALI CHANNEL · Indonesian

Ikatan Logam | Kimia SMA | Tetty Afianti
Tetty's Chemistry Class · Indonesian

La Historia de las Cosas
The Story of Stuff Project · English

LEILÃO VIRTUAL 1.500 MATRIZES FAZENDA RESSACA (PARTE 2) | 25/07/2026 – 17H
Canal Terraviva · Portuguese (Portugal, Brazil)

LEILÃO VIRTUAL 1.500 MATRIZES FAZENDA RESSACA (PARTE 1) | 25/07/2026 – 10H
Canal Terraviva · Portuguese (Portugal, Brazil)

BALAS DENDAM ADALAH HIDANGAN TERBAIK YANG DISAJIKAN DINGIN | ALUR FILM K!LL BILL VOLUME 1 (2003)
CINEMA Z · Indonesian

Como ser uma patricinha burguesa | Dicas para se tornar uma burguesa perfeita
Aesthetic Girls · English

Di Balik Literatur Anak dan Remaja — IPK Talks Ep. 02
IPK UNP · English

Statistika (4) - Rata-rata - Mean, Rumus Rata-Rata - Matematika SMP
Le GuruLes · English

Claude: New AI SEO Goals Update is Insane!
Julian Goldie SEO · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.