Full Transcript

·YouTLDR

BUKAN PESONA INDONESIA - Di Balik Bisnis Pariwisata

31:20IndonesianTranscribed Jul 26, 2026
0:00

hai hai

0:32

the lounge

0:38

hai halo hai

1:38

hai hai

2:00

Porn Hub

2:07

hai hai

2:12

Hai pariwisata di Indonesia menjanjikan

2:14

potensi ekonomi yang besar presiden

2:17

Jokowi sejak awal pemerintahannya juga

2:20

melirik sektor pariwisata dan kalau kita

2:26

lihat

2:28

Hai impact dari turisme ini larinya

2:31

kemana-mana

2:33

Hai terutama ke usaha mikro usaha kecil

2:36

sama dengan

2:40

hai cendramata

2:44

Hai warung restoran tuh semuanya dapat

2:47

kalau ini yang

2:50

Hai Agan kita kepada kehidupan sebab itu

2:54

sekali 10 Bali baru ini harus cepet

2:57

dirampungkan

2:58

[Musik]

3:03

hai hai

3:12

hai hai

3:18

hai hai

3:21

hai hai

3:24

Hai cukup

3:35

[Musik]

3:47

[Musik]

3:56

[Musik]

4:35

Hai guna menunjang semua itu pembangunan

4:37

infrastruktur dikebut dan investasi

4:40

dibuka lebar tapi di Banyak lokasi

4:43

masuknya investor berarti dimulainya

4:46

pertandingan ekonomi antara investor

4:49

versus warga

4:53

Hai kebetulan di Pulau Pari itu diberi

4:55

hampir dikelilingi Bentang pantai yang

4:57

luas hitungannya terus ada apa namanya

5:01

Wisata Mangrove Anda manggung juga

5:03

kebetulan di sebelah utara nah terus ada

5:06

wisata snorkeling karena kebetulan di

5:09

Pulau Seribu ini salah satu pulau

5:12

terbaik di Kepulauan Seribu Pulau Pari

5:13

Terumbu karangnya masih bagus itu

5:15

datalife yang menyatakan bahwa hampir

5:19

tiga puluh persen habitat terumbu karang

5:23

yang ada di Pulau Seribu yang paling

5:24

bagus itu di Pulau Pari kita udah 10

5:36

tahun gitu kan engkaulah pariwisata di

5:38

Pulau Pari gitu ya tanpa ada sentuhan

5:40

dari apa namanya pemerintah dengan

5:42

Swadaya nya masyarakat dudukannya

5:44

memanfaatkan wisata yang hangat yang ada

5:46

gitu kita udah bisa bangun pasti tas

5:49

palsu tas untuk umum gitu salah satunya

5:51

saya pantai perawan gitu

5:53

kita udah bikin saung terus mempercantik

5:57

pantai gitu kan Terus toilet dan

5:59

lain-lain itu kita udah kita buat gitu

6:01

kan Terus transportasi juga sudah mulai

6:05

kita perbaiki kayak gitu terus homestay

6:08

gitu kan homestay dulu nggak ada yang

6:10

ngasih semua itu non-ac Tapi karena

6:13

sudah apa namanya juga kita juga

6:15

mengikuti bahwa ini perlu gitu kan perlu

6:18

ditambah pasti tasnya ya saat ini udah

6:20

mulai ada ac-nya segala macem

6:24

hai hai

6:26

hai habis sini Bang tarbak terus tahap

6:52

ekonominya jelas gitu jelas terlihat

6:53

bahwa ketika ini di kawasan masyarakat

6:55

langsung gitu kan Ya dampaknya langsung

6:58

dirasakan sama masyarakat ya masyarakat

7:00

ekonomi juga Mulai terangkat itu tanpa

7:02

nggak perlu lagi kita kerja sama orang

7:04

gitu ya

7:27

nyum konflik antara korporasi dengan

7:41

masyarakat gitu kan salah satunya adalah

7:44

ketika korporasi mengklaim bahwa Pulau

7:46

Pari ini milik mereka gitu kan di satu

7:49

sisi masyarakat yang sudah hidup di

7:51

Pulau Pari ini sudah hampir aku generasi

7:53

ketujuh kebetulan yang tinggal di sini

7:56

nenek dan bulu itu dikubur di Pulau Pari

7:59

juga gitu nah kita mencoba untuk

8:01

mempertahankan itu gitu kita untuk

8:03

mencoba untuk melawan bahwa Pulau Pari

8:06

ini bukan bukan punya korporasi gitu

8:08

tapi Pulau Pari ini adalah milik

8:09

masyarakat gitu masyarakat yang berhak

8:12

untuk mengelola ini gitu ternyata planet

8:15

di begini surat proposal tentang

8:18

dibekingi oleh oknum kepolisian tahu

8:26

ini bukan tanah dia tapi dia ketakutan

8:28

Mbak jamunya ketakutan punya punya rasa

8:30

takut nanti nggak punya rasa takut

8:32

Makanya jangan lupa polisi kami

8:35

masyarakat pribumi Pulau Pari menolak

8:39

dengan adanya pemasangan plang yang akan

8:43

dibangun oleh korporasi kami menolak

8:46

keras gitu set

8:51

Ayo menurutmu Tapi waktu itu saya jadi

8:59

2017 itu saya kebetulan jadi ketua rw

9:02

memang Waktu itu saya diajak kerjasama

9:05

untuk ama PT bulu variasi itu

9:07

Hai saya menolak

9:10

Hai saya menolak Terus berapa kali

9:13

mereka nawarin kerjasama saya menolak

9:15

akhirnya dia bilang udah salah satu

9:19

pihak perusahaan itu bilang ya Berarti

9:23

ada proses hukumnya akan dijalanin

9:25

Akhirnya saya dapat formasi tiga kali

9:27

waktu itu dari pihak PT Bumi variasi

9:30

hai oh termasuk dari pintar udah tiga

9:33

kali dari PT bervariasi dan tiga kali

9:35

dari pintarso namun yang diproses di

9:38

kepolisian itu adalah somasi dari

9:42

pintarso bukan dari PT Bumi variasi

9:45

ternyata lahan ini sudah di udah terbit

9:48

sertifikat SHM 25

9:51

di atas nama pintar soedijanto dan

9:54

keluarganya pintarso itu direktur utama

9:58

dari PT bervariasi

10:00

Hai waktu itu udah kerjasamanya seri

10:14

ajak kerjasama gini Saya harus bisa

10:16

meledak warga untuk mengizinkan eh PT

10:21

mau mengelola Pulau Pari nah terus kedua

10:25

kalau bisa atau dia pesugihan

10:28

tandatangan warga untuk persetujuan atau

10:30

permohonan warga untuk freestyle

10:32

membangun Pulau Pari dengan asumsi ya

10:36

bahwa PT membangun Pulau Pari ini

10:40

kedepannya akan mensejahterakan warga

10:42

melupakannya

10:44

nah saya tolat

10:46

hai hai

10:50

Hai pengembangan kawasan ekonomi khusus

11:07

pariwisata yang bersifat massal pada

11:10

praktiknya akan mengincar rumah tanah

11:13

atau lahan pertanian milik warga

11:15

[Musik]

11:17

Hai jomblo petani di Kulonprogo misalnya

11:30

rumah dan sawah mereka digusur untuk

11:33

pembangunan bandara baru Yogyakarta

11:35

dalam rangka menjual Borobudur sebagai

11:38

satu dari 10 Bali baru sementara itu di

12:06

pelosok yang lain 25-04-2018 satu

12:12

perusahaan perhotelan bersama petugas

12:14

Badan Pertanahan Nasional dan ratusan

12:17

bersenjata lengkap datang melakukan

12:19

pengukuran tanah perusahaan mengklaim

12:22

memiliki 51 hektar tanah di wilayah itu

12:25

sejak tahun 1994 karena merasa tak

12:30

pernah menjual tanah adat mereka warga

12:32

menolak pengukuran tersebut polisi

12:35

menghadapinya dengan senjata Seorang

12:47

warga bernama poroduka tewas dengan

12:50

peluru bersarang di lambungnya oleh

12:58

I love you

13:03

hai senyum-senyum

13:46

[Musik]

13:55

Hai selain turisme massal yang berdampak

14:04

bagi warga ada juga turisme premium yang

14:07

berdampak buruk bagi lingkungan salah

14:10

satu wilayah konservasi Taman Nasional

14:13

Komodo Nusa Tenggara Timur akan dibangun

14:16

menjadi destinasi wisata super premium

14:18

[Tertawa]

14:27

Hai pembenahan kawasan pembangunan

14:33

fasilitas-fasilitas pendukung itu

14:36

betul-betul terintegrasi semuanya karena

14:38

ini memang apa ingin kita jadikan wisata

14:45

yang premium inilah fakta bagaimana

14:49

pembangunan fasilitas pariwisata kelas

14:51

premium akan mengancam wilayah

14:54

konservasi yang telah dilindungi selama

14:56

puluhan tahun

14:59

hai di Bali sebuah perusahaan properti

15:02

dari Jakarta hendak menguruk Teluk Benoa

15:05

dan membangun 16 Pulau buatan seluas 710

15:09

hektar jika alam dan budaya Bali

15:18

terbukti mampu menjual bagi wisatawan

15:20

maka turisme massal bercorak modern

15:22

dengan mereklamasi Teluk Benoa mestinya

15:26

tak dibutuhkan lagi dan 25 juta M3 pasir

15:31

laut yang akan dikeruk dari laut di

15:34

Lombok Timur juga tak perlu dilakukan

15:36

[Musik]

15:44

semua tergiur dengan konsep turisme

15:46

massal desa Tenganan pegringsingan Bali

15:50

desa adat ini mampu mendatangkan 46.000

15:54

hingga 56.000 turis setiap tahunnya tapi

15:58

di sini turis tadi Bu

15:59

biaya hanya ada sumbangan yang bersifat

16:02

sukarela masalahnya begini kalau ini kan

16:06

bukan seperti kebun binatang dan

16:07

sebagainya kalau ini sumbangan itu

16:10

sukarela mereka adanya tidak dijamin apa

16:14

yang menjadi kehendak kamu datang kesini

16:16

itu akan mereka temukan atau lihat di

16:19

sini nah itu itu kenapa sampai sekarang

16:23

sifatnya masih sumbangan dan memang

16:25

uangnya ini masuk ke desa di musim

16:31

kunjungan bulan Mei hingga Agustus khas

16:34

Desa terisi hingga rp2000000 perhari

16:37

saat sepi rata-rata Desa Ini mendapat

16:40

500 ribu rupiah per hari ini

16:43

hai lalu Mengapa Desa ini tak

16:44

mengkomersilkan atau menggenjot potensi

16:47

ekonomi pariwisatanya

16:49

Ini alasan utama karena Desa Tenganan

16:52

masih mempertahankan 917 hektar tanahnya

16:55

disaat desa lain melepaskan satu persatu

16:58

tanahnya untuk fasilitas pariwisata

17:03

Hai dari 917 hektar 225 hektar

17:07

diantaranya masih berupa sawah setiap

17:10

tahun hasil panennya mencapai 10 milyar

17:13

rupiah dan sanggup menghidupi 630 jiwa

17:16

warga desa adat dan 4100 warga

17:20

sekitarnya mereka menyebut ekonomi

17:23

pariwisata hanyalah bonus dari

17:25

dipertahankannya tradisi dan budaya

17:27

lokal kita semua investor yang kita

17:35

semua karyawan dan sederhananya mungkin

17:37

begitu ya sederhana Jadi kalau kami

17:40

bekerja Ini megang tetap dari awal bahwa

17:42

ekonomi ataupun angka rupiah itu tidak

17:47

selalu menjadi tujuan utama tapi misinya

17:50

kan ini menyadarkan masyarakat bahwa

17:53

kamu itu harus di depan kita itu harus

17:57

ambil peran ini karena ada misi untuk

18:01

Mengapa namanya

18:03

Ia menceritakan dengan yang sebenarnya

18:05

itu seperti ini mengundang investor itu

18:09

ada baik Ada buruk nya

18:11

Hai nah dan ternyata sekarang itu

18:13

investor itu sudah seperti penjajah

18:16

ia bahkan kalau kita lihat dampaknya

18:18

disini Hotel atau Villa orang-orang

18:23

asing yang punya banyak sekali kemudian

18:25

kalau itu di pantai kadang-kadang orang

18:28

paling mau berupacara di pantai tidak

18:30

boleh lewat tante hihihi hihihi kita

18:59

engkau ingini kisah warga yang mampu

19:05

mengelola sumber daya alamnya juga ada

19:08

di desa salenrang Maros Sulawesi Selatan

19:11

[Musik]

19:12

salendrang dikelilingi pegunungan Kars

19:15

dengan luas mencapai

19:16

46.000 hektar warga disini mewarisi

19:23

kehidupan nenek moyang mereka yang hidup

19:25

dari Pertanian Peternakan dan Perikanan

19:29

dari fundamental ekonomi inilah kemudian

19:32

lahir ekonomi baru yaitu pariwisata tapi

19:41

warga salendrang juga menghadapi ancaman

19:45

Hai dua dekade terakhir investor masuk

19:48

kawasan Kars mengeksploitasi batu marmer

19:51

dan bahan baku semen

19:54

hai hai

19:58

Hai pada tahun 2008 tiga perusahaan

20:11

mendapat izin menambang batu kapur di

20:13

kawasan ini warga menolak

20:16

Hai setelah memukul mundur investor

20:19

tambang warga melakukan pemetaan agar

20:22

wilayahnya tak diserobot terutama oleh

20:25

industri tambang

20:28

hai hai

20:30

yo yo

20:32

hai hai saya juga tidak bisa mau

20:34

memungkiri bahwa mungkin kita tidak bisa

20:38

menjaga seluruhnya tapi paling tidak ada

20:41

regulasi yang membagi ruang secara adil

20:45

ada hak-hak yang sama antara masyarakat

20:48

dengan korporasi atau mainkan agak apa

20:52

yang menurut menurut saya agak timpang

20:53

Memang karena korporasi itu begitu

20:56

Gampang mendapatkan ruang-ruang kelola

20:58

meskipun itu berada dalam kawasan

21:00

esensial kawasan lindung dan sebagainya

21:02

sementara masyarakat apa yang memiliki

21:06

akses ke petisi mereka sangat terbatas

21:18

ayo kesini kita lestarikan alam untuk

21:23

menjaga

21:25

The Cars yang ada di sini Ah ini artinya

21:28

dalam bahasa Bugis kalau mau diartikan

21:31

ke Indonesia Memang kenapa gitar

21:33

sekretaris karena ketika kita menjaga

21:35

Cars maka Cars akan menjaga kita ha ha

21:38

itu itu saya dapat dari filsuf sama batu

21:43

park yong ha

21:48

the premises kita bersyukur karena

21:50

adanya wisata with apa adanya tempat

21:54

wisata ini ever known ilmu warga di sini

21:58

semakin memenuhi setelahnya bisalah kita

22:02

bisa beli apa yang kita mau jadi papi

22:07

Ini juga dikelilingin adab tambang semen

22:10

pabrik semen juga bayar dalang pelo kita

22:12

ini kalau ditulisnya di Maros itu ada

22:16

semen bersua = perosak ponselnya Hotel

22:24

sesaat ya khawatir khawatir

22:27

mudah-mudahan tidak Hah warga desa

22:31

salendrang kini tetap melanjutkan

22:33

kegiatan para leluhurnya bertani dan

22:36

beternak dengan bonus mengembangkan

22:38

pariwisata berbasis warga jika warga

22:42

salendrang tak lagi Gampang dengan

22:44

pilihannya warga desa ranupane Lumajang

22:47

Jawa Timur

22:48

sedang menimbang pilihannya berada di

22:53

2100 meter diatas permukaan laut

22:56

ranupane adalah Desa terakhir sebelum

22:58

Puncak Mahameru kesuburan tanah di desa

23:04

ini diperoleh dari abu vulkanik yang

23:06

disemburkan Gunung Semeru secara umum

23:14

satu hektar lahan yang ditanami kentang

23:16

menghasilkan pendapatan kotor sebesar

23:19

120 juta rupiah setiap empat hingga lima

23:23

bulan masa tanam sini ekonominya warga

23:27

kami cukup kuatnya ditunjang dari

23:29

pertanian kentang Itu tadi cukup kuat

23:31

misal dulu kan waktu itu yang krisis

23:35

moneter itu 9 tujuan yaitu tidak ngaruh

23:40

sama sekali warga disini misalkan harga

23:45

beras konjac sekian

23:48

Hai sayur-sayuran melonjak harga sekian

23:51

daging sekalinya itu enggak ngaruh

23:54

Hai meski pertanian kentang mendatangkan

24:03

kesejahteraan pemerintah Tengah

24:05

menggeser Desa ini menjadi desa wisata

24:08

[Musik]

24:13

pilihan ekonomi pariwisata bukannya

24:15

tanpa resiko pariwisata Desa ini

24:19

mengandalkan kehadiran pendaki tapi ada

24:23

masa saat jalur pendakian ditutup inilah

24:26

salah satu risiko yang dihadapi pekerja

24:28

wisata di

24:33

Hai masyarakat sini sudah melihat bahwa

24:36

Hai wisata ini menjadi bisa menjadi apa

24:41

salah satu salah satu apa sumber-sumber

24:48

pendapatan keluarga mereka Yang biasanya

24:50

besar juga negara ini saya pikir mereka

24:53

juga Apa mungkin dari itu mulai mereka

24:59

membatasi ada information pemain dari

25:01

luar itu sementara karo ranupani saya

25:05

melihatnya mereka belum apa istilahnya

25:09

bisa tambahin dirinya cukuran belum

25:11

belum jadi mereka lebih masih lebih

25:15

melihat pertanian itu sebagai sumber

25:20

mata pencaharian yang yang yang paling

25:24

besar buat mereka pariwisata atau Jalan

25:35

ekonomi yang lain Semestinya

25:36

jadi hak warga untuk memilih jika warga

25:41

memilih pariwisata maka sudah sewajarnya

25:44

warga memiliki hak pengelolaan wilayah

25:47

nya sendiri terpisah-pisah

25:48

[Musik]

25:52

Hai tak semua wilayah dapat diserahkan

25:57

kepada investor ini yang dikelola oleh

26:03

sebab Tak jarang industri wisata Justru

26:07

dengan sengaja membuat jarak dengan

26:09

warga dalam bentuk batas-batas eksklusif

26:14

Hai yang melibatkan jawab tadi ngebel

26:56

apa tadi ngambil gambar beberapa tapi

26:59

dilarang ada beberapa diambil gambar

27:01

bangunan gitu gue pondok-pondok buka

27:05

pirangnya tapi bukan Pondok doang tapi

27:08

dilarang ikan-ikan di Indonesia punya

27:11

kita kenapa di Puskesmas aja ya

27:14

ax2 saja Oke Pak GX percaya kefir kayak

27:20

[Musik]

27:22

Hai murah untuk promosi saya yang saya

27:25

tidak minta dan saya tidak setuju tidak

27:29

Jangan habis sekarang Senki darfius

27:36

warga lokal harus meminta izin Dan

27:39

akhirnya diusir dari sebuah Resort

27:41

wisata di kampung halamannya sendiri

27:44

darfius adalah salah seorang pelaku

27:47

konservasi yang ikut dalam penyelamatan

27:49

terumbu karang di sekitar perairan

27:51

Mandeh orang seperti darfius seharusnya

27:55

mendapatkan saham atas jasa

27:57

lingkungannya dan bukannya malah

27:59

diperlakukan seperti penyusup

28:02

Hai tapi pulau-pulau eksklusif yang

28:05

tertutup kecuali bagi tamu yang membayar

28:07

terlanjur dianggap lazim di Indonesia

28:24

lapangan kerja tak hanya diciptakan oleh

28:27

investor lapangan kerja dan

28:29

kesejahteraan juga bisa lahir dari

28:32

kedaulatan warga atas lingkungannya

28:34

sendiri dari kreativitas dan

28:37

imajinasinya

28:39

ia bahkan melampaui imajinasi

28:42

[Musik]

28:44

Hai pun nah Woi bacot ngomong Ayah aku

29:19

[Musik]

29:26

sayang semuanya karena mau pulang

29:30

[Musik]

29:31

dasarnya kau sudah tahu aku tidak boleh

29:38

uh uh uh

29:44

Hai perjuangan ini bukan milik kelompok

29:54

tapi milik warga Pulau Pari semua

29:57

judulnya terus saya juga berharap ketika

29:59

ada pengunjung yang datang mereka tahu

30:01

bahwa Tempat yang mereka kunjungi Tempat

30:04

yang mereka nikmati bukan tempat yang

30:06

baik-baik saja gitu tapi tempat yang

30:10

memang Dimana tempat yang indah itu yang

30:13

sedang dalam konflik salah satunya

30:16

adalah perlu apa perampasan dan

30:19

pencaplokan terhadap kehidupan

30:21

masyarakat pulau Pari sendiri

30:23

hai hai

31:15

MP4

31:17

Rp

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free