KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA -- Bagian I
[Musik]
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh jumpa lagi dengan saya di
rogon channel yang mengungkap rahasia
dan fakta dibalik sejarah dalam
kesempatan kali ini kita akan membahas
kerajaan Islam di Indonesia
topik kali ini tidak kalah menariknya
karena dengan materi ini kita akan tahu
bagaimana lika-liku kerajaan Islam di
nusantara termasuk tahu bagaimana
kerajaan-kerajaan Islam bisa berdiri dan
runtuh tak tersisa
dan mengapa kerajaan-kerajaan Islam
bermunculan pertama kalinya di wilayah
Sumatera baru menyebar ke wilayah lain
termasuk Jawa Selain itu topik ini juga
akan mengungkap fakta terbaru terkait
kerajaan islam pertama di Indonesia
sebenarnya kerajaan apa
semua akan kita bahas di sini termasuk
fakta terjadinya perebutan pengaruh
kelompok Islam Sunni dan Syiah dalam
pendirian kerajaan Islam fakta ini akan
kita ungkap bukan dalam rangka motif
tertentu tetapi biar kita sebagai
generasi muslim tahu fakta sejarah
kalian ingin tahu yuk kita membahasnya
harus diakui keberadaan
kerajaan-kerajaan Islam menjadi jejak
sekaligus bukti tak terbantahkan adanya
penyebaran Islam di tanah air dan
keberadaan Kerajaan Islam itu memiliki
catatan secara penting mereka berperan
dalam penyebaran Islam sekaligus
mengusir penjajah dari bumi Indonesia
namun yang menjadi pertanyaan sekarang
adalah kerajaan Islam mana yang pertama
kali berdiri di tanah air inilah yang
hingga kini masih menjadi teka-teki
padahal persoalan ini penting untuk
diketahui dalam mengurai penyebaran
Islam di tanah air
[Musik]
sebelumnya sejumlah referensi
menyebutkan bahwa kerajaan Islam yang
berdiri pertama kali di tanah air adalah
Kerajaan Samudra Pasai namun ada
referensi lain sebagaimana ditulis dalam
naskah Hikayat Aceh menyebutkan ternyata
Samudra Pasai bukanlah Kerajaan Islam
pertama karena sebelumnya telah berdiri
kerajaan Perlak atau Perlak dan
hal tersebut didasarkan tahun berdirinya
Kerajaan Samudra Pasai berdiri abad
ke-11 masehi sementara kerajaan Perlak
berdiri tahun
840 masehi atau abad ke-9 Masehi
kerajaan Perlak merupakan kerajaan Islam
di kawasan Aceh Timur pendiri sekaligus
raja pertama Kerajaan Perlak adalah
Syekh Maulana Abdul Azizah putra dari
Sayyid Ali al muqtabari al muktabar
sendiri merupakan pendakwah asal Mekkah
yang datang ke daerah Perlak sekitar
tahun 56 Hijriyah beliau menikahi gadis
lokal Putri tansir Dewi dari
pernikahannya di karunia Putra bernama
Syekh Maulana Abdul Azizah yang menjadi
pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan
Perlak
dari data itu sejumlah sejarawan
menyebut kerajaan Perlak disimpulkan
sebagai kerajaan Islam pertama namun ada
sejarawan tidak memasukkan Perlak
sebagai kerajaan islam pertama di
Indonesia dengan dasar sebagian besar
wilayah kerajaan Perlak berada di
wilayah Malaysia tetapi fakta bahwa Aceh
Timur termasuk bagian dari wilayah
kerajaan Perlak merupakan fakta tak
terbantahkan
raja pertama Kerajaan Perlak bernama
Syekh Maulana Abdul Azizah bergelar
Sultan Aladin Said Maulana Abdul Aziz
Syahril alam kerajaan ini dipimpin
delapan Sultan tetapi versi lain
menyebut 18 sultan sultan terakhir
bernama Sultan marhum Alauddin Said
namun dalam perkembangannya Perlak
akhirnya bergabung menjadi satu dengan
Kerajaan Samudra Pasai pada pemerintahan
Sultan Muhammad Malik Az Zahir Kerajaan
Samudra Pasai berdiri terletak di
pesisir timur laut Aceh sekitar
Lhokseumawe atau Aceh Utara
Samudra Pasai juga dikenal sebagai
kerajaan Samudra Darussalam ibukotanya
di muara sungai
nah terkait Samudra Pasai juga ada yang
menarik khususnya terkait rajanya siapa
sebenarnya raja pertama Samudra Pasai
sejumlah referensi sebelumnya
menyebutkan raja pertama kerajaan ini
adalah Malikussaleh namun ada referensi
lain menyebut ternyata sebelum
Malikussaleh berkuasa sudah ada
raja-raja yang memerintah kerajaan itu
malah ada sejarawan membagi penguasa
kerajaan Islam Samudra Pasai menjadi dua
dinasti yakni diawali dari dinasti marah
Khoir dilanjutkan dinasti marah silu
jadi penguasa Kerajaan Samudra Pasai
pertama adalah dinasti marah Khair Raja
pertamanya adalah Mara Khoir bergelar
Maharaja Mahmud Syah lalu disusul para
penggantinya Maharaja mansyursa Maharaja
kiaidinsyah marano atau Maharaja nurutin
yang dikenal juga sebagai Tengku sa
Mudra atau Sultan nazimuddin Al Kamil
Sultan Al Kamil sendiri tercatat sebagai
Laksamana laut dinasti fatimiyah Mesir
berideologi Syiah yang ditugasi merebut
pelabuhan di Gujarat India Samudra Pasai
dibangun sebagai batu loncatan merebut
wilayah Gujarat India
dari jejak inilah para sejarawan
menyebut Samudra Pasai periode ini
diperintah oleh penguasa berideologi
Syiah namun pada saat wafat Sultan Al
Kamil tidak memiliki keturunan sehingga
Kerajaan dilanda kekacauan karena
perebutan kekuasaan hingga akhirnya
marah silu menganut Islam Sunni tampil
menjadi raja berikutnya bergelar Sultan
Malikussaleh inilah yang menjadi dasar
sejarawan menyebutkan Sultan
Malikussaleh merupakan raja pertama
Samudra Pasai berideologi Islam Sunni
Malikussaleh sendiri merupakan keturunan
Raja Perlak beliau memeluk agama Islam
atas ajakan Syekh Ismail seorang Dai
utusan Syarif Mekkah yang datang melalui
Malabar India setelah memeluk Islam
mahasiswa mengganti namanya menjadi
Malikussaleh beliau memperistri putri
kerajaan Perlak bernama ganggangsari
perkawinan itu memperkuat pengaruh
Samudra Pasai di pantai timur Aceh
Samudra Pasai berkembang menjadi
kerajaan perdagangan kuat di Selat
Malaka kedua kerajaan ini pun menjadi
kekuatan besar dalam penyebaran dakwah
Islam di Sumatera dan daerah sekitarnya
setelah Raja Malikussaleh wafat
kekuasaannya diteruskan anaknya Muhammad
Malik Az Zahir 1 di masa Malik Az Zahir
1 inilah Kerajaan Samudra Pasai Akhirnya
bisa menggabungkan dua kerajaan menyusul
bergabungnya kerajaan Perlak ke dalam
kerajaan Samudra Pasai sehingga
wilayahnya semakin luas dan besar Sultan
Malik Az Zahir 2 meneruskan kepemimpinan
kerajaan pada masa ini Perkembangan
Samudra Pasai Kian membaik bahkan Ibnu
Batutah seorang musafir Maroko sehingga
ke negeri ini tahun
1345 masehi memuji sosok pemimpinnya
yang diabadikan dalam buku berjudul
rikhlak musyrik pengembara ke timur
kepemimpinan berikutnya diteruskan
Sultan Mansur Malik Zahir Sultan Ahmad
Malik Zahir dan Sultan Zainal Abidin
tetapi Sayang saat dipimpin Zainal
Abidin Samudra Pasai diserang Kerajaan
Majapahit tahun
1365 masehi padahal wilayahnya sudah
meluas hingga Semenanjung Malaya Akibat
serangan itu Samudra Pasai hancur meski
begitu penyerangan Kerajaan Majapahit
itu ternyata membawa hikmah tersendiri
bagi penyebaran Islam dari peristiwa itu
akhirnya muncul pemikiran menyebarkan
Islam ke wilayah Majapahit yang Hindu
Budha Karena untuk menyerang balik jelas
tidak mungkin karena sudah kalah dari
situlah akhirnya sultan Zainal Abidin
mengirim ahli-ahli dakwah hebatnya ke
wilayah Jawa termasuk Sulawesi ulama
hebat yang dikirim menyebarkan Islam ke
Jawa adalah Maulana Malik Ibrahim
sedangkan yang ditugasi ke wilayah
Sulawesi adalah Maulana Ishak tetapi dua
nama ini masih menjadi perdebatan
keberadaannya karena banyak sumber
menyebutkan bahwa Maulana Malik Ibrahim
merupakan ulama dari samarkan
juga ada yang menyebut salah satu dari
sembilan wali songo tersebut berasal
dari Maroko Begitu juga dengan Maulana
Ishaq lepas dari perdebatan itu sejak
peristiwa penyerangan Majapahit para
pendakwah Islam termasuk para wali terus
berdatangan ke wilayah Jawa atau
Majapahit
strategi penyebarannya tidak langsung
menusuk ke jantung kota Kerajaan
Majapahit di bumi Mojokerto tetapi
menyasar ke daerah pinggiran kerajaan
seperti Gresik Surabaya Tuban dan daerah
pinggiran pesisir pantai lainnya
strategi penyebaran Islam ke wilayah
Majapahit atau yang sekarang dikenal
sebagai strategi desa mengepung kota itu
berhasil dilakukan para Walisongo bahkan
berhasil membangun kerajaan Islam Demak
tetapi sayang Samudra Pasai justru
diserang penjajah Portugis tahun
1521 masehi saat dipimpin Sultan Ahmad
dan dikuasai selama 3 tahun lamanya
di tengah kehancuran Samudra Pasai
kerajaan Aceh berdiri abad ke-15 di
Kabupaten Aceh Besar kerajaan Aceh
berdiri sebagai kelanjutan dari kerajaan
lamur raja pertamanya adalah Ali
mughayat Syah semula wilayahnya hanya
Aceh besar dan Banda Aceh namun Ali
mughayat sah sebagai raja pertama
berhasil membangun kekuatan dan
mempersatukan wilayah Aceh termasuk
merebut kembali kerajaan Pasai dari
Portugis padahal saat itu penjajah
Portugis telah menguasai
kerajaan-kerajaan kecil di Aceh dan di
pesisir Timur Sumatera seperti Perlak di
Aceh Timur DVD Daya Aceh di barat daya
dan Aru di Sumatera Utara
Membuat strategi menghambat pengaruh
Portugis dengan menaklukkan
kerajaan-kerajaan kecil satu persatu
kerajaan kecil berhasil ditaklukan
selanjutnya secara beruntun Portugis
yang berada di daerah-daerah di gempur
dan berhasil dikalahkan ketika Portugis
mundur gemidi
sehingga Portugis terpaksa mundur ke
Pasai
melanjutkan serangannya dan berhasil
merebut benteng Portugis di Pasai dengan
jatuhnya Pasai tahun
1524 masehi Aceh Darussalam menjadi
satu-satunya kerajaan yang memiliki
pengaruh besar di kawasan tersebut
Sultan mughayat Syah memerintah antara
tahun
1496 hingga
1528 masehi setelah wafat kedudukannya
digantikan putranya Sultan Salahuddin
karena kelemahan Sultan Salahuddin
kekuasaan akhirnya direbut saudaranya
yakni Sultan Alauddin riayat Syah Al
qahhar Sultan Alauddin riayat Syah Al
qahar cukup berperan memperbaiki keadaan
pemerintahnya dan aktif menyebarkan
Islam dengan mengirim mubaligh ke
berbagai daerah seperti Syarif
Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati
diutus ke Gresik Jawa Timur
sepeninggal Sultan Alauddin Kerajaan
Aceh Darussalam mengalami kemunduran
pemberontakan dan perebutan kekuasaan
pun sering terjadi
namun Kerajaan Aceh Darussalam kembali
bangkit setelah diperintah Sultan ke-12
Sultan Iskandar Muda Johan atau
Dharmawangsa Perkasa Alamsyah Sultan
Iskandar Muda sangat taat beragama dan
berusaha dengan Gigi membangun
pemerintahan sehingga mengalami kejayaan
wilayah kekuasaannya meliputi pelabuhan
di pesisir timur dan barat Sumatera dan
Aceh tanah Gayo dan Minangkabau bahkan
di masa Iskandar Muda Kerajaan Aceh
Darussalam menjalin hubungan diplomatik
dengan Daulah Turki Usmani Inggris juga
Belanda hubungan Kerajaan Aceh
Darussalam dengan Daulah Turki Usmani
terlihat istimewa hingga bendera
Kerajaan Aceh Darussalam memiliki
kemiripan atas dasar itu juga sebagian
sejarawan menyebut Kerajaan Aceh
Darussalam merupakan bagian dari wilayah
Daulah Turki Usmani di Turki
sepeninggal Sultan Iskandar Muda
Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin
menantunya bergelar Sultan Iskandar Tani
yang naik tahta tahun
1636 Masehi
namun kekuasaan Sultan Iskandar Fanny
tidak berlangsung lama karena kemudian
diganti istrinya putri Sri alam
permaisuri bergelar sultanah Tajul Alam
safiudin Syah selama 59 tahun berikutnya
Aceh Darussalam diperintah oleh para
Ratu kemunduran Kerajaan Aceh Darussalam
memang sudah terlihat dari awal
sepeninggal Sultan Iskandar Muda sejak
itu telah terjadi perpecahan antara
golongan ulama dan bangsawan hal itu
terjadi karena kaum bangsawan dianggap
terlalu dekat dengan penjajah Belanda
Selain itu perpecahan juga disebabkan
perbedaan paham keagamaan antara Islam
Syiah dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah
tidak hanya di wilayah Sumatera
penyebaran Islam di wilayah Jawa pun
Kian membesar puncaknya adalah
berdirinya Kerajaan Demak kerajaan ini
diakui sebagai kerajaan Islam pertama di
Jawa Kerajaan Demak didirikan Raden
Fatah keturunan Raja Majapahit Brawijaya
beliau awalnya menjabat sebagai Adipati
di Bintoro Demak Raden Fatah lalu
terang-terangan memutus hubungan ikatan
dengan kerajaan Majapahit yang kala itu
Tengah mengalami masa kemunduran dan
atas prakarsa para wali beliau
mendirikan kerajaan Islam beribukota di
Demak sehingga lebih dikenal dengan
kerajaan Demak wilayah kekuasaannya
meliputi Jepara Tuban Sedayu Palembang
Jambi serta beberapa daerah di
Kalimantan Raden Fatah menjabat sebagai
raja kerajaan Demak dengan gelar
Senopati jimbun Abdurrahman Panembahan
Palembang sayyidin
kesuksesan kerajaan Demak tidak lepas
dari kondisi Majapahit yang sedang
mengalami konflik internal perang
saudara yang dikenal sebagai Perang
Paregreg memperlemah kekuatan Majapahit
Nah di sini perlu juga diluruskan
terkait kesalahpahaman mengenai kerajaan
Islam Demak karena banyak yang
menyudutkan bahwa Raden Fatah bisa
mendirikan kerajaan Demak Karena
melakukan kudeta terhadap Kerajaan
Majapahit padahal Raden Fatah sama
sekali tidak melakukan kudeta
sebagaimana yang dituduhkan selama ini
memang kala itu usulan menyerang
Kerajaan Majapahit sempat muncul di saat
Islam sudah mulai kuat dan dalam waktu
bersamaan Majapahit Kian melemah tetapi
keinginan itu dicegah Sunan Ampel
sebagai Mufti pemimpin para wali karena
khawatir penyerangan ke Majapahit akan
membuat citra Islam kurang baik di
kemudian hari sebagai kelompok
pengkodeta sikap umat Islam mulai
berubah setelah Sunan Ampel wafat dan
persisnya digantikan Sunan Giri beliau
selaku pengganti Sunan Ampel menyetujui
aliran Tuban yang didominasi anak muda
dengan memberi fatwa kepada Raden Fatah
menyerang Majapahit itupun diberikan
bukan bermaksud mengkudeta Tetapi lebih
karena pertimbangan Majapahit telah
diserang Prabu Rana Wijaya dari
Kadipaten Kediri atau keling sejak itu
umat Islam menyusun kekuatan tetapi
sebelum serangan dilancarkan Prabu
Wijaya sudah keburu tewas diserang
mahapatihnya sendiri Pati udara tahun
1498 Masehi
jadi Islam bersih dari gerakan kudeta
Kerajaan Majapahit sebagaimana
dituduhkan kelompok pembenci Islam
selama ini tahun
1512 masehi Prabu udara selaku Raja
Majapahit pengkudeta merasa terancam
melihat kedudukan Demak didukung kiri
Kedaton pimpinan Sunan Giri yang semakin
kuat Ia pun meminta bantuan Portugis di
Malaka Prabu udara mengirim utusan
kepala yang menemui Alfonso dan tahun
1517 Masehi Demak menyerang Majapahit
dan jatuh ke tangan Demak dan tidak lama
penjajah datang ke tanah Jawa akibat
ulah Prabu udara mengundang mereka
Raden Fatah meninggal tahun
1518 masehi kedudukannya digantikan
putranya Pati Unus seorang pangeran yang
gagah berani menyeberang ke Laut
Sumatera melawan penjajah Portugis
hingga mendapat julukan Pangeran Sabrang
Lor atau menyeberang ke utara namun
kepemimpinan tidak lama hanya sekitar 7
tahun karena meninggal mati syahid tahun
1522 masehi dalam usahanya mengusir
Portugis dari Malaka pemerintahan
dilanjutkan adiknya Sultan trenggono
karena kakak dari Sultan trenggono atau
adik dari Pati Unus yakni Pangeran
surowiyoto telah meninggal dunia lebih
dulu ia dilantik Sunan Gunung Jati
bergelar Sunan Ahmad Abdul Arifin dibawa
kepemimpinan sultan trenggono kerajaan
Demak mencapai puncak kejayaannya
kerajaan ini berhasil memainkan peran
strategis sebagai basis penyebaran Islam
di Jawa abad ke-16 pengaruhnya bahkan
sampai keluar Jawa seperti Jambi dan
daerah di Kalimantan
perluasan wilayah dan penyebaran Islam
dilakukan ke berbagai arah baik ke barat
maupun ke wilayah timur perluasan
wilayah ke arah barat dilakukan dengan
mengirim Fatahillah ke Banten
dalam perjalanannya ke Banten Fatahillah
singgah di Cirebon menemui Syarif
Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati sendiri berasal dari
Pasai yang menyingkir setelah Samudra
Pasai diserang Portugis bersama pasukan
Kesultanan Cirebon Fatahillah
menaklukkan Pajajaran dan Banten Sunda
Kelapa pun dapat dikuasai namanya
diganti menjadi Jayakarta tapi dalam
perkembangan selanjutnya nama Jayakarta
diganti penjajah Belanda menjadi Batavia
dan kini menjadi Jakarta
sementara penyebaran Islam ke wilayah
Timur dipimpin Sultan trenggono sendiri
tercatat tahun
1527 masehi pasukan Demak berhasil
menguasai Tuban Madiun Surabaya Pasuruan
wilayah gunung pananggungan dan wilayah
Kerajaan Kediri hingga Malang
sisa-sisa kekuatan Majapahit melarikan
diri ke arah timur termasuk bersembunyi
Ke Puncak Gunung Bromo namun upayanya
menguasai kerajaan Hindu Blambangan
tahun
1546 masehi Sultan trenggono tewas
terbunuh di Panarukan sehingga perluasan
ke wilayah timur termasuk kembali yang
masih Hindu Budha dihentikan semua
pasukan ditarik inilah yang membuat
wilayah Bali hingga kini masih Hindu
Budha karena misi Sultan trenggono gagal
itu
kepemimpinan dilanjutkan putranya sunan
Prawoto tetapi sejak itu kerajaan Demak
mulai mengalami kemunduran karena
terjadi perebutan kekuasaan Arya
Penangsang bupati jipang atau sekarang
disebut Bojonegoro yang juga merupakan
sepupunya sendiri berontak karena merasa
lebih berhak atas tahta kerajaan Demak
Arya Penangsang sendiri merupakan Putra
Pangeran surowiyoto kakak kandung sultan
trenggono yang saat itu menjabat sebagai
Adipati jipang perebutan kekuasaan ini
berkembang menjadi konflik berdarah
dengan terbunuhnya sunan Prawoto oleh
Arya Penangsang Arya Penangsang juga
membunuh adik sunan Prawoto Pangeran
hadirin yang menjabat sebagai Adipati
Jepara karena dianggap ancaman Namun
usaha Arya Penangsang menjadi Sultan
Demak terhalangi oleh Jaka Tingkir
menantu sultan trenggono yang menjabat
sebagai Adipati panjang kala itu
nama Jaka Tingkir Sendiri Lebih populer
dikenal karena helio merupakan seorang
pemuda atau Joko asal daerah Tingkir
salah satu daerah di Boyolali Jawa
Tengah padahal nama kecil atau aslinya
adalah maskarebet meski bukan berasal
dari keluarga Kerajaan Demak namun Jaka
Tingkir seperti ditulis dalam salah satu
referensi versi babak Jaka Tingkir
disebutkan bahwa Jaka Tingkir merupakan
keturunan Raja Brawijaya 5 yakni Putra
Ki Ageng Kebo Kenongo atau Ki Ageng
Pengging yang menikah dengan putri
sulung Raja Brawijaya 5 Ratu Pembayun
setelah dewasa jangan Tingkir menjadi
santri Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga
karena itu Jaka Tingkir tidak mau
menghadapi Arya Penangsang secara
langsung karena merasa sesama santri
Sunan Kudus selain itu juga yang
dihadapi adalah keluarga besar kerajaan
Demak maka melalui sayembara Jaka
Tingkir akhirnya mendapat dukungan dari
para tetua Demak Ki Gede pemanahan dan
putranya Sutawijaya serta Ki penjawi
dengan imbalan hadiah
mereka menyatakan siap membantu
menghadapi Arya Penangsang dalam
pertempuran Arya Penangsang terbunuh
sehingga tahta kerajaan Demak jatuh ke
tangan Jaka Tingkir beliau menjadi raja
kerajaan Demak dilantik Sunan Giri
dengan gelar Sultan hadiwijaya namun
beliau memindahkan ibukota Kerajaan
Demak ke Pajang daerah selatannya
berjarak kurang lebih sekitar
120-an km
banyak alasan yang dijadikan
pertimbangan Jaka Tingkir untuk memindah
ibu kota kerajaan selain kondisi Demak
saat itu yang sudah tidak kondusif
akibat konflik berdarah juga karena Jaka
Tingkir sendiri merupakan Adipati pajang
sehingga akan mampu mengendalikan
situasi ibukota namun begitu Kerajaan
Pajang tetap mengklaim diri sebagai
penerus kerajaan Demak sebagai tanda
terima kasih kepada Ki Gede pemanahan
yang membantunya Jaka Tingkir memberi
hadiah daerah perdikan atau otonom
disebut Mataram sesuai janji dalam
salembara sementara Ki penjawi diberi
hadiah daerah Pati wilayah bagian utara
namun hadiah daerah Mataram yang
dijanjikan tidak segera diserahkan Jaka
Tingkir kepada Ki Gede pemanahan hingga
akhirnya Sunan Kalijaga turun tangan dan
gigi gede pemanahan pun akhirnya menjadi
penguasa daerah perdikan otonom Mataram
jangan Tingkir menjadi raja pertama
Kerajaan Pajang bergelar Sultan
hadiwijaya dan memerintah selama 15
tahun lamanya namun sebelum wafat
hadiwijaya ternyata tidak mengangkat
putranya sendiri Pangeran Benowo sebagai
raja penggantinya tetapi justru menunjuk
Putra sunan Prawoto bernama Arya
panggiri menjadi raja Kerajaan Pajang
sementara Pangeran Benowo diberi daerah
kekuasaan di daerah jipang Pangeran
Benowo tidak terima namun Putra Jaka
Tingkir itu tidak punya kemampuan
melawan Arya panggiri dia pun meminta
bantuan Panembahan Senopati Sutawijaya
penguasa daerah perdikan Mataram untuk
merebut kekuasaan dan akhirnya berhasil
sebagai bentuk Terima kasih atas jasanya
Pangeran Benowo menyerahkan hak kuasanya
kepada Sutawijaya sebagai Panembahan
Senopati secara simbolis melalui
penyerahan pusaka pajang namun dalam
perkembangannya
penguasa Mataram justru menghancurkan
Sultan Agung Kerajaan Pajang karena
dianggap berniat berkhianat sehingga
berakhirlah kekuasaan Kerajaan Pajang
tahun
1584 masehi dan berdirilah Kerajaan
Mataram Islam yang kini tersisa menjadi
Yogyakarta
Bagaimana perkembangan kerajaan Mataram
Islam Selanjutnya kita akan dalami di
video berikutnya termasuk akan
mengungkap Bagaimana bisa Raja Mataram
berkhianat dengan bekerjasama dengan VOC
atau penjajah Belanda dan mengapa
kerajaan Mataram Islam akhirnya pecah
menjadi dua yakni kesultanan
ngayogyakarta dan Surakarta juga
bagaimana di tengah-tengah keluarga
Kerajaan Mataram muncul sosok Pangeran
Diponegoro yang akhirnya berani melawan
penjajah dan bagaimana bisa Pangeran
Diponegoro ditangkap Apa karena ada
pengkhianatan atau apa Insyaallah semua
akan kita ungkap di sini ikuti video
selanjutnya semoga bermanfaat
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Sumber Energi Bagi Tubuh Manusia #biologi #energi #makanan
Biologi Asyik · Indonesian

Chain Of Custody Of Price With Daily Inefficiencies
The Inner Circle Trader · English

GUS ISLAH || ANCAMAN || 3 KOMPONEN NEGARA SUDAH DIKUASAI ‼️
berbagi info · Indonesian

Meledaknya Perang Salib Pertama
Wimobara · English

Mubtada dan Khabar | Nahwu Dasar
ALMUSTARI - Madrasah Online · Indonesian

BIOLOGI SMA Kelas 11 - Zat-Zat Makanan | GIA Academy
GIA Academy · Indonesian

Ketahanan Pangan, Kedaulatan & Swasembada Pangan | Ep. 1.5 - Perdagangan Pangan di Indonesia
CIPS Learning Hub · Indonesian

Konsep Dasar Geografi Part 1 | Geografi Kelas 10
Eduraya Teknologi · Indonesian

4. إزاي تلاقي الوظايف الريموت بالدولار اللي بجد
ALIEN AI 🇵🇸 worldwide jobs & referrals · English

SMART UPGRADING | TEACHING SIMULATION
AKADEMIK KAFFAH PRIORITY · Indonesian

Pemenang I Mendongeng Kategori Putri Jenjang SD, FTBI Jawa Barat 2025
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat · English

La mejor Radio novela cap.4 - Domitila de chungara
yoelmak · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.