Meledaknya Perang Salib Pertama
Perang Salib,
sebuah konflik besar yang mempertemukan
dunia Kristen dan Islam dalam perebutan
tanah suci.
[berdehem] Oke, sebelum masuk ke
ceritanya kita flashback dulu.
Sekitar tahun 636,
kekuatan baru muncul dari Jazirah Arab.
Ya, kekhalifahan Rasidin.
Ekspansi mereka berhasil nembus
pertahanan Bizantium di wilayah Siam.
Satu persatu kota pun mulai jatuh. Dan
salah satu kota di sana ada yang namanya
kota Yerusalem.
Ya, ini salah satu kota paling suci dan
jadi pusat ziarahnya bagi umat Kristen.
Tapi karena kekotaan Bizantium di
wilayah Siam sudah melemah, kota ini pun
enggak bisa mereka pertahanin dan
akhirnya jatuh ke tangan kekhalifahan
Rasidin.
Tapi zaman terus berubah. Bertahun-tahun
kemudian, kekhalifahan Rasidin runtuh
karena perang saudara dan digantiin sama
[musik] dinasti-dinasti baru.
Para penguasa datang dan pergi. Kerajaan
bangkit dan jatuh.
Tapi ada satu hal yang masih tetap sama.
Yerusalem yang sampai sekarang masih
tetap ada di bawah kekuasaan muslim.
Anjay, epik enggak intronya? Okelah,
kita masuk ke ceritanya
di belahan bumi Timur Tengah. Oke, kita
lagi di tahun 1071.
Di tahun ini ada perang besar di wilayah
Anatolia. Ya, ini pertempuran Manjiker,
perang antara Bizantium ngelawan
Kesultanan Saljuk Agung. Tapi di
pertempuran ini Bizantium kalah telak.
Bahkan kaisarnya sampai ditangkap.
Anjir, Kaisar kita. Wo! Sebagian wilayah
Natalia pun perlahan jatuh ke tangan
Seljuk dan makin memperlemah posisi
Byzantium. Byantium pun sekarang masuk
ke masa krisis politik. Ya, semenjak
kesar mereka ditangkap, kekuasaan di
Bizantium jadi sering ganti-ganti. Kayak
ada perebutan kekuasaan gitulah. Dan di
sisi lainnya Seljuk terus ngelakuin
ekspansi.
Oi sabar dulu lah. Tapi akhirnya sekitar
10 tahun kemudian muncul Kaisar baru
yang berhasil ngestabilin kondisi
politik Bizantium sekaligus ngebawa
Bizantium keluar dari krisis politiknya.
Ya, dia adalah Alexius 1. [musik]
Tapi ya walaupun gitu, Bizantium masih
punya satu masalah lagi, ancaman dari
Seljuk.
Lapar, [berdehem] Bang. Ada penyerangan
lagi.
Ah, Seljuk itu lagi
gimana ya?
Gak tahu, Bang.
Alexius pun sadar kalau Bizantium gak
bisa nghadapin ancaman Seljuk sendirian.
Dia pun mutusin buat ngirim permintaan
bantuan ke para penguasa Kristen di
Eropa Barat. Dan ya, utusannya pun otw.
Btw, kondisi Eropa di zaman itu juga
enggak kalah kacau. Di sana banyak
konflik, perang antar kerajaan,
perebutan kekuasaan. Ya, wis intinya
kacaulah.
Tapi ini semua normal ya. Karena kita
lagi di abad pertengahan di mana
peperangan sama kekacauan adalah hal
yang biasa. Wih, panahnya tembus anjir.
Ah, biasa ini mah. Lanjut mana lagi
kita?
Oke, kita lanjut ke utusan Alexius.
Pesan yang di bawah ternyata udah sampai
ke tangannya Paus Urbanus 2.
Alexius
bantuan ya. Bizantium mulai melemah.
Seljuk terus maju.
Hem sudah lama para raja saling
berperang. Kesatria mengangkat pedang
melawan sesamanya.
Mungkin ini waktunya bersatu.
Oke, buat yang enggak tahu. Jadi, Paos
ini gelar pemimpin tertinggi Gereja
Katolik. Dan di zaman itu agama juga
punya pengaruh yang gede banget. Nah,
makanya suara dari paus ini bisa
didengar sama semua kalangan bahkan
sekelas raja. Paus Urbanus punya rencana
dia mau nyatuin Eropa yang sering perang
lewat satu tujuan yang sama. Dan biar
semuanya tertarik dia nambahin peran
agama. Kota Yerusalem dijadiin tujuan
utama karena ya ini juga kota suci bagi
umat Kristen.
Pasanus pun ngegelar pertemuan besar di
Prancis ya buat nyampain rencananya ini.
Wahai saudaraku,
sudah lama kalian berperang melawan
sesama kalian sendiri. Padahal di luar
sana saudara-saudara kalian sedang
kesusahan.
Suatu bangsa asing telah menyerbu tanah
orang-orang Kristen di wilayah timur.
Mereka telah menaklukkan wilayah itu
dengan pedang dan membawa penderitaan.
Karena itu aku memohon kepada kalian
kesatria Kristus. Bersatulah dan bantu
mereka. Rebut kembali tanah suci kita
dan usir mereka. [musik] Ini perjalanan
suci Deus full.
[bersorak]
Anjay. Deus full.
Pausbanus pun pidato lantang. Dia
nyeruin perang suci buat ngerebut balik
tanah Yerusalem dari kaum muslim.
Dan ya para kerumunan pun mulai ke bawah
suasana. Mereka mulai bergembur teriak.
[bersorak]
Hidup.
Nah, setelah pidato ini orang-orang jadi
antusias. Seruan tentang perang suci
jadi menyebar dan jadi topik utama yang
diperbincangin di wilayah Eropa.
Ada perang suci anjir. Yuklah ikut. Dan
banyak juga berita-berita yang beredar
tentang penderitaan umat Kristen di
Yerusalem. Dan mungkin ini tuh
dibesar-besarin buat ngebakar semangat
para pejuang. Ya, kayak propaganda
gitulah. Masyarakat dari berbagai
kalangan pun mulai tertarik karena ya di
perjalanan perang suci ini paus Urbanus
ngejin pengampunan dosa bagi siapapun
yang mau ikut. Selain itu, ini juga
kayak kesempatan lah bagi rakyat jelata
buat memulai hidup baru. Wis kayak adu
nasib. Ada yang sambil nyari tanah
naikin status sosial. Bahkan ada yang
sekedar pengen menjelajah.
Anjay, lu mau ikut juga? Eh, iya, Bro.
Sekalian tobat. Desa gua udah banyak
anjir. Oh, kalau lu ya sama sih, tapi
sekalian healing.
[musik]
Nah, yang mau ikut enggak cuma
rakyatnya,
para bangsawan juga ikut tertarik.
Sebenarnya ada banyak bangsawan yang
bakal ikut, tapi ya karena nanti
gambarnya kebanyakan, gua gak bisa naruh
semuanya. Jadi kita bakal fokus ke tiga
bangsawan yang paling ikonik.
Godfre dari Buyon.
Dia bangsawan yang religius. Dia ikut
perang suci karena merasa dipanggil buat
ngebasin Yerusalem.
Jika Tuhan yang memanggil, aku akan
datang.
Dan ada juga Rayond 4 dari Tulus,
bangsawan yang terkaya sekaligus yang
paling tua. Udah bau tanah ya, ini
waktunya mengabdi.
Dan yang ketiga, Bohemon 1 dari Taranto
sang panglimanya bangsa Norman yang
penuh ambisi,
Yerusalem.
Wih, seru nih. Dan ya, para bangsawan
ini pun mulai ngumpulin pasukannya. Ada
yang nyewa ke Satria, nyari sukarelawan,
wis macam-macam lah. Intinya Eropa lagi
semangat-semangatnya sama perang suci
ini, terutama wilayah Prancis, Flanders,
Normandia, sama Italia Selatan.
Tapi ada yang lebih semangat lagi para
rakyatnya.
Ribuan orang enggak mau nungguin
persiapan para bangsawan. Ya, karena
lama. Ngapain lama-lama anjir? Semakin
cepat semakin baik. Anjay. Yuklah gas.
Para rakyat pun milih buat berangkat
duluan. Nah, gelombang pertama ini yang
bakal dikenal sebagai perang salib
rakyat.
Mereka dipimpin sama Peter the Hermit.
Dia seorang pendeta yang keliling Eropa
buat berkhotbah, buat ngobarin semangat
para rakyat dan ikut pergi ke tanah
suci. Kebanyakan dari mereka yang ikut
ini cuman rakyat biasa kayak petani,
tukang, pedagang, dan orang-orang yang
bahkan enggak pernah megang senjata.
Mereka ini kayak modal nekad lah. Bahkan
sebagian dari mereka ada yang sampai
ngejual hartanya buat beli persiapan
sama ongkos di jalan.
Anjir, beneran lu, Alin. Yoi, mulai dari
nol kita. Yuk lah. Dan ya, mereka pun
otw.
Nah, di sepanjang perjalanan jumlah
mereka terus bertambah karena setiap
mereka ngelewatin kota dan desa, ada aja
orang-orang yang ikut gabung. Hm.
Tongexn.
Hah? E Xbin Docha Alta anjir. Gak usah
realistis lah pakai bahasa Indonesia aja
man. Dan selama 3 sampai 4 bulan
perjalanan akhirnya mereka sampai di
Byzantium
dan mereka pun dipertemukan sama Alexius
1.
Mereka gelombang raket biasa, Bang. Ah,
bukannya gua minta bantuan ke Satria
anjir? Iya. Gak tahu yang datang mereka.
Para bangsawan Eropa lagi ngumpulin
pasukannya. Kita berangkat duluan. E.
Oalah. Dan ya, rombongan ini pun dikasih
tempat tinggal sementara di sana buat
nunggu pasukan utama sama para bangsawan
mereka. Ah, ini mah sama aja disuruh
nunggu anjir. Dan beberapa minggu
kemudian para bangsawan dan pasukannya
mulai otw. Mereka pakai tiga jalur yang
beda. Ada yang lewatin daratan sama
nyeberang laut. Bru
bru. Nah, sementara itu rombongan salib
rakyat ini enggak sabaran. Mereka enggak
mau nunggu dan sebagian dari mereka ada
yang bikin kerusuhan di pusat kota.
Nah, karena masalah ini mereka pun
diseberangin ke Anatolia. Tapi ya mereka
juga tetap disuruh nunggu di sana.
Ah, gas aja lah. Nunggu terus anjir.
Keburu diangkat sabar. Hmm. Ya wis,
ayolah. Karena enggak sabaran, mereka
pun langsung gasin masuk ke wilayah
musuh, wilayah Saljuk Room.
Oke, kita disclaimer dulu, ya. Jadi,
kekaisaran Saljuk Agung ini kepecah jadi
beberapa kerajaan
atau wilayah kekuasaan yang dipimpin
sama penguasanya masing-masing. Bahkan
enggak jarang mereka malah saling perang
sesama Seljuk. Tapi ya walaupun gitu
mereka masih dianggap sebagai bagian
dari kekaisaran Seljuk Agung. Bisa
dibilang kondisi kekaisaran ini kayak
hampir pecah lah karena perang saudara.
Dan yang lagi dihadapin pasukan salib
itu Kesultanan Seljuk Kurum yang
dipimpin sama Sultan Kilit Arslan 1.
Sebenarnya mereka juga udah tahu kalau
ada rombongan yang mencurigakan masuk ke
wilayahnya. Tapi ya Salzurum enggak
terlalu khawatir. Mereka cuma dianggap
kayak rombongan peziarah yang bawa
senjata.
Loh, Bang, katanya ada rombongan asing
yang masuk ke wilayah kita, Bang.
Biarin aja lah, cuma pziarah palingan.
Tapi katanya mereka bawa senjata, Bang.
E. Bang. Nah, di waktu itu Sultan Killir
juga lagi enggak ada di ibu kota. Dia
lagi sibuk ngejalanin kampanye militer
ngelawan rivalnya di wilayah Anatolia.
Nah, ternyata rombongan salib rakyat ini
berhasil nguasain desa sama pos-pos
kecil di wilayah Salju Grerum. Wis,
makin PD lah mereka. Mereka pun mulai
ngejarah desa-desa kecil di sana.
Eh, Bang, katanya rombongan yang kemarin
mulai ngejarah desa, Bang. Anjir. Hm. Ya
wislah, kirimin pasukan.
Nah, karena lama-kelamaan mereka mulai
dianggap mengganggu. Pasukan saljuum pun
dikirim.
Btw, rombongan salib rakyat ini juga
lanjut maju terus. Mereka ke arah
Civetot.
Gua dengar-dengar di Civetot ada banyak
harta anjir. Um, kaya kita nih. Eh,
ingat tujuan utama lu blok. Nah, pas
mereka udah sampai di Civetot, tiba-tiba
anjir mundur cuk. Iya, mereka disergap
sama pasukan Seluk Rom yang udah ngebaca
pergerakan mereka. Pertempuran pun
pecah. Banyak pejuang salib yang gugur
di pertempuran ini. Karena kan bisa
dibilang mereka cuma rakyat. Jadi ya
enggak ada apa-apanya lah. Pasukan
Seljuk Rum menang dengan muda
dan ternyata ketua dari pasukan salib
rakyat berhasil kabur dan ya dia pun
balik lagi ke Bizantium.
Ngeyal sih. Oke. [berdehem] Beberapa
bulan kemudian para bangsawan dan
pasukannya mulai berdatangan ke
Bizantium.
Mereka ngebawa pasukan dan kesatria yang
lebih terlatih.
Akhirnya sampai juga jir.
Loh, Peter the Hermit pun ikut gabung ke
rombongan para bangsawan.
Eh, misi Bang. Katanya mereka habis
dibantai anjir. Ah, nafsuan sih. Nah,
sebelum mereka diseberangin ke Anatolia,
Kaisar Alexius minta satu syarat.
Wilayah Bizantium yang berhasil direbut
balik dari Saljuk harus dibalikin lagi
ke gua. Oke.
Oke.
Hah. Sebenarnya ada yang pro dan kontra
sama perjanjian ini. Lah tujuan kalian
ngerebut Yerusalem kan bukan nyari tanah
kan?
Kan. Eh si K come on lah. Ini perang
suci man. Ah yolah. Setelah semuanya
siap, mereka pun diseberangin ke
Anatolia dan mulai masuk ke wilayah
Seljuum.
Sebelum mereka langsung ke Yerusalem,
target pertama mereka itu kota Nicaya.
Ya, ibu kotanya kekaisaran Seljuk Room.
Karena selama kota ini masih berdiri,
pasukan Seljuk bisa aja nyerang mereka
dari belakang pas lagi jalan ke
Yerusalem. Jadi, harus ditaklukin dulu
biar aman. Dan ya, mereka pun otw ke
kota NC.
Pihak Saljuk Room sebenarnya udah tahu
tentang pergerakan gelombang ini, tapi
seperti biasa diremehin. Halah, paling
rombongan rakyat itu lagi
ya. Mereka kira ini gelombang yang sama
kayak pasukan salib rakyat yang berhasil
dikalahin sebelumnya. Wis dikira keroco
lah. Mereka pun ngebiarin kota nicaya
bertahan sendiri dan mereka sibuk perang
sama rivalnya. Ya, Sultan Killit masih
berada di luar ibu kota.
Tapi pas Kota Nicaya udah dikepung
habis-habisan, Sultan Kilit akhirnya
nerima kabar baru. Yang nyerang Kota
Nicaya ternyata bukan rakyat biasa, tapi
para bangsawan Eropa dan pasukannya.
Dan ya, Sultan Kilit pun langsung otw
ngebawa bantuan ke kota Nicaya.
Nah, setelah sampai dia langsung
memerintahan pasukannya buat nyerang
dari luar benteng. Pasukan si pun
diserang dari dua arah dari dalam
benteng sama dari luar benteng.
Pasukan bantuan ya. Hah.
Tapi walaupun batuan udah datang,
ternyata masih belum cukup buat ngentiin
pasukan salib. Barisan pasukan salib ini
susah buat dipecah. Nah, karena korban
yang terus berjatuhan, Kilit Arslan pun
mutusin buat mundur dan kota Nicaya
terpaksa dibiarin bertahan sendiri. Tapi
ya Sultan Kilit enggak asal ninggalin.
Walaupun Kota Nicaya ditinggal, benteng
Kota Nicaya masih cukup kuat buat nahan
pengepungan salib. Ditambah suplai
makanan sama bantuan terus berdatangan
lewat Danau Ascania.
Makanya kota ini masih bisa survive lah
walaupun udah dikepung dari segala arah.
Aduh, gimana nih, Jir? Ah, masih aman
ini mah selagi makanan masih ada. Ah,
oke oke. Anjir, jalur suplly kita
ditutup, cuk. Hah? Ya, ternyata pihak
Bizantium udah memerintahan buat nutup
jalur suplly di Danau Askania. Moral
pasukan bertahan pun jadi turun. Dan
karena suplainya ditutup, lama-kelamaan
rakyat yang ada di kota mulai kelaparan.
Nah, di tengah kondisi ini ternyata
Alexius ngirim utusan ke kota Nicia buat
rundingan rahasia tanpa sepengetahuan
pasukan salib.
Inti dari rundingan ini, pihak Bizantiu
minta mereka buat nyerah aja. Permisi,
Tuan, gimana kalau kalian suren aja?
What the heck? Tapi nyerahnya ke
Bizantium biar mereka gak diziarah sama
pasukan salib. Lah, mending mana? Ikut
sama kita atau pasrah sama mereka?
E ya mending sama lu sih. Dan ya mereka
pun setuju.
Pas di pagi harinya bendera Bizantium
pun udah berkibar di benteng Kota Nicaya
yang artinya kota Nicaya udah jatuh ke
tangan Bizantium. Gerbang kota Nicaya
pun dibuka.
Loh, udah nyerah toh. Yuk, gas jarah.
Eh, yo enggak bisa toh. Sekarang kota
ini udah resmi milih kekaisaran
Byzantium. Jadi ya enggak boleh jarah.
Istirahat bolehlah. Yuk. Ah, enggak asik
anjir. Karena kau tadi caya udah jatuh.
Pasukan Sali pun ngelanjutin
perjalanannya lagi melintasi Anatolia.
Tapi ya karena mereka di wilayah Seljuk,
perjalanan mereka enggak berjalan mulus.
Tiba-tiba rombongan Bohemon yang ada di
barisan depan disergap sama pasukan
Salju Grum yang dipimpin langsung sama
sultannya. Pertempuran besar pun
terjadi. Di tengah pertempuran ini,
rombongan behemon enggak mundur. Mereka
bertahan mati-matian.
Sampai akhirnya rombongan yang di
belakang dapat kabar kalau di depan ada
pertempuran dan ya mereka pun bergegas
buat ngirim bantuan.
Dengan tambahan bantuan, pasukan Salju
Grum pun terpaksa buat mundur lagi. Kali
ini mereka sadar kalau pasukan salib
udah jadi ancaman yang serius. Rombongan
ini gak bisa dikalahin lewat pertempuran
terbuka.
Sultan Kilit pun mutusin buat pai
strategi lain. Pakai taktik bumi hangus.
Ya, sumur-sumur dihancurin, makanan
dibuang, ladang dibakar.
Tujuannya biar pasukan salib enggak bisa
ngisi ulang persediaan makanan mereka.
Perjalanan pasukan salib pun berubah
jadi seleksi alam. Banyak pasukan dan
kuda yang tumbang di jalan karena kaosan
sama kelaparan.
Tapi ya walaupun gitu mereka masih tetap
gasin.
Setelah berminggu-minggu di perjalanan
akhirnya pasukan salib berhasil keluar
dari wilayah Saljuk Grum dan mulai masuk
ke wilayah Suriah.
Sebelum ke tujuan utama mereka mau
nargetin kota Antiokia dulu.
Lama anjir. Ngapain ya? Masa dia mau
ninggalin benteng segede ini di belakang
nanti kita kena bokong anjir. Jadi ya
mending kita ambil checkpoint dulu biar
aman. Yuk gas. Dan ya pengepuhan
Antiokia pun dimulai. Tapi masalahnya
benteng Antiokia ini jauh lebih kuat
daripada benteng kota sebelumnya.
Pengepungan pun jadi molor bahkan sampai
berbulan-bulan.
Tapi tiba-tiba ada seorang penjaga
benteng yang diam-diam berkhianat dan
ngebukain jalan buat pasukan salib masuk
ke dalam kota.
Anjir dibuka cuk. Gaskan lah. Kok iso lu
yang nyuap ya? Dan akhirnya kota ini
berhasil dikuasain lewat serangan dari
dalam. Tapi sebelum sempat ngerayain
kemenangan, tiba-tiba pasukan gabungan
dari penguasa Saljuk datang. Ya, mereka
mau ngerebut balik kota Antiokia.
Pasukan Sali pun terpaksa buat tempur
lagi.
Tapi akhirnya pasukan gabungan ini
berhasil dipukul mundur dan pasukan
salib berhasil mempertahankan kota
Antiokia.
Nah, mereka enggak langsung lanjutin
perjalanan. Mereka istirahat dulu di
kota Antiokia ya. Karena kan habis
perang besar jadi ya bengek lah. Mereka
mau isi ulang persediaan sama tenaga
mereka dulu. Nah, pas di momen ini ada
perselisihan di antara bangsawan si
Bohemon. Dia ngeklaim kalau kota
Antiokia ini miliknya. Lah, gimana sih
lu lupa sama perjanjian kita ke Bytium?
Wilayah Bizantium yang berhasil direbut
balik dari Saljuk harus dibalikin lagi
ke gua. Oke.
Alah, dia aja enggak ikut bantuin.
Mentok-mentok di Kota Nicaya itu juga
dia yang ambil. Anjir, Bro, lu ngerusak
citera perang suci, woi. E, [berdehem]
bodo amat ah. Gua gak ikut loh. Anomali
anjir. Dan beberapa bulan kemudian,
pasukan salib ngelanjutin perjalanan
mereka lagi. Tapi kali ini behemon
enggak ikut. Dia beneran menetap di kota
Antiokia dan ngendiriin ke Pangeran
Antiokia. Ya, kayak bikin negara
kekuasaannya sendiri lah. Dan Godfrey
sama Rayond tetap ngelanjutin
perjalanannya. Mereka mulai masuk ke
wilayah kekhalifahan Fatimiah. Setelah
menempuh jauhnya perjalanan, akhirnya
mereka sampai di Yerusalem.
Dan ya, pengepungan Yerusalem pun
dimulai. Sekarang pasukan Salib
berhadapan sama pasukan Fatimiyah.
Pertahanan dari pasukan Fatimiyah ini
juga lumayan kuat yang bikin pengepungan
Yerusalem berlangsung berminggu-minggu.
Nah, pasukan salib ini sadar kalau
mereka kekurangan alat pengepungan.
Mereka pun juga mulai bikin alat
pengepungan dari kayu-kayu yang ada di
wilayah itu. Bahkan ada yang ngambil
kayu dari kapal yang ada di pesisir.
Mereka pun berhasil bikin menara-menara
pengepuan raksasa dan pendobrak gerbang.
Ya, ini persiapan buat serangan penentu.
[bernyanyi]
Sebelum serangan penentu, pasukan salib
ngelakuin prosesi keagamaan. Mereka
jalan ngelilingin Yerusalem sambil
berdoa minta perlindungan dari Tuhan.
Tanggal 14 Juli 1999,
pengepungan dimulai lagi. Di sisi utara,
pasukan Godfrey terus maju sambil
ngebawa alat pengepungan.
Dan di selatan Rayond juga ngelakuin hal
yang sama. Mereka mulai mendekat ke
tembok sambil ngebawa alat pengepungan.
Tapi buat mendekat ke tembok gak
segampang itu. Pasukan salib terus
dihujanin proyektil sama pasukan
Fatimiyah yang ada di atas benteng.
Karena korban yang terus berjatuhan,
mereka gak bisa maju lebih jauh lagi dan
mutusin buat mundur.
Ngelihat serangan hari pertama gagal,
Godfrey jadi punya ide baru. Di malam
harinya, Godfrey diam-diam salah satu
menara pengepungan ke sisi tembok yang
pertahanannya lebih lemah. Dan pas pagi
harinya pasukan Salib ngelanjutin
pengepungan lagi. Nah, di sini pasukan
Fatimiyah kaget melihat ada menara yang
maju di sisi tembok lain. Ya, itu menara
yang ditaruh Godfrey semalam. Pasukan
Fatimia pun ngebagi pasukannya lagi.
Tapi si Rayond juga udah memerintahin
pasukannya buat nge-back up mereka.
Sampai akhirnya menara ini berhasil
sejajar sama tembok dan jembatan pun
mulai dibuka. Pasukan Gutfri pun jadi
yang pertama naik ke atas tembok. Nah,
dari sini pertahanan pasukan Fatimiyah
jadi pecah dan menara-menara yang lain
juga berhasil ikut nyusul. Sekarang
tembok Yerusalem udah dipenuhin sama
pasukan salib. Sampai akhirnya gerbang
juga berhasil dijebol dan pasukan salib
sudah mulai masuk ke dalam kota. Ya,
pertahanan Yerusalem berhasil ditembus
dan kota pun mulai dijarah. Bahkan
setelah Yerusalem dikuasain terjadi
pembantaian besar ke penduduk Yerusalem.
Wis, ini peristiwa paling tragis lah
dalam sejarah perang salib.
Dan beberapa hari kemudian, Godfrey
dipilih jadi pemimpin Yerusalem. Ia bisa
dibilang kayak jadi raja. Anjay, ketua
kita jadi pemimpin jir. Eh, yoi, hidup
Godfrey. Enggak lah. Ah, ternyata si
Godfrey nolak gelar raja. Dia kayak
ngerasa enggak pantes pakai mahkota
emas. Sedangkan Yesus disalibkan di kota
ini pakai mahkota duri. Lah, tapi itu lu
udah pakai mahkota emas. Eh, nih tanya
autornya. Enggak jelas emang Bimo.
Gutfre pun lebih milih gelar pelindung
makam suci. Btw, dia tetap jadi pemimpin
Yerusalem. Cuman e kayak beda gelar lah.
Dan ya, sejak saat itu Yerusalem jadi
berpindah tangan ke umat Kristen.
Oke, bentar. Mungkin buat sejarah perang
salib ini bakal gua jadiin banyak video
ya biar nyatalah ngeditnya. Ternyata
capek juga anjir.
Dan ya wislah ya sampai jumpa bertemu di
eh sampai bertemu di video selanjutnya.
Tamam. Can't see me loveing nobody
[musik] you for all
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Apakah Sekarang Waktunya Beli Bitcoin di Harga Bottom? - Ft. Angga Andinata
Leon Hartono · English

SPLDV [Part 1] - Mengenal SPLDV + Metode Grafik
Benni al azhri · English

ما الذي سيحدث لجسدك إن مارست رياضة المشي كل يوم
NADER · English

Keanekaragaman Makhluk Hidup - Manfaat dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Scola LMS · English

6
Flores Flores Lidia · Spanish

ภิกษุณี - คุณธัญญ์วาริน สุขะพิสิษฐ์
แผนงานสื่อศิลปวัฒนธรรม สร้างเสริมสุขภาพ · English

第五季回歸,陸川與室友嬉鬧不斷,遠赴海外拓新局覓人才驚艷國際賽事,老家青年追查其過往探望故人后終看清他沉穩真誠本心
九菇凉 · Indonesian

Tema 1: El Estado
CENCAP CONTRALORIA · Spanish

contoh sambutan haul bahasa Indonesia sederhana
Rahman Adiwisastra Official · Indonesian

BAB 3 NIHONGO KIRA KIRA
NUR AINIH · Indonesian

EL Barrio Me Vio Crecer -Santa Fe Klan & AXS Axel Santos
AXS LV Entertainment · Spanish

BADAN USAHA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA - MATERI EKONOMI KURIKULUM MERDEKA - BUMN, BUMD DAN BUMS
Aji Suhendra · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.