0:20
Sebagaimana terlihat dalam gambar, kita
0:22
biasanya membaca lima sila ini satu
0:25
persatu secara berurutan. Seperti
0:27
[musik] dinyatakan dalam instruksi
0:29
Presiden nomor 12 tahun 1968,
0:33
pelafalannya adalah sebagai berikut.
0:35
Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua,
0:39
yang adil dan beradab. Tersatuan
0:42
Indonesia. Empat, kerakyatan [musik]
0:45
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
0:47
dalam permusyawaratan perwakilan. Lima,
0:50
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
0:53
[musik] Indonesia. Dalam buku berjudul
0:55
Uraian Pancasila 1984
0:59
yang ditulis bersama empat tokoh lain
1:01
yakni Ahmad Soebarjo, [musik]
1:03
A Maramis Sunarjo, dan A G Pringgodigdo.
1:08
Hatta memberikan [musik] tambahan
1:09
penjelasan mengenai cara memahami dan
1:11
mengamalkan Pancasila. Menurut Hatta,
1:14
karena Pancasila adalah lima asas
1:16
[musik] atau prinsip yang merupakan
1:18
dasar dan ideologi negara, pemaknaan dan
1:21
penerapannya tidak bisa dipisah-pisah.
1:23
Sebagai sila [musik] pertama, Ketuhanan
1:26
Yang Maha Esa hadir menjadi sila yang
1:28
memimpin atau menjiwai seluruh sila-sila
1:31
Untuk itu, pengamalan sila ketuhanan di
1:33
dalam Pancasila tidak [musik] hanya
1:35
dilihat sebatas pada bentuk-bentuk
1:37
peribadatan agama, keyakinan seseorang,
1:39
[musik] tetapi lebih luas dalam bentuk
1:41
sikap mengasihi sesama manusia,
1:43
membangun persatuan bangsa, aktif
1:46
berdemokrasi, hingga mewujudkan
1:48
kesejahteraan [musik] bersama
1:49
sebagaimana diajarkan oleh sila kedua
1:51
sampai kelima. Begitupun sebaliknya,
1:54
[musik] pengamalan seseorang terhadap
1:56
sila kemanusiaan, persatuan, kerakyatan,
2:00
dan keadilan sosial dalam Pancasila
2:02
mesti dilihat [musik] sebagai bentuk
2:04
keimanan dan ketakwaannya terhadap Tuhan
2:06
Yang Maha Esa sebagaimana diajarkan oleh
2:09
sila pertama. Jika diurai lebih detail
2:11
lagi, kita akan mendapati bentuk-bentuk
2:14
keterhubungan antar sila [musik]
2:15
Pancasila sebagai berikut. pertama
2:18
hubungan sila pertama dan kedua dengan
2:21
keterkaitan atas keduanya. Pancasila
2:24
tidak hanya menghendaki setiap orang
2:26
yang menjadi bagian dari bangsa
2:27
Indonesia untuk meyakini dan menjalankan
2:30
ajaran-ajaran agama yang dipeluknya,
2:32
tetapi juga mengamalkan ajaran-ajaran
2:34
tersebut dalam bentuk cinta atau kasih
2:37
sayang kepada sesama manusia sebagai
2:39
makhluk Tuhan Yang Maha Esa. [musik]
2:41
Demikian juga sebaliknya, kasih sayang
2:44
kita pada sesama manusia sebagaimana
2:46
yang diajarkan [musik] sila kemanusiaan
2:48
yang adil dan beradab harus dilandasi
2:51
oleh keimanan kita kepada Tuhan Yang
2:53
Maha Esa sebagaimana ditegaskan oleh
2:55
[musik] sila pertama. Kedua, hubungan
2:58
sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan
3:00
[musik] sila persatuan Indonesia
3:02
kebangsaan juga seperti itu. Hubungan
3:05
kedua sila ini melahirkan prinsip
3:07
[musik] ketuhanan yang diimani dan
3:08
diamalkan dalam bentuk rasa cinta kita
3:11
kepada tanah air dan bangsa Indonesia
3:13
dengan segala macam upaya di dalamnya,
3:16
baik untuk menjaga kelestarian alamnya
3:18
maupun untuk merawat persatuan [musik]
3:19
dan kesatuan bangsa di tengah
3:21
keberagaman suku, agama, bahasa, dan
3:26
Oleh karena itu, dalam kaitan [musik]
3:29
inilah ajaran ketuhanan di semua agama
3:31
dan kepercayaan di Indonesia harus
3:33
dilihat sebagai ajaran yang memupuk rasa
3:35
cinta [musik] tanah air dan bangsa
3:37
kepada para pemeluk-pemeluknya.
3:40
Ketiga, hubungan sila kemanusiaan
3:42
[musik] yang adil dan beradab. Kedua,
3:44
dengan sila persatuan Indonesia. Ketiga,
3:48
seperti yang disampaikan Soekarno
3:49
[musik] dalam pidato 1 Juni 1945
3:53
bahwa Pancasila menghendaki terjadinya
3:55
keseimbangan [musik] status dalam diri
3:57
setiap manusia Indonesia antara menjadi
3:59
bagian dari umat manusia global dan
4:02
menjadi bagian [musik] dari bangsa
4:04
Indonesia. Dengan itu, identitas
4:07
kebangsaan [musik] yang diajarkan oleh
4:08
sila ketiga pada dasarnya merupakan
4:10
bagian dari identitas kemanusiaan
4:12
secara universal sebagaimana dikehendaki
4:17
Karena itu, bangsa Indonesia [musik]
4:18
bukanlah bangsa yang menganggap status
4:20
dirinya lebih tinggi dari bangsa lain.
4:23
Ia mengakui dirinya sebagai bagian
4:25
[musik] dari seluruh umat manusia yang
4:27
memiliki agama, suku, dan bangsa yang
4:30
berbeda-beda. [musik] Pada saat
4:32
bersamaan, ia dituntut untuk selalu
4:34
hidup harmonis dalam relasi yang setara
4:36
sebagai sesama makhluk Tuhan Yang Maha
4:38
Esa. Keempat, hubungan sila persatuan
4:42
Indonesia. Ketiga, dan sila kerakyatan.
4:45
Keempat, dalam hal ini, sila ketiga yang
4:48
melahirkan prinsip [musik] kebangsaan
4:50
mesti dipahami sebagai paham yang di
4:52
dalamnya memiliki nilai-nilai [musik]
4:54
demokrasi atau kedaulatan rakyat. Dengan
4:57
demikian, seluruh upaya yang dilakukan
4:59
negara ataupun masyarakat dengan
5:01
mengatasnamakan bangsa Indonesia tidak
5:04
boleh bertentangan [musik]
5:05
dengan keberadaan hak-hak asasi manusia
5:07
yang tertanam dalam prinsip demokrasi.
5:10
Selain itu, keberadaan hubungan antara
5:12
sila ketiga dan sila keempat ini juga
5:15
menghendaki [musik] agar semua orang
5:16
yang menjadi bagian dari bangsa
5:18
Indonesia harus dilihat dalam posisi
5:20
yang setara dan sama-sama bisa berperan
5:22
untuk memajukan [musik] negara dan
5:24
bangsa Indonesia. Seperti yang
5:26
disampaikan oleh Soekarno dalam pidato 1
5:31
negara Indonesia [musik] bukanlah negara
5:33
yang lahir dan dijalankan oleh sebagian
5:35
kelompok tertentu dari bangsa [musik]
5:37
Indonesia, melainkan negara yang
5:39
dijalankan oleh semua dan untuk semua
5:41
bangsa [musik] Indonesia. Kelima,
5:44
hubungan sila kerakyatan. Keempat, dan
5:47
sila keadilan sosial. [musik] Kelima,
5:50
sila kerakyatan dan sila keadilan sosial
5:52
memiliki hubungan yang sangat [musik]
5:54
erat. Hal ini berarti bahwa prinsip
5:56
demokrasi yang semestinya dijalankan di
5:58
Indonesia tidak hanya dimaknai sempit
6:00
dalam aspek politik [musik] yang biasa
6:02
dicontohkan melalui penggunaan hak atau
6:04
suara rakyat dalam pemilihan umum
6:06
ataupun [musik] menyuarakan aspirasi
6:08
pendapatnya di ruang-ruang publik. Lebih
6:11
luas dari itu, prinsip demokrasi [musik]
6:13
yang dijalankan juga harus mengikut
6:15
sertakan aspek kesetaraan di bidang
6:17
sosial ekonomi yang berujung pada
6:19
terciptanya kesejahteraan hidup seluruh
6:21
masyarakat Indonesia. [musik]
6:23
Artinya dalam konteks hubungan antara
6:26
sila keempat dan kelima, pelaksanaan
6:28
demokrasi di dalam kehidupan bernegara,
6:31
berbangsa, dan bermasyarakat tidak hanya
6:33
mengarah pada hadirnya [musik] kebebasan
6:35
atau kedaulatan rakyat semata, tetapi
6:38
juga terwujudnya pembangunan yang
6:40
dilakukan pemerintah untuk mencapai
6:41
keadilan sosial atau kesejahteraan
6:44
rakyat yang menjadi bagian dari hak
6:46
sosial ekonomi warga negara. Dari uraian
6:49
di atas dapat disimpulkan bahwa lima
6:51
sila Pancasila sesungguhnya memiliki
6:53
sifat saling terkait dan tidak dapat
6:55
berdiri sendiri. Jika salah satu sila
6:58
dihilangkan, hilanglah makna kesatuan
7:00
yang terkandung dalam Pancasila. Dengan
7:03
demikian, ketika kita hendak memahami
7:05
dan mewujudkan Pancasila, sejatinya kita
7:08
tidak boleh menganggap bahwa satu sila
7:10
dalam Pancasila lebih penting dari
7:12
sila-sila yang lain. Karena kelimanya
7:14
merupakan satu kesatuan yang bulat dan
7:16
padu. Sebagai anak bangsa yang baik,
7:19
kita mesti mengamalkan seluruh sila-sila
7:22
tersebut dalam kehidupan sehari-hari.