Full Transcript

·YouTLDR

Webinar Audit 23 Juli 2026

1:35:14IndonesianTranscribed Jul 25, 2026
0:54

Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi

0:56

wabarakatuh.

0:58

Selamat malam, Teman-teman semuanya.

1:00

Oke, alhamdulillah pada malam hari ini

1:03

kita bisa bertemu dalam agenda webinar

1:06

audit pada malam hari ini dalam keadaan

1:09

sehat walafiat.

1:12

Oke, sebelumnya perkenalkan ee nama saya

1:15

Nurul Fatimah yang akan menyampaikan

1:17

terkait dengan materi untuk webinar kita

1:19

pada malam hari ini.

1:22

Oke, saya izin share screen terlebih

1:24

dahulu.

1:26

Oke,

1:43

untuk share screen saya sudah terlihat

1:46

ya.

2:03

Oke, terima kasih atas konfirmasinya.

2:10

Oke.

2:13

Baik, untuk

2:18

malam hari ini kita akan sedikit ee

2:21

belajar ya terkait dengan audit itu

2:24

sendiri. Jadi kalau misalkan teman-teman

2:27

mungkin ee di sini sudah ada yang

2:30

ee masih mahasiswa di sini statusnya

2:32

rata-rata apa? Mahasiswa atau sudah

2:35

bekerja? Boleh ditulis di kolom chat-nya

2:37

mungkin supaya kita

2:43

tahu nih teman-teman rata-rata ini

2:45

mahasiswaah atau sudah bekerja.

2:58

PR graduate mahasiswa kerja Kak. Oke

3:01

sudah ada. Oke sudah.

3:08

Maba first graduate kerja. Oke, lebih

3:11

banyak first graduate-nya ya. Ada yang

3:14

masih camaba sudah bekerja, sudah

3:16

bekerja. Kerja kerja. Oke, banyak ya

3:19

berarti ada yang mahasiswa, ada yang

3:21

sudah bekerja dan juga ee PR graduate

3:24

ya. Mungkin yang masih

3:27

mencari info

3:30

kerja ya. Wah, Maba, ada yang sudah mau

3:33

belajar audit ini. Keren banget.

3:46

Oke, Teman-teman. Nah, di sini nanti

3:48

untuk materi kita e terkait dengan

3:50

decoding audit, yaitu profesi di balik

3:53

kepercayaan bisnis global. Kalau

3:55

misalkan mungkin dari teman-teman yang

3:58

masih mahasiswa atau

4:02

atau yang tadi masih mabade dan fres

4:04

graduate kalau ada mendengar

4:08

terkait dengan audit gambaran

4:10

teman-teman audit itu seperti apa atau

4:12

pekerjaan auditor itu apa?

4:15

Boleh dong ee terkait dengan pemahaman

4:17

teman-teman nih terkait dengan auditor

4:20

itu menurut teman-teman seperti apa?

4:23

Oke,

4:30

ada yang ee berpendapat kah terkait

4:32

dengan profesi auditor di mata

4:35

teman-teman yang selama ini mungkin

4:38

teman-teman ketahui atau teman-teman

4:40

pelajari?

4:48

Oke. Pemeriksa laporan keuangan.

4:54

Mengevaluasi.

4:56

Cek kepatuhan.

4:59

Pemeriksa laporan keuangan, evaluasi

5:01

data. Oke. Bermacam-macam ya.

5:10

Oke, ini banyak yang muncul.

5:23

Oke, ini banyak. Oke, ini ada yang

5:25

jawaban yang

5:29

keren nih. Entar aduh chatnya.

5:33

Kalau anak akuntansi belajar A sampai Z.

5:35

Kalau anak kalau auditor belajar

5:39

kerjanya memeriksa dari Z ke A. Oke,

5:43

memastikan lapangan sesuai dengan

5:44

lapangan. Oke.

5:50

Oke. Banyak ya ee terkait dengan

5:52

pemahaman teman-teman yang cukup beragam

5:55

tapi masih banyak yang

5:59

beranggapan bahwa auditor itu adalah

6:01

pemeriksa laporan keuangan yang

6:03

mencari-cari kesalahan gitu ya. lebih

6:07

tepatnya seperti seorang investigator

6:09

gitu ya, memeriksa nih apakah laporan

6:11

keuangannya itu sudah disajikan ee

6:14

sesuai dengan standar atau belum. Nah,

6:16

itu ee terkait dengan pemahaman mungkin

6:20

yang tertanam ya di benak teman-teman

6:22

ketika teman-teman itu mendengar kata

6:25

profesi auditor. Tapi sebenarnya di

6:29

balik itu semua auditor itu tidak hanya

6:32

sebatas sebagai agen untuk seperti agen

6:36

detektif ya yang memeriksa laporan

6:38

keuangan kemudian melihat apakah laporan

6:42

keuangan itu sudah sesuai dengan standar

6:43

yang ada gitu. ada terkait dengan

6:47

profesi auditor ini. Di mana profesi

6:51

auditor ini

6:54

sebagai

6:57

trusted gitu ya, sebagai agen yang mana

7:01

auditor itu memiliki

7:04

sebuah profesi yang sangat-sangat

7:07

berpengaruh kepada pihak-pihak yang

7:10

lainnya gitu. Karena apa? Karena dengan

7:12

opini yang dikeluarkan oleh auditor itu

7:14

nanti akan berpengaruh kepada

7:16

keputusan-keputusan yang dilakukan oleh

7:19

pihak lain. Contohnya seperti apa?

7:20

Contohnya nanti ketika laporan keuangan

7:22

audit itu sudah terbit,

7:23

keputusan-keputusan bagi pihak

7:25

manajemen, pemerintah, investor, nah itu

7:27

akan

7:29

berpacu pada hasil audit kita. Sehingga

7:31

sebenarnya profesi audit ini ee tidak

7:34

hanya terkait dengan seorang investigasi

7:39

gitu. Nah, ini kita next

7:47

kursornya.

7:51

Oke. Nah, di sini ee auditor itu bukan

7:55

hanya sekedar mencari-cari kesalahan

7:58

yang tadi ya terkait dengan ee

8:00

teman-teman katakan gitu. Karena pada

8:03

praktiknya dalam suatu bisnis global.

8:07

Jadi ketika perusahaan itu bergerak,

8:10

profesi auditor itu tidak hanya sebagai

8:13

seorang detektif yang mencari-cari

8:15

kesalahan. Jadi pandangan usang melihat

8:18

auditor hanya sebagai pencari kesalahan

8:20

di masa lalu, gitu. Jadi profesi audit

8:23

sekarang itu sudah ee beranjak di mana

8:28

terkait dengan

8:30

profesi auditor itu seperti katalis tata

8:32

kelola. Jadi realitanya sekarang auditor

8:36

itu memiliki proses pemeriksaan yang

8:38

sistematis gitu. Jadi selain memeriksa

8:41

tadi kan banyak yang beranggapan bahwa

8:43

auditor itu memeriksa laporan keuangan.

8:46

Tapi selain memeriksa laporan keuangan,

8:48

auditor juga bertujuan untuk memeriksa

8:51

keyakinan informasi sesuai standar. Jadi

8:54

tidak hanya informasi keuangan saja yang

8:57

dilakukan oleh auditor. Kemudian

9:00

memastikan nih apakah laporan keuangan

9:02

laporannya itu sudah bebas dari salah

9:05

saji materil gitu. Maksudnya salah saji

9:08

materil ini bisa dari akibat kekeliruan

9:11

gitu ya, adanya error maupun dari

9:13

kecurangan ataupun dari fraud yang

9:16

dilakukan oleh orang-orang di dalamnya

9:18

gitu. Orang-orang yang berhubungan

9:20

dengan laporan tersebut. Kemudian

9:23

membantu meningkatkan kualitas tata

9:25

kelola perusahaan secara menyeluruh.

9:27

Jadi auditor itu juga hadir sebagai agen

9:30

untuk membantu nih supaya tata kelola

9:32

perusahaan itu menjadi tata kelola

9:35

perusahaan yang menyeluruh atau sekarang

9:37

istilahnya banyak teman-teman mungkin

9:38

kenal dengan eh istilah good corporate

9:41

governance yaitu tata kelola perusahaan

9:44

eh yang menyeluruh yang [mendengus]

9:46

tidak hanya memikirkan aspek-aspek

9:48

keuangan saja tapi aspek-aspek non

9:50

keuangan itu juga menjadi

9:54

poin ya menjadi poin untuk

9:55

dipertimbangkan gitu. tu. Jadi auditor

9:58

itu bukan hanya

10:00

sebagai seorang detektif yang

10:03

mencari-mencari kesalahan atau mereka

10:05

akan terjebak dalam hal-hal yang

10:08

sifatnya krelikal,

10:11

angka-angka gitu ya. Tapi auditor modern

10:14

ini sekarang lebih banyak berfokusnya

10:16

juga terkait menilai internal control

10:19

gitu ya, pengendalian internal dalam

10:21

perusahaan. Jadi untuk melihat nih

10:23

apakah sistemnya itu ada celah enggak

10:26

nih di sistem suatu perusahaan ini?

10:28

Apakah ee masih ada hal-hal yang

10:30

terlewat dari standar standar atau SOP

10:34

perusahaan? Apakah masih ada celah di

10:36

dalamnya gitu. Terus ee terkait dengan

10:39

apakah dalam penyajian laporan keuangan

10:41

ini masih ada salah saji materil gitu.

10:44

Jadi auditor ini lebih luas lagi

10:47

cakupannya. Jadi tidak hanya sebagai

10:51

alat ya atau sebagai detektor

10:54

pencari-cari kesalahan di masa lalu

10:56

gitu, mencari-cari kesalahan dari

10:58

laporan keuangan masa lalu gitu ya.

11:00

Biasanya ee auditor kan akan melakukan

11:02

audit misalkan tahun 2025 akan diaudit

11:05

di 2026. Jadi mencari-cari kesalahan tuh

11:07

setahun setahun ke belakang tuh salahnya

11:10

dari si pembuat laporan keuangan itu apa

11:13

gitu. Jadi tidak hanya sebatas itu. Jadi

11:15

cangkupannya itu lebih luas lagi

11:17

sekarang, Teman-teman. Nah, kalau kita

11:21

lihat, nah di sini tanpa audit ekosistem

11:25

bisnis itu akan runtuh. Ini yang saya

11:27

maksud tadi. Jadi hasil keputusan

11:29

auditor, hasil laporan keuangan yang

11:31

diterbitkan oleh auditor ini akan sangat

11:34

berpengaruh pada ekosistem bisnis. Kalau

11:36

kita berbicara ekosistem bisnis, bisnis

11:39

itu tidak hanya sebuah perusahaan yang

11:40

berdiri, menghasilkan laba gitu ya.

11:43

menghasilkan profit gitu. Di dalam

11:45

siklus bisnisnya itu ada pihak-pihak

11:47

yang ada dalam lingkarannya. Contohnya

11:50

perusahaan itu pasti butuh yang namanya

11:52

investor, butuh kreditor. Kemudian butuh

11:56

juga terkait dengan berhubungan juga

11:57

dengan pemerintah regulasi-regulasi yang

11:59

ditetapkan gitu. Apakah nanti akan ee

12:03

memudahkan bagi suatu perusahaan atau

12:05

malah nanti sebaliknya gitu. Nah, ketika

12:08

auditor di sini menerbitkan sebuah

12:12

laporan ataupun auditor internal dalam

12:15

suatu perusahaan mengaudit

12:17

standar-standar operasional perusahaan,

12:19

nah itu akan berpengaruh juga bagi

12:21

perusahaannya. Kenapa? Ketika suatu

12:24

perusahaan itu laporan keuangannya atau

12:26

di dalamnya ada auditor internalnya, nah

12:29

itu akan menambah kredibilitas suatu

12:31

perusahaan tersebut. Oh, logikanya aja

12:34

ketika teman-teman mau berinvestasi nih

12:36

di sebuah perusahaan yang satunya

12:38

perusahaannya ee laporan keuangannya aja

12:41

yang dibuat oleh

12:43

ee bagian finance-nya aja. Satunya lagi

12:45

ada sebuah perusahaan yang mana laporan

12:48

keuangannya itu diaudit nih sama pihak

12:50

auditor eksternal gitu. maka otomatis

12:53

teman-teman akan lebih pilih mana, akan

12:55

lebih terust mana kepada suatu

12:57

perusahaan yang hanya ada laporan

12:59

keuangan yang dibuat oleh perusahaan itu

13:01

sendiri atau ee perusahaan yang memiliki

13:04

laporan keuangan yang telah diaudit oleh

13:06

pihak auditor eksternal. Pasti kita akan

13:08

lebih memilih perusahaan yang sudah

13:10

diaudit oleh pihak eksternal karena kita

13:12

merasa trust gitu. kita merasa oh bahwa

13:15

audit eh bahwa laporan keuangannya ini

13:17

pasti sudah ee diperiksa gitu ya, sudah

13:21

dicek apakah ee terkait dengan kewajaran

13:23

yang dilaporkan di laporan keuangannya

13:25

itu sudah wajar atau tidak gitu. Pasti

13:27

kita akan merasa trust gitu. Jadi merasa

13:30

tenang ketika kita berinvestasi di suatu

13:32

perusahaan yang memang sudah diaudit

13:34

gitu. dan juga ini juga bisa mengurangi

13:37

resiko fraud gitu karena memang tidak

13:39

menutup kemungkinan ya ketika kita

13:41

proses ya melihat apakah laporan

13:43

keuangan itu terjadi salah saja materil

13:45

atau terjadi hal-hal yang tidak sesuai

13:48

dengan standar SOP nanti akan muncul

13:52

kelihatan oh ternyata tidak kesesuaian

13:54

standar itu karena ada human error gitu

13:57

orang terkait dengan bagian keuangannya

14:00

tidak paham yang harusnya dilakukan atau

14:03

memang

14:05

ee terkait dengan kesalahan itu

14:06

dilakukan karena memang disengaja gitu

14:09

untuk menutup-nutupi sesuatu gitu. Nah,

14:12

itu juga akan bisa mengurangi resiko

14:14

fraud ketika kita sudah melakukan audit

14:18

sehingga itu dapat meningkatkan

14:20

efisiensi dan memperkuat pengendalian

14:22

internal perusahaan.

14:25

Kemudian terkait dengan hasil audit itu

14:28

juga akan sangat berpengaruh pada

14:29

investor. Jadi ketika investor itu

14:33

melihat laporan keuangan yang sudah

14:34

diaudit, nah itu akan memiliki rasa

14:37

percaya dalam mengambil keputusan dan

14:41

mencegah adanya keraguan. Jadi kalau

14:43

misalkan suatu investor mau

14:45

menginvestasikan uangnya, pasti ee

14:47

investor mau menginvestasikan uangnya

14:50

itu maunya nanti adalah profit gitu ya.

14:54

investor pasti maunya nanti jangka

14:55

panjang, maunya nanti dapat untung,

14:58

maunya nanti terkait dengan investasinya

15:00

itu bisa berjalan long gitu. Nah, kalau

15:03

misalkan laporan K-nya sudah diaudit

15:06

gitu ya, sudah di

15:09

periksa sesuai dengan kestandarannya,

15:11

nah maka itu akan mencegah kita untuk

15:14

kayaknya saya enggak perlu invest di

15:16

sini deh, gitu. Jadi itu juga menjadi

15:18

rasa percaya seorang investor ketika mau

15:22

berinvestasi di suatu perusahaan. Bagi

15:24

pihak bank juga sama. Mau meminjamkan,

15:27

lihat dulu nih apakah nanti malah ee

15:30

sepertinya akan gagal bayar gitu. Jadi

15:33

dengan adanya audit auditor ini, ini

15:37

menjadi ekosistem bisnis yang

15:39

sangat-sangat kompleks dan setiap hasil

15:43

dari laporan yang dilakukan oleh auditor

15:46

itu akan berpengaruh kepada berbagai

15:48

pihak ini gitu. Jadi terkait dengan ee

15:52

dari pelajaran skandal yang ada lemahnya

15:55

pengendalian internal dan kualitas audit

15:58

itu selalu berdampak fatal bagi

16:00

masyarakat gitu. Jadi, auditor

16:02

independen adalah jangkar kepercayaan

16:05

publik, gitu. Jadi, kalau misalkan

16:07

teman-teman di sini ingin berprofesi

16:09

sebagai auditor, ya, yang paling utama

16:11

teman-teman harus jaga itu adalah

16:13

independensi teman-teman. Karena mungkin

16:15

di luaran sana ketika teman-teman sudah

16:18

terjun langsung, godaan-godaan itu pasti

16:21

ada gitu. Ee terkait dengan

16:23

hasutan-hasutan gitu ya ee kanan kiri,

16:27

terkait dengan independensi kita. Itu

16:29

yang harus benar-benar kita jaga. gitu.

16:33

Nah, di sini ee yang teman-teman tahu

16:35

tadi terkait auditor lebih fokus pada

16:39

audit laporan keuangan gitu ya. Laporan

16:41

keuangan. Padahal pada intinya laporan

16:45

keuangan itu istilahnya kalau kita pakai

16:48

di sini pakai gunung es. Laporan

16:50

keuangan itu hanya puncaknya saja tapi

16:53

ee di dalam suatu puncak bawahnya itu

16:55

banyak komponen-komponen juga gitu.

16:57

Suatu perusahaan bisa menyajikan laporan

16:59

keuangan laba 1 triliun. laba 10 M itu

17:02

hanya puncaknya saja yang kita lihat.

17:05

Padahal di dalamnya di garis bawah

17:07

permukaan itu banyak ee bagian-bagian

17:10

juga yang memang perlu juga diaudit

17:13

gitu. Jadi enggak hanya laporan

17:14

keuangannya aja. Contohnya apa?

17:16

Contohnya terkait dengan ee IT audit.

17:20

Jadi teman-teman audit di bagian di

17:23

bagian teknologinya kayak tadi dari SOP

17:26

dan sebagainya internal audit-nya

17:28

kemudian operational audit-nya,

17:30

complient audit-nya atau forensic audit

17:33

dan investigasi audit. Nah, itu juga

17:35

suatu hal yang perlu gitu. Jadi kalau

17:38

misalkan di sini mungkin banyak ee

17:40

informasi ya bahwa ee auditor itu harus

17:44

seorang S1 akuntansi ya toh. Nah, itu

17:47

betul. ketika mau mengauditnya itu

17:49

adalah audit laporan keuangan. Karena

17:51

untuk paham bagaimana proses laporan

17:53

keuangan itu, itu kan yang dipelajari di

17:57

teman-teman yang jurusan akuntansi gitu.

17:59

Tapi kalau teman-teman sebagai internal

18:01

audit, ee IT audit gitu ya, forensik

18:05

audit dan investigasi audit itu

18:06

sebenarnya tidak harus dari jurusan

18:08

akuntansi. Jadi bisa dari jurusan lain

18:11

pun untuk berkarir sebagai seorang

18:14

auditor gitu. Nah,

18:19

nah ini terkait dengan ekspektasi dan

18:22

realita profesi di mana ini ya mitos

18:26

yang pertama itu terkait hanya

18:28

mencari-cari kesalahan manajemen yang

18:30

tadi ya kita ekspektasinya gitu bahwa

18:33

auditor itu hanya mencari-cari kesalahan

18:35

manajemen. Padahal pada faktanya selain

18:38

itu kita juga memberikan assurance dan

18:40

memvalidasi kebenaran. bukan kayak suatu

18:44

bukan seperti polisi yang mencari-cari

18:46

kesalahan, tapi kita juga memberikan

18:48

assurance atau validasi kebenaran. Kalau

18:50

misalkan suatu auditor menemukan nih ada

18:52

kesalahan salah saja materil kemudian

18:55

atau menemukan ee potensi-potensi fraud

18:58

auditor itu tidak hanya ee langsung ee

19:01

si A bersalah karena seperti ini atau

19:03

laporan keuangannya langsung tidak

19:04

wajar. Tidak gitu. kita juga memberikan

19:06

rekomendasi-rekomendasi

19:08

harusnya seperti ini sebaiknya nanti ke

19:10

depannya seperti ini seperti ini gitu.

19:12

Jadi kita juga memberikan assuran dan

19:14

memvalidasi kebenaran itu. Jadi bukan

19:16

hanya bertindak sebagai polisi. Kemudian

19:20

terkait dengan pekerjaan yang krelikar

19:23

mengecek kuitansi, mengecek laporan ee

19:26

mengecek bukti-bukti yang ada gitu. Nah,

19:29

pada faktanya auditor sekarang itu lebih

19:31

digerakkan oleh data analyze dan

19:33

tinjauan strategi tata kelola. Jadi

19:35

karena kan sekarang ee zamannya itu

19:37

sudah serba teknologi ya, Teman-teman.

19:40

Bukti transaksi [mendengus]

19:40

sekarang kuitansi itu enggak harus yang

19:42

di kertas kita cek, lihat dan sebagainya

19:45

gitu. sekarang sudah ada sistem, sudah

19:47

ada data analyze gitu ya yang membantu

19:50

kita untuk lebih cepat lagi dalam

19:52

memproses ataupun ee melihat terkait

19:56

dengan profesi audit itu. Jadi tidak

19:59

yang krelical ee berhubungan dengan

20:02

data-data mengecek-mengecek kuitansi

20:04

yang asli dan sebagainya gitu. Jadi

20:07

lebih kita sekarang mulai maju lagi nih.

20:09

Kita lebih nanti banyak menggunakan

20:12

tools-tools yang membantu gitu. Kemudian

20:15

mitos yang terakhir terkait dengan

20:17

eksklusif untuk sarjana akuntansi tadi

20:19

ya yang sedikit saya singgung juga bahwa

20:21

profesi audit itu terbuka untuk

20:23

jurusan-jurusan yang lainnya. Karena

20:25

tadi audit itu tidak hanya sebagai

20:28

polisi suatu laporan keuangan. Banyak

20:30

aspek-aspek di dalam suatu perusahaan

20:32

yang juga membutuhkan seorang auditor

20:35

gitu. Contohnya tadi teman-teman terbuka

20:37

nih untuk anak IT gitu ya. tadi terkait

20:40

dengan auditor di bidang IT, kemudian

20:42

terkait dengan hukum, teknik gitu ya,

20:44

hingga rana forensik dan ee IT audit.

20:47

Nah, itu bukan ee bukan hanya dari

20:50

jurusan akuntansi saja, tapi kalau untuk

20:53

jurusan akuntansi itu memang

20:54

disarankannya untuk teman-teman yang mau

20:57

menjadi auditor eksternal, auditor

20:59

laporan keuangan. itu memang nanti

21:02

persyaratannya ketika teman-teman mau ee

21:05

menjadi partner ya memiliki KAP sendiri,

21:08

nah itu baru teman-teman harus dari

21:10

jurusan sarjana akuntansi. Tapi kalau

21:12

teman-teman berkarir sebagai auditor

21:14

internal gitu ya, IT audit, forensik

21:17

audit atau investigasi audit, nah itu

21:19

dari jurusan apapun itu tetap bisa.

21:26

Nah, ee tadi terkait dengan ee anatomi

21:30

pemeriksaan independen ya. Jadi definisi

21:32

pemeriksaan independen dan objektif itu

21:35

atas sebuah informasi itu yang akan

21:38

dilihat gitu ya. Independensinya itu

21:40

tidak hanya terkait dengan independensi

21:42

teman-teman dalam memeriksa laporan

21:44

keuangan saja, tapi terkait dengan

21:46

operasionalnya. mengevaluasi efisiensi

21:49

proses bisnisnya. Dari proses bisnis

21:52

yang ada di dalam suatu perusahaan,

21:54

auditor akan melihat nih apakah sudah

21:57

efisien atau ternyata masih ada

21:59

step-step operasional itu yang harusnya

22:01

ini bisa dicut, harusnya ini bisa ee

22:04

dikerjakan lebih simpel lagi gitu. Jadi

22:06

terkait dengan mengevaluasi

22:08

operasionalnya, kemudian juga terkait

22:10

dengan kepatuhannya, apakah memastikan

22:12

kepatuhan ketat pada regulasi gitu ya.

22:16

Ee terkait dengan ini juga ee auditor

22:19

pajak gitu ya. Kita melihat nih apakah

22:22

ee terkait dengan kepatuhan terkait

22:24

perpajakannya atau mungkin

22:25

kepatuhan-kepatuhan terkait dengan ee

22:28

undang-undang yang ada.

22:30

Nah, itu juga menjadi salah satu

22:35

fungsi, salah satu hal yang akan

22:37

diperiksa oleh auditor dan juga terkait

22:40

dengan IT dan forensik. Karena memang

22:42

sekarang kita sudah di zamannya kita

22:45

harus ee sangat melag terkait dengan

22:48

informasi teknologi. Jadi terkait dengan

22:51

pengamanan sistem, kemudian terkait

22:54

dengan investigasi kecurangan di dalam

22:56

suatu sistem itu juga bagian ranah dari

22:58

audit. Nah, tapi itu juga bukan profesi

23:02

ee auditor yang memeriksa laporan

23:04

keuangan ya, tapi tadi ada yang namanya

23:06

sendiri IT audit gitu. Nah, untuk ee

23:11

praktiknya itu juga diatur oleh standar

23:15

audit yang ditetapkan oleh IAP gitu.

23:18

Kalau di Indonesia memang untuk standar

23:21

audit itu diterapkannya masih oleh IAP

23:26

ataupun kalau misalkan mengadopsi dari

23:28

luar itu biasanya ee mengadopsi CHOSO

23:31

gu. Nah, terkait dengan pilar pengawasan

23:34

ya tadi ee di awal sudah dijelaskan

23:38

selain memeriksa laporan keuangan ada

23:40

juga terkait dengan memastikan nih

23:43

terkait dengan kelangsungan tata kelola

23:45

perusahaan supaya menjadi suatu

23:47

perusahaan yang good corporate

23:49

governance. Apa sih good corporate

23:50

governance? Mungkin banyak yang sudah

23:52

familiar ya di telinganya good corporate

23:55

governance gitu atau GCG gitu.

23:57

Sebenarnya untuk aspek GCG ini juga

23:59

cukup luas ya gitu. Salah satunya itu

24:02

terkait dengan aspek keuangannya, aspek

24:06

internalnya, kemudian aspek

24:07

pemerintahannya, gitu. Jadi untuk ee

24:10

bisa pilar pengawasan bagi suatu

24:14

perusahaan untuk menjadi good corporate

24:16

governance, pengawasannya itu bisa

24:18

dilakukan oleh ketiga

24:21

auditor ini. Auditor yang pertama pasti

24:24

auditor eksternal, yaitu pihak eksternal

24:26

yang memiliki independensi, tidak

24:28

berhubungan dengan perusahaan. mereka

24:30

yang terpisah gitu ya dari jajaran dari

24:33

jajaran struktur ee organisasi kita di

24:36

suatu perusahaan sehingga bisa

24:38

memberikan opening independen nih untuk

24:41

publik, investor, dan juga kreditur

24:43

gitu. Jadi biasanya laporan-laporan

24:45

keuangan yang dihasilkan oleh auditor

24:48

eksternal itu digunakan untuk

24:52

investor, kreditur ataupun publik.

24:54

Misalkan teman-teman seorang investor di

24:57

Bursa Efek Indonesia itu kan biasanya

24:59

diterbitkan ya laporan-laporan keuangan

25:01

yang sudah diaudit oleh

25:04

KAPKAP ee lebih tepatnya KAPKAP Big 4

25:07

biasanya ya kalau yang di BEI tapi ada

25:10

juga yang eh non big 4 juga. Nah,

25:12

kemudian auditor selanjutnya auditor

25:14

internal itu audit ee seorang auditor

25:18

yang bekerja di dalam internal

25:20

perusahaan memastikan nih bahwa terkait

25:23

dengan manajemennya, operasionalnya,

25:25

resiko dan efisiensi operasional ini

25:27

berjalan dengan baik gitu. Jadi

25:29

memeriksanya kalau tadi yang eksternal

25:31

itu memeriksa terkait dengan laporan

25:33

keuangan kita yang kita sajikan. Kalau

25:35

auditor internal lebih ke operasional

25:37

perusahaannya gitu. Apakah terkait

25:40

dengan manajemen kita itu sudah sesuai

25:43

ada atau mungkin kegiatan operasional

25:45

kita sangat-sangat tidak efisien. Nah,

25:47

itu yang memeriksa auditor internal yang

25:49

lebih tahu gitu. Kalau auditor eksternal

25:52

ya fokusnya pada angka yang ada di di

25:54

dalam laporan keuangan. Angkanya ini

25:56

dari mana seperti apa, ditelusuri terus

25:59

terus terus ya sampai ke ujungnya. Tapi

26:01

kalau auditor internal itu lebih ke

26:04

manajemennya. Kemudian yang terakhir itu

26:06

ada auditor pemerintah.

26:09

Ada auditor pemerintah ini siapa sih?

26:11

BPK dan BPKP. Jadi fokusnya ini terkait

26:14

dengan mengawal akuntabilitas keuangan

26:16

dan pengamanan terkait dengan aset

26:19

negara gitu. Ketika mungkin perusahaan

26:22

kita berhubungan juga dengan pemerintah

26:24

dan sebagainya. Untuk di sektor

26:26

pemerintah gitu ya. Auditornya siapa ya?

26:29

Auditornya adalah BPK dan BPKP.

26:33

Nah, ini tadi terkait dengan ee gambaran

26:36

ya, gambaran sekilas terkait dengan

26:39

profesi audit.

26:41

Jadi dari klaim manajemen gitu ya, dari

26:43

klaim manajemen kemudian dibuktikan

26:45

dengan independency audit, dibuktikan

26:48

dengan bukti-bukti objektif dan good

26:51

corporate governance study sehingga

26:54

dapat

26:58

ee terciptanya keputusan investor itu

27:01

dalam suatu kalau investor publik ya

27:05

biasanya kan kita di

27:07

pasar modal gitu ya. sehingga terkait

27:10

dengan pengambilan keputusannya itu

27:12

lebih stabil. Jadi enggak jadi kalau

27:14

teman-teman tahu mungkin ya banyak ee

27:17

perusahaan-perusahaan yang baru gitu ya

27:20

atau mungkin ee terkait dengan

27:21

saham-saham yang mungkin bisa dibilang

27:25

saham-saham gorengan dan sebagainya.

27:26

Nah, itu kan terkait dengan ee hasil

27:29

keputusan di pasar modalnya itu kurang

27:31

stabil. Beda lagi dengan mungkin

27:33

saham-saham di perusahaan-perusahaan

27:34

yang sudah besar. Kemudian terkait

27:37

dengan independensi dari auditornya

27:39

terjaga, bukti-buktinya ee bukti-bukti

27:42

nyata yang diterapkan perusahaan

27:44

tersebut gitu ya. Ee terkait

27:47

sustainability report-nya yang dilakukan

27:49

itu benar-benar terlihat gitu. Nah,

27:51

biasanya bisnis-bisnis seperti itu ee

27:54

untuk

27:56

seorang investor di dalam perusaha di

27:59

dalam pasar modal itu lebih stabil dalam

28:02

melihat terkait dengan mau berinvestasi

28:06

di perusahaan tersebut. Beda lagi kalau

28:08

ini kalau teman-teman mungkin ada yang

28:10

ikut ya jual beli saham. Kalau

28:12

saham-saham yang mungkin biasanya

28:15

istilahnya ya, Teman-teman itu

28:16

mengistilahkan saham gorengan itu panik

28:19

nih harus jual, harus beli, harus jual,

28:21

harus beli gitu. Tapi kalau untuk

28:23

saham-saham yang mungkin sudah blue chip

28:25

gitu ya, Teman-teman lebih stabil mau

28:26

naik turun, Teman-teman tetap ee percaya

28:29

gitu bahwa perusahaannya itu akan terus

28:31

ee going akan terus going concern, terus

28:34

meningkatkan ee terkait dengan

28:39

profitnya, terkait dengan manajemennya

28:42

gitu. Akan lebih trust teman-teman gitu.

28:45

Jadi tanpa audit juga sistem kredit akan

28:49

runtuh juga dan juga laporan teraudit

28:51

mengubah klaim sepihak menjadi fakta

28:54

yang dapat diandalkan. Kalau perusahaan

28:56

manajemennya mengklaim perusahaan kita

28:59

ini sangat-sangat ee memiliki masa depan

29:02

yang baik gitu ya, nanti kita bisa dapat

29:04

profit sekian sekian sekian gitu. Nah,

29:07

dengan adanya audit nah ini menjebatani

29:09

hal-hal tersebut gitu. Bahwa benar nih

29:12

klaim yang kita lakukan itu benar. Jadi

29:14

kita enggak hanya asal ngomong atau

29:16

mungkin malah sebaliknya klaim yang

29:18

dilakukan perusahaan itu ternyata klaim

29:20

yang asimetri informasi atau hanya

29:23

dibuat oleh manajemen untuk bisa

29:25

mendapatkan kepercayaan publik, untuk

29:27

bisa mendapatkan bonus-bonus gitu. Jadi

29:30

ee peran auditor itu juga menjadi

29:32

sangat-sangat krusial

29:39

ketika filter integritas gagal berfungsi

29:42

tadi ketika suatu audit ya audit itu

29:46

menjadi

29:48

integritasnya itu tadi teman-teman

29:51

ketika menjadi seorang auditor

29:53

independensinya memang harus

29:54

sangat-sangat dijaga. Ketika itu tidak

29:57

terjadi, maka ada an ee anatomi

30:00

kegagalan di mana manipulasi akuntansi

30:03

itu akan terjadi seperti apa? Seperti

30:05

piutang fiktif yang dicatat sebagai

30:07

pendapatan sah gitu. Jadi dalam

30:09

teman-teman nanti melakukan audit akan

30:12

ee menemukan banyak-banyak kasus ya di

30:14

dalamnya. Entah itu karena memang human

30:16

error-nya atau mungkin memang

30:18

disengajanya sehingga dampak sistem ee

30:21

sistemnya itu kehancuran nilai saham

30:24

gitu. Yang harusnya perusahaan ini itu

30:27

rugi. Tapi karena tadi kegagalan dari

30:30

mungkin banyak ya kasus-kasus

30:31

teman-teman menemui harusnya

30:33

perusahaannya rugi tapi auditornya,

30:37

perusahaannya itu mengklaim bahwa dia

30:39

laba gitu. Dengan cara apa? menarik ee

30:42

sebuah pendapatan yang harusnya diakui

30:45

ee di tahun depannya diakui ditarik nih

30:47

ke tahun sekarang biar laba gitu. Nah,

30:49

auditornya sebagai auditor yang

30:51

mengaudit laporan keuangannya memberikan

30:53

opini auditnya itu adalah wajar tanpa

30:56

pengecualian. Nah, publik pasti akan

30:58

melihat oh perusahaannya ee kondisinya

31:01

masih bagus nih, kondisinya masih

31:03

baik-baik saja. Nah, tiba-tiba ketika

31:05

perusahaannya memang sudah tidak bisa

31:08

lagi membayar hutangnya dan sebagainya,

31:10

nah itu nanti akan menjadi kehancuran

31:12

nilai saham yang ada. ee krisis reputasi

31:16

pastinya bagi seorang auditor yang telah

31:18

dicat gitu ya dan juga sanksi berat dari

31:20

OJK atau regulator. Nah, ini banyak ya

31:23

terjadi kasus-kasus auditori

31:26

kantor ya, kantor KAP mungkin ya yang

31:29

menerbitkan opini wajar tanpa

31:31

pengecualian padahal kondisi di dalam

31:34

suatu perusahaan itu tidak sepenuhnya

31:37

sesuai dengan yang dilaporkan gitu.

31:39

Jadi, Teman-teman kalau jadi auditor itu

31:41

selain terkait dengan iming-iming

31:43

gajinya yang besar, resikonya juga besar

31:45

ya gitu. Jadi, teman-teman yang di sini

31:47

yang mau jadi auditor harus disiapkan

31:49

nih mentalnya gitu. E memang balance ya,

31:52

resiko tinggi, gaji juga tinggi gitu.

31:55

Nah, ini pelajaran kuncinya di sini.

31:57

Audit itu berfungsi untuk mendeteksi,

31:59

mencegah kecurangan melalui skeptisme

32:02

profesional kita. Nah, ini juga sebagai

32:04

benteng utama pertahanan integritas

32:07

pasar gitu. Jadi tadi keputusan yang

32:11

diambil berdasarkan laporan audit kita

32:14

itu akan sangat berpengaruh gitu. Nah,

32:17

ini terkait dengan evaluasi digital

32:19

mengaudit di era algoritma. Kalau

32:22

sebelumnya mungkin auditor itu ya

32:24

seperti itu, memeriksa kuitansi,

32:26

memeriksa bukti-bukti gitu ya. Tapi

32:28

sekarang eh untuk celahnya orang

32:31

melakukan frud, celahnya orang untuk eh

32:36

memanipulasi, nah itu sudah banyak gitu,

32:39

Teman-teman. Mungkin ee kalau dulu fraud

32:41

itu apa sih? Paling ya juga ee mengambil

32:44

uang di kasir gitu ya. Tapi fraud-fraud

32:47

zaman sekarang kan sangat-sangat cerdik

32:49

gitu. Nah, makanya juga butuh alat-alat

32:51

bantu yang cerdik pula gitu terkait

32:54

dengan data analyze automation atau

32:57

robotic proses automotion gitu. Terus AI

33:00

dan machine learning. Nah, ini kita juga

33:02

harus ee mulai aware dengan itu.

33:06

Ee tadi terkait dengan AI juga

33:08

teman-teman jangan khawatir ya bahwa

33:11

banyak sih kekhawatiran yang terjadi

33:13

oleh mahasiswa-mahasiswa ya

33:16

ketika adanya AI ini. Salah satunya di

33:18

profesi akuntansi, di profesi auditor

33:21

bahwa mereka skeptis nih ee merasa takut

33:25

bahwa posisinya itu akan tergantikan

33:28

oleh AI. Padahal AI itu tidak sepenuhnya

33:31

akan menggantikan profesi auditor.

33:35

Jadi, AI ini membantu kita untuk ee

33:38

memproses proses audit ini menjadi lebih

33:40

efisien dan lebih cepat. Kalau

33:42

sebelumnya mungkin kita untuk e melihat

33:44

nih ee buktinya ini sudah sesuai atau

33:47

belum. Nah, itu kita butuh waktu

33:48

berhari-hari untuk melihat jutaan

33:51

transaksi, ribuan transaksi, kita perlu

33:53

waktu yang berhari-hari. Tapi dengan

33:54

adanya kecerdasan buatan atau AI ini,

33:57

kita bisa mengolah tugasnya itu lebih

33:59

instan lagi, lebih cepat lagi. Yang

34:01

biasanya 1 bulan mungkin bisa dikerjakan

34:03

dalam 1 hari gitu. Tapi audit ee terkait

34:06

dengan

34:08

manusianya bagaimana tetap kita tetap

34:11

dibutuhkan untuk memberikan professional

34:13

judgment berdasarkan konteks ee

34:16

bisnisnya gitu. Karena AI itu tidak bisa

34:19

memberikan professional judgment gitu.

34:21

dia hanya sebuah robot yang ee dibuat

34:24

oleh manusia juga gitu. Jadi tidak ada

34:26

rasa profesional judgement-nya sehingga

34:28

itu tetap kita sebagai auditor yang

34:31

harus melakukannya. Terkait dengan

34:33

deteksi juga untuk melihat nih ketika

34:36

ada suatu sistem yang terjadi tiba-tiba

34:39

muncul anomali gitu. Nah, itu dengan

34:41

adanya AI ini akan lebih membantu kita

34:43

untuk melihat hal tersebut. Tapi terkait

34:45

dengan skeptis ya, eh auditor harus

34:48

skeptis menerapkan skeptisme profesional

34:51

untuk melihat niat atau resikonya itu

34:54

ya. Kayak kita melihat nih ada orang

34:56

melakukan kecurangan ee yang tidak

35:00

langsung ada gitu ya atau tidak

35:02

kelihatan. Nah, kalau sebagai auditor

35:04

kan skeptis ya melihatnya itu tidak

35:07

hanya dalam satu satu arah saja, tapi

35:09

kita skeptis terhadap banyak hal. Nah,

35:12

sifat skeptis itu juga hanya dimiliki

35:15

oleh manusia atau auditor itu gitu. AI

35:18

itu tidak bisa gitu. Jadi, output-nya

35:20

juga terkait dengan dokumentasi otomatis

35:23

ya. Dengan adanya AI kita bisa mungkin

35:27

laporan auditnya lebih cepat dan

35:29

dokumentasinya lebih otomatis. Tetapi

35:32

seorang auditornya itu melakukan

35:34

evaluasi risiko, komunikasi dengan klien

35:37

dan pengambilan kesimpulan akhir atau

35:39

juga yang bisa melakukan seorang

35:42

auditornya bukan AI-nya nanti yang akan

35:45

berkomunikasi dengan kliennya kemudian

35:47

mengevaluasi resikonya gitu. Nah, itu

35:50

kita yang mungkin menjelaskan kepada

35:52

kliennya hasilnya dan sebagainya. Jadi,

35:54

AI itu tidak 100% menggantikan kita,

35:58

tapi membantu kita. Makanya kalau kita

36:02

sebagai auditor tidak mau belajar

36:04

terkait dengan perkembangan AI-nya

36:07

memang kita yang akan tergeser bukan

36:10

tergantikan seperti itu.

36:13

Nah, di sini terkait dengan

36:16

kompetensi auditor masa kini ya. Kalau

36:18

dulu mungkin auditor harus paham

36:20

akuntansi, paham teori gitu ya, paham

36:22

sak. Tapi kalau sekarang di sini selain

36:26

hard skill tadi, pondasinya memang

36:28

penting. Teman-teman paham akuntansi,

36:30

teman-teman paham teori audit,

36:31

teman-teman hafal Psak, SPAP itu paham,

36:34

itu bagus. Tapi di sini juga teman-teman

36:37

harus juga paham soft skill-nya terkait

36:40

dengan critical thinking, problem

36:42

solving-nya, komunikasi dengan kliennya,

36:44

kepemimpinannya, kerja timnya gitu ya,

36:48

etika profesionalnya itu juga harus

36:50

dimiliki gitu. Karena tadi kita

36:53

independen gitu ya, kita harus ee

36:55

menjadi auditor yang independensinya

36:58

kuat gitu. Dan juga satu lagi nih

37:02

terkait dengan the digital fluence.

37:04

Sekarang kita sudah enggak bisa lagi

37:06

terkait dengan eh ngaudit itu hanya dari

37:09

mungkin Excel standar aja gitu. Tapi

37:11

kita juga harus punya terkait dengan

37:15

pemahaman Excel, data analyze,

37:17

penguasaan IRP, software-software

37:19

akuntansi. Karena kan sekarang yang mau

37:22

kita audit gitu ya, perusahaan yang mau

37:24

kita audit mereka sudah menggunakan

37:25

software-software akuntansi ya,

37:27

software-software IRP. Nah, kalau

37:29

kitanya enggak paham ya kitanya juga

37:31

akan bingung untuk melakukan audit untuk

37:34

perusahaan yang sudah menggunakan IRP.

37:37

Jadi terkait dengan kompetensinya tadi

37:39

selain hard skill, soft skill juga

37:42

penting, digital fluence juga sangat

37:44

penting harus teman-teman miliki. Nah,

37:47

ini terkait dengan

37:50

eh matrik komparasi jalur karir untuk

37:53

teman-teman yang mau bekerja sebagai

37:55

auditor. Itu banyak ya tadi auditor itu

37:57

enggak hanya audit ee audit eksternal

38:00

aja, ada audit internal di sektor publik

38:03

kayak tadi BPK, BPKP itu yang bekerja di

38:06

dalam BPK dan BPKP mereka juga seorang

38:09

auditor gitu yang tapi yang diaudit itu

38:11

terkait dengan governance-nya, terkait

38:13

dengan pemerintahannya gitu. Nah, buat

38:16

teman-teman mungkin yang mau berkarir di

38:18

Big F, kalau Big F memang skalanya lebih

38:21

skala multinasional karena Big F kan ee

38:24

perusahaan audit besar yang ada di

38:27

beberapa negara gitu ya. Jadi skalanya

38:29

multinasional terkait dengan

38:32

lingkungannya fast. Jadi terkait dengan

38:34

turunnya itu juga cepat gitu. ini juga

38:39

banyak mungkin ya teman-teman kalau

38:41

sekarang untuk menggali informasi

38:44

cepatkan ya teman-teman beda dengan yang

38:46

dulu-dulu teman-teman sekarang sudah

38:47

bisa ee banyak melihat terkait dengan ee

38:51

lingkungan kerja di Big F itu seperti

38:53

apa. Mungkin banyak juga ya kalau

38:54

teman-teman lihat di media sosial

38:56

bagaimana sih tekanan-tekanan

38:57

tekanan-tekanan gitu ya atau

38:59

benefit-benefit ketika teman-teman

39:01

bekerja di bigan

39:04

akses dengan mudah ya tapi dengan

39:07

teman-teman bekerja di big ini sangat

39:11

se peluang ya untuk teman-teman sebagai

39:13

batu loncatan emas dengan kurva belajar

39:15

yang ekstrem gitu. Kenapa? Karena di

39:18

dalam teman-teman ketika bekerja di Big

39:21

F gitu mungkin terkait dengan tekanannya

39:23

atau

39:26

pressure-nya terkait dengan target dan

39:28

sebagainya itu seimbang dengan apa yang

39:31

akan teman-teman pelajari gitu karena

39:33

skalanya sudah multinasional. Tapi kalau

39:35

misalkan untuk teman-teman yang baru

39:38

berkarir gitu ya, baru lulus dan

39:40

sebagainya atau yang belum lulus

39:41

magang-magang gitu. Nah, bisa mungkin di

39:44

KAP non big4-nya gitu. ke api-KAP lokal,

39:47

skalanya medium hingga lokal terkait

39:49

dengan posur lintas industri. Nah, ritme

39:52

kerjanya itu lebih stabil dan juga ee

39:55

terprediksi

39:57

karena kan skalanya masih lokal ataupun

40:00

ee big 10 ya, sekarang juga sudah ada

40:03

big 10 seperti itu. Terus ee selain di

40:08

teman-teman jadi auditor di KAP Big 4

40:10

maupun non Big 4, ada juga teman-teman

40:12

yang mungkin mau berkarir di audit

40:13

internal. Nah, fokusnya itu pada satu

40:16

korporat, korporat-korporat besar di

40:18

mana kalau di audit internal ini work

40:22

life balance-nya optimal ya. Kalau di

40:24

KAP ya, KAP big4 maupun KAP non big

40:28

kalau udah existent gitu ya, udah enggak

40:31

ada yang namanya work life balance

40:32

teman-teman udah kerja kerja kerja kerja

40:34

kerja gitu. Tapi kalau auditor internal

40:37

karena lebih tertata ya gitu, lebih

40:38

tertata sudah ada strukturnya selama

40:41

setahun e auditor internal harus apa,

40:43

harus apa, harus apa ya terkait dengan

40:45

work balance-nya akan lebih optimal.

40:48

Jadi berorientasinya itu pada solusi

40:50

operational management.

40:53

Kemudian yang terakhir terkait di sektor

40:54

publik di bagian kementerian atau Bu

40:57

EUMN. Nah, ini kalau ini lebih seperti

41:00

PNS gitu ya, stabilitas aparatur negara.

41:03

Jadi dampaknya langsung pada

41:06

akuntabilitas nasional. Nah, ini

41:08

teman-teman silakan mungkin dari

41:10

sekarang mulai tergambarkan teman-teman

41:13

mau berkarirnya itu di sebagai auditor

41:17

apa. Nah, itu sudah bisa mulai dirasakan

41:21

dari sekarang gitu karena banyak gitu.

41:24

Tapi kalau misalkan di teman-teman

41:27

ditanya mungkin di kampus ya gitu kalau

41:28

nanya mahasiswa selalu ee cita-citanya

41:31

apa gitu. auditor, auditor apa sih? Big

41:34

four gitu.

41:36

Nah, itu bisa dipacuh semangatnya ya

41:39

enggak apa-apa. Tapi kalau kerja di big

41:42

harus tahan juga nih dengan tuntutannya.

41:46

Selain [berdehem] tadi jalur

41:47

spesialisasi yang lebih tinggi lagi di

41:50

bidang nonakuntansinya, teman-teman juga

41:52

bisa di audit forensik gitu ya. terkait

41:55

dengan ini biasanya anak hukum ee

41:57

terkait dengan investigasi fraud,

41:59

pencucian uang, kejahatan finansial,

42:02

nanti lebih ke kombinasi antara

42:05

akuntansi, hukum dan pola pikir

42:07

detektif. Kalau IT audit ini lebih ke

42:10

menguji nih sistem keamanan informasi,

42:13

IRP-nya, software-software yang

42:14

digunakannya ee sebagai control

42:17

cyber-nya. Jadi, posisinya itu paling

42:19

dicari di era transformasi digital.

42:22

Karena kan sekarang untuk

42:24

jurusan-jurusan

42:25

teknologi ya, IT kan lagi sangat-sangat

42:28

naik down ya, naik down banget di

42:30

beberapa tahun terakhir karena ya mau

42:32

enggak mau kita harus gitu mau belajar

42:34

itu walaupun kita anak akuntansi mau

42:37

enggak mau juga harus belajar terkait

42:39

dengan perkembangan perkembangan

42:41

teknologi itu yang terakhir terkait

42:43

dengan audit pajak. Hala pajak juga

42:45

sekarang

42:47

topiknya sangat hangat bahkan panas

42:50

terkait dengan topik pajak. Jadi terkait

42:52

spesialisasi lebih ke mendalami pada

42:55

kepatuhan regulasi dan strategi mitigasi

42:58

risiko perpajakan perusahaan gitu.

43:00

Karena sekarang peraturan perpajakan

43:02

juga sangat lebih diketatkan lagi nih

43:04

sama Menteri Keuangannya. Jadi terkait

43:06

dengan audit pajak ini juga membantu

43:09

untuk memperdalam lagi terkait dengan

43:11

kepatuhan pajak kita.

43:14

Oke, sebelum lanjut saya izin untuk cas

43:20

laptop bentar ya.

43:57

Nah, ini ada tangga eskalasi. ASI karir

44:01

auditor ya. Karir audit itu sangat

44:06

menjanjikan ya, tapi juga akan berimbang

44:09

dengan

44:13

tuntutannya. Jadi kalau untuk

44:14

teman-teman mungkin yang fres graduate

44:16

gitu ya atau baru lulus, baru bekerja

44:19

fokusnya di junior eh di junior auditor

44:21

gitu selama 1 sampai 2 tahun. Jadi fokus

44:25

kerjanya lebih ke eksekusi kertas kerja,

44:27

ketelitian data, dan software toolsnya.

44:30

Ketika teman-teman sudah ngerasa di 1

44:32

sampai 2 tahun itu naik ke senior audit.

44:37

Di senior audit ini teman-teman lebih ke

44:39

memimpin tim lapangan. Jadi sudah

44:41

melakukan analisis kritis dan problem

44:44

solving terkait dengan anomali-anomali

44:46

yang ditemukan, gitu. Kemudian kalau

44:49

sudah naik nih ke manajer. Kalau manajer

44:53

ini lebih ee strategis lagi, lebih ke

44:55

manajemen resiko proyek, hubungan dengan

44:58

klien, negosiasi eksekutif gitu. Nah,

45:01

ini biasanya ee di 6 sampai 10 tahun.

45:05

Kemudian tingkatan partner ya ini yang

45:08

paling tinggi tingkatan partner untuk di

45:11

ini untuk

45:13

auditor eksternal ya. Visi lebih

45:16

strategis. Jadi tidak hanya bagaimana

45:18

mengaudit suatu perusahaan, tapi lebih

45:20

ke visi strategis lagi terkait dengan

45:24

kantor akuntan publiknya. Lebih ke

45:27

bagaimana nanti ee dari sales atau

45:29

landmarking-nya, lebih ke penandatangan

45:31

opini yang resmi gitu. Jadi ini beberapa

45:34

tahapan ya mungkin teman-teman yang mau

45:36

jadi auditor

45:39

yang sekarang masih baru fres graduate

45:41

atau masih mahasiswa. Nah, itu bertahan

45:43

di junior auditor baru nanti ketika

45:45

teman-teman sudah ngerasa nih, sudah ada

45:47

pengalaman dan sebagainya

45:50

bisa

45:51

menjadi senior auditor. Entah itu

45:53

teman-teman jadi senior auditornya di

45:55

kantornya sekarang atau mungkin melamar

45:57

nih ketika teman-teman sudah ngerasa

45:59

kayaknya posisi junior ini sudah cukup

46:01

dan teman-teman harus ee mungkin

46:04

ekspansi lagi mungkin bisa cari lowangan

46:06

kerja ee di senior auditor mungkin di

46:09

KAP yang teman-teman jalankan jika ada

46:12

jika ada kesempatan itu silakan diambil.

46:14

Kalau misalkan memang dirasa sudah

46:16

bertahun-tahun tapi kok enggak

46:17

naik-naik, mungkin di tempat lain

46:19

teman-teman

46:22

bisa mendapatkan itu gitu.

46:25

Nah, ini kalau untuk ee tahunnya ini

46:28

range rata-rata ya dari beberapa

46:34

testimoni terkait dengan

46:37

seorang auditor, tapi juga bisa lebih

46:39

cepat, bisa lebih lama juga.

46:43

Nah, terkait dengan sertifikasi gitu,

46:45

kita di era yang mana terkait dengan

46:49

kemampuan kita, kompetensi kita itu

46:53

harus dengan bukti. Kayak perusahaan

46:57

bilang ee kita mengklaim bahwa kita

47:00

kompeten di bidang A, kalau kita

47:02

kompeten di bidang B, kalau enggak ada

47:04

bukti kompetensinya, tidak ada

47:07

sertifikasinya, nah itu kan tidak

47:09

terbukti. Nah, ini beberapa peta

47:12

sertifikasi untuk posisi-posisi atau

47:17

bagi auditor ya.

47:19

Jadi kalau sekarang kredibilitas yang

47:23

seorang audit

47:25

bukan hanya auditor ya, di semua posisi

47:29

sekarang perusahaan itu sudah enggak

47:31

lagi melihat terkait dengan ijazah

47:33

teman-teman, tapi lebih ke sertifikasi

47:36

teman-teman. Jadi kadang banyak juga

47:38

beberapa orang yang ee mulai skeptis nih

47:41

dengan ee bangku perkuliahan gitu.

47:45

Karena ketika mereka kerja, mereka

47:48

terjun di

47:51

dunia kerja ya kayak lulusan-lulusan

47:53

sarjana ketika kerja ternyata saingannya

47:56

lulusan-lulusan SM ee lulusan-lulusan

47:58

SMK gitu. Jadi adanya sertifikasi ini

48:03

lebih ke meningkatkan kredibilitas

48:06

teman-teman itu bisa lebih terukur. Nah,

48:09

untuk auditor yang pertama ini ya enggak

48:12

yang sudah enggak asing mungkin ya

48:15

terkait dengan CP certifi public

48:18

accountant ini terkait dengan ketika

48:20

teman-teman mau berkarir di bidang audit

48:23

eksternal mau memiliki kantor akuntan

48:25

publik sendiri itu ya kin bisa ambil

48:28

yang CP ini syarat wajib dan standar

48:30

tertinggi nih untuk auditor eksternal.

48:33

Kemudian ada C terkait dengan certified

48:36

internal auditor. Nah, ini terkait

48:38

teman-teman kalau mau berkarirnya

48:42

sebagai internal auditor. Ini standar

48:44

emas nih global untuk karir di bidang

48:47

audit internal di suatu korporasi.

48:50

Yang ketiga ada certified information

48:53

system auditor. Nah, ini biasanya untuk

48:56

yang spesialis IT audit atau keamanan

48:59

cyber.

49:00

Kemudian ada certified fraud examiner.

49:03

Nah, ini lebih ke lisensi khusus untuk

49:07

auditor forensik, investigasi kejahatan.

49:10

Nah, [berdehem] misalnya untuk yang dari

49:12

jurusan-jurusan hukum gitu misalnya

49:14

terkait ini. Nanti teman-teman silakan

49:16

dipetakan saja mau mengambil sertifikasi

49:19

yang mana yang lebih sesuai dengan arah

49:22

karir teman-teman. Kalau teman-teman mau

49:24

jadi auditor internal ya ambilnya sia

49:26

jangan ambil yang CPA ataupun yang CFE.

49:30

Tapi kalau CPA ini

49:33

kalau teman-teman mau jadi

49:36

punya bercita-cita ya teman-teman kalau

49:38

menjadi auditor itu jangan berhenti ee

49:40

saya cita-citanya menjadi senior auditor

49:42

gitu sampai senior auditor. Cita-cita

49:44

kalau misalkan jadi auditor sudah

49:46

cita-cita yang paling tinggi aja. Jadi

49:48

ee sebagai partner gitu yang punya

49:51

kantor akuntan publiknya gitu.

49:55

Nah, ini terkait dengan fakta pahit ya.

49:59

Ya, fakta pahit mayoritas lulusan itu

50:02

belum siap terjun terkait dengan adanya

50:05

kesenjangan atau skill gap antara

50:09

kurikulum akademis dan realitas industri

50:12

gitu. Jadi memang ee ini masih menjadi

50:17

problem ya tidak hanya di

50:18

jurusan-jurusan

50:20

akuntansi gitu ya atau jurusan-jurusan

50:22

yang berhubungan dengan auditor,

50:24

jurusan-jurusan lain-lainnya itu juga

50:26

masih banyak skill gap. apa yang

50:29

diajarkan di kampus, apa yang diajarkan

50:31

dalam kurikulum akademis. Nah, itu

50:34

ternyata tidak seluruhnya itu bisa kita

50:37

pakai. Bahkan kita harus belajar dari

50:39

nol lagi ketika kita sudah bekerja,

50:42

gitu. Nah, itu yang terjadi di realitas

50:44

industri. Padahal kita menyisihkan waktu

50:47

4 tahun ya, maunya kita punya banyak

50:49

bekal yang bisa kita gunakan untuk kita

50:52

nanti berperang di dunia kerja lah

50:54

istilahnya. Tapi ternyata

50:57

realitanya itu sebaliknya kurikulum yang

51:00

ada di dalam sebuah instansi

51:04

dengan kebutuhan di dunia kerja di

51:07

realitas industri itu malah tidak

51:09

sinkron atau bah. Tapi lebih seringnya

51:13

itu kurikulum akademis tidak bisa

51:16

menyesuaikan dengan kecepatan

51:18

perkembangan dunia kerja gitu. Nah,

51:21

karena memang kalau misalkan kita

51:22

berbicara di akademis ya, dibicara di

51:27

suatu manajemen

51:29

universitas itu kan tidak serta-merta

51:31

sekarang ada perubahan langsung ee

51:34

mengajukan langsung dirubah kan enggak

51:36

banyak birokrasi di dalamnya banyak ee

51:39

hal-hal yang memang harus ditempuh. Nah,

51:42

itu biasanya yang agak membuat nih

51:45

antara skill gap ini kesenjangan

51:49

antara skill yang ada dengan kebutuhan

51:52

industri itu semakin kom tadi ya terkait

51:55

dengan kalau teman-teman di jurusan

51:59

akuntansi ya atau khususnya yang mau

52:00

menjadi auditor skill gap yang ada ini

52:03

terkait pertama terkait dengan minimnya

52:05

jam terbang jadi kurangnya pengalaman

52:07

praktik audit nyata biasanya teman-teman

52:10

yang mungkin dari jurusan akuntansi atau

52:12

yang sudah fresh graduate yang sudah

52:13

merasakan mungkin ya teman-teman memang

52:16

ada peminatan gitu ya. Kalau di jurusan

52:18

akuntansi memang ada peminatan banyak

52:20

ya, ada keuangan, pajak, kemudian ada

52:23

audit gitu. Tapi ketika teman-teman

52:26

ketika teman-teman sudah memilih

52:28

misalkan di audit gitu, apakah

52:30

teman-teman benar-benar

52:33

diberikan suatu ilmu yang sangat-sangat

52:36

dalam di

52:40

[berdehem] materi auditnya? kan

52:42

realitanya tidak seperti itu. Bahkan

52:45

terkadang

52:47

suatu

52:51

suatu

52:53

[berdehem] suatu

52:55

jurusan atau suatu prodi itu hanya

52:57

menggugurkan kewajibannya untuk

53:00

memberikan materi. Tapi terkait dengan

53:02

bagaimana teman-teman bisa punya output

53:05

gitu ya, punya output yang sesuai dengan

53:07

kebutuhan kerja itu kan menjadi

53:09

nomor-nomor sekian gitu. Nah, inilah

53:11

yang menjadi ee skill gap sangat tinggi

53:15

terkait dengan kemampuan teman-teman.

53:17

Tadi teman-teman dituntutnya kalau jadi

53:20

auditor ya banyak praktik. Gimana sih ee

53:22

caranya teman-teman itu kalau mengaudit

53:26

suatu laporan keuangan bagaimana terkait

53:28

dengan prosedur ketika ee kita harus

53:30

mengaudit kas, ketika kita harus

53:31

mengaudit piutang gitu, ketika kita

53:33

harus mengaudit suatu penjualan,

53:35

bagaimana praktik ril-nya seperti apa di

53:38

lapangan. Jadi tidak hanya seperti yang

53:40

ada di materi buku saja, tapi r-nya

53:42

bagaimana itu biasanya yang ee lupa nih

53:45

diberikan.

53:49

Kemudian terkait dengan gagap

53:50

dokumentasi belum memenuhi struktur dan

53:52

fungsi kertas kerja audit gitu ya.

53:54

Mungkin dari sisi yang memberikan

53:57

informasinya dan juga dari teman-teman

53:59

mungkin juga kayak waktu belajar audit

54:01

merasa aduh audit susah banget gitu ya.

54:04

Jadi terkait dengan gagap

54:06

dokumentasinya, terkait dengan

54:09

tertinggal secara teknis, belum

54:10

menguasai fungsionalitas ee Excel lebih

54:12

mendalam atau tools tools yang membantu

54:15

kita ya mungkin kalau

54:18

audit

54:19

seperti

54:21

AT kelas gitu. Terkait dengan defisit

54:24

regulasi pemahaman mungkin teman-teman

54:27

mahasiswa akuntansi yang dipelajari

54:28

banyak gitu tidak hanya dituntut untuk

54:30

belajar audit saja gitu. Jadi terkait

54:33

dengan banyaknya hal yang harus

54:35

dipelajari dengan

54:37

pekerjaan yang akan kita jalani. Nah,

54:40

itu kan sangat-sangat tidak berimbang

54:44

apa yang kita pelajari dengan apa nanti

54:46

yang akan kita kerjakan.

54:48

Yang terakhir terkait dengan kesenjangan

54:50

interpersonal, kurangnya kemampuan

54:52

komunikasi profesional dan esensial

54:54

untuk berhadapan dengan klien gitu,

54:57

Teman-teman. Terlalu fokus untuk belajar

54:59

gitu ya. ini lebih ke soft skill-nya.

55:01

Bagaimana kita ee memiliki kemampuan

55:05

untuk belajar komunikasi gitu. Kemampuan

55:08

public speaking itu sekarang menurut

55:10

saya bukan hanya bagi teman-teman yang

55:12

mungkin dari di jurusan-jurukasan

55:15

seperti hubungan internasional gitu ya

55:17

yang berhubungan-berhubungan dengan

55:18

mereka harus memiliki kecapakan

55:21

kecakapan komunikasi. even di suatu

55:23

jurusan akuntansi kecakapan terkait

55:26

dengan public speaking itu juga sangat

55:29

perlu teman-teman. Jadi di sini mungkin

55:31

Teman-teman yang masih mahasiswa gitu ya

55:33

silakan terkait dengan kemampuan public

55:35

speaking-nya itu diasah karena itu akan

55:38

sangat berguna ketika teman-teman nanti

55:39

bekerja. Ketika teman-teman bekerja

55:41

minimal teman-teman harus berkomunikasi

55:43

dengan teman kerjanya. Teman-teman harus

55:45

berkomunikasi dengan atasan teman-teman.

55:47

Teman-teman harus berkomunikasi dengan

55:49

calon-calon klien teman-teman gitu.

55:50

Ketika teman-teman tidak memiliki itu,

55:52

itu akan sangat sulit. Tapi ketika

55:55

teman-teman memiliki, sudah memiliki

55:58

public speaking yang baik, even

56:00

teman-teman enggak bisa dalam suatu

56:01

pekerjaan, teman-teman itu akan bisa

56:03

mengkomunikasikannya dengan baik. Jadi

56:05

tidak ada tuh yang namanya miskomunikasi

56:07

dalam suatu perusahaan.

56:13

Nah, ini tadi ya adanya jurang pemisah

56:16

antara teori dan realita di lapangan.

56:19

Jadi teori di kelas itu seperti hanya

56:22

buku teks, buku praktik saja. Ee yang

56:25

penting teman-teman ngejar nilai A gitu.

56:28

Banyak kok ee lulusan-lulusan akuntansi

56:30

dapat nilai itu A semua ee auditnya A,

56:33

pajaknya A. Kemudian di akuntansinya

56:37

praktik auditnya, praktik akuntansinya

56:40

komputer akuntansinya itu A semua. Tapi

56:42

ketika dihadapkan dengan praktik, diberi

56:45

suatu tes ya bikin laporan arus kas

56:47

gitu. bagaimana ee prosedur audit. Nah,

56:50

masih bingung, masih kesulitan. Nah, itu

56:53

tadi lebih ke mengejar pada tadi suatu

56:58

hasil nilainya tanpa melihat terkait

57:01

dengan proses dan praktik nyatanya. Nah,

57:04

ini tadi lebih ke kurangnya ya,

57:07

kurangnya simulasi kompleksitas dunia

57:10

KAP sesungguhnya. Jadi praktik nyata di

57:13

lapangan itu

57:16

sangat-sangat kompleks. Jadi lingkungan

57:18

penuh tekanan, working paper yang

57:20

kompleks, anomali data, simulasi

57:23

wawancara dengan klien, simulasi

57:25

bagaimana teman-teman harus melakukan ee

57:28

suatu proses audit. Nah, itu kan yang

57:31

sangat-sangat tadi ee skill gap-nya

57:34

sangat-sangat terlihat ya gitu.

57:37

Ee kami sangat menyadari itu ketika

57:39

teman-teman bekerja ternyata masih

57:41

banyak hal yang temanteman tidak paham.

57:44

Jadi harus dijelaskan kembali. Nah, itu

57:47

sepertinya sudah memang zamannya gitu.

57:51

Jadi tidak bisa memaksa juga. Tapi ini

57:54

harusnya jadi aware ya buat teman-teman

57:56

untuk bisa lebih lagi nih ee

57:59

menyelaraskan antara teori dan praktik

58:01

yang ada di lapangan.

58:09

[berdehem]

58:12

Nah, ee di sini terkait dengan untuk

58:14

menjembatani teori dan praktik lapangan

58:17

di sini dari pihak ee smart counting dan

58:22

juga

58:24

Winspira Group. Nah, ini kita

58:26

memperkenalkan terkait dengan audit

58:28

learning. Nah, ini ee kita memberikan ee

58:31

informasi ya aja ya teman-teman. kita

58:33

terkait dengan demo aplikasinya.

58:36

Jadi, ada audit learning di mana audit

58:39

learning ini eh platform e-learning

58:41

interactif pertama di Indonesia yang

58:44

dirancang untuk memindahkan pengalaman

58:46

kerja nyata ke AP dan internal audit

58:49

langsung di layar. Jadi nanti di dalam

58:53

audit internal ini teman-teman akan

58:58

praktik ya terkait dengan audit laporan

59:00

keuangan dan internal audit di software

59:02

audit learning. Jadi lebih ke kertas

59:04

kerja audit yang kita buat versi

59:08

online-nya. Kalau sebelumnya kita

59:10

mungkin belajarnya kertas kerja itu di

59:12

Excel ya, pakai Excel gitu. Nah, dengan

59:15

adanya aplikasi praktik audit ini,

59:18

Teman-teman bisa langsung nih aksesnya

59:20

itu by Chrome. Ini kan kita sudah

59:23

mengikuti perkembangan zaman sekarang

59:25

ya. Sekarang kalau misalkan mau belajar

59:27

tuh enggak harus bawa laptop, enggak

59:29

harus ee bawa buku besar dan sebagainya.

59:32

Kita bisa akses dari smartphone kita,

59:35

mungkin dari tab teman-teman gitu. Jadi,

59:37

aplikasi kertas kerja untuk edukasi

59:40

audit learning system ini.

59:43

Nah, ini terkait dengan [berdehem]

59:46

gambarannya ya, terkait dengan praktik

59:48

ee persiapan audit hingga laporan

59:50

keuangan audit itu jadi satu di sini.

59:53

Jadi, Teman-teman dari mulai legalitas

59:54

perusahaannya, kemudian ee perikatannya,

59:58

permintaan data ke kliennya, ris

1:00:01

assessment-nya, pengujian masing-masing

1:00:03

akunnya hingga ke working eh paper-nya,

1:00:06

kertas kerja. hingga laporan keuangan

1:00:09

auditnya itu akan dipelajari semua di

1:00:11

sini.

1:00:13

Nah, ini contoh gambaran untuk pengujian

1:00:16

akunnya ya. mulai dari pengujian kas dan

1:00:19

setara kasnya yaitu dari internal

1:00:21

kontrolnya, kemudian dari prosedurnya,

1:00:24

dokumen apa yang harus dibutuhkan,

1:00:26

kemudian rekap balasannya, rekonsiliasi

1:00:30

bank hingga ke jurnal koreksi nanti akan

1:00:33

dipelajari di audit learning ini.

1:00:37

Jadi dengan adanya audit learning ini ee

1:00:40

seperti ekosistem simulasi dunia nyata.

1:00:42

Jadi teman-teman akan ee lebih ke case

1:00:45

praktik, bukan hanya buku audit yang

1:00:47

tebal, tapi teman-teman lebih ke

1:00:49

praktiknya. Jadi studi kasus berbasis

1:00:51

praktik, kemudian modul belajarnya ee

1:00:54

belajar mandiri karena kurikulum

1:00:56

sekarang kan lebih

1:01:00

terkait dengan teman-teman harus

1:01:01

dituntut teman-teman praktik mandiri.

1:01:03

Jadi enggak hanya ee banyak mendengarkan

1:01:06

penjelasan aja, tapi bagaimana

1:01:08

teman-teman praktik mandiri menemukan

1:01:11

terkait dengan ee apa yang harus

1:01:13

dilakukan. menemukanmenemukan hal-hal

1:01:15

baru ya ketika teman-teman praktik

1:01:17

mandiri tersebut gitu dan simulasi

1:01:20

kertas kerja audit nanti dari mulai

1:01:23

teman-teman harus mempersiapkan dari

1:01:25

perikatan hingga laporan keuangan itu

1:01:27

semuanya sudah terdokumentasi

1:01:30

dan juga nanti di audit learning juga

1:01:32

ada kuis interaktif dan tracker jadi

1:01:36

pemantauan perkembangan terkait dengan

1:01:38

hasil audit teman-teman jadi istilahnya

1:01:40

kalau teman-teman nanti di audit

1:01:42

learning tersebut. Nah, ee teacher-nya

1:01:45

gitu ya atau mungkin dosennya ataupun

1:01:47

gurunya nanti bisa melihat terkait

1:01:49

dengan perkembangan hasil pengerjaan

1:01:51

teman-teman itu sampai mana gitu. Jadi

1:01:53

enggak hanya ee teman-teman mengerjakan

1:01:56

aja udah, tapi kita sebagai mentornya,

1:01:59

sebagai teachernya bisa melihat ee

1:02:02

terkait dengan praktik teman-teman itu

1:02:04

sampai mana. Kemudian terkait dengan ee

1:02:07

ketepatan teman-teman mengerjakannya itu

1:02:09

juga bisa terlihat. Jadi harapannya

1:02:12

audit learning ini bisa lebih ideal dan

1:02:14

pelengkap praktikum bagi mahasiswa dan

1:02:17

sarana transaksi karir profesional

1:02:18

nonakuntansi. Jadi audit learning ini

1:02:21

juga hadir dari keresahan-keresahan ya

1:02:24

keresahan-keresahan

1:02:26

ee teman-teman yang sudah lulus. Tapi

1:02:29

terkait dengan skill praktiknya itu

1:02:31

sangat-sangat minim dan juga

1:02:33

keresahan-keresahan bagi

1:02:36

dosen-dosen gitu ya ketika mau

1:02:38

mengajarkan. Tapi terkait dengan

1:02:43

alat bantunya itu enggak ada gitu ya.

1:02:45

Untuk praktiknya itu belum ada sehingga

1:02:48

audit learning ini hadir untuk

1:02:50

menjembatani itu. Jadi awalnya

1:02:54

berawalnya itu dari keresahan-keresahan

1:02:56

itu. Nah, dari keresahan-keresahan itu

1:02:58

muncul nih ee untuk dibuatkan audit

1:03:01

learning yang mana teman-teman nanti

1:03:03

bisa ee langsung aksesnya itu enggak

1:03:05

terbatas ketika teman-teman buka laptop

1:03:07

gitu. Buka laptop harus buka laptop.

1:03:09

harus masuk ke

1:03:12

[berdehem] harus ee mengerjakan saat

1:03:15

teman-teman membuka laptop saja. Tapi

1:03:17

dari HP teman-teman juga bisa, dari tab

1:03:19

juga teman-teman bisa gitu. Teman-teman

1:03:21

ada di mana gitu juga tetap bisa. Jadi

1:03:23

enggak harus yang di lab audit gitu ya.

1:03:26

Biasanya kan ee untuk materi-materi

1:03:29

seperti praktik audit harus di lab audit

1:03:31

gitu ya, di lab komputernya gitu. Nah,

1:03:33

dengan adanya ini teman-teman lebih

1:03:35

fleksibel lagi teman-teman mau belajar

1:03:37

dari mana aja itu tetap bisa.

1:03:40

Nah, ini pengenalan aja terkait dengan

1:03:43

audit learning tadi. Itu ada di kelas

1:03:45

master class audit. Nah, itu

1:03:48

belajarnya [berdehem] dari mulai audit

1:03:50

fundamental, kemudian lebih ke audit

1:03:52

planning, audit internal, kemudian

1:03:54

teknik prosedur auditnya hingga audit

1:03:57

paper sampai audit software Atlas juga

1:04:00

dijelaskan. Karena kalau pemahaman

1:04:02

terkait dengan audit software Atlas itu

1:04:04

juga sangat perlu dan audit reporting

1:04:07

yaitu lebih ke bagaimana teman-teman

1:04:11

menyampaikan hasil laporan keuangan

1:04:13

auditnya. Kemudian terkait dengan kadir

1:04:15

preparation persiapan buat teman-teman

1:04:17

yang mungkin lebih mau mengarah di dunia

1:04:19

audit dan juga nanti ada ujiannya. Nah,

1:04:22

jadi teman-teman enggak hanya praktik

1:04:24

aja, tapi teman-teman nanti nanti juga

1:04:26

akan diuji. Jadi tadi terkait dengan

1:04:29

kompetensi teman-teman itu terbukti.

1:04:32

Jadi enggak hanya teman-teman ikut aja,

1:04:34

dengerin aja tiba-tiba teman-teman dapat

1:04:36

sertifikat. Tapi sertifikat yang

1:04:38

teman-teman dapatkan benar-benar dari

1:04:40

hasil teman-teman praktik dan terbukti

1:04:46

gitu. Nah, ini ya ee

1:04:49

penutup di akhir. Motivasi juga untuk

1:04:53

teman-teman. Jadi, masa depan milik

1:04:55

mereka yang siap beradaptasi. Kalau

1:04:57

teman-teman mau menjadi auditor,

1:04:59

teman-teman juga harus siap beradaptasi

1:05:01

dengan perkembangan teknologi yang ada,

1:05:04

dengan perkembangan regulasi yang ada,

1:05:06

dengan tuntutan-tuntutan di dunia kerja

1:05:08

yang ada. Audit ini bisa diibaratkan

1:05:12

sebagai tulang punggung perekonomian

1:05:14

global. Jadi, profesi ini tidak akan ee

1:05:18

tidak akan mati ya. Ia hanya akan

1:05:20

berubah wujud. Jadi teman-teman dengan

1:05:22

adanya AI dan sebagainya auditor itu

1:05:25

tidak akan hilang tapi akan itu tadi

1:05:28

berbeda wujudnya dengan adanya

1:05:30

bantuan-bantuan AI itu. Jadi teman-teman

1:05:33

silakan mulai dari sekarang yang mau

1:05:35

menjadi auditor gitu ya, yang mau

1:05:38

menitik karirnya di auditnya silakan

1:05:40

ditingkatkan keterampilan teknisnya,

1:05:43

dias skeptismenya, profesionalismenya,

1:05:46

dan jadilah arsitek kepercayaan di era

1:05:48

digital gitu. Jadi auditor sekarang itu

1:05:50

tidak hanya sebagai agen deteksi ya atau

1:05:53

detektif, tapi arsitek kepercayaan di

1:05:56

era digital saat ini. Oke, itu tadi

1:05:59

terkait dengan materi kita untuk di

1:06:02

audit learning-nya, Teman-teman. Eh,

1:06:05

saya tadi tidak dikasih oleh adminnya

1:06:08

akses kelasnya ya. Sebentar,

1:06:10

Teman-teman. Kalau mau lihat di aplikasi

1:06:12

audit learning-nya itu bisa langsung aja

1:06:16

ya di

1:06:19

sebentar

1:06:20

saya cekkan dulu.

1:06:25

Mungkin teman-teman hanya bisa sampai

1:06:27

buat akunnya ya, tidak bisa sampai

1:06:30

praktiknya untuk webinar ini karena saya

1:06:33

tadi

1:06:36

tidak diberikan akses

1:06:41

untuk sof ee masuk kelasnya. Karena

1:06:44

kalau di audit ini, audit learning-nya

1:06:47

teman-teman harus

1:06:49

masuk ke kelasnya.

1:06:53

Coba ya saya cekkan.

1:07:09

Oke, coba saya tampilkan juga ya supaya

1:07:11

teman-teman ada gambaran.

1:07:22

Nah, ini contohnya

1:07:25

kita login

1:07:28

dengan akun yang sudah ada. Nah, ini

1:07:32

contohnya.

1:07:35

Nah, nah di sini teman-teman nanti akan

1:07:37

praktik langsung

1:07:41

dari mulai legalitas perusahaannya atau

1:07:43

klien kita ya.

1:07:46

nanti hingga perikatan, kemudian

1:07:50

verifikasi permintaan datanya, apa saja

1:07:53

data yang diperlukan ketika teman-teman

1:07:55

melakukan audit. Yang paling penting

1:07:57

juga

1:07:59

kode akun yang ada dan laporan

1:08:01

keuangannya.

1:08:03

Kemudian ris assessment, prosedur

1:08:06

analitis, materialitas, resiko bawaan,

1:08:08

internal kontrol,

1:08:11

pengujian masing-masing akun. Nah, ini

1:08:13

juga akan dibahas ya kayak teman-teman

1:08:15

menguji piutang itu apa saja step by

1:08:17

step-nya yang harus dilakukan,

1:08:20

prosedurnya, dokumennya

1:08:23

ini ya. Hingga jika ada kesalahan

1:08:26

mungkin di dalam laporan keuangannya

1:08:29

kita melakukan koreksi.

1:08:31

Ini contohnya

1:08:36

cuma nanti ini ee kita enggak sampai

1:08:38

praktik ini ya.

1:08:42

Nah, ini contoh rekap top schedule-nya.

1:08:51

Nah, ini kertas kerjanya. Kertas

1:08:52

kerjanya juga otomatis ya ketika

1:08:55

teman-teman mengerjakan di bagian

1:08:56

pengujian nanti di bagian adjustment-nya

1:09:00

ini akan otomatis dari sistemnya.

1:09:03

Nah, ini terkait dengan laporan

1:09:05

auditnya.

1:09:06

opini yang diberikan dari hasilnya kita

1:09:09

terbitkan. Kemudian teman-teman

1:09:11

melampirkan hasil laporan auditnya,

1:09:13

audit independens-nya, kemudian

1:09:15

manajemen eh representation letter-nya

1:09:20

gitu.

1:09:26

Nah, ini contohnya ya.

1:09:40

Oke,

1:09:42

info kelasnya. Oke, kita [berdehem] ke

1:09:44

tanya jawab ya, Teman-teman. Tadi

1:09:46

kelasnya ini. Nanti detail kelasnya

1:09:48

Teman-teman nanti bisa tanyakan ke

1:09:50

adminnya ya ee di admin kelasnya mungkin

1:09:53

ya terkait dengan detail kelasnya. Tapi

1:09:55

terkait dengan kelas eh untuk audit

1:09:57

learning-nya karena memang ini dirancang

1:10:00

untuk teman-teman yang mau praktik

1:10:01

langsung. Nah, ini terkait dengan

1:10:03

kelasnya itu di masterclass audit ya.

1:10:07

Tuh, tadi dapat titipan dari adminnya

1:10:09

ada kelas master class audit di mana

1:10:11

nanti teman-teman akan belajar

1:10:14

1 2 3 4 5 6 7 8 9 8 ya del8 poin

1:10:19

pembelajaran dengan ujiannya juga dari

1:10:23

mulai audit fundamentalnya pengantar

1:10:25

auditnya jadi di sini kita teman-teman

1:10:27

enggak tiba-tiba praktik ada pengantar

1:10:29

auditnya juga kemudian laporan keuangan

1:10:32

nah ini akan dikenalkan karena memang

1:10:34

yang akan diaudit nanti untuk praktik di

1:10:36

audit audit learning-nya adalah audit

1:10:38

laporan keuangan. Kemudian dari audit

1:10:41

planning dan assesment-nya. Jadi seperti

1:10:43

apa sih ee persiapan sebelum melakukan

1:10:45

audit? Nah, itu. Kemudian audit internal

1:10:48

juga akan disampaikan karena ini juga

1:10:50

penting. Jadi, audit internal ini salah

1:10:52

satu profesi yang juga banyak dicari di

1:10:54

dalam suatu perusahaan tapi tidak

1:10:57

diajarkan ketika teman-teman menjadi

1:10:59

mahasiswa. Mungkin jarang ya teman-teman

1:11:01

yang dari jurusan akuntansi dapat materi

1:11:03

audit internal gitu. Karena

1:11:06

mungkin enggak tahu ya untuk di

1:11:09

kurikulum yang terbaru ini, tapi kalau

1:11:10

misalkan melihat dari kurikulum yang

1:11:12

lama, audit internal itu tidak spesifik

1:11:15

ada di dalam mata kuliah kita gitu.

1:11:18

Kemudian ada teknik dan prosedur audit

1:11:21

dan working papers. Ini Pak nanti pakai

1:11:23

audit learning tadi. Kemudian

1:11:24

teman-teman juga diajarkan ya dikenalkan

1:11:27

software audit Atlas juga. Karena nanti

1:11:30

relatornya ketika di dunia kerja mungkin

1:11:32

akan terpakai juga ketika teman-teman

1:11:34

itu paham atlas. Karena sampai saat ini

1:11:37

ee selain suatu KAP itu punya working

1:11:39

papers-nya sendiri juga biasanya masih

1:11:41

banyak juga yang menggunakan atlas.

1:11:44

Kemudian audit reporting dan karir

1:11:46

preparation. Untuk teman-teman yang mau

1:11:48

nanti lanjut di eh auditor itu nanti

1:11:51

bisa banyak sharing di sini nanti

1:11:54

terkait dengan karir preparation sebelum

1:11:56

audit nanti juga ada ujiannya. Jadi

1:11:58

dibuktikan kompetensi teman-teman dengan

1:12:00

adanya ujian seperti itu. Nanti silakan

1:12:04

di konfirmasi lagi ke adminnya kalau

1:12:07

misalkan ee tertarik dengan kertas

1:12:09

master class auditnya

1:12:14

gitu ya. Oke, kita ke pertanyaan ya.

1:12:17

Sesi tanya jawab. Silakan mungkin tanya

1:12:19

jawabnya kita di kolom chat ya

1:12:21

teman-teman. ini kita buka mungkin

1:12:24

tiga pertanyaan atau bentar ini dari

1:12:28

tadi banyak ya

1:12:43

jurusan waai ee bisa kalau jadi auditor

1:12:47

internal ya

1:12:51

auditor ini harus turun ke lapangan atau

1:12:53

hanya sistem aja.

1:12:56

[berdehem] Keduanya ya teman-teman

1:12:58

enggak hanya ee akan berkecimbung dengan

1:13:02

sistem aja tapi teman-teman juga akan ee

1:13:05

terjun ke lapangan jika diperlukan.

1:13:07

Contohnya seperti apa? Contohnya ketika

1:13:10

teman-teman harus mengaudit ee aset gitu

1:13:13

ya. mengaudit aset, aset tetap, kemudian

1:13:16

mengaudit persediaan gitu ya. Kalau di

1:13:18

perusahaan-perusahaan dagang biasanya

1:13:20

teman-teman harus ee datang langsung

1:13:22

melihat nih apakah benar aset yang di

1:13:24

laporkan di laporan keuangan sekian

1:13:28

ketika teman-teman memperiksa memeriksa

1:13:30

langsung fisiknya itu sesuai atau tidak.

1:13:33

Kemudian terkait dengan persediaan juga

1:13:36

itu juga harus diperiksa.

1:14:03

kertas kerja umumnya isinya apa? Kertas

1:14:05

kerja audit berarti terkait dengan

1:14:07

prosedur audit kita apa saja yang ee

1:14:10

dari

1:14:12

perencanaan audit gitu ya hingga

1:14:16

eksekusi auditnya.

1:14:25

Oke, semua bisa untuk pertanyaan mungkin

1:14:28

teman-teman yang mau bertanya lebih ini

1:14:33

ditulisnya di Q&A aja ya karena kalau di

1:14:35

kolom chat ini

1:14:40

ketumpuk dengan chat-chat teman-teman

1:14:43

ya.

1:14:49

Kak, kalau dari Heeh ini

1:14:53

entar gimana biar enggak ikut?

1:15:19

E entar ya, Teman-teman. Ini saya sambil

1:15:21

pilah-pilah pertanyaan teman-teman

1:15:25

dari

1:15:27

keluluhan chat yang ada.

1:15:54

Apakah hanya jurusan akuntansi? Kalau

1:15:56

jurusan ekonomi bukan spesifik akuntansi

1:15:58

jadi auditor apa butuh sertifikasi

1:16:02

sertifikasi khusus jurusan akuntansi.

1:16:10

Oke. Jadi kalau misalkan teman-teman

1:16:12

yang mau berkarir di audit ini mungkin

1:16:14

yang pertanyaan di auditor eksternal ya.

1:16:16

Kalau di auditor eksternal

1:16:19

itu sebenarnya kalau misalkan berkarir

1:16:21

ya hingga ke tahap manajer tadi kan ee

1:16:24

tingkatannya ada sampai partner di

1:16:26

tahapan di tingkatan manajer itu masih

1:16:29

bisa. Tapi ketika teman-teman mau ee

1:16:32

mendirikan kantor akuntan publik sendiri

1:16:35

ya, Kap sendiri memang persyaratannya

1:16:38

itu lebih ee

1:16:41

lebih rincilah bukan rinci ya lebih

1:16:44

sangat spesifik ya di bagian lulusan

1:16:47

akuntansinya gitu. Karena memang ketika

1:16:50

teman-teman menjadi partner itu kan

1:16:53

resikonya juga sangat besar. Jadi ketika

1:16:56

teman-teman mungkin waktu kuliah tidak

1:16:59

mengambil ee S1 Akuntansi tapi mau

1:17:02

berkarir di auditor, teman-teman tetap

1:17:04

bisa gitu kan. Teman-teman tidak bisanya

1:17:07

itu sebagai partnernya ya. Teman-teman

1:17:09

mungkin bisa menggandeng nih temannya

1:17:12

yang sudah lulusan S1 Akuntansi yang

1:17:15

dulunya S1 Akuntansi untuk

1:17:18

berpatter dengan teman-teman ataupun

1:17:21

teman-teman dari auditornya tadi kan

1:17:23

banyak ya auditor auditor internal bisa

1:17:27

di auditor pajaknya bisa kemudian di

1:17:29

auditor forensiknya atau investigasinya

1:17:32

juga bisa

1:17:35

tapi kalau mau memiliki kantor akuntan

1:17:38

publik sendiri

1:17:41

itu ambilnya yang CPA tadi gitu. Tapi

1:17:44

rata-rata

1:17:46

yang ambil CP enggak tahu ya ini fan ee

1:17:50

funfake-nya atau enggak, tapi kebanyakan

1:17:53

auditor itu cowok

1:17:56

yang stay ya maksudnya yang stay

1:17:59

bertahun-tahun gitu ya, yang sampai

1:18:03

didalami hingga partner itu rata-rata

1:18:06

cowok. Ada yang tahu enggak kenapa

1:18:08

banyak auditor itu lebih banyak cowok

1:18:13

yang sampai partner ya daripada cewek?

1:18:17

Kalau ketemu dengan KAPKAP gitu ya

1:18:20

biasanya kan KAP apa gitu itu kan

1:18:23

biasanya partnerannya itu

1:18:26

lebih banyaknya cowok

1:18:29

suka terjun lapangan. Aku mungkin cewek

1:18:31

lebih ke emosional.

1:18:47

Nah, jadi realitanya itu ketika

1:18:50

ee KAP ya atau partner itu memilih ee

1:18:54

senior auditornya atau memilih junior

1:18:58

auditornya itu memang lebih banyak itu

1:19:03

cowok ya. Kenapa? Karena dari sisi tadi

1:19:06

ketika teman-teman jadi auditor itu kan

1:19:09

tuntutannya banyak gitu. Teman-teman

1:19:11

juga harus ee ikut terjun ke lapangan.

1:19:13

Apalagi kalau auditnya itu kayak tadi,

1:19:15

Teman-teman harus mengaudit ee aset

1:19:17

tetapnya, mengaudit terkait dengan

1:19:19

persediaannya, kan harus ee terjun ke

1:19:22

lapangan. Nah, kalau cewek ketika terjun

1:19:25

ke lapangan mungkin kalau masih single

1:19:27

ee it's oke ya. Ee ruang geraknya itu

1:19:32

masih bisa. Tapi ketika mungkin sudah

1:19:34

berkeluarga dan sebagainya, ruang gerak

1:19:36

untuk seorang wanita itu kan lebih

1:19:39

terbatas dari pria ya. Kemudian terkait

1:19:43

dengan tekanan-tekanan yang ada di

1:19:45

auditor itu, itu kan biasanya memang

1:19:48

harus ee memiliki mental yang cukup kuat

1:19:52

ya. Jadi enggak banyak makanya banyak

1:19:54

yang lebih bertahan itu cowok. Karena

1:19:56

biasanya cowok terkait dengan mentalnya,

1:19:59

terkait dengan tuntutan di dunia

1:20:02

pekerjaan dan sebagainya,

1:20:05

emosionalnya gitu. Terus terkait dengan

1:20:08

tanggung jawab-tanggung jawab lainnya.

1:20:10

Nah, itu jadi kalau mungkin menemukan ya

1:20:13

perbandingan auditor yang cewek dengan

1:20:15

yang cowok gitu.

1:20:20

Oke, ini di Q ya. [berdehem]

1:20:24

Kalau ikut kelasnya nanti jadi

1:20:25

sertifikasi atau sertifikat biasa. Nah,

1:20:29

untuk sertifikasinya ee untuk

1:20:31

pelatihannya itu nanti teman-teman dapat

1:20:34

sertifikat pelatihan sama kalau

1:20:35

teman-teman lulus ujian itu sertifikasi

1:20:37

kompetensi karena ada ujiannya.

1:20:49

ini bisa di

1:20:54

ee

1:20:56

kalau offline kita ada kalau offline

1:21:00

kita belum ada ya

1:21:20

pertanyaan apa nih?

1:21:22

Oh, kelewat dimaksud dengan problem

1:21:25

solving anomali apa? Oke, jadi problem

1:21:29

solving anom eh dari kata anomalinya ya,

1:21:32

yaitu anomali itu penyimpangan. Jadi

1:21:34

misalkan teman-teman nih di dalam satu

1:21:37

ee kelas semuanya seram ee

1:21:42

serentak nih pakai seragam misalkan

1:21:46

putih. Nah, tiba-tiba ada yang pakai

1:21:48

seragam warna hitam gitu. Jadi

1:21:51

penyimpangan yang ada gitu ya. Jadi,

1:21:53

problem solving anomali itu terkait

1:21:55

dengan penyelesaian masalah terkait

1:21:57

dengan penyimpangan-penyimpangan yang

1:21:59

ada di dalam suatu perusahaan gitu.

1:22:02

Kalau jadi auditor ya terkait dengan di

1:22:04

dalam ee akun-akun yang ada, di dalam

1:22:06

laporan keuangan yang ada gitu. Jadi,

1:22:09

pemecahan masalah terkait dengan anomali

1:22:12

atau penyimpangan-penyimpangan yang ada

1:22:14

baik itu di datanya, kejadiannya atau

1:22:18

yang lainnya.

1:22:21

Kalau offline t kalau kalau di

1:22:26

homebase-nya

1:22:28

itu di Jawa Timur. Tapi kalau untuk

1:22:31

kelas auditnya ini kayaknya masih

1:22:32

tersedianya online karena instrukturnya

1:22:35

itu ee kerjanya ada yang ee auditor di

1:22:39

Jakarta, ada yang di auditor di

1:22:44

Kota Malang, ada yang auditor di Jawa

1:22:48

Tengah gitu. Jadi

1:22:52

untuk auditnya kelasnya itu masih

1:22:55

online.

1:22:58

Kak untuk pred manajemen ke sektor

1:23:00

publik cocoknya jadi audit apa? Kakaknya

1:23:04

bisa jadi auditor internal, bisa jadi

1:23:06

tadi kalau mau berkarir di sektor sektor

1:23:10

publik ya mungkin yang sesuai dengan apa

1:23:12

yang dipelajari bisa tadi di auditor di

1:23:15

bagian governance di BBK, BPKP gitu.

1:23:20

Jadi ikutnya ikut CPNS ya,

1:23:25

Kak. Kalau kampusnya enggak terkenal tuh

1:23:27

masih ada kesempatan enggak jadi? Masih.

1:23:30

Ini Oh, pertanyaannya dari Animus ya.

1:23:32

Enggak bisa kelihatan namanya. Masih

1:23:34

banget ya, Teman-teman. Jadi teman-teman

1:23:36

yang bukan dari jurusan atau dari kampus

1:23:39

top three, top five gitu ya, jangan

1:23:43

pernah minder. Karena perusahaan itu

1:23:45

sekarang ngelihatnya itu bukan dari asal

1:23:47

kampus teman-teman, tapi dari skill yang

1:23:49

teman-teman miliki. Diibaratkan aja ya

1:23:52

teman-teman nih ada dua orang pelamar.

1:23:54

Satunya dari kampus ternama mungkin dari

1:23:56

kampus 10 besar terbaik ya di Indonesia.

1:23:59

Satunya dari kampus swasta mungkin yang

1:24:00

enggak terkenal juga. Tapi ketika dua

1:24:03

orang ini melamar kerja, yang satunya

1:24:06

yang dari kampusah hanya pakai ijazahnya

1:24:08

aja. Yang yang kedua yang dari kampus

1:24:10

swasta itu diimbangi dengan skill-skill

1:24:13

yang dimiliki yang sesuai dengan

1:24:16

posisinya saat melamar. Contohnya

1:24:17

sebagai auditor diimbangi dengan

1:24:19

kemampuan-kemampuannya

1:24:21

terkait dengan audit itu sendiri.

1:24:23

perusahaan tuh enggak akan langsung

1:24:25

milihnya itu yang hanya membawa ijazah

1:24:28

saja, tapi yang memiliki skill gitu.

1:24:31

Karena kalau ijazah itu tidak

1:24:33

menunjukkan ijazah dari kampus ee ya

1:24:36

tidak menunjukkan bahwa teman-teman itu

1:24:38

berkompetensi

1:24:40

tapi

1:24:43

lebih ke skill yang teman-teman miliki.

1:24:47

J sekarang kalau ee misalkan kita banyak

1:24:51

ee interview ataupun

1:24:54

HR mencari kandidat itu enggak lagi

1:24:56

teman-teman lihat IPK teman-teman berapa

1:24:58

itu jarang sekarang atau dari kampus

1:25:00

mana gitu. Tapi skill-nya apa?

1:25:03

Dibuktikan dengan apa? Makanya sekarang

1:25:05

kan banyak ee teman-teman mahasiswa

1:25:07

nampilin portofolionya di Linkin-nya,

1:25:09

nampilin bukti-bukti ee terkait dengan

1:25:12

kegiatannya atau hasil-hasil yang dia

1:25:14

lakukan saat perkuliahan itu kan di

1:25:16

media sosialnya ya. Salah satunya itu

1:25:19

untuk HR itu notice gitu. Jadi buat

1:25:22

ketika rekrutmen ee rekritmen itu

1:25:25

melihat gitu ya, mencari terus melihat

1:25:29

teman-teman ya bakalan langsung di

1:25:32

approve. Bahkan sebelum teman-teman

1:25:34

melamar biasanya

1:25:36

udah dihubungi lebih dulu gitu. Jadi

1:25:39

jangan berkecil hati ya kalau

1:25:40

teman-teman bukan dari ee kampus ternama

1:25:43

dan sebagainya. Teman-teman tetap

1:25:44

memiliki peluang yang sama dengan

1:25:46

teman-teman yang mungkin dari

1:25:48

kampus-kampus yang

1:25:51

terkenal gitu. Jadi jangan berkecil

1:25:54

hati.

1:26:03

Oke, pokoknya sekarang aja pakai standar

1:26:06

baru buat penyusunan laporan keuangan

1:26:07

yang standar pakai SAKIP. Nah, kalau

1:26:10

misal ada PT yang belum kita standar

1:26:12

baru, nah cara auditor menyesuaikannya

1:26:14

gimana? Nah, terkait dengan penyesuaian

1:26:17

standar ya. Jadi terkait dengan kita

1:26:20

mengaudit suatu perusahaan pasti kita

1:26:22

akan mengacu dulu standar yang digunakan

1:26:25

oleh perusahaan tersebut apa. Ketika

1:26:27

standar yang digunakan misalkan ee masih

1:26:31

SAK ETAP gitu ya atau SAK atau SAKEP ya

1:26:35

untuk auditnya harus sesuai dengan

1:26:36

standarnya. Baru nanti di bagian ketika

1:26:39

kita memberikan

1:26:42

ini ya terkait

1:26:45

rekomendasi. [berdehem]

1:26:46

Nah, itu baru nanti mungkin karena

1:26:48

biasanya kan perusahaan itu tidak

1:26:50

tiba-tiba akan mengganti standarnya

1:26:53

gitu, perlu proses dan sebagainya. Jadi,

1:26:55

ee sebagai auditornya tetap menyesuaikan

1:26:57

dengan standar yang digunakan baru nanti

1:26:59

memberikan rekomendasi ketika standar

1:27:01

itu memang sudah tidak bisa ee sudah

1:27:04

tidak seharusnya digunakan karena ada

1:27:06

regulasi yang mengatur ternyata PT ini

1:27:08

harus menggunakan standar EP misalkan

1:27:10

SAKEP. Nah, tapi ketika ee teman-teman

1:27:14

mengaudit laporan keuangan sebelumnya

1:27:15

yang menggunakan standar yang lama, nah

1:27:18

teman-teman juga harus ee mengikut dari

1:27:20

standar yang digunakan itu baru nanti

1:27:23

diberikan rekomendasi.

1:27:28

Tanya bisa kasih hasil audit wajar tanpa

1:27:32

pengecualan dan itu gimana ya? Enggak

1:27:33

paham soalnya. Waduh, kalau ini

1:27:35

sebenarnya nanti

1:27:37

ee tidak serta-merta ee wajar tanpa

1:27:40

pengecualian diberikan gitu ya. Banyak

1:27:42

prosedurnya, banyak hal yang harus

1:27:44

dilakukan. Makanya tadi ketika

1:27:45

teman-teman ngaudit tadi ya, mulai dari

1:27:47

audit planning-nya, risk assessment-nya,

1:27:49

working papers-nya gitu ya,

1:27:51

prosedur-prosedur auditnya hingga jadi

1:27:54

laporan keuangan. Tadi opini kan ada

1:27:56

empat ya. Nah, ketika suatu auditor

1:27:59

memberikan ee opini wajar tanpa

1:28:01

kepengualian, artinya laporan keuangan

1:28:03

yang disampaikan itu bukan berarti 100%

1:28:07

benar, bukan. Karena auditor tidak

1:28:09

melihat ee bukan mengecek benar atau

1:28:12

tidak. Karena auditor tidak bisa

1:28:14

memberikan kepastian kebenaran itu,

1:28:16

gitu. Tapi auditor bisa memberikan opini

1:28:19

bahwa laporan keuangan yang disajikan

1:28:21

itu wajar gitu. Toh pun ada mungkin

1:28:24

human eror dan sebagainya. gitu. Itu

1:28:27

tidak

1:28:29

melebihi dari batas kewajarannya gitu

1:28:32

ya, Kak Desi.

1:28:40

Oke, sebenarnya kalau untuk akses PSAK

1:28:42

dan S ee SPAP ya, Teman-teman. Memang

1:28:45

kalau teman-teman mau punya ee PSAK-nya

1:28:48

langsung, nah itu memang harus ikut

1:28:51

asosiasi kayak IAI gitu ya atau IAPI.

1:28:54

Tapi kalau misalkan belajar-belajar dari

1:28:56

ee belajar-belajar sekarang kan lebih

1:28:59

mudah ya, karena sekarang akses untuk

1:29:01

teman-teman ee mengakses suatu

1:29:03

pengetahuan kan lebih sangat gampang

1:29:06

daripada dulu harus ke purpus gitu ya,

1:29:09

harus offline dan sebagainya gitu. J.

1:29:12

Kalau mau belajar-belajar nanti

1:29:13

teman-teman bisa mungkin ikuti ee media

1:29:16

sosial-media sosial yang membahas ya

1:29:20

seputar PSAK gitu atau seputar audit ya

1:29:23

standar audit gitu.

1:29:26

Tapi kalau misalkan teman-teman memang

1:29:28

ee dirasa saya mau nih ee menuju

1:29:31

profesional ya silakan teman-teman ikut

1:29:33

keanggotaan gitu. Tapi kalau dirasa itu

1:29:35

nanti akan ee berimpact ya pada karir

1:29:38

teman-teman. Jadi kalau ikut sesuatu

1:29:40

jangan karena FOMO, jangan karena yang

1:29:43

ee temannya ikut jadi teman-teman ikut

1:29:46

atau sebagainya. Tapi teman-teman harus

1:29:48

pahami dulu, kenali diri teman-teman,

1:29:50

arah karir teman-teman mau seperti apa.

1:29:53

Jadi ditanya dulu nih ke dirinya sendiri

1:29:55

dulu. Nanti teman-teman petakan

1:29:58

teman-teman arah karirnya mau ah gitu

1:30:00

harus step by step-nya apa. Nah, itu

1:30:02

teman-teman petakan.

1:30:06

Jadi auditor harus punya sertifikasi

1:30:07

dari IAI enggak, Kak? Kalau auditor

1:30:10

sertifikasinya bukan dari IAI ya. CP

1:30:13

tadi,

1:30:15

Kak. Sertifikasi yang diperlukan

1:30:16

menunjang CV itu full wajib enggak?

1:30:20

Oke, Teman-teman. Ini masih mahasiswa

1:30:22

mungkin ya. Terkait dengan sertifikasi

1:30:24

teman-teman ee dicek dulu ya teman-teman

1:30:27

mau arah karirnya ke mana gitu. Jadi

1:30:29

enggak tiba-tiba ee teman-teman ambil

1:30:32

sertifikasi semua teman-teman ambil tapi

1:30:34

teman-teman sesuaikan dengan arah karir

1:30:36

teman-teman gitu. Nah, kalau untuk tuvel

1:30:39

sebenarnya kalau untuk tuvel itu ee

1:30:41

bukan

1:30:43

ini skill wajib ya sebenarnya bukan

1:30:46

skill wajib ya lebih ke sunah lah gitu

1:30:48

ketika teman-teman memiliki pemahaman

1:30:50

kemampuan ee terkait dengan bahasa

1:30:52

Inggris karena kalau jadi auditor

1:30:54

apalagi teman-teman mau jadi auditornya

1:30:55

misalkan cita-citanya auditor di Big

1:30:57

Ford ya teman-teman akan dituntut nih

1:31:00

untuk pemahaman di skill ee bahasa

1:31:02

Inggrisnya karena nanti teman-teman akan

1:31:04

berhubungan dengan klien-klien dari luar

1:31:06

negeri yang mana ya karena perusahaannya

1:31:09

multinasional, teman-teman juga harus

1:31:11

paham bahasa internasionalnya juga gitu.

1:31:15

Penting sih kalau misalkan teman-teman

1:31:16

memang mau ambil tuel tapi teman-teman

1:31:19

juga lihat lagi ya arah karir

1:31:21

teman-teman mau ke mana gitu. Apakah

1:31:25

teman-teman ketika mau melamar kerja

1:31:26

atau melamar ee suatu pekerjaan impian

1:31:30

disyaratkanah tuvelnya itu gitu.

1:31:37

Kak di kelas gratis.

1:31:40

[berdehem] Kalau untuk kelas gratis

1:31:42

saya kurang paham ya, Teman-teman. Kalau

1:31:44

untuk kelas berbayar tadi itu tadi dapat

1:31:49

informasi dari adminnya ya, tapi

1:31:51

detailnya lagi nanti teman-teman coba

1:31:53

dikonfirmasi lagi ke adminnya bagaimana.

1:32:17

Oke, sudah terjawab semua ya yang di

1:32:20

Q&A-nya.

1:32:29

Oke, kalau misalkan tidak ada yang mau

1:32:32

ditanyakan lagi terkait dengan

1:32:33

teman-teman,

1:32:36

nanti

1:32:38

untuk informasi lebih lanjutnya terkait

1:32:40

dengan kelasnya, silakan nanti kalau

1:32:41

misalkan memang mau lanjut ditanyakan

1:32:43

kembali ke adminnya ya gitu. J mungkin

1:32:46

akan ada penawaran khusus ya untuk

1:32:48

teman-teman yang ikut webinar ini. Tapi

1:32:50

nanti silakan dikonfirmasi lagi ya

1:32:52

terkait dengan adminnya. Kalau enggak

1:32:54

salah tadi

1:32:56

[berdehem]

1:32:57

ada harga khusus untuk teman-teman di

1:32:59

350 kalau enggak salah atau diskonnya

1:33:03

yang 350 atau harga kelasnya jadi 350.

1:33:07

Nanti teman-teman silakan dikonfirmasi

1:33:08

lagi ya. Tadi karena ee sekilas aja

1:33:12

waktu diberitahunya. Tapi nanti

1:33:14

teman-teman silakan dikonfirmasi kalau

1:33:16

misalkan memang

1:33:18

syukur-syukur ya di harganya Rp350. Tapi

1:33:21

kalau di diskon jadi di diskon 350 juga

1:33:24

masih sangat worth it gitu. Oke, gitu ya

1:33:28

teman-teman untuk ee webinar kita pada

1:33:31

malam hari ini. Kalau tidak ada

1:33:32

pertanyaan mungkin saya cukupkan. Terima

1:33:35

kasih kepada teman-teman semuanya yang

1:33:37

sudah meluangkan waktunya untuk kita ee

1:33:39

lebih mengenal lagi nih terkait dengan

1:33:40

profesi audit. Harapannya ini bisa

1:33:43

memberikan ee insight baru untuk

1:33:46

teman-teman semuanya yang mau berkarir

1:33:48

di audit gitu ya. yang mau lebih

1:33:52

memperdalam lagi pemahaman di bidang

1:33:54

auditnya. Harapannya ini bisa menjadi

1:33:57

pintu utama ee pintu pertama teman-teman

1:33:59

untuk lebih bisa

1:34:02

maju lagi karirnya. Jadi yang tadi Mas,

1:34:06

yang tadi masih mahasiswa semoga ini

1:34:08

bisa membuka ee pemikiran teman-teman

1:34:11

nanti untuk arah ke depannya untuk yang

1:34:13

fresh graduate semoga ini bisa ee

1:34:16

menjadi jalan ya untuk teman-teman untuk

1:34:18

bisa menentukan nih teman-teman mau di

1:34:21

pekerjaan pertamanya apa ataupun yang

1:34:23

sudah bekerja semoga pekerjaan yang

1:34:26

sekarang itu bisa menjadi batu loncatan

1:34:29

teman-teman untuk bisa nih dapat karir

1:34:31

impian lagi ke depannya gitu. Mungkin

1:34:34

cukup sekian ee saya mohon maaf mewakili

1:34:37

dari pihak penyelenggara ataupun dari

1:34:40

saya sendiri selaku ee pemateri dalam

1:34:45

1 sampai 2 jam ini ya. Semoga kita bisa

1:34:49

bertemu kembali di lain kesempatan gitu

1:34:51

ya dengan teman-teman semuanya.

1:34:55

Saya akhiri untuk webinar kita pada

1:34:57

malam hari ini. Wasalamualaikum

1:34:59

warahmatullahi wabarakatuh. Selamat

1:35:01

malam, selamat istirahat.

1:35:04

untuk absensi nanti diberikan di grup

1:35:08

ya. Oke, terima kasih.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free