Full Transcript

·YouTLDR

16 Juli 2026

9:38IndonesianBy Abdurrahman NsTranscribed Jul 16, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:00

Beberapa ulama itu saking tidak mau

0:02

waktunya terbuang. Kalau ada tamu apa

0:04

yang dilakukan?

0:07

Dia suruh tamunya untuk serut-serut

0:09

pensilnya.

0:11

Ya, dulu kan pensil kan kayu

0:15

diserut supaya tajam kayak pensil.

0:17

Kemudian nanti diculup dengan tinta

0:19

kemudian ditulis culup tinta lagi. Tulis

0:22

kering tintanya cup lagi seperti itu.

0:25

Jadi dia suruh dia dan tamunya supaya

0:27

gak buang-buang waktu daripada kosong

0:30

waktunya ngobrol tidak jelas lebih baik

0:32

serut

0:34

alqalan gitu pena.

0:38

Nah itu bagaimana waktu itu dijaga

0:39

betul-betul. Bagaimana waktu itu dijaga

0:42

betul-betul.

0:44

kemarin ya. Ini saya cerita kenapa saya

0:47

bisa suka dengan membaca ya. Kenapa saya

0:50

bisa suka membaca?

0:54

Waktu di awal-awal S2 masuk S2 ya,

0:58

dosen saya bilang seperti ini.

1:02

Saya mau bikin gudang ilmu di kepalamu.

1:03

Usama asaka makunan ilmian. Saya mau

1:07

bikin kamu di kepalamu gudang.

1:10

Mumpung tesismu nanti berjudul

1:13

berjudulnya tentang NU Muhammadiyah ya.

1:16

Tesis saya tentang NU Muhammadiyah.

1:18

Jadi dia mau bikin makhzun makhz ilmi

1:21

filq Syafi'i. Jadi beliau suruh saya

1:23

baca kitab Albayan 10 jilid dalam 2

1:26

bulan ya. 10 jilid. Satu jilid itu

1:29

mungkin 400 halaman. 400 sampai 500.

1:34

Jadi saya paksa baca ya. Saya paksa

1:37

baca.

1:40

Dan lama-lama ketika selesai,

1:42

alhamdulillah selesainya 2 bulan lebih

1:44

ya karena gak bisa 2 bulan ya karena ada

1:46

anak istri juga.

1:50

Itu itu menurut saya ee masa

1:55

paling terpuruk saya waktu itu. Suruh

1:57

baca baca banyak halaman ya dalam

2:00

beberapa hari. Tapi setelah itu

2:05

ketika tidak membaca

2:08

jadi BM

2:12

baca 10 halaman saja dalam satu hari itu

2:13

bedmood ya. Biasa anak istri yang kena

2:17

kena apanya? Kena batunya ya. Tunggu

2:20

dulu jangan dukungkan saya mau dulu

2:22

membaca dulu biar sedikit ya.

2:28

Jadi membaca itu sebenarnya pertama

2:30

waktu Anda yang harus

2:33

atur dengan baik.

2:36

Yang kedua mulai dengan dipaks

2:39

paksa ya. Ada ya permisalan yang

2:43

terkenal yairillahuna

2:49

illah. Ya saya awalnya menuntut ilmu

2:51

bukan karena Allah.

2:53

Kalau orang dulu

2:56

itu menuntut ilmu supaya

2:59

bisa masuk pesantren dulu ya.

3:02

Karena di pesantren makannya

3:05

gratis dulu ya, sekarang bayar juga ya.

3:09

Makanya ini makulah yang terkenal dari

3:12

Imam Ghazali.

3:14

Imam Ghazali itu dulu bersaudara ya dan

3:18

bapaknya itu seorang yang ee apa?

3:21

penenun ya, penun.

3:23

ee apa penun itu kain

3:27

bapaknya itu tidak bisa memberikan

3:29

nafkah kepada anaknya. Akhirnya disuruh

3:32

untuk masuk di

3:35

madrasah pesantren supaya bisa makan di

3:38

situ.

3:41

Tapi lama-lama jadi Imam Ghazali.

3:45

Makanya itu maquah yang terkenal ya,

3:47

perkataan yang terkenal.

3:49

Saya awalnya menuntut ilmu bukan karena

3:51

Allah. faaba yakuna. Maka ilmu itu

3:54

seakan ilmu itu mengatakan saya saya

3:56

tidak mau

3:59

kecuali atas demi Allah subhanahu wa

4:02

taala. Ya, ini memang teori ya. Semua

4:04

susah kita praktikkan ini semua teori

4:07

tapi nanti praktiknya akan antum lakukan

4:10

sendiri ya.

4:13

Kemudian ya

4:17

ee

4:21

ya apaagi penyebab kedua ya tadi sudah

4:24

disebutkan sama ustaz

4:30

cepat bosan ya. Yang kedua coba saya

4:32

tunjuk-tunjuk ya atau ada yang bisa

4:35

angkat tangan sebab kedua

4:40

atau kita coba yang mahasiswa baru ini

4:41

atau siswa baru ini apa kira-kira

4:44

penyebab

4:46

Masyaallah

4:47

cepat bosan eh penyebab ee apa siswa

4:50

sekarang anak muda malas belajar ada

4:54

terlalu banyak main HP

4:56

terlalu banyak main HP i

4:59

ya bisa ya sama hampir sama dengan tadi

5:03

ya terlalu banyak main HP akhirnya

5:06

terbiasa main HP bukan terbiasa mem

5:09

betul ya ala bisa karena biasa ada

5:12

contoh lain

5:14

ya tafadol ustaz

5:16

bergantung pada internet

5:18

bergantung pada internet betul ya

5:23

kalau di sini di teks saya ada sebut ada

5:25

ada saya sebutkan ee terbiasa dengan

5:27

hal-hal yang instsan

5:30

Ya, ketika otak anda terbiasa dengan hal

5:33

instan ya gak bisa sulit untuk melakukan

5:36

proses yang sulit. Mana kita semangat

5:40

terbiasa hal kan misalnya contoh ya

5:43

orang yang terbiasa makan mie instan

5:45

tiap hari sulit memasak hal-hal yang

5:47

berat tidak mungkin dia bikin contoh

5:49

dari awal.

5:52

Contoh dari nol.

5:54

Apa itu contoh dari nol?

5:56

beli kacangnya ya, beli

5:58

rempah-rempahnya, disangrai kemudian

6:01

diblender. Kalau orang dulu ditumbuk ya

6:03

sampai halus, kemudian dimasak dan

6:05

sebagainya. Tapi karena dia terbiasa

6:07

dengan mie instan, akhirnya mini instan

6:10

terus yang dia masak itu terus itu terus

6:13

itu terus sampai akhirnya masuk rumah

6:14

sakit dioperasi dan

6:18

apagi

6:19

gak saya ya. Iya.

6:21

Apalagi

6:23

cocok yang dibilang ustaz tadi ya.

6:24

terbiasa dengan halnya

6:28

ulama dulu para ikhwah sekalian untuk

6:31

satu hadis saja safar ya dari Baghdad ke

6:34

Mesir

6:36

perjalanan 2 bulan cuma untuk memastikan

6:40

saja satu hadis ini hadisnya sudah dia

6:42

tahu

6:44

hadisnya sudah dia tahu cuma tapi

6:45

memastikan saja

6:47

karena dia tahu ada perawi lain selain

6:49

dia.

6:52

Jadi dia meriwayatkan hadis

6:56

dan ada dia tahu di Mesir orang yang

6:57

meriwayatkan hadis yang sama.

7:02

Ini sudah kita ini sudah dia tahu tapi

7:04

dia untuk memastikan saja safar ke

7:06

meesir.

7:08

Ini bagaimana semangatnya ini

7:10

orang-orang yang dulu ini belajar ya

7:12

sampai safar bukan naik pesawat, bukan

7:14

naik sepeda ya jalan kaki

7:17

naik unta ya pinjam dari

7:23

ya.

7:25

Ini lihat semangatnya ulama dulu ikhwan

7:28

sekalian ya. Bagaimana untuk satu hadis

7:31

saja mereka rela untuk bersyafar.

7:37

Dulu itu tidak ada namanya download PDF

7:40

ya, tidak ada namanya beli buku.

7:44

Yang ada adalah

7:47

apa?

7:48

Menulis, menyalin buku. Jadi di sana

7:52

dulu ada namanya nusakh dulu ya. ada

7:55

namanya nusak.

7:57

Jadi kita bayar dia.

8:00

Kalau sekarang bayar kan bukunya

8:01

langsung ada.

8:03

Dulu tidak. Ada dua opsinya antum. Antum

8:07

bayar orang untuk

8:10

salin itu semua dan menunggu

8:11

berhari-hari berbulan-bulan

8:13

atau antum sendirian

8:15

salin. Dan banyak ulama dulu yang tidak

8:18

ada uang akhirnya menyalin sendiri.

8:23

Jadi dia sudah menyal masuk ilmunya di

8:26

kepalanya ya.

8:29

Tapi kita sekarang ya nauzubillah ya

8:33

ingin ilmu yang instan dan cepat ini

8:37

alhamdulillah kita semua sudah ada buku.

8:40

Sudah ada buku dan sudah kita bisa

8:42

pelajari di situ.

8:45

Dan insyaallah dengan adanya buku itu

8:47

kita bisa belajar ya. meskipun tidak ee

8:51

sesulit ulama dulu untuk mendapatkan

8:53

buku, tapi buku yang Anda pegang itu

8:56

lebih bagus daripada apa-apa yang Anda

8:59

baca di internet ya, ujungnya ke sana

9:04

ya. Ee apaagi kira-kira? Ada tambahan?

9:08

Ada tambahan? Ya, silakan.

9:10

Kurangnya rasa ingin tahu.

9:12

Kurangnya kurangnya rasa ingin tahu ya.

9:18

Jadi ilmu itu ada syahwatnya

9:22

ya. Ilmu itu ada syahwatnya.

9:26

Jadi ada ada disebutkan ya almalhumatan

9:30

labaan. Ada dua jenis orang yang tidak

9:33

akan pernah

9:34

kenyang. K

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.