0:00
Kembali lagi di channel Jago Listrik. Di
0:02
video kali ini kita akan kupas tuntas
0:05
tentang kapasitor. Mulai dari cara
0:07
kerja, struktur, fungsi, hingga
0:10
aplikasinya dalam kehidupan nyata.
0:13
Jangan lama-lama, langsung aja kita
0:15
bahas. Kapasitor adalah komponen yang
0:18
berfungsi menyimpan energi listrik dalam
0:20
bentuk muatan listrik pada kedua
0:23
platnya. Meskipun memiliki fungsi
0:25
penyimpanan energi seperti baterai, cara
0:29
kerja keduanya berbeda, Teman-teman.
0:32
Baterai menyimpan energi melalui reaksi
0:34
kimia, sedangkan kapasitor menyimpan
0:38
energi dalam medan listrik yang
0:41
terbentuk antara kedua platnya. Karena
0:43
itulah kapasitor dapat mengisi dan
0:47
melepaskan energi jauh lebih cepat
0:50
dibandingkan baterai. Meskipun kapasitas
0:53
penyimpanan energinya jauh lebih kecil,
0:56
kapasitor sangat cocok digunakan pada
0:59
aplikasi yang membutuhkan lonjakan
1:01
energi secara cepat. Contohnya, kilat
1:04
lampu atau flash pada kamera, start awal
1:07
motor listrik, dan untuk menghaluskan
1:09
tegangan keluaran pada power supply
1:12
seperti pada charger ponsel. Untuk
1:14
memudahkan pemahaman, kita bisa memakai
1:17
analogi tangki air. Bayangkan sebuah
1:20
pipa air dengan katup di salah satu
1:23
ujungnya. Saat katup dibuka, air
1:26
mengalir dengan kecepatan tetap. Namun,
1:29
jika tekanan air tidak stabil, aliran
1:31
air juga akan ikut terganggu,
1:34
Teman-teman. Nah, untuk menjaga
1:35
kestabilan aliran dibutuhkan yang
1:38
namanya tangki penampung air. Saat
1:41
tekanan air berlebih, air disimpan
1:44
sementara di dalam tangki. Ketika
1:47
tekanan menurun, air dari tangki akan
1:50
mengalir untuk menjaga aliran tetap
1:55
Jadi, sama seperti kapasitor dalam
1:57
rangkaian listrik, kapasitor juga
2:00
bekerja sebagai penyimpan sementara
2:02
muatan listrik. Contohnya misalkan kita
2:06
menyalakan dan mematikan lampu dengan
2:07
cepat tentunya lampu akan
2:10
berkedip-kedip. Lalu karena
2:12
berkedip-kedip kita tambahkan kapasitor
2:14
nih dalam rangkaiannya.
2:17
Dengan adanya kapasitor dalam rangkaian
2:19
lampu akan tetap menyala meskipun ada
2:22
gangguan singkat pada catu daya. Jika
2:25
kita menggunakan sumber tegangan yang
2:27
tidak stabil, misalnya dari generator
2:30
atau genset, lampu akan berkedip-kedip.
2:33
Nah, dengan menambahkan kapasitor ini,
2:36
fluktuasi atau naik turunnya tegangan
2:38
bisa diredam sehingga lampu tetap
2:41
menyala dengan stabil. Fungsi dari
2:43
kapasitor dalam menjaga agar tegangan
2:46
pada beban tetap stabil walaupun
2:47
tegangan input berubah-ubah disebut juga
2:50
regulasi tegangan atau bahasa kerennya
2:53
voltage regulation. Oleh karena itu,
2:55
kapasitor banyak digunakan dalam
2:57
rangkaian catur daya atau power supply
3:00
untuk menjaga kestabilan tegangan. Lalu,
3:03
bagaimana dengan struktur kapasitor?
3:07
Kapasitor terdiri dari dua plat
3:09
konduktor dan ada bahan isolator di
3:13
antara kedua plat konduktor disebut
3:16
dielektrik. Ketika kita menghubungkan
3:19
kapasitor ke sumber tegangan pelat
3:21
positif akan terisi muatan positif.
3:24
Sedangkan plat negatif akan terisi
3:26
muatan negatif. Nah, muatan-muatan ini
3:29
menciptakan medan listrik di antara plat
3:32
tersebut dan selanjutnya bisa menyimpan
3:35
energi listrik. Kemampuan kapasitor
3:38
untuk menyimpan muatan listrik disebut
3:40
kapasitansi yang diukur dalam satuan
3:43
farat. Satu farad sama aja dengan
3:46
kapasitor yang dapat menyimpan satu
3:49
kolom muatan saat diberi tegangan 1
3:51
volt. Untuk meningkatkan kapasitansi
3:54
tanpa memperbesar ukuran fisik
3:56
kapasitor, maka digunakan bahan yang
3:59
namanya dielektrik di antara kedua pelat
4:03
konduktor. Medan listrik menyebabkan
4:05
polaritas atom dalam dielektrik berubah
4:08
atau terpolarisasi sehingga menciptakan
4:12
dipo. Polaritas ini menghasilkan lapisan
4:15
muatan yang menarik lebih banyak muatan
4:18
ke pelat konduktor sehingga kapasitansi
4:21
meningkat. Kemampuan bahan dielektrik
4:24
untuk terpolarisasi disebut permitivitas
4:27
atau konstanta dielektrik. Semakin
4:30
tinggi permitivitas suatu bahan, maka
4:33
semakin tinggi pula kapasitasi kapasitor
4:35
tersebut. Kapasitor banyak digunakan di
4:38
beberapa aplikasi. Contohnya dalam
4:40
penyimpanan energi, penyaringan sinyal
4:43
atau signal filtering, dan rangkaian
4:46
penunda waktu atau time delay circuits.
4:48
Nah, jadi kapasitor ini sangat berguna
4:51
dalam dunia elektronik ya, Teman-teman.
4:53
Oke, sekian video kali ini. Apabila
4:55
teman-teman ada tambahan, silakan komen
4:57
di bawah dan sampai jumpa di video
5:00
selanjutnya. See you, Teman-teman.