Full Transcript

·YouTLDR

Rute Pemberian Obat

15:40IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

halo salamualaikum warahmatullahi

0:02

wabarakatuh Baiklah eh untuk mata

0:05

pelajaran farmakologi kita akan membahas

0:08

bab baru yaitu rute pemberian obat

0:10

seperti yang kita ketahui bahwa

0:13

bentuk-bentuk sediaan obat di pasaran

0:15

sangat banyak ada yang dalam bentuk

0:17

tablet kapsul cek maupun cairan nah

0:21

bentuk-bentuk sediaan obat ini

0:24

berdasarkan dari rute pemberian obatnya

0:27

sehingga suatu perusahaan itu membuat

0:31

bentuk sediaan obat itu dilihat dari

0:33

bagaimana nanti obat tersebut akan

0:35

diberikan kepada pasien oleh karena itu

0:38

Mari kita akan membahas satu persatu

0:40

tentang rute pemberian obatnya oke yang

0:45

pertama kita akan membahas tentang

0:46

klasifikasinya terlebih dahulu untuk

0:49

rute pemberian obat itu ada banyak namun

0:52

akan kita bahas ini hanya ada 9.net yang

0:54

pertama adalah peroral yang kedua adalah

0:57

sublingual yang ketiga buka

1:00

parenteral atau suntikan kelima rektal

1:03

keenam intravaginal ketujuh transdermal

1:07

yang ke-8 inhalasi dan yang ke-9 adalah

1:09

ngasal Oke Baik kira akan bahas satu

1:13

persatu yang pertama yaitu rute

1:16

pemberian obat melalui peroral nah rute

1:18

pemberian obat melalui peroral itu

1:20

diberikan melalui mulut dengan cara

1:22

ditelan rute ini biasanya yang paling

1:25

umum digunakan jadi banyak sediaan yang

1:28

rute pemberian obatnya adalah melalui

1:30

peroral Selain itu dia juga mudah dan

1:34

lebih murah dalam segi produksi maupun

1:35

dalam segi penjualannya nah selain

1:39

kelebihan-kelebihan di atas rute

1:41

pemberian peroral ini juga ada

1:43

kelemahannya yang pertama efek yang

1:45

ditimbulkan biasanya lambat karena

1:47

ketika masuk dalam tubuh kita dia akan

1:50

melalui beberapa tahap yang hingga

1:52

akhirnya menimbulkan efek natap Kapan

1:54

itu biasanya tidak bisa langsung

1:56

bereaksi sehingga efeknya akan lambat

2:00

Hai yang kedua itu kurang disukai Jika

2:02

rasanya pahit beberapa bentuk sediaan

2:05

yang dikonsumsi secara peroral itu

2:07

memiliki rasa yang pahit sehingga banyak

2:10

orang yang kurang menyukai terutama

2:12

anak-anak biasanya kemudian yang ketiga

2:14

itu dapat menyebabkan iritasi pada

2:17

saluran pencernaan punya ini salah satu

2:20

tahap yang harus dilewati dalam tubuh

2:22

kita yaitu melewati saluran pencernaan

2:24

ketika obat tersebut mengandung asam dan

2:27

kondisi lambung kita sedang kosong atau

2:29

sebelum mengkonsumsi makan maka obat

2:33

tersebut bisa mengiritasi saluran

2:34

pencernaan kita hanya terkadang buat

2:37

obat yang diminum peroral itu harus

2:39

dikonsumsi setelah makan Berikut ini

2:43

adalah gambar-gambar dari contoh sediaan

2:45

peroral ini untuk sediaan peroral bentuk

2:48

sediaan obat nya dalam bentuk cairan

2:49

maupun suspensi ataupun elixir kemudian

2:52

ada dalam bentuk tablet ada dalam bentuk

2:55

kapsul maupun ada dalam bentuk kaplet

2:58

selanjutnya kita akan masukkan

3:00

Hai ketahap rute pemberian obat Supreme

3:02

World Cup lingual ini cara pemberian

3:05

obatnya dengan cara ditaruh dibawah

3:07

lidah nah tujuannya agar efek

3:09

ditimbulkan itu bisa lebih cepat Kenapa

3:12

karena Pembuluh darah yang ada di bawah

3:14

lidah itu merupakan pusat dari sakit

3:16

sehingga ketika kita meletakkan obat

3:19

dibawah lidah maka efeknya akan lebih

3:20

cepat nah Selain itu obat-obatan yang

3:24

dikonsumsi secara sublingual ini

3:26

mencegah kerusakan obat ketika masuk di

3:29

saluran pencernaan dan mencegah

3:31

terjadinya metabolisme di dinding usus

3:33

dan hati-hati

3:36

Hai nah ini adalah gambar Bagaimana cara

3:39

kita meletakkan obat yang dikonsumsi

3:42

secara sublingual jadi obatnya ditaruh

3:45

dibawah lidah kemudian dibiarkan sampai

3:47

dia service versi sempurna jadi ketika

3:50

mengkonsumsi obat sublingual kita tidak

3:52

diizinkan untuk meminum air Namun kita

3:55

harus membiarkan obat tersebut sampai

3:57

habis dengan sempurna contoh obat-obatan

4:00

yang dikonsumsi secara sublingual adalah

4:03

isosorbid dinitrat atau SDN dimana

4:06

fungsinya sebagai obat Angina yah beras

4:10

selain rute pemberian obat secara

4:12

sublingual juga ada rute pemberian obat

4:14

secara bekal yaitu dilakukan dengan cara

4:17

menempatkan obat pada membran mukosa

4:19

pipi sampai abad tersebut larut ke itu

4:22

diletakkannya di antara gusi dan pipi

4:24

Nah karena diberikan-nya denyut lokasi

4:28

pipi dan gusi maka dia bisa menyebabkan

4:31

iritasi pada mukosa pipi sehingga untuk

4:33

mencegah hal tersebut terjadi maka

4:36

ini harus secara bergantian misal contoh

4:39

obat tersebut dikonsumsi sehari dua kali

4:42

maka pada 12 jam pertama itu bisa

4:44

ditaruh di pipi sebelah kiri kemudian

4:46

12jam kedua itu bisa ditaruh di pipi

4:49

sebelah kanan nah ini adalah gambar dari

4:52

contoh pemakaian obat bukal jadi ditaruh

4:55

di mukosa pipi yaitu di antara gusi dan

4:58

pipi ini ditaruh dibagian kiri kemudian

5:01

selanjutnya dipakai celebration yaitu

5:04

detail lagi di sebelah kanan contoh

5:06

obat-obatan yang digunakan secara buka

5:09

yaitu adalah obat tradisional atau obat

5:11

hormon selanjutnya kita akan masuk ke

5:14

rute pemberian obat dengan cara

5:15

parenteral atau suntikan nah disini kita

5:18

akan membahas empat saja empat rute

5:21

pemberian obat secara parenteral yaitu

5:24

nanti ada intravena kemudian ada

5:26

intramuskular kemudian ada intrakutan

5:29

dan ada subkutan apasih kelebihan dari

5:32

Huta pemberian obat secara suntikan atau

5:34

parenteral yang

5:36

itu efek yang ditimbulkan lebih cepat

5:38

dan teratur jadi ketika kita

5:39

menyuntikkan obat itu kita bisa langsung

5:41

merasakan efeknya dibanding dengan

5:44

ketika kita mengkonsumsi obat secara

5:46

peroral tadi ah Kemudian yang kedua

5:48

dapat diberikan pada penderita yang

5:50

tidak kooperatif tidak sadarkan diri

5:52

atau muntah-muntah dan yang ketiga itu

5:55

sangat berguna dalam keadaan darurat

5:56

karena tadi efek yang cepat sehingga

5:59

ketika keadaan darurat otomatis kita

6:01

memerlukan efek yang bisa langsung

6:03

dirasakan

6:07

Indonesia dimana-mana kalau ada

6:09

kelebihan pasti ada kekurangan ya ke

6:11

seperti kelebihannya diatas tadi

6:12

pemberian parenteral atau suntikan juga

6:14

ada kerugiannya yang pertama yaitu

6:16

menimbulkan efek nyeri ya karena kita

6:19

ditusuk dengan jarum otomatis akan

6:21

menimbulkan efek nyeri ya kemudian tidak

6:23

ekonomis karena dia harus menyediakan

6:27

spuit harus menyediakan pesugihannya nah

6:31

yang ketiga itu membutuhkan tenaga medis

6:34

Nah kenapa mundur membutuhkan tenaga

6:36

medis karena yang bisa Maafkan suntikan

6:39

itu biasanya hanya hanya tenaga medis ya

6:42

kalau pasien biasanya jarang tes

6:45

sekarang kita masuk ke Solo jenis-jenis

6:48

rute pemberian obat secara parenteral

6:51

khususnya pertama adalah the intrakutan

6:53

intrakutan itu adalah titik kan langsung

6:56

ke dalam jaringan kulit yang kedua

6:58

seputar itu dimana penyuntikannya masuk

7:01

ke dalam jaringan lemak dan yang ketiga

7:03

adalah intramuskular gimana

7:05

penyuntikannya langsung Mas

7:07

terjaring and otot sedangkan intravena

7:09

itu penyampaiannya ke dalam pembuluh

7:11

darah sakit apa enggak satu persatu

7:14

dimulai dari interaksi utan yaitu adalah

7:17

prinsipnya itu dengan cara memasukkan

7:19

obat ke bawah ke dalam jaringan kulit

7:21

dimana Kalau dilakukannya di bawah

7:24

dermis ataupun di bawah epidermis secara

7:26

umum dilakukan pada daerah lengan tangan

7:29

bagian ventral seperti dilihat dari

7:31

gambar ini ini adalah contoh skin test

7:34

atau tes alergi ya untuk mengetahui

7:37

alergi alergi apa saja dan juga tes

7:40

antibiotik biasanya di sini ada contoh

7:44

misalkan serta antibiotik antibiotika

7:47

disuntikkan di bawah jaringan kulit

7:48

kemudian di sekitar jaringan di sekitar

7:52

suntikan tadi akan diberi lingkaran

7:54

kemudian hasilnya terlihat setelah

7:56

beberapa menit itu ditandai dengan

7:59

adanya ruam adanya gatal maupun adanya

8:03

bengkak disekitar tanda yang

8:07

Kim tadi jika itu semua terjadi atau

8:09

salah satunya terjadi maka akan itu

8:11

positif kita alergi antibiotik yang

8:14

diberikan itu Misalkan contoh untuk tes

8:17

antibiotik telah setelah intrakutan ada

8:20

rute pemberian subkutan yaitu pemberian

8:22

obat melalui jaringan lemaknya jadi

8:25

diberikan di jaringan lemak lemak pada

8:27

tubuh kita kalau digambar itu biasanya

8:29

ya lemak itu ada di lengan kemudian aneh

8:32

di perut dan ada di paha nah disini

8:36

sobat yang lazim digunakan secara

8:38

subkutan itu contohnya adalah vaksin

8:41

Kemudian obat-obatan preoperasi Kemudian

8:44

heparin narkotik dan yang paling sering

8:46

adalah insulin salah selanjutnya kita

8:49

akan masuk ke intramuskular Nah

8:51

intramuskular tadi itu adalah

8:53

penyuntikannya dimana lebih suntik

8:54

langsung ke jaringan otot Ya seperti

8:57

digambar dia biasanya hak bencana

9:00

pengetikannya itu lebih tegak lurus Ini

9:03

dia penjelasan tentang intramuskular

9:05

yaitu memasukkan apa

9:07

Hai jaringan otot kemudian Erwin samsuar

9:10

ini absorpsinya lebih cepat dibandingkan

9:12

dengan subkutan karena kalau kita lihat

9:16

jaringan otot itu ada di bawah jaringan

9:18

lemak jadi otomatis jaringan lebih

9:21

panjangnya jadi absenya lebih cepat

9:23

karena dia dimasukkannya lebih dalam nah

9:26

lokasi penyuntikannya Biasanya pada

9:27

daerah paha atau lengan atas dan

9:30

pemberian obatnya sangat dipengaruhi

9:31

oleh kelarutan obat dalam air jadi

9:34

obat-obat yang sukar larut dalam air itu

9:36

dihindari untuk penggunaan secara yang

9:39

termasuk Oke selanjutnya yang terakhir

9:41

yaitu intravena pada pemberian intravena

9:44

ini penyuntikkan dia langsung pada

9:47

pembuluh darah seperti ketat pada gambar

9:49

yang dicari adalah di bagian pembuluh

9:51

sehingga Santa intravena yaitu disini

9:54

seperti yang dari saya katakan

9:55

memasukkan langsung ke pembuluh darah

9:57

kemudian aku untungannya dia penyerapan

10:00

obat nya lebih cepat karena langsung

10:01

dibawa oleh darah ya setelah itu lokasi

10:04

penyuntikannya bisa pada lengan tungkai

10:05

leher dan

10:07

Hai salah itu tadi yang introvert Nah

10:09

bisa Kitkat pada gambar nah ini adalah

10:12

eh derajat-derajat dari penyuntikan obat

10:17

ya jadi intramuskular itu biasanya

10:20

pengetikannya tegak lurus atau 90° untuk

10:23

seputar itu 45-97 sadjuga dia tegak

10:26

seperti pada pemberian obat insulin di

10:29

harus tegak lurus kemudian intravena dia

10:32

pada pembuluh darah seperti di gambar

10:33

ini jadi penyuntikannya 25° kemudian

10:37

intradermal atau tadi intrakutan ya itu

10:41

penyuntikannya di bawah jaringan kulit

10:42

jadi posisinya sekitar 10-15 detik Oke

10:46

kita lanjut lagi ke Kemudian untuk

10:48

penggunaan selanjutnya adalah rektal

10:50

atau rektum atau anus ya jadi pemberian

10:53

obatnya itu melalui anus atau rektal

10:56

atau rektum kemudian tujuannya itu

10:59

sebisa dua secara sistemik maupun secara

11:02

lokal contohnya adalah pemberian

11:04

suppositoria biasanya obat-obat

11:07

enggak untuk rute pemberian secara

11:08

rektal itu bentuknya adalah suppositoria

11:12

itu contohnya yang paling sering adalah

11:14

Dulcolax yang berfungsi sebagai pencahar

11:16

misinya dia efeknya lokal sedangkan

11:18

kalau yang sistemik dia contohnya adalah

11:21

novel ini suppositoria itu memberikan

11:23

Efek subsonic sebagai bronkodilatasi nah

11:28

ini contoh pemberian obat secara rektal

11:30

ya lebih pada bayi Contohnya seperti ini

11:33

dan juga ini contoh untuk kepada dewasa

11:36

nah ini adalah contoh dari sediaan

11:39

suppositoria Bentuknya itu seperti

11:42

peluru jadi memudahkan kita untuk

11:45

memasukkan kedalam rektal atau rektum

11:48

atau anus kemudian kita beralih ke

11:51

intravaginal intravaginal atau bentuk

11:54

sediaannya biasa disebutnya ovula ya

11:55

pemberian obat dimasukkan dengan cara

11:57

melalui langsung ke vagina bertujuan

12:00

untuk mendapatkan efek terapi secara

12:02

lokal kemudian tersedia dalam bentuk

12:04

cair maupun suppositoria atau biasanya

12:06

of

12:07

cepat dengan ovula nah dan tidak

12:09

dianjurkan atau perempuan yang belum

12:11

aktif secara seksual Ini adalah gambar

12:15

dari pemberian obat secara intravaginal

12:18

dimana gambar yang pertama itu dia

12:21

menggunakan alat bantu untuk memasukkan

12:24

obatnya kedalam vagina yang kedua gambar

12:27

kedua itu dia langsung obatnya

12:30

dimasukkan ke dalam vagina nah ini

12:35

contohnya Oh sediaan intravaginal

12:37

untuknya itu Oval ya agak besar kemudian

12:41

yang menggunakan alat bantu contohnya

12:42

Ini pasaran yang paling banyak digunakan

12:44

adalah Betadine vaginal douche CPE rute

12:48

pemberian obat selanjutnya yaitu

12:49

transdermal yaitu biasanya sediaan dalam

12:52

bentuk Patcher jadi sediaan part

12:54

transfer Mal ini merupakan sediaan yang

12:56

bekerja dengan cara memungkinkan obat

12:59

masuk ke dalam kulit yang akan mengalami

13:01

efek sistemik jadi zat aktif yaitu ada

13:03

pada empatnya ya ya

13:07

Hai contoh sediaan transdermal yang

13:09

biasanya berupa pas adalah clonidine

13:12

fentanyl lidokain dan nitrogliserin atau

13:15

yang kalau sediaan yang paling gampang

13:17

yang tersedia bebas di pasaran itu

13:19

seperti Salonpas ya kemudian rute

13:24

pemberian obat selanjutnya yaitu okular

13:26

dan khotib untuk kapular dia adalah rute

13:30

pemberian obat melalui mata yang

13:32

digunakan untuk mengobati gangguan mata

13:34

biasanya dalam bentuk cairan jauh maupun

13:36

salep sedangkan kalau Otik gitu obatnya

13:39

melalui telinga ya Jadi bisa dalam

13:43

bentuk tetes telinga lahiriah

13:45

contoh-contoh sediaan okular seperti

13:48

obat tetes mata dan salep mata kau tetes

13:50

mata yang di pasaran adanya investor oto

13:53

dan banyak lagi kalau salep mata salah

13:56

satu contohnya adalah erlamycetin ya dan

13:59

gambar berikut ini adalah contoh dari

14:02

sediaan yang penggunaannya secara optik

14:04

yaitu disini berupa tetes telinga

14:07

Hai salah satu contoh sediaannya adalah

14:10

erlamycetin dan otolin rute pemberian

14:14

obat selanjutnya yaitu inhalasi dan asal

14:16

untuk inhalasi dia terbagi menjadi dua

14:19

yaitu inhaler da Nebulizer kalau inhaler

14:22

itu dia diberikan melalui mulut berupa

14:25

aerosol ya akan terserap ke paru-paru

14:27

Sedangkan untuk Nebulizer dia juga

14:29

merupakan rasul yang akan mereka

14:31

paru-paru namun penggunaannya melalui

14:33

mulut dan hidung menggunakan alat bantu

14:35

ya nanti gambar ada di belakang kemudian

14:38

kalau untuk nasal dia langsung

14:40

disemprotkan kedalam hidung yang akan

14:42

diserap melalui membran hidung Nah itu

14:45

tadi contoh sediaan untuk inhalasi yang

14:47

bagian inhaler di pasaran itu inhaler

14:50

contohnya adalah simikot ventolin maupun

14:53

bioteks ketiga-tiganya ini penggunaannya

14:56

adalah melalui mulutnya dalam bentuk

14:58

Eropa dan hal ini adalah contoh gambar

15:01

untuk sediaan inhalasi bagian Nebulizer

15:04

pilih menggunakan alat kemudian

15:07

Hai cara penggunaannya yaitu langsung

15:09

menghirup bau melalui mulut dan hidung

15:13

sana Ini adalah contoh untuk sediaan

15:16

asal di pasaran yang bisa dipakai adalah

15:18

avamys dan ini Adin dia langsung ke

15:21

figur Oke dengan berakhirnya Selatan di

15:27

tentang contoh obat nasal maka makanya

15:31

tentang rute pemberian obat kita telah

15:33

selesai Terima kasih seiring

15:36

wassalamu'alaikum warahmatullahi

15:37

wabarakatuh

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free