Full Transcript

·YouTLDR

Viral Warga Tolak Sensus Ekonomi 2026, Cerminan Negara Tak Lagi Dipercaya?

3:47IndonesianTranscribed Jul 28, 2026
0:00

Gak bisa

0:02

enggak ada gunanya semua itu. Minta KK,

0:04

minta KTPak.

0:06

Terus bantuan ke mana? Sampai sekali gak

0:08

datang-datang. Pergi kalian ke sini

0:11

pergi

0:12

pergi.

0:13

Di media sosial muncul banyak unggahan

0:15

yang menunjukkan penolakan masyarakat

0:16

terhadap petugas pendataan lapangan

0:18

sensus ekonomi 2026. Apa yang melatar

0:21

belakangi penolakan tersebut? Benarkah

0:23

fenomena ini menjadi cerminan negara

0:25

yang tak lagi dipercaya? Kita bahas.

0:29

Sensus ekonomi 2026 merupakan sensus

0:31

ekonomi kelima sejak pertama kali

0:33

dilaksanakan pada 1986 dan digelar

0:36

setiap 10 tahun, tepatnya pada tahun

0:38

yang berakhiran angka 6. Pendataan

0:41

dimulai sejak 1 Mei 2026 hingga

0:43

pertengahan Juli capaian pengumpulan

0:45

data secara nasional baru sekitar 40%

0:48

dan ditargetkan rampung pada 31 Agustus

0:51

2026 melalui pendataan door to door

0:53

maupun pengisian secara daring. Kepala

0:56

BPS Amalia Adiningar Widyaanti

0:59

menjelaskan sensus ekonomi menjadi dasar

1:01

penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih

1:03

akurat sesuai kondisi terkini.

1:06

Masyarakat hanya diminta menunjukkan KTP

1:08

dan kartu keluarga untuk keperluan

1:10

validasi data bukan difoto. Selain itu,

1:13

responden juga dapat mengisi kuesioner

1:15

secara mandiri melalui tautan resmi yang

1:17

diberikan petugas. Namun, sebagian warga

1:20

tetap menolak dengan berbagai alasan.

1:22

Mulai dari menganggap sensus tidak

1:24

bermanfaat hingga khawatir data

1:26

pribadinya digunakan sebagai dasar

1:28

kenaikan pajak.

1:31

Di satu sisi, petugas pendatan lapangan

1:33

Sensus Ekonomi 2026 berupaya menjalankan

1:35

tugasnya mengumpulkan data ekonomi

1:37

masyarakat. Di sisi lain, sebagian warga

1:39

justru merasa risih, tidak percaya,

1:42

bahkan menolak didata sebenarnya apa

1:44

yang terjadi di balik fenomena ini.

1:47

[musik] Pengamat politik sekaligus

1:48

peneliti Akademi Hukum dan Politik

1:50

Yogyakarta, Ahmad Farisi dalam artikel

1:53

opini Kompas edisi 11 Juli 2026 menilai

1:56

fenomena tersebut sebagai cerminan

1:57

negara yang tak lagi dipercaya. Menurut

2:00

Parisi, penolakan masyarakat bukan lagi

2:02

sekadar penolakan biasa, melainkan mulai

2:05

menyerupai perlawanan terbuka terhadap

2:07

otoritas negara dan pihak-pihak yang

2:09

dianggap mewakilinya. [musik]

2:12

Yang menjelaskan penolakan di berbagai

2:14

daerah tidak dapat dipisahkan dari

2:16

kebijakan ekonomi politik yang dinilai

2:18

tidak berpihak kepada masyarakat dan

2:20

parlemen dinilai gagal menjalankan

2:22

fungsi representasi rakyat sehingga

2:25

semakin memperdalam rasa kecewa

2:27

masyarakat. [musik]

2:29

Dalam pandangan masyarakat, PPLSE 2026

2:32

dipersepsikan [musik]

2:33

sebagai representasi negara, yaitu pihak

2:35

yang selama ini dianggap tidak hadir

2:37

membela kepentingan mereka. Akibatnya,

2:39

ketika petugas datang, sebagian warga

2:41

meluapkan kekecewaan dengan menolak

2:43

pendataan sebagai bentuk protes terhadap

2:46

ketidakadilan ekonomi yang mereka

2:47

rasakan.

2:51

Masyarakat memanfaatkan kehadiran PPLSE

2:53

2026 sebagai saluran untuk meluapkan

2:55

kekecewaan yang selama ini mereka

2:57

pendam. Menurut Farisi, kondisi inilah

2:59

yang membuat sebagian warga kehilangan

3:01

[musik] sikap ramah terhadap petugas.

3:03

Akumulasi ketidakpuasan itu kemudian

3:05

mendorong mereka menolak otoritas

3:07

negara. Meski masyarakat tidak secara

3:09

terang-terangan menyatakan penolakan itu

3:11

lahir karena kecewa kepada negara,

3:13

berbagai alasan yang mereka sampaikan

3:15

terutama kekhawatiran terhadap

3:16

penggunaan data pribadi dan

3:18

ketidakpercayaan kepada pemerintah

3:20

menunjukkan adanya krisis kepercayaan

3:22

yang semakin menguat.

3:25

Sahabat Kompas, penolakan terhadap

3:27

petugas pendataan lapangan sensus

3:29

ekonomi 2026 tampaknya bukan sekadar

3:31

persoalan teknis pendataan. Di baliknya

3:34

tersimpan akumulasi kekecewaan dan

3:36

krisis kepercayaan terhadap negara. Jika

3:38

akar persoalannya memang berada pada

3:40

kepercayaan publik, pertanyaannya

3:42

bagaimana pemerintah dapat memulihkannya

3:44

kembali? [musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free