0:10
semuanya kembali lagi di channel portal
0:12
edukasi Pada kesempatan kali ini kita
0:15
akan membahas rangkuman materi IPA kelas
0:18
10 bab 1 yaitu tentang pengukuran dalam
0:21
kegiatan kerja ilmiah materi ini sudah
0:24
kurikulum Merdeka Ya ini
0:27
Hai Mari kita mulai dengan macam-macam
0:32
Hai terdapat banyak sekali alat ukur
0:34
yang dapat kalian jumpai dalam kehidupan
0:37
alat ukur yang tersebut digunakan
0:40
bergantung dengan apa yang diukur dari
0:43
benda yang ingin diketahui ukurannya
0:46
atau ukuran Tarra lain seperti timbangan
0:49
meteran stopwatch termometer jangka
0:53
sorong gelas takar dan lain-lain
0:57
Hai selanjutnya kita bahas
1:01
Hai besaran merupakan sesuatu yang akan
1:04
diukur besaran itu terdiri atas dua
1:07
kelompok yaitu besaran pokok dan besaran
1:11
Hai besaran pokok merupakan besaran
1:13
dasar yang satuannya sudah ditetapkan
1:16
sedangkan besaran turunan merupakan
1:18
besaran yang satuannya tersusun dari
1:21
beberapa satuan besaran pokok
1:25
Hai kemudian kita bahas juga sistem
1:29
Hai satuan merupakan ukuran yang menjadi
1:32
Acuan dari suatu besaran
1:34
masyarakat ilmiah bersama-sama membuat
1:37
kesepakatan tentang satu sistem satuan
1:40
baku yang resmi digunakan secara
1:42
universal atau yang bisa disebut satuan
1:48
Hai Nah berikut ini beberapa satuan
1:49
internasional seperti tabel di bawah ini
1:51
contohnya nama besaran itu panjang
1:54
lambang besarannya l dan satuan
1:56
internasional nya adalah m kemudian
1:58
dimensinya adalah L besar dan
2:00
selanjutnya kalian bisa lihat di sini ya
2:06
Hai kemudian kita bahas dimensi
2:09
Hai dimensi merupakan cara suatu besaran
2:12
turunan disusun berdasarkan besaran
2:15
pokoknya dimensi dari besaran pokok
2:18
berupa lambang yang ditulis dengan
2:20
kurung siku dan huruf kapital tertentu
2:22
seperti yang ditunjukkan pada tabel 1.1
2:25
berikut ini kalian bisa langsung lihat
2:27
di bagian dimensi ada L besar m besar T
2:31
besar yg besar dan seterusnya
2:40
Mari kita lanjut ke jangka sorong
2:44
Hai Nah sekarang Perhatikan gambar
2:46
jangka sorong dibawah ini kalian bisa
2:48
lihat ada nomor 1 sampai Nomor 8 untuk
2:51
bagian-bagiannya nomor satu itu rahang
2:54
luar nomor dua rahang dalam nomor tiga
2:57
tangkai ukur kedalaman nomor 4 itu skala
3:00
utama dalam cm nomor 5 itu skala inci
3:03
nomor 6 itu Skala nonius atau vernier
3:06
nomor 7 sekali Ji lagi dan nomor 8 baut
3:13
Hai jadi berdasarkan bagian-bagian
3:15
jangka sorong tersebut kita mengetahui
3:18
bahwa jangka sorong itu memiliki dua
3:20
skala yaitu skala utama dan skala nonius
3:23
nah ketika mengukur penggunaan jangka
3:26
sorong pasti ada saja kesalahan
3:27
pengukuran karena tidak teliti Nah itu
3:30
disebutnya dengan nilai ketidakpastian
3:34
Hai rumus dari nilai ketidakpastian
3:36
adalah delta X = setengah dikali nilai
3:40
skala terkecil Nah jadi perhitungan khir
3:43
hasil akhir itu nanti harus dengan
3:46
dicantumkan nilai ketidakpastian
3:48
tersebut sehingga rumus akhirnya akan
3:50
menjadi X plus minus Delta X
3:56
Hai selanjutnya Mari kita bahas
4:01
Perhatikan gambar mikrometer sekrup di
4:03
bawah ini itu ada nomor 1 sampai 8 lagi
4:06
bagiannya itu nomor satu tersebut para
4:11
bagian2 itu poros gerak atau spinel
4:14
nomor 3 itu bingkai atau frame dapat itu
4:17
pengunci lognet nomor 5 itu sleeve nomor
4:22
6 itu timbal dan nomor 7 itu Ratchet
4:27
Hai pada mikrometer sekrup berlaku rumus
4:30
yang sama dengan pengukuran dalam
4:33
pengukuran ajim jangka sorong jadi ada
4:36
pasti ada nilai ketidakpastiannya
4:40
Hai selanjutnya kita bahas aturan
4:42
penting aturan angka penting dan notasi
4:47
Hai kalau kita menghitung menggunakan
4:49
kalkulator Adakalanya hasilnya itu
4:51
puanjang banget tergantung dari
4:54
perhitungannya misalkan hasilnya itulah
4:59
14046 itu memusingkan dan panjang maka
5:02
ada aturan namanya aturan angka penting
5:06
Hai aturan angka penting adalah aturan
5:08
pembulatan dan cara penulisan hasil
5:11
pengolahan data yang disepakati untuk
5:14
membulatkan hasil pengolahan misalnya
5:16
mencari luas permukaan tutup botol yang
5:19
berdiameter 3,2 cm diukur dengan jangka
5:22
sorong Nah setelah dihitung ternyata
5:31
Hai penentuan angka penting itu dari
5:33
diameter tutup botolnya Jadi
5:35
pembulatannya cukup tiga angka sesuai
5:37
dengan diameter tutup botol yang hanya
5:40
tiga angka yaitu 3,12 jadi pembulatan
5:43
hasil luasnya itu cukup ditulis 7,6 4
5:47
gimana gampang kan menentukan angka
5:51
selanjutnya nilai ketidakpastian pada
5:56
hai manusia itu pasti tidak luput dari
5:59
namanya kelalaian dan kesalahan
6:01
begitupun dalam pengukuran jadi ketika
6:04
mengukur Jangan cuma sekali ya minimal
6:09
Hai karena dihitung lima kali maka nilai
6:11
ketidakpastiannya pun jadi lima ya kan
6:13
Nah untuk mendapatkan nilai
6:15
ketidakpastian pengukuran berulang itu
6:17
bisa menggunakan rumus persamaan standar
6:28
gaya mungkin Cukup sekian terima kasih
6:30
telah menyimak video pembelajaran hingga
6:32
selesai semoga bermanfaat kita semua
6:34
jangan lupa like Comment and subscribe