Full Transcript

·YouTLDR

Gendong (Cerita Pendek)

9:24IndonesianTranscribed Jul 23, 2026
0:00

Hai gendong cerita pendek karya Raditya

0:02

Dika dibacakan oleh penulisnya

0:07

kenapa aku nggak boleh gendongan aku

0:09

sendiri tanya si suami kesal di ujung

0:12

kamar istrinya duduk di kursi melihat ke

0:15

arahnya siswa Mi ada didekat jendela

0:18

kamar Mereka berdiri dekat kasur masih

0:21

memandangi wajah putrinya yang sedang

0:23

tertidur pulas

0:24

istrinya berkata

0:26

Kasihan dia baru tidur nanti terbangun

0:30

tapi aku kan Bapaknya nggak apa-apa juga

0:33

kalau dia bangun Sebentar kata si suami

0:36

istrinya menjawab dengan sabar tapi aku

0:40

Ibunya dan anak Kamu umurnya baru lima

0:43

tahun butuh tidur nyenyak biar dia

0:45

tumbuh besar

0:47

Hai kalau udah begini siswa memang Allah

0:49

seorang ibu tahu yang terbaik untuk

0:52

anaknya apalagi anak ini anak mereka

0:55

satu-satunya

0:56

Cahaya Bulan redup masuk dari jendela

0:59

jatuh tepat di ke meja hijau lusuh yang

1:01

siswa Mi pakai dia masih tidak rela

1:04

hanya bisa melihat anaknya tidur dengan

1:06

mulut setengah terbuka tanda tidurnya

1:09

terlalu pulas gigi yang mengintip di

1:12

bawah bibir terlihat putih seperti susu

1:14

yang masih segar

1:15

Lagian kalau anaknya udah digendong Kamu

1:18

mau ngapain tanya si istri Lihatin aja

1:21

gitu pertama-tama kata si suami aku mau

1:26

kecup jidatnya karena setiap pulang

1:29

selesai mencari uang hanya dahi itu yang

1:31

bisa melarutkan rasa capek yang

1:33

terkumpul aneh loh bisa lenyap enggak

1:36

bersisa

1:37

Hai terus tanya si istri terus aku lihat

1:41

kelopak matanya aku minta maaf

1:44

bisik-bisik Tentu saja aku mau bilang

1:47

maaf ya Nak Ayah masih belum bisa beliin

1:50

mainan kesukaan kamu yang Kamu like di

1:52

Instagram Minggu lalu maaf Ayah terlalu

1:55

Naif menaruh semua uang keluarga kita di

1:57

bisnis cafe Ayah hilang tak bersisa

1:59

digembok segala pandemi virus coffee

2:01

coffee ini 6 bulan tanpa pemasukan

2:03

memang waktu Terlalu lama untuk membuat

2:05

Cafe sederhana Ayah rata dengan mimpian

2:08

Ayah bangun untuk kita

2:10

hai lalu aku akan bilang Percayalah Ayah

2:13

sedang berusaha untuk mencari uang

2:14

kembali agar kita bisa berhenti makan

2:17

sehari sekali agar kamu bisa ikutan beli

2:21

es krim Magnum yang anak komplek sebelah

2:22

suka makan sore-sore

2:24

Maaf tapi ayah terus berusaha ko yakin

2:28

ditengah pendiri seperti ini akan ada

2:30

teman atau saudara kita yang baik

2:32

meminjamkan uang memberikan modal untuk

2:34

usaha kita usaha dari rumah

2:38

Hai si istri masih mendengarkan

2:41

Hai duduknya masih belum berubah

2:42

semenjak suaminya bicara dari tadi si

2:45

suami melanjutkan lalu aku akan elus

2:49

rambutnya dan aku taruh Dia Kembali ke

2:51

tempat tidurnya Tuh kan amankan cuman

2:55

selama itu kok

2:56

Hai boleh dong aku minum dia

2:58

Hai si istri melihat ke arah suaminya

3:01

bukannya menjawab dia bertanya balik kok

3:04

istrinya enggak pernah dikecup lagi

3:05

dahinya

3:07

Oh iya ini Kalau dibolehin gendong kamu

3:11

juga kebagian kecup dahi janji kata si

3:15

suami istri tertawa suaminya melihat dia

3:19

dengan mata sendu Dia berkata

3:21

Oh maaf ya kalau aku kecewain kamu

3:25

Hai aku nggak pernah kecewa sama kamu

3:27

Mas enggak pernah

3:29

Hai Kata si istri Clans Hai siswa Mi

3:33

menatap kearah bulan matanya mulai

3:35

berkaca-kaca dia melamun sendiri

3:38

istrinya membiarkannya siswa Mi berkata

3:42

Hai mungkin Seharusnya dari dulu aku

3:44

dukung kamu mengembangkan bakat kamu ya

3:47

bukannya ngebuat kamu terjebak di rumah

3:49

setiap hari begini

3:51

Hai berkata apa tanya istri nyanyi aku

3:55

kan nggak bisa

3:57

Hai itu bakat kamu yang itu

4:01

Hai Oh yang itu kata istri Iya

4:07

kamu kan bisa tuh melihat dan bicara

4:10

sama hantu aku lihat banyak yang sukses

4:13

jadi content kreator bikin YouTube bikin

4:15

buku masuk TV Seharusnya aku lebih

4:18

ngedukung kamu ya seharusnya aku jadi

4:20

suami yang lebih bisa membuat istrinya

4:22

nyaman dalam meraih potensi dirinya ia

4:25

minimal bayarin kelas public speaking

4:27

atau Beli kamera waktu aku masih punya

4:30

sedikit uang

4:32

Hai kamu emang percaya aku bisa melihat

4:35

hantu walaupun teman bahkan keluarga

4:38

sendiri sering ngomongin aku diem-diem

4:39

aku dibilang lalu tanya si istri

4:43

Hai aku percaya kata si suami singkat

4:47

yakin menikahi kamu berarti percaya

4:51

dengan ucapanmu apa enaknya pernikahan

4:53

kalau ada keraguan

4:54

Hai istri tersenyum tipis

4:57

Hai kamu kenapa sih selalu bisa bikin

5:00

aku senyum

5:02

hai satu detik berlalu mereka diam dalam

5:05

nyaman

5:06

Hai kamu inget gak terakhir gendong aku

5:09

kau tanya si istri

5:11

Hai Ingatlah di hari aku ngelamar kamu

5:14

fotonya masih aku simpan tuh di laci

5:16

paling bawah di dekat charger handphone

5:18

gue rusak si suami menunjuk ke arah laci

5:21

si istri menarik nafas panjang dia

5:25

memandang Karah suaminya waktu itu kamu

5:28

gendong aku di halaman kafe dedaunan di

5:31

Kebun Raya Bogor sampai malu diliatin

5:34

orang kamu gedung aku setengah berlari

5:37

kamu terlalu bahagia karena aku bilang

5:39

aku mau Setelah kamu bilang mau nggak

5:42

jadi istriku yang

5:44

Hai yang paling malu sih bukan

5:45

gendongnya tapi 10 menit sebelum aku

5:48

lamar kamu waktu aku kasih lihat isi

5:50

saldo bangku saat itu waktu aku bilang

5:53

aku cuman punya segini

5:55

Oh iya kata si istri

5:58

Hai dilakukan bilang berapapun cukup

6:01

asal sama kamu

6:03

Hai aku masih simpan loh tespek yang

6:06

dulu lanjut si istri Hai video aku pas

6:10

aku nangis masih kamu simpen enggak

6:12

Hai masih banget aku post di second

6:15

tahun aku yang nggak ada yang tahu yang

6:17

biasa aku pakai buat order sambal teri

6:20

goreng kesukaan kamu yang penjualannya

6:22

nyebelin itu loh

6:24

Hai dulu kita masih punya uangnya buat

6:26

beli hal-hal kayak gitu kata si suami

6:30

Oh maaf ya kamu pasti kecewa sama aku

6:33

kok

6:34

Hai aku nggak pernah kecewa sama kamu

6:36

Mas kata istrinya kemudian

6:39

ndak pernah

6:41

Hai istri Duduk diam dia menghapus air

6:44

matanya yang jatuh Satu Tetes

6:47

Hai kamu kenapa kok tiba-tiba nangis

6:50

tanya suami

6:52

Oh ya nggak kenapa-napa

6:54

Hai Kata si istri siswa Mi kembali

6:57

mendekati tempat tidur dia melihat anak

6:59

gadisnya masih tertidur pulas tidurnya

7:02

tidak pas kepalanya justru ada diantara

7:05

bantal dan boneka kesayangannya anak

7:07

umur segini memang sering bikin takjub

7:10

Hai aku mau gendong dia kata si suami

7:14

jangan kata si istri nanti dia bangun

7:18

suaminya menggeleng Enggak aku harus

7:21

gendong dia Ngelihat dia tidur begini

7:23

aja aku rasanya kangen banget si suami

7:26

mendekat kearah anaknya di lalu

7:27

menjulurkan tangannya tapi tubuh anaknya

7:29

tidak terangkat siswa Mi mencoba

7:32

mengambil anaknya kembali kali ini dia

7:34

sadar apa yang terjadi tangannya tembus

7:37

melewati tubuh anaknya bingung si suami

7:40

melihat kearah istrinya Istrinya kembali

7:43

menghapus satu butir air mata yang baru

7:45

saja jatuh dia Lalu berkata

7:47

Hai tiga hari yang lalu

7:49

kamu nyoba minjem uang ke teman lama

7:51

kamu jadi pengawas pabrik beton

7:53

kamu masuk ke kawasan pabrik mengabaikan

7:57

peringatan orang agar kamu memakai helm

7:58

mengamati cuma sebentar kok katamu waktu

8:02

itu di tengah-tengah Kamu berjalan kamu

8:05

melewati sebuah tiang beton yang mau

8:07

dimasukkan tali seling dari sebuah crane

8:08

bergerak

8:09

Hai yang itu menggelinding

8:11

Hai dan seperti takdir yang selalu tepat

8:13

waktu

8:14

Hai yang itu menimpa kepala kamu

8:17

Hai siswa Mi meraba bagian kanan

8:20

kepalanya ada bagian yang pecah remuk

8:22

membentuk cekung ke dalam kepalanya

8:24

hangat

8:26

ini dia tidak berani melihat tangannya

8:28

karena dia tahu ini pasti penuh darah

8:31

Hai sementara itu tangan yang lain

8:34

tangan kiri si Suami masih tembus

8:36

dibelakang tengkuk anaknya si suami

8:38

melihat karena istrinya

8:41

Hai kenapa kamu nggak bilang daritadi

8:45

Hai karena aku mau membiarkan kamu pamit

8:48

kata si istri

8:51

Hai si anak terbangun oleh rasa dingin

8:53

yang asing di tengkuknya si anak membuka

8:55

matanya dia kebingungan si anak lalu

8:58

duduk dia melihat ibunya yang sedang

9:00

menyikapi yang basah si anak lalu

9:02

melihat kearah depan biar tidak melihat

9:04

apa-apa Hanya mereka berdua di ruangan

9:07

ini dan cahaya bulan yang jatuh ke

9:08

tembok

9:09

sejenak si anak merasakan rindu yang

9:12

sangat deras di dadanya seolah ada

9:14

simpul kusut ditarik-tarik kesegala arah

9:17

dia tahu dia rindu digendong ayahnya

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free