eLearning Mental Health and Its Impact on the Future Among Awardee - Episode 1
[Musik]
Where do you think
you have been
defeat
[Musik]
[Musik]
[Musik]
[Musik]
H
[Musik]
[Musik]
Selamat datang di e-learning mental
health and impact in the future amongst
awardy. Halo, perkenalkan aku Kasandra
tim LPDP dan hari ini kita akan membahas
topik yang sudah sangat populer yaitu
kesehatan mental. Teman-teman akan
mengetahui bagaimana kesehatan mental
mempengaruhi masa depan teman-teman
sebagai ORDI dan secara khusus tantangan
yang dihadapi oleh para LPDP.
Kesehatan mental bukan hanya tentang
ketiadaan gangguan mental, tetapi juga
tentang kesejahteraan emosional,
psikologis, dan sosial.
ini mempengaruhi cara kita berpikir,
merasa, dan juga bertindak. Kesehatan
mental itu kayak hidden super power atau
hidden jam yang sering dilupakan atau
disepelekan. Padahal kesehatan mental
ini yang bikin kita kuat loh hadapin
dunia. Apabila jiwa kita sehat, kita
bisa lebih produktif, fokus, kita juga
bisa lebih mikir kritis, lebih inovatif,
dan pastinya kontribusi kita buat
masyarakat jadi lebih maksimal.
Di era yang perubahannya serba cepat dan
penuh tekanan ini, kesehatan mental
menjadi semakin penting, terutama saat
LPD Pren sedang studi dan jauh dari
rumah atau tanah kelahiran.
Untuk membahas tentang ini, kita sudah
kedatangan seorang narasumber yang akan
bantu teman-teman memahami konsep dasar
kesehatan mental. di mana dampaknya
kehidupan penerima beasiswa dan gimana
sebagai penerima beasiswa bisa lebih
aware sehingga teman-teman bisa saling
peduli dan mendukung jika ada yang
mengalaminya.
Kalau begitu langsung aja kita sambut
narasumber kita pada hari ini yaitu Kak
Rikza. Halo Kak Rikza, apa kabar?
Halo Kak Sandra, alhamdulillah baik.
Oke, terima kasih sudah join kita hari
ini dan kita langsung aja nih ya Kak
bahas tentang gangguan mental dan
kesehatan mental.
Oke, jadi sebelum kita masuk lebih dalam
ya sebagai pembuka supaya teman-teman
juga lebih paham konteksnya, bisa tolong
enggak, Kak dijelasin dulu sebenarnya
apa sih gangguan kesehatan mental atau
kesehatan mental itu dan sejauh mana
gangguan mental bisa mempengaruhi
kehidupan seseorang khususnya untuk para
penerima beasiswa. Oke.
Jadi, kesehatan mental itu lebih dari
sekedar tidak mengalami gangguan gitu
ya, tetapi juga seseorang itu harus bisa
mengelola emosinya dengan baik, kemudian
berpikir jernih, beradaptasi dengan
tantangan, dan juga dapat menjalani
kehidupan dengan seimbang.
Tantangan, kegagalan, dan tekanan itu
sebenarnya hal yang lumrah ya, wajar ya,
karena itu merupakan bagian alami dari
kehidupan. Semua orang pasti
mengalaminya. Nah, kesehatan mental yang
baik membantu seseorang menghadapi hal
tersebut secara lebih efektif. Manfaat
kesehatan mental yang baik adalah
meningkatkan ketahanan terhadap stres,
membantu menjaga hubungan sosial yang
sehat, dan juga meningkatkan
produktivitas serta fokus terutama pada
studi karena ee konteksnya adalah
penerima beasiswa, ya.
Nah, jika seseorang mengalami gangguan
kesehatan mental seperti kecemasan,
depresi, dan juga burn out, maka dapat
menghambat kehidupan sehari-hari.
Gangguan mental itu dapat mempengaruhi
cara seseorang berpikir, bertindak,
merasa gitu ya. Nah, ini juga akhirnya
akan berdampak pada kondisi fisiknya
seperti misalkan sulit tidur, ee
kelelahan yang terus-menerus dan juga
mengubah nafsu makan. Ada yang sampai
makannya tiba-tiba banyak banget. Ada
juga yang malas makan sampai enggak
makan sama sekali gitu ya.
Heeh.
Wah, berarti berpengaruh banget ya bagi
kehidupan sehari-hari. Apalagi kalau
tidur enggak berkualitas tuh tesnya
seharian capek.
Betul. Betul.
Padahal kalau lagi studi tuh pasti butuh
banget fokus.
Heeh.
Nah, kita sering lihat nih gimana
penyakit fisik itu bisa nyebabin
seseorang kehilangan kemampuan untuk
beraktivitas. Contohnya tuh kan demam,
harus beristirahat. Betul.
Nah, kalau dibandingin dengan penyakit
fisik, apa sih dampak gangguan kesehatan
mental terhadap kehidupan seseorang? Dan
benar enggak sih sampai bisa nyebabin
disabilitas kayak penyakit fisik, Kak?
Heeh. Itu sangat bisa ya, Teman-teman.
Nah, gangguan kesehatan mental itu kan
bukan hanya sekedar masalah pikiran,
tetapi bisa mempengaruhi seseorang untuk
berpikir, merasakan, dan bertindak. Nah,
dampaknya itu bisa ke aspek ee
emosional, bisa juga sosial, akademik,
finansial, dan juga terutama di fisik.
Seperti penyakit fisik lainnya, gangun
kesehatan mental itu bisa menyebabkan
penurunan produktivitas dan kesulitan
menjalani aktivitas sehari-hari.
terutama untuk penerima beasiswa yang
lagi studi. Ee misalkan juga ketika
mereka lagi bimbingan kalau misalkan
lagi enggak fokus kan enggak bisa dong
berdiskusi dengan nyaman dengan dosen
pembimbing ataupun misalkan ee sedang
penelitian kalau misalkan lagi dalam
kondisi down lagi stres akhirnya malas
untuk turun ke lapangan seperti itu
contohnya. Nah, ee organisasi kesehatan
dunia atau WHO mengakui bahwa beberapa
gangguan kesehatan mental berat seperti
skizofrenia, depresi berat, gangguan
bipolar, dan PTSD atau postraumatic
stress disorder itu bisa dikategorikan
sebagai disabilitas mental jika
menghambat seseorang dalam menjalani
kehidupan normal.
Nah, dampaknya bisa menurunkan fungsi
belajar, interaksi sosial, bekerja, dan
lain-lain. Pun secara fisik pada kasus
stres dan kecemasan itu bisa menyebabkan
seseorang mengalami gangguan tidur,
kemudian penyakit jantung karena ee
jantungnya berdebar terus, kemudian juga
melemahkan sistem imun seperti itu.
Oh, ternyata gangguan mental itu bisa
berpengaruh ke fisik dan juga kehidupan
sehari-hari ya, Kak?
Heeh.
ee jadinya performa penerima beasiswa
itu pasti turun
enggak fokus juga nih Kak masih banyak
banget orang yang menganggap bahwa
gangguan mental itu cuma di kepala
dan bisa disembuh bisa disembuhin dengan
positive thinking it benar enggak sih
Kak?
Nah, gangguan kesehatan mental itu kan
tidak hanya di pikiran ya atau di
mindset aja tapi ada faktor-faktor
biologis, faktor-faktor psikologis dan
sosial yang mempengaruhinya.
Tudi itu menunjukkan bahwa
ketidakseimbangan neotransmitter dan
hormon bisa berperan dalam kondisi
seperti depresi dan kecemasan.
Berpikir positif itu memang membantu,
namun bukan solusi utama atau solusi
tunggal. Seperti penyakit fisik,
gangguan kesehatan mental itu juga butuh
penanganan yang tepat seperti konseling,
psikoterapi, perubahan gaya hidup,
dukungan sosial, dan bahkan obat jika
perlu. Namun perlu digaris bawahi bahwa
satu orang dengan orang lainnya itu em
akan berbeda ya treatmentnya akan
berbeda. Jadi butuh treatmen yang ee
satu dan lain itu akan mungkin sangat ee
berbeda penanganannya atau juga mirip
tapi ee ketika dijalani perasaannya atau
kondisinya akan jauh berbeda gitu.
Karena manusia itu kompleks ya, Kak?
Betul. Sangat dinamis.
Betul. Dan itu namanya tadi toksik
positivity ya kalau enggak salah. Bisa
jadi itu merupakan toxic positivity
apabila kita merasa eh orang itu harus
dalam kondisi sehat terus atau harus
dalam kondisi ee mentalnya stabil terus
gitu. Kita itu tidak hanya ee harus
menjaga kesehatan fisik tapi juga
mental. Namun kalau kita dituntut untuk
selalu ee sehat mental tanpa adanya ee
kondisi-kondisi yang misalkan kita lagi
stres terus kemudian kita enggak boleh
nih ee mudah goyah gitu, enggak juga
kita enggak apa-apa kok goyah gitu.
Makanya jangan e ragu untuk mencari
bantuan profesional, bantuan ke
orang-orang sekitar ya.
Betul. Iya betul.
Nah, dari pengalaman atau riset biasanya
gangguan mental apa sih yang rawan
muncul waktu sebelum studi nih, Kak?
Bagi penerima beasiswa. Oke, ini ee
pengalaman yang pernah ditangani di LPDP
ya. Jadi ee di sebelum studi itu
biasanya penerima beasiswa merasa cemas
berlebih atau kalau secara medis eh
anxiety disorder gitu. Nah, kalau e
sebelum studi itu kekhawatirannya
biasanya di persiapannya ada perasaan
apakah mampu nanti mengikuti
perkuliahan, apakah mampu aku ee
mendapatkan beasiswa seperti itu. Nah,
kemudian ketika sudah ee memasuki
mungkin sudah CPB ya itu takut gagal
memenuhi ekspektasi diri sendiri ee
keluarga, rekan kerja, instansi mungkin
atau
atau bahkan
atau bahkan pemberi beasiswa. Betul
banget.
Nah, kemudian juga kadang-kadang ee
penerima beasiswa itu overthinking-nya
masalah visa. Kok visanya enggak
muncul-muncul, enggak terbit-terbit
gitu. Terus ada juga yang saat
keberangkatan itu sudah mulai merasakan
ee kecemasan dan juga adaptasi budaya di
sana seperti apa ya. Karena kan ini
mungkin pengalaman pertama kali penerima
beasiswa untuk ke luar negeri atau
tinggal lama di luar negeri gitu.
Nah, selanjutnya biasanya ada impostor
syndrome.
Di penerima beasiswa itu merasa bahwa
dirinya kadang-kadang ee tidak sesuai
dengan ekspektasi ya. Jadi, ada perasaan
takut, ketahuan bahwa dirinya itu
sebenarnya enggak cukup kompeten gitu.
Padahal sudah diterima menjadi penerima
beasiswa.
Betul. Dengan seleksi yang panjang.
Betul. Sudah panjang prosesnya,
melelahkan pula. Tapi ada perasaan bahwa
jangan-jangan aku enggak cukup baik
untuk menjadi penerima beasiswa.
Nah, selanjutnya burn out akibat
persiapan yang intensif. Karena kan saat
kita ee apply beasiswa itu banyak banget
yang harus diisi kan.
Nah, terus juga dokumen-dokumen yang
dikumpulkan juga sangat banyak. Kemudian
ee tes-tesnya juga harus bersaing dengan
berapa ribu, puluhan ribu orang ya untuk
ee bisa sampai ke tahap ee selanjutnya
sehingga itu sangat melelahkan. Kemudian
mungkin juga ada yang sudah mencoba
berkali-kali terus kok enggak ee
dapat-dapat ya beasiswanya sehingga
muncul rasa lelah dan jenuh ketika belum
mulai studi bahkan.
Nah, yang terakhir biasanya ee depresi
ringan. Jadi, ee munculnya itu karena
stres berkepanjangan akibat ee
persiapan. Ee gejalanya bisa berupa
kehilangan motivasi, ee mudah menangis,
dan menarik diri dari lingkungan seperti
itu.
Iya, sayang banget ya. Padahal ee
persiapan sebelum studi itu malah banyak
banget sih.
Heeh.
Betul. Bahkan sebelum studi tuh sudah
banyak banget ya hal-hal yang bisa buat
para awardi ini overthinking berujung
pada gangguan mental.
Heeh. Betul. Betul.
Kalau saat setelah kalau saat studi nih
ee gimana nih? Apakah karena sudah
dijalani jadinya bisa lebih santai atau
malahan semakin berpotensi mengalami
hal-hal yang bikin makin overthinking
gitu?
Oke. Nah, selama studi itu kan ee banyak
sekali variabel-variabel yang dihadapi
ya oleh penerima beasiswa. mungkin ee
Kak Sandra juga ketika studi dulu,
ketika kuliah dulu ngerasakan bagaimana
ee dinamika perkuliahan itu sangat
kompleks gitu. Nah, ini juga ee dihadapi
oleh penerima beasiswa.
awalnya itu biasanya yang paling banyak
muncul ya di awal-awal itu depresi
akademik karena ee lagi ee adaptasi sama
situasi yang baru. Nah, biasanya tuh
beban tugas karena riset mungkin yang di
awal-awal itu seperti ee penerima
beasiswa yang sudah S3 itu biasanya di
depan itu sudah langsung dihadapkan pada
riset-riset. Jadi mereka sudah mulai
harus fokus ke penelitian padahal itu
panjang sekali prosesnya gitu. Jadi itu
ee memunculkan depresi akademik.
Kemudian juga ketika sudah mulai studi
em ekspektasinya sebelum studi itu nanti
akan menemui berbagai macam hal baru dan
menyenangkan gitu. Namun tidak semua
orang mengalami experience yang
menyenangkan ternyata saat studi dan itu
menghancurkan ekspektasi sehingga ee
muncullah depresi akademik. Nah,
biasanya teman-teman yang mengalami
depresi akademik itu mulai kehilangan
minat dalam studinya. Seperti ketika mau
berangkat kuliah itu kayak malas banget.
Betul, berat banget. Terus kayak bangun
pagi juga udah mulai malas gitu. apalagi
mengerjakan tugas ataupun bertemu teman
tuh jadi kayak hal yang ee sulit dan
tidak lagi menyenangkan, tidak ada
excitement lagi gitu. Kemudian kesulitan
fokus hingga akhirnya ingin menyerah
saja gitu. Nah, ini terjadi di beberapa
penerima beasiswa saat mengalami depresi
akademik. Nah, selanjutnya ada
generalized anxiety disorder atau
disingkat menjadi GAD. Nah, di GAD ini
biasanya rasa cemasnya berlebihan.
Kalau penerima beasiswa ini biasanya
apa? Kalau lagi cemas tuh nghadapin apa
biasanya?
Ujian.
Ujian. Tugas. Betul. Jadi ujian, tugas,
deadline.
Terus ee mungkin nantinya harus ketemu
sama pembimbing yang killer.
Nah, betul. Itu menimbulkan rasa cemas
yang sangat tinggi di penerima beasiswa.
Nah, hal ini biasanya menyebab
menyebabkan penerima beasiswa itu sulit
tidur ee tubuhnya tegang gitu ya, terus
kepikiran terus gitu. Terus ada yang
sampaian pencernaan
gitu. Karena orang yang mengalami
kecemasan biasanya ee dirasakan oleh
tubuhnya sebagai semacam alarm gitu ya.
Tubuhnya itu ngasih sinyal di
bagian-bagian tubuh yang paling mudah
terserang penyakit.
Kalau aku pribadi sih di pencernaan juga
ya, jadi gitu sama langsung naik.
Betul. Heeh. Betul. Nah, ternyata enggak
cuman di pencernaan loh, Kak Sandra. Ada
juga orang-orang yang mengalami
kecemasan itu dia kulitnya jadi
gatal-gatal,
ruam-ruam,
ruam-ruam. Nah, itu juga merupakan salah
satu sinyal seseorang itu ee cemas yang
sangat berlebihan gitu. Jadi perlu di em
perhatikan perubahan-perubahan tubuh
ketika lagi cemas itu seperti apa ya.
Selanjutnya loneliness and homesickness.
Biasanya ini untuk penerima beasiswa
yang lokasi studinya jauh dari rumah.
Misalkan yang lagi studi di luar negeri
atau yang dari ee luar pulau misalkan
studinya di Jawa. Nah, ee teman-teman
penerima beasiswa ini dari Sumatera,
dari Kalimantan, Sulawesi, Papua gitu
ya. Karena kan semua tersebar di seluruh
ee Indonesia ya. Nah, itu merasakan eh
loneliness dan homesickness.
Ini merupakan hal yang sebenarnya lumrah
ya ketika mungkin kita jauh dari rumah
dirasakan. Tapi jika berlarut-larut itu
tentu akan mengganggu studinya. He.
Ada perasaan kesepian, perasaan
terisolasi karena ee jauh dari
lingkungan yang familiar. Betul. Dan itu
adaptasinya pasti akan lebih sulit dan
lebih lama.
Kemudian ada juga burnout academic. Hal
ini dikarenakan mungkin jadwal studinya
terlalu padat ya sebelumnya mungkin
sebelum studi itu bekerja atau malah ee
belum bekerja ya ee mungkin kegiatannya
masih luang. Nah, ketika studi
kegiatannya langsung banyak nih. Harus
ketemu banyak orang tiba-tiba harus
masuk kelas, harus ketemu dosen
pembimbing, terus harus baca jurnal yang
sebanyak itu gitu.
Tugas yang sebanyak itu juga.
Tugas yang sebanyak itu juga gitu. Nah,
kemudian ee ada ekspektasi yang tinggi
gitu kan. Nah, itu juga menyebabkan
kelolahan fisik dan mental. Kemudian ada
ee karena bernart ini ee seseorang itu
bisa hilang motivasinya, kesulitan
mengatur waktu, mungkin karena terlalu
padat jadi bingung menentukan
prioritasnya yang seperti apa dan juga
merasa terjebak dalam situasi studi
gitu. Jadi ada beberapa orang yang
berpikiran bahwa apakah ini keputusan
yang tepat ketika sudah menjalaninya
gitu ya. Kadang kita memang suka begitu
ya ketika sudah mengambil keputusan yang
besar di hidup kita, kita jadi ee
wondering apakah ini worth italani
dengan mengorbankan segala hal yang
sudah dijalani sebelumnya gitu. Nah,
selanjutnya atau yang terakhir adalah
adjustment disorder, yaitu kesulitan
beradaptasi dengan lingkungan akademik,
budaya atau sistem pendidikan yang baru.
Misalkan ketika ee S1 di Indonesia,
kemudian S2-nya di UK. Nah,
culture shop ya. Jadi, culture shop-nya
enggak hanya ee mungkin lingkungan
tempat tinggal, tapi juga kurikulum
studinya
itu sangat berbeda sekali, ya kan? cara
belajarnya, mengajarnya,
menyampaikan materi juga.
Heeh. Heeh. Mungkin juga diskusi sama
teman gini ya, kalau kita ngobrol
mungkin sudah biasa ya menggunakan ee ya
budaya-budaya Indonesia gitu ya. Nah,
kemudian dengan budaya atau culture yang
di ee UK yang mungkin mereka sangat
terbuka blak-blakan itu tidak bisa
diterima oleh sifat-sifat ee
keindonesiaan kita. Ya, mungkin sebagai
orang Jawa aku sendiri ee sangat e
mengedepankan unggah-ungguh gitu ya.
Betul.
Nah, mungkin di UK tidak seperti itu.
Terlalu blak-bakan jadi ee sulit
diterima gitu. Nah, hal ini juga
menyebabkan seseorang ee stres
berkepanjangan, kemudian jadi sulit
bersosialisasi atau mungkin merasa asing
hingga ee menarik diri dari lingkungan.
Iya. Jadi, ada banyak kasus seperti itu,
Teman-teman.
Namun hal itu ee bisa jadi pelajaran
bagi kita untuk mempersiapkan diri
supaya nanti ketika studi kita lebih
siap menghadapi kira-kira apa sih
masalah yang ada ke depannya?
Jadi pasti nih ya
kisi-kisi
kisi-kisi contoh-contoh. Jadi ee kalau
misalnya memang butuh bantuan sekali
lagi bisa ke profesional atau ke orang
terdekat. Memang tanggung jawab Wordi
itu banyak banget ya K ya. Bah kalau
keluar pulau atau ke luar negeri itu
pasti dia merasa kesepian dan sedih.
Heeh.
Bisa lebih stres dan cemas.
Betul.
Nah, ngomong-ngomong stres nih, Kak.
Tadi kan kakak sudah bahas nih tentang
stres dan cemas. Bedanya apa sih stres
dan cemas itu?
He. Oke. Ee stres dan kecemasan itu ee
memang sangat berbeda ya kalau di
psikologi. Tapi mungkin orang lain di
luar sana merasanya kayaknya sama gitu,
stres dan cemas gitu. Memang sebenarnya
itu saling berhubungan satu sama lain.
Namun kalau ee stres itu tidak dikelola
dengan baik, maka bisa menyempatkan
kecemasan. Stres dan kecemasan itu
berbeda. Tapi mungkin ee orang-orang itu
tahunya stres dan cemas itu sama.
Sebenarnya memang ee mereka ini saling
berhubungan stres dan cemas ini. Ketika
stres yang tidak dikelola dengan baik,
maka itu bisa berkembang menjadi
kecemasan yang lebih serius. Stimas itu
sebenarnya kondisi yang wajar dirasakan
oleh setiap manusia karena itu merupakan
sinyal-sinyal bahwa diri kita sedang ee
melakukan defense mechanism atau
mempertahankan diri dari situasi yang
sulit.
Nah, stres itu merupakan respon tubuh
terhadap tekanan atau tuntutan. Biasanya
karena faktor eksternal. Kalau penerima
beasiswa sih biasanya deadline gitu ya.
Terus ada tuntutan akademik. tuntutan
akademik ini bisa dari eh supervisor
gitu ya, kadang-kadang mintanya lebih
spesifik gitu di dalam penelitiannya
harus ee menuliskan apa atau menambahkan
jurnal apa gitu ya. Jadi kayak kok
enggak dapat-dapat sih? Nah, itu bikin
stres. Nah, kalau kecemasan itu
berkaitan dengan rasa khawatir atau
gelisah yang berlebihan. Dan biasanya
sih objeknya tidak nyata ya, itu
dicreate oleh otak kita sendiri
biasanya.
Oh, pertingking itu ya.
Iya. Nah, itu bisa jadi karena kamu lagi
cemas
seperti itu.
Nah, orang juga kadang-kadang kesulitan
membedakan takut, rasa takut, dan rasa
cemas.
Kalau rasa takut itu objeknya nyata.
Misalkan kita takut ular,
takut kecoa, itu kan nyata ya. Nah, tapi
kalau cemas itu biasanya objeknya tidak
nyata atau masih jauh di depan gitu.
seperti gimana ya nanti respon orang
ketika aku ee melakukan A B C gitu atau
kalau di situasi studi gimana ya ee
nanti ketika aku ketemu sama
pembimbingku kalau orangnya enggak puas
dengan hasil tulisanku gimana ya gitu
yang dibuat sendiri
betul itu sangat sangat overthinking kan
belum tentu terjadi tapi sudah menjadi
ee PR di kepala gitu yang harus ee
dipecahkan.
Nah, ee
si stres itu biasanya sifatnya sementara
dan akan mereda jika pemicunya sudah
teratasi. Misalnya kalau udah lewat
deadline ya udah lebih tenang, lebih
rileks. Namun kalau kecemasan itu
biasanya menetap dan lebih lama, lebih
panjang ee dirasakan oleh seseorang
karena ee itu dibuat-buat oleh pikiran
kita sendiri. Kalau kita enggak berhasil
untuk mengelola pikiran kita atau
menguasai pikiran kita, maka itu akan
menetap dan bisa jadi berkembang menjadi
anxiety disorder yang mengganggu
kehidupan sehari-hari. Seperti itu. Nah,
stres itu bisa saja meningkatkan energi
dan fokus dalam jangka pendek karena
kadang-kadang kita butuh pemicu untuk
melakukan sesuatu, kan. He.
Jadi kalau stres itu bisa membuat kita
oke aku harus memperbaiki diri, aku
harus membuat deadline yang ee sori aku
harus membuat ee susunan jadwal gitu ya,
prioritasnya seperti apa gitu. Nah,
stres itu ee ke arah sana. Namun kalau
ee tidak diatasi itu juga bisa jadi burn
out dan kecemasan.
Nah, kalau kecemasan sendiri itu
seringkiali disertai dengan
gejala-gejala overthinking seperti yang
tadi Kak Sandra bilang. Kemudian juga
detak jantungnya berdegup lebih kencang.
Ee ada juga yang sampai keringat dingin,
sakit perut tadi yang seperti kita
bahas. Ada yang sampai gatal ruang-ruam,
ada yang sampai sesak nafas hingga dia
ngerasa kayak em enggak sanggup lagi
untuk berdiri atau mungkin ee ketemu
sama orang gitu.
Nah, stres itu bisa kal kalau kita bisa
mengelola manajemen waktu dengan baik,
maka itu akan ee cukup efektif meredakan
stresnya. Disertai juga dengan olahraga
yang cukup dan istirahat yang cukup.
Sedangkan kalau kecemasan itu biasanya
butuh pendekatan yang lebih luas dan
lebih kompleks dan biasanya melibatkan
profesional untuk membantu merendakan
rasa cemasnya. ataupun kalau misalkan
belum sempat ke profesional ee
teman-teman bisa melakukan teknik
relaksasi atau mungkin bisa ngobrol sama
orang terdekat tentang apa sih yang lagi
dipikirkan, lagi overthinking ini apa
gitu. Kalau
kayaknya kalau diutarakan itu lebih
ringan yaul
nambah-nambahin nanti ada pertanyaan
baru gitu.
Heeh. membicarakan masalah kita itu
memang betul kata Kak Sandra ee akan
membuat kita lega karena itu kayak kita
lagi ngelihat masalah itu di depan mata
kita daripada kita ee membayangkan di
otak kita sendirian itu akan membuat
kita jauh lebih ee cemas lagi karena
kayak enggak keluar nih masalahnya
enggak keluar dari diri kita gitu.
Betul. Memang ternyata manusiawi ya
stres sama cemas itu cuma kadarnya.
Kalau enggak baik sesuatu yang
berlebihan tuh emang enggak baik.
Betul.
Nah, ee aku tuh pernah ya kalau mau ITS
itu tuh benar-benar bikin aku
overthinking.
Takut bandnya enggak sesuai e dengan
yang aku inginkan.
Udah mana-mahal kanu
tuh sampai asam lambungnya naik di ujung
Gert dan Mikrain juga. Heeh.
Nah, kalau aku search di Google sih itu
namanya psikosomasis ya.
Nah, dengar dari penjelasan kakak tadi
apa ternyata aku cuma cemas aja atau
gimana sih, Kak? Apa aku harus luri
terhadap kondisiku? Aku udah kayak gitu
aku harus gimana sih, Kak? Gitu.
He. Heeh. Heeh. Oke. Sebenarnya ini hal
yang ee kebanyakan orang merasakan ya,
bukan sesuatu yang kita wajarkan atau
normalkan karena kan memang kondisi
tubuh kita itu ee lagi sakit. Namun ini
ee lumrah terjadi kepada orang-orang
yang lagi e stres atau cemas gitu. Nah,
tubuh kita itu memang sangat pintar nih,
Kak Sandra. Jadi, dia itu akan ngasih
sinyal-sinyal ke kita kalau kita lagi
enggak baik-baik aja.
Makanya ketika kita lagi menghadapi hal
yang kita rasa sulit, hal yang kita rasa
itu akan menentukan masa depan kita, ee
tubuh kita itu butuh persiapan gitu.
Nah, dengan persiapan yang cukup kita
biasanya akan rileks. Tapi kalau kita
terlalu tegang atau mungkin saja kita
persiapannya kurang, itu bikin kita
menjadi lebih cemas sehingga muncullah
pertahanan diri. Nah, pertahanan dirinya
berupa sinyal itu tadi psikosomatis.
Nah, kalau kita lagi dalam kondisi yang
stres atau cemas atau dalam kondisi
terdesak memang tubuh kita ngasih sinyal
sakit di tubuh. Nah, itu yang disebut
dengan psikosomatik.
Jadinya ee kayak kepikiran sendiri gitu.
Heeh. Heeh.
Jadi kayak kalau aku search di Google
itu boleh enggak sih, Kak?
Heeh.
Untuk ee kayak aku cari tahu kenapa
tentang diriku gitu?
Oke. Boleh banget kalau kita mau cari
tahu apa yang terjadi dengan diri kita?
Ya, ini sebagai baseline aja sih bahwa
ee ada sesuatu dari diriku yang lagi
enggak baik-baik aja. Apalagi penerima
beasiswa itu kan ee mahasiswa-mahasiswa
yang lagi studi pasti punya kekepoan
yang besar ya terhadap dirinya. Namun
yang tidak ee boleh atau yang harus jadi
perhatian adalah jangan sampai
teman-teman self diagnos
atau mendiagnosa diri sendiri ee
penyakitnya apa nih atau lagi gangguan
apa nih. Nah, itu jangan sampai ini di
kondisi fisik maupun mental ya, enggak
hanya di kondisi mental aja. Jadi kalau
mau kepo tentang dirinya itu boleh
banget, tapi jangan langsung nge-judge
ya teman-teman ya. Teman-teman bisa cari
ee profesional yang tahu mengenai apa
yang teman-teman rasakan. Misalkan kalau
memang kondisinya fisik ee kerasa banget
di fisik ya berarti langsung ke dokter
aja dulu gitu. Nanti dokter akan
mengarahkan teman-teman harus periksa ke
mana. Entah itu ke si ke psikiater atau
ke psikolog. Namun kalau misalkan
teman-teman lagi burn out banget gitu ya
dan teman-teman ngerasa apakah aku sudah
mulai ke arah G
atau apa nih gitu. Nah, itu teman-teman
ee boleh kalau mau baca-baca tapi untuk
penegakan diagnosanya teman-teman perlu
datang ke profesional seperti itu.
Oke, memang harus ke profesional jangan
sampai sof diagnos jadi salah nantinya
ya. He.
Nah, jadi itu dia, Kak. Terima kasih
untuk episode 1 ini dan eh itu dia
terkait mental heart dan bagaimana
mental heart ini mempengaruhi
keberlanjutan studi teman-teman sebagai
worbi dan mulai dari persiapan terus
tadi juga saat studi dan kebanyakan
adalah stres dan cemas dan juga
overthinking dan berakibat pada burn out
juga yang akan eh merusak fokus
teman-teman. Jadi teman-teman tuh enggak
fokus. Nah, dan teman-teman disarankan
untuk mulai aware nih dengan gangguan
mental dan teman-teman bisa mulai dari
diri sendiri dan nanti juga akhirnya
bisa membantu orang-orang di sekitar ya,
Kak ya.
Hopefully teman-teman juga bisa untuk
spread keess tentang gangguan mental ini
ee karena gangguan mental ini bisa
berpengaruh ke kehidupan sehari-hari
sehingga performa teman-teman itu akan
turun dan studinya juga nanti akan
enggak maksimal. Sayang ya.
He. Heeh. ee nantinya juga akan ada efek
snowball nih dan bisa jadi makin besar
dan kondisinya juga makin parah. Ingat
ya teman-teman eh sangat tidak
disarankan untuk self diagnose. Jadi
teman-teman jangan ragu untuk mencari
bantuan profesional. Eh dan di episode
ini kita sudah selesai. Episode
selanjutnya kita akan membahas how to
overcome with it. Gimana kalau misalkan
teman-teman nanti menghadapi situasinya
itu nanti Kak Riza akan kasih tips and
triknya. Jadi stay tune terus ya UPD PR.
Terima kasih dan sampai jumpa di episode
selanjutnya.
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Expertos FORENSES examinan una ESCENA DEL CRIMEN...
Víctor González · English

Curso de HTML y CSS desde CERO (Completo)
Soy Dalto · Spanish

Teknik Public Speakin9 TES WAWANC4R4 OSIS & Pert4nyaan Menjebak|Auto kepilih🤩‼️
Jiannnnn · English

COMO SE TORNAR UM COMPRADOR ESTRATÉGICO | GUIA COMPLETO
Ferreira · Portuguese (Portugal, Brazil)

معاملات فارکس حرفهای با استراتژِی 4 خط ایچیموکو | تحلیل چارت و استراتژی پیشرفته #ایچیموکو
Aryafar Forex Academy · English

Paradigmas de Programación Explicados con Ejemplos de la Vida Real
SIARP · English

شي هينغ يي (Shi Heng Yi) هو معلم كونغ فو صيني بارز، ورئيس معبد شاولين في أوروبا الواقع في ألمانيا...
ORIGAMIX · English

Kurikulum Merdeka Rangkuman IPS Kelas 9 Tema 1 Perubahan Sosial
Portal Edukasi · English

RAHASIA TERBESAR PRABU SILIWANGI DAN MACAN PUTIH | MENGUAK JEJAK SANG RAJA YANG TAK PERNAH MATI
Raya Nusantara · English

Cerita Ricky Elson Soal Mobil Listrik | DisMorning
DI's Way · English

Modi Govt Opens Talks With CJP| Sonam Wangchuk Ends Fast, Dipke Refuses to Back Down|Dr.Manish Kumar
CAPITAL TV · Hindi

دبلومة اعداد مهندس كهربي - الباب الثاني - الدرس السابع- الرسومات التنفيذية لنظام IP STR. CABLING 1/3
Mohamed Faramawy - محمد فرماوى · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.