0:00
Tanggal 17 Agustus, adalah hari yang meriah bagi
0:02
Indonesia, tepat pada tanggal tersebut 74 tahun yang lalu,
0:05
Indonesia diproklamasikan sebagai bangsa merdeka
0:08
Tentunya, Indonesia tidak serta merta lepas dari
0:11
berbagai tantangan yang mendatang. Agresi militer, perang dingin
0:14
kemiskinan, hingga separatisme namun,
0:17
ditengah dera ombak masalah, bangsa ini
0:20
masih tegak hingga sekarang.Hal ini hanya dimungkinkan karena dasar negara yang
0:23
kuat, konsisten dan diterima oleh masyarakat.
0:29
Hingga sekarang, tidak ada sumber hukum
0:32
atau filsafat bernegara di Indonesia,
0:35
yang melebihi pancasila. hanya dengan dasar
0:38
yang sejajar dengan pancasila saja
0:41
sebuah peraturan dapat menjadi hukum. Dan,
0:44
atas dasar Pancasila, Indonesia dapat menentukan
0:47
arah dari kepentingan nasionalnya
0:49
mengingat pentingnya pancasila sebagai dasar negara,
0:52
apakah makna dari Pancasila menurut para bapak pendiri bangsa Indonesia?
0:55
dalam video kali ini, Hipotesa akan
0:58
mengundang narasumber dari Geomedia, untuk menambah wawasan kita
1:42
Kuatnya loyalitas masyarakat Indonesia
1:44
terhadap Pancasila sebagai dasar negara, membuat ideologi-ideologi
1:47
lain, atau bahkan bentuk negara yang terpisah
1:50
dari Indonesia, kurang mendapat dukungan
1:52
Alhasil, meskipun Indonesia tidak sekaya atau sekuat bangsa
1:55
lain pada masa kemerdekaan, Republik Indonesia
1:58
dapat bertahan menghadapi segala masalah
2:01
gagasan mengenai dasar negara, mulai dibicarakan pada tanggal
2:04
29 Mei 1945, ketika rapat BPUPKI
2:09
tujuannya, membahas dasar negara Indonesia yang merdeka
2:13
Berbagai tokoh pun menyuarakan pendapatnya, namun belum
2:16
ada persetujuan mengenai dasar filsafat negara.
2:18
situasi persidangan, mulai berubah pada hari ketiga
2:21
ketika Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan pendapatnya
2:28
Faktanya, Soekarno telah
2:31
menggumuli akan dasar suatu negara, sejak
2:36
beliau terinspirasi dari ideologi negara lain
2:39
yang simpel, tapi berbobot
2:41
seperti San Min Chu oleh dokter Sun Yat Sen
2:44
histori materialisme dari Uni Soviet
2:48
bahkan Islam di Arab Saudi
2:50
Akan tetapi, menurut Soekarno,
2:53
5 dasar saja, sudah cukup bagi Indonesia
2:56
Prinsip pertama, adalah prinsip kebangsaan
2:59
menurut Soekarno, Indonesia harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara
3:03
Soekarno mendasarkan bangsa ini, berdasarkan tulisan dari
3:05
Otto Bauer dan Ernest Rennan. Bahwa bangsa adalah keinginan
3:08
manusia untuk bersatu
3:10
atas dasar persamaan nasib. Namun, persamaan untuk berkumpul
3:13
atau persamaan nasib saja tidaklah cukup untuk Soekarno
3:16
Karena bila demikian, setiap suku dan etnis yang beragam
3:19
di Indonesia, akan menyendiri dan membentuk bangsa mereka sendiri
3:22
bangsa Indonesia, tidak boleh hanya menjadi bangsa satu golongan saja
3:25
satu agama atau satu ras saja. Melainkan
3:28
persatuan dari keseluruhan manusia di seluruh wilayah Indonesia
3:32
pada bagian ini jugalah, Soekarno mulai
3:34
mengupas perbatasan wilayah Indonesia. menurutnya, Indonesia memiliki
3:37
batas alami, yakni seluruh daerah yang diapit oleh benua
3:42
dan samudera Hindia, dan Pasifik
3:45
Meskipun memiliki kebudayaan yang berbeda,
3:48
semua masyarakat yang berada dalam wilayah tersebut
3:53
yaitu bangsa Indonesia
3:55
dan bangsa Indonesia, seperti bangsa-bangsa yang lain
3:58
adalah satu dalam kekeluargaan di seluruh dunia
4:02
inilah yang mendasarkan prinsip kedua dari Soekarno
4:05
yaitu Internasionalisme
4:07
tidak cukup hanya dengan mencintai bangsa Indonesia
4:10
dasar negara Indonesia adalah kecintaannya pada perdamaian dunia
4:13
internasionalisme yang dimaksud, juga harus menitikberatkan
4:16
pada kecintaan pada bangsa masing-masing
4:19
dasar ketiga, mengatur kehidupan masyarakat yakni
4:22
mufakat. Soekarno mempercayai, bahwa mufakat
4:24
adalah tradisi dari negara Indonesia maka dari itu,
4:27
setiap golongan dari masyarakat yang memiliki pendapat berbeda
4:30
harus diberikan platform untuk menyuarakan pendapatnya
4:33
tanpa harus menghalangi atau melukai pihak lain
4:36
masyarakat Indonesia yang merdeka juga harus memiliki
4:38
kesejahteraan. Inilah prinsip keempat Soekarno
4:41
Yakni keadilan sejahtera
4:43
Soekarno khawatir akan ketimpangan kekayaan yang merajalela
4:46
akan membuat kemerdekaan Indonesia Seolah-olah
4:48
hanya menjadi kemerdekaan kelas masyarakat tertentu
4:51
maka itu, Soekarno menganggap kemerdekaan tanpa
4:54
kesejahteraan, sebagai nihil. Dan prinsip kelima,
5:00
baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha
5:03
hingga agama kepercayaan
5:04
bangsa Indonesia, adalah bangsa yang selalu mengamalkan
5:07
ajaran agama, dan menyembah Tuhan
5:09
maka dari itu, prinsip ketuhanan
5:11
yang saling menghormati satu agama dengan yang lainya
5:14
adalah sebuah keharusan.
5:17
lima prinsip Pancasila, dapat diringkas menjadi
5:20
Trisila, dan Trisila , menjadi satu
5:25
konsep dari Soekarno pun diterima oleh BPUPKI
5:28
pancasila juga pernah memiliki kontroverinya sendiri
5:31
pada piagam jakarta, sila pertama yang
5:34
mencantumkan kewajiban menegakan syariat Islam, bagi para pemeluknya
5:38
awalnya, sila itu adalah suatu bentuk kompromi bagi
5:42
kaum nasionalis dan religius. Pada 16 Juli 1945
5:46
piagam jakarta disahkan sebagai
5:50
pada 18 agustus 1945, beberapa
5:53
tokoh bangsa mengatakan rapat non formal untuk
5:56
membahas kemungkinan pecahnya Indonesia karena keberatan akan
5:59
sila pertama di piagam Jakarta. Demi mempertahankan
6:02
keutuhan bangsa, dilakukan berbagai lobi oleh
6:05
beberapa tokoh nasional. Yang salah satunya adalah Bung Hatta
6:08
dan Ki Hajar Dewantara
6:10
pada akhirnya, sila pertama itu menjadi ketuhanan yang maha esa
6:13
dan UU ke 5 UUD 1945 menjadi pembukaan
6:16
Undang Undang dasar 1945
6:21
Supremasi pancasila, tidak akan dipertanyakan
6:26
bila pancasila menjadi dalih bagi pemerintahan yang
6:29
otoriter, untuk melabel semua
6:31
orang yang mengeritik pemerintah sebagai
6:35
ada yang menganggap bahwa kebijakan tersebut adalah suatu hal yang penting demi menjaga
6:42
namun ada kekhawatiran juga bahwa kedepanya,
6:45
narasi tersebut akan digunakan untuk
6:48
membungkam mereka semua yang
6:49
belum tentu anti pancasilais, namun
6:52
hanya kritis terhadap pemerintah
6:55
Lantas, bagaimanakah kita
6:57
menyikapi pancasila di dunia moderen ini?
7:02
sebaiknya kita tidak memperlakukan Pancasila
7:05
dengan paradigma otoriter
7:09
ketika kita mempertanyakan relevansi
7:12
pancasila untuk generasi muda misalnya
7:16
Ya, satu-satunya cara yang bisa membuat dia
7:18
menjadi relevan, menjadi tetap
7:21
ehh sesuatu yang hidup ya, living value
7:24
emm living culture dalam hidup masyarakat
7:27
ya dia harus dibuka untuk nanti generasi muda ini
7:32
ee merasakan, untuk mereka tuh merasa punya
7:36
menafsir, untuk memperdebatkan, mendialogkan
7:39
pancasila dengan cara-cara mereka sendiri
7:42
jangan sedikit-sedikit itu menempatkan pancasila tuh sebagai sesuatu yang
7:46
diatas langit, sesuatu yang divine, sehingga
7:49
ketika dikreasikan sedikit dibilang penghinaan begitu,
7:51
atau dibikin bercanda sedikit
7:54
ya dibilang itu penistaan Pancasila dan sebagainya
7:57
itu justru itu akan membuat Pancasila menjadi tidak relevan
8:01
untuk hidup masyarakat apalagi untuk generasi muda ya
8:04
mungkin untuk sekarang ini ya gen Z dan di bawah-bawahnya
8:07
so, kalau menurut saya
8:10
satu-satunya cara untuk membuat Pancasila itu
8:13
menjadi hidup, menjadi suatu nilai
8:16
yang memang bermakna bagi masyarakat adalah
8:18
dengan menjadikan dia relevan untuk hidup masyarakat
8:21
dan dengan caranya adalah
8:24
ya, dia dibuka untuk semua masyarakat bisa merasa
8:27
pantas, bisa merasa bebas
8:29
untuk ikut dalam mendialogkan
8:31
mendiskusikan, bahkan, memperdebatkan pancasila