Full Transcript

·YouTLDR

Pancasila Sebagai Dasar Negara | Hipotesa X Geolive

8:36IndonesianTranscribed Jul 28, 2026
0:00

Tanggal 17 Agustus, adalah hari yang meriah bagi

0:02

Indonesia, tepat pada tanggal tersebut 74 tahun yang lalu,

0:05

Indonesia diproklamasikan sebagai bangsa merdeka

0:08

Tentunya, Indonesia tidak serta merta lepas dari

0:11

berbagai tantangan yang mendatang. Agresi militer, perang dingin

0:14

kemiskinan, hingga separatisme namun,

0:17

ditengah dera ombak masalah, bangsa ini

0:20

masih tegak hingga sekarang.Hal ini hanya dimungkinkan karena dasar negara yang

0:23

kuat, konsisten dan diterima oleh masyarakat.

0:27

Yaitu, Pancasila

0:29

Hingga sekarang, tidak ada sumber hukum

0:32

atau filsafat bernegara di Indonesia,

0:35

yang melebihi pancasila. hanya dengan dasar

0:38

yang sejajar dengan pancasila saja

0:41

sebuah peraturan dapat menjadi hukum. Dan,

0:44

atas dasar Pancasila, Indonesia dapat menentukan

0:47

arah dari kepentingan nasionalnya

0:49

mengingat pentingnya pancasila sebagai dasar negara,

0:52

apakah makna dari Pancasila menurut para bapak pendiri bangsa Indonesia?

0:55

dalam video kali ini, Hipotesa akan

0:58

mengundang narasumber dari Geomedia, untuk menambah wawasan kita

1:01

tentang pancasila

1:42

Kuatnya loyalitas masyarakat Indonesia

1:44

terhadap Pancasila sebagai dasar negara, membuat ideologi-ideologi

1:47

lain, atau bahkan bentuk negara yang terpisah

1:50

dari Indonesia, kurang mendapat dukungan

1:52

Alhasil, meskipun Indonesia tidak sekaya atau sekuat bangsa

1:55

lain pada masa kemerdekaan, Republik Indonesia

1:58

dapat bertahan menghadapi segala masalah

2:01

gagasan mengenai dasar negara, mulai dibicarakan pada tanggal

2:04

29 Mei 1945, ketika rapat BPUPKI

2:07

dimulai

2:09

tujuannya, membahas dasar negara Indonesia yang merdeka

2:13

Berbagai tokoh pun menyuarakan pendapatnya, namun belum

2:16

ada persetujuan mengenai dasar filsafat negara.

2:18

situasi persidangan, mulai berubah pada hari ketiga

2:21

ketika Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan pendapatnya

2:24

Pada 1 Juni 1945

2:28

Faktanya, Soekarno telah

2:31

menggumuli akan dasar suatu negara, sejak

2:33

tahun 1918

2:36

beliau terinspirasi dari ideologi negara lain

2:39

yang simpel, tapi berbobot

2:41

seperti San Min Chu oleh dokter Sun Yat Sen

2:44

histori materialisme dari Uni Soviet

2:48

bahkan Islam di Arab Saudi

2:50

Akan tetapi, menurut Soekarno,

2:53

5 dasar saja, sudah cukup bagi Indonesia

2:56

Prinsip pertama, adalah prinsip kebangsaan

2:59

menurut Soekarno, Indonesia harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara

3:03

Soekarno mendasarkan bangsa ini, berdasarkan tulisan dari

3:05

Otto Bauer dan Ernest Rennan. Bahwa bangsa adalah keinginan

3:08

manusia untuk bersatu

3:10

atas dasar persamaan nasib. Namun, persamaan untuk berkumpul

3:13

atau persamaan nasib saja tidaklah cukup untuk Soekarno

3:16

Karena bila demikian, setiap suku dan etnis yang beragam

3:19

di Indonesia, akan menyendiri dan membentuk bangsa mereka sendiri

3:22

bangsa Indonesia, tidak boleh hanya menjadi bangsa satu golongan saja

3:25

satu agama atau satu ras saja. Melainkan

3:28

persatuan dari keseluruhan manusia di seluruh wilayah Indonesia

3:32

pada bagian ini jugalah, Soekarno mulai

3:34

mengupas perbatasan wilayah Indonesia. menurutnya, Indonesia memiliki

3:37

batas alami, yakni seluruh daerah yang diapit oleh benua

3:40

Asia dan Australia

3:42

dan samudera Hindia, dan Pasifik

3:45

Meskipun memiliki kebudayaan yang berbeda,

3:48

semua masyarakat yang berada dalam wilayah tersebut

3:51

adalah satu bangsa

3:53

yaitu bangsa Indonesia

3:55

dan bangsa Indonesia, seperti bangsa-bangsa yang lain

3:58

adalah satu dalam kekeluargaan di seluruh dunia

4:02

inilah yang mendasarkan prinsip kedua dari Soekarno

4:05

yaitu Internasionalisme

4:07

tidak cukup hanya dengan mencintai bangsa Indonesia

4:10

dasar negara Indonesia adalah kecintaannya pada perdamaian dunia

4:13

internasionalisme yang dimaksud, juga harus menitikberatkan

4:16

pada kecintaan pada bangsa masing-masing

4:19

dasar ketiga, mengatur kehidupan masyarakat yakni

4:22

mufakat. Soekarno mempercayai, bahwa mufakat

4:24

adalah tradisi dari negara Indonesia maka dari itu,

4:27

setiap golongan dari masyarakat yang memiliki pendapat berbeda

4:30

harus diberikan platform untuk menyuarakan pendapatnya

4:33

tanpa harus menghalangi atau melukai pihak lain

4:36

masyarakat Indonesia yang merdeka juga harus memiliki

4:38

kesejahteraan. Inilah prinsip keempat Soekarno

4:41

Yakni keadilan sejahtera

4:43

Soekarno khawatir akan ketimpangan kekayaan yang merajalela

4:46

akan membuat kemerdekaan Indonesia Seolah-olah

4:48

hanya menjadi kemerdekaan kelas masyarakat tertentu

4:51

maka itu, Soekarno menganggap kemerdekaan tanpa

4:54

kesejahteraan, sebagai nihil. Dan prinsip kelima,

4:57

adalah ketuhanan

5:00

baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha

5:03

hingga agama kepercayaan

5:04

bangsa Indonesia, adalah bangsa yang selalu mengamalkan

5:07

ajaran agama, dan menyembah Tuhan

5:09

maka dari itu, prinsip ketuhanan

5:11

yang saling menghormati satu agama dengan yang lainya

5:14

adalah sebuah keharusan.

5:17

lima prinsip Pancasila, dapat diringkas menjadi

5:20

Trisila, dan Trisila , menjadi satu

5:23

yakni gotong royong

5:25

konsep dari Soekarno pun diterima oleh BPUPKI

5:28

pancasila juga pernah memiliki kontroverinya sendiri

5:31

pada piagam jakarta, sila pertama yang

5:34

mencantumkan kewajiban menegakan syariat Islam, bagi para pemeluknya

5:37

dihapuskan

5:38

awalnya, sila itu adalah suatu bentuk kompromi bagi

5:42

kaum nasionalis dan religius. Pada 16 Juli 1945

5:46

piagam jakarta disahkan sebagai

5:48

UU ke 5 UUD 1945

5:50

pada 18 agustus 1945, beberapa

5:53

tokoh bangsa mengatakan rapat non formal untuk

5:56

membahas kemungkinan pecahnya Indonesia karena keberatan akan

5:59

sila pertama di piagam Jakarta. Demi mempertahankan

6:02

keutuhan bangsa, dilakukan berbagai lobi oleh

6:05

beberapa tokoh nasional. Yang salah satunya adalah Bung Hatta

6:08

dan Ki Hajar Dewantara

6:10

pada akhirnya, sila pertama itu menjadi ketuhanan yang maha esa

6:13

dan UU ke 5 UUD 1945 menjadi pembukaan

6:16

Undang Undang dasar 1945

6:21

Supremasi pancasila, tidak akan dipertanyakan

6:25

tapi, apa jadinya

6:26

bila pancasila menjadi dalih bagi pemerintahan yang

6:29

otoriter, untuk melabel semua

6:31

orang yang mengeritik pemerintah sebagai

6:33

anti pancasilais

6:35

ada yang menganggap bahwa kebijakan tersebut adalah suatu hal yang penting demi menjaga

6:39

ketahanan bangsa

6:42

namun ada kekhawatiran juga bahwa kedepanya,

6:45

narasi tersebut akan digunakan untuk

6:48

membungkam mereka semua yang

6:49

belum tentu anti pancasilais, namun

6:52

hanya kritis terhadap pemerintah

6:55

Lantas, bagaimanakah kita

6:57

menyikapi pancasila di dunia moderen ini?

7:00

Ya, jadi memang emm

7:02

sebaiknya kita tidak memperlakukan Pancasila

7:05

dengan paradigma otoriter

7:08

begitu

7:09

ketika kita mempertanyakan relevansi

7:12

pancasila untuk generasi muda misalnya

7:16

Ya, satu-satunya cara yang bisa membuat dia

7:18

menjadi relevan, menjadi tetap

7:21

ehh sesuatu yang hidup ya, living value

7:24

emm living culture dalam hidup masyarakat

7:27

ya dia harus dibuka untuk nanti generasi muda ini

7:30

ikut juga

7:32

ee merasakan, untuk mereka tuh merasa punya

7:34

kebebasan juga untuk

7:36

menafsir, untuk memperdebatkan, mendialogkan

7:39

pancasila dengan cara-cara mereka sendiri

7:42

jangan sedikit-sedikit itu menempatkan pancasila tuh sebagai sesuatu yang

7:46

diatas langit, sesuatu yang divine, sehingga

7:49

ketika dikreasikan sedikit dibilang penghinaan begitu,

7:51

atau dibikin bercanda sedikit

7:54

ya dibilang itu penistaan Pancasila dan sebagainya

7:57

itu justru itu akan membuat Pancasila menjadi tidak relevan

8:01

untuk hidup masyarakat apalagi untuk generasi muda ya

8:04

mungkin untuk sekarang ini ya gen Z dan di bawah-bawahnya

8:07

so, kalau menurut saya

8:10

satu-satunya cara untuk membuat Pancasila itu

8:13

menjadi hidup, menjadi suatu nilai

8:16

yang memang bermakna bagi masyarakat adalah

8:18

dengan menjadikan dia relevan untuk hidup masyarakat

8:21

dan dengan caranya adalah

8:24

ya, dia dibuka untuk semua masyarakat bisa merasa

8:27

pantas, bisa merasa bebas

8:29

untuk ikut dalam mendialogkan

8:31

mendiskusikan, bahkan, memperdebatkan pancasila

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free