Full Transcript

·YouTLDR

Dokumenter Meditasi Politik & Lingkungan (2024): TERPEJAM UNTUK MELIHAT

1:17:30IndonesianTranscribed Jul 19, 2026
0:00

[Musik]

0:14

kita

0:17

UN begitu ke sini ke sini mikir kemudian

0:21

melihat semua pola-pola di alam melihat

0:24

polaa yang

0:28

adaikak

0:30

ah diut kita sama ya kan aliran darah

0:35

kita sama dengan akar-akar di di pohon

0:38

gitu jadi Memandang Alam kalau kita

0:41

menyakiti alam ya sama kayak menyakiti

0:43

Dir sendiri akhirnya

0:46

gitu kita gak tahu habis ini kita akan

0:50

ada di situasi yang kayak apa dalam

0:53

konteks sebagai

0:54

warara apa yang kiliun kita itu

0:58

bisaampak tu karena itu

1:02

gitu orang Indonesia tuh gak ingat lagi

1:05

gimana caranya jadi rakyat yang benar

1:06

yang harusnya ngawasin kekuasaan tapi

1:09

kita tuh cuma jadi

1:11

[Musik]

1:14

fans di demokrasi itu kamu ngawasin

1:17

ngawasin kekuasaan di demokrasi itu

1:19

kekuatan terbesar ada di

1:21

rakyat yang sayaanggap paling

1:24

berbahaya

1:27

oligar darada menjadi perakilan rakyat

1:30

dalam bahaya merosot menjadi perwakilan

1:32

orang-orang kaya orang-orang bisnis

1:35

orang-orang yang punya

1:37

duit berikan kami hak yang samaah kami

1:40

juga warga negara Indonesia yang

1:42

memenuhi kewajiban kami kan Apalagi

1:44

menjelang Pemilu seperti ini kan

1:46

eligibility terutama waria atau transpan

1:48

itu akan diangkat dan digoreng-goreng

1:50

sampai

1:52

gos selama ini masih ada anggapan kalau

1:55

aksesibilitas itu untuk teman-teman

1:58

disabilitas itu privil Sebenarnya bukan

2:01

privil yaapi itu sebuah Hak yang harus

2:06

dipenuhi Islam sebagai

2:10

rahmatanam bukan

2:13

[Musik]

2:16

hanya itu semua berkesalingan semesta

2:21

dan semesta bukan hanya

2:25

[Musik]

2:28

manusia n untuk mengendalikan saya

2:31

karena saya bekerja buat dia loh gitu

2:34

saya Dipilih karena dia

2:35

[Musik]

2:37

gitu tanpa orang-orang yang kita pilih

2:41

pun kita bisa hidup tapi tanpa hujan

2:42

kita enggak bisa

2:45

hidup mau nyoblos siapun kecuali kalau

2:48

nyoblos langit ini hujan baru kami

2:51

coblos dengan senang

2:52

hati kalau saya percaya bahwa sebenarnya

2:55

kesadaran-kesadaran Ini tuh sudah ada

2:57

melekat di jiwa kita gu sebagai manusia

3:01

[Musik]

3:03

yang pertama-tama kita harus lakukan

3:05

karena kita cinta itu marah sebenarnya

3:08

ini yang orang enggak lakukan sekarang

3:11

Where is all the

3:13

[Musik]

3:28

Anger

3:30

[Musik]

3:34

panggil aku dengan nama

3:37

asliku Jangan katakan aku akan pergi

3:41

besok bahkan Hari ini aku masih

3:46

datang aku selalu datang untuk tertawa

3:50

dan

3:52

menangis tiap detak jantku kelahiran dan

3:57

kemtian darluk yang

4:00

hidup aku katak yang bahagia berenang di

4:04

kolam yang

4:05

jernih dan aku adalah ular yang

4:09

diam-diam memangsa

4:12

katak Aku adalah anak-anak di Gaza penuh

4:16

trauma dan

4:18

amputasi Aku adalah para

4:21

Serdadu mafia

4:23

senjata dan

4:26

politisi hatiku belum mampu melihat dan

4:31

mencintai Bahagiaku seperti Sinar Surya

4:35

memekarkan bunga di seluruh

4:38

bumi sedih dan pedihku Seperti Sungai

4:42

air

4:43

mata sangat luas mengisi lima

4:46

[Musik]

4:48

Samudra panggil aku dengan nama

4:52

asliku supaya aku bisa mendengar semua

4:56

tangis dan tawaku sekaligus

5:02

supaya aku bisa melihat bahwa bahagia

5:06

dan pedihku itu

5:11

satu panggil aku dengan nama

5:16

asliku supaya aku bisa

5:21

terbangun dan pintu hatiku bisa

5:24

terbuka pintu Welas

5:28

Asih

5:43

antorik itu adalah satu pesantren yang

5:48

bervisi sangat kuat terhadap Islam

5:51

sebagai rahmatan lil alamin dan

5:54

ajarannya tentu saja bukan hanya hablum

5:58

minallah hablum minanas tetapi hablum

6:01

Minal alam itu semua adalah

6:04

berkesalingan kasih sayang semesta dan

6:08

semesta bukan hanya

6:12

manusia daun adalah satu buah bentuk

6:16

kasih sayang Tuhan kepada

6:21

kita harus saling

6:25

menguatkan nih wow

6:30

jago dia udah

6:34

tinggi harus memberikan kasih sayang

6:38

harus memberikan keuntungan

6:50

dua-dua kita the miniat of

6:58

theituik melihat pola-pola yang ada

7:01

dalam diriku kok banyak kemiripan ya

7:03

gitu Jadi kalau misalnya nih tanaman tuh

7:06

kalau kekurangan Kalium sama fosfor di

7:08

awal-awal dia stunting manusia pun juga

7:10

loh ternyata gitu loh

7:13

ternyata biota di dalam tanah dengan

7:16

biot di Put kita sama ya kan aliran

7:20

darah kita sama dengan akar-akar di di

7:22

pohon gitu jadi Memandang Alam kalau

7:26

kita menyakiti alam ya sama kayak

7:28

menyakiti diri sendiri Akir

7:34

nya ini ee yang kemudian hilang semua

7:38

karena semua diindustrialisasi gitu

7:40

semua dimonetize semua ujung-ujungnya

7:42

duit padahal zaman dulu manusia itu

7:45

berkebun bercocok tanam Itu kan untuk

7:47

menemenuhi kebutuhan keluarga dan

7:48

dirinya sisanya baru dijual gitu bagi

7:52

dia ke pasar itu hiburan sekarang N

7:55

bukan nyari uang hiburan jadi dia

7:57

bawa-bawa kan makananersedia

8:12

urangu ikan

8:16

[Musik]

8:17

DII

8:20

[Musik]

8:28

seet manusia semua terpenuhi gitu tanpa

8:31

harus saling menghilangkan gitu nah

8:33

sekarang kebalikannya mereka e ber tanam

8:36

untuk dijual dapat uang untuk beli

8:42

gitu sekolah kita itu kurikulumnya

8:45

adalah untuk mencetak uang

8:47

sebanyak-banyaknya mencari pekerjaan

8:50

sebagus-bagusnya orang sukses itu adalah

8:53

orang kaya bukan orang yang

8:58

menikmati

9:00

di agama kita menemukan satu buah visi

9:03

yang sangat kuat visi rahmatan lil

9:07

alamin sebuah pandangan yang berbasis

9:11

pada

9:13

semesta rahmatan lil alamin adalah di

9:17

mana orang-orang bisa bertemu pada satu

9:19

tempat dengan

9:21

kenyamanan berangkatnya dari

9:28

pesantren

9:31

atorik ini mengembangkan sebuah

9:34

pendidikan semua yang sudah hilang itu

9:37

harus

9:40

disekolahkan harus dibandingkan

9:42

Bagaimana kenikmatan dengan budaya

9:45

agraris dengan kenikmatan budayanya

9:48

industri Nah itu tuh harus

9:51

disekolahkan bagaimana bentuknya Nikmati

9:54

aja nikmati sekeliling kamu yang ada di

9:57

dunia pertanian ini nih gitu ya jadi

10:00

menikmati budaya

10:02

agraris bagaimana kita hanya menikmati

10:05

makanan begitu ya tinggal petik-petik

10:08

aja menikmati telur ya tinggal menikmati

10:12

aja itu juga ada sekolahnya diatori ya

10:17

disekolahkan karena ketika bertemu

10:19

dengan dunia industri itu sudah tidak

10:23

ada

10:24

lagi sekolah Bagaimana menyusun kayu

10:27

bakar karena sudah tidak ada

10:30

lagi Bagaimana bertanam padi ya bertanam

10:34

padi itu kan monokultur tapi dia

10:37

diselamatkan oleh pertanian

10:45

[Musik]

10:49

polikultur

10:51

kebiasaan-kebiasaan budaya-budaya petani

10:54

Diat

10:56

[Musik]

10:58

ditumbuhkan

11:00

[Musik]

11:04

perpatahnya orang Minang yang bilang

11:07

guru yang terbaik itu adalah alam

11:10

semesta ber itu kan ilmu mendesain ya

11:13

tapi dari ilmu mendesain itu kita

11:14

diwajibkan untuk observasi nah ketika

11:17

kita observasi ada salah satu prinsipnya

11:19

itu yang pat to detail itu Des pat toail

11:22

itu kan kita harus memperhatikan

11:24

pola-pola di sekeliling kita zaman

11:27

sekarang ini ada namanya perm kultur itu

11:29

tanpa kita mengetahui apa itu SL sudah

11:32

slowing us down karena kita dituntut

11:35

untuk selalu mengamati selalu melihat

11:37

sekeliling selalu sadar dengan Setiap

11:40

keputusan setiap langkah setiap pikiran

11:43

karena ternyata apa yang kita lakukan

11:45

itu ngaruh dengan segala yang di

11:47

sekeliling kita gitu Jadi kita harus

11:49

benar-benar mindful dengan apa yang kita

11:54

lakukan kamu harus menghargai proses

11:57

menikmatinya

11:59

memelankan karena dariu kamu bisa

12:01

memahami nih Kenapa harus dilakukan

12:03

Kenapa kamu menikati proses karena

12:05

dengan dengan menikmati itu kamu belajar

12:08

banyak banget gitu

12:11

l jadi solusinya itu sih harus kembali

12:14

ke cara-ca lama bertahan hidup

12:15

mengembalikan skillskill yang

12:18

hilangal

12:22

ter kita hilang Karen kenyamanan

12:25

terlalujar

12:27

kenyamanan

12:31

kita nanam pohon ternyata dari pohon itu

12:34

kita melahirkan budaya kayu bakar

12:37

akhirnya menghasilkan budaya tungku

12:41

berkumpul begitu makan-makan

12:48

bersama menanam pohon itu hanya satu

12:50

kali aja selebihnya adalah menemani

12:54

mereka setelahnya itu adalah memelihara

12:57

dan memetik hasilnya

13:00

ini bagan Dar ekosem

13:05

kita kalau tidak ada kasih sayang

13:08

terhadap tumbuhan tumbuhan itu tidak

13:11

akan

13:13

hidup tumbuhan harus dipelihara tumbuhan

13:18

harus ditemani tumbuhan harus didampingi

13:22

itu salah

13:27

satu nyapa mengambil keuntungan dari dia

13:32

gampang banget Ya gampang banget coba

13:34

lihat di atori semua tumbuh

13:37

lebat ini adalah pendidikan yang

13:41

sebenarnya sudah ada sejak dulu sejak

13:46

nenek moyang kita sebagai budaya

13:54

agraris nah ini ini waktunya ada

13:57

waktunya untuk memanen

14:00

[Musik]

14:05

walau kelihatannya santai

14:08

begini karena sudah mungkin udah terkena

14:11

dampaknya apa ya logika logika industri

14:14

mungkin ya harus kayak harus ada beban

14:17

selalu melakukan sesuatu produktif gitu

14:21

jadi bersantai

14:23

sudah sudah enggak bisa betul-betul

14:26

bersantai sebenarnya di dalam pikiran ya

14:29

kalau kelihatannya Dar jadi dari kamera

14:32

gitu enjoy aja tapi

14:35

yang canggihnya

14:38

kan kapitalisme gitu

14:41

Masuk masuk ke dalam otak

14:46

Anjir Sempat berpikir aku

14:50

kayak

14:52

Apakah dengan tidak melakukan apa-apa

14:55

seperti ini Gitu kan

14:57

ya

15:01

Apakah berguna gitu bagi alam semesta

15:05

gitu Justru dengan tidak melakukan

15:07

apa-apa Ada enggak sih

15:10

Gunanya aku menyerap oksigen pohon

15:14

menyerap karbon dioksida dari

15:17

[Musik]

15:25

Aku biasanya kan salat Ya udah urusan

15:28

gue

15:29

sama di atas gitu maksudnya cuman satu

15:32

ya kalau Umi itu punya penghayatan yang

15:35

itu ketika dia salat apapun makhluk

15:37

hidup yang terlihat oleh umi

15:40

tumbuh-tumbuhan atau apa itu ikut salat

15:43

bersama

15:53

dia kalau kita ngomong global terus

15:55

mikirin e Bagaimana solusi global kita

15:59

sebagai orang yang satu orang begini

16:00

merasa pusing ya kita cumankecil J

16:03

discourage mau mau gerak dulu udah udah

16:06

e petaharang dulu gitu karena terlalu

16:09

gede masalahnya tapi kalau kita setiap

16:11

orang itu e melakukan apa yang mereka

16:14

mampu dengan pri mereka masing-masing

16:17

kecil-kecil di tiap tempat itu akan jadi

16:19

solusi Global juga sebetulnya karena ini

16:22

dia akan bertunas ni ini bekas daun kami

16:25

mendidik sekali e para santri di sini

16:28

untuk kamu harus menetap besok hari Kamu

16:31

harus punya komunitas dan komunitas

16:34

inilah yang akan menyuarakan perubahan

16:37

iklim itu harus nyata gitu

16:44

loh Bru di juru Bro di panto ngalayah di

16:50

tengah

16:57

Imah bahasa yang sangat kuno ngalayah

17:02

tuh kalau panen semua ada di tengah

17:06

rumah Jadi pas buka pintu makanan Pas

17:10

lihat sudut

17:12

makanan seeutik ge Mahi kan sedikit

17:17

lahan garapan kita

17:19

[Musik]

17:20

teh banyak

17:22

bersisa kemudian

17:27

terbagi itu semua orang semua makhluk

17:31

terbagi dengan rata kesejahteraan

17:36

terukur keberkahan Welas Asih itu

17:41

menjadi bagian yang satu sama lain

17:57

berkesalingan

18:06

maksudnya gitu enggak sih kayak suka ada

18:09

yang gitu kan kita semua

18:13

terkoneksi bukan hanya Lewat

18:16

[Musik]

18:19

Alam namun bahkan lewat segala

18:22

pilihan-pilihan dalam hidup

18:25

kita Aduh malu banget

18:29

bapakku kan terbiasa untuk membaca ya

18:32

majalah berita televisi juga harus

18:35

nonton berita jadi aku tuh dulu Strik

18:37

banget dilarang menonton televisi yang

18:39

bukan tayangan

18:41

berita Ya udah ke berita berita berita

18:44

jurnalistik media aku rasa

18:47

kebiasaan-kebiasaan dan hal-hal kecil

18:49

itu yang mengekspos aku selama masa

18:51

pertumbuhanku ikut mempengaruhi gitu hal

18:54

yang mereka lakukanut membentuk senang

18:57

berita tentang ini terutama bu ya karena

19:00

aku lebih banyak berinteraksi dengan dia

19:03

dibanding

19:06

Ibuku kedua orang tua tuh bekerja sampai

19:09

aku SD

19:11

98 kemudian krisis kemudian si bapak di

19:14

PHK tidak bekerja lagi Jadi dia jadi

19:17

bapak rumah

19:17

[Musik]

19:19

tangga di masa-masa itu aku ngerasa dia

19:23

sangataten gitu dalam mengurus gimana

19:26

sih kalau kita diurus sama orang gitu

19:30

mulai dari kita bangun tidur sampai kita

19:31

tidur lagi gitu dan dia mentelateni

19:33

segalanya keperluanku gitu rasa kasih

19:37

sayang yang begitu besar ketika dia gak

19:39

ada kayak

19:40

berasa satu orang yang menyayangiku

19:44

dengan tulus di dunia ini gak ada dan

19:45

aku gak akan bisa Menemukan Penggantinya

19:48

walaupun suatu hari nanti aku punya

19:49

pasangan gitu Kay itu yang

19:53

tertanam akuasa dia

19:57

yangentu berkat bagi sesama untuk soal

20:00

memberi memberi enggak boleh meminta

20:03

kayak memberi dari apa yang kita punya

20:05

walaupun kita kurang nilai itu yang

20:08

kemudian berusaha dibawa di dalam setiap

20:11

Lini

20:14

kehidupan akses orang terhadap informasi

20:17

itu kan juga enggak sama ya sementara

20:20

pilihan-pilihan mereka itu ditentuin

20:23

sama akses apa yang mereka punya gitu

20:25

kan duit sudah motor enggak bakal

20:27

kebayar

20:28

misalnya Oke aku tinggal di Jakarta ya

20:31

osku lebih banyak aku bisa tahu ada

20:33

media namanya Kompas Ada media namanya

20:35

tempo Project

20:37

Multatuli privilege banget bisa akses

20:40

Informasi apa aja yang kita mau gimana

20:42

teman-teman yang tinggal di tempat yang

20:44

akses internetnya aja susah

20:47

gitu akses terhadap informasi adalah

20:50

sebuah privilege dan itu yang akan

20:52

membentukkan pilihan-pilihan kita juga

20:56

gitu di sini kan akses informasi bisa

20:58

juga timpang dari satu orang ke orang

21:00

lain kalau misalnya enggak ngabarin soal

21:03

Oh ada l orang-orang yang kena debu batu

21:06

bara setiap hari di Jakarta gitu napas

21:08

aja susah setiap bulan kena ISPA

21:11

anak-anak kecil ibunya rutin ngebawa

21:15

anaknya ke rumah sakit untuk penyakit

21:16

yang sama rumahnya debuan Mungkin orang

21:19

mikir di Jakarta engak ada yang kayak

21:20

gitu-gitu orang mungkin gak tahu Rusun

21:23

Marunda tuh apa gitu dan itu terjadi di

21:26

kalangan aku aja bisa ada yang gak tahu

21:27

soal itu gitu Coba bayangkan kalau kita

21:30

tidak mengabarkan soal mereka yang

21:33

banyak kesusahan ngeri banget dunia gitu

21:36

maksudnya orang tahu ini aja kita masih

21:37

ngeri gitu gimana kalau enggak tahu gitu

21:40

serem men serem

21:45

banget itu kenapa kayak apa yang kita

21:48

pilih itu benar-benar bisa berdampak ke

21:50

orang lain tuh karena itu gitu Iya dia

21:51

masih ngambil kita enggak tahu habis ini

21:54

kita akan ada di situasi yang kayak apa

21:59

sebag jadi

22:02

kontrol tetap diperlukan contoh saya

22:05

Berubah itu bukan karena apa namanya

22:09

bukan saya karena ingin masuk kekuasaan

22:12

tapi karena ternyata ketika kita hindari

22:16

daya rusak politik itu

22:18

lebih lebih cepat daripada daya pulih

22:21

yang kita lakukan day day rusaknya itu

22:24

leh besartik ini darada upaya yang kita

22:26

lakuk mau tidak mau harus nyemplung di

22:30

dalam kotoran itu karena kalau enggak

22:32

semakin kotor semakin rusak Oleh karena

22:34

itu sekalian

22:37

[Musik]

22:42

saja media itu kapitalistik kalau di

22:45

Indonesia dia dikuasai oligarki yang

22:47

tentu saja punya kepentingan politik

22:49

untuk nyetir sensor dan segala macam

22:51

atau ditir

22:56

pas duduk di kursi paling depan melihat

23:00

sejarah

23:01

dibikin di Project m enggak bisa lagi

23:04

kayak gitu kamu harus jadi bagian yang

23:06

bikin

23:07

sejarah ada sesuatu yang namanya news

23:09

desert jadi ada gurun berita yang sangat

23:12

luas Apa sih gurun berita ini ya Itu

23:15

perempuan di rural area konflik-konflik

23:18

warga sama perusahaan praktik

23:20

kolonialisme itu masih ada kolonial tuh

23:24

apa David impera gitu ya memecah belah

23:26

warga gitu biar ribut sendiri terus

23:28

mereka tinggal ngeraup Apun yang mereka

23:31

harus raup gitu kan sama sama Kok kita

23:34

sekarang konflik horizontal kan

23:36

Bagaimana orde baru mensanitasi ya

23:38

membersihkan pikiran kita itu dari

23:41

pikiran-pikiran politik kita gak sadar

23:43

sebenarnya itu kita didesign untuk

23:47

Enggak lagi ngomongin politik dididik

23:50

oleh order baru untuk ggak lagi

23:51

ngomongin

23:53

itu masa

23:56

apolitis warisan baru yang disebut

23:58

sebagai masa mengambang itu ikut

24:00

berjoget terbawa

24:02

suasana orang Indonesia tuh Enggak ingat

24:05

lagi gimana caranya jadi rakyat yang

24:06

benar yang harusnya ngawasin

24:11

kekuasaan Selamat ya selamat ya tapi

24:14

kita tuh cuma jadi fans orang tuh

24:16

gampang Terpukau oleh hal-hal yang

24:18

sangat superfisial Oh si ini mah

24:21

orangnya baik video iniun baik itu kan

24:25

pencitraan yang sangat bisa dienginir

24:27

oleh oleh banyak e Sal media strateg

24:30

gitu kan Nah ini kan mesin yang kita

24:33

sebut di Indonesia sebagai bazar

24:35

political influenceral media strateg ada

24:38

mesin besar di belakangnya itu mau

24:40

Golput mau milih satu dari tiga Apun

24:43

pilihanmu di 2024 sesudah itu balik lagi

24:47

dong jadi rakyat ngawasin kekuasaannya

24:50

gitu termasuk orang yang kamu pilih

24:52

bukannya dijadiin idola yang kamu

24:55

bela-belain gitu kan apapun yang dia

24:56

lakukan gitu yang terjadi 10 tahun

24:59

terakhir itu kan sangat Kentel

25:04

begitu cinta itu perwujudannya kayak apa

25:08

sih yang pertama-tama kita harus lakukan

25:10

karena kita cinta itu marah sebenarnya

25:13

pertama-tama itu harus marah dulu ini

25:16

yang orang enggak lakukan sekarang Where

25:20

is all the

25:26

Anger aku masih ingat saat kau masih

25:30

segumpal awan putih melayang

25:34

bebas saat aku pun masih sungai yang

25:37

menelusuri aliranku menuju laut

25:41

lepas kau lalu

25:44

memanggilku menggenggam

25:47

tanganku dan kemudian kita

25:50

bersama membuat badai yang

25:54

menggelegar bagaimana kita tidak

25:57

berjuang

25:59

sementara bunga-bunga liar dan gunung

26:03

merintih karena pedih

26:14

[Musik]

26:20

ketidakadilan di sini kan memang

26:22

terkenal daerah ini ya daerah terkumus

26:24

Asia ya Kampung Duri ini jadi ya

26:26

kebetulan juga kita di sini dekat pasar

26:29

jadi kayak teman-teman ini maaf ya

26:31

sebagian teman-teman ini kan memang

26:32

mengamen jadi mereka sambil jalan

26:34

mengamen k Erika dia mungut-mungutin ini

26:38

terus kayak Cik juga dia mungut-mungutin

26:40

seperti ini mungut-mungutin kayak

26:43

baju-baju bekas plastik-plastik kayak di

26:47

sana Lagi bikin apa kayak bunga gitu itu

26:50

dari sedotan yang memang sudah

26:52

kitaciah ini yang aku

26:56

bilat UD memang numpuk-numpuk kan gak

27:01

terpakai memang sengaja teman-teman

27:03

kadang E nongkrong-nongkrong di

27:06

rumah-rumah makan nungguin yang

27:10

dibuang-buang kayak ra gitu ya sama Cika

27:13

ini dia sengaja nungguin di siput makan

27:16

siput terus itunya e dibawa pulang aku

27:19

Apas ke galon

27:26

bekas

27:29

di sini memang dari dulu itu tahun 7-an

27:32

sudah banyak sekali transpuan atau warya

27:35

yang menetap di Kampung Duri sini jadi

27:37

di sini memang wilayah yang ramat

27:39

terhadap transpuan atau waria jadi di

27:42

sini memang Tempat transitnya kaum waria

27:44

yang datang dari berbagai daerah yang

27:46

mama kakak mau ke mana bobo yuk kamar

27:49

mama kakak yuk I sini nah ini Putriku

27:53

yang aku besarkan dari

27:56

bayi besar itu dari bayi jadi di sini

28:00

anak-anak kecil Tu manggil dia Kakak

28:02

jadi aku kalau sama anak-anak kecil

28:03

dipanggilnya mama kakak

28:06

iya i mudah-mudahan nih kalau kelar nih

28:10

Mas kalau Pemilu kita ya udah tahulah

28:11

nanti juga siapa yang pilih juga kita

28:13

akan seperti ini juga Ath enggak ada

28:15

yang

28:16

peduli maunya seperti itu ya didengarlah

28:19

kami juga kan milih gitu kan kami masih

28:22

disisihkan dibully untuk kerja juga

28:25

untuk kerja juga kami selalu Susah kan

28:28

Apalagi untuk kerja di pemerintahan

28:30

sangat-sangat susah meskipun ada satu

28:33

atau dua orang yang bisa

28:36

nyari karena kan juga kami juga

28:38

mempunyai kepintaran tersendiri kan ini

28:41

yang sudah dijadiin baju ini buat di

28:43

dalam Cum aku belum rapi Jadi ini nanti

28:46

yang akan dijadikan kostum Mas bajunya

28:50

berikan kami hak yang sama lah dengan

28:52

warga negara lain karena juga kami juga

28:54

warga negara Indonesia yang memenuhi

28:56

kewajiban kami kan Apalagi menjelang

28:58

Pemilu seperti ini kan eligibity

29:00

terutama waria atau transpuan itu akan

29:03

diangkat dan digoreng-goreng sampai

29:06

gos kan belum tentu loh Yang kepilih itu

29:10

yang kita pilih itu peduli terhadap

29:12

lingkungan di sini e untuk masalah

29:15

lingkungan ini enggak cukup setahun

29:16

sampai 5 tahun enggak cukup jadi ya

29:18

udahlah kita aja yang peduliin

29:23

dulu para transpon di sangar suroja

29:27

akhirnya berjuang untuk ketidakadilan

29:30

sosial dan lingkungan lewat ekspresi

29:33

kasih sayang mereka

29:37

sendiri kayak hantu

29:40

laut hantu

29:45

laut inilah contoh pilihan

29:48

sehari-hari dari sekelompok orang yang

29:53

terpinggirkanan yang

29:56

sangat

29:58

nyata lewat kerajinan dan kesenian ambil

30:02

dong dalam sebuah lingkungan yang tidak

30:05

mendapat bantuan dan dukungan dari

30:07

sistem negara

30:12

oke eh baiklah kalau gitu mungkin kita

30:14

langsung aja ya Eh Victoria jalannya

30:17

pada pelan-pelan Oke tanpa menunggu lama

30:19

lagi kita mulai memperkenalkan Trans

30:22

superhero baru kita yang pertama

30:26

siapa yang pertama kita panggilkan

30:29

superhero

30:32

[Musik]

30:56

setr

30:58

[Musik]

32:01

aku ngerasanya kalau misalkan kita

32:05

banyak diam Terlatih Untuk diam kita

32:08

tahu mana yang harus kita lihat lebih

32:15

dalam kita menyadari Pikiran apa yang

32:18

datang dan pergi dan kita tidak

32:20

menghakimi pikiran itu tidak

32:22

mengingkarinya ataupun tidak

32:23

mengikutinya tapi

32:26

menyadarinya kita bisa dengan jernih

32:29

melihat mana yang perlu kita lihat

32:31

dengan melihat lebih jernih Apa yang

32:33

perlu kita lihat kita tahu tindakan apa

32:36

yang kita harus lakukan

32:41

gitu dan sebagai jurnalis aku merasa ini

32:44

sangat perlu karena kita harus banyak

32:48

mendengar tanpa

32:50

menghakimi tanpa punya

32:56

prekonsepsi

33:33

baru restop

33:37

mau kopi

33:49

enggak Apakah kita ingin dilahirkan atau

33:52

tidak buatku harusnya freedom of will

33:53

juga menyangkut soal

33:55

itu

33:59

siapapun yang memilih untuk melanjutkan

34:02

hidupnya atau tidak melanjutkan hidupnya

34:05

itu adalah pilihan manusia

34:08

ya kalau kita berpikir secara ruang

34:11

lingkup agama penghakiman hanya milik

34:13

Tuhan ya pilihan untuk tidak melanjutkan

34:17

hidup lagi itu kita tidak bisa untuk

34:20

menghakimi dia kang kita enggak tahu ada

34:23

apa yang ada dalam diri setiap orang

34:45

[Musik]

35:08

muka boleh Akak bedakan tapi alis harus

35:13

Say kalau kata ponokan harus say

35:25

onti

35:35

selama ini masih ada anggapan kalau

35:37

aksesibilitas itu atau akomodasi yang

35:40

layak untuk teman-teman disabilitas itu

35:43

privilege Sebenarnya bukan privilege ya

35:45

tetapi itu sebuah Hak yang harus

35:53

dipenuhi kan aku pernah kekunci di Lif

35:57

yuk aku lupa lihat kalau ternyata di

36:00

dalam itu tombolnya tinggi

36:02

jadi aku ah masuk ke dalam ternyata

36:05

tombolnya tinggi jadi gak bisa mencet

36:07

enggak bisa jadi aku nunggu ada orang

36:11

ada orang

36:25

masuk

36:33

Nanti aku tinggal bilang si itu aja

36:35

bahwa ternyata tidak cukup aksesibel

36:37

Gitu yang yang

36:54

sis kan Berarti cuma memastikan aja I

36:57

kalau Dir Oke

37:01

kita kalau ke atas Berarti ada liftnya

37:03

ya Oh iya ada banget oh ini aku pakai

37:08

lift ada toilet buat kursi roda gitu Pak

37:11

aksesible ada Oh yang sebelah situ

37:16

oke untuk acara biasanya toiletnya

37:18

sebelah mana di sini ayo kita cek

37:20

toiletnya sulit nih nanti teman

37:22

disabilitas ini loh di set muternya nih

37:26

Iya ini harusnya enggak ada nihh

37:28

mikirnya estetik tapi enggak mikir

37:30

fungsi

37:31

Nah kan ini juga enggak ada handrail kan

37:35

gak ada Eh ini malah Ada handrail nih

37:39

kenapa yang cowok lebih aksesibel

37:42

sebenarnya harusnya agak ke sini

37:49

nih

37:51

oh iya kalau pakai kursi roda kan

37:54

berarti dia harus menumpu kan

37:57

tapi Ya

38:00

semoga itu ada toilet aksesible dirimu

38:03

udah cek udah cek terus aku agak

38:05

khawatir dengan handrailnya karena dia

38:07

tadi goyang ya he goyang lifnya itu

38:11

harus ada yang jaga nanti karena kalau

38:12

kursi roda atau aku aku enggak He Oh I

38:15

Enggak bisa aku enggak nyampai Oh I atau

38:18

kalau pakai kursi roda dia juga jauh kan

38:19

susah jadi harus ada yang jaga di

38:25

situ

38:32

bagusnya memang ada tempat parkir khusus

38:36

disabilitas

38:37

tinggal diamnya tadi dilandaikan

38:42

lagi untuk dari tempat parkir sampai ke

38:45

ruang tunggu untuk naik ke Metro

38:48

dewatanya mungkin bisa dilebih landaikan

38:50

lagi anak

38:55

tangg

38:58

Terminal sepertinya perlu di buat lebih

39:10

aksesibel orang baik di

39:15

politik

39:21

ya Meskipun

39:24

kelihatannya seperti mencari

39:27

jarum di dalam tumpukan

39:30

jerami atau genggaman

39:35

jerami tapi

39:37

ada ada orang-orang baik dalam politik

39:41

ya kita berbicara bukan hanya politik

39:45

praktis

39:47

tapi dalam bentuk apapun Kehidupan

39:50

sebenarnya itu juga adalah politik

39:55

bukan

40:02

sepintas anggyasari tampak seperti

40:05

aktivis namun Ia adalah staf ahli wakil

40:09

ketua MPR RI angasari berusaha masuk ke

40:13

dalam

40:14

sistem untuk mengubah dan terus mengawal

40:18

kebijakan untuk teman-teman

40:21

di diahun

40:25

2019

40:33

Akir tidak terpilih menjadi wakil

40:38

rakyat orang masukk itu harus punya

40:41

hubungan dan yang punya duit kalau perlu

40:43

4 miliar at 6 miliar UNT menjadi wakil

40:46

rakyat satu dari berapa di DPR 600 lebih

40:50

orang-mas Peru 4 miliarim itu saya

40:54

sebagai guru dulu gaji terakhir 10 tahun

40:57

yang lalu 5, juta per bulan kalau

41:00

menjadi wakil rakyat berapa bulan dan

41:03

tahun Saya tidak boleh makam baru

41:07

terkumpul tantangan yang saya anggap

41:09

paling berbahaya adalah yang disebut

41:13

oligarki daripada menjadi perwakilan

41:15

rakyat dalam bahaya merosot menjadi

41:18

perwakilan orang-orang kaya orang-orang

41:20

bisnis orang-orang yang punya duit Saya

41:23

[Musik]

41:25

memutuskan untuk menyatakan berhenti

41:29

dari jabatan saya sebagai Kita sadar

41:32

setelah reformasi kalau menjadi

41:34

ukurannya Setelah reformasi itu semakin

41:36

lama demokrasinya semakin menyempit jadi

41:40

hak-hak untuk memperjuangkan kita tu

41:41

semakin kecil kita sudah ggak bisa lagi

41:43

menyalurkan aspirasi kita secara nyata

41:46

gitu ya ke partai politik yang

41:50

ada datangnya dengan kekecewaan dengan

41:54

frustasi melihat partai politik yang ada

41:56

dan kita membayangkan bikin partai

41:58

politik baru dengan isinya orang biasa

42:00

aja

42:01

gitu hari ini partai politik rusak semua

42:04

dan kita pengin bangun yang berbeda gitu

42:06

yang yang benar-benar

42:08

eh memungkinkan orang biasa untuk

42:11

terlibat dengan santai gitu enggak perlu

42:14

ada cukong ggak perlu ada macam-macam

42:21

gitu ada tulang punggung dari bumi

42:26

produksi oksigen ya kelompok itu

42:28

Indonesia Afrika gitu ya kongo terutama

42:31

ee Amazon Brazil terutama gitu Nah

42:34

justru kelompok

42:36

inilah yang sesungguhnya harus

42:38

diperhitungkan di dunia bayangin orang

42:41

enggak bisa hidup tanpa oksigen

42:43

Mas

42:45

2021 muncul lonjakan anggota gitu banyak

42:49

banget anggota masuk anak muda sampai

42:51

SMA gitu nah mereka mengusulkan satu

42:54

bentuk itu holakrasi namanya bukan

42:56

demokrasi lagi holakrasi terus

42:58

menginginkan hetarki kesamaan hierarki

43:02

gitu bukan tidak ada hierarki ya hetarki

43:05

sama rata apa egaliter gitu nah Konsep

43:08

ini yang kita gunakan sekarang Nah

43:11

jumlahnya masih sekitar 3.000-an lah

43:13

yang daftar ulang Sampai sekarang masih

43:15

ratusan Nah kita berharap setelah 2024

43:18

partai hijau sudah bisa eksis 2029 ini

43:21

kita bisa menjadi partakai peserta

43:23

pemilu tutup lagi

43:28

Siapa itu yang memilih saya yang

43:30

mendukung saya dialah yang punya berhak

43:32

untuk sebenarnya untuk mengendalikan

43:34

saya karena saya bekerja buat dia loh

43:37

gitu saya Dipilih karena dia

43:41

gitu Abadi Pesantren satu Desa satu

43:46

puskesmas atau Pusu dengan satu nakes

43:49

yang ada persoalan lingkungan hidup itu

43:53

menjadi prioritas etika lingkungan

43:58

[Musik]

43:59

kitaant

44:02

[Tepuk tangan]

44:04

korsi mencoblos berarti punya tanggung

44:08

jawab untuk mengawal janji dan kebijakan

44:11

si

44:13

wakil kita tagih janjinya kita kritik

44:17

kalau mereka inkar bukannya malah

44:25

kita

44:27

ak

44:29

[Musik]

44:33

H tentu agama tidak boleh menjadi alat

44:37

Apun bukan alat

44:39

politik kristianitas pernah melakukan

44:43

perang atas nama

44:45

agama perang salib dalam pandangan

44:48

mereka membebaskan tempatat

44:53

sucierusal

44:54

darenduduk

44:56

[Musik]

45:00

Kristiani sekarang Kami merasa malu

45:02

karena atas nama Tuhan mencurahkan darah

45:05

itu tidak pernah

45:10

betul sejak itu di Eropa negara menolak

45:14

campur tangan agama di dalam

45:17

[Musik]

45:19

perpolitikan keadilan sosial Itu

45:21

tantangan yang terpenting

45:24

50% masyarakat Indonesia belum Sejahtera

45:28

betul kalau mereka mendapat kesan bahwa

45:32

Indonesia itu milik mereka yang di atas

45:35

itu

45:36

kat mereka akan bilang untuk apa

45:39

Pancasila lebih baik cari ideologi yang

45:42

lain pancasilanya berarti mereka di atas

45:46

yang sudah kaya semakin

45:49

[Musik]

45:54

kaya

45:59

[Musik]

46:00

ada sesuatu yang enggak bisa dikuasai

46:03

oleh negara Misnya begini Ozon tu punya

46:06

siapa

46:07

sih punya Amerika punya Indonesia enggak

46:11

tanggung jawab kita terhadap kutub utara

46:13

dan kutub selatan Itu siapa itu

46:16

statess kita bisa enggak peduli tapi

46:19

kalau itu cair bumi akan

46:23

banjir ikan di dalam lautan lu ambil itu

46:28

rasanya gak asin bayang dia hidup di

46:30

garam tapi dia gak asin alam mengajarkan

46:33

itu artinya sebenar bisa kita hidup di

46:36

suatu tempat yang berbeda imannya dengan

46:38

kita sangat bisa bagaimana kita mengubah

46:42

situasi Itu itual yang lain dan sudah

46:45

pasti harus berkelompok Ken berkelompok

46:47

p kenapa jumlah menjadi penting karena

46:49

Jalan

46:54

Setapak S dilewatin begitu kita jarang

46:58

lewat dia akan tumbuh rumput liar dan

47:01

kemudian menutupi Jalan Setapak itu kita

47:02

kehilangan jalan kita kehilangan

47:07

arah Di mana kau bintang kecil aku

47:11

mencarimu ke segala

47:14

penjuru Aku tahu kamu ada di balik

47:20

awan malam ini terang

47:23

[Musik]

47:24

Purnama tunas-tunas

47:29

[Musik]

47:42

tumbuh Allahu akbar Allahu

47:53

akbar standandarnya kan memang miskin ya

47:56

seperti saya

47:58

gitu Enggak ada enggak ada penghasilan

48:01

sama sekali Kalau saya si emang

48:04

benar-benar enggak megang sama Ram Kan

48:05

tiap hari tiap bulan tiap tahun pun

48:07

bahkan enggak

48:08

megang langsung

48:12

H mau nernakin tapi susah karena ini

48:16

bisa buat lauk Jadi kalau emang larvanya

48:18

itu bisa dibuat kayak pepes nanti dia di

48:23

disambal kayak pakai kelapa muda

48:32

gitu kalau uang itu kan biasanya Cuma

48:35

kita buat makan atau buat apa kalau kita

48:36

beran Sehat terus bisa menghasilkan dari

48:38

alam kan sudah bisa makan uang buat

48:46

apa kalau saya sih merasa bebas merasa

48:49

kayak enggak ada beban enggak punya

48:52

aturan-aturan ya

48:54

bebas

49:10

dulunya ya sama ya Sama orang-orang

49:12

kalau hidup itu ya punya standar

49:16

masing-masing ada di sini ada di sini di

49:19

sini kalau sekarang kan saya malah

49:20

justru Aneh ketika Kenapa harus punya

49:23

standar standar hidup harus begini

49:26

standar layak harus

49:30

begini kan saya nyebutnya juga hidup

49:32

saya kan mundur ke belakang k Emang

49:34

semundur

49:36

itu maksudnya dari pandangan orang-orang

49:38

Ya emang nilai saya semakin turun tapi

49:41

kalau di saya enggak semakin

49:49

naik dulu sering sakit

49:53

kepalaum sekarangudahak rasain itu semua

49:56

padahal dulu ada penghasilan sekarang

49:58

enggak ada penghasilan tapi bisa sebeda

50:02

itu

50:09

gitu Yang penting adaptasi makannya

50:12

Kenapa adaptasi makan karena Emang makan

50:14

itu kan kebutuhan paling keluarga enggak

50:16

punya duit punya duit enggak punya duit

50:19

kaya miskin ya kamu harus makan kalau

50:21

mau melanjutkan hidup

50:24

gitu

50:27

jadi itu saya mikirnya dulu ya Makan

50:29

dulu gimana caranya saya bisa

50:31

menghasilkan sesuatu yang bisa saya

50:51

makan ya kita makan sesuai dengan apa

50:54

yang ada di musim itu saat musim nangka

50:58

gitu ya kami bisa aja selama sebulan 2

51:01

bulan makannya nangka terus Cuma

51:02

beda-beda olahan kan Terus kalau musim

51:05

belinjau ya kita makannya daun belinjau

51:07

aja selama musim belinjau belum

51:09

berakhir musim laron ada musim jamur ya

51:13

makannya kita

51:24

itu

51:30

namanya jamur

51:33

kuping ini B sekali makan

51:36

nih doyan kalau saya sih

51:38

doyan ini rasanya itu

51:42

apa

51:43

kayak kres kres kres gitu kayak kita

51:46

makan ini apa E tulang rawan dicampurin

51:50

telur juga bisa kayak didadar gitu kan

51:53

yang praktisnya bisa juga ditumis pakai

51:55

bawang putih

52:07

aja tangkap

52:09

dulu ini laron Ireng keluarnya malam ini

52:13

katanya proteinnya tinggi tapi ini enak

52:15

bisa dibikin peyek bisa dipelas bisa

52:18

digoreng bisa dimakan langsung

52:23

juga enak

52:27

rasanya itu kayak itu mungkin kalau yang

52:30

familiar itu kayak ulat

52:34

[Musik]

52:40

sagu Sal adalah pekerja kantoran ibu

52:44

kota yang akhirnya memutuskan untuk

52:46

kembali ke

52:48

desa memenuhi panggilan hati untuk

52:51

merawat Bapak dan

52:54

ibunya ia pulang tepat beberapa saat

52:57

sebelum Ibunya

53:00

[Musik]

53:02

meninggal Sal kemudian mengganti namanya

53:05

menjadi

53:08

maharlika maharlika memilih untuk hidup

53:12

keluar dari sistem membelot dari sistem

53:16

ekonomi dari sistem

53:23

negaraaharlika itu kayak semacam

53:26

kemerdekaan bebas kalau dari bahasa

53:29

tansktanya itu kayak Mahardika Gu Jadi

53:36

merdekaalah alam itu berpengaruh sekali

53:39

dalam kehidupan kami yang emang jadi

53:42

petani kan kalau kayak musim kemarau

53:45

gitu Kami enggak bisa bekerja kami ya

53:48

jumlah makanan jadi berkurang sedangkan

53:50

kalau yang sistemnya kami kan

53:52

benar-benar ngikutin polanya si

53:55

semesta itu mau kayak gimana musim hujan

53:59

nanti ya kita pasti banyak berkat ini

54:03

banyak makanan banyak

54:06

sayuran mau secanggih teknologi Apun

54:09

manusia tanpa alam pasti engak bisa

54:13

hidup tapi kan alam sendiri kan bisa

54:17

menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan

54:19

manusia pun kan bisa

54:24

hidup

54:26

benar-benarlah kalau tanpa alam ya

54:28

maharlika enggak bisa

54:32

hidup

54:35

waktu

54:38

berlalu tak

54:40

terasau

54:42

menuar

54:45

sepertinya

54:48

lama aku tak bergerak

54:52

maju Kuingin lebih

54:57

lebih

55:01

bahagia lebih merdeka karena

55:06

inilah tanggung

55:11

jawabku pada

55:17

hidupku hingga Kapankah ku terus begini

55:23

menanggung Ma

55:27

u ibarat

55:30

[Musik]

55:32

Elang ku harus terbang ku harus berdiri

55:37

di

55:39

[Musik]

55:54

kakikuiri

55:56

mendung Kanya akan

56:23

hujan

56:27

setelah 6 bulan kemarau jadi sehari

56:31

hujan ibaratnya kayak kita diikat terus

56:34

Lepas Kalau enggak hujan kita tuh enggak

56:37

ada kehidupan enggak ada air ya enggak

56:39

ada kehidupan Ya emang patut dirayakan

56:42

Ya udah coba enggak hujan setahun 2

56:44

tahun Apa yang akan

56:48

terjadi kalau hujan itu benar-benar

56:51

berkatnya banyak banget lebih dari Apun

56:53

lah

56:55

hidup Kay gini kan saya jadi tahu

56:57

ternyata yang bikin hidup kita itu bukan

56:59

hanya pekerjaan tapi dari alam

57:02

memberikan kita

57:07

kehidupan suka ditanya Emang kamu k

57:09

kelihatannya sendirian aja gitu kalau

57:12

gak ngerasaian salah satunya kan ada

57:13

ayam

57:23

ini

57:28

kalau saya enggak bekerja di ladang ya

57:30

enggak bakal bisa makan

57:35

kan terakhir nyblas ya pas SMA ya itu

57:39

ketua itu setelah ke sini ya udah enggak

57:46

pernah mau milih siap pun ya kalau

57:49

misalnya enggak ada hujan ya kita engak

57:51

bisa makan kita gak bisa hidup gitu kan

57:57

tanpa orang-orang yang kita pilih pun

58:00

kita bisa hidup tapi tanpa hujan kita

58:01

gak bisa

58:05

hidup maharlika sendiri gitu mau nyoblah

58:09

siapun kecuali kalau nyoblos langit ini

58:12

hujan baru kami coblos dengan senang

58:16

hati tidak mencoblos adalah

58:20

pilihan namun pilihan yang berat dan

58:23

penuhanggung

58:27

jaw mencoblos berarti kita punya

58:30

tanggung

58:32

jawab untuk mengawal janji dan kebijakan

58:35

si wakil yang kita

58:37

pilih untuk selalu kita tagih

58:40

janjinya dan kita kritik kalau mereka

58:44

ingkar menjadi goput bukannya apatis dan

58:48

tidak

58:49

peduli namun justru berarti punya

58:52

komitmen untuk mengawal dan mengkritik

58:55

semua calon yang

58:57

ada seperti

58:59

maharlika yang mengkritik keras segala

59:02

sistem yang

59:03

mapan dengan hidup di luar

59:09

sistem kadang-kadang kan orang miskin

59:11

itu kan dianggap sesuatu yang belum

59:14

merdeka kalau saya sih merasa saya

59:17

miskin saya sih merdeka merdeka lebih

59:19

dari merdeka

59:20

malah merdeka dalam artian yang bagi

59:24

saya si Merdeka sebenarnya Merdeka hidup

59:27

Merdeka makan Merdeka bernafas Merdeka

59:32

bekerja Merdeka Ya Merdeka

59:37

semuanya ya melawan arus sih jadinya

59:40

karena Emang kan merdekanya jadi karena

59:42

merdekanya hidup kak melawan arus

59:45

seperti kehidupan orang-orang normal

59:48

pada umumnya bebaslah memilih ketika

59:50

mungkin

59:52

orang-orang maju ke depan cari-cari

59:55

peluang entah apa ke kota gitu kami ke

1:00:00

desa

1:00:02

tinggal di

1:00:03

desa itu kan Merdeka juga

1:00:05

[Musik]

1:00:13

kan aku ada di taman

1:00:19

cahaya yang menyala Abadi dalam ru Yang

1:00:25

Terlupakan

1:00:28

Entah mengapa aku

1:00:31

[Musik]

1:00:33

bahagia mungkin karena hangatnya telah

1:00:37

ada dalam

1:00:40

ingatan aku saja yang lupa untuk waktu

1:00:46

yang

1:00:47

lama cukup lama terlena untuk hal-hal

1:00:53

yang sementara

1:00:59

aku menyelam dalam

1:01:05

cahaya semakin aku tenggelam semakin Dai

1:01:12

kurasan menurutku sebenarnya pencerahan

1:01:15

itu bukan sesuatu yang kita tiba-tiba

1:01:18

dapat sesuatu yang baru gitu kalau saya

1:01:21

percaya bahwa sebenarnya

1:01:22

kesadaran-kesadaran ini Tuh udah ada

1:01:24

melekat di jiwa kita gu sebagai manusia

1:01:30

[Musik]

1:01:32

yatir valuevue seperti keberanian ada

1:01:36

valuevue seperti bekerja sama dengan

1:01:39

orang gu bukan cuma dengan sesama

1:01:40

manusia tapi bekerja sama dengan alam

1:01:42

juga gitu terus ada kepedulian ada cinta

1:01:45

kasih Rayuan Pulau Kelapa Bukan Rayuan

1:01:50

Pulau Kelapa

1:01:53

Sawit

1:02:01

kadang-kadang kita anggap remeh apa yang

1:02:02

kita lakukan kecil itu impnya ternyata

1:02:04

bisa besar gitu dimulai dari hal-hal

1:02:06

sederhana kecil yang kita bisa lakukan

1:02:07

setiap hari kalau kita hitung-hitung per

1:02:10

hari konsumsi sedotan plastik di

1:02:12

Indonesia aja Itu bisa mencapai 500 juta

1:02:15

penggunaan setiap hari jadi bayangin

1:02:17

kalau ada gerakan kolektif individu cuma

1:02:19

menggunakan sedan plastik sehari kalikan

1:02:23

denganyarakat apa banyak kita bisa

1:02:25

mengurangi pencemaran di alam dengan

1:02:29

barang yang namanya sedotan plastik ini

1:02:31

jangan anggap remeh keputusan simpel

1:02:34

karena kalau kolektif itu impactnya bisa

1:02:38

besar seperti pilihan Andre dan

1:02:40

teman-teman periset di

1:02:42

kopernik Jadi sebenarnya ini untuk

1:02:45

ngespon gimana sebetulnya teknologi yang

1:02:48

simpel yang tepat guna itu bisa menjawab

1:02:52

permasalahan yang ada di komunitas warga

1:02:55

mengelaborasikan inisiatif dengan

1:02:57

teknologi tepat guna aksesible buat

1:03:00

komunitas bisa direplikasi dengan mudah

1:03:03

pilihan Wira untuk membuat papan

1:03:07

permainan ketika bikin game lebih repot

1:03:10

meyakinkan orang untuk main juga repot

1:03:12

gitu kan Tapi ketika bisa orang tuh bisa

1:03:14

lebih engage karena dia mendapat

1:03:16

pengertian yang lebih

1:03:18

mendalam ya gameennya juga mengasumsikan

1:03:20

bahwa carbon credit ada harganya bahwa

1:03:22

dunia akan beneran kiamat physically

1:03:25

ketika emisinya

1:03:27

banyak ter dia ngerti kayak Oh jelas aja

1:03:30

ya kayak walaupun kita tahu climate CH

1:03:31

ber masalah tapi kenapa sih

1:03:33

negara-negara gak mau kerja sama karena

1:03:35

semua negara punya interestnya

1:03:38

masing-masing harapannya dengan bermain

1:03:41

game jadi ngerti dan mau engage dengan

1:03:43

konsep-konsep yang susah

1:03:45

ini ya mungkin ada kartu dari biru yang

1:03:47

bisa nyuri

1:03:48

kartu pilihan Putri untuk membuat produk

1:03:52

sabun

1:03:53

rumahan laut kita kan sekarang

1:03:55

keadaannya keos ya Kacau Banyak sampah

1:03:58

plastik terus polisi

1:04:01

deterjen laut tentram tuh doa supaya

1:04:04

laut kita tuh bisa jadi

1:04:07

tentram bnya kita kan pelan-pelan

1:04:10

mengurangi penggunaan deterjen terus

1:04:13

mengurangi sampah plastik dari kemasan

1:04:16

sabun

1:04:17

cair mungkin fokus ke hal-hal yang kecil

1:04:19

sih yang bisa dilakuin di rumah Kayak

1:04:21

misalnya Mila

1:04:23

sampah

1:04:25

pilihan Arianto untuk Berhenti bekerja

1:04:29

dan mendirikan bank

1:04:31

sampah aplikasinya namanya aplikasi si

1:04:34

darling Terus kardus 5,6 jadi total

1:04:37

sampahnya 4 item

1:04:39

yanya

1:04:42

14.240 dulunya penjemputan pun terus

1:04:45

peminaan sampah Dis pemerintah semua nah

1:04:48

ketika lokasi sudah berkurang otomatis

1:04:51

diserahkan semuanya e ke desa mengol

1:04:56

sampah harus dipilah Kalau ini kan masih

1:04:59

campur-campur ini namanya duplek ini

1:05:01

Kadus itu lain

1:05:06

ini pilihan para guru ini untuk rutin

1:05:09

berkumpul dan melakukan aksi bersih

1:05:14

pantai biar saya mesanggul meayasak

1:05:17

pernah saya malu karenaambil

1:05:21

sampah dari00 yangir ini kita

1:05:25

mengumpulkan sampah total ada sekitar

1:05:29

130

1:05:32

kg pilihan

1:05:34

amat seorang pembantu rumah tangga buta

1:05:37

huruf yang memanfaatkan lahan tidak

1:05:40

terpakai di depan rumahnya untuk

1:05:42

berkebun dan beternak ayam awalnya saya

1:05:46

bikin bedingannya ini dari daun-daunan

1:05:50

itu kan daun daun kering lah istilahnya

1:05:53

ya awalnya iseng-iseng kan juga ada nasi

1:05:56

lebih gitu kalau tiada dibuang terus

1:06:00

beli ayam sepasang

1:06:02

gituama nelurnelur jadi jadi banyak

1:06:05

begini Ini udah banyak yang dijual

1:06:08

tadinya banyak

1:06:14

banget Siapa musuh kita yang

1:06:18

sebenarnya musuh kita hanya

1:06:21

satu

1:06:23

penderitaan

1:06:27

segala yang kita lakukan setiap hari

1:06:30

dari waktu ke waktu jauh lebih penting

1:06:34

daripada ritual politik 5 tahunan

1:06:37

sekali untuk selalu sadar dalam pilihan

1:06:41

kita setiap saat lewat musik makanan

1:06:46

game

1:06:53

teknologi kelihatannya remeh namun jika

1:06:56

dilakukan bersama-sama secara kolektif

1:06:59

dampaknya akan sangat

1:07:03

masif Inilah bentuk-bentuk Pilihan

1:07:06

politik yang

1:07:15

sesungguhnya Sekarang kita akan tutup

1:07:18

film ini dengan mata

1:07:21

terpejam duduk

1:07:24

dengan

1:07:27

santai Pejamkan mata

1:07:32

perlahan Tarik

1:07:36

nafas dan buang

1:07:43

nafas Tarik nafas yang

1:07:46

[Musik]

1:07:49

dalam buang

1:07:52

perlahan

1:08:02

satu dua

1:08:11

tiga

1:08:13

diam dan

1:08:18

dengarkan segala

1:08:21

harapan dan manifestasi

1:08:29

sih Be realistic di man Impossible

1:08:33

karena gak realistis lah buat kita

1:08:36

sekarang untuk nerima korupsi Ya udahlah

1:08:38

gitu ya kekerasan seksual Ya udahlah

1:08:40

kamu jadi perempuan terima aja gitu kan

1:08:42

Ya emang Makanya jangan pakai baju

1:08:44

aneh-aneh gitu kan jangan pakai make up

1:08:46

jangan pakai ini gitu

1:08:50

kan tuntut gak

1:08:52

mungkak mungkinnya apa gitu ya yang

1:08:55

mustahilnya apa ya kita belum tahu

1:08:57

memang jawabannya ya sama-sama gitu kan

1:09:00

enggak mungkin

1:09:05

sendirian Gimana cara menuju ke sana

1:09:08

mulai dari yang paling kecil yang bisa

1:09:10

kita lakukan tapi bayangin dunia yang

1:09:13

enggak ada eksploitasi jangan jadi

1:09:15

korban jangan jadi pelaku eksploitasi

1:09:17

itu dulu

1:09:18

[Musik]

1:09:22

aja

1:09:27

sanggaroja itu pengin sekali punya rumah

1:09:30

singgah dari dulu yang bisa menampung

1:09:34

teman-teman yang memang sudah enggak

1:09:35

berdaya sudah enggak diterima keluarga

1:09:38

yang sudah dibuang oleh keluarga itu kan

1:09:39

seperti itu

1:09:42

banyak penampungan-penampungan kalau

1:09:45

memang bukan yang khusus waria itu

1:09:47

sangat sulit ya untuk

1:09:50

teman-teman Mama kalau ngomong ini sedih

1:10:02

sekali tidak ada ketimpangan di

1:10:06

dunia apapun bentuk

1:10:10

ketimpangannya enggak ada ketimpangan

1:10:12

ekonomi enggak ada ketimpangan

1:10:14

pendidikan enggak ada ketimpangan akses

1:10:16

informasi kita semua

1:10:22

setara

1:10:25

impianku itu ya kalau setiap orang itu

1:10:29

bisa bepergian dengan Mandiri

1:10:33

ee Dia memiliki pekerjaan yang baik

1:10:37

dengan kualitas hidup yang

1:10:39

baik akses terhadap pendidikan seperti

1:10:43

dengan teman-teman nonondisabilitas

1:10:48

lainnya itu cita-cita

1:10:52

besar

1:10:56

Semoga saya ada dalam Lini masa yang

1:11:00

bisa melihat semua itu

1:11:07

terjadi pertanian rahmatan lil alamin

1:11:11

semua terbagi dengan sangat merata baik

1:11:15

itu untuk burung baik itu untuk ular

1:11:19

baik itu untuk manusia dan manusia ini

1:11:22

bukan hanya seorang kaum muslim tetapi

1:11:25

rata semua

1:11:32

kebagian

1:11:35

perlahan buka

1:11:40

[Musik]

1:11:49

mata Semoga semua

1:11:52

makhluk

1:11:56

[Musik]

1:12:22

berbahagia

1:12:24

[Musik]

1:12:37

[Musik]

1:12:56

[Musik]

1:13:05

Eropa tahun

1:13:06

1400 penyihir diburu orang Kudus jutaan

1:13:11

perempuan diberangus dibakar sampai

1:13:14

hangus dituduh diadili tanpa bukti asal

1:13:18

tunjuk sana sini di hakimi Ya sudah

1:13:21

pasti mati sama nasibnya seperti

1:13:25

Gerwani kita diburu neraka tanpa pikiran

1:13:30

logika Nurani tumpul dan luka luka borok

1:13:35

penuh nan kita diburu neraka tanpa

1:13:39

pikiran logika Nurani tumpul dan luka

1:13:44

jangan lupakan

1:13:48

[Tepuk tangan]

1:13:52

sejarah

1:13:54

[Musik]

1:14:00

jari dipukuli Palu besi digunduli dan

1:14:04

ditelanjangi ditusuk-tusuk Duri

1:14:07

ditenggelami akhirnya digantung

1:14:09

algojoalgojo

1:14:12

Suci 400 tahun gontaganti paus jutaan

1:14:16

perempuan hangus diburu

1:14:19

terusmenerus Baru berhenti di tahun

1:14:24

[Musik]

1:14:26

kita diburu neraka tanpa pikiran logika

1:14:31

Nurani tumpul dan luka luka borok penuh

1:14:35

nan kita diburu neraka tanpa pikiran

1:14:40

logika Nurani tumpul dan luka jangan

1:14:44

lupakan

1:14:46

[Musik]

1:14:48

[Tepuk tangan]

1:14:52

sejarah

1:14:57

kalau saat disiksa sakit dan

1:15:00

mengaku terbukti penyihir ayo bakar dan

1:15:03

gantung segera kalau saat disiksa Tegar

1:15:07

dan tidak mengaku terbukti penyihir

1:15:11

tidak sakit

1:15:12

disiksa pasti pakai

1:15:15

mantra kita diburu neraka tanpa pikiran

1:15:20

logika Nurani tumpul luka luka borok

1:15:25

penuh nan kita diburu neraka tanpa

1:15:29

pikiran logika Nurani tumpul dan luka

1:15:34

jangan lupakan sejarah kita diburun

1:15:38

neraka tanpa pikiran logika Nurani

1:15:42

tumpul dan luka luka borok penuh nan

1:15:46

kita diburu neraka tanpa pikiran logika

1:15:51

Nurani tumpul Danuk jangan lupakan

1:15:55

sejarah masa berkuasa bukan berarti

1:16:00

demokrasi mayoritas tuduh sesat sana

1:16:03

sini padahal diam-diam punya motivasi

1:16:08

pribadi terbakar benci cemburu iri dan

1:16:12

dengki putar dulu otakmu sebelum jadi

1:16:15

antek-antek

1:16:17

politisi yang su bawa-bawa n Tuhan

1:16:22

danaky demi

1:16:25

Ambisi kita diburu neraka tanpa pikiran

1:16:30

logika Nurani Tungkul dan luka luka

1:16:34

borok penuh nan kita diburu neraka tanpa

1:16:39

pikiran logika Nurani tumpul dan luka

1:16:44

jangan lupakan sejarah kita diburu

1:16:48

neraka tanpa pikiran logika Nurani

1:16:52

tumpul dan luka luka borok penuh nan

1:16:56

kita diburu neraka tanpa pikiran logika

1:17:01

Nurani tumpul dan luka jangan lupakan

1:17:06

[Musik]

1:17:13

[Musik]

1:17:22

sejarah

1:17:24

[Musik]

1:17:27

foreign

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free