Full Transcript

·YouTLDR

Aji Saka Asal Usul Aksara Jawa | Cerita Rakyat | Kisah Nusantara

19:56IndonesianBy Gromore Studio SeriesTranscribed Jul 29, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:34

Dikisahkan pada zaman dahulu

0:37

berdirilah sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan.

0:56

Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang jahat

0:59

bernama Prabu Dewata Cengkar.

1:21

Sang raja memiliki kebiasaan yang membuat

1:24

rakyat Medang Kamulan sangat ketakutan.

1:27

Yaitu menyantap manusia.

1:30

Tidak ada yang berani menentang keinginannya.

2:38

Suatu hari di tengah samudra,

2:41

seorang pemuda sedang berlayar

2:43

bersama kedua abdi setianya.

2:45

Pemuda itu bernama Aji Saka,

2:48

dan kedua abdinya bernama Dora dan Sembada.

2:54

Aji Saka berasal dari Bumi Majeti

2:57

akan tetapi ada beberapa yang menyebutkan

3:00

bahwa dia berasal Jambudwipa India.

3:04

Mereka pun berlayar menuju ke sebuah pulau,

3:07

bernama Jawadwipa yang terkenal kaya raya.

3:12

Karena itu Aji Saka tertarik untuk menjejakan kaki

3:16

di pulau tersebut.

3:53

" Pertanda apa ini !"

4:21

Setibanya mereka di pulau Jawa,

4:24

Aji Saka melanjutkan perjalanan dengan menembus

4:27

hutan belantara untuk mencari penduduk sekitar

4:30

guna mendapatkan informasi di mana letak desa

4:34

atau kerajaan terdekat karena tujuannya adalah

4:37

menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

4:49

Oleh warga setempat mereka diarahkan

4:51

untuk menuju ke sebuah kerajaan bernama

4:53

bernama Medhang Kamulan.

4:56

Berangkatlah mereka menuju kerajaan itu.

5:53

Ketika sampai di pegunungan Kendheng

5:56

mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak.

6:09

Di tempat itu Aji Saka menitipkan

6:11

keris pusakanya kepada Sembada.

6:14

Sambil berpesan untuk selalu menjaganya

6:17

dan jika nanti ada yang memintanya

6:20

jangan pernah diserahkan kecuali Aji Saka sendiri

6:24

yang datang untuk mengambilnya.

6:26

Sembada pun dengan sigap menyanggupinya.

6:52

Perjalanan menuju Medhang Kamulan dilanjutkan

6:55

oleh Aji Saka bersama Dora.

7:10

Sesampainya di negeri Medhang mereka tiba di sebuah desa

7:14

dan bertemu dengan seorang janda tua

7:17

bernama Nyai Sengkaren.

7:19

Setelah memperkenalkan diri serta berbincang-bincang

7:23

Nyai Sengkaren mengetahui tujuan Aji Saka.

7:26

Akhirnya mereka diajak pulang oleh Nyai Sengkaren.

7:29

Karena selama ini Nyai hidup sebatang kara.

7:35

Kini keduanya telah di anggap seperti anak sendiri.

7:39

Sementara Aji Saka dan Dora merasa senang

7:42

karena mendapat tempat tinggal di desa tersebut.

7:48

Selama tinggal di desa itu

7:50

mereka berdua rajin membantu pekerjaan rumah.

7:52

Selain itu mereka juga sering bergaul

7:55

dengan para penduduk desa.

7:57

Keberadaaan keduanya juga disenangi oleh warga

8:00

karena budi pekerti yang santun.

8:04

Suatu ketika saat berbincang dengan salah satu warga

8:07

Aji Saka memuji keadaan negeri Medhang Kamulan,

8:11

yang begitu subur dan makmur.

8:14

Namun hal berbeda nampak dari raut wajah

8:17

warga tersebut ketika menjawab perkataan Aji saka.

8:22

“ Ya seperti inilah keadaanya tuan.

8:24

Akan tetapi kami hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

8:28

Bahkan sampai ada warga yang mengungsi

8:31

dan meninggalkan desa karena raja yang kejam.

8:34

Tempat ini……”

8:35

“ Negeri ini diperintah oleh prabu Dewata Cengkar nak!

8:39

Seorang raja jahat yang memiliki kebiasaan aneh,

8:43

tiap hari dia meminta kepada patihnya

8:46

agar di bawakan manusia untuk disantap.”

8:50

Aji Saka memahami ketakutan warga

8:53

karena sewaktu-waktu prajurit kerajaan

8:56

bisa datang dan membawa mereka

8:59

kepada sang raja untuk dijadikan santapan.

9:05

Hingga suatu hari terjadilah kepanikan.

9:08

Banyak warga yang berbondong-bondong pergi

9:10

meninggalkan desa karena tersiar kabar

9:13

bahwa prajurit dari kerajaan akan datang

9:16

untuk mencari orang yang bisa

9:18

dijadikan santapan sang prabu. Melihat hal itu Aji Saka berinisiatif mengajukan diri untuk menjadi santapan menggantikan warga desa.

9:21

Tak perlu menunggu waktu lama

9:23

patih bersama para prajuritnya telah tiba di desa itu.

9:27

Mereka keheranan karena desa itu nampak begitu sepi.

9:30

Tak ada seorangpun disana.

9:38

Patih memerintahkan seluruh prajuritnya

9:40

untuk mencari setiap sudut disemua tempat.

9:43

Akan tetapi hasilnya nihil,

9:46

mereka tidak menemukan siapapun.

10:00

Aji Saka berinisiatif mengajukan diri

10:03

untuk menjadi santapan menggantikan warga desa.

10:06

Semula Nyai Sengkaren melarang Aji Saka,

10:10

Akan tetapi dia yakin bahwa sanggup

10:13

menumpas angkara murka di tempat itu.

10:19

“ Bawalah hamba saja patih,

10:21

hamba kasihan melihat warga tak berdosa

10:23

menjadi korban kemungkaran prabu Dewata Cengkar.

10:26

Hamba Aji Saka.

10:28

Hamba siap dan rela untuk dijadikan santapan sang prabu.”

10:34

Melihat ketulusan Aji Saka,

10:36

sang patih sebenarnya tidak rela menjadikannya santapan

10:40

bagi Prabu Dewata Cengkar.

10:42

Akan tetapi karena Aji Saka memaksa

10:45

akhirnya patih membawanya pergi menuju istana.

11:00

Dikerajaan sang prabu mulai gusar

11:02

karena patih tidak kunjung datang.

11:09

Dia berfikir apakah warga yang biasa

11:12

dijadikan santapan telah habis.

11:15

Dia pun bergumam jika nanti setidaknya

11:18

ada satu manusia yang bisa disantap

11:21

akan dituruti permintaanya.

11:54

Saat mereka tiba di istana.

11:56

Prabu Dewata Cengkar senang karena patih telah tiba

12:00

membawakan makanan.

12:08

“ Siapa namamu anak muda ?

12:10

Aku dengar dari patih engkau siap

12:13

menjadi santapanku hari ini ? “

12:16

“ Maaf baginda prabu Dewata Cengkar yang agung.

12:19

Saya Aji Saka.

12:20

Sebelum hamba menjadi makanan baginda.

12:22

Izinkan hamba meminta satu hal. “

12:36

" Cepat katakan, apa keinginanmu ?

12:40

Aku akan mewujudkannya.

12:42

Aku sudah sangat lapar sekali."

12:44

“ Hamba hanya ingin sebidang tanah

12:46

seluas kain yang hamba bawa ini! ”

12:52

" Hanya itu yang kau inginkan ?

12:54

Apa engkau serius ?

12:57

Baiklah ambil saja jika kau mau! ”

13:02

Aji Saka segera membuka kain yang dibawanya

13:05

dan meminta Prabu Dewata Cengkar

13:08

memegangi ujung kain.

13:09

Sang prabu menurutinya dengan senang hati.

13:18

Namun ajaibnya saat mereka sedang mengukur tanah

13:22

sesuai permintaan Aji Saka,

13:24

kain itu terus memanjang hingga melebihi

13:27

kerajaan Prabu Dewata Cengkar.

13:41

Kain itu membentang dari istana,

13:44

melewati perkampungan penduduk,

13:47

hutan,

13:49

gunung,

13:52

bahkan sampai ke lembah ngarai.

13:59

Sang prabu terus melangkah mundur

14:01

mengulur kain Aji Saka.

14:03

Semakin lama semakin jauh

14:05

dan tiada habisnya hingga sampai

14:08

di tebing curam tepi laut selatan.

14:11

Menyadari keanehan itu,

14:12

Prabu Dewata Cengkar sangat marah.

14:14

Dia baru mengetahui niat yang sebenarnya

14:17

dari Aji Saka yaitu untuk mengakhiri kekuasaanya

14:21

atas kerajaan Medhang Kamulan.

14:24

Namun dengan kesaktian Aji Saka,

14:26

Kain yang membentang itu

14:28

tiba-tiba melilit tubuh Prabu Dewata Cengkar.

14:36

Lilitan itu sangat kuat hingga tubuh sang prabu

14:39

yang besar bagaikan raksasa

14:41

tidak mampu bergerak sedikit pun.

14:48

Kemudian kain itu disentakan oleh Aji Saka.

14:57

Seketika tubuh Prabu Dewata Cengkar

14:59

terlempar ke dalam Laut Selatan yang berombak besar.

15:06

Dengan sekejap tubuh raksasa itu

15:08

hilang ditelan ombak yang ganas.

15:12

Atas keberhasilan Aji Saka

15:14

menyingkirkan Prabu Dewata Cengkar,

15:16

rakyat Medhang Kamulan bersorak-sorai.

15:18

Mereka bahagia karena terbebas

15:21

dari raja yang suka menyantap manusia.

15:36

Akan tetapi tanpa sepengetahuan Aji Saka,

15:39

Prabu Dewata Cengkar ternyata masih

15:42

bertahan di dalam lautan.

15:53

Dengan ilmunya dia berubah menjadi

15:56

buaya putih dan menghilang entah kemana.

16:05

Aji Saka kini dinobatkan sebagai raja di Medang Kamulan.

16:10

Dia menjadi raja yang baik hati dan bijaksana.

16:15

Medang Kamulan pun mengalami masa kejayaannya

16:18

pada saat pemerintahannya.

16:23

Suatu ketika Prabu Aji Saka

16:25

teringat akan keris pusaka yang dia titipkan

16:28

kepada Sembada.

16:31

“ Dora !

16:31

tolong kau ambilkan keris yang ku titipkan

16:34

pada Sembada di pegunungan Kendheng

16:36

tempat kita beristirahat dahulu.”

16:38

" Baik Prabu Aji Saka . Hamba laksanakan “

16:41

Dora akhirnya pergi untuk menemui Sembada.

16:57

Setibanya di Gunung Kendheng,

16:58

Dora menyampaikan pesan Aji Saka

17:01

untuk mengambil keris pusaka.

17:03

“ Sembada,

17:04

aku diutus paduka untuk mengambil keris.

17:07

Dimanakah keris itu berada ? “

17:09

" Ada,

17:10

akan tetapi maaf !

17:11

Aku tidak bisa menyerahkan kepadamu

17:13

atau orang lain kecuali Prabu Aji Saka sendiri

17:16

yang datang untuk mengambilnya. "

17:18

“ Jadi kau tidak mempercayaiku ?

17:20

Aku benar-benar sudah diberikan perintah

17:22

oleh sang Prabu !"

17:23

“ Kali ini tidak !

17:24

aku tetap memegang teguh amanat paduka

17:27

walau bagaimanapun keadaanya. “

17:29

“ Sepertinya kau memang harus dipaksa Sembada !

17:32

Aku akan merebutnya

17:34

karena perintah Prabu Aji Saka

17:35

adalah membawa pulang keris pusaka itu. “

18:37

Sementara itu di istana Medang Kamulan,

18:40

Ada sesuatu yang mengganjal

18:42

dalam benak sang prabu.

18:43

Entah apa itu.

18:45

Dan tidak seperti biasanya

18:47

Dora pergi begitu lama.

18:49

Akhirnya prabu Aji Saka

18:51

memutuskan pergi menyusul kedua abdinya

18:54

di pegunungan Kendheng.

18:56

Selama perjalanan,

18:58

dia merasakan ada hal buruk yang sedang terjadi.

19:04

Sesampainya di tempat tujuan,

19:06

Aji Saka terkejut melihat Dora

19:08

dan Sembada tergeletak ditanah tak bernyawa.

19:12

Terlihat bekas pertarungan yang sangat dahsyat

19:15

terjadi di tempat itu.

19:16

Rupanya mereka bertarung hingga tewas

19:19

demi memegang amanat yang mereka emban.

19:23

“ Maafkan aku,

19:24

Sungguh kalian berdua adalah

19:26

orang-orang yang sangat setia kepadaku.”

19:29

Untuk mengabadikan kesetiaan keduanya.

19:32

Prabu Aji Saka menuliskan sesuatu

19:35

disebuah batu

19:37

yang bertuliskan

19:38

Ha Na Ca Ra Ka “ Ada dua utusan setia.”

19:40

Da Ta Sa Wa La “ Saling berselisih pendapat dan saling bertarung.”

19:42

Pa Dha Jaya Nya “ Sama-sama kuat dan Tangguh.”

19:44

Ma Ga Ba Tha Nga “ Akhirnya tewas bersama.”

19:47

Tulisan Aji Saka pada batu tersebut

19:49

menjadi asal usul huruf jawa

19:51

atau dikenal sebagai Aksara Jawa.

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.