0:08
Sebelum lebih jauh mempelajari tentang metabolisme, terlebih dahulu kalian harus memahami tentang enzim. Karena enzim ini berperan sangat penting dalam proses metabolisme, baik dalam katabolisme maupun dalam anabolisme. Maka, mari kita simak penjelasan tentang enzim berikut ini. Ilmu yang mempelajari tentang enzim disebut dengan enzimologi.
0:40
dan komponen keseluruhan dari enzim disebut dengan holoenzim. Holoenzim tersusun dari dua komponen, yang pertama disebut dengan apoenzim, dan yang kedua disebut dengan kofaktor. Apoenzim adalah penyusun enzim yang berasal dari protein, sedangkan kofaktor penyusun enzim yang berasal dari non-protein.
1:06
Dan kofaktor tersusun dari dua macam. Yang pertama ada yang disebut dengan koenzim, dan yang kedua disebut dengan gugus prostetik. Koenzim tersusun dari senyawa organik, sedangkan gugus prostetik tersusun dari senyawa anorganik. Pada enzim, terdapat sisi aktif. Sisi aktif adalah tempat berikatan dengan substrat pada saat terjadi reaksi. Sedangkan bagian selain dari sisi aktif disebut dengan alosterik.
1:44
Enzim memiliki beberapa sifat. Yang pertama, karena enzim tersusun dari protein, maka enzim adalah protein. Sedangkan yang kedua, sifat dari enzim yaitu termolabil, artinya dipengaruhi oleh suhu. Sedangkan yang ketiga, berperan sebagai biokatalisator atau untuk mempercepat suatu reaksi. Suatu reaksi, jika tanpa menggunakan enzim, maka membutuhkan waktu yang lama.
2:15
Tetapi, jika suatu reaksi menggunakan enzim, maka reaksi tersebut akan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan tanpa enzim. Yang keempat, sifat enzim yaitu spesifik. Artinya, enzim hanya bekerja untuk substrat tertentu saja. Yang kelima, bekerja bolak-balik atau reversible.
2:41
karena enzim bisa berperan untuk menyusun suatu substrat atau bisa berfungsi untuk memecah suatu substrat. Selanjutnya, enzim tidak ikut bereaksi, karena peranan enzim di sini hanya untuk mempercepat reaksi. Selain itu, enzim juga berfungsi untuk menurunkan energi aktifasi. Untuk memecah suatu substrat,
3:09
maka memerlukan energi yang disebut dengan energi aktifasi atau energi bebas. Jika suatu reaksi tanpa menggunakan enzim, maka membutuhkan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan reaksi yang menggunakan enzim. Karena jika suatu reaksi yang menggunakan enzim, maka akan menurunkan energi aktifasi. Jadi energi yang digunakan jauh lebih sedikit dibandingkan tanpa enzim.
3:40
Berdasarkan cara kerjanya, kerja enzim dibedakan menjadi dua macam. Yang pertama ada teori lock-and-key atau yang disebut dengan teori kunci gembok. Menurut teori lock-and-key, sisi aktif dari enzim bersifat spesifik dan tidak fleksibel.
3:59
maka bentuk enzim dengan bentuk substrat memiliki bentuk yang spesifik sampai menghasilkan produk yang berasal dari substrat. Tetapi bentuk enzim atau enzim tidak ikut bereaksi. Kemudian yang kedua, teori induced fit atau teori kecocokan yang terinduksi. Berbeda dengan teori log NK, menurut teori induced fit ini, sisi aktif dari enzim bersifat fleksibel
4:31
Meskipun bentuk enzim dengan bentuk substrat tidak pas, tetapi enzim akan menyesuaikan bentuknya dengan bentuk substrat. Sehingga terjadi reaksi untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Kemudian ada faktor yang mempengaruhi terhadap kerja enzim. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kerja enzim dibedakan menjadi beberapa macam. Yang pertama yaitu suhu.
5:02
Karena tadi di awal sudah disebutkan bahwa enzim bersifat termolabil. Untuk manusia, suhu optimum untuk kerja enzim di kisaran 35-40 derajat Celcius. Meskipun pada bakteri tertentu ada yang mampu mencapai 70 derajat Celcius untuk suhu optimumnya. Selain suhu ada pH atau derajat keasaman.
5:34
Enzim hanya bekerja pada derajat keasaman tertentu, tergantung jenis enzimnya. Karena umumnya enzim bekerja pada pH antara 6 sampai 8. Tetapi ada juga enzim yang bekerja dalam kondisi asam, seperti enzim-enzim yang ditemukan di lambung, ada pepsin dan juga renin. Kemudian ada juga enzim yang efektif hanya dalam kondisi basah,
6:06
Contohnya enzim-enzim yang ditemukan pada usus 12 jari, seperti tripsin dan juga amilase. Maka, enzim yang efektif dalam kondisi asam tidak bisa bekerja dalam kondisi basah. Begitupun, kalau enzim yang bekerja efektif dalam kondisi netral, itu tidak bisa bekerja dalam kondisi asam maupun basah. Selain derajat gasaman atau pH, juga ada konsentrasi.
6:37
Konsentrasi di sini kita bedakan menjadi dua macam. Yang pertama ada konsentrasi enzim, dan yang kedua ada konsentrasi substrat. Semakin banyak enzim, sedangkan substratnya sedikit, maka reaksi akan berjalan sangat cepat. Begitupun sebaliknya, jika substratnya banyak, tetapi enzimnya sedikit, maka reaksi akan berjalan lambat. Yang terakhir, yaitu inhibitor atau penghambat.
7:08
Penghambat di sini kita bedakan menjadi 3 macam. Yang pertama ada yang disebut dengan inhibitor kompetitif. Inhibitor kompetitif akan bersaing dengan substrat untuk menempati sisi aktif dari enzim. Sehingga jika inhibitor sudah menempati sisi aktif enzim, substrat tidak mampu bereaksi dengan enzim. Yang kedua, inhibitor non-kompetitif.
7:39
Inhibitor nonkompetitif tidak menempati sisi aktif dari enzim, tetapi menempati bagian alostarik dari enzim, sehingga mengubah bentuk dari sisi aktif enzim. Jika sudah berubah, maka substrat tidak bisa bereaksi dengan enzim. Dan yang terakhir disebut dengan inhibitor umpan balik. Nah, inhibitor umpan balik ini sebenarnya berasal dari produk
8:08
Hasil dari reaksi yang menghalangi sisi aktif enzim Sehingga substrat yang akan direaksikan tidak mampu menempati sisi aktif dari enzim Sehingga tidak terjadi reaksi Nah itulah yang disebut dengan inhibitor
8:29
Itulah penjelasan mengenai struktur enzim, kemudian sifat enzim, cara kerja enzim, dan juga faktor yang mempengaruhi terhadap enzim. Selanjutnya nanti kita akan bahas tentang metabolisme baik yang katabolisme dan juga anabolisme. Dan pastikan kalian sudah subscribe channel ini. Terima kasih.