DOSA-DOSA BESAR #220 - Dosa Sesama Makhluk - Dosa Sesama Makhluk - Iseng /Jail
Yuk, jadi bagian dari dakwah kami.
Dukung operasional dakwah dan sosial
kami. Rai pahala amal jariah yang terus
mengalir sampai hari kiamat.
Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillah tidak hent-hentinya kita
selalu bersyukur memuji dan memuja
Allah. Sebagai seorang muslim, kita
selalu menyadari bahwasanya Allah itu
ada, maha melihat, maha mendengar, dan
juga memiliki sifat-sifat yang maha
sempurna. Di antaranya Allah Subhanahu
wa taala selalu benar dengan janjinya
dan menepati janji. Innallaha la
yukhliful miad. Allah tidak akan
pungkiri janjinya. Orang beriman, orang
yang bersyukur pasti akan dijaga
stabilitas dari nikmat tersebut. dari
makanan, minuman, pakaian, bahkan
keimanan Dia sendiri. Tidak cukup di
dunia sampai ke akhirat pun kita akan
dibalas dengan surga yang abadi. Oleh
karena itu, kita selalu mensyukuri
nikmat Allah. termasuk hari ini Allah
masih memberikan kita umur untuk
melanjutkan estafet kehidupan kita
sehingga kita bisa menambah volume atau
kuantitas dan kualitas daripada ibadah
dalam hal memberatkan timbangan amal di
hari kiamat serta bertobat dari
dosa-dosa kalau kita masih memiliki
pelanggaran-pelanggaran agar selamat
dari hukuman Allah subhanahu wa taala.
Dan saya yakin dengan takdir Allah kita
berkumpul pada malam ini. Dan tujuan
kita semuanya sama untuk datang ke rumah
Allah, untuk salat, mengerjakan
perintah, kewajiban kita salat berjamaah
magrib dan isya dan juga untuk
menghadiri majelis ilmu. [berdehem]
Semoga Allah ikhlaskan niat dan
menjadikan ini sebagai tambahan amal
kita pada hari kiamat. Allahum amin.
Selanjutnya kita panjatkan salam hormat
kita kepada Rasulullah Muhammad
sallallahu alaihi wa ala alihi wasahbihi
wasallam. Sebagaimana Allah telah
perintahkan kita untuk mengucapkan salam
hormat tersebut.
Baik, seperti biasa teman-teman sekalian
di Rabu pertama dan Rabu kedua maksud
saya pekan pertama, pekan dua kita akan
bahas dosa-dosa besar dan malam ini kita
akan bahas dosa dengan judul iseng.
Siapa yang biasa iseng nih? Hm. Atau
mungkin ada orang yang tidak pernah
iseng sama sekali di sini.
Isang ini, Teman-teman sekalian, tidak
asing bagi kita atau biasa orang bilang
juga jahil ya.
Sebenarnya dia masuk dalam bagian
bercanda. Secara definisi isuk dalam
bercanda,
main-main, ya menggoda atau melakukan
sesuatu tanpa tujuan serius, baik untuk
menghibur diri sendiri atau orang lain.
Nah, bagaimana Islam memandang ini?
Apakah boleh kita seperti ini atau
tidak? Kenapa kita pada malam ini
masukkan dalam kategori dosa?
Bercanda secara umum adalah hukumnya
mubah. Secara umum boleh saja, tetapi
nanti kita akan sebutkan ada batasannya.
Sebagaimana Ibnu Hajar rahimahullah
berkata, "Bercanda itu dibolehkan selama
di dalamnya tidak ada dusta dan
menyakiti orang lain."
Begitu juga cukup banyak tentunya
perkataan para ulama-ulama kita tentang
masalah bercanda ini ya. Seperti
misalnya Umar bin Khattab berkata
radhiyallahu anhu, "Bercandalah
tapi jangan sampai kebanyakan
karena banyak bercanda. akan mematikan
wibawa.
Berarti Umar radallahu anhu memberikan
kita gambaran, boleh orang bercanda
sebagai seorang muslim, tapi jangan
berlebih-lebihan. Kalau Ibnu Hajar
rahimahullah mereka mengatakan asal
tidak ada kedustaan, tidak ada menyakiti
orang lain. Dan Ali radhiallahu anhu
berkata tentang masalah orang bercanda
ya sesekali dua kali di waktu dalam
seharian baik dengan pasangan hidupnya
dengan teman-temannya maka boleh-boleh
saja. Beliau mengatakan, "Hiburlah hati
kalian sesekali dengan bercanda. Karena
hati itu bisa jenuh sebagaimana badan
juga bisa jenuh."
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu
berkata,
"Aku benci seorang pemuda yang kosong,
tidak ada dalam urusan dunia dan tidak
pula dalam urusan akhirat. Dia hanya
sibuk bercanda." Maksudnya bukan tidak
boleh bercanda, tetapi jangan sampai
sepanjang waktu kita semuanya candaan,
semuanya ketawa, sehingga tidak bisa
dinilai kapan orang ini serius. Apalagi
kalau sudah diikuti dengan dusta,
akhirnya orang sudah tidak bisa bedakan
mana dia benar, jujur, dan mana dia
dusta. Makanya harus ada batasannya.
Begitu pula di antara karan tabiin
tentunya seperti Imam Hasan Basri
rahimahullah berkata, "Bercanda itu
termasuk akhlak.
karena pernah dicontohkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tapi siapa
yang terlalu berlebihan dalam bercanda,
maka akan sedikit wibawahnya. Orang
kalau sedikit-sedikit ketawa, bercanda,
berlebih-lebihan, nanti akhirnya orang
tidak nilai lagi punya wibawah, tidak
ada segannya lagi. Orang sudah tidak
hormatin, gitu ya. Dan siapa yang banyak
tertawa maka hatinya akan mati.
Sufyan ibin Uyainina rahimahullah
berkata, "Bercanda itu bagian dari
sunah, tapi siapa yang melakukannya
terus-menerus nonstop, ada orang selalu
di pikirannya bagaimana dia bercanda
nonstop gitu ya, sehingga tidak ada
keseriusan, maka dia adalah orang yang
bodoh."
Itu pendapat Sufyan bin Uyainah.
Imam Ahmad berkata, "Bercanda itu boleh,
tapi sedikit saja. Barang siapa yang
banyak bercandanya dan berlebihan, maka
gugurlah wibawahnya.
Dan barang siapa yang banyak tertawa
berlebih-lebihan, maka hilanglah
kehormatannya.
Imam Nawawi rahimahullah berkata,
"Ketahuilah bahwa bercanda itu
disunahkan jika dilakukan dengan cara
yang benar. Adapun dusta saat bercanda
maka haram hukumnya berdasarkan ijma
kaum muslimin.
Jadi di sini kita bisa lihat rupanya ada
yang dibolehkan, ada yang tidak
dibolehkan, bahkan sampai pada level
haram.
Syekh Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Nabi
sallallahu alaihi wasallam bercanda
namun tidak pernah mengatakan kecuali
kebenaran maka bercanda yang di dalamnya
ada dusta, gibah.
gunjing atau merendahkan orang lain,
maka haram hukumnya berdasarkan ijma
muslimin. Kesepakatan
apa yang disampaikan tadi ini adalah
hal-hal yang berhubungan dengan masalah
boleh atau tidak bolehnya.
Ada batasan yang disampaikan oleh para
ulama. Kalau yang kita tarik ulama-ulama
yang dekat saja di masa kita karena
mereka sudah punya banyak karya ilmiah
dan akhirnya menyimpulkan dari sekian
banyak perkataan salaf seperti yang
disusun oleh Syekh Utsimin, Syekh Bin
Bas dan Syekh Albani rahimahumullah
memberikan kaidah kapan bercanda itu
atau isang itu boleh, kapan tidak boleh.
Kalau yang boleh tadi sudah umumnya kita
jelaskan tidak ada kedustaan nanti akan
kita jelaskan juga di sini. Namun kita
ingin titik beratkan karena sedang kita
bahas dosanya. Berarti kapan dia tidak
boleh? Batasan pertama tidak boleh ada
kedustaan.
Kapan bercanda itu ada dusta? Misal
orang mengaku umurnya dia ee 35 tahun.
Dia bilang umur saya dia bercanda. Ya,
tapi situ dusta sebenarnya. Dia bilang,
"Umur saya 50 tahun atau umur saya
dikecilkan 20 tahun misalnya ya. supaya
orang memujinya. Ada kebohongan.
Sementara dalam Islam kita enggak boleh
dusta walaupun bercanda. Ya, tidak boleh
berdusta walaupun bercanda. Sebagaimana
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Celakalah bagi orang yang berbicara
lalu berdusta dan membuat orang lain
tertawa. Celakalah baginya, celakalah
baginya." Artinya ada ancaman di sini.
Berarti iseng atau candaan yang diikuti
dengan dusta itu hukumnya tidak boleh.
Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengikuti dengan ancaman. Masih ingat di
awal-awal kita buka kajian kita
dosa-dosa besar, alhamdulillah sekarang
sudah dosa-dosa besar 220 sekian gitu
ya. Ee termasuk malam ini itu di
awal-awal sekali kita bedah bukunya Imam
Azzahabi rahimahullah Alkabair. Beliau
memberikan batasan dari mana kita bisa
tahu ini dosa kecil atau dosa besar.
Dosa kecil kalau dilarang tapi tidak
ikut ancaman. Dosa besar itu bedanya
sama dosa kecil. Larangan tapi diikuti
ancaman apapun sifatnya. Misalnya laknat
ya, dilaknat oleh Allah, Rasulullah,
dilaknat oleh malaikat misalnya atau
siksa kubur atau siksa neraka misalnya
ya, jauh dari rahmat Allah. Atau seperti
ini perkataan Nabi sallallahu alaihi
wasallam, celakalah dia. Makna celaka
artinya dia akan dihukum kapan dia
bercanda diikuti dengan dusta. Nah,
cukup banyak contoh dalam masalah ini
ya. Kalau mereka memang bercanda, dia
dusta dengan umurnya, dia dusta misalnya
ee dengan memperlihatkan rumah tapi
bukan rumahnya. Atau banyak laki-laki
kadang-kadang melamar seorang perempuan
dia sengaja ya menunjukkan bahwasanya
itu punya dia kendaraan padahal dia
pinjam atau yang lainnya gitu ya. Jadi
semua ini tidak boleh dijadikan sebagai
bahan candaan. Intinya kalau bercanda
itu ada kebohongan maka dia masuk dalam
kriteria atau kategori pertama yang
haram.
Yang kedua, tidak boleh dalam iseng atau
bercanda menakut-nakuti sesama muslim.
Misal contoh, sengaja orang pakai topeng
yang menakutkan sehingga orang di
sebelahnya takut atau dia kagetkan.
Tiba-tiba sembunyi di belakang tembok
lalu teriak sehingga temannya itu
ketakutan. Ada sampai pinsan, ada yang
sampai lari akhirnya ditabrak dengan
mobil di jalan dan segala macam itu ya.
atau dia ee bercanda ini dengan sengaja
mendorong temannya misalnya lagi di
kapal, di perahu, ke laut, ke sungai,
padahal dia tahu temannya enggak bisa
berenang. Nah, ini semua memasukkan rasa
takut aja enggak boleh. Artinya kalau
mau bercanda yang boleh jangan
menakut-nakuti orang. Bercanda yang
menghibur orang boleh ya. Menghibur,
menyenangkan hatinya, menghiburnya itu
boleh-boleh saja. Sebagaimana sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam di dalam
hadis yang diriwayatkan Abu Daud dengan
sanad sahih.
Sama juga tadi batasan yang pertama itu
ya, dia tidak boleh dusta. Itu sama
diriwayatkan Abu Daud dengan sanad
hasan. Kalau yang kedua ini tidak boleh
menakut-nakuti adalah sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam dengan kurang
lebih terjemahnya tidak halal. Maksudnya
haram hukumnya bagi seorang muslim
menakut-nakuti muslim lainnya.
Ya, di antara contoh yang diberikan juga
oleh para ulama adalah mereka sengaja
mematikan lampu untuk menakut-nakutin,
memunculkan suara yang menakut-nakutin.
Intinya semua menakut-nakutin tidak
boleh ya. Atau sengaja
meneleponnya meneror padahal searnya dia
ingin hanya bercanda sehingga teman itu
jadi takut ketakutan mengatakan dari
kantor polisi atau apalah atau apalah.
Nah, seperti itu semuanya ini masuk di
dalamnya.
Yang ketiga, tidak boleh ada hinaan. Ini
batasan kata para ulama,
merendahkan atau menyebutkan aib. Di ini
masuk dalam poin yang ketiga. Jadi tidak
boleh menghina ya, tidak boleh
merendahkan dan tidak boleh
menyebut-nyebut aib.
Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa
taala dalam surah Al-Hujurat ya.
[berdehem]
tidak boleh satu kaum mengolok-olok kaum
yang lain.
Asun
bisa saja orang kelompok yang
diolok-olok itu lebih baik daripada yang
mengolok-olok gitu kan. Juga masih di
surah yang sama Alhujurat ayat 11.
Jangan kalian menggunjing satu sama yang
lain. Ya, apapun yang bercanda atau tapi
dia mengarah ada hinaannya enggak boleh.
seperti menyebutkan fisik yang gemuk
misalnya atau yang terlalu kurus atau
atau yang semisalnya. Ini mirip beberapa
sahabat Nabi dulu pernah ini terjadi
pada sahabat melihat Abdullah bin Mas'ud
radhiallahu anhu naik ke atas pohon
kurma dan waktu itu angin sedikit
kencang dan akhirnya menyingkap kedua
betis Abdullah bin Mas'ud. Kebetulan
beliau kurus sekali. Waktu melihat
kecilnya betis Abdullah bin Mas'ud,
beberapa sahabat tertawa. tertawa.
Akhirnya pada saat mereka menertawakan
Abdullah bin Masud, Nabi sallallahu
alaihi wasallam marah. Lalu Nabi
mengatakan, "Apakah kalian menertawakan
dua betisnya Ibnu Mas'ud yang kecil itu?
Demi zat yang jiwaku dalam genggamannya.
Sungguh dua betis itu lebih berat di
timbangan amal saleh nanti di hari
kiamat daripada gunung Uhud." daripada
gunung Uhud. Artinya tidak boleh
menghina.
Dia kurus ya sudah. Begitu postur
tubuhnya dia gemuk ya sudah. Kalau kita
mau kita berikan masukan. Misalnya akhi
bagaimana atau ukhti bagaimana kalau
misalnya konsumsi vitamin ini kalau
misalnya dia kurus atau dia gemuk
misalnya akhi ini kan obesitas berbahaya
kenapa enggak gini dan gitu. Kita
berikan masukan positif. Jangan jadikan
sebagai bahan hinaan
apapun sifatnya ya. Dan ini pernah kita
singgung masalah syamat. Syamata itu
menghina, merendahkan orang lain. Bahkan
musuh pun di medan perang enggak boleh.
Ingat kisah kalahnya kaum muslimin di
perang Hunain. Ya, waktu itu 10.000
pasukan muslim yang dari Madinah setelah
melakukan kota Makkah 10.000 ini utuh
pasukannya. Ditambah ada 2.000 mualaf
yang baru masuk Islam setelah pembesaran
kota Makkah bergabung di pasukan Hunain
di lembah Hunain 30 km dari Masjid Haram
kurang lebih. Sampai sekarang kalau kita
di Makkah searching lembah Hunain akan
dipandu ya dekat miqat yang namanya
Jirana.
Yang jelas pada saat itu jumlah pasukan
muslim 12.000. Tahu apa yang dikatakan
oleh para sahabat dan termasuk yang
ngomong ini Abu Bakar radhiallahu anhu.
Kata para sahabat, "Kita tidak akan
pernah dikalahkan
dengan jumlah sebanyak ini sambil
melihat ke arah musuh. Dan ternyata suku
Hawazim itu jumlahnya tidak sebanyak
sahabat. Maka Allah membuat di awal
peperangan muslimin kalah karena mereka
mengatakan itu saja.
Ini hati-hati sekali ya. Hati-hati
sekali. Kenapa iblis dihinakan oleh
Allah Subhanahu wa taala? Apa yang dia
bilang? Ana khairum minhu. Saya lebih
baik dari dia. Dia jatuhkan Adam alaihi
salam. Nah, tidak boleh ya. Kalau kita
mau teman-teman sekalian membuka usaha
teman-teman yang masuk untuk bersaing di
Pilpres, Pilkada segala macam ini ya
tunjukkan kualitas kita. Tidak perlu
kita menjatuhkan orang lain atau
menghinanya gitu ya. Seperti itu kurang
lebih. Begitu juga sama dengan
merendahkan ini kembali saya ingatkan
teman-teman sekalian sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam ini hati-hati
sekali ya masalah merendahkan terutama
sama muslim. Karena Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan riba itu 73
bab. Yang paling rendah seperti orang
berzina dengan ibunya sendiri. Berarti
yang paling ringannya riba itu sama
dengan yang paling beratnya bab zina.
Karena zina yang paling berat kan zina
dengan mahram. Ibu sama anak, ayah sama
anak, saudara sama saudari. Ini zina
yang paling berat. Tapi itu di riba
adalah level yang paling rendah. Lalu
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Dan riba yang paling tinggi level
73-nya setara dengan merendahkan seorang
muslim."
Jadi, antum bisa bayangkan tuh kalau
ngolok-olok merendahkan seorang muslim,
betapa banyak dosa yang kita terbebani
hanya karena masalah ini. Ya, termasuk
masalah bercanda di sini ya atau
menyebut-nyebut aib ini semua tidak
dibolehkan. Yang keempat, tidak boleh
kebanyakan atau berlebihan.
sehingga akhirnya terbumbuhilah candaan
tersebut. Sadar atau tidak sadar dengan
cerita-cerita bohong. Kurang lebih ada
korelasinya dengan poin pertama ya. Tapi
intinya bercanda teman-teman ada
waktunya kita serius, ada waktunya kita
bercanda gitu ya. Tidak semuanya waktu
kita serius sehingga orang jadi tidak
nyaman di dekat kita. Tidak, tidak juga
selalu semuanya candaan sehingga orang
tidak tahu kapan kita bisa dinilai
wibawahnya, harga dirinya gitu ya. Ada
orang kadang-kadang karena dia selalu
cuma buat tertawa orang jadi bahan
lelucon sudah enggak ada harga dirinya.
Mau postur tubuhnya kekar kah, mau dia
punya harta kah, orang sudah anggap
remeh karena terlalu gampang candaan.
Nah, ini kaidah yang keempat. Jadi tidak
boleh banyak bercanda gitu kan.
Sebagaimana dinukil perkataan Imam Ahmad
rahimahullah, bercanda itu sedikit saja.
Barang siapa yang banyak bercanda,
gugurlah wibawahnya.
Kemudian yang kelima, tidak boleh di
waktu yang tidak pantas. [berdehem]
Tidak boleh di waktu yang tidak pantas.
Mohon maaf ini ada enam ya, bukan lima.
Kaidah dasarnya tidak boleh di waktu
yang tidak pantas seperti orang lagi
salat ngantar jenazah atau bercanda di
jenazah itu sendiri. Pura-pura jadi
jenazah kata tapi untuk bercanda.
Takut-takutin teman yang di Indonesia
biasa pura-pura jadi poconglah apalah
gitu ya. Nah, itu seharusnya tidak boleh
karena jenazah itu dia waktunya kembali
ke Allah untuk minta pertanggungjawaban.
Bukan untuk dicandai. Bukan untuk
dicandai. Bukan saja dicandai. Ini
berbahaya sekali kalau orang tidak
paham. Begitu juga dengan masalah
menuntut ilmu, bercanda berlebihan ya di
tempat menuntut ilmu atau saat orang
dalam keadaan susah ya kemudian dia
malah bercanda-bercanda padahal orang
sedang butuh pada saat itu dihibur
misalnya. Nah, semua ini teman-teman
sekalian harus kita pahami baik-baik
supaya tidak terjadi pelanggaran.
Kalau bercanda yang sifatnya ya
diikuti dengan dusta, misal juga orang
mengatakan
dan ini umumnya diharamkan ulama ya.
Misalnya dia bilang, "Itu HP-mu jatuh
loh tadi saya lihat." Padahal sebenarnya
tidak. Dia hanya mau kerjain temannya
gitu kan. Tadi saya lihat istrimu datang
tuh dia sedang mencari kamu. Padahal
sebenarnya tidak. Contoh misalnya saya
lihat ee tadi anak kamu itu dicuri orang
padahal sebenarnya tidak. Contohnya
dalam menakut-nakuti sudah kita bilang
tadi misalnya belakang tembok, belakang
pintu, kemudian sengaja ngagetin orang
dalam hal merendahkan misalnya
menyebutkan badannya yang gendut,
badannya yang kurus ya atau orang yang
cadel dalam berbicara gitu. Kemudian
dalam ee waktu yang tidak pantas tadi
yang baru kita bahas ini seperti orang
ketawa terlalu berlebihan di masjid
sehingga mengganggu orang yang lagi
zikir, orang yang lagi salat gitu ya. Ee
handphone yang suaranya mungkin nadahnya
itu membuat orang tertawa tapi di dalam
masjid ya kurang tepat gitu ya bukan
pada tempatnya. Itu di antara
contoh-contohnya. Seperti juga bercanda
pada saat orang sedang ee khatib sedang
khotbah Jumat ya atau bercanda dengan
kata-kata yang berbawa maksiat misalnya
atau merendahkan dan di dalam masjid ini
berarti sudah doble nih. Sudah
bercandanya yang tidak boleh juga di
dalam masjid gitu ya. Jadi ini termasuk
hal-hal yang tidak boleh dan ulama
mengatakan ini bisa mengeraskan hati.
Begitu juga pada saat orang sedang
mengalami kesedihan, lagi ada kematian,
orang lagi ditimpa kerugian, gitu kan.
Itu enggak boleh dijadikan sebagai bahan
bercandaan. Walaupun dia niatnya baik.
Ya, pernah ada satu anak muda di Saudi
kisah nyata. [berdehem] Dia sedang
melihat ada satu kakek tua umurnya 70
tahun. Oh, itu lagi sedih karena anaknya
meninggal sebelum dia. Anaknya masih
umur 50, 40-an sudah meninggal. Maka
anak muda ini umur 20 tahun. Dia bilang
sama si kakek itu, "Sudah, kakek jangan
sedih." Ee dia mungkin maksudnya supaya
kakek itu tenang ya. Ee supaya nanti gak
Anda masih lama kok meninggal. Dia
bilang, "Nanti kita juga mati satu hari
bersamaan kok." Subhanallah. 2 hari
kemudian si kakek meninggal, anak yang
20 tahun juga meninggal dunia. Ya,
karena dia usiapin kata-kata itu. Nanti
kita akan mati sehari berdua.
Mungkin dia maksudnya mau candain si
kakek ini supaya kakek ini terhibur.
Artinya saya ini masih muda 20 tahun.
Mungkin kalau saya masih mati 30 40
tahun ke depan Anda juga seperti itu.
Tapi ini pemahamannya salah. Contohnya
gitu ya. Intinya semua yang berhubungan
dengan masalah
orang lagi sedih itu jangan kita gunakan
momentum untuk bercanda ya. Jadi Nabi
sallallahu alaihi wasallam juga
bercanda, Teman-teman sekalian. Tetapi
bercandanya itu pada tempat yang pas.
Makanya Syekh Utsimin rahimahullah
berkata, "Jika bercandamu membuat orang
benci padamu, maka itu bukan bercanda,
tapi itu justru kezaliman."
Ya, ada orang kadang-kadang, "Ya sudah
terserah kamu enggak suka, enggak
apa-apa. Yang penting saya saya cuma
bercanda kok." Seakan-akan dia benarkan
sikapnya, enggak bisa. Kalau sampai
orang itu tidak suka, maka berarti kita
sudah zalim sama dia. Dan itu dosa besar
sendiri. Itu dosa besar tersendiri. Maka
ini betul-betul harus kita garis bawahi
walaupun memang bercanda itu dibolehkan.
Sampai Syekh Utsmimin mengatakan
bercanda itu ibarat garam di makanan.
Kalau pas ukurannya makanannya enak,
tapi kalau berlebihan dia akan membuat
makanan itu rusak, gak bisa dimakan.
Nah, seperti itulah ya. Kemudian yang
keenam ya tidak boleh ini kaidah yang
keenamnya tidak boleh iseng atau
bercanda dengan barang orang lain.
Itu kaidahnya. Jadi barang apa saja?
Sengaja misalnya dia tahu nih kunci
mobil atau kunci motor temannya lagi
ditaruh dia ambil. Sengaja dia pindahin
parkirannya ke tempat lain supaya
temannya ini kebingungan mencari. Enggak
boleh.
Karena dia walaupun dia niatnya
bercanda, tapi temannya ini sudah merasa
ketakutan. Enggak boleh sama sekali. Itu
dianggap dia seperti sedang mengambil
barang temannya.
Syekh Utsimin tadi, Syekh Bimbas dan
Syekh Albani rahimahullah semua
mengatakan ini masuk dalam tidak boleh
iseng seperti ini. Beranjak daripada
sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam
riwayat Abu Daud dengan sanad sahih,
"Janganlah salah seorang dari kalian
mengambil barang saudaranya baik
bercanda maupun serius. Jadi tidak
boleh." Nah, sama dengan menyembunyikan
sendalnya misalnya itu ya, itu juga
tidak boleh karena mungkin dia butuh,
dia membutuhkan masalah itu. Jadi,
jangan sampai kita keliru dalam hal-hal
yang seperti ini ya. Apa saja ya,
pulpen, handphone. Ada orang
kadang-kadang menyembunyikan
handphone-nya temannya supaya temannya
bingung mencarinya baru kemudian nanti
dikembalikan setelah berapa jam gitu ya.
Itu jangan. Gak boleh. Saya dapat
informasi di beberapa wilayah kita itu
kadang-kadang bercandanya terlalu
berlebihan. Seperti misalnya temannya
menikah nih, itu saya pernah dapat
informasi di Jawa Timur pernah anak-anak
muda lakukan itu. Bahkan sudah dilakukan
ya. Jadi dia sudah atur sama
teman-temannya ini yang temannya menikah
nih. Nanti yang bawa mobil siapa? Yang
temanin juga ee orang pengantin ini
siapa. Kemudian mereka sudah atur nih,
mereka tampakkan kalau mereka mau baik,
mau membantu temannya ini. Ternyata
temannya sudah percaya karena
teman-temannya semua. Tapi begitu
sebelum akad nikah mereka sengaja bawa
ke luar kota
mobil itu. J misalnya dari kota A ke
kota B sehingga jauh ee penghulunya
menunggu, wali-wanita menunggu, mereka
bercanda gitu kan. Mereka bercanda dalam
masalah ini. Ada yang sengaja
bercandanya pada saat orang temannya mau
akad nikah dilemparin telur. Sengaja
akhirnya kotor bajunya. Ini enggak
boleh, Teman-teman sekalian. Karena dia
sekarang mau akad nikah, mau jalankan
sunah ya kan mau lagi ibadah. Kenapa
kita kotorin bajunya? Contohnya ya. Ini
semua hal-hal yang tidak boleh sama
sekali kita langgar.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bercanda, Teman-teman sekalian. Ya,
seperti misalnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam pernah menemukan ada sahabat.
Nah, ini ee sedikit ee ada ee bolehnya
kita bercanda sama teman tapi dia tahu
dia tahu ini candaan. Kalau tadi kan
sembunyikan handphone, kagetin kan dia
tidak tahu kalau kita sedang bercanda
sama dia. Tapi kalau dia tahu kita
sedang bercanda, sebagai contoh misalnya
ada sebuah riwayat yang sahih
diriwayatkan Abu Daud. Ada dua orang
sahabat, yang satu namanya Nuaiman, yang
satu namanya Suwaib. Suwaib ini berseman
sama Nuaiman. Nuaiman ini bercanda. Dia
bilang ee di tengah jalan, pinggir jalan
dia bilang, "Siapa yang mau beli Suaibib
dariku? Ini budakku." Tapi Suaibib tahu
dia bukan budaknya Nuaiman. Dan
orang-orang di sekitar yang sedang
dipakai bercanda ini tahu. Yang terjadi
dalam riwayat ini. Nabi sallallahu
alaihi wasallam lewat lalu Nabi bilang,
"Siapa yang mau beli Suaibib?" Nah, Nabi
candain juga gitu kan. Tapi si Suaibib
tahu, Nuaiman tahu, dan orang semua
tahu. Sebenarnya Suaibib ini bukan
Budha.
Akhirnya mereka tertawa. Nah, itu
dibolehkan ya. Tapi dalam kondisi mereka
tahu dan tidak menyakiti bagi mereka.
Tidak menyakiti bagi mereka.
Begitu juga boleh melemparkan kata-kata
kiasan kalau niat menghibur,
tetapi memang setelahnya langsung
dijelaskan. Mungkin antum pernah dengar
riwayat yang sahih, riwayat Tirmidzi di
mana ada seorang nenek-nenek datang
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
lalu dia mengatakan, "Ya Rasulullah, ada
enggak orang kayak saya di surga?"
Nenek-nenek? Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Tidak ada.
Perempuan ini keluar dari masjid sedih.
Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam
bilang, "Panggil dia kembali." Begitu
dipanggil kembali, kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Sesungguhnya tidak ada
orang yang seumur Anda di surga, tapi
Anda termasuk ahli surga." Perhatikan
Nabi sallallahu alaihi wasallam langsung
luruskan di saat itu. Beliau bercanda
gitu kan. ingin menyampaikan sebuah
hukum tapi dengan kiasan di situ. Jadi
perempuan ini sekali lagi mengatakan,
"Apakah ada orang kayak saya di surga?"
Maksudnya nenek-nenek dia tidak mau
bilang, "Nenek ini sungkan mau bilang
sama Nabi, "Ya Rasulullah, saya di
surga." Enggak. Dia cuma bilang, "Ada
enggak orang kayak saya di surga seumur
gini?" Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Tidak ada." Akhirnya Nabi
luruskan. Sesudah itu dalam riwayat ini
mengatakan, "Sesungguhnya di surga
mereka semua akan dikembalikan muda."
Ya, seperti itulah. Kemudian juga
termasuk yang boleh adalah bercandanya
suami istri ya. Bercanda-bercanda yang
menghibur. Karena memang suami istri itu
seperti perkataan Umar radhiallahu anhu.
Kami para suami kalau di luar rumah itu
seperti singa yang sedang menunggu
mangsanya. Bagaimana singa serius
mencari mangsanya, memantau dengan
matanya, dengan sigap dan segala macam.
Tapi kalau kami kembali ke rumah, kami
kembali seperti anak kecil.
Memang begitu kepribadiannya. Bukan
maksudnya punya e kepribadian yang
ganda. Bukan ya yang negatif. Tapi ini
maksudnya adalah dia memang saatnya
bercanda dengan istrinya, dengan
anaknya. Dia bercanda menghibur mereka
gitu ya. Jadilah figur suami yang selalu
kalau di luar rumah dirindukan oleh
istrinya. Jadi figur ayah yang kalau di
luar rumah dirindukan oleh anak-anaknya
karena penuh dengan candaan ceria.
Ya, mengajar pun mengajar dengan cara
yang baik, dengan santun, dengan ee
candaan gitu ya. Begitu juga dengan
istri. Jadilah istri yang kalau suami
lagi keluar selalu merindukan karena
memang senyumannya, candaannya,
cengkamanya gitu ya. Itu semua
dibolehkan. Nah, ini termasuk poin-poin
yang dibolehkan gitu ya. Nabi sallallahu
alaihi wasallam pernah bercanda dengan
Aisyah dalam hadis Abu Daud.
Waktu itu Aisyah masih sangat ramping
badannya.
Umurnya mungkin sekitar 10 tahunan atau
antara 10 sampai 12 tahun. Nabi
sallallahu alaihi wasallam sudah 50
tahunan. Lalu Nabi sallallahu alaihi
wasallam suruh pasukan jalan. Lalu Nabi
bilang, "Hai Aisyah, kita lomba lari."
Lalu Aisyah melewati Nabi sallallahu
alaihi wasallam, gitu kan. Nah, setelah
itu [berdehem]
kata Syekh Muhammad Shinkiti
hafidahullah, beliau menambahi riwayat
ini mengatakan, "Selah itu Nabi
sallallahu alaihi wasallam ingin
menunjukkan pada Aisyah dan niat untuk
menghiburnya dengan cara memanggil
seorang ibu yang memang tukang masak di
Madinah itu menyuruh memberikan makanan
yang banyak buat Aisyah." Aisyah pun
akhirnya makan dan badannya mulai
menggemuk. Setelah itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Hai Aisyah,
sekarang saatnya kita tanding." Lalu
Aisyah mengatakan, "Bagaimana saya
sekarang sudah gemuk?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kita
tanding." Lalu lari ternyata Nabi
mengalahkan. Lalu Nabi sambil ketawa
mengatakan tersenyum mengatakan,
"Sesungguhnya ini ganti kekalahan yang
lalu." gitu kan. Tapi ini bercandanya
gitu ya. Jadi jangan sampai kita menjadi
suami atau istri yang selalu mukanya itu
tegang ya. Yang ada cuma emosional,
marah. Enggak.
Saya sarankan semua laki-laki, apapun
beban antum di luar itu yang biasa saya
lakukan. Misalnya kita ada banyak beban
pekerjaan, beban dakwah, lagi hutang,
panas, matahari, macet di jalan. Itu
semua begitu mau masuk rumah taruh di
pintu rumah di depan pintu rumah. Antum
masuk sebagai figur yang berbeda.
Senyum, ramah, udah dengarin keluhan
istri, bercanda sama mereka. Antum jadi
figur yang berbeda. Anak-anak kecil ajak
main. Memang alamnya bermain. Jangan
dianggap remeh ya. Bercandanya suami
istri, Teman-teman, cengkerama di antara
mereka tidak akan dianggap lahu. Lahu
itu hal sia-sia yang berdosa. Tapi malah
jadi ibadah. Ingat sabda Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Ada tiga hal tidak
dianggap sia-sia.
Di antaranya selain orang melatih
kudahnya, orang berjihad, mencari
nafkah, itu juga masuk dalamnya adalah
bercandanya suami istri. Jadi walaupun
semalam suntuk orang bercanda sama
seorang istri ketawa-ketawa, tersenyum,
menghibur, memuji, ya bercingkrama ini
adalah hal bukan sia-sia. Sama juga
dengan kita menghabiskan waktu sama
anak-anak. Gak bisa, Teman-teman, kita
mau paksakan anak kita yang 3 tahun, 4
tahun, 5 tahun, kita anggap seperti
teman kita yang sudah 25 tahun, 20 tahun
tegang, serius enggak bisa ya. Anak-anak
memang saatnya bercanda. Nah, seperti
itulah.
Ee begitu juga kalau hal-hal yang
ee sifatnya umum. Misal contoh kita
memuji makanan atau pemberian teman gitu
ya. Sebenarnya pemberian teman itu dia
mungkin level antum biasa belanja barang
ini kalau angka 1 sampai 10 antum biasa
belanja angka 5 ke atas. Tapi datanglah
teman antum, lalu dia mungkin sesuai
dengan kemampuannya memberikan antum
hadiah di angka tiga levelnya. Antum
biasa beli baju kaos R0.000 ke atas,
teman ini bawain antum harga kaos
Rp25.000.
Di sini di saat teman itu mengatakan,
"Kamu suka enggak?" Kita enggak mungkin
mengatakan, "Enggak, saya enggak suka."
Tapi kita bisa masuk dalam bab yang
mubah candaan. Kita mengatakan suka,
tapi ada yang lebih bagus baju saya. Itu
enggak apa-apa contohnya. Tapi kita di
sini kita memang tidak berbohong karena
memang kita gak terlalu suka baju itu.
Tapi kita juga tidak menyedihkan dia.
Karena sejalan dengan makna hadis yang
sahih riwayat Imam Muslim, salah satu
ibadah yang disukai oleh Allah adalah
memasukkan kegembiraan dalam hati
seorang muslim. Tapi enggak ada
kebohongan. Ya, ingat tadi
standarisasinya enggak boleh ada
kebohongan. Enggak boleh menyakiti dia,
enggak boleh menghinanya. Semua
kaidah-kaidah itu harus benar-benar kita
pahami baik-baik sehingga tidak ada
pelanggaran agama dalam hal-hal yang
seperti ini. Kesimpulannya, Teman-teman
sekalian, para ulama mengatakan
bahwasanya bercanda dalam Islam boleh
dan kita boleh menghipur diri kita pada
hal-hal yang mubah, tapi jangan
berlebih-lebihan. Makanya waktu sahabat
ee Nabi sallallahu alaihi wasallam
hijrah di Madinah dan para sahabat
Anshar mengatakan, "Ya Rasulullah, kami
ini punya hari-hari raya di Madinah."
Bagaimana menurut Anda? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Allah telah
menggantikan hari raya-hari raya kalian
itu dengan dua hari raya Idul dan Idul
Fitri." Dan di saat itu oleh boleh orang
menggunakan pakaian yang baru, orang
boleh melakukan hal-hal yang mubah lah.
Sekarang kita mungkin berolahraga, kita
jalan-jalan sama teman, ada saatnya kita
refreshing boleh saja. Tapi ingat jangan
masuk ke bab maksiat kepada Allah
subhanahu wa taala. Nah, ini kurang
lebih batasan teman-teman sekalian dari
bahasan kita ya. Baik. Kalau ada benar
dari Allah silakan diambil dan
diamalkan. Kalau salah dari saya mohon
dimaafkan dan saya istigfar kepada Allah
subhanahu wa taala. Semoga semua yang
hadir dikabulkan hajat-hajat dunia
akhiratnya. diampuni dosa-dosanya,
diterima amal-amal salehnya. Dan semoga
sebagaimana Allah satukan kita di
majelis ilmu ini, Allah satukan kita
kelak di surga firdausnya tanpa hissa.
Allahumma amin. Subhanakallahumma w
bihamdika asadu alla ilaha illa anta
astagfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu
ala nabina wa habibina Muhammadin wa
alihi wasam. Alhamdulillahiabbil alamin.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
S
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu
Winda Rizky Nur Lutfiana · English

Skibidi Toilet 1 - 80 ALL Episodes (60 FPS REMASTERED) Upgraded Titan Speakerman 3.0 (Episode 81?!)
IULITMx · English

2 Toleransi dalam keberagaman agama
Esensi Plus Pancasila 10 · Indonesian

MENGENALKAN DAN MEMPROMOSIKAN PRODUK PANGAN LOKAL INDONESIA PART 1
endang widayatsih · Indonesian

Belajar Sejarah - Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara #BelajarDiRumah
Gramedia Digital · English

Katabolisme dan Anabolisme - BIOLOGI XII SMA
Indah Rahmawati · Indonesian

Por que os homens DEVEM evitar mães solteiras (ninguém diz isso em voz alta)
Socratic Psyche · English

ORAÇÃO DA MANHÃ DE GRATIDÃO 🙏 Obrigado Senhor por Tudo que o Senhor Fez
Na Presença de Jesus · Portuguese (Portugal, Brazil)

كتاب الصلاة من بلوغ المرام لفضيلة الشيخ ابن عثيمين 32
قناة الشيخ محمد ابن عثيمين الرسمية · English

Donald Trump brutally humiliates CNN’s Kaitlan Collins during fiery address
Sky News Australia · English

Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah (Kelas 7 SMP)
Heryanah Ana · Indonesian

Perubahan Sosial Zaman Dulu dan Zaman Sekarang
Im Mrwa · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.