0:00
bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum
0:03
warahmatullahi wabarakatuh
0:09
dalam bahasa Arab jumlah ataupun kalimat
0:13
itu kan ada dua macam
0:15
ada jumlah ismiyah dan ada jumlah
0:19
fi'liyah Nah kalau jumlah ismiyah itu
0:26
mubtada dan juga khobar mubtada dan juga
0:30
khobar untuk itu pada kesempatan kali
0:33
ini kita akan membahas sedikit demi
0:36
sedikit tentang mubtada dan juga khobar
0:41
teman-teman sekalian yang dimaksud
0:44
dengan mubtada adalah kata yang berada
0:49
di awal jumlah ismiyah sedangkan
0:54
penjelasannya itu disebut dengan khobar
1:00
Ana tolibun Ana saya tolibun murid Anas
1:08
tholibun sebagai khobar
1:13
satu persatu muda dan juga obatnya yang
1:18
pertama kita bahas tentang mubtada
1:23
itu bisa berupa Isim mu'raf ataupun Isim
1:32
alkitabu jadi dhona kata Allahu dan juga
1:37
Alkitab Bu ini merupakan mubtada yang
1:40
mana Bentuknya itu Isim mu'raf yang
1:45
kedua bisa juga berupa Isim contoh
1:52
kitabun nah kata anak hadza ini
1:56
merupakan mubtada yang berupa Isim mabni
2:00
Ana Isim dhomir hadza isi Mi Syarah yang
2:04
mana keduanya merupakan Isim
2:08
lanjut kita ke Bahasan tentang khobar
2:12
khobar ada beberapa macam yang pertama
2:16
ada khabar mufrod yang kedua ada khobar
2:22
nah yang pertama ini yang dimaksud
2:24
dengan khobar mufrod adalah khobar yang
2:28
maknanya satu ataupun
2:31
kadang kala ia katanya juga satu begitu
2:37
ada kitabun nah yang cetak biru ini
2:43
khobar begitupun contoh berikutnya
2:46
Muhammadun Rasulullah
2:50
kitabun rasulullahi ini merupakan khabar
2:55
yang mana bentuknya mufron
2:57
kitabun cuma satu kata ya Rasulullah ini
3:03
mudah-muda fillet itu ia dianggapnya
3:05
adalah mufrod karena satu kesatuan
3:09
Nah yang kedua ada khabar mufron nah
3:13
dibagi lagi yang gear mufrod itu yang
3:15
pertama ada sibuhul jumlah yang kedua
3:18
jumlah nah yang dimaksud dengan shibul
3:23
jumlah ini ada dua lagi dibagi lagi nih
3:31
Jermannya yang contoh khabar bentuknya
3:37
alkitabu Alal maktabi nah Alal maktabi
3:41
ini merupakan khobar yang terdiri dari
3:47
tentunya setelah zat pasti menjerul
3:50
halal maktabi ini merupakan obat
3:53
kemudian yang berupa dhorof
3:56
contohnya Baiti amamal madrosati
4:02
ama Mal madrosati Amama ini merupakan
4:05
isi mudharat dan Al madrasati idhofanya
4:09
amal madrasati menjadi
4:13
khabar yang bentuknya dhorof
4:17
yang selanjutnya yang merupakan bagian
4:21
mufrod adalah Jumlah ataupun kalimat nah
4:26
jumlah ada dua macam yaitu jumlah Ismi
4:30
dan juga jumlah pilihan nah teman-teman
4:33
sekalian Jadi kalau ada mubtada
4:37
khobarnya itu berupa jumlah ini artinya
4:40
ada jumlah ada kalimat di dalam kalimat
4:44
lagi contoh yang khobar jumlah isinya
4:54
seorang guru nahmadu menjadi mubtada dan
4:58
abuhu darisun menjadi khabarnah abuhu
5:02
darisun ini merupakan juga mubtada
5:05
khobar juga ya abu mubtada muda
5:11
Nah contoh khobar yang jumlah fi'liyah
5:21
ini adalah jumlah yang terdiri dari film
5:24
juga maful fil fail maful ini jumlah
5:28
jumlahnya ini merupakan khabar dari kata
5:37
nah temen-temen sekalian ada beberapa
5:40
kaidah dasar Inget ya kalau disebutkan
5:44
kaidah dasar artinya ada kaidah yang
5:47
lebih kompleks lagi ada turunannya yang
5:50
lebih banyak lagi ini artinya kalau
5:53
dasar itu yang perlu teman-teman pertama
5:57
kali diketahui untuk membentuk yang
6:00
namanya mubtada dan juga khobar
6:07
mubtada dan juga khobarnya ini robnya
6:11
adalah rofa atau marfu contohnya
6:15
ahmadu mudarrisun ahmadu
6:20
dari Sun juga marfu dan tanda marfunya
6:23
adalah rumah di akhir tentunya ini
6:28
mubtada dan khobarnya merupakan isi
6:36
keduanya itu berupa Isim mabni ataupun
6:40
jumlah ya begitu si bulu jumlahnya juga
6:47
fimahal marfu contohnya Hua yang
6:53
walaupun mabni tapi dikatakan dengan
6:59
karena jumlah di sini tidak kelihatan
7:04
gitu kalau marfunya maka dikatakan
7:06
dengan Fima Khalil marfu seperti itu ya
7:13
mubtada dan khobar harus selalu sesuai
7:16
jenisnya maksudnya adalah
7:18
Muzakkar dan juga muannas artinya
7:28
contoh yang pertama Al Madrasah muannas
7:31
juga muannas yang mana ditandai dengan
7:37
mubtadanya muannas maka khabarnya juga
7:39
harus manas nggak boleh dicampur
7:42
contoh berikutnya adalah hadza qolamun
7:46
hadza Muzakkar qolamun juga mudzakkar
7:49
Jadi kalau Muzakkar harus mudzakkar lagi
7:51
kalau Monas harus muanas lagi yang
7:55
ketiga mubtada dan khobar harus sesuai
7:58
bilangannya adanya baik itu mufrod
8:01
muttana ataupun jamak contohnya Madrasah
8:17
contoh yang pertama Alma dosa tuanya
8:22
adatnya adalah mufron kebun yang kedua
8:30
usana atau tasnya sedangkan yang
8:34
al-muslimuna solihuna keduanya jamak
8:38
mudzakkar Salim nah teman-teman ini
8:42
dikecualikan ya dikecualikan kalau
8:45
mubtadanya itu adalah jamak guild Akil
8:48
maka khobarnya boleh mufrod Monas
9:01
dikecualikan nih ada pengecuali ya
9:04
apabila mubtadanya itu jamak ghair akhir
9:07
ingat jamak ghair Akil yakni banyak tapi
9:11
menunjukkan kepada benda-benda atau
9:14
sesuatu hal yang tidak berakal maka
9:15
khobarnya boleh Mufrad muannas ataupun
9:20
jamak manas contohnya
9:30
gunung Rofiah ini pakai Mufrad manas
9:35
ataupun boleh dengan Al jibalu
9:42
ini jama muannas Nah jadi kalau mubdanya
9:48
ghair Akil boleh dengan Mufrad muannas
9:52
ataupun dengan jamak manas ada tidak
9:55
sesuainya tetapi ini khusus pada jamak
10:01
ketentuan yang keempat
10:04
kedudukan mubtada terlebih dahulu
10:06
kemudian khabar jadi mubtadar itu
10:09
mubtada kemudian khobar ya dari
10:13
contoh-contoh yang tadi itu kan pada
10:15
dasarnya posisinya adalah
10:17
mubtada kemudian khobar nah ini
10:21
dikecualikan lagi boleh diganti
10:25
posisinya apabila khobarnya itu sibuhul
10:29
jumlah apabila khobarnya sibhul jumlah
10:36
Al mudarrisu asalnya kan al-muddarisu
10:41
amal madrasahtina boleh al-muddaritsunya
10:45
di akhirkan menjadi amal madrasati Al
10:51
ketentuan yang kelima
10:55
mubtada adalah ma'rifah dan khobar
10:58
adalah nakiro kancan tadi ya contohnya
11:07
adalah tanwin nah boleh juga nih ada
11:12
pengajuan lagi tidak sesuai
11:14
apabila khabarnya itu sibuhu jumlah
11:21
Sibuk jumlah maka mubtada itu boleh
11:25
nakiroh contohnya fil madrosati rojulun
11:31
karena asalnya arrojulu fil madrosati
11:37
ditukernya berupa sebuah
11:46
Alif lamnya dihilangkan sehingga menjadi
11:54
selanjutnya ketentuan yang keenam
11:59
bila kobarnya berupa jumlah maka harus
12:03
ada dhomir yang kebalik ke mubtada
12:05
contohnya tadi ya ahmadu abuhu dari
12:12
disun Ini kan ada dhomirnya hu ya Yang
12:15
mana kembali ke Ahmad begitupun yang
12:18
khabar jumlah fi'liyah ahmadu yakro
12:24
itu kan hua hua di sini kembali lagi
12:28
rujunya itu ke Ahmad nah seperti itu ya
12:33
ketentuan-ketentuan dasar dari muda dan
12:36
khobar ingat ya teman-teman sekalian ini
12:39
kan ketentuan dasar artinya Ada sub
12:42
ketentuan yang lebih kompleks lagi ada
12:45
ketentuan yang bisa dikatakan melanggar
12:49
ataupun pengajuan yang lebih
12:51
lebih jauh lagi ini baru ketentuannya
12:55
dasarnya sekian untuk pembahasan tentang
12:59
mubtada khobar yang singkat ini
13:02
mudah-mudahan dapat dipahami oleh
13:04
teman-teman semuanya sekian
13:06
wassalamualaikum warahmatullahi