Full Transcript

·YouTLDR

Sosio Drama Perjuangan Jendral Soedirman di HUT TNI ke-72

17:07IndonesianTranscribed Jul 23, 2026
0:01

Yang terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia dan hadirin undangan yang berbahagia, sesaat lagi akan kita saksikan penampilan drama kolosal yang menggambarkan sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Hadirin tamu undangan, kita sambut.

0:31

Penampilan prajurit TNI dalam Sosiodrama Perjuangan Panglima Besar Jendral Sudirman Yogyakarta, 19 Desember 1948 Rakyat sedang menikmati semburat matahari pagi Mereka hidup rukun, bekerja, berdampingan, dan saling mengasihi satu sama lain

1:33

Keceriaan dan kebahagiaan senantiasa menghiasi kota Yogyakarta. Santun, tegur sapa, dan bahu membahu. Lalu tiba-tiba, pesawat Cocor Merah. Pasukan Belanda menembaki gedung-gedung dan jalan raya.

3:00

Rakyat Jogja berlarian, mereka menyelamatkan diri. Dan terdengarlah, nedakan bom yang membahaya, kebuncangkan dada, seluruh wilayah Jogjakarta. Penyerbuan Belanda, telah sampai ke telinga Jendral Sudirman. Jendral Sudirman yang saat itu dalam keadaan sakit, segera bangkit dari ranjang, dan memerintahkan Suparjo Rustam.

3:43

untuk melapor kepada Presiden Republik Indonesia, Soekarno, yang saat itu sedang berada di Gedung Agung, Yogyakarta. Pung sedang sakit. Sebaiknya Pung pulang dan beristirahat dahulu. Tidak, Pak Presiden. Saya harus berjuang. Negara membutuhkan saya justru pada masa-masa sekarang. Jenderal Sudirman.

4:29

meminta Kapten Cokro Pranolo untuk mengantar istri dan anak-anaknya ke dalam benteng keraton. Jangan sekali-kali di antara tentara kita ada yang menyalahi janji menjadi pengkhianat Musa, bangsa, dan agama. Harus kamu senantiasa ingat bahwa tiap-tiap perjuangan memakan korbanmu.

5:12

Jangan sekali-kali membuat rakyat menderita. Cukuplah mereka menanggung banyak luka dari peperangan yang sudah berlangsung lama. Jangan sekali-kali membuat rakyat merasa terbeban oleh kita. Cukuplah mereka memikul beban atas banyak kesengsaraan yang telah ratusan tahun menimpa. Jendral Sudirman.

5:57

memutuskan untuk bergerilya melawan Belanda dan pasukan Belanda pun berusaha menangkap Jendral Sudirman hidup atau mati 25 Desember 1948 pasukan Jendral Sudirman tiba di Kedira suasana kota sangat riuh dan bergemur sedangkan pasukan Belanda

6:58

berada di puncak semangat setelah berhasil merubuhkan pertahanan ke diri dari selatan Jendral Sudirman sangat ahli dalam strategi mengecoh lawan berkali-kali pasukan Belanda menyerang markas Jendral Sudirman namun gagal menangkap sang Jendral lalu pada suatu saat di daerah Karangnongko untuk menghindari kepungan Belanda

7:40

Suparjo menyuruh Letnan Heru Kesar yang perawakannya mirip dengan Jendral Sudirman untuk menyamar dengan mengenakan mantel hijau yang selalu dipakai beliau. Itu Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sudirman! Sud

8:21

General Sudirman pun berhasil lolos. General Sudirman dan pasukan telah sampai di daerah sedai. General, kita di kebung Belanda. Kita tidak bisa kemana-mana. Tenang, mari kita semua bersikir. General Sudirman dan pasukannya memakai sarung melantunkan zikir.

9:02

Seorang mata-mata kemudian melaporkan keberadaan General Sudirman kepada pihak Belanda. Ini Sudirman! Ini General Sudirman! Ini Sudirman! Ini Sudirman! Sudirman bukan seperti itu. Kamu berbohong. Pak Yayi, saya penasaran.

9:40

Apa jimat Pak Yayi? Belanda sudah mengepung, tapi kok Pak Yayi tenang saja? Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu, kamu bawa keni saya. Saya berwudhu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua, saya selalu sholat tepat waktu. Dan jimat yang ketiga,

10:12

Semua saya lakukan dengan tulus dan ikhlas, bukan untuk diri sendiri, bukan untuk keluarga, bukan untuk institusi, bukan untuk partai, tetapi untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

10:29

22 Maret 1949 Pasukan Jendral Sudirman tiba di desa Sobo Kabupaten Pacitan Strategi disusun dan logistik serta komunikasi semakin baik dengan bantuan informasi melalui pemancar radio Selama di Sobo beliau pun selalu

10:54

Selalu mengundang dalang wayang jenggung untuk menghibur masyarakat Sobo dan sekaligus memberikan penyuluhan tentang nasionalisme dan patriotisme. Tentara Nelonto, ikon lumo, isuk senang, pengi, soyo senang, sekali merdeka, tetap merdeka.

12:42

Kabar kekalahan tentara Belanda di berbagai wilayah Indonesia dan perjanjian yang mengharuskan Belanda keluar dari Republik Indonesia. Akhirnya, Jendral Sudirman memutuskan kembali ke Yogyakarta untuk menemui Presiden Soekarno. Jendral Sudirman berkata kepada Presiden Soekarno,

13:13

Aku serahkan kembali negara kepada tangan dan pundak pemimpin bangsa. Tugasku sudah selesai. Terima kasih. Sekarang sudah saatnya agenda istirahat. Kami tentara Republik Indonesia akan timbul dan tenggelam bersama negara. Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

13:53

Sampai titik darah penghabisan. Robek-robeklah badanku. Potong-potonglah jasadku. Tetapi jiwaku yang dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup. Tetap menuntut bela siapapun lawan yang dihadapi. Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat.

14:25

Bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan keselamatannya. Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama rakyat.

14:49

akan mempertahankan kedaulatan Republik kita dengan segenap harta benda, dengan jiwa raga. Jangan sekali-kali di antara kita ada yang menyalahi janji menjadi pengkhianat Musa, bangsa, dan agama.

15:26

Hadirin sekalian sesuatu yang luar biasa. Pemeran Jenderal Sudirman adalah Saudara Ganang Priambodo Sudirman, cucu Jenderal Sudirman.

16:52

Demikian persembahan drama kolosal yang menggambarkan sejarah perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut kemerdekaan. Sekali merdeka, tetap merdeka!

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free