mekanisme kerja enzim dan Regulasi enzim - materi biologi sma kelas bab
Halo sobat Biota, selamat datang di zona
sekolah. Materi kedua bab enzim. Pada
materi kali ini kita akan mempelajari
materi tentang mekanisme dan regulasi
dari enzim. Di mana di materi sebelumnya
kita sudah banyak membahas tentang enzim
ya, mulai dari definisi, struktur,
komponen, sifat, dan juga klasifikasi
dari enzim. Baik, langsung saja mari
kita belajar. Oke, Sob. Pada materi kali
ini kita akan mempelajari mekanisme
kerja enzim yang di mana memiliki dua
teori yang berbeda yaitu log and ke dan
juga indus fit. Kita juga akan
mempelajari regulasi dari kerja enzim
yang di mana akan melibatkan aktivator
dan juga inhibitor.
Nah, kita akan bahas satu persatu. Oke,
kita mulai dari mekanisme kerja enzim.
Nah, jadi Sob, mekanisme kerja enzim itu
terdapat dua teori, yaitu teori log and
K dan juga teori indus fit. Kita bahas
dulu teori log ke Nah, Sob, masih ingat
pelajaran di materi sebelumnya yaitu
perihal tentang cara kerja enzim di mana
terdapat substrat enzim dan sisi
aktifnya. Substrat itu kemudian akan
menempel pada sisi aktif enzim yang di
mana sesuai dan membentuk kompleks enzim
substrat. Kemudian terjadilah reaksi.
Contohnya reaksi pemecahan yang
menghasilkan produk.
Nah, SOB mekanisme kerja enzim seperti
ini itu merupakan gambaran dari teori
LCK and K di mana substratnya itu hanya
dapat menempel atau berikatan dengan
enzim yang memiliki sisi aktif sesuai
saja.
Sebaliknya enzimnya juga akan menerima
substrat yang sesuai dengan sisi aktif
enzim itu.
Jadi antara sisi aktif enzim dan juga
substratnya itu harus ada kesesuaian,
Sob. Nah, Sob, menurut teori log and K
bahwa bentuk dari sisi aktif enzim itu
tidak fleksibel atau tidak bisa berubah.
Kalau kita ibaratkan enzim adalah gembok
dan juga lubang kunci merupakan sisi
aktif dari enzimnya. Sedangkan kunci
adalah substratnya. Nah, lubang gembok
itu kan tidak bisa berubah dan hanya
bisa dimasuki oleh kunci yang spesifik.
Jadi, kalau kuncinya tidak pas, maka
gemboknya tidak akan terbuka.
Sama halnya dengan enzim. Jadi, pada
teori ini sisi aktif enzim itu tidak
bisa menyesuaikan bentuk dari
substratnya.
Nah, sedangkan kalau teori indus fit itu
mekanisme kerja enzimnya bahwa sisi
aktif enzim itu lebih fleksibel atau
bisa dipengaruhi atau diinduksi oleh
substrat yang sesuai. Nah, artinya sisi
aktif dari enzim ini itu bisa berubah
sesuai dengan bentuk substrat yang akan
berikatan dengan enzim tersebut. Nah,
jadi misalkan ada substrat yang cocok
tetapi bentuk dari sisi aktif enzim itu
tidak sesuai dengan bentuk substratnya,
maka sisi aktif enzim itu akan
menyesuaikan dari bentuk substrat.
Nah, tapi ingat ya, Sob, walaupun pada
teori ini sisi aktif enzim itu bisa
menyesuaikan bentuk dari substratnya,
tetapi tidak menghilangkan sifat enzim
yang spesifik.
Jadi, sisi enzim itu hanya bisa berubah
menyesuaikan pada substrat yang memang
sudah cocok dengan enzim itu. Misalnya
kalau ada substrat lain nih, ingin
berikatan dengan enzim ini tetapi tidak
cocok dengan enzimnya, maka si enzim ini
atau sisi enzimnya itu tidak akan
menyesuaikan bentuk pada enzim tersebut.
Jadi, enzimnya itu tetap spesifik ya.
Nah, oke. Jadi seperti itu ya mekanisme
kerja dari enzim yaitu terdapat dua
teori log dan juga indus fit.
Kita sekarang lanjut pada materi
regulasi kerja enzim sub. Baik, regulasi
kerja enzim itu melibatkan yang namanya
aktivator dan juga inhibitor.
Kedua ini itu merupakan senyawa yang
bisa beregulasi atau mengkontrol kerja
enzim.
Untuk aktivator, ia akan menstimulasi
kerja enzim. Sedangkan kalau untuk
inhibitor itu akan menghambat kerja dari
enzim. Baik, supaya lebih paham kita
akan bahas satu persatu dari regulasi
ini.
Kita mulai dari aktivator. Nah, Sob,
aktivator itu bisa menstimulasi atau
mendorong kinerja dari kerja enzim.
Nah, Sob, aktivator ini hanya bisa
menempel di sisi alosterik enzim atau di
bagian selain sisi aktif enzim.
Untuk fungsi aktivator ini itu untuk
menstabilkan bentuk sisi aktif enzim
sehingga substrat yang akan berikatan
itu bisa lebih mudah untuk berikatan
dengan enzim. Contoh aktivator itu
seperti ion Cl-
yang di mana meregulasi enzim amilase.
Nah, aktivator ini akan berikatan pada
sisi alosterik enzim amilase dan akan
membuat sisi aktif enzim amilase itu
menjadi lebih stabil terus bentuknya
menjadi pas untuk berikatan dengan
amilum.
Nah, oke paham ya untuk fungsi dari
aktivator.
Nah, So mungkin beberapa di antara kita
mengira bahwa aktivator itu sama dengan
kofaktor pada materi sebelumnya. Terus
ditambah keduanya itu sama-sama
berpengaruh pada sisi aktif enzimnya.
Nah, sebab ternyata keduanya itu memang
mirip tetapi tidak sama.
Walaupun aktivator dan kofaktor itu
memiliki jenis yang sama, tetapi mereka
memiliki fungsi yang berbeda. Kalau
kofaktor itu menempelnya di sisi aktif
enzim dan fungsinya juga untuk ikut
membentuk sisi aktif enzim tersebut.
Sedangkan kalau aktivator itu
menempelnya di sisi alosterik enzim atau
di sisi selain sisi aktif enzim. dan
juga fungsinya itu hanya untuk
menstimulasi sisi aktif enzim supaya
bisa berubah dan menyesuaikan dengan
substrat. Nah, oke paham ya perbedaan
dari keduanya jangan sampai tertukar.
Jadi itu aktivator.
Sekarang kita masuk inhibitor.
Jadi, inhibitor ini itu berfungsi untuk
menghambat kinerja dari enzim. Jadi,
kebalikan dari aktivator, ya. Nah, jadi
cara inhibitor itu menghambat enzim itu
bisa dengan dua cara. Nah, cara yang
pertama adalah saat inhibitor menempel
di sisi alosterik enzim itu akan
mengubah bentuk sisi aktif enzim yang
tadinya sesuai dengan substratnya, maka
akan berubah menjadi tidak sesuai dengan
substrat sehingga substrat itu tidak
bisa menempel pada sisi aktif enzim
tersebut. Kemudian kalau cara yang
kedua, si inhibitor ini itu akan
menempel di sisi aktif enzimnya dan akan
membuat atau menutupi jalan substrat
untuk menempel pada sisi aktif enzim.
Nah, dengan kedua cara ini maka enzim
tidak bisa lagi berfungsi karena
dihambat oleh inhibitor. Oke, Sob.
Berdasarkan ikatannya, inhibitor ini
bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu
inhibitor reversibel dan juga inhibitor
irreversibel. Kita akan bahas satu
persatu, tetapi sebelum itu, Biologi TV
merupakan channel edukasi [musik]
dan memiliki beberapa subkonten, salah
satunya zona binatang dan aku aquatik.
Mohon bantu channel ini [musik] untuk
berkembang dengan cara like video ini
serta like komentar yang saya
semangatkan. Dan bagi sobat Biota yang
belum subscribe, tolong bantu subscribe
untuk terus mendapatkan informasi
mengenai ilmu-ilmu biologi. Semoga
dengan membantu channel ini berkembang,
Sobat Buota dapat ikut mendapatkan
[musik] kebaikannya. Jadi, untuk yang
telah membantu saya ucapkan terima
kasih. [musik]
Oke, Sob. Berdasarkan ikatannya,
inhibitor itu dibagi menjadi dua. Yang
pertama adalah inhibitor irreversible.
Nah, sesuai dengan namanya irreversible
artinya tidak bisa balik kembali. Nah,
untuk jenis inhibitor irreversible ini
itu akan membuat atau menyebabkan enzim
akan sulit aktif kembali sesuai dengan
namanya ya. Soalnya inhibitor itu akan
terikat kuat dengan enzim tersebut. Jadi
kalau sudah menempel itu akan sangat
sulit untuk lepas dan bahkan membuat
enzim menjadi rusak.
Untuk contoh senyawa irreversibel ini
adalah senyawa organofosfat yang di mana
terdapat pada obatnya muksob. Nah, di
mana organosfat ini itu akan menempel
pada asetil kolin estrease yang ada di
sistem saraf nyamuk. Terus jika sudah
menempel organo fosfat ini itu tidak
bisa lepas lagi dan akan mengakibatkan
kejang-kejang pada nyamuknya. Terus
lama-kelamaan akan membuat nyamuk itu
mati. Nah, inilah cara bagaimana obat
nyamuk itu membunuh nyamuk sob. Oke,
sekarang lanjut. Yang kedua adalah
inhibitor reversible. Jadi, ini adalah
kebalikan dari irreversible ya.
Reversible itu artinya adalah bisa balik
kembali.
Nah, jadi ikatan inhibitor ini itu
sifatnya tidak permanen, Sob. atau bisa
lepas lagi. Makanya si enzimnya itu bisa
aktif kembali dan juga walaupun
inhibitor itu lepas si enzimnya itu
tidak mengalami kerusakan, Sob. Karena
inhibitornya itu mudah lepas dengan
enzimnya. Berbeda dengan inhibitor
irreversibel ya, sulit lepas. Kalau ini
mudah lepas.
Nah, untuk contohnya itu seperti
antibiotik penisilin yang menghambat
sisi aktif enzim yang digunakan bakteri
untuk membuat dinding selnya, Sob.
Nah, tapi Sob, inhibitor reversibel ini
itu dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu
berdasarkan tempat menempelnya. Yang
pertama inhibitor reversible competitif.
Artinya inhibitor ini akan berkompetisi
langsung dengan substrat untuk
memperebutkan sisi aktif enzim. Ditambah
inhibitor ini juga itu memiliki bentuk
yang sama persis dengan substratnya.
Jadi mereka itu akan berebutan untuk
menempel di sisi aktif enzim. Nah, jadi
kalau si inhibitor ini itu lebih dulu
menempel itu akan membuat substrat tidak
bisa menempel.
Terus yang kedua adalah inhibitor non
kompetitif. Jadi inhibitor ini itu tidak
perlu berebutan dengan subtrat karena
inhibitor non kompetitif ini itu akan
menempel pada sisi tidak aktif enzim
dan akan menstimulasi sisi aktif enzim
untuk membuat atau membentuk
sisi aktif tersebut tidak sesuai dengan
substrat.
Makanya ini akan membuat enzim itu tidak
bisa bekerja berikatan dengan substrat
sol.
Nah, tapi ingat ya, kedua inhibitor ini
itu bersifat reversibel atau bisa
membuat enzim aktif kembali kalau
inhibitor ini itu sudah lepas dari enzim
tersebut.
Oke, akhirnya selesai nih pembahasan
kita di materi kali ini. Semoga apa yang
saya sampaikan itu bisa berfungsi,
dicerna dan hidup untuk sobat Biota
semua. Jangan lupa tonton dan pelajari
materi selanjutnya serta video
pembelajaran lainnya. Jadi, see you next
video shop.
e
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

SALAM KERONG - Lusyana Jelita Adella - OM ADELLA
Henny Adella · Indonesian

Tiga Raksasa Islam! Ottoman, Safawi, dan Mughal Menguasai Dunia
Berbagi Pahala · Indonesian

[SFT 2026] Design Thinking Workshop #3 : Prototype & Solution Refinement
Dibimbing · Indonesian

150mph Police Chase with Georgia Sheriffs
Tommy G · English

An Overview of Esperanto's Word Building System
XerographicPaper · Esperanto

Video Penjelasan SOP Meminta Data Diri User Keperluan Klaim Garansi
Pusat Ponsel & Laptop PPL · English

Women have gone too far..
Asmongold TV · English

TOUT SAVOIR SUR L’ÉCLIPSE DU 12 AOÛT ! (Horaires, lieux, méthodes, conseils …)
ASTRONOPHILOS · French

【ASMR/SR3D】カリカリ♡ゴシゴシ♡ゼロ距離オノマトペでいっぱい気持ちよくなろ?【囁き/オノマトペ/睡眠導入】
バルハラー · Japanese

Qué es la ética de la tecnología y por qué debería importarte | Gemma Galdón-Clavell | TEDxZaragoza
TEDx Talks · English

Tutorial Cara Memastikan Ceklist harian berjalan sesuai standar
Fris | 10X · Indonesian

Short Class Design Principles | MySkill
MySkill · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.