Full Transcript

·YouTLDR

mekanisme kerja enzim dan Regulasi enzim - materi biologi sma kelas bab

12:02IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:02

Halo sobat Biota, selamat datang di zona

0:04

sekolah. Materi kedua bab enzim. Pada

0:08

materi kali ini kita akan mempelajari

0:10

materi tentang mekanisme dan regulasi

0:12

dari enzim. Di mana di materi sebelumnya

0:15

kita sudah banyak membahas tentang enzim

0:17

ya, mulai dari definisi, struktur,

0:21

komponen, sifat, dan juga klasifikasi

0:24

dari enzim. Baik, langsung saja mari

0:26

kita belajar. Oke, Sob. Pada materi kali

0:29

ini kita akan mempelajari mekanisme

0:31

kerja enzim yang di mana memiliki dua

0:34

teori yang berbeda yaitu log and ke dan

0:37

juga indus fit. Kita juga akan

0:40

mempelajari regulasi dari kerja enzim

0:42

yang di mana akan melibatkan aktivator

0:45

dan juga inhibitor.

0:48

Nah, kita akan bahas satu persatu. Oke,

0:50

kita mulai dari mekanisme kerja enzim.

0:53

Nah, jadi Sob, mekanisme kerja enzim itu

0:56

terdapat dua teori, yaitu teori log and

0:59

K dan juga teori indus fit. Kita bahas

1:02

dulu teori log ke Nah, Sob, masih ingat

1:06

pelajaran di materi sebelumnya yaitu

1:08

perihal tentang cara kerja enzim di mana

1:11

terdapat substrat enzim dan sisi

1:13

aktifnya. Substrat itu kemudian akan

1:16

menempel pada sisi aktif enzim yang di

1:20

mana sesuai dan membentuk kompleks enzim

1:23

substrat. Kemudian terjadilah reaksi.

1:26

Contohnya reaksi pemecahan yang

1:28

menghasilkan produk.

1:31

Nah, SOB mekanisme kerja enzim seperti

1:33

ini itu merupakan gambaran dari teori

1:35

LCK and K di mana substratnya itu hanya

1:38

dapat menempel atau berikatan dengan

1:40

enzim yang memiliki sisi aktif sesuai

1:42

saja.

1:43

Sebaliknya enzimnya juga akan menerima

1:46

substrat yang sesuai dengan sisi aktif

1:49

enzim itu.

1:51

Jadi antara sisi aktif enzim dan juga

1:53

substratnya itu harus ada kesesuaian,

1:55

Sob. Nah, Sob, menurut teori log and K

1:59

bahwa bentuk dari sisi aktif enzim itu

2:01

tidak fleksibel atau tidak bisa berubah.

2:05

Kalau kita ibaratkan enzim adalah gembok

2:07

dan juga lubang kunci merupakan sisi

2:10

aktif dari enzimnya. Sedangkan kunci

2:12

adalah substratnya. Nah, lubang gembok

2:15

itu kan tidak bisa berubah dan hanya

2:17

bisa dimasuki oleh kunci yang spesifik.

2:20

Jadi, kalau kuncinya tidak pas, maka

2:22

gemboknya tidak akan terbuka.

2:25

Sama halnya dengan enzim. Jadi, pada

2:28

teori ini sisi aktif enzim itu tidak

2:30

bisa menyesuaikan bentuk dari

2:32

substratnya.

2:34

Nah, sedangkan kalau teori indus fit itu

2:37

mekanisme kerja enzimnya bahwa sisi

2:40

aktif enzim itu lebih fleksibel atau

2:42

bisa dipengaruhi atau diinduksi oleh

2:45

substrat yang sesuai. Nah, artinya sisi

2:48

aktif dari enzim ini itu bisa berubah

2:51

sesuai dengan bentuk substrat yang akan

2:54

berikatan dengan enzim tersebut. Nah,

2:57

jadi misalkan ada substrat yang cocok

2:59

tetapi bentuk dari sisi aktif enzim itu

3:02

tidak sesuai dengan bentuk substratnya,

3:05

maka sisi aktif enzim itu akan

3:07

menyesuaikan dari bentuk substrat.

3:10

Nah, tapi ingat ya, Sob, walaupun pada

3:12

teori ini sisi aktif enzim itu bisa

3:15

menyesuaikan bentuk dari substratnya,

3:17

tetapi tidak menghilangkan sifat enzim

3:19

yang spesifik.

3:21

Jadi, sisi enzim itu hanya bisa berubah

3:24

menyesuaikan pada substrat yang memang

3:26

sudah cocok dengan enzim itu. Misalnya

3:30

kalau ada substrat lain nih, ingin

3:32

berikatan dengan enzim ini tetapi tidak

3:35

cocok dengan enzimnya, maka si enzim ini

3:38

atau sisi enzimnya itu tidak akan

3:40

menyesuaikan bentuk pada enzim tersebut.

3:43

Jadi, enzimnya itu tetap spesifik ya.

3:47

Nah, oke. Jadi seperti itu ya mekanisme

3:49

kerja dari enzim yaitu terdapat dua

3:53

teori log dan juga indus fit.

3:56

Kita sekarang lanjut pada materi

3:58

regulasi kerja enzim sub. Baik, regulasi

4:02

kerja enzim itu melibatkan yang namanya

4:05

aktivator dan juga inhibitor.

4:07

Kedua ini itu merupakan senyawa yang

4:09

bisa beregulasi atau mengkontrol kerja

4:12

enzim.

4:14

Untuk aktivator, ia akan menstimulasi

4:17

kerja enzim. Sedangkan kalau untuk

4:20

inhibitor itu akan menghambat kerja dari

4:23

enzim. Baik, supaya lebih paham kita

4:26

akan bahas satu persatu dari regulasi

4:30

ini.

4:31

Kita mulai dari aktivator. Nah, Sob,

4:34

aktivator itu bisa menstimulasi atau

4:37

mendorong kinerja dari kerja enzim.

4:41

Nah, Sob, aktivator ini hanya bisa

4:43

menempel di sisi alosterik enzim atau di

4:46

bagian selain sisi aktif enzim.

4:50

Untuk fungsi aktivator ini itu untuk

4:52

menstabilkan bentuk sisi aktif enzim

4:55

sehingga substrat yang akan berikatan

4:58

itu bisa lebih mudah untuk berikatan

5:00

dengan enzim. Contoh aktivator itu

5:03

seperti ion Cl-

5:05

yang di mana meregulasi enzim amilase.

5:08

Nah, aktivator ini akan berikatan pada

5:10

sisi alosterik enzim amilase dan akan

5:13

membuat sisi aktif enzim amilase itu

5:16

menjadi lebih stabil terus bentuknya

5:19

menjadi pas untuk berikatan dengan

5:21

amilum.

5:22

Nah, oke paham ya untuk fungsi dari

5:25

aktivator.

5:27

Nah, So mungkin beberapa di antara kita

5:29

mengira bahwa aktivator itu sama dengan

5:32

kofaktor pada materi sebelumnya. Terus

5:35

ditambah keduanya itu sama-sama

5:37

berpengaruh pada sisi aktif enzimnya.

5:40

Nah, sebab ternyata keduanya itu memang

5:43

mirip tetapi tidak sama.

5:45

Walaupun aktivator dan kofaktor itu

5:48

memiliki jenis yang sama, tetapi mereka

5:51

memiliki fungsi yang berbeda. Kalau

5:53

kofaktor itu menempelnya di sisi aktif

5:56

enzim dan fungsinya juga untuk ikut

5:59

membentuk sisi aktif enzim tersebut.

6:02

Sedangkan kalau aktivator itu

6:04

menempelnya di sisi alosterik enzim atau

6:07

di sisi selain sisi aktif enzim. dan

6:10

juga fungsinya itu hanya untuk

6:12

menstimulasi sisi aktif enzim supaya

6:15

bisa berubah dan menyesuaikan dengan

6:17

substrat. Nah, oke paham ya perbedaan

6:20

dari keduanya jangan sampai tertukar.

6:23

Jadi itu aktivator.

6:25

Sekarang kita masuk inhibitor.

6:28

Jadi, inhibitor ini itu berfungsi untuk

6:31

menghambat kinerja dari enzim. Jadi,

6:34

kebalikan dari aktivator, ya. Nah, jadi

6:37

cara inhibitor itu menghambat enzim itu

6:40

bisa dengan dua cara. Nah, cara yang

6:43

pertama adalah saat inhibitor menempel

6:45

di sisi alosterik enzim itu akan

6:48

mengubah bentuk sisi aktif enzim yang

6:51

tadinya sesuai dengan substratnya, maka

6:55

akan berubah menjadi tidak sesuai dengan

6:57

substrat sehingga substrat itu tidak

7:00

bisa menempel pada sisi aktif enzim

7:02

tersebut. Kemudian kalau cara yang

7:04

kedua, si inhibitor ini itu akan

7:07

menempel di sisi aktif enzimnya dan akan

7:10

membuat atau menutupi jalan substrat

7:13

untuk menempel pada sisi aktif enzim.

7:16

Nah, dengan kedua cara ini maka enzim

7:19

tidak bisa lagi berfungsi karena

7:21

dihambat oleh inhibitor. Oke, Sob.

7:24

Berdasarkan ikatannya, inhibitor ini

7:26

bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu

7:29

inhibitor reversibel dan juga inhibitor

7:33

irreversibel. Kita akan bahas satu

7:35

persatu, tetapi sebelum itu, Biologi TV

7:38

merupakan channel edukasi [musik]

7:39

dan memiliki beberapa subkonten, salah

7:41

satunya zona binatang dan aku aquatik.

7:44

Mohon bantu channel ini [musik] untuk

7:45

berkembang dengan cara like video ini

7:47

serta like komentar yang saya

7:48

semangatkan. Dan bagi sobat Biota yang

7:50

belum subscribe, tolong bantu subscribe

7:52

untuk terus mendapatkan informasi

7:54

mengenai ilmu-ilmu biologi. Semoga

7:56

dengan membantu channel ini berkembang,

7:58

Sobat Buota dapat ikut mendapatkan

8:00

[musik] kebaikannya. Jadi, untuk yang

8:02

telah membantu saya ucapkan terima

8:03

kasih. [musik]

8:08

Oke, Sob. Berdasarkan ikatannya,

8:11

inhibitor itu dibagi menjadi dua. Yang

8:13

pertama adalah inhibitor irreversible.

8:17

Nah, sesuai dengan namanya irreversible

8:19

artinya tidak bisa balik kembali. Nah,

8:22

untuk jenis inhibitor irreversible ini

8:25

itu akan membuat atau menyebabkan enzim

8:28

akan sulit aktif kembali sesuai dengan

8:31

namanya ya. Soalnya inhibitor itu akan

8:35

terikat kuat dengan enzim tersebut. Jadi

8:39

kalau sudah menempel itu akan sangat

8:41

sulit untuk lepas dan bahkan membuat

8:44

enzim menjadi rusak.

8:46

Untuk contoh senyawa irreversibel ini

8:49

adalah senyawa organofosfat yang di mana

8:52

terdapat pada obatnya muksob. Nah, di

8:55

mana organosfat ini itu akan menempel

8:58

pada asetil kolin estrease yang ada di

9:02

sistem saraf nyamuk. Terus jika sudah

9:05

menempel organo fosfat ini itu tidak

9:07

bisa lepas lagi dan akan mengakibatkan

9:10

kejang-kejang pada nyamuknya. Terus

9:13

lama-kelamaan akan membuat nyamuk itu

9:15

mati. Nah, inilah cara bagaimana obat

9:18

nyamuk itu membunuh nyamuk sob. Oke,

9:21

sekarang lanjut. Yang kedua adalah

9:24

inhibitor reversible. Jadi, ini adalah

9:27

kebalikan dari irreversible ya.

9:30

Reversible itu artinya adalah bisa balik

9:32

kembali.

9:34

Nah, jadi ikatan inhibitor ini itu

9:36

sifatnya tidak permanen, Sob. atau bisa

9:38

lepas lagi. Makanya si enzimnya itu bisa

9:42

aktif kembali dan juga walaupun

9:45

inhibitor itu lepas si enzimnya itu

9:47

tidak mengalami kerusakan, Sob. Karena

9:50

inhibitornya itu mudah lepas dengan

9:52

enzimnya. Berbeda dengan inhibitor

9:55

irreversibel ya, sulit lepas. Kalau ini

9:58

mudah lepas.

10:00

Nah, untuk contohnya itu seperti

10:02

antibiotik penisilin yang menghambat

10:05

sisi aktif enzim yang digunakan bakteri

10:08

untuk membuat dinding selnya, Sob.

10:12

Nah, tapi Sob, inhibitor reversibel ini

10:15

itu dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu

10:18

berdasarkan tempat menempelnya. Yang

10:20

pertama inhibitor reversible competitif.

10:24

Artinya inhibitor ini akan berkompetisi

10:27

langsung dengan substrat untuk

10:29

memperebutkan sisi aktif enzim. Ditambah

10:33

inhibitor ini juga itu memiliki bentuk

10:36

yang sama persis dengan substratnya.

10:38

Jadi mereka itu akan berebutan untuk

10:41

menempel di sisi aktif enzim. Nah, jadi

10:44

kalau si inhibitor ini itu lebih dulu

10:47

menempel itu akan membuat substrat tidak

10:50

bisa menempel.

10:51

Terus yang kedua adalah inhibitor non

10:54

kompetitif. Jadi inhibitor ini itu tidak

10:56

perlu berebutan dengan subtrat karena

10:59

inhibitor non kompetitif ini itu akan

11:02

menempel pada sisi tidak aktif enzim

11:05

dan akan menstimulasi sisi aktif enzim

11:08

untuk membuat atau membentuk

11:11

sisi aktif tersebut tidak sesuai dengan

11:13

substrat.

11:15

Makanya ini akan membuat enzim itu tidak

11:18

bisa bekerja berikatan dengan substrat

11:20

sol.

11:22

Nah, tapi ingat ya, kedua inhibitor ini

11:25

itu bersifat reversibel atau bisa

11:28

membuat enzim aktif kembali kalau

11:31

inhibitor ini itu sudah lepas dari enzim

11:34

tersebut.

11:36

Oke, akhirnya selesai nih pembahasan

11:38

kita di materi kali ini. Semoga apa yang

11:40

saya sampaikan itu bisa berfungsi,

11:42

dicerna dan hidup untuk sobat Biota

11:44

semua. Jangan lupa tonton dan pelajari

11:46

materi selanjutnya serta video

11:48

pembelajaran lainnya. Jadi, see you next

11:50

video shop.

11:59

e

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free