Full Transcript

·YouTLDR

Rekursi - Berpikir Komputasional

15:26IndonesianTranscribed Jul 28, 2026
0:00

[Musik]

0:09

Assalamualaikum warahmatullahi

0:11

wabarakatuh bertemu lagi di pelajaran

0:14

Informatika kelas 11 setelah sebelumnya

0:18

kalian sudah belajar tentang proses

0:20

pemrograman ini masih di strategi

0:24

algoritmik dan pemrograman kita

0:27

lanjutkan kepada bagian berpikir

0:30

komputasional yaitu pada bagian rekursi

0:36

berpikir komputasional ini merupakan

0:38

suatu kerangka dan proses berpikir yang

0:41

mencakup perangkat keras perangkat lunak

0:45

dan menalar atau reasoning mengenai

0:49

sistem dan persoalan

0:52

modal berpikir atau Thinking Out ini

0:55

didukung dan dilengkapi dengan

0:57

pengetahuan teoritis dan praktis serta

1:01

teknik untuk menganalisis memodelkan dan

1:04

menyelesaikan persoalan berikut ini

1:07

pembahasan beberapa konsep dan strategi

1:10

berpikir komputasional yang biasa

1:13

digunakan dalam menyelesaikan persoalan

1:15

komputasi

1:19

pada bagian ini kalian akan mempelajari

1:22

tentang konsep rekursi dan beberapa

1:25

contoh permasalahan yang dapat

1:27

diselesaikan dengan menggunakan konsep

1:30

tersebut salah satunya adalah Barisan

1:33

fibonasi

1:36

ilustrasinya mungkin seperti ini

1:39

[Musik]

1:40

ada dua cermin yang saling memantulkan

1:43

satu sama lain seperti pada gambar

1:45

sebelah kiri yaitu gambar foto yang

1:48

diunggah di Twitter cermin cermin

1:51

tersebut saling memantulkan satu sama

1:54

lain sehingga pantulan satu cermin akan

1:57

dipantulkan Lagi Dan Lagi secara

2:00

terus-menerus

2:02

akhirnya hal tersebut menimbulkan efek

2:06

cermin di dalam cermin cermin di dalam

2:08

cermin cermin di dalam cermin cermin di

2:11

dalam Cermin Dan Seterusnya

2:14

contoh lainnya adalah pada gambar

2:17

sebelah kanan yaitu sebuah laptop dengan

2:19

gambar layarnya adalah gambar layar yang

2:23

di dalamnya adalah gambar layar dan lagi

2:27

terus-menerus Hingga semakin mengecil

2:32

suatu masalah dapat didekomposisi

2:35

menjadi permasalahan yang serupa namun

2:38

ukurannya lebih kecil saat kita diminta

2:42

untuk memindahkan satu kardus buku yang

2:44

sangat berat dan tidak dapat kita angkat

2:47

kita akan membagi kardus tersebut ke

2:49

dalam beberapa kardus yang lebih ringan

2:52

sehingga pekerjaan tersebut menjadi

2:54

lebih mudah untuk dikerjakan

2:57

ketika menghitung suatu nilai faktorial

3:00

kita pun harus menghitung nilai

3:02

faktorial yang lebih kecil misalnya

3:05

ketika menghitung 10 faktorial Kita juga

3:10

harus menyelesaikan satu faktorial dua

3:13

faktorial hingga 9 faktorial terlebih

3:16

dahulu

3:18

secara alami terdapat banyak

3:20

permasalahan yang dapat dimodelkan

3:22

dengan lebih mudah menggunakan konsep

3:24

rekursif ini pada bagian ini kalian akan

3:28

mempelajari konsep dasar rekursi yang

3:32

akan sangat berguna untuk melakukan

3:35

dekomposisi pada suatu permasalahan

3:37

besar dalam bentuk permasalahan yang

3:40

lebih kecil dan lebih mudah untuk

3:43

diselesaikan

3:45

rekursi didefinisikan sebagai sesuatu

3:48

yang mengandung sesuatu itu sendiri

3:51

dapatkah kalian melihat rekursi dalam

3:54

gambar-gambar berikut ini

3:59

gambar sebelah kiri yaitu segitiga

4:05

ini merupakan kumpulan banyak segitiga

4:08

dari segitiga yang paling kecil hingga

4:11

segitiga yang paling besar

4:15

Kemudian pada gambar yang sebelah kanan

4:18

adalah boneka bersarang dari Rusia

4:22

boneka yang paling besar ketika dibuka

4:25

akan ditemukan boneka yang lebih kecil

4:27

lagi dan ketika boneka kedua itu dibuka

4:31

akan ditemukan boneka yang lebih kecil

4:34

lagi dan seterusnya sampai menemukan

4:37

boneka yang paling kecil

4:40

dari contoh kedua gambar tersebut

4:43

dapatkah kalian melihat rekursi

4:48

[Musik]

4:49

dalam pembahasan kali ini kita akan

4:52

membahas fungsi atau barusan recurrency

4:56

yaitu fungsi atau barisan dimana nilai

5:00

dari fungsi atau barisan tersebut

5:02

ditentukan atau tergantung dari nilai

5:05

fungsi atau barisan itu sendiri secara

5:09

rekursif pada urutan nilai-nilai

5:12

sebelumnya

5:14

misalnya kita memiliki sebuah barisan Ai

5:18

dengan I itu 1 2 dan seterusnya sampai n

5:24

sebagai berikut

5:27

Ai = 1 3 5 7 dan seterusnya dimana nilai

5:38

pertama dari barisan A itu adalah 1 dan

5:41

kemudian nilai-nilai berikutnya dalam

5:44

barisan tersebut dihitung dengan cara

5:47

menambahkan nilai 2 kepada nilai barisan

5:51

sebelumnya

5:52

jadi pada barisan tersebut pada urutan

5:55

pertama adalah 1 kemudian urutan kedua

5:59

itu didapat dari nilai urutan pertama

6:02

ditambah 2 sehingga menghasilkan nilai 3

6:07

pada urutan kedua

6:10

dan kemudian pada urutan ketiga

6:13

dihasilkan dari urutan kedua ditambah 2

6:17

sehingga menghasilkan nilai 5 dan

6:21

seterusnya dengan menambahkan dua pada

6:24

urutan sebelumnya

6:26

[Musik]

6:28

kita dapat menuliskan dalam notasi

6:30

rekursif sebagai berikut

6:32

Ai itu bernilai 1 jika i-nya = 1

6:39

jadi pada urutan ke-1 atau pertama itu

6:43

nilainya 1

6:44

kemudian

6:46

ai-1 itu ditambah 2 jika i-nya lebih

6:50

dari satu jadi pada urutan kedua dan

6:55

seterusnya itu nilainya ditambah 2 dari

7:00

nilai urutan sebelumnya

7:03

pada definisi sebuah barisan atau fungsi

7:06

rekursif selalu ada minimal dua hal yang

7:09

harus ditentukan yaitu yang pertama

7:12

basis

7:15

menunjukkan Dasar atau nilai awal dari

7:17

fungsi atau barisan tersebut misalnya

7:21

pada contoh diatas

7:23

A1 atau nilai yang ada di urutan yang

7:26

pertama itu adalah 1 kemudian rekursi

7:32

menunjukkan hubungan antara nilai dari

7:35

fungsi atau barisan tersebut dengan

7:37

nilai sebelumnya yang telah ditentukan

7:40

misalnya pada contoh diatas Hi =

7:45

A -1 + 2 jika i-nya itu lebih dari satu

7:53

[Musik]

7:56

sebuah fungsi atau barisan rekursif bisa

8:00

jadi ditentukan dari tidak hanya satu

8:02

buah nilai sebelumnya saja tetapi dapat

8:06

juga dari dua tiga dan seterusnya dari

8:10

nilai sebelumnya

8:12

[Musik]

8:14

sebagai contoh sebuah barisan dapat

8:17

didefinisikan sebagai berikut

8:21

itu nilainya 1 jika i-nya 1 atau i-nya 2

8:26

ini maksudnya

8:28

pada urutan pertama dan kedua itu

8:30

nilainya 1 kemudian a i -1 + a -2 jika

8:37

i-nya lebih dari 2 barisan ini dimulai

8:42

dengan nilai 1 Kemudian untuk menentukan

8:45

nilai berikutnya kita hitung dengan cara

8:48

menjumlahkan dua nilai sebelumnya pada

8:51

barisan tersebut

8:53

sehingga didapatkan barisan sebagai

8:55

berikut

8:57

Ai =

8:59

1 1 2 3 5 8 13 21 dan seterusnya itu

9:11

mulai dari urutan satu kedua ketiga dan

9:13

seterusnya jadi di urutan pertama dan

9:16

kedua adalah 1 kemudian jika i-nya lebih

9:22

dari 2 atau di urutan ketiga keempat dan

9:25

seterusnya itu ditentukan dari

9:28

a -1 + a -2 jadi di urutan ketiga maka

9:35

A2 + A1

9:38

atau nilai dari urutan kedua ditambah

9:42

nilai dari urutan ke-1 hasilnya adalah 2

9:49

perhatikan urine berikut ini Ai nilainya

9:53

1 jika I = 1 atau i-nya 2 dan a -1 + a

10:01

-2 jika i-nya lebih dari 2 maka

10:05

i-nya 1 atau pada urutan pertama I yaitu

10:10

adalah 1

10:13

kemudian di urutan kedua

10:16

masih sama satu

10:19

karena disitu dipersyaratannya Itu 1

10:24

jika i-nya 1 atau 2 kemudian di urutan

10:28

yang ketiga itu nilainya 2 karena pada

10:32

urutan kedua dan ke-1 ditambahkan yaitu

10:36

1 + 1 = 2

10:40

selanjutnya pada urutan keempat tentunya

10:43

hasil penjumlahan dari urutan ketiga dan

10:47

urutan kedua yaitu 2 + 1 hasilnya 3 jadi

10:53

pada urutan keempat Ai adalah 3

10:58

Kemudian pada urutan kelima itu nilainya

11:01

5 karena urutan keempat yaitu 3 dan

11:06

urutan ketiga yaitu 2 yaitu ditambahkan

11:09

3 + 2 = 5

11:13

di urutan keenam itu 8 karena 5 + 3 = 8

11:19

dan di urutan yang ke-7 tentunya adalah

11:23

urutan keenam ditambah urutan ke-5 yaitu

11:27

8 + 5 maka di urutan ke-7 adalah 13

11:35

barisan tadi biasa disebut sebagai

11:38

barisan fibonasi karena dipopulerkan

11:41

oleh seorang matematikawan Italia

11:44

bernama fibonasi yang Nama lengkapnya

11:47

adalah Leonardo bonati yang hidup

11:51

dari tahun

11:55

1170-1250 Masehi

11:57

perlu diperhatikan bahwa karena pada

12:00

bagian rekursi kita memerlukan 2 nilai

12:03

terakhir pada bagian basis kita perlu

12:07

mendefinisikan dua nilai pertama dari

12:10

barisan tersebut secara umum banyaknya

12:13

nilai yang harus didefinisikan pada

12:15

bagian basis ditentukan oleh banyaknya

12:18

suku barisan yang diperlukan pada bagian

12:22

definisi

12:26

selanjutnya Ayo berlatih kerjakan

12:29

aktivitas individu yang pertama tentang

12:32

memahami relasi rekurensi dan yang kedua

12:37

menerapkan konsep rekursi

12:41

[Musik]

12:42

setelah selesai melakukan aktivitas

12:44

tersebut jawablah pertanyaan berikut ini

12:47

dalam buku refleksi pertama Apakah

12:50

kalian dapat menentukan nilai dari suatu

12:53

barisan atau fungsi apabila diberikan

12:56

nilai awal dan definisi relasi

12:58

rekurensinya

13:01

yang kedua Apakah kalian sudah berhasil

13:04

memodelkan contoh masalah pada

13:06

latihan-latihan di atas dalam bentuk

13:08

relasi referensi

13:11

yang ketiga Apakah kalian merasa ada

13:14

masalah lain yang serupa dalam kehidupan

13:17

sehari-hari yang dapat dimodelkan dalam

13:20

bentuk relasi referensi tadi yang

13:24

keempat pelajaran paling berkesan apa

13:26

yang kalian dapatkan dari aktivitas

13:29

latihan ini

13:31

demikian tadi materi strategi algoritmik

13:35

dan pemrograman pada bagian berpikir

13:38

komputasional khususnya pada bagian

13:42

rekursi Terima kasih semoga bermanfaat

13:45

Selamat belajar dan tetap semangat

13:49

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free