[LIVE] Kajian Muslimah: Tipe Perempuan dalam Al-Qur'an - Ustadz Adi Hidayat
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi wa kafa wasalatu wasalamu
ala rasulillahil mustofa wa ala alihi
wasohbihi
wriyatihi wa ummatihi waman wafa wa ba'.
Faya ibadallah ahallahi waab rasulihi
sallallahu alaihi wasallam.
[Musik]
ya
amahqun illaum
muslimun. Sehat semua? Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Mudah-mudahan seluruh ibu
dan saudariku semua baik yang ada di
dalam area masjid, di sekitaran masjid,
dan yang terhubung juga online bersama
kajian kita seluruhnya tanpa kecuali
diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala.
Amin.
Ee berkah itu tidak cukup dengan
amin. Jadi berkah itu ziadatul khair
wastimraruhu. Ziadatul khair
bertambahnya selalu nilai kebaikan.
Wastimraruhu dan konsisten berlangsung
dibawa dalam kehidupan.
Jadi seseorang dikatakan mendapat
berkah, hidupnya penuh berkah, dirinya
diberkati, diberkahi. Artinya ada
kebaikan-kebaikan yang bertambah pada
dirinya. Lisan yang berkah adalah lisan
yang ketika digunakan selalu keluar
kata-kata yang baik.
Mata yang berkah yaitu pandangan yang
ketika digunakan selalu diarahkan pada
yang baik sampai ke ujung kaki. Hidup
yang berkah adalah tata kelola kehidupan
yang selalu punya
orientasi capaian pada yang baik-baik.
Itulah berkah.
Nah, diberkahi artinya berusaha untuk
meningkatkan nilai-nilai kebaikan itu
dan konsisten dibawa sampai selama kita
hidup hingga
wafat. Ciri khas orang beriman laki-laki
dan perempuan ketika ditampilkan dalam
Al-Qur'an itu selalu iman dipasangkan
dengan kebaikan.
Saya seringki membuka pertemuan dalam
setiap majelis ilmu. Misal dengan
mencontohkan bagian karakter tubuh kita
dulu dari mata. Misalnya seringki orang
mengatakan mata itu fungsinya untuk
melihat. Tapi ketika mata itu dimiliki
oleh insan beriman, seorang yang beriman
baik laki-laki ataupun perempuan, maka
iman itu mendorong pandangan sebagai
fungsi mata kepada nilai-nilai kebaikan.
Itulah mata yang berkah.
Misal untuk perempuan itu ada Quran
surah Cahaya, surah
Annur. Ee kalau nama-nama surah di
Al-Qur'an itu baiknya ditampilkan dengan
nama Arabnya walaupun ada
terjemahannya. Jadi ada nanti kata-kata
yang mutlak harus dengan menggunakan
bahasa Arab seperti salat. Hikmahnya
banyak.
Selain makna yang tidak bisa
dijangkau terjemahannya oleh bahasa
lain, ada kedalaman,
kekhusyukan, dan juga nanti menjaga
orisinalitas
ibadah. Karena itu satu-satunya agama di
muka bumi yang ibadahnya semua kompak,
gerakannya, bacaannya dari sejak
diajarkan sampai kapanpun itu, itu hanya
di Islam salat.
ya, Ibu atau saudariku boleh cek untuk
membandingkan saja ya. Tidak harus
kemudian kita mendelay sesuatu yang
kurang baik pada keyakinan orang. Kita
punya ajaran lakum dinukum waliyadin.
Tapi kalau kita ingin belajar menguatkan
iman, silakan dicek. Setiap keyakinan
lain yang memiliki ibadah di setiap
tempat caranya bisa
beda, bacaannya bisa enggak sama.
Tapi silakan cek yang di Arab, yang di
Afrika, yang di Asia, di Amerika, di
Eropa, di Chicago, Amerika, di
Chicagaso, di Bandung ya
kan Singapurna, Singaparna, Singapura ya
sama kan ya ya semua. Ini menunjukkan
kebenaran atau bahasa kerennya
orisinalitas ajaran Islam. Masih
orisinil.
Nah, yang paling menarik sekarang kita
kembalikan kepada pemaknaan
tadi. Bacaannya Arab, azan pakai bahasa
Arab dan jadi enggak enak ketika
diganti ya. Misal Allahu Akbar, Allahu
Akbar. Enak enggak?
Ada getaran ke hati? Enggak ada. Karena
ada ayatnya. Innamal
mminunalladinazaukirallahu wajilat
qulubuhum. Ciri insan beriman itu kalau
disebutkan nama Allah ada konfirmasi
getaran di hatinya. Ah jadi Allah itu
menetapkan hukum setiap pergantian waktu
dalam sehari. Jadi sehari itu ada lima
waktu berganti dari mulai subuh, subuh
hilang jadi siang, siang hilang jadi
sore, sore hilang jadi magrib dulu. Ya,
matahari tenggelam dulu baru muncul
malam lima waktu. Nah, setiap pergantian
waktu ini ada pengecekan iman. Apakah
imannya masih ada enggak? Imannya lemah
enggak imannya posisi kuat tidak. Nah,
di antara cara mengecek iman itu salah
satunya yang paling standar dengan
menggunakan lafaz
azan. Diperdengarkan di telinga. Telinga
itu bahasa Arabnya uzun. Jamaknya azan.
Kenapa disebut azan? Karena panggilan
ini satu-satunya lafaz yang
diperdengarkan 24 jam di muka bumi tanpa
berhenti dan didengar oleh orang yang
punya telinga dan pendengaran. Itu
sebabnya kenapa waktunya beda-beda, Bu.
Bandung dengan Garut beda tipis, kan?
Ya. Kemudian geser ke Ciamis, ke Jawa
ada yang beda 5 menit, beda 10 menit.
itu semuka bumi 24 jam berputar terus
lafaz azan tanpa berhenti. Ah, begitu
kita mendengar Allahu Akbar Allahu Akbar
langsung ada getaran kan di hati ya
Allah sudah azan. Pernah
begitu beda kalau
diterjemahkan ya orang Jakarta azan
misal diterjemahkan ini contoh saja ya
ini contoh. Tuan gua gede tuan gua gede
katanya ah nyambung ke Cipadung tuh.
Allah nu agung. Allah nu agung gitu kan.
Enggak enak ya. Enggak enak. Makanya
lafaz itu enggak boleh diganti, enggak
bisa
diterjemahkan. Diterjemahkan dalam arti
azan ada penerjemahnya gitu ya. Kalau
terjemahan tulisan bisa. Ah termasuk
nama-nama surah Al-Qur'an ada
terjemahannya tapi lebih enak kedengaran
bahasa Arabnya. Ya. Ukhti lagi ngapain?
Murajaah surat apa?
Sapi enggak enak kan? Ah, kamu apa?
Lebah. Hah?
Albaqarah. An-Nahl. Itu si euceu nu ny
mawa surat naon?
Sirum annamel gitu kan. Ah, ya. Jadi dia
harus menggunakan bahasa aslinya. Quran
surah Annur di ayat ke-31 misal. Wail
mukminati wail mukminati.
Dan katakan viralkan Muhammad sallallahu
alaihi wasallam pada setiap
perempuan-perempuan yang
beriman. Awas ada pembedanya tuh. Nah,
kita beriman tidak beriman ya. Misal.
Nah, cirinya apa?
Ayo. Apa yang
membedakan ciri iman yang kita miliki
dengan orang yang belum beriman? Saya
selalu memilih kata belum beriman karena
berharap siapapun bisa beriman. Ya kan?
Cirinya apa? Ternyata iman itu selalu
mengantarkan pada keberkahan, pada
kebaikan. Jadi misal iman itu, maaf saya
berdiri masuk ke
mata. Maka ketika iman itu masuk ke
dalam mata, mata itu akan dibimbing oleh
iman untuk melihat hanya yang baik-baik
saja.
Ketika yang dilihat itu menurut imannya
tak baik, maka dipandu mata ini untuk
berpaling. Berpalingnya pandangan dari
yang tidak baik menurut iman itu disebut
dengan gaddul bashar namanya.
basil
mminati min abin dan katakan viralkan
Muhammad pada perempuan yang punya iman
maka imannya akan menuntun pandangannya
untuk melihat yang baik saja menurut
imannya. Ah jadi kalau standar iman itu
jelas. Mungkin bagi sebagian yang belum
beriman atau imannya tidak aktif,
sinyalnya lemah, dia akan melihat
standarnya standar budaya.
Ah, kalau budaya bisa
relatif ya. Di Indonesia dengan Amerika
budaya berpakaiannya tak sama. Bagi
orang Amerika pakaian minim bisa
terhormat tapi menurut iman tak baik
dilihat.
Palingkan dari mata turun ke Oh, jangan
langsung ke hati aja ya, ke lisan dulu.
Dari mata turun ke lisan. Coba lihat
ayat-ayat lisan, ayat mulut di Al-Qur'an
dibukanya kan pakai iman
dulu. Ya
ayyuhalladzina amanu imannya dulu. La
yashum minum. Ya duhai insan beriman,
pandu lisanmu untuk berkata yang baik.
Itulah
berkah. Jauhkan dari yang tak baik.
Saling mencela itu tak baik. La yagtab
ba'dukum ba'd. Jangan bikin hox, jangan
gosip, itu tak baik. Jadi secara singkat
saya ingin membuka dulu kajian kita
untuk melihat apakah sampai siang hari
ini di detik ini diberi kesempatan kita
hidup sudahkah merasakan standar iman
yang kita miliki di level
mana? Awas ya karena keripik pun ada
standarnya tuh ya. Pedas level 1, level
2. Nah, iman kita yang kita miliki di
standar yang mana? Apakah lemah,
tengah-tengah atau sudah meningkat? Ciri
orang yang standar imannya kuat bukan
hanya terlihat pada semangatnya
menunaikan ketaatan. Rajin salat, rajin
baca Al-Qur'an, ternyata standar
keberhasilan salat pun itu amal saleh,
itu
kebaikan. Coba orang yang berhasil
salatnya pembuktiannya itu bukan
kelihatan tenang, khusyuk, tapi pasca
salatnya
innasata tanha anil fahsya.
wal munkar. Yang baca Al-Qur'an bukan
berapa kali
khatamnya, bukan berapa banyak hafalan
juznya, tapi perhatikan standarnya.
Waminhum sabiqu bilhairati
bidnillah dalika huwal fadlul kabir.
Paham
tidak? Dan ahli Al-Qur'an yang sukses
itu kata Allah bukan berapa banyak yang
dia telah hafalkan. berapa juz yang
telah dia khatamkan itu utama, bagus
namanya fadlun. Hafal Quran itu utama,
istimewa. Membaca, mengkhatamkan Quran
utama. Tapi di antara yang istimewa,
dalikal hual fadlul kabir, yang paling
hebat itu adalah sabiqu bil khairat.
Berapa banyak kebaikan yang mampu
diciptakan dari ayat yang kita baca itu.
Jadi baca ayat mata, matanya langsung
baik. Baca ayat lisan, lisannya langsung
baik. Itulah sebabnya ini mau masuk
waktu asar kan nanti ada surat asar
surah 103 di situ nanti disebutkan iman
pasangannya amal saleh. Wal asr innal
insana lafi khusr
illalladzina amanu wa amilus shihat.
Nah, sekarang pertanyaan besarnya
sebagai seorang
perempuan, adakah bimbingan di dalam
Al-Qur'an yang mengantarkan seorang
perempuan itu menjadi bukan hanya baik,
tapi terbaik di hadapan Allah sebagai
penciptanya dan didorong untuk
membuktikan keimanannya kepada Allah
Subhanahu wa taala. Maka kita akan
temukan
tipe-tipe perempuan di dalam Al-Qur'an
yang dengan itu mudah-mudahan akhirnya
mengantarkan seluruh yang belajar di
siang hari ini, para perempuan muslimah
menjadi baik di hadapan Allah Subhanahu
wa taala. Amin. Baik, karena sudah
diaminkan kita akhiri kajian kita hari
ini. Baik, ini baru mukadimah ya, kita
belum mulai. Sekarang mari kita mulai
ya. Jadi saya kasih pembuka dulu supaya
mengerti apa yang mau dibahas hari ini.
Ee teman-teman saudariku keluarga
sekalian telah kita urai pertemuan yang
lalu tentang beberapa contoh dari
kehidupan istri-istri Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Hari ini saya coba
sedikit dulu bukan ingin melompat tapi
membangun kaidah yang kokoh dulu tentang
perempuan baru nanti kembali lagi kepada
istri-istri Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam.
Baik, saya minta izin untuk berdiri
supaya mudah nanti terlihat dan
berinteraksi. Sebelumnya saya minta maaf
saya duduk sedikit lebih tinggi dari
jemaah sekalian ini untuk sekedar
terlihat
saja.
Bismillah. Tipe perempuan dalam
Al-Qur'an ee saya tidak akan tanya
kelihatan apa belum karena sudah sering
ya.
Kelihatan, Bu? Kelihatan, Bu. Kelihatan.
Kelihatan. Bagus, Ibu. Belum saya tulis
sudah kelihatan,
Bu. Tipe perempuan dalam Al-Qur'an dan
sunah. Mudah-mudahan terlihat ya. Ada
layar juga.
Ee mohon maaf pada para laki-laki, pria
muslim silakan diikuti saja untuk
melihat kira-kira di rumah istrinya
masuk tipe yang
mana. Dalam Al-Qur'an dan
sunah. Dan sunah. Saya selalu singkat
dengan Aqsa. Al-Qur'an sunah solution
ini. Yuk
kita dasarnya dipelajari dulu ya. Saya
senang paham dibandingkan menghafal.
Kalau sudah paham itu mudah untuk
dikerjakan. Silakan fokus
sebentar. Pertama kita keluarkan dulu
perempuan-perempuan di dalam Al-Qur'an.
Tapi kita
buat standarnya dulu. Dari sudut apa,
dari sisi apa kita
mengenalnya. Sekarang dari sudut masa
dulu, waktu dulu.
Periodenya Al-Qur'an diturunkan pada
siapa?
Ya, Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Ya, standarnya di sini kita
tulis nabi dulu, Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Kita bagi
dua.
Pertama, perempuan yang ditampilkan di
dalam Al-Qur'an sebelum eranya Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Siapa sajakah tokoh-tokoh perempuan di
dalam Al-Qur'an yang disebutkan,
ditampilkan dan hidupnya sebelum masa
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam? Baik.
Nomor satu kira-kira siapa?
Ah, tidak usah dikira-kira kita langsung
tulis saja ya. Satu, Sayidah Hawa dulu
kan itu yang
duluan ya. Istrinya siapa? Nabi Adam.
Nabi Adam. Dari mana tahu bahwa Sayidah
Hawa itu isinya Nabi Adam?
Ya betul. Al-Qur'an di Quran surah ke-2
di ayat 35 misalnya.
Ini statusnya
istri Nabi
Adam
alaihissalam. Dah waqulna ya adamuskun
anta
wazaujukal jannah. Dan kami firmankan
dengan keagunganku Adam bawa istrimu
untuk meninggali tempat indah sementara
waktu jannah sebelum bertugas di bumi
sebagai khalifah. Jelas sampai sini?
satu, dua. Siapa
lagi? Ee sesuai periodenya dulu ya. Kita
urutkan pelan-pelan enggak apa-apa. Ini
tidak disebutkan namanya. Nama
disebutkan dalam riwayat nanti di
Qurannya hanya disebutkan pasangannya.
Tapi di situ menunjuk pada istri berarti
masuk pada kategori perempuan. Istri
Nabi
Nuh siapa namanya?
Ibu Nuh.
Betul, Ibu
Nuh. Ya terserah ibulah
main. Tolong panitia catat ya. Sekali
lagi. Ada yang begitu saya pulang
nih. Enggak apa-apa. Bagus.
Oke, gabungkanlah dengan yang ketiga.
Istri Nabi Luth
ya, Ibu ya
terserah ya. Ada yang menyebutnya yang
satu wailah, yang kedua wahilah ya. Tapi
itu riwayat. Nanti ada kaidah di dalam
tafsir, jika tidak disebutkan namanya
secara jelas dan lengkap. Ini
menunjukkan bahwa karakter, sifat, dan
keadaan yang berlaku pada perempuan itu
akan terjadi lagi di masa depan dengan
tokoh yang berbeda, dengan waktu yang
tidak sama. Tapi kalau disebutkan
namanya jelas dengan keturunannya, ini
menunjukkan peristiwa yang dialami oleh
tokoh itu hanya akan terjadi pada beliau
dan tidak akan pernah dialami oleh
siapapun yang hidup lagi di muka bumi.
Jelas? Nanti tolong catat betul. Untuk
itu tadi saya lambatkan uraiannya supaya
para ibu dan saudariku bisa memahami
kaidah ini. Nanti kita praktikkan
setelah kita urai satu-satu turunannya.
Nanti kita paham oh ini kenapa enggak
disebutkan namanya. Karena bukan untuk
dicari identitasnya, tapi dipelajari
karakternya, sifatnya, bahwa akan ada
potensi itu terjadi lagi di masa depan
dengan tokoh yang berbeda.
Jelas ini misalnya kita temukan gabungan
ini di Quran surah ke-66 At-Tahrim ya,
ayat
10.
Sudah
empat istri siapa lagi kurang lebih?
Ibrahim.
Nabi Ibrahim sezaman dengan Nabi Luth
Alaih Salam. Ada riwayat menyebutkan
Nabi Luth itu keponakannya Nabi Ibrahim.
Ada riwayat menyebutkan demikian. Karena
itu nanti ketika malaikat mengabarkan
Nabi Ibrahim akan punya keturunan dari
Sayidah Sarah Alaihissalam, maka setelah
itu dikabarkan akan pergi ke tempatnya
Luth untuk menghukum umatnya Luth yang
sudah meminta azab.
Jelas itu nanti di antaranya ditemukan
di Al-Qur'an surah
ke-51 Azzariyat dari ayat 29 30 untuk
istrinya ini 31-nya masuk ke Nabi
Luth-nya. Jadi satu masa boleh jadi
ditemukan dua
nabi ya. Istri Nabi Ibrahim ada berapa?
Kenapa pelan?
Yang satu Sayidah
Sarah
alaihissalam. Kedua siapa? Ya, saya
tuliskan lima lah supaya ketahuan
nomornya ya. Sayidah Hajar
ee Siti itu singkatan yang ada di
kita bahasa dasarnya
sayidah. Sayidah.
Sayidati nyonyak yang aku
hormati. Sayidi, sayid untuk laki-laki.
Mister tuan yang saya hormati. Cuma
orang Arab biasanya hanya menyingkat
yang laki-laki. Sayidi Sidi ya. Sidi
Bapak yang saya hormati. Tapi jarang
sayidati disingkat jadi Siti. Karena ada
makna lain dari Siti itu nenek
artinya.
Eh ya.
Ibrahim. Ini sayidah saya tuliskan
sayidahnya untuk memberikan penghormatan
ya. Hajar alaih
salam. Siapa
lagi? Ah, sebelum ke zamannya Maryam
alaihissalam itu anaknya Imran dan
Hannah alaihialam. Kita ke eranya Nabi
Musa dulu ya.
Asah. Sayidah
Asia
Asia binti
Muzahim.
Muzahim ini dalam riwayat sebutkan
istrinya siapa?
Firaun. Maaf ini saya kotaki
ya. Saya tutup supaya enggak lepas.
Kenapa dituliskan Firaunnya? Nanti untuk
menunjukkan hal pentingnya tuh. Saking
pentingnya ini suara mic pun berubah tuh
ya. Kalau sudah pas sudah tes bismillah
sudah pas jangan dirubah lagi ya. Kadang
sengaja saya dekatkan, saya jauhkan
untuk mengatur e volume suara
saja. Kemudian ada siapa lagi di era
ini?
Ibunya Nabi
Musa. Oh, enggak pakai.
Oh, ibunya Musa Alaih
Salam ya kan? Melahirkan, melepas ke
sungai Nil. Nanti ayatnya kita akan
temukan
ya. Ada siapa lagi?
Ya, saudarinya Musa Alaih Salam. Surah
Thaha nanti
ditemukan
saudarinya Musa Alaih Salam.
Ada siapa
lagi? Dua orang perempuan yang lagi
kesulitan mau ngambil air kemudian
ditolong oleh Musa Alaih Salam. Anaknya
siapa itu?
Anaknya siapa?
Ah, Nabi Syuaib Alaih Salam.
Betul.
Dua orang
perempuan anaknya Nabi Syuaib.
Nabi Syuaib Alaih Salam di
Madyan baru lewat Musa kemudian 10
siapa? Ah sebelum masuk ke
Maryam Maryam
terus siapa? Istri bangsawan
istri bangsawan Mesir. Betul. Imraatul
Aziz surat Yusuf. istri bangsawan
Mesir. Diisukan namanya Zulaikha. Itu
pernah dengar ya. Tapi saya kurang
sepakat dengan penamaan
itu. Bangsawan Mesir. Walaupun ada
riwayat
11. Ratu Balqis.
Betul. Kalau enggak ada hadiahnya cepat.
Ibu surat
Saba 12.
Istrinya Imran. Ibunya Maryam dulu.
Maryam lahir dari mana?
Kan ibunya
Maryam. Istrinya
Imran. Istri Imran alaih nanti ini ada
di Quran surah 3 Ali Imran di ayat
ke-35. Siapa lagi?
Istrinya Nabi Zakaria dulu ya. istri
Nabi Zakaria. Ibunya Nabi
Saleh. Ibunya Nabi Saleh. Ibunya Nabi
Saleh. Setelah itu
siapa? Baru Maryam.
Bu. Maryam
alaihissalam
alaihissalam. 15. Siapa lagi?
Sayidah Aisyah radhiallahu taala
anha.
Sayidah Aisyah radhiallahu taala
anha. Di surah Annur
nanti 16. Siapa
lagi? Sayidah Hafsah. Sayidah Khadijah
enggak disebut. Nanti ada dalam
hadis. Sayidah
Hafsah putrinya siapa?
Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu.
17. Siapa
lagi? Sayidah Zainab.
Di surat Al-Ahzab
nanti.
Zainab radhiallahu taala
anhu. Siapa lagi?
Fatimah. Enggak disebut, enggak usah
ngarang.
Ee ada seorang perempuan yang mengadukan
tentang suaminya. Ketika diadukan
langsung turun surah di ayat pembukanya
langsung mengarahkan Nabi menyelesaikan
kasusnya. Seorang perempuan pengadu
dalam bahasa Arab disebut
mujadilah. Peraduannya mujadalah. Boleh
diikuti dulu. Allahumma
Allahummayyiban
nafi'ah nafi'ah
yang di luar bergeser sedikit ya supaya
lebih nyaman ya maksudnya kalau ada
space dibagi supaya tidak banyak
kehujanan ikuti sedikit Allahumma
Allahumma hawalaina
hawaina wala alaina wala alaina
Allahumma Allahumma hawalaina hawina
wala alaina wala alaina Allahumma
Allahumma hawalaina hawalaina wala
alaina wala alaina nah itu minta peredak
hujan sedikit
18 sudah
sini 18 namanya.
Haulah binti eh Haulah istrinya.
Ts'abah.
Haulah.
Bismillahirrahman. Satu
lagi. Ah, istrinya Abu Lahab. Wah,
giliran istri Abu Lahab. Ibu hafal
ya.
Istri Abu Lahab.
Sudah enggak apa-apa. Fokus
ini. Sudah. Yuk, baca surat
Allahab. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
tabbat
yada abi
lahab ma
agnahu maaluhu wama
kasab sayasla
naaran data
lahab
wamraatuhu
hammalatal
khatab fi jidiha
[Musik]
Nanti saya kasih tahu di akhir aja ya
sanad riwayatnya. Nah, ini ada 19 kurang
lebih ya. Kurang lebih
19.
Sudah. Kalau Ibu
fokus sebetulnya ada bagian yang belum
kita ulas tapi sudah saya masukkan.
Masih ingat enggak? Tadi kan saya bagi
dua, sebelum era Nabi dengan saat Nabi
Muhammad. Nah, 19 ini kita bagi dua
karena disebutkan yang hidup di era Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Siapa
saja? Sayidah Aisyah satu, Sayidah
Hafsah dua, Zainab 3,
empat, Khaula lima, Istri Abu Lahab.
Jadi dari 19 ini kalau kita bagi dua,
lima yang disebutkan di era Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
14 yang disebutkan sebelum era Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Jelas sampai sini? Oke, pelan-pelan
dulu. Jadi kalau saya tanya begini. Di
dalam Al-Qur'an ada disebutkan
perempuan. Berapa jumlahnya? 19. 19.
Yang disebutkan sebelum kehidupan Nabi
Muhammad berapa orang? 14. 14. Yang
disebutkan di era kehidupan Nabi
Muhammad berapa orang? Lima. Lima. Jadi
totalnya berapa? 19. Nanti kita akan
temukan 19 tipe atau karakter perempuan
ditemukan dalam Al-Qur'an. Jelas? Baik.
Satu dulu.
19. Yang sudah menikah berapa
orang? Yang belum menikah berapa
orang? Yang sudah jadi ibu berapa
orang? Yuk, balik lagi ke
sini yang sudah menikah. Yuk, kita lihat
istri Nabi ee Nabi Adam satu
kan. Istri Nabi Nuh
dua, istri Nabi Luth tiga, istri Nabi
Ibrahim empat dan lima. Empat dan
lima.
Kemudian Asiah binti Muzahim sudah juga
enam. Kemudian ibunya Musa Alaih Salam.
Tujuh. Saudarinya Musa enggak disebut,
dua perempuan
enggak disebut. Ya, walaupun nanti satu
menikah dengan Nabi Musa Alaih Salam.
Kita sebut aja tujuh dulu. Selanjutnya
istri bangsawan Mesir
delapan. Ratu Bilqis tidak disebutkan
menikahnya ibunya Maryam jelas sudah
sembilan.
Kemudian istrinya
Imran
10, istrinya Nabi Zakaria
11. Cukup ada berapa? 11. Dari 19 ini
fokus dulu. Yang sudah menikah istri
sebelum kehidupan Nabi ada 11.
Sekarang yang ini, Sayidah Aisyah nikah,
Sayidah Hafsah menikah, Sayidah Zainab
menikah,
kemudian selanjutnya Khaula sudah,
kemudian istrinya Abu Lahab
lima-limanya plus 5. Jadi dari 19 yang
posisinya sebagai istri ada berapa? 16.
16.
Awas, ini kajiannya seperti ringan
padahal dalam ini. Nanti ibu belajar
yang sudah menikah jadi istri kira-kira
mirip siapa dari 16
ini? Nanti akan
ditemukan dari tipikal yang rajin taklim
sampai tipikal penggoda itu
ada. Saya serius. Nanti kita lihat nih
nanti solusinya apa. Ini kelihatannya
seperti biasa, tapi nanti kalau kita
keluarkan akan diketahui karakter yang
kembali pada diri perempuan
masing-masing. Selanjutnya yang sudah
menikah dan jadi
ibu berapa
orang? Ibunya kita akan bagi
dua.
Satu ibu mahram secara genetik.
G. Yang kedua, ibu dari anak yang
diadopsi.
A Sayidah Hawa punya anak? Punya. Kalau
tidak punya enggak ada kita sekarang.
Ya. Baik. Ini punya anak
satu. Nabi Nuh punya dua. Nabi Luth tahu
dari mana?
Ada
tiga. Tahunya dari mana? Karena ketika
nanti kaumnya ingin datang ke malaikat
itu, Nabi Luth menyodorkan anaknya kan
yang perempuan bukan istrinya, anaknya.
Ya. Selanjutnya Nabi Ibrahim, Sayidah
Sarah punya Ishak ya alaihissalam.
Kemudian Sayidah Hajar punya Ismail
Alaih Salam. Lima. Kemudian Asiah binti
Muzahim tidak kan? Tapi beliau punya
anak adopsi Nabi Musa Alaih Salam. Ini
satu, ini lima.
Teruskan. Nabi Musa Alaih Salam. Ibunya
ibu kan sudah jelas.
Enam. Saudarinya Musa tidak. Dua
perempuan tidak. Kemudian istri
bangsawan Mesir
tidak. Tapi punya anak adopsi. Siapa?
Yusuf Alaih Salam.
Kemudian Ratu Bilqis tidak, ibunya
Maryam punya, anaknya Maryam kan. Baik.
Jadi berapa
tadi? Tujuh ya?
Tujuh.
Kemudian selanjutnya Nabi Zakaria. Iya.
Punya anak saleh kan? Yahya ya. Anaknya
siapa? Yahya. Berarti Bu Ibu Zakaria
anaknya saleh. Delapan.
Maryam seorang ibu ya
sembilan.
Sembilan. Sayidah Aisyah Nabi punya
keturunan dari beliau? Tidak. Tidak.
Sayidah Hafsah? Tidak. Sayidah Zainab?
Teruskan.
Selanjutnya. Tidak disebutkan
keturunannya. Kemudian Abu
Lahab tidak disebutkan keturunannya.
Baik ya, kita turunkan saja. Berarti
yang ibu ini ada semil yang ibu adopsi
ada berapa dari anak angkatnya? Dua
dah. Istri 16, ibu ada
karakter. Oke. Yang terakhir yang single
yang belum menikah yang tidak disebutkan
pernikahannya.
Saudari Musa
satu, dua
perempuan. Kita masukkan salah satunya
ya. Jadi kita hitung
dua. Ratu Bilqis enggak disebutkan ya
kita masukkan
tiga.
Selanjutnya Maryam sudah. Sea sea ini
sudah berarti ada tiga yang single.
itu ada
tiga. Nah, pembahasan kita akan dibatasi
di sini saja. Perempuan sebagai seorang
anak, sebagai seorang
istri, sebagai seorang ibu. Nanti
turunannya jadi nenek dan seterusnya.
Tinggal ke atas dan ke bawah serta ke
samping sebagai seorang saudara. Oke,
jadi kita bikinkan seperti
ini ke atas ini
tengah-tengahnya. Di sini ada anak
misalnya sebagai
anak sudah naik sedikit ke sini jadi
istri, sedikit lagi jadi ibu, ke atas
lagi jadi apa? Nek. Nenek. Ke sini jadi
saudara atau saudari?
Ya, nanti ini akan jadi bagan untuk
mawaris, untuk warisan. Tapi ditariknya
dari sini nanti ya. Jadi di sini nanti
ada ke samping kanan, kiri, ke atas dan
ke bawah. Dah, yang kita bahas ini dulu.
1 2 3 karena ini inti
pokoknya. Sudah siap?
Ya, sekarang mari kita mulai.
Ini mukadimah kedua
barusan. Kalau mau mencatat silakan
enggak apa-apa. Nanti saya pun sudah
menulis nanti kita rangkum ya. Baik.
Nanti kita cocokkan kira-kira lengkap
mana rangkuman Ibu dengan yang punya
saya. Yuk kita mulai ya.
Bismillahirrahmanirrahim. Kita urutkan
dulu dari sini para ibu sekalian dan
para teman-teman yang ayah yang pria dan
sebagainya. kita bisa fokus. Kita mulai
dari bagian yang pertama dulu yang agak
banyak sebagai is istri dibagi dua. 11
sebelum kehidupan Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dan lima
setelah kehidupan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Yuk, kita
pelan-pelan. Satu dari Sayidah
Hawa. Apa tipe pertama yang kita bisa
pelajari dari Sayidah Hawa alaihissalam?
Para ibu sekalian salihah. Insyaallah
saudariku, nama Hawa seperti saya
sampaikan di awal tadi, tidak disebutkan
secara langsung dalam
Al-Qur'an. Tapi nanti keterangan riwayat
yang menafsirkan itu menyebutkan
namanya. Ditafsir ditemukan kata Hawa
berdasar riwayat. Tapi di Al-Qur'an
ditampilkan karakternya dan posisinya
saja. Nah, kembalikan ke rumus tadi.
Kalau disebutkan hanya posisinya,
karakternya, sifatnya, bukan nama
lengkapnya, artinya ada hal penting di
balik karakter dan sifat yang disebutkan
itu yang akan dialami oleh perempuan di
masa datang. Siapapun perempuannya dan
di manaun, kapanpia hidup. Paham sampai
sini? Baik. Kalau sudah paham kaidahnya,
kita keluarkan ayatnya. Quran surah ke-2
ayat 35. Ini ayat pertama yang
menyebutkan tentang sifat istri. Saya
ulangi ya, sifat
istri yang tertuang di dalam
Alqur'an yhamukillah.
Waqulna dan demi keagunganku.
Kalimat ini mungkin saya hadapkan pada
para suami ya, para pria bagaimana
memosisikan istri dan nanti apa yang
harus dibanggakan oleh istri sebagai
seorang perempuan dengan keagungan yang
Allah tampilkan ini.
Waalahat terjemah di situ diartikan dan
kami katakan.
Jelas di dalam bahasa Arab qulna itu
dari kata qala ketemu
nahnu.
Qala ketemu
nahnu disatukan ini jadi
qul ini diambil nanya-nya dipanjangkan
na.
Kalau menunjuk pada
makhluk laki-laki, perempuan, kita
manusia, maka nahnu itu na bentuknya
jamak, menunjuk
banyak. Tapi kalau ditunjukkan kepada
Allah ini bukan menunjukkan bentuk
bilangan banyak, tapi menunjuk makna
keagungan zat Allah untuk menunjuk pada
kejadian atau keterangan yang sangat
agung dan istimewa. Bahasa Arabnya
takzimun
nafsi menghadirkan keagungan Allah untuk
menunjukkan informasi atau peristiwa
yang sangat istimewa yang beda dengan
peristiwa
biasa. Contoh inna pendek ketemu nahnu.
Inna artinya peristiwanya
istimewa, informasinya istimewa. Ketika
Al-Qur'an turun malamnya disebut malam
apa? Malam Al-Qadar. Jangan pakai lailah
lagi ya. Lailatul lailah itu malam ya.
Lail itu malam. Kalau pakai ta di
ujungnya ada istimewa di malam itu. Jadi
ada lail saja ada lailah. Kalau lail
saja artinya malam. Jamaknya layali.
Allail malam. Layali malam bentuknya
jamak 2 malam 3 malam. 4 malam ya. Lela,
lili lala itu turunannya ibu. Leli, ibu
malam-malam.
Kalau ada yang istimewa di satu malam,
maka tambahkan ta di ujungnya dari lail
jadi
lailah. Jelas? Inna anzalnahu fi lailah.
Kenapa pakai ta lailah? Karena ada yang
istimewa di malam itu, enggak sama
dengan yang lainnya. Itulah sebabnya
kenapa menggunakan bentuk panjang na
menerjemahkannya begini. Tanamkan pada
hatimu yang paling dalam. Aku tegaskan
dengan keagunganku ada yang istimewa di
malam ini yang tak sama dengan malam
lainnya yang kalau engkau ibadah di
malam itu nilainya lebih dari 1000
bulan. Nah, dengan cara yang sama
perhatikan kalimatnya. Wa dengan
keagunganku aku perintahkan dengan
keagunganku ini pada sesuatu yang
istimewa untuk Adam. Siapa yang istimewa
itu? Ya Adamuskun anta
waujuka. Adam ajak istrimu. Jadi
satu-satunya kitab suci di muka bumi
yang mengangkat derajat seorang istri
sebagai yang istimewa di hadapan Allah
itu cuma
Al-Qur'an. Jadi maksud saya ketika
ibu Anda perempuan menjadi seorang istri
itu bukan sekedar menikah begitu saja.
Tidak. Itu istimewa di hadapan Allah.
itu mahal,
Bu. Karena itu kalimat akadnya mesti
menggunakan lafaz
Allah. Itu pakai lafaz Allah itu
kalimatnya itu dihalalkan dengan kalimat
Allah, digauli dengan kalimat
Allah. Karena itu enggak main-main.
Ketika kemudian mengambil peran sebagai
seorang istri, menikah menjadi seorang
istri, itu derajatnya
naik dan istimewa.
Nah, cuma problemnya adalah masalahnya
apakah setiap orang yang memiliki
keistimewaan itu menggunakan
keistimewaannya dengan baik, benar atau
tidak? Saya tanya gini, kalau ada
seseorang diangkat jadi pejabat,
istimewa enggak? Istimewa, tapi dia
menggunakan jabatannya untuk korupsi.
Istimewa tidak? Tidak. Tidak. Nah,
perempuan ketika menikah jadi istri
diangkat derajatnya istimewa. Tapi kalau
tidak digunakan pada yang baik,
keistimewaan itu jatuh keistimewaannya
di hadapan
Allah. Untuk itulah nanti kalimat
pertamanya supaya menjaga keistimewaan
itu satu.
Waamuskun anta wa zaujukal jannah.
Kalimat pertama keistimewaannya diwakili
dengan kata zauj.
Tahu artinya zauj?
Hm.
Istri. Baik. Apa itu istri?
Zauj. Zauj
itu itu kalau bahasa kerennya lintas
gender. Tidak ada nyebut laki-laki atau
perempuan. Zauj itu asalnya pasangan
yang saling
melengkapi. Asalnya kalau ingin
dibedakan laki-lakinya zauj,
perempuannya tinggal pakai ta
zaujah. Kalau ada zaujah itu baru
menunjuk kepada perempuannya. Zaujati
istriku, pasanganku yang melengkapi
hidupku. Tinggal tambah ta. Muslim
laki-laki
perempuannya muslimah.
Mukmin laki-laki,
perempuannya mukminah. Soim laki-laki
perempuannya. Ah,
dapat
pasangan yang
saling
menyempurnakan
ya. Nah, pelan-pelan dulu ya.
Pelan-pelan sebentar.
Ibu lihat sini. Nah, teman-teman bisa
dilihat ya, Saudariku lihat ini tangan
apa? Ibu enggak usah dadah cuma
nunjukkan tangan
apa. Tangan kanan ya. Yang ini tangan
kiri. Baik. Jumlah jarinya kanan kiri
sama enggak? Sama. Sama ya. Ukurannya
sama enggak sama? Oke. Baik ya.
Normalnya standarnya sama ya. Baik.
Sekarang pelan-pelan.
kanan dan kiri walaupun terlihat sama
jumlah keadaannya, fungsinya sama
enggak? Tidak.
Baik. Kanan dengan kiri saling
melengkapi tidak? Berarti ini
pasangannya disebut zauj
namanya. Jelas? Nah, orang Arab itu
kalau menyebut misalnya tangan ada yaada
ya zauj. Tangan saya dua saling
melengkapi. Kaki
kanan, kaki
kiri. Secara bentuk sama enggak sama?
Baik, mohon maaf jumlah jarinya sama.
Sama. Sama. Fungsinya sama sama. Tapi
walaupun fungsinya sama menopang tubuh,
dua-duanya punya perbedaan kan yang khas
kan. Buktinya apa? Sendalnya kan enggak
sama ya. kanan dan kiri beda kan? Coba
Ibu pakai kiri di kanan, kanan di kiri.
Baik. Dan yang paling utama dia harus
saling melengkapi. Kan melengkapi itu
kan enggak harus sama-sama. Dia tahu
fungsinya. Ketika yang kanan ke depan,
yang kiri harus di belakang. Ketika yang
kiri ke depan, yang kanan harus di
belakang. Kalau dipaksakan susah.
Jelas. Tapi poinnya adalah melengkapi
artinya ada yang tidak
sama. Melengkapi artinya ada yang kurang
lengkap. Jadi ketika seseorang kemudian
menyatu dalam hubungan suami dan
istri masing-masing membawa
kelengkapan sekaligus kekuangan.
Jadi ketika dipasangkan dengan
pasangannya yang pria dengan yang
perempuan sesungguhnya bukan sekedar
menyatukan dengan kata-kata yang disebut
nikah bukan. Nah inilah yang disebut
dengan jodoh yang sejati. Kekurangan
yang di pihak pria dilengkapilah oleh
kelebihan kelengkapan yang ada di pihak
perempuan
ini. Jadi yang diistimewakan di
perempuan itu apa? yang diistimewakannya
adalah keistimewaan yang dia bawa untuk
melengkapi kekurangan yang ada pada
pasangannya. Itu yang
pertama. Nah, karena yang ditampilkan
kelebihannya di Quran bukan
kekurangannya. Yang dibawa apa? Yang
dibawa ke rumah tangga kalau sudah
menikah ya gali kelengkapan itu bukan
menggali kekurangannya.
J kalau rumah tangga menggali kekurangan
pasangannya, itu pasti akan menuju
kegagalan. Karena ketika disatukan oleh
Allah itu yang diangkat itu
kelebihannya, bukan kekurangannya.
Bu, nih saya kasih gambaran nih sesuatu
yang sangat penting. Demi ini saking
pentingnya insyaallah saya berkorban
agak banyak nih ya. Saya jelaskan
sendiri, saya tulis sendiri, saya hapus
sendiri. Ini pengorbanan yang tidak
mudah
ini. Demi ibulah saya lakukan
ini. Tapi sebelah sini
saja. Mana Kang
Da?
Alhamdulillah. Saya mau cek
sebentar sebelah sana. Kalau kalau saya
menulis di sini
kelihatan kalau saya menulis
tidak. Tapi ini kelihatan samping kiri
kanan. Baik, langsung ke sana aja
lihatnya ya. Lihat sini. Ini saya
kotaki. Ya
sudah. Anggap saya hanya
akan membuat di sini
saja. Saya batasi segini saja. Baik, ya.
Sekarang lihat
baik-baik. Saya kasih bulatan di
sini
ya. Apa yang kelihatan?
Titik. Titik. Apa warnanya? Hah? Saya
ulangi sebelah sini. Apa yang kelihatan?
Titik. Apa warnanya? Hitam. Apa yang
kelihatan?
Warnanya apa? Saya ulangi sebelah sini.
Apa yang kelihatan? Putih. Warnanya apa?
Hitam. Masalahnya
itu ketika menikah yang dilihat titik
hitamnya saja. Yang putih banyak enggak
pernah diungkap.
Jadi kalau Anda menikah hanya untuk
mencari titik hitam, itu pasti
mengantarkan pada pertengkaran dan tak
pernah
selesai. Enggak mungkin orang itu
menjadi istri, menjadi suami kalau tidak
disatukan oleh kebahagiaan awal dan
setitik-titiknya itu pasti ada yang
putihnya. Bu,
betul. Iya. Hm.
Jadi deklarasi pertama Quran menjadi
seorang istri itu istimewa. Kapan
keistimewaan itu bisa dirasakan? Ketika
selalu menggali kelebihan apa yang bisa
ditemukan untuk menutupi kekurangan pada
pasangannya. Jadi kalau ibu menemukan
kekurangan pada suami, ibu mesti
bahagia. Jangan menggali
kekurangannya. Kenapa? Ketika ditemukan
kekurangan itu karena Allah tunjukkan
justru dengan kekurangan itu
ditetapkanlah ibu sebagai istri untuk
menunjukkan kelebihan
ibu.
Ya, cuman satu makhluk yang diciptakan
oleh Allah yang tidak punya cela
kesalahan namanya
malaikat. Quran surah 66 ayat 6. Laa
ya'unlaha maa amarahum waaf'aluna ma
yummar. Malaikat tidak pernah salah dan
selalu menunaikan tugas sesuai dengan
tupoksinya, tugas pokok untuk
dilakukannya. Jadi kalau ibu merasa
ingin menikah dengan laki-laki yang
tidak pernah punya salah, silakan cari
kandidat di kalangan malaikat.
Saya kasih tahu dari sekarang ya,
malaikat izrail tuh belum punya
pasangan. Ah,
sebaliknya satu-satunya makhluk yang
tidak kenal baik dan selalu kenal salah,
dia tidak tahu saleh, dia selalu kenal
salah, itu
setan. Karena itu malaikat disebutkan 88
kali dalam Al-Qur'an. Setan pun
disebutkan 88 kali.
Malaikat suami ibu bukan
malaikat juga
bukan ibu ngelihatnya gitu bangs
bukan malaikat bukan jugaat artinya
ketika dia di tengah dan disebut zauj
dia punya kelebihan tapi ibu harus sadar
dia pun pasti punya
kekurangan nah iman itulah yang
mengantarkan seorang istri untuk selalu
selalu melihat yang putihnya dibanding
melihat yang titiknya. Maka turunlah
Quran surah keempat. Suratnya itu surah
perempuan ketika menjadi istri. An-Nisa
ayat
19. Quran surah 4 ayat
19. Ini yang masih basic kita ya. Ya
ayyuhalladzina amanu. Hai para pasutri,
pasangan, suami istri yang masih merasa
punya iman.
Lailluakumisaha. Bagi yang suami, ketika
engkau telah menjadi suami, punya
pasanganmu, ada istrimu, jangan wariskan
sifat kurang baikmu,
kekuranganmu, diwariskan kepada
pasanganmu. Ini informasi penting bagi
para istri. Setelah menikah itu tidak
seideal laki-laki itu kelihatan seperti
sebelum menikah.
Sebelum akad itu yang paling ganteng itu
ya suami ibu
calonnya. Yang paling tegap itu suami
Anda.
Oke. Anda boleh cinta pada fisiknya,
gantengnya, tegapnya, kantongnya
silakan. Tapi setelah menikah itu bisa
berubah. Ibu akan temukan mungkin
karakter yang sebelumnya tidak didapati
dan boleh jadi dinilai hal yang kurang
menyenangkan. Caranya bagaimana? Ketika
ditemukan itu, berbahagialah karena
fungsi Anda sebagai istri sedang
ditampilkan dalam Al-Qur'an. Oh,
ini saya dipasangkan dengan si AT yang
suka nyimpan pakaian kotor
sembarangan karena saya yang biasa gesit
untuk
menempatkannya.
Itu makanya di ujungnya lihat ayatnya.
Fain
kariumunna. Jika engkau enggak suka
dengan sikapnya jangan marah dulu.
Boleh jadi engkau enggak suka dengan
sikapnya, tapi di balik itu ada kebaikan
yang sedang Allah tampilkan. Di antara
kebaikan itu apa? Salah satunya
mengungkap keistimewaan karakter seorang
istri sampai titik mana dia bisa
bertahan.
Sekarang
pertanyaannya, suami yang seperti apa
yang ditampilkan dalam Al-Qur'an yang
kira-kira punya banyak masalah sehingga
kelihatan keistimewaan istri itu seperti
apa dan bagaimana itu ditampilkan dalam
kehidupan. Maka ditampilkanlah
sosok-sosok suami yang dari situ maaf
kelihatan banyak sekali mengalami
persoalan dan itulah nanti para istri
akan menghadapi itu dalam kehidupan
rumah tangganya.
langsung
satu. Mau yang baik dulu atau mau yang
kurang baik dulu?
Yang baik dulu
ya. Suami baik tapi
sibuk. Baik tapi apa? Sibuk.
Nabi Ibrahim Alaih
Salam. Ya,
pelan-pelan.
Sudah. Beliau nabi
bukan rasul bukan.
Saya ulangi supaya pemahamannya sama.
Nabi bukan.
Amin. Rasul bukan Rasul seorang suami
punya tugas mencari nafkah? Punya. Ya,
perhatikan baik-baik. Nabi Rasul punya
tugas mencari nafkah, bekerja membawa
risalah. Saking sibuknya bukan hanya
lokal pekerjaannya. Kadang-kadang beliau
menyeberang dari Irak menyeberang sampai
ke Makkah, sampai ke Palestina dan
seterusnya.
Nah, karena kesibukannya ini, tapi
poinnya satu dulu. Kesibukannya
diarahkan kepada yang baik menurut
ketentuan Allah. Perhatikan baik-baik.
Saya ulangi
ya. Kebaikannya diarahkan melalui
kesibukan yang diridai oleh Allah. Jadi,
definisi baik itu baik tapi sibuk.
Baiknya itu baik yang disenangi Allah.
Karena nanti ada yang menurut manusia
baik, menurut Allah belum tentu baik.
Oke, pelan-pelan ya,
pelan-pelan. Dari kesibukan ini
menjadikan jangankan terhadap istrinya,
anaknya pun baru lahir itu sudah harus
berpisah
dulu. Baru lahir,
Bu. Ditunggu
lama. Sayidah Hajar lahiran, lahir
Ismail.
Baru lahir turun
perintah, bawa anak dan
istrimu ke satu tempat tapi tempatnya
itu gersang, tandus, tidak ada sumber
air, bebatuan saja, bebukitan, dan harus
ditinggal di situ tanpa ada yang
menemani. Hanya ibu dan anaknya yang
masih merah
saja. Itu ada di Quran surah ke-14
dengan namanya Ibrahim ayat ke-37.
Quran surah 14 ayat
37.
Pelan-pelan. Rbana inni
askantu minurnati biwin
giri baitikal muharam.
Ya Allah, di tempat inilah aku
mesti memenuhi perintahmu untuk
meninggalkan istri dan anakku yang baru
lahir. Tempatnya
tandus,
bebukitan, tidak ada komunitas, enggak
ada
masyarakatnya. Pelan-pelan ya. Saya mau
tanya pada Ibu. Kalau ibu punya
suami, tiba-tiba baru lahiran, masih
merah bayinya, terus bilang gini, "Mah,
aku ada tugas Mama tinggal dulu ya di
tempat ini." Ditinggalkan Ibu di tempat
lapangan yang kosong enggak ada airnya
disuruh tinggal di situ. Nanti nunggu
lagi saya pulang, ya. Kira-kira
gimana?
Parah. Oke, pelan-pelan. Nah, marah. Oh,
nah. Keluar aslinya tuh. Ini
aslinya. Lihat-lihat
sini.
Perhatikan. Pernah enggak Ibu dengar
Sayidah Hajar waktu itu marah? Pernah
enggak? Protes bikin status? Enggak.
Enggak ada
kan? Beliau cuma konfirmasi begini dalam
riwayat ahadza min amrillah. Apakah ini
perintah
Allah? Ketika mengkonfirmasi itu
perintah Allah, sudah kalau ini perintah
Allah pasti enggak akan pernah
menyia-nyiakan aku dan anak kita. Ini
enggak mungkin Allah tetapkan kecuali
sudah dipersiapkan segala bentuk
kebutuhan untuk mengalami kehidupan
rumah
tangganya. Oke, ambil ya. Ini saya ambil
yang paling tinggi. Ambil contoh
daripada
ini ya. Jangan jangan ngambil yang ustaz
lah
ya. Ada enggak yang maaf ya istrinya
seorang
tentara yang harus
bertugas ke medan juang.
itu baju
seragam kalau sudah
dikenakan namanya sedang ribat membela
negara ribat itu masuk kategori jihad
fisabilillah kalau meninggal itu
syahid kalau saat bertugas itu dikenakan
seragamnya dia masih menjaga salat dia
berzikir kepada Allah itu jaminannya
dalam hadis sahih bahkan jasadnya tidak
dimakan oleh
tanah dan nilainya dalam sehari lebih
baik dibandingkan kan salat malam dalam
sebulan dan puasa sunah dalam sebulan
saking diistimewakannya oleh Al-Qur'an.
Jadi, berbahagialah kalau ada di sini
misalnya istri dari seorang tentara, dia
muslim, dia bertugas, ibu wasiatkan
menjaga salat, dia zikir kepada Allah
dalam tugasnya, itu posisinya sedang
ribat. Tiba-tiba menjelang persalinan
dia mesti
bertugas dan belum tahu kapan pulangnya.
Pertanyaan saya sedih enggak?
Saya ulangi. Sedih enggak? Sedih.
Nah,
sekarang dari kasus yang semacam ini,
Al-Qur'an bagaimana mengajarkan menjadi
seorang istri yang kuat ketika
dihadapkan pada kesibukan seorang suami,
tapi tugasnya dibenarkan oleh Allah
bahkan
istimewa. Apa yang harus
dilakukan? Nah, yang semacam ini mahal
karena pasti akan dilalui dalam
kehidupan. Makanya ketika disampaikan di
Quran enggak disebut
hajarnya, enggak disebut namanya. Kenapa
cuma diisyaratkan kejadiannya? Karena
nanti esok akan ada lagi yang seperti
itu. Walaupun tidak sampai pada derajat
yang sama. Kalau ini lebih di atasnya
kita belum
apa-apa
ya. Apa dipikir suami ibu dengan saya
misalnya, suami dari istri
saya, bagaimana kadar
sibuknya? Itu enggak mudah.
enggak
mudah. Nah, apa yang harus kemudian
kalau ada seorang istri dalam posisi
ini, apa yang harus dilakukan untuk
menata dirinya sehingga mendapatkan
kekuatan karakter seperti Sayidah Hajar
pernah mendapatinya?
Satu, kenali dulu profesi suami
itu yang membawa kebaikan yang dicintai
Allah
itu. Saya ulangi ya. Kenali dulu profesi
suami itu yang membawa kebaikan yang
dicintai Allah. Jadi kalau ibu misalnya
punya suami, jarang pulang, jarang
nengok dan sebagainya, coba lihat
profesinya apa, kegiatannya
apa, baiknya itu baik menurut Allah atau
baik menurut
manusia? Itu
dulu ya. Kan ada yang pulang juga dianya
sehat, baik ya, tapi dua kali puasa, dua
kali lebaran enggak pulang-pulang gitu
kan. Abang Thayib ya kasih kabar dah
pelajari dulu. Pahami profesi
suami.
Contoh saya masukkan di sini misalnya
ini ada ustaz ustaz yang betulan
ya. Sudah
pelan-pelan saya sharing
sedikit. Sharing
[Musik]
sedikit sebelum berangkat tugas.
Biasanya saya
cerita, "Bun, ini Buya ada tugas, Allah
yang kasih
tugasnya. Kalau sudah ditugaskan, pasti
semua yang diperlukan itu pasti akan
diberikan. Pasti Allah akan jaga, pasti
Allah akan berikan kekuatan pada
anak-anak dan sebagainya. Jadi, jangan
khawatir dari semua yang diterangkan
ini, istri menjelaskan kembali kepada
anak-anak. Jadi kalau saya berangkat,
ibunya menjelaskan kepada
anak-anaknya, Buya lagi
mengajar untuk menyampaikan perintah
dari Allah supaya Allah senang. Nanti
kalau Allah senang, ah, Kakak nanti
diberi hadiah. Hidup kita nyaman,
dimudahkan oleh
Allah. Ketika semuanya sudah terjalin
dengan baik, pemahamannya sudah baik,
maka perhatikan baik-baik.
Kepergian suami itu bukan menjadi
kepergian yang harus dilepas, tapi
kebanggaan yang disyukuri di hadapan
Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih
ya Allah, Kau mengirimkan kepadaku
pasangan yang kau tugaskan tidak seperti
juga tugas-tugas yang Kau berikan pada
yang
lainnya. Suaminya tentara. Pelajari Bu
kemuliaannya.
suaminya
polisi, suaminya
dosen di kampus kadang ada tugas ke luar
negeri, suaminya dokter, kadang harus
diketuk, tidak mengenal waktu.
Nah, pelajari kemuliaannya, lihat
ayatnya, lihat hadisnya. Sehingga ketika
dia berangkat itu bukan melepas
kepergian fisiknya, tapi membanggakan
kemuliaan yang Allah lekatkan pada
dirinya dan membangun keyakinan kalau
sudah dia berangkat karena Allah, pasti
aku pun dan anak-anak akan dijaga di
rumah. Itu yang dilakukan oleh Hajar
alaih
salam. Ismail nangis, Bu.
perlu air. Maaf asinya enggak
keluar. Tapi apa yang terjadi? Beliau
simpan anaknya. Ini mumpung mau musim
haji ya sekarang ya. Perhatikan
baik-baik. Disimpan
anaknya. Beliau yang berangkat cari air
naik ke atas bukit. Bukitnya disebut
apa? Pertanyaan saya bukan itu.
Pertanyaannya apa artinya safa?
Bersih. Apa artinya bersih?
Safa itu kursinya kursi Safa
bersih. Pelan-pelan lihat sini. Safa.
Bukit ini dinamai Safa sejak dulu atau
sejak peristiwa yang dialami Sayidah
Hajar
itu. Oke. Dari Safa menuju mana? Marwah.
Apa artinya
Marwah? Marwah puncak kesuksesan
kebaikan. keinginan yang sangat
diharapkan itu
marwah. Saya jaga marwahku, kebanggaan,
kesuksesanku. Puncak kesuksesan yang
ingin diraih, dirasakan itu marwah
namanya. Yang menarik itu safa. Apa itu
safa?
Safa itu hasil yang didapatkan dari
proses yang disebut dengan tasfiah.
Namanya
tasfiah.
Tasfiah. Sao yusoffi
tasfiatan. Apa itu tasfiah? Tasfiah itu
asalnya
menyaring campuran disaring sehingga
dari saringan itu keluarlah yang
baik-baiknya saja, yang bersihnya.
Misal saya ingin menyaring air ini di
filter sehingga kotorannya ada di atas
yang bersihnya jernihnya ke bawah. Itu
prosesnya disebut dengan
tasfiah. Hasilnya disebut dengan safa
namanya. Kalau melekat pada orang
disebut dengan
sofi. Perempuannya Sofya.
Sofia itu seorang sosok yang selalu
menyaring segala yang ia rasakan dan
membalas dengan kebaikan yang mampu ia
persembahkan. Ada orang marah, saring
dulu. Jangan dibalas dengan yang kurang
baik dulu. Lalu keluar hal-hal yang
lebih baik dari apa yang diungkapkan
orang. Itulah
Sofia. Sifatnya sufi namanya. Jelas. J
kalau ada seorang namanya Sofya cerewet
marah terus ya.
Anda boleh ingatkan, eh jeng Sofia loh,
gitu.
Hah? Lihat sini. Kenapa bukitnya disebut
Safa? Karena beliau ketika akan naik ke
atas mencari itu menyaring semua
emosinya, pikiran-pikiran yang enggak
baiknya. Coba Bu, Ibu bayangkan.
Kebayang enggak? Belum. Kan? Belum saya
kasih tahu. Kan?
Ibu jadi seorang ibu baru melahirkan
anak, anak masih merah ditinggal suami,
anak haus terus enggak ada air, ibu
mesti nyari. Kira-kira di pikiran ibu
itu tenang atau kalut? Kalut. Kalut
pasti. Nah, atuh abdi teh dikantunkeun
diak misal gitu kan kalau biar bisa
beliau bisa bahasa Sunda kan begitu
mungkin kan. Ya Allah, kenapa mesti
saya? Kenapa mesti begini? itu semua
pikiran disaring oleh beliau ya
dihilangkan itu keluarnya yang baik-baik
saja. Enggak mungkin saya diperintahkan
di sini karena Allah kalau bukan Allah
menyiapkan segala kebutuhannya. Enggak
mungkin suamiku berangkat meninggalkan
aku begitu saja kalau bukan tugas yang
disukai oleh Allah. Enggak mungkin aku
dan anak-anakku akan diabaikan begitu
saja kalau semua ini bersumber dari
Allah. itu dihilangkan semua pikiran
yang tidak baiknya, perasaan emosi yang
tidak nyamannya. Ditepikan itu, disaring
itu sehingga diangkat derajatnya naik ke
atas bukit. Diberi namaalah bukitnya
dengan
Safa. Kalau ibu mengalami keadaan di
rumah tangga sebagai istri, suaminya
sibuk tapi tugasnya mulia, manfaatnya
bagi orang banyak, patut disadari pasti
gejolak itu ada.
Bu, suami saya kenapa sih sibuk
banget? Ya, Mah. Kenapa sih ayah itu
sibuk amat? Si Ahmad aja enggak sibuk
gitu misalnya itu ada. Nah, maka
memunculkannya bagaimana? Belajar ke
sini. Ah, kalau itu sudah tugas yang
Allah sudah berikan, pasti ada kemuliaan
yang tersimpan yang belum aku raih. Ya,
kalau itu sudah ditampilkan,
ditampilkan, maka nanti ada Safa tinggal
mengejar
marwah turun
kan. Pelajaran Safa menjadi marwah itu
ngambil sesuatu itu enggak mudah, Bu.
Kadang di atas turun lagi berubah lagi
perasaan ya. Tapi ketika melihat
peluang, kejar jalan sampai ke atas
Fatam Morgana.
Dengar-dengar suami mau pulang pekan
depan. Begitu mau kemudian dijemput
disiapkan, eh enggak jadi
pulang. Sudah mau jemput di bandara,
schedul-nya
berubah. Pernah begitu apa yang terjadi
kemudian? Bolakbalik, bolak-balik.
Ternyata Allah kirimkan pelipur lara itu
bukan pada suami yang sedang bertugas,
tapi dikirimkan pada orang terdekat yang
hadir di sekitarannya. Kalau seorang
istri dengan tugas suami demikian selalu
berprasangka baik, maka Allah akan hijab
kegelisahannya dan diberikan kebahagiaan
pada orang-orang terdekat yang hadir di
sampingnya. Maka Hajar yang bolak-balik,
Nabi Ismail yang merengek, kakinya
menendang. Anak kalau mau asih kan
tangan kakinya bergerak kan? Ya kan?
Pertanyaan saya, kenapa waktu naik ke
sofa airnya belum keluar?
Tapi ketika bolak-balik sampai tujuh
kali, Marwah Safa, Marwah Safa, Marwah
Safa, Safa, Marwah berhenti, airnya
enggak keluar. Balik ke Ismail pada
keadaan yang ketujuh, des tendangan
keluar. Maaf, airnya
memancar. Kata ibunya, lihat. Zam. Zam.
Zam. Zam. Apa
artinya? Bukan. Apa
artinya? Bukan. Enggak usah
maksa. R
juta. Saya
serius ya, Ibu. Apa artinya Bu? Ya,
bukan 2
juta ya. Bukan
ya kumpul
bukan ya?
Jangan berhenti. Kumpul jangan berhenti.
Melimpah tidak berhenti. Jangan
berhenti. Oh, jangan berhenti. Boleh 2
juta ya. Tolong dilihat ya sebelah kiri
ya. Lihat sini. Zam kumpul jangan
berhenti. Zam kumpul jangan berhenti.
Zam kumpul jangan berhenti. Kelak itu
akan dikenal dengan nama sumur zamzam.
Air zamzam artinya yang keberkahannya
selalu mengalir tanpa pernah
berhenti. Kalau istri selalu mengolah
perasaannya untuk menghadirkan yang
positif, menghilangkan kegelisahan
sepanjang dipastikan suaminya betul
mengerjakan yang baik, maka Allah akan
hijab kegelisahannya, dihadapkan
kesenangan pada yang terdekat di
keluarganya dan dikumpulkan kebaikan
tanpa pernah
berhenti. Paham sampai sini? Tapi yang
harus Ibu pastikan suaminya betul-betul
baik ini walaupun dia sibuk
ini. Karena ada yang baik, maaf, ada
yang sibuk tapi tidak
baik. Firaun sibuk tidak sibuk? Sibuk.
Baik tidak? Tidak.
Tidak. Nah, kalau yang menemukan begitu
bagaimana? Yuk, mulai. Firaun nama
aslinya
siapa? 5
juta.
Serius?
Bukan umrah. Umrah bintang lima ya.
Waktu habis.
Dah. Ah, waktunya sudah
habis. Sudah. Ayo. Coba yang angkat
tangan siapa
ya? Eh, lihat Google. Klik.
Udah,
udah, udah habis waktunya. Sudah,
Bu. Gini, fokus ibu berubah. Kan tadi
saya sampaikan kalau tidak disebutkan
nama
aslinya maka yang dimaksud bukan
menunjuk pada keadaan
namanya tapi karakter sifat keadaan yang
melekat pada sosok itu yang kelak akan
dialami lagi oleh orang-orang di masa
depan. Firaun itu dari kata Farao
artinya seorang pemimpin pejabat. Di
masa itu ada istri suaminya
pejabat. Ini pimpinan tertinggi Firaun
dari kata Fara, istri
pejabat. Nah, istri pejabatnya ada
dua. Ada istri perdana
menteri yang ada nama yang diisukan
namanya Zulaikha itu Wamraatul Aziz,
istrinya pembesar di zaman Nabi Yusuf
Alaih Salam. Ada istrinya Firaun.
Asiah binti Muzahim itu ya
kan?
Dah saya simpan pejabat yang baik dulu.
Ada enggak pejabat yang tidak baik?
Ee ini saya disclaimer dulu ya. Ini saya
sedang bahas Firaun nih, bukan bahas
yang
lain. Jangan dikait-kaitkan dulu nih.
Baik
ya. Kita simpan dulu ruangnya. Ada
kegiatan. Intinya kita ambil kegiatannya
karena di masa itu semuanya itu jadi
enggak baik. Yang di kedudukan Firaun
enggak baik. Yang crazy ris-nya itu juga
Qarun enggak baik
juga. Ada intelektualnya, ilmuwan juga
ya. Haman itu kan ilmuan, enggak baik
juga. Yang paling menarik, ada kedudukan
yang mengantarkan pada karir suami
keadaannya menjadi enggak
baik. Dan di saat itu Anda jadi
istrinya.
Gimana kurang
lebih gambarannya ginilah, Bu lah. Kalau
Ibu jadi istri pejabat tapi kegiatan
pejabatnya enggak baik, kira-kira Ibu
bagaimana? Saya pisah aja. W enggak bisa
begitu. Entar
dulu, entar dulu. Pelan-pelan,
pelan-pelan. Karena pejabat yang baik
juga ada. Nabi Yusuf pejabat bukan? Iya.
Pejabat. Menteri koordinator bidang
pangan Nabi Yusuf.
Nabi Sulaiman pejabat bukan pejabat raja
tertinggi ya kan. Tapi di sini ada
kondisi kita bukan bahas jabatannya
nanti. Kita yang akan kita bahas adalah
bila ada sikap dan sifat suami yang
tidak ideal apapun
itu yang terdampak dari pekerjaannya
itu. Jadi ternyata banyak sikap suami
itu bisa berubah karena lingkungan dan
pekerjaan yang dia lalui. Maksudnya
itu. Waktu awal nikah
biasa, waktu sepedaan bisa barengan,
motoran bisa
bersama, kan. Tapi ketika diangkat jadi
manajer, direktur bersama juga, cuma
bersama orang lain misalnya
kan. Jangan langsung dibayangkan yang
aneh-aneh dulu sama temannya sibuk sama
macam-macamnya. Nah, berubah
dia dan sikapnya menjadi enggak baik.
Jarang
nyapa, cuek.
berubah jadi galak
gitu. Pertanyaan saya, kira-kira kalau
Ibu menemukan perubahan karakter suami
seperti itu, apa yang harus Ibu
tampilkan?
Masa bisa
aja. Ai akang teh kunaon gitu
kan? Lihat sini. Maka Quran menampilkan
yang paling ekstrem Firaun
langsung yang hobinya bunuh orang.
pelan-pelan hobinya bunuh orang. Baru
lahir sudah
dibunuh. Quran surah ke-2 ayat 49.
Yudabbihuna abnaakum. Karena merasa ada
bisikan yang tidak bagus. Nah, ini ada
bisikan. Seringki yang punya jabatan tuh
berubah menjadi kurang baik bukan karena
orangnya, karena bisikan
sekitarannya. Maka apa yang terjadi?
Nanti akan ada bayi lahir diprediksi
setelah dewasa itu akan mengganggu
tahtanya Firaun. Maka keluar dekretnya.
Dampingi setiap ibu yang mengandung oleh
dua algo intelijen satu
eksekutor. Kalau lahir itu perempuan,
lepaskan. Kalau lahir laki-laki
langsung, maaf sekali, maaf sekali
langsung eksekusi di hadapan ibu yang
baru melahirkannya. Jadi lahir laki-laki
itu dibanting ke bawah kemudian
dieksekusi ya. Ada zabaha, ada dzabbaha
yudabbihu, ada zabaha yadbahu. Itu beda.
Kalau sekali aja itu zabaha, kalau
berkali-kali itu yudzabbihu. Dabbaha
yudabbihu. Ini
yudzabbihuna. Jahatnya luar biasa ngaku
Tuhan. Anbukumul
a'la. Kalau kesal begini, Bu. Kalau
kesal ya, contoh
aja. Rambut kamu enggak
bagus. Saya enggak
suka. Tolong pisahkan kepalanya dari
tubuhnya. Alhamdulillah Anda hidup di
zaman ini. Kalau zaman Firaun bukan
diminta dicukur, pisahkan kepalanya dari
tubuhnya. Ini yang paling ekstrem.
Dan Asiah sebagai seorang istri
dihadapkan pada kondisi
ini. Sekarang saya tanya, suami ibu
sejengkel-jengkelnya,
semenjengkel-jengkelnya, sekurang-kurang
baiknya, Firaun bukan?
Ah,
itu sudah pernah bunuh orang
ngaku
Tuhan enggak kan?
Jadi kalau Asiah itu bisa, kenapa ibu
enggak
bisa? Kembalikan. Kembalikan. Karena
enggak mungkin dipasangkan pada ibu,
bukan pada perempuan lain. Karena hanya
ibu yang
bisa. Kumay,
Teh. Itu dulu. Cuma nanti batasnya
sampai mana kita belum tahu di batas
mana kemampuan bisa itu diukur. Nanti
ada lagi
ayatnya X Y Z. Kalau dalam bahasa
ilmiahnya ada variabelnya, ada
standarnya. Ibu berjuangnya sampai mana?
Karena Asiah pun ada
batasnya. Hanya beliau mengambil batas
paling akhir sampai ajal
tiba gitu.
Ibu nanti ada batasnya juga. Kalau
suaminya bertindak begini seperti ini
responnya. Kalau melebihi begini seperti
ini responnya. Kalau lebih kurang bagus
lagi ini jalan keluarnya. Itu ada semua.
Pertanyaan saya ketika berumah tangga
menemukan karakter yang kurang ideal
pada suami itu dipelajari
enggak? Jangan-jangan putihnya enggak
kelihatan. Yang dilihat titiknya aja.
itu
masalahnya. Dan tidak ada kehidupan
rumah tangga yang tanpa masalah. Enggak
ada. Jadi jangan percaya kalau ada orang
berumah tangga enggak pernah bertengkar.
Itu enggak percaya.
Mustahil. Karena Nabi pun mengalami
dinamika rumah
tangga. Ya, apalagi saya ustaz
seustaz-ustaznya pasti punya masalah.
Bohong kalau ada ustaz mengatakan, "Kami
tidak pernah bertengkar."
Eh, pasti ada masalah itu ya. Istri dari
ibu yang beda. Lahir di tempat yang
beda, tumbuh di tempat yang beda.
Karakter dia beda, tidak sama. Harus
disamakan. Enggak
mungkin. Pasti ada adaptasi dulu. Dalam
adaptasi ini pasti akan ada karakter
yang
muncul. Nah, sekarang kalau dibawa ke
tipikal istri, bagaimana? Al-Qur'an
tampilkan yang paling tinggi statusnya.
Ini loh Asia, suaminya Firaun. Suami
Anda enggak payah Firaun. Kata Quran tuh
gitu kalau bahasa bebasnya kan. Terus
kamu pasang targetnya di mana?
Standarnya di mana? Suami kamu salahnya
sampai
mana? Kalau kira-kira titik ini
solusinya apa? Titik ini solusinya apa?
Dan yang paling hebat Allah pasti
siapkan perangkat untuk memberikan
kedamaian pada jiwa. Makanya sebelum
tumbuh karakter Firaun yang jahat pada
istrinya itu dikirimkan Musa
dulu sebagai pelipur
lara. Begitu marah lihat
Musa tenang
lagi. Begitu kurang enak lihat Musa
ceria lagi. Itu semua dipersiapkan. Dan
yakin, Bu, sebagaimanapun karakter
seorang suami, pasti Allah berikan
pengantar untuk menenangkan kembali
keadaan hati yang kurang nyaman itu. Itu
cuma nanti pelajari batasnya. Dari mana
batas itu muncul? Dari perilaku
suami. Pelanggaran syariatnya kecil,
menengah, atau
besar. Kalau dia melakukan pelanggaran
kecil, bagaimana solusinya?
Yang kecil itu biasa labasa labas
lewat kadang bisa selesai dengan canda.
Enggak usah terlalu serius. Saya agak
heran sekarang ada pelatihan, ada
daurah, rumah tangga kok terlalu serius
gitu. Padahal kata Nabi, rumah tangga
itu banyak
bercandanya.
Ya, saya kalau dengan istri komunikasi
ini live enggak live ya.
Tapi enggak apa-apa, saya banyak
bercanda. Banyak bercanda. Kadang
ditanya suka enggak terlalu serius gitu
ya, Buya habis ini mau ke mana? Ke
Hongkong. Padahal mau ke Taman Sari gitu
kan ya. Nanti ah baru dari situ kan jadi
turun
lagi. Jadi bercanda, akhirnya ketawa,
akhirnya macam-macam gitu. Rumah tangga
itu banyak bercanda. Nabi kadang
bercanda balap lari dengan Sayidah
Aisyah. Kadang, "Oh, kamu kok sekarang
gemuk banget ya?" gitu. Ah, gitu. Kadang
apa? Bikin
adonan. Adonannya baru disusun kemudian
diambil sedikit diberikan ke keningnya.
Kadang demikian banyak hal yang bisa
dilakukan ya. Ada seorang suami baru
keluar lihat istrinya. Istrinya
qadarallah cantik luar
biasa. Jadi suami begitu lihat dia
enggak berkedip, wajahnya enggak
berpaling. Kata istrinya, "Zauji mabik,
sayang, kamu kenapa?
Kata beliau, "Saya bersyukur kepada
Allah yang telah mengirimkan engkau
sebagai bidadari pendampingku dalam
hidup." Kata istrinya, "Sayang, kita
berdua akan ada di surga." Kata
suaminya, "Kok bisa? Karena engkau
bersyukur dengan keadaanku untukmu. Aku
bersabar dengan penampilanmu
untukku." Bukankah syukur dan sabar itu
di surga? Katanya itu memang nyelekit,
tapi ya menyenangkan gitu. Akhirnya kan
keduanya ketawa. Danah itu kisah nyata.
Itu kisah nyata ya, kisah nyata. Nah,
ini kalau di sini masih kecil, kalau
menengah bagaimana? Sibuk mulai susah
salat, diajak berjamaah
susah, istri dipaksa mulai misalnya maaf
sekali penampilan mulai minta dirubah
dan seterusnya. Naik solusinya
bagaimana? Itu ada lagi, Ibu.
Misal nih ya, suami Anda belum sukses,
tiba-tiba sukses, levelnya tinggi, ada
family gathering, semua temannya enggak
pakai jilbab. Tiba-tiba Anda diminta,
"Mah, ini menghargai teman-teman Papa,
buka dulu ya jilbabnya sebentar." Gimana
jawabannya? Hm.
Terus marah dan sebagainya. Nah, itu
juga ada jalannya di
Quran. Ada jalannya. Itu lembut sekali.
Udua ila sabiliika bil hikmah. Tampilkan
hikmah. sayang. Bukannya aku enggak mau
taat atau enggak mau lepas, tapi mama
itu mendidik sampai sekarang persembahan
terbesarnya supaya dibawa pulang ke
hadapan Allah. Ini
jilbabku. Aku takut ketika dibuka itu
tiba ajalku kemudian meninggal. Dipakai
selama hidup meninggal tanpa
jilbab. Terus dipasang lagi kain kafan
dengan kerudung. Aku malu kalau ditanya
man rbuka
misalnya. Ya udah ah. Kapan lagi aja
kapan-kapan. Misal nanti itu bisa
berubah dan itu ada tidak harus berdebat
apa
enggak ah
capek ini pun ada lagi kalau yang ini
muncul yang ayat 34 surat 4-nya
bunyi. Coba tenangkan
dulu coba yang satu di ruangan A, yang
dua di ruangan
B. Coba datang ke orang tua diskusi
dulu. Coba cari orang bijak untuk
memberikan penengah dengan baik. Sampai
terus
gitu. Kalaupun harus terpaksa keluar
kata-kata untuk berpisah misalnya, coba
renungkan dalam tiga kali suci dulu.
Orang salah memahami talak saat
ini. Talak itu pada awalnya adalah skema
jarak agak panjang untuk memberikan
penilaian
akhir. Ada enggak masih ada rasa cinta,
kebaikan, berubah, rindu, dan
sebagainya. Kalau masih ada, durasinya
ada. Kalau enggak peduli maksiatnya
masih jalan. Ada lagi nanti setelah
itu kalau suami itu di luar perkiraan
tiba-tiba kerasnya keluar, KDRT-nya
keluar, enggak pernah mau salat, tapi
enggak pernah juga pengin memisahkan.
Nanti ada lagi solusinya. Dikenal khulu
namanya, itu pun ada
prosesnya. Ini semua ada jalannya.
Pertanyaan saya, dari semua masalah
rumah tangga yang mungkin muncul pada
suami sebagai istri, Ibu pelajari enggak
rumusan itu?
Saya kan baru berikan garis besarnya
saja, belum detailnya. Nah, ini tugas
tipenya ada di mana? Sebagai istri
seperti A
apa? Seperti B apa? Dan turunannya.
Ada yang lebih dahsyat
lagi. Ada yang lebih dahsyat
lagi. Itu resikonya
tinggi dilakukan bisa
berpisah, enggak dilakukan adaptasinya
enggak
mudah. Tapi kalau bisa melewati itu
jaminannya
surga. Itu akan kita bahas di pertemuan
berikutnya.
Waktunya sudah
habis. Ah, jadi nanti enggak saya ambil
garis besarnya sebentar ya sebelum kita
berpisah. Nih gini. Ada ibu yang single
parent ada di sini? Ada ada. Pernah
enggak keluarkan ayat Quran tentang
seorang ibu yang dijamin masuk surga,
hidupnya indah, nyaman, walaupun single
parent. Hebatnya beliau bisa mendidik
anaknya lebih hebat dibandingkan ibunya.
Dan itu ditiru fikihnya oleh Imam
Syafi'i, oleh Imam Ahmad sehingga
anak-anaknya tumbuh hebat di masa
datang. Itu ada ayatnya tentang siapa?
Maryam. Maryam single parent tidak?
Single
parent. Ada lagi yang maaf membesarkan
anak, istri bertugas luar yang jauh
seperti Sayidah
Hajar. Ada lagi yang sudah berumah
tangga divonis enggak mungkin punya
keturunan
misal. Tapi di Quran itu ada solusinya.
Kasusnya seperti siapa? Apakah seperti
Sayidah Sarah, Nabi Ibrahim? Apakah
seperti misalnya istrinya Nabi Zakaria?
Itu runtut sampai amalannya, sampai
tempatnya, waktunya, kapannya, dan
kejadiannya, dan
hikmahnya. Sekarang dari tipe-tipe itu
saya sampaikan bagian terakhir sebagai
penutup. Di Quran tipe perempuan sebagai
penutup dibagi dua
bagian. Ibu mesti hati-hati ya.
Baik,
buruk. Ini sebagai penutup 5 menit
saja.
Sudah yang
baik. Awas ya. Baik sebagai ibu, sebagai
istri, sebagai anak. Kalau ingin disebut
baik oleh Allah, jaga keistimewaan ini
sampai kembali kepada Allah. Dan ibu
istimewa di hadapan Allah. Perempuan
yang bisa mengamalkan amalan yang
pertama ini dalam keadaan baik,
rezekinya akan dimudahkan Allah, doanya
akan cepat
dijawab. Jangan dulu amin
sebentar. Pertama, dia punya sifat
ifah. Menjaga kehormatan dirinya,
menjauhkan diri dari segala hal yang
bisa merusak kehormatannya di hadapan
Allah.
Tolong jaga sebagai perempuan. Ibu ini
istimewa. Diciptakannya istimewa,
tampilannya istimewa, dijaga dengan
istimewa. Pelajari keistimewaan itu dan
jaga sampai
meninggal,
sampul. Penampilan istimewa. Maka
terapkan sifat ifah dalam penampilan.
Pelajari apa yang boleh tampak, apa yang
enggak boleh tampak. Kepada siapa boleh
tampak, kepada siapa enggak boleh
tampak. Tapi pelajari dulu supaya
mengerti. Jadi gini, kalau mau berjilbab
yang
enak ya bukan sekedar dipakai, tapi Ibu
tahu kenapa turun ayat jilbab yang
sebelumnya enggak ada. Sebelumnya enggak
ada jilbab, tapi kenapa bisa
turun? Dan itu bahasa cintanya itu luar
biasa.
Aku turunkan kepadamu syariat jilbab ini
karena kasihku, kata Allah, untuk
melindungimu sebagai hadiah untukmu. Aku
lindungi engkau dengan jilbabmu. Ketika
itu dikenakan, maka berlaku perintah
pada pria muslim untuk menjaga setiap
perempuan yang berjilbab. Makanya dosa
besar bila ada perempuan sengaja
mengenakan jilbab untuk melakukan
tindakan
kriminal. Misal dia mencuri pakai
jilbab, itu dosanya luar biasa.
Karena dia merendahkan pemberian Allah
yang sudah diturunkan untuk mengangkat
derajatnya. Yang kedua, supaya dikenali
bahwa engkau itu
hambaku. Asa ayofna fala
yudin. Contoh saja ya. Nah, sebagai
istri apa sifat ifah yang diterapkan
dalam rumah
tangga? Pelajari.
Jaga kehormatan suami. Jangan menyebut
tentang keadaan suami yang tidak baik di
pertemuan-pertemuan besar. Jangan bikin
status tentang suami yang mungkin
merendahkan keadaan suami. Jangan
melakukan tindakan yang tidak bagus yang
meruntuhkan karir suami. Suami sudah
bagus, ibunya yang flexing. Suami yang
kena. Ibunya maaf sekali, suaminya sudah
baik, kinerjanya bagus. Ibunya kumpul
ketemu circle yang enggak bagus,
suaminya kena
lagi. Ya, Jeng, apa kabar di pengajian?
Baik, alhamdulillah sehat-sehat. Suami
bagaimana? Di situ masalahnya.
Nah, IAS sebagai ibu. Ayo coba lihat
anaknya. Anaknya pakaiannya bagaimana,
salatnya bagaimana, sekolahnya
disekolahkan di mana, kenal Allah apa
tidak. Kalau ibu bisa melakukan itu,
perhatikan kalimatnya.
biqin hasanin waaha nabatan hasanah ibu
hidup bagaimanapun yang merawat Allah
yang memberikan rezeki Allah
pertumbuhannya diperhatikan oleh Allah
kebutuhannya diberikan oleh Allah doanya
bahkan diijabah sebelum dia
memintanya baru kebersit di hati Allah
sudah
kasih ini satu ya yang baik saya kasih
contoh satu aja ya dari 10 karena
waktunya habiskan nah yang jelek itu ada
tiga.
Satu tipikal penghasut. Jadi ada
karakter di dalam diri perempuan, maaf
ya, di ditempatkan di sini yang dibuka
celahnya oleh setan, didorong sehingga
menjadi
hasutan. Ya, kalau kumpul-kumpul tuh ada
suka ada sedikit provokasi itu. Nah, itu
bakat itu bakating kurang baiknya
dijauhi. Ada potensi untuk
menghasut. Contohnya istrinya Abu Lahab.
Hammalatal dua, maaf tipikal
penggoda istrinya Imraatul Aziz menggoda
Yusuf kan ya. Nah, kapan itu muncul
harus diketahui. Jadi kalau nanti maaf
ya, misal yang profesinya jadi
sekretaris, profesinya ada di kantoran,
tiba-tiba berduaan bukan dengan yang
mahramnya, posisi yang lawannya itu
lebih tinggi dari dirinya. Ya, terbawah
keadaan suasana.
Hati-hati itu dibangkitkan oleh setan.
Walaupun awalnya itu enggak ada, tapi
bisa ada.
Hati-hati dan pelajari posisi suami
sekarang
bagaimana. Tipika tiga, tipikal
pengkhianat pada hubungan rumah
tangga seperti maaf istrinya Nabi Nuh
dan Nabi Luth Alaih
Salam yang mengkhianati istrinya.
Kapan itu muncul, seperti apa
keadaannya, bagaimana statusnya dan apa
yang memicu itu bisa hadir, itu lengkap
dibahas oleh Al-Qur'an. Suaminya
bertugas jadi nabi, tapi istrinya
berasal dari keluarga terpandang, merasa
punya posisi, diangkat oleh masyarakat
sehingga bebas menghukumi suami. Maka
istri Nabi Nuh mengatakan, "Suami saya
meang orang gila." Tuh, keluar kalimat
itu. Siapa yang membuat kehidupan Nabi
Luth itu susah? Istrinya sendiri. Kalau
malam-malam dinyalakan api, kalau
siang-siang diberikan asap, kode supaya
kegiatan homoseksual
berlangsung. Siapa yang buat? Istrinya
sendiri. Nah, kadang-kadang ada keadaan
yang potensinya bisa terjadi di suami
bisa. Tapi karena yang kita bahas tipe
perempuan di istri, bagaimana kondisi
yang menjadikan sifat-sifat ini
dibangkitkan oleh setan? Itu yang nanti
kemudian ke depan kita akan urai. Saya
kira itu yang bisa kita bahas di
pertemuan hari ini. Mudah-mudahan
diridai oleh Allah subhanahu wa taala.
Ee kita hanya baru bahas 5 sampai 10%.
Masih ada sebagian yang belum kita urai.
Semoga dipertemukan dalam keadaan yang
lebih baik. Insyaallah. Sebelum saya
akhiri, siapa yang dari jauh di sini?
Yang paling
jauh. Masyaallah. Semoga diberkahi oleh
Allah subhanahu wa taala dan diberikan
kelancaran ya sampai kembali ke tempat
masing-masing. Allahum taqabbal minna
innaka antulimba alina innaka
antwaburahim.
Muhammadhamdulillaham. Para ibu sekalian
insyaallah malam kita ada tamu beliau
tokoh ulama dunia kemarin ikut di
kegiatan OKI 52 negara dan sudah
selesai. Beliau sengaja tunda waktu
pulangnya besok ingin berbagi juga ilmu
dengan kita malam ini insyaallah di
Masjid Qodiklat eh Junudurrahman mungkin
akan diperbanyak sesi tanya jawab. Kalau
ada tanya jawab yang mau disampaikan
silakan bisa dituliskan, titipkan pada
Kang Daan. Nanti mungkin malam e bisa
kita tampilkan. Demikian
subhanakallahumma rabbana wabihamdika
asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa
atubu ilaik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warah
H
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

The Stage That Changes Everything For Traders - Mark Douglas Repeated It
Mark Douglas Wisdom (Fans) · English

Doc. 2007: Full Silaturahim Santri Ndalem PP Maslakul Huda Kajen Pati
Oase Islah 🅥 · English

The Fastest Way to Get Rich (From Any Starting Point) | Earl Nightingale
Evan Carmichael · English

SIMBOL BAHAN KIMIA
WIN'S CHEMISTRY CLASS · Indonesian

Peluang (Part 1) | Definisi Peluang, Komplemen Kejadian dan Frekuensi Harapan Matematika Kelas 12
m4th-lab · English

PAQUITA BALLET pas de trois solo LEARN TOGETHER with Maria Khoreva
Maria Khoreva (ballet dancer public) · Russian

(Part 5) DOMAIN RANGE FUNGSI AKAR FUNGSI DAN PEMODELANNYA MATEMATIKA TINGKAT LANJUT KELAS 11
Wien Classroom · Indonesian

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM KIMIA DAN KEAMANAN & KESELAMATAN KERJA (K3) DI LABORATORIUM KIMIA
WIN'S CHEMISTRY CLASS · Indonesian

TERMINOLOGI GIGI | Istilah dalam kedokteran gigi
Dokter Gigi Channel · English

Tutorial Merakit Komputer Sampai Hidup
LKP Sembiring Official · Indonesian

سلسلة الأسى الذكوري 1: ترجمة رسالة ديفيد مورا (علاج إدمان الإباحيات)
Emad Rashad Othman · English

Peradaban Awal Dunia
doni setyawan · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.