CARA SETTING / KONFIGURASI DASAR MIKROTIK - MIKROTIK TUTORIAL [ENG SUB]
Hallo Teman-teman
Selamat datang kembali di Youtube Channel Mikrotik Indonesia
Channel Youtube yang akan memberikan Tips dan Trik tentang Mikrotik
kali ini saya akan memberikan Tips dan Trik tentang Mikrotik
kali ini berbeda karena saya tidak sendirian
karena di samping saya sudah ada pak Valens Riyadi
apa kabar pak? sehat..
tapi sepertinya lebih sehat kamu ini tidak beda jauh pak sekarang
ya
kali ini kami berdua akan mendiskusikan
permasalahan basic configuration
konfigurasi awal yang harus dilakukan
sebelum kita mengkonfigurasi firewall, simple queue dan sebagainya
tapi sebelum kita berlanjut
jangan lupa Subsribe dan tekan tombol lonceng
agar kalian mendapat update video terbaru dari kami
langsung saja kita akan mencoba
tentang konfigurasi dasar dari ahlinya ahli
core of the core
siapa lagi yang tidak kenal dengan pak Valens Riyadi
dalam hal Mikrotik
langkah awal yang harus kita lakukan sebelum konfigurasi yang lebih lanjut
kenapa kita harus membuat basic configuration?
mungkin sebelumnya banyak yang bertanya
saat membeli perangkat Mikrotik
saat dibawa kerumah dan digunakan ternyata tidak bisa connect
pertanyaan berikutnya mungkin
saat sudah bisa masuk ke Winbox bingung inging mengkonfigurasi apa
ketika masuk kedalam Winbox dihadapkan dengan menu yang banyak sekali
saking banyaknya kita tidak tahu harus mengkonfigurasi yang mana terlebih dahulu
seperti itu
dari semua video yang ada di Channel Mikrotik Indonesia
video yang paling laris adalah tentang konfigurasi dasar
dan kali ini kita membuat ulang video tersebut
karena mungkin video sebelumnya sudah tidak up to date
mungkin menu pada winbox sudah ada yang lebih baru
sudah ada fitur-fitur yang lebih baru
maka dari itu kita membuat ulang video tentang konfigurasi dasar
okay
untuk melakukan basic configuration
langkah apa yang pertama harus dilakukan
sebelum kita mengkonfigurasi semua router
pertama kita harus menentukan alokasi IP Address
iya benar
biasanya kalau kita berlangganan internet kita mendapatkan IP address dari provider atau ISP
tetapi
IP pada jaringan lokal kita
kita sendiri yang menentukan
iya
kita harus menentukan alokasi IP address pada semua perangkat di jaringan kita
untuk koneksi wireless, kabel, hotspot dan lain-lain
yang pertama seperti itu
kita bisa memilih dari beberapa range IP address
untuk range IP Private ya?
ada tiga range IP Private yang bisa kita gunakan
kita pilih salah satu
untuk subnet kita juga bisa memilih tidak harus /8
bisa menggunakan /24 saja untuk jaringan kecil
jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan
jumlah perangkat pada jaringan lokal ikita
tapi untuk jaringan pemula atau jaringan kecil
biasanya kita menggunakan subnet /24
karena sudah cukup untuk 200an client
254 alokasi IP address cukup
kalau masih bingung untuk memilih subnet kita pasang saja /24
karena itu pilihan yang paling gampang
dalam hal menentukan IP Private ini masuk kedalam design jaringan
benar kita mendesain jaringannya
jadi ada jaringan public dan ada jaringan lokal
jadi kita membuat topologinya terlebih dahulu berarti pak?
benar kita buat topologi jaringan terlebih dahulu
jadi kalau kita sudah membuat topologi jaringan
kita harus menentukan sumber internet masuk melalui port berapa
bisa menggunakan fiber optic, kabel ethernet atau wireless tergantung providernya
jadi kalau kita ingin terkoneksi ke internet harus ada sumbernya
pasti ada sumber internetnya
bisa melalui kabel ethernet
bisa melalui fiber optic
bisa melalui koneksi wireless juga
karena sekarang ini sudah banyak provider yang menggunakan wireless untuk distribusi internetnya
yang terakhir kita juga bisa menggunakan GSM/LTE
atau dalam kata lain bisa menggunakan jaringan selular
karena kita juga bisa menggunakan Router yang memiliki interface untuk koneksi selular
sama saja dengan yang lain
jadi ada banyak sumber internet yang bisa kita bahas lebih detail
bagaimana langkahnya
ada yang menggunakan static IP
ada yang DHCP
ada juga service-service yang lain nanti kita akan bahas lebih detail
tapi yang pertama harus kita lakukan adalah mendesain
atau membuat topologi jaringan terlebih dahulu
selain topologi ada apa lagi yang perlu kita siapkan pak?
kalau aplikasi kita membutuhkan Winbox
bisa di download melalui mikrotik.com
karena termasuk senjata dari teknisi Mikrotik
atau kalau terpaksa tidak bisa mendownload winbox
kita juga bisa menggunakan web browser
atau istilahnya kita menyebut dengan webfig
jadi semua Router Mikrotik bisa dikonfigurasi menggunakan webfig
sebagai contoh untuk Router ini
yang memiliki 10 interface
jika kita terkoneksi ke port 2-10
kita akan bisa terkoneksi
menggunakan DHCP
dan akan langsung mendapatkan IP Private
bagi kalian yang belum pernah melihat ini router apa
ini adalah Mikrotik RB4011iGS+5HacQ2HnD-IN
disini bisa dilihat depannya
memiliki 10 port ethernet dan 1 port SFP
kemudian memiliki Wireless juga
dan yang mengesankan router ini sudah menggunakan teknologi quad chain
istilah untuk 4 antenna
jadi nanti kita bisa menggunakan port ethernet
kita juga bisa memanfaatkan wireless
yang bisa kita gunakan untuk jaringan kantor atau mungkin kampus
sesuai dengan kebutuhan kita
dari topologi sudah kita buat
kemudian aplikasi menggunakan winbox sudah tersedia
selanjutnya apa lagi ini pak?
selanjutnya kita coba koneksikan saja terlebih dahulu
oh seperti itu
kita coba koneksikan ke laptop
dan sebagai catatan untuk router baru jangan koneksikan melalui port 1
kenapa itu pak?
karena di proteksi sedari awal oleh Mikrotik
sudah ada default konfigurasi berarti
jadi untuk Router yang lain
yang seri hAP atau yang memiliki 5 port
jangan kita koneksikan melalui port 1 terlebih dahulu
untuk pertama kali kita koneksikan melalui port 2 dan seterusnya
himbauan awal seperti itu
kadang ada yang bertanya ingin konek melalui winbox tapi kabel menuju ether1 tidak bisa
dan Router yang akan di remote tidak terdeteksi
jadi untuk pertama kali kita koneksikan melalui port selain port 1
pada router di depan ini bisa dilihat
terdapat 2 kabel yang terkoeksi
kabel pada ether 1 di simulasikan sebagai sumber internet
karena pada port 1 kita biasanya gunakan untuk koneksi ke ISP atau provider internet
sementara port 2 ini yang kita gunakan untuk koneksi ke laptop/PC
jadi pada port 2 terkoneksi ke laptop untuk kita konfigurasi jaringan
betul sekali
disini kita mencoba konek menggunakan aplikasi winbox
benar menggunakan winbox dan sudah terkoneksi melalui kabel
dan kita membuka aplikasi winbox sudah terlihat ada satu router
terlihat menggunakan IP address 192.168.88.1
jika kalian ingin mengakses menggunakan web browseer bisa melalui IP Address tersebut
192.168.88.1
itu adalah default IP untuk perangkat Mikrotik
tapi kali ini kita coba menggunakan aplikasi winbox dengan MAC Address
bedanya kita harus klik pada MAC Addressnya jangan pada IP Address
kalau kita klik pada IP Address kita akan terkoneksi melalui IP Address
karena kita akan konek menggunakan MAC Address
kemudian menggunakan Login: admin
tanpa password
kosong
tapi jangan di ketik "kosong"
nanti kalau ditulis kosong malah tidak bisa login
dan sekarang kita konek
kita sekarang sudah terkoneksi dengan router
dan muncul tampilan untuk keterangan default config
konfigurasi inilah yang membuat pertama kali kita tidak bisa terkoneksi melalui port 1
membuat kita tidak bisa konek winbox melalui port 1
kemudian IP Address yang digunakan tadi juga dari konfigurasi ini
karena beberapa hal kita hapus konfigurasi bawaan ini
kenapa harus dihapus pak?
karena kita akan belajar mensetting dari 0
oh seperti itu
karena itu kita hapus saja konfigurasi default ini
tapi bagi kalian yang ingin menggunakan default configuration juga masih bisa
tapi pada video tutorial kali ini
kita akan mencoba menghapus semua konfigurasi yang ada
dan nanti kita akan membuat konfigurasi dari awal
karena dikhawatirkan settingan yang kita buat akan mengalami bentrok dengan default configuration
tidak sinkron dengan default configuration
karena itu kita klik Remove Configuration
dan Router akan menghapus semua default configuration yang ada pada router ini
yang mengakibatkan router ini menjadi fresh kosong tanpa konfigurasi
kita tekan Remove Configuration
setelah itu router akan restart
okay
kita tunggu beberapa saat setelah di remove
karena router sedang melakukan remove configuration
kemudian router akan on lagi
kita tunggu saja
berarti kalau default configuration ini sudah hilang
jika kita ingin terkoneksi melalui ether manapun sudah tidak ada masalah dong
tidak ada masalah
karena pad ether 1 sudah tidak ada firewall yang melakukan blocking
benar sekali
tapi biasanya
memang ether 1 hanya digunakan untuk koneksi ke sumber internet
kita skenariokan seperti itu
kita sudah terkoneksi kembali
kita lihat sudah tidak ada IP Address terpasang
dan tidak ada settingan yang lain
firewall juga tidak ada
okay
dan kita akan memulai mengkonfigurasi
untuk pertama kali saran saya adalah
ganti password
karena untuk keamanan juga
karena kalu IP Public kita sudah terpasang
langsung ada banyak yang menyerang biasanya
kita bisa mengantisipasi terlebih dahulu
sebelum kita terkoneksi ke internet
kita harus mengganti Password Router terlebih dahulu
karena bisa jadi kita menerima IP Public dari ISP
resikonya kalau kita menerima IP Public dari ISP
kita bisa mendapat banyak serangan dari luar
jika password pada router belum terisi atau masih default
karena semua orang sekarang sudah tahu
bahwa default login ke perangkat Mikrotik adalah User: admin Password : "kosong"
kita ganti pada menu System-Users
kalau saya biasanya lebih suka membuat user baru
alasanya kenapa itu pak?
supaya user Admin tidak terkena bruteforce
misalkan kita membuat user
yes
atau bisa dengan nama apa saja
jangan lupa membuat Group full
bukan berarti "i love you full"
kemudian password juga jangan lupa harus diisi
jangan sampai tidak terisi
kemudian kita masukkan lagi
kemudian kita apply
ok
langkah berikutnya adalah kita disable user Admin
tujuannya agar tidak ada orang yang mencoba login
menggunakan admin untuk di bruteforce
dan pastikan username dan password kita harus hafal
betul
jangan sampai lupa
kalau tidak nanti bisa kacau
harus hafal
kemudian
jangan lupa menggunakan Group full
ditandai dengan icon berwarna merah
barulah kita menonaktifkan user admin
setelah kita nonaktifkan
kemudian kita akan mencoba login ulang
kita akan mencoba login kembali
kali ini akan login menggunakan username yang baru
nah sudah masuk
berarti saya belum lupa
dalam hal seperti inipun banyak yang lupa
saking amannya Mikrotik yang benar-benar tahu Password hanyalah yang melakukan input
jadi kalau kita lupa
langkah yang bisa dilakukan hanyalah reset perangkat
harus di Netinstall perangkatnya
hilang semua data
jadi username dan password harus di ingat-ingat
user baru sudah
kemudian saran berikutnya
adalah ganti nama perangkat
pengaturanya terletak pada menu system-identity
bisa di isi dengan apa saja
kali ini akan saya beri nama "Router-Rumah"
klik OK
dan perubahan nama akan terlihat pada title diatas sini
jadi nanti saat kita melakukan remote
kita bisa yakin bahwa perangkat tersebut yang kita tuju
tidak salah Router
karena saat pertama membuka Winbox akan terlihat semua perangkat yang terkoneksi
ok
dua langkah awal sudah
untuk mencegah orang lain masuk
dan juga kita sendiri yang salah masuk router
berikutnya adalah konfigurasi interface yang menuju ke Internet
oke
tadi sebelumnya sudah kita simulasikan
sumber internet masuk melalui ether1
kalian bisa melihat kabel terhubung disini
kemudian untuk LAN
atau koneksi yang menuju ke arah jaringan lokal
disini kita menggunakan ether2
berarti kita mensetting yang mana dulu ini?
kalau saya lebih suka untuk mensetting yang ke arah sumber internet terlebih dahulu
yang ke arah ISP dulu berarti
dan kali ini ada tips
terkadang ada yang suka menggunakan Bridge
untuk apa itu pak?
untuk antisipasi ada permasalahan pada port yang kita gunakan
misalnya jika besok ether1 mengalami kerusakan
kita bisa berpindah menggunakan ether4
karena kalau kita konfigurasi semua berdasarkan port
rule yang sudah terbuat akan diganti semua
benar sekali
kita sudah membuat konfigurasi, firewall dan lain-lain akan diganti semua
karena beberapa hal tersebut maka akan saya beri contoh menggunakan Bridge
contohnya seperti ini
kita buat Bridge terlebih dahulu
langsung masuk pada menu Bridge
kita beri nama sesuai keinginan kita
kali ini saya membuat Bridge untuk WAN
sudah terbuat bridge-WAN
sekarang kita masukkan port yang akan dimasukkan kedalam WAN tersebut
kita masukkan port yang digunakan untuk koneksi ke sumber internet
betul sekali
dan untuk contoh kali ini kita menggunakan ether1
kita masukkan port tersebut pada tab Ports
kita tambahkan disini
ether1 menggunakan brige-WAN
misalkan nanti ether1 rusak atau mau mengganti ke port lain atau SFP Port
kan tidak mungkin menggunakan port yang sama
iya
kita hanya perlu memasukkan port tersebut pada Bridge
jadi SFP port masuk kedalam bridge-WAN
dan secara fisik kita bisa langsung ganti
sesuai kebutuhan kita
jadi pembuatan bridge tadi berfungsi untuk meminimalisir membuat ulang rule
betul sekali
jadi misalkan asumsi sekarang yang paling sederhana
kita menggunakan DHCP client
DHCP client terletak di
menu IP-DHCP Client
kita simulasikan bahwa dari ISP kita mendapatkan IP DHCP
atau mendapatkan IP address secara otomatis
kita hanya perlu add interface
disini kita bisa memilih pada interface mana
dan kita bukan memilih ether1
akan tetapi bridge-WAN
karena ether1 tadi sudah menjadi anggota dari bridge-WAN
maka dari itu kita memilih bridge-WAN disini
Add Default Route kita pilih yes
kemudian kita klik OK
jika berhasil maka status akan tertulis "bound"
bound berarti kita sudah mendapatkan IP address
ok
sekarang kita lihat pada menu IP-Addresses
disini sudah terlihat mendapatkan IP otomatis dari provider internet
dan terlihat interface IP tersebut pada bridge-WAN
sesuai dengan konfigurasi kita tadi
kita cek terlebih dahulu langkah-langkah tadi
sudah terkoneksi ke Gateway atau belum
untuk cek gateway kita bisa lihat pada menu IP-Routes
disini sudah terlihat ada gateway
jadi terlihat pada contoh kali ini terdapat gateway dengan IP 10.10.10.1 ke internet
kita coba tes menggunakan Terminal
kita lakukan Ping ke 10.10.10.1
dan terlihat oke sudah bisa
kita sudah mengecek DHCP
kemudian kita cek juga DNS
tapi sebelumnya kita cek dulu router ini sudah bisa terkoneksi ke internet atau belum
kita ping ke IP google
atau ke IP Public
dan terlihat Ping ke 8.8.8.8 sudah oke
berarti Router ini sudah terkoneksi ke Internet
jika tidak terdapat DHCP server kita harus menentukan IP address secara static
kalau seperti itu bagaimana pak?
karena setiap ISP pasti akan mempunyai layanan yang berbeda-beda
ada yang otomatis dan ada yang static
kali ini kita sedang mencoba yang memiliki DHCP Server
karena ISP yang kita gunakan memberikan IP otomatis
bagaimana jika layanan yang kita gunakan tidak memberikan IP address secara otomatis?
mari kita coba dengan mematikan DHCP client yang sudah kita buat terlebih dahulu
kita masuk pada menu IP-DHCP client
kita non aktifkan terlebih dahulu
kita cek pada menu IP-Address harusnya sudah hilang semua IP address tadi
lalu kita membuat IP address secara manual
kita akan membuat IP 10.10.10.200/24
jangan lupa menambahkan prefix subnet karena sering terlupakan
kemudian pilihan interface bukan pada ether1
tapi kita menggunakan bridge-WAN
kita apply
kita sudah membuat satu langkah
kemudian kita cek terlebih dahulu
kita lakukan ping ke gateway 10.10.10.1
bisa
jadi untuk komunikasi ke gateway
sudah bisa berjalan
kemudian setelah menambahkan IP address
kali ini kita tambahkan default gateway
karena kalau kita berlangganan internet pada ISP
kita wajib mendapatkan informasi
yang pertama adalah alokasi IP address yang kita dapatkan
atau mungkin mendapatkan IP Public
dan yang kedua adalah informasi mengenai gateway
kemudian kita akan mensetting gateway yang terletak pada menu IP-Routes
pada menu tersebut kita akan memasukkan gateway
kita klik tombol + untuk menambah Gateway
untuk Dst. Address kita biarkan 0.0.0.0/0
jangan di ganti-ganti
disini sering terjadi kesalahan
karena gateway masih dalam keadaan tertutup
karena pada awal membuat yang terbuka pertama kali adalah Dst. Address
dan mengira yang harus di edit adalah Dst. Address
jadi kita harus mengedit pada parameter Gateway
maka kita bisa mengisikan 10.10.10.1
IP tersebut kita dapatkan dari masing-masing provider yang kita gunakan
jadi IP Gateway ini tidak boleh sembarangan
harus ditanyakan langsung ke provider masing-masing
lalu kita apply
setelah kita menambahkan gateway
langkah selanjutnya kita lakukan tes untuk koneksi ke internet
karena sebelumnya kita sudah lakukan tes ke gateway sudah bisa
maka sekarang kita lakukan Ping ke Internet
jadi sekarang kita lakukan tes untuk Ping ke 8.8.8.8
jika Ping ke 8.8.8.8 sudah bisa berarti kita sudah bisa terkoneksi ke internet
betul
apakah kita sudah bisa melakukan browsing ke internet?
misalnya mengakses Facebook atau Goggle?
ada yang belum terkonfigurasi sebenarnya
kita coba untuk melakukan Ping ke google.com
pasti tidak bisa
terdapat error nih pak
terdapat error karena DNS Server belum tersetting
untuk mensetting DNS bagaimana itu pak?
kita masuk pada menu IP-DNS
lalu kita masukkan server DNS disini
informasi untuk DNS Server ini juga didapatkan dari Provider Internet yang kita gunakan
atau kita juga bisa menggunakan DNS Public
seperti 8.8.8.8 atau 1.1.1.1
kita juga bisa menggunakan open DNS
pada percobaan kali ini kita menggunakan DNS dari ISP
jika kita memerlukan beberapa DNS Server
pada ISP biasanya memiliki lebih dari 1 DNS server
bisa ditambahkan disini dan bisa lebih dari satu
jika sudah terlanjur menambahkan tab dan tidak jadi menambahkan jangan lupa di tutup kembali
karena Router ini kita gunakan untuk melayani jaringan lokal kita
jangan lupa untuk mengaktifkan Allow Remote Requests pada DNS Server kita
untuk apa itu pak?
karena Router ini akan bertindak sebagai DNS server
untuk melayani jaringan lokal kita nanti
jadai nanti pada laptop client
pada settingan DNS bisa diarahkan ke IP router ini
jadi tidak perlu di setting DNS public
kita klik OK
kita lakukan tes Ping kembali ke www.google.com
nah sekarang sudah bisa
jadi permasalahan tadi karena belum bisa melakukan resolve nama domain yang dituju
karena memang kita belum setting sampai kesitu
langkah selanjutnya setelah kita terkoneksi ke internet
berikkutnya kita setting LAN kita
konfigurasi LAN hampir sama seperti tadi
saran saya kita juga membuat Bridge
untuk interface yang menuju ke client
kenapa demikian?
karena pada router kita memiliki banyak port
benar
jika saya set LAN pada ether6
dan kemudian hari saya ingin menambahkan LAN pada ether7
maka tidak bisa
karena perangkat in merupakan Router
bukan perangkat Switch
masing-masing port di konfigurasi sendiri-sendiri
tadi sudah terseting untuk WAN
sudah tersetting
sekarang settingan untuk LAN
mari kita membuat agar internet bisa diakses dari laptop client dibawah router ini
jadi kita akan membuat satu bridge lagi yaitu bridge-LAN
oke
untuk lokal area network kita
kita membuat bridge-LAN disini
menambah bridge baru
bukan bridge port
tapi kita membuat interface baru dengan nama bridge-LAN
setelah selesai kemudian kita tinggal memilih port yang akan digunakan
sesuai kebutuhan kita
ini kebetulan
kita akan menggunakan ether2 untuk LAN
untuk saat ini laptop client terkoneksi menggunakan ether2
kita pilih interface pada ether2 dan pilih bridge-LAN
kemudian kita apply
biasanya akan terputus sebentar koneksinya
karena kita terkoneksi pada bridge-LAN
jadi dari koneksi port fisik di buat ke bridge
tapi hal tersebut wajar
kita hanya perlu lakukan reconnect kembali
kemudian kita juga bisa menambah interface lain yang ingin kita gunakan
misalkan WLAN ingin kita masukkan juga ke bridge-LAN
okay
karena pada jaringan lokal pasti membutuhkan
wireless sebagai access point untuk distribusi internet ke client
agar nanti lebih mudah dalam proses konfigurasi
maka interface wireless ini juga dimasukkan kedalam bridge-LAN
benar sekali
kita tambahkan pada menu bridge port
WLAN1 masuk be bridge-LAN
kita juga bisa melakukan copy pada konfigurasi bridge port
karena kita akan memasukkan interface WLAN2 juga
kita juga bisa melakukan proses copy bridge port untuk interface yang lain
kita mencoba memasukkan ether6 juga
ether6 kita masukkan kedalam bridge-LAN
contohnya seperti ini
satu buah bridge bisa berisi banyak port
bisa banyak sekali port
dan ini berlaku untuk bridge-WAN juga
karena pada contoh sebelumnya pada bridge-WAN hanya terdapat satu port
iya
kita juga bisa menambahkan beberapa port
misalnya kita mendapatkan beberapa IP Public dari provider internet
dan kita menginginkan ada satu server yang terkoneksi menggunakan IP Public ke router ini
jadi server yang dibuat dibawah router ini menggunakan IP Public sendiri
menggunakan IP Public dari ISP
caranya bagaimana itu pak?
caranya kita bisa dengan memasukkan port baru
karena tadi pada bridge-WAN sudah ada ether1
kita bisa menambahkan port baru pada bridge-WAN
misalkan disini kita menambahkan ether3
pada bridge-WAN
jadi bridge-WAN inilah yang digunakan untuk koneksi langsung dari Server ke ISP
jadi sekarang yang terkoneksi langsung ke ISPadalah ether1 dan ether3
okay
kita bisa mencoba dengan cara merubah kabel yang terkoneksi pada ether1 dipindah ke ether3
jadi kabel ini dirubah
kita juga mencoba test dengan melakukan Ping
cek koneksi ke internet menggunakan Ping yang hidup terus menerus
seharusnya
jika konfigurasi kita benar
saya pindah ke ether3
kita coba lihat Ping nya
maka akan tetap terkoneksi
jadi pada konfigurasi kali ini ether1 dan ether3 sama fungsinya
secara virtual
karena kedua port tersebut masuk kedalam bridge-WAN
kalian bisa mencoba metode ini pada jaringan masing-masing
misalnya
pada ether1 terdapat masalah
bisa terjadi karena permasalahan hardware atau apapun
yang mengharuskan kita untuk berpindah ke port fisik yang lain
pembuatan bridge ini bisa menjadi solusi atau menjadi sebuah trik
agar rule lain yang sudah kita buat seperti firewall dan lain-lain
tidak perlu membuat ulang
karena kita telah membuat beberapa konfigurasi tersebut dalam bridge
jadi triknya adalah kita memanfaatkan fungsi bridge
dan kita telah membuat bridge-WAN dan bridge-LAN
dan sekarang statusnya router sudah terkoneksi ke internet
kita juga sudah mengalokasikan port untuk LAN
berikutnya adalah kita memasukkan konfigurasi untuk IP address
untuk distribusi ke LAN
kita bisa memasukkan pada menu IP-Address
disini sudah terlihat ada IP address untuk WAN
kita akan membuat lagi
harus berbeda dengan IP address dari ISP
misalnya kita disini menggunakan 192.168.1.1
IP klasik
IP address yang paling sering digunakan
kita memilih interface pada bridge-LAN
jadi konfigurasinya hampir sama dengan sebelumnya
IP interface tidak dipasang langsung ke port
tapi dipasang pada bridge-LAN
sudah terbuat IP address baru disini
dan kita sekarang sesuaikan IP address yang ada pada laptop kita
atau kita bisa mensetting DHCP Server
membuat DHCP Server pada router ini
kita masuk kedalam menu IP-DHCP Server
DHCP server berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis ke client
dan pada konfigurasi di perangkat Mikrotik tidak susah karena sudah terdapat wizardnya
yang terpenting ini adalah pemilihan interface
sebelumnya kita sudah membuat LAN yang secara fisik terkoneksi pada ether2
berarti
pada pemilihan port kita tidak memilih langsung ke ether2
melaikan pada bridge
karena ether2 sudah masuk kedalam interface virtual yang bernama
bridge-LAN
okay
pemilihan interface disini jangan sampai terbalik
kita hanya perlu klik next sampai selesai
karena IP sudah sesuai
gateway juga sudah tersetting
range IP address kita langsung pakai saja
pengaturan DNS server juga akan otomatis menggunakan router gateway
kita juga bisa merubah agar DNS server menggunakan router ini
jadi ini merupakan pengaturan DNS yang akan digunakan oleh komputer client
bisa kita rubah menjadi 192.168.1.1
atau menggunakan Gateway dari ISP juga bisa
kita next
kita klik next lagi
gampang sekali konfigurasi DHCP Servernya ya
kita klik DHCP Setup kemudian klik next sampai selesai
kita bisa cek pada konfigurasi network pada laptop
sudah terlihat bahwa kita mendapatkan IP address yang sudah terpasang pada laptop
192.168.1.254
sesuai dengan range IP address yang tadi telah kita buat
kita klik OK disini
kita juga bisa melakukan test menggunakan Ping
kita coba lakukan Ping dari laptop ini ke Router
kita coba test per segment
jadi misalkan kita baru mengkoneksikan laptop ke router
iya
koneksi router ke internet sudah bisa
dan selanjutnya tes koneksi laptop ke internet
kita lakukan Ping ke 192.168.1.1
koneksi dari laptop ke router sudah tersambung
sudah bisa
kemudian kita lakukan tes selanjutnya
jika kita lakukan tes dari laptop ke internet tidak tersambung
kok bisa begitu pak?
ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan
adalah NAT (Network Address Translation)
kita konfigurasi source NAT
pada router kita harus memilih action source NAT sebagai masquerade
caranya kita masuk ke menu IP-Firewall kemudian masuk pada tab NAT
kta lakukan penambahan
kita perlu mengatur Out. Interface
kita memilih Out. Interface ini adalah koneksi ke sumber internet atau ISP
dan disini kita memilih bridge-WAN
karena harus memilih interface yang digunakan untuk menuju keluar jaringan kita
iya
karena interface fisik kita tadi sudah kita masukkan kedalam bridge
berarti pada pemilihan interface ini kita memilih bridge-WAN
kemudian pada tab Action kita memilih
masquerade
kita apply
jika sudah terkonfigurasi NAT masquerade maka sudah bisa terkoneksi
yes
kita cek koneksi menggunakan Ping
sudah bisa terkoneksi ke Internet
okay
untuk konfigurasi dasar
sudah selesai
karena dari client sudah bisa terkoneksi ke internet
tinggal ada beberapa hal sedikit
yang bisa diterapkan
contohnya seperti apa pak?
kita bisa menerapkan QoS
kita bisa menerapkan limitasi Bandwidth
paling mudah kita bisa menggunakan simple queue
target kita masukkan IP yang akan di limit
IP address dari laptop atau client yang akan di berlakukan limitasi
lau bisa diatur mau diberi bandwidth akses berapa
misalnya upload 10MB
dan Download 10MB
kalau ingin lebih lanjut mempelajari QoS
sudah ada video seri yang membahas detail mengenai QoS Mikrotik
jika kalian sudah memiliki
jaringan yang lebih besar
atau dengan kondisi lain yang lebih kompleks
bisa melihat beberapa tutorial pada channel ini juga
bisa dilihat di playlist QoS Mikrotik pada Channel ini
kemarin ada berapa bagian itu ya pak?
oh itu ada banyak bagian
dari konfigurasi simple sampai yang advanced
dan pembahasan lebih detail ada pada video tersebut
tambahan pertama QoS
untuk tambahan kedua
masalah keamanan
iya
pada awal tutorial sudah dilakukan penggantian username dan password
iya
tapi terkadang masih ada yang melakukan serangan brute force atau bug
sehingga
kita harus cek di menu IP-Services
maka akan nampak Service yang sedang aktif pada Router yang kita gunakan sekarang
service port yang terbuka pada router Mikrotik ini
yang bisa di akses dari interface manapun
termasuk dari WAN atau internet
kita harus menonaktifkan yang tidak perlu
sebagai saran
jika service port API tidak digunakan harus dimatikan
FTP jika tidak diperlukan juga harus di nonaktifkan
TELNET juga sebagai saran lebih baik dimatikan
karena service tersebut tidak aman juga
tersisa service port www atau web
winbox dan juga ssh
tapi semisal pak
seperti ini pun masih bisa diakses melalui internet
tapi misalkan untuk internet kita masih membutuhkan service port Telnet
apakah bisa dibuat custom?
sebagai contoh untuk service SSH ingin tetap bisa diakses dari IP address tertentu saja
iya seperti itu
kita bisa masukkan IP tertentu
ada parameter pengecualian
misalkan router rumah masih bisa diakses dari kantor
kita bisa memasukkan IP address yang kita inginkan untuk masih bisa mengakses
atau bisa menggunakan IP range
agar masih tetap bisa diakses dari IP address tertentu
Perangkat ini bisa diakses menggunakan SSH
tetapi jangan lupa
IP lokal dimasukkan juga
oh iya
192.168.1.0/24
jika kita ingin memasukkan IP address dari luar jaringan lokal kita
jangan lupa untuk menambahkan IP lokal kita
karena dengan kita membuka parameter"Available From" berarti sudah membatasi IP yang bisa mengakses
tapi jika kita kosongkan semua maka bisa diakses dari manapun
jadi pada Mikrotik jika parameter "Available From" dikosongkan semua berarti bisa diakses dari manapun
jadi harus di kosongkan sampai berwarna gelap
karena jika kita klik panah bawah seperti ini menjadi berwarna terang
maka pengaturannya akan berubah
jadi jika ingin menambahkan IP Public tertentu
jangan lupa IP private kita juga ikut di masukkan
untuk menambahkan IP address yang lain
ini adalah salah satu cara memproteksi Router kita
supaya tidak sembarang orang bisa mengakses melalui internet
pada service yang lain juga sama
okay
atau kita bisa mengganti port nya
misalkan diganti dengan 8080
jadi jika kita mengakses Router melalui Webfig
menggunakan web browser
kita harus mengetikkan beserta portnya contoh http://192.168.1.1:8080
ini salah satu proteksi
jadi jangan terlalu cepat mengkonfigurasi bagian ini
agar tidak ada yang terlewatkan
jangan sampai kita tidak bisa terkoneksi ke Router sendiri
karena itu
sebagai saran untuk langkah pertama adalah memasukkan IP private yang kita gunakan
jadi kita masih mempunyai akses
bisa remote ke Router
jadi seperti itu beberapa langkah proteksi
kemudian masuk ke pengembangan Jaringan
koneksi melalui kabel sudah
kemudian untuk koneksi wireless?
oh iya sampai terlupa
karena jaringan sekarang ini banyak yang menggunakan perangkat mobile
laptop maupun gadget
pengaturan tersebut terdapat di menu Wireless
misalkan kita ingin mengaktifkan wireless 5GHz
kita bisa mensetting sebagai access point
untuk pemilihan frekuensi juga harus hati-hati
harus sesuai dengan peraturan yang berlaku
beberapa perangkat yang sudah terdaftar di Indonesia terkadang
range frekuensi yang diperbolehkan menjadi sempit
yang mengakibatkan tidak bisa terkoneksi ke luar frekuensi yang ditentukan
kalau untuk perangkat Mikrotik bisa digunakan pada frekuensi 5.1-5.8
bisa semua
kalau untuk perangkat laptop atau handphone menggunakan frekuensi berapa?
yang paling banyak digunakan pada frekuensi 5725 dan 5825
berarti masih dalam range 5GHz atas
misalkan pada frekuensi 5785
ini masih bisa
kita tentukan untuk SSID
karena tadi kita sudah membuat DHCP Server sehingga mudah untuk terkoneksi
jangan lupa kita membuat password untuk koneksi wireless kita
jadi jangan dibiarkan terbuka
jadi sebelum kita aktifkan access point ini
kita akan membuat pengamanan
masuk ke dalam tab Security Profiles kemudian tambahkan profile
disitu kita bisa menentukan password untuk masuk melalui interface wireless yang ingin kita gunakan
password bisa kita buat sesuai keinginan kita
lalu kita apply
kemudian
kita kembali pada pengaturan Access Point yang tadi akan kita buat
kita bisa memilih
untuk security profiles
kita buka mode advanced nya baru kita bisa memilih security profiles
jadi jika kita ingin terkoneksi melalui wlan1
harus memasukkan password yang tadi telah kita buat
ini konfigurasi untuk wireless 5GHz
jangan lupa di enable
dengan begini sudah siap untuk menjadi access point
yes
jadi seperti inilah konfigurasi wireless access point pada frekuensi 5GHz
kita menggunakan frekuensi 5785 dengan password yang sudah ditentukan
okay
dan untuk pengaturan wireless access point pada frekuensi 2.4GHz hampir sama
untuk frekuensi pada 2.4GHz tidak ada masalah
ada banyak frekuensi yang bisa kita pilih tidak ada masalah
hampir pada semua perangkat wireless bisa mengakses menggunakan frekuensi 2.4GHz ini untuk terkoneksi
betul
kita bisa mengaktifkan Advanced mode
untuk menggunakan security profiles
mungkin kita bisa membedakan untuk SSID
kita buat berbeda dengan wireless 5GHz
tujuannya untuk apa itu pak?
supaya kita bisa tahu akan terkoneksi menggunakan access point yang mana
jadi untuk perangkat wireless yang bisa menggunakan kedua frekuensi tersebut bisa bebas memilih
bisa memilih
karena kebanyakan perangkat wireless yang hanya menggunakan frekuensi 2.4GHz
yang menjadikan full
jadi kita bisa memilih access point mana yang masih bisa terkoneksi
untuk SSID saya ganti menjadi Mikrotik2
kita apply
enable
ok sudah siap semua
untuk penggunaan IP address pada wlan bagaimana?
perangkat yang terkoneksi melalui wireless akan mendapat IP address dari DHCP server
karena interface wlan sudah masuk kedalam bridge-LAN
jadi karena interface kabel dan juga wireless
sudah masuk ke dalam interface virtual bridge-LAN
maka DHCP Server bisa berjalan ke semua interface tersebut
jadi kita tidak perlu mengubah pengaturan IP address atau yang lainya
kemudian ada permasalahan lagi
kalau kita terkoneksi menggunakan ISP yang menggunakan protokol PPPoE
oh iya itu bagaimana pak?
karena seperti saat awal saya bilang
ada beberapa cara untuk ISP memberikan akses kepada para pelanggan
ada yang menggunakan static IP
ada juga yang DHCP
yang sekarang banyak digunakan adalah protokol PPPoE
bagaimana mensetting perangkat Mikrotik sebagai PPPoE Client?
jadi kita bisa set PPPoE Client pada bridge-WAN
iya
mari kita ciba buat
masuk ke menu interface
kemudian kita add PPPoE Client
jadi harus ditambahkan secara manual
karena pada pengaturan awal perangkat yang terdaftar hanyalah interface fisik
jadi kita harus menambahkan interface yang baru untuk PPPoE Client
jadi harus menambahkan yang PPPoE Client
kita bisa memilih Interface yang kita gunakan
interface ini kita bisa memilih bridge-WAN
untuk ke internet
tergantung providernya
kemudian pada tab Dial Out
parameter kita isi dengan client
atau lebih detail kita bisa tanyakan ke Provider tempat kita berlangganan Internet
jangan sampai memasukkan username dan password yang tidak sesuai
jika salah nanti malah tidak bisa terkoneksi
jadi harus ditanyakan
kepada penyedia layanan internet untuk informasi username dan password PPPoE Client
pada simulasi kali ini kita menggunakan username client1
dengan password test123
di pengaturan ini juga terdapat pilihan untuk penggunaan DNS server
biasanya kita menggunakan DNS Server dari provider
kita apply
sudah terlihat langsung terkoneksi
coba kita lihat kembali ke pengaturan tadi pak disini terlihat untuk password berisikan ****
biar bisa tahu isi **** itu bagaimana pak?
jadi supaya kita bisa melihat isi dari ****
pengaturan hide password pada toolbar winbox kita matikan
biasanya kita takut salah dalam memasukkan password
iya
jadi seperti itu cara menampilkan **** kedalam karakter yang kita inputkan
agar kita bisa yakin bahwa karakter yang kita input sudah benar
kalau kita klik OK
disini sudah terlihat status R
yang berarti sudah Running
kemudian kita coba lihat pada menu IP-Address
kita sudah mendapatkan IP baru
dengan interface PPPoE Out
karena sudah mendapatkan IP address dari PPPoE kita tidak perlu lagi menggunakan static IP yang dari ISP
karena biasanya ISP
hanya memberikan satu jenis distribusi IP address
kalau sudah menggunakan static IP
biasanya tidak menggunakan PPPoE
kalau ada PPPoE tidak lagi menggunakan static IP atau DHCP
jadi untuk koneksi ke WAN sekarang kita hanya menggunakan
PPPoE Out
jadi disini sudah terbentuk PPPoE Out
kita akan mencoba tes menggunakan Ping
okay
kita cek koneksi lagi
jika dites dari router ke ISP harusnya tidak ada masalah
sudah mendapatkan IP address dan juga mendapatkan gateway dari ISP
iya
sekarang kita coba dari laptop
ada masalah ini
kok malah timeout
karena tadi ada interface virtual PPPoE
dan NAT juga harus terkonfigurasi pada PPPoE
jadi berkaitan dengan konfigurasi NAT masquerade kita sebelumnya
betul
berarti kita harus mengedit kembali
sebagai saran kita bisa membuat baru lagi untuk konfigurasi NAT
untuk Out Interface
kita pilih PPPoE Out
action kita pilih
masquerade
lalu kita apply
oh iya benar
jadi saat kita menggunakan koneksi PPPoE untuk mengarah ke ISP
konfigurasi NAT kita harus disesuaikan juga
untuk out interface bukan menggunakan port fisik
tetapi menggunakan
interface virtual PPPoE
betul
konfigurasi seperti ini mungkin terlihat agak rumit
karena menggunakan bridge dan segala macam
tetapi metode ini sangat efisien saat kalian memiliki layanan lain seperti hotspot
karena tadi kita hanya mencontohkan layanan hanya untuk DHCP Server saja
jika kita ingin menambahkan service hotspot
agar semua yang ingin menggunakan layanan internet harus melalui login page
caranya juga sama seperti tadi
selain bridge-LAN kita harus membuat layanan baru
misalkan bridge-HOTSPOT
kita pilih port mana yang akan menyalurkan layanan ini
misalkan kita pilih port 10
interface kita pilih ether10
kemudian kita pilih bridge-HOTSPOT
jadi konfigurasi bridge kita sudah siap
lalu kita hanya perlu mensetting untuk layanan Hotspotnya
kita masuk kedalam menu IP-Hotspot
dan nanti kita tidak memilih untuk ether10
akan tetapi kita pilih bridge-HOTSPOT
kita hanya perlu setting hotspot seperti biasa
kita tambahkan usernya
apa saja terserah kita
selesai
jika kita koneksikan ether10 ke Access point tambahan
tentu sudah bisa menjalankan layanan hotspot
kadang-kadang orang mengira bahwa hotspot itu harus menggunakan wireless
harus menggunakan access point
akan tetapi kita bisa memilih service tersebut
misalnya pada ether10 disini
jadi kita bisa menambahkan access point external
atau bisa juga dengan skenario seperti ini
karena pada router percobaan kita kali ini memiliki 2 interface wireless 2.4GHz dan 5GHz
misalkan pada wireless 5GHz tetap menggunakan DHCP
sedangkan wireless 2.4GHz menggunakan layanan hotspot
caranya bagaimana itu pak?
kita tinggal mengubah port saja disini
tadi kita konfigurasi untuk wireless 2.4GHz pada wlan2
wlan2 kita rubah tidak lagi menggunakan bridge-LAN akan tetapi menggunakan bridge-HOTSPOT
dengan menggunakan bridge seperti ini kita sangat dimudahkan untuk mengubah interface fisik
menentukan interface fisik yang digunakan
atau misalkan ingin menambah access point lagi pada port9
pada port9 kita tambahkan ke layanan hotspot
kita tinggal memasukkan port9 kedalam bridge-HOTSPOT
jadi dengan membuat bridge seperti ini
kita bisa dengan mudah mengkonfigurasi port yang kita gunakan
disini terlihat untuk service hotpot ada pada wlan2, ether10 dan ether9
untuk LAN ada pada ether2, ether6 dan wlan1
untuk WAN ada pada ether1 dan ether3
jadi dengan menggunakan metode bridge seperti ini kita jadi lebih fleksibel untuk memilih interface yang kita gunakan
iya
jadi kita juga harus teliti dalam mensetting
karena sudah masuk dalam bridge
untuk setting IP, hotspot maupun DHCP Server
kita tidak lagi mengarah ke Ether fisik
bukan lagi mengarah ke port fisik
akan tetapi kita hanya perlu memilih bridge saja
karena port fisik sudah masuk kedalam bridge
okay
dan satu tips lagi adalah
untuk layanan hotspot
kenapa tadi konfigurasinya cepet banget
kita juga menyediakan video tutorial lengkap mengenai hotspot
video seri yang sangat legendaris
jadi memang
di channel Mikrotik Indonesia ini semuanya lengkap
ada video seri tentang queue sampai beberapa part
ada juga mengenai the DUDE dan juga Hotspot
ada wireless dan lain sebagainya
tapi untuk basic config ini juga sangat penting
sebelum kita masuk kedalam konfigurasi queue ataupun hotspot
hal inilah yang perlu dilakukan terlebih dahulu
jika ingin lebih tahu tentang hotspot Mikrotik cari videonya mengenai hotspot pada channel ini
yes
pasti ketemu nanti yang menerangkan mas Yoga
yes
sampai sini ada lagi langkah lain?
ada lagi untuk kalian yang sering mengalami terputus koneksinya
jadi sering mengalami putus koneksi saat meremot menggunakan Winbox
masalah pada Winbox
bukan masalah koneksi internet
seperti kita lihat pada percobaan kali ini kita login menggunakan MAC address
kita juga bisa login ke Router menggunakan IP Address
jadi tidak menggunakan MAC Address
jadi saat kita akan login ke dalam Router
kita jangan klik MAC address
jadi kita klik bagian IP Address
jika sudah kita masukan username dan password
barulah kita login
jadi
jika kita masuk kedalam router menggunakan IP Address akan jauh lebih stabil
daripada kita login menggunakan MAC Address
jadi permasalahan saat kita login menggunakan MAC address akan sering terputus
karena koneksi MAC address pad Winbox menggunakan UDP
iya
jadi jika ada beberapa paket yang hilang akan terputus
jadi untuk koneksi winbox menggunakan IP address kita menggunakan TCP
connection oriented
yang akan lebih terjaga koneksinya
apalagi direct connect seperti ini
harusnya sangat stabil
Router sudah kita setting semua
keamanan juga sudah
jika ingin tahu lebih detail mengenai keamanan Mikrotik
bisa dicari pada artikel kami mengenai Firewall
dan tadi juga sudah dicontohkan untuk keamanan dasar
agar orang luar tidak bisa sembarangan masuk kedalam Router kita
jadi keamanan awal agar Router kita tidak dikonfigurasi oleh orang yang tidak diinginkan
walaupun nanti sebenarnya
kalian bisa menambahkan Firewall lagi
kemudian ada setting IP Service yang bisa kita kombinasikan
atau mungkin ada satu lagi tips
untuk mengantisipasi bug
cara update ke routerOS terbaru
kita masuk ke dalam menu system
kemudian pilih Packages
dan disini akan terlihat kita sedang menggunakan RouterOS versi 6.44.2
caranya kita bisa lakukan dengan klik Check For Updates
setelah kita klik Check For Updates
maka Router akan melakukan Download secara otomatis
jadi setelah restart maka akan menjalankan RouterOS yang paling baru
jadi seperti itulah cara upgrade sekaligus keamanan
karena dari pihak Mikrotik
ada penutupan celah untuk bug yang mungkin bisa terjadi
dan Router sekarang sudah siap untuk digunakan
berarti
langkah konfigurasinya seperti ini tadi
kita sudah melakukan percobaan dari berbagai macam koneksi
beberapa service dari WAN
ada static IP, DHCP Client, PPPoE sudah dibahas semua
keamanan dasar juga sudah ada
kemudian cara distribusi internet ke jaringan lokal
juga sudah ada tadi
ditambah dengan tips memanfaatkan bridge
yang bisa sangat membantu kita
ada tips penggunaan bridge dan juga keamanan proteksi IP
ada tips tentang QoS sedikit
hotspot
jadi spoiler sedikit untuk video QoS yang telah kita buat
okay
jadi untuk pembahasan basic config ini sudah selesai
ru=outer sudah bisa digunakan
setelah melakukan basic config ini dan bisa berjalan baru bisa melakukan manajemen yang lain
seperti Firewall dan QoS
betul sekali
terima kasih pak Valens atas ilmunya
sama-sama mas
temen-teman bisa share video ini
agar video ini bisa lebih bermanfaat lagi
supaya yang lain juga bisa mendapatkan informasi
kalau ada pertanyaan bisa ditanyakan pada kolom komentar dibawah
jika ada permasalahan
atau sharing pengalaman saat melakukan basic config bisa tuliskan komentar dibawah
jangan lupa Subscribe
kemudian klik tombol lonceng
agar kalian bisa mendapatkan update video terbaru dari kami
terimakasih telah menyaksikan
sampai jumpa pada video-video yang lainnya
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Mi niñez fue un fusil AK-47
Comisión de la Verdad · Spanish

7. Un Remanente Fiel - Pr. Esteban Bohr || Verdades Para Este Tiempo
SUMtv Latino · Spanish

PENGERTIAN RELASI, FUNGSI, DOMAIN,KODOMAIN DAN RANGE
Utak Atik Otak · English

ساعة الأثرياء | الدحيح
New Media Academy Life · Arabic

You Won't Believe How Easy AlpineQuest Software Makes Geological Field Work | Offline Mapping
MOoDY 4 knOwledge · English

Mundos Olvidados
Cinematix · English

🎨 Apa Itu Sebenarnya Pelajaran Seni? #BelajardiRumah
Kok Bisa? · English

Bab-I: Teks Laporan Hasil Observasi kelas 10 SMA/SMK ~ Bahasa Indonesia
Belajar Prestasi · Indonesian

KONSEP BUDAYA| PENGERTIAN BUDAYA DAN SENI
BU APRIL · Indonesian

العقيدة الطحاوية (٤٠) | شرح أ.د. صالح سندي
أ.د. صالح سندي · English

Living the Change: Inspiring Stories for a Sustainable Future (Free Full Documentary)
Happen Films · Indonesian

SENI BUDAYA (SENI TARI) "ELEMEN DASAR TARI"
Budianing DNA · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.