Full Transcript

·YouTLDR

CARA SETTING / KONFIGURASI DASAR MIKROTIK - MIKROTIK TUTORIAL [ENG SUB]

51:18IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:12

Hallo Teman-teman

0:12

Selamat datang kembali di Youtube Channel Mikrotik Indonesia

0:16

Channel Youtube yang akan memberikan Tips dan Trik tentang Mikrotik

0:21

kali ini saya akan memberikan Tips dan Trik tentang Mikrotik

0:24

kali ini berbeda karena saya tidak sendirian

0:28

karena di samping saya sudah ada pak Valens Riyadi

0:31

apa kabar pak? sehat..

0:33

tapi sepertinya lebih sehat kamu ini tidak beda jauh pak sekarang

0:38

ya

0:39

kali ini kami berdua akan mendiskusikan

0:42

permasalahan basic configuration

0:44

konfigurasi awal yang harus dilakukan

0:47

sebelum kita mengkonfigurasi firewall, simple queue dan sebagainya

0:51

tapi sebelum kita berlanjut

0:52

jangan lupa Subsribe dan tekan tombol lonceng

0:56

agar kalian mendapat update video terbaru dari kami

1:21

langsung saja kita akan mencoba

1:25

tentang konfigurasi dasar dari ahlinya ahli

1:28

core of the core

1:31

siapa lagi yang tidak kenal dengan pak Valens Riyadi

1:33

dalam hal Mikrotik

1:38

langkah awal yang harus kita lakukan sebelum konfigurasi yang lebih lanjut

1:42

kenapa kita harus membuat basic configuration?

1:45

mungkin sebelumnya banyak yang bertanya

1:48

saat membeli perangkat Mikrotik

1:51

saat dibawa kerumah dan digunakan ternyata tidak bisa connect

1:54

pertanyaan berikutnya mungkin

1:56

saat sudah bisa masuk ke Winbox bingung inging mengkonfigurasi apa

2:00

ketika masuk kedalam Winbox dihadapkan dengan menu yang banyak sekali

2:03

saking banyaknya kita tidak tahu harus mengkonfigurasi yang mana terlebih dahulu

2:07

seperti itu

2:08

dari semua video yang ada di Channel Mikrotik Indonesia

2:13

video yang paling laris adalah tentang konfigurasi dasar

2:16

dan kali ini kita membuat ulang video tersebut

2:19

karena mungkin video sebelumnya sudah tidak up to date

2:23

mungkin menu pada winbox sudah ada yang lebih baru

2:26

sudah ada fitur-fitur yang lebih baru

2:28

maka dari itu kita membuat ulang video tentang konfigurasi dasar

2:31

okay

2:33

untuk melakukan basic configuration

2:35

langkah apa yang pertama harus dilakukan

2:38

sebelum kita mengkonfigurasi semua router

2:41

pertama kita harus menentukan alokasi IP Address

2:44

iya benar

2:46

biasanya kalau kita berlangganan internet kita mendapatkan IP address dari provider atau ISP

2:51

tetapi

2:53

IP pada jaringan lokal kita

2:55

kita sendiri yang menentukan

2:57

iya

2:58

kita harus menentukan alokasi IP address pada semua perangkat di jaringan kita

3:03

untuk koneksi wireless, kabel, hotspot dan lain-lain

3:05

yang pertama seperti itu

3:07

kita bisa memilih dari beberapa range IP address

3:10

untuk range IP Private ya?

3:12

ada tiga range IP Private yang bisa kita gunakan

3:14

kita pilih salah satu

3:19

untuk subnet kita juga bisa memilih tidak harus /8

3:22

bisa menggunakan /24 saja untuk jaringan kecil

3:25

jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan

3:27

jumlah perangkat pada jaringan lokal ikita

3:30

tapi untuk jaringan pemula atau jaringan kecil

3:33

biasanya kita menggunakan subnet /24

3:35

karena sudah cukup untuk 200an client

3:38

254 alokasi IP address cukup

3:41

kalau masih bingung untuk memilih subnet kita pasang saja /24

3:45

karena itu pilihan yang paling gampang

3:48

dalam hal menentukan IP Private ini masuk kedalam design jaringan

3:52

benar kita mendesain jaringannya

3:54

jadi ada jaringan public dan ada jaringan lokal

3:57

jadi kita membuat topologinya terlebih dahulu berarti pak?

4:00

benar kita buat topologi jaringan terlebih dahulu

4:03

jadi kalau kita sudah membuat topologi jaringan

4:06

kita harus menentukan sumber internet masuk melalui port berapa

4:09

bisa menggunakan fiber optic, kabel ethernet atau wireless tergantung providernya

4:12

jadi kalau kita ingin terkoneksi ke internet harus ada sumbernya

4:17

pasti ada sumber internetnya

4:19

bisa melalui kabel ethernet

4:21

bisa melalui fiber optic

4:23

bisa melalui koneksi wireless juga

4:25

karena sekarang ini sudah banyak provider yang menggunakan wireless untuk distribusi internetnya

4:29

yang terakhir kita juga bisa menggunakan GSM/LTE

4:31

atau dalam kata lain bisa menggunakan jaringan selular

4:34

karena kita juga bisa menggunakan Router yang memiliki interface untuk koneksi selular

4:37

sama saja dengan yang lain

4:39

jadi ada banyak sumber internet yang bisa kita bahas lebih detail

4:43

bagaimana langkahnya

4:45

ada yang menggunakan static IP

4:49

ada yang DHCP

4:50

ada juga service-service yang lain nanti kita akan bahas lebih detail

4:52

tapi yang pertama harus kita lakukan adalah mendesain

4:55

atau membuat topologi jaringan terlebih dahulu

4:58

selain topologi ada apa lagi yang perlu kita siapkan pak?

5:01

kalau aplikasi kita membutuhkan Winbox

5:04

bisa di download melalui mikrotik.com

5:06

karena termasuk senjata dari teknisi Mikrotik

5:10

atau kalau terpaksa tidak bisa mendownload winbox

5:13

kita juga bisa menggunakan web browser

5:16

atau istilahnya kita menyebut dengan webfig

5:19

jadi semua Router Mikrotik bisa dikonfigurasi menggunakan webfig

5:23

sebagai contoh untuk Router ini

5:26

yang memiliki 10 interface

5:28

jika kita terkoneksi ke port 2-10

5:31

kita akan bisa terkoneksi

5:34

menggunakan DHCP

5:37

dan akan langsung mendapatkan IP Private

5:40

bagi kalian yang belum pernah melihat ini router apa

5:43

ini adalah Mikrotik RB4011iGS+5HacQ2HnD-IN

5:48

disini bisa dilihat depannya

5:52

memiliki 10 port ethernet dan 1 port SFP

5:55

kemudian memiliki Wireless juga

5:57

dan yang mengesankan router ini sudah menggunakan teknologi quad chain

6:03

istilah untuk 4 antenna

6:05

jadi nanti kita bisa menggunakan port ethernet

6:08

kita juga bisa memanfaatkan wireless

6:11

yang bisa kita gunakan untuk jaringan kantor atau mungkin kampus

6:15

sesuai dengan kebutuhan kita

6:17

dari topologi sudah kita buat

6:19

kemudian aplikasi menggunakan winbox sudah tersedia

6:22

selanjutnya apa lagi ini pak?

6:23

selanjutnya kita coba koneksikan saja terlebih dahulu

6:25

oh seperti itu

6:25

kita coba koneksikan ke laptop

6:27

dan sebagai catatan untuk router baru jangan koneksikan melalui port 1

6:31

kenapa itu pak?

6:32

karena di proteksi sedari awal oleh Mikrotik

6:34

sudah ada default konfigurasi berarti

6:37

jadi untuk Router yang lain

6:39

yang seri hAP atau yang memiliki 5 port

6:42

jangan kita koneksikan melalui port 1 terlebih dahulu

6:46

untuk pertama kali kita koneksikan melalui port 2 dan seterusnya

6:49

himbauan awal seperti itu

6:51

kadang ada yang bertanya ingin konek melalui winbox tapi kabel menuju ether1 tidak bisa

6:54

dan Router yang akan di remote tidak terdeteksi

6:57

jadi untuk pertama kali kita koneksikan melalui port selain port 1

7:02

pada router di depan ini bisa dilihat

7:05

terdapat 2 kabel yang terkoeksi

7:07

kabel pada ether 1 di simulasikan sebagai sumber internet

7:12

karena pada port 1 kita biasanya gunakan untuk koneksi ke ISP atau provider internet

7:17

sementara port 2 ini yang kita gunakan untuk koneksi ke laptop/PC

7:20

jadi pada port 2 terkoneksi ke laptop untuk kita konfigurasi jaringan

7:24

betul sekali

7:25

disini kita mencoba konek menggunakan aplikasi winbox

7:29

benar menggunakan winbox dan sudah terkoneksi melalui kabel

7:31

dan kita membuka aplikasi winbox sudah terlihat ada satu router

7:34

terlihat menggunakan IP address 192.168.88.1

7:37

jika kalian ingin mengakses menggunakan web browseer bisa melalui IP Address tersebut

7:40

192.168.88.1

7:43

itu adalah default IP untuk perangkat Mikrotik

7:45

tapi kali ini kita coba menggunakan aplikasi winbox dengan MAC Address

7:49

bedanya kita harus klik pada MAC Addressnya jangan pada IP Address

7:52

kalau kita klik pada IP Address kita akan terkoneksi melalui IP Address

7:55

karena kita akan konek menggunakan MAC Address

7:58

kemudian menggunakan Login: admin

8:01

tanpa password

8:02

kosong

8:03

tapi jangan di ketik "kosong"

8:05

nanti kalau ditulis kosong malah tidak bisa login

8:08

dan sekarang kita konek

8:11

kita sekarang sudah terkoneksi dengan router

8:13

dan muncul tampilan untuk keterangan default config

8:17

konfigurasi inilah yang membuat pertama kali kita tidak bisa terkoneksi melalui port 1

8:20

membuat kita tidak bisa konek winbox melalui port 1

8:24

kemudian IP Address yang digunakan tadi juga dari konfigurasi ini

8:27

karena beberapa hal kita hapus konfigurasi bawaan ini

8:30

kenapa harus dihapus pak?

8:31

karena kita akan belajar mensetting dari 0

8:33

oh seperti itu

8:35

karena itu kita hapus saja konfigurasi default ini

8:38

tapi bagi kalian yang ingin menggunakan default configuration juga masih bisa

8:42

tapi pada video tutorial kali ini

8:44

kita akan mencoba menghapus semua konfigurasi yang ada

8:47

dan nanti kita akan membuat konfigurasi dari awal

8:49

karena dikhawatirkan settingan yang kita buat akan mengalami bentrok dengan default configuration

8:52

tidak sinkron dengan default configuration

8:55

karena itu kita klik Remove Configuration

8:57

dan Router akan menghapus semua default configuration yang ada pada router ini

9:01

yang mengakibatkan router ini menjadi fresh kosong tanpa konfigurasi

9:04

kita tekan Remove Configuration

9:06

setelah itu router akan restart

9:11

okay

9:13

kita tunggu beberapa saat setelah di remove

9:16

karena router sedang melakukan remove configuration

9:21

kemudian router akan on lagi

9:23

kita tunggu saja

9:25

berarti kalau default configuration ini sudah hilang

9:29

jika kita ingin terkoneksi melalui ether manapun sudah tidak ada masalah dong

9:33

tidak ada masalah

9:34

karena pad ether 1 sudah tidak ada firewall yang melakukan blocking

9:36

benar sekali

9:37

tapi biasanya

9:40

memang ether 1 hanya digunakan untuk koneksi ke sumber internet

9:43

kita skenariokan seperti itu

9:49

kita sudah terkoneksi kembali

9:50

kita lihat sudah tidak ada IP Address terpasang

9:52

dan tidak ada settingan yang lain

9:56

firewall juga tidak ada

10:01

okay

10:04

dan kita akan memulai mengkonfigurasi

10:06

untuk pertama kali saran saya adalah

10:08

ganti password

10:11

karena untuk keamanan juga

10:14

karena kalu IP Public kita sudah terpasang

10:17

langsung ada banyak yang menyerang biasanya

10:19

kita bisa mengantisipasi terlebih dahulu

10:21

sebelum kita terkoneksi ke internet

10:23

kita harus mengganti Password Router terlebih dahulu

10:26

karena bisa jadi kita menerima IP Public dari ISP

10:29

resikonya kalau kita menerima IP Public dari ISP

10:31

kita bisa mendapat banyak serangan dari luar

10:34

jika password pada router belum terisi atau masih default

10:36

karena semua orang sekarang sudah tahu

10:39

bahwa default login ke perangkat Mikrotik adalah User: admin Password : "kosong"

10:45

kita ganti pada menu System-Users

10:48

kalau saya biasanya lebih suka membuat user baru

10:52

alasanya kenapa itu pak?

10:53

supaya user Admin tidak terkena bruteforce

10:57

misalkan kita membuat user

11:00

yes

11:01

atau bisa dengan nama apa saja

11:05

jangan lupa membuat Group full

11:07

bukan berarti "i love you full"

11:11

kemudian password juga jangan lupa harus diisi

11:14

jangan sampai tidak terisi

11:17

kemudian kita masukkan lagi

11:20

kemudian kita apply

11:24

ok

11:25

langkah berikutnya adalah kita disable user Admin

11:27

tujuannya agar tidak ada orang yang mencoba login

11:30

menggunakan admin untuk di bruteforce

11:32

dan pastikan username dan password kita harus hafal

11:34

betul

11:35

jangan sampai lupa

11:36

kalau tidak nanti bisa kacau

11:38

harus hafal

11:39

kemudian

11:42

jangan lupa menggunakan Group full

11:45

ditandai dengan icon berwarna merah

11:48

barulah kita menonaktifkan user admin

11:51

setelah kita nonaktifkan

11:53

kemudian kita akan mencoba login ulang

11:59

kita akan mencoba login kembali

12:06

kali ini akan login menggunakan username yang baru

12:14

nah sudah masuk

12:15

berarti saya belum lupa

12:18

dalam hal seperti inipun banyak yang lupa

12:19

saking amannya Mikrotik yang benar-benar tahu Password hanyalah yang melakukan input

12:24

jadi kalau kita lupa

12:25

langkah yang bisa dilakukan hanyalah reset perangkat

12:29

harus di Netinstall perangkatnya

12:30

hilang semua data

12:33

jadi username dan password harus di ingat-ingat

12:37

user baru sudah

12:39

kemudian saran berikutnya

12:41

adalah ganti nama perangkat

12:43

pengaturanya terletak pada menu system-identity

12:46

bisa di isi dengan apa saja

12:48

kali ini akan saya beri nama "Router-Rumah"

12:53

klik OK

12:54

dan perubahan nama akan terlihat pada title diatas sini

12:58

jadi nanti saat kita melakukan remote

13:00

kita bisa yakin bahwa perangkat tersebut yang kita tuju

13:04

tidak salah Router

13:05

karena saat pertama membuka Winbox akan terlihat semua perangkat yang terkoneksi

13:09

ok

13:10

dua langkah awal sudah

13:13

untuk mencegah orang lain masuk

13:16

dan juga kita sendiri yang salah masuk router

13:18

berikutnya adalah konfigurasi interface yang menuju ke Internet

13:22

oke

13:23

tadi sebelumnya sudah kita simulasikan

13:26

sumber internet masuk melalui ether1

13:29

kalian bisa melihat kabel terhubung disini

13:32

kemudian untuk LAN

13:35

atau koneksi yang menuju ke arah jaringan lokal

13:38

disini kita menggunakan ether2

13:40

berarti kita mensetting yang mana dulu ini?

13:42

kalau saya lebih suka untuk mensetting yang ke arah sumber internet terlebih dahulu

13:45

yang ke arah ISP dulu berarti

13:46

dan kali ini ada tips

13:48

terkadang ada yang suka menggunakan Bridge

13:52

untuk apa itu pak?

13:54

untuk antisipasi ada permasalahan pada port yang kita gunakan

13:56

misalnya jika besok ether1 mengalami kerusakan

13:57

kita bisa berpindah menggunakan ether4

13:59

karena kalau kita konfigurasi semua berdasarkan port

14:03

rule yang sudah terbuat akan diganti semua

14:05

benar sekali

14:06

kita sudah membuat konfigurasi, firewall dan lain-lain akan diganti semua

14:09

karena beberapa hal tersebut maka akan saya beri contoh menggunakan Bridge

14:14

contohnya seperti ini

14:15

kita buat Bridge terlebih dahulu

14:16

langsung masuk pada menu Bridge

14:17

kita beri nama sesuai keinginan kita

14:21

kali ini saya membuat Bridge untuk WAN

14:24

sudah terbuat bridge-WAN

14:27

sekarang kita masukkan port yang akan dimasukkan kedalam WAN tersebut

14:31

kita masukkan port yang digunakan untuk koneksi ke sumber internet

14:34

betul sekali

14:35

dan untuk contoh kali ini kita menggunakan ether1

14:37

kita masukkan port tersebut pada tab Ports

14:42

kita tambahkan disini

14:44

ether1 menggunakan brige-WAN

14:49

misalkan nanti ether1 rusak atau mau mengganti ke port lain atau SFP Port

14:53

kan tidak mungkin menggunakan port yang sama

14:55

iya

14:56

kita hanya perlu memasukkan port tersebut pada Bridge

15:01

jadi SFP port masuk kedalam bridge-WAN

15:03

dan secara fisik kita bisa langsung ganti

15:07

sesuai kebutuhan kita

15:12

jadi pembuatan bridge tadi berfungsi untuk meminimalisir membuat ulang rule

15:15

betul sekali

15:17

jadi misalkan asumsi sekarang yang paling sederhana

15:20

kita menggunakan DHCP client

15:22

DHCP client terletak di

15:24

menu IP-DHCP Client

15:27

kita simulasikan bahwa dari ISP kita mendapatkan IP DHCP

15:30

atau mendapatkan IP address secara otomatis

15:32

kita hanya perlu add interface

15:36

disini kita bisa memilih pada interface mana

15:38

dan kita bukan memilih ether1

15:40

akan tetapi bridge-WAN

15:41

karena ether1 tadi sudah menjadi anggota dari bridge-WAN

15:47

maka dari itu kita memilih bridge-WAN disini

15:51

Add Default Route kita pilih yes

15:53

kemudian kita klik OK

15:55

jika berhasil maka status akan tertulis "bound"

15:58

bound berarti kita sudah mendapatkan IP address

16:01

ok

16:02

sekarang kita lihat pada menu IP-Addresses

16:05

disini sudah terlihat mendapatkan IP otomatis dari provider internet

16:08

dan terlihat interface IP tersebut pada bridge-WAN

16:11

sesuai dengan konfigurasi kita tadi

16:13

kita cek terlebih dahulu langkah-langkah tadi

16:16

sudah terkoneksi ke Gateway atau belum

16:18

untuk cek gateway kita bisa lihat pada menu IP-Routes

16:25

disini sudah terlihat ada gateway

16:27

jadi terlihat pada contoh kali ini terdapat gateway dengan IP 10.10.10.1 ke internet

16:34

kita coba tes menggunakan Terminal

16:37

kita lakukan Ping ke 10.10.10.1

16:41

dan terlihat oke sudah bisa

16:44

kita sudah mengecek DHCP

16:47

kemudian kita cek juga DNS

16:50

tapi sebelumnya kita cek dulu router ini sudah bisa terkoneksi ke internet atau belum

16:54

kita ping ke IP google

16:56

atau ke IP Public

16:59

dan terlihat Ping ke 8.8.8.8 sudah oke

17:01

berarti Router ini sudah terkoneksi ke Internet

17:05

jika tidak terdapat DHCP server kita harus menentukan IP address secara static

17:09

kalau seperti itu bagaimana pak?

17:11

karena setiap ISP pasti akan mempunyai layanan yang berbeda-beda

17:14

ada yang otomatis dan ada yang static

17:17

kali ini kita sedang mencoba yang memiliki DHCP Server

17:20

karena ISP yang kita gunakan memberikan IP otomatis

17:23

bagaimana jika layanan yang kita gunakan tidak memberikan IP address secara otomatis?

17:26

mari kita coba dengan mematikan DHCP client yang sudah kita buat terlebih dahulu

17:29

kita masuk pada menu IP-DHCP client

17:33

kita non aktifkan terlebih dahulu

17:36

kita cek pada menu IP-Address harusnya sudah hilang semua IP address tadi

17:39

lalu kita membuat IP address secara manual

17:43

kita akan membuat IP 10.10.10.200/24

17:48

jangan lupa menambahkan prefix subnet karena sering terlupakan

17:50

kemudian pilihan interface bukan pada ether1

17:52

tapi kita menggunakan bridge-WAN

17:55

kita apply

17:57

kita sudah membuat satu langkah

18:00

kemudian kita cek terlebih dahulu

18:03

kita lakukan ping ke gateway 10.10.10.1

18:06

bisa

18:08

jadi untuk komunikasi ke gateway

18:09

sudah bisa berjalan

18:11

kemudian setelah menambahkan IP address

18:13

kali ini kita tambahkan default gateway

18:15

karena kalau kita berlangganan internet pada ISP

18:19

kita wajib mendapatkan informasi

18:21

yang pertama adalah alokasi IP address yang kita dapatkan

18:24

atau mungkin mendapatkan IP Public

18:25

dan yang kedua adalah informasi mengenai gateway

18:30

kemudian kita akan mensetting gateway yang terletak pada menu IP-Routes

18:34

pada menu tersebut kita akan memasukkan gateway

18:39

kita klik tombol + untuk menambah Gateway

18:42

untuk Dst. Address kita biarkan 0.0.0.0/0

18:44

jangan di ganti-ganti

18:46

disini sering terjadi kesalahan

18:48

karena gateway masih dalam keadaan tertutup

18:49

karena pada awal membuat yang terbuka pertama kali adalah Dst. Address

18:52

dan mengira yang harus di edit adalah Dst. Address

18:56

jadi kita harus mengedit pada parameter Gateway

18:58

maka kita bisa mengisikan 10.10.10.1

19:01

IP tersebut kita dapatkan dari masing-masing provider yang kita gunakan

19:04

jadi IP Gateway ini tidak boleh sembarangan

19:07

harus ditanyakan langsung ke provider masing-masing

19:10

lalu kita apply

19:11

setelah kita menambahkan gateway

19:13

langkah selanjutnya kita lakukan tes untuk koneksi ke internet

19:17

karena sebelumnya kita sudah lakukan tes ke gateway sudah bisa

19:19

maka sekarang kita lakukan Ping ke Internet

19:22

jadi sekarang kita lakukan tes untuk Ping ke 8.8.8.8

19:28

jika Ping ke 8.8.8.8 sudah bisa berarti kita sudah bisa terkoneksi ke internet

19:31

betul

19:31

apakah kita sudah bisa melakukan browsing ke internet?

19:34

misalnya mengakses Facebook atau Goggle?

19:37

ada yang belum terkonfigurasi sebenarnya

19:38

kita coba untuk melakukan Ping ke google.com

19:42

pasti tidak bisa

19:43

terdapat error nih pak

19:44

terdapat error karena DNS Server belum tersetting

19:48

untuk mensetting DNS bagaimana itu pak?

19:49

kita masuk pada menu IP-DNS

19:53

lalu kita masukkan server DNS disini

19:56

informasi untuk DNS Server ini juga didapatkan dari Provider Internet yang kita gunakan

20:01

atau kita juga bisa menggunakan DNS Public

20:03

seperti 8.8.8.8 atau 1.1.1.1

20:05

kita juga bisa menggunakan open DNS

20:09

pada percobaan kali ini kita menggunakan DNS dari ISP

20:11

jika kita memerlukan beberapa DNS Server

20:13

pada ISP biasanya memiliki lebih dari 1 DNS server

20:15

bisa ditambahkan disini dan bisa lebih dari satu

20:21

jika sudah terlanjur menambahkan tab dan tidak jadi menambahkan jangan lupa di tutup kembali

20:27

karena Router ini kita gunakan untuk melayani jaringan lokal kita

20:31

jangan lupa untuk mengaktifkan Allow Remote Requests pada DNS Server kita

20:34

untuk apa itu pak?

20:35

karena Router ini akan bertindak sebagai DNS server

20:39

untuk melayani jaringan lokal kita nanti

20:41

jadai nanti pada laptop client

20:45

pada settingan DNS bisa diarahkan ke IP router ini

20:49

jadi tidak perlu di setting DNS public

20:53

kita klik OK

20:54

kita lakukan tes Ping kembali ke www.google.com

20:57

nah sekarang sudah bisa

20:59

jadi permasalahan tadi karena belum bisa melakukan resolve nama domain yang dituju

21:04

karena memang kita belum setting sampai kesitu

21:07

langkah selanjutnya setelah kita terkoneksi ke internet

21:10

berikkutnya kita setting LAN kita

21:12

konfigurasi LAN hampir sama seperti tadi

21:15

saran saya kita juga membuat Bridge

21:19

untuk interface yang menuju ke client

21:23

kenapa demikian?

21:24

karena pada router kita memiliki banyak port

21:26

benar

21:27

jika saya set LAN pada ether6

21:30

dan kemudian hari saya ingin menambahkan LAN pada ether7

21:34

maka tidak bisa

21:36

karena perangkat in merupakan Router

21:39

bukan perangkat Switch

21:40

masing-masing port di konfigurasi sendiri-sendiri

21:43

tadi sudah terseting untuk WAN

21:47

sudah tersetting

21:49

sekarang settingan untuk LAN

21:50

mari kita membuat agar internet bisa diakses dari laptop client dibawah router ini

21:56

jadi kita akan membuat satu bridge lagi yaitu bridge-LAN

22:01

oke

22:02

untuk lokal area network kita

22:03

kita membuat bridge-LAN disini

22:06

menambah bridge baru

22:08

bukan bridge port

22:10

tapi kita membuat interface baru dengan nama bridge-LAN

22:13

setelah selesai kemudian kita tinggal memilih port yang akan digunakan

22:16

sesuai kebutuhan kita

22:20

ini kebetulan

22:24

kita akan menggunakan ether2 untuk LAN

22:27

untuk saat ini laptop client terkoneksi menggunakan ether2

22:33

kita pilih interface pada ether2 dan pilih bridge-LAN

22:36

kemudian kita apply

22:38

biasanya akan terputus sebentar koneksinya

22:41

karena kita terkoneksi pada bridge-LAN

22:46

jadi dari koneksi port fisik di buat ke bridge

22:48

tapi hal tersebut wajar

22:49

kita hanya perlu lakukan reconnect kembali

22:52

kemudian kita juga bisa menambah interface lain yang ingin kita gunakan

22:56

misalkan WLAN ingin kita masukkan juga ke bridge-LAN

22:58

okay

23:00

karena pada jaringan lokal pasti membutuhkan

23:03

wireless sebagai access point untuk distribusi internet ke client

23:07

agar nanti lebih mudah dalam proses konfigurasi

23:11

maka interface wireless ini juga dimasukkan kedalam bridge-LAN

23:15

benar sekali

23:16

kita tambahkan pada menu bridge port

23:18

WLAN1 masuk be bridge-LAN

23:20

kita juga bisa melakukan copy pada konfigurasi bridge port

23:23

karena kita akan memasukkan interface WLAN2 juga

23:27

kita juga bisa melakukan proses copy bridge port untuk interface yang lain

23:30

kita mencoba memasukkan ether6 juga

23:43

ether6 kita masukkan kedalam bridge-LAN

23:52

contohnya seperti ini

23:56

satu buah bridge bisa berisi banyak port

23:59

bisa banyak sekali port

24:01

dan ini berlaku untuk bridge-WAN juga

24:04

karena pada contoh sebelumnya pada bridge-WAN hanya terdapat satu port

24:07

iya

24:08

kita juga bisa menambahkan beberapa port

24:10

misalnya kita mendapatkan beberapa IP Public dari provider internet

24:13

dan kita menginginkan ada satu server yang terkoneksi menggunakan IP Public ke router ini

24:16

jadi server yang dibuat dibawah router ini menggunakan IP Public sendiri

24:22

menggunakan IP Public dari ISP

24:24

caranya bagaimana itu pak?

24:25

caranya kita bisa dengan memasukkan port baru

24:27

karena tadi pada bridge-WAN sudah ada ether1

24:30

kita bisa menambahkan port baru pada bridge-WAN

24:34

misalkan disini kita menambahkan ether3

24:36

pada bridge-WAN

24:39

jadi bridge-WAN inilah yang digunakan untuk koneksi langsung dari Server ke ISP

24:45

jadi sekarang yang terkoneksi langsung ke ISPadalah ether1 dan ether3

24:48

okay

24:49

kita bisa mencoba dengan cara merubah kabel yang terkoneksi pada ether1 dipindah ke ether3

24:52

jadi kabel ini dirubah

24:55

kita juga mencoba test dengan melakukan Ping

24:57

cek koneksi ke internet menggunakan Ping yang hidup terus menerus

25:00

seharusnya

25:02

jika konfigurasi kita benar

25:04

saya pindah ke ether3

25:08

kita coba lihat Ping nya

25:12

maka akan tetap terkoneksi

25:14

jadi pada konfigurasi kali ini ether1 dan ether3 sama fungsinya

25:17

secara virtual

25:19

karena kedua port tersebut masuk kedalam bridge-WAN

25:22

kalian bisa mencoba metode ini pada jaringan masing-masing

25:26

misalnya

25:27

pada ether1 terdapat masalah

25:29

bisa terjadi karena permasalahan hardware atau apapun

25:33

yang mengharuskan kita untuk berpindah ke port fisik yang lain

25:36

pembuatan bridge ini bisa menjadi solusi atau menjadi sebuah trik

25:39

agar rule lain yang sudah kita buat seperti firewall dan lain-lain

25:43

tidak perlu membuat ulang

25:46

karena kita telah membuat beberapa konfigurasi tersebut dalam bridge

25:49

jadi triknya adalah kita memanfaatkan fungsi bridge

25:52

dan kita telah membuat bridge-WAN dan bridge-LAN

25:55

dan sekarang statusnya router sudah terkoneksi ke internet

25:58

kita juga sudah mengalokasikan port untuk LAN

26:00

berikutnya adalah kita memasukkan konfigurasi untuk IP address

26:05

untuk distribusi ke LAN

26:08

kita bisa memasukkan pada menu IP-Address

26:12

disini sudah terlihat ada IP address untuk WAN

26:15

kita akan membuat lagi

26:17

harus berbeda dengan IP address dari ISP

26:20

misalnya kita disini menggunakan 192.168.1.1

26:25

IP klasik

26:26

IP address yang paling sering digunakan

26:29

kita memilih interface pada bridge-LAN

26:33

jadi konfigurasinya hampir sama dengan sebelumnya

26:37

IP interface tidak dipasang langsung ke port

26:39

tapi dipasang pada bridge-LAN

26:45

sudah terbuat IP address baru disini

26:47

dan kita sekarang sesuaikan IP address yang ada pada laptop kita

26:51

atau kita bisa mensetting DHCP Server

26:54

membuat DHCP Server pada router ini

26:58

kita masuk kedalam menu IP-DHCP Server

27:02

DHCP server berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis ke client

27:05

dan pada konfigurasi di perangkat Mikrotik tidak susah karena sudah terdapat wizardnya

27:08

yang terpenting ini adalah pemilihan interface

27:11

sebelumnya kita sudah membuat LAN yang secara fisik terkoneksi pada ether2

27:16

berarti

27:18

pada pemilihan port kita tidak memilih langsung ke ether2

27:22

melaikan pada bridge

27:24

karena ether2 sudah masuk kedalam interface virtual yang bernama

27:28

bridge-LAN

27:31

okay

27:32

pemilihan interface disini jangan sampai terbalik

27:37

kita hanya perlu klik next sampai selesai

27:41

karena IP sudah sesuai

27:44

gateway juga sudah tersetting

27:46

range IP address kita langsung pakai saja

27:51

pengaturan DNS server juga akan otomatis menggunakan router gateway

27:56

kita juga bisa merubah agar DNS server menggunakan router ini

27:59

jadi ini merupakan pengaturan DNS yang akan digunakan oleh komputer client

28:04

bisa kita rubah menjadi 192.168.1.1

28:10

atau menggunakan Gateway dari ISP juga bisa

28:15

kita next

28:17

kita klik next lagi

28:18

gampang sekali konfigurasi DHCP Servernya ya

28:20

kita klik DHCP Setup kemudian klik next sampai selesai

28:23

kita bisa cek pada konfigurasi network pada laptop

28:32

sudah terlihat bahwa kita mendapatkan IP address yang sudah terpasang pada laptop

28:37

192.168.1.254

28:41

sesuai dengan range IP address yang tadi telah kita buat

28:44

kita klik OK disini

28:46

kita juga bisa melakukan test menggunakan Ping

28:49

kita coba lakukan Ping dari laptop ini ke Router

28:54

kita coba test per segment

28:57

jadi misalkan kita baru mengkoneksikan laptop ke router

29:01

iya

29:02

koneksi router ke internet sudah bisa

29:03

dan selanjutnya tes koneksi laptop ke internet

29:07

kita lakukan Ping ke 192.168.1.1

29:12

koneksi dari laptop ke router sudah tersambung

29:16

sudah bisa

29:16

kemudian kita lakukan tes selanjutnya

29:19

jika kita lakukan tes dari laptop ke internet tidak tersambung

29:22

kok bisa begitu pak?

29:23

ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan

29:26

adalah NAT (Network Address Translation)

29:27

kita konfigurasi source NAT

29:30

pada router kita harus memilih action source NAT sebagai masquerade

29:38

caranya kita masuk ke menu IP-Firewall kemudian masuk pada tab NAT

29:46

kta lakukan penambahan

29:47

kita perlu mengatur Out. Interface

29:51

kita memilih Out. Interface ini adalah koneksi ke sumber internet atau ISP

29:54

dan disini kita memilih bridge-WAN

29:56

karena harus memilih interface yang digunakan untuk menuju keluar jaringan kita

30:00

iya

30:01

karena interface fisik kita tadi sudah kita masukkan kedalam bridge

30:03

berarti pada pemilihan interface ini kita memilih bridge-WAN

30:07

kemudian pada tab Action kita memilih

30:11

masquerade

30:16

kita apply

30:20

jika sudah terkonfigurasi NAT masquerade maka sudah bisa terkoneksi

30:23

yes

30:27

kita cek koneksi menggunakan Ping

30:33

sudah bisa terkoneksi ke Internet

30:34

okay

30:36

untuk konfigurasi dasar

30:39

sudah selesai

30:42

karena dari client sudah bisa terkoneksi ke internet

30:45

tinggal ada beberapa hal sedikit

30:48

yang bisa diterapkan

30:51

contohnya seperti apa pak?

30:53

kita bisa menerapkan QoS

30:55

kita bisa menerapkan limitasi Bandwidth

30:57

paling mudah kita bisa menggunakan simple queue

30:59

target kita masukkan IP yang akan di limit

31:02

IP address dari laptop atau client yang akan di berlakukan limitasi

31:08

lau bisa diatur mau diberi bandwidth akses berapa

31:12

misalnya upload 10MB

31:15

dan Download 10MB

31:17

kalau ingin lebih lanjut mempelajari QoS

31:20

sudah ada video seri yang membahas detail mengenai QoS Mikrotik

31:22

jika kalian sudah memiliki

31:24

jaringan yang lebih besar

31:28

atau dengan kondisi lain yang lebih kompleks

31:30

bisa melihat beberapa tutorial pada channel ini juga

31:32

bisa dilihat di playlist QoS Mikrotik pada Channel ini

31:38

kemarin ada berapa bagian itu ya pak?

31:40

oh itu ada banyak bagian

31:41

dari konfigurasi simple sampai yang advanced

31:45

dan pembahasan lebih detail ada pada video tersebut

31:47

tambahan pertama QoS

31:49

untuk tambahan kedua

31:50

masalah keamanan

31:51

iya

31:52

pada awal tutorial sudah dilakukan penggantian username dan password

31:55

iya

31:56

tapi terkadang masih ada yang melakukan serangan brute force atau bug

32:00

sehingga

32:01

kita harus cek di menu IP-Services

32:08

maka akan nampak Service yang sedang aktif pada Router yang kita gunakan sekarang

32:12

service port yang terbuka pada router Mikrotik ini

32:15

yang bisa di akses dari interface manapun

32:18

termasuk dari WAN atau internet

32:21

kita harus menonaktifkan yang tidak perlu

32:24

sebagai saran

32:25

jika service port API tidak digunakan harus dimatikan

32:28

FTP jika tidak diperlukan juga harus di nonaktifkan

32:35

TELNET juga sebagai saran lebih baik dimatikan

32:38

karena service tersebut tidak aman juga

32:42

tersisa service port www atau web

32:46

winbox dan juga ssh

32:48

tapi semisal pak

32:50

seperti ini pun masih bisa diakses melalui internet

32:51

tapi misalkan untuk internet kita masih membutuhkan service port Telnet

32:56

apakah bisa dibuat custom?

32:59

sebagai contoh untuk service SSH ingin tetap bisa diakses dari IP address tertentu saja

33:06

iya seperti itu

33:07

kita bisa masukkan IP tertentu

33:09

ada parameter pengecualian

33:13

misalkan router rumah masih bisa diakses dari kantor

33:16

kita bisa memasukkan IP address yang kita inginkan untuk masih bisa mengakses

33:19

atau bisa menggunakan IP range

33:21

agar masih tetap bisa diakses dari IP address tertentu

33:23

Perangkat ini bisa diakses menggunakan SSH

33:25

tetapi jangan lupa

33:27

IP lokal dimasukkan juga

33:28

oh iya

33:32

192.168.1.0/24

33:35

jika kita ingin memasukkan IP address dari luar jaringan lokal kita

33:38

jangan lupa untuk menambahkan IP lokal kita

33:40

karena dengan kita membuka parameter"Available From" berarti sudah membatasi IP yang bisa mengakses

33:43

tapi jika kita kosongkan semua maka bisa diakses dari manapun

33:46

jadi pada Mikrotik jika parameter "Available From" dikosongkan semua berarti bisa diakses dari manapun

33:50

jadi harus di kosongkan sampai berwarna gelap

33:53

karena jika kita klik panah bawah seperti ini menjadi berwarna terang

33:55

maka pengaturannya akan berubah

33:58

jadi jika ingin menambahkan IP Public tertentu

34:00

jangan lupa IP private kita juga ikut di masukkan

34:05

untuk menambahkan IP address yang lain

34:08

ini adalah salah satu cara memproteksi Router kita

34:11

supaya tidak sembarang orang bisa mengakses melalui internet

34:16

pada service yang lain juga sama

34:25

okay

34:27

atau kita bisa mengganti port nya

34:31

misalkan diganti dengan 8080

34:33

jadi jika kita mengakses Router melalui Webfig

34:37

menggunakan web browser

34:37

kita harus mengetikkan beserta portnya contoh http://192.168.1.1:8080

34:43

ini salah satu proteksi

34:45

jadi jangan terlalu cepat mengkonfigurasi bagian ini

34:48

agar tidak ada yang terlewatkan

34:50

jangan sampai kita tidak bisa terkoneksi ke Router sendiri

34:52

karena itu

34:53

sebagai saran untuk langkah pertama adalah memasukkan IP private yang kita gunakan

34:59

jadi kita masih mempunyai akses

35:03

bisa remote ke Router

35:06

jadi seperti itu beberapa langkah proteksi

35:07

kemudian masuk ke pengembangan Jaringan

35:11

koneksi melalui kabel sudah

35:12

kemudian untuk koneksi wireless?

35:13

oh iya sampai terlupa

35:14

karena jaringan sekarang ini banyak yang menggunakan perangkat mobile

35:18

laptop maupun gadget

35:19

pengaturan tersebut terdapat di menu Wireless

35:24

misalkan kita ingin mengaktifkan wireless 5GHz

35:28

kita bisa mensetting sebagai access point

35:33

untuk pemilihan frekuensi juga harus hati-hati

35:36

harus sesuai dengan peraturan yang berlaku

35:38

beberapa perangkat yang sudah terdaftar di Indonesia terkadang

35:42

range frekuensi yang diperbolehkan menjadi sempit

35:43

yang mengakibatkan tidak bisa terkoneksi ke luar frekuensi yang ditentukan

35:48

kalau untuk perangkat Mikrotik bisa digunakan pada frekuensi 5.1-5.8

35:53

bisa semua

35:54

kalau untuk perangkat laptop atau handphone menggunakan frekuensi berapa?

35:58

yang paling banyak digunakan pada frekuensi 5725 dan 5825

36:01

berarti masih dalam range 5GHz atas

36:04

misalkan pada frekuensi 5785

36:07

ini masih bisa

36:08

kita tentukan untuk SSID

36:11

karena tadi kita sudah membuat DHCP Server sehingga mudah untuk terkoneksi

36:14

jangan lupa kita membuat password untuk koneksi wireless kita

36:18

jadi jangan dibiarkan terbuka

36:19

jadi sebelum kita aktifkan access point ini

36:23

kita akan membuat pengamanan

36:26

masuk ke dalam tab Security Profiles kemudian tambahkan profile

36:29

disitu kita bisa menentukan password untuk masuk melalui interface wireless yang ingin kita gunakan

36:33

password bisa kita buat sesuai keinginan kita

36:40

lalu kita apply

36:42

kemudian

36:44

kita kembali pada pengaturan Access Point yang tadi akan kita buat

36:48

kita bisa memilih

36:50

untuk security profiles

36:52

kita buka mode advanced nya baru kita bisa memilih security profiles

36:57

jadi jika kita ingin terkoneksi melalui wlan1

37:00

harus memasukkan password yang tadi telah kita buat

37:03

ini konfigurasi untuk wireless 5GHz

37:05

jangan lupa di enable

37:08

dengan begini sudah siap untuk menjadi access point

37:11

yes

37:12

jadi seperti inilah konfigurasi wireless access point pada frekuensi 5GHz

37:15

kita menggunakan frekuensi 5785 dengan password yang sudah ditentukan

37:19

okay

37:19

dan untuk pengaturan wireless access point pada frekuensi 2.4GHz hampir sama

37:22

untuk frekuensi pada 2.4GHz tidak ada masalah

37:25

ada banyak frekuensi yang bisa kita pilih tidak ada masalah

37:30

hampir pada semua perangkat wireless bisa mengakses menggunakan frekuensi 2.4GHz ini untuk terkoneksi

37:33

betul

37:34

kita bisa mengaktifkan Advanced mode

37:37

untuk menggunakan security profiles

37:41

mungkin kita bisa membedakan untuk SSID

37:42

kita buat berbeda dengan wireless 5GHz

37:44

tujuannya untuk apa itu pak?

37:45

supaya kita bisa tahu akan terkoneksi menggunakan access point yang mana

37:49

jadi untuk perangkat wireless yang bisa menggunakan kedua frekuensi tersebut bisa bebas memilih

37:53

bisa memilih

37:54

karena kebanyakan perangkat wireless yang hanya menggunakan frekuensi 2.4GHz

37:57

yang menjadikan full

37:58

jadi kita bisa memilih access point mana yang masih bisa terkoneksi

38:04

untuk SSID saya ganti menjadi Mikrotik2

38:07

kita apply

38:08

enable

38:10

ok sudah siap semua

38:12

untuk penggunaan IP address pada wlan bagaimana?

38:14

perangkat yang terkoneksi melalui wireless akan mendapat IP address dari DHCP server

38:16

karena interface wlan sudah masuk kedalam bridge-LAN

38:21

jadi karena interface kabel dan juga wireless

38:24

sudah masuk ke dalam interface virtual bridge-LAN

38:26

maka DHCP Server bisa berjalan ke semua interface tersebut

38:29

jadi kita tidak perlu mengubah pengaturan IP address atau yang lainya

38:34

kemudian ada permasalahan lagi

38:38

kalau kita terkoneksi menggunakan ISP yang menggunakan protokol PPPoE

38:42

oh iya itu bagaimana pak?

38:42

karena seperti saat awal saya bilang

38:45

ada beberapa cara untuk ISP memberikan akses kepada para pelanggan

38:50

ada yang menggunakan static IP

38:52

ada juga yang DHCP

38:53

yang sekarang banyak digunakan adalah protokol PPPoE

38:56

bagaimana mensetting perangkat Mikrotik sebagai PPPoE Client?

39:01

jadi kita bisa set PPPoE Client pada bridge-WAN

39:06

iya

39:09

mari kita ciba buat

39:11

masuk ke menu interface

39:14

kemudian kita add PPPoE Client

39:18

jadi harus ditambahkan secara manual

39:20

karena pada pengaturan awal perangkat yang terdaftar hanyalah interface fisik

39:22

jadi kita harus menambahkan interface yang baru untuk PPPoE Client

39:27

jadi harus menambahkan yang PPPoE Client

39:30

kita bisa memilih Interface yang kita gunakan

39:32

interface ini kita bisa memilih bridge-WAN

39:36

untuk ke internet

39:38

tergantung providernya

39:40

kemudian pada tab Dial Out

39:43

parameter kita isi dengan client

39:46

atau lebih detail kita bisa tanyakan ke Provider tempat kita berlangganan Internet

39:48

jangan sampai memasukkan username dan password yang tidak sesuai

39:53

jika salah nanti malah tidak bisa terkoneksi

39:54

jadi harus ditanyakan

39:56

kepada penyedia layanan internet untuk informasi username dan password PPPoE Client

39:59

pada simulasi kali ini kita menggunakan username client1

40:04

dengan password test123

40:07

di pengaturan ini juga terdapat pilihan untuk penggunaan DNS server

40:12

biasanya kita menggunakan DNS Server dari provider

40:16

kita apply

40:18

sudah terlihat langsung terkoneksi

40:20

coba kita lihat kembali ke pengaturan tadi pak disini terlihat untuk password berisikan ****

40:25

biar bisa tahu isi **** itu bagaimana pak?

40:28

jadi supaya kita bisa melihat isi dari ****

40:30

pengaturan hide password pada toolbar winbox kita matikan

40:33

biasanya kita takut salah dalam memasukkan password

40:36

iya

40:37

jadi seperti itu cara menampilkan **** kedalam karakter yang kita inputkan

40:42

agar kita bisa yakin bahwa karakter yang kita input sudah benar

40:46

kalau kita klik OK

40:48

disini sudah terlihat status R

40:49

yang berarti sudah Running

40:51

kemudian kita coba lihat pada menu IP-Address

40:55

kita sudah mendapatkan IP baru

40:59

dengan interface PPPoE Out

41:01

karena sudah mendapatkan IP address dari PPPoE kita tidak perlu lagi menggunakan static IP yang dari ISP

41:06

karena biasanya ISP

41:08

hanya memberikan satu jenis distribusi IP address

41:10

kalau sudah menggunakan static IP

41:13

biasanya tidak menggunakan PPPoE

41:15

kalau ada PPPoE tidak lagi menggunakan static IP atau DHCP

41:19

jadi untuk koneksi ke WAN sekarang kita hanya menggunakan

41:24

PPPoE Out

41:26

jadi disini sudah terbentuk PPPoE Out

41:30

kita akan mencoba tes menggunakan Ping

41:34

okay

41:35

kita cek koneksi lagi

41:36

jika dites dari router ke ISP harusnya tidak ada masalah

41:40

sudah mendapatkan IP address dan juga mendapatkan gateway dari ISP

41:44

iya

41:45

sekarang kita coba dari laptop

41:48

ada masalah ini

41:52

kok malah timeout

41:54

karena tadi ada interface virtual PPPoE

41:58

dan NAT juga harus terkonfigurasi pada PPPoE

42:01

jadi berkaitan dengan konfigurasi NAT masquerade kita sebelumnya

42:04

betul

42:05

berarti kita harus mengedit kembali

42:07

sebagai saran kita bisa membuat baru lagi untuk konfigurasi NAT

42:10

untuk Out Interface

42:13

kita pilih PPPoE Out

42:16

action kita pilih

42:18

masquerade

42:20

lalu kita apply

42:29

oh iya benar

42:31

jadi saat kita menggunakan koneksi PPPoE untuk mengarah ke ISP

42:36

konfigurasi NAT kita harus disesuaikan juga

42:39

untuk out interface bukan menggunakan port fisik

42:43

tetapi menggunakan

42:45

interface virtual PPPoE

42:49

betul

42:51

konfigurasi seperti ini mungkin terlihat agak rumit

42:53

karena menggunakan bridge dan segala macam

42:55

tetapi metode ini sangat efisien saat kalian memiliki layanan lain seperti hotspot

43:00

karena tadi kita hanya mencontohkan layanan hanya untuk DHCP Server saja

43:04

jika kita ingin menambahkan service hotspot

43:07

agar semua yang ingin menggunakan layanan internet harus melalui login page

43:12

caranya juga sama seperti tadi

43:14

selain bridge-LAN kita harus membuat layanan baru

43:18

misalkan bridge-HOTSPOT

43:25

kita pilih port mana yang akan menyalurkan layanan ini

43:28

misalkan kita pilih port 10

43:31

interface kita pilih ether10

43:35

kemudian kita pilih bridge-HOTSPOT

43:39

jadi konfigurasi bridge kita sudah siap

43:41

lalu kita hanya perlu mensetting untuk layanan Hotspotnya

43:43

kita masuk kedalam menu IP-Hotspot

43:48

dan nanti kita tidak memilih untuk ether10

43:52

akan tetapi kita pilih bridge-HOTSPOT

43:55

kita hanya perlu setting hotspot seperti biasa

44:10

kita tambahkan usernya

44:14

apa saja terserah kita

44:17

selesai

44:18

jika kita koneksikan ether10 ke Access point tambahan

44:21

tentu sudah bisa menjalankan layanan hotspot

44:22

kadang-kadang orang mengira bahwa hotspot itu harus menggunakan wireless

44:28

harus menggunakan access point

44:30

akan tetapi kita bisa memilih service tersebut

44:34

misalnya pada ether10 disini

44:36

jadi kita bisa menambahkan access point external

44:39

atau bisa juga dengan skenario seperti ini

44:41

karena pada router percobaan kita kali ini memiliki 2 interface wireless 2.4GHz dan 5GHz

44:44

misalkan pada wireless 5GHz tetap menggunakan DHCP

44:46

sedangkan wireless 2.4GHz menggunakan layanan hotspot

44:48

caranya bagaimana itu pak?

44:49

kita tinggal mengubah port saja disini

44:52

tadi kita konfigurasi untuk wireless 2.4GHz pada wlan2

44:54

wlan2 kita rubah tidak lagi menggunakan bridge-LAN akan tetapi menggunakan bridge-HOTSPOT

45:00

dengan menggunakan bridge seperti ini kita sangat dimudahkan untuk mengubah interface fisik

45:05

menentukan interface fisik yang digunakan

45:07

atau misalkan ingin menambah access point lagi pada port9

45:09

pada port9 kita tambahkan ke layanan hotspot

45:11

kita tinggal memasukkan port9 kedalam bridge-HOTSPOT

45:20

jadi dengan membuat bridge seperti ini

45:23

kita bisa dengan mudah mengkonfigurasi port yang kita gunakan

45:27

disini terlihat untuk service hotpot ada pada wlan2, ether10 dan ether9

45:31

untuk LAN ada pada ether2, ether6 dan wlan1

45:34

untuk WAN ada pada ether1 dan ether3

45:36

jadi dengan menggunakan metode bridge seperti ini kita jadi lebih fleksibel untuk memilih interface yang kita gunakan

45:46

iya

45:47

jadi kita juga harus teliti dalam mensetting

45:51

karena sudah masuk dalam bridge

45:52

untuk setting IP, hotspot maupun DHCP Server

45:57

kita tidak lagi mengarah ke Ether fisik

46:00

bukan lagi mengarah ke port fisik

46:02

akan tetapi kita hanya perlu memilih bridge saja

46:05

karena port fisik sudah masuk kedalam bridge

46:07

okay

46:08

dan satu tips lagi adalah

46:11

untuk layanan hotspot

46:13

kenapa tadi konfigurasinya cepet banget

46:16

kita juga menyediakan video tutorial lengkap mengenai hotspot

46:18

video seri yang sangat legendaris

46:22

jadi memang

46:23

di channel Mikrotik Indonesia ini semuanya lengkap

46:26

ada video seri tentang queue sampai beberapa part

46:30

ada juga mengenai the DUDE dan juga Hotspot

46:32

ada wireless dan lain sebagainya

46:34

tapi untuk basic config ini juga sangat penting

46:38

sebelum kita masuk kedalam konfigurasi queue ataupun hotspot

46:41

hal inilah yang perlu dilakukan terlebih dahulu

46:43

jika ingin lebih tahu tentang hotspot Mikrotik cari videonya mengenai hotspot pada channel ini

46:48

yes

46:49

pasti ketemu nanti yang menerangkan mas Yoga

46:51

yes

46:52

sampai sini ada lagi langkah lain?

46:56

ada lagi untuk kalian yang sering mengalami terputus koneksinya

47:01

jadi sering mengalami putus koneksi saat meremot menggunakan Winbox

47:07

masalah pada Winbox

47:08

bukan masalah koneksi internet

47:09

seperti kita lihat pada percobaan kali ini kita login menggunakan MAC address

47:15

kita juga bisa login ke Router menggunakan IP Address

47:20

jadi tidak menggunakan MAC Address

47:23

jadi saat kita akan login ke dalam Router

47:29

kita jangan klik MAC address

47:34

jadi kita klik bagian IP Address

47:37

jika sudah kita masukan username dan password

47:41

barulah kita login

47:45

jadi

47:47

jika kita masuk kedalam router menggunakan IP Address akan jauh lebih stabil

47:51

daripada kita login menggunakan MAC Address

47:53

jadi permasalahan saat kita login menggunakan MAC address akan sering terputus

47:59

karena koneksi MAC address pad Winbox menggunakan UDP

48:03

iya

48:04

jadi jika ada beberapa paket yang hilang akan terputus

48:07

jadi untuk koneksi winbox menggunakan IP address kita menggunakan TCP

48:12

connection oriented

48:14

yang akan lebih terjaga koneksinya

48:16

apalagi direct connect seperti ini

48:18

harusnya sangat stabil

48:20

Router sudah kita setting semua

48:23

keamanan juga sudah

48:25

jika ingin tahu lebih detail mengenai keamanan Mikrotik

48:28

bisa dicari pada artikel kami mengenai Firewall

48:31

dan tadi juga sudah dicontohkan untuk keamanan dasar

48:35

agar orang luar tidak bisa sembarangan masuk kedalam Router kita

48:38

jadi keamanan awal agar Router kita tidak dikonfigurasi oleh orang yang tidak diinginkan

48:43

walaupun nanti sebenarnya

48:45

kalian bisa menambahkan Firewall lagi

48:48

kemudian ada setting IP Service yang bisa kita kombinasikan

48:52

atau mungkin ada satu lagi tips

48:54

untuk mengantisipasi bug

48:58

cara update ke routerOS terbaru

49:02

kita masuk ke dalam menu system

49:06

kemudian pilih Packages

49:10

dan disini akan terlihat kita sedang menggunakan RouterOS versi 6.44.2

49:14

caranya kita bisa lakukan dengan klik Check For Updates

49:20

setelah kita klik Check For Updates

49:22

maka Router akan melakukan Download secara otomatis

49:26

jadi setelah restart maka akan menjalankan RouterOS yang paling baru

49:29

jadi seperti itulah cara upgrade sekaligus keamanan

49:33

karena dari pihak Mikrotik

49:36

ada penutupan celah untuk bug yang mungkin bisa terjadi

49:43

dan Router sekarang sudah siap untuk digunakan

49:46

berarti

49:47

langkah konfigurasinya seperti ini tadi

49:50

kita sudah melakukan percobaan dari berbagai macam koneksi

49:55

beberapa service dari WAN

49:57

ada static IP, DHCP Client, PPPoE sudah dibahas semua

50:02

keamanan dasar juga sudah ada

50:04

kemudian cara distribusi internet ke jaringan lokal

50:10

juga sudah ada tadi

50:11

ditambah dengan tips memanfaatkan bridge

50:14

yang bisa sangat membantu kita

50:15

ada tips penggunaan bridge dan juga keamanan proteksi IP

50:19

ada tips tentang QoS sedikit

50:21

hotspot

50:22

jadi spoiler sedikit untuk video QoS yang telah kita buat

50:27

okay

50:28

jadi untuk pembahasan basic config ini sudah selesai

50:32

ru=outer sudah bisa digunakan

50:33

setelah melakukan basic config ini dan bisa berjalan baru bisa melakukan manajemen yang lain

50:37

seperti Firewall dan QoS

50:39

betul sekali

50:40

terima kasih pak Valens atas ilmunya

50:41

sama-sama mas

50:43

temen-teman bisa share video ini

50:46

agar video ini bisa lebih bermanfaat lagi

50:50

supaya yang lain juga bisa mendapatkan informasi

50:53

kalau ada pertanyaan bisa ditanyakan pada kolom komentar dibawah

50:58

jika ada permasalahan

51:00

atau sharing pengalaman saat melakukan basic config bisa tuliskan komentar dibawah

51:04

jangan lupa Subscribe

51:06

kemudian klik tombol lonceng

51:09

agar kalian bisa mendapatkan update video terbaru dari kami

51:12

terimakasih telah menyaksikan

51:15

sampai jumpa pada video-video yang lainnya

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free