Full Transcript

·YouTLDR

KEBUN CERDAS DAN MODERN TIDAK PERLU SIRAM TIAP HARI SUKSES UBAH GALON BEKAS JADI UANG | CERITA USAHA

20:01IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

Dengan menggunakan teknik sistem galon

0:03

ini, kita enggak siram-siram, hasilnya

0:06

mudah, murah, melimpah, terus tanamannya

0:09

sedikit, duitnya banyak. Hasilnya bisa

0:11

untuk menghidupi keluarga.

1:05

Halo, Sedulur Oasis. Kalian tidak perlu

1:08

lahan yang luas. Kalian juga enggak

1:10

perlu meninggalkan pekerjaan utama

1:12

kalian hanya untuk mendapatkan uang

1:15

tambahan setiap harinya. Dengan metode

1:17

memanfaatkan galon bekas, kalian juga

1:20

tidak perlu menyiram tanaman kalian

1:23

setiap harinya dan yang paling penting

1:25

lebih hemat. Mau tahuk kan bagaimana

1:27

caranya? Langsung saja kalian tonton

1:29

video ini dari awal hingga akhir. Dan

1:31

jika kamu suka video-video seperti ini,

1:33

jangan lupa kalian klik tombol

1:35

subscribe-nya agar kamu tidak

1:36

ketinggalan video berikutnya. Dan

1:39

selamat menyaksikan.

1:51

Perkenalkan nama saya Tri Madiwono

1:54

sebagai pengelola studio tani Kali Suci.

1:57

Kalau di kampung saya sebagai ketua

2:00

kelompok tani Kampung Tangguh Kali Suci.

2:03

Diharapkan ini satu kampung ini dengan

2:06

jalan pertanian bisa tangguh secara

2:08

ekonomi, sosial, budaya dan religi.

2:12

Studio Tani Kalisuci adalah sebuah

2:14

pemodelan pertanian terpadu yang di

2:16

dalamnya terdapat kolaborasi antara

2:19

pertanian, peternakan, dan perikanan

2:21

dengan sentuhan teknologi yang sederhana

2:24

tapi tepat guna. Kalau di studi sudah

2:26

ada ledri, ada melon, ada jahe, terus

2:30

lele sudah ada entok sudah ada ayam.

2:33

dengan pakan alternatif salah satunya

2:35

adalah Azula.

2:45

Sebelum terjun di dunia pertanian dulu

2:47

itu saya sebagai tukang parkir dan ojek

2:50

di salah satu pasar Semanu. Saya waktu

2:53

itu sekitar 8 tahunan lah untuk di

2:55

tukang parkir kayak gitu. Kalau pagi

2:57

saya berangkat ke pasar sebelum subuh

2:59

lah jam .30 jam . kayak gitu. itu sampai

3:03

entar jam dirasa parkiran itu sepi. Saya

3:07

gantian menjadi tukang ojek. Terus di

3:10

situ saya melihat potensi pertanian ini

3:13

ternyata sayuran di Pasar Semano sekian

3:16

kendaraan per harinya. Coba saya itu

3:19

bisa sekian persen itu saya kira sudah

3:22

cukup di pasarnya. Nah, akhirnya kami

3:24

melakukan pertanian itu dengan teknik

3:27

petani cerdas air sistem galon ini.

3:30

Untuk teknik petani cerdas air ini

3:32

memang kami berbeda dengan yang lain.

3:34

Kalau mungkin yang lain itu cuman untuk

3:36

sebagai pot. Kalau di tempat saya itu

3:38

lebih dijadikan adalah sebagai penampung

3:40

air. Sistemnya itu sebenarnya sistem

3:43

penyerapan air atau sistem kapiler

3:45

sebenarnya itu harus menggunakan kain

3:47

flanel. Terus menggunakan teknik galon

3:49

ini sudah dilengkapi atau sudah

3:51

direkayasa bahwa teknik ini sudah anti

3:53

nyamuk. Jadinya konsep petani cerdas air

3:57

ini konteksnya adalah petani ora

4:00

siram-siram, ora nyangkingi gember, ora

4:03

ngeret-eret selang. Maksudnya apa? Ini

4:05

kita tinggal buka tutupan aja. Untuk

4:08

urusan di air ini sudah selesai.

4:11

Permasalahan intinya di pertanian itu

4:13

sebenarnya di pengairan ya. Nah, untuk

4:15

urusan air aja misal di melon, di slid

4:18

itu sudah teratasi. Nah, itu kan dapat

4:20

dikatakan 60%-nya sudah bisa diatasi

4:23

kayak gitu. Terus untuk di Gunung Kidul

4:26

itu terkenal akan kekurangan air ya,

4:29

mahal akan biaya untuk mendapatkan air.

4:32

Tapi dengan menggunakan teknik petani

4:34

cerdas air, air itu tidak akan tumpah ke

4:37

mana-mana. memang disimpan di dalam

4:39

galon itu terus sistemnya memang sistem

4:42

kapiler. Jadinya kalau untuk pengairan

4:44

ya bisa 3 hari, bisa 4 hari, bisa 5

4:47

hari, bahkan bisa 1 minggu sekali. Kalau

4:50

untuk sledri, jadi air bertahan berapa

4:53

hari kayak gitu ya. Kalau sudah

4:55

besar-besar itu ya kalau cuman untuk 5

4:58

hari aja sudah cukup tinggal ngejok 5

5:00

hari sekali atau 3 hari sekali. Kalau

5:02

untuk melon waktu pembuahan itu ya

5:05

paling enggak minimal 2 hari sekali. Dan

5:07

itu pun tidak harus satu persatu.

5:09

Tinggal kita buka keran paling sekitar

5:11

15 menit semua sudah terisi semua.

5:14

Menggunakan teknik petani cerdas air itu

5:16

saya kira tidak ada alasan untuk kita

5:19

tidak bertani. Lah kenapa tidak ada

5:21

alasan? Misalkan enggak ada tanah Pak,

5:23

adanya bawa batu enggak ada lahan.

5:24

Enggak ada alasan kayak gitu.

5:26

menggunakan teknik galon ini ibarat itu

5:28

sejengkal menghidupi. Galon ini cuman

5:30

sejengkal tapi ibaratnya hasilnya bisa

5:33

untuk menghidupi keluarga. Jadinya

5:35

misalkan enggak ada waktu, waktunya

5:37

enggak ada waktu apa, kita enggak

5:39

siram-siram, hasil ya mudah, murah,

5:42

melimpah. Teman-teman yang ikut kegiatan

5:44

saya itu merasakan waktu panen itu

5:47

benar-benar ada keuntungan yang cukuplah

5:49

kayak gitu. Kalau secara organik itu

5:51

hasilnya jauh lebih bagus menggunakan

5:54

teknik galon. Kita berani tanding kok

5:56

misalkan untuk seledri di lahan sama di

5:59

galon. Lucunya dijual ke tukang bakso

6:01

biasanya itu 12 kilo ini beli di pasar

6:05

Rp10.000 itu malah dihargai Rp12.000

6:08

karena lebih fresh, lebih bersih, lebih

6:11

hijau kayak gitu lah. Itu yang

6:13

menghargai malah bukan petaninya tapi

6:16

yang menghargai itu malah pembelinya.

6:18

Dikasih lebih menjadi Rp2.000.

6:28

Untuk konsep di sini cuman dari tiga

6:31

tanaman kita. Untuk seledri itu hasil

6:33

harian. Terus untuk hasil 3 bulan itu

6:36

memang melon. Terus untuk hasil tahunan

6:38

kita punya jahe yang di bawah seleder

6:41

itu kita kasih jahe. Nah, jahe itu untuk

6:44

setahun atau 12 bulan itu sudah kita

6:46

panen. Dulu ditanam satu entik kayak

6:48

gini itu sekitar setahun udah bisa panen

6:51

sekitar 1,2 kilo. Kita biasa ngejual

6:54

jahi itu per kilonya Rp35.000.

6:56

Tinggal kita berapa lubang atau berapa

6:59

rumpun tinggal mengalihkan aja kurang

7:00

lebihnya Rp35.000. misalkan punya lubang

7:03

100 ya sekitar Rp3 jutaan waktu itu kan

7:06

sebenarnya paling sukses itu di bawang

7:08

merah berhubung bawang merah ini untuk

7:10

mendapatkan rupiah ini cukup banyak

7:13

jumlahnya galon makanya saya ditantang

7:15

oleh teman-teman untuk menemukan tanaman

7:19

yang waktunya itu hampir sama dengan

7:21

bawang merah terus tanamannya sedikit

7:23

duitnya banyak akhirnya saya berinovasi

7:26

menemukan di melon jadi melon ini

7:30

HPP-nya itu memang 1 galon itu Rp8.000

7:33

sampai panen. Terus mengeluarkan

7:35

misalkan 1,3 kilo kayak gitu. Harga 25

7:40

sampai 30 per kilo. Satu galon itu ya

7:42

kurang lebihnya keuntungan sekitar

7:44

Rp2-an.000 lah. Terus kita ini nanam

7:47

melon ya minimal satu galon itu harus

7:49

mendapatkan keuntungan minimal 1 kilo

7:52

beras. 1 kilo beras itu adalah sekitar

7:55

Rp15.000. Terus itu dihitung 3 bulan.

7:58

Nah, berarti paling enggak kita

8:00

mengeluarkan untuk beras aja paling

8:02

enggak 90 kilo karena 3 bulan untuk

8:05

mendapatkan itu nanam berapa waktu itu

8:08

hitung-hitungannya sekitar 120 galon

8:10

melon. Nah, itu untuk pengganti

8:12

ibaratnya beras sudah tidak beli lagi

8:14

selama 3 bulan. Kalau untuk tanaman

8:17

seledri itu pengembangan yang ketiga.

8:20

Kenapa kok milihnya itu sledri? Sledri

8:23

itu rata-rata tanaman yang disepelekan

8:26

tapi didatangkan dari luar Gunung Kidul.

8:29

Dari Tawang Mangu, dari Boyolali mungkin

8:32

dari Magelang kayak gitu. Sebenarnya ini

8:34

potensi karena apa? dengan teknik ini

8:37

khususnya di Gunung Kidul kalau

8:39

ibaratnya ini bisa menguasai seledri aja

8:42

ini sudah enggak perlu lagi mendatangkan

8:44

cuman sekedar seledri dari darah lain.

8:47

Untuk seledri ini sebenarnya untuk hasil

8:48

hariannya kita menunggu melon selama 3

8:52

bulan itu kan selama kita menunggu kan

8:54

kita butuh pemasukan harian ini. Di

8:57

samping kita sudah bekerja kita harus

8:59

mendapatkan hasil harian walaupun cuma

9:01

sedikit. Ibaratnya mesin harus tetap

9:03

berjalan lah. Bagaimana mesin itu bisa

9:06

berjalan tiap harinya harus ada

9:07

pemasukan. Makanya kami setting untuk

9:09

hasil hariannya adalah seledri ya.

9:11

Sliderri itu memang harganya murah, Mas.

9:13

Kalau untuk saat ini memang Rp15.000.

9:16

Misalkan panen per hari 2 kilo aja

9:19

enggak usah banyak-banyak. 2 kilo

9:20

kalikan 15 sudah Rp30.000 kalikan 1

9:24

bulan sudah R juta.

9:40

Saya itu malah berpikir jangan cuman

9:42

slow living, tapi memang harus sejahtera

9:45

dari pertanian ini. Banyak orang-orang

9:48

bertaninya cuman sekedar untuk memenuhi

9:50

kebutuhan rumah tangganya. Kalau masih

9:53

di sekitaran nandur opo sing dipangan,

9:57

mangan opo sing ditandur, mungkin cuman

9:59

sebatas itu. Tapi ya enggak apa-apa

10:01

baguslah kayak gitu. Tapi juga harus ada

10:03

peningkatan. Setelah nandur opo sing

10:05

dipangan, mangan opo sing ditandur harus

10:07

ditambahi turane didol. Makanya petani

10:10

ini harus sejahtera. Bukan cuman sekedar

10:13

hidup enak di kampung kayak gitu. Ini

10:16

bisnis. Kalau untuk ke depannya untuk

10:18

urusan pertanian, urusan pangan itu saya

10:20

kira semakin banyak orang kebutuhan

10:23

pangan juga akan semakin besar juga.

10:25

Jadi kalau untuk sledri itu saya kira

10:28

masih cukup luas, Mas. Lah kita memang

10:30

untuk di sledri kita aja masih keteteran

10:33

baru satu bakul satu komoditi. Kalau

10:36

kebutuhan pasar itu mungkin per harinya

10:38

untuk di sledri tok itu per hari 20 kilo

10:42

satu orang itu aja. Coba

10:43

kelompok-kelompok tani ini enggak usah

10:45

banyak nanam tanaman yang banyak-banyak

10:47

jenisnya. Cukup satu aja atau dua. Yang

10:50

penting kontinuitas produk, kualitas,

10:53

kuantitas itu terpenuhi. Pedagang itu

10:55

butuh kepastian. Kalau untuk pasar lebih

10:58

bagus tiap hari panen sedikit-sedikit

11:01

daripada panen banyak tapi entah kapan

11:03

lagi mau panen. Jadinya memang kami

11:05

konsep petani di sini profesi petani itu

11:09

jangan dijadikan profesi yang pokok.

11:11

cuman sampingan saja. Tapi untuk hasil

11:15

harian, bulanan itu harus ada. Dan kami

11:17

membuktikan masyarakat yang ikut

11:20

kegiatan saya ini adalah merasakan hasil

11:22

harian, hasil bulanan, hasil tahunan

11:24

kayak gitu. Jadinya di kampung ini

11:26

memang kita buktikan bahwa konsep petani

11:29

itu bisa menghasilkan hasil harian,

11:32

bulanan, tahunan itu bisa. Jadinya

11:34

pertanian ini pekerjaan sampingan tapi

11:37

bisa mengalahkan gaji pokoknya mereka

11:41

itu. Karena dengan teknik petani cerdas

11:43

air ini cukup mudah, murah, melimpah.

11:46

Jadinya tidak harus meninggalkan

11:48

pekerjaan utama. Teman-teman ada yang

11:50

jadi PNS, ada yang jadi tukang batu.

11:53

Nah, itu tidak harus meninggalkan itu.

11:55

Tidak harus meninggal pekerjaan selama

11:57

masih bisa di-handle dan hasilnya baik.

11:59

enggak usah resign dari pekerjaan itu.

12:01

Karena dengan menggunakan teknik ini

12:03

tidak akan terganggu pekerjaan utamanya.

12:07

Untuk anggota saya itu memang latar

12:09

belakangnya macam-macam. Yang di Melon

12:11

itu ada Bu Yuli itu PNS. Jadi ini tiap

12:15

jam .30 dia berangkat jam .00 baru

12:18

pulang. Itu aja masih punya sekitar 400

12:21

tanaman melon. Tiap 2 bulan setengah

12:24

sampai 3 bulan aktif panen melon.

12:26

Keuntungan misalkan Rp15.000 R000

12:28

kalikan sekitar 6 jutaan lah.

12:37

Paling enggak ada tiga hal yang ibarat

12:40

itu saya garis besar, Pak. Ada namanya

12:42

konsep, ada namanya teknologi, dan ada

12:45

namanya dana. Bagaimana pertanian itu

12:48

terkonsep dengan baik. Kita punya konsep

12:50

pertanian, punya dana yang juga cukup,

12:53

tapi enggak punya teknologi. Itu kita

12:55

akan kehabisan di tenaga kerja. karena

12:57

tenaga kerja bisa menyerap 60%. Terus

13:00

selanjutnya kita punya dana, punya

13:02

teknologi, tapi kita enggak punya

13:04

konsep. Kita akan kebingungan tanaman

13:07

ini viral diikuti. Akhirnya tidak punya

13:09

konsep yang bagus. Kita punya konsep

13:12

pertanian, punya teknologi, tapi dana

13:15

kurang mendukung. Ya, lambat juga untuk

13:17

pengembangannya. Dana itu tidak harus

13:19

besar, Mas. sedikit-sedikit pun asalkan

13:22

kita konsisten ibaratnya fokus untuk

13:24

pengembangan ya insyaallah akan

13:26

terwujud. Terus untuk konsep dan

13:29

istilah-istilah di pertanian di tempat

13:31

kami memang ciptaan saya sendiri secara

13:33

pribadi. Gunanya untuk membikin orang

13:36

penasaran. Misalkan kita punya namanya

13:39

program gempur gerakan mandiri dapur itu

13:42

kan orang penasaran akan nama itu dulu

13:45

kayak gitu. Kalau untuk memenuhi

13:47

kebutuhan ibu rumah tangga itu namanya

13:49

gempur. Tapi kalau untuk skala bisnisnya

13:52

kita punya namanya program Cergap 1000

13:54

galon pertanian. Jadi anggota wajib

13:57

memenuhi 1000 galon pertanian ke

14:00

depannya. Terus program kita namanya

14:02

pagar umah. Pangan segar ono ngomah.

14:06

Jadinya pagar-pagar kita itu jangan

14:08

ditanami besi-besi. Kita tanami misalkan

14:11

ada tomat, ada cabai kayak gitu. Memang

14:15

tanaman di sini ini beda komoditi, beda

14:17

istilah, beda teknik juga. Tapi satu

14:20

konsep, konsepnya namanya petani cerdas

14:22

air. Seperti jelas itu adalah jahe,

14:26

L-nya loncang, S-nya itu seledri. Jadi,

14:29

dalam satu area kita bisa panen jahe,

14:31

bisa panen loncang, bisa panen seledri.

14:34

Untuk tekniknya jahe itu di bawah yang

14:37

di atas itu adalah seledri sama loncang.

14:40

Kalau untuk loncang itu hasil bulanan,

14:42

hasil hariannya adalah seledri, hasil

14:44

tahunannya adalah jahenya. Terus ada

14:48

kita namakan namanya pacar tanpa utang.

14:51

Itu pacarnya sendiri adalah petani

14:53

cerdas air tanpa itu tanam padi satu

14:56

batang. Kalau untuk padi itu hasil

14:59

bulanan, Mas. Padinya ini kurang

15:01

lebihnya kalau untuk satu keluarga harus

15:03

punya 250 sampai 300 m untuk memenuhi

15:06

kebutuhan di berasnya.

15:14

pertanian itu mulai digemparkan itu

15:18

sebenarnya waktu COVID-19. Jadinya orang

15:21

berteriak-teriak pemanfaatan pekarangan,

15:24

pertanian kayak gini saya sudah

15:26

melakukan duluan. Orang-orang baru mau

15:29

melakukan saya sudah pengembangan kayak

15:32

gitu. Jadi waktu COVID-19 orang

15:35

ibaratnya itu enggak bisa keluar cari

15:38

makanan yang inilah waktu COVID-19 itu

15:41

makanan saya tuh malah enak-enak. Punya

15:44

punya ayam, punya entok, punya lele,

15:47

punya nila tanpa harus keluar ke pasar.

15:49

Jadi waktu COVID itu lauk-pauk saya itu

15:52

malah enak-enak. Pekarangan saya itu

15:54

saya jadikan lumbung pangan hidup. Bukan

15:56

cuman lumbung pangan yang mati cuman

15:58

untuk menyimpan, tapi lumbung pangan

16:00

hidup. Terus PNS-PNS itu sebenarnya

16:03

ibarat sharing-sharing itu adalah

16:05

permasalahannya bukan waktu masih jadi

16:07

PNS. Dia memikirkan waktu mau pensiun

16:09

ini kepenginnya itu bertani. Nah,

16:12

bertani yang bagaimana? Kalau untuk

16:14

pacul-pacul, untuk pertanian sistem

16:16

lahan saya kira mereka juga akan

16:18

keberatan. Kalau untuk pegawai-pegawai

16:21

yang banyak rutinitas sebaiknya

16:23

dilakukan dini hari secepat mungkin.

16:26

Karena apa? Ini tidak mengganggu

16:28

pekerjaannya. Jadi waktu mau pensiun

16:31

paling enggak sudah profesional. Jadi

16:33

sudah tidak gugup akan tanaman terus

16:36

hama dan penyakit udah tidak asing lagi.

16:39

Jadi kalau tahu-tahu mau pensiun tinggal

16:42

berapa bulan lagi mau pensiun baru

16:44

melakukan itu ya sebenarnya enggak

16:45

terlambat. Tapi lebih bagus misalkan

16:48

minimal ya 2 tahun lah sebelum pensiun

16:50

ini sudah mempersiapkan semuanya.

16:52

Jajinya entar waktu pensiun udah enggak

16:54

stres. Itu kan yang jadi permasalahan

16:57

itu kan pasca pensiun ini biasanya mandi

17:00

sudah pakai sepatu terus tahu-tahu tidak

17:02

ada rutinitas kayak gitu itu. Apalagi

17:05

yang punya jabatan-jabatan agak

17:08

tinggilah dihormati di kantor mungkin

17:10

itu mungkin angka stresnya itu akan

17:12

lebih tinggi karena biasa dihormati di

17:15

pekerjaannya kayak gitu tahu-tahu udah

17:17

enggak begitu dihargai kayak gitu.

17:35

5 tahun pertama ini saya tidak

17:37

memikirkan orang lain. Setelah

17:39

perjalanan hidup mungkin di usia juga

17:42

akhirnya saya harus peduli sama orang

17:44

lain. Saya harus bermanfaat sekarang

17:47

ibaratnya ya kita bersama-sama kayak

17:50

gitu. Jadinya untuk bermanfaat dari

17:53

Kampung Tangguh Kalisuci atau Studio

17:55

Tani Kalisuci itu ya salah satu teman

17:57

kita punya anak sekolah dia tiap hari

18:00

harus mengeluarkan duit paling enggak ya

18:02

Rp20.000 sampai 25. Enggak usah

18:05

repot-repot di Slidri aja kita punya 2

18:07

kilo per hari 2 kilo sudah untuk urusan

18:10

yang ngoni anak sekolah sudah selesai.

18:12

Terus salah satu teman kita juga dia

18:14

tidak punya kamar mandi karena ya

18:17

maklumlah namanya ekonominya lemah kayak

18:19

gitu. Terus waktu itu panen melon, Mang.

18:22

Satu green house. Akhirnya duit panenan

18:25

itu cukuplah untuk bikin kamar mandi.

18:27

Lah itu kan suatu kebanggaan buat kami

18:31

kelompok kampung Tagu Kalisuci kayak

18:32

gitu. Membangun kampung itu tidak harus

18:36

jadi pejabat, jadi masyarakat biasa pun

18:39

kita bisa membangun masyarakat atau

18:41

kampung kita sendiri. Kami mendirikan

18:45

Kampung Tangguh Kali Suci itu memang

18:47

salah satu tujuan adalah tangguh secara

18:49

ekonomi ya, Mas. Karena kita terus

18:52

mengembangkan usaha-usaha yang lain.

18:54

Kemarin kita sudah ibaratnya itu uji

18:57

coba untuk di Azola untuk pakan

19:00

alternatif. Tinggal pengembangan aja

19:02

minimal ya 1 tahun sampai 2 tahun itulah

19:04

saya secara pribadi harus mengeluarkan

19:07

sebuah penemuan. Misalkan ada yang

19:10

tertarik dengan menggunakan teknik

19:12

petani cerdas air, ora siram-siram, ora

19:15

ngeret-teret selang, ora nyangking

19:17

gember, e bisa belajar di tempat saya di

19:20

Studio Tani Kalis Semanu, Gunung Kidul.

19:30

Nama saya Triadiwiono. Saya sebagai

19:33

ketua kelompok tani Kampung Tangguh Lali

19:36

Suci. Harapan yang baik atau cita-cita

19:38

yang baik hanya bisa tercapai dengan

19:41

kesungguhan dan konsisten. Makanya apa

19:43

yang jenengan lakukan kalau itu dirasa

19:45

keinginan cita-cita yang baik Anda,

19:47

silakan jalani dengan kesungguhan dan

19:49

konsisten. Terima kasih. Saya mohon maaf

19:52

kalau ada kekurangan kata-kata ataupun

19:55

tindak tjuk kurang sopan. Asalamualaikum

19:57

warahmatullahi wabarakatuh.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free