KEBUN CERDAS DAN MODERN TIDAK PERLU SIRAM TIAP HARI SUKSES UBAH GALON BEKAS JADI UANG | CERITA USAHA
Dengan menggunakan teknik sistem galon
ini, kita enggak siram-siram, hasilnya
mudah, murah, melimpah, terus tanamannya
sedikit, duitnya banyak. Hasilnya bisa
untuk menghidupi keluarga.
Halo, Sedulur Oasis. Kalian tidak perlu
lahan yang luas. Kalian juga enggak
perlu meninggalkan pekerjaan utama
kalian hanya untuk mendapatkan uang
tambahan setiap harinya. Dengan metode
memanfaatkan galon bekas, kalian juga
tidak perlu menyiram tanaman kalian
setiap harinya dan yang paling penting
lebih hemat. Mau tahuk kan bagaimana
caranya? Langsung saja kalian tonton
video ini dari awal hingga akhir. Dan
jika kamu suka video-video seperti ini,
jangan lupa kalian klik tombol
subscribe-nya agar kamu tidak
ketinggalan video berikutnya. Dan
selamat menyaksikan.
Perkenalkan nama saya Tri Madiwono
sebagai pengelola studio tani Kali Suci.
Kalau di kampung saya sebagai ketua
kelompok tani Kampung Tangguh Kali Suci.
Diharapkan ini satu kampung ini dengan
jalan pertanian bisa tangguh secara
ekonomi, sosial, budaya dan religi.
Studio Tani Kalisuci adalah sebuah
pemodelan pertanian terpadu yang di
dalamnya terdapat kolaborasi antara
pertanian, peternakan, dan perikanan
dengan sentuhan teknologi yang sederhana
tapi tepat guna. Kalau di studi sudah
ada ledri, ada melon, ada jahe, terus
lele sudah ada entok sudah ada ayam.
dengan pakan alternatif salah satunya
adalah Azula.
Sebelum terjun di dunia pertanian dulu
itu saya sebagai tukang parkir dan ojek
di salah satu pasar Semanu. Saya waktu
itu sekitar 8 tahunan lah untuk di
tukang parkir kayak gitu. Kalau pagi
saya berangkat ke pasar sebelum subuh
lah jam .30 jam . kayak gitu. itu sampai
entar jam dirasa parkiran itu sepi. Saya
gantian menjadi tukang ojek. Terus di
situ saya melihat potensi pertanian ini
ternyata sayuran di Pasar Semano sekian
kendaraan per harinya. Coba saya itu
bisa sekian persen itu saya kira sudah
cukup di pasarnya. Nah, akhirnya kami
melakukan pertanian itu dengan teknik
petani cerdas air sistem galon ini.
Untuk teknik petani cerdas air ini
memang kami berbeda dengan yang lain.
Kalau mungkin yang lain itu cuman untuk
sebagai pot. Kalau di tempat saya itu
lebih dijadikan adalah sebagai penampung
air. Sistemnya itu sebenarnya sistem
penyerapan air atau sistem kapiler
sebenarnya itu harus menggunakan kain
flanel. Terus menggunakan teknik galon
ini sudah dilengkapi atau sudah
direkayasa bahwa teknik ini sudah anti
nyamuk. Jadinya konsep petani cerdas air
ini konteksnya adalah petani ora
siram-siram, ora nyangkingi gember, ora
ngeret-eret selang. Maksudnya apa? Ini
kita tinggal buka tutupan aja. Untuk
urusan di air ini sudah selesai.
Permasalahan intinya di pertanian itu
sebenarnya di pengairan ya. Nah, untuk
urusan air aja misal di melon, di slid
itu sudah teratasi. Nah, itu kan dapat
dikatakan 60%-nya sudah bisa diatasi
kayak gitu. Terus untuk di Gunung Kidul
itu terkenal akan kekurangan air ya,
mahal akan biaya untuk mendapatkan air.
Tapi dengan menggunakan teknik petani
cerdas air, air itu tidak akan tumpah ke
mana-mana. memang disimpan di dalam
galon itu terus sistemnya memang sistem
kapiler. Jadinya kalau untuk pengairan
ya bisa 3 hari, bisa 4 hari, bisa 5
hari, bahkan bisa 1 minggu sekali. Kalau
untuk sledri, jadi air bertahan berapa
hari kayak gitu ya. Kalau sudah
besar-besar itu ya kalau cuman untuk 5
hari aja sudah cukup tinggal ngejok 5
hari sekali atau 3 hari sekali. Kalau
untuk melon waktu pembuahan itu ya
paling enggak minimal 2 hari sekali. Dan
itu pun tidak harus satu persatu.
Tinggal kita buka keran paling sekitar
15 menit semua sudah terisi semua.
Menggunakan teknik petani cerdas air itu
saya kira tidak ada alasan untuk kita
tidak bertani. Lah kenapa tidak ada
alasan? Misalkan enggak ada tanah Pak,
adanya bawa batu enggak ada lahan.
Enggak ada alasan kayak gitu.
menggunakan teknik galon ini ibarat itu
sejengkal menghidupi. Galon ini cuman
sejengkal tapi ibaratnya hasilnya bisa
untuk menghidupi keluarga. Jadinya
misalkan enggak ada waktu, waktunya
enggak ada waktu apa, kita enggak
siram-siram, hasil ya mudah, murah,
melimpah. Teman-teman yang ikut kegiatan
saya itu merasakan waktu panen itu
benar-benar ada keuntungan yang cukuplah
kayak gitu. Kalau secara organik itu
hasilnya jauh lebih bagus menggunakan
teknik galon. Kita berani tanding kok
misalkan untuk seledri di lahan sama di
galon. Lucunya dijual ke tukang bakso
biasanya itu 12 kilo ini beli di pasar
Rp10.000 itu malah dihargai Rp12.000
karena lebih fresh, lebih bersih, lebih
hijau kayak gitu lah. Itu yang
menghargai malah bukan petaninya tapi
yang menghargai itu malah pembelinya.
Dikasih lebih menjadi Rp2.000.
Untuk konsep di sini cuman dari tiga
tanaman kita. Untuk seledri itu hasil
harian. Terus untuk hasil 3 bulan itu
memang melon. Terus untuk hasil tahunan
kita punya jahe yang di bawah seleder
itu kita kasih jahe. Nah, jahe itu untuk
setahun atau 12 bulan itu sudah kita
panen. Dulu ditanam satu entik kayak
gini itu sekitar setahun udah bisa panen
sekitar 1,2 kilo. Kita biasa ngejual
jahi itu per kilonya Rp35.000.
Tinggal kita berapa lubang atau berapa
rumpun tinggal mengalihkan aja kurang
lebihnya Rp35.000. misalkan punya lubang
100 ya sekitar Rp3 jutaan waktu itu kan
sebenarnya paling sukses itu di bawang
merah berhubung bawang merah ini untuk
mendapatkan rupiah ini cukup banyak
jumlahnya galon makanya saya ditantang
oleh teman-teman untuk menemukan tanaman
yang waktunya itu hampir sama dengan
bawang merah terus tanamannya sedikit
duitnya banyak akhirnya saya berinovasi
menemukan di melon jadi melon ini
HPP-nya itu memang 1 galon itu Rp8.000
sampai panen. Terus mengeluarkan
misalkan 1,3 kilo kayak gitu. Harga 25
sampai 30 per kilo. Satu galon itu ya
kurang lebihnya keuntungan sekitar
Rp2-an.000 lah. Terus kita ini nanam
melon ya minimal satu galon itu harus
mendapatkan keuntungan minimal 1 kilo
beras. 1 kilo beras itu adalah sekitar
Rp15.000. Terus itu dihitung 3 bulan.
Nah, berarti paling enggak kita
mengeluarkan untuk beras aja paling
enggak 90 kilo karena 3 bulan untuk
mendapatkan itu nanam berapa waktu itu
hitung-hitungannya sekitar 120 galon
melon. Nah, itu untuk pengganti
ibaratnya beras sudah tidak beli lagi
selama 3 bulan. Kalau untuk tanaman
seledri itu pengembangan yang ketiga.
Kenapa kok milihnya itu sledri? Sledri
itu rata-rata tanaman yang disepelekan
tapi didatangkan dari luar Gunung Kidul.
Dari Tawang Mangu, dari Boyolali mungkin
dari Magelang kayak gitu. Sebenarnya ini
potensi karena apa? dengan teknik ini
khususnya di Gunung Kidul kalau
ibaratnya ini bisa menguasai seledri aja
ini sudah enggak perlu lagi mendatangkan
cuman sekedar seledri dari darah lain.
Untuk seledri ini sebenarnya untuk hasil
hariannya kita menunggu melon selama 3
bulan itu kan selama kita menunggu kan
kita butuh pemasukan harian ini. Di
samping kita sudah bekerja kita harus
mendapatkan hasil harian walaupun cuma
sedikit. Ibaratnya mesin harus tetap
berjalan lah. Bagaimana mesin itu bisa
berjalan tiap harinya harus ada
pemasukan. Makanya kami setting untuk
hasil hariannya adalah seledri ya.
Sliderri itu memang harganya murah, Mas.
Kalau untuk saat ini memang Rp15.000.
Misalkan panen per hari 2 kilo aja
enggak usah banyak-banyak. 2 kilo
kalikan 15 sudah Rp30.000 kalikan 1
bulan sudah R juta.
Saya itu malah berpikir jangan cuman
slow living, tapi memang harus sejahtera
dari pertanian ini. Banyak orang-orang
bertaninya cuman sekedar untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangganya. Kalau masih
di sekitaran nandur opo sing dipangan,
mangan opo sing ditandur, mungkin cuman
sebatas itu. Tapi ya enggak apa-apa
baguslah kayak gitu. Tapi juga harus ada
peningkatan. Setelah nandur opo sing
dipangan, mangan opo sing ditandur harus
ditambahi turane didol. Makanya petani
ini harus sejahtera. Bukan cuman sekedar
hidup enak di kampung kayak gitu. Ini
bisnis. Kalau untuk ke depannya untuk
urusan pertanian, urusan pangan itu saya
kira semakin banyak orang kebutuhan
pangan juga akan semakin besar juga.
Jadi kalau untuk sledri itu saya kira
masih cukup luas, Mas. Lah kita memang
untuk di sledri kita aja masih keteteran
baru satu bakul satu komoditi. Kalau
kebutuhan pasar itu mungkin per harinya
untuk di sledri tok itu per hari 20 kilo
satu orang itu aja. Coba
kelompok-kelompok tani ini enggak usah
banyak nanam tanaman yang banyak-banyak
jenisnya. Cukup satu aja atau dua. Yang
penting kontinuitas produk, kualitas,
kuantitas itu terpenuhi. Pedagang itu
butuh kepastian. Kalau untuk pasar lebih
bagus tiap hari panen sedikit-sedikit
daripada panen banyak tapi entah kapan
lagi mau panen. Jadinya memang kami
konsep petani di sini profesi petani itu
jangan dijadikan profesi yang pokok.
cuman sampingan saja. Tapi untuk hasil
harian, bulanan itu harus ada. Dan kami
membuktikan masyarakat yang ikut
kegiatan saya ini adalah merasakan hasil
harian, hasil bulanan, hasil tahunan
kayak gitu. Jadinya di kampung ini
memang kita buktikan bahwa konsep petani
itu bisa menghasilkan hasil harian,
bulanan, tahunan itu bisa. Jadinya
pertanian ini pekerjaan sampingan tapi
bisa mengalahkan gaji pokoknya mereka
itu. Karena dengan teknik petani cerdas
air ini cukup mudah, murah, melimpah.
Jadinya tidak harus meninggalkan
pekerjaan utama. Teman-teman ada yang
jadi PNS, ada yang jadi tukang batu.
Nah, itu tidak harus meninggalkan itu.
Tidak harus meninggal pekerjaan selama
masih bisa di-handle dan hasilnya baik.
enggak usah resign dari pekerjaan itu.
Karena dengan menggunakan teknik ini
tidak akan terganggu pekerjaan utamanya.
Untuk anggota saya itu memang latar
belakangnya macam-macam. Yang di Melon
itu ada Bu Yuli itu PNS. Jadi ini tiap
jam .30 dia berangkat jam .00 baru
pulang. Itu aja masih punya sekitar 400
tanaman melon. Tiap 2 bulan setengah
sampai 3 bulan aktif panen melon.
Keuntungan misalkan Rp15.000 R000
kalikan sekitar 6 jutaan lah.
Paling enggak ada tiga hal yang ibarat
itu saya garis besar, Pak. Ada namanya
konsep, ada namanya teknologi, dan ada
namanya dana. Bagaimana pertanian itu
terkonsep dengan baik. Kita punya konsep
pertanian, punya dana yang juga cukup,
tapi enggak punya teknologi. Itu kita
akan kehabisan di tenaga kerja. karena
tenaga kerja bisa menyerap 60%. Terus
selanjutnya kita punya dana, punya
teknologi, tapi kita enggak punya
konsep. Kita akan kebingungan tanaman
ini viral diikuti. Akhirnya tidak punya
konsep yang bagus. Kita punya konsep
pertanian, punya teknologi, tapi dana
kurang mendukung. Ya, lambat juga untuk
pengembangannya. Dana itu tidak harus
besar, Mas. sedikit-sedikit pun asalkan
kita konsisten ibaratnya fokus untuk
pengembangan ya insyaallah akan
terwujud. Terus untuk konsep dan
istilah-istilah di pertanian di tempat
kami memang ciptaan saya sendiri secara
pribadi. Gunanya untuk membikin orang
penasaran. Misalkan kita punya namanya
program gempur gerakan mandiri dapur itu
kan orang penasaran akan nama itu dulu
kayak gitu. Kalau untuk memenuhi
kebutuhan ibu rumah tangga itu namanya
gempur. Tapi kalau untuk skala bisnisnya
kita punya namanya program Cergap 1000
galon pertanian. Jadi anggota wajib
memenuhi 1000 galon pertanian ke
depannya. Terus program kita namanya
pagar umah. Pangan segar ono ngomah.
Jadinya pagar-pagar kita itu jangan
ditanami besi-besi. Kita tanami misalkan
ada tomat, ada cabai kayak gitu. Memang
tanaman di sini ini beda komoditi, beda
istilah, beda teknik juga. Tapi satu
konsep, konsepnya namanya petani cerdas
air. Seperti jelas itu adalah jahe,
L-nya loncang, S-nya itu seledri. Jadi,
dalam satu area kita bisa panen jahe,
bisa panen loncang, bisa panen seledri.
Untuk tekniknya jahe itu di bawah yang
di atas itu adalah seledri sama loncang.
Kalau untuk loncang itu hasil bulanan,
hasil hariannya adalah seledri, hasil
tahunannya adalah jahenya. Terus ada
kita namakan namanya pacar tanpa utang.
Itu pacarnya sendiri adalah petani
cerdas air tanpa itu tanam padi satu
batang. Kalau untuk padi itu hasil
bulanan, Mas. Padinya ini kurang
lebihnya kalau untuk satu keluarga harus
punya 250 sampai 300 m untuk memenuhi
kebutuhan di berasnya.
pertanian itu mulai digemparkan itu
sebenarnya waktu COVID-19. Jadinya orang
berteriak-teriak pemanfaatan pekarangan,
pertanian kayak gini saya sudah
melakukan duluan. Orang-orang baru mau
melakukan saya sudah pengembangan kayak
gitu. Jadi waktu COVID-19 orang
ibaratnya itu enggak bisa keluar cari
makanan yang inilah waktu COVID-19 itu
makanan saya tuh malah enak-enak. Punya
punya ayam, punya entok, punya lele,
punya nila tanpa harus keluar ke pasar.
Jadi waktu COVID itu lauk-pauk saya itu
malah enak-enak. Pekarangan saya itu
saya jadikan lumbung pangan hidup. Bukan
cuman lumbung pangan yang mati cuman
untuk menyimpan, tapi lumbung pangan
hidup. Terus PNS-PNS itu sebenarnya
ibarat sharing-sharing itu adalah
permasalahannya bukan waktu masih jadi
PNS. Dia memikirkan waktu mau pensiun
ini kepenginnya itu bertani. Nah,
bertani yang bagaimana? Kalau untuk
pacul-pacul, untuk pertanian sistem
lahan saya kira mereka juga akan
keberatan. Kalau untuk pegawai-pegawai
yang banyak rutinitas sebaiknya
dilakukan dini hari secepat mungkin.
Karena apa? Ini tidak mengganggu
pekerjaannya. Jadi waktu mau pensiun
paling enggak sudah profesional. Jadi
sudah tidak gugup akan tanaman terus
hama dan penyakit udah tidak asing lagi.
Jadi kalau tahu-tahu mau pensiun tinggal
berapa bulan lagi mau pensiun baru
melakukan itu ya sebenarnya enggak
terlambat. Tapi lebih bagus misalkan
minimal ya 2 tahun lah sebelum pensiun
ini sudah mempersiapkan semuanya.
Jajinya entar waktu pensiun udah enggak
stres. Itu kan yang jadi permasalahan
itu kan pasca pensiun ini biasanya mandi
sudah pakai sepatu terus tahu-tahu tidak
ada rutinitas kayak gitu itu. Apalagi
yang punya jabatan-jabatan agak
tinggilah dihormati di kantor mungkin
itu mungkin angka stresnya itu akan
lebih tinggi karena biasa dihormati di
pekerjaannya kayak gitu tahu-tahu udah
enggak begitu dihargai kayak gitu.
5 tahun pertama ini saya tidak
memikirkan orang lain. Setelah
perjalanan hidup mungkin di usia juga
akhirnya saya harus peduli sama orang
lain. Saya harus bermanfaat sekarang
ibaratnya ya kita bersama-sama kayak
gitu. Jadinya untuk bermanfaat dari
Kampung Tangguh Kalisuci atau Studio
Tani Kalisuci itu ya salah satu teman
kita punya anak sekolah dia tiap hari
harus mengeluarkan duit paling enggak ya
Rp20.000 sampai 25. Enggak usah
repot-repot di Slidri aja kita punya 2
kilo per hari 2 kilo sudah untuk urusan
yang ngoni anak sekolah sudah selesai.
Terus salah satu teman kita juga dia
tidak punya kamar mandi karena ya
maklumlah namanya ekonominya lemah kayak
gitu. Terus waktu itu panen melon, Mang.
Satu green house. Akhirnya duit panenan
itu cukuplah untuk bikin kamar mandi.
Lah itu kan suatu kebanggaan buat kami
kelompok kampung Tagu Kalisuci kayak
gitu. Membangun kampung itu tidak harus
jadi pejabat, jadi masyarakat biasa pun
kita bisa membangun masyarakat atau
kampung kita sendiri. Kami mendirikan
Kampung Tangguh Kali Suci itu memang
salah satu tujuan adalah tangguh secara
ekonomi ya, Mas. Karena kita terus
mengembangkan usaha-usaha yang lain.
Kemarin kita sudah ibaratnya itu uji
coba untuk di Azola untuk pakan
alternatif. Tinggal pengembangan aja
minimal ya 1 tahun sampai 2 tahun itulah
saya secara pribadi harus mengeluarkan
sebuah penemuan. Misalkan ada yang
tertarik dengan menggunakan teknik
petani cerdas air, ora siram-siram, ora
ngeret-teret selang, ora nyangking
gember, e bisa belajar di tempat saya di
Studio Tani Kalis Semanu, Gunung Kidul.
Nama saya Triadiwiono. Saya sebagai
ketua kelompok tani Kampung Tangguh Lali
Suci. Harapan yang baik atau cita-cita
yang baik hanya bisa tercapai dengan
kesungguhan dan konsisten. Makanya apa
yang jenengan lakukan kalau itu dirasa
keinginan cita-cita yang baik Anda,
silakan jalani dengan kesungguhan dan
konsisten. Terima kasih. Saya mohon maaf
kalau ada kekurangan kata-kata ataupun
tindak tjuk kurang sopan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Pancasila Dalam Tindakan
Junaidi Spd MA · Indonesian

AVOID Moving to the WRONG Area in Kelowna, BC
Andrea Sereda | Collective Real Estate Group · English

DAY TRADING Explained in 11 Minutes
TradingLab · English

informatika kelas 9 bab 1 informatika untuk SMP kurikuum Merdeka bagian 1 hal 1 25
Insight Chamber · English

Fakta Menarik Malala Yousafzai Terus Berjuang Agar Semua Anak Perempuan Bisa Bersekolah
Majalah Bobo · English

Snow White (UK English accent) - TheFableCottage.com
The Fable Cottage · Indonesian

Materi Proses Keperawatan
Masyitah Wahab · English

The Rise of Nationalism in Europe One Shot: FULL CHAPTER | Warrior 2026 | Class 10 History Chapter 1
Physics Wallah Foundation · English

ASIFA - OFFICIAL BHAGAT (Audio 2018) Prod By Pseudonym (F*ck Politics)
BBI Mafia · Hindi

Apa itu Pajak Final? Apa bedanya PPh Final dan PPh Non-Final? | #Paham Pajak
BATS Official · Indonesian

Co jeśli Twój broker upadnie? Czy stracisz pieniądze?
InwestonTV · Polish

Sirenas es pura Realidad el Documental
𝐽𝑢𝑎𝑛 𝑒𝑙 𝑐𝑎𝑠𝑡𝑖𝑔𝑎𝑑𝑜𝑟 † · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.