Full Transcript

·YouTLDR

Peluang (Part 1) | Definisi Peluang, Komplemen Kejadian dan Frekuensi Harapan Matematika Kelas 12

16:32IndonesianTranscribed Jul 25, 2026
0:00

Assalamualaikum warahmatullahi

0:01

wabarakatuh. Ketemu lagi dengan saya

0:03

Deni Handayani di channel Matlab. Ini

0:06

adalah video pembahasan materi peluang

0:08

bagian pertama. Pada video bagian

0:10

pertama ini kita akan belajar definisi

0:13

peluang komplemen suatu kejadian dan

0:15

frekuensi harapan. Untuk materi kejadian

0:18

majemuk insyaallah akan saya bahas di

0:20

video bagian kedua. Oke, langsung aja

0:23

kita bahas materinya.

0:29

[Musik]

0:40

Oke, sekarang kita bahas materi peluang

0:42

bagian pertama. Kita mulai dari definisi

0:44

peluang. Peluang adalah besarnya

0:47

kemungkinan terjadinya sebuah kejadian.

0:50

Nah, secara matematika peluang ini bisa

0:52

kita hitung. Peluang terjadinya suatu

0:54

kejadian A rumusnya itu seperti ini. P =

0:58

NA/ NS. Di mana PA ini adalah peluang

1:02

kejadian A. Na adalah banyaknya cara

1:06

atau banyaknya kemungkinan A terjadi dan

1:08

NS ini banyaknya semua kemungkinan. NA

1:12

dan NS ini bisa kita cari menggunakan

1:15

konsep kaidah pencacahan yang sudah kita

1:17

pelajari pada video sebelumnya.

1:19

Teman-teman masih ingat kan tentang

1:20

permutasi dan kombinasi ini akan kita

1:23

gunakan lagi di materi peluang ini. Nah,

1:26

rentang peluang ini ada di antara 0

1:28

sampai 1. Peluang suatu kejadian itu

1:32

lebih besar atau sama dengan dari 0 dan

1:34

kurang dari sama dengan 1. Ketika

1:37

peluang suatu kejadian 0 itu artinya

1:40

kejadian itu mustahil terjadi dan ketika

1:43

peluangnya satu itu pasti terjadi.

1:47

Untuk lebih jelas, Teman-teman

1:48

perhatikan contoh berikut ini. Sebuah

1:52

dadu dilemparkan satu kali. Berapa

1:54

peluang muncul jumlah mata dadu yang

1:57

merupakan bilangan prima? Oke,

2:01

Teman-teman tahu kan dadu itu ada enam

2:04

sisi, ya. Jadi, kalau kita lempar suatu

2:08

dadu, kemungkinan bilangan yang muncul

2:10

itu seperti ini. 1 2 3 sampai 6. Ya, di

2:15

sini yang ditanyakan adalah peluang

2:17

muncul jumlah mata dadu yang merupakan

2:20

bilangan prima.

2:23

Misal kejadian A adalah kejadian muncul

2:26

jumlah mata dadu yang merupakan bilangan

2:28

prima. Kita lihat dari 1 sampai 6

2:31

bilangan primanya mana aja. Ini kan 2

2:34

kemudian 3 prima juga dan 5 ini prima

2:39

juga. Jadi banyaknya kemungkinan A ini

2:42

adalah kejadian muncul prima ada berapa?

2:45

Ada tiga kan? Bilangan 2, 3 atau 5. Jadi

2:49

Na banyaknya kemungkinan A banyaknya

2:51

kemungkinan muncul bilangan prima itu

2:54

ada 3. Sekarang kita tentukan NS-nya. NS

2:58

ini banyaknya semua kemungkinan ketika

3:00

kita melempar sebuah dadu, banyaknya

3:02

semua kemungkinan ada 6 ya. Bisa muncul

3:05

angka 1, 2, 3 sampai 6 gitu kan. Jadi

3:08

peluang muncul prima berarti NA/ NS. PA

3:13

= NA / NS. 3 / 6 berapa? 1/2.

3:19

Nah, jadi peluang muncul jumlah mata

3:21

dadu yang merupakan bilangan prima

3:23

adalah 1/2.

3:26

Oke, kita lanjut ke contoh kedua biar

3:28

lebih jelas. Oke, sekarang kita bahas

3:31

contoh kedua. Dari tu orang pria dan

3:34

lima wanita akan dipilih empat orang

3:36

secara acak. Berapakah peluang empat

3:38

orang yang terpilih, tiga di antaranya

3:40

pria dan satu orang wanita? Oke,

3:43

sekarang kita coba selesaikan

3:45

permasalahan ini. Di sini ada tuuh orang

3:47

pria dan 5 wanita. Jadi, saya tulis aja

3:50

gini ya, 7P 5W.

3:54

Sementara yang dipilih kan 4 orang ya.

3:58

Kita akan memilih empat orang. Dan

3:59

pertanyaannya berapa peluang dari empat

4:02

orang ini? Tiga di antaranya adalah

4:04

pria. Jadi dari empat orang ini berapa

4:07

sih peluang yang terpilih adalah tiga

4:10

pria dan satu wanita? Oke, misalkan

4:15

kejadian A adalah kejadian terpilih tiga

4:17

pria dan satu wanita. Kita akan mencari

4:21

Na. Na ini banyaknya cara yang terpilih

4:24

adalah tiga pria dan satu wanita. Jadi

4:27

di sini kita gunakan kombinasi,

4:29

Teman-teman. Kenapa kombinasi? Kita akan

4:31

memilih tiga pria dari tujuh pria yang

4:34

ada.

4:35

Ketika kita memilih 3 dari 7 itu kan

4:37

tidak diperhatikan urutannya ya. Jadi

4:40

kita gunakan kombinasi dari 7 diambil 3.

4:44

Kemudian kita akan memilih satu wanita

4:46

dari lima wanita yang ada kali kombinasi

4:49

dari 5 diambil 1. Oke. Nah, kemudian

4:53

untuk menentukan ns-nya. Untuk

4:55

menentukan ns kita akan memilih 4 dari

4:58

berapa? Dari total semua orang ini. 5 +

5:02

7 12 kan? Jadi kita akan memilih empat

5:05

orang dari 12 orang yang tersedia tanpa

5:08

memperhatikan apakah dia pria atau

5:10

wanita. Jadi ns-nya banyak semua

5:13

kemungkinan adalah memilih 4 dari 12

5:16

orang yang ada. Oke, sekarang kita akan

5:18

menghitung peluangnya. Peluang kejadian

5:20

A atau peluang terpilihnya tiga pria dan

5:23

satu wanita adalah Na / NS. Na-nya yang

5:26

ini kombinasi dari 7 diambil 3 kali

5:29

kombinasi dari 5 diambil 1. Kemudian

5:32

NS-nya yang ini kombinasi dari 12

5:36

diambil 4. Sekarang kita gunakan

5:38

kombinasi yang sudah kita pelajari.

5:40

Kombinasi dari n diambil r masih ingat

5:42

ya? N faktorial/ N - R faktorial * R

5:48

faktorial. Ini rumus kombinasi. Jadi

5:52

kombinasi dari 7 diambil 3 = 7

5:54

faktorial. 7 - 3 4 kita faktorialkan

5:59

3 faktorial. Kombinasi dari 5 diambil 1

6:03

itu 5 faktorial dibagi 5 - 1 kan 4

6:07

faktorial * 1 faktorial kemudian dibagi

6:10

kombinasi dari 12 diambil 4. 12

6:14

faktorial eh per 12 - 4 itu 8 faktorial

6:19

* 4 faktorial. Oke. Nah, sekarang kita

6:22

ubah 7 faktorialnya kita ubah jadi kali

6:25

mundur ya. 7 * 6 * 5 * 4 faktorial.

6:29

Berhenti di sini karena di bawah udah

6:31

ada yang sama. Jadi ini kita coret aja.

6:33

Kemudian 5 faktorial juga sama. Ini kita

6:36

ubah menjadi 5 * 4 faktorial. Ini juga

6:39

kita coret aja ya. Oh ya, 3 faktorial

6:42

itu kan artinya 3 * 2 * 1 kan berapa

6:45

nilainya? Ternyata ini 6. Jadi ini kita

6:47

coret juga dengan 6.

6:49

Kemudian yang bawah 12 faktorial ini

6:52

kita ubah menjadi 12 * 11 * 10 * 9 * 8

6:58

faktorial. Berhenti di sini karena di

7:00

bawah udah ada yang sama. Kita coret 4 *

7:03

3 kan 12. Ini kita coret dengan 12.

7:06

Kemudian 10 kita bagi 2 aja ini jadi 5

7:11

ya. Nah, sekarang kita peroleh 7 * 5 ini

7:14

35 ini 5 ya. Kemudian yang bawahnya 11 *

7:19

5 * 9. Jadi 35 * 5/11 * 5 * 9. Ini

7:26

sama-sama 5 kita coret juga sama dengan

7:29

35/11 * 9 itu 99.

7:33

Jadi jawabannya peluangnya adalah ini

7:35

35/99.

7:40

Untuk soal yang lebih menantang silakan

7:42

teman-teman lihat link di deskripsi.

7:44

Saya akan membahas lima soal masalah

7:47

peluang yang muncul di seleksi perguruan

7:49

tinggi seperti UTBK, SBMPTN ataupun

7:53

SIMAK UI. Oke, sekarang kita lanjut ke

7:56

submateri berikutnya yaitu komplemen

7:58

suatu kejadian.

8:01

Jika peluang suatu kejadian A adalah PA,

8:03

maka peluang komplemen kejadian A adalah

8:07

PA^ C atau PA AK'. Ini adalah penulisan

8:11

komplemen. Maksud dari komplemen suatu

8:14

kejadian ini kejadian sebaliknya,

8:16

Teman-teman. Misalnya saat kita melempar

8:19

sebuah dadu, jika A ini adalah kejadian

8:22

munculnya bilangan prima, maka A

8:25

komplemen muncul bilangan bukan prima.

8:28

Jika A ini adalah muncul bilangan

8:30

ganjil, maka A komplemen adalah muncul

8:32

bilangan genap. Jelas ya, komplemen itu

8:35

kejadian sebaliknya. Nah, secara

8:38

matematika rumus dari peluang komplemen

8:41

ee suatu kejadian A PA^ C ini sama

8:43

dengan 1 - peluang A. Untuk lebih

8:47

jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

8:49

Peluang seseorang diterima di PTN idaman

8:52

adalah 0,54.

8:54

Berapakah peluang ia tidak diterima di

8:57

PTN tersebut? Ini kan peluang diterima

8:59

kan. Ini peluang diterima. Ini PA-nya

9:01

nih yang ditanyakan peluang tidak

9:04

diterima peluang sebaliknya. Berarti di

9:06

sini yang ditanyakan adalah peluang

9:08

komplemennya. Jadi kalau PA-nya sama

9:11

0,54,

9:13

maka peluang tidak diterima atau peluang

9:15

A komplemen itu 1 - PA 1 - 0,54 berapa

9:21

tuh? 0,46. Ini adalah peluang dia tidak

9:24

diterima. Oke, contoh lagi. Oke,

9:28

sekarang kita bahas contoh kedua. Tujuh

9:30

orang duduk mengilingi meja bundar.

9:33

Berapakah peluang tiga orang tertentu

9:35

tidak akan duduk berdampingan? Oke, kita

9:38

jawab. Misalnya kejadian A adalah ketika

9:42

tiga orang selalu berdampingan.

9:44

Sementara di sini yang ditanyakan tidak

9:47

akan duduk berdampingan. Artinya

9:49

kejadian sebaliknya kan. Jadi kalau

9:52

misalkan kejadian A ini tiga orang

9:54

selalu berdampingan, maka ketika tidak

9:57

akan berdampingan itu adalah

9:58

komplemennya ya. Nah, sekarang saya akan

10:02

menghitung kejadian A dulu. Ketika tiga

10:04

orang selalu berdampingan, kita gunakan

10:07

ee permutasi siklis, ya. Di sini ada

10:10

tujuh orang. Jadi, kalau misalnya ini

10:13

meja bundarnya, kemudian ini tujuh orang

10:15

tersebut, tiga orang selalu

10:17

berdampingan.

10:19

Yang tiga orang misalnya yang ini ya,

10:21

ini selalu berdampingan. Ini kita anggap

10:23

sebagai satu elemen ya. Maka di sini ada

10:26

berapa? 1 2 3 4 5. Jadi di sini ini kita

10:31

anggap sebagai lima elemen. Sekarang

10:34

kita gunakan permutasi siklis. Ingat

10:36

rumus permutasi siklis itu sama dengan n

10:39

- 1 faktorial gitu kan. Ini udah kita

10:43

pelajari di kaidah pencecahan. Jadi

10:45

kalau ini ada 5 elemen maka NA = 5 - 1

10:51

faktorial. Tapi yang tiga orang ini yang

10:54

selalu berdampingan ini bisa bergerakan,

10:56

bisa saling berpindah, namun tetap

10:58

berdampingan. Dengan berapa cara? Dengan

11:00

3 faktorial cara. Jadi ini kita kali

11:03

dengan 3 faktorial. 5 - 1 itu 4. 4

11:08

faktorial * 3 faktorial. 4 faktorial kan

11:11

24. 3 faktorial itu 6. 24 * 6 144.

11:17

Nah, bagi teman-teman yang masih bingung

11:18

tentang materi ini sebaiknya pelajari

11:20

dulu materi permutasi siklis. Linknya

11:23

saya sertakan di deskripsi video ini.

11:25

Nah, sekarang kita akan menghitung NS.

11:27

Banyaknya semua kemungkinan untuk

11:29

menghitung NS maka ini tidak selalu

11:32

berdampingan. Jadi, kita hitung ini

11:34

berapa orang nih? Ada 7uh orang. Jadi,

11:36

n-nya itu 7. Jadi, ns-nya sama dengan 7

11:40

- 1 faktorial. Ini rumus permutasi

11:43

siklis. 7 - 1 itu 6. 6 faktorial itu

11:47

720.

11:49

Maka peluang 3 orang selalu berdampingan

11:53

adalah 144

11:56

/ 720

11:59

berapa? Itu sama aja dengan 1/5 kan.

12:02

Nah, ini baru peluang 3 orang selalu

12:04

berdampingan. Sementara yang ditanyakan

12:06

adalah peluang tiga orang tidak duduk

12:09

berdampingan. Sekarang kita cari

12:11

komplemennya. Peluang 3 orang tidak

12:14

berdampingan adalah PA komplemen = 1 -

12:18

1/5 berapa? 4/5. Ini adalah peluangnya.

12:23

Oke, sekarang kita lanjut ke submateri

12:24

berikutnya yaitu tentang frekuensi

12:27

harapan. Frekuensi harapan rumusnya itu

12:29

sederhana. Frekuensi harapan dari suatu

12:32

kejadian A itu peluang A kali banyaknya

12:34

percobaan atau banyaknya kejadian.

12:37

Contoh, pada pelemparan dua dadu

12:40

sekaligus sebanyak 72 kali, berapakah

12:43

frekuensi harapan jumlah kedua dadu

12:46

lebih dari sama dengan 10? Lebih dari

12:49

sama dengan 10. Oke, sekarang kita

12:52

selesaikan. Ee kemungkinan jumlah mata

12:55

dadu lebih dari sama dengan 10. Berarti

12:57

jumlahnya itu bisa 10, bisa 11, atau

13:00

jumlahnya adalah 12. Jadi kalau kita

13:03

tulis kemungkinannya ketika jumlahnya 10

13:06

bisa aja dadu pertama 4, dadu keduanya

13:09

6. Ini jumlahnya kan 10. Atau dadu

13:11

pertama 5, dadu keduanya 5 juga. Atau

13:15

dadu pertama 6, dadu kedua itu 4. Ini

13:18

jumlahnya 10. Atau mungkin juga

13:21

jumlahnya 11 yaitu dadu pertama 5, dadu

13:24

kedua 6. Atau sebaliknya dadu pertama 6,

13:27

dadu kedua 5. Ini jumlahnya 11. atau

13:30

kemungkinan terakhir jumlahnya itu 12.

13:33

Dadu pertama dengan dadu kedua sama-sama

13:35

6. Oke, jadi di sini NA-nya ada berapa?

13:39

1 2 3 4 5 6. NA-nya ada 6 kemungkinan.

13:44

Untuk NS-nya ee satu dadu kan ada 6 sisi

13:48

ya. Kalau dua dadu berarti 6² kan ada

13:51

36. Ini NS-nya. Jadi peluangnya adalah 6

13:56

/ 36 atau kita sederhanakan itu 1/6.

14:00

Nah, sekarang kita hitung frekuensi

14:01

harapannya. Frekuensi harapan itu

14:04

peluang kejadian A kali banyaknya

14:06

percobaan. Di sini banyaknya percobaan

14:08

kan 72 kali. Jadi frekuensi harapannya

14:11

adalah 1/6 * 72

14:15

ya. 72 / 6 kan 12. 1 * 12.

14:20

Nah, ini frekuensi harapannya. Nah, ini

14:23

artinya dari 72 pelemparan ada sebesar

14:27

12 kali pelemparan kemungkinan munculnya

14:29

jumlah kedua mata dadu lebih dari sama

14:31

dengan 10. Contoh kedua, berdasarkan

14:34

perakiraan cuaca, peluang tidak turun

14:37

hujan di Kota Tasikmaya selama bulan

14:39

November 2020 adalah 7/15.

14:43

Berapa harikah harapan turun hujan di

14:45

Kota Tasikmaya selama bulan November

14:48

2020? ee 7/15 ini peluang tidak turun

14:54

hujan ya. Di sini peluang tidak turun

14:57

hujan. Jadi misalnya kejadian A adalah

15:00

kejadian di mana tidak turun hujan. Jadi

15:02

7/15 ini adalah PA-nya. Peluang tidak

15:05

turun hujan adalah 7/15.

15:09

Jadi peluang turun hujan itu kan

15:10

komplemennya kejadian sebaliknya kan.

15:13

Maka PA komplemen atau peluang turun

15:15

hujan adalah 1 - 7/15.

15:19

1 ini teman-teman ubah aja ke 15/15

15:22

kemudian dikurangi 7/15 kita peroleh

15:24

8/15. Nah, ini peluang turun hujan atau

15:29

PA komplemen. Nah, sekarang kita hitung

15:31

ee frekuensi harapannya. Berapakah

15:34

frekuensi harapan turun hujan di Kota

15:37

Tasikmaya selama bulan November?

15:39

Banyaknya hari di bulan November itu ada

15:41

30 hari. Jadi frekuensi harapannya

15:44

adalah 8/15 * 30. 30 / 15 kan 2. 2 * 8

15:52

16. Jadi frekuensi harapannya adalah 16

15:55

hari.

16:00

[Musik]

16:06

[Musik]

16:08

[Tepuk tangan]

16:10

[Musik]

16:20

[Tepuk tangan]

16:23

Oke, sampai sini dulu video kali ini.

16:25

Sampai ketemu di video berikutnya.

16:27

Asalamualaikum warahmatullahi

16:28

wabarakatuh.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free