Full Transcript

·YouTLDR

Kenali Lebih Dekat Pendidikan Sejarah

26:51IndonesianTranscribed Jul 23, 2026
0:12

Halo sobat antusias, selamat datang di

0:14

podcast perdana kita, podcast pendidikan

0:16

sejarah Untirta. Kenalin, aku Dini

0:18

Nurdiah, DU Ri H.

0:22

Nur dia. Nah, Sobatas akhirnya ya kita

0:25

punya ruang ngobrol yang asik. Ngobrolin

0:27

tentang masa lalu tapi tetap nyambung

0:30

sama masa kini. Nah, Sobatas hari ini

0:32

tuh spesial banget karena aku enggak

0:34

berdiri sendiri. Ah, berdiri. Bukan

0:36

berdiri, tapi aku di sini enggak duduk

0:38

sendiri saja, melainkan mungkin di layar

0:41

HP, layar laptop ataupun smart TV,

0:44

Teman-teman, itu sudah terlihat nampak

0:47

dua laki-laki yang sangat berkarismatik,

0:50

sangat gampang ya, berwibawa dan

0:54

dan ee aura positifnya itu nembus di

0:58

layar kaca teman-teman. Siapakah

1:00

beliau-beliau ini? Mari kita sambut,

1:02

bukan sambut tapi mari kita sapa dua

1:04

narasumber kita. Oke. Halo Bapak dan

1:07

Abang.

1:08

Halo Kak Dini.

1:09

Oke. Baik. Ee kita bakal kenalan dulu

1:12

sama di depan kita yang di sebelah kiri

1:13

ya, Sobat Encusias. Ini adalah salah

1:16

satu cutting saya. Cutting yang sangat

1:18

keren banget menurut saya karena beliau

1:20

ini pernah terlibat di Tanelaka Project.

1:23

Ya, betul

1:24

betul.

1:24

Iya, betul betul.

1:26

Nah, namanya siapa sih Sobat Antusias?

1:28

Mari kita kenalan sama abang-abang.

1:30

Boleh, Bang. Siapa namanya? Langsung

1:32

saja.

1:34

Nama saya Wahina Hidayat, ya. Mahasiswa

1:36

semester 6. Sekarang nanti semester 7

1:38

lah, ya. Kemarin sempat berkontribusi di

1:41

beberapa program-program khususnya di

1:43

program beasiswa Malaka ya atau The

1:45

Trial ya. Itu saja saya kembalikan lagi.

1:47

Oke. Baik. Halo, Bang Wahyudi. Baik,

1:51

kita langsung bergeser ya ke Bapak dosen

1:55

kita, salah satu dosen saya

1:57

yang sangat keren menurut saya karena

1:59

kemarin juga

2:00

menghadiri menjadi narasumber di acara

2:03

seminar Banteng Girang sebagai

2:05

pariwisata. Betul, Pak.

2:06

Benar. Benar. Tadi nih.

2:08

Siapakah dosen ini? Mari kita dengar

2:11

langsung dari Bapak. Silakan, Bapak.

2:13

Iya. Terima kasih. Asalamualaikum

2:14

warahmatullahi wabarakatuh.

2:16

Waalaikumsalam warahmatullahi

2:17

wabarakatuh.

2:17

Selamat siang semuanya. nya. Salam

2:19

sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan

2:21

nama saya Rikza Fauzan. Saya salah satu

2:24

staf pengajar di jurusan pendidikan

2:25

sejarah. Saat ini saya diberi amanah

2:28

menjadi sekretaris jurusan pendidikan

2:31

sejarah. Seperti itu, Kak Dini.

2:32

Oke, Sobat Antusias tadi kita sudah

2:35

kenalan nih sama king saya yang sudah

2:38

tahu, sudah tahulah asam manis, garamnya

2:41

semuanya tentang bangku perkuliahan di

2:44

Prodi Pendidikan Sejarah. dan salah satu

2:46

lagi adalah dosen saya, dosen ee Pak

2:49

Ritka atau sering dipanggil Pak Ojan ya.

2:52

Nah, kita sudah kenalan nih. Mari kita

2:54

buka atau masuk nih sahabatas ke

2:57

pertanyaan-pertanyaan yang ingin ee kami

3:00

tanyakan kepada narasumber kita yang

3:02

sangat luar biasa ini. Oke, kita

3:03

langsung saja ke pertanyaan mengenai

3:08

kita akan kenalan tentang prodi

3:09

pendidikan sejarah. Mungkin karena

3:11

sobatas ini pengin lebih kenal tentang

3:13

pendidikan sejarah Untirta.

3:16

Baik ee mungkin ee kita bakal kenalan

3:20

dulu tentang sejarah ya, sejarah tentang

3:22

prodi pendidikan sejarah Untinta

3:25

bagaimana ya, Pak?

3:26

Oh iya, jadi terima kasih Kak Dini. Jadi

3:29

alhamdulillah ee terima kasih juga

3:31

kepada para pemirsa yang sudah nonton

3:34

hari ini ya. Jadi, jurusan pendidikan

3:35

sejarah itu salah satu jurusan yang

3:37

didirikan di tahun 2014 bersama kurang

3:40

lebih ee 13 atau 14 jurusan yang ee pada

3:44

waktu itu didirikan berdasarkan SK dari

3:46

kementerian dan kalau enggak salah

3:48

berarti sekarang sudah hampir 12 tahun

3:50

ya.

3:51

Oh, 12 tahun ya. 12 tahun karena

3:53

sekarang 2026 ya berarti sekitar sudah

3:56

12 tahun kita berdiri dan alhamdulillah

3:58

kita sudah meluluskan banyak alumni nih

4:01

dari angkatan 2014 ya berarti seperti

4:04

itu yang lumayan banyak. Nah, mungkin

4:06

nanti ada Bang Wahyu, Kak Dini juga yang

4:09

akan menjadi alumni insyaallah ya

4:11

sesegera mungkin ini seperti itu.

4:13

Baik, sekarang kita akan bertanya ke

4:15

Bang Wahyudi. Nah, kita bakal narik ke

4:18

beberapa tahun belakang mungkin pas Bang

4:20

Wi Wahyudin ini masih imut-imut ya.

4:22

Sekarang juga masih imut sih, Sobatas.

4:24

Tapi mungkin beberapa tahun yang lalu

4:26

tuh imut banget gitu.

4:28

Imut banget. Imut banget.

4:30

Iya, betul. Masih imut sekarang.

4:32

Iya. Pas pertama kali ee menginjakkan

4:34

kaki di FKIP Untirta tercinta ini,

4:36

apalagi di prodi kita, prodi pendidikan

4:38

sejarah, apakah ada culture shock gitu

4:41

yang bikin, "Wah, ternyata pendidikan

4:43

sejarah itu kayak gini." K yang beda

4:46

mungkin dari dari pemikiran Abang dari

4:50

ee ekspektasi ya, ekspektasi dari SMA

4:53

terus di masa perkuliahan ini

4:55

sebenarnya cter shock itu sebenarnya

4:57

enggak enggak enggak dari apa namanya

4:58

dari programnya enggak enggak dari apa

5:00

namanya jurusannya sayaak enggak ada

5:02

masalah untukusan akademik saya tidak

5:04

pernah mempermasalahkan enggak ada

5:05

syoknya sama sekali karena saya sudah

5:06

beras ketika saya misalkan masuk

5:08

pendidikan sejarah oke

5:09

I do really want to learn about

5:12

education of

5:16

pasti saya belajar mengenai sejarah

5:18

tetapi yang emang agak sulit adalah

5:20

dalam manajemen gitu kan antara eh ada

5:24

beberapa muk perkuliahan yang misal

5:26

pendidikan ada mata kuliah yang sejarah

5:27

banget gituah ya ini kesulitannya itu

5:30

aja untuk ee apa namanya apa karena ada

5:33

dua ini ya apa namanya ada dua fokus

5:35

yang harus kita apa kita lakukan gitu

5:36

dalam dalam satu semester atau dalam

5:38

satu waktu tertentu ini agak sulit nih

5:41

gitu kan karena di diobel gitu gitu ya.

5:43

Cuman enggak enggak enggak banyak syok

5:45

lah ya. Tergantung semua tergantung

5:47

orang.

5:48

Oh, kalau saya nih kalau saya nih

5:50

ee dari jurusan NIPA awalnya jadi SMA.

5:54

Iya. Tapi Abang di pas SMA atau SMK itu

5:57

jurusan apa? Apakah jurusan IPS atau

5:59

apa?

6:00

Kebetulan saya IPS dan terlihat dari

6:02

saya sangat amat IPS banget. Apa IPS

6:05

banget? Saya IPS banget. Kalau saya,

6:08

Bang, saya itu NIPA. Jadi saya agak

6:10

kaget pas saya ee di prodi ini.

6:14

Karena dulu tuh saya pas SMA itu

6:16

seringnya interaksi sama hitung-hitungan

6:18

dan juga seringnya sama masa dan reaksi

6:20

suatu jat. Oke.

6:21

Tapi pas datang ke sini malah kita itu

6:24

lebih membahas ke suatu reaksi kita

6:28

ataupun masa tentang ee entah itu

6:30

tentang ya peristiwa-peristiwa dan juga

6:33

ternyata di sejarah itu sumbernya tuh

6:35

banyak-banyak dan kadang sumber ini sama

6:38

sumber itu beda gitu. Makanya itu saya

6:41

kaget pasti tu. Nah, Bapak ngomongin

6:43

tentang kaget ya. Tadi kan kita

6:45

ngomongin tentang shock ataupun kaget

6:47

ya. Nah, sebenarnya gimana sih kurikulum

6:51

kita ini? Kurikulum pendidikan e sejarah

6:54

disusun buat ngedobrak stigma stigma

6:56

yang di mana orang-orang bilang tuh

6:58

kalau sejarah itu membosan bukan

7:01

membaskan sifat tapi hafalan. Ya, benar

7:04

kan sobat entusias pasti sobat entusias

7:06

bilangnya kalau sejarah itu cuman

7:08

hafal-hafalan. Nah, gimana sih ee

7:11

kurikulum yang disusun oleh pendidikan

7:14

sejarah Untirta agar stigma itu

7:17

tidak apa ya,

7:18

tidak muncul dan melekat ya di jurusan.

7:20

Baik, jadi sebelum kita berbicara ke

7:23

kurikulum memang baiknya ee kita harus

7:26

berorientasi pada visi dan misi tujuan

7:28

kita mendirikan jurusan sejarah pada

7:30

waktu itu ya awalnya ya. Jadi jurusan

7:32

pendidikan sejarah itu ee memiliki visi

7:34

gitu ya. Itu kan pembelajaran sejarah

7:36

yang berbasis meaningful history gitu

7:38

ya. learning-nya berdasarkan kearifan

7:40

lokal. Kemudian ada adaptasi teknologi

7:42

yang unggul, berkarakter, dan berdaya

7:44

saing global di tahun 2030. Rencananya

7:47

seperti itu. Nah, di dalamnya itu

7:50

kurikulum kita itu eh menggunakan yang

7:53

namanya OBE gitu ya, outcome bas

7:55

education. Nah, di dalamnya itu juga

7:58

terdapat dua model gitu ya. Model yang

8:00

pertama itu ada case study, kemudian

8:02

yang kedua ada yang project based

8:04

learning. Nah, dua model ini itu sangat

8:07

relevan dengan kondisi pembelajaran saat

8:09

ini. Kontekstual banget sih sebenarnya

8:10

ini ya. Makanya ketika kita berbicara

8:13

kenapa sejarah itu bisa jadi

8:14

membosankan? Karena pada waktu itu

8:16

penerapannya masih ada stigma menghafal.

8:19

Padahal kalau sudah masuk ke jurusan

8:20

kita, kayaknya enggak ada yang menghafal

8:22

deh di situ. Banyaknya praktikum di luar

8:26

ya, terutama berkunjung ke situs atau

8:28

tempat-tempat yang mengandung narasi

8:30

sejarah gitu ya. karena bisa jadi ke

8:32

artefak, ke cagar budaya, kemudian ke

8:35

struktur atau bangunan atau kawasan

8:37

cagar budaya lain itu pasti gitu ya.

8:39

Kemudian yang kedua, kita sudah adaptasi

8:41

teknologi ee di jurusan kita itu sudah

8:44

ee sebagian besar pembelajarannya

8:46

berbasis digital bahkan ee produk-produk

8:49

mahasiswa termasuk Bang Wahyu ini ini

8:51

salah satu konten kreator ya, konten

8:54

kreator sejarah nih gitu ya. Jadi memang

8:57

di dalamnya itu sudah tidak lagi tuh

8:59

kita belajar sejarah seolah-olah yang

9:00

lama gitu. Enggak. Kita sudah

9:02

mengadaptasi teknologi saat ini,

9:04

terutama bagaimana pemanfaatan AI ya.

9:06

Karena AI ini pada akhirnya juga

9:08

dimanfaatkan dalam proses pembelajaran

9:10

dan dalam proses pengkajian sejarah.

9:13

Memang benar ada dua hal, ada pendidikan

9:14

sejarah gitu ya, ada kajian sejarah di

9:17

jurusan kita. Nah, yang konteks

9:18

pendidikan itu karena memang jurusan

9:20

kita jurusan yang nota Bne ee

9:23

menghasilkan ee tenaga-tenaga pendidikan

9:25

gitu dalam kajian atau bidang sejarah.

9:27

Nah, bukan tidak mungkin tapi ada yang

9:29

jadi peneliti makanya ee salah satu ee

9:33

orientasinya, outcome-nya itu ya

9:35

lulusannya itu sebagian besar selain

9:36

jadi guru atau tenaga pendidik itu ada

9:39

yang menjadi ee apa namanya? peneliti,

9:42

ada yang menjadi edukator di museum

9:44

bahkan sampai ada yang berwirausaha sih.

9:47

Nah, mungkin harusnya karena ada Bang

9:48

Wahyu ini tujuan berubah lagi nih tambah

9:51

jadi konten kreator satu lagi ya.

9:54

Jadi itu bisa memberikan sedikit

9:56

informasi ya tentang bagaimana jurusan

9:58

kita di jurusan pendidikan sejarah unti.

10:00

Oke. Nah, Sobatas bisa mendengar ya

10:02

tadi. Tapi, Pak, walaupun Sobat Antusias

10:04

ini sudah mendengar penjelasan dari

10:06

Bapak sama Abang ini, biar enggak kaget

10:09

ketika masuk ke prodi pendidikan

10:10

sejarah. Akan tetapi kayaknya bukan

10:12

kayaknya pasti ada mahasiswa baru yang

10:15

mungkin masih kaget atau kaget ya, kaget

10:18

mengenai pas masuk ke prodi pendidikan

10:21

sejarah ini. Nah, menurut Bapak ataupun

10:23

Abang, apa sih tantangan terbesar MABA

10:26

ini saat adaptasi di prodi ini? dan

10:28

gimana sih caranya untuk menyikapinya

10:30

gitu.

10:30

Oke, mungkin dari saya coba menjelaskan

10:33

sedikit ya. Jadi budaya akademik ketika

10:36

SMA dengan kuliah itu pertama satu

10:39

berbeda berbeda banget jauh gitu ya.

10:41

Kalau dalam konteks di SMA kita masih ee

10:44

apa ya mengikuti gaya kurikulum yang

10:47

sudah disediakan oleh sekolah. Belajar

10:49

itu sudah teratur gitu ya. Sementara di

10:52

proses perkuliahan itu kita sudah ee

10:54

belajar mandiri. Jadi ee pergeseran dari

10:57

yang sifatnya andag apa pedagogi ke

11:00

andragogi ya, ke pembelajaran yang orang

11:02

dewasa. Makanya salah satu yang

11:04

menyebabkan susahnya beradaptasi itu

11:06

karena kemampuan belajarnya berbeda-beda

11:07

setiap orang. Makanya ketika

11:09

kemampuan-kemampuan belajar ini berbeda,

11:12

maka harus segera diadaptasi gitu ya.

11:14

Harus segera menyesuaikan dengan kondisi

11:15

perkuliahan. Itu salah satunya. Karena

11:18

apa? tantangannya ya sekarang adalah

11:20

bagaimana kita mampu belajar atau

11:22

misalnya kuliah sesuai dengan kebutuhan

11:24

yang kita inginkan gitu ya. Karena

11:26

belajar itu basicnya kan bukan karena

11:28

kewajiban tapi karena kebutuhan gitu

11:32

ya. Oke, sebenarnya semua kalau misalkan

11:35

seperti apa yang tadi sebelumnya

11:36

dikatakan oleh Pak Fauzan sebelumnya

11:38

memang tentu ya memang akan orang tuh

11:40

akan kaget sepertang tadi oke dari

11:42

perubahan dari misalkan kurikulumnya

11:44

pada gua jadi an yang paling penting

11:46

adalah gini ketika misalkan orang

11:47

ngerasa ini konteksnya kalau salah

11:49

jurusan ya misalkan ada beberapa salah

11:50

jurusan

11:51

kalau misalkan orang rasa salah jurusan

11:53

gitu di jurusan yang saat itu ya kita

11:55

jangan keluar duluah teman-teman ya

11:56

jangan keluar dari jurusan itu dulu yang

11:58

paling penting gini kita lakukan namanya

11:59

CBA atau cost benefit analysis apa itu

12:02

CBA?

12:02

ada namanya cost benefit analis cost itu

12:04

artinya biaya benefit itu artinya ee

12:06

keuntungan analisis ya analisa bagaimana

12:08

cara kita teman-teman semua ketika ada

12:10

di jurusan itu gitu kan misalkan di

12:12

dalam jurusan pendidikan sejarah oke

12:14

untuk biaya yang akan saya keluarkan

12:15

dari di pendidikan sejarah sekian sekian

12:17

sekian ini ada mata kuliah ini oke saya

12:19

akan keluar untuk kegiatan A B C D FG

12:21

IKN oke benefitnya apa apa keuntungan

12:24

yang akan saya dapat nih gitu kan dari

12:26

situ kalau misalkan dari sana sesuai

12:28

dengan tujuan yang sebelumnya ada

12:30

misalkan kayak oke I want to be a

12:32

resarcher. I want to be something. I

12:33

want to be somebody gitu kan. Oke,

12:35

tinggal sesuaikan aja. Nah, kalau

12:37

kemarin kata Bang Sabda, Sabda PS itu

12:39

bilang sebenarnya, "Oh, siapin dulu nih

12:41

yang namanya ee kalau kita mau mililih

12:44

sebuah tujuan gituah, siapin dulu yang

12:46

namanya eh peta reality ya, peta

12:48

realitas gitu. Nah, gimana cara buka

12:50

petanya? Kita pakai Eagle apa? Eagle

12:52

point of view gitu. Cari point of view

12:54

yang ee di atas gitu ya, tinggi gitu

12:56

kan. Nah, kalau pakai sudah pakai third

12:58

eye, lihat nih. Oke, di jurusan ini oke

13:00

saya bisa ngelakuin A, ngelakuin B,

13:01

ngelakuin C, tapi tujuannya tetap sama.

13:02

Intinya gitu. Misal kayak like literally

13:04

if you want to be ketika kita misalkan,

13:07

oh eh saya ngambilnya sejarah nih, gitu

13:09

kan eh pengin ngambil ilmu sejarah gitu

13:11

kan di A, di B, di Z, di Wilang. Oh,

13:14

dapatnya di pendidikan sejarah, di UPI,

13:15

di mana tahu di di Tirta gitu. Oke, dari

13:18

sana gimana caranya saya nyesuaiin

13:20

dengan tujuan saya. Saya ngambil

13:21

sejarah, saya ngambil jurusan ini untuk

13:22

dapat apa? Oke, saya mau jadi edukator.

13:24

Edukator misalnya guru atau misal kayak

13:27

ambil lagi ee di museum gitu. Nah, itu

13:29

intinya teman-teman. Atau misalkan

13:31

istilah gua mau jadi saya mau jadi PNS

13:32

nih gitu kan. PNS saja gitu kan ya bisa

13:35

juga gitu kan dengan cara-cara yang

13:36

dilakukan. Intinya adalah dihitung dulu

13:38

nih kurang lebih berapa banyak costnya,

13:41

biayanya yang akan didapatkan. Hitung

13:43

lagi tuh apa namanya benefit yang akan

13:44

kita dapatkan. Nah, sesuaikan dengan

13:47

tujuan kita untuk dalam berkuliah. Kalau

13:49

enggak bisa disesuaikan gitu kan ya,

13:50

maka dari itu orang ya kita akan di

13:52

situ-situ aja. Dan yang paling penting

13:54

adalah sesuaikan diri Anda dengan

13:56

jurusan. Maksudnya kayak belajar

13:57

sesuaikan dengan diri sendiri. K orang

13:59

senang belajar pakai musik, orang senang

14:01

belajar pakai apa namanya? Ee sambil

14:04

nonton gitu. Ada orang yang audio, ada

14:06

orang audio visual. Saya adalah orang

14:08

yang audio dan visual sekali gitu.

14:10

Audio visual audio visual sekali gitu

14:11

kan. Jadi saya bisa mapping tuh. Oh,

14:13

oke. Secara belajar misalnya dari game,

14:15

orang main game bisa contoh of Iron gitu

14:18

untuk belajar sejarah perang itu. Tapi

14:20

intinya lagi set your eh apa namanya?

14:25

Point gitu. Ngapain deh bikin checkpoint

14:27

yang

14:29

jadi ketika kita salah jurusan jangan

14:31

kita langsung nyerah tapi ikutin dulu

14:33

arusnya ya.

14:34

Iya. Jadi ee istilahnya mungkin sobat

14:37

entusiasis tuh pernah dengar istilah

14:38

kalau udah kecebur ya udah gitu sekali

14:40

basah mungkin gitu ya. Tapi akan tetapi

14:43

harus adanya rancangan ya, karena emang

14:46

hidup kita itu harus penuh dengan yang

14:48

namanya itu apa ya perencanaan ya.

14:51

Walaupun rencana itu ada di tangan ruang

14:54

tapi

14:55

ee manusia itu harus punya rencana ya,

14:57

Pak.

14:57

Nah, tadi Bapak itu meng-highlight-nya

15:00

tentang adaptasi. Berbicara tentang

15:02

adaptasi Bangta nih selama Abang kuliah

15:05

nih di FK Untirta gimana sih apa ya

15:09

istilahnya mungkin disebut ekosistem

15:11

pertemanan. Oh ya pertemanan dan relasi

15:14

sama dosen apakah kaku atau bagaimana

15:17

nih Bang? Karena kan lebih lama abang

15:19

nih daripada saya masuknya kan.

15:21

Maksudnya saya baru jadi saya belum

15:24

istilahnya belum main terlalu jauh gitu

15:26

kan. Iya

15:27

semua tergantung diri sendiri

15:28

teman-teman karena saya adalah orang

15:29

perantauan gitu. dari Tangsel datang

15:31

serang Banten gitu. Seperti apa yang

15:33

bisa dilihat? Saya bisa ngobrol dengan

15:34

Pak

15:36

Gud gini ini.

15:40

Sesuaikan diri aja yang pertama gitu.

15:41

Kalau misalkan dalam konteks pertemanan

15:42

nih

15:43

orang jang enggak ini kalau misalkan

15:46

awal-awal ee lu sudah nyebelin ya, Anda

15:48

sudah nyebelin kayak Anda juga enggak

15:49

akan pernah ditemenin kok gitu kan. Maka

15:51

dari itu adalah

15:53

ya sesuaikan diri gitu dengan tempat

15:55

gitu kan. sesuai dengan oh misalkan

15:56

tipikal misalkan si A, si B, si C

15:58

seperti apa dan misalkan secara general

16:00

kita butuh satu generalis penting

16:03

baru kita pelajari setelah kita kenalan

16:05

lagi itu sama orang. Nah, setelah kita

16:06

generasi kita kenalan sama orang itu

16:08

gitu. Akhirnya kita jadi sadar, oh

16:10

pertama buat saya pribadi di sini it

16:12

doesn't matter ya. Sama seperti kamus

16:14

pada umumnya teman-teman semua ada yang

16:17

ya ada yang itulah ya. Tapi yang paling

16:20

penting adalah pilah-pilih teman-teman

16:23

semua. Karena apa yang paling penting?

16:24

Ini bukan kata saya doang, tapi karena

16:25

kata banyak sekali orang pengomat dan

16:27

lain-lain. Temanmu atau circlemmu

16:30

ya itu yang akan menentukan kehidupanmu

16:33

5 sampai 10 tahun berikut.

16:35

Oh.

16:35

Nah, itu dia.

16:36

Oke.

16:37

Benar.

16:39

Jadi kita tuh harus adaptasi tapi harus

16:41

ee di mana ada istilah bumi dipijak

16:44

langit

16:45

di situ bumi dipijak langit. Situ langit

16:47

dijunjung. Nah, mendengar jawaban dari

16:49

Bang Wahyu tadi, aku jadi mengenai

16:51

pertemanan, jadi aku e ingat salah satu

16:54

teman aku yang pernah bilang bahwa ah

16:56

anak sejarah mah jalan-jalan berkedok

16:58

tugas gitu. Bang, pernah dengar enggak

17:01

itu? Teman aku pernah ngomong kayak

17:02

gitu, Bang. Nah,

17:03

ee terkait itu sebenarnya seseru apa

17:06

atau malah seberat apa tugas atau riset

17:09

turun lapangan? Kan biasanya kita turun

17:11

ya kayak toponimi. Saya semester 1 tuh

17:13

toponimi ataupun ee kemarin tuh ada PJBL

17:16

tentang situs-situs apa ya Banten gitu.

17:20

Oh iya Pak ada ke sekolah juga.

17:23

Iya betul. Apakah tugas riset atau turun

17:26

lapangan di prodi ini itu ee sesoruh itu

17:28

apa malah seberat itu kasih bocoran dong

17:31

untuk kita apalagi ke aku nih Bang. Jadi

17:34

kalau tugas gitu ya, tugas itu kan

17:36

sebenarnya bagian dari proses evaluasi

17:38

ya kalau dalam perkuliahan itu. Tapi

17:40

kadang-kadang ada yang menganggapnya

17:42

sebagai sebuah beban ya padahal itu kan

17:44

bagian dari proses akademik ya tugas

17:46

itu. Jadi ketika diberikan tugas ya kita

17:48

tinggal melaksanakannya. Cuma kan memang

17:50

kalau di jurusan sejarah itu

17:52

ada ee tugas-tugas yang memang itu kita

17:54

kan laboratoriumnya enggak di satu

17:56

tempat ya maksudnya enggak di satu

17:57

ruangan ya. Jadi kita itu e memiliki

18:00

yang namanya living laboratory gitu ya.

18:02

semua tempat yang bisa dijadikan sebagai

18:04

laboratorium itu akan menjadi tempat

18:05

belajar kita gitu. Apapun itu mau itu

18:08

dalam konteks alam karena belajar

18:10

sejarah tuh jangan disangka dia satu

18:12

disiplin ilmu aja sejarah enggak sejarah

18:14

itu sekarang sudah interdisipliner di

18:16

dalam ilmunya multidisipliner dengan

18:18

ilmu sosial transdisipliner sama

18:20

ilmu-ilmu eksak kan bahkan kalau kita

18:23

berkunjung ke museum sang

18:25

sangiran tuh ya misalnya yang di ya

18:27

Sangiran Museum Sangiran ya yang dekat

18:29

Serragen tuh yang di Solo ya. Nah, itu

18:31

ee apa namanya? Kita kan mempelajari

18:34

manusia-manusia prasejarah. Tapi kan

18:36

sebelum ngomongin manusia prasejarah

18:38

gitu ya, kita akan membahas hal-hal yang

18:40

berkenaan dengan saentifik. Pertama,

18:42

bagaimana proses manusia itu berkembang,

18:44

tumbuh, lahir. Ya, enggak. Kemudian,

18:46

bagaimana itu ee apa namanya? Apa ya?

18:49

Peradaban terbentuk gara-gara dari

18:51

beberapa jenis ee apa ya, manusia ya,

18:54

manusia yang pada waktu itu kan

18:55

berevolusi gitu ya. Nah, itu kan

18:57

akhirnya kita mendapatkan gambaran

18:59

sebenarnya enggak bisa diteliti lewat

19:00

sejarah sendiri. Justru ada disiplin

19:02

ilmu lain yang harus kita pelajari. Ya,

19:04

termasuk itu. Itu contoh aja. Bahkan

19:06

salah satu riset saya itu ya itu yang

19:10

berhubungan dengan ilmu biologi menurut

19:13

saya ya tentang obat-obatan tradisional

19:15

tuh kan

19:17

sejarah tentang obat-obatan tradisional.

19:19

Jadi itu nilai kandungannya terus

19:21

bagaimana nama latinnya, nama nama

19:23

daerahnya kan ada nih. Tapi pakai nama

19:25

latinnya apa? kandungannya bagaimana

19:27

bagaimana digunakan pada masyarakat

19:29

lokal saat itu, terus bagaimana ee dalam

19:31

konteks apa sih namanya tuh ee

19:34

kedokterannya gitu ya kan itu harus

19:35

diteliti dan dianalisis. Nah, kita butuh

19:37

bantuan ilmu lain gitu. Jadi jangan

19:39

seolah-olah belajar sejarah tuh hanya

19:40

mempelajari masa lalu saja enggak udah

19:43

kita sudah meninggalkan paradigma itu

19:44

sekarang ya seperti itu.

19:47

Dari awalnya mungkin menjawab

19:49

just simple aja eh fun kalau misalkan

19:53

kita nganggap itu fun gitu. Yang paling

19:54

penting itu

19:55

ee yang paling penting adalah belajar

19:58

itu gitu. Karena kita butuh belajar sama

20:00

kayak kita makan gitu. Kita butuh makan

20:01

kan orang makan senang enggak ya biar

20:04

kenyang kan. Tapi makan senang apalagi

20:06

itu enak banget.

20:06

Nah i kan apalagi kalau enak gitu karena

20:08

kalau kita gratis.

20:10

Iya oke

20:12

paham saya. Oke. Makan bergizi gratis.

20:14

Oke, cukup sampai situ

20:16

jadi intinya gini intinya gini gini e

20:18

kan sama se yang dikatakan J

20:21

belajar itu adalah sesuatu yang

20:23

kebutuhannya karena kebutuhan because

20:25

you need to learn something you need

20:27

location gitu maka dari itu

20:30

buat diri lu gitu buat diri antum-antum

20:33

sekalian gitu kan happy gitu dalam

20:35

belajar misalnya jangan kita anggap satu

20:37

kita jalan-jalan misal kayak ada KKL ke

20:38

mana-manaa gitu satu itu kita anggap itu

20:40

sebagai liburan gitu kan jalan-jalan

20:42

tapi jangan lupa juga Ketika kita ada di

20:45

sana ke pergi ke berbagai situs-situs

20:47

tertentu gitu, ambil berbagai pelajaran

20:50

dari tempat itu. Satu, belajar riset

20:51

yang kedua gitu. Dan yang ketiga adalah

20:54

belajar untuk memanajemen diri sendiri

20:56

ketika di sana gitu. Kalau misalkan Anda

20:59

malas-malasan di sana, lolo-lolo

21:00

nilainya nanti kan gitu kan. Simpul ya,

21:04

Sobatas. Nah, Sobat Enusias tadi sudah

21:07

dengarin ya ee tadi tuh Bapak itu bilang

21:10

adanya pendekatan teknologi. Jadi

21:13

ternyata pendidikan sejarah atau sejarah

21:15

itu bukan cuman hafal-hafalan doang nih,

21:17

Sahabatas, melainkan adanya pendekatan e

21:20

teknologi. Apalagi Bang Wahyudi sebagai

21:23

konten kreator mungkin teman-teman

21:25

langsung aja di iniin apa Bang nama

21:28

konten eh nama akunnya

21:29

eh Wahyun Ridaya tapi ada satu media

21:31

yang ya belum berkembang juga gitu.

21:34

dimonetiz belum?

21:36

Sudah di soalnya saya saya belum bisa

21:38

menarik uangnya karena kurang i kan.

21:41

Iya. Oke, Pak Dit atau Pak Ujan ee aku

21:45

pengin bertanya tentang kita kan di sini

21:47

kan Untir itu di Banten ya.

21:50

Aku pengin nanya nih Pak gimana sih

21:52

adanya kolaborasi antara prodi dan

21:55

mahasiswa dalam mengkaji sejarah lokal

21:57

Banten itu sendiri?

21:58

Oh iya.

21:59

Jadi ee terima kasih ya Kadini. Jadi ini

22:02

pertanyaan yang sebenarnya kita sudah

22:04

realisasikan di beberapa mata kuliah.

22:06

Bahkan ada produknya ya setahu saya dan

22:07

ada riset bersama tuh dosen dengan

22:10

mahasiswa ya. Ya tadi mungkin ee ketika

22:12

KD ini dikasih tugas tentang toponim

22:14

mungkin itu bagian dari riset dosennya

22:16

gitu ya. Tapi Kad ini akan ke lapangan

22:18

gitu nanti ketika ee berhasil

22:20

dipublikasikan itu harusnya namanya

22:22

berdua ya antara Kad ini dengan ee dosen

22:25

tersebut gitu ya. Terus kemudian juga

22:27

kayaknya banyak publikasi kita ya yang

22:29

bersama mahasiswa. Jadi, kolaborasi

22:31

riset itu sudah banyak kolaborasi

22:33

pembelajaran apalagi. Jadi, enggak

22:35

pernah itu terpisah atau parsial antara

22:37

dosen dan mahasiswa. Enggak. Makanya

22:39

kita tuh lebih banyak komunikasi yang

22:40

seperti apa ya, dua arah gitu kalau

22:42

berarti. Kadang-kadang saya nanya ke Mas

22:44

Wahyu nih, "Mas Wahyu, kamu tuh maunya

22:45

kayak gimana gitu." Jadi jelasin sendiri

22:47

saya dengerin dulu gitu. Oke, kalau yang

22:49

bisa nyambung kita kolaborasikan yang

22:52

kira-kira belum bisa ya kita mungkin

22:54

dengan jalan yang berbeda enggak

22:55

apa-apa. Itu kan bagian dari dialektika

22:57

ya, enggak apa-apa. Terus kemudian juga

22:59

memang dalam adaptasi teknologi sekarang

23:01

itu kita tuh sudah bergeser dari

23:03

paradigma yang lama ke yang baru ya.

23:05

Jadi ketika kita berbicara eh student

23:08

center gitu misalnya katakanlah atau

23:10

pembelajaran yang berpusat kepada siswa

23:12

itu kita harus sudah memasukkan

23:13

kebutuhan-kebutuhan belajar anak-anak

23:15

Genzi nih sama gen-gen alpa kan. Ini kan

23:17

kalian nih nanti nih Mas Wahyu, Kak Dini

23:20

ini kan akan jadi guru-guru dari Gen

23:22

Alpa ini ya. Kalau enggak memasukkan ee

23:25

minimal ya kalau mempelajari sejarah ee

23:28

kenalkan yang namanya virtual museum

23:30

gitu ya. Perkenalkan yang namanya

23:31

augmented reality dalam pembelajaran

23:33

sejarah itu akan meningkatkan rasa

23:36

motivasi belajar dan minat ee siswa kita

23:39

sih sekarang kan Gen Alpa nih enggak

23:41

bisa diam nih anak-anaknya ya. Harus

23:43

ngta terus kan dia itu ya. Makanya harus

23:45

disediakan sebuah fitur-fitur yang

23:47

mendukung dalam proses pembelajaran.

23:49

Bisa game, bisa apapun itu ya silakan.

23:51

Maka dari waktu itu semester saya juga

23:53

semester 1 saya juga ada mata kuliah ini

23:57

teknologi transformasi digital buat game

23:59

kan saya dapat info ya. Iya.

24:02

Nah, oke. Abang dan Bapak tadi kita juga

24:05

sudah berbicara tentang prospek kerja

24:06

ya. Ternyata Sobatas

24:09

prospek ataupun ya prospek kerja untuk

24:12

lulusan kita nih lulusan prodi

24:14

pendidikan sejarah cuman bukan guru

24:17

doang, tapi ada juga peneliti atau

24:20

berusaha eh berwi

24:22

wirausaha

24:24

entrepreneur entrepreneur

24:25

iet ya ngomong ya. terus konten kreator

24:27

dan masih banyak lagi. Jadi bukan mentok

24:29

ke guru doang, Teman-teman. Nah, Abang e

24:33

dan Bapak tadi kita sudah ngomong

24:35

ataupun ngobrol seru banget tentang

24:37

pendidikan sejarah Untirta. Nah, tapi

24:40

kita tuh sebenarnya pengin ngobrol lebih

24:42

dalam lagi ya sampai ke dalam mungkin

24:44

ya, sampai ke Teluk gitulah. Eh, bukan

24:46

Teluk, dasar lautan gitu. Palung.

24:48

Palung.

24:49

Iya, Palung. Iya. Tapi ternyata di sini

24:52

waktu kita sudah selesai. Mungkin kita

24:54

bisa ngobrol-ngobrol lagi di waktu

24:56

kesempatan lainnya. Dan sebelum ditutup

24:59

nih ee Bapak dan juga Abang boleh dong

25:01

kasih kata-katanya untuk menutup obrolan

25:04

satu ini untuk Sobat.

25:05

Iya.

25:07

Jangan paham dong.

25:09

Iya,

25:09

Bang Wahyu dulu silakan.

25:11

Iya, silakan.

25:14

Eh, udah ditutup dengan yang keren aja.

25:16

Yakinkan dengan iman, usahakan dengan

25:18

ilmu, sampaikan dengan amal. Yakin usaha

25:20

sampai. Bismillahirrahmanirrahim. Dah

25:22

itu aja belajar yang benar. Jadi Yakusa

25:25

enggak beda

25:27

kita aja.

25:28

Oh ya sudah

25:29

ya. Kalau dari Bapak

25:30

kalau dari saya ee kita semua akan

25:32

menjadi seorang peneliti ya. Maka dari

25:34

itu menelitilah gitu dan penelitian itu

25:38

memang boleh salah tapi yang tidak

25:39

diperbolehkan itu bohong.

25:40

Iya.

25:41

Jadi meneliti dengan baik. Salah itu

25:43

boleh. Yang tidak boleh adalah

25:45

berbohong. Iya.

25:46

Dari itu dari saya itu aja ya. Baik.

25:48

Keren banget ya, Teman-teman. Kita sudah

25:50

mendengarkan ee semua obrolan yang seru

25:53

kita tentang pendidikan sejarah Untirta

25:55

ataupun tentang pendidikan sejarah. Nah,

25:57

Sobat Entusias hari ini kita ngobrolnya

25:59

sudah selesai. Buat teman-teman mungkin

26:01

kita bakal ketemu lagi di

26:02

episode-episode selanjutnya. Jangan lupa

26:05

terus pantengin kita di podcast

26:07

pendidikan sejarah Untirta dari kami

26:10

bertiga yang lucu-lucu ini. Pak, boleh

26:13

gini ya.

26:16

jurusan yang lucu di

26:18

jurusan yang lucu dan sebag lucu bahwa

26:21

kita itu bukan cuman hafal hafalan doang

26:23

tapi kita seru banget

26:24

pokoknya gabung ya masuk ke jurusan kita

26:26

ya

26:26

betul kita tutup aja ya

26:28

dari saya ucapkan terima kasih kepada

26:31

Bang Wahyudi dan juga Bapak yang telah

26:33

menyempatkan waktu untuk berbicara dan

26:36

ngobrol dengan saya ju saja saya

26:38

deg-degan cuman kayaknya obrol ini seru

26:40

banget dan harus ditutup ya sobat-sobat

26:43

antusias

26:44

Jadi kami cukup sekian danalamualaikum

26:47

warahmatullahi wabarakatuh.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free