Kenali Lebih Dekat Pendidikan Sejarah
Halo sobat antusias, selamat datang di
podcast perdana kita, podcast pendidikan
sejarah Untirta. Kenalin, aku Dini
Nurdiah, DU Ri H.
Nur dia. Nah, Sobatas akhirnya ya kita
punya ruang ngobrol yang asik. Ngobrolin
tentang masa lalu tapi tetap nyambung
sama masa kini. Nah, Sobatas hari ini
tuh spesial banget karena aku enggak
berdiri sendiri. Ah, berdiri. Bukan
berdiri, tapi aku di sini enggak duduk
sendiri saja, melainkan mungkin di layar
HP, layar laptop ataupun smart TV,
Teman-teman, itu sudah terlihat nampak
dua laki-laki yang sangat berkarismatik,
sangat gampang ya, berwibawa dan
dan ee aura positifnya itu nembus di
layar kaca teman-teman. Siapakah
beliau-beliau ini? Mari kita sambut,
bukan sambut tapi mari kita sapa dua
narasumber kita. Oke. Halo Bapak dan
Abang.
Halo Kak Dini.
Oke. Baik. Ee kita bakal kenalan dulu
sama di depan kita yang di sebelah kiri
ya, Sobat Encusias. Ini adalah salah
satu cutting saya. Cutting yang sangat
keren banget menurut saya karena beliau
ini pernah terlibat di Tanelaka Project.
Ya, betul
betul.
Iya, betul betul.
Nah, namanya siapa sih Sobat Antusias?
Mari kita kenalan sama abang-abang.
Boleh, Bang. Siapa namanya? Langsung
saja.
Nama saya Wahina Hidayat, ya. Mahasiswa
semester 6. Sekarang nanti semester 7
lah, ya. Kemarin sempat berkontribusi di
beberapa program-program khususnya di
program beasiswa Malaka ya atau The
Trial ya. Itu saja saya kembalikan lagi.
Oke. Baik. Halo, Bang Wahyudi. Baik,
kita langsung bergeser ya ke Bapak dosen
kita, salah satu dosen saya
yang sangat keren menurut saya karena
kemarin juga
menghadiri menjadi narasumber di acara
seminar Banteng Girang sebagai
pariwisata. Betul, Pak.
Benar. Benar. Tadi nih.
Siapakah dosen ini? Mari kita dengar
langsung dari Bapak. Silakan, Bapak.
Iya. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang semuanya. nya. Salam
sejahtera untuk kita semua. Perkenalkan
nama saya Rikza Fauzan. Saya salah satu
staf pengajar di jurusan pendidikan
sejarah. Saat ini saya diberi amanah
menjadi sekretaris jurusan pendidikan
sejarah. Seperti itu, Kak Dini.
Oke, Sobat Antusias tadi kita sudah
kenalan nih sama king saya yang sudah
tahu, sudah tahulah asam manis, garamnya
semuanya tentang bangku perkuliahan di
Prodi Pendidikan Sejarah. dan salah satu
lagi adalah dosen saya, dosen ee Pak
Ritka atau sering dipanggil Pak Ojan ya.
Nah, kita sudah kenalan nih. Mari kita
buka atau masuk nih sahabatas ke
pertanyaan-pertanyaan yang ingin ee kami
tanyakan kepada narasumber kita yang
sangat luar biasa ini. Oke, kita
langsung saja ke pertanyaan mengenai
kita akan kenalan tentang prodi
pendidikan sejarah. Mungkin karena
sobatas ini pengin lebih kenal tentang
pendidikan sejarah Untirta.
Baik ee mungkin ee kita bakal kenalan
dulu tentang sejarah ya, sejarah tentang
prodi pendidikan sejarah Untinta
bagaimana ya, Pak?
Oh iya, jadi terima kasih Kak Dini. Jadi
alhamdulillah ee terima kasih juga
kepada para pemirsa yang sudah nonton
hari ini ya. Jadi, jurusan pendidikan
sejarah itu salah satu jurusan yang
didirikan di tahun 2014 bersama kurang
lebih ee 13 atau 14 jurusan yang ee pada
waktu itu didirikan berdasarkan SK dari
kementerian dan kalau enggak salah
berarti sekarang sudah hampir 12 tahun
ya.
Oh, 12 tahun ya. 12 tahun karena
sekarang 2026 ya berarti sekitar sudah
12 tahun kita berdiri dan alhamdulillah
kita sudah meluluskan banyak alumni nih
dari angkatan 2014 ya berarti seperti
itu yang lumayan banyak. Nah, mungkin
nanti ada Bang Wahyu, Kak Dini juga yang
akan menjadi alumni insyaallah ya
sesegera mungkin ini seperti itu.
Baik, sekarang kita akan bertanya ke
Bang Wahyudi. Nah, kita bakal narik ke
beberapa tahun belakang mungkin pas Bang
Wi Wahyudin ini masih imut-imut ya.
Sekarang juga masih imut sih, Sobatas.
Tapi mungkin beberapa tahun yang lalu
tuh imut banget gitu.
Imut banget. Imut banget.
Iya, betul. Masih imut sekarang.
Iya. Pas pertama kali ee menginjakkan
kaki di FKIP Untirta tercinta ini,
apalagi di prodi kita, prodi pendidikan
sejarah, apakah ada culture shock gitu
yang bikin, "Wah, ternyata pendidikan
sejarah itu kayak gini." K yang beda
mungkin dari dari pemikiran Abang dari
ee ekspektasi ya, ekspektasi dari SMA
terus di masa perkuliahan ini
sebenarnya cter shock itu sebenarnya
enggak enggak enggak dari apa namanya
dari programnya enggak enggak dari apa
namanya jurusannya sayaak enggak ada
masalah untukusan akademik saya tidak
pernah mempermasalahkan enggak ada
syoknya sama sekali karena saya sudah
beras ketika saya misalkan masuk
pendidikan sejarah oke
I do really want to learn about
education of
pasti saya belajar mengenai sejarah
tetapi yang emang agak sulit adalah
dalam manajemen gitu kan antara eh ada
beberapa muk perkuliahan yang misal
pendidikan ada mata kuliah yang sejarah
banget gituah ya ini kesulitannya itu
aja untuk ee apa namanya apa karena ada
dua ini ya apa namanya ada dua fokus
yang harus kita apa kita lakukan gitu
dalam dalam satu semester atau dalam
satu waktu tertentu ini agak sulit nih
gitu kan karena di diobel gitu gitu ya.
Cuman enggak enggak enggak banyak syok
lah ya. Tergantung semua tergantung
orang.
Oh, kalau saya nih kalau saya nih
ee dari jurusan NIPA awalnya jadi SMA.
Iya. Tapi Abang di pas SMA atau SMK itu
jurusan apa? Apakah jurusan IPS atau
apa?
Kebetulan saya IPS dan terlihat dari
saya sangat amat IPS banget. Apa IPS
banget? Saya IPS banget. Kalau saya,
Bang, saya itu NIPA. Jadi saya agak
kaget pas saya ee di prodi ini.
Karena dulu tuh saya pas SMA itu
seringnya interaksi sama hitung-hitungan
dan juga seringnya sama masa dan reaksi
suatu jat. Oke.
Tapi pas datang ke sini malah kita itu
lebih membahas ke suatu reaksi kita
ataupun masa tentang ee entah itu
tentang ya peristiwa-peristiwa dan juga
ternyata di sejarah itu sumbernya tuh
banyak-banyak dan kadang sumber ini sama
sumber itu beda gitu. Makanya itu saya
kaget pasti tu. Nah, Bapak ngomongin
tentang kaget ya. Tadi kan kita
ngomongin tentang shock ataupun kaget
ya. Nah, sebenarnya gimana sih kurikulum
kita ini? Kurikulum pendidikan e sejarah
disusun buat ngedobrak stigma stigma
yang di mana orang-orang bilang tuh
kalau sejarah itu membosan bukan
membaskan sifat tapi hafalan. Ya, benar
kan sobat entusias pasti sobat entusias
bilangnya kalau sejarah itu cuman
hafal-hafalan. Nah, gimana sih ee
kurikulum yang disusun oleh pendidikan
sejarah Untirta agar stigma itu
tidak apa ya,
tidak muncul dan melekat ya di jurusan.
Baik, jadi sebelum kita berbicara ke
kurikulum memang baiknya ee kita harus
berorientasi pada visi dan misi tujuan
kita mendirikan jurusan sejarah pada
waktu itu ya awalnya ya. Jadi jurusan
pendidikan sejarah itu ee memiliki visi
gitu ya. Itu kan pembelajaran sejarah
yang berbasis meaningful history gitu
ya. learning-nya berdasarkan kearifan
lokal. Kemudian ada adaptasi teknologi
yang unggul, berkarakter, dan berdaya
saing global di tahun 2030. Rencananya
seperti itu. Nah, di dalamnya itu
kurikulum kita itu eh menggunakan yang
namanya OBE gitu ya, outcome bas
education. Nah, di dalamnya itu juga
terdapat dua model gitu ya. Model yang
pertama itu ada case study, kemudian
yang kedua ada yang project based
learning. Nah, dua model ini itu sangat
relevan dengan kondisi pembelajaran saat
ini. Kontekstual banget sih sebenarnya
ini ya. Makanya ketika kita berbicara
kenapa sejarah itu bisa jadi
membosankan? Karena pada waktu itu
penerapannya masih ada stigma menghafal.
Padahal kalau sudah masuk ke jurusan
kita, kayaknya enggak ada yang menghafal
deh di situ. Banyaknya praktikum di luar
ya, terutama berkunjung ke situs atau
tempat-tempat yang mengandung narasi
sejarah gitu ya. karena bisa jadi ke
artefak, ke cagar budaya, kemudian ke
struktur atau bangunan atau kawasan
cagar budaya lain itu pasti gitu ya.
Kemudian yang kedua, kita sudah adaptasi
teknologi ee di jurusan kita itu sudah
ee sebagian besar pembelajarannya
berbasis digital bahkan ee produk-produk
mahasiswa termasuk Bang Wahyu ini ini
salah satu konten kreator ya, konten
kreator sejarah nih gitu ya. Jadi memang
di dalamnya itu sudah tidak lagi tuh
kita belajar sejarah seolah-olah yang
lama gitu. Enggak. Kita sudah
mengadaptasi teknologi saat ini,
terutama bagaimana pemanfaatan AI ya.
Karena AI ini pada akhirnya juga
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran
dan dalam proses pengkajian sejarah.
Memang benar ada dua hal, ada pendidikan
sejarah gitu ya, ada kajian sejarah di
jurusan kita. Nah, yang konteks
pendidikan itu karena memang jurusan
kita jurusan yang nota Bne ee
menghasilkan ee tenaga-tenaga pendidikan
gitu dalam kajian atau bidang sejarah.
Nah, bukan tidak mungkin tapi ada yang
jadi peneliti makanya ee salah satu ee
orientasinya, outcome-nya itu ya
lulusannya itu sebagian besar selain
jadi guru atau tenaga pendidik itu ada
yang menjadi ee apa namanya? peneliti,
ada yang menjadi edukator di museum
bahkan sampai ada yang berwirausaha sih.
Nah, mungkin harusnya karena ada Bang
Wahyu ini tujuan berubah lagi nih tambah
jadi konten kreator satu lagi ya.
Jadi itu bisa memberikan sedikit
informasi ya tentang bagaimana jurusan
kita di jurusan pendidikan sejarah unti.
Oke. Nah, Sobatas bisa mendengar ya
tadi. Tapi, Pak, walaupun Sobat Antusias
ini sudah mendengar penjelasan dari
Bapak sama Abang ini, biar enggak kaget
ketika masuk ke prodi pendidikan
sejarah. Akan tetapi kayaknya bukan
kayaknya pasti ada mahasiswa baru yang
mungkin masih kaget atau kaget ya, kaget
mengenai pas masuk ke prodi pendidikan
sejarah ini. Nah, menurut Bapak ataupun
Abang, apa sih tantangan terbesar MABA
ini saat adaptasi di prodi ini? dan
gimana sih caranya untuk menyikapinya
gitu.
Oke, mungkin dari saya coba menjelaskan
sedikit ya. Jadi budaya akademik ketika
SMA dengan kuliah itu pertama satu
berbeda berbeda banget jauh gitu ya.
Kalau dalam konteks di SMA kita masih ee
apa ya mengikuti gaya kurikulum yang
sudah disediakan oleh sekolah. Belajar
itu sudah teratur gitu ya. Sementara di
proses perkuliahan itu kita sudah ee
belajar mandiri. Jadi ee pergeseran dari
yang sifatnya andag apa pedagogi ke
andragogi ya, ke pembelajaran yang orang
dewasa. Makanya salah satu yang
menyebabkan susahnya beradaptasi itu
karena kemampuan belajarnya berbeda-beda
setiap orang. Makanya ketika
kemampuan-kemampuan belajar ini berbeda,
maka harus segera diadaptasi gitu ya.
Harus segera menyesuaikan dengan kondisi
perkuliahan. Itu salah satunya. Karena
apa? tantangannya ya sekarang adalah
bagaimana kita mampu belajar atau
misalnya kuliah sesuai dengan kebutuhan
yang kita inginkan gitu ya. Karena
belajar itu basicnya kan bukan karena
kewajiban tapi karena kebutuhan gitu
ya. Oke, sebenarnya semua kalau misalkan
seperti apa yang tadi sebelumnya
dikatakan oleh Pak Fauzan sebelumnya
memang tentu ya memang akan orang tuh
akan kaget sepertang tadi oke dari
perubahan dari misalkan kurikulumnya
pada gua jadi an yang paling penting
adalah gini ketika misalkan orang
ngerasa ini konteksnya kalau salah
jurusan ya misalkan ada beberapa salah
jurusan
kalau misalkan orang rasa salah jurusan
gitu di jurusan yang saat itu ya kita
jangan keluar duluah teman-teman ya
jangan keluar dari jurusan itu dulu yang
paling penting gini kita lakukan namanya
CBA atau cost benefit analysis apa itu
CBA?
ada namanya cost benefit analis cost itu
artinya biaya benefit itu artinya ee
keuntungan analisis ya analisa bagaimana
cara kita teman-teman semua ketika ada
di jurusan itu gitu kan misalkan di
dalam jurusan pendidikan sejarah oke
untuk biaya yang akan saya keluarkan
dari di pendidikan sejarah sekian sekian
sekian ini ada mata kuliah ini oke saya
akan keluar untuk kegiatan A B C D FG
IKN oke benefitnya apa apa keuntungan
yang akan saya dapat nih gitu kan dari
situ kalau misalkan dari sana sesuai
dengan tujuan yang sebelumnya ada
misalkan kayak oke I want to be a
resarcher. I want to be something. I
want to be somebody gitu kan. Oke,
tinggal sesuaikan aja. Nah, kalau
kemarin kata Bang Sabda, Sabda PS itu
bilang sebenarnya, "Oh, siapin dulu nih
yang namanya ee kalau kita mau mililih
sebuah tujuan gituah, siapin dulu yang
namanya eh peta reality ya, peta
realitas gitu. Nah, gimana cara buka
petanya? Kita pakai Eagle apa? Eagle
point of view gitu. Cari point of view
yang ee di atas gitu ya, tinggi gitu
kan. Nah, kalau pakai sudah pakai third
eye, lihat nih. Oke, di jurusan ini oke
saya bisa ngelakuin A, ngelakuin B,
ngelakuin C, tapi tujuannya tetap sama.
Intinya gitu. Misal kayak like literally
if you want to be ketika kita misalkan,
oh eh saya ngambilnya sejarah nih, gitu
kan eh pengin ngambil ilmu sejarah gitu
kan di A, di B, di Z, di Wilang. Oh,
dapatnya di pendidikan sejarah, di UPI,
di mana tahu di di Tirta gitu. Oke, dari
sana gimana caranya saya nyesuaiin
dengan tujuan saya. Saya ngambil
sejarah, saya ngambil jurusan ini untuk
dapat apa? Oke, saya mau jadi edukator.
Edukator misalnya guru atau misal kayak
ambil lagi ee di museum gitu. Nah, itu
intinya teman-teman. Atau misalkan
istilah gua mau jadi saya mau jadi PNS
nih gitu kan. PNS saja gitu kan ya bisa
juga gitu kan dengan cara-cara yang
dilakukan. Intinya adalah dihitung dulu
nih kurang lebih berapa banyak costnya,
biayanya yang akan didapatkan. Hitung
lagi tuh apa namanya benefit yang akan
kita dapatkan. Nah, sesuaikan dengan
tujuan kita untuk dalam berkuliah. Kalau
enggak bisa disesuaikan gitu kan ya,
maka dari itu orang ya kita akan di
situ-situ aja. Dan yang paling penting
adalah sesuaikan diri Anda dengan
jurusan. Maksudnya kayak belajar
sesuaikan dengan diri sendiri. K orang
senang belajar pakai musik, orang senang
belajar pakai apa namanya? Ee sambil
nonton gitu. Ada orang yang audio, ada
orang audio visual. Saya adalah orang
yang audio dan visual sekali gitu.
Audio visual audio visual sekali gitu
kan. Jadi saya bisa mapping tuh. Oh,
oke. Secara belajar misalnya dari game,
orang main game bisa contoh of Iron gitu
untuk belajar sejarah perang itu. Tapi
intinya lagi set your eh apa namanya?
Point gitu. Ngapain deh bikin checkpoint
yang
jadi ketika kita salah jurusan jangan
kita langsung nyerah tapi ikutin dulu
arusnya ya.
Iya. Jadi ee istilahnya mungkin sobat
entusiasis tuh pernah dengar istilah
kalau udah kecebur ya udah gitu sekali
basah mungkin gitu ya. Tapi akan tetapi
harus adanya rancangan ya, karena emang
hidup kita itu harus penuh dengan yang
namanya itu apa ya perencanaan ya.
Walaupun rencana itu ada di tangan ruang
tapi
ee manusia itu harus punya rencana ya,
Pak.
Nah, tadi Bapak itu meng-highlight-nya
tentang adaptasi. Berbicara tentang
adaptasi Bangta nih selama Abang kuliah
nih di FK Untirta gimana sih apa ya
istilahnya mungkin disebut ekosistem
pertemanan. Oh ya pertemanan dan relasi
sama dosen apakah kaku atau bagaimana
nih Bang? Karena kan lebih lama abang
nih daripada saya masuknya kan.
Maksudnya saya baru jadi saya belum
istilahnya belum main terlalu jauh gitu
kan. Iya
semua tergantung diri sendiri
teman-teman karena saya adalah orang
perantauan gitu. dari Tangsel datang
serang Banten gitu. Seperti apa yang
bisa dilihat? Saya bisa ngobrol dengan
Pak
Gud gini ini.
Sesuaikan diri aja yang pertama gitu.
Kalau misalkan dalam konteks pertemanan
nih
orang jang enggak ini kalau misalkan
awal-awal ee lu sudah nyebelin ya, Anda
sudah nyebelin kayak Anda juga enggak
akan pernah ditemenin kok gitu kan. Maka
dari itu adalah
ya sesuaikan diri gitu dengan tempat
gitu kan. sesuai dengan oh misalkan
tipikal misalkan si A, si B, si C
seperti apa dan misalkan secara general
kita butuh satu generalis penting
baru kita pelajari setelah kita kenalan
lagi itu sama orang. Nah, setelah kita
generasi kita kenalan sama orang itu
gitu. Akhirnya kita jadi sadar, oh
pertama buat saya pribadi di sini it
doesn't matter ya. Sama seperti kamus
pada umumnya teman-teman semua ada yang
ya ada yang itulah ya. Tapi yang paling
penting adalah pilah-pilih teman-teman
semua. Karena apa yang paling penting?
Ini bukan kata saya doang, tapi karena
kata banyak sekali orang pengomat dan
lain-lain. Temanmu atau circlemmu
ya itu yang akan menentukan kehidupanmu
5 sampai 10 tahun berikut.
Oh.
Nah, itu dia.
Oke.
Benar.
Jadi kita tuh harus adaptasi tapi harus
ee di mana ada istilah bumi dipijak
langit
di situ bumi dipijak langit. Situ langit
dijunjung. Nah, mendengar jawaban dari
Bang Wahyu tadi, aku jadi mengenai
pertemanan, jadi aku e ingat salah satu
teman aku yang pernah bilang bahwa ah
anak sejarah mah jalan-jalan berkedok
tugas gitu. Bang, pernah dengar enggak
itu? Teman aku pernah ngomong kayak
gitu, Bang. Nah,
ee terkait itu sebenarnya seseru apa
atau malah seberat apa tugas atau riset
turun lapangan? Kan biasanya kita turun
ya kayak toponimi. Saya semester 1 tuh
toponimi ataupun ee kemarin tuh ada PJBL
tentang situs-situs apa ya Banten gitu.
Oh iya Pak ada ke sekolah juga.
Iya betul. Apakah tugas riset atau turun
lapangan di prodi ini itu ee sesoruh itu
apa malah seberat itu kasih bocoran dong
untuk kita apalagi ke aku nih Bang. Jadi
kalau tugas gitu ya, tugas itu kan
sebenarnya bagian dari proses evaluasi
ya kalau dalam perkuliahan itu. Tapi
kadang-kadang ada yang menganggapnya
sebagai sebuah beban ya padahal itu kan
bagian dari proses akademik ya tugas
itu. Jadi ketika diberikan tugas ya kita
tinggal melaksanakannya. Cuma kan memang
kalau di jurusan sejarah itu
ada ee tugas-tugas yang memang itu kita
kan laboratoriumnya enggak di satu
tempat ya maksudnya enggak di satu
ruangan ya. Jadi kita itu e memiliki
yang namanya living laboratory gitu ya.
semua tempat yang bisa dijadikan sebagai
laboratorium itu akan menjadi tempat
belajar kita gitu. Apapun itu mau itu
dalam konteks alam karena belajar
sejarah tuh jangan disangka dia satu
disiplin ilmu aja sejarah enggak sejarah
itu sekarang sudah interdisipliner di
dalam ilmunya multidisipliner dengan
ilmu sosial transdisipliner sama
ilmu-ilmu eksak kan bahkan kalau kita
berkunjung ke museum sang
sangiran tuh ya misalnya yang di ya
Sangiran Museum Sangiran ya yang dekat
Serragen tuh yang di Solo ya. Nah, itu
ee apa namanya? Kita kan mempelajari
manusia-manusia prasejarah. Tapi kan
sebelum ngomongin manusia prasejarah
gitu ya, kita akan membahas hal-hal yang
berkenaan dengan saentifik. Pertama,
bagaimana proses manusia itu berkembang,
tumbuh, lahir. Ya, enggak. Kemudian,
bagaimana itu ee apa namanya? Apa ya?
Peradaban terbentuk gara-gara dari
beberapa jenis ee apa ya, manusia ya,
manusia yang pada waktu itu kan
berevolusi gitu ya. Nah, itu kan
akhirnya kita mendapatkan gambaran
sebenarnya enggak bisa diteliti lewat
sejarah sendiri. Justru ada disiplin
ilmu lain yang harus kita pelajari. Ya,
termasuk itu. Itu contoh aja. Bahkan
salah satu riset saya itu ya itu yang
berhubungan dengan ilmu biologi menurut
saya ya tentang obat-obatan tradisional
tuh kan
sejarah tentang obat-obatan tradisional.
Jadi itu nilai kandungannya terus
bagaimana nama latinnya, nama nama
daerahnya kan ada nih. Tapi pakai nama
latinnya apa? kandungannya bagaimana
bagaimana digunakan pada masyarakat
lokal saat itu, terus bagaimana ee dalam
konteks apa sih namanya tuh ee
kedokterannya gitu ya kan itu harus
diteliti dan dianalisis. Nah, kita butuh
bantuan ilmu lain gitu. Jadi jangan
seolah-olah belajar sejarah tuh hanya
mempelajari masa lalu saja enggak udah
kita sudah meninggalkan paradigma itu
sekarang ya seperti itu.
Dari awalnya mungkin menjawab
just simple aja eh fun kalau misalkan
kita nganggap itu fun gitu. Yang paling
penting itu
ee yang paling penting adalah belajar
itu gitu. Karena kita butuh belajar sama
kayak kita makan gitu. Kita butuh makan
kan orang makan senang enggak ya biar
kenyang kan. Tapi makan senang apalagi
itu enak banget.
Nah i kan apalagi kalau enak gitu karena
kalau kita gratis.
Iya oke
paham saya. Oke. Makan bergizi gratis.
Oke, cukup sampai situ
jadi intinya gini intinya gini gini e
kan sama se yang dikatakan J
belajar itu adalah sesuatu yang
kebutuhannya karena kebutuhan because
you need to learn something you need
location gitu maka dari itu
buat diri lu gitu buat diri antum-antum
sekalian gitu kan happy gitu dalam
belajar misalnya jangan kita anggap satu
kita jalan-jalan misal kayak ada KKL ke
mana-manaa gitu satu itu kita anggap itu
sebagai liburan gitu kan jalan-jalan
tapi jangan lupa juga Ketika kita ada di
sana ke pergi ke berbagai situs-situs
tertentu gitu, ambil berbagai pelajaran
dari tempat itu. Satu, belajar riset
yang kedua gitu. Dan yang ketiga adalah
belajar untuk memanajemen diri sendiri
ketika di sana gitu. Kalau misalkan Anda
malas-malasan di sana, lolo-lolo
nilainya nanti kan gitu kan. Simpul ya,
Sobatas. Nah, Sobat Enusias tadi sudah
dengarin ya ee tadi tuh Bapak itu bilang
adanya pendekatan teknologi. Jadi
ternyata pendidikan sejarah atau sejarah
itu bukan cuman hafal-hafalan doang nih,
Sahabatas, melainkan adanya pendekatan e
teknologi. Apalagi Bang Wahyudi sebagai
konten kreator mungkin teman-teman
langsung aja di iniin apa Bang nama
konten eh nama akunnya
eh Wahyun Ridaya tapi ada satu media
yang ya belum berkembang juga gitu.
dimonetiz belum?
Sudah di soalnya saya saya belum bisa
menarik uangnya karena kurang i kan.
Iya. Oke, Pak Dit atau Pak Ujan ee aku
pengin bertanya tentang kita kan di sini
kan Untir itu di Banten ya.
Aku pengin nanya nih Pak gimana sih
adanya kolaborasi antara prodi dan
mahasiswa dalam mengkaji sejarah lokal
Banten itu sendiri?
Oh iya.
Jadi ee terima kasih ya Kadini. Jadi ini
pertanyaan yang sebenarnya kita sudah
realisasikan di beberapa mata kuliah.
Bahkan ada produknya ya setahu saya dan
ada riset bersama tuh dosen dengan
mahasiswa ya. Ya tadi mungkin ee ketika
KD ini dikasih tugas tentang toponim
mungkin itu bagian dari riset dosennya
gitu ya. Tapi Kad ini akan ke lapangan
gitu nanti ketika ee berhasil
dipublikasikan itu harusnya namanya
berdua ya antara Kad ini dengan ee dosen
tersebut gitu ya. Terus kemudian juga
kayaknya banyak publikasi kita ya yang
bersama mahasiswa. Jadi, kolaborasi
riset itu sudah banyak kolaborasi
pembelajaran apalagi. Jadi, enggak
pernah itu terpisah atau parsial antara
dosen dan mahasiswa. Enggak. Makanya
kita tuh lebih banyak komunikasi yang
seperti apa ya, dua arah gitu kalau
berarti. Kadang-kadang saya nanya ke Mas
Wahyu nih, "Mas Wahyu, kamu tuh maunya
kayak gimana gitu." Jadi jelasin sendiri
saya dengerin dulu gitu. Oke, kalau yang
bisa nyambung kita kolaborasikan yang
kira-kira belum bisa ya kita mungkin
dengan jalan yang berbeda enggak
apa-apa. Itu kan bagian dari dialektika
ya, enggak apa-apa. Terus kemudian juga
memang dalam adaptasi teknologi sekarang
itu kita tuh sudah bergeser dari
paradigma yang lama ke yang baru ya.
Jadi ketika kita berbicara eh student
center gitu misalnya katakanlah atau
pembelajaran yang berpusat kepada siswa
itu kita harus sudah memasukkan
kebutuhan-kebutuhan belajar anak-anak
Genzi nih sama gen-gen alpa kan. Ini kan
kalian nih nanti nih Mas Wahyu, Kak Dini
ini kan akan jadi guru-guru dari Gen
Alpa ini ya. Kalau enggak memasukkan ee
minimal ya kalau mempelajari sejarah ee
kenalkan yang namanya virtual museum
gitu ya. Perkenalkan yang namanya
augmented reality dalam pembelajaran
sejarah itu akan meningkatkan rasa
motivasi belajar dan minat ee siswa kita
sih sekarang kan Gen Alpa nih enggak
bisa diam nih anak-anaknya ya. Harus
ngta terus kan dia itu ya. Makanya harus
disediakan sebuah fitur-fitur yang
mendukung dalam proses pembelajaran.
Bisa game, bisa apapun itu ya silakan.
Maka dari waktu itu semester saya juga
semester 1 saya juga ada mata kuliah ini
teknologi transformasi digital buat game
kan saya dapat info ya. Iya.
Nah, oke. Abang dan Bapak tadi kita juga
sudah berbicara tentang prospek kerja
ya. Ternyata Sobatas
prospek ataupun ya prospek kerja untuk
lulusan kita nih lulusan prodi
pendidikan sejarah cuman bukan guru
doang, tapi ada juga peneliti atau
berusaha eh berwi
wirausaha
entrepreneur entrepreneur
iet ya ngomong ya. terus konten kreator
dan masih banyak lagi. Jadi bukan mentok
ke guru doang, Teman-teman. Nah, Abang e
dan Bapak tadi kita sudah ngomong
ataupun ngobrol seru banget tentang
pendidikan sejarah Untirta. Nah, tapi
kita tuh sebenarnya pengin ngobrol lebih
dalam lagi ya sampai ke dalam mungkin
ya, sampai ke Teluk gitulah. Eh, bukan
Teluk, dasar lautan gitu. Palung.
Palung.
Iya, Palung. Iya. Tapi ternyata di sini
waktu kita sudah selesai. Mungkin kita
bisa ngobrol-ngobrol lagi di waktu
kesempatan lainnya. Dan sebelum ditutup
nih ee Bapak dan juga Abang boleh dong
kasih kata-katanya untuk menutup obrolan
satu ini untuk Sobat.
Iya.
Jangan paham dong.
Iya,
Bang Wahyu dulu silakan.
Iya, silakan.
Eh, udah ditutup dengan yang keren aja.
Yakinkan dengan iman, usahakan dengan
ilmu, sampaikan dengan amal. Yakin usaha
sampai. Bismillahirrahmanirrahim. Dah
itu aja belajar yang benar. Jadi Yakusa
enggak beda
kita aja.
Oh ya sudah
ya. Kalau dari Bapak
kalau dari saya ee kita semua akan
menjadi seorang peneliti ya. Maka dari
itu menelitilah gitu dan penelitian itu
memang boleh salah tapi yang tidak
diperbolehkan itu bohong.
Iya.
Jadi meneliti dengan baik. Salah itu
boleh. Yang tidak boleh adalah
berbohong. Iya.
Dari itu dari saya itu aja ya. Baik.
Keren banget ya, Teman-teman. Kita sudah
mendengarkan ee semua obrolan yang seru
kita tentang pendidikan sejarah Untirta
ataupun tentang pendidikan sejarah. Nah,
Sobat Entusias hari ini kita ngobrolnya
sudah selesai. Buat teman-teman mungkin
kita bakal ketemu lagi di
episode-episode selanjutnya. Jangan lupa
terus pantengin kita di podcast
pendidikan sejarah Untirta dari kami
bertiga yang lucu-lucu ini. Pak, boleh
gini ya.
jurusan yang lucu di
jurusan yang lucu dan sebag lucu bahwa
kita itu bukan cuman hafal hafalan doang
tapi kita seru banget
pokoknya gabung ya masuk ke jurusan kita
ya
betul kita tutup aja ya
dari saya ucapkan terima kasih kepada
Bang Wahyudi dan juga Bapak yang telah
menyempatkan waktu untuk berbicara dan
ngobrol dengan saya ju saja saya
deg-degan cuman kayaknya obrol ini seru
banget dan harus ditutup ya sobat-sobat
antusias
Jadi kami cukup sekian danalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

KULTUR: MENJAGA TRADISI NENEK MOYANG TORAJA
CXO Media · Indonesian

Pemimpin jadi Pelayan? | Servant Leadership
Si Kutu Buku · English

Clase 06
ITSQMET TV · English

Unit 1 Narrative Text: The Story of a Friendly Future | Bahasa Inggris: Life Today SMA/MA Kelas XII
Irfan Suryana · English

Class 11 physics chapter 6 | Work,Energy and Power 02 | Conservative and Non Conservative Forces|
Physics Wallah - Alakh Pandey · English

RAHASIA HIDUP TENANG DAN BAHAGIA, DIMASA TUA - CERAMAH KH ZAINUDIN MZ TERBARU 2025
lentera Penerang Hati · English

¿ Qué va a ser de mi vida ? 📍¿? 🇩🇪
Aria CC · German

Mengubah Pecahan ke Desimal || Mengubah Desimal ke Pecahan biasa #desimal #pecahanbiasa
RUMAH GEMAR MATEMATIKA · Indonesian

Hakikat Ilmu Fisika • Part 1: Hakikat, Ciri-Ciri, Ruang Lingkup, Cabang, dan Manfaat Fisika
Jendela Sains · Indonesian

Matematika kelas XI - Matriks part 1 - Ordo dan Dasar Operasi Matriks
BIG Course · Indonesian

The Sequence Of Service
tugasbunuy · Indonesian

Pengantar Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) Kelas XI AKL
Lingga Asni · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.