Full Transcript

·YouTLDR

Cerita Ricky Elson Soal Mobil Listrik | DisMorning

26:30IndonesianTranscribed Jul 22, 2026
0:01

K

0:04

[musik]

0:11

[musik]

0:27

I.

0:29

Asalamualaikum warahmatullahi

0:30

wabarakatuh.

0:32

Good [tertawa] morning. Good morning.

0:35

Good morning everyone. Good morning Abah

0:38

khususnya. Dan kali ini juga kita tidak

0:40

hanya berdua sama Abah ya. Ramai-ramai

0:43

ini di sini kita ya pemirsa semuanya.

0:45

Dan ada spesial guest juga kita untuk

0:48

ngobrol-ngobrol dan sharing-sharing di

0:49

pagi hari ini. Ada Mas Ricky. Also,

0:52

selamat datang.

0:55

Selamat datang. Selamat pagi, Mbak.

0:58

Selamat pagi, Ricky.

1:00

Morning. Morning. Morning. Pagi. Pagi.

1:03

Pagi. Ya.

1:04

Oh, hayo.

1:04

Jadi ini spesial sebenarnya jumpa kangen

1:07

ini sepertinya ya, Abah bersama dengan

1:09

Masiki ini ya.

1:11

Ee baru sebulan yang lalu ketemu.

1:15

Baru terakhir kemarin ketemu sebulan

1:17

yang lalu ya. Tapi untuk sharing-sharing

1:20

ini kan mungkin juga melepas rindu ya

1:22

kan ya para pemirsa yang dari dulu tahu

1:25

sekali begitu kan bagaimana perjalanan

1:27

Abah dan juga bersama dengan Mas Ricky

1:30

untuk

1:32

dulu yang ee mengenal salah satu capaian

1:36

bangsa kita yang luar biasa juga kita

1:38

pernah mengenal yang namanya eh tu

1:42

tusiku

1:45

tukusi tukusi Ya.

1:48

Ya, itu kita mungkin akan terombek dulu

1:52

nih. Ya kan ya mengingat-ingat dulu

1:53

mungkin. Saya ingin ke Abah dulu deh.

1:55

Abah ceritain dulu dong tentang suatu

1:57

kita kan sekarang Indonesia ngomong.

1:59

Aku enggak mau cerita aku enggak mau

2:00

cerita.

2:01

Mobil listrik. [tertawa]

2:03

Saya tidak mau cerita

2:05

karena tidak ada tisu di depan saya

2:11

[tertawa]

2:12

karena tidak ada tisu di depan saya.

2:13

Kalau saya menitikkan air mata gelap

2:15

dengan apa?

2:18

[tertawa]

2:21

Biar biar Bung Riki aja yang cerita.

2:23

Biar Bung Ricki. Karena tokohnya

2:25

sebetulnya kan Bung Riki ini ya.

2:27

Oh diah.

2:29

Oh ini aku tahu sekarang. Saya tahu

2:31

kenapa tema hari ini soal itu. Kenapa

2:33

ngundang Ricky? Karena kemarin waktu

2:37

kita ngobrol kemarin pagi itu kan ada

2:40

background mobil merah di depan belakang

2:44

saya. Ee dan waktu itu sebelumnya kita

2:47

juga bahas bahwa kenapa kita itu sering

2:51

salah pilih pemimpin. Jadi jangan

2:53

menyalahkan pemimpinnya juga harus

2:55

menyalahkan pemilihnya. Ada yang bilang

2:58

begitu kan? Karena salah satu contohnya

3:00

misalnya

3:02

mengapa

3:05

mobil SMK lebih dipercaya daripada mobil

3:11

listrik? Padahal mobil SMK itu sama

3:14

sekali tidak masuk akal untuk menjadi

3:16

mobil nasional. Sama sekali tidak masuk

3:18

akal. Tidak masuk [tertawa] akalnya itu

3:21

luar biasa. Tapi kok orang semua orang

3:23

percaya ya itu?

3:26

Tapi ya begitulah.

3:28

[tertawa]

3:29

Eh, biar biar Bung Ricky yang bicara ya.

3:34

Dan orang sudah bosan dengan saya jadi

3:35

ya, Bu Riki Oo.

3:39

Eh, saya juga sebenarnya kaget juga tadi

3:42

pagi ee kemarin sore dihubungin sama Mas

3:45

Tomi. Ee besok temanin Pak Dahlan untuk

3:48

ngobrol-ngobrol. Ngobrol tentang apa?

3:51

Tentang mobil listrik. Apalagi yang akan

3:54

dibicarakan ya. Jadi sebenarnya saya

3:56

bingung juga. Silakan, Mbak Elni. Ee

4:00

kita diskusi dengan santai aja terkait

4:02

kendaraan listrik ini. Dari mana dulu

4:05

nih?

4:07

Bolehlah diceritain dulu aja mungkin

4:09

dulu seperti apa? Karena kan ee mungkin

4:13

balik lagi ke spiritnya tadi itu ya kan

4:15

ya Mas Rik ya. Hari ini

4:19

jadi dulu itu ceritanya begini.

4:28

[tertawa]

4:32

Iya, Mas. Eh, silakan, Mas. Bisa

4:35

dilanjutkan ceritanya.

4:37

Heeh. Ini agak sinyalnya agak apa

4:40

namanya? Ee kurang bagus di sini nih.

4:45

Selalu kurang bagus atau sekali-sekali

4:48

kurang bagus?

4:49

Sesekali, Pak.

4:50

Padahal kita dulu

4:51

Mbak yang kurang bagus atau gimana ini,

4:53

Mbak? Mbak Elmnya malah enggak

4:55

kelihatan. Sering lag-le gitu.

4:58

Oh

5:01

iya mungkin di malam.

5:03

Iya

5:04

karena Bung Ricky ini kan tinggal di

5:08

Tasik Malaya Selatan.

5:10

Heeh.

5:10

Yang pinggir laut.

5:13

kemudian di sama sekali dan jadi kumpul

5:19

dengan kambing, kumpul dengan sapi, e

5:22

kumpul dengan galian-galian pinggir laut

5:26

dan terdengar suara ombak dari

5:29

jangan-jangan ini ombak yang mengganggu

5:31

sinyalnya Bu Ricky

5:33

ombak laut selatan sudah bagus. Oh,

5:36

sudah bagus. Oke, silakan.

5:39

Oke. Ee kalau kita flashback lagi ya

5:42

kembali

5:44

sebenarnya ee latar belakang ini kan ee

5:49

dari dulu pemerintah ingin keluar dari

5:52

jeratan impor BBM dan tidak hanya

5:56

pemerintah Indonesia, dunia pun juga

5:58

berpikir begitu sehingga memang pada

6:00

saat itu awal-awal pengembangan

6:03

kendaraan listrik itu sudah ada.

6:06

Namun ee

6:09

pada waktu itu ada satu tekad yang

6:11

dimulai oleh Pak Dahlan kalau enggak

6:14

salah saya itu di eh tulisan

6:17

manufacturing H ke-17 ya eh atau minggu

6:21

ke-17 Pak Dahlan menjadi Menteri BUMN.

6:24

Kemudian beliau memberikan surat

6:26

tantangan untuk pengembangan kendaraan

6:28

listrik, mengundang anak-anak Indonesia

6:31

untuk ee mengembangkan teknologi

6:33

kendaraan listrik. Pada saat itu

6:35

sebenarnya saya masih di Jepang

6:38

ee namun ada seorang sahabat yang

6:41

mengirimkan

6:43

ee tulisan panalan tersebut. Dan waktu

6:46

itu saya tentu saja kaget. kagetnya itu

6:51

bukan ee campur campur aduk perasaan.

6:56

Karena begini, di satu sisi saya melihat

6:58

itu sebuah itikat yang sangat bagus

7:00

sekali, inisiasi yang apalagi dari

7:03

seorang petinggi negara ya, inisiasi

7:05

yang sangat ee bagus gitu. Tapi di satu

7:08

sisi ada satu kemirisan di mana

7:14

pada waktu itu ee teknologi kendaraan

7:17

listrik yang harusnya ditopang dengan

7:20

riset-riset

7:22

ee terdepan ee baik riset karena

7:25

teknologi kendaraan listrik itu adalah

7:27

mengganti sistem penggerak dari

7:29

penggerak yang berbasiskan bahan bakar

7:31

fosil ke penggerak yang berbasiskan

7:36

energi listrik. ya. Energi listrik ini

7:38

boleh dari baterai, boleh dari ee reaksi

7:42

dari ee hidrogen gitu, terserah gitu.

7:46

Tapi penggeraknya itu adalah penggerak

7:47

listrik gitu.

7:50

itu semua harus berdasarkan

7:53

eh research and development,

7:56

pengembangan penelitian dan pengembangan

7:57

teknologi. Baik teknologi

8:00

mesin penggeraknya sendiri, teknologi

8:03

sistem kontrolnya sendiri, dan juga

8:05

teknologi baterai atau penyimpanan

8:08

energinya sendiri yang pada waktu itu ee

8:12

saya rasa Indonesia masih sangat sedikit

8:15

dan masih sangat jauh. Tapi di sini ada

8:18

satu tek gitu. Sehingga ee setelah saya

8:23

bertemu dengan Pak Dahlan pada

8:26

ee bulan Maret kalau tidak salah bulan

8:29

Maret atau bulan April 2012 itu beliau

8:34

menjelaskan tentang etikat itu secara

8:36

langsung kepada saya dan pada waktu itu

8:38

saya melakukan penolakan gitu. Saya

8:40

bertanya apa yang telah dilakukan untuk

8:42

mempersiapkan ini semua?

8:45

Eh saya bertanya itu bukan secara

8:49

individu kepada Pak Dalannya, tapi

8:51

kepada kita sebagai bangsa gitu, kita

8:56

sebagai negara yang mau menyongsong

8:59

sebuah perkembangan teknologi seperti

9:01

itu. Apa yang telah kita lakukan? Apakah

9:04

kita melakukan ee

9:07

pertimbangan-pertimbangan

9:08

untuk persiapan sebuah ini kan artinya

9:11

kita maju ke dalam sebuah medan

9:13

peperangan.

9:15

Eh, dan ternyata dari sana saya

9:16

mendengar bahwa ini adalah perang

9:18

Galilia gitu. Dan Pak Dahlan mengajak

9:21

kami untuk berperang Galilia. Ya, kita

9:24

mulai saja gitu. Dan pada waktu itu juga

9:26

saya juga sudah menjelaskan kepada Pak

9:28

Dahlan bahwa eh

9:33

waktu di Jepang satu konsorsium

9:34

pengembangan satu unit kendaraan listrik

9:39

itu dilakukan oleh 39 perusahaan

9:43

ditambah satu universitas

9:45

dengan masing-masing mengeluarkan dana 2

9:48

miliar atau

9:50

eh nisengmang kalau dalam bahasa

9:52

Jepangnya R miliar kalau dengan KUR

9:54

sekarang kan ditambah dengan tiga orang

9:56

engineer dari tiap perusahaan itu

9:58

artinya ada sekitar 120 orang engineer

10:02

untuk mengembangkan satu unit dana

10:06

sekitar 100 miliar untuk mengembangkan 1

10:09

unit. Sementara dalam kepala benak ee

10:13

kita di Indonesia

10:15

ee mungkin tidak begitu gitu

10:19

bahwa mengira bahwa pengembangan mobil

10:21

listrik itu akan murah, akan mudah gitu.

10:25

Nah, ini satu tantangan dan dilema di

10:28

dalam diri saya. Tapi melihat tekad ee

10:31

Pak Dalan pada waktu itu saya mengiyakan

10:34

tapi dengan satu syarat waktu itu saya

10:36

berjanji tidak membuat mobilnya tapi

10:40

membuat mesinnya. Nah, sebenarnya itikat

10:43

ini juga sudah dikerjakan jauh-jauh hari

10:47

oleh waktu itu belum ada Brin tapi BPPT

10:51

juga LIPI. Mereka sebenarnya sudah

10:54

jauh-jauh hari telah melakukan ee

10:56

pengembangan baik itu konversi. Konversi

10:58

itu artinya dari kendaraan platform

11:01

kendaraan yang sudah ada yang atau

11:03

kendaraan komersil yang sudah ada hanya

11:06

tinggal mengganti sistem penggeraknya ke

11:08

kendaraan listrik ataupun ee yang

11:11

mengembangkan ee sendiri seluruh

11:14

sistemnya. Riset-riset itu sebenarnya

11:16

sedikit ada di LIPI dan BPPT.

11:20

Dan puncaknya itu adalah pada tanggal 25

11:24

Mei

11:25

tahun 2012 ya, saya dibawa Pak Dalan ke

11:30

sebuah rapat ya, sebuah rapat di Gedung

11:33

Agung Yogyakarta. Pada waktu itu

11:36

presiden kita masih Bapak SBY. Beliau

11:40

memimpin sebuah rapat tentang rencana

11:44

yang bernama Program

11:47

Listrik Nasional.

11:49

ya, program mobil listrik nasional. Dan

11:52

bersamaan dengan itu sebenarnya ee Pak

11:56

Dalan telah mengumpulkan empat eh orang

11:59

yang terpilih itu waktu itu kalau tidak

12:02

salah adalah Pak Danet Suryatama, Pak

12:05

Das Ahmadi,

12:07

eh Mario Rifaldi, yang satunya lagi eh

12:11

Pak Rai Desai

12:13

dan mereka sudah mendapatkan tugas

12:16

pengembangan kendaraan listrik oleh Pak

12:17

Dahlan. Salah satunya itu adalah Pak

12:20

Danet ya. Pak Danet telah memulai

12:22

pengembangan. Beliau membawa sebuah

12:24

desain ee yang kita sebut dengan mobil

12:27

tukusi hari ini. Eh tukusi itu

12:31

sebenarnya ee terinspirasi dari

12:35

lumba-lumba di sungai Amazon sehingga

12:38

desainnya itu eh mirip dengan

12:41

terinspirasi dari lumba-lumba dari

12:44

sungai Amazon tersebut. pengembang

12:46

teknologi mobil listrik Tokusi itu

12:48

adalah eh Pak Danet. Pak Danet kami

12:53

berkumpul bersama Pak Dahlan di rapat eh

12:56

program Molina itu dan hari itu tekad

13:00

untuk pengembangan kendaraan listrik

13:01

nasional itu secara resmi disampaikan

13:03

oleh presiden kita ya.

13:06

Walaupun setelah itu ada kebirisan kita

13:10

berubah arah ke SMK berapa tahun

13:12

berikutnya, tapi eh satu tekad

13:15

pengembangan ini berbasiskan riset dan

13:18

pengembangan teknologi ini telah

13:19

dijalankan diwakilkan kepada lima

13:23

universitas besar yaitu waktu itu

13:26

diwakili oleh ITB,

13:28

ITS, kemudian UI, kemudian UGM dan UNS

13:35

ya Universitas Surakarta. Jakarta ya di

13:36

Solo

13:38

dan masing-masing mendapatkan berbagai

13:40

tema. Ada yang mengembangkan mesinnya

13:42

sendiri, ada yang mengembangkan sistem

13:44

kontrolnya,

13:46

dan ada yang mengembangkan ee

13:48

baterainya.

13:50

beragam ee riset dan penelitian yang ee

13:53

dilakukan di tahun 2012 itu.

13:57

Dan

13:58

namun di tahun 2012 itu Pak Danet itu

14:03

telah memulai dengan tim kupu-kupu malam

14:06

ee telah memulai pengembangan Tukusi

14:08

yang diharapkan bisa selesai di tahun di

14:10

akhir tahun 2000

14:13

12 ya. Waktu itu Pak Dalan ee sangat

14:16

sering mengumumkan di media bahwa

14:18

sebentar lagi, sebentar lagi bulan 8,

14:21

bulan 9, bulan 10 dan karena itu belum

14:25

juga selesai pada akhirnya ee ada

14:29

sedikit permasalahan

14:31

saya rasa itu adalah permasalahan

14:32

komunikasi.

14:34

Akhirnya

14:35

tukusi itu baru bisa selesai diserahkan

14:37

kepada Pak Alan itu tanggal 28 Desember

14:40

2 12. Saya masih ingat

14:43

tanggal-tanggalnya.

14:45

Kemudian karena Pakalan ingin melakukan

14:47

pengujian nih, ingin melakukan

14:49

pengujian. Ee

14:53

sebelumnya sebenarnya Pak Dalan telah

14:54

menguji mobilnya Pak Das berulang kali

14:56

dengan mobil hijaunya dan ee membawanya

15:00

berulang kali dan pernah juga macet di

15:02

Semanggi gitu. Mogok dan waktu itu

15:05

mendapatkan ee hujatan.

15:10

Saat itu ada perasaan miris ini yang

15:12

akan dihadapi dalam setiap pengembangan

15:14

teknologi. Walaupun itu sebenarnya satu

15:16

hal yang sangat wajar.

15:19

Akhirnya Tukusi selesai dan Pak Dalan

15:23

berencana melakukan pengujian mobil

15:25

listrik untuk berlari 1000 km targetnya.

15:30

Dan waktu itu saya ditugaskan

15:33

untuk menyempurnakan sistemusi yang ee

15:37

secara teknis masih banyak bermasalah.

15:41

Nah, di antara berbagai sistem itu ada

15:43

satu sistem yang tim saya tidak bisa

15:47

menyelesaikannya

15:49

dalam waktu yang sangat singkat dalam

15:51

waktu 6 hari itu yaitu regenerative

15:54

break ya yang sangat penting di dalam

15:57

teknologi kendaraan listrik.

15:59

Bagaimana prinsipnya? Seperti sepeda

16:01

ontel ya. Kalau misalnya ee

16:06

dinamo yang di bagian ban depan sepeda

16:08

ontel itu kita turunkan dan bergesekan

16:10

dengan roda itu akan terasa berat

16:13

seperti mengerem sebagai gantinya lampu

16:16

menyala.

16:17

Nah, itulah prinsip dari regenerative

16:19

break itu di mana ketika seharusnya

16:22

ketika kita mengangkat pedal, maka mesin

16:25

mobil listrik yang tadinya sebagai

16:27

penggerak untuk maju, sekarang berfungsi

16:31

balik sebagai pembangkit listrik,

16:33

sebagai generator. Makanya namanya

16:36

regeneratif, ya. Dan akibatnya itu akan

16:39

memberikan efek pengereman.

16:43

Nah, waktu itu saya menyampaikan bahwa

16:45

sistem pengereman ini

16:48

belum bisa diperbaiki dan itu hanya bisa

16:50

diperbaiki jika tukusi tersebut

16:53

dibongkar ulang, mesinnya ditaruh di

16:57

atas bench lagi, lalu dilakukan pnya

17:00

tinggal ulang dan itu butuh minimal 1

17:02

bulan pada saat itu.

17:05

Namun Pak Dahlan kag pengin menguji dan

17:10

kira-kira

17:12

14 tahun yang lalu, 13 tahun yang lalu

17:15

pada tanggal 6 Januari ya ee terjadi

17:18

kecelakaan Tukusi. Di satu sisi itu satu

17:22

hal yang ee menyedihkan, tapi di satu

17:24

sisi itu juga satu hal yang bagus. Satu

17:28

hal yang bagusnya adalah pertama orang

17:31

tahu tentang satu Indonesia pada waktu

17:33

itu tahu tentang mobil listrik. ya tahu

17:36

tentang satu upaya, satu etikat untuk

17:38

pengembangan mobil listrik. Dan yang

17:40

kedua adalah

17:44

orang-orang yang mengendarai yang ada di

17:45

dalam kendaraan listrik itu selamat

17:48

tanpa luka apapun. Artinya pada waktu

17:51

itu dengan kecelakaan sehebat itu

17:55

ee teknologi keselamatan di dalam mobil

17:57

listrik itu sudah sangat tinggi. Ya,

18:01

semua orang tahu

18:02

siapa yang ada dalam mobil itu? Siapa

18:03

yang ada dalam mobil itu? di dalam itu

18:06

namanya

18:08

eh kalau enggak salah waktu itu Menteri

18:09

BUMN Republik Indonesia [tertawa]

18:14

bersama

18:14

dan asistennya yang

18:16

asistennya yang gila Rick

18:19

Ricky Elson [tertawa]

18:23

dan kami berdua ee

18:26

selamat di dalam kecelakaan itu tidak

18:29

teruka mungkin bisa teman-teman bisa

18:31

searching foto-foto setelah kecelakaan

18:33

itu ya silakan dicek kecelakaan mobil

18:36

listrik ee dengan keadaan sehancur itu.

18:40

Ee ternyata sistem kami sangat bersyukur

18:43

pada waktu itu tim telah mengembangkan

18:46

sistem keselamatan yang sangat mumpuni

18:49

memberikan harapan baru bahwa oh kita

18:51

bisa mengembangkan berikutnya

18:53

dan

18:55

eh setelah karena kita selamat Pak

18:58

Dahlan bertanya kepada saya, "Bagaimana

19:00

Anda?" E tidak apa-apa, Pak. E

19:02

alhamdulillah e sehat. Bagaimana Anda

19:05

jarang mengembangkan mobil listrik?

19:07

Tidak. Kapan Anda mengembangkan lagi?

19:09

Besok pun boleh. Sebegitu

19:13

bukan [tertawa] lahir keputusasaan, tapi

19:15

yang lahir adalah ee seperti kita di

19:19

waktu kecil bermain kelereng ya atau

19:22

bermain apa? Kalah hari ini bukan

19:25

berarti akhir dari suatu permainan, tapi

19:27

tekad untuk bermain berikutnya. Itu

19:30

sekilas cerita tentang Tokusi.

19:34

Tapi sebenarnya cerita seperti ini

19:35

membuat Pak Dalan sedih. Saya ee

19:38

mudah-mudahan beliau tidak sedih dengan

19:39

cerita ini. Ini adalah satu

19:43

basic bahwa kita pernah berjalan seperti

19:45

itu.

19:47

Ee saya waktu itu kenapa meminta Bung

19:50

Elsen untuk pulang dari Jepang

19:52

mengembangkan mobil listrik? Karena saya

19:56

memang bertikad bahwa

19:59

kita harus pindah ke mobil listrik.

20:01

Zaman itu belum ada orang ngomong

20:02

begitu. Karena apa? Setiap harga BBM

20:05

naik itu selalu demo di mana-mana

20:09

bertahun-tahun, tidak pernah ada jalan

20:11

keluar dan harga BBM itu kan pasti akan

20:14

terus naik. Begitu. Nah, apakah kita

20:17

terus seumur hidup sebagai negara demo

20:20

terus dan mengatasi demo terus? Kan

20:22

tidak. Nah, satu-satunya jalan adalah

20:25

jangan pakai BBM karena itu harus pindah

20:27

ke mobil listrik. Kemudian saya keliling

20:29

ke universitas-universitas yang

20:31

hebat-hebat. Saya mencari siapa ee ahli

20:36

baterai saya enggak menemukan di seluruh

20:39

universitas di Indonesia. Kemudian saya

20:41

mencari siapa ahli super kapasitor.

20:46

Super kapasitor ee dalam kaitan ini

20:48

penting. Enggak ketemu satuun yang ahli

20:51

super kapasitor. Saya keliling ke

20:54

universitas kemudian siapa yang ahli

20:58

motor listrik tidak ketemu. Kemudian

21:02

saya ketemu nama Ricky Elson dia ahli

21:06

motor listrik. Kemudian dia sudah

21:10

mempunyai 14 paten di Jepang, tapi

21:13

orangnya tinggal di Jepang sudah berapa

21:16

14 tahun atau apa di Jepang begitu.

21:18

Kemudian ee

21:21

kemudian saya pantang itu dan beliau

21:24

akhirnya pulang dan saya minta maaf

21:27

Kelson bahwa nasib Anda lebih jelek

21:32

dengan pulang ke Indonesia. Saya minta

21:34

maaf. Saya sebetulnya sudah minta Rick

21:37

untuk kembali ke Jepang. Saya minta

21:38

maaf, Bapak I.

21:40

Saya sebetulnya minta dia, "Udah, Anda

21:42

balik ke Jepang. Saya tidak rela anda

21:44

seperti ini." Malah dia pelihara kambing

21:46

di ee Tasikmala Selatan, mengabdi ke

21:49

rakyat di sana, mengabdi di pedesaan,

21:52

mengabdi kepada peternak, kemudian

21:55

membuat patepokan untuk mendidik

21:57

anak-anak muda di sana. Aduh. Ah. Ee

22:00

saya kadang-kadang kalau diilson mau ke

22:02

Surabaya, enggak usah ke Surabaya. Aku

22:04

enggak sampai hati lihat wajahnya.

22:05

Gblap.

22:07

[tertawa]

22:10

Iya.

22:11

Ini sekarang nu fation yang baru

22:13

jadinya. Ya, Mas Elsen.

22:15

Saya juga pernah mencari ahli ee

22:17

hidrogen ke seluruh universitas. Enggak

22:20

ada juga. Enggak ada. Jadi memang betul

22:22

Ren bahwa kita secara negara belum siap.

22:26

Karena itu saya waktu itu bertekad kita

22:30

agak shortcut sedikit. Ada ee empat

22:33

orang tadi yang waktu itu saya

22:35

perkenalkan kepada Presiden ee di satu

22:37

forum besar di rapat kabinet. Nah,

22:40

kemudian ee Presiden mengambil keputusan

22:43

ee lebih sistematis dengan cara menunjuk

22:46

universitas-universitas itu. Tapi saya

22:49

punya keyakinan kalau ini diserahkan ke

22:52

birokrasi ini akan tidak akan jalan.

22:56

Seidak kiranya tidak akan dapat. Karena

22:58

itu saya menempuh jalan biar dua-dua

23:01

jalan, negara juga jalan. Saya pengin ee

23:06

teman-teman anak-anak muda juga berjalan

23:09

tanpa ee menunggu itu. Nanti kita kan

23:12

bisa saling kerja sama ee saling

23:14

melengkapi begitu idenya. Begitu.

23:17

Oke. Betul.

23:18

Betul.

23:19

Sudahlah ya.

23:21

Anda cerita Anda bagus sekali dan bikin

23:23

saya

23:25

meleleh dan

23:27

lain kaliah kita ketemu lagi ya. Lain

23:29

kali sekarang itu duluah ya.

23:32

Sekarang itu dulu.

23:33

Heeh.

23:34

Heeh.

23:35

Tapi permintaan saya Pak Dalan jangan

23:37

merasa bersedih dan merasa bersalah

23:39

karena ini tetap akan terus pengembangan

23:42

teknologi ini akan tetap terus berjalan.

23:44

dunia akan tetap mengarah ke teknologi

23:46

kendaraan listrik yang lebih mutakhir.

23:49

Ee

23:50

artinya kita masih optimis.

23:52

Tapi kan begini, Bungi, seandainya waktu

23:55

itu berhasil kan kita bisa menjadi tuan

23:59

rumah. Sekarang kan waktu itu kan

24:01

ketakutan saya. Kenapa kita harus tidak

24:04

perlu menunggu birokrasi? Karena kalau

24:07

kita lambat ini ujung-ujungnya nanti ini

24:10

kita akan menjadi konsumen lagi seperti

24:15

mobil ee bensin. Karena mobil bensin itu

24:19

kan kita enggak berkutik karena seluruh

24:22

mobil itu impor. Ee padahal pasar kita

24:24

begini besar. Nah, inilah. Tapi apakah

24:28

kita perlu bikin mobil

24:30

bensin seperti SMK atau seperti Proton?

24:34

Menurut saya tidak perlu. kita sudah

24:37

jauh ketinggalan. Nah, tapi kemudian ada

24:40

kesempatan kita bisa mengembangkan mobil

24:42

listrik. Mumpung banyak negara belum

24:45

memulai listrik, ayo kita duluan, gitu.

24:48

Nah, sehingga kita punya kesempatan

24:50

suatu saat menjadi tuan rumah di negeri

24:52

sendiri. Dan itu yang saya sebut

24:54

sekarang mobil listrik begitu banyak di

24:56

Indonesia dan tidak ada yang buatan

24:59

Indonesia. Makasih.

25:02

Oke, gitu dululah ya. Ya, makasih ya.

25:04

[tertawa] Makasih.

25:06

Itu dia tadi ya untuk pemirsa semuanya.

25:09

Makasih Riki ya. Eh, kapan kita ketemu?

25:11

Kasih secepatnya.

25:15

Secepatnya saya ke sana. Ah, makasih.

25:18

Makasih, makasih. Ayo. Enggaklah. Ee

25:20

kita bisa ketemu di mana saja. Makasih.

25:23

Oke.

25:23

Oke. Terima kasih banyak Abah. Makasih

25:25

banyak juga Bu Rikh semuanya.

25:27

Iya. Tapi kelihatannya Anda happy ya

25:29

Ricky ya dari lihat wajahnya Anda tidak

25:31

menderita itu

25:34

saya tidak menderita nanti saya

25:35

ceritakanlah tentang

25:37

perkembangan-perkembangan terbaru

25:39

[tertawa] pengembangan teknologi

25:40

kendaraan listrik ini akan bangkit lagi

25:41

kok

25:43

listrik itu ada darah laut udara Pak

25:45

jangan khawatir

25:46

ya makasih makasih

25:53

oke tadi itu trafik kita sejenak pemirsa

25:56

ya Tapi tenang, masih ada harapan dan

25:58

juga semoga ke depan kita juga masih

26:00

memiliki spirit yang sama seperti apa

26:02

yang dulu ee Abah miliki juga tentunya

26:05

ya. Spirit untuk kita bisa berdikari di

26:07

negeri kita sendiri khususnya dalam

26:08

industri mobil listrik juga kita harus

26:10

optimis ke depan tentunya kita harus

26:12

bisa beradaptasi dengan perkembangan

26:13

zaman berikutnya. Terima kasih untuk

26:15

kebersamaannya Abah dan juga Bung Ricky

26:18

untuk pagi hari ini di This Morning.

26:20

Untuk pemirsa semuanya terima kasih juga

26:21

sudah bersama di pagi hari ini. Kita

26:23

berjumpa di episode berikutnya. Sampai

26:26

jumpa. semuanya

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free