Full Transcript

·YouTLDR

SYARHIL QUR'AN | MTQ 40 SUMATERA UTARA TAHUN 2026

6:26:53IndonesianTranscribed Jul 25, 2026
4:41

Asalamualaikum warahmatullahi

4:43

wabarakatuh.

4:46

Kami ulangi. Asalamualaikum

4:50

warahmatullahi wabarakatuh.

4:57

Alhamdulillahiabbil alamin

5:00

wabihi nastain

5:02

waa umurid dunya waddin wasalatu

5:06

wasalamu ala asrofili iyaai wal mursalin

5:09

wa ala alihi wasohbihi ajmain.

5:15

Yang sama-sama kita hormati,

5:18

Bapak pengurus LPTQ Provinsi Sumatera

5:21

Utara.

5:22

Yang kami hormati

5:25

dewan pengawas,

5:27

Koordinator dewan Hakim, dan Dewan Hakim

5:31

Syarhil Quran. Yang kami hormati

5:35

pimpinan Kapilah kabupaten kota dan

5:37

khusus sesatera Utara. Yang kami

5:41

sayangi, seluruh peserta Syarhil Quran.

5:45

pada Musabakah Tilawatil Quran ke-40

5:48

tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan

5:51

yang kami muliakan hadirin serta

5:54

undangan,

5:56

puji syukur kita persembahkan kehadirat

5:57

Allah Subhanahu wa taala. Selawat serta

6:00

salam kita sampaikan kepada Nabi

6:04

Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

6:06

Dengan rahmat Allah dan tuntunan

6:08

Rasulullah,

6:10

kita dapat mengikuti

6:12

Musabakah Syarhil Quran tingkat Provinsi

6:16

Sumatera Utara tahun 2026 dengan tema

6:21

satu irama tilawah, satu tekad dalam

6:24

kolaborasi subut berkah.

6:27

Hadirin yang dimuliakan.

6:30

Adapun penilaian

6:33

Syarhil Quran berfokus pada tiga bidang

6:37

utama

6:39

masing-masing

6:41

terjemah

6:42

dan materi.

6:45

Kemudian penghayatan dan retorika serta

6:48

tilawah dan adab.

6:53

Adapun kriteria penilaian bidang

6:55

terjemah dan materi

6:58

terdiri dari ketepatan terjemah

7:02

terkait pada akurasi terjemahan ayat

7:05

yang dibacakan merujuk kepada versi

7:07

Kementerian Agama Republik Indonesia.

7:11

Berikutnya sistematika dan isi

7:15

kesesuaian materi dengan tema dan harus

7:18

didahului dengan pendahuluan, isi serta

7:21

penutup.

7:22

Selanjutnya kaidah dan gaya bahasa,

7:25

penggunaan bahasa Indonesia yang baik

7:28

dan benar.

7:30

Selanjutnya, kriteria penilaian bidang

7:33

penghayatan dan retorika terdiri dari

7:37

yang pertama adalah vokal dan

7:39

artikulasi.

7:42

kejelasan suara dan pelafalan kata.

7:44

Kemudian intonasi dan aksentuasi,

7:48

penekanan pada kata-kata kunci dan nada

7:50

bicara.

7:52

Dan yang ketiga gaya dan mimik, ekspresi

7:56

wajah, gerak tubuh, dan makna yang

7:58

disampaikan.

8:02

Yang keempat adalah kesopanan dan

8:04

keserasian.

8:06

kesopanan dalam berbusana dan sikap

8:09

selama di atas panggung dan kesesuaian

8:12

antara anggota grup.

8:16

Dan yang ketiga, kriteria penilaian

8:19

bidang tilawah dan adab. Yang pertama

8:22

adalah tajwid,

8:24

yang kedua adalah lagu dan suara, dan

8:26

yang ketiga adalah fasahah.

8:30

Hadirin yang dimuliakan,

8:32

dalam rangka penampilan

8:35

Musabaqah Syarihil Quran tidak tak

8:37

terlepas dari manajemen waktu

8:42

yang diawali dari lampu kuning,

8:48

peserta bersiap-siap kemudian

8:51

lampu hijau,

8:54

peserta memulai

8:58

syarahannya. Kemudian yang ketiga masuk

9:01

lampu kuning kembali di menit ke 15,01

9:06

detik.

9:09

Setelah itu masuklah kepada lampu merah.

9:13

Setelah masuk kepada menit ke-20,01

9:17

detik.

9:21

Hadirin yang dimuliakan,

9:23

demikian beberapa penjelasan dan

9:25

ketentuan

9:27

yang kami sampaikan.

9:29

Dewan Hakim ee dan seluruh

9:33

kita mendoakan semoga

9:35

barokah wal manfaah ilal kiamah. Selamat

9:38

sukses mengikuti Musabaqah Syariil

9:41

Quran.

9:42

Tampil yang terbaik insyaallah akan

9:44

mencapai yang terbaik.

9:46

Man jadda wajada. Be the best do the

9:50

best. Tiada nangka yang tak bergetah

9:52

kecuali birah dengan keladi. Tak ada

9:55

manusia yang tak bersalah kecuali Allah

9:57

dan Nabi. Wasalamualaikum warahmatullahi

10:00

wabarakatuh.

10:19

Baiklah hadirin, musabaqah akan segera

10:21

kita laksanakan. Diawali pantun sebagai

10:25

penambah makna.

10:27

Sumatera Utara kaya akan tempat wisata,

10:31

salah satunya Danau Toba terhampar

10:34

indah.

10:35

Tuluslah berjuang. Janganlah ragu wahai

10:39

para peserta. Bermusabaqah demi meraih

10:44

berkah.

10:46

Burung nuri terbangnya tinggi, hinggap

10:49

sebentar di atas dahan. Mari

10:52

berkolaborasi dengan sepenuh hati. Satu

10:56

irama tilawah, satu tekad untuk sumut

10:59

berkah kita wujudkan.

11:04

Baiklah hadirin dan dewan hakim yang

11:06

kami muliakan. Berikut akan kami

11:10

panggilkan penampilan pertama pada babak

11:14

penyisihan cabang musabaqah syarhil

11:17

Quran

11:18

regu putri dengan nomor urut tampil 1.

11:26

Regu dengan nomor urut tampil 1 akan

11:30

membawakan tema syarahan.

11:33

pada paket H dengan judul Menampilkan

11:38

Islam Rahmatan Lil Alamin

11:42

dengan ayat pendukung Quran surah

11:45

Al-Anbiya ayat 106 sampai dengan 107 dan

11:51

surah Al-An'am ayat 108

11:56

regu dengan nomor urut tampil 1 akan

12:01

membawakan

12:02

Tema syarahan pada paket judul H dengan

12:08

judul Menampilkan Islam Rahmatan Lil

12:12

Alamin dengan ayat pendukung Quran surah

12:17

Al-Anbiya ayat 106

12:21

dan surah Al-An'am ayat 108.

12:26

Kepada regu dengan nomor urut tampil

12:30

satu disilakan.

12:43

Judulnya apa?

13:40

Mohon izin Bapak Ibu dewan hakim yang

13:42

kami muliakan.

16:51

Baiklah, Bapak, Ibu hadirin yang

16:53

berbahagia, dewan hakim yang kami

16:55

muliakan.

17:07

Ini tema dan judulnya dibacakan jadi

17:09

tetap maju aja nanti ya.

17:50

Baiklah, Bapak, Ibu dewan hakim yang

17:52

kami muliakan, marilah sama-sama kita

17:55

saksikan penampilan regu dengan nomor

17:59

urut tampil 1 yang akan membawakan paket

18:04

judul dengan tema H persatuan dan

18:08

Kerukunan umat beragama denganud Judul

18:11

Islam Wasatiah dan Persatuan Moderasi

18:15

Beragama.

18:17

Sekali lagi, regu dengan nomor urut

18:20

tampil 1 akan membawakan paket judul

18:25

tema H yang bertema

18:28

persatuan dan Kerukunan Umat Beragama

18:32

dengan judul Islam Wasatiah dan

18:35

Penguatan Moderasi Beragama dengan ayat

18:39

pendukung Quran surah Al-Anbiya ayat 106

18:45

sampai dengan 107. 7 dan surah Al-An'am

18:49

ayat 108.

18:52

Kepada nomor urut tampil 1 disilakan.

18:58

Cek cek cek cek

19:03

cek cek cek.

19:16

Bismillahirrahmanirrahim.

19:23

Asalamualaikum

19:28

warahmatullah

19:33

wabarakatuh. [bernyanyi]

19:41

Alhamdulillah

19:43

Alhamdulillahilladzi

19:46

khalaqnakum

19:47

minakar wa'alnakum

19:54

waqoba

19:55

litaaru.

19:59

Ashadu alla ilahaillallah

20:03

wa ashadu anna muhammadan abduhu wa

20:07

rasuluh

20:08

al mabusu rahmatanil alamin.

20:13

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

20:19

wa ala ali sayyidina Muhammad. Amma

20:24

ba'd.

20:26

Sahabat Syarihil Quran yang kami cintai,

20:32

dewan juri yang wajahnya berseri-seri,

20:39

para offisial dan pelatih yang hadir

20:42

pada hari ini. Semoga kita semua

20:45

dirahmati sang Ilahi. Amin ya rabbal

20:50

alamin.

20:53

Tutut Husniah, seorang pakar sosial

20:57

psikologi dalam bukunya Pengaruh

20:59

Identitas etnis dan golongan. Beliau

21:02

mengatakan identitas agama merupakan hal

21:06

yang sangat sentral bagi seluruh

21:09

masyarakat Indonesia

21:12

dibandingkan identitas ras, suku, dan

21:16

nasionalisme.

21:19

Karena identitas agama mampu memenuhi

21:22

kebutuhan psikologis individu terkait

21:26

identitas diri, harga diri, maupun

21:29

aktualisasi diri.

21:32

Di satu sisi, hadirin, kita patut

21:36

berbangga karena identitas agama menjadi

21:39

identitas utama sebagai warga negara

21:42

Indonesia. Sedangkan di sisi lain,

21:46

identitas agama juga dapat memecah belah

21:49

persatuan. Terbukti oleh intoleransi

21:52

antar umat beragama sampai pelanggaran

21:55

tempat umat beribadah.

21:58

Masih ingatkah kita hadirin? Peristiwa

22:02

pembakaran Masjid Tolikara Papua.

22:05

Pembubaran jemaat gereja saat sedang

22:07

beribadah di rumah. Pembocan imam masjid

22:11

saat sedang salat berjamaah.

22:13

Vandalisme yang terjadi di musala.

22:16

Bahkan konflik antar agama yang membuat

22:21

negeri ini terpecah belah.

22:24

Inikah yang dinamakan negara toleran

22:27

yang katanya mengutamakan keberagaman.

22:30

tapi nyatanya mencoreng persatuan.

22:35

Lalu bagaimanakah konsep Al-Qur'an dalam

22:38

menghadapi persoalan tersebut? Maka pada

22:42

momentum kali ini izinkan kami

22:46

menyampaikan sebuah syarahan dengan

22:49

judul Islam wasat thayiah dan penguatan

22:55

moderasi beragama

22:58

adalah judul syarahan yang akan kami

23:00

bawakan pada kesempatan kali ini sebagai

23:04

landasan Quran surah Al-Anbiya ayat 106

23:09

sampai 107. Tujuh berikut ini.

23:13

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

23:19

[bernyanyi]

23:28

Bismillahirrahmanirrahim. [bernyanyi]

23:33

[bernyanyi]

23:51

inna [bernyanyi]

23:52

fiadza

23:55

labagon

23:57

[bernyanyi] liquumin

24:00

abidin

24:15

wama

24:18

arsalnaka

24:21

illa

24:23

rahmatan

24:25

lilil alamin

24:34

Aku berlindung kepada Allah

24:39

dari godaan setan yang terbutuh.

24:46

Dengan menyebut nama Allah

24:51

yang maha pengasih lagi maha

24:57

penyayang.

25:00

Sungguh

25:02

apa yang disebutkan di dalam Al-Qur'an

25:06

ini benar-benar menjadi petunjuk yang

25:10

lengkap bagi orang-orang yang menyembah

25:14

Allah.

25:18

Dan kami tidak mengutus engkau, ya

25:21

Muhammad,

25:23

melainkan untuk menjadi rahmat bagi

25:27

seluruh alam. Hadirin yang berbahagia,

25:32

Syekh Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu

25:35

Katsir jilid 5 halaman 338

25:39

menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diutus

25:43

oleh Allah bukan semata-mata untuk

25:47

membinasakan orang yang tidak beriman,

25:50

melainkan untuk menjalin rahmat bagi

25:54

seluruh umat. Hal ini sejalan, hadirin,

25:58

dalam Quran surah Albaqarah ayat 143,

26:03

Allah menyebutkan satu terminologi

26:05

tentang moderasi beragama, yakni kalimat

26:10

umatan wasaton.

26:13

Ya lal watan. Ya lal watan ya lal waton.

26:16

Ya lal watan.

26:17

Hubbul wat minal iman. Hubbul wat

26:21

minalun [bernyanyi]

26:23

minal.

26:27

[bernyanyi]

26:31

Bapak Prof. Dr. Muhammad Quraishaf

26:34

mengatakan bahwa kata wasaton pada ayat

26:38

ini bermula pada sesuatu yang baik

26:41

sesuai objeknya. sesuatu yang baik di

26:45

antara kedua kutub ekstrem yang berbeda.

26:48

Dari akar kata inilah kata wasatun

26:51

berkembang arti menjadi adil dan

26:54

seimbang.

26:56

Allah juga mempertegas posisi umat Islam

26:59

sebagai umat yang modern atau dikenal

27:02

dengan umatan wasaton. Umat yang berada

27:05

di tengah tidak menjunjung dalam rohani,

27:09

tidak hanyut dalam materi,

27:11

tapi memadukan aspek rohani dan jasmani

27:16

sehingga terjadilah

27:19

Islam yang rahmatan lil alamin.

27:23

Namun sayang hadirin, fenomena yang

27:26

terus muncul di sepanjang peradaban dan

27:29

terus berulang adalah keadilan pemimpin

27:32

dan aliran radikal yang sering menjurus

27:35

pada tindakan aksi saling olok, seling

27:38

tabok,

27:39

saling tonjok,

27:41

bahkan saling bacok.

27:43

Akhirnya marak terjadi pertikaian,

27:46

perseteruan

27:48

permusuhan. Peperangan yang terjadi

27:50

antara kelompok yang satu dengan

27:52

kelompok yang lain.

27:54

Agama yang satu dengan agama yang lain.

27:57

Suku yang satu dengan suku yang lain.

28:00

Hingga sampai terjadi pertumpahan darah.

28:04

hingga berakhir pada pembunuhan satu

28:08

sama lain.

28:11

Timbul pertanyaan, mengapa Islam yang

28:14

penuh dengan nilai kenyamanan justru

28:16

lekat dengan label terorisme dan

28:19

ekstremisme?

28:21

Jawabannya adalah karena sebagian umat

28:25

Islam ada yang berlebih-lebihan atau

28:29

dalam agama disebut gulwu, yakni

28:32

berlebih-lebihan dalam beragama.

28:35

Dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh

28:39

Annasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah,

28:42

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam

28:45

bersabda, "Iyakumuldin

28:51

ahlakumin."

28:56

Jauhkanlah diri kalian dari

28:58

berlebih-lebihan dalam beragama. Karena

29:01

sesungguhnya sikap gulu ini telah

29:03

membinasakan orang-orang sebelum kalian.

29:07

Dengan demikian hadirin, moderasi

29:10

beragama harus kita lakukan dalam rangka

29:13

mengubah wajah Islam yang sebelumnya

29:16

sering disebut dengan Islam yang

29:18

fanatik, Islam yang teroris,

29:20

Islam yang ekstremis

29:22

menjadi Islam yang damai,

29:25

Islam yang nyaman,

29:27

Islam yang tenang. serta menjadi

29:31

rahmatanil

29:33

alamin. Amin. Amin ya rabbal alamin.

29:39

Sebagaimana tercermin indah dalam Quran

29:42

surah Al-An'am ayat 108

29:46

berikut ini. Wasubulladzina

29:51

[bernyanyi]

29:53

yaduna

29:55

min [bernyanyi]

29:57

dunillah.

30:12

Fasubbullaha

30:14

[bernyanyi]

30:15

adw

30:17

bighhairi

30:19

ilmin

30:21

kadzalika [bernyanyi]

30:23

zayyanna

30:32

likulli

30:34

ummatin

30:36

amalahum

30:38

tumma

30:40

ila rabbihim

30:44

marjiuhum

30:51

fayunabbiuhum

30:55

bimu

30:59

y'malun [bernyanyi]

31:05

sadaqallahuladzim.

31:12

Dan janganlah kamu memaki sesembahan

31:16

yang mereka sembah selain Allah.

31:23

Karena mereka nanti akan memaki Allah

31:29

dengan melampaui batas tanpa dasar

31:32

pengetahuan.

31:35

Demikianlah

31:37

kami jadikan setiap umat menganggap baik

31:40

pekerjaan mereka.

31:44

Kemudian

31:45

kepada Tuhan tempat kembali mereka.

31:50

Lalu

31:52

dia akan memberitahukan kepada mereka

31:56

apa yang telah mereka kerjakan.

32:02

Maha benar Allah

32:06

yang maha

32:08

agung.

32:09

Hadirin sebangsa dan setanah air yang

32:13

kami banggakan.

32:16

Imam Ali Asabuni dalam kitab tafsirnya

32:19

Safwatut Tafassir jilid 1 halaman 410

32:24

beliau menjelaskan

32:32

janganlah kalian menghina berhala

32:35

orang-orang kafir. Allah juga

32:37

memerintahkan kita untuk tidak menghina

32:40

berhala orang-orang kafir. Karena di

32:43

balik hinaan dan cacian kita akan timbul

32:46

kerusakan, yakni mereka menghina Allah

32:50

tanpa dasar ilmu pengetahuan.

32:54

Bapak Prof. Dr. Muhammad Quraisiaf

32:57

mengatakan bahwa ada tiga cara agar

33:00

dapat menciptakan Islam yang rahmatan

33:04

lil alamin. Pertama, adanya pengetahuan

33:08

dalam diri kita. Kedua, kemampuan dalam

33:11

mengendalikan emosi dan nafsu belaka.

33:14

Dan yang ketiga, memiliki kehati-hatian

33:17

dalam beragama.

33:19

Jadi, hadirin, cara beragama kita yang

33:22

harus mendapat sentuhan moderasi bukan

33:26

ajaran agama yang dimoderasi. Sehingga

33:29

Islam menjadi Islam yang rahmatan lil

33:32

alamin.

33:34

Sejarah juga membuktikan, hadirin, Islam

33:37

bukanlah ajaran yang sadis.

33:40

bengis apalagi teroris melainkan Islam

33:44

adalah ajaran yang harmonis

33:46

rahmatilamin.

33:49

Jika akhir-akhir ini masih ditemukan

33:52

tindakan terorisme, radikalisme

33:56

yang katanya dilakukan oleh umat Islam,

33:59

sekali lagi kami tegaskan ini bukan

34:02

ajaran Islam, melainkan ini hanya

34:05

merusak keindahan Islam. Islam

34:08

mempersilakan umat Kristiani untuk

34:11

sampai pada tingkatan Isa Almasih. Islam

34:15

mempersilakan umat Hindu untuk

34:18

mengamalkan ajaran pedavend data Resast.

34:23

Islam juga mempersilakan umat Buddha

34:26

untuk menjalankan ajaran Dharma Sidarta

34:29

Gautama. Dan demikian pula Islam

34:32

mempersilakan umat Konghuchu untuk

34:36

sampai pada tingkatan lisu sensu dan

34:39

sensuenya. Bagimu agamamu dan bagiku

34:44

agamaku.

34:46

Dengan demikian hadirin, syarahan ini

34:49

dapat kami ambil kesimpulan bahwa

34:52

keberagaman merupakan sunatullah

34:55

yang Allah tetapkan kepada kita. Jadi

34:58

yang harus kita lakukan adalah saling

35:00

menghargai, saling menghormati, bahkan

35:03

saling mencintai untuk sampai pada

35:07

semboyan kita. Bineka tunggal ika

35:11

berbeda-beda tetapi tetap satu.

35:15

Karena kita satu nusa,

35:17

satu bangsa,

35:19

satu bahasa,

35:21

satu tanah air kita. United

35:25

divided

35:27

un

35:28

permanente

35:31

hita tog bersirang kita marupak.

35:35

Bersatu kita teguh, bercerai kita

35:38

runtuh.

35:40

Sebelum kami tutup, izinkan kami

35:43

menyampaikan sebuah syair.

35:49

Memang manis [bernyanyi]

35:51

di gula-gula.

35:54

Begitu juga negeri kita.

35:59

Banyak [bernyanyi] suku dan budaya.

36:04

Dari Aceh sampai Papua.

36:08

ragam umat [bernyanyi]

36:11

agamanya

36:13

yang bersatu [bernyanyi] di Indonesia.

36:18

Indonesia

36:20

negeri tercinta.

36:23

Kita [bernyanyi] semua wajib menjaga.

36:27

Kita semua [bernyanyi]

36:29

wajib menjaga.

36:33

Di atas meja ada Indomi.

36:35

Ternyata milik Mimi Peri.

36:37

Cukup sekian syarahan dari kami.

36:41

10 jari kami undur diri.

36:44

Wabillahi taufik wal hidayah warid wal

36:47

hidayah.

36:48

Wasalamualaikum

36:52

warahmatullah

36:55

wabarakatuh.

37:16

Dewan hakim yang kami muliakan,

37:19

hadirin dan peserta yang kami banggakan.

37:23

Selanjutnya kami panggil regu putra

37:28

dengan nomor urut tampil 2

37:33

yang akan membawakan tema I

37:38

dengan judul Kecerdasan Buatan sebagai

37:42

pendukung personalisasi pembelajaran

37:45

Al-Qur'an dan Hadis

37:48

dengan ayat pendukung Quran surah

37:51

Al-Alaq ayat ayat 1 sampai dengan 5 dan

37:55

surah Ali Imran ayat 104.

38:02

Peserta dengan urut tampil 2 akan

38:06

membawakan tema syarahan I dengan judul

38:12

Kecerdasan Buatan sebagai pendukung

38:15

personalisasi

38:17

Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis

38:21

dengan ayat pendukung Quran surah

38:24

Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah

38:29

Ali Imran ayat

38:31

104

38:32

kepada nomor urut tampil du disilakan.

39:37

Bismillahirrahmanirrahim. Cek

39:39

cek cek cek

39:40

cek cek.

40:02

Asalamualaikum

40:06

warahmatullahi

40:08

wabarakatuh.

40:15

Alhamdulillahilladzi

40:20

fadola bani adama bil ilmi wal amal

40:26

wasatu wasalamu ala shahibil kamal

40:32

wa ala alihi wa ashabihi

40:36

ila yaumi la yanfau wala banuna wala

40:45

Salam tahiyat tanda hormat kepada Dewan

40:49

Hakim Syarhil Quran yang kami muliakan,

40:56

Sobat Syarhil Quran yang kami banggakan,

41:00

para official dan pelatih yang hadir

41:03

pada saat ini. Semoga kita semua

41:06

senantiasa dirahmati sang Ilahi. Amin.

41:11

Yaabbal

41:12

alamin.

41:14

Menteri Agama Republik Indonesia Prof.

41:18

Dr. K. H. Nasaruddin Umar, MA. Pada

41:22

peringatan Hari Pendidikan Nasional pada

41:25

tanggal 2 Mei 2025, beliau menyampaikan

41:31

di tengah kemajuan teknologi

41:33

digitalisasi,

41:35

pendidikan agama merupakan cahaya

41:38

penuntun. Ia bukan sebagai aksesoris,

41:42

melainkan penentu arah kehidupan.

41:46

Perkembangan teknologi digitalisasi

41:50

yang membawa banyak manfaat bagi seluruh

41:53

elemen masyarakat.

41:55

Namun hadirin, sungguh disayangkan tanpa

41:59

pondasi pendidikan berbasis moral dan

42:03

spiritual, kemajuan ini berisiko

42:07

mengkikis nilai-nilai kemanusiaan.

42:10

Secara umum, sebagian besar dampak

42:14

positif pendidikan Islam di era digital

42:17

telah berjalan sesuai harapan. Alhamdu

42:22

lillah.

42:23

Namun hadirin, berbagai penyimpangan

42:26

yang terjadi tidak bisa kita hindarkan.

42:30

Mulai dari misi informasi dan HS yang

42:32

disebarluaskan.

42:34

Ilmu agama dari sumber tidak valid yang

42:37

menimbulkan ujaran kebencian dan

42:39

permusuhan.

42:40

Distraksi digital yang menyebabkan

42:42

ketergantungan di setiap kalangan.

42:46

Hingga kasus pencabulan terhadap murid

42:49

oleh oknum pengajar keagamaan semakin

42:52

banyak kita saksikan

42:55

apa yang sebenarnya terjadi

42:58

hadirin jika hal tersebut terus meluas

43:01

di negeri ini, niscaya generasi muslim

43:05

di masa depan semakin terdegradasi.

43:09

Atas dasar inilah yang menarik hati kami

43:13

bertika untuk menyampaikan sebuah

43:16

syarahan Al-Qur'an

43:18

dengan judul

43:20

Kecerdasan Buatan sebagai pendukung

43:25

personalisasi

43:26

pembelajaran Al-Qur'an dan hadis.

43:32

Sebagai landasan awal, marilah kita

43:35

dengarkan firman Allah

43:38

dalam Al-Qur'an surah Al-Alaq ayat 1

43:42

sampai 5 berikut ini.

43:45

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

44:02

Bismillahirrahmanirrahim.

44:13

[bernyanyi]

44:25

Iqra bismia rabbikalladzi

44:31

khalaq

44:33

khalaqal

44:35

insana

44:39

min alaq

44:47

Iqra warabbukal

44:51

akramulladzi

44:54

allama

44:56

bilqalam

45:04

allamal

45:12

Amam.

45:15

Aku berlindung kepada Allah

45:25

dari godaan [berteriak]

45:27

setan yang terkutuk.

45:34

Dengan nama Allah

45:39

yang maha pengasih

45:42

lagi maha penyayang.

45:50

Bacalah

45:52

dengan menyebut nama Tuhanmu

45:55

yang telah menciptakan.

46:02

Dia telah menciptakan

46:04

manusia

46:06

dari segumpal darah.

46:12

Bacalah

46:14

dan Tuhanmulah yang maha mulia

46:20

yang mengajarkan manusia dengan pena.

46:26

Dia mengajarkan manusia

46:29

apa yang tidak diketahuinya. Majelis

46:33

hakim yang mulia, para pemirsa yang

46:36

berbahagia, semoga kita semua masuk ke

46:40

dalam surga. Amin. Allahumma

46:44

amin. Imam alalama alhafiz asuyuti dalam

46:49

kitab Lubabun Nuukul fi Asbabin Nuzul

46:52

jilid 1 volume 1 halaman 239

46:57

mengungkapkan asbabun nuzul ayat

47:00

tersebut. Bahwasanya ayat ini adalah

47:04

wahyu pertama yang diturunkan kepada

47:07

Nabi Muhammad sallallahu alaihi

47:09

wasallam. Turun di Gua Hirah Makkah pada

47:14

usia Nabi 40 tahun. Di mana peristiwa

47:17

ini, hadirin menjadi awal kenabian dan

47:21

risalah Islam. Perintah pertama bukan

47:25

ibadah ritual tetapi perintah membaca

47:30

dan belajar atau iqra. Imam alhafiz

47:34

Imanuddin Abul Fida Ismail bin Umar bin

47:38

Katsir dalam kitab tafsir Al-Quranil

47:41

Azim juz 30 jilid 8 halaman 443

47:48

sampai 446

47:50

beliau mengungkapkan

47:53

iqra bismibika

47:55

a alr bilqirati

47:59

hadil ayah

48:45

Perintah iqra bacalah dalam ayat ini

48:50

menunjukkan kewajiban menuntut ilmu

48:53

dengan segala sarana yang bermanfaat.

48:57

Penyebutan pena atau kolam menjadi dasar

49:01

legitimasi penggunaan alat-alat

49:03

pendidikan dan media pencatatan ilmu,

49:07

termasuk seluruh perkembangan teknologi

49:10

yang berfungsi menyimpan, mengelola, dan

49:13

menyebarkan pengetahuan. Dengan

49:16

demikian, media digital seperti

49:19

komputer, internet, platform

49:21

pembelajaran daring, dan kecerdasan

49:24

buatan termasuk dalam makna kolam modern

49:29

karena memiliki fungsi yang sama yaitu

49:33

menjaga ilmu, memperluas akses

49:35

pendidikan dan mentransfer pengetahuan,

49:39

lintas ruang dan waktu.

49:42

Maasyiral muslimin wal muslimat

49:46

rahimakumullah.

49:48

Di samping itu, Kementerian Agama

49:51

Republik Indonesia telah

49:53

mengimplementasikan

49:55

berbagai upaya signifikan guna penguatan

49:58

pendidikan Islam di era digital. Mulai

50:02

dari transformasi digital sebagai

50:04

program prioritas,

50:06

ekosistem digital yang semakin meluas,

50:09

peningkatan tenaga pendidik agar

50:11

berkelas

50:13

hingga bantuan infrastruktur digital

50:16

dari sekolah dasar hingga menengah atas.

50:22

Lantas timbul pertanyaan,

50:25

bagaimanakah solusi utama penguatan

50:28

pendidikan Islam di tengah kemajuan

50:31

teknologi digitalisasi agar tetap sesuai

50:34

dengan syariat Allah Subhanahu wa taala?

50:39

sebagai jawabannya. Marilah kita

50:41

dengarkan firman Allah

50:44

dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 104

50:49

berikut ini.

50:51

Wal takum

50:53

minkum

50:56

ummatun

51:01

yad'una

51:03

ilal khairi

51:05

wauruun.

51:19

[berdehem]

51:22

Waammuruna

51:25

bil ma'rufi

51:28

waanhaunail

51:32

munkar

51:42

Waika

51:46

[berteriak]

51:48

humul muflihun

52:03

wa Uika

52:10

humul muflihun.

52:20

Sadaqallahuladzim.

52:28

Dan hendaklah

52:30

di antara

52:32

kamu

52:34

ada segolongan orang yang menyeruh

52:37

kepada kebajikan,

52:40

menyuruh untuk berbuat yang makruf

52:45

dan mencegah dari yang mungkar.

52:51

Dan mereka itulah orang yang beruntung.

52:59

Maha benar Allah

53:03

yang maha agung dengan segala

53:08

firman-Nya.

53:09

MaaSyiral muslimin wal muslimat

53:13

rahimakumullah.

53:15

Imam Ass'di at-Tamimi dalam kitab Taisir

53:19

Karimir Rahman fi Tafsiril Kalamil

53:22

Mannan juz 4 jilid 1 halaman 139.

53:28

Beliau menjelaskan,

53:33

umat

53:48

wuj.

53:53

Ayat ini adalah dasar tentang kewajiban

53:57

berdakwah. Karena Allah Subhanahu wa

54:00

taala memerintahkan kebaikan dan

54:03

mencegah kemungkaran

54:05

itu adalah syiar terbesar dalam agama

54:09

dan menjadi sebab keberuntungan

54:11

masyarakat.

54:13

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam

54:16

bersabda di dalam hadisnya. An Abi

54:19

Hurairah radhiallahu anhu qa

54:23

Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam

54:27

manlahairin

54:30

falahu ajrin failihi

54:33

yang artinya barang siapa yang

54:35

menunjukkan mengajarkan suatu kebaikan

54:39

ia mendapat pahala seperti pahala orang

54:42

yang melakukannya hadis riwayat Muslim

54:45

nomor 1893.

54:49

Dengan demikian hadirin, digitalisasi

54:52

merupakan transformasi wadah dalam

54:55

pendidikan Islam agar lebih mudah. peran

54:58

pemerintah yang mendukung implementasi

55:01

supaya terarah sehingga setiap pengajar

55:05

senantiasa menghadirkan konten-konten

55:08

yang indah, menggugah, dan berfaedah

55:12

serta menghasilkan generasi muslim

55:15

muslimah yang cerdas,

55:17

unggul,

55:18

dan berakhlakul karimah. Betul hadirin.

55:23

Dari uraian demi uraian yang dapat kami

55:26

sampaikan dapat ditarik kesimpulan. Yang

55:29

pertama digitalisasi merupakan

55:32

transformasi wadah yang memberikan

55:35

manfaat untuk mempermudah pengajaran

55:38

pendidikan Islam di dalamnya. Yang

55:41

kedua, sebagai upaya implementasi

55:44

pendidikan Islam di era digital

55:47

dibutuhkan pengajaran yang ramah,

55:50

beretika, dan dilantasi kebenaran yang

55:53

nyata. Serta peran pemerintah sebagai

55:56

pendukung agar penerapannya terarah

55:59

sehingga menghasilkan generasi yang

56:02

berakhlakul karimah. Sepakat semuanya?

56:08

Alhamdulillah.

56:10

Majelis hakim yang mulia, Sobat Syarhil

56:13

Quran yang berbahagia,

56:15

sebuah senandung mengingatkan kita.

56:19

Marilah [bernyanyi] kita

56:24

sucikan jiwa.

56:27

Sucikan [bernyanyi] jiwa.

56:28

Kuat ilmunya

56:32

dan karakternya.

56:35

dan karakternya. [bernyanyi]

56:37

Dekatkan diri pada Ilahi,

56:42

sertakan [bernyanyi] nilai-nilai

56:45

religi.

56:47

Mari bersama

56:49

harap ridanya. [bernyanyi]

56:57

Il [bernyanyi] ai.

57:02

Demikianlah syarahan yang dapat kami

57:04

sampaikan. Terima kasih atas segala

57:06

perhatian. Mohon maaf atas segala

57:09

kekurangan.

57:11

Ihdinasiratal

57:13

mustaqim.

57:15

Wallahul muwafiq ila aqwam thq.

57:19

Wasalamualaikum

57:22

warahmatullah.

58:40

Hadirin yang dirahmati Allah, dewan

58:43

hakim yang kami muliakan.

58:46

Selanjutnya kami panggilkan regu putri

58:51

dengan nomor urut tampil 3 yang akan

58:56

membawakan

58:57

tema syarahan paket E dengan judul

59:02

Ketahanan Keluarga di Tengah Disrupsi

59:06

Digital dengan ayat pendukung Qur'an

59:10

surah

59:12

at-Tahrim ayat 6 Dan surah Al-Furqan

59:17

ayat 73

59:19

sampai dengan 74.

59:23

Peserta dengan nomor urut panggil 3 akan

59:28

membawakan syarahan

59:32

tema E dengan judul Ketahanan Keluarga

59:36

di Era Disrupsi Digital dengan ayat

59:40

pendukung Quran surah at-Tahrim ayat 6

59:44

dan surah Al-Furqan ayat 73

59:48

sampai dengan 74.

59:51

Kepada regu dengan nomor urut tampil 3

59:55

disilakan.

1:00:00

Cek cek cek

1:00:03

cek cek cek cek.

1:00:16

Asalamualaikum

1:00:20

warahmatullahi

1:00:22

wabarakatuh.

1:00:29

Alhamdulillahil

1:00:31

qoil

1:00:33

fi kitabihil karim

1:00:37

walladzina yaquulunbana

1:00:40

hablana min azwajina

1:00:44

wurriyatina

1:00:46

qurun

1:00:49

walna lil muttaqina imama

1:00:53

wasatu wasalamu

1:00:58

waidq

1:01:03

wa amma baad

1:01:07

ibu dewan hakim yang kami hormati

1:01:12

hadirin yang wajahnya berseri-seri

1:01:16

beserta sahabat syarhil qur

1:01:19

insyaallah

1:01:21

dirahmati sang ilahi amin amin ya rabb

1:01:27

Amin.

1:01:29

Maasiral muslimin wal muslimat yang

1:01:33

dirahmati Allah.

1:01:35

Prof. Dr. Muhammad Quraisyihab di dalam

1:01:39

bukunya membumikan Al-Qur'an beliau

1:01:44

menjelaskan,

1:01:46

"Keluarga adalah jiwa dan tulang

1:01:49

punggung suatu negara."

1:01:52

Ini membuktikan

1:01:54

bahwa keluarga memiliki peran yang

1:01:56

sangat penting dalam maju dan mundurnya

1:02:00

suatu bangsa. Namun hadirin, apa yang

1:02:04

terjadi dengan keluarga kita saat ini di

1:02:08

era disrupsi digital ini, justru semakin

1:02:11

banyak persoalan yang meruntuhkan

1:02:14

ketahanan keluarga itu sendiri.

1:02:18

Tidak bisa kita pungkiri lagi hadirin,

1:02:21

hari ini kita sedang hidup di sebuah

1:02:25

masa di mana dunia tidak lagi sebatas

1:02:29

sejauh mata kita memandang, melainkan

1:02:33

sejauh jemari kita menyentuh layar.

1:02:37

Betul Bapak Ibu.

1:02:41

Dan sadarkah kita berada di episentrum

1:02:45

disrupsi digital di mana kecerdasan

1:02:48

buatan, algoritma dan dunia maya telah

1:02:52

merubah landskap kehidupan manusia

1:02:56

secara radikal.

1:02:58

Namun sayangnya hadirin, di balik

1:03:02

gemerlapnya teknologi yang sangat

1:03:04

masyaallah canggih ini, ada ceritangis

1:03:08

keluarga yang sedang sekarat. Keluarga

1:03:12

yang seharusnya menjadi ruang penuh

1:03:14

cerita dan ceria. Kini kerap berubah

1:03:18

sunyi akibat disrupsi digital itu

1:03:22

sendiri.

1:03:24

Data dari Badan Peradilan Mahkamah Agung

1:03:27

Republik Indonesia berulang kali

1:03:30

mencatat bahwa perselisihan akibat media

1:03:34

sosial dan kecanduan judi online kini

1:03:37

merangsek naik menjadi salah satu pemicu

1:03:41

utama perceraian di Indonesia yang

1:03:45

meruntuhkan

1:03:47

rumah tangga setiap tahunnya.

1:03:50

Tidak sampai di situ saja, hadirin.

1:03:53

Laporan klinis psikologi menunjukkan

1:03:55

bahwa paparan media sosial yang tanpa

1:03:59

filter telah memicu gangguan kecemasan

1:04:02

dan depresi pada anak hingga lebih dari

1:04:06

30% dalam dekade terakhir. yang paling

1:04:11

memilukan.

1:04:12

Jutaan anak-anak kita kini mengalami

1:04:15

speech delay

1:04:17

dan penurunan empati yang drastis akibat

1:04:21

diasuh oleh algoritma bukan oleh kasih

1:04:24

sayang orang tua.

1:04:26

Jikalau hal ini, hadirin, terus kita

1:04:30

biarkan tanpa arah, maka benteng

1:04:33

pertahanan keluarga akan runtuh dan

1:04:37

melemah.

1:04:39

Keluarga yang merupakan institusi sosial

1:04:43

paling sakral dalam sejarah akan

1:04:47

kehilangan fungsi akibat digitalisasi

1:04:51

yang salah.

1:04:53

Maka dari itu, hadirin yang dirahmati

1:04:56

Allah, timbullah pertanyaan besar bagi

1:04:59

kita. Bagaimanakah cara kita untuk

1:05:03

menyelamatkan bahtera yang hampir karam

1:05:06

ini?

1:05:08

Sebagai jawabannya,

1:05:10

ketahanan keluarga di tengah disrupsi

1:05:13

digital

1:05:15

adalah judul syarahan kami pada

1:05:18

kesempatan kali ini dengan rujukan

1:05:22

firman Allah di dalam Al-Qur'an surah

1:05:26

at-Tahrim

1:05:28

ayat 6.

1:05:29

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

1:05:45

Bismillahirrahmanirrahim.

1:06:14

Ya

1:06:18

ayyuhalladzina

1:06:22

amanu

1:06:25

kuu

1:06:27

anfusakum

1:06:49

wa ahlikum [berteriak]

1:06:53

nar

1:06:56

waquuduhan

1:06:59

[menangis]

1:07:01

Asu wal hijaratu

1:07:05

alaiha

1:07:07

malaikah

1:07:11

[menangis]

1:07:28

waquuduhanasu

1:07:33

wal hijaratu

1:07:36

alaiha

1:07:39

malaikatun [bernyanyi]

1:07:47

[bernyanyi]

1:08:02

wal hijaratu

1:08:05

alaiha

1:08:07

malaikatun

1:08:18

Allah

1:08:39

yunallaha

1:08:42

[berteriak]

1:08:43

ma

1:08:47

amarrahum

1:08:49

waf'aluna

1:08:52

maa ymarun.

1:09:03

Aku berlindung

1:09:06

kepada Allah

1:09:12

dari godaan

1:09:15

setan yang terkutuk.

1:09:22

Dengan menyebut nama Allah

1:09:29

yang maha

1:09:31

pengasih

1:09:33

lagi maha penyayang.

1:09:40

Wahai

1:09:41

wahai orang-orang yang beriman,

1:09:47

jagalah dirimu dan keluargamu

1:09:54

dari api neraka

1:09:58

yang bahan bakarnya

1:10:01

adalah

1:10:03

manusia dan batu.

1:10:09

Penjaganya

1:10:11

adalah

1:10:13

malaikat-malaikat

1:10:15

yang kasar dan keras.

1:10:21

Mereka tidak durhaka

1:10:25

kepada Allah

1:10:29

terhadap apa yang dia perintahkan

1:10:33

kepadanya.

1:10:37

dan selalu mengerjakan

1:10:40

apa yang diperintahkan.

1:10:43

Maasyiral muslimin

1:10:45

wal muslimat rahimakumullah.

1:10:49

Menurut Imam Ibu Abu Bakar Ibnu Alarabi,

1:10:54

seorang ulama besar asal Andalusi, di

1:10:57

dalam tafsir Al-Ahkamul

1:11:00

Qur'an jilid 4 halaman 134

1:11:05

menjelaskan

1:11:07

quahu

1:11:11

bainakum wainaha wiqayah. Palingkan dan

1:11:16

jauhkanlah keluargamu,

1:11:18

yaitu dengan membangun benteng perisai

1:11:21

yang kokoh antara diri kalian, anak cucu

1:11:26

kalian dari api neraka. Lalu hadirin,

1:11:31

bagaimanakah cara kita untuk membangun

1:11:34

benteng perisai yang kokoh terlebih lagi

1:11:37

di era disrupsi digital sekarang ini?

1:11:40

Hadirin, ada yang tahu jawabannya?

1:11:44

Jawabannya

1:11:46

telah diurai indah oleh Imam Abu

1:11:49

Muhammad al-Husin bin Mas'ud bin

1:11:53

Muhammad Alfara Albaghasyur.

1:11:56

Seorang ulama tafsir asal Baghasyur. Di

1:12:00

dalam tafsir Ma'alimut Tanzil jilid 8

1:12:03

halaman 168.

1:12:06

Beliau menjelaskanaluatillah

1:12:11

beramallah

1:12:12

perbuatlah dengan cara taat kepada Allah

1:12:16

watq maasallah dan takutlah bermaksiat

1:12:20

kepada Allah. Wa amru ahlum bidzikri.

1:12:25

Serta perintahkanlah keluargamu

1:12:29

untuk senantiasa mengingat kepada Allah.

1:12:32

Yanjikumullahu

1:12:34

minanar.

1:12:36

Niscaya Allah akan menyelamatkan kalian

1:12:39

dari api neraka. MaaSyiral Muslimin yang

1:12:43

dirahmati Allah. Dua wasiat emas dari

1:12:47

tanah Andalusi dan Baghasyur ini adalah

1:12:50

tameng teologis yang mendesak untuk kita

1:12:53

pakai hari ini. Mengapa demikian?

1:12:57

Ketika gelombang disrupsi digital datang

1:13:01

laksana badai yang merentuhkan

1:13:03

sekat-sekat moral seorang ayah yang

1:13:06

bijaksana dan berwibawa. Dan dengan

1:13:09

profil seorang ibu yang lemah lembut

1:13:12

lagi penyantun pasti akan menciptaun

1:13:28

wurriyatina

1:13:32

qurata

1:13:34

aunin

1:13:37

waj Ja'alna

1:13:40

lil muttaqina

1:13:44

imama [bernyanyi]

1:13:50

wazurriyatina

1:13:54

qurrata a'yunin

1:13:58

waj'alna

1:14:00

lil muttaqina

1:14:04

imama

1:14:10

Sadaqallahuladzim.

1:14:17

Dan orang-orang yang apabila diberi

1:14:21

peringatan

1:14:24

dengan ayat-ayat Tuhan mereka,

1:14:29

mereka tidak bersikap sebagai

1:14:33

orang-orang yang tuli dan buta.

1:14:39

Orang-orang yang berkata,

1:14:43

"Ya Tuhan kami,

1:14:47

anugerahkanlah

1:14:49

kepada kami penyejuk mata dari pasangan

1:14:55

dan keturunan kami

1:14:58

serta jadikanlah kami sebagai pemimpin

1:15:03

bagi orang-orang yang bertakwa."

1:15:08

Maha benar Allah

1:15:13

yang maha [berteriak]

1:15:14

agung dengan segala firman-Nya.

1:15:19

Dewan hakim yang kami hormati, hadirin

1:15:22

yang wajahnya berseri-seri

1:15:25

beserta sahabat Syarhil Quran yang

1:15:28

insyaallah dirahmati Sang Ilahi insya

1:15:33

insyaallah.

1:15:36

Menurut Imam alhafiz Ibnu Katsir

1:15:39

at-Timas di dalam Tafsirul Quranil Azim

1:15:44

jilid 6 halaman 121,

1:15:47

beliau menjelaskan

1:15:49

esensi dari doa rbana hablana min

1:15:54

azwajinaun

1:16:00

adalah kita berdoa memohon kepada Allah

1:16:04

agar kita dapat menurunkan generasi kita

1:16:08

yang akhlaknya mulia, taat kepada Allah

1:16:11

dan tidak pernah menyekutukannya kepada

1:16:14

siapapun. Kemudian Ibnu Katsir juga

1:16:17

mengatakan bahwa bagi seorang mukmin

1:16:21

tidak ada pemandangan yang lebih tinggi

1:16:23

derajat kebahagiaannya

1:16:25

selain melihat anak cucu kita menjadi

1:16:29

generasi yang saleh, berintegrasi, dan

1:16:33

terjaga moralnya.

1:16:36

Akhirnya hadirin, kesimpulan dari

1:16:38

syarahan kami adalah untuk menghadapi

1:16:42

tsunami disrupsi digital ini, institusi

1:16:45

keluarga wajib mengeksekusi ketahanan

1:16:49

digital berbasis qurani. Orang tua tidak

1:16:53

boleh lagi bersikap apatis atau gagap

1:16:56

digital karena orang tua merupakan

1:16:59

filter utama seorang anak. Kemudian

1:17:02

orang tua juga harus menjadi qudwah

1:17:05

terbaik dalam berkeluarga. Bagaimana

1:17:08

Bapak dan Ibu? Sepakat?

1:17:12

Alhamdulillah.

1:17:14

Maka dari itu sebuah lagu mengingatkan

1:17:18

kita.

1:17:21

Ayah dan ibu

1:17:25

[berteriak] ini impianku

1:17:29

ingin menjadi

1:17:32

anak yang saleh [berteriak]

1:17:36

menolong

1:17:37

menolong ayah

1:17:40

membantu ibu

1:17:41

membantu

1:17:42

ibu

1:17:43

terus berbakti

1:17:44

terus berbakti di negeri abadi.

1:17:50

terus berbakti

1:17:55

di

1:17:57

negeri

1:17:59

abadi. [bernyanyi]

1:18:05

Demikianlah syarahan yang dapat kami

1:18:07

sampaikan. Wabillahi taufik wal hidayah.

1:18:11

Wasalamualaikum

1:18:14

warahmatullahi

1:18:16

wabarakatuh.

1:18:43

Bapak, Ibu hadirin yang kami muliakan,

1:18:46

dewan hakim yang insyaallah dirahmati

1:18:49

Allah. Acara kami skor sejenak selama 5

1:18:53

menit. Terima kasih.

1:37:24

kembali.

1:37:35

Baiklah, dewan hakim yang mulia serta

1:37:38

hadirin yang berbahagia.

1:37:41

Selanjutnya mari sama-sama kita saksikan

1:37:45

penampilan regu putra dengan nomor urut

1:37:49

tampil 4

1:37:53

yang akan membawakan tema syarahan A

1:37:58

Al-Qur'an dan etika teknologi di era

1:38:01

kecerdasan buatan dengan judul

1:38:05

Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Muslim

1:38:09

Berbasis

1:38:10

Alquran

1:38:12

dengan ayat pendukung Quran surah

1:38:17

Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah

1:38:23

at-Taubah ayat 122.

1:38:29

Regu dengan nomor urut panggil 4 akan

1:38:34

membawakan tema syarahan A yang bertema

1:38:38

Al-Qur'an dan etika teknologi di Era

1:38:42

Kecerdasan buatan yang berjudul

1:38:45

Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Muslim

1:38:50

Berbasis Al-Qur'an

1:38:52

dengan ayat pendukung Quran surah Al-A.

1:38:58

Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah

1:39:03

at-Taubah ayat 122.

1:39:08

Kepada nomor urut tampil 4 disilakan.

1:39:17

Asalamualaikum

1:39:22

warahmatullahi

1:39:25

wabarakatuh.

1:39:32

Alhamdulillah.

1:39:36

Alhamdulillahilladzi

1:39:41

khalaqol insana min zakar wa unsa.

1:39:47

Wasu wasatu

1:39:49

wasalamu ala sayyidina

1:39:53

mustofa

1:39:55

waa alihi ahl sidqi warfa. Amma ba'.

1:40:02

Dewan hakim yang kami muliakan.

1:40:08

Hadirin sebangsa

1:40:10

setanah air yang [berteriak] kami

1:40:14

banggakan.

1:40:16

Pada era digital saat ini, teknologi

1:40:20

telah cukup berkembang pesat. Salah satu

1:40:24

contoh di antaranya ialah kecerdasan

1:40:27

buatan ataupun AI.

1:40:31

Apa itu AI, hadirin?

1:40:34

AI adalah bidang yang mencakup berbagai

1:40:38

disiplin ilmu termasuk ilmu komputer,

1:40:42

analisis dan statistik data, rekayasa

1:40:46

hardware dan software,

1:40:48

bahkan filsafat serta psikologi.

1:40:53

Indonesia merupakan negara yang

1:40:56

menduduki peringkat ketiga sebagai

1:41:00

penyumbang kunjungan aplikasi AI di

1:41:04

dunia. Demikian yang dikatakan Mutya

1:41:08

Habis, Menteri Komunikasi dan Digital

1:41:12

Indonesia.

1:41:15

Hadirin, di era saat ini teknologi

1:41:19

semakin besar dan terus berkembang.

1:41:24

Mulai dari cari informasi bisa lewat

1:41:27

chat GPT, searching maps agar tidak

1:41:30

tersesat lagi hingga eksis lewat chat IG

1:41:35

agar punya teman luar negeri

1:41:39

hingga ingin punya tontonan seru. Cukup

1:41:43

tekan Netflix di TV. Betul apa betul

1:41:47

hadirin?

1:41:51

Namun di sisi lain, penyalahgunaan

1:41:55

teknologi justru menimbulkan dampak yang

1:41:59

besar dan dapat merusak moral dan

1:42:03

karakter bangsa seperti media

1:42:07

pembentukan karakter,

1:42:10

konstitusi online, perdagangan manusia,

1:42:14

dunia yang menciptakan

1:42:17

ilusi. Penyebaran hoak setiap hari.

1:42:22

Provokasi yang membangkitkan

1:42:24

emosi

1:42:25

hingga peruntungan maya yang

1:42:29

menghilangkan empati.

1:42:32

Kemudian hadirin, bagaimana kita

1:42:36

memanfaatkan teknologi secara positif?

1:42:41

Sebagai jawabannya,

1:42:44

izinkanlah kami menyampaikan sebuah

1:42:49

syarahan Al-Qur'an dengan judul

1:42:53

Pemanfaatan

1:42:55

AI dalam Kehidupan Muslim berbasis

1:43:00

Al-Qur'an.

1:43:03

Sebagai landasan awal, marilah kita

1:43:07

dengarkan firman Allah dalam Al-Qur'an

1:43:12

surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5 sebagai

1:43:16

berikut.

1:43:17

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

1:43:32

Bismillahirrahmanirrahim.

1:43:55

Iqra bismi rabbikalladzi

1:44:00

khalaq khalaqal

1:44:03

[bernyanyi] insana

1:44:06

min alaq.

1:44:14

Iqra warabbukal

1:44:18

akramulladzi

1:44:21

allama

1:44:23

bilqalam.

1:44:30

Allamal

1:44:31

insana

1:44:34

ma lam ya'lam.

1:44:38

Aku berlindung

1:44:41

kepada Allah

1:44:45

dari godaan

1:44:48

setan yang terkutuk.

1:44:53

Dengan menyebut asmamu, ya Allah

1:44:59

yang maha pengasih

1:45:03

lagi maha penyayang.

1:45:09

Bacalah

1:45:11

dengan menyebut nama Tuhanmu

1:45:15

yang menciptakan.

1:45:17

Dia menciptakan manusia

1:45:21

dari segumpal darah.

1:45:24

Bacalah.

1:45:26

Tuhanmulah yang maha mulia

1:45:31

yang mengajar manusia dengan pena.

1:45:36

Dia mengajarkan manusia

1:45:40

apa yang tidak diketahuinya.

1:45:44

Dewan hakim yang mulia,

1:45:48

hadirin yang berbahagia. Surah Al-Aq

1:45:52

ayat 1 sampai 5 ini merupakan wahyu

1:45:56

pertama

1:45:58

memiliki relevansi yang sangat kuat

1:46:02

dengan perkembangan teknologi kecerdasan

1:46:06

buatan ataupun AI.

1:46:11

Ayat pertama dan ketiga surah Al-Aq ini

1:46:15

memiliki makna yang luas dan dapat

1:46:18

dimaknai sebagai perintah bagi seluruh

1:46:22

manusia untuk meneliti, menganalisis,

1:46:27

dan memahami berbagai informasi.

1:46:32

Dengan demikian, hadirin, ayat ini

1:46:36

menjadi pedoman bagi kita semua. untuk

1:46:40

membangun literasi digital kritis dan

1:46:44

pembuhkan karakter positif

1:46:47

seperti

1:46:49

kejujuran dan keadilan.

1:46:53

Pembangunan ruang edukasi digital adalah

1:46:57

contoh nyata dari pemanfaatan

1:47:01

digital.

1:47:03

Maka dari itu, hadirin,

1:47:07

mari bersama kita merenungi segala

1:47:11

kekhilafan-kekhilafan

1:47:13

yang pernah kita lakukan agar kita

1:47:16

bertahan di era yang tak terbendung ini.

1:47:21

Astagfirullah.

1:47:26

Jiwa yang

1:47:29

beraya.

1:47:34

Berhentilah

1:47:37

melalaikan

1:47:39

kewajiban.

1:47:44

Astaga.

1:47:45

Wahai

1:47:47

jiwa yang terjebak [bernyanyi]

1:47:50

harus dicip.

1:47:56

As

1:47:57

berhentilah

1:48:00

menyalahgunakan

1:48:03

teknologi.

1:48:07

Rabbi

1:48:09

[bernyanyi]

1:48:10

lihatlah [berteriak]

1:48:12

negeri

1:48:19

[bernyanyi]

1:48:23

kecerdasan

1:48:26

disalah

1:48:28

gunakan

1:48:30

untuk menjatuhkanembeli

1:48:38

terkendalian

1:48:40

[bernyanyi]

1:48:46

[bernyanyi] nasuha Tuhan

1:48:54

demi marbun

1:48:57

nasuha.

1:49:01

Astagfirullah

1:49:04

[bernyanyi]

1:49:06

rabbal baraya.

1:49:12

Astagfirullah.

1:49:15

[bernyanyi]

1:49:26

Lalu hadirin, apa kata kunci dari akhlak

1:49:31

yang baik? Kata kuncinya adalah

1:49:35

penguatan pendidikan. Penguatan

1:49:38

pendidikan bukan hanya berfokus pada

1:49:41

pengembangan intelektual saja atau hanya

1:49:45

formalitas semata,

1:49:48

melainkan harus berfokus pada

1:49:51

pembentukan karakter.

1:49:55

Lalu hadirin

1:49:58

dengan sejalan dengan Al-Qur'an surah

1:50:02

at-Taubah ayat 122

1:50:05

yang akan dibacakan oleh qori kami

1:50:08

berikut ini.

1:50:13

mukminuna

1:50:15

liyanfiru

1:50:18

ka

1:50:20

[berteriak][menangis]

1:50:30

falaula

1:50:32

nafaro min kulli firuqatim

1:50:38

minhum

1:50:51

thifatul

1:50:57

liyatafaqohu

1:51:01

fiddini

1:51:03

waliyunziru

1:51:06

quumah

1:51:14

Waliziru

1:51:17

quumah

1:51:20

idza raja'u

1:51:25

ilaihim.

1:51:35

raja'u

1:51:39

ilaihim

1:51:41

la'allahum

1:51:43

yahzarun

1:51:55

idza raja'u [bernyanyi]

1:51:59

ilai

1:52:04

yah

1:52:10

sadaqallahuladzim.

1:52:18

Dan tidak sepantasnya orang-orang mukmin

1:52:22

itu semuanya pergi ke medan perang.

1:52:28

Mengapa sebagian dari setiap golongan di

1:52:32

antara mereka tidak pergi untuk

1:52:36

memperdalam pengetahuan mereka tentang

1:52:41

agama dan untuk memberi peringatan

1:52:44

kepada kaumnya? Apabila mereka telah

1:52:48

kembali, mereka dapat menjaga dirinya.

1:52:53

Maha benar Allah

1:52:56

dari segala firman-Nya.

1:52:58

Hadirin muslimin wal muslimah

1:53:02

rahimakumullah.

1:53:04

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada

1:53:08

zaman Rasulullah sallallahu alaihi

1:53:11

wasallam tidak dibenarkan untuk semua

1:53:14

pemuda untuk berperang saja, tetapi

1:53:18

harus diimbangi dengan pendidikan

1:53:21

karakter. Jika dulu medan juangnya

1:53:24

adalah angkat senjata, maka di era

1:53:28

digital saat ini,

1:53:31

medan perang kita telah berpindah ke

1:53:35

ruang digital.

1:53:37

Senada dengan hal tersebut,

1:53:40

Bapak Pendiri Nahdatul Ulama K. H.

1:53:45

Hasyim Asyari dalam kitabnya Adabul Alim

1:53:48

Wal Mutaalim menekankan bahwa ilmu harus

1:53:53

melahirkan kemaslahatan nyata yang

1:53:56

adaptif terhadap perkembangan zaman.

1:53:59

Coba bayangkan

1:54:01

hadirin, jika kita buta teknologi,

1:54:05

maka opini publik menjadi bincang,

1:54:10

agama menjadi hilang.

1:54:12

Dunia digital pun gersek,

1:54:14

generasi muda bimbang,

1:54:17

maka kita harus bangkit memimpin

1:54:21

peradaban digital.

1:54:24

Sebagai kesimpulan dari syarahan yang

1:54:26

dapat kami sampaikan adalah AI hendaknya

1:54:31

harus dimanfaatkan untuk pendidikan dan

1:54:34

kemaslahatan bersama. Begitu juga dengan

1:54:37

pendidikan teknologi harus dikuasai

1:54:41

dengan pendidikan karakter dan akhlak

1:54:44

yang mulia. akan melahirkan generasi

1:54:48

qurani,

1:54:49

cerdas dalam teknologi,

1:54:52

kuat dalam ilmu,

1:54:53

mulia dalam akhlak.

1:54:57

Sekian yang dapat kami sampaikan. Tapi

1:55:01

sebelum itu, izinkanlah kami mengejekan,

1:55:05

mengajak dewan juri dan para hadirin

1:55:08

sekalian untuk berselawat bersama.

1:55:13

Jaga akhlak dalam hidup

1:55:17

agar masa depan tak redup.

1:55:22

Jaga akhlak dalam hidup

1:55:26

agar masa depan tak redup.

1:55:31

Kuasai

1:55:33

teknologi

1:55:35

agar diri tetap berbudi.

1:55:40

[bernyanyi]

1:55:41

Kuasai

1:55:42

teknologi

1:55:45

agar diri tetap [bernyanyi] berbudi.

1:55:50

sallallahu

1:55:52

wasallama

1:55:54

alan nabi sayyidina [bernyanyi]

1:56:00

muhammadin

1:56:02

wa alihi

1:56:04

[bernyanyi] wasohbihi

1:56:07

ajmaina

1:56:10

sallallahu

1:56:12

wasallama [bernyanyi]

1:56:14

alan nabi sayyidina

1:56:20

muhammad

1:56:22

[bernyanyi]

1:56:26

Aj.

1:56:31

Wallahuq aqwam thq. Wasalamualaikum

1:56:36

[berteriak]

1:56:38

warahmatullahi

1:56:41

wabarakatuh.

1:57:12

Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami

1:57:14

muliakan. Hadirin yang kami banggakan,

1:57:18

selanjutnya mari kita saksikan

1:57:21

penampilan dari regu putri dengan nomor

1:57:26

urut tampil 5.

1:57:31

Regu dengan nomor urut tampil 5 akan

1:57:35

membawakan tema syarahan C

1:57:39

dengan tema gerakan Kolektif Menghadapi

1:57:42

Kris Iklim dan polusi Global yang

1:57:46

berjudul Menjaga Lingkungan Hidup

1:57:50

sebagai Upaya Menghadapi Kris Iklim

1:57:54

dalam perspektif Al-Qur'an

1:57:58

dan dengan ayat syarahan

1:58:01

Quran surah Arrum ayat 41

1:58:06

dan surah Al-A'raf ayat 56.

1:58:12

Peserta dengan nomor urut tampil 5 akan

1:58:16

membawakan tema syarahan C. Gerakan

1:58:21

kolektif menghadapi krisis iklim dan

1:58:24

polusi global yang berjudul Menjaga

1:58:28

Lingkungan Hidup. sebagai upaya

1:58:32

menghadapi krisis iklim dalam perspektif

1:58:36

Al-Qur'an

1:58:38

dengan ayat syarahan Quran surah Ar-Rum

1:58:43

ayat 41

1:58:46

dan surah Al-A'raf ayat 56.

1:58:52

Kepada regu dengan nomor urut tampil 5

1:58:57

disilakan.

1:59:03

Cek cek cek cek cek

1:59:10

cek.

1:59:28

Asalamualaikum

1:59:32

warahmatullahi

1:59:34

wabarakatuh.

1:59:44

Alhamdulillahilladzi

1:59:47

khalaqas samaawati

1:59:50

wal ardha wama bainahuma

1:59:55

wasalatu wassalamu ala sayyidil mustofa

2:00:02

wa ala alihi wasohbihi ahlisidqi

2:00:08

wal wafa

2:00:13

Bapak, Ibu Dewan Hakim yang arif dan

2:00:17

bijaksana.

2:00:19

Yang kami hormati

2:00:25

para offisial dan pelatih yang hadir

2:00:28

pada hari ini.

2:00:31

Sahabat Syarhil Quran yang kami cintai.

2:00:37

Semoga kita semua senantiasa dirahmati

2:00:41

dan diberkahi sang Ilahi. Allahumma

2:00:47

amin.

2:00:50

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:00:53

Berdasarkan Forum Indonesia Climate

2:00:56

Change atau ICCF pada tanggal 21 sampai

2:01:01

23 Oktober

2:01:04

2025.

2:01:06

Kondisi cuaca yang terjadi dalam setahun

2:01:10

terakhir menjadi bukti bahwa krisis

2:01:13

iklim bukan isu akademi semata,

2:01:17

melainkan kenyataan yang mempengaruhi

2:01:21

kehidupan masyarakat. secara nyata mulai

2:01:25

dari masalah sosial, kesehatan, maupun

2:01:29

ekonomi.

2:01:30

Menurut laporan Badan Nasional

2:01:33

Penanggulangan Bencana mencatat

2:01:35

sepanjang tahun 2025 sebanyak 2.590

2:01:42

kejadian bencana alam yang terjadi di

2:01:45

negeri ini.

2:01:47

Keadaan ini diperparah lagi dengan cuaca

2:01:50

ekstrem yang datang silih berganti.

2:01:53

Kebakaran hutan dan lahan terus terjadi.

2:01:57

Erupsi gunung berapi yang menyebabkan

2:02:00

polusi.

2:02:01

Bahkan hadirin, akhir-akhir ini banjir

2:02:06

dan tanah longsor meluluhlantakkan

2:02:10

Pulau Sumatera secara bertubi-tubi.

2:02:15

Betul hadirin.

2:02:19

Hadirin, kondisi inilah yang

2:02:21

mengakibatkan sejumlah warga harus

2:02:24

mengungsi. Ratusan pekerja dan pengusaha

2:02:28

merugi. Angka kemiskinan dan

2:02:31

keterbelakangan

2:02:32

semakin bertambah tinggi. Ternyata

2:02:37

lengkap sudah penderitaan bangsa kita,

2:02:40

bumi pertiwi.

2:02:43

Lalu bagaimanakah mengantisipasi hal

2:02:46

tersebut dengan sikap kita saat ini?

2:02:50

sebagai jawabannya

2:02:53

menjaga lingkungan hidup sebagai upaya

2:02:57

menghadapi krisis iklim dalam perspektif

2:03:02

Al-Qur'an

2:03:03

adalah sebuah syarahan yang akan kami

2:03:06

sampaikan dengan landasan awal Al-Qur'an

2:03:10

surah Ar-Rum ayat 41

2:03:14

sebagai berikut.

2:03:18

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

2:03:19

[bernyanyi]

2:03:36

Bismillahirrahmanirrahim.

2:03:51

[bernyanyi]

2:04:03

doharal

2:04:05

fasadu

2:04:07

fil barri wal bahri bimaa

2:04:14

kasab

2:04:17

[menangis]

2:04:37

liyziqahum

2:04:41

baadzi

2:04:47

Laallahum

2:04:50

yarjiun.

2:04:56

[bernyanyi]

2:04:59

Aku

2:05:01

berlindung

2:05:03

kepada Allah

2:05:08

dari godaan setan yang terkutuk.

2:05:15

Dengan menyebut nama

2:05:19

Allah

2:05:22

yang maha pengasih,

2:05:27

Maha Penyayang.

2:05:32

telah tampak kerusakan

2:05:35

di darat dan di laut

2:05:38

disebabkan karena perbuatan tangan

2:05:43

manusia.

2:05:46

Allah

2:05:47

menghendaki

2:05:50

agar mereka merasakan

2:05:53

sebagian

2:05:55

dari akibat perbuatan mereka.

2:06:00

agar mereka kembali ke jalan yang benar.

2:06:06

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:06:10

Menurut kajian ilmu balaghah, ayat

2:06:13

tersebut termasuk kalam khabari tentang

2:06:17

kerusakan bumi yang diisyaratkan dengan

2:06:21

kalimat zaharal fasad telah tampak

2:06:25

kerusakan.

2:06:26

Sedangkan yang dimaksud dengan alfasad

2:06:30

adalah keluarnya sesuatu baik sedikit

2:06:34

maupun banyak. Demikian yang diungkapkan

2:06:38

Imam Abu Alqasim Al-Husain bin Muhammad

2:06:42

bin al-Mufadol atau yang lebih dikenal

2:06:46

dengan Imam Arrhib Al-Asfahani

2:06:49

dalam kitab Al-Mufradat fi Gharibil

2:06:52

Quran jilid 1 juz 21

2:06:56

halaman 406.

2:06:59

Senada dengan hal tersebut, Imam Ass'di

2:07:03

at-Tamimi dalam kitab Taisirul Karimir

2:07:06

Rahman fi Tafsiril Kalamil Mannan juz 21

2:07:12

jilid 1 halaman 605.

2:07:16

Beliau mengungkapkan

2:07:19

fasadu fil baral bahr a innama bisabun

2:07:26

wal ma w yun

2:07:31

bala waq wa fahua jaza muajjaludu

2:07:42

kerusakan di darat dan di laut

2:07:45

terjadikan Karena dosa dan maksiat yang

2:07:47

dilakukan manusia. Segala perbuatan

2:07:51

kerusakan dan kemaksiatan adalah bentuk

2:07:55

ketaatan kepada Allah Subhanahu wa

2:07:58

taala.

2:07:59

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:08:03

Secara umum, berbagai upaya dan usaha

2:08:06

telah dilakukan pemerintah untuk menjaga

2:08:09

lingkungan dan mencegah terjadinya

2:08:12

bencana alam di negeri ini. Mulai dari

2:08:15

peningkatan adaptasi bagi masyarakat di

2:08:18

seluruh negeri,

2:08:20

pengelolaan dan bersinergi,

2:08:23

pengendalian pencemaran lembah dan

2:08:26

industri,

2:08:27

hingga program kampung iklim bagi

2:08:31

masyarakat di seluruh bumi pertiwi.

2:08:36

Namun sayang hadirin, kenyataan yang

2:08:39

terjadi tidak berjalan seimbang dengan

2:08:42

perbuatan setiap individu maupun

2:08:45

kelompok masyarakat di negeri ini. Mari

2:08:49

kita saksikan kembali penebangan hutan

2:08:52

liar terus terjadi. Pembuangan limbah

2:08:55

industri yang membuat sungai tercemari

2:08:58

tambang di keruk tanpa reklamasi hingga

2:09:02

pembangunan terlarang di seluruh penjuru

2:09:07

negeri.

2:09:08

Hadirin, kondisi inilah yang menghambat

2:09:11

terwujudnya sebuah visi Indonesia emas

2:09:14

lestari. Lantas bagaimanakah upaya dalam

2:09:18

menjaga lingkungan hidup guna mencegah

2:09:21

terjadinya bencana di negeri ini?

2:09:25

Sebagai jawabannya ada pada firman Allah

2:09:29

dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 56

2:09:35

sebagai berikut.

2:09:41

Wala tufsidu

2:09:45

fil ardhi ba'da islahiha

2:09:52

waduhu

2:09:54

khaufan

2:09:59

wa thama

2:10:09

inna

2:10:12

rahmatallahi

2:10:16

qoribum

2:10:19

minal

2:10:21

muhsin

2:10:35

inna [menangis]

2:10:37

rahmatallahi

2:10:41

qorbum

2:10:44

minal muhsin

2:10:52

[bernyanyi]

2:10:55

Sadaqallahuladzim.

2:10:58

[bernyanyi]

2:11:05

Dan

2:11:06

janganlah kamu berbuat kerusakan

2:11:10

di bumi

2:11:12

setelah diciptakan

2:11:15

dengan baik.

2:11:19

Berdoalah

2:11:21

kepadanya

2:11:23

dengan rasa takut dan penuh harap.

2:11:29

Sesungguhnya

2:11:32

rahmat Allah

2:11:34

sangat dekat

2:11:37

kepada orang yang berbuat kebaikan.

2:11:43

Maha benar Allah

2:11:48

yang maha

2:11:50

agung.

2:11:51

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:11:55

Imam alhafiz imaduddin

2:11:58

Abul Fida Ismail bin Umar bin Katsir

2:12:03

dalam Tafsirul Quranilzim

2:12:06

juz 8 jilid 2 halaman 134.

2:12:11

Beliau mengungkapkan

2:12:13

wsidu

2:12:16

bahallahu

2:12:21

fasadin ardi minulmi wal ma

2:12:28

wibun

2:12:30

balai

2:12:32

wa

2:12:34

kerusakan yang ada di muka bumi Allah

2:12:38

sangat melaknatnya nya hadirin wal

2:12:40

hadirat rahimakumullah.

2:12:43

Maka dari itu haram hukumnya bagi saya,

2:12:48

kamu, kita dan seluruh komponen bangsa

2:12:53

untuk berbuat dosa yang membuat Allah

2:12:58

murka. Nauzubillahi

2:13:02

minzalik.

2:13:04

Maka dari itu hadirin, kita patut

2:13:07

menjaga lingkungan.

2:13:08

Jangan buang sampah di selokan.

2:13:13

Mari kita lestarikan hutan.

2:13:15

Jangan tebang pohon serampangan.

2:13:18

Mari kita rawat bunga di taman.

2:13:21

Jangan memetiknya sembarangan. Biarkan.

2:13:26

Pepohonan hijau tumbuh tinggi.

2:13:29

Biarkan.

2:13:30

Buah manis enak dinikmati.

2:13:33

Biarkan semua berjalan sesuai sunah

2:13:37

Ilahi.

2:13:39

Allahumma

2:13:41

amin.

2:13:43

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:13:46

Untuk menumbuhkan kecintaan kita

2:13:49

terhadap tanah air, marilah kita hayati

2:13:52

bersama lagu Bumi Pertiwi karya Ismail

2:13:57

Marzuki sebagai berikut.

2:14:01

Kulihat

2:14:04

bumi pertiwi

2:14:07

menatap

2:14:09

sedang [bernyanyi]

2:14:11

ber

2:14:12

langitnya red tak [menangis] secerah

2:14:15

dahulu

2:14:19

hutan yang hijau

2:14:21

mulai menghilang

2:14:26

sungai mengeluh

2:14:28

dalam arus [menangis]

2:14:29

yang tenang

2:14:31

[bernyanyi]

2:14:32

Di mana hati nurani kita?

2:14:37

Laut dan gunung menjadi saksi nyata.

2:14:43

Manusia sering lupa dengan amanahnya.

2:14:47

[bernyanyi]

2:14:49

Alquran

2:14:51

menyuruh kita menjaga ciptaannya.

2:14:57

Dari kerusakan

2:15:00

bumi penuh cinta.

2:15:04

Kulihat [bernyanyi]

2:15:07

ibu pertiwi.

2:15:12

Kami [bernyanyi]

2:15:14

datang berbakti.

2:15:20

Lihatlah

2:15:23

putra-putrimu

2:15:25

[bernyanyi]

2:15:29

[bernyanyi]

2:15:30

menggembirakan

2:15:33

ibu

2:15:37

sebagaimana

2:15:39

sabda baginda Rasulullah sallallahu

2:15:42

alaihi wasallam an Abi Saidil Khudri

2:15:47

radhiallahu anhu.

2:15:51

washaalun.

2:16:02

Artinya dari Abu Said al-Khudri, Nabi

2:16:06

sallallahu alaihi wasallam bersabda,

2:16:10

"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau,

2:16:14

dan sesungguhnya

2:16:16

Allah menjadikan kalian sebagai khalifah

2:16:19

padanya, lalu mengawasi bagaimana kalian

2:16:24

berbuat." Hadis riwayat Muslim. Hadirin

2:16:28

wal hadirat rahimakumullah.

2:16:31

dari uraian di atas, maka syarahan ini

2:16:34

dapat kami tarik kesimpulannya.

2:16:37

Yang pertama, Al-Qur'an secara tegas

2:16:41

melarang kita untuk berbuat kerusakan di

2:16:44

alam semesta yang membuat Allah murka

2:16:48

sehingga mendatangkan bencana.

2:16:52

Yang kedua, sebagai menjaga lingkungan

2:16:55

hidup dibutuhkan kesadaran tinggi bagi

2:16:58

kita semua. serta peran pemerintah

2:17:01

sebagai pendukung dalam pengawasannya.

2:17:04

Sehingga terwujudnya alam yang subur,

2:17:07

bangsa yang makmur, dan negeri yang

2:17:11

baldatun thayibatun warabbun gfur.

2:17:16

Burung merpati terbang ke taman.

2:17:19

Hinggap sebentar di dahan cemara.

2:17:22

menjaga alam sebagian dari iman

2:17:26

agar kita selamat dan sentosa.

2:17:30

Terima kasih atas segala perhatian.

2:17:34

Mohon maaf atas segala kekurangan.

2:17:38

Sekian dari kami. Sampai jumpa lagi.

2:17:44

Horas. Wallahul muwafiq

2:17:47

aqwam thq.

2:17:50

Asalamualaikum

2:17:53

warahmatullahi

2:17:55

wabarakatuh.

2:17:57

Waalaikumsalam warahmatullah.

2:18:16

Hadirin yang berbahagia, dewan hakim

2:18:20

yang kami muliakan.

2:18:22

Selanjutnya marilah sama-sama kita

2:18:26

dengarkan

2:18:28

dan kita saksikan penampilan regu putra

2:18:33

dengan nomor urut tampil 6.

2:18:38

yang akan membawakan tema syarahan G

2:18:44

ketahanan Pangan dan Kedaulatan Agraria

2:18:48

menurut Al-Qur'an

2:18:51

dengan ayat syarahan Quran surah Yusuf

2:18:56

ayat 47

2:18:59

sampai dengan ayat 48

2:19:03

dan surah Al-A'raf ayat

2:19:06

58.

2:19:09

Peserta dengan nomor urut panggil 6 akan

2:19:14

membawakan tema syarahan G yang berjudul

2:19:19

Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Agraria

2:19:23

Menurut Al-Qur'an

2:19:25

dengan ayat syarahan Quran surah Yusuf

2:19:31

ayat 47

2:19:33

sampai dengan 48.

2:19:36

dan surah Al-A'raf ayat 58.

2:19:42

Kepada regu dengan nomor urut panggil 6

2:19:46

disilakan.

2:20:01

Asalamualaikum

2:20:05

warahmatullahi

2:20:07

wabarakatuh.

2:20:16

Alhamdulillahilladzi

2:20:19

ja'alal ard lil anami mihada

2:20:24

waambata fiha minalirati

2:20:27

rizq wa imdada

2:20:30

wasatu wassalamu ala sayyidil mustofa

2:20:36

waa alihi ahli sidqi wal wafa amma ba'

2:20:43

Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami

2:20:45

muliakan,

2:20:47

hadirin sekalian beserta teman-teman

2:20:50

yang kami banggakan.

2:20:53

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:20:57

Menteri Pertanian Indonesia, Bapak Andi

2:21:01

Amran Sulaiman pernah berkata,

2:21:04

"Ketahanan pangan bukan hanya sekedar

2:21:07

urusan ketersediaan gizi, melainkan

2:21:11

instrumen pertahanan negara dan hak

2:21:14

asasi rakyat Indonesia. Ungkapan ini,

2:21:18

hadirin, bukan hanya sekedar rangkaian

2:21:21

kata tanpa makna, melainkan suatu

2:21:25

peringatan keras bagi kita. Mengapa,

2:21:29

hadirin? Karena kemerdekaan sejati

2:21:33

mustahil terwujud jika perut rakyatnya

2:21:37

masih bergantung pada impor luar negeri

2:21:40

dan kedaulatan tanahnya masih tergadai

2:21:44

oleh beton-beton industri.

2:21:47

Di negeri yang menurut Kus Plus, salah

2:21:49

satu grup musisi legendaris Indonesia di

2:21:53

salah satu penggalan lirik lagunya

2:21:55

mengatakan

2:21:56

orang bilang tanah kita tanah surga,

2:22:01

tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman.

2:22:07

Nyatanya, hadirin, kita justru terjebak

2:22:11

dalam krisis ketahanan pangan. Ahli

2:22:13

fungsi lahan terjadi di mana-mana.

2:22:17

Bahkan petani yang katanya pahlawan

2:22:20

pangan justru menjadi kelompok yang

2:22:23

paling rentan terhadap kemiskinan.

2:22:25

Dahulu kita bangga dengan tanah yang

2:22:29

kaya. Hamparan sawah menghijau sejauh

2:22:32

mata memandang.

2:22:34

Namun kini hadirin, kedaulatan kita

2:22:38

seolah tak lagi bertahta saat perut

2:22:41

rakyat digantungkan dengan belas kasihan

2:22:44

mancanegara.

2:22:46

Berdasarkan Badan Pusat Statistik

2:22:49

2024,

2:22:51

impor beras kita menembus angka 4,52

2:22:55

juta ton. Sebuah luka bagi kedaulatan

2:22:59

kita yang kian merapuh nyata. Sementara

2:23:02

itu hadirin, betonisasi sawah kian

2:23:06

menggila setiap tahunnya 100.000 hektar

2:23:10

lahan produktif sirna berganti gedung

2:23:13

perkantoran dan karsa yang buta.

2:23:16

Petani kita kian terhimpit,

2:23:18

ekonomi rakyat semakin sulit.

2:23:20

Tanah air kita kian sesak kepentingan

2:23:23

elit. Bahkan kemiskinan rakyat kian

2:23:27

terus bangkit. Maka dari itu, hadirin,

2:23:31

untuk menjawab permasalahan tersebut

2:23:34

tertariklah hati kami untuk menyampaikan

2:23:37

syarahan yang berjudul Ketahanan Pangan

2:23:42

dan Kedaulatan Agraria menurut Al-Qur'an

2:23:46

dengan berlandaskan pada firman Allah

2:23:49

Quran surah Yusuf ayat 47 hingga 48.

2:23:57

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

2:24:14

Bismillahirrahmanirrahim.

2:24:41

Qala [bernyanyi] tazrauna

2:24:45

sabina

2:24:49

daaba

2:25:03

Fama hasattum

2:25:06

[bernyanyi] fadaruhu

2:25:08

fi sumbulihi

2:25:13

[menangis]

2:25:15

illa

2:25:16

qilam

2:25:39

tumma

2:25:42

ya't

2:25:45

ba'di dalalik

2:25:48

[bernyanyi]

2:25:56

ma qaddamtum

2:26:00

lahun

2:26:14

yaulna

2:26:17

qdamtum

2:26:20

lahunna

2:26:23

illa

2:26:24

qalilam

2:26:27

mimma

2:26:30

tuhsinun.

2:26:37

Aku berlindung kepada Allah.

2:26:46

dari godaan setan yang terkutuk.

2:26:55

Dengan menyebut nama Allah

2:27:02

yang maha pengasih

2:27:07

lagi maha penyayang.

2:27:13

Nabi Yusuf berkata,

2:27:16

"Bercocok tanamlah kamu

2:27:19

7 tahun berturut-turut.

2:27:24

Kemudian

2:27:25

apa yang kamu tuai biarkanlah

2:27:29

ditangkainya

2:27:32

kecuali sedikit untuk kamu makan."

2:27:37

Kemudian sesudah itu akan datang 7 tahun

2:27:41

yang sangat sulit yang menghabiskan apa

2:27:45

yang kamu simpan

2:27:49

untuk menghadapinya

2:27:53

kecuali

2:27:55

sedikit dari apa bibit gandum yang kamu

2:27:59

simpan.

2:27:59

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

2:28:04

Menurut Imam Alqurtubi di dalam kitabnya

2:28:07

Aljamiu Ahkamil Quran jilid 9 halaman

2:28:13

194 beliau menjelaskan

2:28:16

fi hadil ayah dalilunami

2:28:21

liwaqtil hajah. Ayat ini mengandung

2:28:25

dalil fundamental tentang kewajiban

2:28:28

suatu negara dalam mengelola cadangan

2:28:31

pangan sebelum masa krisis datang

2:28:34

menghadang. Kisah Nabi Yusuf bukan

2:28:37

sekedar kisah sejarah biasa, melainkan

2:28:41

suatu blueprint ketahanan pangan

2:28:43

nasional dengan potret manajemen paling

2:28:46

berlian sepanjang masa. Ketahanan pangan

2:28:50

tidak hanya lahir dari meja perundingan

2:28:52

semata, melainkan dari kemandirian

2:28:56

lumbung dan kedaulatan di atas tanah

2:28:59

kita sendiri. Syekh Wahba Azzuhaili juga

2:29:02

menjelaskan di dalam tafsir almunir

2:29:06

filqidah wasyariah wal manhaj jilid 12

2:29:10

halaman 278.

2:29:14

Nabi Yusuf Alaih Salam memberikan arahan

2:29:17

pada sarana ilmiah untuk menjaga hasil

2:29:21

panen yang baik adalah dengan tarqul

2:29:24

habbihiqlilatiwus.

2:29:32

Yakni membiarkan biji pada bulirnya guna

2:29:36

mengurangi kelembaban dan mencegah hama.

2:29:39

Hadirin, instruksi Nabi Yusuf untuk

2:29:42

membiarkan biji pada bulirnya merupakan

2:29:46

puncak teknologi pasca panen. Dr. Abdul

2:29:50

Majid Balabet, seorang peneliti dari

2:29:53

Universitas Bu Muhammad pertama di

2:29:55

Maroko membuktikan bahwa bulir merupakan

2:30:00

perisai alami yang menjaga kadar air dan

2:30:03

mematikan gerak hama. Tanpa adanya

2:30:06

bulir, gandum akan busuk dalam hitungan

2:30:10

bulan. Namun dengan adanya bulir, gandum

2:30:14

akan terjaga hingga belasan tahun

2:30:16

lamanya. Hadirin, inilah bukti bahwa

2:30:20

kebijakan ketahanan pangan sudah 14 abad

2:30:24

yang lalu di dalam Al-Qur'an dibangun di

2:30:27

atas fondasi ilmu pengetahuan. Bukan

2:30:30

sekedar intuisi belaka. Namun apa yang

2:30:33

terjadi di negeri kita? Kebijakan

2:30:37

ketahanan pangan seringki terasa buram.

2:30:40

Arah kompas kedaulatan seolah hilang

2:30:43

ditelan pekatnya malam yang suram.

2:30:46

Lihatlah proyek strategis lumbung pangan

2:30:49

food estate dibangun dengan rencana

2:30:52

diam-diam tanpa kajian mendalam

2:30:55

mengabaikan jadi petani yang kian

2:30:57

terbungkam.

2:30:59

Namun apa yang kita saksikan?

2:31:02

Apa hasil dari ambisi yang ditanam?

2:31:05

Hutan menjadi gundul, tanah mengering

2:31:08

gersang.

2:31:08

Terganggunya siklus air dan harapan

2:31:11

rakyat pun ikut tenggelam. Namun

2:31:15

hadirin, kita harus tetap optimis karena

2:31:19

sejatinya Kementerian Pertanian

2:31:22

Indonesia sudah melakukan banyak sekali

2:31:24

cara untuk menguatkan ketahanan pangan

2:31:28

di negeri kita. Melalui apa, hadirin?

2:31:32

Salah satunya adalah melalui strategi

2:31:35

mitigasi elnino dan peningkatan

2:31:38

produksi. Hadirin, meskipun begitu kita

2:31:42

harus tetap belajar dari negara lain.

2:31:45

Lihatlah Tiongkok sang pemilik lumbung

2:31:47

terbesar di dunia. Mereka menyimpan

2:31:51

separuh gandum dunia demi menjaga perut

2:31:53

rakyatnya agar tidak kelaparan. Lihatlah

2:31:56

Vietnam.

2:31:58

Mereka memagari sawahnya agar tidak

2:32:01

berubah menjadi hutan beton yang

2:32:03

menyesakkan dada. Mereka tidak hanya

2:32:06

membaca kisah Nabi Yusuf sebagai dongeng

2:32:09

pengantar tidur, melainkan juga

2:32:12

menjadikannya sebagai landasan kebijakan

2:32:15

bernegara. Namun hadirin, apalah gunanya

2:32:20

manajemen strategi yang kita susun

2:32:22

dengan rapi jika lahan tempat menanamnya

2:32:26

telah dirampas dan mati?

2:32:29

Karena ketahanan pangan hanyalah

2:32:31

buahnya. Sedangkan kedaulatan agraria

2:32:34

adalah akarnya.

2:32:35

Ketahanan pangan adalah soal makanannya.

2:32:38

Namun kedaulatan agraria adalah soal

2:32:41

kepemilikan lahannya.

2:32:43

Tanpa tanah yang berdaulat,

2:32:45

mustahil tumbuh tanaman yang membawa

2:32:48

berkah.

2:32:49

Hal ini sebagaimana yang telah Allah

2:32:52

tegaskan di dalam Al-Qur'an surah

2:32:55

Al-A'raf ayat 58.

2:33:00

Wal baladut [bernyanyi]

2:33:03

thayibu

2:33:05

yakhruju nabatuhu

2:33:09

biidnibbih.

2:33:20

Walladzi

2:33:22

khobala [bernyanyi]

2:33:25

yakhruju

2:33:26

illa

2:33:28

nakida.

2:33:40

Kadzalika

2:33:42

[bernyanyi]

2:33:43

nusorriful

2:33:46

ayati

2:33:48

liqaumi

2:33:50

yaskurun.

2:33:53

[bernyanyi]

2:34:06

Kadzalika

2:34:08

nusarriful

2:34:11

ayati

2:34:13

liqaumi

2:34:17

yaskurun.

2:34:24

Sadaqallahuladzim.

2:34:31

Dan tanah yang baik,

2:34:35

tanaman-tanamannya

2:34:37

tumbuh subur seizin Tuhannya.

2:34:44

Adapun tanah yang tidak subur,

2:34:47

tanaman-tanamannya

2:34:49

hanya tumbuh merana.

2:34:54

Demikianlah

2:34:56

kami jelaskan berulang kali

2:35:00

tanda-tanda

2:35:02

kebesaran kami bagi orang-orang yang

2:35:07

bersyukur.

2:35:11

Maha benar Allah

2:35:16

yang maha agung dengan segala

2:35:20

firman-Nya. Hadirin wal hadirat

2:35:23

rahimakumullah.

2:35:25

Imam Ibnu Katsir di dalam Tafsir

2:35:28

Al-Qur'anil Azim jilid 3 halaman 429

2:35:34

beliau menjelaskan

2:35:36

wal baladut thibu a walard thibatu

2:35:41

yakuju naan.

2:35:45

Negeri yang baik adalah negeri yang

2:35:48

memiliki tanah yang baik. sehingga

2:35:51

tumbuh-tumbuhannya

2:35:53

akan tumbuh dengan cepat lagi

2:35:55

berkualitas. Sehingga jelas hadirin

2:35:59

bahwa kebijakan kedaulatan agraria bukan

2:36:02

hanya sekedar urusan sertifikat tanah,

2:36:06

melainkan urusan nyawa dan martabat

2:36:09

bangsa. Jika tanah kita rusak oleh

2:36:11

keserakahan,

2:36:13

maka jangan harap pangan kita akan

2:36:16

membawa keberkahan. Padahal hadirin,

2:36:20

Rasulullah telah mewanti-wanti kita

2:36:22

tentang apa itu keserakahan. Di dalam

2:36:25

hadis riwayat Alhakim dan Albaihaqi,

2:36:28

Rasulullah bersabda, "Iyaka watah fnahu

2:36:33

faqarun hadirun."

2:36:36

Waspadalah terhadap keserakahan

2:36:39

karena ia adalah kemiskinan yang telah

2:36:42

terjadi. Hadirin, semenjak kecil kita

2:36:46

sudah diperkenalkan, kita sudah

2:36:48

diajarkan

2:36:50

bahwa Indonesia adalah negara yang kaya

2:36:54

raya. Sumber daya alamnya melimpah ruah

2:36:58

sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah

2:37:01

lagu.

2:37:02

Siapa bilang Bapak dari Blitar?

2:37:06

Bapak kita dari Prambanan.

2:37:10

Siapa bilang rakyat kita lapar?

2:37:14

Indonesia banyak makanan.

2:37:17

Betul hadirin.

2:37:19

Tapi kenyataannya hadirin, masih banyak

2:37:22

rakyat kita yang menderita dan

2:37:24

kelaparan. Bahkan ada juga lagu yang

2:37:28

menyebutkan bahwa bukan lautan hanya

2:37:31

kolam susu katanya.

2:37:33

Tapi kata nenekku hanya orang-orang kaya

2:37:36

yang minum susu.

2:37:37

Kail dan jalah cukup menghidupimu,

2:37:39

katanya.

2:37:40

Tapi kata ayahku, masih banyak rakyat

2:37:43

kita yang menderita dan kelaparan.

2:37:45

Tiada badai, tiada topan kau temui,

2:37:48

katanya.

2:37:49

Tapi kenapa banyak orang yang tertiup

2:37:51

badai ke Malaysia, Jepang hingga

2:37:53

Kamboja? Ikan dan udang menghampiri

2:37:55

dirimu," katanya.

2:37:57

Tapi kata kakekku, awas ada udang di

2:38:00

balik batu.

2:38:01

Orang bilang tanah kita tanah surga.

2:38:04

Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman

2:38:06

katanya. Tapi kata guruku, belum semua

2:38:10

rakyatnya sejahtera. Banyak pejabat yang

2:38:13

menjual kayu dan batu

2:38:15

untuk membangun surganya sendiri.

2:38:19

Hadirin, apabila kebijakan agraria

2:38:23

justru merusak ekosistem dan

2:38:26

meminggirkan petani, maka hukum Islam

2:38:29

secara tegas memerintahkan

2:38:36

naras

2:38:40

segala kemudorotan harus dihilangkan.

2:38:43

Segala bentuk penjajahan harus

2:38:45

dihentikan.

2:38:46

Segala ketimpangan harus diratakan.

2:38:49

Allahu Akbar.

2:38:51

Sebagai kesimpulan hadirin, kebijakan

2:38:54

kedaulatan agraria adalah urusan nurani.

2:38:58

Bukan sekedar urusan perut yang harus

2:39:01

diisi. Marilah kita muliakan petani

2:39:05

karena mereka adalah pahlawan yang

2:39:07

tangannya berlumpur namun hatinya suci.

2:39:10

Demikianlah yang dapat kami sampaikan

2:39:13

hadirin. Menggiling lada di atas papan.

2:39:17

Lada tak sama dengan kemiri. Kami para

2:39:20

pemuda tampan mohon pamit undur diri.

2:39:24

Wabillahi taufik wal hidayah warid wal

2:39:27

inayah. Asalamualaikum

2:39:31

warahmatullahi

2:39:32

wabarakatuh.

2:39:35

Waalaikumsalam warahmatullahi

2:39:37

wabarakatuh.

2:39:56

Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia,

2:39:58

serta dewan hakim yang kami muliakan.

2:40:02

Alhamdulillah telah kis telah sama kita

2:40:05

menyaksikan penampilan yang luar biasa

2:40:08

dari para pengemban dakwah muda kita di

2:40:11

cabang Musabaqah Syarhil Quran pada sesi

2:40:14

kali ini. Sungguh semangat dan kecintaan

2:40:18

mereka terhadap Al-Qur'an memberikan

2:40:20

harapan besar bagi masa depan dakwah

2:40:24

Islam.

2:40:25

Dengan berakhirnya penampilan nomor ur 6

2:40:28

tadi, maka berakhir pula rangkaian

2:40:31

perlombaan Syarhil Quran pada sesi pagi

2:40:36

hari ini. Dan nantinya akan kita

2:40:39

lanjutkan kembali pada babak penyisihan

2:40:42

sesi siang pada pukul 13. Waktu

2:40:46

Indonesia Barat. Untuk itu kami ucapkan

2:40:49

terima kasih dan kami akhiri dengan

2:40:53

billahi taufik wal hidayah warid wal

2:40:56

inayah. Wasalamualaikum

2:40:59

warahmatullahi

2:41:00

wabarakatuh.

5:00:54

Selawat dan salam tak lupa pula kita

5:00:56

hadiahkan keharibaan baginda Rasulullah

5:00:59

sallallahu alaihi wasallam.

5:01:03

Kembali kami ucapkan selamat bergabung

5:01:05

dan selamat datang kepada yang terhormat

5:01:08

dewan pengawas dan tentunya yang kami

5:01:11

muliakan seluruh para dewan hakim yang

5:01:15

bertugas pada majelis cabang musabaqah

5:01:17

syarhil Quran, para offisial kafilah dan

5:01:22

yang teristimewa para peserta cabang

5:01:24

musabaqah Syarihil Quran serta seluruh

5:01:28

hadirin yang menyaksikan.

5:01:31

Hadirin yang dirahmati Allah, marilah

5:01:34

kita mulai kegiatan cabang musabaqah

5:01:36

Syarhil Quran pada sesi kedua pada hari

5:01:39

ini dengan senantiasa berserah diri

5:01:43

kepada Allah Subhanahu wa taala dan

5:01:45

mengawalinya dengan mengucapkan lafaz

5:01:49

basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.

5:01:54

Bapak, Ibu dewan hakim yang kami

5:01:56

muliakan serta hadirin yang kami

5:01:58

banggakan. Pada babak penyisihan di sesi

5:02:01

kedua ini akan tampil empat regu peserta

5:02:06

yang terdiri dari dua regu peserta putra

5:02:11

dan dua regu peserta putri.

5:02:17

Baiklah, Bapak Ibu dewan hakim yang kami

5:02:20

muliakan. Berikut akan kami panggilkan

5:02:25

penampilan

5:02:27

dengan nomor urut panggil 7

5:02:33

regu putri dengan nomor urut panggil 7uh

5:02:39

akan membawakan tema syarahan E yang

5:02:44

berjudul Ketahanan Keluarga di Tengah

5:02:47

disrupsi Digital dengan ayat Syarahan

5:02:52

Quran surah Arrum ayat 21

5:02:57

dan surah At-Tahrim ayat 6.

5:03:02

Regu dengan nomor urut panggil 7 akan

5:03:06

membawakan tema syarahan E dengan judul

5:03:10

Ketahanan Keluarga di tengah disrupsi

5:03:14

Digital dengan ayat syarahan Quran surah

5:03:20

Ar-Rum ayat 21

5:03:23

dan surah at-Tahrim ayat 6 kepada nomor

5:03:30

urut panggil

5:03:31

Tu kami silakan.

5:03:33

Cek cek cek sodo. Cek

5:03:35

cek cek

5:03:38

cek s cek cek

5:03:40

cek cek

5:03:41

cek.

5:03:53

Asalamualaikum

5:03:56

warahmatullahi

5:03:58

wabarakatuh.

5:04:06

Alhamdulillahilladzi

5:04:09

anzalas sakinata fi qulubil mukminin

5:04:15

wasatu wasalamu ala sayyidil mursalin

5:04:21

waa alihi waman tabiahu biihsanin ila

5:04:27

yaumilqiamah.

5:04:29

Amma ba'ad. Dewan hakim yang kami

5:04:35

muliakan.

5:04:37

Hadirin sekalian beserta teman-teman

5:04:40

seperjuangan,

5:04:42

calon-calon pemimpin masa depan yang

5:04:45

kami banggakan.

5:04:52

Kolaborasi sumut berkah kita tebar demi

5:04:56

kemajuan provinsi tercinta. Hadirin hari

5:05:00

ini apa kabar? Apakah sehat semuanya?

5:05:06

Alhamdulillah.

5:05:08

Mantul. Mantap betul.

5:05:11

Hadirin dan dewan hakim yang kami

5:05:14

muliakan,

5:05:16

Prof. Dr. Muhammad Qurais Syihab dalam

5:05:20

sebuah karyanya yang berjudul membumikan

5:05:24

Al-Qur'an. Beliau menjelaskan, "Keluarga

5:05:29

merupakan jiwa dan tulang punggung bagi

5:05:32

suatu negara. Kesejahteraan lahir dan

5:05:35

batin yang dialaminya

5:05:38

merupakan cerminan dari kesejahteraan

5:05:41

lahir dan batin yang dialami oleh bangsa

5:05:45

tersebut. Dengan demikian hadirin, jika

5:05:49

kita menginginkan terciptanya bangsa

5:05:52

yang baldatun

5:05:54

thayibatun

5:05:56

gfur, maka landasan utama yang harus

5:05:59

dijunjung dan dibangun ialah keluarga

5:06:03

yang sakinah dengan menerapkan profil

5:06:07

seorang ayah yang bijaksana dan

5:06:11

berwibawa. dengan profil seorang ibu

5:06:15

yang lemah lembut, tutur katanya,

5:06:18

"Dan seorang kakak yang menyayangi

5:06:23

adik-adiknya."

5:06:24

Inilah yang dinamakan Albaitul

5:06:27

Madrasatul ula.

5:06:29

Keluarga adalah sekolah yang paling

5:06:34

utama dan pertama.

5:06:38

Namun di samping itu hadirin, tidak

5:06:41

jarang kita temukan keluarga harmoni

5:06:45

berubah menjadi keluarga disharmoni.

5:06:49

Konsekuensinya,

5:06:50

tidak sedikit orang yang kehilangan

5:06:53

pikiran yang logis

5:06:54

di depan berwajah

5:06:57

manis,

5:06:57

namun hatinya dipenuhi hasrat iblis.

5:07:01

Sehingga tidak ragu untuk berbuat

5:07:04

bengis, hatinya tertawa. Namun matanya

5:07:08

menangis sungguh miris

5:07:12

dari segi keyakinan.

5:07:14

Apakah keluarga hanya tempat

5:07:17

persinggahan

5:07:19

atau keluarga hanya sebatas pernikahan?

5:07:24

Pertanyaan tersebut menjadi penting

5:07:27

direnungkan karena jika setiap individu

5:07:30

memiliki keyakinan

5:07:33

bahwa keluarga hanya tempat

5:07:37

persinggahan.

5:07:38

Ia akan dianggap berkomitmen

5:07:41

samar-samar.

5:07:43

Akan tetapi hadirin, jika setiap

5:07:47

individu memiliki kesimpulan

5:07:50

bahwa keluarga hanya sebatas pernikahan,

5:07:56

akan dianggap berkomitmen

5:07:59

sangar.

5:08:00

Lantas hadirin, bagaimanakah solusi atas

5:08:04

permasalahan tersebut?

5:08:07

Sebagai jawabannya, izinkanlah kami

5:08:11

untuk menyampaikan sebuah syarah

5:08:13

Al-Qur'an dengan judul Ketahanan

5:08:18

Keluarga di tengah disrupsi digital.

5:08:24

Sebagai landasan awal, mari sama-sama

5:08:27

kita dengarkan firman Allah dalam

5:08:31

Al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 21.

5:08:36

berikut ini.

5:08:38

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

5:08:57

Bismillahirrahmanirrahim.

5:09:04

[bernyanyi]

5:09:28

wamin ayatihi

5:09:40

min anfusikum

5:09:45

azwaja

5:10:07

azwaj

5:10:10

litaskunu

5:10:15

ilai

5:10:20

akum

5:10:22

mawad

5:10:25

warahmah

5:10:41

inna

5:10:43

fi dzalika

5:10:47

laatil [berteriak]

5:10:51

liquumi

5:10:55

yatafakkarun.

5:10:57

[berteriak]

5:11:03

Aku

5:11:05

berlindung

5:11:07

kepada Allah

5:11:13

dari godaan

5:11:16

setan yang terkutuk.

5:11:23

Dengan menyebut nama Allah

5:11:30

yang maha

5:11:33

pengasih

5:11:35

lagi maha

5:11:37

penyayang.

5:11:40

Dan di antara tanda-tanda

5:11:44

kebesarannya

5:11:47

itu

5:11:48

ialah dia menciptakan

5:11:52

pasangan-pasangan

5:11:55

untukmu

5:11:57

dari jenismu

5:12:00

sendiri

5:12:02

agar kamu cenderung dan merasa tentram

5:12:08

kepadanya.

5:12:10

Dan dia menjadikan

5:12:13

di antara

5:12:16

rasa kasih dan sayang.

5:12:22

Sungguh

5:12:24

pada yang demikian itu benar-benar

5:12:29

terdapat tanda-tanda

5:12:32

kebesaran Allah.

5:12:37

Bagi kaum yang berpikir,

5:12:41

Dewan Hakim yang mulia, Masyarakat

5:12:45

Provinsi Sumatera Utara yang berbahagia.

5:12:50

Semoga dengan kolaborasi Provinsi

5:12:52

Sumatera Utara mendapatkan berkah. Amin.

5:12:56

Amin. Allahuma

5:12:58

amin.

5:13:00

dalam kajian ilmu balagah. Menurut

5:13:04

penafsiran Khalid Abdurrahman Alaki

5:13:07

dalam kitabnya Safwatul Bayan Lianil

5:13:11

Quran halaman 406

5:13:15

menjelaskan

5:13:16

ayat tersebut merupakan bentuk kalam

5:13:20

khabari yakni mengandung informasi ilahi

5:13:24

kepada seluruh umat manusia sebagaimana

5:13:27

terangkai indah dalam kalimat litaskunu

5:13:31

ilaiha

5:13:37

untuk memberikan rasa saling peduli dan

5:13:40

saling mencintai dengan penuh rasa

5:13:43

kasih. Lalu timbul pertanyaan di benak

5:13:47

kita hadirin. Apakah definisi dari kata

5:13:50

mawaddah dan warahmah dalam konteks ayat

5:13:54

tersebut?

5:13:56

Prof. Dr. Muhammad Quraisyi menyitir

5:14:00

dari pendapat Ibrahim Albiq

5:14:03

dalam sebuah karyanya yang berjudul

5:14:06

Wawasan Al-Qur'an.

5:14:09

Mereka menjelaskan

5:14:11

yang dimaksud dengan kata mawaddah ialah

5:14:15

hubbu zauji lizaujatihi

5:14:18

atau rasa cinta yang diberikan oleh

5:14:21

seorang suami terhadap istrinya sendiri.

5:14:26

Kemudian yang dimaksud dengan kata

5:14:28

rahmah ialah rasa aman, rasa kasih

5:14:32

sayang, dan rasa ketenangan yang

5:14:36

diberikan oleh seorang suami terhadap

5:14:40

istrinya sendiri. Untuk itu hadirin,

5:14:44

mari sama-sama kita dengarkan senandung

5:14:47

syair harta paling berharga yang

5:14:50

dipopulerkan oleh Bunga Citra Lestari

5:14:53

berikut ini.

5:14:55

Harta yang paling berharga

5:14:59

adalah keluarga.

5:15:04

Istana yang paling indah

5:15:08

adalah [bernyanyi]

5:15:11

keluarga.

5:15:17

Puisi yang paling bermakna

5:15:22

adalah keluarga. [bernyanyi]

5:15:27

Mutiara tiada [bernyanyi] tarah

5:15:32

adalah

5:15:33

adalah

5:15:38

keluarga. [bernyanyi]

5:15:47

Namun di samping itu hadirin, tidak

5:15:51

jarang kita temukan keluarga harmoni

5:15:54

berubah menjadi keluarga disharmoni.

5:15:58

Keluarga romantis berubah menjadi

5:16:00

keluarga sadis. Berdasarkan data dari

5:16:05

Badan Pusat Statistik Nasional per 9

5:16:08

Februari

5:16:10

2026,

5:16:12

angka perceraian menembus 438.168

5:16:19

kasus yang terjadi di Indonesia

5:16:22

tercinta.

5:16:24

Padahal Rasulullah sallallahu alaihi

5:16:26

wasallam telah menjelaskanallahq

5:16:34

perbuatan halal yang paling dibenci oleh

5:16:37

Allah ialah perceraian. Hadis riwayat

5:16:41

Abu Daud nomor 1862.

5:16:46

Kita tidak mungkin menutup mata dengan

5:16:49

apa yang terjadi di sekitar kita. Mulai

5:16:53

dari anak yang membunuh kedua orang

5:16:55

tuanya secara kaji.

5:16:57

Ada ayah yang memperkosa anak kandungnya

5:17:01

sendiri.

5:17:02

Dan ibu kandung yang tega menjual

5:17:06

putrinya ke Mucikari.

5:17:08

Bahkan banyak suami yang melakukan

5:17:13

kekerasan

5:17:15

terhadap istri. Mari sama-sama kita jaga

5:17:19

dan kita bina keluarga kita untuk

5:17:22

menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah,

5:17:26

dan warahmah.

5:17:28

Untuk itu, mari sama-sama kita dengarkan

5:17:31

kembali firman Allah dalam Al-Qur'an

5:17:36

surah at-Tahrim ayat 6 berikut ini. Ya

5:17:44

ayyuhalladzina

5:17:46

[bernyanyi]

5:17:48

amanu

5:17:51

ku

5:17:53

anfusakum [menangis]

5:17:57

wa ahlikum

5:18:00

naro

5:18:01

[bernyanyi]

5:18:15

Qu

5:18:19

anfusakum

5:18:23

wa ahlikum

5:18:33

[berteriak]

5:18:34

hijarah

5:18:52

wautna

5:18:59

[berteriak]

5:19:07

giladun

5:19:09

syad

5:19:24

ghiladun

5:19:27

syidun

5:19:29

la yunallaha

5:19:35

maa

5:19:38

amarahum

5:19:52

Sadaqallahuladzim.

5:19:59

Wahai orang-orang

5:20:02

yang beriman,

5:20:06

peliharalah dirimu

5:20:09

dan keluargamu

5:20:11

dari api neraka

5:20:15

yang bahan bakarnya

5:20:18

adalah manusia

5:20:21

dan batu.

5:20:24

penjaganya malaikat-malaikat

5:20:27

yang kasar dan keras

5:20:32

yang tidak durhaka

5:20:35

kepada Allah

5:20:40

terhadap apa yang dia perintahkan

5:20:45

kepada mereka

5:20:48

dan selalu mengerjakan

5:20:52

apa yang diperintahkan.

5:20:57

Maha benar Allah

5:21:03

yang maha

5:21:05

agung dengan segala firman-Nya.

5:21:09

Dewan hakim yang mulia, Masyarakat

5:21:13

Provinsi Sumatera Utara yang berbahagia.

5:21:17

Pada pangkal ayat tersebut jika kita

5:21:21

kaji dari segi ilmu balagah lafazum

5:21:27

waikum

5:21:29

merupakan bentuk fi'il amr yang maknanya

5:21:32

mengandung perintah. Kaidah ushul fikih

5:21:36

menjelaskan dalam kitab Mabadi Awaliah

5:21:40

karangan Al Ustaz Abdul Hamid Hakim

5:21:44

halaman 17-an pertama dari atas

5:21:47

menjelaskan

5:21:49

al aslu fil amri lil wujub pada dasarnya

5:21:53

suatu perintah menunjukkan kewajiban.

5:21:56

Imam Ibnu Katsir Addimaski dalam

5:22:00

Tafsirul Quranil Azim jilid 4 halaman

5:22:05

1917

5:22:07

menjelaskanuruhumillahumullahuatillah.

5:22:15

Peliharalah dirimu dan keluargamu untuk

5:22:19

selalu taat kepada Allah. Dan laranglah

5:22:23

semua orang yang berada di bawah

5:22:25

tanggung jawabmu untuk tidak melakukan

5:22:28

kemaksiatan kepada Allah. Rasulullah

5:22:32

sallallahu alaihi wasallam bersabdari

5:22:36

aakuminabahum.

5:22:40

Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarkan

5:22:44

mereka tata krama. Hadis riwayat Ibnu

5:22:48

Majah. Sebagai kesimpulan dari syarahan

5:22:51

kami, hadirin, pertama, mari kita

5:22:55

membangun keluarga dengan memberikan

5:22:57

rasa saling peduli dan saling mencintai

5:23:01

dengan penuh rasa kasih. Kedua, menjaga

5:23:05

diri dan keluarga dari api neraka serta

5:23:09

selalu taat kepada Allah. Marilah

5:23:13

senantiasa kita saling mengayomi,

5:23:16

saling memberikan motivasi

5:23:18

dan tidak saling menyakiti

5:23:21

sehingga terbentuklah keluarga

5:23:24

mawaddah

5:23:26

dan warahmah. Amin. Amin ya rabbal

5:23:32

alamin. [berteriak]

5:23:34

Maasalamah.

5:23:36

Wasalamualaikum

5:23:39

warahmatullahi

5:23:41

wabarakatuh.

5:24:09

Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami

5:24:12

muliakan, hadirin yang kami banggakan.

5:24:16

Selanjutnya marilah sama-sama kita

5:24:19

saksikan

5:24:20

penampilan peserta regu putra dengan

5:24:25

nomor urut tampil 8.

5:24:31

Peserta dengan nomor urut tampil 8 akan

5:24:35

membawakan paket judul syarahan tema H

5:24:41

persatuan dan Kerukunan Umat Beragama.

5:24:46

dengan judul Merawat Kerukunan Umat

5:24:49

Beragama dalam Bingkai Kebinekaan

5:24:54

dengan ayat syarahan

5:24:57

Quran surah Al-Hujurat

5:25:00

ayat 13 dan surah Ali Imran ayat 103.

5:25:08

Peserta dengan nomor urut tampil 8 akan

5:25:13

membawakan paket judul dengan tema H

5:25:17

Persatuan dan Kerukunan Umat Beragama

5:25:21

dengan judul Merawat Kerukunan Umat

5:25:24

Beragama dalam Bingkai Kebinekaan.

5:25:29

Ayat syarahan Quran surah Al-Hujurat

5:25:34

ayat 13 dan surah Ali Imran ayat 103.

5:25:41

Kepada regu dengan nomor urut tampil 8

5:25:46

disilakan.

5:25:51

Bismillahibahul

5:25:53

imtihan.

5:25:55

[berdehem]

5:26:09

Asalamualaikum

5:26:14

warahmatullah

5:26:16

[berteriak]

5:26:18

wabarakatuh.

5:26:25

Alhamdulillahilladzi

5:26:30

amarana bil jamaah

5:26:35

whanait

5:26:37

tafarruqi wal hasobiyah

5:26:42

wasalatu wassalam

5:26:47

ala man arsalahullah

5:26:50

Allah

5:26:53

basiron

5:26:55

wazir

5:26:57

amma ba.

5:27:00

Dewan hakim yang arif dan bijaksana,

5:27:05

hadirin sebangsa dan setanah air yang

5:27:09

kami banggakan.

5:27:14

Elisabeth Pisadi, seorang mantan

5:27:17

jurnalis asal Amerika Serikat menulis

5:27:21

dalam bukunya. Beliau menyatakan

5:27:25

Indonesia adalah sebuah negara yang

5:27:28

hampir sangat tidak mungkin berkembang.

5:27:32

Hal ini merupakan ungkapan keraguannya.

5:27:36

Sebab Indonesia hadir dengan 16.771

5:27:41

71

5:27:43

pulau dihuni 360

5:27:47

etis dengan 719

5:27:50

bahasa serta enam agama yang diakui di

5:27:55

Indonesia

5:27:57

yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen

5:28:00

Protestan, Hindu Buddha dan Konghju.

5:28:05

Hal inilah yang menjadikan bangsa

5:28:09

Indonesia unik dan menarik di mata

5:28:13

dunia.

5:28:16

Namun kita tak dapat menutup mata. Sebab

5:28:20

keberagaman ini jika tidak kita jaga dan

5:28:24

kita kelola bisa menjadi sumber potensi

5:28:27

konflik. Baik konflik antara suku, etis,

5:28:32

bahkan agama. yang pada gilirannya akan

5:28:37

meruntuhkan

5:28:38

falsafat negara.

5:28:41

Bahkan hadirin bisa menjadi target dan

5:28:44

sasaran oleh pihak-pihak yang tidak

5:28:47

menginginkan Indonesia menjadi negara

5:28:50

yang kuat, hebat, dan bermartabat.

5:28:55

Tentu sangat berbahaya bagi tegaknya

5:28:58

pilar persatuan dan kesatuan serta

5:29:01

kerukunan umat beragama.

5:29:05

Kita umat Islam Indonesia sebagai

5:29:08

penduduk mayoritas di negeri ini harus

5:29:11

mengerti dan memahami konsep keberagaman

5:29:14

agar kita bisa menjadi garda terdepan

5:29:17

sehingga kita bisa menjadikan

5:29:19

keberagaman sebagai pemersatu bangsa.

5:29:24

Sebagaimana semboyan kita, bindeka

5:29:27

tunggal ika berbeda-beda

5:29:31

tapi tetap satu jua.

5:29:36

Timbul pertanyaan, hadirin,

5:29:39

bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi

5:29:43

kehidupan yang penuh dengan keberagaman

5:29:46

ini? sebagai jawabannya merawat

5:29:50

kerukunan umat beragama dalam bingkai

5:29:54

kebinekaan

5:29:56

adalah judul syarahan syarhil Qur'an

5:30:00

yang akan kami sampaikan

5:30:03

dengan landasan firman Allah

5:30:07

dalam Al-Qur'an

5:30:10

surah Al-Hujurat

5:30:13

ayat 13.

5:30:15

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

5:30:34

Bismillahirrahmanirrahim.

5:31:01

Ya

5:31:04

ayyuhannasu

5:31:09

inna

5:31:11

khalaqna

5:31:17

akar [bernyanyi]

5:31:20

wa

5:31:34

inna

5:31:37

khalaqnakum

5:31:50

Um suuba

5:32:03

wa'alnakum

5:32:07

syu'uban

5:32:29

inna

5:32:31

akramakumallahiq

5:32:49

Innallaha

5:32:54

alimun

5:32:56

khabir.

5:32:59

[bernyanyi]

5:33:02

Aku berlindung

5:33:05

kepada Allah.

5:33:10

dari godaan

5:33:12

setan

5:33:14

yang terkutuk

5:33:19

dengan menyebut nama Allah

5:33:26

yang maha

5:33:28

pengasih

5:33:31

lagi maha

5:33:33

penyayang.

5:33:38

Wahai manusia,

5:33:42

sungguh

5:33:45

kami telah menciptakan

5:33:47

kamu

5:33:49

dari seorang laki-laki

5:33:52

dan seorang perempuan

5:33:58

dan menjadikan kamu

5:34:01

berbangsa-bangsa

5:34:05

dan bersuku-suku

5:34:07

agar kamu saling mengenal.

5:34:13

Sesungguhnya

5:34:16

yang paling mulia di antara kamu di sisi

5:34:21

Allah

5:34:23

adalah orang yang paling bertakwa.

5:34:28

Sesungguhnya

5:34:30

Allah

5:34:32

maha mengetahui

5:34:35

lagi maha

5:34:37

teliti. Hadirin rahimakumullah.

5:34:42

Dalam perspektif ilmu balagah, ayat ini

5:34:45

menggunakan gaya bahasa kalam khabar

5:34:49

yang artinya mengandung misi informasi

5:34:52

ilahi. Dengan artian bahwa manusia

5:34:55

diciptakan dengan beraneka ragam.

5:34:59

Meskipun demikian, semuanya memiliki

5:35:01

harkat, martabat, dan derajat yang sama

5:35:05

di hadapan Allah Subhanahu wa taala.

5:35:09

Kalau kita kaji lebih dalam asbabul

5:35:12

nuzul ayat ini dari Abu Bakar'in Abi

5:35:15

Hindin bahwa Rasulullah sallallahu

5:35:18

alaihi wasallam menginginkan Abi Hindin

5:35:21

untuk menikah dengan seorang wanita dari

5:35:24

kalangan Bani Baitah. Namun Badi Baitah

5:35:28

dengan sadis berkata kepada Rasul, "Ya

5:35:32

Rasulullah,

5:35:34

apakah pantas kami menikahkan

5:35:36

putri-putri kami dengan budak-budak

5:35:39

kami?"

5:35:41

Rasul belum sempat menjawab saat itu

5:35:44

malaikat Jibril datang menyampaikan

5:35:47

wahyu berupa Al-Qur'an

5:35:49

surah Al-Hujurat ayat 13. Yang mana pada

5:35:55

ayat tersebut terdapat kalimat litaarofu

5:36:00

a liinakumut

5:36:02

taaruf wat taalub. agar kamu saling

5:36:06

kenal mengenal terjalim komunikasi yang

5:36:09

armadi serta menyamakan rasa sayang yang

5:36:14

tiada pandang sayang.

5:36:17

Demikian penafsiran dari Syekh Muhammad

5:36:20

Ali Assabuni dalam kitab tafsirnya

5:36:23

Safwatut Tafasir jilid 3 halaman 219.

5:36:29

Dari sini bisa kita pahami hadirin bahwa

5:36:32

Al-Qur'an surah Al-Hujrat ayat 13 tadi

5:36:36

merupakan ungkapan landasan etis

5:36:38

teologis untuk membina keberagaman di

5:36:41

negeri tercinta ini melalui kerukunan

5:36:45

umat beragama yang dengan saling

5:36:48

mengenal,

5:36:49

saling menghargai,

5:36:51

dan saling bertoleransi di antara kita.

5:36:56

Bersatu kita kokoh, berseteru kita

5:37:01

roboh.

5:37:05

Memang manis si gula-gula. [bernyanyi]

5:37:10

Begitu juga negeri kita.

5:37:15

Ragam suku, ragam budaya

5:37:20

dari Aceh sampai Papua.

5:37:25

ragam umat agamanya

5:37:30

yang bersatu di Indonesia.

5:37:35

Indonesia negeri tercinta.

5:37:40

Kita semua wajib menjaga

5:37:46

kita semua.

5:37:53

wajib menjaga.

5:38:02

Namun

5:38:03

hadirin

5:38:05

yang terjadi justru sebaliknya saling

5:38:08

menghujat, saling menghina hanya karena

5:38:11

perbedaan agama, suku, dan budaya.

5:38:16

Hadirin, apakah kita rela jika bangsa

5:38:21

yang besar harus hancur hanya karena

5:38:25

perbedaan di antara kita?

5:38:39

Bukanlah golongan dari kami orang yang

5:38:42

membangga-banggakan

5:38:44

kesukuhannya. Dan bukanlah golongan dari

5:38:47

kami orang yang mati karena membela

5:38:51

kesukuannya.

5:38:53

Allah Subhanahu wa taala mengisyaratkan

5:38:57

kita agar memperkokoh persatuan dan

5:39:00

kesatuan serta kerukunan umat beragama

5:39:04

dan melarang kita untuk berceraiberai.

5:39:08

Hal ini terangkai dalam Al-Qur'an surah

5:39:12

Ali Imran ayat 103.

5:39:16

Wasimu

5:39:18

bihabalillahi

5:39:22

jami

5:39:26

wala

5:39:28

tafarqu

5:39:42

wkuru

5:39:44

nmat

5:39:48

alaikum

5:39:50

id kuntum

5:39:53

a'da

5:39:58

faallafa

5:40:00

baina qulubikum

5:40:15

Faallafa

5:40:17

baina qulubikum

5:40:21

faasba'tum

5:40:25

binikmatihi

5:40:29

ikhwana.

5:40:43

Wa kuntum

5:40:46

ala

5:40:47

syafa

5:40:49

hufratim

5:40:52

minanari

5:40:55

faanqadzakum

5:41:00

minha

5:41:14

Kadzalika

5:41:17

yubayyinullahu

5:41:20

lakum ayatihi

5:41:25

la'allakum

5:41:28

tahtadun.

5:41:38

Kadalika

5:41:40

yubayyinullahu

5:41:44

lakum

5:41:46

ayatihi

5:41:49

la'allakum

5:41:52

tahtadun.

5:42:00

Sadaqallahuladzim.

5:42:11

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya

5:42:17

pada tali agama Allah.

5:42:23

Dan janganlah kamu bercerai-berai

5:42:28

dan ingatlah nikmat Allah kepadamu.

5:42:34

Ketika dahulu kamu masa jahiliah

5:42:38

bermusuhan,

5:42:41

lalu Allah

5:42:43

mempersatukan

5:42:45

hatimu

5:42:48

sehingga dengan karunia-Nya

5:42:51

kamu menjadi bersaudara.

5:42:56

Sedangkan ketika itu kamu berada di tepi

5:43:01

jurang neraka.

5:43:03

Lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.

5:43:11

Demikianlah

5:43:13

Allah menerangkan ayat-ayatnya

5:43:16

kepadamu

5:43:18

agar kamu mendapat petunjuk.

5:43:23

Maha benar Allah

5:43:26

dengan segala firman-firman-Nya.

5:43:31

Imam Ismail Hafdi Almarsyawi dalam kitab

5:43:35

tafsirnya Ruhul Bayan jilid 5 halaman

5:43:38

321

5:43:39

mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya

5:43:42

tafarruk atau berpecah belah ialah

5:43:46

itquuma

5:43:48

apabila kamu berselisih. Sedangkan dalam

5:43:51

kitab tafsir Jalalain yang dikarang oleh

5:43:54

Imam Jalaluddin Almahalli dan Imam

5:43:57

Jalaluddin Asuyuti mengungkapkan dalam

5:44:00

tafsirnya, fainnal firqatun

5:44:04

wal jamaata najahatun.

5:44:08

Sesungguhnya

5:44:10

perpecahan merupakan sebuah kebinasaan

5:44:13

dan persatuan merupakan sebuah

5:44:15

keselamatan.

5:44:17

Dengan demikian, untuk merawat kerukunan

5:44:20

umat beragama, maka yang harus kita

5:44:24

lakukan adalah

5:44:25

harus bersatu,

5:44:27

bukan bersederu,

5:44:29

berintegrasi,

5:44:31

bukan disintegrasi

5:44:34

dan siap berkompetisi

5:44:36

bukan berkelahi.

5:44:39

Mulai detik ini. Mari saling bersinergi,

5:44:44

jangan saling caci maki.

5:44:46

Lebih baik dari kolaborasi.

5:44:50

Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

5:44:56

Sangsaka merah putih berkibar.

5:45:00

Kelompok indah melambai-lambai.

5:45:04

Semak juang NKRI harus berkebar.

5:45:09

agar Indonesia

5:45:12

makmur tergapai.

5:45:15

Hadirin wal hadirat rahimakumullah.

5:45:19

Dari uraian tadi dapatlah kita simpulkan

5:45:23

bahwa keberagaman agama merupakan

5:45:26

rekayasa sang pencipta yang harus kita

5:45:29

jaga dan kita syukuri. Dan jangan saling

5:45:33

caci maki di antara kita. Ingat

5:45:36

saudaraku,

5:45:38

walau berbeda-beda alirannya, tapi

5:45:42

tujuan kita tetap sama, yakni

5:45:45

membanggakan

5:45:47

Indonesia. Betul, hadirin.

5:45:51

Buah durian,

5:45:53

buah dukung

5:45:54

cukup sekian

5:45:56

dan thank you.

5:45:58

Wassalamualaikum

5:46:02

warahmatullah

5:46:04

wabarakatuh.

5:46:31

Cik

5:46:34

dewan Hakim yang bijaksana serta hadirin

5:46:38

yang berbahagia.

5:46:41

Selanjutnya kami panggilkan

5:46:44

Regu Putri dengan nomor urut tampil 9

5:46:50

yang akan membawakan paket judul

5:46:53

syarahan tema D.

5:46:59

Inovasi keuangan Islam berbasis

5:47:03

teknologi

5:47:04

dengan ayat syarahan Quran surah An-Nisa

5:47:10

ayat 29

5:47:13

dan surah Albaqarah

5:47:16

ayat 275.

5:47:20

Regu dengan nomor urut tampil 9 akan

5:47:25

membawakan paket judul syarahan tema D

5:47:30

yang berjudul Inovasi Keuangan Islam

5:47:35

berbasis Teknologi

5:47:38

dengan ayat syarahan Quran surah An-Nisa

5:47:44

ayat 29

5:47:46

dan surah Al-Baqarah

5:47:49

ayat 275

5:47:53

regu dengan nomor urut tampil 9

5:47:57

disilakan.

5:48:06

Asalamualaikum

5:48:11

warahmatullahi

5:48:14

wabarakatuh.

5:48:22

Alhamdulillah.

5:48:25

Alhamdulillahilladzina [berteriak]

5:48:28

amanu

5:48:30

la takulu amwalakum

5:48:34

bainakum.

5:48:36

Ashadu alla ilahaillallah

5:48:42

wa ashadu anna muhammadan abduhu wa

5:48:47

rasuluh.

5:48:48

Amma ba'du.

5:48:51

Yang terhormat

5:48:54

para dewan hakim yang arif lagi

5:48:57

bijaksana.

5:48:59

Yang terhormat

5:49:02

para peserta syarhil Quran. kali ini

5:49:07

umumnya hadirin wal hadirat

5:49:10

rahimakumullah

5:49:13

di zaman sekarang ini inovasi keuangan

5:49:17

Islam berbasis teknologi di Indonesia

5:49:20

bukan hanya tren global semata saja ini

5:49:24

juga jawaban atas kebutuhan real rakyat

5:49:28

Indonesia mayoritas muslim banyak yang

5:49:32

unbanking dan UMKM menyum

5:49:35

Ang 60%

5:49:37

PBD. Kombinasi itu melahirkan ekosistem

5:49:42

fintech syariah yang mulai menggerakkan

5:49:46

pemberdayaan ekonomi umat. Ekonomi

5:49:50

merupakan salah satu tiang penting dalam

5:49:54

kehidupan beragama dan bernegara.

5:49:58

Islam tidak hanya mengatur persoalan

5:50:01

ibadah semata saja, tetapi bagaimana

5:50:05

manusia berinteraksi secara ekonomi,

5:50:09

berdagang dan mengelola harta.

5:50:12

Pemberdayaan ekonomi umat adalah upaya

5:50:16

strategis yang bertujuan untuk

5:50:19

meningkatkan kapasitas ekonomi

5:50:22

masyarakat, terutama umat Islam

5:50:25

agar lebih mandiri. sejahtera dan tidak

5:50:29

terjebak dalam praktik ekonomi yang

5:50:32

tidak adil.

5:50:34

Untuk itu hadirin, maka tertariklah hati

5:50:38

kami untuk menyampaikan sebuah sarahan

5:50:42

yang berjudul Inovasi Keuangan Islam

5:50:47

berbasis Teknologi

5:50:49

sebagai landasan awal.

5:50:53

Allah berfirman dalam Quran surah

5:50:58

An-Nisa ayat 29

5:51:01

berikut ini.

5:51:03

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

5:51:18

Bismillahirrahmanirrahim.

5:51:40

Ya

5:51:42

ayyuhalladzina

5:51:47

amanu

5:51:50

laa takulu

5:51:55

amwalakum

5:52:00

bainakum

5:52:08

amwalakum

5:52:13

bainakum [bernyanyi]

5:52:17

bil batili

5:52:20

illa

5:52:24

an takuna

5:52:27

tijarah

5:52:36

illa

5:52:40

an

5:52:43

takuna

5:52:45

tijaratan

5:52:49

tarodim

5:52:53

minkum

5:53:02

Wala

5:53:04

taqtulu

5:53:08

anfusakum.

5:53:18

Innallaha

5:53:21

kaana

5:53:23

bikum rahima.

5:53:29

Aku berlindung

5:53:33

kepada Allah

5:53:39

dari godaan setan yang terkutuk.

5:53:47

Dengan menyebut asma

5:53:51

Allah

5:53:55

yang maha [berteriak]

5:53:57

pengasih

5:54:00

lagi maha penyayang.

5:54:06

Wahai orang-orang yang beriman,

5:54:11

janganlah kamu memakan harta sesamamu

5:54:17

dengan cara yang batil

5:54:21

atau tidak benar,

5:54:24

kecuali

5:54:26

dalam perdagangan yang berlaku

5:54:31

atas dasar suka. Suka sama suka di

5:54:36

antara kamu dan janganlah kamu membunuh

5:54:42

dirimu.

5:54:44

Sungguh

5:54:46

Allah

5:54:48

maha penyayang

5:54:50

kepadau. Dewan hakim pemangkuh amanah

5:54:54

mulia. Hadirin wal hadirat yang

5:54:58

berbahagia.

5:55:00

Ayat di atas telah menjelaskan

5:55:03

bahwa salah satu landasan hukum utama

5:55:07

ekonomi Islam. Ayat ini mengatur

5:55:11

bagaimana cara manusia mendapatkan dan

5:55:15

mengelola harta agar tetap dalam koridor

5:55:18

syariah.

5:55:20

Allah melarang umat Islam mengambil atau

5:55:24

memakan harta orang lain dengan cara

5:55:27

yang batil.

5:55:29

Pada tahun 2024,

5:55:33

Bendahara Asosiasi

5:55:35

Sistem Pembayaran Indonesia atau yang

5:55:39

disebut

5:55:40

OSPI

5:55:41

yaitu

5:55:42

Vincent Water

5:55:43

menyebutkan bahwa sudah menjangkau 32

5:55:48

juta mencen

5:55:51

disampaikan langsung oleh Vincen dalam

5:55:55

teknologi digital BMIT Lintex.

5:55:58

Indonesia turis berkembang dan tumbuh

5:56:02

akseleratif tidak hanya regional tetapi

5:56:06

semua di belahan dunia.

5:56:09

Selain itu, Vin juga mengungkapkan

5:56:14

bahwa inovasi terbaru KURIS ada dua,

5:56:18

yaitu yang pertama curis tuntas, yaitu

5:56:23

curis yang digunakan untuk transfer ke

5:56:26

pengguna. lainnya.

5:56:28

Yang kedua, kiris crossborder, yaitu

5:56:31

kiris yang digunakan untuk membangun

5:56:34

lintas negara. Tapi hadirin, kita harus

5:56:38

terlalu waspada dalam teknologi

5:56:41

keuangan. Karena 48 juta orang

5:56:45

menggunakan teknologi keuangan dan di

5:56:48

dalamnya terdapat nilai positif dan

5:56:52

dampak negatif. Namun hadirin, tantangan

5:56:56

saat ini sangatlah besar. Kemiskinan,

5:57:00

ketimbangan, dan akses terbatas ke

5:57:03

lembaga keuangan formal

5:57:06

masih menjadi isu utama di era digital

5:57:10

ini. Kita dituntut untuk bergerak cepat.

5:57:15

Hadirin, saat inilah waktunya kita

5:57:18

bertransformasi.

5:57:20

Inovasi keuangan Islam berbasis

5:57:23

teknologi atau yang sering kita sebut

5:57:26

sebagai fintech syariah adalah jawaban

5:57:29

atas tantangan zaman. Teknologi telah

5:57:33

menghilangkan hambatan akses inklusi

5:57:36

keuangan.

5:57:38

Dulu masyarakat pelosok sulit mengakses

5:57:42

bank. Tapi sekarang hadirin dengan

5:57:45

aplikasi smartphone layanan keuangan

5:57:47

syariah dapat diakses dari mana saja.

5:57:51

Hadirin maasiral muslimin

5:57:54

rahimakumullah.

5:57:56

Sebagaimana firman Allah

5:58:01

dalam Quran surah Albaqarah

5:58:05

ayat 275.

5:58:08

Berikut ini.

5:58:12

Alladzina

5:58:15

yaquulunar

5:58:18

riba

5:58:20

la yaquumuna

5:58:24

illa

5:58:26

kama

5:58:28

yaquum.

5:58:31

[bernyanyi]

5:58:40

illa

5:58:42

kama yaquumulladzi

5:58:47

yatakobbatuhusyaitanu

5:58:54

minal

5:59:06

ika biannahum

5:59:11

qalu

5:59:15

innamal

5:59:18

ba'u

5:59:20

mlur

5:59:22

riba

5:59:30

[berdehem]

5:59:35

Wa ahallallahul

5:59:40

baia

5:59:41

[bernyanyi] wa haromar

5:59:44

riba

5:59:58

Faman

6:00:00

jaahu

6:00:05

mauidzatum

6:00:08

mir rabbihi

6:00:12

fantaha

6:00:26

wa amruhu

6:00:30

ilallahi

6:00:33

waman

6:00:34

aada

6:00:36

faulaika

6:00:41

ashabu

6:00:53

Hum fiha

6:00:56

kholidun.

6:01:03

Sodqallahuladzim.

6:01:12

Orang-orang yang memakan riba tidak

6:01:16

dapat berdiri melainkan

6:01:20

seperti berdirinya orang yang kerasukan

6:01:25

setan.

6:01:26

Karena sudah gila yang demikian itu

6:01:31

karena mereka berkata bahwa jual beli

6:01:36

sama dengan riba. Padahal

6:01:40

Allah

6:01:41

telah menghalalkan jual beli dan

6:01:45

mengharamkan riba. Barang siapa

6:01:50

mendapat peringatan dari Tuhannya

6:01:55

lalu ia berhenti, maka apa yang telah

6:02:00

diperolehnya

6:02:02

dahulu menjadi miliknya dan urusannya

6:02:08

kepada Allah.

6:02:12

Barang siapa mengulangi,

6:02:16

maka mereka itu adalah penghuni neraka.

6:02:21

Mereka kekal di dalamnya.

6:02:24

Maha benar Allah

6:02:29

dengan segala firman-Nya, dewan hakim

6:02:33

yang arif dan bijaksana.

6:02:36

Hadirin wal hadirat yang berbahagia. Di

6:02:41

akhir tahun

6:02:43

2025 dan menuju tahun 2026,

6:02:48

fokus kita adalah menjadikan ekonomi

6:02:51

syariah sebagai pilar utama pembangunan

6:02:54

nasional. Bukan sekedar pelengkap. Kita

6:02:58

ingin melihat wakaf produktif tumbuh

6:03:01

pesat melalui platform digital. Kita

6:03:04

ingin melihat UMKM naik kelas dengan

6:03:08

pembiayaan P2P landing syariah.

6:03:12

Kita ingin melihat gaya hidup halal

6:03:15

menjadi arus utama. Mari kita jadikan

6:03:19

teknologi sebagai alat untuk menegakkan

6:03:23

keadilan ekonomi.

6:03:25

Islam melarang riba dan teknologi telah

6:03:28

memberi kita jalan untuk membangun

6:03:31

sistem keuangan yang berkeadilan dan

6:03:35

berkelanjutan.

6:03:36

Kenapa rakyat Indonesia butuh model ini?

6:03:41

Akses terbatas. Lebih dari 40%

6:03:45

penduduk dewasa belum punya rekening

6:03:48

formal, terutama di luar Jawa dan Bali.

6:03:52

UMKM dominan 64 juta pelaku usaha mikro,

6:03:56

tapi sering dianggap riba karena dominan

6:04:00

dan agunan konvensional yang sering

6:04:03

dianggap riba. Nilai agama kuat survei

6:04:06

OJK

6:04:08

2024. Tunjukkan 78%

6:04:13

Muslim Indonesia. Lebih memilih produk

6:04:16

yang diaudit DPS asal mudah diakses.

6:04:20

Singkatnya, fintech syariah berpotensi

6:04:25

mengubah rakyat dari sekedar konsumen

6:04:28

saja. keuangan menjadi pemilik usaha

6:04:31

yang dibayar secara

6:04:33

halal,

6:04:34

transparan, dan berbasis teknologi.

6:04:38

Untuk itu hadirin, mungkin cukup

6:04:42

sekianlah yang dapat kami sampaikan.

6:04:46

Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

6:04:50

Terima kasih atas segala perhatian.

6:04:54

Wallahu mu ila aqwam thq.

6:04:58

Wasalamualaikum

6:05:03

warahmatullahi

6:05:05

[berteriak]

6:05:06

wabarakatuh.

6:05:27

Bapak, Ibu dewan hakim yang kami

6:05:29

muliakan serta hadirin yang berbahagia.

6:05:34

Selanjutnya marilah sama-sama kita

6:05:36

saksikan penampilan peserta

6:05:41

regu putra dengan nomor urut tampil 10

6:05:47

yang akan membawakan paket judul

6:05:50

syarahan tema I digitalisasi pendidikan

6:05:55

Islam dengan judul Transformasi

6:05:59

Pesantren di Era Digital Integrasi

6:06:03

teknologi pembelajaran dalam

6:06:06

mempertahankan nilai-nilai tafqu fiddin

6:06:11

dengan ayat syarahan Quran surah Al-alaq

6:06:17

ayat 1 sampai dengan 5 dan surah

6:06:21

Al-Hujurat

6:06:22

ayat 10 regu dengan nomor urut tampil 10

6:06:28

akan membawakan paket judul syarahan

6:06:31

tema I Digitalisasi Pendidikan Islam

6:06:36

dengan judul Transformasi Pesantren di

6:06:40

Era Digital Integrasi Teknologi

6:06:43

Pembelajaran dalam Mempertahankan

6:06:46

Nilai-nilai tafaqh fiddin

6:06:50

dengan ayat syarahan Qur'an surah

6:06:54

Al-alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah

6:06:59

Al-Hujurat ayat 10 kepada regu dengan

6:07:04

nomor urut tampil 10

6:07:07

disilakan.

6:07:09

Cek

6:07:09

satu du

6:07:11

cek

6:07:12

cek

6:07:17

cek cek.

6:07:24

Asalamualaikum

6:07:28

warahmatullahi

6:07:31

wabarakatuh.

6:07:34

Waalaikumsalam

6:07:35

warahmatullahi wabarakatuh.

6:07:39

Alhamdulillahi

6:07:41

wa kafa

6:07:44

wasalatu wassalamu

6:07:47

ala sayyidina muhammadinil

6:07:51

mustofa

6:07:54

wa ala alihi

6:07:57

ahli sodqi wal wafa. Amma ba'du. Dewan

6:08:03

hakim pemangku amanah. Hadirin calon

6:08:07

penghuni surga

6:08:09

yang senantiasa

6:08:12

berbahagia.

6:08:14

Hari ini manusia hidup di tengah era

6:08:19

digital. Sebuah zaman ketika teknologi

6:08:23

berkembang jauh lebih cepat daripada

6:08:27

kesiapan moral manusia dalam

6:08:31

menggunakannya.

6:08:33

Informasi bergerak tanpa batas. Media

6:08:37

sosial menjadi ruang utama interaksi

6:08:41

masyarakat dan algoritma digital

6:08:45

perlahan membentuk cara berpikir

6:08:48

manusia.

6:08:50

Namun hadirin, maraknya penggunaan

6:08:54

internet di dunia digital menjadi

6:08:57

tantangan tersendiri

6:09:00

sehingga di berbagai media digital kita

6:09:04

menyaksikan adanya fanatisme berlebihan

6:09:08

sehingga mengarah pada radikalisme,

6:09:12

ekstremisme,

6:09:14

bahkan terorisme.

6:09:17

Hadirin, kemajuan teknologi ternyata

6:09:22

tidak selalu melahirkan kedamaian.

6:09:25

Justru di tengah derasnya arus informasi

6:09:28

digital muncul ancaman baru berupa

6:09:33

intoleransi, ujaran kebencian, hoaks

6:09:37

keagamaan, serta radikalisme digital.

6:09:42

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme

6:09:45

pada tahun 2025

6:09:48

menjelaskan bahwa menemukan adanya

6:09:52

sekitar 21.199

6:09:57

konten yang bermuatan intoleransi,

6:10:01

radikalisme,

6:10:02

dan terorisme

6:10:04

yang tersebar di Facebook,

6:10:07

Instagram,

6:10:09

TikTok,

6:10:10

dan Twitter.

6:10:11

BNPT juga menjelaskan, hadirin, bahwa

6:10:15

proses radikalisasi digital jauh lebih

6:10:19

cepat dibandingkan sebelumnya. Jika

6:10:23

dahulu membutuhkan waktu 2 sampai 5

6:10:28

tahun, kini radikalisasi digital hanya

6:10:32

membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 6

6:10:37

bulan saja.

6:10:39

Bahkan sebanyak 112 anak di 26 provinsi

6:10:45

teridentifikasi terpapar radikalisme

6:10:49

melalui ruang digital sepanjang tahun

6:10:54

2025.

6:10:56

Inilah bukti hadirin bahwa proses

6:10:59

radikalisasi media sosial tidak hanya

6:11:03

menghadirkan kemajuan teknologi, tetapi

6:11:07

ancaman serius terhadap pendidikan.

6:11:12

Oleh karena itu, hadirin, maka tertarik

6:11:16

hati kami bertiga untuk menyampaikan

6:11:20

syarahan Al-Qur'an dengan judul

6:11:23

Transformasi Pesantren di Era Digital,

6:11:28

Integrasi Teknologi Pembelajaran

6:11:31

dalam mempertahankan nilai-nilai tafak

6:11:35

fiddin.

6:11:37

Sebagai rujukan awal, marilah kita

6:11:40

dengarkan lantunan kalam ilahi yang

6:11:44

terdapat di dalam Al-Qur'an surah

6:11:47

Al-Alaq ayat 1 sampai 5 sebagai berikut.

6:11:53

Auzubillahiminasyaitanirrajim.

6:12:06

Bismillahirrahmanirrahim.

6:12:17

[bernyanyi]

6:12:32

Iqra

6:12:34

bismia rabbikalladzi

6:12:39

khalaq.

6:12:49

khalaqal

6:12:51

insana

6:12:54

min alaqin

6:12:57

iqra warabbukal

6:13:01

akram

6:13:12

iqra

6:13:14

abbukal

6:13:16

akramulladzi

6:13:20

allama

6:13:21

bilqalami

6:13:24

allamal

6:13:26

insana

6:13:30

ma lam y'lam.

6:13:34

Aku berlindung

6:13:37

kepada

6:13:38

Allah

6:13:44

dari godaan

6:13:46

setan

6:13:49

yang terkutuk

6:13:55

dengan menyebut nama Allah

6:14:03

yang Maha

6:14:05

Pengasih

6:14:07

lagi Maha Penyayang.

6:14:16

Bacalah

6:14:19

dengan menyebut nama Tuhanmu

6:14:24

yang menciptakan.

6:14:29

Dia menciptakan

6:14:31

manusia

6:14:34

dari segumpal darah.

6:14:41

Bacalah.

6:14:44

Tuhanmulah yang maha mulia,

6:14:50

yang mengajar manusia dengan pena.

6:14:58

Dia mengajarkan manusia

6:15:03

apa yang tidak diketahuinya.

6:15:07

Dewan hakim yang arif dan bijaksana.

6:15:12

Menurut Prof. Dr. Muhammad Quraisi Hab

6:15:15

dalam kitab tafsirnya Almisbah, beliau

6:15:19

menjelaskan bahwa kata iqra mengandung

6:15:23

makna yang sangat luas, yaitu menghimpun

6:15:28

informasi, meneliti, dan memahami

6:15:32

sesuatu secara mendalam. Ayat ini

6:15:36

hadirin menjelaskan bahwa kemajuan umat

6:15:40

tidak akan tercapai tanpa budaya

6:15:44

literasi digital dan pendidikan yang

6:15:47

kuat. Namun hadirin, seringki konflik

6:15:51

dan perpecahan dan timbul dari

6:15:54

ketidaksalah pahaman melalui ruang

6:15:57

digital yang tidak karuan. Lebih dari

6:16:02

itu, hadirin, ruang digital dengan

6:16:04

sengaja dimanfaatkan

6:16:07

untuk membuat narasi yang saling

6:16:10

menjatuhkan,

6:16:12

saling merendahkan,

6:16:14

saling meremehkan,

6:16:17

bahkan sampai saling menghinakan. Hal

6:16:21

tersebut, hadirin, berujung pada

6:16:24

tindakan radikalisme,

6:16:27

ekstremisme, dan terorisme.

6:16:31

Hadirin yang berbahagia,

6:16:34

hari ini media sosial telah berubah

6:16:38

menjadi arena pertarungan opini,

6:16:41

propaganda, bahkan konflik identitas

6:16:44

keagamaan.

6:16:46

Penelitian tahun 2025

6:16:50

menjelaskan bahwa media sosial

6:16:54

terkhususnya TikTok dan Instagram

6:16:57

menjadi sangat rentan terhadap

6:16:59

penyebaran intoleransi. BNPT juga

6:17:03

menegaskan bahwa ancaman terorisme saat

6:17:08

ini telah bergeser dari serangan fisik

6:17:12

menuju penyebaran ideologi melalui ruang

6:17:17

digital. Di tengah kehidupan yang

6:17:19

sekarang ini, hadirin, kita sering

6:17:22

melihat adanya perbedaan yang justru

6:17:25

dijadikan alasan untuk saling berjauhan.

6:17:30

Lalu timbul pertanyaan, hadirin,

6:17:33

bagaimanakah pandangan Islam terkait

6:17:37

permasalahan tersebut?

6:17:39

Sebagai jawabannya, Allah Subhanahu wa

6:17:43

taala berfirman di dalam Al-Qur'an surah

6:17:47

Al-Hujudat ayat 10 berikut ini. Innamal

6:17:55

mukminuna

6:17:58

ikhwatun

6:18:02

faaslihu

6:18:05

baina akhwa.

6:18:19

baina akhwa

6:18:24

wattaqulah

6:18:26

Allah

6:18:37

wattaqulaha

6:18:41

la'allakum

6:18:45

turhamun.

6:18:59

Wattaqulaha

6:19:03

la'allakum

6:19:07

turhamun.

6:19:16

Sadaqallahuladzim.

6:19:24

Sesungguhnya

6:19:28

orang-orang

6:19:30

mukmin itu bersaudara.

6:19:36

Karena itu

6:19:39

damaikanlah

6:19:41

antara kedua saudaramu

6:19:46

yang berselisih

6:19:50

dan bertakwalah

6:19:53

kepada Allah

6:19:58

agar kamu mendapat rahmat

6:20:04

Maha benar Allah

6:20:09

dengan segala

6:20:11

firman-Nya.

6:20:13

Dewan hakim pemangku amanah. Hadirin

6:20:17

yang berbahagia,

6:20:20

ayat tersebut sangat relevan dengan

6:20:23

kondisi masyarakat saat ini. Media

6:20:26

sosial yang seharusnya menjadi sarana

6:20:29

memperkuat ukhuwah.

6:20:31

seringki berubah menjadi ruang

6:20:35

perdebatan, pertentangan

6:20:38

bahkan permusuhan akibat perbedaan

6:20:42

pandangan keagamaan.

6:20:46

Menurut Prof. Dr. Wahbazuhaili

6:20:49

dalam kitab tafsirnya Almunir jilid 10

6:20:53

halaman 463.

6:20:56

Beliau menjelaskan bahwa orang-orang

6:20:59

beriman itu adalah bersaudara. Maka

6:21:03

apabila terjadi perselisihan di antara

6:21:06

mereka maka wajib damaikan agar ukhuwah

6:21:10

tetap terjaga. Sedangkan menurut Imam at

6:21:14

Thaabari dalam kitab tafsirnya Jamiul

6:21:17

Bayan fiwil Quran jilid 22 halaman 248,

6:21:24

beliau juga menjelaskan bahwa

6:21:27

orang-orang beriman itu adalah

6:21:30

bersaudara. Maka apabila terjadi

6:21:33

perselisihan di antara mereka, maka

6:21:36

wajib didamaikan agar persatuan tetap

6:21:40

terjaga dan umat tidak terpecah belah.

6:21:44

Oleh karena itu, hadirin, setiap muslim

6:21:48

harus mampu menjadikan media sosial

6:21:51

sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan

6:21:54

mempererat persatuan bangsa. Bukan

6:21:58

sebagai alat penyebaran kebencian,

6:22:01

perpecahan dan tidak berlebih-lebihan.

6:22:06

Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi

6:22:10

wasallam bersabda, "Iyakum walidinama

6:22:16

ahlaka

6:22:17

qoblakumul

6:22:19

fidin." Jauhilah sikap berlebih-lebihan

6:22:24

dalam agama. Karena sesungguhnya yang

6:22:27

membinasakan umat sebelum kalian adalah

6:22:31

sikap berlebih-lebihan dalam agama.

6:22:34

Hadis riwayat Imam Ahmad dan Annasai

6:22:37

nomor 3057.

6:22:41

Dengan demikian hadirin, dari

6:22:43

uraian-uraian yang telah kami sampaikan

6:22:46

dapat diambil kesimpulan bahwa di era

6:22:49

digital saat ini membawa dua sisi yang

6:22:52

berbeda. Di satu sisi teknologi telah

6:22:56

memberikan kemudahan dalam memperoleh

6:22:58

ilmu pengetahuan, memperakses dalam

6:23:01

perilmu keagamaan. Dan di sisi yang

6:23:04

lain, hadirin, di era digital saat ini

6:23:08

membawa tantangan yang sangat besar

6:23:11

terhadap kehidupan beragama, yaitu

6:23:15

intoleransi, radikalisme, dan

6:23:18

ekstremisme.

6:23:20

Bahkan terorisme yang mengancam

6:23:23

persatuan umat.

6:23:25

Sebelum kami tutup syarahan kami, maka

6:23:28

izinkan kami menyanyikan lagu yang

6:23:32

berjudul

6:23:34

Helikopter yang dipopulerkan Fadli yang

6:23:38

telah kami ubah liriknya. La lill

6:23:42

lillah.

6:23:44

La lillah

6:23:48

la lila lillah

6:23:52

lailla

6:23:55

lillah.

6:23:57

Helikopter

6:23:59

turun ke medan.

6:24:02

Ilmu agama kita genggam.

6:24:06

Dari ibu masih mengidam

6:24:10

sampai kita semua dimakan.

6:24:15

Hormat tahzin pada gurunda.

6:24:19

Akhlak mulia yang utama.

6:24:23

Pendidikan

6:24:25

raih bersama

6:24:27

agar kita sukses nantinya.

6:24:32

La lillah lill lillah.

6:24:36

La lila lillah

6:24:40

laillah.

6:24:45

La [bernyanyi] lillaillah.

6:24:54

Wasalamualaikum

6:24:57

warahmatullahi

6:24:59

wabarakatuh.

6:25:20

Hadirin yang dimuliakan Allah,

6:25:23

demikianlah rangkaian penampilan cabang

6:25:26

syarhil Quran pada kegiatan dan

6:25:30

musabaqah pada sesi kali ini. Semoga

6:25:33

pesan-pesan suci yang telah disampaikan

6:25:36

oleh para peserta tidak sekedar berhenti

6:25:39

di atas panggung, namun mampu terpatri

6:25:43

dalam sanubari kita dan menjadi lentera

6:25:46

dalam kehidupan sehari-hari.

6:25:49

Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh

6:25:52

peserta yang telah berjuang serta dewan

6:25:55

hakim yang telah menjalankan tugas

6:25:57

dengan amanah. Mari kita tutup sesi ini

6:26:01

dengan membacakan lafaz hamdalah.

6:26:05

Alhamdulillahi rabbil alamin. Mohon maaf

6:26:09

atas segala kekurangan. Sampai jumpa di

6:26:12

kesempatan berikutnya. Billahi taufik

6:26:16

wal hidayah warid wal inayah.

6:26:19

Wasalamualaikum

6:26:21

warahmatullahi

6:26:23

wabarakatuh.

6:26:47

kepada peserta dengan penampilan

6:26:48

terakhir tadi mohon nomor K

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free