SYARHIL QUR'AN | MTQ 40 SUMATERA UTARA TAHUN 2026
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Kami ulangi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahiabbil alamin
wabihi nastain
waa umurid dunya waddin wasalatu
wasalamu ala asrofili iyaai wal mursalin
wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Yang sama-sama kita hormati,
Bapak pengurus LPTQ Provinsi Sumatera
Utara.
Yang kami hormati
dewan pengawas,
Koordinator dewan Hakim, dan Dewan Hakim
Syarhil Quran. Yang kami hormati
pimpinan Kapilah kabupaten kota dan
khusus sesatera Utara. Yang kami
sayangi, seluruh peserta Syarhil Quran.
pada Musabakah Tilawatil Quran ke-40
tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dan
yang kami muliakan hadirin serta
undangan,
puji syukur kita persembahkan kehadirat
Allah Subhanahu wa taala. Selawat serta
salam kita sampaikan kepada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Dengan rahmat Allah dan tuntunan
Rasulullah,
kita dapat mengikuti
Musabakah Syarhil Quran tingkat Provinsi
Sumatera Utara tahun 2026 dengan tema
satu irama tilawah, satu tekad dalam
kolaborasi subut berkah.
Hadirin yang dimuliakan.
Adapun penilaian
Syarhil Quran berfokus pada tiga bidang
utama
masing-masing
terjemah
dan materi.
Kemudian penghayatan dan retorika serta
tilawah dan adab.
Adapun kriteria penilaian bidang
terjemah dan materi
terdiri dari ketepatan terjemah
terkait pada akurasi terjemahan ayat
yang dibacakan merujuk kepada versi
Kementerian Agama Republik Indonesia.
Berikutnya sistematika dan isi
kesesuaian materi dengan tema dan harus
didahului dengan pendahuluan, isi serta
penutup.
Selanjutnya kaidah dan gaya bahasa,
penggunaan bahasa Indonesia yang baik
dan benar.
Selanjutnya, kriteria penilaian bidang
penghayatan dan retorika terdiri dari
yang pertama adalah vokal dan
artikulasi.
kejelasan suara dan pelafalan kata.
Kemudian intonasi dan aksentuasi,
penekanan pada kata-kata kunci dan nada
bicara.
Dan yang ketiga gaya dan mimik, ekspresi
wajah, gerak tubuh, dan makna yang
disampaikan.
Yang keempat adalah kesopanan dan
keserasian.
kesopanan dalam berbusana dan sikap
selama di atas panggung dan kesesuaian
antara anggota grup.
Dan yang ketiga, kriteria penilaian
bidang tilawah dan adab. Yang pertama
adalah tajwid,
yang kedua adalah lagu dan suara, dan
yang ketiga adalah fasahah.
Hadirin yang dimuliakan,
dalam rangka penampilan
Musabaqah Syarihil Quran tidak tak
terlepas dari manajemen waktu
yang diawali dari lampu kuning,
peserta bersiap-siap kemudian
lampu hijau,
peserta memulai
syarahannya. Kemudian yang ketiga masuk
lampu kuning kembali di menit ke 15,01
detik.
Setelah itu masuklah kepada lampu merah.
Setelah masuk kepada menit ke-20,01
detik.
Hadirin yang dimuliakan,
demikian beberapa penjelasan dan
ketentuan
yang kami sampaikan.
Dewan Hakim ee dan seluruh
kita mendoakan semoga
barokah wal manfaah ilal kiamah. Selamat
sukses mengikuti Musabaqah Syariil
Quran.
Tampil yang terbaik insyaallah akan
mencapai yang terbaik.
Man jadda wajada. Be the best do the
best. Tiada nangka yang tak bergetah
kecuali birah dengan keladi. Tak ada
manusia yang tak bersalah kecuali Allah
dan Nabi. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baiklah hadirin, musabaqah akan segera
kita laksanakan. Diawali pantun sebagai
penambah makna.
Sumatera Utara kaya akan tempat wisata,
salah satunya Danau Toba terhampar
indah.
Tuluslah berjuang. Janganlah ragu wahai
para peserta. Bermusabaqah demi meraih
berkah.
Burung nuri terbangnya tinggi, hinggap
sebentar di atas dahan. Mari
berkolaborasi dengan sepenuh hati. Satu
irama tilawah, satu tekad untuk sumut
berkah kita wujudkan.
Baiklah hadirin dan dewan hakim yang
kami muliakan. Berikut akan kami
panggilkan penampilan pertama pada babak
penyisihan cabang musabaqah syarhil
Quran
regu putri dengan nomor urut tampil 1.
Regu dengan nomor urut tampil 1 akan
membawakan tema syarahan.
pada paket H dengan judul Menampilkan
Islam Rahmatan Lil Alamin
dengan ayat pendukung Quran surah
Al-Anbiya ayat 106 sampai dengan 107 dan
surah Al-An'am ayat 108
regu dengan nomor urut tampil 1 akan
membawakan
Tema syarahan pada paket judul H dengan
judul Menampilkan Islam Rahmatan Lil
Alamin dengan ayat pendukung Quran surah
Al-Anbiya ayat 106
dan surah Al-An'am ayat 108.
Kepada regu dengan nomor urut tampil
satu disilakan.
Judulnya apa?
Mohon izin Bapak Ibu dewan hakim yang
kami muliakan.
Baiklah, Bapak, Ibu hadirin yang
berbahagia, dewan hakim yang kami
muliakan.
Ini tema dan judulnya dibacakan jadi
tetap maju aja nanti ya.
Baiklah, Bapak, Ibu dewan hakim yang
kami muliakan, marilah sama-sama kita
saksikan penampilan regu dengan nomor
urut tampil 1 yang akan membawakan paket
judul dengan tema H persatuan dan
Kerukunan umat beragama denganud Judul
Islam Wasatiah dan Persatuan Moderasi
Beragama.
Sekali lagi, regu dengan nomor urut
tampil 1 akan membawakan paket judul
tema H yang bertema
persatuan dan Kerukunan Umat Beragama
dengan judul Islam Wasatiah dan
Penguatan Moderasi Beragama dengan ayat
pendukung Quran surah Al-Anbiya ayat 106
sampai dengan 107. 7 dan surah Al-An'am
ayat 108.
Kepada nomor urut tampil 1 disilakan.
Cek cek cek cek
cek cek cek.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh. [bernyanyi]
Alhamdulillah
Alhamdulillahilladzi
khalaqnakum
minakar wa'alnakum
waqoba
litaaru.
Ashadu alla ilahaillallah
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh
al mabusu rahmatanil alamin.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
wa ala ali sayyidina Muhammad. Amma
ba'd.
Sahabat Syarihil Quran yang kami cintai,
dewan juri yang wajahnya berseri-seri,
para offisial dan pelatih yang hadir
pada hari ini. Semoga kita semua
dirahmati sang Ilahi. Amin ya rabbal
alamin.
Tutut Husniah, seorang pakar sosial
psikologi dalam bukunya Pengaruh
Identitas etnis dan golongan. Beliau
mengatakan identitas agama merupakan hal
yang sangat sentral bagi seluruh
masyarakat Indonesia
dibandingkan identitas ras, suku, dan
nasionalisme.
Karena identitas agama mampu memenuhi
kebutuhan psikologis individu terkait
identitas diri, harga diri, maupun
aktualisasi diri.
Di satu sisi, hadirin, kita patut
berbangga karena identitas agama menjadi
identitas utama sebagai warga negara
Indonesia. Sedangkan di sisi lain,
identitas agama juga dapat memecah belah
persatuan. Terbukti oleh intoleransi
antar umat beragama sampai pelanggaran
tempat umat beribadah.
Masih ingatkah kita hadirin? Peristiwa
pembakaran Masjid Tolikara Papua.
Pembubaran jemaat gereja saat sedang
beribadah di rumah. Pembocan imam masjid
saat sedang salat berjamaah.
Vandalisme yang terjadi di musala.
Bahkan konflik antar agama yang membuat
negeri ini terpecah belah.
Inikah yang dinamakan negara toleran
yang katanya mengutamakan keberagaman.
tapi nyatanya mencoreng persatuan.
Lalu bagaimanakah konsep Al-Qur'an dalam
menghadapi persoalan tersebut? Maka pada
momentum kali ini izinkan kami
menyampaikan sebuah syarahan dengan
judul Islam wasat thayiah dan penguatan
moderasi beragama
adalah judul syarahan yang akan kami
bawakan pada kesempatan kali ini sebagai
landasan Quran surah Al-Anbiya ayat 106
sampai 107. Tujuh berikut ini.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
[bernyanyi]
Bismillahirrahmanirrahim. [bernyanyi]
[bernyanyi]
inna [bernyanyi]
fiadza
labagon
[bernyanyi] liquumin
abidin
wama
arsalnaka
illa
rahmatan
lilil alamin
Aku berlindung kepada Allah
dari godaan setan yang terbutuh.
Dengan menyebut nama Allah
yang maha pengasih lagi maha
penyayang.
Sungguh
apa yang disebutkan di dalam Al-Qur'an
ini benar-benar menjadi petunjuk yang
lengkap bagi orang-orang yang menyembah
Allah.
Dan kami tidak mengutus engkau, ya
Muhammad,
melainkan untuk menjadi rahmat bagi
seluruh alam. Hadirin yang berbahagia,
Syekh Ibnu Katsir dalam tafsir Ibnu
Katsir jilid 5 halaman 338
menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diutus
oleh Allah bukan semata-mata untuk
membinasakan orang yang tidak beriman,
melainkan untuk menjalin rahmat bagi
seluruh umat. Hal ini sejalan, hadirin,
dalam Quran surah Albaqarah ayat 143,
Allah menyebutkan satu terminologi
tentang moderasi beragama, yakni kalimat
umatan wasaton.
Ya lal watan. Ya lal watan ya lal waton.
Ya lal watan.
Hubbul wat minal iman. Hubbul wat
minalun [bernyanyi]
minal.
[bernyanyi]
Bapak Prof. Dr. Muhammad Quraishaf
mengatakan bahwa kata wasaton pada ayat
ini bermula pada sesuatu yang baik
sesuai objeknya. sesuatu yang baik di
antara kedua kutub ekstrem yang berbeda.
Dari akar kata inilah kata wasatun
berkembang arti menjadi adil dan
seimbang.
Allah juga mempertegas posisi umat Islam
sebagai umat yang modern atau dikenal
dengan umatan wasaton. Umat yang berada
di tengah tidak menjunjung dalam rohani,
tidak hanyut dalam materi,
tapi memadukan aspek rohani dan jasmani
sehingga terjadilah
Islam yang rahmatan lil alamin.
Namun sayang hadirin, fenomena yang
terus muncul di sepanjang peradaban dan
terus berulang adalah keadilan pemimpin
dan aliran radikal yang sering menjurus
pada tindakan aksi saling olok, seling
tabok,
saling tonjok,
bahkan saling bacok.
Akhirnya marak terjadi pertikaian,
perseteruan
permusuhan. Peperangan yang terjadi
antara kelompok yang satu dengan
kelompok yang lain.
Agama yang satu dengan agama yang lain.
Suku yang satu dengan suku yang lain.
Hingga sampai terjadi pertumpahan darah.
hingga berakhir pada pembunuhan satu
sama lain.
Timbul pertanyaan, mengapa Islam yang
penuh dengan nilai kenyamanan justru
lekat dengan label terorisme dan
ekstremisme?
Jawabannya adalah karena sebagian umat
Islam ada yang berlebih-lebihan atau
dalam agama disebut gulwu, yakni
berlebih-lebihan dalam beragama.
Dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh
Annasai, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah,
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Iyakumuldin
ahlakumin."
Jauhkanlah diri kalian dari
berlebih-lebihan dalam beragama. Karena
sesungguhnya sikap gulu ini telah
membinasakan orang-orang sebelum kalian.
Dengan demikian hadirin, moderasi
beragama harus kita lakukan dalam rangka
mengubah wajah Islam yang sebelumnya
sering disebut dengan Islam yang
fanatik, Islam yang teroris,
Islam yang ekstremis
menjadi Islam yang damai,
Islam yang nyaman,
Islam yang tenang. serta menjadi
rahmatanil
alamin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
Sebagaimana tercermin indah dalam Quran
surah Al-An'am ayat 108
berikut ini. Wasubulladzina
[bernyanyi]
yaduna
min [bernyanyi]
dunillah.
Fasubbullaha
[bernyanyi]
adw
bighhairi
ilmin
kadzalika [bernyanyi]
zayyanna
likulli
ummatin
amalahum
tumma
ila rabbihim
marjiuhum
fayunabbiuhum
bimu
y'malun [bernyanyi]
sadaqallahuladzim.
Dan janganlah kamu memaki sesembahan
yang mereka sembah selain Allah.
Karena mereka nanti akan memaki Allah
dengan melampaui batas tanpa dasar
pengetahuan.
Demikianlah
kami jadikan setiap umat menganggap baik
pekerjaan mereka.
Kemudian
kepada Tuhan tempat kembali mereka.
Lalu
dia akan memberitahukan kepada mereka
apa yang telah mereka kerjakan.
Maha benar Allah
yang maha
agung.
Hadirin sebangsa dan setanah air yang
kami banggakan.
Imam Ali Asabuni dalam kitab tafsirnya
Safwatut Tafassir jilid 1 halaman 410
beliau menjelaskan
janganlah kalian menghina berhala
orang-orang kafir. Allah juga
memerintahkan kita untuk tidak menghina
berhala orang-orang kafir. Karena di
balik hinaan dan cacian kita akan timbul
kerusakan, yakni mereka menghina Allah
tanpa dasar ilmu pengetahuan.
Bapak Prof. Dr. Muhammad Quraisiaf
mengatakan bahwa ada tiga cara agar
dapat menciptakan Islam yang rahmatan
lil alamin. Pertama, adanya pengetahuan
dalam diri kita. Kedua, kemampuan dalam
mengendalikan emosi dan nafsu belaka.
Dan yang ketiga, memiliki kehati-hatian
dalam beragama.
Jadi, hadirin, cara beragama kita yang
harus mendapat sentuhan moderasi bukan
ajaran agama yang dimoderasi. Sehingga
Islam menjadi Islam yang rahmatan lil
alamin.
Sejarah juga membuktikan, hadirin, Islam
bukanlah ajaran yang sadis.
bengis apalagi teroris melainkan Islam
adalah ajaran yang harmonis
rahmatilamin.
Jika akhir-akhir ini masih ditemukan
tindakan terorisme, radikalisme
yang katanya dilakukan oleh umat Islam,
sekali lagi kami tegaskan ini bukan
ajaran Islam, melainkan ini hanya
merusak keindahan Islam. Islam
mempersilakan umat Kristiani untuk
sampai pada tingkatan Isa Almasih. Islam
mempersilakan umat Hindu untuk
mengamalkan ajaran pedavend data Resast.
Islam juga mempersilakan umat Buddha
untuk menjalankan ajaran Dharma Sidarta
Gautama. Dan demikian pula Islam
mempersilakan umat Konghuchu untuk
sampai pada tingkatan lisu sensu dan
sensuenya. Bagimu agamamu dan bagiku
agamaku.
Dengan demikian hadirin, syarahan ini
dapat kami ambil kesimpulan bahwa
keberagaman merupakan sunatullah
yang Allah tetapkan kepada kita. Jadi
yang harus kita lakukan adalah saling
menghargai, saling menghormati, bahkan
saling mencintai untuk sampai pada
semboyan kita. Bineka tunggal ika
berbeda-beda tetapi tetap satu.
Karena kita satu nusa,
satu bangsa,
satu bahasa,
satu tanah air kita. United
divided
un
permanente
hita tog bersirang kita marupak.
Bersatu kita teguh, bercerai kita
runtuh.
Sebelum kami tutup, izinkan kami
menyampaikan sebuah syair.
Memang manis [bernyanyi]
di gula-gula.
Begitu juga negeri kita.
Banyak [bernyanyi] suku dan budaya.
Dari Aceh sampai Papua.
ragam umat [bernyanyi]
agamanya
yang bersatu [bernyanyi] di Indonesia.
Indonesia
negeri tercinta.
Kita [bernyanyi] semua wajib menjaga.
Kita semua [bernyanyi]
wajib menjaga.
Di atas meja ada Indomi.
Ternyata milik Mimi Peri.
Cukup sekian syarahan dari kami.
10 jari kami undur diri.
Wabillahi taufik wal hidayah warid wal
hidayah.
Wasalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh.
Dewan hakim yang kami muliakan,
hadirin dan peserta yang kami banggakan.
Selanjutnya kami panggil regu putra
dengan nomor urut tampil 2
yang akan membawakan tema I
dengan judul Kecerdasan Buatan sebagai
pendukung personalisasi pembelajaran
Al-Qur'an dan Hadis
dengan ayat pendukung Quran surah
Al-Alaq ayat ayat 1 sampai dengan 5 dan
surah Ali Imran ayat 104.
Peserta dengan urut tampil 2 akan
membawakan tema syarahan I dengan judul
Kecerdasan Buatan sebagai pendukung
personalisasi
Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis
dengan ayat pendukung Quran surah
Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah
Ali Imran ayat
104
kepada nomor urut tampil du disilakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Cek
cek cek cek
cek cek.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi
fadola bani adama bil ilmi wal amal
wasatu wasalamu ala shahibil kamal
wa ala alihi wa ashabihi
ila yaumi la yanfau wala banuna wala
Salam tahiyat tanda hormat kepada Dewan
Hakim Syarhil Quran yang kami muliakan,
Sobat Syarhil Quran yang kami banggakan,
para official dan pelatih yang hadir
pada saat ini. Semoga kita semua
senantiasa dirahmati sang Ilahi. Amin.
Yaabbal
alamin.
Menteri Agama Republik Indonesia Prof.
Dr. K. H. Nasaruddin Umar, MA. Pada
peringatan Hari Pendidikan Nasional pada
tanggal 2 Mei 2025, beliau menyampaikan
di tengah kemajuan teknologi
digitalisasi,
pendidikan agama merupakan cahaya
penuntun. Ia bukan sebagai aksesoris,
melainkan penentu arah kehidupan.
Perkembangan teknologi digitalisasi
yang membawa banyak manfaat bagi seluruh
elemen masyarakat.
Namun hadirin, sungguh disayangkan tanpa
pondasi pendidikan berbasis moral dan
spiritual, kemajuan ini berisiko
mengkikis nilai-nilai kemanusiaan.
Secara umum, sebagian besar dampak
positif pendidikan Islam di era digital
telah berjalan sesuai harapan. Alhamdu
lillah.
Namun hadirin, berbagai penyimpangan
yang terjadi tidak bisa kita hindarkan.
Mulai dari misi informasi dan HS yang
disebarluaskan.
Ilmu agama dari sumber tidak valid yang
menimbulkan ujaran kebencian dan
permusuhan.
Distraksi digital yang menyebabkan
ketergantungan di setiap kalangan.
Hingga kasus pencabulan terhadap murid
oleh oknum pengajar keagamaan semakin
banyak kita saksikan
apa yang sebenarnya terjadi
hadirin jika hal tersebut terus meluas
di negeri ini, niscaya generasi muslim
di masa depan semakin terdegradasi.
Atas dasar inilah yang menarik hati kami
bertika untuk menyampaikan sebuah
syarahan Al-Qur'an
dengan judul
Kecerdasan Buatan sebagai pendukung
personalisasi
pembelajaran Al-Qur'an dan hadis.
Sebagai landasan awal, marilah kita
dengarkan firman Allah
dalam Al-Qur'an surah Al-Alaq ayat 1
sampai 5 berikut ini.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
Iqra bismia rabbikalladzi
khalaq
khalaqal
insana
min alaq
Iqra warabbukal
akramulladzi
allama
bilqalam
allamal
Amam.
Aku berlindung kepada Allah
dari godaan [berteriak]
setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah
yang maha pengasih
lagi maha penyayang.
Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu
yang telah menciptakan.
Dia telah menciptakan
manusia
dari segumpal darah.
Bacalah
dan Tuhanmulah yang maha mulia
yang mengajarkan manusia dengan pena.
Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya. Majelis
hakim yang mulia, para pemirsa yang
berbahagia, semoga kita semua masuk ke
dalam surga. Amin. Allahumma
amin. Imam alalama alhafiz asuyuti dalam
kitab Lubabun Nuukul fi Asbabin Nuzul
jilid 1 volume 1 halaman 239
mengungkapkan asbabun nuzul ayat
tersebut. Bahwasanya ayat ini adalah
wahyu pertama yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Turun di Gua Hirah Makkah pada
usia Nabi 40 tahun. Di mana peristiwa
ini, hadirin menjadi awal kenabian dan
risalah Islam. Perintah pertama bukan
ibadah ritual tetapi perintah membaca
dan belajar atau iqra. Imam alhafiz
Imanuddin Abul Fida Ismail bin Umar bin
Katsir dalam kitab tafsir Al-Quranil
Azim juz 30 jilid 8 halaman 443
sampai 446
beliau mengungkapkan
iqra bismibika
a alr bilqirati
hadil ayah
Perintah iqra bacalah dalam ayat ini
menunjukkan kewajiban menuntut ilmu
dengan segala sarana yang bermanfaat.
Penyebutan pena atau kolam menjadi dasar
legitimasi penggunaan alat-alat
pendidikan dan media pencatatan ilmu,
termasuk seluruh perkembangan teknologi
yang berfungsi menyimpan, mengelola, dan
menyebarkan pengetahuan. Dengan
demikian, media digital seperti
komputer, internet, platform
pembelajaran daring, dan kecerdasan
buatan termasuk dalam makna kolam modern
karena memiliki fungsi yang sama yaitu
menjaga ilmu, memperluas akses
pendidikan dan mentransfer pengetahuan,
lintas ruang dan waktu.
Maasyiral muslimin wal muslimat
rahimakumullah.
Di samping itu, Kementerian Agama
Republik Indonesia telah
mengimplementasikan
berbagai upaya signifikan guna penguatan
pendidikan Islam di era digital. Mulai
dari transformasi digital sebagai
program prioritas,
ekosistem digital yang semakin meluas,
peningkatan tenaga pendidik agar
berkelas
hingga bantuan infrastruktur digital
dari sekolah dasar hingga menengah atas.
Lantas timbul pertanyaan,
bagaimanakah solusi utama penguatan
pendidikan Islam di tengah kemajuan
teknologi digitalisasi agar tetap sesuai
dengan syariat Allah Subhanahu wa taala?
sebagai jawabannya. Marilah kita
dengarkan firman Allah
dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 104
berikut ini.
Wal takum
minkum
ummatun
yad'una
ilal khairi
wauruun.
[berdehem]
Waammuruna
bil ma'rufi
waanhaunail
munkar
Waika
[berteriak]
humul muflihun
wa Uika
humul muflihun.
Sadaqallahuladzim.
Dan hendaklah
di antara
kamu
ada segolongan orang yang menyeruh
kepada kebajikan,
menyuruh untuk berbuat yang makruf
dan mencegah dari yang mungkar.
Dan mereka itulah orang yang beruntung.
Maha benar Allah
yang maha agung dengan segala
firman-Nya.
MaaSyiral muslimin wal muslimat
rahimakumullah.
Imam Ass'di at-Tamimi dalam kitab Taisir
Karimir Rahman fi Tafsiril Kalamil
Mannan juz 4 jilid 1 halaman 139.
Beliau menjelaskan,
umat
wuj.
Ayat ini adalah dasar tentang kewajiban
berdakwah. Karena Allah Subhanahu wa
taala memerintahkan kebaikan dan
mencegah kemungkaran
itu adalah syiar terbesar dalam agama
dan menjadi sebab keberuntungan
masyarakat.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda di dalam hadisnya. An Abi
Hurairah radhiallahu anhu qa
Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam
manlahairin
falahu ajrin failihi
yang artinya barang siapa yang
menunjukkan mengajarkan suatu kebaikan
ia mendapat pahala seperti pahala orang
yang melakukannya hadis riwayat Muslim
nomor 1893.
Dengan demikian hadirin, digitalisasi
merupakan transformasi wadah dalam
pendidikan Islam agar lebih mudah. peran
pemerintah yang mendukung implementasi
supaya terarah sehingga setiap pengajar
senantiasa menghadirkan konten-konten
yang indah, menggugah, dan berfaedah
serta menghasilkan generasi muslim
muslimah yang cerdas,
unggul,
dan berakhlakul karimah. Betul hadirin.
Dari uraian demi uraian yang dapat kami
sampaikan dapat ditarik kesimpulan. Yang
pertama digitalisasi merupakan
transformasi wadah yang memberikan
manfaat untuk mempermudah pengajaran
pendidikan Islam di dalamnya. Yang
kedua, sebagai upaya implementasi
pendidikan Islam di era digital
dibutuhkan pengajaran yang ramah,
beretika, dan dilantasi kebenaran yang
nyata. Serta peran pemerintah sebagai
pendukung agar penerapannya terarah
sehingga menghasilkan generasi yang
berakhlakul karimah. Sepakat semuanya?
Alhamdulillah.
Majelis hakim yang mulia, Sobat Syarhil
Quran yang berbahagia,
sebuah senandung mengingatkan kita.
Marilah [bernyanyi] kita
sucikan jiwa.
Sucikan [bernyanyi] jiwa.
Kuat ilmunya
dan karakternya.
dan karakternya. [bernyanyi]
Dekatkan diri pada Ilahi,
sertakan [bernyanyi] nilai-nilai
religi.
Mari bersama
harap ridanya. [bernyanyi]
Il [bernyanyi] ai.
Demikianlah syarahan yang dapat kami
sampaikan. Terima kasih atas segala
perhatian. Mohon maaf atas segala
kekurangan.
Ihdinasiratal
mustaqim.
Wallahul muwafiq ila aqwam thq.
Wasalamualaikum
warahmatullah.
Hadirin yang dirahmati Allah, dewan
hakim yang kami muliakan.
Selanjutnya kami panggilkan regu putri
dengan nomor urut tampil 3 yang akan
membawakan
tema syarahan paket E dengan judul
Ketahanan Keluarga di Tengah Disrupsi
Digital dengan ayat pendukung Qur'an
surah
at-Tahrim ayat 6 Dan surah Al-Furqan
ayat 73
sampai dengan 74.
Peserta dengan nomor urut panggil 3 akan
membawakan syarahan
tema E dengan judul Ketahanan Keluarga
di Era Disrupsi Digital dengan ayat
pendukung Quran surah at-Tahrim ayat 6
dan surah Al-Furqan ayat 73
sampai dengan 74.
Kepada regu dengan nomor urut tampil 3
disilakan.
Cek cek cek
cek cek cek cek.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahil
qoil
fi kitabihil karim
walladzina yaquulunbana
hablana min azwajina
wurriyatina
qurun
walna lil muttaqina imama
wasatu wasalamu
waidq
wa amma baad
ibu dewan hakim yang kami hormati
hadirin yang wajahnya berseri-seri
beserta sahabat syarhil qur
insyaallah
dirahmati sang ilahi amin amin ya rabb
Amin.
Maasiral muslimin wal muslimat yang
dirahmati Allah.
Prof. Dr. Muhammad Quraisyihab di dalam
bukunya membumikan Al-Qur'an beliau
menjelaskan,
"Keluarga adalah jiwa dan tulang
punggung suatu negara."
Ini membuktikan
bahwa keluarga memiliki peran yang
sangat penting dalam maju dan mundurnya
suatu bangsa. Namun hadirin, apa yang
terjadi dengan keluarga kita saat ini di
era disrupsi digital ini, justru semakin
banyak persoalan yang meruntuhkan
ketahanan keluarga itu sendiri.
Tidak bisa kita pungkiri lagi hadirin,
hari ini kita sedang hidup di sebuah
masa di mana dunia tidak lagi sebatas
sejauh mata kita memandang, melainkan
sejauh jemari kita menyentuh layar.
Betul Bapak Ibu.
Dan sadarkah kita berada di episentrum
disrupsi digital di mana kecerdasan
buatan, algoritma dan dunia maya telah
merubah landskap kehidupan manusia
secara radikal.
Namun sayangnya hadirin, di balik
gemerlapnya teknologi yang sangat
masyaallah canggih ini, ada ceritangis
keluarga yang sedang sekarat. Keluarga
yang seharusnya menjadi ruang penuh
cerita dan ceria. Kini kerap berubah
sunyi akibat disrupsi digital itu
sendiri.
Data dari Badan Peradilan Mahkamah Agung
Republik Indonesia berulang kali
mencatat bahwa perselisihan akibat media
sosial dan kecanduan judi online kini
merangsek naik menjadi salah satu pemicu
utama perceraian di Indonesia yang
meruntuhkan
rumah tangga setiap tahunnya.
Tidak sampai di situ saja, hadirin.
Laporan klinis psikologi menunjukkan
bahwa paparan media sosial yang tanpa
filter telah memicu gangguan kecemasan
dan depresi pada anak hingga lebih dari
30% dalam dekade terakhir. yang paling
memilukan.
Jutaan anak-anak kita kini mengalami
speech delay
dan penurunan empati yang drastis akibat
diasuh oleh algoritma bukan oleh kasih
sayang orang tua.
Jikalau hal ini, hadirin, terus kita
biarkan tanpa arah, maka benteng
pertahanan keluarga akan runtuh dan
melemah.
Keluarga yang merupakan institusi sosial
paling sakral dalam sejarah akan
kehilangan fungsi akibat digitalisasi
yang salah.
Maka dari itu, hadirin yang dirahmati
Allah, timbullah pertanyaan besar bagi
kita. Bagaimanakah cara kita untuk
menyelamatkan bahtera yang hampir karam
ini?
Sebagai jawabannya,
ketahanan keluarga di tengah disrupsi
digital
adalah judul syarahan kami pada
kesempatan kali ini dengan rujukan
firman Allah di dalam Al-Qur'an surah
at-Tahrim
ayat 6.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya
ayyuhalladzina
amanu
kuu
anfusakum
wa ahlikum [berteriak]
nar
waquuduhan
[menangis]
Asu wal hijaratu
alaiha
malaikah
[menangis]
waquuduhanasu
wal hijaratu
alaiha
malaikatun [bernyanyi]
[bernyanyi]
wal hijaratu
alaiha
malaikatun
Allah
yunallaha
[berteriak]
ma
amarrahum
waf'aluna
maa ymarun.
Aku berlindung
kepada Allah
dari godaan
setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah
yang maha
pengasih
lagi maha penyayang.
Wahai
wahai orang-orang yang beriman,
jagalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka
yang bahan bakarnya
adalah
manusia dan batu.
Penjaganya
adalah
malaikat-malaikat
yang kasar dan keras.
Mereka tidak durhaka
kepada Allah
terhadap apa yang dia perintahkan
kepadanya.
dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.
Maasyiral muslimin
wal muslimat rahimakumullah.
Menurut Imam Ibu Abu Bakar Ibnu Alarabi,
seorang ulama besar asal Andalusi, di
dalam tafsir Al-Ahkamul
Qur'an jilid 4 halaman 134
menjelaskan
quahu
bainakum wainaha wiqayah. Palingkan dan
jauhkanlah keluargamu,
yaitu dengan membangun benteng perisai
yang kokoh antara diri kalian, anak cucu
kalian dari api neraka. Lalu hadirin,
bagaimanakah cara kita untuk membangun
benteng perisai yang kokoh terlebih lagi
di era disrupsi digital sekarang ini?
Hadirin, ada yang tahu jawabannya?
Jawabannya
telah diurai indah oleh Imam Abu
Muhammad al-Husin bin Mas'ud bin
Muhammad Alfara Albaghasyur.
Seorang ulama tafsir asal Baghasyur. Di
dalam tafsir Ma'alimut Tanzil jilid 8
halaman 168.
Beliau menjelaskanaluatillah
beramallah
perbuatlah dengan cara taat kepada Allah
watq maasallah dan takutlah bermaksiat
kepada Allah. Wa amru ahlum bidzikri.
Serta perintahkanlah keluargamu
untuk senantiasa mengingat kepada Allah.
Yanjikumullahu
minanar.
Niscaya Allah akan menyelamatkan kalian
dari api neraka. MaaSyiral Muslimin yang
dirahmati Allah. Dua wasiat emas dari
tanah Andalusi dan Baghasyur ini adalah
tameng teologis yang mendesak untuk kita
pakai hari ini. Mengapa demikian?
Ketika gelombang disrupsi digital datang
laksana badai yang merentuhkan
sekat-sekat moral seorang ayah yang
bijaksana dan berwibawa. Dan dengan
profil seorang ibu yang lemah lembut
lagi penyantun pasti akan menciptaun
wurriyatina
qurata
aunin
waj Ja'alna
lil muttaqina
imama [bernyanyi]
wazurriyatina
qurrata a'yunin
waj'alna
lil muttaqina
imama
Sadaqallahuladzim.
Dan orang-orang yang apabila diberi
peringatan
dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
mereka tidak bersikap sebagai
orang-orang yang tuli dan buta.
Orang-orang yang berkata,
"Ya Tuhan kami,
anugerahkanlah
kepada kami penyejuk mata dari pasangan
dan keturunan kami
serta jadikanlah kami sebagai pemimpin
bagi orang-orang yang bertakwa."
Maha benar Allah
yang maha [berteriak]
agung dengan segala firman-Nya.
Dewan hakim yang kami hormati, hadirin
yang wajahnya berseri-seri
beserta sahabat Syarhil Quran yang
insyaallah dirahmati Sang Ilahi insya
insyaallah.
Menurut Imam alhafiz Ibnu Katsir
at-Timas di dalam Tafsirul Quranil Azim
jilid 6 halaman 121,
beliau menjelaskan
esensi dari doa rbana hablana min
azwajinaun
adalah kita berdoa memohon kepada Allah
agar kita dapat menurunkan generasi kita
yang akhlaknya mulia, taat kepada Allah
dan tidak pernah menyekutukannya kepada
siapapun. Kemudian Ibnu Katsir juga
mengatakan bahwa bagi seorang mukmin
tidak ada pemandangan yang lebih tinggi
derajat kebahagiaannya
selain melihat anak cucu kita menjadi
generasi yang saleh, berintegrasi, dan
terjaga moralnya.
Akhirnya hadirin, kesimpulan dari
syarahan kami adalah untuk menghadapi
tsunami disrupsi digital ini, institusi
keluarga wajib mengeksekusi ketahanan
digital berbasis qurani. Orang tua tidak
boleh lagi bersikap apatis atau gagap
digital karena orang tua merupakan
filter utama seorang anak. Kemudian
orang tua juga harus menjadi qudwah
terbaik dalam berkeluarga. Bagaimana
Bapak dan Ibu? Sepakat?
Alhamdulillah.
Maka dari itu sebuah lagu mengingatkan
kita.
Ayah dan ibu
[berteriak] ini impianku
ingin menjadi
anak yang saleh [berteriak]
menolong
menolong ayah
membantu ibu
membantu
ibu
terus berbakti
terus berbakti di negeri abadi.
terus berbakti
di
negeri
abadi. [bernyanyi]
Demikianlah syarahan yang dapat kami
sampaikan. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin yang kami muliakan,
dewan hakim yang insyaallah dirahmati
Allah. Acara kami skor sejenak selama 5
menit. Terima kasih.
kembali.
Baiklah, dewan hakim yang mulia serta
hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya mari sama-sama kita saksikan
penampilan regu putra dengan nomor urut
tampil 4
yang akan membawakan tema syarahan A
Al-Qur'an dan etika teknologi di era
kecerdasan buatan dengan judul
Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Muslim
Berbasis
Alquran
dengan ayat pendukung Quran surah
Al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah
at-Taubah ayat 122.
Regu dengan nomor urut panggil 4 akan
membawakan tema syarahan A yang bertema
Al-Qur'an dan etika teknologi di Era
Kecerdasan buatan yang berjudul
Pemanfaatan AI dalam Kehidupan Muslim
Berbasis Al-Qur'an
dengan ayat pendukung Quran surah Al-A.
Alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah
at-Taubah ayat 122.
Kepada nomor urut tampil 4 disilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi
khalaqol insana min zakar wa unsa.
Wasu wasatu
wasalamu ala sayyidina
mustofa
waa alihi ahl sidqi warfa. Amma ba'.
Dewan hakim yang kami muliakan.
Hadirin sebangsa
setanah air yang [berteriak] kami
banggakan.
Pada era digital saat ini, teknologi
telah cukup berkembang pesat. Salah satu
contoh di antaranya ialah kecerdasan
buatan ataupun AI.
Apa itu AI, hadirin?
AI adalah bidang yang mencakup berbagai
disiplin ilmu termasuk ilmu komputer,
analisis dan statistik data, rekayasa
hardware dan software,
bahkan filsafat serta psikologi.
Indonesia merupakan negara yang
menduduki peringkat ketiga sebagai
penyumbang kunjungan aplikasi AI di
dunia. Demikian yang dikatakan Mutya
Habis, Menteri Komunikasi dan Digital
Indonesia.
Hadirin, di era saat ini teknologi
semakin besar dan terus berkembang.
Mulai dari cari informasi bisa lewat
chat GPT, searching maps agar tidak
tersesat lagi hingga eksis lewat chat IG
agar punya teman luar negeri
hingga ingin punya tontonan seru. Cukup
tekan Netflix di TV. Betul apa betul
hadirin?
Namun di sisi lain, penyalahgunaan
teknologi justru menimbulkan dampak yang
besar dan dapat merusak moral dan
karakter bangsa seperti media
pembentukan karakter,
konstitusi online, perdagangan manusia,
dunia yang menciptakan
ilusi. Penyebaran hoak setiap hari.
Provokasi yang membangkitkan
emosi
hingga peruntungan maya yang
menghilangkan empati.
Kemudian hadirin, bagaimana kita
memanfaatkan teknologi secara positif?
Sebagai jawabannya,
izinkanlah kami menyampaikan sebuah
syarahan Al-Qur'an dengan judul
Pemanfaatan
AI dalam Kehidupan Muslim berbasis
Al-Qur'an.
Sebagai landasan awal, marilah kita
dengarkan firman Allah dalam Al-Qur'an
surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5 sebagai
berikut.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Iqra bismi rabbikalladzi
khalaq khalaqal
[bernyanyi] insana
min alaq.
Iqra warabbukal
akramulladzi
allama
bilqalam.
Allamal
insana
ma lam ya'lam.
Aku berlindung
kepada Allah
dari godaan
setan yang terkutuk.
Dengan menyebut asmamu, ya Allah
yang maha pengasih
lagi maha penyayang.
Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu
yang menciptakan.
Dia menciptakan manusia
dari segumpal darah.
Bacalah.
Tuhanmulah yang maha mulia
yang mengajar manusia dengan pena.
Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya.
Dewan hakim yang mulia,
hadirin yang berbahagia. Surah Al-Aq
ayat 1 sampai 5 ini merupakan wahyu
pertama
memiliki relevansi yang sangat kuat
dengan perkembangan teknologi kecerdasan
buatan ataupun AI.
Ayat pertama dan ketiga surah Al-Aq ini
memiliki makna yang luas dan dapat
dimaknai sebagai perintah bagi seluruh
manusia untuk meneliti, menganalisis,
dan memahami berbagai informasi.
Dengan demikian, hadirin, ayat ini
menjadi pedoman bagi kita semua. untuk
membangun literasi digital kritis dan
pembuhkan karakter positif
seperti
kejujuran dan keadilan.
Pembangunan ruang edukasi digital adalah
contoh nyata dari pemanfaatan
digital.
Maka dari itu, hadirin,
mari bersama kita merenungi segala
kekhilafan-kekhilafan
yang pernah kita lakukan agar kita
bertahan di era yang tak terbendung ini.
Astagfirullah.
Jiwa yang
beraya.
Berhentilah
melalaikan
kewajiban.
Astaga.
Wahai
jiwa yang terjebak [bernyanyi]
harus dicip.
As
berhentilah
menyalahgunakan
teknologi.
Rabbi
[bernyanyi]
lihatlah [berteriak]
negeri
[bernyanyi]
kecerdasan
disalah
gunakan
untuk menjatuhkanembeli
terkendalian
[bernyanyi]
[bernyanyi] nasuha Tuhan
demi marbun
nasuha.
Astagfirullah
[bernyanyi]
rabbal baraya.
Astagfirullah.
[bernyanyi]
Lalu hadirin, apa kata kunci dari akhlak
yang baik? Kata kuncinya adalah
penguatan pendidikan. Penguatan
pendidikan bukan hanya berfokus pada
pengembangan intelektual saja atau hanya
formalitas semata,
melainkan harus berfokus pada
pembentukan karakter.
Lalu hadirin
dengan sejalan dengan Al-Qur'an surah
at-Taubah ayat 122
yang akan dibacakan oleh qori kami
berikut ini.
mukminuna
liyanfiru
ka
[berteriak][menangis]
falaula
nafaro min kulli firuqatim
minhum
thifatul
liyatafaqohu
fiddini
waliyunziru
quumah
Waliziru
quumah
idza raja'u
ilaihim.
raja'u
ilaihim
la'allahum
yahzarun
idza raja'u [bernyanyi]
ilai
yah
sadaqallahuladzim.
Dan tidak sepantasnya orang-orang mukmin
itu semuanya pergi ke medan perang.
Mengapa sebagian dari setiap golongan di
antara mereka tidak pergi untuk
memperdalam pengetahuan mereka tentang
agama dan untuk memberi peringatan
kepada kaumnya? Apabila mereka telah
kembali, mereka dapat menjaga dirinya.
Maha benar Allah
dari segala firman-Nya.
Hadirin muslimin wal muslimah
rahimakumullah.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada
zaman Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam tidak dibenarkan untuk semua
pemuda untuk berperang saja, tetapi
harus diimbangi dengan pendidikan
karakter. Jika dulu medan juangnya
adalah angkat senjata, maka di era
digital saat ini,
medan perang kita telah berpindah ke
ruang digital.
Senada dengan hal tersebut,
Bapak Pendiri Nahdatul Ulama K. H.
Hasyim Asyari dalam kitabnya Adabul Alim
Wal Mutaalim menekankan bahwa ilmu harus
melahirkan kemaslahatan nyata yang
adaptif terhadap perkembangan zaman.
Coba bayangkan
hadirin, jika kita buta teknologi,
maka opini publik menjadi bincang,
agama menjadi hilang.
Dunia digital pun gersek,
generasi muda bimbang,
maka kita harus bangkit memimpin
peradaban digital.
Sebagai kesimpulan dari syarahan yang
dapat kami sampaikan adalah AI hendaknya
harus dimanfaatkan untuk pendidikan dan
kemaslahatan bersama. Begitu juga dengan
pendidikan teknologi harus dikuasai
dengan pendidikan karakter dan akhlak
yang mulia. akan melahirkan generasi
qurani,
cerdas dalam teknologi,
kuat dalam ilmu,
mulia dalam akhlak.
Sekian yang dapat kami sampaikan. Tapi
sebelum itu, izinkanlah kami mengejekan,
mengajak dewan juri dan para hadirin
sekalian untuk berselawat bersama.
Jaga akhlak dalam hidup
agar masa depan tak redup.
Jaga akhlak dalam hidup
agar masa depan tak redup.
Kuasai
teknologi
agar diri tetap berbudi.
[bernyanyi]
Kuasai
teknologi
agar diri tetap [bernyanyi] berbudi.
sallallahu
wasallama
alan nabi sayyidina [bernyanyi]
muhammadin
wa alihi
[bernyanyi] wasohbihi
ajmaina
sallallahu
wasallama [bernyanyi]
alan nabi sayyidina
muhammad
[bernyanyi]
Aj.
Wallahuq aqwam thq. Wasalamualaikum
[berteriak]
warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami
muliakan. Hadirin yang kami banggakan,
selanjutnya mari kita saksikan
penampilan dari regu putri dengan nomor
urut tampil 5.
Regu dengan nomor urut tampil 5 akan
membawakan tema syarahan C
dengan tema gerakan Kolektif Menghadapi
Kris Iklim dan polusi Global yang
berjudul Menjaga Lingkungan Hidup
sebagai Upaya Menghadapi Kris Iklim
dalam perspektif Al-Qur'an
dan dengan ayat syarahan
Quran surah Arrum ayat 41
dan surah Al-A'raf ayat 56.
Peserta dengan nomor urut tampil 5 akan
membawakan tema syarahan C. Gerakan
kolektif menghadapi krisis iklim dan
polusi global yang berjudul Menjaga
Lingkungan Hidup. sebagai upaya
menghadapi krisis iklim dalam perspektif
Al-Qur'an
dengan ayat syarahan Quran surah Ar-Rum
ayat 41
dan surah Al-A'raf ayat 56.
Kepada regu dengan nomor urut tampil 5
disilakan.
Cek cek cek cek cek
cek.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi
khalaqas samaawati
wal ardha wama bainahuma
wasalatu wassalamu ala sayyidil mustofa
wa ala alihi wasohbihi ahlisidqi
wal wafa
Bapak, Ibu Dewan Hakim yang arif dan
bijaksana.
Yang kami hormati
para offisial dan pelatih yang hadir
pada hari ini.
Sahabat Syarhil Quran yang kami cintai.
Semoga kita semua senantiasa dirahmati
dan diberkahi sang Ilahi. Allahumma
amin.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Berdasarkan Forum Indonesia Climate
Change atau ICCF pada tanggal 21 sampai
23 Oktober
2025.
Kondisi cuaca yang terjadi dalam setahun
terakhir menjadi bukti bahwa krisis
iklim bukan isu akademi semata,
melainkan kenyataan yang mempengaruhi
kehidupan masyarakat. secara nyata mulai
dari masalah sosial, kesehatan, maupun
ekonomi.
Menurut laporan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana mencatat
sepanjang tahun 2025 sebanyak 2.590
kejadian bencana alam yang terjadi di
negeri ini.
Keadaan ini diperparah lagi dengan cuaca
ekstrem yang datang silih berganti.
Kebakaran hutan dan lahan terus terjadi.
Erupsi gunung berapi yang menyebabkan
polusi.
Bahkan hadirin, akhir-akhir ini banjir
dan tanah longsor meluluhlantakkan
Pulau Sumatera secara bertubi-tubi.
Betul hadirin.
Hadirin, kondisi inilah yang
mengakibatkan sejumlah warga harus
mengungsi. Ratusan pekerja dan pengusaha
merugi. Angka kemiskinan dan
keterbelakangan
semakin bertambah tinggi. Ternyata
lengkap sudah penderitaan bangsa kita,
bumi pertiwi.
Lalu bagaimanakah mengantisipasi hal
tersebut dengan sikap kita saat ini?
sebagai jawabannya
menjaga lingkungan hidup sebagai upaya
menghadapi krisis iklim dalam perspektif
Al-Qur'an
adalah sebuah syarahan yang akan kami
sampaikan dengan landasan awal Al-Qur'an
surah Ar-Rum ayat 41
sebagai berikut.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
[bernyanyi]
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
doharal
fasadu
fil barri wal bahri bimaa
kasab
[menangis]
liyziqahum
baadzi
Laallahum
yarjiun.
[bernyanyi]
Aku
berlindung
kepada Allah
dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama
Allah
yang maha pengasih,
Maha Penyayang.
telah tampak kerusakan
di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan
manusia.
Allah
menghendaki
agar mereka merasakan
sebagian
dari akibat perbuatan mereka.
agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Menurut kajian ilmu balaghah, ayat
tersebut termasuk kalam khabari tentang
kerusakan bumi yang diisyaratkan dengan
kalimat zaharal fasad telah tampak
kerusakan.
Sedangkan yang dimaksud dengan alfasad
adalah keluarnya sesuatu baik sedikit
maupun banyak. Demikian yang diungkapkan
Imam Abu Alqasim Al-Husain bin Muhammad
bin al-Mufadol atau yang lebih dikenal
dengan Imam Arrhib Al-Asfahani
dalam kitab Al-Mufradat fi Gharibil
Quran jilid 1 juz 21
halaman 406.
Senada dengan hal tersebut, Imam Ass'di
at-Tamimi dalam kitab Taisirul Karimir
Rahman fi Tafsiril Kalamil Mannan juz 21
jilid 1 halaman 605.
Beliau mengungkapkan
fasadu fil baral bahr a innama bisabun
wal ma w yun
bala waq wa fahua jaza muajjaludu
kerusakan di darat dan di laut
terjadikan Karena dosa dan maksiat yang
dilakukan manusia. Segala perbuatan
kerusakan dan kemaksiatan adalah bentuk
ketaatan kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Secara umum, berbagai upaya dan usaha
telah dilakukan pemerintah untuk menjaga
lingkungan dan mencegah terjadinya
bencana alam di negeri ini. Mulai dari
peningkatan adaptasi bagi masyarakat di
seluruh negeri,
pengelolaan dan bersinergi,
pengendalian pencemaran lembah dan
industri,
hingga program kampung iklim bagi
masyarakat di seluruh bumi pertiwi.
Namun sayang hadirin, kenyataan yang
terjadi tidak berjalan seimbang dengan
perbuatan setiap individu maupun
kelompok masyarakat di negeri ini. Mari
kita saksikan kembali penebangan hutan
liar terus terjadi. Pembuangan limbah
industri yang membuat sungai tercemari
tambang di keruk tanpa reklamasi hingga
pembangunan terlarang di seluruh penjuru
negeri.
Hadirin, kondisi inilah yang menghambat
terwujudnya sebuah visi Indonesia emas
lestari. Lantas bagaimanakah upaya dalam
menjaga lingkungan hidup guna mencegah
terjadinya bencana di negeri ini?
Sebagai jawabannya ada pada firman Allah
dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 56
sebagai berikut.
Wala tufsidu
fil ardhi ba'da islahiha
waduhu
khaufan
wa thama
inna
rahmatallahi
qoribum
minal
muhsin
inna [menangis]
rahmatallahi
qorbum
minal muhsin
[bernyanyi]
Sadaqallahuladzim.
[bernyanyi]
Dan
janganlah kamu berbuat kerusakan
di bumi
setelah diciptakan
dengan baik.
Berdoalah
kepadanya
dengan rasa takut dan penuh harap.
Sesungguhnya
rahmat Allah
sangat dekat
kepada orang yang berbuat kebaikan.
Maha benar Allah
yang maha
agung.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Imam alhafiz imaduddin
Abul Fida Ismail bin Umar bin Katsir
dalam Tafsirul Quranilzim
juz 8 jilid 2 halaman 134.
Beliau mengungkapkan
wsidu
bahallahu
fasadin ardi minulmi wal ma
wibun
balai
wa
kerusakan yang ada di muka bumi Allah
sangat melaknatnya nya hadirin wal
hadirat rahimakumullah.
Maka dari itu haram hukumnya bagi saya,
kamu, kita dan seluruh komponen bangsa
untuk berbuat dosa yang membuat Allah
murka. Nauzubillahi
minzalik.
Maka dari itu hadirin, kita patut
menjaga lingkungan.
Jangan buang sampah di selokan.
Mari kita lestarikan hutan.
Jangan tebang pohon serampangan.
Mari kita rawat bunga di taman.
Jangan memetiknya sembarangan. Biarkan.
Pepohonan hijau tumbuh tinggi.
Biarkan.
Buah manis enak dinikmati.
Biarkan semua berjalan sesuai sunah
Ilahi.
Allahumma
amin.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Untuk menumbuhkan kecintaan kita
terhadap tanah air, marilah kita hayati
bersama lagu Bumi Pertiwi karya Ismail
Marzuki sebagai berikut.
Kulihat
bumi pertiwi
menatap
sedang [bernyanyi]
ber
langitnya red tak [menangis] secerah
dahulu
hutan yang hijau
mulai menghilang
sungai mengeluh
dalam arus [menangis]
yang tenang
[bernyanyi]
Di mana hati nurani kita?
Laut dan gunung menjadi saksi nyata.
Manusia sering lupa dengan amanahnya.
[bernyanyi]
Alquran
menyuruh kita menjaga ciptaannya.
Dari kerusakan
bumi penuh cinta.
Kulihat [bernyanyi]
ibu pertiwi.
Kami [bernyanyi]
datang berbakti.
Lihatlah
putra-putrimu
[bernyanyi]
[bernyanyi]
menggembirakan
ibu
sebagaimana
sabda baginda Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam an Abi Saidil Khudri
radhiallahu anhu.
washaalun.
Artinya dari Abu Said al-Khudri, Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau,
dan sesungguhnya
Allah menjadikan kalian sebagai khalifah
padanya, lalu mengawasi bagaimana kalian
berbuat." Hadis riwayat Muslim. Hadirin
wal hadirat rahimakumullah.
dari uraian di atas, maka syarahan ini
dapat kami tarik kesimpulannya.
Yang pertama, Al-Qur'an secara tegas
melarang kita untuk berbuat kerusakan di
alam semesta yang membuat Allah murka
sehingga mendatangkan bencana.
Yang kedua, sebagai menjaga lingkungan
hidup dibutuhkan kesadaran tinggi bagi
kita semua. serta peran pemerintah
sebagai pendukung dalam pengawasannya.
Sehingga terwujudnya alam yang subur,
bangsa yang makmur, dan negeri yang
baldatun thayibatun warabbun gfur.
Burung merpati terbang ke taman.
Hinggap sebentar di dahan cemara.
menjaga alam sebagian dari iman
agar kita selamat dan sentosa.
Terima kasih atas segala perhatian.
Mohon maaf atas segala kekurangan.
Sekian dari kami. Sampai jumpa lagi.
Horas. Wallahul muwafiq
aqwam thq.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Hadirin yang berbahagia, dewan hakim
yang kami muliakan.
Selanjutnya marilah sama-sama kita
dengarkan
dan kita saksikan penampilan regu putra
dengan nomor urut tampil 6.
yang akan membawakan tema syarahan G
ketahanan Pangan dan Kedaulatan Agraria
menurut Al-Qur'an
dengan ayat syarahan Quran surah Yusuf
ayat 47
sampai dengan ayat 48
dan surah Al-A'raf ayat
58.
Peserta dengan nomor urut panggil 6 akan
membawakan tema syarahan G yang berjudul
Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Agraria
Menurut Al-Qur'an
dengan ayat syarahan Quran surah Yusuf
ayat 47
sampai dengan 48.
dan surah Al-A'raf ayat 58.
Kepada regu dengan nomor urut panggil 6
disilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi
ja'alal ard lil anami mihada
waambata fiha minalirati
rizq wa imdada
wasatu wassalamu ala sayyidil mustofa
waa alihi ahli sidqi wal wafa amma ba'
Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami
muliakan,
hadirin sekalian beserta teman-teman
yang kami banggakan.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Menteri Pertanian Indonesia, Bapak Andi
Amran Sulaiman pernah berkata,
"Ketahanan pangan bukan hanya sekedar
urusan ketersediaan gizi, melainkan
instrumen pertahanan negara dan hak
asasi rakyat Indonesia. Ungkapan ini,
hadirin, bukan hanya sekedar rangkaian
kata tanpa makna, melainkan suatu
peringatan keras bagi kita. Mengapa,
hadirin? Karena kemerdekaan sejati
mustahil terwujud jika perut rakyatnya
masih bergantung pada impor luar negeri
dan kedaulatan tanahnya masih tergadai
oleh beton-beton industri.
Di negeri yang menurut Kus Plus, salah
satu grup musisi legendaris Indonesia di
salah satu penggalan lirik lagunya
mengatakan
orang bilang tanah kita tanah surga,
tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman.
Nyatanya, hadirin, kita justru terjebak
dalam krisis ketahanan pangan. Ahli
fungsi lahan terjadi di mana-mana.
Bahkan petani yang katanya pahlawan
pangan justru menjadi kelompok yang
paling rentan terhadap kemiskinan.
Dahulu kita bangga dengan tanah yang
kaya. Hamparan sawah menghijau sejauh
mata memandang.
Namun kini hadirin, kedaulatan kita
seolah tak lagi bertahta saat perut
rakyat digantungkan dengan belas kasihan
mancanegara.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik
2024,
impor beras kita menembus angka 4,52
juta ton. Sebuah luka bagi kedaulatan
kita yang kian merapuh nyata. Sementara
itu hadirin, betonisasi sawah kian
menggila setiap tahunnya 100.000 hektar
lahan produktif sirna berganti gedung
perkantoran dan karsa yang buta.
Petani kita kian terhimpit,
ekonomi rakyat semakin sulit.
Tanah air kita kian sesak kepentingan
elit. Bahkan kemiskinan rakyat kian
terus bangkit. Maka dari itu, hadirin,
untuk menjawab permasalahan tersebut
tertariklah hati kami untuk menyampaikan
syarahan yang berjudul Ketahanan Pangan
dan Kedaulatan Agraria menurut Al-Qur'an
dengan berlandaskan pada firman Allah
Quran surah Yusuf ayat 47 hingga 48.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Qala [bernyanyi] tazrauna
sabina
daaba
Fama hasattum
[bernyanyi] fadaruhu
fi sumbulihi
[menangis]
illa
qilam
tumma
ya't
ba'di dalalik
[bernyanyi]
ma qaddamtum
lahun
yaulna
qdamtum
lahunna
illa
qalilam
mimma
tuhsinun.
Aku berlindung kepada Allah.
dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah
yang maha pengasih
lagi maha penyayang.
Nabi Yusuf berkata,
"Bercocok tanamlah kamu
7 tahun berturut-turut.
Kemudian
apa yang kamu tuai biarkanlah
ditangkainya
kecuali sedikit untuk kamu makan."
Kemudian sesudah itu akan datang 7 tahun
yang sangat sulit yang menghabiskan apa
yang kamu simpan
untuk menghadapinya
kecuali
sedikit dari apa bibit gandum yang kamu
simpan.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Menurut Imam Alqurtubi di dalam kitabnya
Aljamiu Ahkamil Quran jilid 9 halaman
194 beliau menjelaskan
fi hadil ayah dalilunami
liwaqtil hajah. Ayat ini mengandung
dalil fundamental tentang kewajiban
suatu negara dalam mengelola cadangan
pangan sebelum masa krisis datang
menghadang. Kisah Nabi Yusuf bukan
sekedar kisah sejarah biasa, melainkan
suatu blueprint ketahanan pangan
nasional dengan potret manajemen paling
berlian sepanjang masa. Ketahanan pangan
tidak hanya lahir dari meja perundingan
semata, melainkan dari kemandirian
lumbung dan kedaulatan di atas tanah
kita sendiri. Syekh Wahba Azzuhaili juga
menjelaskan di dalam tafsir almunir
filqidah wasyariah wal manhaj jilid 12
halaman 278.
Nabi Yusuf Alaih Salam memberikan arahan
pada sarana ilmiah untuk menjaga hasil
panen yang baik adalah dengan tarqul
habbihiqlilatiwus.
Yakni membiarkan biji pada bulirnya guna
mengurangi kelembaban dan mencegah hama.
Hadirin, instruksi Nabi Yusuf untuk
membiarkan biji pada bulirnya merupakan
puncak teknologi pasca panen. Dr. Abdul
Majid Balabet, seorang peneliti dari
Universitas Bu Muhammad pertama di
Maroko membuktikan bahwa bulir merupakan
perisai alami yang menjaga kadar air dan
mematikan gerak hama. Tanpa adanya
bulir, gandum akan busuk dalam hitungan
bulan. Namun dengan adanya bulir, gandum
akan terjaga hingga belasan tahun
lamanya. Hadirin, inilah bukti bahwa
kebijakan ketahanan pangan sudah 14 abad
yang lalu di dalam Al-Qur'an dibangun di
atas fondasi ilmu pengetahuan. Bukan
sekedar intuisi belaka. Namun apa yang
terjadi di negeri kita? Kebijakan
ketahanan pangan seringki terasa buram.
Arah kompas kedaulatan seolah hilang
ditelan pekatnya malam yang suram.
Lihatlah proyek strategis lumbung pangan
food estate dibangun dengan rencana
diam-diam tanpa kajian mendalam
mengabaikan jadi petani yang kian
terbungkam.
Namun apa yang kita saksikan?
Apa hasil dari ambisi yang ditanam?
Hutan menjadi gundul, tanah mengering
gersang.
Terganggunya siklus air dan harapan
rakyat pun ikut tenggelam. Namun
hadirin, kita harus tetap optimis karena
sejatinya Kementerian Pertanian
Indonesia sudah melakukan banyak sekali
cara untuk menguatkan ketahanan pangan
di negeri kita. Melalui apa, hadirin?
Salah satunya adalah melalui strategi
mitigasi elnino dan peningkatan
produksi. Hadirin, meskipun begitu kita
harus tetap belajar dari negara lain.
Lihatlah Tiongkok sang pemilik lumbung
terbesar di dunia. Mereka menyimpan
separuh gandum dunia demi menjaga perut
rakyatnya agar tidak kelaparan. Lihatlah
Vietnam.
Mereka memagari sawahnya agar tidak
berubah menjadi hutan beton yang
menyesakkan dada. Mereka tidak hanya
membaca kisah Nabi Yusuf sebagai dongeng
pengantar tidur, melainkan juga
menjadikannya sebagai landasan kebijakan
bernegara. Namun hadirin, apalah gunanya
manajemen strategi yang kita susun
dengan rapi jika lahan tempat menanamnya
telah dirampas dan mati?
Karena ketahanan pangan hanyalah
buahnya. Sedangkan kedaulatan agraria
adalah akarnya.
Ketahanan pangan adalah soal makanannya.
Namun kedaulatan agraria adalah soal
kepemilikan lahannya.
Tanpa tanah yang berdaulat,
mustahil tumbuh tanaman yang membawa
berkah.
Hal ini sebagaimana yang telah Allah
tegaskan di dalam Al-Qur'an surah
Al-A'raf ayat 58.
Wal baladut [bernyanyi]
thayibu
yakhruju nabatuhu
biidnibbih.
Walladzi
khobala [bernyanyi]
yakhruju
illa
nakida.
Kadzalika
[bernyanyi]
nusorriful
ayati
liqaumi
yaskurun.
[bernyanyi]
Kadzalika
nusarriful
ayati
liqaumi
yaskurun.
Sadaqallahuladzim.
Dan tanah yang baik,
tanaman-tanamannya
tumbuh subur seizin Tuhannya.
Adapun tanah yang tidak subur,
tanaman-tanamannya
hanya tumbuh merana.
Demikianlah
kami jelaskan berulang kali
tanda-tanda
kebesaran kami bagi orang-orang yang
bersyukur.
Maha benar Allah
yang maha agung dengan segala
firman-Nya. Hadirin wal hadirat
rahimakumullah.
Imam Ibnu Katsir di dalam Tafsir
Al-Qur'anil Azim jilid 3 halaman 429
beliau menjelaskan
wal baladut thibu a walard thibatu
yakuju naan.
Negeri yang baik adalah negeri yang
memiliki tanah yang baik. sehingga
tumbuh-tumbuhannya
akan tumbuh dengan cepat lagi
berkualitas. Sehingga jelas hadirin
bahwa kebijakan kedaulatan agraria bukan
hanya sekedar urusan sertifikat tanah,
melainkan urusan nyawa dan martabat
bangsa. Jika tanah kita rusak oleh
keserakahan,
maka jangan harap pangan kita akan
membawa keberkahan. Padahal hadirin,
Rasulullah telah mewanti-wanti kita
tentang apa itu keserakahan. Di dalam
hadis riwayat Alhakim dan Albaihaqi,
Rasulullah bersabda, "Iyaka watah fnahu
faqarun hadirun."
Waspadalah terhadap keserakahan
karena ia adalah kemiskinan yang telah
terjadi. Hadirin, semenjak kecil kita
sudah diperkenalkan, kita sudah
diajarkan
bahwa Indonesia adalah negara yang kaya
raya. Sumber daya alamnya melimpah ruah
sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah
lagu.
Siapa bilang Bapak dari Blitar?
Bapak kita dari Prambanan.
Siapa bilang rakyat kita lapar?
Indonesia banyak makanan.
Betul hadirin.
Tapi kenyataannya hadirin, masih banyak
rakyat kita yang menderita dan
kelaparan. Bahkan ada juga lagu yang
menyebutkan bahwa bukan lautan hanya
kolam susu katanya.
Tapi kata nenekku hanya orang-orang kaya
yang minum susu.
Kail dan jalah cukup menghidupimu,
katanya.
Tapi kata ayahku, masih banyak rakyat
kita yang menderita dan kelaparan.
Tiada badai, tiada topan kau temui,
katanya.
Tapi kenapa banyak orang yang tertiup
badai ke Malaysia, Jepang hingga
Kamboja? Ikan dan udang menghampiri
dirimu," katanya.
Tapi kata kakekku, awas ada udang di
balik batu.
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman
katanya. Tapi kata guruku, belum semua
rakyatnya sejahtera. Banyak pejabat yang
menjual kayu dan batu
untuk membangun surganya sendiri.
Hadirin, apabila kebijakan agraria
justru merusak ekosistem dan
meminggirkan petani, maka hukum Islam
secara tegas memerintahkan
naras
segala kemudorotan harus dihilangkan.
Segala bentuk penjajahan harus
dihentikan.
Segala ketimpangan harus diratakan.
Allahu Akbar.
Sebagai kesimpulan hadirin, kebijakan
kedaulatan agraria adalah urusan nurani.
Bukan sekedar urusan perut yang harus
diisi. Marilah kita muliakan petani
karena mereka adalah pahlawan yang
tangannya berlumpur namun hatinya suci.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan
hadirin. Menggiling lada di atas papan.
Lada tak sama dengan kemiri. Kami para
pemuda tampan mohon pamit undur diri.
Wabillahi taufik wal hidayah warid wal
inayah. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia,
serta dewan hakim yang kami muliakan.
Alhamdulillah telah kis telah sama kita
menyaksikan penampilan yang luar biasa
dari para pengemban dakwah muda kita di
cabang Musabaqah Syarhil Quran pada sesi
kali ini. Sungguh semangat dan kecintaan
mereka terhadap Al-Qur'an memberikan
harapan besar bagi masa depan dakwah
Islam.
Dengan berakhirnya penampilan nomor ur 6
tadi, maka berakhir pula rangkaian
perlombaan Syarhil Quran pada sesi pagi
hari ini. Dan nantinya akan kita
lanjutkan kembali pada babak penyisihan
sesi siang pada pukul 13. Waktu
Indonesia Barat. Untuk itu kami ucapkan
terima kasih dan kami akhiri dengan
billahi taufik wal hidayah warid wal
inayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Selawat dan salam tak lupa pula kita
hadiahkan keharibaan baginda Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Kembali kami ucapkan selamat bergabung
dan selamat datang kepada yang terhormat
dewan pengawas dan tentunya yang kami
muliakan seluruh para dewan hakim yang
bertugas pada majelis cabang musabaqah
syarhil Quran, para offisial kafilah dan
yang teristimewa para peserta cabang
musabaqah Syarihil Quran serta seluruh
hadirin yang menyaksikan.
Hadirin yang dirahmati Allah, marilah
kita mulai kegiatan cabang musabaqah
Syarhil Quran pada sesi kedua pada hari
ini dengan senantiasa berserah diri
kepada Allah Subhanahu wa taala dan
mengawalinya dengan mengucapkan lafaz
basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.
Bapak, Ibu dewan hakim yang kami
muliakan serta hadirin yang kami
banggakan. Pada babak penyisihan di sesi
kedua ini akan tampil empat regu peserta
yang terdiri dari dua regu peserta putra
dan dua regu peserta putri.
Baiklah, Bapak Ibu dewan hakim yang kami
muliakan. Berikut akan kami panggilkan
penampilan
dengan nomor urut panggil 7
regu putri dengan nomor urut panggil 7uh
akan membawakan tema syarahan E yang
berjudul Ketahanan Keluarga di Tengah
disrupsi Digital dengan ayat Syarahan
Quran surah Arrum ayat 21
dan surah At-Tahrim ayat 6.
Regu dengan nomor urut panggil 7 akan
membawakan tema syarahan E dengan judul
Ketahanan Keluarga di tengah disrupsi
Digital dengan ayat syarahan Quran surah
Ar-Rum ayat 21
dan surah at-Tahrim ayat 6 kepada nomor
urut panggil
Tu kami silakan.
Cek cek cek sodo. Cek
cek cek
cek s cek cek
cek cek
cek.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi
anzalas sakinata fi qulubil mukminin
wasatu wasalamu ala sayyidil mursalin
waa alihi waman tabiahu biihsanin ila
yaumilqiamah.
Amma ba'ad. Dewan hakim yang kami
muliakan.
Hadirin sekalian beserta teman-teman
seperjuangan,
calon-calon pemimpin masa depan yang
kami banggakan.
Kolaborasi sumut berkah kita tebar demi
kemajuan provinsi tercinta. Hadirin hari
ini apa kabar? Apakah sehat semuanya?
Alhamdulillah.
Mantul. Mantap betul.
Hadirin dan dewan hakim yang kami
muliakan,
Prof. Dr. Muhammad Qurais Syihab dalam
sebuah karyanya yang berjudul membumikan
Al-Qur'an. Beliau menjelaskan, "Keluarga
merupakan jiwa dan tulang punggung bagi
suatu negara. Kesejahteraan lahir dan
batin yang dialaminya
merupakan cerminan dari kesejahteraan
lahir dan batin yang dialami oleh bangsa
tersebut. Dengan demikian hadirin, jika
kita menginginkan terciptanya bangsa
yang baldatun
thayibatun
gfur, maka landasan utama yang harus
dijunjung dan dibangun ialah keluarga
yang sakinah dengan menerapkan profil
seorang ayah yang bijaksana dan
berwibawa. dengan profil seorang ibu
yang lemah lembut, tutur katanya,
"Dan seorang kakak yang menyayangi
adik-adiknya."
Inilah yang dinamakan Albaitul
Madrasatul ula.
Keluarga adalah sekolah yang paling
utama dan pertama.
Namun di samping itu hadirin, tidak
jarang kita temukan keluarga harmoni
berubah menjadi keluarga disharmoni.
Konsekuensinya,
tidak sedikit orang yang kehilangan
pikiran yang logis
di depan berwajah
manis,
namun hatinya dipenuhi hasrat iblis.
Sehingga tidak ragu untuk berbuat
bengis, hatinya tertawa. Namun matanya
menangis sungguh miris
dari segi keyakinan.
Apakah keluarga hanya tempat
persinggahan
atau keluarga hanya sebatas pernikahan?
Pertanyaan tersebut menjadi penting
direnungkan karena jika setiap individu
memiliki keyakinan
bahwa keluarga hanya tempat
persinggahan.
Ia akan dianggap berkomitmen
samar-samar.
Akan tetapi hadirin, jika setiap
individu memiliki kesimpulan
bahwa keluarga hanya sebatas pernikahan,
akan dianggap berkomitmen
sangar.
Lantas hadirin, bagaimanakah solusi atas
permasalahan tersebut?
Sebagai jawabannya, izinkanlah kami
untuk menyampaikan sebuah syarah
Al-Qur'an dengan judul Ketahanan
Keluarga di tengah disrupsi digital.
Sebagai landasan awal, mari sama-sama
kita dengarkan firman Allah dalam
Al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 21.
berikut ini.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
wamin ayatihi
min anfusikum
azwaja
azwaj
litaskunu
ilai
akum
mawad
warahmah
inna
fi dzalika
laatil [berteriak]
liquumi
yatafakkarun.
[berteriak]
Aku
berlindung
kepada Allah
dari godaan
setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah
yang maha
pengasih
lagi maha
penyayang.
Dan di antara tanda-tanda
kebesarannya
itu
ialah dia menciptakan
pasangan-pasangan
untukmu
dari jenismu
sendiri
agar kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya.
Dan dia menjadikan
di antara
rasa kasih dan sayang.
Sungguh
pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda
kebesaran Allah.
Bagi kaum yang berpikir,
Dewan Hakim yang mulia, Masyarakat
Provinsi Sumatera Utara yang berbahagia.
Semoga dengan kolaborasi Provinsi
Sumatera Utara mendapatkan berkah. Amin.
Amin. Allahuma
amin.
dalam kajian ilmu balagah. Menurut
penafsiran Khalid Abdurrahman Alaki
dalam kitabnya Safwatul Bayan Lianil
Quran halaman 406
menjelaskan
ayat tersebut merupakan bentuk kalam
khabari yakni mengandung informasi ilahi
kepada seluruh umat manusia sebagaimana
terangkai indah dalam kalimat litaskunu
ilaiha
untuk memberikan rasa saling peduli dan
saling mencintai dengan penuh rasa
kasih. Lalu timbul pertanyaan di benak
kita hadirin. Apakah definisi dari kata
mawaddah dan warahmah dalam konteks ayat
tersebut?
Prof. Dr. Muhammad Quraisyi menyitir
dari pendapat Ibrahim Albiq
dalam sebuah karyanya yang berjudul
Wawasan Al-Qur'an.
Mereka menjelaskan
yang dimaksud dengan kata mawaddah ialah
hubbu zauji lizaujatihi
atau rasa cinta yang diberikan oleh
seorang suami terhadap istrinya sendiri.
Kemudian yang dimaksud dengan kata
rahmah ialah rasa aman, rasa kasih
sayang, dan rasa ketenangan yang
diberikan oleh seorang suami terhadap
istrinya sendiri. Untuk itu hadirin,
mari sama-sama kita dengarkan senandung
syair harta paling berharga yang
dipopulerkan oleh Bunga Citra Lestari
berikut ini.
Harta yang paling berharga
adalah keluarga.
Istana yang paling indah
adalah [bernyanyi]
keluarga.
Puisi yang paling bermakna
adalah keluarga. [bernyanyi]
Mutiara tiada [bernyanyi] tarah
adalah
adalah
keluarga. [bernyanyi]
Namun di samping itu hadirin, tidak
jarang kita temukan keluarga harmoni
berubah menjadi keluarga disharmoni.
Keluarga romantis berubah menjadi
keluarga sadis. Berdasarkan data dari
Badan Pusat Statistik Nasional per 9
Februari
2026,
angka perceraian menembus 438.168
kasus yang terjadi di Indonesia
tercinta.
Padahal Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam telah menjelaskanallahq
perbuatan halal yang paling dibenci oleh
Allah ialah perceraian. Hadis riwayat
Abu Daud nomor 1862.
Kita tidak mungkin menutup mata dengan
apa yang terjadi di sekitar kita. Mulai
dari anak yang membunuh kedua orang
tuanya secara kaji.
Ada ayah yang memperkosa anak kandungnya
sendiri.
Dan ibu kandung yang tega menjual
putrinya ke Mucikari.
Bahkan banyak suami yang melakukan
kekerasan
terhadap istri. Mari sama-sama kita jaga
dan kita bina keluarga kita untuk
menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah,
dan warahmah.
Untuk itu, mari sama-sama kita dengarkan
kembali firman Allah dalam Al-Qur'an
surah at-Tahrim ayat 6 berikut ini. Ya
ayyuhalladzina
[bernyanyi]
amanu
ku
anfusakum [menangis]
wa ahlikum
naro
[bernyanyi]
Qu
anfusakum
wa ahlikum
[berteriak]
hijarah
wautna
[berteriak]
giladun
syad
ghiladun
syidun
la yunallaha
maa
amarahum
Sadaqallahuladzim.
Wahai orang-orang
yang beriman,
peliharalah dirimu
dan keluargamu
dari api neraka
yang bahan bakarnya
adalah manusia
dan batu.
penjaganya malaikat-malaikat
yang kasar dan keras
yang tidak durhaka
kepada Allah
terhadap apa yang dia perintahkan
kepada mereka
dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.
Maha benar Allah
yang maha
agung dengan segala firman-Nya.
Dewan hakim yang mulia, Masyarakat
Provinsi Sumatera Utara yang berbahagia.
Pada pangkal ayat tersebut jika kita
kaji dari segi ilmu balagah lafazum
waikum
merupakan bentuk fi'il amr yang maknanya
mengandung perintah. Kaidah ushul fikih
menjelaskan dalam kitab Mabadi Awaliah
karangan Al Ustaz Abdul Hamid Hakim
halaman 17-an pertama dari atas
menjelaskan
al aslu fil amri lil wujub pada dasarnya
suatu perintah menunjukkan kewajiban.
Imam Ibnu Katsir Addimaski dalam
Tafsirul Quranil Azim jilid 4 halaman
1917
menjelaskanuruhumillahumullahuatillah.
Peliharalah dirimu dan keluargamu untuk
selalu taat kepada Allah. Dan laranglah
semua orang yang berada di bawah
tanggung jawabmu untuk tidak melakukan
kemaksiatan kepada Allah. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bersabdari
aakuminabahum.
Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarkan
mereka tata krama. Hadis riwayat Ibnu
Majah. Sebagai kesimpulan dari syarahan
kami, hadirin, pertama, mari kita
membangun keluarga dengan memberikan
rasa saling peduli dan saling mencintai
dengan penuh rasa kasih. Kedua, menjaga
diri dan keluarga dari api neraka serta
selalu taat kepada Allah. Marilah
senantiasa kita saling mengayomi,
saling memberikan motivasi
dan tidak saling menyakiti
sehingga terbentuklah keluarga
mawaddah
dan warahmah. Amin. Amin ya rabbal
alamin. [berteriak]
Maasalamah.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu Dewan Hakim yang kami
muliakan, hadirin yang kami banggakan.
Selanjutnya marilah sama-sama kita
saksikan
penampilan peserta regu putra dengan
nomor urut tampil 8.
Peserta dengan nomor urut tampil 8 akan
membawakan paket judul syarahan tema H
persatuan dan Kerukunan Umat Beragama.
dengan judul Merawat Kerukunan Umat
Beragama dalam Bingkai Kebinekaan
dengan ayat syarahan
Quran surah Al-Hujurat
ayat 13 dan surah Ali Imran ayat 103.
Peserta dengan nomor urut tampil 8 akan
membawakan paket judul dengan tema H
Persatuan dan Kerukunan Umat Beragama
dengan judul Merawat Kerukunan Umat
Beragama dalam Bingkai Kebinekaan.
Ayat syarahan Quran surah Al-Hujurat
ayat 13 dan surah Ali Imran ayat 103.
Kepada regu dengan nomor urut tampil 8
disilakan.
Bismillahibahul
imtihan.
[berdehem]
Asalamualaikum
warahmatullah
[berteriak]
wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi
amarana bil jamaah
whanait
tafarruqi wal hasobiyah
wasalatu wassalam
ala man arsalahullah
Allah
basiron
wazir
amma ba.
Dewan hakim yang arif dan bijaksana,
hadirin sebangsa dan setanah air yang
kami banggakan.
Elisabeth Pisadi, seorang mantan
jurnalis asal Amerika Serikat menulis
dalam bukunya. Beliau menyatakan
Indonesia adalah sebuah negara yang
hampir sangat tidak mungkin berkembang.
Hal ini merupakan ungkapan keraguannya.
Sebab Indonesia hadir dengan 16.771
71
pulau dihuni 360
etis dengan 719
bahasa serta enam agama yang diakui di
Indonesia
yakni Islam, Kristen Katolik, Kristen
Protestan, Hindu Buddha dan Konghju.
Hal inilah yang menjadikan bangsa
Indonesia unik dan menarik di mata
dunia.
Namun kita tak dapat menutup mata. Sebab
keberagaman ini jika tidak kita jaga dan
kita kelola bisa menjadi sumber potensi
konflik. Baik konflik antara suku, etis,
bahkan agama. yang pada gilirannya akan
meruntuhkan
falsafat negara.
Bahkan hadirin bisa menjadi target dan
sasaran oleh pihak-pihak yang tidak
menginginkan Indonesia menjadi negara
yang kuat, hebat, dan bermartabat.
Tentu sangat berbahaya bagi tegaknya
pilar persatuan dan kesatuan serta
kerukunan umat beragama.
Kita umat Islam Indonesia sebagai
penduduk mayoritas di negeri ini harus
mengerti dan memahami konsep keberagaman
agar kita bisa menjadi garda terdepan
sehingga kita bisa menjadikan
keberagaman sebagai pemersatu bangsa.
Sebagaimana semboyan kita, bindeka
tunggal ika berbeda-beda
tapi tetap satu jua.
Timbul pertanyaan, hadirin,
bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi
kehidupan yang penuh dengan keberagaman
ini? sebagai jawabannya merawat
kerukunan umat beragama dalam bingkai
kebinekaan
adalah judul syarahan syarhil Qur'an
yang akan kami sampaikan
dengan landasan firman Allah
dalam Al-Qur'an
surah Al-Hujurat
ayat 13.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya
ayyuhannasu
inna
khalaqna
akar [bernyanyi]
wa
inna
khalaqnakum
Um suuba
wa'alnakum
syu'uban
inna
akramakumallahiq
Innallaha
alimun
khabir.
[bernyanyi]
Aku berlindung
kepada Allah.
dari godaan
setan
yang terkutuk
dengan menyebut nama Allah
yang maha
pengasih
lagi maha
penyayang.
Wahai manusia,
sungguh
kami telah menciptakan
kamu
dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku
agar kamu saling mengenal.
Sesungguhnya
yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah
adalah orang yang paling bertakwa.
Sesungguhnya
Allah
maha mengetahui
lagi maha
teliti. Hadirin rahimakumullah.
Dalam perspektif ilmu balagah, ayat ini
menggunakan gaya bahasa kalam khabar
yang artinya mengandung misi informasi
ilahi. Dengan artian bahwa manusia
diciptakan dengan beraneka ragam.
Meskipun demikian, semuanya memiliki
harkat, martabat, dan derajat yang sama
di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Kalau kita kaji lebih dalam asbabul
nuzul ayat ini dari Abu Bakar'in Abi
Hindin bahwa Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam menginginkan Abi Hindin
untuk menikah dengan seorang wanita dari
kalangan Bani Baitah. Namun Badi Baitah
dengan sadis berkata kepada Rasul, "Ya
Rasulullah,
apakah pantas kami menikahkan
putri-putri kami dengan budak-budak
kami?"
Rasul belum sempat menjawab saat itu
malaikat Jibril datang menyampaikan
wahyu berupa Al-Qur'an
surah Al-Hujurat ayat 13. Yang mana pada
ayat tersebut terdapat kalimat litaarofu
a liinakumut
taaruf wat taalub. agar kamu saling
kenal mengenal terjalim komunikasi yang
armadi serta menyamakan rasa sayang yang
tiada pandang sayang.
Demikian penafsiran dari Syekh Muhammad
Ali Assabuni dalam kitab tafsirnya
Safwatut Tafasir jilid 3 halaman 219.
Dari sini bisa kita pahami hadirin bahwa
Al-Qur'an surah Al-Hujrat ayat 13 tadi
merupakan ungkapan landasan etis
teologis untuk membina keberagaman di
negeri tercinta ini melalui kerukunan
umat beragama yang dengan saling
mengenal,
saling menghargai,
dan saling bertoleransi di antara kita.
Bersatu kita kokoh, berseteru kita
roboh.
Memang manis si gula-gula. [bernyanyi]
Begitu juga negeri kita.
Ragam suku, ragam budaya
dari Aceh sampai Papua.
ragam umat agamanya
yang bersatu di Indonesia.
Indonesia negeri tercinta.
Kita semua wajib menjaga
kita semua.
wajib menjaga.
Namun
hadirin
yang terjadi justru sebaliknya saling
menghujat, saling menghina hanya karena
perbedaan agama, suku, dan budaya.
Hadirin, apakah kita rela jika bangsa
yang besar harus hancur hanya karena
perbedaan di antara kita?
Bukanlah golongan dari kami orang yang
membangga-banggakan
kesukuhannya. Dan bukanlah golongan dari
kami orang yang mati karena membela
kesukuannya.
Allah Subhanahu wa taala mengisyaratkan
kita agar memperkokoh persatuan dan
kesatuan serta kerukunan umat beragama
dan melarang kita untuk berceraiberai.
Hal ini terangkai dalam Al-Qur'an surah
Ali Imran ayat 103.
Wasimu
bihabalillahi
jami
wala
tafarqu
wkuru
nmat
alaikum
id kuntum
a'da
faallafa
baina qulubikum
Faallafa
baina qulubikum
faasba'tum
binikmatihi
ikhwana.
Wa kuntum
ala
syafa
hufratim
minanari
faanqadzakum
minha
Kadzalika
yubayyinullahu
lakum ayatihi
la'allakum
tahtadun.
Kadalika
yubayyinullahu
lakum
ayatihi
la'allakum
tahtadun.
Sadaqallahuladzim.
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya
pada tali agama Allah.
Dan janganlah kamu bercerai-berai
dan ingatlah nikmat Allah kepadamu.
Ketika dahulu kamu masa jahiliah
bermusuhan,
lalu Allah
mempersatukan
hatimu
sehingga dengan karunia-Nya
kamu menjadi bersaudara.
Sedangkan ketika itu kamu berada di tepi
jurang neraka.
Lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.
Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayatnya
kepadamu
agar kamu mendapat petunjuk.
Maha benar Allah
dengan segala firman-firman-Nya.
Imam Ismail Hafdi Almarsyawi dalam kitab
tafsirnya Ruhul Bayan jilid 5 halaman
321
mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya
tafarruk atau berpecah belah ialah
itquuma
apabila kamu berselisih. Sedangkan dalam
kitab tafsir Jalalain yang dikarang oleh
Imam Jalaluddin Almahalli dan Imam
Jalaluddin Asuyuti mengungkapkan dalam
tafsirnya, fainnal firqatun
wal jamaata najahatun.
Sesungguhnya
perpecahan merupakan sebuah kebinasaan
dan persatuan merupakan sebuah
keselamatan.
Dengan demikian, untuk merawat kerukunan
umat beragama, maka yang harus kita
lakukan adalah
harus bersatu,
bukan bersederu,
berintegrasi,
bukan disintegrasi
dan siap berkompetisi
bukan berkelahi.
Mulai detik ini. Mari saling bersinergi,
jangan saling caci maki.
Lebih baik dari kolaborasi.
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Sangsaka merah putih berkibar.
Kelompok indah melambai-lambai.
Semak juang NKRI harus berkebar.
agar Indonesia
makmur tergapai.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Dari uraian tadi dapatlah kita simpulkan
bahwa keberagaman agama merupakan
rekayasa sang pencipta yang harus kita
jaga dan kita syukuri. Dan jangan saling
caci maki di antara kita. Ingat
saudaraku,
walau berbeda-beda alirannya, tapi
tujuan kita tetap sama, yakni
membanggakan
Indonesia. Betul, hadirin.
Buah durian,
buah dukung
cukup sekian
dan thank you.
Wassalamualaikum
warahmatullah
wabarakatuh.
Cik
dewan Hakim yang bijaksana serta hadirin
yang berbahagia.
Selanjutnya kami panggilkan
Regu Putri dengan nomor urut tampil 9
yang akan membawakan paket judul
syarahan tema D.
Inovasi keuangan Islam berbasis
teknologi
dengan ayat syarahan Quran surah An-Nisa
ayat 29
dan surah Albaqarah
ayat 275.
Regu dengan nomor urut tampil 9 akan
membawakan paket judul syarahan tema D
yang berjudul Inovasi Keuangan Islam
berbasis Teknologi
dengan ayat syarahan Quran surah An-Nisa
ayat 29
dan surah Al-Baqarah
ayat 275
regu dengan nomor urut tampil 9
disilakan.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzina [berteriak]
amanu
la takulu amwalakum
bainakum.
Ashadu alla ilahaillallah
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh.
Amma ba'du.
Yang terhormat
para dewan hakim yang arif lagi
bijaksana.
Yang terhormat
para peserta syarhil Quran. kali ini
umumnya hadirin wal hadirat
rahimakumullah
di zaman sekarang ini inovasi keuangan
Islam berbasis teknologi di Indonesia
bukan hanya tren global semata saja ini
juga jawaban atas kebutuhan real rakyat
Indonesia mayoritas muslim banyak yang
unbanking dan UMKM menyum
Ang 60%
PBD. Kombinasi itu melahirkan ekosistem
fintech syariah yang mulai menggerakkan
pemberdayaan ekonomi umat. Ekonomi
merupakan salah satu tiang penting dalam
kehidupan beragama dan bernegara.
Islam tidak hanya mengatur persoalan
ibadah semata saja, tetapi bagaimana
manusia berinteraksi secara ekonomi,
berdagang dan mengelola harta.
Pemberdayaan ekonomi umat adalah upaya
strategis yang bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas ekonomi
masyarakat, terutama umat Islam
agar lebih mandiri. sejahtera dan tidak
terjebak dalam praktik ekonomi yang
tidak adil.
Untuk itu hadirin, maka tertariklah hati
kami untuk menyampaikan sebuah sarahan
yang berjudul Inovasi Keuangan Islam
berbasis Teknologi
sebagai landasan awal.
Allah berfirman dalam Quran surah
An-Nisa ayat 29
berikut ini.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya
ayyuhalladzina
amanu
laa takulu
amwalakum
bainakum
amwalakum
bainakum [bernyanyi]
bil batili
illa
an takuna
tijarah
illa
an
takuna
tijaratan
tarodim
minkum
Wala
taqtulu
anfusakum.
Innallaha
kaana
bikum rahima.
Aku berlindung
kepada Allah
dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan menyebut asma
Allah
yang maha [berteriak]
pengasih
lagi maha penyayang.
Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu memakan harta sesamamu
dengan cara yang batil
atau tidak benar,
kecuali
dalam perdagangan yang berlaku
atas dasar suka. Suka sama suka di
antara kamu dan janganlah kamu membunuh
dirimu.
Sungguh
Allah
maha penyayang
kepadau. Dewan hakim pemangkuh amanah
mulia. Hadirin wal hadirat yang
berbahagia.
Ayat di atas telah menjelaskan
bahwa salah satu landasan hukum utama
ekonomi Islam. Ayat ini mengatur
bagaimana cara manusia mendapatkan dan
mengelola harta agar tetap dalam koridor
syariah.
Allah melarang umat Islam mengambil atau
memakan harta orang lain dengan cara
yang batil.
Pada tahun 2024,
Bendahara Asosiasi
Sistem Pembayaran Indonesia atau yang
disebut
OSPI
yaitu
Vincent Water
menyebutkan bahwa sudah menjangkau 32
juta mencen
disampaikan langsung oleh Vincen dalam
teknologi digital BMIT Lintex.
Indonesia turis berkembang dan tumbuh
akseleratif tidak hanya regional tetapi
semua di belahan dunia.
Selain itu, Vin juga mengungkapkan
bahwa inovasi terbaru KURIS ada dua,
yaitu yang pertama curis tuntas, yaitu
curis yang digunakan untuk transfer ke
pengguna. lainnya.
Yang kedua, kiris crossborder, yaitu
kiris yang digunakan untuk membangun
lintas negara. Tapi hadirin, kita harus
terlalu waspada dalam teknologi
keuangan. Karena 48 juta orang
menggunakan teknologi keuangan dan di
dalamnya terdapat nilai positif dan
dampak negatif. Namun hadirin, tantangan
saat ini sangatlah besar. Kemiskinan,
ketimbangan, dan akses terbatas ke
lembaga keuangan formal
masih menjadi isu utama di era digital
ini. Kita dituntut untuk bergerak cepat.
Hadirin, saat inilah waktunya kita
bertransformasi.
Inovasi keuangan Islam berbasis
teknologi atau yang sering kita sebut
sebagai fintech syariah adalah jawaban
atas tantangan zaman. Teknologi telah
menghilangkan hambatan akses inklusi
keuangan.
Dulu masyarakat pelosok sulit mengakses
bank. Tapi sekarang hadirin dengan
aplikasi smartphone layanan keuangan
syariah dapat diakses dari mana saja.
Hadirin maasiral muslimin
rahimakumullah.
Sebagaimana firman Allah
dalam Quran surah Albaqarah
ayat 275.
Berikut ini.
Alladzina
yaquulunar
riba
la yaquumuna
illa
kama
yaquum.
[bernyanyi]
illa
kama yaquumulladzi
yatakobbatuhusyaitanu
minal
ika biannahum
qalu
innamal
ba'u
mlur
riba
[berdehem]
Wa ahallallahul
baia
[bernyanyi] wa haromar
riba
Faman
jaahu
mauidzatum
mir rabbihi
fantaha
wa amruhu
ilallahi
waman
aada
faulaika
ashabu
Hum fiha
kholidun.
Sodqallahuladzim.
Orang-orang yang memakan riba tidak
dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kerasukan
setan.
Karena sudah gila yang demikian itu
karena mereka berkata bahwa jual beli
sama dengan riba. Padahal
Allah
telah menghalalkan jual beli dan
mengharamkan riba. Barang siapa
mendapat peringatan dari Tuhannya
lalu ia berhenti, maka apa yang telah
diperolehnya
dahulu menjadi miliknya dan urusannya
kepada Allah.
Barang siapa mengulangi,
maka mereka itu adalah penghuni neraka.
Mereka kekal di dalamnya.
Maha benar Allah
dengan segala firman-Nya, dewan hakim
yang arif dan bijaksana.
Hadirin wal hadirat yang berbahagia. Di
akhir tahun
2025 dan menuju tahun 2026,
fokus kita adalah menjadikan ekonomi
syariah sebagai pilar utama pembangunan
nasional. Bukan sekedar pelengkap. Kita
ingin melihat wakaf produktif tumbuh
pesat melalui platform digital. Kita
ingin melihat UMKM naik kelas dengan
pembiayaan P2P landing syariah.
Kita ingin melihat gaya hidup halal
menjadi arus utama. Mari kita jadikan
teknologi sebagai alat untuk menegakkan
keadilan ekonomi.
Islam melarang riba dan teknologi telah
memberi kita jalan untuk membangun
sistem keuangan yang berkeadilan dan
berkelanjutan.
Kenapa rakyat Indonesia butuh model ini?
Akses terbatas. Lebih dari 40%
penduduk dewasa belum punya rekening
formal, terutama di luar Jawa dan Bali.
UMKM dominan 64 juta pelaku usaha mikro,
tapi sering dianggap riba karena dominan
dan agunan konvensional yang sering
dianggap riba. Nilai agama kuat survei
OJK
2024. Tunjukkan 78%
Muslim Indonesia. Lebih memilih produk
yang diaudit DPS asal mudah diakses.
Singkatnya, fintech syariah berpotensi
mengubah rakyat dari sekedar konsumen
saja. keuangan menjadi pemilik usaha
yang dibayar secara
halal,
transparan, dan berbasis teknologi.
Untuk itu hadirin, mungkin cukup
sekianlah yang dapat kami sampaikan.
Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.
Terima kasih atas segala perhatian.
Wallahu mu ila aqwam thq.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
[berteriak]
wabarakatuh.
Bapak, Ibu dewan hakim yang kami
muliakan serta hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah sama-sama kita
saksikan penampilan peserta
regu putra dengan nomor urut tampil 10
yang akan membawakan paket judul
syarahan tema I digitalisasi pendidikan
Islam dengan judul Transformasi
Pesantren di Era Digital Integrasi
teknologi pembelajaran dalam
mempertahankan nilai-nilai tafqu fiddin
dengan ayat syarahan Quran surah Al-alaq
ayat 1 sampai dengan 5 dan surah
Al-Hujurat
ayat 10 regu dengan nomor urut tampil 10
akan membawakan paket judul syarahan
tema I Digitalisasi Pendidikan Islam
dengan judul Transformasi Pesantren di
Era Digital Integrasi Teknologi
Pembelajaran dalam Mempertahankan
Nilai-nilai tafaqh fiddin
dengan ayat syarahan Qur'an surah
Al-alaq ayat 1 sampai dengan 5 dan surah
Al-Hujurat ayat 10 kepada regu dengan
nomor urut tampil 10
disilakan.
Cek
satu du
cek
cek
cek cek.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi
wa kafa
wasalatu wassalamu
ala sayyidina muhammadinil
mustofa
wa ala alihi
ahli sodqi wal wafa. Amma ba'du. Dewan
hakim pemangku amanah. Hadirin calon
penghuni surga
yang senantiasa
berbahagia.
Hari ini manusia hidup di tengah era
digital. Sebuah zaman ketika teknologi
berkembang jauh lebih cepat daripada
kesiapan moral manusia dalam
menggunakannya.
Informasi bergerak tanpa batas. Media
sosial menjadi ruang utama interaksi
masyarakat dan algoritma digital
perlahan membentuk cara berpikir
manusia.
Namun hadirin, maraknya penggunaan
internet di dunia digital menjadi
tantangan tersendiri
sehingga di berbagai media digital kita
menyaksikan adanya fanatisme berlebihan
sehingga mengarah pada radikalisme,
ekstremisme,
bahkan terorisme.
Hadirin, kemajuan teknologi ternyata
tidak selalu melahirkan kedamaian.
Justru di tengah derasnya arus informasi
digital muncul ancaman baru berupa
intoleransi, ujaran kebencian, hoaks
keagamaan, serta radikalisme digital.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
pada tahun 2025
menjelaskan bahwa menemukan adanya
sekitar 21.199
konten yang bermuatan intoleransi,
radikalisme,
dan terorisme
yang tersebar di Facebook,
Instagram,
TikTok,
dan Twitter.
BNPT juga menjelaskan, hadirin, bahwa
proses radikalisasi digital jauh lebih
cepat dibandingkan sebelumnya. Jika
dahulu membutuhkan waktu 2 sampai 5
tahun, kini radikalisasi digital hanya
membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 6
bulan saja.
Bahkan sebanyak 112 anak di 26 provinsi
teridentifikasi terpapar radikalisme
melalui ruang digital sepanjang tahun
2025.
Inilah bukti hadirin bahwa proses
radikalisasi media sosial tidak hanya
menghadirkan kemajuan teknologi, tetapi
ancaman serius terhadap pendidikan.
Oleh karena itu, hadirin, maka tertarik
hati kami bertiga untuk menyampaikan
syarahan Al-Qur'an dengan judul
Transformasi Pesantren di Era Digital,
Integrasi Teknologi Pembelajaran
dalam mempertahankan nilai-nilai tafak
fiddin.
Sebagai rujukan awal, marilah kita
dengarkan lantunan kalam ilahi yang
terdapat di dalam Al-Qur'an surah
Al-Alaq ayat 1 sampai 5 sebagai berikut.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
Iqra
bismia rabbikalladzi
khalaq.
khalaqal
insana
min alaqin
iqra warabbukal
akram
iqra
abbukal
akramulladzi
allama
bilqalami
allamal
insana
ma lam y'lam.
Aku berlindung
kepada
Allah
dari godaan
setan
yang terkutuk
dengan menyebut nama Allah
yang Maha
Pengasih
lagi Maha Penyayang.
Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu
yang menciptakan.
Dia menciptakan
manusia
dari segumpal darah.
Bacalah.
Tuhanmulah yang maha mulia,
yang mengajar manusia dengan pena.
Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya.
Dewan hakim yang arif dan bijaksana.
Menurut Prof. Dr. Muhammad Quraisi Hab
dalam kitab tafsirnya Almisbah, beliau
menjelaskan bahwa kata iqra mengandung
makna yang sangat luas, yaitu menghimpun
informasi, meneliti, dan memahami
sesuatu secara mendalam. Ayat ini
hadirin menjelaskan bahwa kemajuan umat
tidak akan tercapai tanpa budaya
literasi digital dan pendidikan yang
kuat. Namun hadirin, seringki konflik
dan perpecahan dan timbul dari
ketidaksalah pahaman melalui ruang
digital yang tidak karuan. Lebih dari
itu, hadirin, ruang digital dengan
sengaja dimanfaatkan
untuk membuat narasi yang saling
menjatuhkan,
saling merendahkan,
saling meremehkan,
bahkan sampai saling menghinakan. Hal
tersebut, hadirin, berujung pada
tindakan radikalisme,
ekstremisme, dan terorisme.
Hadirin yang berbahagia,
hari ini media sosial telah berubah
menjadi arena pertarungan opini,
propaganda, bahkan konflik identitas
keagamaan.
Penelitian tahun 2025
menjelaskan bahwa media sosial
terkhususnya TikTok dan Instagram
menjadi sangat rentan terhadap
penyebaran intoleransi. BNPT juga
menegaskan bahwa ancaman terorisme saat
ini telah bergeser dari serangan fisik
menuju penyebaran ideologi melalui ruang
digital. Di tengah kehidupan yang
sekarang ini, hadirin, kita sering
melihat adanya perbedaan yang justru
dijadikan alasan untuk saling berjauhan.
Lalu timbul pertanyaan, hadirin,
bagaimanakah pandangan Islam terkait
permasalahan tersebut?
Sebagai jawabannya, Allah Subhanahu wa
taala berfirman di dalam Al-Qur'an surah
Al-Hujudat ayat 10 berikut ini. Innamal
mukminuna
ikhwatun
faaslihu
baina akhwa.
baina akhwa
wattaqulah
Allah
wattaqulaha
la'allakum
turhamun.
Wattaqulaha
la'allakum
turhamun.
Sadaqallahuladzim.
Sesungguhnya
orang-orang
mukmin itu bersaudara.
Karena itu
damaikanlah
antara kedua saudaramu
yang berselisih
dan bertakwalah
kepada Allah
agar kamu mendapat rahmat
Maha benar Allah
dengan segala
firman-Nya.
Dewan hakim pemangku amanah. Hadirin
yang berbahagia,
ayat tersebut sangat relevan dengan
kondisi masyarakat saat ini. Media
sosial yang seharusnya menjadi sarana
memperkuat ukhuwah.
seringki berubah menjadi ruang
perdebatan, pertentangan
bahkan permusuhan akibat perbedaan
pandangan keagamaan.
Menurut Prof. Dr. Wahbazuhaili
dalam kitab tafsirnya Almunir jilid 10
halaman 463.
Beliau menjelaskan bahwa orang-orang
beriman itu adalah bersaudara. Maka
apabila terjadi perselisihan di antara
mereka maka wajib damaikan agar ukhuwah
tetap terjaga. Sedangkan menurut Imam at
Thaabari dalam kitab tafsirnya Jamiul
Bayan fiwil Quran jilid 22 halaman 248,
beliau juga menjelaskan bahwa
orang-orang beriman itu adalah
bersaudara. Maka apabila terjadi
perselisihan di antara mereka, maka
wajib didamaikan agar persatuan tetap
terjaga dan umat tidak terpecah belah.
Oleh karena itu, hadirin, setiap muslim
harus mampu menjadikan media sosial
sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan
mempererat persatuan bangsa. Bukan
sebagai alat penyebaran kebencian,
perpecahan dan tidak berlebih-lebihan.
Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Iyakum walidinama
ahlaka
qoblakumul
fidin." Jauhilah sikap berlebih-lebihan
dalam agama. Karena sesungguhnya yang
membinasakan umat sebelum kalian adalah
sikap berlebih-lebihan dalam agama.
Hadis riwayat Imam Ahmad dan Annasai
nomor 3057.
Dengan demikian hadirin, dari
uraian-uraian yang telah kami sampaikan
dapat diambil kesimpulan bahwa di era
digital saat ini membawa dua sisi yang
berbeda. Di satu sisi teknologi telah
memberikan kemudahan dalam memperoleh
ilmu pengetahuan, memperakses dalam
perilmu keagamaan. Dan di sisi yang
lain, hadirin, di era digital saat ini
membawa tantangan yang sangat besar
terhadap kehidupan beragama, yaitu
intoleransi, radikalisme, dan
ekstremisme.
Bahkan terorisme yang mengancam
persatuan umat.
Sebelum kami tutup syarahan kami, maka
izinkan kami menyanyikan lagu yang
berjudul
Helikopter yang dipopulerkan Fadli yang
telah kami ubah liriknya. La lill
lillah.
La lillah
la lila lillah
lailla
lillah.
Helikopter
turun ke medan.
Ilmu agama kita genggam.
Dari ibu masih mengidam
sampai kita semua dimakan.
Hormat tahzin pada gurunda.
Akhlak mulia yang utama.
Pendidikan
raih bersama
agar kita sukses nantinya.
La lillah lill lillah.
La lila lillah
laillah.
La [bernyanyi] lillaillah.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
demikianlah rangkaian penampilan cabang
syarhil Quran pada kegiatan dan
musabaqah pada sesi kali ini. Semoga
pesan-pesan suci yang telah disampaikan
oleh para peserta tidak sekedar berhenti
di atas panggung, namun mampu terpatri
dalam sanubari kita dan menjadi lentera
dalam kehidupan sehari-hari.
Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh
peserta yang telah berjuang serta dewan
hakim yang telah menjalankan tugas
dengan amanah. Mari kita tutup sesi ini
dengan membacakan lafaz hamdalah.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Mohon maaf
atas segala kekurangan. Sampai jumpa di
kesempatan berikutnya. Billahi taufik
wal hidayah warid wal inayah.
Wasalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
kepada peserta dengan penampilan
terakhir tadi mohon nomor K
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

5 Minutes Daily English Practice | Speak English Fluently Fast ✅ | Learn English Through Podcast 🎧
learn English · English

وداعاً لتعقيد القواعد! تعلم أهم 500 جملة إنجليزية للمحادثة بطلاقة (بدون معلم).
Learn English For Free · English

Berapi-Api! Pidato Pertama Prabowo Subianto: Pemimpin Harus Bekerja untuk Rakyat!
KOMPASTV · English

⚡Slow English for Beginners: How to Introduce Yourself (A1 Practice)
Ingles Cotidiano con Tatiana · English

Longitud de un péndulo simple (dado el periodo) - Ejercicios resueltos
iEnciclotareas · Spanish

CCSK Domain 9 Incident Response
KD CyberTalks · English

Tutorial Penyuntikan Insulin
RSUD LAWANG · English

Movimiento Armónico Simple
Profesor Sergio Llanos · Spanish

ИЛЬЯ РЕПИН. Передвижники
Студия Неофит · English

جمل انجليزية مفيدة مستخدما بكثرة في الحياة اليومية | تعلم كيف تستخدم الجمل في الحياة الواقعية
AdamAcademy · English

Kamis_Kelas 8 Semester 1_Pancasila dalam Kehidupan Bangsaku_Endah Sulistyo Ningtyas
PMPD2024_B · English

Sejarah Wajib Kelas 10 : Asal Usul Sejarah
Pahamify · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.