KULTUR: MENJAGA TRADISI NENEK MOYANG TORAJA
[Musik]
toraja adalah sebuah tempat di Sulawesi
Selatan dimana adat istiadat dan tradisi
leluhurnya masih sangat kental
dalam bahasa Bugis Toraja disebut Tori
aja yang artinya orang yang berdiam di
negeri atas
masyarakat Toraja memiliki tradisi adat
kematian untuk menghantarkan arwah ke
alam roh dan menghormati leluhur mereka
yang sudah lama Tiada
kultur bersama Citilink akan membahas
Tanah Toraja dan tradisi aluk todolo di
YouTube Si Exo media
[Musik]
[Musik]
[Musik]
upacara kematian sangat erat hubungannya
dengan sistem religi dan kepercayaan
editor aja ini apapun agamanya mereka
tetap berpegang teguh pada ajaran
leluhur alukta dulu
Saat ini saya sedang berada di rumah
bapak Israel dan mau bertemu dengan bang
Arno mereka akan mengenakan pada saya
salah satu saudaranya yang sedang
beristirahat
[Musik]
Halo Bang
jadi ini
keluarga besar kami selama satu tahun
tiga bulan keluarga kami sedang
mengalami keberkahan karena orang tua
atau nenek terkasih kami ibu Agustina
kalau salempang atau sering kalau orang
tuanya menyebutnya nenek Dharma ya nenek
Darma sedang
terbaring di luar rumah ini dalam
kebudayaan Toraja disebut kematian
[Musik]
aku
saya ngasih tahu sama nenek jangan kaget
ada tamu yang mau datang nengok nenek
terus ini sudah mau jam makannya dia
kita tetap suguhkan makanan dan minuman
untuk nenek Iya
Setiap hari kalau misalnya tidak sempat
disuguhkan pas kita mau makan kita ajak
dia kita sapa nenek Ayo makan gitu
berarti memang benar-benar masih
beristirahat Iya bagi kami nenek ini
walaupun sudah 1 tahun 3 bulan tidak
lagi seperti saat dia hidup bagi kami
Karena rasa cinta kami kepada nenek kami
masih menganggap nenek ini tomakula itu
istilah bahasa Toraja untuk orang tua
kami atau keluarga kami yang meninggal
secara biologis
Jadi bagi kami orang Toraja meninggalnya
dua kali pertama meninggal secara
biologis ketika sudah putus nyawa kami
anggap itu belum meninggal secara resmi
masih sakit jadi selayaknya orang sakit
kita rawat kita tetap sapa nanti kalau
mau di upacarain baru disebut Tomate
meninggal secara utuh secara fisik dan
ritual
masyarakat Toraja sangat Memegang teguh
adat dan ajaran nenek moyang walaupun
mereka tidak lagi menganut aluk todolo
Mereka pun rela menghabiskan uang
miliaran rupiah hanya untuk sebuah
Pemakaman dan menghantarkan keluarganya
menuju Keabadian Apa benar masyarakat
Toraja hidup dan bekerja keras hanya
untuk mempersiapkan kematian mereka
[Musik]
Karena nenek ini memegang jabatan adat
tertentu dalam Tongkonan kami maka
ketika nenek meninggal dilakukan yang
namanya main yuk Tedong artinya nenek
ini dimandikan dengan bimbingan satu
ekor kerbau dikurbankan saat dia
dimandikan satu ekor kerbau setelah itu
disuntik formalin supaya awet kalau
zaman dulu dibiarkan membusuk di dalam
bungkusan jenazah Terus kalau sudah
kering
dibalun namanya di Balun dibungkus Tapi
sekarang di era modern kita pakai
formalin perawatan selanjutnya nenek
dimasukkan ke peti beserta dengan
pakaian dan perhiasannya beserta dengan
pernak-pernik dalam kamar ini sesuai
status sosialnya dan kita tetap perawat
kadang kala ya disekat kalau sudah ada
jamur yang muncul di bagian tubuhnya dan
seperti ini kita tetap berikan
makanan dan minuman setiap hari
kan di Toraja ini kan bermacam-macam
Agama tuh tapi kan masih tetap menganut
ajaran leluhur itu lubang yang aluka
dulu itu
gimana sih sebenarnya
Oke jadi sebelum kami menganut agama
Kristiani atau agama Islam dan lain-lain
Agama leluhur kita itu disebut aluq
todolo atau alukta yang mengatur semua
seluk-beluk kehidupan manusia toraja
yang paling utama diatur adalah tata
cara Bagaimana merawat jenazah sampai
pada upacara pemakamannya jadi karena
nenek ini masih disebut tomakula
ya tidurnya pun biasa dianggap seperti
orang biasa tapi agak berbeda arah
tidurnya itu kepalanya menghadap ke
sebelah barat karena ini Barat di sini
utara timur selatan barat ketika Manusia
masih hidup dalam ajaran alur harus
menghadap ke utara kepalanya atau Timur
simbol matahari terbit dan sumber Hulu
Sungai sumber mata air
tapi dalam hal ini nenek ini akan di
upacarakan dalam tingkatan rapasan itu
adalah tingkat pemakaman paling tinggi
jumlah korban kerbaunya minimal 12 24
atau lebih angkatan berikutnya untuk
yang dewasa
mulai dari namanya didirikan Palungan
itu bagi yang mereka yang sangat tidak
mampu tidak ada kurban jadi kita hanya
mengetuk Palungan tempat makan babi
sebagai tanda bahwa memang tidak
betul-betul tidak ada apa-apa Oke jadi
saya penasaran juga tuh sama yang bayi
Berarti tadi yang
dimakamkan di pohon di dalam pohon kera
itu kita bisa lihat nih tuh bisa bisa
mau coba lihat Iya boleh tuh sekalian
dia agak jauh di daerah apa namanya oke
oke namanya kote Oke habis itu baru kita
kalau udah ke Londa juga oke nggak papa
tapi saya ganti baju dulu ya
[Musik]
sebuah tradisi yang tidak biasa yang
dilakukan masyarakat Toraja untuk
menguburkan bayi-bayi mereka
menurut kepercayaan
yang belum tumbuh gigi dikuburkan di
dalam pohon Tara agar bisa sampai ke
alam baka
ini Abang arnol ya antara itu
yang lubang-lubangnya itu
yang ditutup serabut ijo serabut ijuk
itu yang tempat
buat dikuburnya
itu ditempati untuk
memakamkan bayi yang meninggal
ke kuburan ini yang ada di lakukan pada
pohon Tara disebut Pasiran
karena anak-anak yang meninggal bayi
yang meninggal itu dikuburkan pada pohon
karena disebut kondisi
artinya di sini dimakamkan dalam batang
kayu yang masih hidup atau tumbuh Kenapa
nggak boleh dikubur di tempat lain gitu
Kenapa harus di pohon seperti ini ini
mah dilakukan praktek ini masih dalam
ajaran aluttodologi oleh ajaran
untuk memakamkan jenazah ke dalam tanah
alasan geologisnya Tanah ini tempat kita
hidup tidak boleh dikotori
tapi alasan logisnya adalah Toraja ini
adalah daerah pegunungan
otomatis lahan untuk pertanian itu
sangat terbatas karena kondisi kontur
tanah jadi masyarakat Toraja dari zaman
dahulu memiliki kearifan lokal untuk
mema jenazahnya selain di dalam kayu
atau di dalam gua-gua alam atau memahat
batu yang tidak produktif daripada
mencemari tanah atau dibuatkan
rumah-rumahan kecil disebut batututu
bahan kayu di era modern
dibuatlah bangunan makam dari beton
seperti rumah dengan berbagai macam
model disebut petani
khusus untuk bayi yang belum tumbuh gigi
dan meninggal dunia saat dilahirkan
dimakamkan dengan cara di sini pada
pohon Tara yang masih hidup jadi ini
pohon digali Pak ya
ditaruh di situ ya baru ditutup sampai
sekarang tuh masih dilakukan juga masih
Pak ini
kalau di daerah saya sudah tidak
dilakukan lagi praktik masih untuk bayi
tapi mungkin di daerah ini masih
mempraktekkan itu jadi setelah
dimasukkan setelah bayi itu dibersihkan
yang meninggal itu dimandikan
dibungkus dengan apa namanya Solong itu
pelepah pisang
dengan ari-arinya ketika dia baru lahir
meninggal itu dimakamkan dengan
ari-arinya lalu dimasukkan ditutupi
dengan
serabut bulu ijuk lalu dikancing atau
dikunci menggunakan 4 pasak yang dibuat
dari karurung karung itu adalah
Nibung bagian yang keras dari batang ijo
[Musik]
lalu diikat dengan serabut ijuk juga
yang telah dipintal sebelumnya menjadi
tali supaya tidak berbau dan tidak
diganggu oleh hewan-hewan yang bisa
merusak pasti aliran ini
saya juga pernah baca tuh Pak ya Katanya
ada ibunya yang nggak boleh berkunjung
lagi atau gimana setelah pemakaman gitu
tuh bener Pak dalam prakteknya secara
umum di Toraja jangankan untuk bayi
sedangkan orang dewasa yang meninggal
saja biasanya pasangannya tidak
diizinkan untuk mengikuti proses
pemakaman berarti dia memang tinggal di
rumah aja di rumah jadi seperti ini Ibu
dari yang meninggal itu
apalagi ketika baru saja melahirkan dan
anaknya meninggal tidak diperkenankan
untuk
ikut memakamkan bayinya ini ada karena
ada dua aspek pertama aspek psikologis
pertama Dia baru saja melahirkan
kemudian kondisi fisiknya belum mampu
untuk berjalan selama hidupnya dan yang
paling pertama dipertimbangkan adalah
psikisnya
Faktor yang kedua adalah
jangan sampai ketika ibunya ikut dan
datang terus-menerus berkunjung akan
mengalami
gangguan reproduksi di kemudian hari
karena stress karena stressnya itu ya
Jadi tidak diperkenankan karena akan ini
apa namanya dia menyimpan akar pahit kan
pohon-pohon di sini kan sebenarnya
banyak ya Kenapa harus pohon terang ini
Bang Mengapa orang Toraja zaman dulu
memilih pohon Tara pohon Tara ini kalau
di Bahasa Indonesia kan Kayaknya pohon
Cempedak pohon
jadi pohon Cempedak ini dipilih karena
menurut ajaran leluhur
pohon Tara ini cocok untuk ditempati
memakamkan bayi yang meninggal karena
bayi yang meninggal belum sempat menyusu
pada ibunya atau mungkin sudah sempat
menyusu pada ibunya tapi dalam jangka
waktu yang singkat lalu dia meninggal
jadi dia dimakamkan dalam pontar yang
hidup agar ketika pohon tara itu
bertumbuh dan menutupi lubang tempat si
bayi dimakamkan diharapkan doa-doa
kepada si bayi itu dia pun ikut
bertumbuh
bersama dengan pohon ini dan juga
diberikan asupan ASI Dari
itulah harapan doa-doa dari para leluhur
sehingga memilih pohon karena kalau
orang dewasanya itu gimana Bang untuk
orang dewasa seperti yang sudah saya
jelaskan tadi bisa dimasukkan di rokok
atau gua alam bisa dimasukkan di liang
Pak yang dipahat buatan tangan bisa
dimasukkan di Batu tuh rumah-rumahan
dari kayu atau
di era modern sekarang bangunan makam
dari beton untuk melihat semuanya itu
kita akan berkunjung ke Londa
[Musik]
pertama saya mau jelaskan dari yang
paling kuno dulu yang ini ya Ini namanya
erong secara umum disebut erong di
beberapa daerah Toraja Barat namanya
dunia dunia dunia kalau di memasak
mereka sebut yang seperti ini
bangka-bangka jadi ada tiga namanya di
daerah beberapa wilayah adat yang
berbeda jadi ini
peti bukan peti mati untuk satu orang
tapi setiap erong ini adalah kuburan
massal untuk satu rumpun keluarga jadi
jenazah yang sudah
dikuburkan itu tulang-tulangnya
dikumpulkan dalam erong selama mereka
masih satu rumpun eh satu Marga satu mau
Marga atau satu Farm ibarat di daerah
Indonesia Timur Oh
keluarga sebelum adanya alat untuk
membuat liang pahat
dimasukkan mereka dalam erong
kerangkanya dikumpulkan dalam terong
Kalau peti-peti yang seperti ini itu
peti-peti pemakaman modern satu peti
untuk satu orang satu orang jadi mereka
ditumpuk ada yang digantung dibuatkan
rak Seperti di atas
kadang-kadang juga ada yang liangnya
lebih tinggi ada yang agak rendah ada
yang dibawa ada yang lebih tinggi itu
tergantung karena faktor keamanan
biasanya Yang punya status lebih tinggi
dibuatkan makam agak tinggi agar susah
dijangkau Kenapa karena orang Toraja
zaman dulu ketika mereka dibungkus di
Balun
harta Bendanya ikut dimasukkan di dalam
mana sekalung emas atau segala perhiasan
yang mereka punyai dimasukkan bahkan
bungkusan jenazah atau Balun itu ditatah
dengan hiasan dari lempeng emas namanya
di Daman atau diroto dihiasi dengan
lempeng-lempeng emas berbentuk ukiran
itu salah satu faktor Kenapa dia
disimpan di tempat yang sulit dijangkau
biar enggak diambil orang lah
ya Saya dari tadi itu penasaran tuh
ini kan patung bahasa torajanya
tahu-tahu ya tahu-tahu artinya
orang-orang
oke tapi maksudnya dibikin
semirip mungkin sama yang
meninggal lah dulunya kan
belum ada foto jadi yang meninggal itu
dibuatkan tahu-tahu sebagai representasi
dari yang meninggal itu Tapi tidak semua
orang yang meninggal bisa disebutkan
tahu-tahu mereka yang bisa dibuatkan
tahu-tahu itu kalau di upacarakan
tingkat rapasan Seperti yang saya
jelaskan dari jumlah kurban
ada tiga jenis Loh apa tuh yang pertama
ada namanya
sawah bambu dikenakan pakaian dari
almarhum yang kedua namanya
dari bambu Tapi kepalanya sudah dibuat
dari kayu nangka
Oke tahu-tahu zaman dulu yang kuno
seperti di atas itu tidak terlalu mirip
dengan yang meninggal yang penting
bisa membedakan jenis kelaminnya
gendernya dia laki-laki atau perempuan
yang di depan ini tahu-tahu modern
uniknya tahu-tahu ini harus dibuat dari
bahan kayu nangka harus kayu nangka
memilih penggunaan kayu nangka untuk
tahu-tahu karena bagi orang Toraja ada
dua jenis kayu yang dianggap sebagai
Dewa dari kayu kayu nangka dan cendana
kalau cendana Dianggap
karena getahnya merah getahnya merah
dianggap dia kayu yang mempunyai darah
seperti manusia sedangkan kayu nangka
representasi dari kesucian atau
kemurnian keturunan karena getahnya
warna putih orang tua disebut ranah
artinya darahnya itu seperti perahan
dari susu kerbau yang menggumpal putih
dan bersih simbol kemurnian keturunannya
nah ini kita udah mulai masuk nih ya
kita mau masuk ke Goa hati-hati
ya ini batu-batu di sini nih ada yang
diukir gitu bentuk-bentuk kayak gini apa
memang dari sananya
jadi gua ini gua alam bukan gua pahat
Oke jadi kalau gua alam seperti ini
untuk pekuburan orang Toraja menyebutnya
itu lho kok
kalau dipahat itu disebut liang Liang
sejak ini dibuka
karena ini kan merupakan aset dari 10
Tongkonan di daerah Londa
apabila kita masuk di sini dengan
niatan-niatan yang buruk kadang-kadang
ada hal aneh yang terjadi Oh apakah dia
sakit perut atau kemungkinan biasa
kepalanya pening atau hal-hal yang lain
seperti ini
yang saya jelaskan tadi
Apakah itu pemberian yang dibawakan oleh
keluarga atau benda-benda yang
dikuburkan sebelumnya dengan jenazah
kalau berceceran begini tidak sembarang
dibersihkan
nanti ada upacara khusus Apakah Ma nenek
atau apakah ada jenazah lain yang
dikuburkan baru boleh dirapikan
ini apa ini
merupakan kisah yang mirip Romeo dan
Juliet
jadi Mereka berdua adalah
pasangan-pasang kekasih tapi tidak
direstui
mereka tidak direstui karena masih punya
hubungan saudara masih sepupu dekat Oh
mereka pacaran tapi sepupu dekat
karena tidak direstui mereka ambil
jalan yang tidak lazim mereka berdua
bunuh diri nah satu yang unik mau saya
tambahkan
Apabila terjadi hal yang seperti ini
bunuh diri dalam kebudayaan kami dan
kebiasaan orang Toraja upacara
pemakamannya dilaksanakan secepat
mungkin
karena itu dianggap hal yang tidak lazim
dan
membuka aib keluarga jadi tidak
dilakukan seperti pemakaman pada umumnya
dilaksanakan sederhana mungkin dan
secepat mungkin
[Musik]
saya mau nanya nih mohon maaf nih Bang
oke oke saya mau nanya tentang stigma
masyarakat luar Toraja nih Bang yang
menganggap orang Toraja itu hanya
bekerja keras untuk mempersiapkan
kematian
jadi di satu sisi tidak salah tapi
kemungkinan di lain sisi itu agak keliru
orang Toraja tidak mempersiapkan diri
untuk kematiannya tapi orang Toraja
menghargai hidup dan peralihan hidup di
dunia fana ke kehidupan yang kekal baik
menurut ajaran aluk todolo maupun ajaran
misalnya saya sudah menganut agama
kristen
Kami tetap menghidupi nilai-nilai itu
Jadi kami melakukan ritual-ritual
terhadap
leluhur atau orang tua kami yang sudah
meninggal itu semata-mata sebagai
penghargaan kepada Tuhan
menghormati tuhan sudah memberikan kami
kehidupan sudah memberikan kami kakek
nenek dan orang tua yang mencintai kami
dan kami cintai Jadi apa yang kami
lakukan itu mungkin dianggap pemborosan
bagi sebagian orang yang tidak paham dan
tidak menghidupi budaya kami apa yang
kami lakukan dalam upacara Rambu Solo
atau pemakaman itu semuanya dilakukan
dengan tingkatan-tingkatan sesuai dengan
strata sosialnya sesuai dengan kemampuan
ekonominya Tidak ada paksaan karena ada
orang yang mampu secara finansial namun
dalam tatanan masyarakat dia tidak dapat
melakukan upacara dalam tingkatan
tertentu ada juga yang strata sosialnya
memungkinkan untuk upacara yang besar
tapi kemampuan ekonominya tidak tidak
mencukupi untuk melakukan itu jadi ada
batasan minimum dan maksimum dalam
aturan budaya kami untuk melakukan
upacara jadi Jangan memaksakan diri
karena ini kita merayakan
peralihan dari dunia yang fana
kehidupannya ke dalam kehidupan yang
kekal melalui kematian satu lagi nih ya
sekarang ini kan sudah masuk ke era
modern nah kenapa orang Toraja masih
melakukan ritual seperti ini Bang oke
pertama Mari kita lihat peti dan erong
yang ada di belakang Ini adalah produk
kebudayaan yang kami hidupi sejak kami
kecil secara turun-temurun Oke
kami melakukan semua ini sebagai wujud
cinta kasih kepada Tuhan dan juga cinta
kasih kepada leluhur kami melakukan
semuanya ini karena kami menghidupi
budaya kami kami mencintai budaya kami
dan kami menghormati leluhur serta tuhan
yang menciptakan kami dan tidak enak
[Musik]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

The internet lost its mind over this..
Asmongold TV · English

Women have some explaining to do..
Asmongold Clips · English

They said it on camera..
Asmongold TV · English

PENGANTAR ILMU SEJARAH (MATERI SBMPTN) || NEO EDUKASI
neohistoria Indonesia · English

Perubahan Besar PAJAK Pengusaha, Investor & Trader - Ft. Vincent Liyanto
Leon Hartono · Indonesian

Surat Resmi dan Tidak Resmi | Bahasa Indonesia SD
kejarcita · Indonesian

🎵 Piya Piya | Deewane Na Bano ❤️ | Remax Music Video | New Hindi Romantic Song 2026 #pritamandpedro
Ringtoneeffect • 2M Views • 24 hours · English

SEJARAH PENCARIAN REMPAH OLEH BANGSA EROPA DLM BENTUK PETA
PaperMaps · English

Story Structures - Plot Theory: Brandon Sanderson's Writing Lecture #3 (2025)
Brandon Sanderson · English

Pemimpin jadi Pelayan? | Servant Leadership
Si Kutu Buku · English

Clase 06
ITSQMET TV · English

Unit 1 Narrative Text: The Story of a Friendly Future | Bahasa Inggris: Life Today SMA/MA Kelas XII
Irfan Suryana · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.