1:05
perjuangan heroik rakyat Indonesia dalam
1:08
mempertahankan dan memperjuangkan
1:10
kemerdekaannya sungguh tidak bisa
1:12
diabaikan begitu saja mereka saling
1:15
bahu-membahu untuk berperang melawan
1:17
siapa saja yang ingin merebut
1:19
kemerdekaan bangsa Indonesia
1:21
suatu hari di markas TKR
1:30
akhir-akhir ini saya merasa heran
1:32
mengapa anda heran Bung Aku heran dengan
1:35
apa yang sebenarnya Belanda mau
1:38
tentunya sumber daya alam dan tenaga
1:41
kerja kita yang melimpah betul tetapi
1:44
apa kurang kaya mereka selama tiga
1:47
setengah abad menjajah segala kekayaan
1:49
kita diambil oleh mereka
1:51
Iya dan sekarang mereka berusaha kembali
1:54
untuk menjajah kita lagi kemerdekaan
1:57
harus dipertahankan jangan sampai apa
2:00
yang Anda katakan terjadi Oh ya kemarin
2:03
saya dapat berita bahwasanya di beberapa
2:05
daerah perlawanan-perlawanan sudah
2:08
dimulai dan saat ini posisi Belanda dan
2:10
NICA ada di pulau Jawa
2:12
tiba-tiba datanglah seorang prajurit
2:15
yang bernama Oni membawa kabar
2:25
Silahkan duduk Bung ada keperluan apa
2:28
datang kemari begini Pak saya dapat
2:31
berita bahwasanya Belanda dan NICA telah
2:34
mendarat di Magelang tadi pagi lalu
2:37
mereka datang untuk mengurus tawanan
2:39
perang dan tentara Jepang di Jawa Tengah
2:42
dan mereka berjanji tidak akan
2:44
mengganggu kedaulatan Republik Indonesia
2:46
namun mereka Melanggar janjinya semua
2:49
tahunan perang dipersenjatai dan
2:51
melakukan penyerangan Pak Emang
2:53
keterlaluan mereka berjanji tetapi
2:55
diingkari kalau begitu kita berangkat ke
2:59
Magelang lakukan pengawasan sebelum
3:00
mereka bertindak lebih jauh
3:03
siapa Isdiman kamu saya tugaskan sebagai
3:07
pemimpin pasukan laksanakan
3:10
satu Sisi Lainnya pada tanggal 20
3:14
1945 tentara sekutu mendarat di Semarang
3:18
di bawah pimpinan dia di Jenderal bekel
3:21
tujuan kedatangan mereka adalah untuk
3:23
mengurus tawanan perang dan tentara
3:26
Jepang di Jawa Tengah kedatangan mereka
3:28
disambut oleh Gubernur Jawa Tengah dan
3:33
Selamat datang di Semarang Tuan Brigadir
3:37
Terima kasih Bapak Gubernur
3:41
kedatangan Tuan beserta rombongan sudah
3:43
kami tunggu rakyat Semarang Menanti
3:45
kedatangan tuan dan rombongan apa
3:49
saya dan rombongan merasa tersanjung
3:51
atas kebaikan kalian untuk membalas
3:54
kebaikan kalian Saya berjanji untuk
3:56
tidak mengganggu kedaulatan Republik
4:00
saya terima niat baik Tuan Saya siap
4:03
memberikan bantuan makanan dan keperluan
4:05
keperluan lainnya apabila Tuan
4:09
Terima kasih pak gubernur
4:13
tentara-tentara Belanda sedang
4:15
beristirahat termasuk para tawanan
4:17
mereka tidak menyadari bahwa keberadaan
4:20
mereka dipantau oleh TKR Kolonel Isdiman
4:24
yang mendapat pelaporan tentang rencana
4:26
jahat Belanda segera mengomandoi pasokan
4:29
TKR untuk menyerang demi mempertahankan
4:32
kemerdekaan dari siasat busuk Belanda
4:39
berjalan lancar sekarang kita punya
4:41
pasokan tambahan dari para tawanan
4:45
hahaha memang hebat pribumi di sini
4:48
memang mudah sekali kita bohongi tetapi
4:50
kita tetap harus waspada jangan sampai
5:03
Bagaimana keadaan markas apakah aman
5:05
sejauh ini masih aman belum ada
5:08
tanda-tanda dari orang-orang pribumi
5:09
bagus lanjutkan kerja kalian
5:15
setelah itu salah satu anggota NICA
5:17
mengajak tentara sekutu untuk keluar
5:20
dari markas kalian mencari udara segar
5:22
akan tetapi tanpa sengaja rakyat
5:25
Indonesia mengetahui hal tersebut pada
5:27
saat salah satu anggota NICA berbicara
5:29
dengan tentara sekutu
5:31
Hei ayo keluar cari udara segar Ayo Aku
5:35
juga merasa bosan di dalam aku ikut ayo
5:42
tanpa sengaja salah Seorang warga
5:45
membuntuti dengan cara bersembunyi serta
5:48
mendengarkan pembicaraan ketiga tokoh
5:51
tersebut eh anggota NICA aku mau tanya
5:54
Kenapa kalian menumpang rombongan kami
5:56
dengan secara sembunyi-sembunyi
6:00
begini keberadaan kami di Indonesia
6:02
hendak membebaskan tawanan perang
6:04
Belanda di Magelang dan Ambarawa Jadi
6:06
kami datang ke sini dengan cara
6:08
bersembunyi bersama rombongan kalian
6:13
Oh begitu toh terus NICA itu singkatan
6:16
NICA itu singkatan dari Netherlands and
6:20
the Civil administration yaitu
6:21
pemerintahan peralihan warga yang
6:24
bersembunyi mengikuti ketiga tokoh
6:27
tersebut keluar dari persembunyiannya
6:31
orang luar jahat kalian hanya ingin
6:33
membodohi rakyat Indonesia tapi
6:34
sayangnya aku tidak sebodoh yang kalian
6:38
siapa kamu apa maumu aku warga sini aku
6:42
sudah mendengarkan lihat-lihat kalian
6:44
akan saya laporkan pada warga lainnya
6:47
Agar kalian diserang oleh warga
6:48
Indonesia bahaya kawan Mari kita Habisi
6:53
bentrokan antar senjata antara tentara
6:56
sekutu dengan warga akhirnya didengar
6:58
oleh masyarakat luar pada saat yang
7:00
bersamaan tentara TKR dan Kolonel
7:03
Soeharto turun menyumbangkan senjata
7:05
Seraya mengusir anggota NICA dan tentara
7:07
sekutu dari markas persembunyian
7:21
merasa keberadaannya terancam para
7:23
anggota NICA dan tentara sekutu pun
7:25
pergi meninggalkan markas tersebut
7:28
Kolonel Soeharto yang merasa senang atas
7:30
kepergian sekutu tersebut memberikan
7:33
semangat kepada rakyat dan pasukan TKR
7:35
Indonesia untuk terus berjuang
7:38
memerdekakan negara Indonesia Tercinta
7:41
saudara sekalian kita sudah berhasil
7:43
mengusir mereka dari Magelang tapi kita
7:46
harus selalu mengikuti mereka kalau
7:48
perlu kita Desak terus mereka junjunglah
7:50
tinggi kemerdekaan Indonesia merdeka
7:55
pasukan Belanda mundur sampai ke
7:58
Ambarawa namun di sana mereka juga telah
8:01
dihadang oleh pasukan TKR lainnya
8:03
Belanda mengadakan perlawanan pimpinan
8:06
TKR Letnan Kolonel Isdiman gugur
8:11
tertembakkan perlawanan sementara waktu
8:13
terjadi baku tembak antara Belanda dan
8:19
pasukan Belanda pun melarikan diri
8:40
innalillahi wa Innalillahi roji'un
8:43
Bagaimana pak pemimpin kita telah gugur
8:46
padahal perang baru dimulai
8:48
Sudahlah kita tidak boleh terlalu larut
8:51
dalam duka ini sudah menjadi ketentuan
8:55
patah tumbuh hilang berganti Rawe Rawe
8:58
Rantas malang-malang putung kalian
9:10
lalu Jenderal Sudirman menawarkan diri
9:12
kepada kolonial untuk menjadi pemimpin
9:15
menggantikan Isdiman supaya tidak
9:18
terus-menerus hanyut dalam suasana musuh
9:20
yang kian lama dibiarkan berlari begitu
9:26
Strategi apa yang akan saudara gunakan
9:30
dalam situasi sifat seperti ini ditambah
9:33
keadaan ambrawa yang dikelilingi oleh
9:34
hutan-hutan pastilah Belanda akan mudah
9:37
kita kepung karena Medan seperti ini
9:39
sudah menjadi makanan sehari-hari
9:40
pasukan TKR Oleh karena itu kita akan
9:44
kepung dan jepit mereka di suatu wilayah
9:45
sehingga mereka terdesak oleh mundur
9:48
strategi ini bernama supit kurang
9:51
strategi yang hebat kita akan lancarkan
9:54
serangan esok subuh ketika mereka
9:56
terbuai dengan Dinginnya malam Siap
10:01
letusan tembakan sebagai tanda dimulai
10:04
penyerangan terdapat tepat jam 4.30 pagi
10:08
pasukan TKR yang telah bersiap di
10:11
seluruh penjuru Ambarawa mulai merayap
10:13
di Singapura menunjukkan suasana
10:16
ditambah lemparan granat yang
10:18
bertubi-tubi Belanda dan NICA semakin
10:46
para pejuang Indonesia berjuang untuk
10:49
melancarkan serangan perintah ke
10:51
Ambarawa pada tanggal 12 Desember
10:54
1945 akan tetapi sekutu mundur
10:58
meninggalkan kota Ambarawa menuju
11:00
Semarang pada tanggal 15 Desember
11:03
1945 untuk memperingati hari bersejarah
11:06
itu maka setiap tanggal 15 Desember
11:09
diperingati sebagai hari infanteri
11:12
Selain itu yang berawal juga didirikan
11:15
sebuah monumen yang diberi nama Palagan