UBAH GAJI 5 JT JADI 50 MILYAR MENURUT ANDREW SUSANTO !!
Tapi benar enggak sih kokoh ini masuk ke
emas ataupun usaha emas dan lain-lain
karena enggak percaya sama Bitcoin?
Jadi ceritanya gini, kalau masuk emas
ceritanya sebelum saya cerita Bitcoin
pernah enggak ngerasa ee di titik hidup
yang kayak apa yang gua lakuin nih
semuanya gagal gitu kan. Kalau sekarang
semuanya berhasil
tapi ada enggak satu titik di hidup gua
kayaknya bikin apa aja gagal deh gitu?
Bisa dibilang enggak sih, bukannya
sombong ya, cuma kalau SS ya targetnya
BP selama ini rugi terus. Tapi yang
kemarin Paris itu akhirnya untung
walaupun kalah Parisnya.
Lebih takut gagal atau enggak dicoba
sama sekali?
Jadi saya itu akan masuk kalau risnya
itu kecil. Emm sebelum
kamu fokus kamu mau kaya, sebaiknya kamu
fokus dulu. hidupmu bisa bermanfaat atau
enggak buat orang lain.
Daging talk to
sudah bersama Ko yang katanya punya
harta 30 triliun.
Enggak, enggak itu. Itu katanya Bang
Hotman.
Oh itu kata Bang
mengejar 30 triliun. Siapa yang duluan
gitu.
Oh
jangan-jangan dia sudah duluan
sebenarnya. Menyembunyikan kekayaan Bang
Hotman.
kejar-kejaran ya berarti ya.
Enggak itu kata Bang Otman kita kita
enggak ngejar
soalnya K Andrew ini kalau kita
lihat-lihat ya usahanya tuh banyak
pusat pegadaian, pusat emas, terus
investor juga di HSS.
Iya.
Mana yang paling menguntungkan, Go?
Sebenarnya kalau kerjaan itu cuma dua,
Pusat Gadai Indonesia sama Pusatemas.id.
Kalau HSS itu invest aja sih.
Restoran-restoran tuh investangan invest
enggak aktif. Kalau aku aktifnya itu
benar-benar cuma dua. Pusat GA Indonesia
dari 19 tahun lalu. Pusat emas ini baru
buka 6 bulan. Udah fokusnya dua itu aja
sih.
Nah, berarti sekarang ada dua fokus nih.
Pusat emas
dan pusat
gade Indonesia.
Gade Indonesia.
Di antara dua ini mana sekarang yang
paling cuanable?
Cuanable pusat emas dong.
Oh
iya kebetulan ya mungkin pas timingnya
masuk langsung terbang emasnya kan. Jadi
kita beli emasnya orang-orang belum
sempat jual sudah naik gitu. Jadi sudah
untunglah dapat momentumnya lah ya. Jadi
bisa dibilang yang katanya kokoh itu kan
pusat gad Indonesia itu sudah 19 tahun.
Iya.
Pusat emas ini baru setahun.
6 bulan.
6 bulan.
6 bulan.
Cuannya langsung ngalahin tuh.
Oh enggaklah. Enggaklah. Outletnya Pusat
Gadai kan udah banyak. Udah mau 2.000.
Ini kan baru lima pusat Mas jadi enggak
mungkinlah. Jauh banget lah Mas Yan.
Tapi tahu momen banget ya koko emas lagi
naik drastis banget masuk ke bisnis
emas.
Enggak. Kalau tahu momen harusnya
masuknya 2 tahun lalu. Mas
jadi sekarang pada saat momen enak itu
outletnya udah 100 atau 200 baru panen.
Jadi ini agak telat juga ya.
Ya telat panennya cuma lima outlet-nya.
Enggak panen-panen amat dong. Kalau 200
baru panen itu
panen banget.
Tapi lima kayaknya udah lumayan deh.
Lumayan banyak deh. Untungnya
lumayanlah. Bisalah
daripada enggak
kebeli Bugatti bisa lah ya.
Waduh itu kan Gabriel Rid yang beli.
Saya enggak.
Oh kok enggak mau beli?
Enggak
enggak
beli satu aja udah enggak kepakai sudah
mau dijual aja enggak laku juga.
Jadi sistemnya Koko itu pusat emas itu
bisnisnya bakal kayak Antam atau kayak
mungkin apa ya? kayak Antam atau kayak
UBS Gold ataupun
I kalau UBS Gold itu kan dia jualan
perhiasan fokusnya. Oke.
Tapi dia ada logam mulianya.
Heeh.
Tapi revenue terbesarnya adalah di
perhiasan. Kalau Antam sekarang 100%
revenue dia di logam mulia. Sekarang dia
baru mau masuk perhiasan. Jadi mungkin
UBS lihat Antam loga mulia enak juga ya.
Dia bikin Antam lihat di UBS perhiasan
enak juga ya. Sekarang dia mau bikin
rumput tetangga selalu lebih hijau
itu beda.
Masuk tuh.
Iya saya masuknya beda sih bukan bukan
Antam bukan UPS beda sih. Kalau pusat
emas tuh kan cuma fokusnya itu cuma
membeli emas-emas orang itu loh.
Orang-orang itu kan punya emas misalnya
orang dia saat nikahan kan dikasih emas
kan banyak tuh orang-orang ngasih emas
saudara-saudara biasanya kan enggak ada
suratnya Mas Ata. Heeh. Heeh. Heeh.
Terus dia kalau mau jual ke mana? Ke
toko emas enggak ada suratnya ditolak
atau dihargain murah?
H.
Terus masa dia mau minta yang ngasih?
Eh, minta suratnya dong. Enggak mau
ngasih. Kan enggak mungkin juga kan.
Terus Mas waris apa 20 tahun sudah
disimpan itu enggak ada emas apa enggak
ada suratnya. Akhirnya dia ke pusat emas
ini karena ada mesin XRF-nya itu yang
ngecek ini berapa karat dibelinya,
berapa karat, fair semuanya. Jadi enggak
perlu surat. Nah, di situ sih momennya
dapatnya. Wah, ini seru ini seru. Aku
juga tertarik nih bisnis masa.
Boleh join nanti kita boleh coba coba di
diajarin kok ataupun bisa join
dikit-dikit gitu.
Pusat emas ya kan? Iya.
Karena emas ini enggak tahu ya aku tuh
baru beberapa tahun ini sebenarnya belum
lama-lama. Dulu pernah nabung emas tapi
dikit-dikit. Nah, baru beberapa tahun
terakhir baru tuh berani gede-gedean.
Apa itu? Kenapa itu? Karena ee satu emas
itu kan menahan inflasi.
Heeh.
Satu menahan nilai.
He.
Dan di agamaku memang sangat menyarankan
menabung itu di emas.
Emas
sampai kita itu ada zakat per tahun itu
dari nilai emas juga ada.
Oh, dari nilai emas yang kita punya ya.
Iya. Jadi ada zakat sekian persen itu
ada dari emas. Jadi aku ngelihat, oh ini
berarti kita memang diajak untuk lebih
baik nabung emas.
Loh, enggak. Maksudnya maksud saya dulu
kan beli emasnya sedikit-sedikit tuh.
Terus ada titik poin tertentu yang
merubah Mas Atta menjadi udah beli agak
banyak deh.
Itu apa?
Pas udah punya anak sih.
Oh, ya. Ya. Lebih mau safety lah.
Pas punya anak nyari safety banget. I
terus kayak emas itu gimana ya?
Ee mungkin dulu tuh aku kebanyakan kan
sukanya beli mobil, beli rumah, beli
tanah atau apa.
Terus beli jam. Oh, liquid nih jam naik
mulu. Apalagi jam zaman-zaman baru COVID
kan. Oh, Richard Mil nih harganya dari
sekian tiba-tiba melambung.
I
patek tahu-tahu naiknya sampai 30%
Iya.
40% gitu ya. Dan di saat itu wah
investasi itu ke situ. Nah,
tiba-tiba ngelihat harga semua goyang
kan.
Iya. Goyang.
Tiba-tiba ada satu harga yang enggak
goyang-goyang banget.
Iya. Emas.
Di situ aku lihat emas.
Heeh.
Nah, pas aku lihat emas, ternyata sampai
sekarang aja nih aku bisa nurutin apa
kemauan anak sama istri itu gara-gara
aku nabuk emas.
I dia emas apa jam tangan turun kan
bubble turun mobil juga gitu bubble
turun.
Mobil bubble mungkin Ferrari sempat tuh
aku ngerasain omsetnya tiba-tiba naik
terus hancur.
Tiba-tiba ada tuh aku jual untung sampai
berapa milihnya M gitu
tiba-tiba tapi dropnya
hancur juga
engak aura-auran sekali. Iya iya iya.
Saya juga waktu itu
beli waktu COVID itu beli punyanya Jess
No Limit.
Ferrari
bukan apa Lambo Aventador punya Jess No
Limit warna putih itu murah belinya.
Ohoke
berapa ya? 4,5 M ya?
4,5 M
jualnya 8 Muh.
Setelah dipakai setahun gitu ya di jual
8. Tapi begitu terima 8 M-nya saya ganti
ke Lambo Aventador yang 720.
Jadi tukar 8 M beli yang 12 M. Oke.
Terus beli 12 M. Yang 12 M dijual lagi.
Lakunya cuma 8 M. Jadi enggak jadi
untung.
Enggak jadi untung.
Kalau tukar duit doang untung tukar
mobil lagi. Akhirnya rugi juga.
Itu lucu. Itu lucu banget. Beli 4,5 28
udah untung nih.
Udah senang kan? Bangga dong. Gila gua
keren.
Investasi gua benar ya kan.
Beli 128.
Iya
banget ya. Tapi emang pada zaman itu tuh
semua orang tuh kita agak gamang ya mau
investasi tuh. Iya,
ke mana dan lain-lain.
Karena pada saat COVID orang enggak bisa
spend money-nya kan di rumah doang kan.
Jadi dia belinya ya udah yang
enggak jalan-jalan juga
jalan-jalan bisa beli online jam datang
kirim mobil mewah dia keliling-keliling
kan COVID kan
enggak bisa ketemu orang
keliling-keliling jalan jadi mahal
kebanggaan kan.
Iyael.
Tapi benar enggak sih kokoh ini masuk ke
emas ataupun usaha emas dan lain-lain
karena enggak percaya sama Bitcoin?
Bitcoin saya juga punya.
Punya ya? Jadi ceritanya gini, kalau
masuk emas ceritanya sebelum saya cerita
Bitcoin, saya masuk emas itu ceritanya
saya itu pusat gadai Indonesia itu sudah
terima gadai emas itu sejak 2 tahun
lalu.
Oke.
2 tahun lalu terima emas.
Wah, munting tuh. Enggak ngerti emas
sama sekali kan. Wah, kena palsulah,
kena apalah diambil. Wah, enggak
ngertilah. Trial error terus kan.
Setelah trial error akhirnya ngertilah.
Setahun belajar pintaran dikitlah,
setahun setengah mulai pintar. Terus
saya itu ada komunitas masat,
komunitasnya BBKA belajar bareng Kendre
itu komunitas gratis.
Nah, salah satu member saya itu datang
mau ketemu saya ngajarin kok ada loh
bisnis kayak gini terima emas pakai
mesin.
Hm.
Saya bilang dong, "Ah, enggak
mungkinlah. Siapa yang mau jual emasnya
gadai aja? Sama aja. Enggak usah ditebus
juga enggak apa-apa kok. Enggak bisa
kok. Orang Indonesia itu kalau dia mau
jual ya jual. Kalau mau ngutang ya gadai
gitu loh. Jadi enggak bisa ini harus
dipisah jadi dua. Oh, masuk akal juga
ini orang ya. Tapi masuk akal nih. Ya
udah nanti saya buka deh ya. Terus saya
enggak buka-buka Mas Yan. 1 bulan lagi,
2 bulan lagi ada lagi orang BBKA juga
datangin lagi jelasin lagi. Kok ini ada
gini kok saya kenal orang yang bisa
jelasin dijelasin semuanya. Wah ini
kayaknya menarik nih. Ya udah saya coba
aja buka satu. Buka satu pun saya enggak
pakai modal karena saya buka di gedung
Sinar Mutiara. Sinar Mutiara itu tempat
jual handphone
bawahnya itu kosong.
Udah buka di sana aja. Jadi noting tulus
dong. Kalau enggak laku ya udahlah orang
tempat kosong gitu kan. Akhirnya buka
sepi. Masa ta buka enggak ada yang
datang. Enggak ada yang datang.
Kosong melompong.
Enggak ada yang datang. Sebulan cuma dua
orang yang datang. Saya pilih bayar gaji
karyawannya enggak bisa gitu kan. Terus
akhirnya ketemulah sama anak BBKA juga
yang punya Brit itu Hadi.
Belajar diajarin ini harus pakai ads,
harus pakai apa, diajarin cara nge-ad,
cara apa, cara semua diajarin semua
selama 6 bulan saya. Iya diajarin
semuanya lah permainannya yang saya
enggak tahu karena selama ini kan saya
pusat gade itu offline Mas Atta. Jadi
saya enggak ngerti dunia online dong.
Dunia online tuh caranya gede lewat
online itu gimana? Saya enggak ngerti.
Jadi saya ngertinya saya kira buka pusat
emas saya taruh aja ya laku ada orang
lewat datang gitu ternyata enggak ada
yang datang gitu. He
begitu diajarin belajar belajar belajar
pas momentumnya juga emasnya naik jadi
orang search-nya juga lagi emas. Wah itu
langsung bom langsung ramei banget
sampai sekarang gitu ceritanya
awalnya itu. Jadi
awalnya
jangan menyerah ya guys kalau buat buka
toko masih sepi itu jangan nyerah.
Kalau Bitcoin ceritanya gini 2022 ya
2021 atau 2022 saya lihat YouTube
Timothy Ronald dia lagi ngomongin
inflasi. Oke.
Belum kaya itu dia waktu itu. Pokoknya
waktu itu belum kaya dia.
Tahunya udah kaya belum kaya dari mana?
Saya ajak ketemu.
Oke.
Saya ajak ketemu. Saya DM.
Saya DM ketemu dong mau ngobrol-ngobrol.
Ketemu karena saya tertarik sama jalan
pikirannya waktu ngomongin inflasi gitu
loh.
Oke.
Ngobrol-ngobrol ngobrol-ngobrol. Dia
bilang itu Bitcoin-nya waktu itu 27
26.500 waktu saya ketemu sama Timoti.
Terus dia bilang
berarti masih 300 jutaan. 400
400 300 400 juta. Nah, itu terus dia
beli aja beli aja koin terus beli aja
apa sih artinya? Udah beli aja beli aja.
Akhirnya beli
h
beli Bitcoin langsung sekali beli do
udahlah. Terus naik R30.000 happy turun
lagi 27.000. Waduh kok jadi hilang
untungnya? Akhirnya belajar mentalnya
itu akhirnya di.000
Heeh.
dolar itu saya jual separuh. Jadi balik
modal.
Oh
modalnya sudah balik.
Modalnya sudah balik. Nah, terus habis
jadi sisa untungnya doang di dalam.
Oke,
naik-naik terus ya udah saya enggak jual
aja udah biarin. Karena kan mau turun
mau naik udah enggak mentalnya udah
enggak kena karena ini kan uang untung
doang.
Iya betul. Dan enggak mau nambah juga
enggak berani mentalnya
kepengin selalu pengin pada saat Bitcoin
mau naik. Pengin. Pada saat dengerin
orang-orang yang untung dari Bitcoin
banyak bisa beli mobil bisa beli apa.
Pengin. Iri enggak iri. Ya udah biarin
emang itu bukan apa bukan jalan saya
untuk untung segede itu di sana.
Jadi ya udahlah akan saya akan terus
mempertahankan iri saya aja enggak
apa-apa
gitu.
Sakin saya habis untung tambah lagi
masukin lagi.
Enggak. Enggak. Saya enggak berani. Saya
bukan orang yang berani berani untuk
mengambil resiko untung besar gitu.
Karena kalau ada resiko untung besar
artinya ada harus ada resiko rugi besar.
Rugi besar. He.
Kalau maunya untung kecil ya resikonya
kecil kayak emas lah ya.
Iya.
Kita kan bertahap naiknya dikit tapi
kalau turun ya mungkin dikit. Enggak
tahunya
apa ruginya dikit-dikit kalau ada
kemungkinan. Tapi sekali untung kemarin
mengerikan tapi ya tapi itu meledak
dari 20 tahun belum terjadi kan. Jadi ya
enggak ngarep gitu juga sih.
Oki aja yang
high risk high profit.
Low ris.
Iya high risk high return. Low risk low
return gitu.
Iya iya iya iya. Ee kalau bisa dilihat
pusat emas ini berarti hasil pikiran
kokoh lah ya atau ada istilah
komunitas ya. Dengerinlah saya banyak
ketemu orang mana yang masuk akal saya
coba, mana yang enggak masuk akal saya
tunda. Gitu aja sih.
Dan memang karena sudah belajar emas
dari 2 tahun lalu itu juga kalau belum
belajar emas juga kena palsu terus pasti
berat.
Jadi karena udah dibekali ya nekad aja
lah. Nothing tulus lah.
Tapi emang katanya kalau pengusaha itu
sambil jalan dia lihat kanan kiri ya
mana ada peluang enggak ya di sini gua
bikin apa ya.
Iya. Bahkan bukan gitu doang kita
liburan aja sama teman-teman
ngomonginnya usaha.
Iya betul.
Iya itu salah atau enggak ya?
Dibilang benar banget juga jang enggak
tapi dibilang salah juga enggak sih.
Betul. Oh. Tapi kalau yang aku lihat
banyak pengusaha termasuk misalnya aku
nih kalau jalan kita enggak mikirin
jalan-jalannya doang gitu.
Ilmu apa yang bisa gua dapat ya kayak
misalnya gua ke negara ini, oh dia
ternyata etos kerjanya gini ya. Oh ada
peluang bisnis ini ya.
Oh iya berarti meang otak mengusaha gitu
ya. Kita makan restoran ramei. Wah
untung berapa ini orangnya?
Nah iya
malah ngitungin untung orang.
Bukan iri ya bukan iri cuman pengin tahu
aja. Iya
apalagi kalau ada bosnya. Bro BP berapa
lama?
Bosnya langsung gini, malah dia tertarik
loh pas aku nanya gitu.
Oh, iya. Duduk dia.
Iya, PHP-nya 18 bulan. Ini modal berapa
ini? Malah cerita-cerita jadinya bukan
bahas
rasanya atau apa. Nah, habis itu baru
kita bahas ini bikinnya berapa lama,
belajarnya apa. Kayak pengin aja tahu
sih.
Iya, iya. I
tapi kayaknya itu enggak salah deh, Ko.
Enggak salah ya.
Karena menurutku setiap kita ketemu
orang itu pasti ada ilmu baru.
Pasti. Enggak penting dia harus lebih
kaya atau lebih miskin atau apa, lebih
banyak duitnya atau enggak.
Setuju. Setuju.
Even kita ketemu sama ee bapak yang jual
sayur di depan kalau aku ngobrol tu ada
aja ilmunya.
Ada. Setuju.
Kayak dia bilang ee iya aku setiap
ngambil ini harus datang pagi karena
kalau pagi harganya lebih murah sekian.
Uh dia mikirin ya berarti kalau pagi ini
dia akan lebih murah karena saingannya
enggak sebanyak kalau misalnya datangnya
udah agak terang dikit.
Nah itu tuh kan ada pemikiran-pemikiran
kayak gitu tuh. selalu sih dapat sesuatu
dari orang sih
dan jalan pikiran orang itu bisa jadiin
pelajaran buat hidup kita kan.
He asal kita open minded
asal open minded.
Jadi selalu terbuka dengan hal baru.
Sampai aku tuh selalu punya prinsip yang
kalau kita datang ke orang gelas kita
harus kosong.
Betul.
Jadi diisi aja enggak apa-apa. Misalnya
ketemu K Andrew niisiin gelasku. K Andru
masukin ilmunya. Ketemu lagi orang.
Even aku ketemu kameramen. Walaupun dia
kadang-kadang belum ada kerjanya tapi
aku kok karyanya keren-keren ya di IG.
Aku belajar sama dia, kamu kenapa kayak
gini? Kenapa angle kamu tuh kayak gini?
Oh, dia gini gini.
Senang aja gitu. Jadinya banyak banget
input di kepalaku. Jadi kita
penasaran harus selalu penasaran ya.
Kiris selalu itu
iya kalau penasaran itu ditingkatin ya
jadinya kayak K Andrew gini lihat Mas
ini apa sih? Gua pengin belajar sih.
Iya iya iya.
Kalau itu sih yang aku lihat hari ini
aku belajar banget. Kurius itu harus
selalu ada gitu.
Engak. Kalau Koko sendiri pernah enggak
ngerasa ee di titik hidup yang kayak apa
yang gua lakuin nih semuanya gagal gitu
kan. Kalau sekarang semuanya berhasil.
Tapi ada enggak satu titik di hidup gua
kayaknya bikin apa aja gagal deh gitu?
Bisa dibilang enggak sih bukannya
sombong ya. Cuma cuma gini ya
bisa dibilang enggak gagal guys.
Setiap kali gagal itu saya selalu mikir
ini artinya saya bentar lagi naik level.
Kalau kalau udah melewati kegagalan ini
gitu loh.
Karena kan enggak mungkin kan orang bisa
di atas tanpa melewati
kegagalan-kegagalan kecil ini.
Kan justru gagal. Dia bisa melewati itu
dengan belajar dari kesalahan. Akhirnya
dia naik level 1. Ngerti caranya? Oh
misalnya lah gampang deh. Misalnya saya
sama Mas Atta kenalan terus setelah
kenalan ngobrol lain kali saya ngonak
Mas Atta lagi enggak dianggap oh itu
saya gagal. Berarti saya enggak bisa
menempatkan diri dengan baik. Saya
enggak punya cukup ilmu yang membuat Mas
Atta itu merasa tertarik berteman dengan
saya. Akhirnya belajar dari kesalahan
itu. Oke. Apa yang itu? Itu kan gagal
juga sebenarnya. Tapi kalau orang enggak
pernah gagal itu enggak mungkin dong
orang langsung menjadi orang yang
menyenangkan langsung langsung orang
suka berteman sama kamu. Enggak mungkin.
H
experience itu pasti ya gitu. Jadi
itu mindset loh guys. Itu mindset
banget. Jadi enggak pernah ngerasa gagal
karena setiap kegagalan tuh pelajaran
gitu. pelajaran
itu mindset banget. Jadi kalau banyak
orang ngerasa dia gagal mulai bisnis itu
salah ya berarti
enggak apa-apa sih gagal tapi yang salah
adalah kalau kamu tidak belajar dari
kegagalan kamu.
Jadi gagal ya udah itu harus
dipelajarin. Saya selalu ngomong ini.
Pada saat kamu gagal pelajarin kenapa
kamu gagal. Pada saat kamu sukses, kamu
juga harus pelajarin kenapa kamu sukses.
Rata-rata orang bahkan yang sukses dia
enggak mempelajari kenapa dia sukses.
Hm.
Terus yang gagal langsung mundur.
Berarti aku memang enggak bakat. Masa
gitu kan lucu. Berarti aku memang enggak
bakat.
Aku enggak bakat itu bukan bidangku. Itu
itu paling bahasa-bahasa paling bahaya
ya.
Itu itu adalah hal pelarian yang paling
gampang daripada belajar. Belajar itu
kan sesuatu yang enggak enak dan enggak
nyaman karena sesuatu yang baru kan.
Jadi lebih baik dia bilang, "Ini
kayaknya bukan bidangku deh."
Padahal emang enggak mau belajar lebih
dalam lagi gitu.
Enggak mau tidak nyaman itu. I
makanya kalau ada orang bilang kayak ee
enggak ada menang atau kalah, adanya
menang atau belajar.
Waduh. Iya, benar. Benar.
Jadi kalau dia lagi menang, menang.
Kalau dia belum menang, berarti dia itu
lagi belajar. Heeh.
Karena kadang-kadang aku lihat tuh kayak
mungkin aku lihat Kendu, lihat
teman-teman yang datang ke sini semua
ya, mereka itu bahkan punya mindset
ataupun punya pelajaran hidup yang
enggak ada di bangku kuliah.
Oh iya, betul itu enggak ada.
Jadi mereka itu bikin metode kuliahnya
sendiri.
Iya iya iya.
Entah itu jalan pikirnya, entah itu cara
dia mulai bisnis,
I setuju
dan lain-lain gitu. Nah, yang Koko lihat
Koko kan pasti kuliah enggak?
Kuliah. Kul
kuliah kan.
Berapa persen ilmu yang kepakai di
kuliah di dunia bisnis koko sekarang?
Ee kalau ilmu teknisnya
Heeh.
di bawah 10%.
Oke.
Tapi ilmu untuk ilmu untuk menghadapi
bisnis ini itu di atas 50%. Maksud saya
gini, Mas Ata. Kalau saya enggak kuliah
mungkin saya enggak ngerti cara
komunikasi sama karyawan.
Nice. Nice banget. Kalau saya enggak
kuliah, mungkin saya enggak tahu caranya
saya di ruangan ini itu supaya saya
enggak dibenci orang gimana.
Hmm, nice.
Caranya supaya semua orang di ruangan
ini mendengarkan pendapat saya itu
gimana? Apakah dengan diktator ngomong
kamu harus gini atau kamu harus gini
karena ini. Itu kan didapat waktu
kuliah.
Kalau kita asal-asalan ngomong, teman
enggak ada yang mau dengerin kita. Kita
asal-asalan ngomong, dosen enggak mau
dengerin kita.
Enggak bisa seenaknya. Itu kan belajar
kan pada saat kuliah gitu.
Akhirnya pada saat bisnis ya kita
otomatis reflek kan
kita tahu mana yang boleh, mana yang
enggak boleh gitu.
Jadi Koko termasuk enggak setuju kalau
ada orang bilang kuliah atau sekolah itu
scam.
Enggak. Kuliah harus wajib ya. Bukan
wajib sih maksudnya kalau memang kamu
ada kesempatan untuk kuliah, kuliahlah.
Hm.
Saya kasih kuliah karyawan saya tahun
ini itu 1000 karyawan gratis semua. S1
kuliah S1.
Kuliah S1 1000 karyawan.
kamu masuk gratis. Kalau kamu enggak mau
masuk, saya kasih waktu 2 tahun kamu
untuk cari kerja lainnya.
Oh,
gitu loh. Jadi dibayarin gratis masih
ada yang enggak mau. Enggak apa-apa. 2
tahun lagi kamu kerja di sini sambil
kamu ngelamar-ngelamar tempat lain. Saya
mau karyawan saya nanti satu-satu semua
saya kuliahin. Soalnya kan alasannya dia
kuliah enggak ada duit katanya. Udah
dibayarin loh. Ini
udah dibayarin tetap enggak mau kuliah.
Ada, ada, ada beberapa orang. Ada
ada banget
soalnya apalagi
ada banget itu
beratnya itu apalagi kerja sambil kuliah
loh berat banget loh
iya
sambil kerja sambil kuliah itu berat
banget tapi saya dulu diajarin sama Pak
Arman BCA
yang punya BCA dibilang gini orang yang
sambil
kerja sambil kuliah itu dan dia bisa
melewati itu, itu lebih bagus daripada
orang yang sudah lulus S1 kerja doang.
Wih, gila benar juga ini ya. Jadi saya
muliain orang itu enggak ada ruginya
karena dia boost langsung.
Heeh. Heeh.
Pasti dia kan survival mode kan. Dia itu
waduh kurang tidur harus masih harus
belajar pulang masih. Jadi dia itu
benar-benar the best version of them.
Jadi keren banget ya pasti.
Makanya timku juga ada yang aku minta
udah kuliah sini sama aku bla bla bla.
Ada yang nolak tuh banyak juga Mas.
Iya.
Aduh aku lagi kerja Bangutnya enggak
fokus.
Iya. Betul.
Tapi kalau sebenarnya dia punya kemauan
tuh bisa aja kan.
Iya. Dan aku banyak yang komen gini kan
aku tuh baru masuk kuliahnya di umur
28an
masuk.
Aku baru masuk lagi SMA di 28-an.
SMA.
SMA.
Hah.
Baru masuk ini lagi belajar.
Oke.
Jadi aku baru ngejar paket C-nya 28-an.
Oke. Oke.
Habis itu aku kuliah tuh di 29-an.
Oke. Apa jurusannya masa?
Hukum.
Oh sama kita. Saya juga lurusan hukum
ya. Terus
hukum. Nah, orang tuh banyak yang ee
komen awalnya, "Ngapain sih kuliah lagi?
Kan
udah apa ya? Kamu kan udah berhasil di
bidang kamu, katanya. Ngapain kamu
kuliah lagi?" Aku cuma jawab gini, "Aku
enggak mau mengajarkan generasi
berikutnya tuh enggak kuliah."
Mantap.
Karena banyak sekarang anak-anak
yang ngadu ke orang tuanya, "Kok Bang
Atta bisa kayak gitu? Enggak kuliah, dia
bisa punya lambu, bisa beli Ferrari atau
bisa beli apa? dia enggak enggak kuliah.
Nah, alasan ini tuh dipakai di
mana-mana, Mas.
Oh, jadi kuliah aja gitu.
Jadi, aku mendingan aku kuliah karena
memang aku tuh enggak kuliah bukan
karena aku enggak mau, tapi emang waktu
itu kondisinya enggak bisa.
Iya. I
kalau aku bilang sama mereka, "Kalau aku
enggak kuliah aja bisa, kalau dari waktu
itu aku kuliah, mungkin aku jauh lebih
hebat lagi."
Iya. Iya.
Jadi bukan faktor dia karena enggak
kuliah jadi bisa. Iya.
Iya, betul. Saya setuju. Enggak mungkin
orang yang kuliah itu lebih jelek
daripada orang enggak kuliah.
Iya. Jadi kalau faktor diri kamunya
berkualitas, He.
Diri kamunya ini senang banget belajar,
senang banget ngulik, enggak kuliah bisa
sukses. Tapi kalau kamu kuliah, kamu ada
di atasnya.
Iya,
gitu. Jadi jangan nyalahin juga. Ada
bilang gini,
kuliah ada temanku sudah S2 tapi masih
nganggur-nganggur aja. Nah, S2 aja
nganggur, apalagi kalau dia enggak S2.
Iya, setuju. Betul.
Jadi jawabannya di situ aku.
Iya. Iya.
Setuju enggak, K? Kalau itu
saya menurut saya sih kuliah kalau
memang ada waktunya, ada uangnya, kamu
kuliah sih.
Iya.
Kamu itu belajar hidup itu di sana gitu.
Karena pada saat SMA kan
kita itu setiap hari ya harus masuk.
Kalau enggak masuk kamu dimarahin orang
tuamu dong. Tapi pada saat kamu kuliah,
kamu boleh enggak masuk loh.
Terserah kamu. Dosen juga enggak nyariin
kamu. Enggak penting enggak lulus mata
kuliahnya gitu artinya. Jadi kita kan
harus disiplinkan diri kan. Iya. I
beda dong sama SMA kita bukan disiplin
ya. Memang tiap hari gini udah reflek
kan. Kalau kuliah kita bisa masuk bisa
enggak. Kalau kamu begadang besok enggak
bisa masuk berarti kamu harus disiplin
sendiri selama 4 tahun. 4 tahun itu
membentuk karaktermu. Jadi pada saat
kamu masuk dunia kerja
masuk setiap hari harus disiplin, harus
hormat sama senior, harus hormat sama
atasan. Cara ngomong sama atasan gimana?
Cara ngomong sama bawahan gimana, cara
ngomong setara gimana. Itu sudah
diajarin di kuliah secara alamiah.
H
benar kan? Masa bisa kita kuliah terus
ngomong sama senior kita seenaknya.
Benar.
Kalau enggak kuliah enggak ngerti
caranya. Engak
ngerti.
Kalau orang enggak kuliah enggak tahu.
Dikirain boleh.
Dia enggak tahu konsekuensinya
dan mungkin komunikasinya juga jadinya
enggak ya lebih enggak PD juga kan.
Lebih enggak PD juga orang.
Tapi gimana caranya? Ee banyakan
sekarang anak-anak kuliah itu jadinya
nongkrong-nongkrong kok.
He
nongkrong. Ada juga nih persepsi lain.
Kuliah itu cuma nongkrong-nongkrong aja.
Nanti ya pas ujian baru serius atau pas
skripsian baru serius. Heeh.
Nah, gimana caranya mereka tetap bisa
mempunyai kualitas diri yang bagus di
saat kuliah? Bahkan kalau bisa dia mulai
usaha saat kuliah gitu. Itu masih
mending menurut saya. Masih mending kamu
nongkrong-nongkrong daripada kamu enggak
kuliah, kamu nganggur-nganggur di rumah.
Kamu nongkrong-nongkrong tuh masih sama
teman-teman kuliahmu.
Oke.
Yang balik lagi kayak tadi pada saat
kamu nongkrong-nongkrong itu kalau kamu
ngeselin kamu dihindari sama temanmu.
Kalau kamu nyenengin orang-orang suka
sama kamu. Kalau kamu enggak kuliah,
kamu di rumah rebahan doang.
Jadi kamu enggak tahu, kamu enggak tahu
caranya hidup di dunia ini gimana. Dia
enggak tahu. Benar kan?
Iya. Iya. Iya. Iya.
Tahunya itu pada saat kuliah itu
belajarnya di situ.
Enggak ada experience.
Terus banyak teman pada saat kuliah.
Terus nanti bisa kolaborasi bareng, bisa
belajar bareng. Pada saat kerja bisa
kerja bareng. Makanya pada saat kuliah
itu cari teman sebanyak-banyaknya yang
positif.
Kalau temannya negatif hindarin. Cari
ccle yang positif terus.
Gitu. Kalau kamu gaulnya sama yang wangi
jadi wangi. Kalau kamu gaulnya sama bau
jadi bau juga.
Iya betul.
Kalau gaulnya sama anak-anak yang
bahasnya mungkin tentang dagang-dagang
terus kamu jadi pedagang.
Betul.
Tipe ada bahasanya cuman ya bahas cewek
doang.
Iya. Jadi di tempat kuliah kan banyak
tuh kamu bisa masuk ke mana aja itu kan
banyak. Kalau kamu enggak kuliah mau
kamu gimana
cari ccle di mana kamu? masa di mall
gitu kamu jaringan enggak bisa mau di
mana gitu loh.
Tapi kenapa kok sekarang banyak lulusan
S1 S2 tuh pengangguran gitu? Gimana
kalau kau melihat soal itu?
Jangankan S1 S2 itu enggak ada
hubungannya apalagi SMA gitu kan
sebenarnya.
Balik lagi ke yang tadi ya.
Kalau apalagi SMA, tapi kan memang
enggak menjamin S1, S2 itu kamu bisa
dapat kerja. Tapi kalau kamu pintar pada
saat kuliah kamu pintar itu kamu
lulusnya itu pasti dibuat rebutan.
Hm.
Pintar bukan secara akademis doang ya,
tapi kamu bisa bersosialisasi itu enggak
mungkin enggak dapat kerja diperebutkan.
Oke,
sekarang gini aja deh ya. Orang-orang
semua lulusan S1 di seluruh Indonesia
kalau memang sosial sosial skill-nya
tinggi, nilainya tinggi, enggak dapat
kerja, kerja ikut saya. Saya terima 1000
orang hari ini. Fuh,
enggak ada. Pasti sudah dapat kerja
semua. Yang enggak dapat kerja itu apa?
Milih-milih kerjaan.
Nah, satu dengar ini. Milih-milih
kerjaan.
Jauh. Jauh dari rumahku.
Jauh dari rumahku.
Enggak boleh sama orang tuaku.
Ini ini alasan-alasan banget.
Alasan-alasan ini. Makanya dia enggak
dapat-dapat kerja kan. Iya. I
K itu bukan passion saya, Ko. Tempat
kerjanya, Ko. Bukan passion saya ini.
Ini bahaya ya, K ya. Bukan passion saya
ini ya.
Kok gajinya kecil, K? Enggak sesuai, K.
Kapan aku balik modalnya? Kuliahnya aja
segini, Ko. Padahal kan kerja itu kan
jenjang karir ya.
Iya. Kerja aja dulu ya kan.
Banyak banget alasannya. Makanya dia
enggak dapat kerjaan.
Oh.
Terus diinterview enggak bisa ngomong,
enggak belajar public speaking dia.
Oke, berarti public speaking penting
misalnya.
Iya. Pada saat interview gimana mau
ngomong gagap-gagap? Susah juga lah
walaupun kamu pintar.
Skill kamu 10, komunikasi kamu tiga,
keluarnya tiga.
Skill kamu tiga, komunikasinya 10,
keluarnya del.
Jadi kan banyak hal sih sebenarnya untuk
dapat kerja itu.
Iya iya iya iya.
Tapi emang aku pernah lihat kok ada
orang skill-nya 10
He
tapi work eticnya lima.
Heeh.
Ada orang skill-nya lima tapi work
etic-nya 10. Kokok pilih mana?
Work etic dong. Work etik yang 10. Aku
juga sama
karena aku coba nih si karyawan A sama
karyawan B
yang skill-nya 10 ini tapi work etic-nya
5. Penghasilannya tuh cuman 20%-nya sih
yang war attack-nya 10 ini.
Dan pengaruh buruk juga kan buat
iya
komunity kita semua itu kan pengaruh
buruk kan. Kalau work etik jelek itu kan
kadang dia masuk kadang enggak, kadang
dia telat kadang dia enggak.
Terus dia enggak pernah bersyukur atas
apa yang didapat. komplain aja lah. Wah,
iniudah mending kalau komplain ke bosnya
doang. Cerita ke teman-temannya
semuanya, "Lu kok mau sih segitu, lu kok
mau sih segitu?" Hancur akhirnya.
Toxic banget.
Nah, Koko kan punya karyawan banyak.
Gimana Kokoh kalau ee gimana ya bisa
bilangnya gimana caranya kok Andrew
mah-milih mana karyawan yang toxic, mana
yang enggak gitu.
Oh, itu awal-awal itu ya. Kalau sekarang
itu mungkin karena sudah banyak karyawan
yang bagus-bagus, jadi yang toxic itu
justru nge-blend ke yang bagus karena
dia merasa asing. Kalau aku toksik
sendirian ini aneh sendiri. Jadi dia
mungkin lebih nge-blend atau dia bisa
nge-blend atau dia pergi sendiri.
Oke.
Dengan komunitas yang Iya. Karena dia
enggak nyaman. Karena dia paling
di lingkungan yang bagus ini dia enggak
nyaman karena dia itu atau nge-blend
atau kok keluar-keluarin
otomatis sih dia enggak bisa. Dia enggak
nyaman. orang toksik enggak mau keluar
atau mungkin toksik terus dia sering
telat, dia enggak disiplin. Itu kan kena
peraturan kerja ya, otomatis keluar
nanti.
Ah,
sekarang kalau masuk di Pusat GD
Indonesia itu aja udah harus dilatih 6
hari penuh dari pagi jam
6.30 sudah harus standby jam 07. Sudah
mulai, selesainya jam 0.30 malam selama
6 hari.
Jadi kalau dia udah dari awal bangun
kesiangan, kadang masuk kadang enggak,
itu sudah kesaring di awal sih. Jadi,
work etiknya sudah bagus-bagus. Hm. He.
Berarti Koko punya HRD-nya banyak dong
ya? Banyaklah. Karyawannya sekarang kan
udah berapa ya mau mau 10.000 ya di
Pustat G?
10.000 karyawan.
Gokil. Jadi yang tadi kalian dengerin,
jadi yang tadi teman-teman dengerin
omongannya Kok Endur soal karyawan dan
pekerjaan itu dengerin ini bos yang udah
punya 10.000 karyawan.
Tapi kokoku punya enggak sih ee
keputusan paling beresiko dalam hidup
yang bisa ngerubah hidup?
Wah,
saya itu selalu enggak berani mengambil
keputusan yang akan
meresikokan
saya
sehingga
saya juga enggak akan pernah dapat
jackpot dalam hidup saya.
Oh,
jadi enggak apa-apa. Itu bukan cuma uang
aja, Mas Ata. Ini juga masalah
happiness.
Hm.
Kalau saya tidak berani meresikokan,
enggak enggak berani terlalu stres, maka
saya enggak akan terlalu happy.
Ah,
tapi enggak apa-apa bagi saya. Yang
penting saya enggak enggak usah saya
hidup terlalu happy, saya mentok-mentok,
tapi yang jelas saya tidak meresikokan,
saya akan stres saya paling bawah.
Hmm.
Jadi grafiknya gitu, Mas Ata. Kalau kamu
mau bisa mental happy di sini, kamu
harus meresikokan kan ada kemungkinan
bisa stres di sini. Oke.
Kalau grafiknya kamu setting aja mau
segini atau setinggi ini atau segini.
Kalau saya segini aja. Jadi aman-aman
aja hidupnya. Boring enggak? Boring.
Enggak apa-apa.
Yang penting aman.
Iya. Ya memang hidupnya di finance
company kan. Finance company is boring
company kan.
Udah tahu udah ketaker untungnya berapa
udah ketaker
entar buka cabangnya berapa udah ketaker
semua. Boring company lah.
Oke. Jadi enggak ada resiko yang pernah
ambil.
Enggak ada. Enggak enggak mau ya. Enggak
mau
ada resiko itu enggak mau gitu ya. Bisa
aja misalnya sekarang tahun ini mau buka
kalau mau ambil resiko buka aja langsung
1000 cabang bisa ada ada uangnya bisa
tapi resikonya yang lama cabang ini bisa
ambrol karena manajemennya hancur
terus pusat gadainya bisa hancur juga
pusat emas juga hancur tapi kalau enggak
hancur akan melambung tinggi gitu
langsung
enggak usah deh gitu santai-santai aja
lah
pilih hidup tenang lah ya sekarang
pilih hidup tenang ya
ok bisa dibilang sekarang KW ini kan
juga invest di HSS
Heeh
nah waktu Koko invest di HS SS itu
beresiko atau enggak menurut Koko?
Ee kecil lah ya. Itu gini, kalau dari
portofolio aset saya
masuk di HSS itu kan sangat-sangat kecil
ya.
Oke.
Jadi kalaupun itu ada apa-apa tidak akan
mengganggu hidup saya makanya berani.
Tapi kalau portofolio aset saya waktu
itu masih kecil dan saya masuk HSS
ya mungkin itu bikin saya enggak tidur.
Wah besok ramei enggak ya? Besok PVV-nya
banyak enggak ya? Kalau sampai enggak
banyak itu saya enggak mau gitu. Saya
enggak akan masuk. Oke.
Kalau belum levelnya saya enggak akan
masuk gitu.
Hm.
Gitu.
Jadi Koko masuk ketika portonya sudah
tinggi.
Iya. Sekian persen kecillah. Tidak akan
mengganggu. Jadi dia mau ramai, mau
sepi, mau apa tidak akan mengganggu
pikiran saya baru saya masuk.
Berarti lebih bisnisnya happy-happy lah
ya.
I invest yang happy-happy aja. Karena
tapi target BP dong.
Ya haruslah. Kalau SS ya targetnya kepin
BEP selama ini rugi terus. Tapi yang
kemarin Paris itu akhirnya untung
walaupun kalah Parisnya.
kalah tapi untung enggak apa-apa gitu
ya.
Enggaklah ya kalau bisa menanglah tapi
enggak ada yang tahu kan menang atau
kalah itu.
Iya benar benar benar.
Tapi sekarang sudah BP investasi koko di
HSS
belum masih rugi kalau total all ya.
Tapi yang terakhir itu untung.
Oke.
HS kemarin tuh untung. Tapi kalau dari
awal sampai akhir masih rugi.
Koko ikutnya di holdingnya kan?
Di holding-nya salah satu anak
perusahaannya itu HSS gitu.
Oke. Berarti Koko masuknya di
Hollywing-nya.
Di H ya. Holy Wings itu di atas PT gede
itu Holy Wings, bawah itu HSS. HSS ini
nyuntik modalnya juga ngambil dari Holy
Wings. Enggak kita enggak store modal
lagi.
Oke.
Nah, itu kan di samping-sampingnya
mereka juga ada bisnis kayak Kub ada
Kub, ada FnB, ada kopi yang barusan buka
Nurul and Noval di Jalan Panjang sini.
Oh, iya benar. Ada pedal juga.
Ada pedal.
Nah, itu
ada atlas.
Kalau waktu Koko invest di atasnya udah
BP
belum juga.
Karena duitnya gimana mau BP di
terus-terusan buka
dibuka terus buka terus buka terus kan
enggak semuanya untung lah ada yang
tapi ada target BP-nya kapan?
Kalau per outlet itu targetnya 18 bulan.
Oke.
Per outlet kayak Nurul Noval gitu ya
baru buka ya. Kalau bisa 18 sampai du
enggak lah kalau kopi agak lama 18
sampai 30 bulan lah.
Oke. Oke. Itu koko ikut menentukan bikin
kopi atau semuanya ko
enggak enggak saya enggak ikut. Saya
fokusnya di pusat Gadai Indonesia sama
pusat emas. Itu aja udah stres, udah
waktunya udah
kebuang banyak ya.
Udah kebuang banyak malah ngurusin lagi
itu perusahaan orang. Ngapain diurusin?
Udah enggak usah. Udah
lebih takut gagal atau enggak dicoba
sama sekali?
Jadi saya itu akan masuk kalau risnya
itu kecil.
Oke.
Hasilnya boleh kecil sampai besar.
Masuk. Jadi resikonya kecil, hasilnya
kecil sampai besar baru saya masuk.
Kalau resikonya besar, hasilnya kecil
sampai besar, saya enggak mau masuk.
Oke.
Jadi yang dihitung pertama itu adalah
risk dulu.
Risk dulu ya.
Risknya harus kecil baru tanya untungnya
gede atau enggak. Kalau risnya sudah
gede enggak usah ditanya untung gede
atau enggak. Kalau orang kalau nawarin
bisnis,
He.
Yang dia sebutkan adalah untung dulu.
Betul.
Jadi kalau orang nawarin saya bisnis,
dia bilang bisa untung berapa, saya
enggak nanya. Saya mau tanya resikonya
apa? Resikonya sih gede sih. Enggak usah
diam aja. Udah, enggak usah nawarin saya
lagi dah. Saya enggak mau nawar gitu ya.
Iya, enggak mau.
Keras aja udah ya.
Enggak mau. Ngapain? Hidup sudah enak
kok. Enggak usah. Resiko gede-gede
enggak mau.
Kok ini bisa untung begini begini begini
begini. Resikonya apa? Resikonya rugi
kok. Udah enggak usah ya.
Ya ruginya berapa? Karena apa gitu loh.
Tertakar enggak gitu.
Berarti kokok kayak bis-bisnis tambang
gitu enggak ya?
Enggak. Enggak ngerti sih.
Bikin tambang emas gitu.
Waduh. Enggak enggak enggak ngerti.
Bukan bidangnya kali ya.
Dan risinya gede.
Enggak tahu juga. Enggak enggak paham
juga masalahnya. mau belajar juga di
situ. Enggak ada waktu. Dan udah
ngurusin pusat emas ini baru buka 7
bulan ramainya bukan main.
Setiap hari orang datang enggak tahu
banyak banget enggak tahu dia tahu
ads-nya sih. Saya pakai ads bagus sih.
Jadi ramai terus setiap hari masih harus
ditambahin. Setiap hari itu ada aja yang
ngajak bisnis bareng bahkan enggak usah
keluar modal yang penting Koko masuk
nanti ngajarin kita, mentoring kita
banyak banget. Setiap hari ada aja.
Waktunya sudah enggak ada masa
capek doang jadinya. Waktu saya itu
untuk kerja pusat gadai sama pusat emas
itu sudah habis, sudah enggak punya
waktu lain lagi untuk ngurusin lainnya.
Hm.
Jadi, Kokok bagi waktu dalam sehari
kayak gimana? Kapan olahraganya? Kapan
keluarganya? Kapan kerjanya?
Se sekarang itu saya tidur jam
09.00.
Harus tidur jam 09.00.
Ngantuk soalnya. Udah, makanya HSS
kemarin enggak datang. Sudah tahu bakal
ngantuk
jam bahkan kadang-kadang 0.30 bangunnya
jam .30.
Udah 6 jam seteng saya tidur.
Bangun jam .
Iya,
jam .00 pagi 3.30 ini ya.
Setiap hari?
Setiap hari. Setiap hari
ini.
Oke. Ini belajar ya, Guys, ya. Kalau mau
sukses gini nih.
Ini ini tanggal berapa sekarang? Tanggal
11 bulan 11 kan?
Iya.
Ini mana kameranya? Ini.
Iya.
Ini masa saya 11. Bulan 11 jam berapa?
Saya tidur jam 08.20. Bangun jam berapa?
Itu
jam .00.
Iya. Emang saya setiap hari gitu?
Terus udah pagi itu udah balasin WA-nya
orang. Kemarin kan orang-orang banyak WA
malam kayak tadi. Tadi pagi ini saya jam
5.00 ini sudah chatting sama orang yang
di Bali mau cari tempat buat pusat mas
cari tempat WA wa WA wa selesai.
Pokoknya jam 0.30 pagi itu saya udah
olahraga. Jam 5. Lewat itu saya sudah
minum prewalkout 0.30 sudah mulai
olahraga. Jam 06.00 saya sudah nge-gym
selesai jam 0.00 sauna dan lain-lain.
Selesai jam 08.00. Jam 08.00 sudah
sampai kantor. 8.00 lewat lah sekarang
sampai kantor.
Di kantor langsung ngantor
langsung ngantor. Jam 8.00 sampai jam
12.00 Siang itu saya benar-benar full
maraton meeting. Saya bisa meeting 5 6 7
meeting. Banyak banget
semuanya tentang pusat emas dan
pusat emas dan pusat gada. Ya udah
dari jam
ya. Adalah ada lainnya. Misalnya saya
kan sekarang di Hollyws itu saya ketua
CSR-nya Hawi Peduli itu kalau dia datang
seminggu sekali dua kali saya meeting
saya sempatkan waktu
terus saya ada masuk difluencernya
Samuel Kris sama clickbait-nya Thomas
itu kan media agency ya. Dia
kadang-kadang ketemu seminggu, 2 minggu
sekali ya saya sempatkan waktu untuk
mentoring lah.
Hm.
Kebanyakan saya di pusat emas dan pusat
gade itu sama Sinar Mutiara. Sinar
mutiara itu kan handphone-handphone-nya
pusat gada yang enggak ditebus itu juga
harus saya atur juga. Jadi tiga
perusahaan itu saya atur itu.
Oh. Jadi tiap hari semua orang report ke
kokoh gitu ya di meeting enggak ketemu
di meja meeting. Jadi meja meeting itu
saya bisa meeting 15 menit selesai ganti
orang. 15 menit selesai ganti orang
ganti orang setengah jam lah maksimal.
Oh
jadi untuk divisi-divisi itu saya
selesaiin selesai pokoknya harus jam
12.00. Jam 12.00 sudah saya makan siang
sudah selesai. Jam .00
networking lah ketemu orang-orang jam
.00 jam 3.
Setiap hari gitu. Jam .00 udah udah
harus sampai rumah.
Iya. Jam 3. Pokoknya sebelum matahari
terbenam saya pasti sampai rumah dari
dulu sampai sekarang.
Jadi ini ada yang ngajakin podcast saya
jam .00 malam enggak mau saya. Ada orang
ngajakin opening opening apa ya kemarin
restoran jam .00 malam. Enggak mau saya.
Kalau mau saya siang. Karena
pokoknya orang kalau ngajakin enggak mau
saya pokoknya matahari sebelum terbenam
saya di rumah. Matahari sudah terbenam
saya di rumah. Saya makan malam sama
istri saya.
Wah.
Jadi enggak mau saya
itu prinsip hidup.
Iya. Nyaman aja saya dengan kayak gitu.
Jadi saya enggak mau effort waktu saya
yang saya suka ini mengganti untuk cari
uang. Saya enggak mau gitu loh.
Main sama anak.
Main sama anak di rumah. Ya bisa jadi di
rumah main game saya main Dotak.
Pokoknya di rumah meime gitu loh.
Oh. makan malam sama istri, main Dota,
nyantai-nyantai, lihat YouTube, lihat
podcast, lihat apa aja. Pokoknya waktu
yang saya mau itu enggak boleh
dikorbankan untuk mencari uang.
Oh, gitu.
Gitu. Jadi ada kebebasan dalam diri
sendiri gitu ya.
Ee ditakerlah untuk kerja itu saya
maunya segini gitu.
Oke
ya. Kecuali orang yang umur 20-an ya.
Jangan ngikutin saya umur 20-an ya kamu
gas terus. Kamu masih banyak energinya
jangan ngikutin saya. Saya sudah 40 ini.
Ini ini bisa dipelajari ya.
Jadi kalau kita lihat banyak jadwal
orang sukses bangun jam .00 subuh itu
ada benarnya ya.
Heeh.
Jadi olahraga kokok enggak ada yang
selain gym kayak pedle atau main bola
gitu.
Enggak ada. Saya gym doang.
Gym aja.
Gy lari seminggu sekali gitu.
Jadi kalau kayak kemarin nonton kita
nonton Central Sea itu Koko kan harus
malam harus di sana.
Loh. Kalau saya ke klub itu seminggu
sekali. Oh oke.
Weekend mungkin Jumat gitu sama
teman-teman Hollyw sama teman-teman lain
lah. Ada beberapa teman-teman yang
circle-circle dekat gitu sama
teman-teman anak-anak karyawan PGI juga
sama yang dekat-dekat ya. Saya ke klub.
Ke klub saya enggak ngantuk karena saya
minum ya. Kalau minum itu jadi enggak
ngantuk. Tapi seminggu sekali saya
Oh itu pasti ada juga waktu kayak gitu.
Seminggu sekali. Jadi itu biasanya makan
malam itu itu kalau Jumat itu makan
malam biasanya di restoran di Sushi Toku
itu restoran sendiri kan. makan sama
teman-teman semua terus lanjut ke Holy
Wings. Selesai pulang udah itu besoknya
enggak bisa nge-gym Sabtu karena teler.
Nah, terus tapi nanti Minggu sampai
Jumatnya nge-gym. Jadi seminggu saya
nge-gym pasti en kali en kali en kali.
Terus kalau saya enggak ke Holy Wings ya
berarti terus nge-JYM 14 hari ajar
terus.
Oke,
gitu kehidupan saya.
Jadi waktunya nih seru juga nih. Aku
tadi tadi ngikutin uh skedulnya seru
juga jam .00 tuh harus di rumah itu aku
mungkin kayaknya umur aku 40 aku harus
kayak gitu deh
jam .00 gitu sebelum
enggaklah tergantung kesenangan aja kan
setiap orang kalau yang penting gini
yang kamu happy itu kamu melakukan apa
lakukan jangan sampai kamu kepengin
melakukan apa kamu korbankan demi
mencari uang intinya gitu sih
gitu ya
tapi kalau kamu happy malam kerja cari
uang dan kamu happ lebih happy itu
daripada kamu santai-santai ya lakukan
dong
kalau saya lebih happyyan saya kalau
malam itu santai-santai aja sama
keluarga gitu loh
stressfulnya biar hilang ya
iya jadi tergantunglah jangan sampai
kamu mengorbankan waktu untuk sesuatu
yang kamu enggak suka demi uang
dalam nih quot-nya FYP nih.
Tapi kalau misalnya misalnya nih ini
amit-amit ya ini amit-amit. Suatu hari
Koko tiba-tiba uangnya semua hilang nih
jadi nol.
Misalnya ini kan misalnya nih
uang Koko semuanya hilang jadi nol.
Apakah Koko akan bisa sukses lagi?
Belum tentu.
Belum tentu.
Belum tentu.
Apa hal yang akan pertama kali Koko
lakuin ketika nih uangnya habis
tiba-tiba semuanya hilang? Terjadilah
suatu hari, apa hal pertama yang harus
Koko lakuin?
Kalau ngelamar di sini diterima enggak
ya?
Gantiin ini yang kurang kurang kurang
rajin ganti. Saya gantiin satu saya
belajar bentar bisalah
mental yahat langsung cari peluang.
Enggak sih saya, Pak kalau saya mulai
dari nol tapi punya skill yang sekarang
oke
itu saya gampanglah untuk menjadi ya
mungkin sesukses sekarang mungkin belum
tentu tapi kalau cuma financial freedom
R00 juta setahun pasti bisalah saya
oke
karena kan saya punya skill-nya saya
punya network-nya kan gampang deh
misalnya enggak usah Rp500 juta cari 50
M setahun aja gampang misalnya dari nol
nih saya langsung ngadap ke Mas Ata Mas
Ata saya ide bisnisnya gini saya enggak
usah digaji dulu Dulu saya akan saya
digaji R5 juta aja deh yang penting saya
bisa makan. Saya menghasilkan Masta
sampai uang segini baru kita bagi hasil.
Enggak mungkin enggak mau.
Iya benar juga ya. Engak mungkinak mau.
Seksi banget penawarannya. Mas Atta
kasih karyawan untuk megang keuangan.
Saya enggak mau megang uang. Saya yang
jalanin semuanya. Gaji saya R5 juta
doang. Saya buktiin dalam setahun saya
bisa menghasilkan uang.
Uh.
Kalau saya tidak terbukti ya sudah saya
dapat R5 juta doang aja. Uang juga
enggak mungkin saya makan kan. Mas yang
pegang kok karyawannya.
Iya iya iya iya. Pasti dalam waktu
berapa lama juga 50 m setahun. Gampang
fuh
gitu.
Oke, berarti teman-teman harus punya
mentalitas kayak gitu ya.
Iya kan?
Mungkin terakhir tadi kan Koko bilang
karena Koko punya networking.
He.
Banyak teman-teman bilang kalau kita
hidup ini enggak punya networking, apa
yang harus kita bikin?
Nah, dua. Satu mungkin kamu kerja ikut
orang dulu itu kan mulai
mencari networking.
Itu kan networking sama teman-teman ini
sama atasan. Kamu lihatlah kamu kerjanya
di perusahaan yang mana. Itu networking
secara internal doang. Itu kedua ya
mungkin personal branding lah ya.
Oke.
Kalau paling gampang personal branding
sih pelajarin aja orang-orang yang
terkenal itu videonya itu bahas apa,
angle-nya gimana, editingnya gimana.
Kan personal branding itu gratis ya.
Ngpost-ngepost terus aja kan.
Iya.
Sehari nge-post 50 kali juga enggak
apa-apa. Eh, saya lucu loh Mas T. Saya
kemarin
saya biasanya kalau nge-post di
Instagram itu Mas T sehari satu. Oke.
Katanya diajarinnya sehari satu supaya
bisa naik atau sehari dua
maksimal.
Terus kemarin itu acaranya ulang
tahunnya Dr. Richard saya ketemu Big Mo.
Oke.
Big M dia habis bikin konten pulangnya
dia 5 menit dipost 30 konten. Ini orang
gila saya kira Wi tapi naik juga. Jadi
sejak saya itu saya coba Mas udah
sekarang saya dapat editan dari orang
ada 5 ada en langsung saya post dalam
waktu 1 menit sama aja loh hasilnya
ternyata benar loh
digel
digels enggak apa-apa sama aja ternyata
hasilnya artinya saya mau ngomong gini
personal branding itu kan ngpost-ngepost
doang edit ngepos doang ya kan
pelajarnya enggak naik berarti kamu
harus ganti-ganti personal branding
kalau kamu sudah berhasil kamu
networkingnya gampang kalau followermu
bisa 10.000
atau bisa 100.000 Ibu, kamu DM orang
kemungkinan dibalasnya lebih gede gitu
loh. Karena kamu bagus kan,
networkingnya lebih gampang.
Iya. Orang tahu.
Iya. Oke. Tapi untuk sekelas K Andrew
yang sudah punya karyawan puluhan ribu,
sudah punya penghasilan gede dan
lain-lain, kenapa masih butuh personal
branding lagi? Kenapa masih butuh
posting sosial media lagi? Gitu.
Nah, ini lucu nih. Dulunya itu
enggak ada niat.
Saya bikin konten pertama saya coba
supaya bisa naik enggak di video gini
ngomong bikin konten. Woh saya sangat
enggak nyaman Mas Ata
sangat enggak nyaman ngomongin bikin
satu konten satu atau dua maksimal saya
bikin konten. Habis itu enggak mau lagi
saya sekarang setiap podcast ini nanti
saya punya karyawan bagian ngedit itu ya
dia potongin podcast-podcast ini aja
entar saya post. Sudah gitu doang.
Makanya kalau dilihat dari Instagram
saya itu enggak ada bikin konten.
Oh enggak ada.
Enggak ada. Cuma motongin ini ini doang.
Oh tadinya tuh sempat syuting-syuting
sendiri gitu
enggak? Waduh, enggak bisa ternyata.
Padahal pengin loh. Apalagi kemarin
lihat award-nya YouTube ya.
Heeh.
Kok seru banget ya. Saya mikir, "Wah,
saya harus bikin YouTube nih. Keren
masuk acara gitu." Tapi kok kayaknya
enggak mulai-mulai ya. Ya, ini loh
penyakitnya ini kepengin tapi enggak
mulai-mulai
kepikiran gitu ya.
Iya. Wah, keren banget gitu. YouTube itu
kan sosm paling keren ya menurut saya
ya. YouTube terus Instagram baru TikTok
gitu kan.
Iya.
Paling level tertingginya itu pada saat
YouTube kan.
YouTube. YouTube itu level tertinggi
karena paling susah bikinnya kan. Karena
paling dan
harus lebih lama waktu durasinya.
Oh,
terus kita nge-engage view-nya kan lebih
susah.
Lebih susah kan ya subscriber juga lebih
susah pasti kan.
Susah banget. Dulu tuh kita mau ngejar
di YouTube tuh enggak segampang itu.
Makanya waktu dulu aku kejar YouTube tuh
aku bisa tidurnya cuma 3 jam sehari buat
ngejar subscriber nomor satu Asia itu.
Iya. Iya kan?
Cuman tidurnya 3 jam. Kalau upload dua t
video panjang sehari. Bukan video
sekarang udah dikliper ya.
Oh iya beda.
Beda. Jadi harus nge-vlog. tiga kali.
Jadi satu vlog itu syutingnya bisa 6
jam.
Luar biasa. Loh waktu itu kan Masta
waktu nomor satu terus siapa? Jess No
Limit ya? Nomor dua ya?
Habis itu enggak nomor dua Ricis.
Oh. Oh. I
lama tuh aku dari 2018 sampai 2000
pokoknya 4 tahun lah. 4 tahun aku nomor
satu. 4 tahun 5 tahun.
Nah. Terus si Jess No Limitnya
ee aku eh Jess No Limit di 2002 kalau
enggak salah ya 2024 apa 2002. Oh,
baru-baru ini ya? Nomor
satu dia
nomor satu.
Tapi udah enggak bisa di Asia karena
Asianya sudah dipegang India.
Oh, itu just No Limit itu 24 jam loh
mainnya.
Iya
ada 24 jam.
20 20 jamak
tidurnya.
Tapi itu gila emang dia memang harus
pengorbanan sih.
Tapi emang waktu itu waktu aku ngerasa
wah Jus No Limit udah kencang semua udah
kencang. Aku bilang aku kejar lagi. Ah
makin panas ya.
Tapi enggak aku udah enggak ada jiwa
panasnya kok.
L terus gimana? Ya udah, aku ngerasa aku
udah punya anak nih, aku udah enggak
punya energi.
Iya, dia masih single ya.
Heeh. Aku udah enggak punya energi itu.
Aku udah udah kayak misalnya aku
sekarang ngelihat Just No Limit, lihat
Wiri Salim, ngelihat semua udah senang
aja ngelihat mereka kayak wah nih energi
gua yang dulu nih.
Memang memang harus energi segede itu ya
untuk
Iya. Karena kayak beneran loh bikin
konten lu mau jadi nomor satu itu jam
tidur pasti terkuras.
Iya semuanya lah bukan bikin konten
doang. Kalau kamu mau jadi nomor satu
itu pasti pengorbanannya udah lebih dari
dulu aku bahkan sampai nge-printin semua
penumbuhan subscriber orang di Indonesia
dan di dunia.
Iya itu keren itu.
Jadi aku tuh sampai kayak ngelihat chart
saham kenapa orang ini ee bisa ngalahin
ee dulu tuh belum ada Mr. Beast, Mas.
Dulu aku bahkan lebih gede dari Mr. Be
sampai aku tuh balapannya
balapannya tuh sama Logan Paul sama Jack
Paul.
Wih gila ya.
Sama KSI. Dulu aku balapannya gitu tapi
dari Asia.
Oh
running tuh Mas dulu balapan. Dulu salah
satu idola aku kan kayak siat waktu aku
bisa ngalahin dia aja di 10 juta
subscriber dan aku itu 10 juta
subscriber pertama di Asia.
Jadi dulu aku di Asia yang nerima
diamond play button pertama, Mas.
Dulu aku balapan sama India.
Jadi Indonesia udah kelewat habis
balapan sama India menang tuh lawan
India. Tapi setelah aku punya anak
kayaknya aku energi untuk aku tuh harus
ngantarin anak sekolah pagi-pagi aku
sudah harus bangun.
Terus aku kayak waktu masih bayi aku
ngerawat. H
pas malamnya juga kadang nangis aku udah
nyiapin susu.
Iya. Iya.
Terus habis aku bikin konten, aku udah
enggak mau tuh nyari konten viral. Terus
aku harus jauh pergi. Kayak dulu
misalnya lagi viral, Om Telolet Om, aku
bikinlah Om telolet om ny ee ngcewa
basyawa ini apa
bikin set gitu kayaknya. Aduh aku
kayaknya
kayaknya effort itu enggak ada ya. Hajar
terus pokoknya effort segede apap pun
hajar ya. Enteng itu pokoknya ya. ajar
kok mau dulu ada ee Lamborghini dijadiin
prank apa semua aku bikin
semua
sampai trending misalnya orang besoknya
nih kenapa dia bisa dapetin 10.000
subscriber per hari.
Oke aku harus ngejar 15.000 berarti nih
15.000 itu dengan gimana? Oh ada
giveaway, ada bikin konten ini, ada
bikin musik, ada bikin apa. Sampai aku
tuh pernah satu hari penambahan
subscribernya tuh Rp150.000.
Wah gila
per hari
gara-gara apa itu? itu waktu itu kita
bikin kontennya itu tentang ee sama
adik-adikku.
Oh,
lomba challenge. Wah, tiba-tiba lagi
gede nih challenge. Mainin challenge.
Semua challenge-nya paling ini kita coba
lah. Tapi habis itu challenge sudah
mulai turun. Apalagi ya dalam 3 hari itu
berganti lagi kok. Seminggu depan udah
beda lagi trennya. Wah, cover lagu ini
bang.
Sekarang yang masih YouTube siapa ya,
Mas? Mas sama adik-adiknya semua masih
masih ngeyoutube cuman kita kan udah
shifting kan. Sekarang kan YouTube itu
lebih ke udah podcast, Mas.
Oh,
sekarang challenge gitu-gitu udah di
TikTok sama IG.
Nah, aku sekarang ngejar ke TikTok
menuju R juta aja aku udah bersyukur
kayak IGUku masih menuju R0 juta, TikTok
menuju R juta, itu aku sudah bersyukur.
Maksudnya di era anak muda yang sekarang
nih dengan
puluhan ribu kreator mungkin setiap
seminggu hadir mungkin ratusan ribuan
aku bisa keep up dengan
Iya. Ya kerenlah. Aku dapat aku dapat
repot 1 bulan aku masih dapat 200 juta
penonton. Masih oke
di
di TikTok, IG,
di Cliper kadang-kadang R00 juta kemarin
aku dapat laporan di TikTokku aja
kemarin 220 juta penonton 1 bulan aku
bilang, "Oh, oke loh dengan populasi
rakyat segini ya."
Iya.
Jadi aku tapi udah enggak ngejar yang
kayak
wah ini ada e kreator bisa live 24 jam.
Aduh aku udah
effortnya udah enggak nyampai separuhnya
dulu lah ya.
Iya kayak udah. Nah, aku tuh enggak udah
kayak koko nih. Heh,
enggak mau ngorbanin kesenangan aku buat
nyari duit.
Jadi, kalau misalnya aku lagi senang
pedel sama futsal,
aku ditaruh jam di situ, aku harus kerja
sor nih.
Pedle dulu,
pedel dulu, Mas. Ada kerjaan nih live
dari jam segini.
Udahlah ya,
aku kayak,
"Aduh, aku tuh enggak mau ngorbanin aku
lagi senang ini, lagi senang gitu."
Betul ya. Dulu memang lagi senang
ngonten itu
diajak ketemu orang enggak mau. Saya
lagi mau ng
enggak mau saya mau ngonten.
Fokusnya yang kita iya bagus
ada fase-fase hidup yang merubah diri
kita. Aku lihatnya gitu. Nah sekarang
kayak aku belajar sama Koko. He.
Wah gokil ya. Aku bisa enggak ya bangun
jam . Terus aku harus udah pulang nih
jam .00.
Aku udah mulai mikir nih sekarang. Uh di
umur 40 nih kayaknya jalan pikirku udah
mulai gini. Kayaknya aku meeting ini
harus 15 menit. Karena biasanya aku
meeting sejam, sejam setengah itu
wasting time banget. kayaknya aku harus
bisa nih. Tadi aku lihat, wah meeting 15
menit ternyata bisa ya.
Karena meeting itu juga saya kepengin
bikin anu sih ngajarin online waktu
nanti. Meeting itu yang bikin 1 jam
sampai 1 jam seteng itu banyak yang bisa
dieliminasi. Contohnya pada saat kita
masuk meeting orang masih
ngerapi-ngerapiin kursi lah, masih
nunggu penuh lah, masih nunggu slide
lah, slide-nya belum dicolok lah,
PPT-nya dia enggak sempurna lah, jelek
lah. Itu kan harusnya bisa di sebelumnya
udah dicek dulu sama orang kita PPT kamu
udah bener enggak
di situ. Kokok omelin
enggak udah dia udah tahu kalau meeting
sama Pak Andre PPT-nya ini udah harus
benar, persiapannya sudah harus benar.
Begitu Pak Andre masuk ini sudah
langsung
langsung mulai. Kayak tadi nih sebelum
saya
Heeh.
ngecek ruko itu kan saya meeting dulu
tuh.
Oke.
Jam 09.00 tadi di kantor
orangnya itu dari vendor. Perkenalan
saya perkenalan saya dari vendor gini
gini gini gini. Terus tim saya dari tim
Pak Andre ada yang mau kenalan? Enggak
ada. Cepetan mulai. Udah enggak ada
basa-basi. Udah waktunya udah enggak ada
buat basa-basi. Udah cepetan kamu
presentasi to the point udah selesai
gitu.
H.
Jadi itu banyak yang bisa dieliminasi
kalau mau packin waktu ya.
Oke
gitu. Jadi itu aku harus belajar
cuma karena kita budaya timur susahnya
Mas Ata.
Iya. Belum lagi yang ngaret.
Waduh. Kalau ngaret sih enggak lah.
Kalau ngaret kayak jarang lah kayak
harusnya ya.
Ada juga meeting nanti dia menuju dari
sini ke sininya kena macet.
Mungkin Mas Ata terlalu baik ya. Jadi
orang masih berani ngaret.
Enggak ada sih selama ini.
Oh kalau Kok ngaret sudah tinggal gitu.
Tinggal udah meeting lagi nanti kamu
enggak tahu kalau enggak bulan depan
berarti sudah enggak ada meeting lagi
sama kamu.
Oh sama karyawan harus gitu ya.
Oke, saya akan terapin itu ya. Siap-siap
ya tim saya ya. Kalau saya sudah
meeting, kalau kamu sudah hadir telat
dua kali mungkin saya sudah enggak
meeting lagi sama kamu ya. Terima kasih
ya. Jangan meeting lagi sama saya.
Wah, ini kita belajar tadi tentang harta
tahta. Oh, belum ya? Enggak harta tahta
wanita sosial media.
Sekarang nambah nih kan sosial media.
Iya.
Kenapa sekarang orang semua yang sudah
berharta pengin punya sosial media
menurut Koko?
Kayaknya enggak semua lah ya. Tapi ada
yang beberapa mau.
Tapi kenapa Koko milih yang punya sosial
media dan aktif di sosial media di saat
ada juga pengusaha yang dia low key, dia
enggak mau kelihatan di sosmate, dia
enggak mau.
Kebanyakan lowy sih sebenarnya, cuma
saya itu kebetulan aja waktu itu kenal
sama Bang Otman terus dipost-post terus
sama Bang Otman naik kan di
oke
gendong sama Bang Otman naik. Udah naik
tapi enggak bikin konten. Terus diajak
podcast sama Dr. Richard awalnya.
Oke.
Diajak podcast langsung viral. Terus
podcast kedua sama Timoti viral lagi.
Jadi otomatis naik terus saya enggak ada
effort juga tinggal motong-motong doang.
Biarin terus kenapa kok dipotong-potong
terus? Saya merasakan
ada positifnya. Positifnya lebih banyak
dari negatifnya.
Ada
contohnya kalau saya enggak branding
mungkin enggak kenal Mas Ata.
Oh iya iya iya.
Kita enggak tahu tentang Mas.
Enggak tahu Mas enggak tahu saya kan.
Iya iya.
Akhirnya jual jual masnya mungkin bukan
saya. Iya. Iya kan sayaak
mungkin karena personal branding emas
kemarin. Oh wow juga emas lagi naik nih.
Iya kan karena gitu terus pusat emasnya
jadi orang-orang 8090% yang ke pusat
emas itu tahunya dari punyanya Korew dan
KoR ini
kan personal brandingnya transparansi.
Kalau di pusat emas itu transparan harus
jujur. Jadi orang kalau jual emas di
pusat emas itu ya percaya gitu loh.
Tahu ownernya siapa.
Tahu ownernya siapa. Tahu pasti enggak
ditipu. Kalau 18 karat ya dibayar 18
karat. Jadi sekarang sekarang ramai
terus dan saya itu enggak enggak mau
berhenti sampai situ. Saya harus terus
meeting ke karyawan saya bahwa dia harus
amanah. Jangan sampai kamu curang.
Karena kalau kamu curang, nama saya yang
jelek nih.
Makanya saya meeting terus gitu.
Meeting itu memastikan karyawan kerjanya
benar.
Memastikan. Iya. Karena banyak 19 karat
nih dibayarnya 18 dibayarnya 17. itu kan
saya yang kena nanti.
Berarti bisa dibilang sekarang tuh benar
ya kalau orang bilang sekarang tuh era
founder era.
He.
Era founder era. Jadi
jadi katanya founder-founder ini tuh
harus
muncul jadi orang lebih teras sama
brandnya gitu.
Muncul ya itu pasti. Tapi belum bukan
berarti kalau enggak muncul itu enggak
bisa maju. Banyak juga yang bisa maju.
Cuma itu nilai plus lah.
Nilai plus. Tapi Koko pilih yang
sekarang maju.
Nil. Tapi personal branding-nya juga
harus benar sesuai dengan apa yang
kehidupan dia gitu loh.
Hm.
Saya enggak setuju kalau orang personal
branding itu dia udah tanya duluan,
"Saya mau menampilkan apa ya personal
branding saya?" Ya udah hidup kamu aja
udah hidup kamu apa ya apa gitu.
Jangan nanya ya.
Iya. Jangan jangan kamu mau bikin apa
ya? Saya mau menampilkan tu saya itu
sebagai apa. Udah enggak. Hidup kamu itu
kamu personal brandingkan.
Iya iya iya.
Kalau memang kamu enggak naik berarti
hidupmu enggak menarik.
Sesimpel itu ya.
Iyalah enggak mungkin. Tapi hidup itu
pasti menarik. Setiap orang itu punya
hidup menarik. Tinggal angle kita mana
yang mau disampaikan kan.
Iya.
Enggak mungkin. Pasti menarik.
Tapi dulu kan aku lihat personal
branding Koko itu awal-awal orang
ngegerebek garasinya mobilnya banyak
segala macam. Aku lihat udah mulai.
Enggak, enggak ada. Enggak ada. Enggak
ada. Digerebek itu sama Roy Ricardo.
Roy Ricardo sama kalau enggak salah aku
lihat ada di IG-nya Bang Hotman.
Oh itu waktu Imlek.
Iya aku lihat. Aku pertama kali lihat
Kok. Wih, canggih juga nih. Koko. Siapa
nih? Kok Andrew.
Mobilnya canggih-canggih juga. Aku kan
karena suka otomotif. Jadi kalau mataku
ngelihat otomotif dar
langsung kena ya.
Kena mataku
enggak lah. Itu waktu itu Imlek pas
pindah rumah baru.
Oke.
Jadi pas houseewarming sama Imlek
dibarengin semua datang.
He
terus ya udah namanya pada ngumpul semua
bikin konten di situ.
Terus habis itu Roy Ricardo lihat dia
mau grebek juga. Saya bilang, "Wah,
enggak bisa. Ini tempat privasy gitu.
Akhirnya mobilnya aja saya bawa ke
kantor ya. Jadi seolah-olah kamu grebek
kantor aja deh.
Viral juga
viral
gitu. Nanti nanti mobilnya saya bawa ke
pusat mas nanti Bang Ata ke pusat Mas
Gerebek pusat mas ada mobilnya.
Mobil masih ada semua kok atau udah
ada. Ada kan dijual enggak laku
jadi disimpan. Lah masih ada.
Tinggal apa aja nih sekarang atau
Ferrari yang SF90 itu ada
Rollroce ada.
Ada ada. Ada ya? Enggak, enggak
banyaklah. Entar saya bawa.
Oke. Tapi enggak beredar sekarang di
mana-mana.
Enggak pernah dipakai.
Iya kan?
Itu benar-benar ditaruh doang.
Bayar pajak doang kan?
Ya haruslah kalau pajak.
Iya. Maksudnya bayar pajak doang jadinya
enggak dipakai.
Tapi ada happiness sih walaupun enggak
dipakai.
Jadi pada saat kita pulang rumah, kita
lihat mobil itu walaupun enggak dipakai
itu ada happiness bahwa selama ini saya
kerja itu ada hasilnya. Ini achievement
saya.
Wah,
itu ada sih perasaan.
Jadi saya enggak usah ngejawab ya,
kenapa harus punya mobil.
Ada. Ada kan perasaan lihat mobil itu.
Iya. Dilihat-lihat aja padahal ya.
Iya. Lewat doang itu sebelum masuk rumah
lihat waduh puas saya kerja itu ada
hasilnya gitu.
Tapi kalau dipakai juga kita degdegan ya
sekarang
dengan jalanan ini
Oh enggak nyaman sih. Saya pakai itu
kadang-kadang itu kalau kan bangunnya
pagi tuh saya jam .30 itu kadang-kadang
itu muterin tol dalam kota itu kan
kira-kira 40 menit
keliling naik mobil ya?
Iya.
Oke.
Kalau naik Ferrari itu ya masih enak ya.
Kalau naik Rollroce bisa ngantuk-ngantuk
loh saya.
Beneran ngantuk-ngantuk bosen gitu.
Ada yang pakainya gitu doang.
Lampu sudahudah dijual kemarin?
Lambunya laku itu yang 8
8 mm rugi itu
urusnya masih ada?
Urusnya dijual juga. Jadi waktu itu di
udah garansinya habis. Jadi kalau
garansi habis, jual aja lah. Malas ya
dulu masih ngurusin gitu. Kalau garansi
habis nanti ada rusak-rusak kan ke
bengkel lah kena R00 juta, 700 juta
sekali bengkel kan gitu kan.
500, 250 itu minimal udah Rp0 juta itu
udah happy-happy kita. Hah cuma 80 ya
kalau rusak itu senang-senang banget kan
mobil gitu kan ratus berapa ratus gitu
kan.
Itu kan enggak enak ya setiap hari udah
jadi garansinya habis jual.
Daily-nya pakai apa? Tapi Koko daily
sama sopir. Oh naik Lexus. Lexus aja lah
sama supir aja lah.
Enggak pakai Ross Ross berarti ya
dailynya
enggak pakai pakai Lexus yang sekat itu
ya udah enak banget itu enak banget
loh Mas juga mobilnya sekat kan
awalnya sekat tapi pas punya anak enggak
kepakai jadi Lexus-nya yang seven seat
enggak kan yang gede itu mobil gede
banget tuh
oh sprinter iya
itu sekat
enggak
ee sekat tapi kursi belakangnya banyak
karena jadi kalau aku sama tims aku bisa
meeting di mobil
Oh sekalian ya waktunya
Iya jadi waktu di jalan nih misalnya
lagi otw ke mana, promo apa di jalan aku
bisa sambil meeting. Iya enak ya.
Aku suka banget sambil nonton. Aku tuh
anaknya tuh punya fun factnya suka
banget nonton e olahraga.
Jadi aku harus update pertandingan Liga
Inggris, Liga Spanyol, Liga Itar.
Mobil itu.
Dan di mobil itu aku nontonin
di sprinter itu.
Di sprinter itu aku nontonin
sekarang lebih sering naik sprinter
daripada Lexus.
Lebih sprinter daripada Lexus.
Oh.
Nah, kalau Rolls-Royce kayak gitu yang
belakangnya cuma dua tuh kata aku enggak
kepakai
karena aku rame kan orangnya.
Iya. Dan aku tuh orangnya karena
introvert, jadi teman-temanku tuh timku
sendiri ataupun keluargaku sendiri.
H.
Jadi aku punya ya temenan banyak sama
orang, tapi nongkrong itu jarang.
Tapi naik sprinter itu puas ya.
Aku sih puas banget. Aku tuh ngerasa itu
salah satu best of all time car aku.
Tapi splinter kalau ngebut goyang ya
agak takut gitu enggak sih? Beda loh
sama Lexus kalau ngebut. Iya sih, tapi
enggak aku jarang gak enggak aku tuh
happy aja gitu ramai-ramai di situ. Aku
ngerasa safety aja diri aku tuh kayak so
aku bisa nonton kayak misalnya pedal
tadi malam match-nya apa. Aku segila itu
sama olahraga jadi kayak
I
dan aku ng-update skor dan aku lihat
hasilnya tuh aku senang gitu. Jadi ya
sama kayak Koko tadi bilang happiness
sampai HSS aja sampai jam .30 AT kemarin
ya dibela-belain.
Aku suka karena aku suka olahraga tuh e
passionate dari antara fighter sama
fighter. Mereka udah sama-sama usaha
terus mereka tampol-tampolan.
Mas Ata enggak naik enggak naik ring.
Enggak ada keinginan
sebenarnya aku tuh udah berapa tahun
terakhir aku diundang Beyond, diundang
HSS suruh nonton tuh aku enggak pernah
mau datang.
Oke. Terus
aku enggak pernah mau datang bukan
karena apa-apa. Aku takut di call out
dari atas.
Ter aku kalau nolak kayak orang belum
teredukasi nolak itu boleh.
Iya iya iya.
Sekarang kan orang banyak nolak di kolor
ini karena value-nya enggak sama nih
sama gue. Baru aku mau datang.
Jadi ketika aku nanti dicall out sama
yang menurutku value to value terus dia
punya kesibukannya sama-sama sibuk
ee bisa berpikir gitu aku dan umurnya
mungkin di range yang sama gitu.
Iya. Iya. Harus worth it lah ya.
Worth it. Tiba-tiba anak muda ni datang
tapi ada
At Lintar gua kok.
Tapi ada keinginan ya itu seni kan ya
gitu kayak gitu itu ya. Naik.
Kalau tinju tuh aku enggak diizinin sih
sama ibu, enggak diizinin sama istri
enggak diizinin
kalau bola pedal e aku kompetitif aku
sampai turun profesional.
Wih, gila atlet ini.
Tapi jalur jalur pemilik.
Oh,
jadi aku dulu mimpinya kan pengin jadi
atlet profesional.
Hm.
Tuhan enggak mengizinkan ternyata.
Ternyata aku
diizinkan punya tim profesional dan aku
main, aku daftarin namaku as a pro buat
ee apa? buat n ngerasa mimpiku jadi
nyata
walaupun cuma satu match tapi mentalku
kayak gitu aku harus turun aku hadap
berhadapan sama pemain-pemain pro
bola ya lebih suka futsal futsal sama
bola
lebih suka futsal atau padel sekarang
sekarang lebih banyak main
dan di pedal juga aku enggak main-main
kok aku benar-benar pengin latihannya
sama pro pengin
pengin lawan sama yang jago terus aku
undang-undangin terus mereka
ng-semash-semesh aku enggak apa-apa
tapi pedle enggak secapek futsal ya
kalau mainnya sama yang intens capek kok
sama kayak futsal capek capek kalau yang
mainnya sama cewek gitu enggak capek
kok. Keringetan juga kadang-kadang
enggak tapi keringatan ni apa adanya
gitu.
Kalau tenis main
enggak main aku
langsung batel berarti raket
ini olahraga e raket pertama aku
r langsung badel
dan aku tuh enggak pernah terfomo sama
olahraga apapun lari sepeda naik gunung
enggak pernah ke fomo. Jadi kalau naik
gunung ya karena momennya aja kalau
sepeda ya satu kali satu kali aja lari.
Enggak ada olahraga yang bisa ngalihin
aku dari bola, dari futsal, dari mini
soccer enggak pernah. Karena bola ini
udah olahraga rakyat dan aku tuh ngerasa
kayak
sampai aku tuh diledekin, "Ah, kamu
bisanya olahraga-olahraga rakyat aja
enggak bisa olahraga golf apa." Aduh,
udah bisa. Aku enggak
enggak dapat gitu feel-nya kok. Tapi
ketika ada pedle,
aku melihat aku bisa main sama istri,
sama adik-adik, sama orang baru ngelink
sama pejabat, sama public figure, sama
orang biasa sama karyawan itu ada semua
di pedul.
Iya. tadi ramai di bawah ya
rame teman-teman istriku
ada yang pakai baju suster suster suruh
main di bawah
iya aku mah siapa aja suruh main
seru aja kok maksudnya aku senang aja
lihat orang olahraga ya jadi hidup tuh
ketika
kayak ketemu kokok uh ini dia olahraga
aku ada respect sendiri
daripada dia kaya raya tapi dia enggak
sayang sama dirinya pada saya gede gedut
sama-sama saya juga ada kadang-kadang
story nyindir-nyindir orang kaya yang
enggak peduli sama
iya maksudku kamu cari duit banyak tapi
habis itu umur 50 kamu diabetos
iya iya
ee ee penyakpenyakit ee kelebihan berat
badan, obesitas,
betul.
Terus masuknya ke penyakit-penyakit di
kepalaan katanya kalau badannya udah
terlalu gede naik ke kepala tuh stroke
apa ya walaupun kemungkinannya banyak
ada juga orang berotot kena juga
ada juga kena tapi kan kita memperkecil
resiko itu kan bukan berarti enggak
kena, bukan berarti pasti enggak kena,
tapi kan memperkecil resiko kan.
Waduh seru banget. Ternyata sudah 1 jam
10 menit nih. Kita harus
ee mungkin mengakhiri. Tapi ini kita
minta tips dari Kokoh. Gimana
teman-teman yang nonton ini bisa jadi
orang kaya raya, sukses, dan bermanfaat
buat banyak orang. Em,
sebelum kamu fokus kamu mau kaya,
sebaiknya kamu fokus dulu hidupmu bisa
bermanfaat atau enggak buat orang lain.
Oke.
Percuma kamu kalau kaya, tapi hidupmu
enggak bermanfaat buat orang lain.
Jadi, harus bermanfaat dulu buat orang
baru kamu bisa jadi kaya.
Jadi, kalau cari uang jangan halalkan
segala cara.
Oke.
Pastikan kamu cari uang dengan benar.
Karena banyaklah sekarang yang
orang-orang asal kaya gitu kan.
Tapi kebanyakan mereka ini mulainya
harus dari mana ko kan mereka nih masih
istilahnya habis dengar kok, "Wah, gua
udah terinspirasi gua harus mulai dari
mana ya gitu." Entah mereka sekarang
karyawan atau kerja atau apapun itu.
Mulai mulainya dari etika.
Mulai dari etika.
Iya. Kalau etikamu benar, kemungkinan
kamu kaya lebih besar daripada etikamu
enggak benar.
Dan kalau etikamu enggak benar dan kamu
kaya, enggak ada orang suka sama kamu,
buat apa kamu kaya? Kalau orang enggak
suka sama kamu, ya ngapain kamu kaya ya?
Iya.
Oke.
Benar enggak kamu kaya?
Betul, betul, betul. Attitude number
one.
Iyalah attitude, etika itu nomor satu
dulu.
Jadi etika itu bisa membawa rezeki gitu
ya.
Etika itu iya membezeki dari mana? Dari
networking kan.
Hm.
Kalau kamu enggak punya attitude yang
bagus, kamu enggak punya etika yang
bagus, mana mau orang temenan sama kamu
itu.
Tapi kenapa ada orang etikanya jelek
tapi tetap kaya dia? Iya, makanya dia
kaya tapi enggak ada orang suka sama dia
kan. Buat apa juga duitmu itu.
Oke.
Enggak dibawa mati ya?
Iya. Kamu menikmati duitmu sendiri
diomongin orang di belakang buat apa
gitu loh.
Aduh sakit. Sakit.
Buat apa? Mendingan kamu biasa-biasa aja
tapi temanmu banyak. Semua orang suka
sama kamu. Fokusnya di situ dulu. Nanti
kalau kamu udah benar etikanya,
minnernya benar, semua orang suka sama
kamu, networking sama kamu enak, uang
mengikuti kamu.
Luar biasa itu kok. Terima kasih banyak
sudah main ke sini.
Suatu kehormatan.
Thank you sudah diundang Mas
bisa ngobrol-ngobrol. Semoga jadi
inspirasi buat teman-teman semua. Kita
doain sukses terus buat pusat mas
sama-sama
pusat Gade Indonesia.
Nanti teman-teman yang nonton podcast
ini kalau setuju aku bakal gerebek K
Andrew komen di bawah ya. Yang grebek
Kendre. Grebek K.
Siapa tahu kita gerebek di tempat
usahanya Koko bisa kan?
Iya. Heeh.
Tapi taruh mobilnya di situ ya.
Iya. I kita coba cek SF90.
Asik.
Sampai jumpa lagi, Koh. Sehat selalu,
sukses selalu, terus bermanfaat un
banyak orang. Terima kasih
inspirasi-inspirasi buat teman-teman di
luar sana.
Thank you sudah diundang, Mas.
Asalamualaikum. God bless.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Rute Pemberian Obat
IKA PRAWITA SARI · Indonesian

What are Charles Handy's Gods of Management?
Management Courses - Mike Clayton · English

Perkembangan AI dan Bagaimana Kita sebagai Anak IT Menanggapi Hal Tersebut | Kelas Edukasi | OSIS
SMK TI Bali Global Badung · English

Japan's Money Is Collapsing
Andrei Jikh · English

MODAL AWAL USAHA SABLON DIGITAL
Handprint Studio · Indonesian

Quipper Video - Ekonomi Kelas 10 - Konsep Ilmu Ekonomi Bagian 1 - Kurikulum 2013
Quipper Indonesia · Indonesian

Proses Pembelahan Sel Secara Meiosis
Lab IPA · English

Sirah Nabawiyah #7 : Kisah Kedatangan Nabi Shalalluhu 'Alahi Wassalam Ke Madinah - Khalid Basalamah
Khalid Basalamah Official · Indonesian

PELÍCULA COMPLETA EN ESPAÑOL CON TAYLOR LAUTNER 🎬 Sin salida | Acción | Cine Club Películas
Cine Club Peliculas · Spanish

Penggunaan Yes / No Question Dalam Bahasa inggris
Kampung Inggris WE · English

GAWAT !! TERNYATA PRABOWO AKAN DI KUDETA OLEH GEROMBOLAN INI II Ustadz Andri Kurniawan
Aboe Bakar Channel · Indonesian

Meledaknya Perang Salib Pertama
Wimobara · Indonesian
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.