Full Transcript

·YouTLDR

UBAH GAJI 5 JT JADI 50 MILYAR MENURUT ANDREW SUSANTO !!

1:10:17IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

Tapi benar enggak sih kokoh ini masuk ke

0:02

emas ataupun usaha emas dan lain-lain

0:04

karena enggak percaya sama Bitcoin?

0:07

Jadi ceritanya gini, kalau masuk emas

0:08

ceritanya sebelum saya cerita Bitcoin

0:10

pernah enggak ngerasa ee di titik hidup

0:13

yang kayak apa yang gua lakuin nih

0:16

semuanya gagal gitu kan. Kalau sekarang

0:17

semuanya berhasil

0:18

tapi ada enggak satu titik di hidup gua

0:21

kayaknya bikin apa aja gagal deh gitu?

0:23

Bisa dibilang enggak sih, bukannya

0:25

sombong ya, cuma kalau SS ya targetnya

0:28

BP selama ini rugi terus. Tapi yang

0:30

kemarin Paris itu akhirnya untung

0:33

walaupun kalah Parisnya.

0:35

Lebih takut gagal atau enggak dicoba

0:38

sama sekali?

0:39

Jadi saya itu akan masuk kalau risnya

0:42

itu kecil. Emm sebelum

0:46

kamu fokus kamu mau kaya, sebaiknya kamu

0:50

fokus dulu. hidupmu bisa bermanfaat atau

0:53

enggak buat orang lain.

0:55

Daging talk to

1:00

sudah bersama Ko yang katanya punya

1:05

harta 30 triliun.

1:09

Enggak, enggak itu. Itu katanya Bang

1:11

Hotman.

1:12

Oh itu kata Bang

1:13

mengejar 30 triliun. Siapa yang duluan

1:15

gitu.

1:16

Oh

1:16

jangan-jangan dia sudah duluan

1:17

sebenarnya. Menyembunyikan kekayaan Bang

1:20

Hotman.

1:21

kejar-kejaran ya berarti ya.

1:22

Enggak itu kata Bang Otman kita kita

1:24

enggak ngejar

1:27

soalnya K Andrew ini kalau kita

1:28

lihat-lihat ya usahanya tuh banyak

1:30

pusat pegadaian, pusat emas, terus

1:34

investor juga di HSS.

1:35

Iya.

1:36

Mana yang paling menguntungkan, Go?

1:38

Sebenarnya kalau kerjaan itu cuma dua,

1:41

Pusat Gadai Indonesia sama Pusatemas.id.

1:44

Kalau HSS itu invest aja sih.

1:47

Restoran-restoran tuh investangan invest

1:49

enggak aktif. Kalau aku aktifnya itu

1:51

benar-benar cuma dua. Pusat GA Indonesia

1:53

dari 19 tahun lalu. Pusat emas ini baru

1:56

buka 6 bulan. Udah fokusnya dua itu aja

1:58

sih.

1:59

Nah, berarti sekarang ada dua fokus nih.

2:01

Pusat emas

2:02

dan pusat

2:03

gade Indonesia.

2:03

Gade Indonesia.

2:05

Di antara dua ini mana sekarang yang

2:07

paling cuanable?

2:08

Cuanable pusat emas dong.

2:10

Oh

2:10

iya kebetulan ya mungkin pas timingnya

2:13

masuk langsung terbang emasnya kan. Jadi

2:16

kita beli emasnya orang-orang belum

2:18

sempat jual sudah naik gitu. Jadi sudah

2:21

untunglah dapat momentumnya lah ya. Jadi

2:24

bisa dibilang yang katanya kokoh itu kan

2:27

pusat gad Indonesia itu sudah 19 tahun.

2:29

Iya.

2:30

Pusat emas ini baru setahun.

2:31

6 bulan.

2:32

6 bulan.

2:32

6 bulan.

2:33

Cuannya langsung ngalahin tuh.

2:34

Oh enggaklah. Enggaklah. Outletnya Pusat

2:36

Gadai kan udah banyak. Udah mau 2.000.

2:39

Ini kan baru lima pusat Mas jadi enggak

2:42

mungkinlah. Jauh banget lah Mas Yan.

2:45

Tapi tahu momen banget ya koko emas lagi

2:48

naik drastis banget masuk ke bisnis

2:50

emas.

2:51

Enggak. Kalau tahu momen harusnya

2:53

masuknya 2 tahun lalu. Mas

2:55

jadi sekarang pada saat momen enak itu

2:57

outletnya udah 100 atau 200 baru panen.

3:00

Jadi ini agak telat juga ya.

3:01

Ya telat panennya cuma lima outlet-nya.

3:03

Enggak panen-panen amat dong. Kalau 200

3:05

baru panen itu

3:06

panen banget.

3:07

Tapi lima kayaknya udah lumayan deh.

3:08

Lumayan banyak deh. Untungnya

3:10

lumayanlah. Bisalah

3:11

daripada enggak

3:13

kebeli Bugatti bisa lah ya.

3:15

Waduh itu kan Gabriel Rid yang beli.

3:18

Saya enggak.

3:19

Oh kok enggak mau beli?

3:20

Enggak

3:21

enggak

3:22

beli satu aja udah enggak kepakai sudah

3:25

mau dijual aja enggak laku juga.

3:28

Jadi sistemnya Koko itu pusat emas itu

3:30

bisnisnya bakal kayak Antam atau kayak

3:33

mungkin apa ya? kayak Antam atau kayak

3:36

UBS Gold ataupun

3:37

I kalau UBS Gold itu kan dia jualan

3:41

perhiasan fokusnya. Oke.

3:43

Tapi dia ada logam mulianya.

3:44

Heeh.

3:45

Tapi revenue terbesarnya adalah di

3:48

perhiasan. Kalau Antam sekarang 100%

3:52

revenue dia di logam mulia. Sekarang dia

3:54

baru mau masuk perhiasan. Jadi mungkin

3:57

UBS lihat Antam loga mulia enak juga ya.

4:01

Dia bikin Antam lihat di UBS perhiasan

4:04

enak juga ya. Sekarang dia mau bikin

4:06

rumput tetangga selalu lebih hijau

4:10

itu beda.

4:11

Masuk tuh.

4:11

Iya saya masuknya beda sih bukan bukan

4:15

Antam bukan UPS beda sih. Kalau pusat

4:17

emas tuh kan cuma fokusnya itu cuma

4:19

membeli emas-emas orang itu loh.

4:21

Orang-orang itu kan punya emas misalnya

4:23

orang dia saat nikahan kan dikasih emas

4:26

kan banyak tuh orang-orang ngasih emas

4:27

saudara-saudara biasanya kan enggak ada

4:29

suratnya Mas Ata. Heeh. Heeh. Heeh.

4:31

Terus dia kalau mau jual ke mana? Ke

4:32

toko emas enggak ada suratnya ditolak

4:34

atau dihargain murah?

4:36

H.

4:36

Terus masa dia mau minta yang ngasih?

4:38

Eh, minta suratnya dong. Enggak mau

4:40

ngasih. Kan enggak mungkin juga kan.

4:42

Terus Mas waris apa 20 tahun sudah

4:44

disimpan itu enggak ada emas apa enggak

4:45

ada suratnya. Akhirnya dia ke pusat emas

4:47

ini karena ada mesin XRF-nya itu yang

4:50

ngecek ini berapa karat dibelinya,

4:52

berapa karat, fair semuanya. Jadi enggak

4:54

perlu surat. Nah, di situ sih momennya

4:56

dapatnya. Wah, ini seru ini seru. Aku

4:59

juga tertarik nih bisnis masa.

5:02

Boleh join nanti kita boleh coba coba di

5:06

diajarin kok ataupun bisa join

5:07

dikit-dikit gitu.

5:09

Pusat emas ya kan? Iya.

5:10

Karena emas ini enggak tahu ya aku tuh

5:13

baru beberapa tahun ini sebenarnya belum

5:16

lama-lama. Dulu pernah nabung emas tapi

5:17

dikit-dikit. Nah, baru beberapa tahun

5:19

terakhir baru tuh berani gede-gedean.

5:21

Apa itu? Kenapa itu? Karena ee satu emas

5:25

itu kan menahan inflasi.

5:27

Heeh.

5:28

Satu menahan nilai.

5:30

He.

5:30

Dan di agamaku memang sangat menyarankan

5:35

menabung itu di emas.

5:36

Emas

5:37

sampai kita itu ada zakat per tahun itu

5:39

dari nilai emas juga ada.

5:41

Oh, dari nilai emas yang kita punya ya.

5:43

Iya. Jadi ada zakat sekian persen itu

5:46

ada dari emas. Jadi aku ngelihat, oh ini

5:48

berarti kita memang diajak untuk lebih

5:52

baik nabung emas.

5:53

Loh, enggak. Maksudnya maksud saya dulu

5:55

kan beli emasnya sedikit-sedikit tuh.

5:57

Terus ada titik poin tertentu yang

5:59

merubah Mas Atta menjadi udah beli agak

6:01

banyak deh.

6:02

Itu apa?

6:03

Pas udah punya anak sih.

6:06

Oh, ya. Ya. Lebih mau safety lah.

6:07

Pas punya anak nyari safety banget. I

6:10

terus kayak emas itu gimana ya?

6:13

Ee mungkin dulu tuh aku kebanyakan kan

6:15

sukanya beli mobil, beli rumah, beli

6:18

tanah atau apa.

6:19

Terus beli jam. Oh, liquid nih jam naik

6:21

mulu. Apalagi jam zaman-zaman baru COVID

6:24

kan. Oh, Richard Mil nih harganya dari

6:25

sekian tiba-tiba melambung.

6:27

I

6:28

patek tahu-tahu naiknya sampai 30%

6:30

Iya.

6:31

40% gitu ya. Dan di saat itu wah

6:34

investasi itu ke situ. Nah,

6:35

tiba-tiba ngelihat harga semua goyang

6:37

kan.

6:37

Iya. Goyang.

6:38

Tiba-tiba ada satu harga yang enggak

6:39

goyang-goyang banget.

6:40

Iya. Emas.

6:41

Di situ aku lihat emas.

6:43

Heeh.

6:43

Nah, pas aku lihat emas, ternyata sampai

6:47

sekarang aja nih aku bisa nurutin apa

6:49

kemauan anak sama istri itu gara-gara

6:51

aku nabuk emas.

6:52

I dia emas apa jam tangan turun kan

6:56

bubble turun mobil juga gitu bubble

6:57

turun.

6:58

Mobil bubble mungkin Ferrari sempat tuh

7:00

aku ngerasain omsetnya tiba-tiba naik

7:01

terus hancur.

7:02

Tiba-tiba ada tuh aku jual untung sampai

7:04

berapa milihnya M gitu

7:06

tiba-tiba tapi dropnya

7:08

hancur juga

7:08

engak aura-auran sekali. Iya iya iya.

7:10

Saya juga waktu itu

7:12

beli waktu COVID itu beli punyanya Jess

7:16

No Limit.

7:16

Ferrari

7:17

bukan apa Lambo Aventador punya Jess No

7:20

Limit warna putih itu murah belinya.

7:22

Ohoke

7:22

berapa ya? 4,5 M ya?

7:25

4,5 M

7:26

jualnya 8 Muh.

7:29

Setelah dipakai setahun gitu ya di jual

7:31

8. Tapi begitu terima 8 M-nya saya ganti

7:35

ke Lambo Aventador yang 720.

7:37

Jadi tukar 8 M beli yang 12 M. Oke.

7:40

Terus beli 12 M. Yang 12 M dijual lagi.

7:42

Lakunya cuma 8 M. Jadi enggak jadi

7:44

untung.

7:45

Enggak jadi untung.

7:45

Kalau tukar duit doang untung tukar

7:47

mobil lagi. Akhirnya rugi juga.

7:52

Itu lucu. Itu lucu banget. Beli 4,5 28

7:55

udah untung nih.

7:56

Udah senang kan? Bangga dong. Gila gua

7:58

keren.

7:59

Investasi gua benar ya kan.

8:01

Beli 128.

8:03

Iya

8:04

banget ya. Tapi emang pada zaman itu tuh

8:06

semua orang tuh kita agak gamang ya mau

8:08

investasi tuh. Iya,

8:10

ke mana dan lain-lain.

8:11

Karena pada saat COVID orang enggak bisa

8:12

spend money-nya kan di rumah doang kan.

8:14

Jadi dia belinya ya udah yang

8:16

enggak jalan-jalan juga

8:17

jalan-jalan bisa beli online jam datang

8:19

kirim mobil mewah dia keliling-keliling

8:22

kan COVID kan

8:23

enggak bisa ketemu orang

8:24

keliling-keliling jalan jadi mahal

8:25

kebanggaan kan.

8:26

Iyael.

8:28

Tapi benar enggak sih kokoh ini masuk ke

8:30

emas ataupun usaha emas dan lain-lain

8:32

karena enggak percaya sama Bitcoin?

8:35

Bitcoin saya juga punya.

8:36

Punya ya? Jadi ceritanya gini, kalau

8:38

masuk emas ceritanya sebelum saya cerita

8:40

Bitcoin, saya masuk emas itu ceritanya

8:42

saya itu pusat gadai Indonesia itu sudah

8:45

terima gadai emas itu sejak 2 tahun

8:48

lalu.

8:49

Oke.

8:50

2 tahun lalu terima emas.

8:52

Wah, munting tuh. Enggak ngerti emas

8:54

sama sekali kan. Wah, kena palsulah,

8:56

kena apalah diambil. Wah, enggak

8:58

ngertilah. Trial error terus kan.

8:59

Setelah trial error akhirnya ngertilah.

9:01

Setahun belajar pintaran dikitlah,

9:03

setahun setengah mulai pintar. Terus

9:05

saya itu ada komunitas masat,

9:07

komunitasnya BBKA belajar bareng Kendre

9:10

itu komunitas gratis.

9:11

Nah, salah satu member saya itu datang

9:14

mau ketemu saya ngajarin kok ada loh

9:17

bisnis kayak gini terima emas pakai

9:19

mesin.

9:20

Hm.

9:20

Saya bilang dong, "Ah, enggak

9:22

mungkinlah. Siapa yang mau jual emasnya

9:24

gadai aja? Sama aja. Enggak usah ditebus

9:26

juga enggak apa-apa kok. Enggak bisa

9:27

kok. Orang Indonesia itu kalau dia mau

9:29

jual ya jual. Kalau mau ngutang ya gadai

9:32

gitu loh. Jadi enggak bisa ini harus

9:33

dipisah jadi dua. Oh, masuk akal juga

9:35

ini orang ya. Tapi masuk akal nih. Ya

9:37

udah nanti saya buka deh ya. Terus saya

9:40

enggak buka-buka Mas Yan. 1 bulan lagi,

9:42

2 bulan lagi ada lagi orang BBKA juga

9:45

datangin lagi jelasin lagi. Kok ini ada

9:47

gini kok saya kenal orang yang bisa

9:49

jelasin dijelasin semuanya. Wah ini

9:51

kayaknya menarik nih. Ya udah saya coba

9:53

aja buka satu. Buka satu pun saya enggak

9:55

pakai modal karena saya buka di gedung

9:57

Sinar Mutiara. Sinar Mutiara itu tempat

9:59

jual handphone

10:01

bawahnya itu kosong.

10:02

Udah buka di sana aja. Jadi noting tulus

10:04

dong. Kalau enggak laku ya udahlah orang

10:06

tempat kosong gitu kan. Akhirnya buka

10:09

sepi. Masa ta buka enggak ada yang

10:11

datang. Enggak ada yang datang.

10:13

Kosong melompong.

10:14

Enggak ada yang datang. Sebulan cuma dua

10:15

orang yang datang. Saya pilih bayar gaji

10:16

karyawannya enggak bisa gitu kan. Terus

10:19

akhirnya ketemulah sama anak BBKA juga

10:22

yang punya Brit itu Hadi.

10:24

Belajar diajarin ini harus pakai ads,

10:26

harus pakai apa, diajarin cara nge-ad,

10:28

cara apa, cara semua diajarin semua

10:30

selama 6 bulan saya. Iya diajarin

10:32

semuanya lah permainannya yang saya

10:33

enggak tahu karena selama ini kan saya

10:34

pusat gade itu offline Mas Atta. Jadi

10:36

saya enggak ngerti dunia online dong.

10:38

Dunia online tuh caranya gede lewat

10:40

online itu gimana? Saya enggak ngerti.

10:41

Jadi saya ngertinya saya kira buka pusat

10:43

emas saya taruh aja ya laku ada orang

10:44

lewat datang gitu ternyata enggak ada

10:46

yang datang gitu. He

10:47

begitu diajarin belajar belajar belajar

10:49

pas momentumnya juga emasnya naik jadi

10:51

orang search-nya juga lagi emas. Wah itu

10:54

langsung bom langsung ramei banget

10:56

sampai sekarang gitu ceritanya

10:59

awalnya itu. Jadi

11:00

awalnya

11:01

jangan menyerah ya guys kalau buat buka

11:02

toko masih sepi itu jangan nyerah.

11:05

Kalau Bitcoin ceritanya gini 2022 ya

11:09

2021 atau 2022 saya lihat YouTube

11:12

Timothy Ronald dia lagi ngomongin

11:14

inflasi. Oke.

11:16

Belum kaya itu dia waktu itu. Pokoknya

11:17

waktu itu belum kaya dia.

11:18

Tahunya udah kaya belum kaya dari mana?

11:20

Saya ajak ketemu.

11:21

Oke.

11:22

Saya ajak ketemu. Saya DM.

11:24

Saya DM ketemu dong mau ngobrol-ngobrol.

11:26

Ketemu karena saya tertarik sama jalan

11:28

pikirannya waktu ngomongin inflasi gitu

11:30

loh.

11:30

Oke.

11:31

Ngobrol-ngobrol ngobrol-ngobrol. Dia

11:32

bilang itu Bitcoin-nya waktu itu 27

11:34

26.500 waktu saya ketemu sama Timoti.

11:37

Terus dia bilang

11:38

berarti masih 300 jutaan. 400

11:40

400 300 400 juta. Nah, itu terus dia

11:43

beli aja beli aja koin terus beli aja

11:45

apa sih artinya? Udah beli aja beli aja.

11:47

Akhirnya beli

11:48

h

11:48

beli Bitcoin langsung sekali beli do

11:50

udahlah. Terus naik R30.000 happy turun

11:53

lagi 27.000. Waduh kok jadi hilang

11:55

untungnya? Akhirnya belajar mentalnya

11:58

itu akhirnya di.000

12:00

Heeh.

12:00

dolar itu saya jual separuh. Jadi balik

12:04

modal.

12:06

Oh

12:06

modalnya sudah balik.

12:07

Modalnya sudah balik. Nah, terus habis

12:09

jadi sisa untungnya doang di dalam.

12:11

Oke,

12:11

naik-naik terus ya udah saya enggak jual

12:13

aja udah biarin. Karena kan mau turun

12:15

mau naik udah enggak mentalnya udah

12:17

enggak kena karena ini kan uang untung

12:18

doang.

12:19

Iya betul. Dan enggak mau nambah juga

12:21

enggak berani mentalnya

12:23

kepengin selalu pengin pada saat Bitcoin

12:26

mau naik. Pengin. Pada saat dengerin

12:28

orang-orang yang untung dari Bitcoin

12:31

banyak bisa beli mobil bisa beli apa.

12:34

Pengin. Iri enggak iri. Ya udah biarin

12:37

emang itu bukan apa bukan jalan saya

12:40

untuk untung segede itu di sana.

12:42

Jadi ya udahlah akan saya akan terus

12:44

mempertahankan iri saya aja enggak

12:45

apa-apa

12:48

gitu.

12:49

Sakin saya habis untung tambah lagi

12:51

masukin lagi.

12:51

Enggak. Enggak. Saya enggak berani. Saya

12:53

bukan orang yang berani berani untuk

12:55

mengambil resiko untung besar gitu.

12:57

Karena kalau ada resiko untung besar

12:59

artinya ada harus ada resiko rugi besar.

13:02

Rugi besar. He.

13:02

Kalau maunya untung kecil ya resikonya

13:05

kecil kayak emas lah ya.

13:07

Iya.

13:07

Kita kan bertahap naiknya dikit tapi

13:10

kalau turun ya mungkin dikit. Enggak

13:12

tahunya

13:13

apa ruginya dikit-dikit kalau ada

13:15

kemungkinan. Tapi sekali untung kemarin

13:17

mengerikan tapi ya tapi itu meledak

13:19

dari 20 tahun belum terjadi kan. Jadi ya

13:22

enggak ngarep gitu juga sih.

13:24

Oki aja yang

13:24

high risk high profit.

13:27

Low ris.

13:27

Iya high risk high return. Low risk low

13:29

return gitu.

13:30

Iya iya iya iya. Ee kalau bisa dilihat

13:33

pusat emas ini berarti hasil pikiran

13:37

kokoh lah ya atau ada istilah

13:38

komunitas ya. Dengerinlah saya banyak

13:40

ketemu orang mana yang masuk akal saya

13:42

coba, mana yang enggak masuk akal saya

13:44

tunda. Gitu aja sih.

13:46

Dan memang karena sudah belajar emas

13:48

dari 2 tahun lalu itu juga kalau belum

13:50

belajar emas juga kena palsu terus pasti

13:53

berat.

13:54

Jadi karena udah dibekali ya nekad aja

13:56

lah. Nothing tulus lah.

13:57

Tapi emang katanya kalau pengusaha itu

13:59

sambil jalan dia lihat kanan kiri ya

14:01

mana ada peluang enggak ya di sini gua

14:02

bikin apa ya.

14:03

Iya. Bahkan bukan gitu doang kita

14:06

liburan aja sama teman-teman

14:07

ngomonginnya usaha.

14:08

Iya betul.

14:10

Iya itu salah atau enggak ya?

14:12

Dibilang benar banget juga jang enggak

14:14

tapi dibilang salah juga enggak sih.

14:16

Betul. Oh. Tapi kalau yang aku lihat

14:18

banyak pengusaha termasuk misalnya aku

14:21

nih kalau jalan kita enggak mikirin

14:23

jalan-jalannya doang gitu.

14:25

Ilmu apa yang bisa gua dapat ya kayak

14:27

misalnya gua ke negara ini, oh dia

14:29

ternyata etos kerjanya gini ya. Oh ada

14:30

peluang bisnis ini ya.

14:31

Oh iya berarti meang otak mengusaha gitu

14:33

ya. Kita makan restoran ramei. Wah

14:35

untung berapa ini orangnya?

14:36

Nah iya

14:37

malah ngitungin untung orang.

14:40

Bukan iri ya bukan iri cuman pengin tahu

14:42

aja. Iya

14:43

apalagi kalau ada bosnya. Bro BP berapa

14:45

lama?

14:47

Bosnya langsung gini, malah dia tertarik

14:49

loh pas aku nanya gitu.

14:51

Oh, iya. Duduk dia.

14:52

Iya, PHP-nya 18 bulan. Ini modal berapa

14:56

ini? Malah cerita-cerita jadinya bukan

14:58

bahas

14:59

rasanya atau apa. Nah, habis itu baru

15:00

kita bahas ini bikinnya berapa lama,

15:02

belajarnya apa. Kayak pengin aja tahu

15:04

sih.

15:04

Iya, iya. I

15:05

tapi kayaknya itu enggak salah deh, Ko.

15:06

Enggak salah ya.

15:07

Karena menurutku setiap kita ketemu

15:10

orang itu pasti ada ilmu baru.

15:11

Pasti. Enggak penting dia harus lebih

15:13

kaya atau lebih miskin atau apa, lebih

15:15

banyak duitnya atau enggak.

15:16

Setuju. Setuju.

15:17

Even kita ketemu sama ee bapak yang jual

15:21

sayur di depan kalau aku ngobrol tu ada

15:22

aja ilmunya.

15:23

Ada. Setuju.

15:24

Kayak dia bilang ee iya aku setiap

15:26

ngambil ini harus datang pagi karena

15:28

kalau pagi harganya lebih murah sekian.

15:30

Uh dia mikirin ya berarti kalau pagi ini

15:33

dia akan lebih murah karena saingannya

15:35

enggak sebanyak kalau misalnya datangnya

15:37

udah agak terang dikit.

15:38

Nah itu tuh kan ada pemikiran-pemikiran

15:40

kayak gitu tuh. selalu sih dapat sesuatu

15:42

dari orang sih

15:43

dan jalan pikiran orang itu bisa jadiin

15:45

pelajaran buat hidup kita kan.

15:47

He asal kita open minded

15:48

asal open minded.

15:50

Jadi selalu terbuka dengan hal baru.

15:52

Sampai aku tuh selalu punya prinsip yang

15:55

kalau kita datang ke orang gelas kita

15:56

harus kosong.

15:57

Betul.

15:58

Jadi diisi aja enggak apa-apa. Misalnya

15:59

ketemu K Andrew niisiin gelasku. K Andru

16:02

masukin ilmunya. Ketemu lagi orang.

16:05

Even aku ketemu kameramen. Walaupun dia

16:07

kadang-kadang belum ada kerjanya tapi

16:08

aku kok karyanya keren-keren ya di IG.

16:10

Aku belajar sama dia, kamu kenapa kayak

16:12

gini? Kenapa angle kamu tuh kayak gini?

16:14

Oh, dia gini gini.

16:16

Senang aja gitu. Jadinya banyak banget

16:17

input di kepalaku. Jadi kita

16:19

penasaran harus selalu penasaran ya.

16:20

Kiris selalu itu

16:22

iya kalau penasaran itu ditingkatin ya

16:24

jadinya kayak K Andrew gini lihat Mas

16:26

ini apa sih? Gua pengin belajar sih.

16:28

Iya iya iya.

16:28

Kalau itu sih yang aku lihat hari ini

16:30

aku belajar banget. Kurius itu harus

16:32

selalu ada gitu.

16:33

Engak. Kalau Koko sendiri pernah enggak

16:36

ngerasa ee di titik hidup yang kayak apa

16:40

yang gua lakuin nih semuanya gagal gitu

16:42

kan. Kalau sekarang semuanya berhasil.

16:44

Tapi ada enggak satu titik di hidup gua

16:46

kayaknya bikin apa aja gagal deh gitu?

16:48

Bisa dibilang enggak sih bukannya

16:50

sombong ya. Cuma cuma gini ya

16:52

bisa dibilang enggak gagal guys.

16:54

Setiap kali gagal itu saya selalu mikir

16:58

ini artinya saya bentar lagi naik level.

17:01

Kalau kalau udah melewati kegagalan ini

17:04

gitu loh.

17:05

Karena kan enggak mungkin kan orang bisa

17:08

di atas tanpa melewati

17:09

kegagalan-kegagalan kecil ini.

17:12

Kan justru gagal. Dia bisa melewati itu

17:15

dengan belajar dari kesalahan. Akhirnya

17:17

dia naik level 1. Ngerti caranya? Oh

17:20

misalnya lah gampang deh. Misalnya saya

17:23

sama Mas Atta kenalan terus setelah

17:25

kenalan ngobrol lain kali saya ngonak

17:27

Mas Atta lagi enggak dianggap oh itu

17:29

saya gagal. Berarti saya enggak bisa

17:31

menempatkan diri dengan baik. Saya

17:33

enggak punya cukup ilmu yang membuat Mas

17:35

Atta itu merasa tertarik berteman dengan

17:37

saya. Akhirnya belajar dari kesalahan

17:39

itu. Oke. Apa yang itu? Itu kan gagal

17:41

juga sebenarnya. Tapi kalau orang enggak

17:42

pernah gagal itu enggak mungkin dong

17:43

orang langsung menjadi orang yang

17:45

menyenangkan langsung langsung orang

17:46

suka berteman sama kamu. Enggak mungkin.

17:49

H

17:49

experience itu pasti ya gitu. Jadi

17:52

itu mindset loh guys. Itu mindset

17:54

banget. Jadi enggak pernah ngerasa gagal

17:56

karena setiap kegagalan tuh pelajaran

17:58

gitu. pelajaran

17:59

itu mindset banget. Jadi kalau banyak

18:01

orang ngerasa dia gagal mulai bisnis itu

18:03

salah ya berarti

18:04

enggak apa-apa sih gagal tapi yang salah

18:07

adalah kalau kamu tidak belajar dari

18:09

kegagalan kamu.

18:10

Jadi gagal ya udah itu harus

18:12

dipelajarin. Saya selalu ngomong ini.

18:14

Pada saat kamu gagal pelajarin kenapa

18:18

kamu gagal. Pada saat kamu sukses, kamu

18:20

juga harus pelajarin kenapa kamu sukses.

18:23

Rata-rata orang bahkan yang sukses dia

18:26

enggak mempelajari kenapa dia sukses.

18:28

Hm.

18:29

Terus yang gagal langsung mundur.

18:31

Berarti aku memang enggak bakat. Masa

18:32

gitu kan lucu. Berarti aku memang enggak

18:34

bakat.

18:35

Aku enggak bakat itu bukan bidangku. Itu

18:37

itu paling bahasa-bahasa paling bahaya

18:39

ya.

18:39

Itu itu adalah hal pelarian yang paling

18:41

gampang daripada belajar. Belajar itu

18:43

kan sesuatu yang enggak enak dan enggak

18:44

nyaman karena sesuatu yang baru kan.

18:46

Jadi lebih baik dia bilang, "Ini

18:47

kayaknya bukan bidangku deh."

18:50

Padahal emang enggak mau belajar lebih

18:51

dalam lagi gitu.

18:52

Enggak mau tidak nyaman itu. I

18:53

makanya kalau ada orang bilang kayak ee

18:56

enggak ada menang atau kalah, adanya

18:57

menang atau belajar.

18:59

Waduh. Iya, benar. Benar.

19:00

Jadi kalau dia lagi menang, menang.

19:02

Kalau dia belum menang, berarti dia itu

19:03

lagi belajar. Heeh.

19:05

Karena kadang-kadang aku lihat tuh kayak

19:07

mungkin aku lihat Kendu, lihat

19:08

teman-teman yang datang ke sini semua

19:10

ya, mereka itu bahkan punya mindset

19:15

ataupun punya pelajaran hidup yang

19:16

enggak ada di bangku kuliah.

19:18

Oh iya, betul itu enggak ada.

19:20

Jadi mereka itu bikin metode kuliahnya

19:23

sendiri.

19:23

Iya iya iya.

19:24

Entah itu jalan pikirnya, entah itu cara

19:27

dia mulai bisnis,

19:29

I setuju

19:30

dan lain-lain gitu. Nah, yang Koko lihat

19:33

Koko kan pasti kuliah enggak?

19:35

Kuliah. Kul

19:35

kuliah kan.

19:36

Berapa persen ilmu yang kepakai di

19:38

kuliah di dunia bisnis koko sekarang?

19:41

Ee kalau ilmu teknisnya

19:44

Heeh.

19:45

di bawah 10%.

19:46

Oke.

19:47

Tapi ilmu untuk ilmu untuk menghadapi

19:50

bisnis ini itu di atas 50%. Maksud saya

19:53

gini, Mas Ata. Kalau saya enggak kuliah

19:56

mungkin saya enggak ngerti cara

19:57

komunikasi sama karyawan.

19:59

Nice. Nice banget. Kalau saya enggak

20:01

kuliah, mungkin saya enggak tahu caranya

20:03

saya di ruangan ini itu supaya saya

20:04

enggak dibenci orang gimana.

20:06

Hmm, nice.

20:07

Caranya supaya semua orang di ruangan

20:09

ini mendengarkan pendapat saya itu

20:11

gimana? Apakah dengan diktator ngomong

20:13

kamu harus gini atau kamu harus gini

20:15

karena ini. Itu kan didapat waktu

20:17

kuliah.

20:17

Kalau kita asal-asalan ngomong, teman

20:19

enggak ada yang mau dengerin kita. Kita

20:20

asal-asalan ngomong, dosen enggak mau

20:22

dengerin kita.

20:23

Enggak bisa seenaknya. Itu kan belajar

20:25

kan pada saat kuliah gitu.

20:27

Akhirnya pada saat bisnis ya kita

20:29

otomatis reflek kan

20:31

kita tahu mana yang boleh, mana yang

20:32

enggak boleh gitu.

20:33

Jadi Koko termasuk enggak setuju kalau

20:35

ada orang bilang kuliah atau sekolah itu

20:37

scam.

20:38

Enggak. Kuliah harus wajib ya. Bukan

20:41

wajib sih maksudnya kalau memang kamu

20:43

ada kesempatan untuk kuliah, kuliahlah.

20:46

Hm.

20:47

Saya kasih kuliah karyawan saya tahun

20:51

ini itu 1000 karyawan gratis semua. S1

20:54

kuliah S1.

20:55

Kuliah S1 1000 karyawan.

20:57

kamu masuk gratis. Kalau kamu enggak mau

20:59

masuk, saya kasih waktu 2 tahun kamu

21:01

untuk cari kerja lainnya.

21:03

Oh,

21:05

gitu loh. Jadi dibayarin gratis masih

21:07

ada yang enggak mau. Enggak apa-apa. 2

21:09

tahun lagi kamu kerja di sini sambil

21:11

kamu ngelamar-ngelamar tempat lain. Saya

21:13

mau karyawan saya nanti satu-satu semua

21:15

saya kuliahin. Soalnya kan alasannya dia

21:17

kuliah enggak ada duit katanya. Udah

21:18

dibayarin loh. Ini

21:20

udah dibayarin tetap enggak mau kuliah.

21:21

Ada, ada, ada beberapa orang. Ada

21:23

ada banget

21:24

soalnya apalagi

21:25

ada banget itu

21:26

beratnya itu apalagi kerja sambil kuliah

21:28

loh berat banget loh

21:29

iya

21:30

sambil kerja sambil kuliah itu berat

21:31

banget tapi saya dulu diajarin sama Pak

21:33

Arman BCA

21:34

yang punya BCA dibilang gini orang yang

21:37

sambil

21:38

kerja sambil kuliah itu dan dia bisa

21:41

melewati itu, itu lebih bagus daripada

21:44

orang yang sudah lulus S1 kerja doang.

21:47

Wih, gila benar juga ini ya. Jadi saya

21:49

muliain orang itu enggak ada ruginya

21:52

karena dia boost langsung.

21:53

Heeh. Heeh.

21:54

Pasti dia kan survival mode kan. Dia itu

21:56

waduh kurang tidur harus masih harus

21:58

belajar pulang masih. Jadi dia itu

21:59

benar-benar the best version of them.

22:03

Jadi keren banget ya pasti.

22:04

Makanya timku juga ada yang aku minta

22:07

udah kuliah sini sama aku bla bla bla.

22:09

Ada yang nolak tuh banyak juga Mas.

22:11

Iya.

22:11

Aduh aku lagi kerja Bangutnya enggak

22:14

fokus.

22:14

Iya. Betul.

22:15

Tapi kalau sebenarnya dia punya kemauan

22:17

tuh bisa aja kan.

22:18

Iya. Dan aku banyak yang komen gini kan

22:20

aku tuh baru masuk kuliahnya di umur

22:23

28an

22:24

masuk.

22:26

Aku baru masuk lagi SMA di 28-an.

22:28

SMA.

22:29

SMA.

22:29

Hah.

22:31

Baru masuk ini lagi belajar.

22:33

Oke.

22:34

Jadi aku baru ngejar paket C-nya 28-an.

22:36

Oke. Oke.

22:37

Habis itu aku kuliah tuh di 29-an.

22:39

Oke. Apa jurusannya masa?

22:41

Hukum.

22:41

Oh sama kita. Saya juga lurusan hukum

22:43

ya. Terus

22:43

hukum. Nah, orang tuh banyak yang ee

22:47

komen awalnya, "Ngapain sih kuliah lagi?

22:50

Kan

22:51

udah apa ya? Kamu kan udah berhasil di

22:54

bidang kamu, katanya. Ngapain kamu

22:55

kuliah lagi?" Aku cuma jawab gini, "Aku

22:58

enggak mau mengajarkan generasi

22:59

berikutnya tuh enggak kuliah."

23:01

Mantap.

23:02

Karena banyak sekarang anak-anak

23:04

yang ngadu ke orang tuanya, "Kok Bang

23:07

Atta bisa kayak gitu? Enggak kuliah, dia

23:10

bisa punya lambu, bisa beli Ferrari atau

23:12

bisa beli apa? dia enggak enggak kuliah.

23:15

Nah, alasan ini tuh dipakai di

23:16

mana-mana, Mas.

23:17

Oh, jadi kuliah aja gitu.

23:20

Jadi, aku mendingan aku kuliah karena

23:22

memang aku tuh enggak kuliah bukan

23:24

karena aku enggak mau, tapi emang waktu

23:26

itu kondisinya enggak bisa.

23:28

Iya. I

23:29

kalau aku bilang sama mereka, "Kalau aku

23:32

enggak kuliah aja bisa, kalau dari waktu

23:34

itu aku kuliah, mungkin aku jauh lebih

23:36

hebat lagi."

23:36

Iya. Iya.

23:37

Jadi bukan faktor dia karena enggak

23:39

kuliah jadi bisa. Iya.

23:40

Iya, betul. Saya setuju. Enggak mungkin

23:42

orang yang kuliah itu lebih jelek

23:44

daripada orang enggak kuliah.

23:46

Iya. Jadi kalau faktor diri kamunya

23:48

berkualitas, He.

23:49

Diri kamunya ini senang banget belajar,

23:52

senang banget ngulik, enggak kuliah bisa

23:53

sukses. Tapi kalau kamu kuliah, kamu ada

23:55

di atasnya.

23:55

Iya,

23:56

gitu. Jadi jangan nyalahin juga. Ada

23:58

bilang gini,

23:59

kuliah ada temanku sudah S2 tapi masih

24:01

nganggur-nganggur aja. Nah, S2 aja

24:04

nganggur, apalagi kalau dia enggak S2.

24:06

Iya, setuju. Betul.

24:07

Jadi jawabannya di situ aku.

24:08

Iya. Iya.

24:09

Setuju enggak, K? Kalau itu

24:10

saya menurut saya sih kuliah kalau

24:13

memang ada waktunya, ada uangnya, kamu

24:15

kuliah sih.

24:16

Iya.

24:16

Kamu itu belajar hidup itu di sana gitu.

24:20

Karena pada saat SMA kan

24:21

kita itu setiap hari ya harus masuk.

24:23

Kalau enggak masuk kamu dimarahin orang

24:25

tuamu dong. Tapi pada saat kamu kuliah,

24:27

kamu boleh enggak masuk loh.

24:29

Terserah kamu. Dosen juga enggak nyariin

24:31

kamu. Enggak penting enggak lulus mata

24:33

kuliahnya gitu artinya. Jadi kita kan

24:35

harus disiplinkan diri kan. Iya. I

24:37

beda dong sama SMA kita bukan disiplin

24:39

ya. Memang tiap hari gini udah reflek

24:41

kan. Kalau kuliah kita bisa masuk bisa

24:43

enggak. Kalau kamu begadang besok enggak

24:44

bisa masuk berarti kamu harus disiplin

24:46

sendiri selama 4 tahun. 4 tahun itu

24:48

membentuk karaktermu. Jadi pada saat

24:50

kamu masuk dunia kerja

24:52

masuk setiap hari harus disiplin, harus

24:55

hormat sama senior, harus hormat sama

24:57

atasan. Cara ngomong sama atasan gimana?

24:58

Cara ngomong sama bawahan gimana, cara

25:00

ngomong setara gimana. Itu sudah

25:01

diajarin di kuliah secara alamiah.

25:04

H

25:04

benar kan? Masa bisa kita kuliah terus

25:06

ngomong sama senior kita seenaknya.

25:09

Benar.

25:09

Kalau enggak kuliah enggak ngerti

25:10

caranya. Engak

25:10

ngerti.

25:11

Kalau orang enggak kuliah enggak tahu.

25:12

Dikirain boleh.

25:14

Dia enggak tahu konsekuensinya

25:16

dan mungkin komunikasinya juga jadinya

25:18

enggak ya lebih enggak PD juga kan.

25:20

Lebih enggak PD juga orang.

25:21

Tapi gimana caranya? Ee banyakan

25:24

sekarang anak-anak kuliah itu jadinya

25:25

nongkrong-nongkrong kok.

25:26

He

25:27

nongkrong. Ada juga nih persepsi lain.

25:30

Kuliah itu cuma nongkrong-nongkrong aja.

25:31

Nanti ya pas ujian baru serius atau pas

25:33

skripsian baru serius. Heeh.

25:36

Nah, gimana caranya mereka tetap bisa

25:37

mempunyai kualitas diri yang bagus di

25:39

saat kuliah? Bahkan kalau bisa dia mulai

25:41

usaha saat kuliah gitu. Itu masih

25:43

mending menurut saya. Masih mending kamu

25:46

nongkrong-nongkrong daripada kamu enggak

25:48

kuliah, kamu nganggur-nganggur di rumah.

25:50

Kamu nongkrong-nongkrong tuh masih sama

25:52

teman-teman kuliahmu.

25:53

Oke.

25:54

Yang balik lagi kayak tadi pada saat

25:56

kamu nongkrong-nongkrong itu kalau kamu

25:57

ngeselin kamu dihindari sama temanmu.

25:59

Kalau kamu nyenengin orang-orang suka

26:01

sama kamu. Kalau kamu enggak kuliah,

26:03

kamu di rumah rebahan doang.

26:05

Jadi kamu enggak tahu, kamu enggak tahu

26:07

caranya hidup di dunia ini gimana. Dia

26:08

enggak tahu. Benar kan?

26:09

Iya. Iya. Iya. Iya.

26:10

Tahunya itu pada saat kuliah itu

26:12

belajarnya di situ.

26:13

Enggak ada experience.

26:14

Terus banyak teman pada saat kuliah.

26:16

Terus nanti bisa kolaborasi bareng, bisa

26:18

belajar bareng. Pada saat kerja bisa

26:20

kerja bareng. Makanya pada saat kuliah

26:22

itu cari teman sebanyak-banyaknya yang

26:24

positif.

26:25

Kalau temannya negatif hindarin. Cari

26:27

ccle yang positif terus.

26:28

Gitu. Kalau kamu gaulnya sama yang wangi

26:31

jadi wangi. Kalau kamu gaulnya sama bau

26:34

jadi bau juga.

26:35

Iya betul.

26:35

Kalau gaulnya sama anak-anak yang

26:37

bahasnya mungkin tentang dagang-dagang

26:39

terus kamu jadi pedagang.

26:40

Betul.

26:41

Tipe ada bahasanya cuman ya bahas cewek

26:43

doang.

26:44

Iya. Jadi di tempat kuliah kan banyak

26:46

tuh kamu bisa masuk ke mana aja itu kan

26:48

banyak. Kalau kamu enggak kuliah mau

26:49

kamu gimana

26:50

cari ccle di mana kamu? masa di mall

26:52

gitu kamu jaringan enggak bisa mau di

26:54

mana gitu loh.

26:56

Tapi kenapa kok sekarang banyak lulusan

26:58

S1 S2 tuh pengangguran gitu? Gimana

27:01

kalau kau melihat soal itu?

27:03

Jangankan S1 S2 itu enggak ada

27:05

hubungannya apalagi SMA gitu kan

27:07

sebenarnya.

27:09

Balik lagi ke yang tadi ya.

27:10

Kalau apalagi SMA, tapi kan memang

27:12

enggak menjamin S1, S2 itu kamu bisa

27:15

dapat kerja. Tapi kalau kamu pintar pada

27:18

saat kuliah kamu pintar itu kamu

27:21

lulusnya itu pasti dibuat rebutan.

27:23

Hm.

27:24

Pintar bukan secara akademis doang ya,

27:26

tapi kamu bisa bersosialisasi itu enggak

27:29

mungkin enggak dapat kerja diperebutkan.

27:32

Oke,

27:33

sekarang gini aja deh ya. Orang-orang

27:35

semua lulusan S1 di seluruh Indonesia

27:38

kalau memang sosial sosial skill-nya

27:40

tinggi, nilainya tinggi, enggak dapat

27:42

kerja, kerja ikut saya. Saya terima 1000

27:44

orang hari ini. Fuh,

27:46

enggak ada. Pasti sudah dapat kerja

27:48

semua. Yang enggak dapat kerja itu apa?

27:51

Milih-milih kerjaan.

27:52

Nah, satu dengar ini. Milih-milih

27:54

kerjaan.

27:54

Jauh. Jauh dari rumahku.

27:56

Jauh dari rumahku.

27:57

Enggak boleh sama orang tuaku.

27:59

Ini ini alasan-alasan banget.

28:00

Alasan-alasan ini. Makanya dia enggak

28:01

dapat-dapat kerja kan. Iya. I

28:03

K itu bukan passion saya, Ko. Tempat

28:04

kerjanya, Ko. Bukan passion saya ini.

28:08

Ini bahaya ya, K ya. Bukan passion saya

28:09

ini ya.

28:10

Kok gajinya kecil, K? Enggak sesuai, K.

28:12

Kapan aku balik modalnya? Kuliahnya aja

28:13

segini, Ko. Padahal kan kerja itu kan

28:15

jenjang karir ya.

28:16

Iya. Kerja aja dulu ya kan.

28:18

Banyak banget alasannya. Makanya dia

28:19

enggak dapat kerjaan.

28:21

Oh.

28:21

Terus diinterview enggak bisa ngomong,

28:23

enggak belajar public speaking dia.

28:25

Oke, berarti public speaking penting

28:27

misalnya.

28:27

Iya. Pada saat interview gimana mau

28:28

ngomong gagap-gagap? Susah juga lah

28:30

walaupun kamu pintar.

28:31

Skill kamu 10, komunikasi kamu tiga,

28:33

keluarnya tiga.

28:34

Skill kamu tiga, komunikasinya 10,

28:36

keluarnya del.

28:40

Jadi kan banyak hal sih sebenarnya untuk

28:43

dapat kerja itu.

28:44

Iya iya iya iya.

28:45

Tapi emang aku pernah lihat kok ada

28:47

orang skill-nya 10

28:48

He

28:49

tapi work eticnya lima.

28:52

Heeh.

28:53

Ada orang skill-nya lima tapi work

28:55

etic-nya 10. Kokok pilih mana?

28:57

Work etic dong. Work etik yang 10. Aku

29:00

juga sama

29:01

karena aku coba nih si karyawan A sama

29:04

karyawan B

29:05

yang skill-nya 10 ini tapi work etic-nya

29:07

5. Penghasilannya tuh cuman 20%-nya sih

29:11

yang war attack-nya 10 ini.

29:12

Dan pengaruh buruk juga kan buat

29:14

iya

29:15

komunity kita semua itu kan pengaruh

29:16

buruk kan. Kalau work etik jelek itu kan

29:18

kadang dia masuk kadang enggak, kadang

29:19

dia telat kadang dia enggak.

29:21

Terus dia enggak pernah bersyukur atas

29:22

apa yang didapat. komplain aja lah. Wah,

29:24

iniudah mending kalau komplain ke bosnya

29:26

doang. Cerita ke teman-temannya

29:28

semuanya, "Lu kok mau sih segitu, lu kok

29:30

mau sih segitu?" Hancur akhirnya.

29:33

Toxic banget.

29:34

Nah, Koko kan punya karyawan banyak.

29:36

Gimana Kokoh kalau ee gimana ya bisa

29:39

bilangnya gimana caranya kok Andrew

29:42

mah-milih mana karyawan yang toxic, mana

29:44

yang enggak gitu.

29:46

Oh, itu awal-awal itu ya. Kalau sekarang

29:48

itu mungkin karena sudah banyak karyawan

29:50

yang bagus-bagus, jadi yang toxic itu

29:52

justru nge-blend ke yang bagus karena

29:54

dia merasa asing. Kalau aku toksik

29:56

sendirian ini aneh sendiri. Jadi dia

29:58

mungkin lebih nge-blend atau dia bisa

30:00

nge-blend atau dia pergi sendiri.

30:02

Oke.

30:03

Dengan komunitas yang Iya. Karena dia

30:05

enggak nyaman. Karena dia paling

30:07

di lingkungan yang bagus ini dia enggak

30:11

nyaman karena dia itu atau nge-blend

30:14

atau kok keluar-keluarin

30:15

otomatis sih dia enggak bisa. Dia enggak

30:17

nyaman. orang toksik enggak mau keluar

30:19

atau mungkin toksik terus dia sering

30:21

telat, dia enggak disiplin. Itu kan kena

30:23

peraturan kerja ya, otomatis keluar

30:25

nanti.

30:26

Ah,

30:26

sekarang kalau masuk di Pusat GD

30:28

Indonesia itu aja udah harus dilatih 6

30:30

hari penuh dari pagi jam

30:33

6.30 sudah harus standby jam 07. Sudah

30:35

mulai, selesainya jam 0.30 malam selama

30:38

6 hari.

30:39

Jadi kalau dia udah dari awal bangun

30:41

kesiangan, kadang masuk kadang enggak,

30:43

itu sudah kesaring di awal sih. Jadi,

30:46

work etiknya sudah bagus-bagus. Hm. He.

30:48

Berarti Koko punya HRD-nya banyak dong

30:50

ya? Banyaklah. Karyawannya sekarang kan

30:53

udah berapa ya mau mau 10.000 ya di

30:56

Pustat G?

30:57

10.000 karyawan.

30:59

Gokil. Jadi yang tadi kalian dengerin,

31:02

jadi yang tadi teman-teman dengerin

31:04

omongannya Kok Endur soal karyawan dan

31:06

pekerjaan itu dengerin ini bos yang udah

31:08

punya 10.000 karyawan.

31:11

Tapi kokoku punya enggak sih ee

31:13

keputusan paling beresiko dalam hidup

31:16

yang bisa ngerubah hidup?

31:18

Wah,

31:20

saya itu selalu enggak berani mengambil

31:23

keputusan yang akan

31:26

meresikokan

31:28

saya

31:29

sehingga

31:30

saya juga enggak akan pernah dapat

31:32

jackpot dalam hidup saya.

31:33

Oh,

31:33

jadi enggak apa-apa. Itu bukan cuma uang

31:37

aja, Mas Ata. Ini juga masalah

31:40

happiness.

31:41

Hm.

31:42

Kalau saya tidak berani meresikokan,

31:44

enggak enggak berani terlalu stres, maka

31:47

saya enggak akan terlalu happy.

31:49

Ah,

31:50

tapi enggak apa-apa bagi saya. Yang

31:51

penting saya enggak enggak usah saya

31:53

hidup terlalu happy, saya mentok-mentok,

31:55

tapi yang jelas saya tidak meresikokan,

31:56

saya akan stres saya paling bawah.

31:58

Hmm.

31:59

Jadi grafiknya gitu, Mas Ata. Kalau kamu

32:01

mau bisa mental happy di sini, kamu

32:03

harus meresikokan kan ada kemungkinan

32:05

bisa stres di sini. Oke.

32:07

Kalau grafiknya kamu setting aja mau

32:08

segini atau setinggi ini atau segini.

32:11

Kalau saya segini aja. Jadi aman-aman

32:13

aja hidupnya. Boring enggak? Boring.

32:15

Enggak apa-apa.

32:17

Yang penting aman.

32:17

Iya. Ya memang hidupnya di finance

32:19

company kan. Finance company is boring

32:21

company kan.

32:22

Udah tahu udah ketaker untungnya berapa

32:24

udah ketaker

32:26

entar buka cabangnya berapa udah ketaker

32:28

semua. Boring company lah.

32:29

Oke. Jadi enggak ada resiko yang pernah

32:32

ambil.

32:33

Enggak ada. Enggak enggak mau ya. Enggak

32:35

mau

32:36

ada resiko itu enggak mau gitu ya. Bisa

32:37

aja misalnya sekarang tahun ini mau buka

32:39

kalau mau ambil resiko buka aja langsung

32:41

1000 cabang bisa ada ada uangnya bisa

32:43

tapi resikonya yang lama cabang ini bisa

32:45

ambrol karena manajemennya hancur

32:48

terus pusat gadainya bisa hancur juga

32:49

pusat emas juga hancur tapi kalau enggak

32:51

hancur akan melambung tinggi gitu

32:54

langsung

32:54

enggak usah deh gitu santai-santai aja

32:56

lah

32:57

pilih hidup tenang lah ya sekarang

32:59

pilih hidup tenang ya

32:59

ok bisa dibilang sekarang KW ini kan

33:02

juga invest di HSS

33:04

Heeh

33:05

nah waktu Koko invest di HS SS itu

33:07

beresiko atau enggak menurut Koko?

33:09

Ee kecil lah ya. Itu gini, kalau dari

33:14

portofolio aset saya

33:16

masuk di HSS itu kan sangat-sangat kecil

33:18

ya.

33:18

Oke.

33:19

Jadi kalaupun itu ada apa-apa tidak akan

33:21

mengganggu hidup saya makanya berani.

33:23

Tapi kalau portofolio aset saya waktu

33:25

itu masih kecil dan saya masuk HSS

33:28

ya mungkin itu bikin saya enggak tidur.

33:30

Wah besok ramei enggak ya? Besok PVV-nya

33:32

banyak enggak ya? Kalau sampai enggak

33:33

banyak itu saya enggak mau gitu. Saya

33:35

enggak akan masuk. Oke.

33:36

Kalau belum levelnya saya enggak akan

33:38

masuk gitu.

33:39

Hm.

33:40

Gitu.

33:41

Jadi Koko masuk ketika portonya sudah

33:43

tinggi.

33:43

Iya. Sekian persen kecillah. Tidak akan

33:45

mengganggu. Jadi dia mau ramai, mau

33:47

sepi, mau apa tidak akan mengganggu

33:49

pikiran saya baru saya masuk.

33:50

Berarti lebih bisnisnya happy-happy lah

33:51

ya.

33:52

I invest yang happy-happy aja. Karena

33:54

tapi target BP dong.

33:56

Ya haruslah. Kalau SS ya targetnya kepin

33:58

BEP selama ini rugi terus. Tapi yang

34:00

kemarin Paris itu akhirnya untung

34:03

walaupun kalah Parisnya.

34:05

kalah tapi untung enggak apa-apa gitu

34:06

ya.

34:07

Enggaklah ya kalau bisa menanglah tapi

34:10

enggak ada yang tahu kan menang atau

34:11

kalah itu.

34:12

Iya benar benar benar.

34:13

Tapi sekarang sudah BP investasi koko di

34:15

HSS

34:16

belum masih rugi kalau total all ya.

34:19

Tapi yang terakhir itu untung.

34:20

Oke.

34:21

HS kemarin tuh untung. Tapi kalau dari

34:22

awal sampai akhir masih rugi.

34:24

Koko ikutnya di holdingnya kan?

34:25

Di holding-nya salah satu anak

34:27

perusahaannya itu HSS gitu.

34:29

Oke. Berarti Koko masuknya di

34:31

Hollywing-nya.

34:32

Di H ya. Holy Wings itu di atas PT gede

34:35

itu Holy Wings, bawah itu HSS. HSS ini

34:38

nyuntik modalnya juga ngambil dari Holy

34:39

Wings. Enggak kita enggak store modal

34:41

lagi.

34:41

Oke.

34:42

Nah, itu kan di samping-sampingnya

34:43

mereka juga ada bisnis kayak Kub ada

34:45

Kub, ada FnB, ada kopi yang barusan buka

34:48

Nurul and Noval di Jalan Panjang sini.

34:51

Oh, iya benar. Ada pedal juga.

34:53

Ada pedal.

34:54

Nah, itu

34:55

ada atlas.

34:56

Kalau waktu Koko invest di atasnya udah

34:58

BP

34:59

belum juga.

35:00

Karena duitnya gimana mau BP di

35:03

terus-terusan buka

35:04

dibuka terus buka terus buka terus kan

35:06

enggak semuanya untung lah ada yang

35:07

tapi ada target BP-nya kapan?

35:09

Kalau per outlet itu targetnya 18 bulan.

35:13

Oke.

35:13

Per outlet kayak Nurul Noval gitu ya

35:15

baru buka ya. Kalau bisa 18 sampai du

35:18

enggak lah kalau kopi agak lama 18

35:21

sampai 30 bulan lah.

35:23

Oke. Oke. Itu koko ikut menentukan bikin

35:26

kopi atau semuanya ko

35:28

enggak enggak saya enggak ikut. Saya

35:29

fokusnya di pusat Gadai Indonesia sama

35:31

pusat emas. Itu aja udah stres, udah

35:32

waktunya udah

35:33

kebuang banyak ya.

35:34

Udah kebuang banyak malah ngurusin lagi

35:36

itu perusahaan orang. Ngapain diurusin?

35:38

Udah enggak usah. Udah

35:39

lebih takut gagal atau enggak dicoba

35:41

sama sekali?

35:43

Jadi saya itu akan masuk kalau risnya

35:46

itu kecil.

35:47

Oke.

35:48

Hasilnya boleh kecil sampai besar.

35:53

Masuk. Jadi resikonya kecil, hasilnya

35:55

kecil sampai besar baru saya masuk.

35:57

Kalau resikonya besar, hasilnya kecil

36:00

sampai besar, saya enggak mau masuk.

36:02

Oke.

36:02

Jadi yang dihitung pertama itu adalah

36:04

risk dulu.

36:05

Risk dulu ya.

36:06

Risknya harus kecil baru tanya untungnya

36:08

gede atau enggak. Kalau risnya sudah

36:10

gede enggak usah ditanya untung gede

36:11

atau enggak. Kalau orang kalau nawarin

36:13

bisnis,

36:14

He.

36:14

Yang dia sebutkan adalah untung dulu.

36:17

Betul.

36:17

Jadi kalau orang nawarin saya bisnis,

36:19

dia bilang bisa untung berapa, saya

36:20

enggak nanya. Saya mau tanya resikonya

36:22

apa? Resikonya sih gede sih. Enggak usah

36:25

diam aja. Udah, enggak usah nawarin saya

36:26

lagi dah. Saya enggak mau nawar gitu ya.

36:28

Iya, enggak mau.

36:29

Keras aja udah ya.

36:29

Enggak mau. Ngapain? Hidup sudah enak

36:31

kok. Enggak usah. Resiko gede-gede

36:33

enggak mau.

36:33

Kok ini bisa untung begini begini begini

36:35

begini. Resikonya apa? Resikonya rugi

36:37

kok. Udah enggak usah ya.

36:38

Ya ruginya berapa? Karena apa gitu loh.

36:40

Tertakar enggak gitu.

36:41

Berarti kokok kayak bis-bisnis tambang

36:43

gitu enggak ya?

36:44

Enggak. Enggak ngerti sih.

36:46

Bikin tambang emas gitu.

36:48

Waduh. Enggak enggak enggak ngerti.

36:49

Bukan bidangnya kali ya.

36:50

Dan risinya gede.

36:52

Enggak tahu juga. Enggak enggak paham

36:53

juga masalahnya. mau belajar juga di

36:55

situ. Enggak ada waktu. Dan udah

36:57

ngurusin pusat emas ini baru buka 7

36:58

bulan ramainya bukan main.

37:00

Setiap hari orang datang enggak tahu

37:02

banyak banget enggak tahu dia tahu

37:04

ads-nya sih. Saya pakai ads bagus sih.

37:06

Jadi ramai terus setiap hari masih harus

37:07

ditambahin. Setiap hari itu ada aja yang

37:10

ngajak bisnis bareng bahkan enggak usah

37:12

keluar modal yang penting Koko masuk

37:16

nanti ngajarin kita, mentoring kita

37:18

banyak banget. Setiap hari ada aja.

37:20

Waktunya sudah enggak ada masa

37:21

capek doang jadinya. Waktu saya itu

37:23

untuk kerja pusat gadai sama pusat emas

37:25

itu sudah habis, sudah enggak punya

37:28

waktu lain lagi untuk ngurusin lainnya.

37:30

Hm.

37:31

Jadi, Kokok bagi waktu dalam sehari

37:32

kayak gimana? Kapan olahraganya? Kapan

37:35

keluarganya? Kapan kerjanya?

37:36

Se sekarang itu saya tidur jam

37:40

09.00.

37:41

Harus tidur jam 09.00.

37:43

Ngantuk soalnya. Udah, makanya HSS

37:45

kemarin enggak datang. Sudah tahu bakal

37:46

ngantuk

37:48

jam bahkan kadang-kadang 0.30 bangunnya

37:51

jam .30.

37:52

Udah 6 jam seteng saya tidur.

37:54

Bangun jam .

37:55

Iya,

37:56

jam .00 pagi 3.30 ini ya.

37:57

Setiap hari?

37:58

Setiap hari. Setiap hari

38:00

ini.

38:00

Oke. Ini belajar ya, Guys, ya. Kalau mau

38:02

sukses gini nih.

38:04

Ini ini tanggal berapa sekarang? Tanggal

38:05

11 bulan 11 kan?

38:07

Iya.

38:08

Ini mana kameranya? Ini.

38:09

Iya.

38:09

Ini masa saya 11. Bulan 11 jam berapa?

38:11

Saya tidur jam 08.20. Bangun jam berapa?

38:13

Itu

38:14

jam .00.

38:15

Iya. Emang saya setiap hari gitu?

38:18

Terus udah pagi itu udah balasin WA-nya

38:20

orang. Kemarin kan orang-orang banyak WA

38:22

malam kayak tadi. Tadi pagi ini saya jam

38:24

5.00 ini sudah chatting sama orang yang

38:26

di Bali mau cari tempat buat pusat mas

38:28

cari tempat WA wa WA wa selesai.

38:30

Pokoknya jam 0.30 pagi itu saya udah

38:33

olahraga. Jam 5. Lewat itu saya sudah

38:35

minum prewalkout 0.30 sudah mulai

38:36

olahraga. Jam 06.00 saya sudah nge-gym

38:38

selesai jam 0.00 sauna dan lain-lain.

38:40

Selesai jam 08.00. Jam 08.00 sudah

38:42

sampai kantor. 8.00 lewat lah sekarang

38:44

sampai kantor.

38:45

Di kantor langsung ngantor

38:46

langsung ngantor. Jam 8.00 sampai jam

38:48

12.00 Siang itu saya benar-benar full

38:50

maraton meeting. Saya bisa meeting 5 6 7

38:53

meeting. Banyak banget

38:54

semuanya tentang pusat emas dan

38:55

pusat emas dan pusat gada. Ya udah

38:57

dari jam

38:57

ya. Adalah ada lainnya. Misalnya saya

38:59

kan sekarang di Hollyws itu saya ketua

39:02

CSR-nya Hawi Peduli itu kalau dia datang

39:04

seminggu sekali dua kali saya meeting

39:05

saya sempatkan waktu

39:07

terus saya ada masuk difluencernya

39:09

Samuel Kris sama clickbait-nya Thomas

39:12

itu kan media agency ya. Dia

39:13

kadang-kadang ketemu seminggu, 2 minggu

39:15

sekali ya saya sempatkan waktu untuk

39:16

mentoring lah.

39:17

Hm.

39:18

Kebanyakan saya di pusat emas dan pusat

39:20

gade itu sama Sinar Mutiara. Sinar

39:23

mutiara itu kan handphone-handphone-nya

39:25

pusat gada yang enggak ditebus itu juga

39:26

harus saya atur juga. Jadi tiga

39:28

perusahaan itu saya atur itu.

39:30

Oh. Jadi tiap hari semua orang report ke

39:32

kokoh gitu ya di meeting enggak ketemu

39:34

di meja meeting. Jadi meja meeting itu

39:36

saya bisa meeting 15 menit selesai ganti

39:38

orang. 15 menit selesai ganti orang

39:39

ganti orang setengah jam lah maksimal.

39:41

Oh

39:41

jadi untuk divisi-divisi itu saya

39:42

selesaiin selesai pokoknya harus jam

39:44

12.00. Jam 12.00 sudah saya makan siang

39:46

sudah selesai. Jam .00

39:47

networking lah ketemu orang-orang jam

39:49

.00 jam 3.

39:51

Setiap hari gitu. Jam .00 udah udah

39:53

harus sampai rumah.

39:54

Iya. Jam 3. Pokoknya sebelum matahari

39:57

terbenam saya pasti sampai rumah dari

39:58

dulu sampai sekarang.

40:00

Jadi ini ada yang ngajakin podcast saya

40:02

jam .00 malam enggak mau saya. Ada orang

40:04

ngajakin opening opening apa ya kemarin

40:07

restoran jam .00 malam. Enggak mau saya.

40:09

Kalau mau saya siang. Karena

40:11

pokoknya orang kalau ngajakin enggak mau

40:12

saya pokoknya matahari sebelum terbenam

40:15

saya di rumah. Matahari sudah terbenam

40:17

saya di rumah. Saya makan malam sama

40:18

istri saya.

40:19

Wah.

40:19

Jadi enggak mau saya

40:20

itu prinsip hidup.

40:21

Iya. Nyaman aja saya dengan kayak gitu.

40:23

Jadi saya enggak mau effort waktu saya

40:27

yang saya suka ini mengganti untuk cari

40:29

uang. Saya enggak mau gitu loh.

40:31

Main sama anak.

40:32

Main sama anak di rumah. Ya bisa jadi di

40:35

rumah main game saya main Dotak.

40:37

Pokoknya di rumah meime gitu loh.

40:39

Oh. makan malam sama istri, main Dota,

40:42

nyantai-nyantai, lihat YouTube, lihat

40:45

podcast, lihat apa aja. Pokoknya waktu

40:47

yang saya mau itu enggak boleh

40:48

dikorbankan untuk mencari uang.

40:51

Oh, gitu.

40:51

Gitu. Jadi ada kebebasan dalam diri

40:53

sendiri gitu ya.

40:54

Ee ditakerlah untuk kerja itu saya

40:57

maunya segini gitu.

40:58

Oke

40:58

ya. Kecuali orang yang umur 20-an ya.

41:00

Jangan ngikutin saya umur 20-an ya kamu

41:02

gas terus. Kamu masih banyak energinya

41:04

jangan ngikutin saya. Saya sudah 40 ini.

41:08

Ini ini bisa dipelajari ya.

41:10

Jadi kalau kita lihat banyak jadwal

41:12

orang sukses bangun jam .00 subuh itu

41:14

ada benarnya ya.

41:15

Heeh.

41:15

Jadi olahraga kokok enggak ada yang

41:17

selain gym kayak pedle atau main bola

41:19

gitu.

41:20

Enggak ada. Saya gym doang.

41:22

Gym aja.

41:22

Gy lari seminggu sekali gitu.

41:24

Jadi kalau kayak kemarin nonton kita

41:26

nonton Central Sea itu Koko kan harus

41:28

malam harus di sana.

41:29

Loh. Kalau saya ke klub itu seminggu

41:31

sekali. Oh oke.

41:33

Weekend mungkin Jumat gitu sama

41:34

teman-teman Hollyw sama teman-teman lain

41:37

lah. Ada beberapa teman-teman yang

41:39

circle-circle dekat gitu sama

41:40

teman-teman anak-anak karyawan PGI juga

41:43

sama yang dekat-dekat ya. Saya ke klub.

41:46

Ke klub saya enggak ngantuk karena saya

41:48

minum ya. Kalau minum itu jadi enggak

41:49

ngantuk. Tapi seminggu sekali saya

41:50

Oh itu pasti ada juga waktu kayak gitu.

41:52

Seminggu sekali. Jadi itu biasanya makan

41:54

malam itu itu kalau Jumat itu makan

41:56

malam biasanya di restoran di Sushi Toku

41:58

itu restoran sendiri kan. makan sama

42:00

teman-teman semua terus lanjut ke Holy

42:02

Wings. Selesai pulang udah itu besoknya

42:05

enggak bisa nge-gym Sabtu karena teler.

42:07

Nah, terus tapi nanti Minggu sampai

42:09

Jumatnya nge-gym. Jadi seminggu saya

42:10

nge-gym pasti en kali en kali en kali.

42:12

Terus kalau saya enggak ke Holy Wings ya

42:14

berarti terus nge-JYM 14 hari ajar

42:16

terus.

42:17

Oke,

42:17

gitu kehidupan saya.

42:22

Jadi waktunya nih seru juga nih. Aku

42:24

tadi tadi ngikutin uh skedulnya seru

42:26

juga jam .00 tuh harus di rumah itu aku

42:28

mungkin kayaknya umur aku 40 aku harus

42:30

kayak gitu deh

42:31

jam .00 gitu sebelum

42:32

enggaklah tergantung kesenangan aja kan

42:34

setiap orang kalau yang penting gini

42:36

yang kamu happy itu kamu melakukan apa

42:38

lakukan jangan sampai kamu kepengin

42:39

melakukan apa kamu korbankan demi

42:41

mencari uang intinya gitu sih

42:43

gitu ya

42:44

tapi kalau kamu happy malam kerja cari

42:46

uang dan kamu happ lebih happy itu

42:48

daripada kamu santai-santai ya lakukan

42:50

dong

42:51

kalau saya lebih happyyan saya kalau

42:52

malam itu santai-santai aja sama

42:53

keluarga gitu loh

42:54

stressfulnya biar hilang ya

42:56

iya jadi tergantunglah jangan sampai

42:58

kamu mengorbankan waktu untuk sesuatu

43:00

yang kamu enggak suka demi uang

43:02

dalam nih quot-nya FYP nih.

43:07

Tapi kalau misalnya misalnya nih ini

43:09

amit-amit ya ini amit-amit. Suatu hari

43:12

Koko tiba-tiba uangnya semua hilang nih

43:14

jadi nol.

43:15

Misalnya ini kan misalnya nih

43:17

uang Koko semuanya hilang jadi nol.

43:19

Apakah Koko akan bisa sukses lagi?

43:21

Belum tentu.

43:22

Belum tentu.

43:22

Belum tentu.

43:24

Apa hal yang akan pertama kali Koko

43:25

lakuin ketika nih uangnya habis

43:27

tiba-tiba semuanya hilang? Terjadilah

43:29

suatu hari, apa hal pertama yang harus

43:31

Koko lakuin?

43:32

Kalau ngelamar di sini diterima enggak

43:34

ya?

43:36

Gantiin ini yang kurang kurang kurang

43:38

rajin ganti. Saya gantiin satu saya

43:39

belajar bentar bisalah

43:42

mental yahat langsung cari peluang.

43:45

Enggak sih saya, Pak kalau saya mulai

43:47

dari nol tapi punya skill yang sekarang

43:50

oke

43:50

itu saya gampanglah untuk menjadi ya

43:53

mungkin sesukses sekarang mungkin belum

43:56

tentu tapi kalau cuma financial freedom

43:58

R00 juta setahun pasti bisalah saya

44:01

oke

44:02

karena kan saya punya skill-nya saya

44:04

punya network-nya kan gampang deh

44:06

misalnya enggak usah Rp500 juta cari 50

44:07

M setahun aja gampang misalnya dari nol

44:09

nih saya langsung ngadap ke Mas Ata Mas

44:11

Ata saya ide bisnisnya gini saya enggak

44:14

usah digaji dulu Dulu saya akan saya

44:16

digaji R5 juta aja deh yang penting saya

44:17

bisa makan. Saya menghasilkan Masta

44:19

sampai uang segini baru kita bagi hasil.

44:21

Enggak mungkin enggak mau.

44:22

Iya benar juga ya. Engak mungkinak mau.

44:24

Seksi banget penawarannya. Mas Atta

44:26

kasih karyawan untuk megang keuangan.

44:28

Saya enggak mau megang uang. Saya yang

44:29

jalanin semuanya. Gaji saya R5 juta

44:31

doang. Saya buktiin dalam setahun saya

44:33

bisa menghasilkan uang.

44:35

Uh.

44:35

Kalau saya tidak terbukti ya sudah saya

44:36

dapat R5 juta doang aja. Uang juga

44:38

enggak mungkin saya makan kan. Mas yang

44:40

pegang kok karyawannya.

44:42

Iya iya iya iya. Pasti dalam waktu

44:44

berapa lama juga 50 m setahun. Gampang

44:46

fuh

44:47

gitu.

44:48

Oke, berarti teman-teman harus punya

44:51

mentalitas kayak gitu ya.

44:52

Iya kan?

44:53

Mungkin terakhir tadi kan Koko bilang

44:55

karena Koko punya networking.

44:57

He.

44:58

Banyak teman-teman bilang kalau kita

45:00

hidup ini enggak punya networking, apa

45:02

yang harus kita bikin?

45:03

Nah, dua. Satu mungkin kamu kerja ikut

45:07

orang dulu itu kan mulai

45:08

mencari networking.

45:09

Itu kan networking sama teman-teman ini

45:11

sama atasan. Kamu lihatlah kamu kerjanya

45:12

di perusahaan yang mana. Itu networking

45:14

secara internal doang. Itu kedua ya

45:16

mungkin personal branding lah ya.

45:18

Oke.

45:19

Kalau paling gampang personal branding

45:20

sih pelajarin aja orang-orang yang

45:22

terkenal itu videonya itu bahas apa,

45:25

angle-nya gimana, editingnya gimana.

45:28

Kan personal branding itu gratis ya.

45:30

Ngpost-ngepost terus aja kan.

45:31

Iya.

45:31

Sehari nge-post 50 kali juga enggak

45:33

apa-apa. Eh, saya lucu loh Mas T. Saya

45:35

kemarin

45:36

saya biasanya kalau nge-post di

45:37

Instagram itu Mas T sehari satu. Oke.

45:41

Katanya diajarinnya sehari satu supaya

45:43

bisa naik atau sehari dua

45:45

maksimal.

45:46

Terus kemarin itu acaranya ulang

45:48

tahunnya Dr. Richard saya ketemu Big Mo.

45:50

Oke.

45:51

Big M dia habis bikin konten pulangnya

45:54

dia 5 menit dipost 30 konten. Ini orang

45:58

gila saya kira Wi tapi naik juga. Jadi

46:00

sejak saya itu saya coba Mas udah

46:02

sekarang saya dapat editan dari orang

46:04

ada 5 ada en langsung saya post dalam

46:06

waktu 1 menit sama aja loh hasilnya

46:07

ternyata benar loh

46:09

digel

46:10

digels enggak apa-apa sama aja ternyata

46:11

hasilnya artinya saya mau ngomong gini

46:14

personal branding itu kan ngpost-ngepost

46:16

doang edit ngepos doang ya kan

46:17

pelajarnya enggak naik berarti kamu

46:18

harus ganti-ganti personal branding

46:19

kalau kamu sudah berhasil kamu

46:20

networkingnya gampang kalau followermu

46:22

bisa 10.000

46:24

atau bisa 100.000 Ibu, kamu DM orang

46:27

kemungkinan dibalasnya lebih gede gitu

46:29

loh. Karena kamu bagus kan,

46:30

networkingnya lebih gampang.

46:31

Iya. Orang tahu.

46:32

Iya. Oke. Tapi untuk sekelas K Andrew

46:35

yang sudah punya karyawan puluhan ribu,

46:37

sudah punya penghasilan gede dan

46:39

lain-lain, kenapa masih butuh personal

46:41

branding lagi? Kenapa masih butuh

46:43

posting sosial media lagi? Gitu.

46:45

Nah, ini lucu nih. Dulunya itu

46:49

enggak ada niat.

46:51

Saya bikin konten pertama saya coba

46:53

supaya bisa naik enggak di video gini

46:55

ngomong bikin konten. Woh saya sangat

46:57

enggak nyaman Mas Ata

46:58

sangat enggak nyaman ngomongin bikin

47:00

satu konten satu atau dua maksimal saya

47:02

bikin konten. Habis itu enggak mau lagi

47:03

saya sekarang setiap podcast ini nanti

47:06

saya punya karyawan bagian ngedit itu ya

47:08

dia potongin podcast-podcast ini aja

47:09

entar saya post. Sudah gitu doang.

47:11

Makanya kalau dilihat dari Instagram

47:12

saya itu enggak ada bikin konten.

47:14

Oh enggak ada.

47:15

Enggak ada. Cuma motongin ini ini doang.

47:17

Oh tadinya tuh sempat syuting-syuting

47:19

sendiri gitu

47:20

enggak? Waduh, enggak bisa ternyata.

47:21

Padahal pengin loh. Apalagi kemarin

47:23

lihat award-nya YouTube ya.

47:25

Heeh.

47:25

Kok seru banget ya. Saya mikir, "Wah,

47:27

saya harus bikin YouTube nih. Keren

47:29

masuk acara gitu." Tapi kok kayaknya

47:32

enggak mulai-mulai ya. Ya, ini loh

47:33

penyakitnya ini kepengin tapi enggak

47:35

mulai-mulai

47:35

kepikiran gitu ya.

47:36

Iya. Wah, keren banget gitu. YouTube itu

47:38

kan sosm paling keren ya menurut saya

47:41

ya. YouTube terus Instagram baru TikTok

47:43

gitu kan.

47:44

Iya.

47:45

Paling level tertingginya itu pada saat

47:46

YouTube kan.

47:47

YouTube. YouTube itu level tertinggi

47:48

karena paling susah bikinnya kan. Karena

47:50

paling dan

47:51

harus lebih lama waktu durasinya.

47:53

Oh,

47:54

terus kita nge-engage view-nya kan lebih

47:55

susah.

47:56

Lebih susah kan ya subscriber juga lebih

47:58

susah pasti kan.

47:59

Susah banget. Dulu tuh kita mau ngejar

48:01

di YouTube tuh enggak segampang itu.

48:03

Makanya waktu dulu aku kejar YouTube tuh

48:04

aku bisa tidurnya cuma 3 jam sehari buat

48:06

ngejar subscriber nomor satu Asia itu.

48:08

Iya. Iya kan?

48:09

Cuman tidurnya 3 jam. Kalau upload dua t

48:13

video panjang sehari. Bukan video

48:15

sekarang udah dikliper ya.

48:17

Oh iya beda.

48:18

Beda. Jadi harus nge-vlog. tiga kali.

48:20

Jadi satu vlog itu syutingnya bisa 6

48:22

jam.

48:23

Luar biasa. Loh waktu itu kan Masta

48:26

waktu nomor satu terus siapa? Jess No

48:29

Limit ya? Nomor dua ya?

48:30

Habis itu enggak nomor dua Ricis.

48:32

Oh. Oh. I

48:33

lama tuh aku dari 2018 sampai 2000

48:36

pokoknya 4 tahun lah. 4 tahun aku nomor

48:37

satu. 4 tahun 5 tahun.

48:38

Nah. Terus si Jess No Limitnya

48:40

ee aku eh Jess No Limit di 2002 kalau

48:44

enggak salah ya 2024 apa 2002. Oh,

48:47

baru-baru ini ya? Nomor

48:49

satu dia

48:49

nomor satu.

48:50

Tapi udah enggak bisa di Asia karena

48:52

Asianya sudah dipegang India.

48:54

Oh, itu just No Limit itu 24 jam loh

48:56

mainnya.

48:57

Iya

48:57

ada 24 jam.

48:59

20 20 jamak

49:01

tidurnya.

49:02

Tapi itu gila emang dia memang harus

49:05

pengorbanan sih.

49:06

Tapi emang waktu itu waktu aku ngerasa

49:08

wah Jus No Limit udah kencang semua udah

49:10

kencang. Aku bilang aku kejar lagi. Ah

49:12

makin panas ya.

49:13

Tapi enggak aku udah enggak ada jiwa

49:14

panasnya kok.

49:15

L terus gimana? Ya udah, aku ngerasa aku

49:17

udah punya anak nih, aku udah enggak

49:18

punya energi.

49:19

Iya, dia masih single ya.

49:21

Heeh. Aku udah enggak punya energi itu.

49:23

Aku udah udah kayak misalnya aku

49:24

sekarang ngelihat Just No Limit, lihat

49:26

Wiri Salim, ngelihat semua udah senang

49:28

aja ngelihat mereka kayak wah nih energi

49:29

gua yang dulu nih.

49:30

Memang memang harus energi segede itu ya

49:32

untuk

49:32

Iya. Karena kayak beneran loh bikin

49:35

konten lu mau jadi nomor satu itu jam

49:38

tidur pasti terkuras.

49:40

Iya semuanya lah bukan bikin konten

49:42

doang. Kalau kamu mau jadi nomor satu

49:43

itu pasti pengorbanannya udah lebih dari

49:46

dulu aku bahkan sampai nge-printin semua

49:48

penumbuhan subscriber orang di Indonesia

49:50

dan di dunia.

49:51

Iya itu keren itu.

49:52

Jadi aku tuh sampai kayak ngelihat chart

49:54

saham kenapa orang ini ee bisa ngalahin

49:57

ee dulu tuh belum ada Mr. Beast, Mas.

49:59

Dulu aku bahkan lebih gede dari Mr. Be

50:01

sampai aku tuh balapannya

50:03

balapannya tuh sama Logan Paul sama Jack

50:05

Paul.

50:05

Wih gila ya.

50:06

Sama KSI. Dulu aku balapannya gitu tapi

50:08

dari Asia.

50:09

Oh

50:09

running tuh Mas dulu balapan. Dulu salah

50:12

satu idola aku kan kayak siat waktu aku

50:14

bisa ngalahin dia aja di 10 juta

50:16

subscriber dan aku itu 10 juta

50:18

subscriber pertama di Asia.

50:19

Jadi dulu aku di Asia yang nerima

50:21

diamond play button pertama, Mas.

50:23

Dulu aku balapan sama India.

50:25

Jadi Indonesia udah kelewat habis

50:26

balapan sama India menang tuh lawan

50:28

India. Tapi setelah aku punya anak

50:30

kayaknya aku energi untuk aku tuh harus

50:32

ngantarin anak sekolah pagi-pagi aku

50:34

sudah harus bangun.

50:35

Terus aku kayak waktu masih bayi aku

50:37

ngerawat. H

50:38

pas malamnya juga kadang nangis aku udah

50:41

nyiapin susu.

50:42

Iya. Iya.

50:43

Terus habis aku bikin konten, aku udah

50:46

enggak mau tuh nyari konten viral. Terus

50:47

aku harus jauh pergi. Kayak dulu

50:49

misalnya lagi viral, Om Telolet Om, aku

50:51

bikinlah Om telolet om ny ee ngcewa

50:54

basyawa ini apa

50:56

bikin set gitu kayaknya. Aduh aku

50:59

kayaknya

51:00

kayaknya effort itu enggak ada ya. Hajar

51:02

terus pokoknya effort segede apap pun

51:03

hajar ya. Enteng itu pokoknya ya. ajar

51:06

kok mau dulu ada ee Lamborghini dijadiin

51:10

prank apa semua aku bikin

51:12

semua

51:13

sampai trending misalnya orang besoknya

51:15

nih kenapa dia bisa dapetin 10.000

51:17

subscriber per hari.

51:19

Oke aku harus ngejar 15.000 berarti nih

51:21

15.000 itu dengan gimana? Oh ada

51:23

giveaway, ada bikin konten ini, ada

51:25

bikin musik, ada bikin apa. Sampai aku

51:28

tuh pernah satu hari penambahan

51:29

subscribernya tuh Rp150.000.

51:31

Wah gila

51:32

per hari

51:33

gara-gara apa itu? itu waktu itu kita

51:35

bikin kontennya itu tentang ee sama

51:39

adik-adikku.

51:40

Oh,

51:41

lomba challenge. Wah, tiba-tiba lagi

51:43

gede nih challenge. Mainin challenge.

51:45

Semua challenge-nya paling ini kita coba

51:47

lah. Tapi habis itu challenge sudah

51:48

mulai turun. Apalagi ya dalam 3 hari itu

51:50

berganti lagi kok. Seminggu depan udah

51:52

beda lagi trennya. Wah, cover lagu ini

51:55

bang.

51:55

Sekarang yang masih YouTube siapa ya,

51:57

Mas? Mas sama adik-adiknya semua masih

51:59

masih ngeyoutube cuman kita kan udah

52:01

shifting kan. Sekarang kan YouTube itu

52:03

lebih ke udah podcast, Mas.

52:05

Oh,

52:05

sekarang challenge gitu-gitu udah di

52:07

TikTok sama IG.

52:08

Nah, aku sekarang ngejar ke TikTok

52:10

menuju R juta aja aku udah bersyukur

52:12

kayak IGUku masih menuju R0 juta, TikTok

52:14

menuju R juta, itu aku sudah bersyukur.

52:17

Maksudnya di era anak muda yang sekarang

52:19

nih dengan

52:20

puluhan ribu kreator mungkin setiap

52:22

seminggu hadir mungkin ratusan ribuan

52:25

aku bisa keep up dengan

52:26

Iya. Ya kerenlah. Aku dapat aku dapat

52:29

repot 1 bulan aku masih dapat 200 juta

52:31

penonton. Masih oke

52:33

di

52:34

di TikTok, IG,

52:36

di Cliper kadang-kadang R00 juta kemarin

52:38

aku dapat laporan di TikTokku aja

52:39

kemarin 220 juta penonton 1 bulan aku

52:42

bilang, "Oh, oke loh dengan populasi

52:44

rakyat segini ya."

52:45

Iya.

52:46

Jadi aku tapi udah enggak ngejar yang

52:47

kayak

52:48

wah ini ada e kreator bisa live 24 jam.

52:51

Aduh aku udah

52:52

effortnya udah enggak nyampai separuhnya

52:53

dulu lah ya.

52:54

Iya kayak udah. Nah, aku tuh enggak udah

52:56

kayak koko nih. Heh,

52:57

enggak mau ngorbanin kesenangan aku buat

53:00

nyari duit.

53:01

Jadi, kalau misalnya aku lagi senang

53:02

pedel sama futsal,

53:04

aku ditaruh jam di situ, aku harus kerja

53:06

sor nih.

53:07

Pedle dulu,

53:08

pedel dulu, Mas. Ada kerjaan nih live

53:11

dari jam segini.

53:13

Udahlah ya,

53:15

aku kayak,

53:16

"Aduh, aku tuh enggak mau ngorbanin aku

53:18

lagi senang ini, lagi senang gitu."

53:19

Betul ya. Dulu memang lagi senang

53:21

ngonten itu

53:22

diajak ketemu orang enggak mau. Saya

53:24

lagi mau ng

53:24

enggak mau saya mau ngonten.

53:25

Fokusnya yang kita iya bagus

53:28

ada fase-fase hidup yang merubah diri

53:30

kita. Aku lihatnya gitu. Nah sekarang

53:32

kayak aku belajar sama Koko. He.

53:34

Wah gokil ya. Aku bisa enggak ya bangun

53:36

jam . Terus aku harus udah pulang nih

53:37

jam .00.

53:40

Aku udah mulai mikir nih sekarang. Uh di

53:42

umur 40 nih kayaknya jalan pikirku udah

53:44

mulai gini. Kayaknya aku meeting ini

53:45

harus 15 menit. Karena biasanya aku

53:46

meeting sejam, sejam setengah itu

53:48

wasting time banget. kayaknya aku harus

53:51

bisa nih. Tadi aku lihat, wah meeting 15

53:53

menit ternyata bisa ya.

53:54

Karena meeting itu juga saya kepengin

53:56

bikin anu sih ngajarin online waktu

53:59

nanti. Meeting itu yang bikin 1 jam

54:01

sampai 1 jam seteng itu banyak yang bisa

54:04

dieliminasi. Contohnya pada saat kita

54:05

masuk meeting orang masih

54:06

ngerapi-ngerapiin kursi lah, masih

54:08

nunggu penuh lah, masih nunggu slide

54:10

lah, slide-nya belum dicolok lah,

54:13

PPT-nya dia enggak sempurna lah, jelek

54:16

lah. Itu kan harusnya bisa di sebelumnya

54:18

udah dicek dulu sama orang kita PPT kamu

54:20

udah bener enggak

54:21

di situ. Kokok omelin

54:22

enggak udah dia udah tahu kalau meeting

54:25

sama Pak Andre PPT-nya ini udah harus

54:27

benar, persiapannya sudah harus benar.

54:29

Begitu Pak Andre masuk ini sudah

54:30

langsung

54:32

langsung mulai. Kayak tadi nih sebelum

54:34

saya

54:34

Heeh.

54:35

ngecek ruko itu kan saya meeting dulu

54:36

tuh.

54:37

Oke.

54:37

Jam 09.00 tadi di kantor

54:40

orangnya itu dari vendor. Perkenalan

54:42

saya perkenalan saya dari vendor gini

54:43

gini gini gini. Terus tim saya dari tim

54:46

Pak Andre ada yang mau kenalan? Enggak

54:48

ada. Cepetan mulai. Udah enggak ada

54:49

basa-basi. Udah waktunya udah enggak ada

54:51

buat basa-basi. Udah cepetan kamu

54:53

presentasi to the point udah selesai

54:55

gitu.

54:56

H.

54:56

Jadi itu banyak yang bisa dieliminasi

54:58

kalau mau packin waktu ya.

55:01

Oke

55:01

gitu. Jadi itu aku harus belajar

55:03

cuma karena kita budaya timur susahnya

55:05

Mas Ata.

55:05

Iya. Belum lagi yang ngaret.

55:07

Waduh. Kalau ngaret sih enggak lah.

55:08

Kalau ngaret kayak jarang lah kayak

55:10

harusnya ya.

55:11

Ada juga meeting nanti dia menuju dari

55:13

sini ke sininya kena macet.

55:15

Mungkin Mas Ata terlalu baik ya. Jadi

55:16

orang masih berani ngaret.

55:18

Enggak ada sih selama ini.

55:19

Oh kalau Kok ngaret sudah tinggal gitu.

55:21

Tinggal udah meeting lagi nanti kamu

55:23

enggak tahu kalau enggak bulan depan

55:24

berarti sudah enggak ada meeting lagi

55:25

sama kamu.

55:28

Oh sama karyawan harus gitu ya.

55:30

Oke, saya akan terapin itu ya. Siap-siap

55:33

ya tim saya ya. Kalau saya sudah

55:35

meeting, kalau kamu sudah hadir telat

55:37

dua kali mungkin saya sudah enggak

55:38

meeting lagi sama kamu ya. Terima kasih

55:40

ya. Jangan meeting lagi sama saya.

55:43

Wah, ini kita belajar tadi tentang harta

55:46

tahta. Oh, belum ya? Enggak harta tahta

55:49

wanita sosial media.

55:52

Sekarang nambah nih kan sosial media.

55:53

Iya.

55:54

Kenapa sekarang orang semua yang sudah

55:55

berharta pengin punya sosial media

55:57

menurut Koko?

55:58

Kayaknya enggak semua lah ya. Tapi ada

56:00

yang beberapa mau.

56:01

Tapi kenapa Koko milih yang punya sosial

56:03

media dan aktif di sosial media di saat

56:05

ada juga pengusaha yang dia low key, dia

56:07

enggak mau kelihatan di sosmate, dia

56:09

enggak mau.

56:10

Kebanyakan lowy sih sebenarnya, cuma

56:12

saya itu kebetulan aja waktu itu kenal

56:15

sama Bang Otman terus dipost-post terus

56:17

sama Bang Otman naik kan di

56:19

oke

56:19

gendong sama Bang Otman naik. Udah naik

56:21

tapi enggak bikin konten. Terus diajak

56:23

podcast sama Dr. Richard awalnya.

56:25

Oke.

56:25

Diajak podcast langsung viral. Terus

56:27

podcast kedua sama Timoti viral lagi.

56:30

Jadi otomatis naik terus saya enggak ada

56:32

effort juga tinggal motong-motong doang.

56:34

Biarin terus kenapa kok dipotong-potong

56:36

terus? Saya merasakan

56:39

ada positifnya. Positifnya lebih banyak

56:42

dari negatifnya.

56:42

Ada

56:43

contohnya kalau saya enggak branding

56:47

mungkin enggak kenal Mas Ata.

56:49

Oh iya iya iya.

56:51

Kita enggak tahu tentang Mas.

56:52

Enggak tahu Mas enggak tahu saya kan.

56:54

Iya iya.

56:55

Akhirnya jual jual masnya mungkin bukan

56:56

saya. Iya. Iya kan sayaak

56:59

mungkin karena personal branding emas

57:01

kemarin. Oh wow juga emas lagi naik nih.

57:03

Iya kan karena gitu terus pusat emasnya

57:05

jadi orang-orang 8090% yang ke pusat

57:09

emas itu tahunya dari punyanya Korew dan

57:12

KoR ini

57:14

kan personal brandingnya transparansi.

57:15

Kalau di pusat emas itu transparan harus

57:17

jujur. Jadi orang kalau jual emas di

57:19

pusat emas itu ya percaya gitu loh.

57:21

Tahu ownernya siapa.

57:22

Tahu ownernya siapa. Tahu pasti enggak

57:23

ditipu. Kalau 18 karat ya dibayar 18

57:25

karat. Jadi sekarang sekarang ramai

57:27

terus dan saya itu enggak enggak mau

57:29

berhenti sampai situ. Saya harus terus

57:31

meeting ke karyawan saya bahwa dia harus

57:33

amanah. Jangan sampai kamu curang.

57:36

Karena kalau kamu curang, nama saya yang

57:37

jelek nih.

57:38

Makanya saya meeting terus gitu.

57:40

Meeting itu memastikan karyawan kerjanya

57:42

benar.

57:42

Memastikan. Iya. Karena banyak 19 karat

57:46

nih dibayarnya 18 dibayarnya 17. itu kan

57:49

saya yang kena nanti.

57:51

Berarti bisa dibilang sekarang tuh benar

57:53

ya kalau orang bilang sekarang tuh era

57:55

founder era.

57:56

He.

57:56

Era founder era. Jadi

57:59

jadi katanya founder-founder ini tuh

58:01

harus

58:02

muncul jadi orang lebih teras sama

58:04

brandnya gitu.

58:04

Muncul ya itu pasti. Tapi belum bukan

58:08

berarti kalau enggak muncul itu enggak

58:09

bisa maju. Banyak juga yang bisa maju.

58:12

Cuma itu nilai plus lah.

58:13

Nilai plus. Tapi Koko pilih yang

58:15

sekarang maju.

58:16

Nil. Tapi personal branding-nya juga

58:18

harus benar sesuai dengan apa yang

58:20

kehidupan dia gitu loh.

58:21

Hm.

58:22

Saya enggak setuju kalau orang personal

58:24

branding itu dia udah tanya duluan,

58:27

"Saya mau menampilkan apa ya personal

58:30

branding saya?" Ya udah hidup kamu aja

58:32

udah hidup kamu apa ya apa gitu.

58:34

Jangan nanya ya.

58:35

Iya. Jangan jangan kamu mau bikin apa

58:37

ya? Saya mau menampilkan tu saya itu

58:39

sebagai apa. Udah enggak. Hidup kamu itu

58:41

kamu personal brandingkan.

58:42

Iya iya iya.

58:43

Kalau memang kamu enggak naik berarti

58:44

hidupmu enggak menarik.

58:47

Sesimpel itu ya.

58:48

Iyalah enggak mungkin. Tapi hidup itu

58:49

pasti menarik. Setiap orang itu punya

58:50

hidup menarik. Tinggal angle kita mana

58:52

yang mau disampaikan kan.

58:54

Iya.

58:54

Enggak mungkin. Pasti menarik.

58:56

Tapi dulu kan aku lihat personal

58:57

branding Koko itu awal-awal orang

58:59

ngegerebek garasinya mobilnya banyak

59:01

segala macam. Aku lihat udah mulai.

59:03

Enggak, enggak ada. Enggak ada. Enggak

59:04

ada. Digerebek itu sama Roy Ricardo.

59:08

Roy Ricardo sama kalau enggak salah aku

59:10

lihat ada di IG-nya Bang Hotman.

59:13

Oh itu waktu Imlek.

59:14

Iya aku lihat. Aku pertama kali lihat

59:16

Kok. Wih, canggih juga nih. Koko. Siapa

59:19

nih? Kok Andrew.

59:20

Mobilnya canggih-canggih juga. Aku kan

59:22

karena suka otomotif. Jadi kalau mataku

59:23

ngelihat otomotif dar

59:24

langsung kena ya.

59:25

Kena mataku

59:26

enggak lah. Itu waktu itu Imlek pas

59:28

pindah rumah baru.

59:29

Oke.

59:30

Jadi pas houseewarming sama Imlek

59:32

dibarengin semua datang.

59:34

He

59:34

terus ya udah namanya pada ngumpul semua

59:36

bikin konten di situ.

59:39

Terus habis itu Roy Ricardo lihat dia

59:41

mau grebek juga. Saya bilang, "Wah,

59:43

enggak bisa. Ini tempat privasy gitu.

59:45

Akhirnya mobilnya aja saya bawa ke

59:47

kantor ya. Jadi seolah-olah kamu grebek

59:49

kantor aja deh.

59:50

Viral juga

59:51

viral

59:52

gitu. Nanti nanti mobilnya saya bawa ke

59:54

pusat mas nanti Bang Ata ke pusat Mas

59:57

Gerebek pusat mas ada mobilnya.

1:00:00

Mobil masih ada semua kok atau udah

1:00:02

ada. Ada kan dijual enggak laku

1:00:05

jadi disimpan. Lah masih ada.

1:00:08

Tinggal apa aja nih sekarang atau

1:00:09

Ferrari yang SF90 itu ada

1:00:12

Rollroce ada.

1:00:13

Ada ada. Ada ya? Enggak, enggak

1:00:15

banyaklah. Entar saya bawa.

1:00:18

Oke. Tapi enggak beredar sekarang di

1:00:19

mana-mana.

1:00:20

Enggak pernah dipakai.

1:00:21

Iya kan?

1:00:22

Itu benar-benar ditaruh doang.

1:00:23

Bayar pajak doang kan?

1:00:27

Ya haruslah kalau pajak.

1:00:28

Iya. Maksudnya bayar pajak doang jadinya

1:00:29

enggak dipakai.

1:00:30

Tapi ada happiness sih walaupun enggak

1:00:33

dipakai.

1:00:34

Jadi pada saat kita pulang rumah, kita

1:00:36

lihat mobil itu walaupun enggak dipakai

1:00:38

itu ada happiness bahwa selama ini saya

1:00:41

kerja itu ada hasilnya. Ini achievement

1:00:43

saya.

1:00:43

Wah,

1:00:44

itu ada sih perasaan.

1:00:45

Jadi saya enggak usah ngejawab ya,

1:00:46

kenapa harus punya mobil.

1:00:49

Ada. Ada kan perasaan lihat mobil itu.

1:00:51

Iya. Dilihat-lihat aja padahal ya.

1:00:52

Iya. Lewat doang itu sebelum masuk rumah

1:00:54

lihat waduh puas saya kerja itu ada

1:00:57

hasilnya gitu.

1:00:58

Tapi kalau dipakai juga kita degdegan ya

1:01:00

sekarang

1:01:02

dengan jalanan ini

1:01:04

Oh enggak nyaman sih. Saya pakai itu

1:01:06

kadang-kadang itu kalau kan bangunnya

1:01:07

pagi tuh saya jam .30 itu kadang-kadang

1:01:10

itu muterin tol dalam kota itu kan

1:01:12

kira-kira 40 menit

1:01:13

keliling naik mobil ya?

1:01:14

Iya.

1:01:15

Oke.

1:01:16

Kalau naik Ferrari itu ya masih enak ya.

1:01:19

Kalau naik Rollroce bisa ngantuk-ngantuk

1:01:21

loh saya.

1:01:23

Beneran ngantuk-ngantuk bosen gitu.

1:01:27

Ada yang pakainya gitu doang.

1:01:28

Lampu sudahudah dijual kemarin?

1:01:30

Lambunya laku itu yang 8

1:01:31

8 mm rugi itu

1:01:33

urusnya masih ada?

1:01:34

Urusnya dijual juga. Jadi waktu itu di

1:01:36

udah garansinya habis. Jadi kalau

1:01:37

garansi habis, jual aja lah. Malas ya

1:01:39

dulu masih ngurusin gitu. Kalau garansi

1:01:41

habis nanti ada rusak-rusak kan ke

1:01:42

bengkel lah kena R00 juta, 700 juta

1:01:45

sekali bengkel kan gitu kan.

1:01:47

500, 250 itu minimal udah Rp0 juta itu

1:01:50

udah happy-happy kita. Hah cuma 80 ya

1:01:52

kalau rusak itu senang-senang banget kan

1:01:53

mobil gitu kan ratus berapa ratus gitu

1:01:55

kan.

1:01:56

Itu kan enggak enak ya setiap hari udah

1:01:57

jadi garansinya habis jual.

1:02:00

Daily-nya pakai apa? Tapi Koko daily

1:02:02

sama sopir. Oh naik Lexus. Lexus aja lah

1:02:04

sama supir aja lah.

1:02:05

Enggak pakai Ross Ross berarti ya

1:02:06

dailynya

1:02:07

enggak pakai pakai Lexus yang sekat itu

1:02:09

ya udah enak banget itu enak banget

1:02:11

loh Mas juga mobilnya sekat kan

1:02:12

awalnya sekat tapi pas punya anak enggak

1:02:14

kepakai jadi Lexus-nya yang seven seat

1:02:16

enggak kan yang gede itu mobil gede

1:02:17

banget tuh

1:02:18

oh sprinter iya

1:02:19

itu sekat

1:02:20

enggak

1:02:20

ee sekat tapi kursi belakangnya banyak

1:02:23

karena jadi kalau aku sama tims aku bisa

1:02:25

meeting di mobil

1:02:26

Oh sekalian ya waktunya

1:02:27

Iya jadi waktu di jalan nih misalnya

1:02:28

lagi otw ke mana, promo apa di jalan aku

1:02:31

bisa sambil meeting. Iya enak ya.

1:02:33

Aku suka banget sambil nonton. Aku tuh

1:02:35

anaknya tuh punya fun factnya suka

1:02:37

banget nonton e olahraga.

1:02:40

Jadi aku harus update pertandingan Liga

1:02:42

Inggris, Liga Spanyol, Liga Itar.

1:02:44

Mobil itu.

1:02:44

Dan di mobil itu aku nontonin

1:02:46

di sprinter itu.

1:02:47

Di sprinter itu aku nontonin

1:02:48

sekarang lebih sering naik sprinter

1:02:49

daripada Lexus.

1:02:50

Lebih sprinter daripada Lexus.

1:02:52

Oh.

1:02:53

Nah, kalau Rolls-Royce kayak gitu yang

1:02:55

belakangnya cuma dua tuh kata aku enggak

1:02:56

kepakai

1:02:57

karena aku rame kan orangnya.

1:02:59

Iya. Dan aku tuh orangnya karena

1:03:00

introvert, jadi teman-temanku tuh timku

1:03:02

sendiri ataupun keluargaku sendiri.

1:03:04

H.

1:03:05

Jadi aku punya ya temenan banyak sama

1:03:08

orang, tapi nongkrong itu jarang.

1:03:10

Tapi naik sprinter itu puas ya.

1:03:11

Aku sih puas banget. Aku tuh ngerasa itu

1:03:14

salah satu best of all time car aku.

1:03:17

Tapi splinter kalau ngebut goyang ya

1:03:20

agak takut gitu enggak sih? Beda loh

1:03:22

sama Lexus kalau ngebut. Iya sih, tapi

1:03:24

enggak aku jarang gak enggak aku tuh

1:03:27

happy aja gitu ramai-ramai di situ. Aku

1:03:29

ngerasa safety aja diri aku tuh kayak so

1:03:31

aku bisa nonton kayak misalnya pedal

1:03:33

tadi malam match-nya apa. Aku segila itu

1:03:34

sama olahraga jadi kayak

1:03:35

I

1:03:36

dan aku ng-update skor dan aku lihat

1:03:38

hasilnya tuh aku senang gitu. Jadi ya

1:03:40

sama kayak Koko tadi bilang happiness

1:03:42

sampai HSS aja sampai jam .30 AT kemarin

1:03:44

ya dibela-belain.

1:03:45

Aku suka karena aku suka olahraga tuh e

1:03:48

passionate dari antara fighter sama

1:03:50

fighter. Mereka udah sama-sama usaha

1:03:52

terus mereka tampol-tampolan.

1:03:55

Mas Ata enggak naik enggak naik ring.

1:03:57

Enggak ada keinginan

1:03:58

sebenarnya aku tuh udah berapa tahun

1:04:00

terakhir aku diundang Beyond, diundang

1:04:02

HSS suruh nonton tuh aku enggak pernah

1:04:04

mau datang.

1:04:04

Oke. Terus

1:04:05

aku enggak pernah mau datang bukan

1:04:06

karena apa-apa. Aku takut di call out

1:04:08

dari atas.

1:04:10

Ter aku kalau nolak kayak orang belum

1:04:12

teredukasi nolak itu boleh.

1:04:14

Iya iya iya.

1:04:15

Sekarang kan orang banyak nolak di kolor

1:04:16

ini karena value-nya enggak sama nih

1:04:18

sama gue. Baru aku mau datang.

1:04:20

Jadi ketika aku nanti dicall out sama

1:04:21

yang menurutku value to value terus dia

1:04:24

punya kesibukannya sama-sama sibuk

1:04:27

ee bisa berpikir gitu aku dan umurnya

1:04:29

mungkin di range yang sama gitu.

1:04:31

Iya. Iya. Harus worth it lah ya.

1:04:32

Worth it. Tiba-tiba anak muda ni datang

1:04:34

tapi ada

1:04:34

At Lintar gua kok.

1:04:35

Tapi ada keinginan ya itu seni kan ya

1:04:37

gitu kayak gitu itu ya. Naik.

1:04:39

Kalau tinju tuh aku enggak diizinin sih

1:04:40

sama ibu, enggak diizinin sama istri

1:04:42

enggak diizinin

1:04:43

kalau bola pedal e aku kompetitif aku

1:04:46

sampai turun profesional.

1:04:48

Wih, gila atlet ini.

1:04:50

Tapi jalur jalur pemilik.

1:04:52

Oh,

1:04:53

jadi aku dulu mimpinya kan pengin jadi

1:04:55

atlet profesional.

1:04:56

Hm.

1:04:57

Tuhan enggak mengizinkan ternyata.

1:04:59

Ternyata aku

1:05:00

diizinkan punya tim profesional dan aku

1:05:03

main, aku daftarin namaku as a pro buat

1:05:05

ee apa? buat n ngerasa mimpiku jadi

1:05:09

nyata

1:05:10

walaupun cuma satu match tapi mentalku

1:05:12

kayak gitu aku harus turun aku hadap

1:05:14

berhadapan sama pemain-pemain pro

1:05:16

bola ya lebih suka futsal futsal sama

1:05:18

bola

1:05:18

lebih suka futsal atau padel sekarang

1:05:20

sekarang lebih banyak main

1:05:23

dan di pedal juga aku enggak main-main

1:05:24

kok aku benar-benar pengin latihannya

1:05:26

sama pro pengin

1:05:27

pengin lawan sama yang jago terus aku

1:05:29

undang-undangin terus mereka

1:05:30

ng-semash-semesh aku enggak apa-apa

1:05:31

tapi pedle enggak secapek futsal ya

1:05:33

kalau mainnya sama yang intens capek kok

1:05:36

sama kayak futsal capek capek kalau yang

1:05:37

mainnya sama cewek gitu enggak capek

1:05:40

kok. Keringetan juga kadang-kadang

1:05:41

enggak tapi keringatan ni apa adanya

1:05:43

gitu.

1:05:44

Kalau tenis main

1:05:45

enggak main aku

1:05:46

langsung batel berarti raket

1:05:46

ini olahraga e raket pertama aku

1:05:49

r langsung badel

1:05:50

dan aku tuh enggak pernah terfomo sama

1:05:51

olahraga apapun lari sepeda naik gunung

1:05:55

enggak pernah ke fomo. Jadi kalau naik

1:05:56

gunung ya karena momennya aja kalau

1:05:58

sepeda ya satu kali satu kali aja lari.

1:06:01

Enggak ada olahraga yang bisa ngalihin

1:06:02

aku dari bola, dari futsal, dari mini

1:06:05

soccer enggak pernah. Karena bola ini

1:06:06

udah olahraga rakyat dan aku tuh ngerasa

1:06:08

kayak

1:06:09

sampai aku tuh diledekin, "Ah, kamu

1:06:10

bisanya olahraga-olahraga rakyat aja

1:06:12

enggak bisa olahraga golf apa." Aduh,

1:06:14

udah bisa. Aku enggak

1:06:15

enggak dapat gitu feel-nya kok. Tapi

1:06:17

ketika ada pedle,

1:06:19

aku melihat aku bisa main sama istri,

1:06:21

sama adik-adik, sama orang baru ngelink

1:06:25

sama pejabat, sama public figure, sama

1:06:27

orang biasa sama karyawan itu ada semua

1:06:30

di pedul.

1:06:30

Iya. tadi ramai di bawah ya

1:06:32

rame teman-teman istriku

1:06:34

ada yang pakai baju suster suster suruh

1:06:36

main di bawah

1:06:37

iya aku mah siapa aja suruh main

1:06:39

seru aja kok maksudnya aku senang aja

1:06:40

lihat orang olahraga ya jadi hidup tuh

1:06:42

ketika

1:06:44

kayak ketemu kokok uh ini dia olahraga

1:06:45

aku ada respect sendiri

1:06:47

daripada dia kaya raya tapi dia enggak

1:06:49

sayang sama dirinya pada saya gede gedut

1:06:51

sama-sama saya juga ada kadang-kadang

1:06:52

story nyindir-nyindir orang kaya yang

1:06:54

enggak peduli sama

1:06:55

iya maksudku kamu cari duit banyak tapi

1:06:57

habis itu umur 50 kamu diabetos

1:06:59

iya iya

1:07:00

ee ee penyakpenyakit ee kelebihan berat

1:07:03

badan, obesitas,

1:07:05

betul.

1:07:05

Terus masuknya ke penyakit-penyakit di

1:07:08

kepalaan katanya kalau badannya udah

1:07:09

terlalu gede naik ke kepala tuh stroke

1:07:12

apa ya walaupun kemungkinannya banyak

1:07:13

ada juga orang berotot kena juga

1:07:15

ada juga kena tapi kan kita memperkecil

1:07:17

resiko itu kan bukan berarti enggak

1:07:19

kena, bukan berarti pasti enggak kena,

1:07:21

tapi kan memperkecil resiko kan.

1:07:24

Waduh seru banget. Ternyata sudah 1 jam

1:07:26

10 menit nih. Kita harus

1:07:29

ee mungkin mengakhiri. Tapi ini kita

1:07:32

minta tips dari Kokoh. Gimana

1:07:36

teman-teman yang nonton ini bisa jadi

1:07:38

orang kaya raya, sukses, dan bermanfaat

1:07:40

buat banyak orang. Em,

1:07:43

sebelum kamu fokus kamu mau kaya,

1:07:47

sebaiknya kamu fokus dulu hidupmu bisa

1:07:50

bermanfaat atau enggak buat orang lain.

1:07:52

Oke.

1:07:54

Percuma kamu kalau kaya, tapi hidupmu

1:07:57

enggak bermanfaat buat orang lain.

1:08:00

Jadi, harus bermanfaat dulu buat orang

1:08:02

baru kamu bisa jadi kaya.

1:08:03

Jadi, kalau cari uang jangan halalkan

1:08:06

segala cara.

1:08:08

Oke.

1:08:09

Pastikan kamu cari uang dengan benar.

1:08:11

Karena banyaklah sekarang yang

1:08:12

orang-orang asal kaya gitu kan.

1:08:14

Tapi kebanyakan mereka ini mulainya

1:08:15

harus dari mana ko kan mereka nih masih

1:08:18

istilahnya habis dengar kok, "Wah, gua

1:08:19

udah terinspirasi gua harus mulai dari

1:08:21

mana ya gitu." Entah mereka sekarang

1:08:23

karyawan atau kerja atau apapun itu.

1:08:25

Mulai mulainya dari etika.

1:08:27

Mulai dari etika.

1:08:28

Iya. Kalau etikamu benar, kemungkinan

1:08:30

kamu kaya lebih besar daripada etikamu

1:08:32

enggak benar.

1:08:33

Dan kalau etikamu enggak benar dan kamu

1:08:36

kaya, enggak ada orang suka sama kamu,

1:08:37

buat apa kamu kaya? Kalau orang enggak

1:08:39

suka sama kamu, ya ngapain kamu kaya ya?

1:08:41

Iya.

1:08:42

Oke.

1:08:43

Benar enggak kamu kaya?

1:08:45

Betul, betul, betul. Attitude number

1:08:46

one.

1:08:47

Iyalah attitude, etika itu nomor satu

1:08:49

dulu.

1:08:50

Jadi etika itu bisa membawa rezeki gitu

1:08:51

ya.

1:08:52

Etika itu iya membezeki dari mana? Dari

1:08:56

networking kan.

1:08:57

Hm.

1:08:57

Kalau kamu enggak punya attitude yang

1:08:59

bagus, kamu enggak punya etika yang

1:09:00

bagus, mana mau orang temenan sama kamu

1:09:03

itu.

1:09:04

Tapi kenapa ada orang etikanya jelek

1:09:05

tapi tetap kaya dia? Iya, makanya dia

1:09:07

kaya tapi enggak ada orang suka sama dia

1:09:08

kan. Buat apa juga duitmu itu.

1:09:11

Oke.

1:09:13

Enggak dibawa mati ya?

1:09:14

Iya. Kamu menikmati duitmu sendiri

1:09:16

diomongin orang di belakang buat apa

1:09:18

gitu loh.

1:09:18

Aduh sakit. Sakit.

1:09:20

Buat apa? Mendingan kamu biasa-biasa aja

1:09:22

tapi temanmu banyak. Semua orang suka

1:09:23

sama kamu. Fokusnya di situ dulu. Nanti

1:09:26

kalau kamu udah benar etikanya,

1:09:28

minnernya benar, semua orang suka sama

1:09:30

kamu, networking sama kamu enak, uang

1:09:32

mengikuti kamu.

1:09:33

Luar biasa itu kok. Terima kasih banyak

1:09:36

sudah main ke sini.

1:09:37

Suatu kehormatan.

1:09:39

Thank you sudah diundang Mas

1:09:40

bisa ngobrol-ngobrol. Semoga jadi

1:09:42

inspirasi buat teman-teman semua. Kita

1:09:43

doain sukses terus buat pusat mas

1:09:45

sama-sama

1:09:46

pusat Gade Indonesia.

1:09:48

Nanti teman-teman yang nonton podcast

1:09:49

ini kalau setuju aku bakal gerebek K

1:09:52

Andrew komen di bawah ya. Yang grebek

1:09:55

Kendre. Grebek K.

1:09:57

Siapa tahu kita gerebek di tempat

1:09:58

usahanya Koko bisa kan?

1:09:59

Iya. Heeh.

1:10:00

Tapi taruh mobilnya di situ ya.

1:10:02

Iya. I kita coba cek SF90.

1:10:05

Asik.

1:10:06

Sampai jumpa lagi, Koh. Sehat selalu,

1:10:08

sukses selalu, terus bermanfaat un

1:10:09

banyak orang. Terima kasih

1:10:10

inspirasi-inspirasi buat teman-teman di

1:10:12

luar sana.

1:10:12

Thank you sudah diundang, Mas.

1:10:14

Asalamualaikum. God bless.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free