0:10
Pada tanggal 8 Maret 1942, Indonesia menjadi wilayah pendudukan Jepang Hal ini terjadi setelah dilakukannya Perjanjian Kalijati Perjanjian yang dilaksanakan di Kalijati, Subang, Jawa Barat Perjanjian tersebut menyatakan bahwa Belanda atau Hindia Belanda menyerah kepada Jepang
0:36
dengan semboyan tiga A yaitu Jepang Pelindung Asia Jepang Pemimpin Asia dan Jepang Cahaya Asia pemerintah pendudukan Jepang mencoba menarik simpati bangsa Indonesia namun kejayaan Jepang di Asia tidak bertahan lama pihak sekutu yang terdiri dari Inggris Amerika Serikat dan Belanda melakukan serangan balasan
1:18
Alhasil, sejak tahun 1944, posisi Jepang dalam Perang Pasifik terus terdesak. Pertahanan Jepang sudah rapuh. Banyak kota di Indonesia diserbu oleh sekutu, seperti Ambon, Makassar, Manado, dan juga Surabaya. Bahkan beberapa pulau di sekitar Irian, yang kini dikenal dengan Papua, telah jatuh ke tangan sekutu. Dalam bayang-bayang kekalahan yang semakin jelas dan nyata,
1:53
Jepang terus berusaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan. Maka pada tanggal 17 September 1944, Perdana Menteri Ko Iso dalam sidang istimewa Parlimen Jepang di Tokyo memperbolehkan daerah Hindia Timur atau yang disetujui dengan Indonesia untuk merdeka. Selanjutnya, Lieutenant General Kamakichi Harada
2:22
Pemimpin militer di Jawa pada saat itu berusaha meyakinkan bangsa Indonesia tentang janji kemerdekaan. Sebagai realisasinya, pada tanggal 1 Maret 1945, diumumkan Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI.
2:48
BPUPKI dibentuk dengan tujuan menyelidiki berbagai hal dalam segala bidang kehidupan yang diperlukan sebagai persiapan pembentukan negara merdeka, yaitu Indonesia Merdeka. Pada saat itu, Rajiman Wedio di Ningrak dipilih sebagai ketua. Ia dibantu dua orang ketua muda, yaitu Ichibangase Yoshio.
3:16
orang Jepang yang menjabat sebagai Syu Chokan Cirebon dan wakil dari Indonesia yaitu Raden Banji Suroso yang menjabat sebagai Kepala Kesekretaryatan Selanjutnya pada tanggal 29 April 1945 yang mana bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito Gota BPU PKI Melantik
3:47
Adapun anggota yang dilantik berjeblah 62 orang ditambah 7 orang Jepang, mana orang Jepang tersebut tidak memiliki hak suara. Pada saat itu Soekarno tidak ingin menjadi ketua BPUPKI, dia ingin lebih aktif dalam berbagai diskusi yang pada saat itu sering dia lakukan. Bendera Merah Putih dikebarkan di samping bendera Jepang, Hinomaru.
4:18
Sejak didirikan, BPUPKI telah mengadakan sidang resmi sebanyak dua kali. Sidang pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Sidang ini membahas tentang dasar negara. Sedangkan sidang kedua berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945.
4:48
Sidang ini membahas rancangan undang-undang dasar. Selain itu, terjadi pertemuan-pertemuan tak resmi oleh panitia kecil di bawah BPUPKI. Sidang pertama yang dilakukan oleh BPUPKI dilaksanakan di Gedung Cuol Sangi N, Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila.
5:13
dan menjadi bagian dari Kompleks Bangunan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Sebenarnya sidang ini telah dibuka pada 28 Mei 1945, namun pelaksanaan pembahasan baru dimulai keesokan harinya. KRT Rajiman Wedio di Ninggrat selaku ketua sidang menyatakan perlunya suatu dasar negara
5:42
Selanjutnya, beberapa anggota sidang menyampaikan pendapatnya tentang rumusan dasar negara Rumusan-rumusan yang disampaikan memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya Walaupun demikian, rumusan-rumusan tersebut tetap berakar pada kepribadian dan gagasan besar dari bangsa Indonesia sendiri Selain itu, rumusan-rumusan tersebut didasari sejarah perjuangan dan semangat nasionalisme Kemudian setelah itu
6:13
Muhammad Iyamin, Supomo dan Soekarno mengajukan rumusannya tentang dasar negara. Tiga rumusan dasar negara disampaikan secara berurutan. Muhammad Iyamin menjadi yang pertama mengusulkan rumusan pada tanggal 29 Mei 1945 dalam pidatonya yang berjudul "Asas dan Kebangsaan Indonesia".
6:38
Menurutnya, dasar negara Indonesia yang akan merdeka tertutup dari lima unsur yaitu yang pertama, perikebangsaan, perikemanusiaan, periketuhanan, perikerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Rumusannya tersebut kemudian disampaikan secara tertulis dalam Rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
7:11
Rumusannya berbunyi: 1. Ketuhanan yang Maha Esa 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyaratan Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Selanjutnya, pada tanggal 31 Mei 1945,
7:44
Supomo menyampaikan pidatonya tentang dasar negara. Ia mengatakan bahwa negara Indonesia yang merdeka harus mempersatukan diri dengan segala lapisan masyarakat. Menurutnya, ada lima unsur yang menjadi dasar negara, yaitu persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, keadilan rakyat, dan musyawarah.
8:20
Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1945 Soekarno menyampaikan pidato tentang dasar negara Indonesia merdeka. Ia membuka pidatonya dengan kritik kepada pembicara dalam sidang yang dinilainya terlalu meributkan hal yang kecil-kecil. Ia menjelaskan bahwa modal utama dari negara yang akan segera lahir itu tak lain adalah kemerdekaan.
8:46
ia kemudian menemukakan rumusannya yang mencakup lima dasar negara yang disebutnya sebagai Pancasila Filosofi Pancasila yang menjunjung tinggi kesetaraan dalam keberagaman menjadi landasan kemerdekaan Pancasila terdiri dari lima asas yaitu Yang pertama, Nasionalisme dan Kebangsaan Indonesia Yang kedua, Internasionalisme dan Perikemanusiaan
9:17
Yang ketiga, mufakat demokrasi. Yang keempat, kesejahteraan sosial. Dan yang kelima, ketuhanan yang maha esa. Rumusan dasar negara atau Pancasila yang dikemukakan Soekarno menginspirasi para pendiri bangsa dalam sidang-sidang berikutnya tentang dasar negara.
9:43
Untuk mengenang pidato Soekarno tersebut, maka setiap tanggal 1 Juni itu diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ringkasan dari Pancasila disebut Trisila yang isinya yaitu sebagai berikut. Yang pertama, Sosio-Nasionalisme. Yang kedua, Sosio-Demokrasi. Yang ketiga, Ketuhanan.
10:09
Menurut Soekarno, Trisila tersebut jika diperas lagi menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Prinsip Ekasila adalah mendirikan negara Gotong Royong. Artinya, satu untuk semua, semua untuk satu, dan semua untuk semua.