Full Transcript

·YouTLDR

2 Toleransi dalam keberagaman agama

9:02IndonesianTranscribed Jul 26, 2026
0:06

Saya Pak Yuliono sebagai ketua Parisada Hindu Dharma Kecamatan Kandangan. Kalau dari saya pribadi dan kita memang untuk apa sih mas kita hidup ini saling merendahkan sesama yang lain. Yang penting kita tetap berhukum agama apapun kita tetap berkumpul lah. Dalam arti kita saling mengergai masyarakat.

0:37

saling mengerti, saling mendukung kegiatan. Ya, suatu misal kalau ada kegiatan di kita, mengadakan upacara peodalan, itu teman-teman banser, teman-teman dari pemuda Kristen, beliau pasti datang. Apalagi tokoh-tokoh agamanya. Berarti semua tokoh-tokoh agama yang di Desa Medoh ini, dari perangkat desa, dari tokoh agama Muslim, tokoh agama Kristen, beliau pasti datang.

1:06

Bula Pak Dargun, semua agama itu menurut negara Indonesia kan baik, tidak ada yang jelek. Jadi kita selaku manusia, selaku umat seharusnya agama satu sama yang lain itu harus bersatu, harus bersatu padu gitu.

1:41

Kalau di Kristen, kita juga mengajarkan tentang hukum kasih. Jadi kita harus mengasihi sesama, pertama mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, termasuk mengasihi sesama itu ya, rukun itu, menghormati mereka, hidup rukun, bahkan kami diajarkan juga hidup dalam damai. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keberagaman dan kerukunan yang terjalin di Desa Mendowo,

2:10

Kami meminta penjelasan dari Bapak Haryono selaku ketua Badan Pernusia Warapan Desa. Ya awalnya kan yang babat kan namanya Mbah Panjang yang babat dan kerabatnya gitu. Akhirnya dia sudah menempati di sini, kemudian membuat desa yang namanya jadi Medowo, Medowo Yudowo itu kan artinya panjang. Panjang itu orangnya, namanya, nama orang. Ya nama orang panjang itu, yang babat.

2:40

Dulu itu pertama kan tahun 80-an mungkin ini beragam kita sudah bisa saling menghargai tahun 80-an mungkin. Kenapa kok bisa rukun? Karena memang satu keluarga bisa ada mungkin agama Kristen, agama Islam dan Hindu satu keluarga itu. Wujud dari kerukunan umat beragama untuk di desa ini

3:09

yang bisa kita lihat di acara bersih desa atau tasakuran desa dan kita mengumpul sebagai masyarakat, berkumpul sebagai masyarakat bukan sebagai umat kelompok muslim, hindu atau Kristen tidak tetapi sebagai masyarakat Medowo yang hari ini melaksanakan kegiatan bersih desa atau tasakuran desa untuk keselamatan masyarakat semuanya kalau dulu turun-temurun ganti-berganti pemimpin di desa itu

3:38

Untuk acara ritual ini tetap dilaksanakan pas waktu bulannya surau. Ngirim sehari uang gitu. Uang itu ditempahkan di Nganu, nanti diroyok sama anak-anak. Royoan gitu. Yang lubang-lubang itu kan dikasih uang, klitik-klitik gitu loh. Nanti royoan sama anak-anak. Baru doanya dari ketiga kamar doanya.

4:03

Dalam faktanya, desa Medowo memiliki penduduk sejumlah 3.885 orang dengan 637 penduduknya memeluk agama Hindu, 2.829 penduduknya memeluk agama Islam, dan 423 penduduk lainnya memeluk agama Kristen. Walaupun mayoritas penduduk memeluk agama Islam, namun dalam kesehariannya mereka hidup berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain.

4:30

Gotong Royong misalnya mendirikan bangunan apa kan tidak memandang itu kelompoknya rasa kekeluarganya itu yang ditonjolkan di situ. Untuk hidup bermasyarakat untuk hidup bersama kami tetap mengutamakan kebersamaan sambil tetap menghormati. Dan ini waktu membangun juga saudara-saudara muslim, hindu mereka semua bekerja sama untuk bangun ini. Pembangunan

5:01

tempat suci seperti gereja kita juga mengor mengondisikan untuk umat Hindu juga bisa ikut menyumbang tenaga maupun material sebaliknya juga pas saya membangun tempat ibadah dari teman-teman muslim teman-teman gereja itu semua datang mau ikut membantu pengecoran termasuk material juga ikut dibantu seperti tadi kita saling menghargai itu tadi

5:29

satu sama lain satu agama sama agama yang lain Indonesia tanah air beta pusaka abadinan jaya Indonesia sejak dulu kalah selalu dipuja puja bangsa

6:05

Terima kasih.

6:23

Terlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata Sungguh indah tanah air beta Tiada nyadir karya ini

7:00

Terima kasih.

7:14

Harapannya ke depan kita pasti, yang penting kita tetap solid, apalagi di Medoni sentralnya dari Pancasila. Jadi memang di sini agamanya dari Muslim sendiri banyak, dari Hindu banyak, dari Kristen juga banyak. Nanti ke depannya ya kita tetap goyup rukun. Harapannya ke depan ya saya sebagai pemimpin

7:37

atau pendeta ya pemimpin umat di tempat ini ya saya akan terus mengajak jemaat untuk hidup rukun hidup damai dan ini harus dijaga dan terus karena memang ajaran di tempat kami di Natrasni memang begitu dan saya percaya di Hindu pun sama di Muslim juga sama semua agama itu punya punya cara sendiri-sendiri

8:07

Kita harus saling harga menghargai. Pokoknya kalau ada umat Hindu Kristen, ada kebaktian atau sembahyangan istilahnya, kita harus saling harga menghargai. Dilimpahkan rezeki yang banyak, sehingga kesesahan itu ada pada masyarakat semuanya. Masyarakat tetap rukun dan tetap semangat bekerja

8:41

dan untuk selanjutnya membangun bangsa, membangun Desa Mato ini dengan rasa kebersamaan.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free