Full Transcript

·YouTLDR

UNBOXING #02 - GEN ZZZ

31:53IndonesianTranscribed Jul 29, 2026
0:00

episode 5

0:03

cling

0:16

actiontion lalu kita bagaimana

0:26

[Musik]

0:37

[Musik]

0:41

[Tepuk tangan]

0:43

[Musik]

0:59

[Musik]

1:12

[Musik]

1:19

Oke Mungkin kita

1:21

bisa mencoba melihat dari sektor

1:23

e-commerce ya karena belanja online kita

1:27

juga sangat tinggi gitu tingkat konsumsi

1:30

di Indonesia juga selalu naik G

1:33

konsumerisme kita tuh Jadi sebenarnya

1:35

e-commerce ini menyerap banyak tenaga

1:38

kerja engak sih Mas gitu asumsinya tadi

1:41

kalau belanja naik

1:43

e barang-barang akan lebih banyak

1:46

diproduksi jadi barang-barang yang lebih

1:48

banyak diproduksi artinya ada lapangan

1:50

kerja gu asumsinya seperti itu tapi e

1:54

aku gak

1:55

tahu kalau mengutip Pak Presiden sendiri

1:57

bahkan Pak Joko sendiri yang mengakan

1:59

kan 90% barangnya impor kita hanya jadi

2:03

konsumen dan

2:05

90% hati-hati barangnya barang

2:09

impor Lebih bahaya lagi bukan produk

2:13

kita sendiri kalau produk kita sendiri

2:15

kita taruh di

2:19

e-commerce masih bagus tapi

2:24

90% barang

2:27

impor jadi belanja lebih banyak tapi

2:30

tidak ada e barang yang diproduksi di

2:32

Indonesia yang menyerap tenaga kerja di

2:34

Indonesia Iya betul jadi boomingnya

2:38

e-commerce tidak berkorelasi

2:41

dengan produksi yang meningkat di dalam

2:44

negeri dan juga tidak berkorelasi pada

2:46

akhirnya dengan jumlah tenaga kerja yang

2:47

bekerja untuk memproduksi barang itu

2:50

jadi kita belanja Apun di e-commerce

2:52

sepanjang sepanjang itu barang impor ya

2:55

tenaga kerja yang tercipta di tempat

2:56

barang itu diproduksi Nah tadi Pak ut

3:00

soal UU ciptaker gitu Saya melihat ada

3:04

eh ini ya ada semacam perubahan banget

3:08

banget ya di terutama di generasinya Ben

3:10

di generasi z sama generasi kumilenials

3:12

Bagaimana pola-pola eh ketenaga kerjaan

3:16

ini berlaku di lapangan gitu nah salah

3:18

satu contohnya itu kalau misalkan eh

3:20

kita

3:21

melihat Cipta kerja ini menciptakan masa

3:24

kontrak yang lebih panjang di u Cipta

3:26

kerja ini di lapangannya ternyata dia

3:28

itu bisa masa kontrak itu sampai

3:29

diperbanjang 5 tahun tapi ada lagi gitu

3:33

Mas yang sedikit paling lebih parah lagi

3:36

gitu jadi

3:37

UU Cipta kerja ini juga ee merubah

3:41

sistem outsourcing atau Alih Daya tenaga

3:43

kerja Iya jadi di undang-undang cipta

3:46

kerja ini tenaga inti itu bisa

3:50

di-outsource kalau di undang-undang

3:52

ketenagakerjaan yang lama yang boleh

3:54

diossos hanya tenaga non inti misalnya

3:56

di bank ee tenaga intinya itu adalah

4:00

semua yang berkaitan dengan transaksi

4:01

keuangan itu tenaga inti tenaga non inti

4:04

adalah kawan-kawan security atau

4:06

cleaning service jadi dulu yang boleh

4:10

dioutsource hanya non inti security

4:12

atauing service yang bergagian transaksi

4:15

seperti ter itu enggak boleh dioutsource

4:17

tapi di undang-undang cipta kerja

4:19

semuanya sekarang boleh dioutsource

4:21

artinya bahkan karyawan inti di bagian

4:24

transaksi keuangan pun ya enggak punya

4:27

jenjang karir sebaik undang-undang yang

4:29

lama iya artinya sebenarnya ee lapangan

4:33

kerja yang ada pun sekarang tadi

4:36

dipererebutkan lebih banyak ee orang dan

4:39

kualitasnya ee sebagai kepastian hidup

4:42

dari masing-masing pekerja itu

4:43

sebenarnya turun ya I nah tapi

4:46

menariknya di lapangan ini yang yang

4:48

kita temui semua ya di ekspedisi

4:49

Indonesia baru ini bahwa ada dua sektor

4:53

yang justru masih membuka lapangan kerja

4:56

untuk ee usia-usia lanjut gitu ya Ben ya

4:59

mungk tadi Ibu ponium masih bekerja 80

5:02

tahun kemudian pak ee nomo yang kita

5:06

temui di

5:07

ee apa Gunung Kidul 80 tahun juga masih

5:10

melaut dan masih ee bekerja di pertanian

5:13

Iya itu artinya bahkan sektor yang

5:15

fundamental ini sebenarnya malah bisa

5:18

ini ya memberikan pangan gitu memberikan

5:21

kehidupan di usia-usia lanjut gitu yang

5:24

mana Kalau sekarang itu bahkan di u

5:26

ciptaker dibatasi usianya 25 tahun gitu

5:29

ee mendaftar pekerjaan gitu ya Ben Ya

5:31

gimana Ben kamu memandang sektor ini

5:33

pertanian dan kelautan ini nanti aku

5:35

jawab di belakang bagianku Oh oke nah

5:38

coba tapi apa namanya aku pikir

5:43

pemerintah bilang sekarang ada eh

5:45

hiliriul hisasi kan apa sebenarnya

5:48

dimaksud hilirisasi dan apakah itu ada

5:50

dampaknya buat tenaga kerja I coba ini

5:53

kita kan kemarin ke sulawasi ya Ben ya

5:54

Coba kita lihat dulu apa faktanya

5:56

sebenarnya gimana sih tuh Pak luhud

5:58

sudah mengatakan efek

6:00

menciptakan lapangan kerja dan kemajuan

6:02

negeri

6:03

[Musik]

6:22

[Musik]

6:40

Pal

6:43

Bota

6:46

kita ha

7:02

jadi bahkan di fenomena hilirisasi nikel

7:06

ini Tenaga Kerja Indonesia tidak hanya

7:08

bersaing dengan tenaga kerja lokal

7:10

sendiri melainkan juga Tenaga Kerja

7:13

Asing tapi di sini tidak tidak terlalu

7:16

serta-merta soal urusan etnis gitu

7:18

tenaga kerja kita juga banyak yang

7:21

dikirim ke luar negeri gitu nah bahkan

7:23

Tadi ada anak kecil yang bernama

7:26

hijratul Jannah dipaksa atau

7:30

harus belajar berbahasa Mandarin itu

7:32

artinya berarti hilirisasi nikel ini

7:36

juga banyak mendatangkan Tenaga Kerja

7:38

Asing Iya tapi dari semua cerita tadi

7:40

soal apa namanya soal pertanian dan

7:42

kerusakan dan segala macam mungkin saya

7:45

bisa kasih gambaran sedikit ya dari

7:46

perjalanan ini ya saya banyak bertemu

7:49

anak muda dan kira-kira apa yang mereka

7:51

pikirkan soal Indonesia sama dengan apa

7:52

yang pikirkan yang pertama itu kami mau

7:54

kembali ke pertanian tapi sudah enggak

7:56

bisa karena kami sudah dipaksa buat

7:58

sekolah dan mau kembali ke pertanian itu

8:00

sulit gak punya skill di bidang itu lalu

8:04

tadi tadi yang seperti kalian bilang mau

8:07

turun di industri bekerja di industri

8:09

pun sudah digantikan sama mesinalah sama

8:11

teknologi dan segala macam terus

8:13

ditambah lagi diperkuat dengan apa

8:16

namanya undang-undang Cipta kerja tadi

8:18

itu itu makin

8:19

memperumit kondisi generasi saya

8:21

sekarang apa namanya lalu tadi kami

8:24

Harus bersaing dengan tenaga kerja asing

8:27

E ini cuma ada satu satu solusi

8:29

sebenarnya sih buat anak muda sekarang

8:31

ini saya tidak tahu apakah ini disebut

8:32

solusi atau apa solusi kecil ya mungkin

8:34

ya salah satunya pekerjaan yang bisa

8:36

kami dapat sekarang mungkin jadi

8:38

wiraswasta atau freelance sih mungkin

8:40

solusi kecilnya Ay kita sekarang gini

8:42

heeh tapi itu kamu harus belajar lebih

8:46

banyak harus kuliah lebih tinggi ah ini

8:49

repot ini yang menarik ini generasi

8:51

mereka ini sering dipuja-puja l bonus

8:52

demografi dikit-dikit demi get

8:55

dikit-dikit milenialial tapi sebenarnya

8:58

mereka ini makin rentang mereka kayak

9:01

dipuji-puji doang gitu ada program

9:03

misalnya genensi memilih atau apa

9:05

dikit-dikit genensi dikit-dikit genensi

9:07

Kayaknya dinina bobokkan seolah-olah

9:08

warga negara kelas 1 p

9:11

ternyata paling rentang paling rentang e

9:13

Pak far tadi bilang kan harus belajar

9:15

kan ya Iya masalahnya ini

9:17

nih belajar kita pun ya itu k kan

9:20

program kita kan pemerintah kita punya

9:22

program 12 tahun wajib belajar ya kita

9:23

di sekolah disuruh sekolah sampai SMA

9:25

tapi ee data menunjukkan bahwa

9:27

pengangguran terbesar itu justru ada di

9:28

SMA paling rendah di SD sama di

9:31

perguruan tinggi Jadi kalau enggak mau

9:32

jadi pengangguran minimal kuliah atau

9:34

enggak sampai SMA sama sekali gitu Jadi

9:37

agak sedikit Apa ruinnya memang ini

9:40

keadaan sekarang itu eh kenapa

9:43

teman-teman saya atau sebaya saya enggak

9:44

apa ya tidak melanjutkan ke perguruan

9:47

tinggi mahal mahal sekaliaya apa biaya

9:51

sekolah di Indonesia ini ini e data

9:53

menunjukkan bahwa ini ada satu

9:55

berita indonesiamuk negara paling mahal

9:58

di dunia eh Hongkong menempati ee urutan

10:01

yang pertama paling mahal dalam hal apa

10:03

itu dalam hal untuk apa E sekolah dari

10:05

SD sampai sarjana ee kalau misalkan

10:07

Hongkong searang urutan pertama 1,8

10:09

miliar sampai lulus sarjana indonesia

10:11

urutan kedua Eh 276 juta 276 juta kita

10:16

masih kalah sama Prancis yang hanya

10:18

sampai 250 juta kita lebih mahal dari

10:21

Prancis berarti lebih mahal dari Prancis

10:23

betul ee ada fenomena menarik juga ini

10:26

Kemarin saya baca beritanya itu ee

10:29

kampus ITB kampus negara itu dia e

10:32

Tempat saya kuliah itu Oh iya i Buset

10:34

alumni ini alumni pinjol berarti

10:38

ini jadi e di kampus ITB ini walaupun

10:42

saya enggak lulus Oh iya pak Wah cocok

10:44

sih Pak Memang Pantas enggak

10:46

pengangguran Pak

10:48

Em Jadi

10:50

ee apa namanya kampus negara ini e

10:52

bekerja sama dengan pinjol untuk ee

10:55

membantu mahasiswa-mahasiswanya ee agar

10:57

bisa membayar biaya kuliah sebenarnya

10:59

ini tragedi sebenarnya karena sekelas

11:01

kampus negara pun Enggak sanggup untuk

11:03

menunjang atau apa mewadahi anak-anak

11:05

mudanya untuk sekolah gitu malah

11:08

dipersulit dan segala macam karena

11:09

saking mahalnya untuk biaya sampai

11:10

kuliah seperti di Prancis itu dibiayai

11:12

oleh negara oleh publik Kenapa mereka

11:15

menjadi lebih murah untuk saya nanya

11:17

kita negara kayak Prancis kayak enak

11:18

banget pak saya kita bisa dulu waktu di

11:21

ITB Berapa zaman mas Farid

11:23

eh SPP S semester

11:26

r30.000 tahun 79 79 artinya anak ITB

11:32

sekarang tidak mampu kalau diproyeksikan

11:35

ya tidak mampu

11:36

membayar sejumlah itu dan harus eh

11:41

mengambil pinjaman online ya sebenarnya

11:43

seperti di Amerika Amerika itu juga ada

11:46

eh apa Mas student loan ya stud loan

11:49

student loan ya dan banyak mahasiswa

11:51

terjerat oleh Utang bahkan sampai umur

11:54

40 mereka masih harus melunasi

11:57

pinjamannya dan ini implikasinya juga

12:00

panjang karena ketika mereka merasa

12:02

punya hutang

12:03

ee mereka tidak punya banyak pilihan

12:06

biasanya dalam memilih pekerjaan Bahkan

12:09

dalam sebuah pekerjaan pun kadang-kadang

12:10

mereka juga enggak bisa terlalu

12:12

independen enggak bisa terlalu kritis

12:13

karena takut kehilangan pekerjaan karena

12:15

harus membayar terus cicilan utang

12:18

mahasiswa sampai umur 40 jadi

12:22

Eh ini juga ada implikasinya pada

12:24

demokrasi Jadi gimana Sebenarnya saya

12:26

ini dalam posisi generasi saya sekarang

12:28

itu posisi yang bingung mau ke mana

12:30

mungkin Mas Mungkin bisa cerita Kami mau

12:32

kembali ke apa apa tadi di e-commerce

12:36

tadi barang-barangnya impor segala macam

12:37

terus salah satu solusi kecil cuma

12:40

jadinya buruh migran atau TKI lalu mau

12:42

ke industri sudah digantikan sama mesin

12:44

mungkin satu menjadi buruh migran pun

12:46

kalau majikanmu bisa beli robot seperti

12:48

Elon Mask ya ggak akan dipakai tenaganya

12:51

betul Jadi gimana Mas Dandi menurut Mas

12:52

Dandi Apakah kita perlu kembali ke

12:53

pertanian saja anak muda ini e Iya kalau

12:56

mau kembali ke pertanian pertanyaannya

12:59

justru yang kami temukan di lapangan

13:01

adalah Apakah Punya tanah karena tanah

13:05

adalah barang modal untuk E

13:09

Mengembangkan pertanian karena 62%

13:12

petani kita adalah eh petani guram

13:15

petani gurem ini dalam definisi negara

13:18

atau Badan Pusat Statistik itu adalah

13:20

petani yang lahannya kurang dari e

13:23

Seteng hektar sementara standar untuk

13:27

seseorang bisa survive itu pakai rumus

13:29

umum misalnya pakai referensi dari

13:32

transmigrasi misalnya tanah yang

13:35

dimiliki oleh seorang transmigran untuk

13:36

memulai hidup baru pindah dari kampung

13:38

asalnya misalnya itu 2 hektar 1 hektar

13:41

untuk permukiman dan dan kebun ee

13:43

kemudian yang 1 hektar untuk ladang

13:45

sehingga minimal orang bisa hidup

13:48

eh dengan 2 hektar Nah dengan realitas

13:51

bahwa rata-rata petani kita hanya punya

13:53

lahan kurang dari Seteng hektar tentu

13:55

petani kita ee berada dalam situasi

13:58

ekonomi yang yang saya

13:59

sehingga kalau kita punya contoh Selama

14:01

perjalanan ini ada Mbah poniem 80 tahun

14:04

kemudian ada ee bu Mutmainah dan juga Bu

14:07

ngatina eh di Wadas eh mereka

14:11

menggambarkan tiga corak petani yang

14:13

pertama adalah petani yang tidak punya

14:15

tanah seperti Mbah ponium yang kemudian

14:18

harus bekerja menjadi pemulung eh gabah

14:21

yang kedua adalah Bu mutmaina dari

14:23

Sleman yang punya tanah

14:25

eh lalu tanahnya terkena proyek

14:28

pembangunan Ee Jalan Tol dan dia mau

14:32

dengan ganti rugi atau ganti untung yang

14:33

sampai 2,5 miliar itu lalu yang ketiga

14:36

ada contoh petani seperti bunga Tina di

14:39

desa Wadas yang kampungnya akan

14:40

ditambang untuk batuan andesit untuk

14:42

proyek eh Waduk benar di Purworejo Jawa

14:47

Tengah dan dia menolak jadi walaupun

14:49

diganti rugi atau ganti untung atau

14:50

ganti apapun dia menolak karena dia

14:52

tetap ingin jadi petani dia ingin

14:54

mempertahankan tanahnya nah tiga corak

14:56

petani ini adalah gambaran masalah

14:59

agraria atau pertanian e di Pulau Jawa e

15:02

dalam 11.000 KM perjalanan kami keliling

15:05

Indonesia kami tentu tidak hanya melihat

15:06

bagaimana petani di Pulau Jawa tapi juga

15:08

bagaimana petani di Kalimantan dan

15:09

Sumatera

15:31

saya pertama ditangkap ditodong pakai

15:34

[Musik]

15:40

senjata malam ini ditahan di sana

15:43

setelah besok keluar tuh kan langsung

15:46

digunduli

15:50

[Musik]

15:54

Mereka pasti mati kalau ada orang duduk

15:56

di sini kemarin

15:59

selalu cari

16:06

[Musik]

16:11

ayahnya tujuan perusahaan investor yang

16:14

datang ini kan menjajah secara tidak

16:23

langsung pas kita datang tuh mereka

16:25

dengan harapan yang besar sekali pengin

16:27

didengar

16:29

[Musik]

16:43

pendegakan hukum tajam di bawah tumpul

16:48

di atas

17:04

[Musik]

17:13

iu kena Saya lagi hamil

17:17

[Musik]

17:27

[Musik]

17:29

angota

17:37

polisi aku berontak-berontak kayak gitu

17:39

ngomong kayak gitu langsung aku dieret

17:41

sama orang

17:44

tig nyampai ke Polda ditanya ditanya pun

17:48

direndang di sini gigi bacul dua tangung

17:51

jawab Pak tanggung jawab

17:53

Pak saya kan waktu dilempar ke atas

17:56

mobil sudah gak sadar lagi

18:02

[Musik]

18:07

ibaratnya tuh zaman Israil masih kami

18:10

ini masih saro lagi

18:16

dibikin ya saya ditarik saya

18:19

[Musik]

18:24

ditinj hidahis

18:28

[Musik]

18:39

[Musik]

19:06

melakukan perjalanan selama 424 hari dan

19:09

melihat semua yang kami rekam di masalah

19:14

pertanian sepanjang Jawa Kalimantan

19:16

Sulawesi dan Sumatera kami menyimpulkan

19:18

bahwa Indonesia dalam kondisi yang

19:21

darurat agraria

19:23

eh kasus-kasus konflik lahan luar biasa

19:27

eh kami temu di mana-mana dan faktanya

19:30

adalah ee Sebagian besar lahan yang

19:33

dikuasai oleh negara yang seharusnya

19:35

dipergunakan sebesar-besarnya untuk

19:37

kemakmuran rakyat faktanya adalah

19:39

98% lahan yang dikuasai negara justru

19:42

diserahkan kepada swasta dalam bentuk

19:45

hak guna usaha dan macam-macam yang

19:48

dikelola rakyat dari 53 juta hektar

19:51

lahan yang dikuasai oleh negara yang

19:54

dikelola Rakyat hanya 2,7 juta hektar

19:57

dan tadi 98%-nya diserahkan kepada ee

20:01

swasta ee ini mengingatkan kita semua

20:03

tentu dengan hukum agraria di masa

20:06

pemerintah indindia Belanda 1870 eh

20:10

setelah tanam paksa ya Eh tanam paksa

20:12

adalah sebuah peristiwa agraria yang

20:14

luar biasa eksploitasi yang sering kita

20:17

dengar sebagai jantung dari kolonialisme

20:18

eh adalah cerita tanam paksa antara 1830

20:22

setelah perang di Ponegoro hingga 18

20:24

eh40 eh di masa Gubernur Jenderal eh

20:27

vanen Bos Gitu ya lalu ketika Eh ada

20:31

kritik serius pada eksploitasi ini

20:33

pemerintah indindia Belanda eh mulai

20:37

melunak dan kemudian memberlakukan hukum

20:40

agraria agraris wet tahun 1870 di masa

20:43

pemerintahan eh di masa Gubernur daerah

20:46

jajahan engelbertus the wall di mana

20:49

perusahaan-perusahaan multinasional

20:50

perkebunan bisa menguasai hak guna usaha

20:53

Tanah hingga 75 tahun mengontrak kepada

20:56

pemerintah indindia Belanda lalu kita 78

20:59

tahun setelah Merdeka Ee Kita justru

21:01

mendapati sebuah paradoks Bagaimana

21:04

hukum agraria kita justru memungkinkan

21:07

ee swasta atau negara memberikan

21:11

pengelolaan kepada swasta hgu hak guna

21:14

usaha hingga 190 tahun di undang-undang

21:18

ee ibukota negara atau undang-undang IKN

21:29

[Tepuk tangan]

21:36

Ini kantor presiden Istana Presiden eh

21:40

untuk

21:41

IKN belum

21:44

selesai jauh ditargetkan kapan ini

21:48

beroperasi eh Presiden Jokowi ingin

21:51

istana selesai karena tahun depan sudah

21:54

akan upacara 17 Agustus di

21:58

IKN jadi 75 tahun di masa pemerintahan

22:01

himya Belanda dan justru 190 tahun

22:05

diberikan eh oleh pemerintahan Jokowi

22:07

kepada swasta untuk mengelola tanah

22:09

hingga 190 tahun bahkan di undang-undang

22:12

cipta kerja juga hak guna usaha untuk

22:14

tanah eh diberikan 90 tahun jadi bahkan

22:18

dengan hanya undang-undang Cipta kerja

22:19

saja

22:20

eh pemerintah Indonesia lebih banyak

22:23

memberikan konsesi daripada pemerintah

22:25

kolonial eh Belanda apalagi dengan

22:27

undang-undang IKN yang mencapai 190

22:30

tahun

22:31

eh ini mungkin yang membuat Yusuf dan

22:34

Ben selain enggak punya tanah untuk

22:36

diolah juga enggak punya bahkan tanah

22:39

untuk ditempati untuk untuk rumah karena

22:41

e kita tahu sama-sama bahwa sudah banyak

22:43

survei atau studi yang mengatakan bahwa

22:45

harga tanah dan rumah naik terus

22:47

sehingga generasi seperti Yusuf dan Ben

22:50

dari milenial dan Genzi enggak akan

22:52

pernah bisa punya e rumah atau susah

22:55

beli rumah terutama di daerah kota yang

22:56

mereka idam-idamkan mereka kan generasi

22:59

Urban ya bahkan mungkin Urban natif gitu

23:00

ya jadi lahir sudah menjadi masyarakat

23:02

Urban gitu sehingga mereka e tidak punya

23:06

referensi lain selain hidup di Urban

23:07

atau hidup di kota sementara faktanya

23:09

adalah justru mereka eh tidak bisa

23:12

memiliki tanah di di ekosistemnya di

23:15

lingkungannya begitu ya kalau yang itu

23:16

saya setuju karena sampai sekarang masih

23:17

belum punya

23:18

rumah kasihan Mas kasihanan generasi

23:22

gua tapi kayaknya karena ada faktor yang

23:26

sering disebut orang yaitu memang

23:27

generasi dan Yusuf ini doyan jajan ya

23:30

Jadi mereka ini Malas nabung

23:32

kayaknya Jajan aja kerjaannya gitu jadi

23:35

e Enggak tahu ya jadi salah mereka juga

23:37

sih kayaknya kalau ini saya enggak

23:40

setuju saya punya teman di Jogja itu e

23:44

namanya Faisal dia ini salah satu anak

23:47

muda yang mencatat semua pengeluarannya

23:49

semua dari parkir makan pagi makan siang

23:53

makan malam dicatat semuanya selama

23:54

bertahun-tahun itu dicatat jadi dia

23:56

punya aplikasi catatan keuangan Dia

23:58

mencatat satu persatu jadi kamu mencatat

24:00

Semua pengeluaran semua termasuk yang

24:02

kayak parkir 1000 2.000 pun saya catat

24:05

semuanya yang mahal gaya hidupnya pada

24:06

bilang l memang kurang kurang biasa Apa

24:08

k hidup saya tuh gitu kalau makan ya

24:11

mungkin sehari sekali maksimal dua kali

24:13

gitu bensin ya enggak usah jauh-jauh

24:15

gitu selama 6 tahun ya selama 6 tahun di

24:18

lumanjang Kemarin saya ketemu yang

24:20

testimoni mengatakan saya 11 tahun

24:21

mencatat Mas lebih lama ya saya sudah

24:23

kasih saya sudah simpan kontaknya nanti

24:24

kita akan cari Masih muda juga iya 11

24:26

tahun Saya sudah mencarat semua

24:27

pengeluaran n gila jadi bukan masalah

24:30

berarti bukan masalah enggak nabungnya

24:32

mas sebenarnya di sini ini memang apa ya

24:34

Ee mereka sudah coba membuktikan Apakah

24:36

mereka yang memang terlalu boros atau

24:39

memang enggak kebeli kalau kita mau beli

24:40

rumah sekarang kira-kira gitu apa

24:42

Kesimpulannya kesimpulannya adalah

24:44

em kita lihat di apa Mas Faisal sempat

24:46

bercerita bilang begini

24:49

kami saya menemani Mas Faisal untuk

24:51

berkeliling Jokja waktu itu Melihat

24:52

harga rumah dan ini yang kami temukan eh

24:55

saya lihat rumah yang dijual atau di

24:58

kontrakannya di pojok jalan Mawar Jalan

25:01

Gambir Iya itu kalau boleh tahu harganya

25:04

kisang berapa ya mas ya Atau Pak at

25:07

penawarannya

25:09

12,5 tapi bisa ditawar gitu posisinya

25:14

waris Pak Oh posisinya waris buka

25:17

harganya r,5 juta per meter ya Pak betul

25:20

12 enggak 12,5 eh 12,5 m Pak sor Oh 12,5

25:24

m totalnya I mestinya enggak sampai 10

25:28

jutaan mungkin 10 jutaan itu kan Eh

25:30

mungkin lebih dari 10 jutaan ya Iya

25:31

betul oke oh 12,5 m Oke ini dengan Maaf

25:35

ini dengan Pak siapa Saya tahu daerah

25:37

sini mahal cuma kalau 12,5 m

25:40

ya enggak baru tahu aja

25:43

segitu cukup shok ya ben ben 12,5 m ben

25:48

m bukan juta l m bayangkan nabung berapa

25:51

puluh tahun bukan puluh lagi R tahun itu

25:53

sampai anak cucu mungkin baru bisa

25:54

kebeli jadi itu yang terjadi di generasi

25:56

saya sekarang ini ee kenapa bisa terjadi

25:59

kayak gitu yang pertama penduduknya

26:01

bertambah tapi tanahnya tetap Gitu Ee

26:04

beberapa artikel Saya sempat baca

26:06

orang-orang seperti Parit yang ingin

26:07

menghabiskan masa pensiun orang-orang

26:09

dari Jakarta lah Ya maksudnya datang ee

26:11

salah satu kota favorit untuk mereka

26:12

menghabiskan masa pensiun adalah

26:14

Yogyakarta Jadi kesimpulannya hanya

26:16

orang-orang kaya kayak P Farit ini yang

26:18

bisa Punya tanah gitu atau enggak e kita

26:21

tetap bisa punya tanah tapi kalau kita

26:23

punya bapak kayak Pak Farid misalnya

26:24

yang punya tanah banyak diobo jadi em

26:28

yang ketiga adalah

26:30

kita sekarang susah beli rumah karena Eh

26:32

yang tadi yang saya bilang kita cuma

26:34

punya satu kesempatan kerja sebagai

26:35

freelance dan itu kita enggak punya slip

26:38

gaji jadi kalau kita mau kredit rumah

26:39

enggak bisa kita enggak punya satu

26:41

jaminan untuk bisa kredit rumah lalu e

26:44

masalah selanjutnya adalah tanah yang

26:45

seharusnya jadi barang publik mulai

26:47

dijadikan privat gitu statusnya sama

26:49

seperti udara dan air yang kita konsumsi

26:51

sehari-hari harusnya ini bisa jadi

26:52

barang publik yang bisa diakses oleh

26:54

semua orang gitu nah e yang terakhir

26:57

adalah e ee Tanah ini enggak punya harga

26:59

acaran tertinggi ee bahkan sawit e yang

27:02

menghasilkan minyak pun yang kita

27:04

konsumsi ee itu ada harga eceran

27:06

tertinggi atau atau atau apa ya Ee padi

27:09

yang jadi beras kemudian jadi nasi yang

27:11

kita konsumsi itu harga ada harga eceran

27:13

tertingginya tapi tanah yang menumpuhkan

27:15

itu semua enggak ada harga eceran

27:17

tertingginya yang barang yang barang

27:19

publik tadi ada contoh Ben di badui ya

27:22

dan di Tenganan pegeringsingan di Bali

27:25

eh Yusuf kemarin mampir saya juga

27:28

singgah tapi di ekspedisi indonesia biru

27:30

Eh 2015 saya juga singgah jadi di Badu

27:33

seseorang tidak bisa memiliki tanah

27:35

karena tanah adalah barang publik orang

27:37

boleh menggunakan tanah itu tapi setelah

27:40

dia meninggal tanahnya tidak diwariskan

27:42

kepada anaknya Tapi dikembalikan kepada

27:44

adat lalu adat akan mendistribusikan

27:47

lagi ke orang lain Jadi Apakah anak

27:50

tidak bisa menikmati hasil jerh paya

27:53

orang tua bisa tapi dalam bentuk tanaman

27:55

yang diusahakan di atas tanah itu Jadi

27:57

kalau tanah itu tumbuh pohon durian 40

28:00

pohon misalnya maka ya anaknya bisa

28:04

mewarisi 40 pohon durian tapi tidak bisa

28:07

mewarisi tanahnya Tanahnya adalah milik

28:09

publik akan diserahkan kepada orang

28:12

berikutnya yang membutuhkan

28:14

jangan-jangan orang yang membutuhkan

28:15

anaknya lebih banyak daripada anak yang

28:18

tadi akan mewarisi sehingga dilihat

28:21

Siapa yang paling membutuhkan dan dengan

28:23

demikian eh Tanah ini enggak bisa

28:25

diperjualbikan di Tenganan

28:27

pegeringsingan juga jumlah tanahnya

28:29

selalu sama karena tidak boleh dimiliki

28:31

pribadi pernah ada kasus misalnya satu

28:33

orang satu keluarga menjaminkan kepada

28:35

bank dan ketahuan dia langsung mendapat

28:37

sanksi adat jadi sedemikian protektif

28:40

Mereka melihat tanah sebagai barang

28:42

publik artinya kearifan sebagai tanah

28:44

sebagai barang publik ada di Indonesia

28:46

dan ini Bukan soal komunisme bukan soal

28:48

sosialisme setelah kemerdekaan

28:50

sebenarnya E Bung harta juga mengusulkan

28:53

yang sama Jadi tanah jangan dimiliki

28:55

oleh EE apa eh

28:58

dan kemudian bisa diperjual belikan Jadi

29:00

sebenarnya ee pemikiran seperti ini

29:02

bukan hal yang baru padahal bungata anti

29:04

komunis Iya betul tapi dari semua

29:07

masalah yang tadi kita sebutkan tadi itu

29:09

itu bukan masalah yang paling buruk yang

29:11

paling buruk ini ini 1% orang menguasai

29:15

58% tanah di Indonesia Kasihan deh lu

29:18

deh saya curiga orang-orangnya P Farid

29:20

ini semua yang kuasai 1% tanah itu

29:22

generasi saya lebih baik

29:25

dari jadi lagi-lagi saya usuf ini

29:28

menemui jalan buntu ya mau ke e-commerce

29:31

tapi 90% barang kita impor paling jadi

29:35

buruh migran itu pun saya rasa itu cuma

29:37

solusi kecil dan muk industri sudah

29:41

digantikan sama mesin dan Harus bersaing

29:43

dengan tenaga kerja asing mau ke

29:45

pertanian tidak ada

29:47

lahan Barangkali saya dan Mas Yusuf

29:51

masih punya kesempatan kerja di Kelautan

29:58

Bupati k is omongan

30:03

gampangelus itu ad

30:06

birokrasi birokrasi terutama

30:12

di sama

30:14

[Musik]

30:28

oh

30:29

[Musik]

30:43

[Musik]

30:56

[Musik]

31:12

[Musik]

31:32

[Musik]

31:48

[Musik]

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free