SEMINAR NASIONAL 2026 INSTITUT STIAMI
Ancol Jakarta. Inilah dia seminar
nasional Institut Setiami tahun
2026.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Ayo mulai
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Khan
cahayens
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
ale
[musik]
[musik]
[musik]
ale
Ale he, ale aleungangumpangumpung
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Kayahan
cahayana
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Kjang
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
J
[musik]
[musik]
Tuhanang
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
Berikan tepuk tangan yang meriah untuk
putra-putri kampus Institut Setiami.
Untuk itu marilah kita sambut. Inilah
dia MC kita, Ria dan Andi. [berteriak]
Boom boomalak [musik] boom boom lom zoom
zom boom boom boom boom [musik] zoom
zoom zoom boom boom boom boom zom boom
[musik]
[musik]
boleh kasih tepuk tangannya dulu dong
Bapak Ibu untuk kita semua yang sudah
luar biasa di pagi hari ini.
Sangat luar biasa ya.
Ramai banget ya, Kak Andi ya. Kayaknya
hari ini ada 5.000 orang ya, Bapak, Ibu
ya. Boleh kita kasih tepuk tangan sekali
lagi yang lebih meriah.
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
nastain w um dunya waddin wasatu
wasalamu ala asofiliya wal mursalin wa
alihi wasbihi ajma amma ba tentunya
salam selamat pagi dan juga salam
sejahtera bagi kita semua om swastiastu
namo buddhaya salam kebajikan
puji syukur tentunya selalu kita
panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa
taala dan juga kepada junjungan kita
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam sehingga pada pagi hari ini
kita bisa hadir di tempat ini dalam
rangkaian acara seminar nasional
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen
Setiami dengan tema transformasi
kompetensi SDM dan Manajemen Berbasis AI
untuk daya saing dan ketahanan nasional
di sektor strategis di Candi Bentar Hall
Putri Doyong Ancol Jakarta pada hari
Sabtu 25 April 2026.
Weekend yang cerah ini ya, Karya ya.
Weekend yang cerah. Suasananya pun juga
pas di pinggir pantai. Tak lupa juga
kami ucapkan selamat datang dan selamat
pagi kepada yang terhormat pembina
Yayasan Ilomata, Bapak Prof. Dr. Safri
Nurmantu, M.Si.
Yang terhormat Ketua Yayasan Ilomata,
Bapak Dr. Ir. Panji Hendarso, M.M. yang
pada pagi hari ini diwakili oleh
Sekretaris Yayasan Iloom Mata Bapak Afan
Mantu dan Bendahara Yayasan Ilomata
Bapak Dr. Suprio.
Yang kami hormati Rektor Institut Ilmu
Sosial dan Manajemen Setiame Ibu Prof.
Dr. Haj Silviana Murni, S.H., M.Si.
Yang kami hormati
Prof. Dr. Esa Prakasa, MTI, selaku
Kepala Pusat Riset Data dan Informasi
BRIN.
Yang kami hormati Prof. Dr. Sani
Muhammad Isa, S.Si., MKom selaku guru
besar bidang ilmu data sains.
Yang kami hormati Bapak Riri Satria,
SKOM, M.M. selaku Komisaris Utama PTILCS
Pelindo Solusi Digital.
Yang kami hormati Bapak Dr. Taufik
Supriadi, S., S.H., M.K.
selaku community development expert.
Yang kami hormati Bapak Ir. H. Nuroj,
M.Si. selaku selaku anggota DPR RI
Komisi 11.
Yang kami hormati Bapak Once Mekel, SH.
selaku anggota DPR RI Komisi 10.
Yang kami hormati Wakil Rektor Institut
Wakil Rektor 1 Institut Ilmu Sosial dan
Manajemen Setiami Ibu Dr. Eis
Komalawati, Esos, M.Si. si
yang kami hormati Wakil Rektor 2
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen
Setiami Bapak Dr. Hartono, S. M.M.
Dan yang kami hormati para dekan
direktur, Kaprodi, Kepala Kampus, Kepala
Bagian, serta Bapak Ibu dosen dan
mahasiswa Institut Ilmu Sosial Manajemen
STIMI yang berbahagia. Pada pagi hari
ini kita kasih tepuk tangan sekali lagi
yang meriah untuk kita semuanya.
Oke, rasanya kurang lengkap kalau kita
tidak memperkenalkan diri ya, Kak Andi
ya, supaya nanti lebih kenal dekat
dengan Bapak, Ibu dan juga teman-teman
semuanya. Perkenalkan saya Ria Alifa dan
juga rekan saya
Andi Reslauda
yang akan memandu jalannya rangkaian
acara seminar di hari yang penuh dengan
kebahagiaan ini tentunya ya, Kak. Penuh
semangat tentunya ya.
Betul banget. Kalau gitu kita cek
semangatnya dulu boleh dong. Rekan-rekan
mahasiswa yang hari ini sudah hadir ada
dari program
sarjana yang sudah hadir. Mana program
sarjana yang sudah hadir suaranya?
Wah
1000 orang ya. Selanjutnya selanjutnya
kita coba cek teman-teman dari program
vokasi apakah ada yang hadir pada hari
ini?
Vokasi mana suaranya?
Masih malu-malu. Enggak apa-apa.
[terkesiap]
Oke, selanjutnya rekan-rekan dari Pasca
Sarjana. Mana suaranya?
Wow.
Wow. Ini paling rame ya, Kak Andi ya?
Tum tumben malah paling rame ya.
Betul banget. Kayaknya ini yang udah
enggak sabar mau nyelesaiin tesis ya,
Bapak Ibu ya. [tertawa]
Oh, belum.
Oh, belum ya. Tapi sudah dalam tahap
proses penulisan juga ya pasti ya.
Tapi katanya hari Senin besok sudah
mulai UTS ya.
Betul banget Kak Andi.
Iya. Kita doain semoga lancar UTS-nya
dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik
tentunya dong.
Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
Tentunya Bapak Ibu kami juga mengucapkan
terima kasih banyak kepada para
sponsorship yang sudah berkenan
mendukung jalannya rangkaian acara hari
ini dari Kementerian Pariwisata dan juga
Ekonomi Kreatif. Boleh kasih applaus-nya
Bapak dan Ibu. Terima kasih banyak atas
supportnya. Lalu kemudian ada dari
Posetik dan juga rekan media partner
kita hari ini dari Berita Nasional TV,
Tribu News dan juga BR TV. Terima kasih
banyak.
Dan selanjutnya, Bapak, Ibu hadirin yang
kami hormati, demi kelancaran seluruh
rangkaian acara pada pagi hari ini,
izinkan kami membacakan tata tertib
seminar.
Peserta wajib hadir tepat waktu sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan.
Peserta diwajibkan melakukan registrasi
atau absensi dengan barcode sebelum
memasuki ruang seminar.
Berpakaian rapi dan sopan menggunakan
almamater sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Menjaga ketertiban dan kenyamanan selama
kegiatan berlangsung.
Selanjutnya, peserta dilarang membuat
kegaduhan, berbicara sendiri, atau
mengganggu jalannya acara.
Handphone harap di silent atau nonaktif
selama sesi seminar berlangsung.
Peserta wajib mengikuti seluruh
rangkaian acara dari awal hingga
selesai.
Dilarang makan dan minum di dalam
ruangan seminar kecuali telah disediakan
oleh panitia.
Peserta diperkenankan bertanya pada sesi
tanya jawab dengan mengangkat tangan dan
menyebutkan identitas terlebih dahulu.
Dilarang merokok di area kegiatan
seminar.
Peserta juga wajib menjaga kebersihan
lingkungan selama acara berlangsung.
Selanjutnya, segala bentuk dokumentasi
oleh peserta harus tetap memperhatikan
kenyamanan dan tidak mengganggu jalannya
acara.
Peserta yang melanggar tata tertib akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan
panitia
dan peserta wajib membuat resume setelah
acara selesai dan di-upload ke SSO
teman-teman masing-masing.
Oke, jadi Bapak, Ibu, dan juga
kakak-kakak rekan semuanya itu adalah
tata tertib yang harus kita patuhi
tentunya ya untuk menjaga kelancaran
rangkaian acara seminar hari ini Kak
Adik. Tapi bukan hanya tata tertib Bapak
Ibu tadi sudah disampaikan. Jangan lupa
ee kakak-kakak, rekan mahasiswa ya untuk
bisa menulis resume
dari materi yang sudah didapatkan hari
ini oleh Bapak Ibu narasumber gitu ya.
Lalu kemudian aku juga mau infoin ada
hal yang lebih menarik nih Kak Andi
tentunya.
Kenapa yang menarik karya bukannya aku
yang nyampaiin?
Kayaknya kurang lengkap kalau kita
enggak bagi-bagi hadiah nanti ya, Bapak,
Ibu, dan juga rekan-rekan semuanya. Oke,
jadi nanti akan ada hadiah menarik untuk
Bapak, Ibu, dan juga kakak-kakak
mahasiswa yang hari ini telah hadir yang
berhasil membuat video activity selama
jalannya rangkaian acara seminar ini
berlangsung ya. Jadi, boleh dibuat
kontennya semenarik mungkin karena saat
ini kita membahas tentang teknologi EA
dan juga konten tentunya ya Kak Adi ya.
Jadi silakan Bapak, Ibu, dan juga
Kakak-kakak semuanya buat konten
terbaiknya gitu ya. Sampaikan kepada
publik bahwa kita hari ini mengikuti
jalannya rangkaian acara seminar yang
dilaksanakan oleh Institute SetiMI
tentunya dengan sekreatif mungkin ya Kak
Andi ya. Mau pakai lagu Kicau Mania juga
boleh kakak-kakak ya yang saat ini lagi
happening gitu.
Happening banget. Iya.
Oke, selanjutnya nanti akan ada tiga
penanya terbaik. Jadi disiapkan ya untuk
kakak-kakak semuanya. Alat tulisnya
boleh disiapkan. Nanti kalau ada
pertanyaan silakan boleh tunjuk tangan
ketika sesi diskusinya sudah dibuka. Dan
untuk selanjutnya nanti akan ada hadiah
menarik untuk 10 orang yang beruntung.
Tapi kita enggak bisa kasih tahu
sekarang, Kak Andi.
Iya dong, enggak bisa dikasih tahu
sekarang. Tapi Karya sebelum kita lebih
lanjut lagi nih, saya pengin tanya. Ini
teman-teman di sini pada pengin enggak
dapat door price-nya?
Ada yang mau Bapak Ibu hadiahnya? Mau
mau ya?
Aduh ini kurang semangat ya kayaknya ya.
Jawabnya berbisik ya bukannya teriak.
Iya betul. [tertawa]
Ada yang mau door price? Kakak-kakak
semuanya
mau.
Mau. Oke. Jadi ditunggu ya dinantikan di
sesi akhir nanti sebelum penutup kita
akan sampaikan kira-kira apa door
price-nya yang akan berhasil dimenangkan
oleh 10 orang tadi.
Betul. Tapi ada satu syaratnya kalau
teman-teman pengin dapat door price,
syaratnya satu, ambil door price-nya di
laut.
Oh, berenang berenang ya. Jangan. Oke.
Yes. [tertawa] Oke.
Jangan berenang, Kak Andi, ya. Oke. Jadi
itu ya Bapak, Ibu dan juga Kak-kakak
semuanya. Nanti akan ada hadiah dan juga
door price menarik dengan total jutaan
rupiah, Kak Andi yang bisa dimenangkan
oleh kakak-kakak semuanya. Oke. Baik,
Teman-teman dan juga ya demi menjaga
kelancaran acara kita pada hari ini
supaya suasana menjadi lebih hemat dan
apapun yang kita dapatkan di hari ini
memberikan keberkahan pada kita dan
memberikan manfaat kepada kita mulai
dari hari ini sampai seterusnya, maka
selanjutnya mari sama-sama akan kita
dengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an
dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh
yang terhormat Bapak Dr. Dian Wahyudin,
Esos, M.Si. si kepadanya dipersilakan.
[musik]
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
[bernyanyi]
[bernyanyi]
Ya
ayyuhalladzina
[bernyanyi]
amanu
[bernyanyi]
idza
qila
Idza qila
lakum
tafassahu
fil majalis. [bernyanyi]
Tafassahu
fil majalisi
fafsahu
yafsahillahu
lakum
Waidza
qilauzu
fansyuzzu
yarfaillah
Yarfaillahulladzina
amamanu
[bernyanyi]
minkum
[menghela napas]
yarfa Waillahulladzina
amamanu
minkum
walladzina
utul
ilma [bernyanyi] darajat
walladzina
utul
[bernyanyi]
Wallahu [berteriak]
bima
tammaluna
khabirq
[bernyanyi]
[bernyanyi]
Aku berlindung kepada Allah
dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah yang maha pengasih
maha penyayang.
Wahai orang-orang yang beriman,
apabila dikatakan kepadamu,
berikanlah kelapangan di dalam
majelis-majelis,
maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu.
Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu,
maka berdirilah.
Niscaya Allah akan mengangkat derajat
orang-orang yang beriman
dan orang-orang yang diberi ilmu
beberapa derajat.
Dan Allah maha teliti apa yang kamu
kerjakan.
Maha benar Allah dengan segala
firman-Nya.
Mari hadirin sekalian sama-sama kita
tengadahkan tangan kita seraya kita
berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala
agar acara kita pada pagi hari ini
diberikan keberkahan oleh Allah
subhanahu wa taala dan kelancaran
astagfirullahalazim
astagfirullahaladzim
astagfirullahalazim
falakal hamdu ya Allah ya karim ya
ma'bud yaal jalali wal ikram Allahumma
sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
sayyidina Muhammad.
Allahumma inna nasaluka biannaka
antallah al wahidul ahad assomad alladzi
lam yalid walam yulad walam yakun lahu
kufuwan ahad. Lailahaillallahul
adzimul hadim. Lailahaillallahu rabbul
arsyil adim. Lailahaillallahuus
samawati wal ard warabbul arsyil karim.
Nasaluka mujibati rahmatik wafiratik.
min birinam
laana illa gofarta w illa watanya
qha ya arhamarahimin
zidna ilman warzuqna fahman allahumfuna
bimaamtana waimnafuna
allahumahna hikmataka al rahmataka
minahmatika ya aramarahim
allahumqihnawil
unahil
akarahuidina
muhammad
ali wasallam subhanaabbikailzati
amma yasifun wasalam alal mursalin
walhamdulillahiabbil alamin
wasalamualaikum warahmatullah
wabarakatuhumsalam
warah
[musik]
[mendengus]
[musik]
Terima kasih kepada Bapak Dian Wahyudin
atas pembacaan doanya yang bisa
memberikan kelancaran dan memberkati
segagala aktivitas kita khususnya pada
kegiatan pagi sampai dengan siang hari
ini.
Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami
hormati. Untuk bisa menembuhkan rasa
nasionalisme kita kepada negara Republik
Indonesia dan rasa cinta kepada kampus
Institut Setiami, kita akan sama-sama
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya dilanjutkan dengan Mars Institute
Setiami. Untuk itu kami mohon kesedan
untuk dapat berdiri.
[musik]
Indonesia [musik]
tanah airku,
tanahku.
Di sanalah [musik]
aku berdiri
jadiu
[musik]
Indonesia
kebangsaanku
bangsa dan [musik] tanah air.
Marilah kita berseru [musik]
Indonesia bersatu.
Hiduplah [musik]
[bernyanyi] tanahku, hiduplah negeriku,
bangsaku, [musik] rakyatku semua.
Bangunlah jiwanya, bangunlah [musik]
badannya untuk Indonesia
Raya.
Indonesia [musik][bernyanyi]
Raya merdeka merdeka tanahku, negeriku
yang kucil. [musik]
Indonesia Raya merdeka [musik]
merdeka hiduplah
Indonesia Raya
[musik] merdeka merdeka tanahku negeriku
yang kucinta [musik]
Indonesia Raya merdeka, merdeka hiduplah
[musik] Indonesia
[musik]
Institut [musik][bernyanyi] Ilmu Sosial
dan Manajem Seti
menjaga [musik]
[bernyanyi] kualitasmu
dengan penuh integritas
bersama [musik]
Institusi Siamingu
tatap masa depan pasti
bersama [musik][bernyanyi]
membangun negeriku
dengan gapai prestasi
demi [musik] menjadi
perguruan tinggi yang unggul dan berdaya
saing.
Siami [musik]
amat kami dan terus junjung tinggi
membangun [bernyanyi]
intelektual [musik]
dengan integritas moral dan etika
[musik] melangkah bersama dalam karya
nyata meraih cita [musik]
bersama [bernyanyi]
institusi diami menjadi insan mulia
[musik]
dan bertakwa dengan rahmat Tuhan yang
maha kuasa. Jayalah
Institusi
[musik]
Bapak Ibu dipersilakan untuk bisa duduk
kembali.
kita.
Hah.
Baik, Bapak, Ibu hadirin yang kami
hormati.
Memasuki rangkaian acara selanjutnya,
mari sama-sama kita dengarkan sambutan
sekaligus pembukaan acara seminar
nasional Institut Setiami tahun 2026 ini
oleh yang kami hormati Rektor Institut
Setiami kepada Prof. Dr. SH, M.Si.
secara [musik] online ya, Bapak dan Ibu
semuanya. Apakah Prof dengan kami dalam
Zoom?
Alhamdulillah sudah bergabung.
Asalamualaikum, Prof. Silvi. Halo.
Ya. Waalaikumsalam. Apakah sudah
terdengar suara saya?
Sudah terdengar jelas, Prof. Gimana
kabarnya hari ini, Prof?
Alhamdulillah saya hari ini berada di
kota Turku di Finlandia karena ee tugas
kampus juga saya sudah melakukan riset
dengan Universitas Turku. Ee jadi saya
mohon maaf kalau saya dari jauh tapi
bagaimanapun saya tetap akan mengikuti
seminar nasional ini yang luar biasa dan
sekali lagi selamat sukses untuk
semuanya.
Apakah wajah saya juga sudah nampak?
Sudah nampak Prof. Cantik dan fresh ya
Prof ya. Walaupun di sana masih jam
subuh ya, Prof. Ya,
masih jam
Iya, di sini masih jam 4.52 jam pagi.
Masyaallah, luar biasa. [berdehem] Kalau
begitu dipersilakan Prof. Silvi untuk
memberikan sambutan sekaligus membuka
jalannya rangkaian acara seminar hari
ini.
Baik, terima kasih Mbak Dian. Terima
kasih Mas Andi. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Beli batik ke tanah Abang.
Cakep.
Jangan lupa mampir beli kemeja berdasi.
Artinya
zaman zaman AI makin maju berkembang,
Setiami turut hadir sebagai penggerak
transformasi.
Wow.
Satu lagi ini pantunnya anak muda. Ini
pantunnya anak muda. Mudah-mudahan semua
bisa mendengar dan semua bisa Mohon maaf
ini ee saya ulangi lagi ya. Beli kemeja
di pasar drifting.
Cakep.
Warnanya estetik menarik hati.
Artinya
literasi digital sangatlah pivotal. Mari
integrasi AI dengan etika dan dedikasi.
W.
Baik, sekarang saya ingin menyampaikan
ee kata sambutan saya dan saya
mengucapkan terima kasih. Ini luar biasa
menurut saya sangat-sangat luar biasa
hari ini. Saya berbahagia karena ee saya
katakan bahwa ini sesuatu yang menurut
saya sangat sekali saya ingin sebenarnya
hadir. Namun karena tugas jadi saya
masih berada di sini.
Ee yang saya hormati dan alhamdulillah
ada di tengah-tengah kita anggota DPR RI
Komisi 11, maaf Komisi 9 Bapak Ir. H.
Nurji, M.Si. Terima kasih, Masji.
Kemudian ada anggota DPR RI Komisi 10,
Bapak Onel, Sarjana Hukum.
Lagu dia lupanya masih jadi lagu e musik
saya di handphone. Terima kasih ya. itu
lagu favorit saya, Di Lova. Kemudian
yang saya banggakan, saya sangat kagumi
dan beliau saat ini juga sedang saya
mohon izin betul dengan saya bahwa
Menteri Ekonomi Kreatif Republik
Indonesia Bapak Teku Rifi Farsya, BSI,
MT diwakili yang hari ini diwakili oleh
eh Direktur Teknologi Digital Baru Bapak
Dandi Yuda Feriawan, Kementerian Ekonomi
Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif. Terima
kasih ya, Pak Dandi sudah mewakili Bapak
Menterinya. Kemudian Kepala Pusat Riset
Data dan Informasi BRIN Bapak Prof. Dr.
Prakasa, MT. Juga Community Development
Expert Bapak Dr. Taufik Supriadi, S.
SH., MT. Ak. Komisaris Utama PT ILCS
Pindo Solusi Digital, Bapak Riri Satya,
SKOM, M.M.
P QRP
dan tentu saja yang saya banggakan juga
ini ada guru besar bidang ilmu data
sains Bapak Prof. Dr. S Muhammad Isa,
S.Si., MKOM.
Dan di sini ada Bapak Ir. Panji beserta
seluruh keluarga besar dan jajaran
pengurus pengawasan ilmu Mata yang hari
ini diwakili oleh Pak dan bendahara
kita.
Ya. Kemudian juga ada dari pejabat
struktural mulai dari Pak ee Wakil
Rektor eh Ibu Wakil Rektor 1, Ibu Dr.
Elis, kemudian eh Bapak Hartono yang
hari ini juga menjadi Plh.
Terima kasih ya Pak Dr. Hartono.
Kemudian juga para Dekan, kemudian para
direktur, para kepala bagian, dan hampir
seluruh yang saya banggakan yaitu para
keluarga besar dari ee Setiam. mulai
dari pasca sarjananya, sarjananya,
mahasiswanya tanpa terkecuali termasuk
panitia yang luar biasa. Terima kasih
atas segala yang sudah dilakukan hari
ini.
Salam sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Selamat pagi dan salam
perjuangan intelektual. Hari ini kita
berkumpul di sini sebagai satu barisan
yang sadar bahwa dunia tidak lagi
sekedar berubah, tetapi dunia sedang
berganti. Dunia saat ini benar-benar
sedang berganti. Sedang berganti artinya
bukan sekedar bukan saja berubah
berganti wajah, tetapi lebih dari itu.
Kita berdiri di sini tentu saja sebuah
titik balik. Kritik balik sejarah di
mana artificial intelligence bukan lagi
sekedar tren teknologi atau bumbu
percakapan di meja kopi AI bahkan adalah
mesin penggerak peradaban baru. Dan hari
ini Institut
dengan lantang menegaskan posisinya.
Kita bukan penonton kita adalah motor
penggerak transformasi itu. Mengapa kita
harus bergerak?
Sekarang mengapa tema yang kita usung
hari ini bukanlah sekedar rangkaian kata
tanpa makna. Transformasi kompetensi SDM
dan manajemen berbasis AI untuk daya
saing danan nasional di sektor
strategis. Ini adalah jawaban atas
tantangan kedaulatan bangsa Inami
yang terlalu berkomitmen bahwa
kita harus melahirkan manusia baru yang
cakap digital. Namun tetap sekali lagi
namun tetap memiliki integritas moral.
Kita harus mampu mengawinkan antara
kecerdasan buatan AI dengan kecerdasan
hati.
Nah, melalui seminar nasional ini saya
menantang Anda semua. Kita semua jangan
pulang dengan membawa catatan saja.
Pulanglah dengan api semangat untuk
mengubah cara Anda bekerja, cara Anda
berpikir, dan tentu saja cara Anda
memimpin. Jadikan forum ini sebagai
kawah candra di muka untuk melahirkan
ide-ide disruptif yang mampu memperkuat
sektor strategis bangsa.
Hadirin yang saya banggakan, hadirin
yang saya hormati. Masa depan tidak
datang dengan sendiri. Masa depan harus
kita jemput, kita bentuk, dan kita
kuasai. Mari kita buktikan bahwa dari
rahim Institut Tiam akan lahir para
pemimpin yang mampu menaklukkan badai
teknologi demi kejayaan Indonesia.
Ingatlah AI bisa memberi Anda data, tapi
ia tidak bisa memberi Anda PC.
AI bisa memberi Anda kecepatan, tapi
tidak bisa memberi Anda milu
cara berpikir, tapi ia tidak akan pernah
bisa meniru ketulusan dalam mengabdi
kepada bangsa.
Akhir kata saya Silviana Murni selaku
Rektor Institut Yami dengan mengucap
basmalah bersama-sama.
Bismillahirrahmanirrahim.
Secara resmi seminar nasional Institut
Setiami 25 April 2026 saya nyatakan
dibuka dengan resmi. [tepuk tangan]
Malam minggu jangan hanya scrolling,
wujudkan mimpi jadi game charger sejati.
Artinya
meski algoritma AI terus evolving
integritas akademik tetaplah harga mati.
Bunga melati putih berseri, harum
semerbat di Taman Asri. Cukup sekian
salam pembuka dari saya hari ini. Dari
jauh dari Finland kita mari berjuang
bersama demi kemajuan negeri. Sekali
lagi terima kasih. Selamat mengikuti
seminar nasional, mohon maaf lahir
batin. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[mendengus]
[musik]
Baik, terima kasih Prof. atas sambutan
dan pembukaan seminarnya ya. Semoga
Prof. terus diberikan kesehatan dan
diberikan juga kesuksesan dalam proses
penelitian di Finlandianya. Amin. Amin
ya rabbal alamin.
Baik, Kak Andi. Tentunya di era disrupsi
teknologi yang semakin pesat, kecerdasan
buatan atau yang biasa kita sebut dengan
artificial intelligence atau AI ini
bukan sekedar pilihan ya. Saat ini sudah
menjadi kebutuhan strategis tentunya
untuk kita semuanya. Jadi kira-kira di
sini Bapak, Ibu, dan juga kakak-kakak
dosen, apakah ada yang sudah menggunakan
AI alat bantunya untuk bisa memenuhi ya
kebutuhan di sehari-harinya mungkin di
bidang pekerjaan gitu atau mungkin ada
mau cari referensi bantuan tambahan dari
AI? Apakah ada?
Bapak. Wow, Bapak juga menggunakan AI
ya, Pak ya. Luar biasa. Ada lagi Bapak,
Ibu, dan juga Kakak-kakak yang lain.
Oh, ini kenapa malu-malu ya? Padahal ini
adalah teknologi yang
betul
patut kita banggakan juga gitu ya.
Betul. Karena fun fact-nya itu ya Bapak,
Ibu, dan teman-teman semuanya setiap 2
hari itu semua teknologi itu akan
mengalami upgrade. Jadi memang upgrade
itu tidak bisa kita pungkiri dan mau
tidak mau pada akhirnya kita memang
harus mengikuti dan itu menjadi bagian
dalam proses perjalanan kita.
Iya, betul banget. Tapi bukan untuk
menggantikan ya, Kak Andi ya, tapi
sebagai penunjang. menunjang gitu untuk
yang bisa ng-etrigger kita dalam do
something gitu ya.
Gitu.
Tapi teman-teman mahasiswa pada pakai AI
enggak?
Pak
pakai. Tapi kenapa tadi enggak tunjuk
tangan? Coba aku mau lihat dulu mana
yang pakai teknologi AI saat ini.
Wow hampir semuanya ya Kak Ad.
Kita tanya dulu, Kak Ra.
Oke.
Pakai AI untuk apa?
Cari jurnal.
Cari jurnal. Oke. Apalagi? Apa?
Curhat.
Curhat. Oh iya sih benar ya. Bisa curhat
juga enggak salah daripada ke psikiater
mahal gitu ya Bu ya?
Iya betul. [tertawa]
Lebih affordable pakai AI.
Betul banget. Ada lagi kakak-kakak
biasanya pakai AI untuk apa?
Cari jodoh.
Cari jodoh. [tertawa]
Apa yang di sebelah sini tadi?
Memudahkan pekerjaan.
Memudahkan pekerjaan.
Oke, sip. Sudah ada empat jawaban nih.
Ada lagi
apa?
Cari jawaban.
Cari jawaban.
Oh, cari jawaban. Oke. Jadi untuk Bapak
Ibu dosen yang hadir tolong dicatat ya.
Tadi nama mahasiswanya [tertawa]
ketahuan ya tadi siapa yang bilang cari
jawaban ya.
Jangan ya kakak-kakak ya. kecuali untuk
tambahan referensi aja, terus
dikembangkan lagi apa yang mau ditulis
dalam soal UTS nanti. Misalkan seperti
itu ya, Kak Andi ya. Oke. Baik, Bapak
dan Ibu hadirin yang kami hormati,
langsung saja ya kita akan mendengarkan
keynote speech yang akan disampaikan
kepada yang kami hormati Bapak Dandi
Yuda Feriawan, S., MA. Beliau adalah
Direktur Teknologi Digital Baru
Kementerian Ekonomi Kreatif. Boleh kita
kasih applause dulu untuk Bapak Dandi.
Turun
turun.
Masyaallah nih. Mohon maaf Bapak Ibu
semuanya. Saya datang terakhir tapi
disuruh maju pertama ini Bapak Ibu
semua. [tertawa] Mohon maaf sekali lagi.
Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
asrofili iya mursalin wa alihi ajm.
Ee tentu saya tadi pada saat datang dari
mulai pintu masuk sampai ujung di
hadapan kita semua berdiri ee Ibu dan
Bapak yang sungguh luar biasa ee dari
perwakilan tentu dari jajaran akademisi
dari Setiami, dari founder Setiami
Rektor Wakil Rektor tadi Ibu Silvia
Munni sebagai rektor di bergabung
bersama kita melalui online dan saya
mohon maaf mungkin saya dalam
penyambutan salutation ini tidak bisa
menyebutkan satu persatu. Tapi sekali
lagi mudah-mudahan ini tidak mengurangi
rasa hormat kami untuk bisa hadir di
kesempatan di pagi hari ini. Tentu yang
kita hormati bersama-sama Rektor
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen
Setiami tadi Ibu Prof. Dr. Haj Silvia
Murni yang bergabung bersama kita.
Insyaallah beliau selalu sehat di sana
dan dijaga oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dan juga para narasumber dan
akademisi yang juga nanti akan hadir di
sesi hari ini yaitu Pak Dr. Esah.
Senang bertemu Bapak kembali, Kepala
Pusat Riset eh Sains dan Data BRIN. Lalu
kemudian Prof. Dr. Sani Muhammad,
salam kenal juga, Pak. Beliau guru besar
bidang ilmu data sains, direktur BINUS
Graduate Program. Ibu Riri Satria, SKOM.
Mohon izin, Pak. Mohon maaf Pak Bapak
Pak Riri. Mohon maaf, Pak. ee beliau
Direktur Utama PTLCS eh Pelindo Solusi
Digital dan juga Bapak Dr. Taufik
Supriadi eh community Development dan
beliau ini juga ee kakak kelas [tertawa]
saya di kampus sebelumnya. Salam hormat,
Pak. Juga
ee tentu pertama-tama kita panjatkan
alhamdulillah puji syukur atas kehadirat
Allah Subhanahu wa taala atas
diperkenankannya kita semua berkumpul
dalam acara yang insyaallah penuh
keberkahan ini dan insyaallah tema hari
ini luar biasa. Tadi disampaikan banyak
pesan oleh Ibu Prof. Dr. Silv Murni,
transformasi kompetensi SDM dan juga
manajemen berbasis artifisial intelijen
untuk daya saing dan ketahanan nasional
di sektor strategis. Nah, mungkin
pertama-tama saya juga perlu haturkan
mohon maaf ini ibu-ibu, Bapak sekalian.
Sedianya Pak Menteri Ekraf mau hadir,
sedianya beliau akhirnya memilih
tapping. Namun Qadarullah taping pun
juga enggak bisa. Jadi tadinya
diwakilkan ke Pak Deputi. Namun Pak
Deputi Qadarullah juga pagi ini ada
acara di Bandung sehingga menugaskan ke
kami untuk bisa hadir di sini. Tapi
beliau-beliau menitipkan salam hormat
kepada Ibu Bapak, dan teman-teman
Adik-adik mahasiswa sekalian dan
menugaskan kami untuk bisa hadir di sini
untuk bisa sharing apa sih yang kita
bisa diskusikan di sini. Ee jadi jujur
saja tidak ada bahan spesifik yang kami
prepare untuk diskusi siang hari ini.
Apalagi kalau sesi keynote speed seperti
yang berat tadi disampaikan. Mungkin
kita sharing beberapa hal saja ya, Ibu,
Bapak sekalian ya. Mungkin kita mulai
tadi disampaikan oleh Ibu Silvia Murni
soal perkembangan AI. Luar biasa ya.
Bagaimana tadi adopsi AI di Indonesia
ini salah satu yang tertinggi di dunia,
92% informasinya dari UNESCO. Lalu
kemudian bagaimana dengan adopsi EAI ini
katanya bisa merubah struktur ekonomi
sosial masyarakat sudah banyak ya dari
sosial masyarakat itu dengan adanya
istilah kalau teman-teman KOMDi itu DFK
itu apa namanya ee disinformasi fitnah
dan kebencian itu juga bisa dimunculkan
melalui AI. Jadi banyak faktornya, tapi
yang jelas di Indonesia sendiri dengan
adanya AI sudah banyak penelitian yang
menyatakan mungkin dengan adanya AI ini
2030 ekonomi Indonesia bahkan bisa
dibost menjadi sekitar 366 juta US
Dollar. Dan tadi disampaikan oleh Bu
Silvia Murni ya mohon maaf ee ini sudah
banyak penelitiannya tapi sekarang
tinggal gimana caranya kita bisa merebut
potensi tersebut. Nah, kalau kita bicara
soal sektor strategis tentu ada banyak
di sektor telekomunikasi dengan hadirnya
II sudah sangat mendisrupsi ya, Ibu,
Bapak semuanya ya. Ee teman-teman di
Setiami saya lihat ada jurusan juga ilmu
komunikasi kalau enggak salah Pak. Ya,
betul ya Pakin. Nah, bagaimana nih
teman-teman persiapan Teman-teman di
jurusan Ilmu Komunikasi? Mungkin ada
teman-teman dari jurusan Ilmu Komunikasi
STIAMI bisa angkat tangan. E ada di
belakang. Nah, ini kan dengan adanya AI
sudah sangat mendrupsi dunia media ya.
Nah, ini bagaimana nih kehadiran dan AI
ini dan teman-teman di di subsektor
maupun di jurusan-jurusan yang mungkin
nanti bisa terdampak itu juga bisa
mempersiapkan diri. Nah, termasuk juga
di sektor logistik juga ada di STIAAMI
ya, Pak, Ibu ya. Lalu kemudian termasuk
juga di sektor layanan publik yang juga
jadi saya jadi banyak jurusan di Setiami
saya lihat ada sektor administrasi dan
segala macamnya dan kita tahu peluangnya
luar biasa disampaikan tadi Bu Rektor
meningkatkan produktivitas
tapi di sisi lain seperti kita tahu
dengan disrupsi ini sudah banyak korban
juga yaitu katanya bisa menghilangkan
pekerjaan menggantikan manusia. Nah,
tapi apakah itu benar? Kita lihat ke
laporan Future of Job Reports 2025 dari
World Economic Forum ya. di WF 2025 ada
laporan future job reports. Di situ
malah disampaikan dalam dekade ke depan
AI ini justru akan menciptakan 170 juta
pekerjaan baru.
Memang akan mend-eplace sekitar R9 juta.
Jadi kalau 170 - 92 masih ada net
increase di situ. Masih ada kenaikan
bersih dari job creation dari AI. Nah,
artinya pekerjaan yang diciptakan oleh
AI ini justru lebih banyak dibanding
pekerjaan yang hilang.
Nah, berarti tantangan kita sebenarnya
bukan kelangkaan pekerjaan nih ke
depannya, tapi gimana kita bahasa di
seminar ini adalah transformasi
kompetensinya.
Nah, implikasinya apa? Tentu tadi
penguasaan kompetensi yang diperlukan ke
depan. Nah, senar dengan World Economic
Forum dari Bank Dunia ada laporan juga
digital progress Report 2025. Kurang
lebih senada di situ disampaikan bahwa
pemanfaatan AI khususnya di
negara-negara berkembang ditentukan oleh
empat hal.
Mereka bilangnya forsai
dari connectivity yaitu terkait dengan
infrastruktur digital termasuk energi
karena kita bicara soal data center dan
segala macamnya.
Comute bagaimana kita komputasi
cloud dan juga data center bagaimana
konteks terkait dengan data. Dan yang
terakhir adalah yang paling penting yang
sesuai dengan tema kita hari ini adalah
bagaimana kompetensinya.
Artinya apa? Terkait dengan AI untuk
sebuah negara bisa bersaing 4C ini harus
bisa dipenuhi.
Dari dua report ini, baik World Economic
Forum maupun World Bank Dunia, kita bisa
lihat bahwa kompetensi tetap menjadi
faktor penentu utama. Nah, tapi
menariknya ini ada riset lagi nih, Ibu
Bapak dari eh IDN Research Network. Nah,
Ibu Bapak pernah baca Gen and Millenial
Report 2026?
Adik-adik pernah baca?
Nah, karena ini menyuarakan suara
adik-adik Genzi kita yang di belakang
nih, Bapak, Ibu. Nah, di report itu
dibilang kalau di Indonesia
50% lebih dari perusahaan yang disurvei
itu sudah mengakui adanya peningkatan
produktivitas pada saat mereka
mengadopsi use case AI di perusahaannya.
Sudah 50% lebih. Artinya apa? Artinya
bahwa ee teori menyatakan bahwa AI
meningkatkan produktivitas terbukti.
termasuk di Indonesia oleh
perusahaan-perusahaan tadi. Nah, tapi
ada fakta menarik pada saat hasil survei
menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan
tadi setuju sebesar 45% mereka kesulitan
mencari talent AI.
Nah, baru kemarin itu ada penelitian,
bukan penelitian sih, ada rilis dari
salah satu media saya lupa mungkin
kumparan itu menyatakan Indonesia
termasuk ke dalam 10 besar AI talent
terbesar di dunia. peningkatannya.
Nah, tapi kita perlu lihat metode ya,
karena kita di akademisi di sini di
kampus TIAMI. Ternyata di metode di
dalam laporan dari ee kalau enggak salah
kumparan itu talenta terbesar itu
dilihat dari eh apa namanya? Link. Dari
Linkin. Jadi kadang-kadang profil orang
bilang dia menguasai talent. Jadi mereka
menggenerate big data di Linkin lihat,
oh ternyata dulu segini sekarang segini
yang ngeklaim bahwa dia menguasai AI.
Nah, itu dibilang itu. Nah, tapi
nyatanya sekali lagi nyatanya dari
sebuah survei dari ID and Riset Network
tadi disampaikan bahwa 45% perusahaan
merasa kesulitan mencari talenta AI
khususnya AI expert.
AI expert. Nah, artinya apa? Nah,
artinya bahwa ternyata kita bukan hanya
menghadapi tantangan lapangan kerja,
tapi juga krisis kesiapan tenaga kerja.
Makanya ini kita angkat tema ini tadi
soal kompetensi SDM dengan transformasi
kompetensi dengan adanya AI ini. Nah,
bahkan juga kita semua tahu bahwa
lulusan dari sarjana
menganggur itu meningkat dua kali lipat
sejak tahun 2020.
I kan, Ibu, Bapak. Nah, kita tahu juga
sejak lama ada mismatch antara dunia
pendidikan dan juga dunia kerja. Nah,
lucunya lagi ini lucunya lagi nih di
dalam report Gen and M men Millenial
Report 2026 tadi juga teman-teman Genzi
ini bersuara Ibu Bapak. Jadi teman-teman
Gen bilang ada 49% dari total kurang
lebih 1900 yang disurvei yaitu Gen dan
Milenial. 49% responden itu menyatakan
bahwa
pendidikan saat ini tertinggal dari
aspek perkembangan teknologi.
Dan ini saya rasakan juga di apa
lingkungan kerja pada saat teman-teman
dari lulusan sarjana terkait IT yang
enggak bisa coding.
Waduh betul ya, Pak.
Siap.
Kalau saya dan Pak Taufik kebetulan
memang enggak diajarin coding, Pak, ya.
Tapi alhamdulillah belajar ya, Pak, ya.
[tertawa]
Nah,
tadi 49% merasa perkembangan teknologi
di kampus tuh ee mereka enggak dapat
materi itu. Lalu kemudian 48%
mereka enggak dapat experience nyata.
Oleh karena itu, Teman-teman Kemenaker
sekarang ada program magang itu ya
nasional yaitu mungkin salah satu untuk
mendapatkan pengalaman di dunia nyata
ini 48%.
Nah, tadi ada menarik di terakhir
disampaikan oleh Bu Rektor yaitu soal
soft skill karena inti dari kompetensi
adalah manusia.
49% merasa pengembangan soft skill masih
belum memadai di kampus. Sekali lagi ini
adalah hasil survei ke kurang lebih 1800
atau 1900 Genzi. ada 900 GenI, ada 900
milenials yang menyatakan soal mismatch
antara dunia pendidikan dan juga dunia
industri atau usaha nanti. Nah, tapi ada
yang menarik juga dari survei ini, Ibu,
Bapak. Menariknya apa? Nah, ini dia
slide-nya sudah tampil duluan. Enggak
apa-apa, ya. Menariknya adalah
cara kerja teman-teman Genzi saat ini
totally different dengan yang kita
pernah kenal. termasuk mungkin juga di
zaman kami, saya beda sekali. Jadi
kadang-kadang ada gap generation yang
mungkin nanti di dunia kerja dirasakan,
tapi itu juga memang tercapture dari
hasil penelitian termasuk survei ini.
Nah, bedanya apa? Di situ disampaikan
84%
anak muda lebih memilih jenis pekerjaan
yang memiliki fleksibilitas khususnya
fleksibilitas waktu, Teman-teman. Betul
atau betul?
Betul.
Betul.
Lalu kemudian teman-teman juga lebih
memilih kerjaan yang sifatnya sesuai
dengan jati diri teman-teman. Betul atau
betul?
Nah, ini teman-teman
tapi ada fakta lagi 64% dari Genzi dan
Milenials kita ternyata itu mengalami
kesulitan keuangan. Nah, ini kalau
generasi dulu ini sudah dimarahin, Pak.
Mungkin kalau datang ke calon mertua
sudahlah pengin kerjaannya santai,
enggak punya duit gitu kasarnya gitu ya.
Tapi ada satu hal yang kekuatan dari
teman-teman ini yang mungkin enggak
dimiliki oleh generasi-generasi
sebelumnya, yaitu teman-teman digital
native, AI native. Nah, harapannya
dengan skill ini teman-teman bisa tadi
mendapatkan produktivitas di
bidang-bidang yang teman-teman minati.
Misalnya apa?
Starup digital. Ada teman-teman yang
sudah punya startup digital? Starup
mungkin non digital.
Heeh. Ee kita balik lagi, mohon izin.
Lalu kemudian ee di sektor ekonomi
kreatif di sini tadi ada asosiasi konten
ya, Pak. Siap, Pak. Kemarin kami bertemu
dengan eh Pak Ari Juliano juga dan Pak
Elmiaya juga di acara hak cipta, Pak.
Karena AI juga ngaruh ke situ ya, Pak,
ya, dari konten. Nah, teman-teman
sekarang penginnya juga di sektor ekraft
katanya begitu.
Lalu kemudian termasuk juga wirausaha,
teman-teman sangat memprioritaskan
terhadap work life balance ya. Ini betul
kan? Confirm ya. Confirm ya. Jadi 2000
suara tadi juga mewakili teman-teman
yang hadir di sini insyaallah ya. Nah,
artinya apa? Tadi kita coba runut dari
depan AI masuk lalu kemudian AI
mendisrupsi sektor-sektor strategis yang
katanya menghilangkan pekerjaan tapi
ternyata justru menimbulkan lebih banyak
pekerjaan dan lebih banyak peluang.
Katanya Genzi tadi apa namanya dari segi
pekerjaan penginnya pekerjaan yang bukan
formal penginnya pekerjaan yang
fleksibel bebas work life balance segala
macam. Nah, tapi adanya AI itu akan
membantu teman-teman yang
fokus ke dalam bidang geek ekonomi ini.
Oleh karena itu, saat ini salah satu
program nasional yang dicanangkan oleh
pemerintah ee kalau Bapak Ibu ingat di
sekitar bulan Desember yang lalu itu ada
insentif 8 17845
ee di mana salah satu insentif yang
delapan itu adalah penyediaan program
pelatihan dan platform pemasaran untuk
Genzi.
Nah, mungkin dengan teman-teman Setiami
belum mencapai itu ya. Jadi, salah satu
programnya adalah bagaimana
bentuk-bentuk pelatihan ke para generasi
muda ini supaya bisa menghasilkan uang
melalui geeksigs worker tadi, job eh
remote job dan segala macamnya. Nah, itu
next slide kita bisa lihat terkait
dengan ini yang 52% tadi kita bisa lihat
mereka merasa untuk memilih untuk
freelance. Di next slide-nya lagi kita
bisa lihat terkait dengan ini. Itu yang
45% AI skill gap tadi. Ini yang soal job
creation dan job loss-nya. Dan itu yang
disampaikan top skill reported yang
kurang tadi 45%. Nah, kita bisa lihat di
slide selanjutnya.
Nah, ini adalah program yang kami coba
di Kementerian Ekonomi Kreatif. Salah
satu dari Asta Ecraf kita sebut. Salah
satu dari Asta Ecraf adalah Talenta
Ecraf. di mana di Kementerian Ekonomi
Kreatif kami ingin mencoba hadir untuk
menyiapkan talenta-talenta
khususnya di generasi muda untuk
mengenal lebih jauh terkait dengan
ekonomi kreatif untuk bisa dilatih
skill-nya kompetensi baik hard skill
maupun soft skill. Salah satu pelatihan
yang kita kemarin gelar itu adalah
pelatihan cyber security Pak. Tapi bukan
sekedar cyber security Bapak Ibu. Bukan
sekedar pengetahuan gimana caranya
nge-hacking atau misalnya antivirus dan
segala macam, tapi gimana caranya dapat
duit jadi dari cyber security. Ibu Bapak
tahu narasumber yang dihadirkan itu
adalah anak SMP dari Tarakan
bahkan dari Bulungan, mohon maaf. Eh
Bulungan ya. dari bulungan nyebrang
lagi.
Dia itu dapat sekitar
ee
sekitar 2,5 miliar tahun lalu.
Hanya dari bug bounty. Bug bounty-nya
itu ya tadi dia masuk ke sebuah situs
Apple, dia lihat ada kelemahan di
halaman web yang mana. Dia laporkan
dapat duit.
Lalu kemudian Google juga dia juga dapat
bugs dari Google dan banyak
perusahaan-perusahaan besar dia dapat
duit. Nah, mungkin banyak teman-teman
yang justru belajarnya di kampus tapi
enggak tahu skill itu.
Nah, jadi pelatihan yang diharapkan
melalui Talenta Raft untuk para gigs
ekonomi, teman-teman Gensi adalah soft
skill-nya. gimana caranya supaya orang
yang punya skill tadi juga bisa
menghasilkan dengan skill-nya itu tadi
bagaimana dia menegosiasikan, bagaimana
dia mengkomunikasikan,
menjaga ide kontrak dan segala macam itu
yang dilatih. Nah, jadi kami berharap
juga dengan teman-teman Setiami mungkin
Ibu Bapak para dosen, para pimpinan
kalau mungkin nanti kita bisa kolaborasi
kita juga dengan senang hati untuk bisa
menghadirkan program buat teman-teman
STIAMI.
Nah, mungkin terakhir sampaikan tadi
juga oleh ee Ibu Rektor terkait dengan
core kompetensi kita sebagai human.
Karena katanya dulu eh human akan
digantikan oleh I, tapi enggak kan. Yang
benar adalah human yang enggak pakai AI
itu yang justru akan tergantinya oleh
human yang pakai AI. Demikian juga di
kantoran, pekerja-pekerja yang
menggunakan AI secara lebih produktif
itu yang akan digantikan.
Artinya saat ini PR kita adalah
bagaimana caranya meningkatkan
ketahanan, adaptasi, dan juga keberanian
teman-teman ini untuk bisa berubah.
Karena kita bicara di lingkungan kampus,
teman-teman para genasi
muda di hadir di sini juga kita juga
harus sama-sama definisikan ulang cara
kita membangun karir dari untuk masa
depan kita semua. Karena apa? Tantangan
yang dihadapi oleh teman-teman sangat
berbeda dengan tantangan yang dihadapi
oleh kami-kami sebelumnya. Karena itu,
Teman-teman sebagai generasi penerus
bangsa,
marilah kita mulai berpikir ulang dengan
adanya AI, dengan adanya disrupsi
teknologi dan segala macamnya dengan
yang teman-teman pelajari di kampus
akan dibawa ke mana ke depannya, skill
apa yang teman-teman bisa harapkan. Dan
itulah saat ini teman-teman memulai
untuk bisa mengembangkan diri
teman-teman. Mungkin demikian sekali
lagi saya mengucapkan terima kasih atas
perhatian Ibu dan Bapak sekalian dan
mohon maaf sekali lagi atas segala
mungkin kesalahan kata saya selama
berbicara di atas panggung ini. Dan saya
juga mohon maaf dan berharap semoga
forum ini bisa menjadi bagian dari usaha
strategis kita semuanya untuk bisa
menyiapkan SDM Indonesia yang unggul,
adaptif, dan juga berdaya saing global.
Sekali lagi terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[musik]
Terima kasih kepada Bapak Dandi atas
kino speech-nya yang diberikan ya ee di
awal rangkaian acara kegiatan seminar
kita di pagi hari ini. Dan juga kami
memohon kepada Bapak Dandi untuk bisa
tetap berada di atas panggung karena
selanjutnya akan ada penyerahan piagam
kepada Bapak Dandi Yuda Feriawan, S.
M.A. selaku Direktur Teknologi Digital
Baru Kementerian Ekonomi Kreatif. yang
akan diberikan oleh Plh Rektor Institut
Setiami. Kami mengundang Bapak Dr.
Hartono untuk bisa naik ke atas
panggung.
Baik, tentunya pemberian dari piagam
penghargaan ini sebagai bentuk ucapan
terima kasih dan juga apresiasi kepada
Bapak Dandi yang sudah membuka juga
rangkaian acara hari ini dengan
memberikan keynote speech ya, pemahaman
tentang AI [musik] pandangan dari
Kementerian Ekonomi Kreatif tentunya.
Kita boleh berikan tepuk tangan Bapak
dan Ibu.
Boleh berfoto bersama terlebih dahulu.
Baik, alhamdulillah.
Baik, terima kasih Bapak Hartun. Bapak
mohon izin untuk tetap berada di tempat
karena untuk selanjutnya
kita masih akan ada penyerahan ya. Jadi,
Kak Andi ee hari ini itu tidak hanya
kita melaksanakan seminar nasional saja,
tapi ada satu hal yang menarik dari
Institut Setiami. Ini adalah poinnya
Institut Setiami. Ciri khasnya Institut
Setiami yang selalu menghasilkan
mahasiswa-mahasiswa yang kreatif
tentunya. Ya,
betul banget Karya. Karena memang juga
mahasiswa itu memang kita menginginkan
dan kita juga menciptakan teman-teman
bisa untuk membuat inovasi-inovasi baru
lagi untuk ke depannya. kayak gitu ya
Karya ya. Karena kalau yang sekarang ini
memang infonya itu dari apa nih karya
nih mahasiswanya yang kita jadi Bapak
dan Ibu hari ini kita akan mengundang
teman-teman yang sudah berhasil membuat
produknya sendiri yang sudah berhasil
memasarkan produknya ini adalah
mahasiswa-mahasiswa Kreatif Institute
Setiami ya. Di antaranya yang pertama
ada Saudara Muhammad Kevin dengan produk
Ban and Bean.
Boleh kita kasih applause.
Oke. Jadi, Kak Andi, produk yang sudah
dihasilkan oleh Kak Kevin ini adalah
roti ya di bidang pestri tentunya. Jadi,
ee di bidang administrasi itu tidak
hanya belajar administrasi, tapi dia
juga bergelut dengan dunia bisnisnya.
Dan selanjutnya ada saudara Andrian dari
Madaya Cofi. Boleh silakan
kita naik ke atas panggung
dan juga memang produk-produk yang di
ciptakan oleh mahasiswa-mahasiswa
Institutus Tiami sendiri ini memang
produk-produk yang sedang hype ya karya
pada zamannya ini.
Betul. Siapa sih yang enggak suka kopi
ya Kak Andi ya? I apagi kopi susu gula,
ar itu kecintaan kita semua. Dan ini
adalah inovasi-inovasi terbaik yang
sudah diluncurkan ya, di launching dan
juga dipasarkan produknya oleh mahasiswa
Institut Setiami. Kita kasih applause
lagi Bapak Ibu. Semoga dari inovasi ini
bisa menghadirkan inovasi kreativitas
yang lainnya, Kak Andi ya. Akan ada
produk-produk unggulan lain yang akan
dicetuskan oleh mahasiswa Institut
Setiami.
Baik, terima kasih banyak kembali kami
ucapkan kepada
Bapak Dandi dan juga Bapak Dr. Hartono.
Oke.
Baik. Kami juga mengundang Prof. Safri
untuk bisa berfoto bersama dan juga
kepada Bapak Ir. H. Nuroj, M.Si. selaku
anggota DPR RI Komisi 9. Kita foto
bersama terlebih dahulu. Mohon izin,
Bapak.
Baik, tentunya kami mengucapkan terima
kasih banyak juga atas kehadirannya dari
Bapak Nurji ya yang sudah meluangkan
waktunya untuk bisa hadir dalam
rangkaian acara seminar hari ini.
Oke. Baik. Boleh berikan senyuman
terbaiknya Bapak. Lihat kamera. Kita
abadikan momen bahagia tentunya di hari
ini ya, Kak Andi ya.
1 2 3.
Oke, sekali lagi. 1 2 3. Semangatnya
boleh Pak semangatnya. Oke. Oh, 3.000
boleh. Silakan. Sat 2 3.
Oke.
Baik. Mohon izin sekarang bersama dengan
mahasiswa ya, Pak ya. Boleh berfoto
dengan mahasiswa semuanya. Jadi
Bapak-bapak boleh di depan kita
background-nya ini adalah
rekan-rekan mahasiswa ya. Dan kami juga
mengundang Ibu Wakil Rekor 1. Silakan
Ibu drteris kita foto bersama.
Iya iya.
Oke. Baik. Mohon izin Bapak, Ibu, dan
juga kakak-kakak mahasiswa kita boleh
berdiri dulu ya. Kita abadikan momen
bahagia di acara seminar hari ini dengan
berfoto bersama. Boleh agak merapat ya
Bapak Ibu. Mohon izin.
Oke. Baik semuanya boleh lihat kamera.
Berikan senyuman terbaiknya. Sat.
Du t.
Oke, sekali lagi Bapak Ibu. 3.000-nya
seperti ini Bapak Ibu. Mohon izin. 1 2
3.
Oke, sudah. Sekali lagi semangat Bapak
Ibu posenya.
Oke, semangat. 1 2 3.
Oke. Baik, terima kasih. Boleh berikan
applause untuk kita semuanya. Silakan
Bapak Ibu boleh kembali ke tempat duduk
dibaca turun dulu.
[musik]
[musik]
Baik Bapak, Ibu hadirin yang terhormat.
Sebagai bentuk komitmen kolaborasi
strategis dalam mendukung penguatan
ekosistem media dan industri kreatif
nasional di Institut Setiami,
mari kita saksikan prosesi
penandatanganan memorandum of
understanding dan juga perjanjian kerja
sama antara Institut Setiami dengan
Radio Republik Indonesia dan Asosiasi
Konten Creator Indonesia.
Mohon izin kami mengundang
yang kami hormati Kepala Pusat
Pemberitaan LPP RRI Bapak Raden Muhammad
Yusridarto Esos, Mom dan Ketua Asosiasi
Content Creator Indonesia. Yang kami
hormati Bapak Adityya Ramadan SDS untuk
dapat naik ke atas panggung.
Dan yang akan mewakili dari Institut
Setiami kami mengundang ke atas panggung
kepada Plh Rektor Institut Setiami yang
kami hormati Bapak Dr. Hartono beserta
Direktur Kemitraan dan Pengembangan
Usaha Institut Setiami. Yang kami
hormati Bapak Dr. D Kusna Utama Esos,
MA.
di mana dalam memorandum of
understanding dan perjanjian kerja sama
yang akan kita saksikan kali ini,
nota kesepahaman antara Institut Setiami
dengan Radio Republik Indonesia terkait
dengan pengembangan dan kerja sama
tridarma perguruan tinggi dan juga
[musik] implementasi tridarma perguruan
tinggi.
Halo.
Baik, tentunya dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrahim, semoga MOU
yang akan terjalin antara Institut
Setiami dengan Radio Republik Indonesia
dan juga Asosiasi Konten Kreator
Indonesia ini bisa menambah semangat
kolaborasi lagi dan juga menambah
inovasi terbaru [musik] ya, Kak Andi
yang akan
di
cetuskan nanti oleh Institut Setiami dan
juga dari Radio Republik Indonesia dan
juga Aki.
Dan memang sesuai dengan tema kegiatan
kita di hari ini ya.
Betul banget dan tentunya kerja sama ini
diharapkan dapat memperkuat sinergi
dalam pengembangan konten kreatif,
pemanfaatan teknologi digital, serta
peningkatan kapasitas sumber daya
manusia yang adaptif terhadap
perkembangan zaman khususnya dalam era
transformasi
dan kita berikan sekali lagi tepuk
tangan dalam proses Sesi penandatanganan
memorandum understanding ini dan
perjanjian kerja sama
yang mana dalam nota kesepahaman antara
Institut Setiami dengan Asosiasi Konten
Kreator Indonesia terkait dalam kerja
sama dalam rangka tridarma perguruan
tinggi dan juga program praktisi
mengajar.
Baik, kita abadikan terlebih dahulu.
Kita foto bersama dulu, Bapak. Mohon
izin
diaplikasi dulu dokumennya.
Oke. Baik. Berikan senyuman terbaiknya
Bapak. Boleh lihat kamera. 1 2 3.
Oke. Baik, terima kasih banyak kami
ucapkan kepada Bapak Raden Muhammad Yus
Ridarto, Sos, M. selaku Kepala Pusat
Pemberitaan LPP Radio Republik Indonesia
dan juga kepada Bapak Adityya Ramadan,
SDS, Ketua Asosiasi Content Creator
Indonesia.
[musik]
[mendengus]
[musik]
[musik]
Oke. Baik, Bapak, Ibu, dan Teman-teman
semuanya. tadi sudah banyak kita
saksikan ya karya ya mulai dari sambutan
sekaligus opening dari rektor kita lalu
juga tadi ada keynote speech dari Bapak
Dandi dan juga tadi kita juga
menyaksikan prosesi penandatanganan nota
kesepahaman dan perjanjian kerja sama
dengan Radio Republik Indonesia dan juga
Asosiasi Content Creator Indonesia yang
memang sangat relate banget ya dengan
tema kita hari ini gitu.
Betul banget. Mungkin kayaknya sudah
banyak juga nih akan ada pertanyaan yang
nanti disampaikan oleh kakak-kakak
mahasiswa ya. Dan tentunya juga sudah
tidak sabar mungkin akan mendengarkan
materi yang akan disampaikan oleh empat
narasumber hebat kita hari ini ya.
Ada empat narasumber kita hari ini Kak
Andi tentunya ya. Dan kami izin
mengingatkan kembali untuk kakak-kakak
mahasiswa jangan lupa untuk mencatat ya
dan juga membuat resume dalam rangkaian
acara seminar hari ini dan juga ee
terkait materi yang nanti akan
disampaikan oleh Bapak-bapak narasumber
kita tentunya ya.
Dan juga kita mengingatkan lagi nih
karya ya, mumpung teman-teman supaya
enggak lupa, akan ada banyak hadiah
menarik untuk teman-teman semuanya yang
mengikuti kegiatan seminar kita di pagi
hari ini. Karena nanti untuk penanya
terbaik pun kita akan memberikan
hadiahnya dan juga akan ada dua video
dalam kategori video activity terbaik
yang nge-highlight kegiatan seminar kita
di pagi hari ini. So, Teman-teman jangan
lupa untuk itu silakan bertanya, berikan
pertanyaan sebagus, semenarik mungkin.
Teman-teman aktif pun juga itu bagus ya
karya ya.
Boleh. Supaya nanti diskusinya itu bisa
interaktif ya, Kak Andi ya, antara
narasumber, moderator, dan juga peserta
seminar di hari ini ya. Oke, Kak Andi.
Jadi tentunya nanti yang akan memandu
jalannya sesi diskusi kita itu bukan
kita ya, Kak Andi ya.
Oh, iya dong. sudah ada praktisi hebat
di bidangnya nih, Kak Andi gitu.
Kira-kira siapa ya beliau menempuh
pendidikan mulai dari sarjana, magister,
dan juga doktor ilmu komunikasi dan lalu
kemudian untuk jabatannya saat ini
beliau sebagai ketua pusat kajian
komunikasi di Institut Setiami Bapak dan
Ibu. Beliau juga pernah menjabat sebagai
ketua program studi Magister Ilmu
Komunikasi Pasca Sarjana Institut
Setiami. Kira-kira sudah tahu siapa
kakak-kakak?
Oh, Apin bagus ya. Ada yang bisa menebak
ternyata. Tapi
apakah betul moderatornya beliau?
Kita panggil aja karya ya.
Oke. Baik kalau begitu kita undang.
Inilah dia moderator kita, Ibu Dr.
Wulani, Som, Mom.
Oke, boleh kita applaus untuk Ibu Dr.
Bulan.
Terima kasih, Bapak [musik] Ibu. Terima
kasih MC. Oke. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Tentunya saya mengucapkan syukur
alhamdulillah karena saya bisa berada di
depan orang-orang hebat pada pagi hari
ini. Yang saya hormati para pimpinan
kami di kampus Institut Siami. Kemudian
juga para seluruh narasumber yang sudah
hadir. Terima kasih sudah menyempatkan
waktu. Dan juga ada guru ayahanda kami
di sini juga ada para wakil rektor.
Terima kasih yang kami cintai tentunya
seluruh mahasiswa Institut SAMI. Tepuk
tangan dong.
Baik Bapak dan Ibu semuanya, pada hari
ini tentunya kita karena kasih sayang
Allah sudah bisa diberikan kehidupan
seperti ini dan kita diberikan
kesempatan untuk bisa bersama-sama di
tempat ini. Mudah-mudahan semakin hari
kita semakin bersyukur dengan apa yang
sudah diberikan dan kita semakin
semangat untuk bisa mencari ilmu. Baik,
Bapak dan Ibu. Kita ketahui bersama
bahwa I hari ini sudah menjadi bagian
dari kehidupan kita. Dan bukan hanya
sekedar wacana tentunya IAI yang
macam-macam nanti akan datang ke kita
gitu ya. Kemudian akan kita pergunakan
sesuatu yang terintegrasi dengan seluruh
aktivitas hidup kita. Dan juga Bapak Ibu
kita tahu bahwa keseluruhan yang hari
ini kita gunakan itu adalah keniscayaan
yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena
itu, kita harus terus mencari sebuah
solusi bagaimana supaya EI ini bukan
hanya kita sebagai pengguna, tapi bisa
bertransformasi menghasilkan SDM yang
unggul dan berkualitas. Dan tentunya
daya saing ini tidak hanya teknologinya
saja, tetapi SDM-nya yang harus unggul.
Oleh karena itu, hari ini kita sama-sama
akan membicarakan di ruang diskusi yang
sudah kami persiapkan sedemikian rupa
dengan narasumber-narasumber dan guru
besar ee di bidangnya ya untuk bisa
memetakkan bagaimana supaya kita menjadi
SDM yang berkualitas. ngopi dulu.
Dan kemudian hari ini kita mengangkat
tema tersebut untuk bisa sama-sama kita
mengetahui kemajuan dan juga memetakkan
gimana sebetulnya dalam kehidupan kita
ke arah depannya. Untuk itu, hari ini
kita akan berdiskusi tentang
transformasi kompetensi SDM dan
manajemen berbasis I untuk daya saing
dan ketahanan nasional di sektor
strategis.
Tepuk tangannya kurang kencang.
[tepuk tangan]
Baik Bapak Ibu sudah ada ya bangku tadi?
Belum ada ya sekarang sudah ada. Bim
salah Bim. Baik, siapa saja narasumber
kehormatan kita pada hari ini yang akan
saya temani, saya ditugaskan oleh kampus
tercinta untuk bisa mengawal seluruh
narasumber pada hari ini. Yang pertama
saya akan panggil Bapak Dr. Esa Prakasa,
ST,MT. Kami persilakan.
Bapak Dr. Esa Pakasa ini adalah peneliti
Human Computer Interaction dari Brince
ya. Beliau juga adalah kepala eh pusat
center data dan informasi di Brin.
Silakan Pak. Bapak mau duduk di kursi
nomor berapa?
Kursi menentukan posisi.
Oke, kita bacakan dulu sebentar ya.
Siapa Bapak Esa Prakarsa? Bukan cuma
saya yang mau tahu, semua juga mau tahu
ya. Pak Esa ini orang hebat di Brain ya.
Beliau menyelesaikan ee PhD-nya
di mana nih, Pak? Di Petronas Malaysia.
Kemudian juga Magister masih magister
teknik di Gajah Mada UGM. Kemudian juga
menyelesaikan S1-nya,
bselernya, Pak. Teknik nuklir.
Teknik nuklir. Hati-hati ya
nanti ee apa namanya? Kalau macam-macam
ya, Pak ya. Bapak ceritain ya, Pak.
Nanti tentang teknik nuklir. Seru
kayaknya.
Oke. Baik.
Ee yang kedua,
narasumber yang kedua kami panggilkan
beliau adalah guru besar bidang ilmu
data sains Prof. Dr. Sani Muhammad Isa.
Prof. Sani, selamat datang. Terima
kasih.
Baik,
silakan Prof.
Bapak dan Ibu, Prof. Sani ini juga ee
bertugas di BINUS ya. Beliau
menyelesaikan S1-nya di Universitas
Padjajaran dengan bidang ilmu
matematika, kemudian S2-nya ilmu
komputer di Universitas Indonesia dan
S3-nya di Universitas Indonesia ilmu
komputer. Pokoknya ilmu data sains
banget gitu ya. Baik, terima kasih Prof.
Kemudian yang ketiga,
yang ketiga Bapak Riri Satria,
Pak Riri terima kasih.
Silakan, Pak. Pak Riri
adalah
special staff
dari BIN ya, Badan Intelijen Nasional.
Oh. yang suka kepok-kepok gitu ya. Jadi
Pak Riri ini adalah peneliti ya, Pak ya.
Itu yang lama.
Oh iya. Saya dikirimnya ini nih ya. Saya
dikirimnya ini. Kemudian juga Pak Riri
hari ini menjadi komisioner ya Pak ya.
Spesialisama di PT Internasional
Kontainer Terminal.
[tertawa]
Coba stafnya Pak Riri mana ini?
Oh, gitu ya, Pak ya. Oke. Baik-baik.
Nanti saya ulangi membacakan ya, Pak ya.
Baik, kita tunggu CV barunya. Nah, akan
tetapi ada satu narasumber lagi
yang akan saya temani. Mari kita panggil
Bapak Taufik Supriadi
yang hari ini sedang viral ya. Luar
biasa, Pak RT ya, Pak ya.
Saya mau ngurus KTP bisa Pak. Jam berapa
Bapak ada di rumah?
Waduh. Nah, itu seram, Pak. [tertawa]
mau kawin lagi katanya. Ya,
terima kasih Pak Taufik Supriadi. Jadi,
Pak Taufik ini adalah ee RT Inovatif
Kampung Malaka, Duren Sawit yang hari
ini kita banyak lihat ya di TV bagaimana
inovasi beliau untuk bisa menciptakan
kampung yang sehat dan kemudian bisa
dibuat apa ya seperti ee study banding
atau ee apa sih kunjungan-kunjungan yang
membuat kita tahu bahwa lingkungan yang
produktif, masyarakat yang baik bisa
dikelola dengan baik dari seorang fair.
RT yang luar biasa ini. Tepuk tangan
dulu ya. Gelarnya banyak sekali.
[tertawa] Beliau adalah Dr. Taufik
Supriadi dengan keahlian akuntansi
forensik audit investigasi manajemen
perpajakan geography informasi system
dan pencegahan planetary crisis urban
farming. Ya. Kemudian pengetahuan
mengenai teknik pemeliharaan
biodiversitas dalam ruang terbatas.
praktik terbaik dalam manajemen limbah
dan pengelolaan sumber daya air,
keterampilan dalam penerapan teknologi
ramah lingkungan dan energi terbarukan,
mediator non hakim. Ya, jadi semua
diimplementasikan di dalam sebuah
lingkungan yang Pak RT pimpin hari ini.
Ya, beliau menyelesaikan dua doktor.
Jadi doktor nya dua ya. Yang satu pusing
kan? Ya udah pusing. Kalau Bapak enggak
pernah pusing mau yang ketiga, Pak?
Dokternya sudah cukup. [tertawa]
Jadi, Bapak ini dua doktornya dua ya di
UNPAT satu akuntansi. Kedua juga satu
doktor yang masih dalam proses, Pak.
Sudah selesai juga, Pak. Jadi nyebutnya
gimana, Pak? Doktor-doktor gitu ya, Pak.
Truler
ada S di belakangnya, Pak, ya. Dokter
kuadrat. Kemudian eh S2-nya, Magister
Akuntansi dan juga
sarjana akuntansi, Pak. Ya. Baik, Bapak,
Ibu. Sudah empat narasumber yang sudah
ada di hadapan kita. Baik, kita akan
mengikuti sesi talk show ini. Mari
sama-sama kita menyimak dengan baik dan
kita perhatikan dari narasumber yang
akan memberikan wawasan tentang AI. Saya
izin duduk ya, Pak. Saya izin duduk,
Ibu.
Oh, iya. Punten, Pak.
Punten. Pak Riri Satria. Beliau lahir di
Padang tahun 0. Hari ini beliau adalah
komisaris utama PT ILCS Pelindo Solusi
Digital. Beliau juga seorang dosen
komputer di Universitas Indonesia,
anggota dewan pertimbangan di Ikatan
Alumni UI dan juga kurator Indonesia
Digital Culture Excellence Award. Ketua
Jagat Sastra Milenia, Staf Khusus Menko
Polkam RI, Komisaris Independen PT
Jakarta Internasional, dan Ketua Umum
Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia. Tepuk tangan
sekali lagi dong buat empat narasumber
kita. Bapak punten maaf kiri
ya. Baik,
saya mengatur nafas dulu.
Laptop saya kenapa jauh begitu ya?
[tertawa]
Oke, kita ke Pak Riri. Jadi, Pak Riri
ini em mewakili brain ya, Badan Riset
yang hari Pak Riri jauh ya, enggak
apa-apa ya. Eh, mikrofonnya sudah semua
siap, Pak?
Mungkin bisa ditambah satu ya kalau
misalkan ada. Baik, Pak Riri. Kalau kita
lihat ya, Pak ya, sebagai
eh kok Pak Riri Pak Esa?
Saya
Bentar, Pak.
Kita ke Pak Esa dulu ya. Kita ke Pak Esa
dulu. Tadi soalnya habis megang laptop
Pak Riri belum bisa move on ya. Masih
Pak Riri. Baik, Pak Dr. Eksa sebagai
peneliti senior di Brin kalau berbicara
tentang II begitu ya kan banyak sekali
inovasi yang tentunya sudah dilakukan
oleh Brin, kemudian juga dipublikasikan
sebagai informasi atau sebagai wawasan
yang harus kita ketahui bersama apalagi
mahasiswa begitu Pak ya Pak. ee
kebijakan apa, Pak, yang BRIN bisa
sampaikan sehingga pada hari ini kita
tahu nih ini penelitian ini sudah sejauh
sejauh ini loh tentang I. Kita harus
aware gitu, Pak. Silakan, Pak.
Ya. Baik, terima kasih Bu Wulan. Ee
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Ee pertama-tama mungkin ee saya
mengucapkan terima kasih kepada eh Ibu
Rektor ya, Prof. eh Silvianda Murni.
Rektor Institut e
Setiami ya, Setiami dan juga Bapak Ibu
ee pimpinan ee karena telah memberikan
kesempatan kami untuk ee berada di forum
pagi hari ini dan juga kepada ee
Bapak-bapak ee narasumber yang terhormat
ya. Baik. ee
terkait dengan perkembangan AI ee di
kebijakan di BRIN yang ee pertama tentu
adalah BRIN berusaha ya untuk ikut serta
menumbuh kembangkan ekosistem yang
mendukung ee kegiatan ee riset dan
inovasi ya. Sebana kita ketahui ee
cakupan bidang riset di BRIN cukup ee
luas ya. Jadi kalau dilihat dari
struktur organisasi kami memiliki
sekitar ee memiliki 12 ya 12 organisasi
riset ee dengan cakupan bidang yang ee
cukup ee luas ya dari bidang ee apa
hayati sosial ya hingga yang mungkin
fokus di bidang AI itu adalah di
organisasi riset kami itu di ee
organisasi riset elektronika dan
informatika.
Nah, terkait dengan ee
kebijakan yang ada di BRIN ee BRIN
sangat mendorong ya apa ekosistem riset
dan inovasi khususnya di bidang
artificial intelligence itu bisa tumbuh
dengan baik. Ini tercermin dari ee salah
satunya adalah ee program-program riset
yang ada yang telah dilaksanakan maupun
yang akan dilaksanakan pada beberapa
tahun ke depan. ini sangat mengakomodasi
sekali kegiatan-kegiatan riset yang ee
dengan tema apa ya. Bahkan di hampir
semua ee
ee program riset di organisasi riset
yang ada di tempat kami itu juga
ikut sertakan ya tema-tema tentang AI
itu dari sisi program kegiatan riset
yang ditawarkan oleh Brin. Kemudian yang
kedua ee dalam ee apa menumbuhkan atau
mencari ya ee talenta yang kira-kira
bisa mendukung ya kegiatan riset ee
dengan tema-tema AI. Nah, ini juga di
BRIN ee ada bagian khusus ee ada ee
kedeputian yang khusus me lakukan apa ee
manajemen ee manajemen talenta yang ada
di Indonesia. sehingga di tempat kami ee
ada apa program yang mana memungkinkan
ee mahasiswa ya mungkin ee termasuk
adik-adik mahasiswa yang ada di ee
Setiami ya itu juga punya peluang untuk
di sana. Itu kami membuka program apa?
Magang ya. Magang hingga nantinya
setelah selesai kegiatan magang itu bisa
dilanjut ya. misalkan ee melanjutkan
program ee degree beriset yang ada di ee
BRIN ya, baik ee S2, S3 bahkan hingga
sampai eh post doktoral maupun eh
visiting researchers ya. Dan topik yang
di ee kerjakan oleh talenta-talenta muda
tersebut bisa mendukung ataupun bisa
membantu ee atau men-support ya
kegiatan-kegiatan riset dengan tema AI
yang ada di Brint. Kemudian yang ketiga,
nah karena ee BRIN saat ini
mengelola ya ee terutama data ya
data-data ilmiah yang dengan jumlah yang
sangat besar dengan ee spektrum yang
sangat luas ya mulai dari data budaya,
data hayati ya ee kemudian ee data
hayati pun ada yang untuk di laut ya, di
hutan segala macam ya di darat. Bahkan
data-data di antariksa juga ada,
data-data ee apa ee remote sensing juga
ada. Jadi hampir semua spektrum data
ada. Nah, ini juga menjadi potensi yang
bisa di ee jadikan ee titik awal
pengembangan ee aplikasi ataupun sistem
berbasis AI ya. Karena data-data yang
ada di Indonesia yang selama ini
dikelola oleh BRIN sifatnya ee sangat
unik ya. Jadi mungkin di negara-negara
lain itu tidak ada ya.
Contoh sederhana misalkan bahasa daerah
ya. Kita punya bahasa daerah ee sekitar
700 bahasa daerah ya. Ini dari pihak
asing ee ingin sekali ya untuk melakukan
akses data-data tersebut ya sehingga
nantinya ee data-data bahasa daerah itu
bisa di ee jadikan ee model ya, model
berbasis AI bisa digunakan untuk
mengembangkan aplikasi misalkan ee mesin
translasi atau mesin penerjemah ya. Nah,
ini kami ada riset di sana juga. Nah,
kemudian yang terakhir adalah ee
selain membantu untuk menyediakan atau
meningkatkan kualitas SDM juga
menyediakan infrastruktur ya. Nah, kami
di BRIN kami mempunyai eh fasilitas high
performance computing yang eh pusatnya
ada di Cibinong itu bisa digunakan ya
oleh semua pihak, oleh semua pihak
eksternal baik kampus, industri ya untuk
mengembangkan model-model berbasis AI
ya. Bahkan juga bisa digunakan untuk
memberikan ee layanan atau web services
yang berbasis AI. Ee terlebih lagi ee
dalam ee minggu-minggu ini apa
alhamdulillah kami juga mendapatkan
kepercayaan ya dari ee ASEAN dan pihak
Korea ya. mereka
menghibahkan ya menghibahkan fasilitas
tambahan untuk ehment computing dan
dilengkapi dengan ee ee
GPU ya sehingga memungkinkan untuk
membuat model-model dengan komputasi
dengan beban yang lebih tinggi ya. Nah,
ini ee salah satu kontribusi juga pihak
BRIN karena SPC ini tidak hanya
digunakan oleh ee tidak hanya bisa
digunakan oleh masyarakat Indonesia,
namun juga oleh masyarakat atau ee
pihak-pihak yang ada di negara-negara
ASEAN
sehingga nantinya bisa tumbuh ee
kolaborasi ee tidak hanya di tingkat ee
nasional, namun pihak ee di ee tingkat
regional, di tingkat ASEAN. kira-kira ee
empat hal itu yang saat ini ee menjadi
ee fokus dan mungkin yang terakhir itu
terkait dengan apa kebijakan BRI juga ee
ikut aktif ya salah satunya di dalam me
ikut merumuskan ya ee peta jalan AI dan
ee panduan etika AI ya bersama-sama yang
dikoordinir waktu itu oleh ee KOMDI ya.
Mungkin demikian secara umum. Baik,
terima kasih. Tadi sudah kita dengarkan
bahwa banyak sekali penelitian yang
sudah dilakukan. Bukan saja ee riset ya
yang bertema tapi juga mencari talenta,
kemudian juga mengadakan program magang
dan juga menyediakan infrastruktur.
Kemudian saya akan beralih kepada Prof.
ee Sani sebagai guru besar di bidang
ilmu data sains dan mewakili akademisi.
Bagaimana e peran konkret akademisi
sehingga ini bisa didesain dalam
kurikulum yang berbasis CCI? Silakan,
Prof.
Ya. Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee terima kasih Ibu Dr. Wulan atas ee
pertanyaannya. Ee dan juga saya ee
sebelumnya mengucapkan terima kasih
banyak kepada eh
Prof. e Silvi yang sudah memberikan
kesempatan kami untuk sharing di sini
ya. Eh ya. Baik. Terkait
tes
bisa ditukar Prof. Mungkin baterai
mungkin ya.
Tesadip
ya. Ee jadi ee peran kami di dunia
pendidikan dalam pengembangan SDMAI ini
sebetulnya ada di dua ee sudut pandang
gitu ya. Dari sudut pandang penyedia ee
layanan akademik dari sisi dosen,
kampus, dan fasilitas dan juga
mahasiswa. karena ee perkembangan AI ini
mendisrupsi cara kita belajar
seperti itu. Kemarin di kelas online, di
salah satu kelas online yang saya ajar
ee mahasiswa saya bertanya di kelas eh
Pak Sani kita masih perlu enggak ya
belajar programming? Sulit dijawab gitu
ya karena semuanya yang kita minta
sekarang bisa dijawab oleh AI. Nah,
sebetulnya itu yang menjadi tantangan
kami di ee sebagai pendidik. Jadi,
bagaimana kita mendidik sementara
mahasiswa juga bisa belajar dengan AI.
Nah, bagaimana menyeimbangkan
kemampuan mereka untuk belajar,
tapi juga mereka bisa memanfaatkan
teknologi AI yang saat ini sangat
memudahkan mereka untuk ee menggali
pengetahuan secara instan gitu ya, tanpa
ee mengorbankan kreativitas, ide-ide ee
murni mereka gitu ya. Nah, itu tantangan
kami bagaimana menyeimbangkan itu.
Seperti yang tadi Pak Dandi sudah
sampaikan SDM itu ya. Nah, kita harus
menyiapkan SDM SDM mahasiswa yang memang
dia bisa produktif, bisa tetap kreatif
di era EA yang serba memudahkan dia.
Iya. Dosen pun akhirnya kami juga ee
memiliki tantangan bagaimana memberikan
pembelajaran di kelas ee sambil AI ini
di antara kita semua gitu ya, baik dosen
maupun mahasiswa dalam menyiapkan
materi, dalam belajar gitu ya.
Bahkan dalam mengerjakan tugas pun kami
mungkin jadi tantangan juga kita harus
memberikan tugas seperti apa, ee
evaluasi seperti apa, assesment seperti
apa ke mahasiswa supaya
mereka tidak hanya bisa menjawab dengan
AIE saja, tapi tetap kreativitas mereka
yang bekerja. Nah, itu mungkin tantangan
kami.
Iya, para dosen dan mahasiswa ya. Jadi
ee dari akademisi ini wajib eh reup
skilling gitu ya atau eh
upskilling dan reskilling gitu. apa,
Pak, yang dilakukan seharus?
Jadi, istilahnya sekarang itu bukan
artificial intelligence lagi, tapi
augmented intelligence. Jadi, bagaimana
kita semakin produktif, semakin pintar
dibantu oleh AI tanpa tergantung kepada
AI. Seperti itu kira-kira.
Iya.
Baik, para dosen dan mahasiswa, hari ini
masih ada dosennya yang suka kalau UTS
dan UAS enggak boleh pakai cat GPT ya
gitu. [tertawa] Jadi sebetulnya gimana,
Pak, ya? Kalau enggak boleh kita sudah
enggak bisa menghindari kan, ya. Baik.
Dan kemudian kita ke Pak Riri. Nah, Pak
Riri
sebagai seorang ee praktisi
mungkin Pak Riri punya sebuah wawasan
gimana caranya supaya mahasiswa ini bisa
terserap oleh dunia industri.
Oh, oke.
Ee dengan visi ee EAI yang oke gitu.
Silakan, Pak.
Baik. Saya akan fokus kepada menjawab
pertanyaan itu, ya. Bagaimana mahasiswa
bisa terserap ke dunia industri?
Saya mohon izin tadinya saya menyiapkan
slide mula-mula saya dikasih tahu waktu
saya 30 menit dicorting jadi 15 menit
sekarang 10 menit. Jadi jadi kalau
begitu ee ditayangkan saja tapi saya
lewati khusus menjawab pertanyaan dari
dr. Wulan saja gitu ya. Mohon slide saya
bisa ditayangkan
ya karena saya punya satu jawaban untuk
itu yang menarik.
Jadi, Bapak dan Ibu, Adik-adik
mahasiswa, kaki saya itu ada di tiga
tempat. Saya tanya panitia, ini butuh
jawaban yang mana? Saya sebagai
akademisi juga saya dosen Fakultas Ilmu
Komputer UI. Kemudian sebagai birokrat
juga saya staf khusus Menko Polkam.
Kemudian sebagai praktisi juga saya
komisaris utama sebuah IT company di
Pelindo. Jadi yang mana? Oh, praktisi
saja, Pak. Oke, sebagai praktisi kalau
gitu perspektifnya sebagai praktisi
sekarang.
A [tertawa]
oke ya sudah ketemu. Saya berdiri ya,
Pak Wulan ya. Permisi. Mohon izin ketemu
slide saya.
Saya sudah kasih ke Ibu,
ke panitia sudah. Heeh.
Saya punya jawaban yang khusus menjawab
yang itu. Apa keterampilan masa depan
yang harus dikuasai untuk bisa terserap
ke lapangan kerja di era sekarang itu
disebut sebagai intelligent economy.
Ekonomi berbasis AI itu sendiri. Apakah
mohon maaf Bapak dan Ibu ketemu waktu
saya berjalan terus?
Waktu saya berjalan terus. Apakah
ketemu?
Ketemu, Pak.
Ketemu. Oke. Baik, terima kasih.
Alhamdulillah.
Tolong ditayangkan kalau ketemu.
Mohon izin Bapak dan Ibu, saya akan
men-skip banyak sekali slide karena
slide ini disiapkan untuk presentasi 30
menit tadinya.
Jadi karena jatahnya jadi 10 menit, saya
mohon izin banyak saya skip. Bapak dan
Ibu sudah ketemu mana? Tolong
ditayangkan
sekali Bapak menawar saya minum.
Kalau sudah ketemu ditayangkan.
Saya mau ke tempat Bapak. Ah i
kemarin tuh rombongan saya capek.
Oke. Tolong dikip yang ini. Diskip lagi.
Diskip lagi. E maaf. Balik-balik Bapak
dan Ibu. Tadinya ada empat topik
presentasi. Saya skip. Lanjut. Oke.
Berhenti di sini adik-adik. Mahasiswa,
Bapak dan Ibu, sekarang ini ada namanya
game changers. Game changers itu adalah
yang akan mengubah peradaban termasuk
ekonomi seperti apa berjalan. Bapak, Ibu
perhatikan di slide ada delapan game
changers yang terjadi di dunia. Ada
delan game changers. AI adalah salah
satunya. Artificial intelligence adalah
salah satunya, Bapak dan Ibu. Di samping
AI ada lagi namanya blockchain,
metafers, data science, quantum
computing, cloud computing, dan big data
technology, digital twins, dan low orbit
eh low earth orbit satellite.
Ada delan game changers. Artinya apa,
Bapak dan Ibu? Tantangan dunia industri
adalah bagaimana mengutilisasi delapan
ini ke dalam praktik bisnis ke depan.
Termasuk yang dihadapi oleh Pelabuhan
Indonesia atau Pelindo tempat saya
berasal.
Bapak dan Ibu, saya berasal di sebuah
company. Sebuah company namanya ILCS.
itu adalah sebuah digital development
company yang mengintegrasikan secara
digital 120 pelabuhan komersial seluruh
Indonesia di bawah Pelindo.
Itu kami yang mengintegrasikan semuanya.
Tantangan ke depan AI, Bapak dan Ibu.
Tantangannya AI juga termasuk selain AI,
tujuh tantangan ke depan ini itu adalah
tantangan kami.
Apakah teman-teman mahasiswa berani
menjawab tantangan ini untuk bekerja di
era yang akan datang?
That's it. Tidak hanya AI, juga
metavers, juga blockchain dan
seterusnya.
Tadi Pak Dendi sebut waktu memberikan
keynote speech, ada sarjana komputer
enggak bisa coding. Wah, itu memang
keterlaluan, Pak Rendi. Enggak bisa
coding. Kemarin saya melakukan game atau
acara perlombaan di tempat perusahaan
kami. Kebetulan saya alumni ilmu
komputer juga, dosen ilmu komputer juga.
Jadi saya tantang, Pak,
developer-developer muda yang baru-baru
adu coding lawan saya.
Jadi namanya coding against the
president commissioner.
Jadi [tertawa] itu jadi panitianya
corporate secretary saya, Mas Dimas di
belakang situ. Jadi memang kita lakukan
itu. Kita butuh tenaga-tenaga seperti
itu. Jadi salah satu tantangan ke depan
adalah teman-teman mahasiswa semua
pahami delapan tantangan ini, eight game
changers. Karena inilah yang akan kalian
hadapi ke depannya. Sekarang sudah
terasa kami di Pelabuhan Indonesia di
Pelindo sudah merasakan ini dan ini
adalah tantangan ke depan. Sekarang kami
sedang mengintegrasikan kecerdasan
buatan ke dalam enterprise arsitektur
pelabuhan Indonesia.
Itu sedang kami lakukan semuanya. Baik,
lanjut Mbak. Mohon izin lanjut. Lanjut
aja. Ini saya
lewat saja, lewat saya. Terus terus
terus. Ah oke. Ini balikbalik tadi balik
balik. Ah itu. Oh lagi lagi lagi. Mana
paradigma? Ah ini sudah cukup. Makasih
Bapak dan Ibu. Kita harus bijak
menggunakan AI jawabnya iya. Jatah saya
10. Oke. Enggak gerak-gerak.
[tertawa]
Oke, kita harus bijak menggunakan AI.
Pertanyaan terbesar, saya juga dosen.
Bagaimana menghadapi mahasiswa yang
pakai AI? Kebetulan saya dosen ilmu
komputer. Mahasiswanya juga jago ilmu
komputer. Tinggal adu ilmu, adu guru aja
tuh sama mahasiswanya. Tapi ada satu
yang tidak bisa kita gantikan dengan AI.
Itu adalah refleksi terhadap pengetahuan
yang diperoleh. Monggo kalian untuk
riset pakai AI, menghitung pakai AI,
whatever pakai AI, tapi apa lesson learn
yang kalian peroleh dari sana? AI
mungkin sulit untuk menjawabnya
dan itu hanya Anda bisa lakukan secara
lisan dengan saya sebagai dosen.
You cannot do AI with that. Jadi, enggak
bisa.
Jadi, Bapak Ibu dosen tips dari saya
jangan lagi ujian apakah yang dimaksud
dengan itu selesai dengan AI. Ujiannya
adalah bagaimana pendapatmu tentang
fenomena A B C D E. Maka ketika opini
mahasiswaan diminta, susah tuh AI bisa
membantu dia karena itu sangat personal
kepada opini mahasiswa.
Jadi begitu saya ngasih ujian sekarang
di kampus UI. Kemudian terbentuk sinergi
kecerdasan manusia dengan AI. Iya,
manusia punya ide, AI punya engine.
Hasilnya itu juga harus di apa yang
tidak bisa ee dibuat oleh UAI karena
butuh hasil akhir itu finishing. Apalagi
di era ekonomi kreatif sekarang Bapak
dan Ibu. Bapak dan Ibu, di samping dosen
ilmu komputer, saya kebetulan seorang
sastrawan, seorang penyair. Jadi, bisa
enggak AI itu bikin puisi atau novel?
Jawabnya bisa.
Tapi akan kelihatan
seperti apa hasil karya AI itu. Saya
bisa tangkap
gitu ya. Bikin cerpen dengan AI bisa
banget.
Bisa banget. Tapi saya tahu karena
kebetulan juga dosen AI.
Saya belajar AI pertama kali tahun 92
kuliah AI di UI. Oke, lanjut. Jadi
sekarang terjadi sinergi sehingga
kreativitas masa depan itu, Bapak dan
Ibu para mahasiswa, kreativitas masa
depan itu critical thinking plus design
thinking, penguasaan teori, kekuatan
imajinasi dan dukungan AI yang di depan
itu tidak replaced by AI. Bapak dan Ibu
dan mahasiswa semuanya. Jadi sekali lagi
saya ulangi, kreativitas masa depan
adalah critical thinking, design
thinking, penguasaan teori, kekuatan
imajinasi, dan dukungan AI.
Itu tips untuk mahasiswa menghadapi
persaingan ke depan. Terakhir, lanjut
Mbak, lanjut. Sekarang kita berada di
era intellijent ekonomi. Lanjut, lanjut.
Ini sudah banyak dibahas tadi. Lanjut.
Ada namanya terus, terus, terus, terus,
terus, terus, terus. Ini saya
mencontohkan kejahatan dengan AI
tadinya. Terus, terus. Tapi karena yang
diminta terus, Mbak. Terus aja, terus,
terus ketemu Mars future skill up. Oke.
Jadi, apa future skill yang dibutuhkan
oleh para mahasiswa? Riset terbaru
mengatakan bahwa di era digital ekonomi
ada lima skill set yang dibutuhkan di
lapangan kerja. Lima skill set saya
ambil dari hasil penelitian Bernard Mar
dari bukunya Future Skill.
Ada lima skill set pertama digital skill
yang kedua thinking skill yang ketiga
collaboration skill. Yang keempat social
skill. Yang kelima self skill. Jadi
enggak melulu ke ee skill tentang
teknologi ya, juga skill tentang soft
skill, skill tentang bagaimana manajemen
diri. Mari kita lihat satu-satu. Lanjut,
Mbak. Future skill. Ada empat skill-nya
di dalam itu. Digital ini sangat
tchnikal. Oke. Zaman sekarang kita butuh
keempat-empatnya. Sangat teknikal.
Bahkan seorang security supir pun harus
memiliki ini. Setidaknya dia baca GPS
gitu ya. Apalagi kalau di level
manajerial. Lanjut. Berikutnya adalah
thinking skills, critical thinking,
bagaimana judgement, complex decision
making, emotional intelligent, empathy,
dan creativity. Teman-teman, dengan
bantuan AI harusnya kita lebih kreatif.
Enggak boleh kreativitas kita mandek.
Skill set 3. Lanjut. Collaboration
skill. Working in teams, interpersonal,
working in geeks, adaptability, and
flexibility.
Skill set 4. Lanjut, Mbak. Social skills
ada empat. Cultural diversity, ethical
awareness, leadership, personal
branding, networking, dan yang kelima
lanjut Mbak
self skill, time management, priority,
curiosity, embersing, and self caring.
Kembali menjawab pertanyaan dr. Wulan.
Apa tips untuk para mahasiswa untuk
bersaing di situasi kerja sekarang?
Satu, ketahui ada delapan game changer
sekarang. Yang kedua, sekarang yang
namanya creativity itu adalah gabungan
dari critical skills, eh critical
thinking dan seterusnya dibantu AI. Dan
yang terakhir ada lima skill set dengan
20 skill di masa depan. That's it,
Teman-teman mahasiswa untuk tantangan di
e arena kerja praktisi di masa depan dan
bukan masa depan saja dari sekarang
gitu ya. Dan kami sudah merasakannya
teman-teman. Kalau Anda tidak menguasai
ini apa yang terjadi?
Menyeramkan juga buat saya. Maka
teman-teman sebaya Anda yang berasal
dari negara-negara tetangga siap masuk
ke Indonesia.
Heeh. Itu yang tidak kita selangi.
Indonesia, anak muda Indonesia harus
jadi tuan rumah di negeri sendiri.
Terima kasih, Bu.
Terima kasih, Pak Dokter. Ya, penjelasan
yang membuat kita harus terus bisa
berusaha ya. Karena lima skill ini harus
kita kuasai. Kita bukan hanya bersaing
dengan sarjana-sarjana dalam negeri ya,
Pak ya, tapi juga sarjana-sarjana luar
negeri. Nah, kita akan ke Pak RT yang
doktornya dua kali ini [tertawa] Pak.
Kalau kita lihat ee nuansa suasana yang
Pak Taufik ciptakan gitu ya. Nah,
sebetulnya itu kan em pemberdayaan
berbasis potensi lokal.
Sejauh mana Bapak mempergunakan I
melihat ee kondisi sampai indah begitu,
Pak? Silakan.
Baik, terima kasih.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuhikumsalam.
Mohon izin berdiri. Yang kami hormati Bu
ee Rektor, Bu Prof. Silvi dan Pak
Nugroho, Bu Dr. Ois juga, Pak Nuroji.
Siap juga Prof. Eh, Prof. Syah Syah
Sfri. Oh, Monus. Dan para pembicara juga
Mbak Bulan. Teman-teman semua apa kabar
pagi ini?
Terima kasih. Eh, saya ingin menanggapi
apa yang kita gunakan di RT8 RW4 Malaka
Jaya, Duren Sawi, Jakarta Timur hingga
mendunia. Dalam hal ini kita juga
menggunakan salah satunya AI. Boleh
ditimpankan slide-nya, Mas operator?
Boleh. Biar kebayang suasana
kebatinannya di halaman 1 nih kelihatan
semua. Jadi 2 seteng tahun kami menjadi
ketua RT, persisnya 14 Oktober 2023 saya
menyiapkan program kerja yang
orientasinya 90% adalah untuk menjaga
lingkungan. Teman-teman ingat di sana
ada triple planetary crisis.
berkurangnya kaya negara gamah hayati,
cepatnya perubahan iklim, banyaknya
polusi idara, dikawinkan dengan kalau
yang orang ekonomi ada triple bottom
line, people profit planet people leher
ke atas bagaimana budaya bisa berubah,
planet eh profit bagaimana perut warga
kita harus kenyang dan planet bagaimana
lingkungan harus dijaga. Kawinkan lagi
dengan Asta Cita. Asta cita pemerintah
gitu ya. Ada di tempat kami dari delan
asat cita sudah ada enam dalam waktu 2
seteng tahun. Nah, boleh tadi enggak
apa-apa atau mau slide dulu? Silakan
monggo yang paling cepat aja ya. Jadi di
tempat kami ada tiga inovasi besar yang
membuat kami diundang ke Tiongkok.
Pertama ada media pencegah krisis panet.
Ini lagi pada pegang handphone semua ya.
Tolong buka Google Maps pencegah Crisis
Planet. Ada berapa orang yang memberikan
komentar positif bintang lima. Boleh
maju ke depan yang bisa melihat lebih
dulu nanti saya kirimi buku saya,
Suara-suara dari pos Ronda. Monggo
silakan buka. Pencegah krisis Planet
dari Google Maps. Maju ke depan dua
orang. Cowok-cewek silakan.
Pencegah Crisis Planet sudah ada bintang
lima berapa? Monggo operator boleh
dilihat.
Google Maps pencegah Crisis Planet. Dua
orang. Mau lari sini. Satu cowok. Cewek
mana? Satu lagi. Lari ke depan. Ayo,
nanti saya kirim buku suara-suara dari
pos ronda. Ayo, sini. Ayo cewek
dulu-duluan cepetan.
Oh, ayo. Ya, ya. Wis, enggak apa-apa.
Tiga deh. Sini bertiga saya kasih.
Ada berapa ribu orang?
1 eh bentar.
1196.
1196.
1196.
Oke, berarti tambah tiga lagi dari
teman-teman ya. Boleh tepuk tangan buat
teman-teman semua ini. Nanti tolong ini
saya juga membawa ee warga kehormatan
RT8. Boleh berdiri. Mbak Kaila dari
Universitas Indonesia tepuk tangan buat
Mbak Kaila.
Ee beliau lagi meneliti RT8 kami.
Kemudian Mbak Mbak Rifa dari UNJ boleh
berdiri. Dan Mbak Bunga dari UNJ e
beliau lagi meneliti kita. Dan Mbak eh
Fatiah dari Diver Clean Action. Boleh
berdiri.
Beliau berempat sudah meneliti kami dan
alhamdulillah di tempat kami sudah ada
insyaallah 30 jurnal Sinta 2 3 4 5 lah
enggak apa-apa nanti Pak Ketua RT akan
menulis ee Sinta eh e ke Q e Q2 lah
gitu. Nanti tolong ke Mbak itu dicatat
nomor teleponnya saya kirim bukunya ya.
Silakan kembali. Ini argonya jalan
terus. [tertawa]
Siap lihat di depan saya boleh turun
panggung ya operator boleh diklik yang
gambar itunya enggak
gambar. Ah no no no back.
Baik, back. Halaman 1. Heeh. Boleh
diklik gambar ini ya. Enggak. Nanti
gerak videonya.
Heeh. Teman-teman, Bapak dan Ibu, itu di
layar ada media pencegah krisis planet.
Di dalamnya ada 45 item pencegah krisis
planet. Di sana ee kedean
yang yang tengah atas. Kemudian inovasi
kedua adalah RT online. Saya membuat
aplikasi RT online di mana kita ingin
mempertanggungjawabkan laporan
penggunaan keuangan yang diberikan
gubernur kepada kita para ketua RT untuk
mengurangi penggunaan kertas. Ini
aplikasi RT online. Kemudian ee di sana
kita bisa kelihatan uangnya tinggal
berapa, kemudian ee warga kita apa,
siapa saja. Yang paling penting adalah
kita bisa membantu negara untuk validasi
data bansos. Kalau rumah kita tiga
lantai, mobilnya Pajero Spot, kemudian
Camry, TV-nya tipis gitu, terima bansos
boleh enggak?
Kenapa enggak boleh?
Tidak sesuai peruntukan. Benar enggak?
Nah, ini terjadi beda RW di depan rumah
kayak gitu. Makanya yang paling tahu
siapa? Ketua RT itu aplikasi AT.
Kemudian yang ketiga, video yang ikan
itu. Klik lagi, Mas. Nah, Bapak dan Ibu,
Teman-teman, ini double decker kolam
yudits. Kolam ikan di atas yudits saya
buat menjadi dua lantai. Di bawahnya
aliran air tetap mengalir. Di atasnya
kolam lele. Kenapa ini kita lakukan?
Karena saya melihat potensi warga saya
yang menengah ke bawah dari aplikasi RT
online yang saya siapkan ini. Ini kan
menengah ke bawah. Bagaimana tadi
profit, bagaimana perut warga saya harus
kenyang. Makanya kemudian saya
menjadikan warga ini adalah sebagai
subjek dari pelaku kegiatan semua di
masyarakat karena ada
bisa ditukar Pak.
Tepuk tangan dulu untuk Pak Taufik yang
sangat semangat ya. [terkesiap] Oke
bagaimana? Iya.
Cek cek
waktu men.
Iya. Ini 6 menit lagi ya, bukan sabotase
ya.
Jadi Bapak dan Ibu, Teman-teman. Heeh. 6
menit lagi.
Jadi saya menjadikan warga ini adalah
sebagai subjek pelaku. Kemudian AI-nya
juga untuk membantu kita untuk
meng-push. Ee ini alhamdulillah dengan
kita seperti ini dan kita berbuat boleh
ditunjukkan ini ya. Ee halaman 8 deh. 8
enter. 8 enter. 8 enter. Nah, cakep. No.
No. Oke, lagi lanjut lanjut lagi. Stop
stop.
Nah, ini
back lagi
cek
back lagi. Tadi yang grafik tadiya.
Oke,
tunggu masih
halaman eh mati lagi nih.
Halaman 7, Pak. Pak Operator.
Oh,
punya Mbak kayaknya cakep.
Cakep ya mic-nya ya, Pak ya? Mic-nya
ee Mbak Ulinnya cakep sih.
Bapak [tertawa] Ibu
habis itu mic-nya bulet-bulet. Mbak
Wulan langsing ini langsing.
Bapak dan Ibu teman-teman ini nanti
lihat di website kita
RT0804malakajaya.com.
Saya mau bilang adik-adik jempol kita
tolong jangan cuma scroll-scroll doang
enggak bermanfaat. Kenapa? Karena
undangan yang diberikan kepada kami
ketua RT oleh Tiongkok pertama adalah
gara-gara kita membuat website.
Kemudian yang kedua gara-gara kita
membuat Google Maps yang notab dampaknya
sudah ada ribuan orang yang memberikan
bintang lima dan komentar positif. Di
sini Bapak dan Ibu dari kegiatan
masyarakat kita sepakat enggak
menghasilkan sampah? Benar enggak?
Sampahnya ada organik dan nonorganik.
Benar enggak?
Yes. Yang non organik saya enggak ambil
pusing karena sudah ada bank sampah yang
mengambil di tempat kami. Wilayah kami
full beton pada penduduk. Saya iri sama
teman-teman Bapak Ibu yang masih punya
tanah kosong tapi enggak bermanfaat.
Kenapa? Karena di tempat kami semua ini
sudah ada semua. Bank sampahnya ada,
magotnya ada, ngomposnya dua cara. Ada
lubang rasapan biopori, ada juga ke
tongkomposter. Kemudian ini sumber
protein hewani. Ada warga yang ternak
puyuh. Bahkan Pak RT-nya nanti lihat di
IG saya itu sudah ternak ayam dan sudah
bertelur setiap hari.
Ayam itu ternyata 25 jam sekali bertelur
Bapak dan Ibu, Teman-teman ya. Jadi
bayangkan ini ayam sudah ada tempat Mas.
Ini boleh diklik yang ininya enggak?
Gambar kandang ayamnya biar gerak tuh
biar kelihatan tuh lihat itu boleh
diklikin semua juga gerak semua sih Mas.
Kemudian budidaya ikan tadi sudah
dibahas. Kemudian pertanian juga ada.
[musik]
Kapa nih kalau ini kayaknya sabotase nih
Pak Riri nih. 3 menit lagi Bapak dan Ibu
teman-teman boleh next berikutnya.
Next.
Oke. Ini capaian internasional kami.
Amerika sudah memberikan penghargaan
kepada kami atas capaian manajemen
lingkungan 2024.
Terima kasih.
Ini suasana kami diwawancara oleh CCTV
China. Kami ditanya dengan empat
pertanyaan. Pertama, Mr. Taufik,
bagaimana Anda menjelaskan dianggap
sebagai model inovasi di Indonesia? Yang
kedua, Mr. Taufik, bagaimana Anda
menjelaskan dukungan Anda terhadap
pemerintah Anda, Mr. Prabowo dalam hal
Asta Cita. Yang ketiga, Mr. Taufik,
bagaimana Anda menjaga keberlanjutan.
Yang keempat, Mr. Taufik, bagaimana Anda
menghadapi warga yang tidak sepakat
dengan Anda? Dalam hati saya, ini
pertanyaannya kayaknya buat Pak Menteri
deh, gitu ya, bukan buat Pak RT ya. Oke,
jadi dan ini eh Pak Duta Besar yang
mulia eh Johari Orat Mangun e
alhamdulillah menerima kami. Kemudian
gara gara beliau ya alhamdulillah ee
kemudian kami menjadi dikenal oleh
teman-teman sehingga diundang hari ini
ke Ancol. Terima kasih
kesimpulannya. Boleh lanjut Mas.
Boleh next saja nanti kita dalami lagi.
Oke next.
Ah, ini dia. Ini relevan dengan ee peran
kita. Saya yakin, saya justru percaya
EAI ini harus dimulai dari tempat kita
sendiri. Jasa Raharja datang ke tempat
kami ingin bekerja sama karena mereka
ingin mengajarkan edukasi keselamatan.
Mereka menginginkan klaim asuransi
berkurang dari tempat kita. Sehingga
saya membuat proposal untuk RT sebelah
dan diberi Rp400 juta untuk RT sebelah
gitu ya. karena menginginkan sister
village. Katanya kalau RT sebelah ini
nanti sukses akan disk-RT lain. Bapak
dan Ibu mau enggak kebagian?
Mau ya lebih keras? Mau enggak?
Mau?
Oh nanti jasa harja dengar kita quote
kita kirim ke Jasa Harja. Oke terima
kasih Bapak dan Ibu teman-teman nih
terutama anak muda tolong itu begitu
kita komit jaga lingkungan testari orang
banyak datang. datang dalam artian fisik
dan datang dalam artian ngasih duit yang
kedodoran kami kan kalau ada Pak Nurji
pengin ngasih uang saya, saya kan harus
siapkan proposal ya, Pak ya.
Kalau tadi ee Pelindo pengin ngasih uang
saya kan saya harus siapkan proposal.
Benar enggak, Teman-teman? Ya, saya
harus mengajari pengurus saya untuk
belajar bikin konsideransnya apa isinya
bagaimana dan penutupnya seperti apa.
Kemudian untuk menjaga keberlanjutan,
lihat website kita di sana sudah ada
blueprint kita 5 tahun yang 2025 memang
go internasional dan semua ini saya
belajar dari AI. Kebetulan saya
programmer, saya nangkap ee ada ada
penjahat valas e 6 triliun tahun 2004.
Zaman dulu belum ada Google Maps, masih
polisi kirim lokasi begitu ya. Saya cari
lokasinya ketemu dan ee saya kirim ke
polisi dan polisi menangkap. Jadi,
Teman-teman pesan saya tolong media
digital is a mask. Harus jangan hanya
scroll-scroll semata. Jadi, teman-teman,
adik-adik ayo coding seperti para
pembicara sampaikan, belajar sedikitlah
paling enggak tahu dikit aja ya. Jangan
sampai kalah dan akan tergantikan oleh
orang yang tidak menggunakan AI. Penutup
saya ee terakhir, Indonesia harus
menjadi besar bukan dari gedung tinggi,
tetapi dari lingkungan yang dijaga.
Kalau kita menjadi percontohan, berarti
Indonesia masih punya harapan. Kalau
Indonesia masih punya harapan, berarti
Indonesia hanya butuh keteladanan.
Terima kasih. Saya tutup dengan pantun.
Boleh, Mbak Ulan
bersepeda kesetuakan.
Jangan lupa membawa pancingan. Cukup
sekian saya ucapkan. Mohon maaf bila ada
kekurangan. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Pak Taufik ya, [tertawa] pencetus sebuah
kampung dengan ee apa keilmuan yang
dimiliki kemudian diimplementasikan
menjadi sebuah pemandangan yang indah.
Yang belum ke sana siapa?
Selain saya [tertawa] nanti kita boleh
main ya, Pak ya.
Boleh, Pak.
Boleh ngopi sama Bapak di sana ya.
Harus.
Boleh sedikit sedikit.
Siap. Dan hari ini teman-teman,
alhamdulillah pembangkit listrik Tenaga
Surya dari Singapura finalisasi selesai
di tempat kita.
Iya. Jadi saya sampai merinding nih pada
saat berangkat ke Tiongkok di sebelah
saya ada orang. Kemudian saya tanya,
"Oh, orang Singapura." Begitu sampai
Indonesia berita kita naik, saya kirimi
terus nih orang Singapura dibom berita
teruslah gitu. Terkait Pak RW. Eh,
ditanyain, "So, Mr. Taufic, what do you
want from us?" Ya, ini pembangkit dari
Tenaga Surya lah buat warga saya. Berapa
watt? 10.000 watt. Datang, Mas. Mbak,
Bapak, Ibu. Terima kasih. Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Kalau Pak RT begini semua ya kan luar
biasa. Enggak cuma kita bikin KTP aja ke
sana ya, Pak ya. Kita juga belajar
tentang I. Baik. Kemudian dari apa yang
sudah disampaikan tadi saya kembali
kepada Prof. Esa. Prof. Esa pakai Prof.
Esa ya. Jadi ee Prof. Kalau hilirisasi
penelitian ini ada di BRIN dan kemudian
apa yang sudah disampaikan tadi
bagaimana supaya berdampak untuk kami
sebagai mahasiswa dan juga para
pendidik. Silakan Prof.
Gantian ya
kayaknya mati de
itu tiga-tiganya mati semua.
Oh.
Oke. Iya. ee ya ini juga salah satu apa
tantangan ya selalu muncul di ee di
tempat kami bagaimana hasil-hasil riset
itu bisa memiliki dampak dan memiliki ee
apa ee manfaat yang seluas-luasnya ya.
Nah ee dengan apa dengan arahan pimpinan
ee Brin saat ini ya Prof. Arif ee Satria
memang diharapkan semua ee riset-riset
yang ada atau yang sudah dihasilkan di
ee Brain itu ee setidaknya harus segera
dikenalkan ke ee masyarakat ya ee
sehingga apa yang sudah dikerjakan itu
nanti bisa ee muncul ide untuk kemudian
bisa diterapkan secara langsung ke
masyarakat. Kemudian cara yang kedua ee
yang mungkin saat ini juga ee banyak
kami lakukan itu adalah kita memulai
kegiatan riset dan inovasi itu ee sejak
awal dengan ee apa ee dengan pengguna ya
atau dengan ee calon user dari ee hasil
riset tersebut sehingga kami bisa
melakukan cevelopment secara
bersama-sama baik dengan ee industri,
dengan ee kementerian maupun dengan ee
apa kampus misalkan ya atau dengan
masyarakat yang memang membutuhkan ee
solusi ya atas suatu permas
permasalahan. Sehingga dengan
mengembangkan sejak awal bersama-sama
dengan ee pihak yang memerlukan ee hasil
riset tersebut, maka diharapkan setelah
riset itu jadi, riset itu ee selesai,
nah nanti akan bisa dimanfaatkan secara
langsung. Jadi sudah tidak apa ee
katakanlah repot lagi ya mencari ini
siapa yang akan menggunakan ya. Karena
kita mengembangkan ee atau melaksanakan
riset itu sejak awal sudah menemukan
siapa calon penggunanya. Kira-kira
demikian.
Siap.
saya. [tertawa]
[terkesiap]
Baik, terima kasih Prof. Esa, Bapak,
Ibu, teman-teman sekalian ya tentunya
kalau kita diselingi hiburan jadi lebih
semangat. Kita akan lanjutkan selepas
hiburan berikut ini. Silakan dan
ya kita saksikan hiburan berikut ini.
Enggak sih ya.
Iya.
Gimana balik?
[musik]
[musik]
[musik]
Oke, baik. Terima kasih. Kita kasih
applause dulu dong, Teman-teman, untuk
Bulan dan juga Bapak-bapak narasumber
hebat kita ya yang ada di depan
tentunya. Oh, sudah terlihat ya, Bapak,
Ibu ya. Sudah mulai menulis semuanya
supaya nanti bisa membuat resume yang
akan di-upload ke SSO ya. Oke, jadi tadi
diskusinya tuh sangat menarik ya, Bapak,
Ibu, dan juga Ibu Wulan. Tentunya nanti
pasti akan ada banyak pertanyaan yang
akan ditanyakan oleh teman-teman
semuanya. Tapi nanti kita akan buka ya
sesi diskusinya. Dan sebelum itu,
Kakak-kakak
ee mengingatkan kembali tadi untuk video
activity jangan lupa dibuat dan
di-mention ke Instagram Institute
Setiami ya, karena nanti kita akan
langsung pilih siapa pemenang terbaik
hari ini gitu ya. Siapa yang kontennya
paling kreatif nanti kita akan langsung
umumkan dalam rangkaian acara seminar
hari ini tentunya ya. Kak Andi sudah?
Oke, Kak Andi masih menunggu ya. Jadi,
Bapak, Ibu, dan juga teman-teman
semuanya sebelum nanti kita lanjut dalam
sesi panel diskusi gitu ya, nanti akan
ada penampilan spesial dari salah satu
mahasiswa Institut Setiami tentunya
kalau tadi kita sudah lihat ada prestasi
di bidang akademik dengan meluncurkan
produk-produk inovatif gitu ya, mulai
dari kopi lalu kemudian ada juga pastri
gitu ya Bapak Ibu ya. Nanti kita akan
tampilkan mahasiswa Institut Setiami
juga yang berprestasi di bidang non
akademik gitu ya. Kalau Bapak Ibu sering
nonton TV pasti udah enggak asing sama
wajahnya ya. Beliau adalah artis, Bapak,
Ibu yang pernah mengikuti ajang Dangdut
Akademi 3. Kira-kira ada yang tahu
siapa?
Enggak tahu. Rahmat Situmorang
[tertawa] ini mah dari Medan ya. Ini
dari Medan gitu ya. Kira-kira ada yang
tahu siapa mahasiswanya?
Ada yang menyebut nama nih. Siapa tadi
kakak-kakak?
Alvin Habib. Ya, jadi betul banget.
Nanti kita akan hadirkan Kak Alvin di
tengah-tengah kita, ya. Kita bernyanyi
bersama dulu nih, Kak Andi supaya lebih
rileks dan nanti ketika diskusi itu jauh
lebih interaktif gitu ya dengan Bapak
Ibu
narasumbernya. Wow. Apa itu? Terkejut.
Udah nyanyi lagi sekarang ya? baru saya
tinggal sebentar sebelum.
Iya, betul banget. Jadi, Kak Alvin
sedang mempersiapkan dulu lagu yang akan
dibawakan. Kira-kira yang cocok di
tengah-tengah kita nih berada di tengah
lautan Ancol gitu ya, Bapak, Ibu ya.
Kira-kira lagu apa nih yang cocok
dinyanyikan bareng sama kita semua Kak
Andi?
T enggak. Tapi tadi sebelum itu pas
ngomong nyanyi ada bapak-bapak nyeletuk
tuh.
Apa tuh?
Enaknya mancing.
Oh, mancing.
Entar dulu ya, Pak [tertawa] ya. Beres,
beresin seminarnya dulu baru mau mancing
boleh gitu.
Tapi kalau di pinggiran sini kayaknya
enggak ada ikan, Kak Andi. Adanya
ubur-ubur. Ubur-ubur.
[tertawa]
Putri duyung. Putri duyung di tengah ya.
Tapi buat nanti teman-teman yang pengin
singelong boleh dong ya.
Boleh banget.
Kita peregangan dulu biar biar rileks
gitu teman-teman.
Acara ini memang harus diikuti dengan
hikmat dan serius tapi jangan terlalu
serius. Takutnya ditinggalin.
Oh.
[tertawa]
Kak Andi jangan-jangan pernah
ditinggalin ya.
Oke, kita lanjut ke acara selanjutnya.
[tertawa]
[terkesiap]
Oke. Baik, kalau begitu kayaknya sudah
enggak sabar ya ini Bapak, Ibu, dan juga
ee rekan-rekan semuanya ya untuk bisa
apa tuh?
Oke, jangan lupa kita ingatin lagi untuk
teman-teman semua nih ya. Karena nanti
sebelum acara penutup ya akan kita tetap
akan bagi-bagikan doorpress dong seperti
janji kita di awal. Nanti kita akan
langsung turun ke bawah gitu ya. Kita
akan info siapa kira-kira yang berhasil
mendapatkan hadiah beruntung dengan
total jutaan rupiah tadi yang sudah kita
sampaikan.
Betul. Dan juga ada 10 orang beruntung
yang nantinya bisa mendapatkan spesial
gift dari acara seminar ini. Jadi,
makanya teman-teman, Bapak, Ibu, dan
hadirin semuanya tetap stay tune sampai
nanti acara ini berakhir.
Betul banget ya. Oh iya, Kak Andi tadi
kan kakak-kakak ini sudah tahu ya bahwa
nanti yang akan perform adalah Kak Alvin
Habib gitu ya. Jangan-jangan ini teman
sekelasnya. Betul ya?
Betul ya. Dari Magister ilmu komunikasi.
Betul.
Betul. Tapi teman sekelas atau kakak
tingkat atau ada tingkat nih
kakak-kakak.
Oh ada tingkat ternyata ya.
Ya udah kayaknya sih udah pada enggak
sabar karya ya.
Iya betul banget. Jadi nanti lagu yang
akan dibawakan berjudul Laksmana Raja di
Laut.
Ini pecinta dangdut kayaknya ya.
Iya. [tertawa]
Dangdut itu sebagai pemersatu bangsa.
Betul ya, Kak Andi ya. Siapapun bisa
menikmati musik dangdut pokoknya lah ya.
Dangdut is the music of my country dong.
Oh, betul. Udah siap bergoyang?
Siap. Kita goyang juga ya. Oke.
Siap banget tentunya ya. Beliau adalah
Lord of Melayu. Jadi, Kak Alvin itu
punya julukan Lord of Melayu tuh, Kak
Andi.
Oh, berarti mantap banget dong
suaranya luar biasa. Ya,
kalau begitu mungkin
langsung saja kita panggil ya, Kak Andi
ya,
untuk bisa menghibur kita semua yang ada
di rangkaian acara seminar nasional kali
ini. Kita kasih applause yang meriah
Bapak Ibu untuk Kak Alvin Habib.
Nah.
[musik]
[musik]
Oke, boleh berikan tepuk tangan mer
Habib.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. [berteriak]
Izin Bapak Ibu.
zapi
[berteriak]
aku dendangkan
lagu
Melayu
pelipur hati
[berteriak]
Bali
purur lara.
[berteriak]
Kita nyanyi bareng-bareng semua.
Asik
bisa
[musik]
cahaya manis
kilau gemilang
Di kantung tabir indah menawan.
Ku bernyanyi lagu Zapin Ria.
Moga hadirin
aduh hai sayang
jadi terkesan.
Kembanglah goyang atas kepala.
Lipatlah pandan sanggul dipadu.
Kita berdendang bersukar ria.
Lagulah zapin. Aduh hai sayang rentak
Melayu.
Eah [berteriak]
kita joget sama-sama semua.
Ye. [berteriak] Wah musiknya Bang naikin
lagi dong. Hei
[musik]
semua laksmana raja di laut masyaallah
bersemahyam di bukit batu ahai hati
siapa ahai tak terpaut
mendengar lagu Aku
zapin malah sekali lagi laksmana raja di
laut
bersemayam di bukit batu ahai hati siapa
ahai tak terpaut
mendengar lagu
zapin melayu
membawa tepak hantaran belanja
Bertahtah perak indah berseri.
Kita berdendang bersuka ria. [bernyanyi]
Lagulah zapin aduh hai sayang
hilang di bumi.
Ewah [berteriak]
petinglah gambu sayang lantang berbunyi
disambut dengan tingkah merua.
Saya bernyanyi
sampai di sini.
Mudah-mudahan
hadirin semua
menjadi puas semua. Laksmana raja di
laut
bersemahyam di bukit batu.
Ahai hati siapa? Ahai tak terpaut
mendengar lagu
Zapin Melayu lagi. Laksmana raja di
laut. Pak Firman ayo bersemayah di bukit
batu. Ahai hati siapa? Ahai tak terpaut
mendengar lagu
Zapin Melayu.
[musik]
Lanjut
[bersorak]
masih semangat
ya udah jangan tunggu lama-lama.
[berteriak]
Asik.
He he he he. [berteriak]
Asik.
Kita nyanyi bareng-bareng. Apabila
engkau berjumpa
dengan seorang darah. Ada yang tahu
lagunya? Memberi harapan
dengan sepenuh jiwa. semua. Jangan
biarkan
aku [bernyanyi] menunggu.
Jangan
aku merenuh semua. Jangan tunggu
lama-lama. Nanti lama-lama aku diambil
orang. Jangan tunggu lama-lama. Nanti
lama-lama aku diambil orang. [berteriak]
Asik.
Wuh.
Setiami mana suaranya? [berteriak]
[bersorak]
Asik.
Sesal dan kesal engkau jadinya.
Bila diriku
dirayu orang,
ke mana akan
mencari? Ada yang tahu? Bila dirimu
melangkah jauh semua. Jangan tunggu
lama-lama. Nanti lama-lama aku diambil
orang. Yang di belakang jangan
nanti lama-lama aku.
Wuh! [bersorak]
Asik! [berteriak]
[bersorak]
Wuhu.
Kita lanjut lagi.
Oh asik kita musik dulu, Guys.
Ibu Wulan izin, Bapak Ibu.
Waduh, ini saya kok nyanyi gini durhaka
saya. Pak Dedi. Iya.
Ibu Ais mungkin izin
Pak Di.
Asik,
Pak Firman.
Pak Iran mungkin. Ayo, Pak. Kita
sama-sama.
Pak Lukman Pak
engkau berjumpa
dengan seorang darah
yang banyak memberi harapan
apalah tahu enggak?
Jangan biarkan. [bernyanyi]
Aku mau yang nyanyi di belakang doang
yuk.
Janganlah
ke Ayo sana.
Semua
jangan tunggu lama-lama nanti lama-lama
aku diambil [musik] orang.
Jangan tunggu lama-lama
nanti lama-lama aku diambil orang
[berteriak]
nanti lama. Oke. Asik. [bersorak]
Huh. E [berteriak]
a lagi
e e euh.
Thank you. Kita nyanyi bareng-bareng
lagi semua ya.
Sesal dan kesal engkau jadinya.
Bila diriku
dirayu
orang,
ke mana aku akan [bernyanyi] menunggu?
Bapak dulu
dirayu.
Oh, semua. Jangan tunggu lama-lama.
Nanti lama-lama aku diambil orang.
Jangan tunggu lama-lama. Nanti lama-lama
aku diambil orang. Sekali lagi. Jangan
aku diambil orang. Jangan tunggu
lama-lama. Nanti lama-lama aku diambil
oranguh.
Asik aku diambil orang.
[berteriak]
Masih ada lagi nih.
Terima kasih tepuk tangan buat kita
semuanya. Setiami mana suaranya?
[musik]
Oke, sekali lagi dong tepuk tangannya
untuk [musik]
beliau adalah mahasiswa pasca sarjana
Institut Setiami Bapak dan Ibu ya yang
saat ini sedang menempuh pendidikannya
juga. Kita doakan semoga Kak Alvin
tesisnya juga lancar ya Kak Alvin ya.
Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik,
Bapak dan Ibu dan juga Kakak-kakak
mahasiswa, kita akan lanjutkan dengan
sesi diskusi interaktif kita bersama
dengan Ibu moderator dan juga empat
narasumber. Dipersilakan Ibu Dr. Wulan.
Jangan tunggu lama-lama gitu ya, nanti
diambil orang ya. Baik, sekali lagi
tepuk tangan dong untuk mahasiswa kami,
mahasiswa magister Ilmu Komunikasi ya,
Bang Alvin Habib. Baik ee Bapak dan Ibu
sekalian, setelah kita dihibur oleh ee
Bang Alvin tadi, kita akan kembali
berdiskusi. Mudah-mudahan tahan napas
dulu supaya turun dulu ya energinya.
Kita akan kembali belajar lagi. Siap ya?
Siap.
Siap. Baik. Setelah tadi
ee Prof. Elsa menyampaikan bahwa memang
hal-hal yang sifatnya riset ini harus
bisa dikomunikasikan begitu ya kepada
masyarakat. Dan kita akan kembali kepada
eh Prof. Sani. By the way sebelumnya ya
tadi yang di bawakan oleh Mas Alvin itu
juga kan kesenian. Kesenian bagian dari
ee ekraft ya, ekonomi kreatif. Betul ya?
Jadi memang kita menyajikannya karena
memang tema besar kita kita mengangkat
ee UMKM untuk bisa naik level di
Indonesia melalui diskusi kita pada
siang hari ini. Dan juga sebelum saya
melanjutkan ke Prof. Sani, terima kasih
kepada eh Brigstone yang sudah
memberikan CSR ya kepada kami Brixtone
Tire Indonesia untuk pengolahan sampah
dengan komposter dan kami mendapatkan
penghargaan CSR Award. Jadi terima kasih
kepada PT Brinstone. Tepuk tangan dulu
dan ee
dikelola
kolaborasi dengan SIMI ya dan juga ee
semua
proposal kemudian semua apa namanya
hal-hal yang terkait dengan hal tersebut
akan di
ee kelola oleh DPR Setiami dan juga akan
di apa namanya pusat kajiannya nanti
bisa hadir di sana ya. Baik Bapak Ibu,
kembali kita bisa mendengarkan pendapat
dari Prof. Sani bahwa memang akademisi
ini atau e
perspektif akademik
jangan tunggu lama-lama lagi bukan ya?
[tertawa]
Ya. Baik. Bahwa akademik ini memang
harus bisa membuat kita memberikan peran
peran yang konkret gitu ya. bagaimana
supaya kurikulum berbasis ini bisa
diimplementasikan kemudian kita bukan
hanya menjalankannya tetapi juga menjadi
SDM yang unggul. Nah, untuk itu
bagaimana Pak bisa melakukan riset
kolaboratif gitu ya dengan tadi yang
sudah disebutkan antara industri
pemerintah dari perspektif akademisi
seperti apa, Pak? Silakan.
kita bertukar
ya. Baik, terima kasih eh Dr. Wulan.
Jadi ee peranan
ya peranan kami di akademik yaitu
menyiapkan kurikulum yang memang bisa
mendukung ee era perubahan yang serba
cepat saat ini ya. Jadi ee
di dalam kurikulum ee kampus ee
mayoritas saya yakin ya kita sudah ee
punya
bagaimana kita memiliki kolaborasi
dengan industri. Contohnya kalau di kami
di BINUS gitu ya ee mahasiswa itu ee
kuliahnya itu hanya 2 tahun di kampus,
sisanya itu di industri ee magang dan
kegiatan lainnya ya. Nah, tentu saja
mereka harus memahami sekarang itu
tantangannya adalah perubahan yang serba
cepat.
AI itu membuat segala perkembangan di di
segala macam bidang lebih cepat. Nah,
mahasiswa itu harus mencoba mengejar
kecepatan tersebut. Jadi, kita harus
harus bisa menanamkan ee pendidikan yang
adaptif ke mereka. Tentu saja ini dosen
juga yang jadi ee apa? berkejaran selalu
ya.
ketemu pelabuhan. Halo, ketemu
pelabuhan. Ee oke, lanjut lagi
lagi. Saya lanjut aja terus. Yap. Oke,
balik tuh. Oke, balik balik balik. Ah,
oke. Bagaimana pelabuhan laut masa
depan? Pelabuhan laut masa depan tidak
hanya menjadi sebuah pelabuhan. tetapi
tidak hanya seb eh tidak hanya tempat
kapal merapat lalu lintas barang, tidak
hanya itu.
Pelabuhan laut masa depan itu menjadi
pusat atau sentral logistik juga dia
menjadi bahkan menjadi resort atau
daerah wisata.
Kita punya satu contoh di Indonesia
pelabuhan laut yang juga jadi resort
yaitu pelabuhan Benoa di Bali ya Mas
Dimas ya. Pelabuhan Benoa di Bali itu
adalah contoh di Indonesia bagaimana
sebuah pelabuhan kita seter sebuah
resort. Jangan bayangkan seperti Tanjung
Priuk yang crowded dia enggak. Dia kayak
resort. Nah, jadi dengan demikian
pelabuhan masa depan itu akan kita
kembangkan dengan berbagai sistem dengan
menggunakan berbagai internet of things,
IoT, AI, dan segala macam. Sehingga kita
tidak hanya membuat pelabuhan itu
sebagai tempat kapal merapat dan lalu
lintas barang, tetapi juga menjadi
fungsi-fungsi yang lain, yaitu fungsi
wisata. Fungsi wisata ada fungsi kreatif
juga. Kemudian juga ada fungsi
oke kita bisa sebutkan selain fungsi
ekonomi, fungsi logistik, transportasi,
whatever. Jadi pelabuhan akan kita
kembangkan kapasitasnya. Ini contoh
penerapan AI di pelabuhan. Dan dalam
waktu dekat, lanjut Mbak, kita akan
mencoba untuk memasang IoT platform di
pelabuhan sehingga e IoT itu ada di
kapal, ada di ee kendaraan, ada di
equipment, ada di macam-macam, termasuk
di pakaian safety para karyawan sehingga
kita bisa memonitor dengan cepat apa
yang terjadi dengan komponen-komponen
ini dan dia akan menjadi suatu lompat
atan bagaimana digital seaport ke depan
atau pelabuhan digital kita set ke depan
dan Indonesia memiliki 120 pelabuhan
komersial dan cukup banyak pelabuhan
khusus di luar itu belum lagi pelabuhan
militer. Sehingga kita itu memang
berbeda dengan kebanyakan negara-negara
maju. Negara maju tidak banyak
pelabuhannya karena mereka umumnya
negara daratan seperti Amerika Serikat,
negara Eropa, negara daratan. Kita
negara kepulauan pelabuhannya aja sampai
200
pelabuhan. So, kita akan men-set up
tersebut bagaimana pelabuhan masa depan.
Nah, lanjut menjawab pertanyaan Dr.
Wulan tadi. Lanjut. Lanjut satu lagi.
Lanjut. Ketemu museum.
Lanjut. Lanjut lanjut lanjut lanjut
lanjut. Ee oke. Salah satu produk
ekonomi kreatif adalah museum.
Museum ya. Salah satu produknya.
Kebetulan yang kiri atas itu adalah
Museum Pelindo, Museum Maritim
Indonesia. Yang kanan atas Museum Bahari
Indonesia. Jadi ini adalah museum yang
kebetulan dekat dengan dunia kami, dunia
maritim.
Bagaimana museum itu kita buat sehingga
tidak menjadi hanya sekedar wacana masa
lalu saja sehingga hanya diminati oleh
generasi masa lalu juga. Bagaimana
generasi Genzet itu bisa meminati
museum? Lanjut, Mbak. Maka kita lakukan
transformasi digital untuk museum.
Prinsipnya adalah menampilkan sejarah
masa lalu dengan menggunakan teknologi
terkini untuk kejayaan masa depan. the
history in the past for the glory of
mankind the future with high technology.
Jadi, kita menampilkan sejarah masa lalu
dengan segala artefaknya dengan
menggunakan teknologi sekarang dan masa
depan sehingga menarik sekali. Oke,
lanjut.
Jadi, ada enam ee
semacam enam tahapan transformasi
digital museum di Indonesia. ada sekedar
hadir presence sampai dengan eh
comprehensive learning ecosystem di
bawah. Nah, itu tentu saja akan berbeda
staging-nya. Jadi, kita lanjut, Mbak.
Stage satu hanya sekedar hadir ee hanya
ya perkenalkan lanjut dua bertukar
informasi banyak sekali mulai banyak
teknologinya. Yang ketiga, membangun
reputasi untuk branding. Banyak lagi,
lebih banyak lagi, lanjut lagi sampai
bisa melakukan transaksi
dengan berbagai stakeholders, tidak
hanya customer. Lanjut. Lima, berkunjung
virtual.
Lebih banyak lagi teknologinya. Dan yang
keenam adalah comprehensive learning
ecosystem. Kita bangun museum sebagai
comprehensive learning ecosystem.
Termasuk rencananya juga Museum Pelindo
akan kita buat seperti ini ke depan.
Bagaimana menghasilkan ee bagaimana
menampilkan sejarah bahari masa lalu
kemaritiman Indonesia yang masa lalu
dengan menggunakan teknologi terkini
untuk bisa dinikmati oleh anak-anak
Genzet sekarang. Lanjut Mbak.
Tapi sekarang di Indonesia sudah ada
contoh museum dengan teknologi tinggi.
Eh tidak hanya di Indonesia, di luar.
Yang pertama Museum Nasional yang baru
sekarang itu sudah menggunakan teknologi
tinggi. Kemudian yang kanan Museum BIN,
Badan Intelijen Negara itu juga
menggunakan AI. Kebetulan saya dulu yang
kepala projjectnya. Jadi itu menggunakan
AI. Kita install AI-nya di sana. Virtu
reality-nya kita install di sana.
Jadi, Anda tidak akan melihat lagi
artefak itu muncul. Ada ruang artefak.
Tapi misalnya apa? Anda ingin melihat
bagaimana sejarah pembajakan pesawat
terbang WA di Thailand tahun 3 and then
itu ada dioramanya itu berbentuk
hologram didukung oleh AI.
Jadi berbeda. Jadi tidak lagi menyajikan
masa lalu tapi bagaimana alat sadap masa
lalu tetap ada. gitu ya tetap ada tapi
bagaimana mengahirkan itu sebagai sebuah
cerita menggunakan AI. Begitu juga
berbagai museum. Saya terinspirasi
dengan museum di Singapura, Art Science
dan Museum di Kota Makkah itu
International Museum of Profets sehingga
museum bisa kita kemas dengan teknologi
AI. Menghadirkan sejarah masa lalu
dengan semakin menarik menggunakan
sekarang. dua contoh di industri
pelabuhan, yang kedua di ekonomi kreatif
di museum. Terima kasih.
Baik, terima kasih Prof. Riri.
[terkesiap][menghela napas] Jadi, sebuah
paparan yang menarik hari ini. Mungkin
enggak terlalu populer ya museum di
kalangan e Genzi Milenial. Kalau saya
dulu senang banget ya, kita SD
jalan-jalannya ke mana? Ke museum ya.
Yang angkatan-angkatan tahun 0 masih
happy kalau ke museum sampai dengan hari
ini. Apalagi nanti kalau mau
dikolaborasikan oleh teknologi A ya, Pak
ya. Ya, soalnya museum banyak uka-ukanya
katanya.
Banyak uka-ukanya. Hari ini enggak ya
karena sudah masuk.
Tapi uka-ukanya ketemu hologram temannya
katanya. [tertawa][terkesiap]
Baik. Uka-uka di dunia maya. Bapak, Ibu
sekalian, mahasiswa yang kami cintai,
silakan. Tiba saatnya kita akan ee ada
sesi tanya jawab. Silakan untuk bisa
bertanya ditujukan kepada siapa. Ya,
dipersiapkan mikrofonnya.
Saya persilakan kepada mahasiswa Pak
Iran ya.
Cek cek satu
ya. Silakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Iran Yuliansyah
asal dari Kabupaten Karawang. Kebetulan
saya mahasiswa pasca sarjana sudah
semester 3, Bu. Mohon izin
bentar lagi tes
insyaallah Bu bagian dari kajiannya Bu.
Baik, pertanyaannya khususnya ke Pak
Prof Riri ya terkait dengan kebijakan
dan regulasi pemerintah, Pak. Tadi belum
sempat dibahas ya, Pak ya. Mungkin
barangkali ada undang-undang atau yang
mengatur regulasi. Ada tiga pertanyaan,
Pak. Mohon izin, Pak. Yang pertama,
apakah regulasi di Indonesia sudah
mendukung transformasi AI secara
optimal? Itu, Pak, yang pertama. Terus
yang kedua,
bagaimana mengatur etika menggunakan AI
agar tidak mengancam stabilitas sosial.
Karena ini sangat berpengaruh sekali.
Yang ketiga, bagaimana strategi nasional
dalam menghadapi persaingan global
berbasis E. Karena ee tadi dari hasil
apa namanya tuh diutarakan akan terjadi
dari apa? SDM dari luar ya kalau gitu
ya, Pak ya. Dari luar negeri ee apa
namanya ee ekspor eh impor SDM. Demikian
dari saya. Wabillahi taufik wal
hiidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ditujukan pada siapa nih? Pak saya.
Oh ya. Baik. Ditujukan pada Pak Riri.
Kita kumpulkan dulu ya tiga pertanyaan.
Oh kumpulkan dulu ya.
Kita kumpulkan dulu. Silakan Mbak yang
perempuan kita cross ya.
Ye.
Perempuan ye. Fansnya banyak di
belakang. Silakan.
Terima kasih. Eh untuk kesempatannya.
Perkenalkan nama saya Yusnida ya. Ee
nama saya Yusnida. Saya dari RPL Hospar
di BATS 3. Saya sangat tertarik sekali
dengan ee tadi expen dari Pak Taufik.
Kebetulan ini yang menjadi saya
flashback lagi di ee 3 tahun yang lalu.
Saya 7 bulan itu meriset suatu ee saya
punya peternakan ayam yang di mana itu
saya coba dari ayam yang kecil sampai
dia bertelur dan saya mau coba untuk
membuat ekosistemnya. Bagaimana membuat
ekosistemnya? Saya mulai dari magot ya.
Ee dulu itu saya pernah membuat magot
sampai saya terjual 1 kilo lumayan dapat
Rp100.000 gitu kan. Nah, setelah dari
situ apa sih fungsi dari magot itu? Kan
karena kan memang magot ini kan dia
punya protein yang sangat tinggi yang di
mana dia bisa masuk ke lele juga, bisa
masuk ke ayam juga untuk pakannya.
Karena kan selama ini kan ee pakan itu
kita tahunya dari pur atau makan makanan
ayam dan selebihnya gitu. Dan saat
selama 7 bulan saya mengalami itu dan
saya banyak kegagalan Pak Tofik yang di
mana tuh karena pancaroba ataupun ee
cuaca itu membuat ayam itu jadi sakit
dan juga tidak stabil ee telurnya gitu
keluar gitu. Yang ini yang saya ee
penasaran apa sih yang menjadi ee
purpose-nya dari Pak Taufik itu sendiri?
Kenapa sih membuat program ini dan apa
yang m-trigger Pak Taufik? Kenapa sih
Pak Taufik ingin membuat ee program ini?
Terus apa sih yang menjadi kendala pada
saat Pak Taufik itu membuat ee program
ini di awal? Karena kan balik lagi kan
ini kita pengelolaan sampah. Bagaimana
kita membuat awareness ke pihak apa
namanya di lingkungan sekitar bahwa kita
harus ini nih membuat sampah ini bisa
menjadi duit atau ayam ini bisa menjadi
duit. Ini yang menjadi ee tantangan
untuk anak-anak muda supaya mereka tuh
sekarang kan mereka lebih fokus untuk
mencari kerja yang di mana kerja menjadi
pekerjaan yang akan bisa digantikan
dengan AI. Tapi kan kalau untuk masalah
tadi itu untuk ayam dan segala macamnya
itu enggak bisa digantikan dengan AI.
Kenapa kita enggak coba untuk fokus
bikin program yang seperti ini? Ini kan
saya rasa ini adalah bagus untuk kita
mengintegrasi EA ini supaya anak-anak
anak muda ini bisa berkembang gitu dan
bisa meng-upgrade skill-nya maupun soft
skill. dan juga hard skill-nya seperti
itu. Terima kasih.
Oke, Mbak Sia. Mbak Sia sudah bisa
ditangkap ya. Satu lagi boleh
dari Ibu.
Silakan
yang mana Bu? M
kacamata.
Oke.
Oke. Selamat siang.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Dengan saya Dedi Basri dari Hostpar RPL
B3.
Eh, pertama saya tunjukkan ke Pak Taufik
relate-nya sama teman sejawat saya
dengan Nida. Eh, kebetulan saya juga ada
ones of bisnis adalah eh supplier ikan,
Pak, di Jawa Timur. Di mana saya melihat
ee
dari supplier ikan di nelayan itu saya
masih belum melihat ada nilai jual dari
limbah yang ada. Kenapa saya tanyakan
Pak Taufik? Karena saya pernah membaca
profile Bapak itu di sosial media juga.
Cuman pas tadi dimention sama Bulan saya
baru ingat, oh ya saya pernah baca
profil-nya dan kampung apapun tempat
tinggal Bapak. Nah, ini bagaimana sih,
Pak antisipasinya? Karena saya melihat
pun dari TPS ataupun pelelangan ikan
hingga ke nelayan itu belum ada fungsi
dari limbah ikan ataupun dari seafood
yang diambil dari para nelayan. Jadi itu
apa ya? Saya melihatnya fungsi itu belum
maksimal sehingga mengibatkan lingkungan
sekitar tempat pengelolaan ikan itu
belum bersih ya, Pak. Ini kan menjadi
konsen. Sementara ikan itu disuplly
either itu ke hotel ataupun ke restoran.
Terus kedua ee terkait dengan kebijakan
pemerintah yang terkait dengan AI. Saya
tunjukkan ke Pak Riri, Pak. sejauh mana
sih peran dan do and-nya dengan ee
teknologi yang sudah semakin masif dan
sudah bahkan anak SD pun sudah sangat
gape sekali ya, Pak, dengan teknologi
dan peran pemerintah sejauh mana untuk
membatasinya. Sementara satu sisi banyak
hal orang bisa mengakses dengan
ketentuan yang tidak tepat. Padahal tadi
dimension bahwa jangan sampai jari kita
melakukan hal yang tidak apa memberikan
manfaat. Terima kasih, Pak.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, tiga pertanyaan coba
kita jawab ya, Pak Riri.
Silakan, Pak.
Tes. Jadi, ada dua pertanyaan buat saya
dari Pak siapa, Pak? Maaf,
Pak Iran, Pak.
Pak Iran. Kemudian dari Pak siapa
barusan?
Pak Dedi.
Pak Dedi. Baik. pertama Pak Iran. Yang
pertama saya bisa sampaikan emm
pada
sekitar bulan Mei tahun lalu, Pak 2025
itu atas instruksi Presiden Prabowo
Subianto itu kepada Menko Polkam RI
untuk membentuk satuan tugas satgas
ketahanan cyber dan kecerdasan buatan
terpadu untuk semua kementerian dan
lembaga.
Eh dan itu kebetulan yang diberi tugas
adalah Menko Polkam RI dan waktu itu
saya menjabat sebagai staf khusus Menko
Polkam. Jadi ikut terlibat dalam itu.
Cuma belakangan saya tidak ikut lagi
karena Menko Polkamnya ganti, Pak.
Kemudian rapat perdana itu tanggal 30
Juni 2025. Intinya begini, Pak. yang
ingin saya sampaikan
sekarang itu untuk yang terkait dengan
regulasi resmi yang ada baru semacam
surat edaran dari Menteri Komdizi nomor
berapa itu saya lupa. Di situ ada
panduan etika menggunakan AI. Saya lupa
persisnya tapi poinnya salah satunya
begini. Contohnya Pak dilarang
menggunakan AI untuk membuat keputusan
terkait dengan nasib manusia. Ah tu
enggak boleh tuh.
Heeh.
Kalau gitu boleh enggak dosen ngasih
nilai menggunakan AI kepada mahasiswa?
Enggak boleh, Pak. Itu ngelawan surat
edaran itu. Jadi memang dilarang
misalnya untuk promosi jabatan,
keputusannya tetap di tangan manusia.
Tapi sebagai alat bantu boleh. Kemudian
Pak, berikutnya kita memang belum
memiliki yang namanya tata kelola
nasional pemanfaatan kecerdasan buatan
untuk mencapai itu. Dan katanya sekarang
masih ongoing, Pak, untuk itu karena
untuk desain tata kelola eh ini
ketahanan cyber nih, desain untuk ee AI
tersebut.
Ah, oke. Itu ada beberapa stakeholders
di pemerintah. Pertama eh waktu itu
adalah Menkopolkam, kemudian badan
seperti Komdiji, BSN, lembaga riset
seperti Brin, eh kemudian Kemhan dan
segala macam itu terlibat, Pak. intinya
adalah tujuannya supaya aplikasi AI yang
dipakai oleh pemerintah mulai dari
pemerintah pusat sampai pemerintah
daerah itu tidak liar, Pak. Dan itu
recogniz
katanya dulu aplikasinya mesti
disertifikasi oleh lembaga ini supaya
clear enggak ke mana-mana niatnya
begitu. Jadi ee kayaknya sekarang belum
selesai tapi ongoing proses saya pantau.
Eh
terakhir kemarin sudah ditangkatani
beberapa memorandum. Jadi itu adalah ee
menjawab pertanyaan Pak Iran. Peran
pemerintah sudah sampai sana. Beritanya
banyak di Google. Silakan dicari Pak
contoh surat edarannya ada. Kemudian
juga ada usulan ee rencana strategis AI
dari nasional dari teman-teman itu juga
ada. ada berapa dokumen draf yang lain,
Pak? Itu sudah ada.
Kemudian dari Pak Dedi, sejauh mana
pemerintah membatasi. Nah, ini perlu
kita hati-hati, Pak. Karena kata-kata
membatasi ini kalau enggak hati-hati
bisa kontraproduktif.
Saya masih ingat dulu waktu saya SD ee
saya dikasih kalkulator oleh ayah saya
kasih kalkulator. Kemudian saya bawa ke
sekolah untuk menyelesaikan soal
matematika. Saya dikatakan jangan pakai
kalkulator ini menyelesaikan matematika
nanti kamu bodoh matematik. Perasaan
saya enggak bodo-bodo amat matematik
gitu ya. Jadi enggak ada korelasinya
juga antara menggunakan tools yang
mempercepat dengan namanya inteligensia.
Artinya, Pak, artinya adalah kita harus
menemukan cara untuk supaya generasi
kita di bawah ini, anak-anak kita itu
bisa menempatkan penggunaan EAI itu yang
tepat. Ini sama dengan menggunakan
pisau, Pak. Ketiga, apakah kita akan
melarang anak-anak kita menggunakan
pisau karena takut terluka atau kita
didik mereka cara menggunakan pisau yang
baik dan benar?
Pilihan saya yang kedua, kita didik
mereka bagaimana menggunakan pisau yang
baik dan benar. Begitu juga, Pak, dengan
AI. Kita tidak membatasi, tapi menurut
saya, kita mendidik bagaimana anak-anak
ini menggunakan AI dengan baik dan
benar. Nah, kata-kata dengan baik dan
benar ini adalah tanggung jawab kita
sebagai orang tua, kemudian juga sebagai
pendidik, akademisi, dan sebagainya.
Menurut saya tidak pada tempatnya lagi
kita sekarang melarang mahasiswa kita,
murid kita ee enggak boleh pakai chat
CPT ya. Astagfirullah, masih ada guru
yang kayak gitu.
Istigfar ya.
Iya. Tuh, masih ada guru yang kayak
gitu, masih ada dosen yang kayak gitu.
Sudah enggak zamannya lagi. Itu sama
dengan melarang anak-anak kita dulu.
menggunakan kalkulator.
Iya.
Dulu kan mencari sinus, cosinus segala
macam itu secara manual kan pening
kepala.
Kalau pakai kalkulator lebih cepat,
bukan berarti anak-anak itu menjadi
semakin bodoh. Tidak. Begitu juga dengan
AI sekarang. Jadi untuk Pak Iran dan Pak
Dedi kira-kira itu tanggapan saya.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak Riri.
Mudah-mudahan bisa menjawab. Yang
terakhir, Pak RT. Silakan, ya.
Siap.
Cek. Eh, terima kasih. Pertanyaan luar
biasa. Ee saya ingin menanggapi pertama
apa yang membuat saya bergerak seperti
ini, Teman-teman? Boleh slide halaman ee
34 dong atau 21 dulu deh. 21, Mas. Help.
Help. Baik. Jadi yang mendasari kita
tadikkan bahwa bumi ini seolah-olah
sedang disuapi oleh racun. racunnya itu
ee limbah ee yang hitam gitu ya,
berkurangnya kenekaragaman hayati,
cepatnya perubahan iklim, banyaknya
polusi udara. Kemudian sebagai pemimpin
terblik ini, itu boleh di-follow ya nih.
Terima kasih ee follow. Heeh. Ee boleh
di ah kemudian ee tadi saya mau bilang
apa tadi? Oh ya.
Jadi berkurang karena keramban hayati,
cepatnya perubahan iklim, banyaknya
polusi udara, itu harus dicegah di
tempat kita masing-masing.
Kemudian tolong slide ini, Mas. En 6
enter. 6 enter. 6 enter keyboard-nya.
Oke.
6 enter.
Ee pijet nomor 6 enter. Itu nomor salah.
Ah. Ee Bapak dan Ibu, teman-teman ini
lihat gambar di depan. Begitu menjadi
ketua RT, saya berpikir bahwa sebagai
pemimpin terkecil di republik, kita
harus ingat memberikan rasa aman dan
nyaman kepada warga kita. Makanya
kemudian saya mendatangkan Walikota
Jakarta Timur. Tujuannya apa? Ee
teman-teman supaya berita naik.
Terus salat kalau berita naik. Iya.
Kalau berita naik sebagai programmer,
sebagai orang yang cinta IT dari dulu
gitu ya, dari 95 saya distan bareng Pak
Direktur. Ee kemudian saya berpikir
kalau berita naik orang banyak datang.
Lihat di layar itu tong biru adalah tong
komposter kami yang sudah kita gunakan 2
seteng tahun yang lalu dari akutahu.com.
Mereka menelepon, "Pak Taufik, kami
ingin memberikan uang untuk warga Bapak.
Kira-kira Bapak gunakan untuk apa?" Saya
bilang, "Ber ratus juta?" "Enggak, Pak,
cuma R juta aja." Oke, kalau R juta saya
akan belikan tongko Monster untuk apa,
Pak? Untuk warga saya supaya tidak
membuang sampah yang bau ke Bantar
Gebang, ke Landfill. Bahasa kerennya
gitu. Katanya gini, Pak Taufik kan warga
yang lain masih melakukan. Saya jawab,
"Saya ingin mewarnai tidak ingin
terwarnai."
Keren enggak?
Weh, terima kasih. Jadi, sejak 2 seteng
tahun yang lalu kami sudah memilah
sampah. di saat negara memikirkan
hilirisasi dan lain sebagainya,
ada yang lupa yang masih
menurut saya gagal karena sampah belum
diselesaikan di rumah kita
masing-masing. Kemudian tolong ee ee
slide ke berapa tadi? Ee 33. 33 enter.
33 enter.
26 deh. 26 enter.
Oh ya itu dari Bank Mandiri ya.
yang ini, Mas. Jadi, ee kami sedang
menerima tantangan dari enam menteri
untuk membuat rumah tinggal, Mas. Yang
26, Mas. 26. 26. Enter. Ini 26, ya. Next
lagi satu lagi, Br. Nah, ini Bapak dan
Ibu, teman-teman. Ini rumah saya di
sebelah B nih. Kelihatan enggak nih? Ya,
ini rumah saya.
I ini kami sudah membebaskan yang A dan
E untuk kami buat next. Halaman
berikutnya
untuk membuat rumah untuk pensiunan
supaya bisa punya uang Rp10 juta per
bulan.
Kami mendatangkan terima kasih. Doakan
mudah-mudahan segera terwujud. 4 minggu
lagi kami akan undang arsiteknya. Di
dalamnya harus ada IPAL, instalasi
pengeloran limbah, harus ada pembangkit
lis tenaga surya, harus ada peternakan,
harus ada perkebunan, harus ada
pertanian. sebagaimana gambar siklus
yang kami buat tadi. Jadi, Bapak dan
Ibu, kenapa Irfan Hakim mau datang ke
tempat kita? Karena kami berbicara
kawasan. Ee mundur lagi slide
sebelumnya, maaf. Back panah kiri.
Karena Irfan Hakim datang melihat kita
bicara kawasan warga yang nanti lihat di
IG saya ada Irfan Hakim, ada warga yang
berdiri empat orang. Warga saya cuma
satu. Yang tiga itu warga sebelah, RW
depan, dan RT belakang.
Jadi dan di website kita pun kita
menuliskan program jam untuk membantu
kawasan wilayah lain sehingga Jasa Harja
ingin memberikan 400 juta untuk RT
sebelah gara-gara postingan kita di mana
kita sebagai komandannya. Jadi
teman-teman ee terus bergerak untuk juga
lingkungan tetap lestari insyaallah
orang banyak datang. Saya yakin
seyakin-yakinnya apalagi mohon maaf nih
bocorannya CSR di sana tuh tinggal
nunggu kita nyolek apa enggak. Kalau
kita tidak nyolek Bapak dan Ibu
teman-teman itu buat apa uang CSR gitu
ya. Jadi saya sudah membuktikan CSR
harus patulipat dan harus berdaya guna.
Kemudian kendalanya apa, Mbak? Terima
kasih pertanyaannya. Kendala terbesar
adalah diri kita. Bagaimana menjelaskan
bagaimana menjelaskan konsep yang kita
bawakan ini sampai terdeliver ke
masyarakat?
Sebenarnya ada slide di situ sih. Oke,
enggak apa-apa. Gini gampangannya pada
saat kita punya ide bagus, kadang kita
menjelaskannya sulit kayak tempat
bermain sederhana yang menyenangkan aja.
Mas, Mbak cari yang di bawah-bawah ada
yang ayunan, Mbak. Biar kebayang agak ke
bawah. He terus ayunan yang banyak
gambar. Terus terus biar kebayang
suasinannya. [musik]
Terus terus terus lagi. Tuh dulu kayak
gitu jadi bagus gitu ya. Terus lagi.
Nah, itu bahkan perumpernas juga minta
saya untuk kelola. Terus, nah, ini stop.
Bapak, Ibu lihat di layar. Kita punya
ide tempat bermain sederhana yang
menyenangkan. Gambar ban digantung
seutas tali. Lihat di kiri, di kanan
atas. Arahan dicetuskan. Kita
menjelaskan yang jelimet setengah mati.
Seolah-olah gambaran si apa namanya?
Ayunan ini papannya tiga. Orang terdekat
enggak mau nanya. Saya sebagai pencetus.
Ayunan itu papannya enggak boleh tiga,
tapi satu. Lihat. Kemudian dengan segala
keilmuannya kalau ahli merancang ayunan
tuh harusnya bisa ngayun dia lupa ada
batang besar. Benar ya, Teman-teman?
Kemudian dan seterusnya pada saat
pembayaran seharga Taman Ria Senayan.
Padahal ide kita tuh cuma ban digantung
seusali aja cukup gitu ya. Jadi
tantangan terbesar adalah diri kita.
Tantangan kedua ada lagi nih. Ada
rahasia jangan bilang-bilang ya. Ini
lagi live di IG saya juga.
Anak saya yang bungsu kelas 5 itu pengin
mendatangkan Pak Walikota yang keempat.
Kenapa? Karena sudah bikin tulisan demo
turunkan ketua RT8 RW4 Malakajai Jakarta
Timur. Saya disuruh turun karena Sabtu
Minggu enggak pernah ada di rumah.
Iya, ini tantangan buat saya. Jadi,
sekali lagi teman-teman, ayo belajar. EA
ini membantu kita untuk membuat kalimat
kita lebih santun, kalimat kita lebih
hebat, cara kerja lebih baik gitu. Jadi,
adik-adik, teman-teman Setiami sebagai
dosen hukum lingkungan, saya melihat ini
masih seksi banget, lingkungan hidup ini
masih keren. Kemudian terkait limbah Mas
Dedi sampaikan, "Mas, saya kemarin
berpikir di siklus tadi, siklus tadi ya,
yang survival arsitektur Indonesia itu
kan di kiri atas ada PLTS dan IPAL. Saya
berpikir tadinya air kurasan kolam saya
akan saya buang ke IPAL, didaur ulang
masukin lagi. Ternyata pandangan saya
salah menurut profesor dari Netherland
jago patogen dan bakteri. Patofik kalau
Anda masuk ke IPAL eh Anda masuk kalau
airnya dimasukkan ke IPAL didaur ulang
dan masuk lagi sedekah Anda di mana
untuk lingkungan? Sedekah Anda di mana
untuk ekosistem saluran sungai sampai ke
laut? Ves-nya lele Anda yang jumlahnya
enggak sebegitu banyak, itu tuh sedekah
untuk lingkungan katanya. Jadi saya
merubah mindset saya, saya datangkan ee
konsultan orangnya Prof. Siti Nurbaya
Bakar untuk menarik air dari rumah-rumah
ini masuk ke IPAL. Kolam saya biarkan,
airnya saya buang ke saluran. Saya tutup
dengan pantun. Boleh?
Layang-layang terbang melayang
cakep.
Jatuh ke tanah diinjak orang
cakep.
Memang Setiami tempat yang paling ku
sayang. Siang dan malam
terbayang-bayang.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Ini kecil ya suaranya?
Iya ini kecil banget
ya. Baik, syukur alhamdulillah ya.
Rasanya pengin sekali masih panjang ya.
Tetapi memang durasi waktu yang sudah
tidak mencukupi saya sudah diberikan
clue oleh panitia untuk bisa mengakhiri
ini. Bapak dan Ibu hadirin sekalian
bahwa memang ee ee diskusi kita pada
hari ini bisa memberikan pencerahan
dalam dunia penelitian ya hilirisasi
seluruhnya hari ini difokuskan kepada I
dan kita harus turut serta di dalamnya.
Karena apa? Karena sebagai mahasiswa
adalah mahasiswa yang ee harus memahami
apa itu metodologi begitu, Pak. Ya. Dan
kemudian juga dari perspektif ee
akademisi
rescaling up, kemudian eh hal-hal yang
berbau skill yang sifatnya e ini tidak
bisa dipisahkan. Oleh karena itu
mengintegrasikannya ke dalam kurikulum
adalah wajib. Ya, oleh karena itu hari
ini kita bukan hanya sekedar em
memberikan warna atau inovasi, tetapi
kita juga menjadi penentu arah bagi
mahasiswa yang ada di sini. Kita menjadi
penentu arah I di masa depan. Dan
kemudian dari ee Prof. Fridi tadi
menyampaikan bahwa hal-hal yang harus
dikuasai
meliputi critical thinking, design
thinking, kemudian juga penguasaan teori
dan dukungan I ini dibutuhkan oleh
mahasiswa. Digital skill, thinking
skill, collaboration skill, social
skill, dan self skill. Itulah yang harus
kita kuasai. Banyak PR kita, iya. Akan
tetapi pelan-pelan kita nanti akan bisa
melihat bahwa bukan kita saja yang
masjid, tetapi lingkungan. Seperti yang
sudah disampaikan oleh Bapak RT kita
yang luar biasa ya, bahwa pengelolaan
limbah ini membuat Pak RT minta
diturunkan karena Sabtu Minggu tidak
ada. [tertawa]
[terkesiap] Baik, banyak sekali
pelajaran yang bisa kita ee ambil hari
ini dari apa yang sudah dikreasikan oleh
Pak Taufik selaku Pak RT Teladan. Ya,
mudah-mudahan kita bisa memberikan
contoh dan kemudian juga mengambil
spiritnya Pak Taufik bisa berkolaborasi
suatu saat, Pak. Ya, berkunjung ke rumah
Pak Taufik. Bapak, Ibu, demikian
saya agak ngos-ngosan ya, karena ini
mic-nya kecil, jadi saya harus agak
teriak. [tertawa]
Semangat, semangka, semangat, Kakak. Ya,
demikian diskusi kita pada hari ini.
Kita ambil pelajaran yang berharga pada
hari ini. kita menjadi penentu arah I ke
depan dan transformasi kompetensi SDM
serta manajemen berbasis I ini tentunya
untuk daya saing dan ketahanan nasional
di sektor strategis perlu kita ketahui
dan perlu kita amati, perlu kita camkan
sebagai sesuatu pembelajaran yang
panjang sampai nanti kita bukan hanya
lulus kuliah ya, tetapi juga untuk anak
cucu kita supaya kita bukan hanya
sebagai pengguna, tapi bagaimana kita
bertransformasi
menuju manusia. yang menggunakan
teknologi dengan bijaksana. Terima kasih
Bapak Ibu, sampai ketemu. Saya Wulan
Furi. Selamat siang. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
para narasumber Prof. Porka dan Pak
Terima kasih. [musik]
Saya kembalikan ke MC.
[musik]
[musik]
[mendengus]
[musik]
Baik, terima kasih banyak Ibu Wulan dan
juga para narasumber [musik] hebat kita
sekali lagi teman-teman semuanya. Semoga
dari ilmu yang sudah dipaparkan tadi
bisa menambah ilmu pengetahuan baru,
wawasan baru gitu ya K ya di bidang
artificial intelligence ini tentunya.
Iya betul banget.
Dan Bapak, Ibu hadirin yang kami
hormati, tibilah kita pada acara
penyerahan piagam penghargaan sebagai
bentuk apresiasi dan terima kasih atas
ilmu, wawasan, serta inspirasi yang
telah disampaikan oleh para
narasumber-narasumber hew hebat kita
pada kesempatan ini. Dan kami mohon
untuk para narasumber untuk tetap bisa
berada di atas panggung karena
baik karena untuk selanjutnya akan ada
pemberian piagam penghargaan untuk
Bapak-bapak narasumber yang mohon izin
akan kita urutkan ya, Pak ya. Akan kita
absen dari Prof. Dr. Esa Prakasa, MT.
Kepala Pusat Riset dan Data Informasi
Brin yang akan diberikan piagam oleh Plh
Rektor Bapak Dr. Hartono, S. M.M.
Baik Bapak Ibu, untuk penyerahan piagam
mohon izin kita berpindah ke bawah.
Bawah
bawah. Iya, Bapak.
Baik, untuk yang pertama akan diserahkan
piagam penghargaan kepada Prof. Dr. Esa
Prakasa, MT selaku Kepala Riset Data dan
Informasi Brin yang akan diberikan oleh
Bapak Dr. Hartono, S., M.M.
Baik, tentunya kami mengucapkan terima
kasih banyak atas kehadiran dan juga
sesi diskusinya hari ini ya, Kak Andi
ya. Sangat menarik gitu ya kalau kita
sudah membahas tentang artificial
intelligence gitu ya.
Dan selanjutnya
kepada Prof. Dr. Sani Muhammad Isa,
S.Si., SI, MKOM yang akan diberikan
pihagam penghargaan oleh Dekan Fakultas
Ilmu Sosial dan Manajemen kepada Ibu Dr.
Nurfitri Ramawati, S., MA.
Urutannya salah lagi,
Baik, terima kasih banyak Prof. Dr. dan
juga Ibu Dr. Untuk selanjutnya
penyerahan piagam penghargaan kepada
Bapak Riri Satria, SKOM, MM selaku
Komisaris Utama PT ILCS Pelindo Solusi
Digital yang akan diberikan oleh Ibu
Wakil Rektor 1 Ibu Dr. Komalawati, Esos,
MSI.
Selanjutnya pemberian piagam penghargaan
kepada Bapak Dr. Taufik Supriadi, S. SH.
Mtaak selaku Community Development
Expert yang akan diberikan oleh Ibu Dr.
Anita Maulina, SB. MA.
Gimana sih nyalainnya kita?
Baik, boleh berikan applause teman-teman
semuanya untuk para narasumber hebat
kita di hari ini.
Terima kasih banyak tentunya atas
kontribusi dan juga dedikasinya ya untuk
bisa mencerdaskan anak bangsa ya. Ini
adalah salah satu bagian dari
transformasi pembelajaran juga tentunya
Kak ya. Baik, mohon izin kita foto
bersama.
I habis habisan
ya.
Oh, satu lagi ya, Bapak, Ibu ya. Kita
akan saksikan penyerahan piagam
penghargaan untuk moderator kita Ibu Dr.
Wulan Furi yang akan diberikan oleh
ketua panitia acara seminar nasional
yaitu Ibu Heni dipersilakan.
Oke, baik. Alhamdulillahiabbil alamin.
Kita kasih applause lagi, Bapak dan Ibu.
berterima kasih banyak sekali lagi untuk
para narasumber kita dan juga moderator
hebat ya yang sudah memandu jalannya
sesi diskusi pada acara seminar di hari
Sabtu ini
ya. Dan juga kami mengundang kepada
Bapak Ibu pimpinan Institusi TIAMI dan
para tamu undangan untuk bisa berfoto
bersama dengan para narasumber.
[menghela napas]
Mungkin boleh merapat Bapak Ibu supaya
semuanya terlihat.
Oh iya
i
nanti dikasih
yang terhormat
para pilihan dan para tamu dan relasi
dan memberikan informasi terlebih dahulu
mengenai
dua
satu
du
oke boleh berikan senyuman terbaiknya
Bapak Ibu 1 2 3
Oke sekali lagi. 3.1
2 3.
Oke. Baik, terima kasih banyak Bapak Ibu
narasumber dan juga moderator.
Bapak ini kayaknya mau minta baju ya.
Terima kasih lagi
terima kasih lagi ucapin terima kasih
lagi.
Terima kasih.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak para para narasumber yang
telah memberikan
memberikan
banyak ilmunya kepada teman-teman semua
hari ini yang sudah meluangkan waktu
mereka yang cukup padat untuk bisa
bertemu dan bercengkerrama dan
sharing-sharing ilmu terkait dengan
pengembangan artificial intelligent ini
dan juga
oke ada hadiah spesial nih yang akan
diberikan oleh Pak Taufik untuk penanya
terbaik ya.
Oh, dari Bapak Nurji. Terima kasih
banyak.
Oh, untuk Pak Nuroji. Oke. Baik, silakan
Pak Taufik untuk bisa diberikan kepada
Pak Nurji
tiga penanya
nanti akan diberi.
Oh, langsung dipakai ya, Pak ya.
[tertawa]
Dua video.
Oke. Baik, kita abadikan dulu. Boleh
berikan senyuman terbaiknya. Lihat
kamera
Bapak Iran, Ibu Yusnida sama Dedi.
Maju atau enggak?
Maju.
Maju.
Eh, hadisnya hadiahnya sih
nanti menghubungi panitia.
Oh, ya udah. Tapi tetap foto enggak? Oh,
enggak enggak enggak adaubungi panitia.
Hubungi panitia aja.
Terus nanti untuk e video nanti akan di
diumumkan di Instagram.
Di Instagram. Video diumumkan di
Instagram.
Berarti
eh itu suruh siap-siap.
Iya.
Oke, jadi kaos ini diperuntukkan untuk
Bapak Nurji, Pak Hartono, dan juga Ibo
tentunya ya. Kita foto bareng dulu
boleh. Silakan Bapak Ibu berikan
senyuman terbaik. Lihat kamera.
Oh, namanya siapa tadi ya?
Bapak Yusnida. Oh, Ibu Ibu Yusnida.
Kakak Yusnida tadi penanya terbaik
menurut Pak Taufik ya. Boleh silakan
maju.
Oke. Baik, kita berikan applaus Bapak
dan Ibu untuk Pak Taufik dan juga yang
mendapatkan hadiah spesial ya tentunya
ya.
Bapak dan Ibu, teman-teman ini di kaos
ini ada tiga inovasi RT yang kemudian
menyebabkan kami diundang ke Tiongkok.
Semoga bermanfaat. Silakan mampir ke
tempat kita. Kalau ada program yang
bagus, kami siap menjadi living
laboratorium karena Indonesia harus
menjadi hebat dari RT yang kuat. Terima
kasih.
Terima kasih banyak, Pak Taufi. Karena
bangsa yang hebat berasal dari RT yang
kuat ya. Jadi dari rukun tetangga dulu
kemudian naik ke tingkat wilayah RW gitu
ya. Lalu kemudian ke kelurahan kecamatan
dan juga sampai pada negara Republik
Indonesia tentunya ya. Inovasi-inovasi
seperti itu yang harus selalu
ditingkatkan dan juga diterapkan di
wilayah sekitar tempat kita tinggal.
Kaketul Karya.
Oke. Baik, kami mengucapkan terima kasih
banyak kembali kepada para narasumber
hebat kita dan juga Ibu Wulan selaku
moderator. Semoga nanti kita bisa
bertemu lagi ya di panel-panel diskusi
interaktif berikutnya bersama dengan
mahasiswa Institute Setiami.
Oke. Atau mungkin ada yang jadi dosennya
mungkin ya di next semester begitu ya.
Amin. Amin. Amin. Ya. Jadi dosen tamu ya
nanti ya bisa
bisa mengajar di Institut Setiami ya.
Oke. Baik, Kak Andi. Tadi di awal kita
sudah sampaikan bahwa hari ini akan ada
kejutan hadiah gitu ya. Oke, tapi
sebelum itu sebelum kita
umumkan nih kira-kira siapa yang
berhasil mendapatkan hadiah tersebut
gitu ya,
akan ada informasi.
Informasinya tuh sebenarnya
menarik ya.
Menarik sih. Karena kan kalau saya boleh
tanya teman-teman mahasiswa sekarang jam
berapa ya kira-kira ya?
Jam berapa sekarang, Teman-teman?
Jam 12 ya,
Kakak-kakak jam 12.
Oh, iya, jam 12.00. Emang lagi
panas-panasnya ya, Kak? Ya,
betul banget. Di luar kayaknya anginnya
panas.
Betul banget, lagi panas-panasnya.
Makanya kayaknya nih kita perlu kasih
yang segar-segar nih.
Oh, apa tuh? K.
Iya. Kita harus kasih informasi yang
segar-segar yang bikin adem, bikin mata
melek lagi.
Betul banget ya, Kak Ria ya. Karena tadi
kira-kira ada informasi apa nih, Kak
Andi? ada informasinya yang sebenarnya
pasti teman-teman juga sudah tahu. Tapi
di sini kita pengin mereminder lagi
teman-teman bahwasanya program ini
adalah program yang memang kami
khususkan, yang kami siapkan untuk
teman-teman mahasiswa kayak gitu.
Betul banget ya. Jadi buat kakak-kakak
yang hari ini sudah hadir itu enggak
sia-sia kedatangannya ya.
Yes, betul banget. Atau mungkin ada
teman-teman di sini yang udah
Oh ya.
Oh boleh. Silakan, Pak R.
Saya lupa tadi ya. Buat tiga orang
penanya yang mahasiswa, tolong
daftarkan, sebutkan, sampaikan nama
Anda, identitas ke panitia karena nanti
ada kenang-kenangan dari saya.
Insyaallah bulan depan buku terbaru saya
terbit, jadi kalian dapat. Terima kasih.
Alhamdulillah. Terima kasih.
Mantap banget.
Oke. Iya. Makanya untuk teman-teman
peserta juga ya kita minta untuk tetap
stay di ruang seminar ini, Teman-teman,
karena acara masih berlanjut gitu.
Baik, kami juga mengucapkan terima kasih
banyak atas kehadirannya Bapak Nuroji.
Semoga selalu sehat ya, bisa membersamai
rangkaian acara Institut STMI ke depan.
kita ucap kita kasih tepuk tangan sekali
lagi untuk para narasumber kita di hari
ini.
Oke, Teman-teman karena juga sudah
menjelang karena kan tadi sudah dapat
materi-materi ya, Kara ya. Ini sekarang
kita harus yang
rileks-rileks dulu.
Iya. Tadi ada ada info angin segar dari
kira-kira apa sih informasinya? Mungkin
langsung saja Kak Andi kita undang
ya kita undang ee kepada kepala bagian
Admisi dan Pemasaran Institut STIM. Yang
terhormat Ibu Renya Ayu Utami, SB, MA.
Kami persilakan.
Oke.
Oke. Asalamualaikum [musik]
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat siang semuanya.
Oke, sebelumnya kita persilakan dulu
para tamu yang akan menuju ruang makan
ya. Baik,
masih semangat,
Bu? Sebentar aja. Siap. Baik, izinkan
saya Renya Utami atau biasa dikenal
dengan Bu Ayu selaku Kabak pemasaran dan
admisi Institut Setiami memberikan
informasi update mengenai Institut
Setiami. Kakak Julian dan tim mohon
dibantu.
Oke.
Baik. Kalau saya bilang halo Setiamers,
teman-teman jawab hai. Hai. Hai. Oke,
siap.
Oke. Halo Setiamers.
Hai. Hai. Hai. [berteriak]
Halo Setiamers.
Hai. Hai. Hai.
Oke. Baik. Saya akan memberikan
informasi terupdate mengenai PMB atau
penerimaan mahasiswa baru 2026 di
Institut Setiami karena kita akan
memulai perkuliahan bagi mahasiswa baru
di bulan September
2026. Oke, next.
Oke, next. Boleh. Kita masih membuka
jalur-jalur dan beasiswa di Institut
STIAAMI. dari mulai jalur umum prestasi
hafiz Quran, jalur KIP kuliah, jalur
BPWS atau beasiswa penduduk wilayah
sekitar, jalur BPPD beasiswa putra-putri
daerah, jalur influencer, kemudian jalur
kolaborasi afirmasi RPL, dan terakhir
adalah mahasiswa asing. Karena kita
ketahui ada sudah beberapa mahasiswa
asing yang bergabung di Institut
Setiami. Baik, next.
kita masih memberlakukan program RPL
insyaallah sampai dengan ee PBM semester
berikutnya yaitu ganjil 200627 yang
kuliahnya di bulan September 2026. Nah,
ini yang paling penting. Next.
Next lagi boleh.
Kita akan memperkenalkan program
afiliator Institut Setiami. Jadi bukan
Marketplace saja, tapi Institut Setiami
akan membuka program afiliator.
Boleh? Next. Jadi program afiliator ini
adalah di mana Bapak, Ibu atau
Kakak-kakak semua bisa memberikan
informasi maupun merekomendasikan
sehingga Bapak Ibu semua akan memiliki
akses afiliator Institut Setiami. di
mana saat Bapak Ibu mendaftarkan
afiliator di kampusnya masing-masing itu
Bapak Ibu bisa mengawal mahasiswa baru
atau yang direkomendasikan Bapak Ibu
untuk dikawal sampai dengan lulus di
program afiliator. Jadi jangan takut
misalnya merekomendasikan kemudian lama
prosesnya kita mudah-mudahan dengan
program afiliator ini bisa lebih
efektif. Oke next. sudah.
Nah, kita kenalan dulu sama tim
pemasaran dan admisi tiap kampus selain
kampus pusat ya, termasuk kampus pasca.
Jadi, karena keterbatasan waktu,
Kakak-kakak atau Bapak Ibu semua bisa
langsung datang ke kampusnya. Saya mau
tahu dong lebih lanjut mengenai program
afiliator atau mendaftar sebagai ee
calon perekomendasi untuk afiliator
Institut Setiami. Baik, next.
Perkenalkan ini tim pemasaran admisi ya,
pemasaran dan admisi kampus pusat. Next.
Ini kampus pasca sarjana bisa ditemui
oleh kakak-kakak atau Bapak Ibu semua.
Next, kampus Cakung. Kemudian next lagi
ada kampus Bekasi. Kemudian ada kampus
Cikarang, kemudian ada kampus C atau
Pasar Rebo. Kemudian kampus D Dep Depok,
kampus E Tangerang. Dan yang ee terakhir
teman-teman dari semua tim pemasaran dan
admisi akan memberikan informasi
berkaitan dengan program afiliator ini.
Jadi kalau merekomendasikan itu akan
masuk ke sistem dan Bapak, Ibu atau
Kakak-kakak semua punya sistem atau
login akses untuk mengawal mahasiswa
baru yang direkomendasikan.
Dan dari n af affiliator yang sudah di
ee ditemu atau dimasukkan diinput
datanya oleh tim atau sistem nanti Bapak
Ibu bisa mendapatkan V apresiasi jika
mahasiswa baru bisa berkomitmen mulai
dari perkuliahan semester 1. Baik dengan
afiliator nanti bisa dibot kami untuk
mendaftar atau mungkin di kampusnya
masing-masing. silakan bergabung menjadi
afiliator Institut STIAAMI, terutama
untuk perkuliahan bulan apa? Bulan
September
2026. Semoga informasi ini bermanfaat
dan dapatkan V apresiasi atas ucapan
terima kasih kami karena telah
merekomendasikan atau memperkenalkan
Institut Setiami baik ke keluarga,
handai tolan maupun teman kerja. Baik,
sekian informasi PMB dari saya. info
lebih lanjut bisa ketemu saya di BUT
atau mungkin ketemu dengan tim pemasaran
admisi di setiap kampus. Baik, terima
kasih atas waktunya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Halo Seti Mas. [musik]
[musik]
Oke, terima kasih banyak Kak Ayu untuk
informasi yang sudah disampaikan ya.
Jadi ee kakak-kakak semuanya bukan cuman
di TikTok yang ada afiliator ya. Jadi
sekarang di Institut Sediami juga sudah
ada program afiliator gitu. Jadi bagi
siapapun yang berhasil merekomendasikan
mahasiswa baru ke Institut Setiami pasti
akan ada apresiasinya juga dari kami
tentunya ya. Dan juga seperti yang tadi
di awal kita sudah sampaikan nih, Kak,
dari sekitar jam 08.00 tadi ya, akan ada
banyak doorpress dan hadiah untuk
teman-temannya dan khususnya untuk
kategori video activity terbaik dalam
kegiatan seminar ini. Oke, untuk
teman-teman yang sudah membuat video
activity atau res-nya itu boleh
teman-teman upload ke Instagram dan
jangan lupa tag ke Institut Setiami.
Betul banget. Supaya nanti tim panitia
bisa lihat ya, Kakak-kakak siapa konten
yang paling kreatif gitu. Pengumuman
siapa
dua pemenang video terbaik untuk
activity di kegiatan seminar ini akan
diin
diumumkan di Instagram Institut Setiami
gitu. Oke.
Pasti sudah pada follow kan ya Instagram
Institute Setiami Official. Sudah
beneran ini sudah
Oh jam jam siang lemas.
Oh iya betul ya kasih had siang ya.
Betul boleh banget Kak Adi. Kira-kira
apa hadiah selanjutnya? Dan hadiah
selanjutnya itu untuk tiga orang penanya
terbaik yang tadi bertanya kepada
narasumber ya dalam sesi
diskusi tadi. Yang pertama ada Bapak
Iran. Oke. Oke.
Mana tadi Bapak Iran?
Oke. Bapak bisa stay di tempat saja
tidak apa-apa.
Bapak boleh di tempat saja nanti silakan
hubungi tim panitia untuk nama, nomor
npm dan juga nomor teleponnya ya.
Selanjutnya siapa, Kak?
Selanjutnya
selanjutnya ada Ibu Yusrida.
Jangan Ibu, Kakak.
Oh, Kakak. Ya, Kakak Yusnida selamat.
Boleh berdiri, Kakak Yusnida.
Oh, iya Kakak Yusrida. Oke, nanti akan
ada tim dari panitia yang akan
menghubungi ya. Dan juga kepada
[tertawa]
Bapak Dedi.
Bapak Dedi. Oke, kita kasih applause
untuk Pak Dedi, Kakak Yusnida.
Tiga penanya yang terbaik ya,
Bapak Iran ya. Terima kasih banyak tadi
sudah
berdiskusi dengan Bapak Ibu narasumber
dan pertanyaannya terpilih sebagai
pertanyaan terbaik dan tadi juga ada
yang dapat kaos ya.
Betul banget. Oke, masih ada hadiah
berikutnya supaya lebih semangat coba
boleh diplay musiknya yang lebih happy
ya Kak ya. Karena untuk door price yang
terakhir ini ini berdasarkan
keberuntungan dari kakak-kakak semuanya.
Gitu ya teman-teman.
Belum dulu. Belum dulu. Oke, pengin
dengar dulu semangatnya. Boleh. Di mana
semangatnya?
Kurang kencang suaranya. Boleh silakan.
[tertawa]
Kayaknya sudah siang tuh emang agak
lapar bawaannya ya, Kak Andi ya.
Oke, kita akan keliling kayaknya nih,
Kak Andi ya. Jadi,
oke. Pengin dengar semangatnya dulu.
Tangannya boleh di atas semuanya. Mana
suaranya?
Oh, mantap banget.
Oke, sip. Langsung aja ya kita kasih
tahu ya. Jadi kakak-kakak semuanya baik
yang di sisi kanan ataupun sisi kiri
silakan cek
di bawah kursinya. Kalau misalkan ada
poster rangkaian acara seminar hari ini,
dialah yang berhasil mendapatkan hadiah
spesial dari Institut Siami. Silakan,
silakan dicek. Ada yang sudah dapat di
kolong bangkunya. Silakan dicek. Dicari
ya di kolom
sebelah kiri sebelah kanan semuanya.
Coba di kolom bakunya ada.
Boleh dipegang dulu. Boleh dipegang.
Boleh dipegang dulu. Yang sudah dapat
boleh berdiri.
Boleh berdiri
yang boleh yang sudah dapat boleh
berdiri.
Oke. Ada tiga orang di sebelah sini ada.
Ada yang sudah dapat di sebelah sini
ada. Ada. Mana yang sudah dapat? Dicari.
Udah dicek kolong bangkunya.
Oke. Udah dicek? Belum. Belum.
[tertawa]
Yang di belakang masih nyari Kaki.
Wah.
Ada lagi yang sudah dapat di sini?
Oke, silakan pokoknya dicari dulu.
Totalnya ada 10 ya,
ada 10 kupon yang tersembunyi di
bangku-bangku kalian ini. Ayo. Tadi udah
ada tiga ya, Kak ya?
Udah ada tiga ya.
Silakan di sebelah sini nih kayaknya
belum ya. Semuanya disebar kok tadi
boleh dicari.
Oke, sudah ada empat orang yang dapat
kuponnya.
Oke. Nah, bagi teman-teman yang sudah
dapat kuponnya, silakan tulis di balik
kuponnya itu nama, npm, dan nomor
WhatsApp-nya.
Dan setelah itu kuponnya diberikan ke
panitia.
Sudah ada lima orang yang dapat
di sebelah sini. Ada yang dapat
atau cari aja di kolom kursi yang lain
yang udah enggak ada yang dudukin ya,
silakan boleh dicari,
silakan dicek lagi bangku-bangkunya.
ke panitia aja.
[tertawa]
Oke, buat teman-teman yang mendapatkan
sudah dikumpulkan, sudah diisi nama,
npm, dan juga nomor WhatsApp-nya dan
dikembalikan lagi ke teman-teman panitia
ya.
Oke, selamat ya untuk yang berhasil
mendapatkan kupon berhadiah.
Ada lagi dapat di sini enggak ada.
Enggak ada. Yakin masih ada empat lagi
loh yang belum dapat. Takutnya keselip
ya, Kak Andi ya.
Oke.
Oh, itu panitia.
Oke. Buat teman-teman yang sudah dapat
kuponnya langsung diberikan ke panitia
ya setelah ditulis nama.
Iya. Jangan lupa ditulis namanya siapa.
Nomor npm dan juga nomor e-wallet
tentunya ya. Yes, betul sekali.
Oh, kita enggak dapat bangku sih. Jadi
kita enggak bisa ngecek bangku kita yang
mana.
I kalau dapat kursi [tertawa] pasti aku
cari juga nih di bawah ya.
Iya. Oke, jadi selamat untuk kakak-kakak
yang berhasil ya. Ini berdasarkan
keberuntungan di hari ini yang sudah
mengikuti jalannya rangkaian acara
seminar di institus.
Betul sekali. Ini bukan settingan ya,
kita baru pertama kali ketemu loh.
Betul banget. [tertawa]
Oke, sekali lagi selamat yang belum
beruntung nanti kita coba di seminar
berikutnya ya. Siapa tahu jadi
kakak-kakak nih yang berhasil
mendapatkan hadiah tersebut ya. Bisa
dibawa banget banget.
Oke, jadi kakak-kakak tak terasa ya kita
sudah berada di penghujung acara. Tapi
sebagai penutup nanti akan ada
persembahan spesial lagi dari kita
semuanya supaya bisa menutup dengan
kegembiraan gitu ya bareng sama Kak
Alvin Habib lagi. Masih semangat kan ya?
Masih semangat.
Masih semangat?
Masih jogetnya lepasin aja teman-teman.
Iya betul banget ya. Kalau begitu kami
berdua pamit undur diri. Terima kasih
banyak. Mohon maaf apabila ada yang
kurang berkenan dari aku, Ria ataupun
rekan aku nih, Kakak Andi.
Aku
Andi Res Lauda.
Oh, Andi Res Lauda. Dia ada ada marganya
ya di belakang ya. Terima kasih banyak
semuanya. Hati-hati di jalan. Kita
tampilkan persembahan spesial gitu ya di
penutup rangkaian acara seminar hari
ini. Boleh kasih applause sekali lagi
untuk Kak Alvin Habib.
Boleh. Dan teman-teman juga berdiri kita
singel dan joget bersama. Oke.
[musik]
Oke, terima kasih banyak semuanya.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Sampai berjumpa.
Silakan Kak Alin. Habib.
Oke, jangan ke mana-mana dulu. Kita
berjoget bareng ya sama Kakin di sini
ya. [musik]
C.
Bila ingin melihat ikan
kita bareng-bareng semua
di dalam kolam.
Tenangkan
dulu airnya.
Apa
sebening kaca?
[berteriak]
Bila mata tertuju pada
gadis pendiang,
caranya [bernyanyi]
tak sama menggoda
darah lincah. [bernyanyi]
Kita nyanyi sama-sama semua. Ayo di
depan boleh kita joget sama-sama.
[bersorak]
Asik. Ayo yang mau joget sama saya
boleh.
He
ei. [berteriak]
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

مقدمة في الأمن السيبراني 2019 || الأسبوع 2 - المحاضرة 1
إدراك للتعليم الإلكتروني · English

SUA VIDA COMO AGENTE DO BOPE NO DIA 28 DE OUTUBRO DE 2025
Codigo Da rua · Portuguese (Portugal, Brazil)

GUÍA PARA EL DISEÑO DE UN PROGRAMA DE CAPACITACION
Martha Ines Gaitan Duquino · English

3.3-Desdobramentos jurídicos e meios de prevenção-Camila Peres
Escola Superior da AGU · English

Grand Concert Career Guide - How to Optimize and get Higher Ratings | Umamusume: Pretty Derby
JackieX · English

زرادشت هل كان نبياً ؟ الزرادشتية (المجوسية)
سميحان · Arabic

Learn HTML In Arabic 2021 - #22 - Audio
Elzero Web School · English

BUNGA MAJEMUK DAN ANUITAS
Rini Octavianingsih · English

دعاء الشيخ د. ماهر المعيقلي - ليلة 18 رمضان 1432
تسجيلات الشيخ د.ماهر المعيقلي · Arabic

IPA SMA Kelas 10 - Kimia Hijau (Green Chemistry) | GIA Academy
GIA Academy · English

Rick Roderick on Heidegger - The Rejection of Humanism [full length]
The Partially Examined Life · English

Guru Listrik Online : Sistem Pembangkitan, Transmisi dan Distribusi Listrik
Guru Listrik Online · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.