Full Transcript

·YouTLDR

Ada Apa Dengan Strategi Pidato Presiden Prabowo?!

14:53IndonesianBy Raymond ChinTranscribed Jul 11, 2026
Analisis video lain dengan ProGaransi uang kembali 30 hari
0:00

Setiap yang terhormat Bapak Presiden

0:01

Prabowo Subianto pidato kayaknya warga

0:03

tuh sekarang udah lebih nungguin [musik]

0:05

apa nih kira-kira yang akan jadi efek

0:07

mungkin terhadap ekonomi, terhadap

0:08

sosial media. Dan salah satu yang

0:10

menarik gua lihat di trads dan [musik]

0:11

Twitter ada yang sampai bikin kalender

0:13

jadwal Pak Prabowo berpidato. Ibarat

0:15

sekarang nandain, "Wah, ini bakal

0:17

kejadian apa nih?"

0:18

Main-main saham itu untuk orang kecil

0:20

itu biasanya sama dengan judi. Itu

0:22

rakyat di desa enggak pakai dolar kok.

0:24

Eh, sor emang gua pikirin

0:28

ini ngomong-ngomong sop aja kabur aja

0:29

deh lu. Kabur aja lu. Lunder apalagi

0:32

Prabowo akan bicara.

0:38

Dan kalau ngelihat sejarah 16 Mei 2026

0:40

rupiah gejolak. 20 Mei 2026 ISG anjlok

0:43

dalam satu sesi. 24 Juni 2026 trending

0:46

di Twitter ISG merah lagi. Sebenarnya

0:47

ada yang bilang, "Ya, kebetulan aja

0:49

cocok logi. Market emang enggak

0:51

baik-baik aja." Tapi ini kelihatan pola

0:53

yang berulang selama 17 bulan terakhir.

0:55

Tujuan video ini adalah untuk gobrok

0:56

[musik] ini bukan untuk merendahkan

0:58

seseorang atau untuk menyalahkan

0:59

sepihak. Ini murni analisa pribadi

1:00

[musik] dan mungkin bisa ngejawab

1:02

pertanyaan-pertanyaan netizen tentang

1:03

kenapa Pak Prabowo berpidato dengan cara

1:05

yang sekarang. Salah satu yang gua ingat

1:07

di 4 Desember 2024 Pak Prabowo itu

1:09

pidato di sidang Tanwir Muhammadiyah

1:10

Kupang. Itu di tengah sambutan resmi

1:12

kepresidenan [musik] beliau pernah

1:13

bilang main-main saham itu kalau orang

1:15

kecil pasti kalah. itu untuk orang kecil

1:17

sama dengan judi.

1:18

Main-main saham itu kalau orang kecil ya

1:21

pasti kalah. Itu untuk orang kecil itu

1:23

biasanya sama dengan judi. Itu

1:25

mungkin kebetulan IHSG melemah tapi OJK

1:27

sampai harus keluarin pernyataan resmi

1:30

investasi saham bukanlah [musik] judi.

1:31

Presiden ngomong a lembaga regulasi

1:33

keuangan harus meng-counter pernyataan

1:35

Presiden. 16 Mei 2026 rupiah sudah

1:37

tembus 17.500 per dolar. Warga ya

1:39

sewajarnya bingung dan marah. Pak

1:41

Prabowo pidato di Nganjuk rupiah begini

1:43

rupiah begitu dolar begini dolar begitu.

1:45

Orang rakyat di desa enggak pakai dolar

1:46

kok.

1:47

Rupiah begini, rupiah dolar begini,

1:49

dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai

1:51

dolar kok.

1:51

Dan market bereaksi. Lanjut 20 Mei 2026

1:54

jelang pidato Pak Prabowo di DPR. IHSG

1:56

itu naik 1% ke 6.430. Begitu pidato

1:59

dimulai dan diumumkan kebijakan ekspor

2:01

komoditas lewat BUMN sebagai eksportir

2:03

tunggal, YSG langsung terjun ke 6.215

2:05

[musik]

2:06

selama sesi pidato berlangsung. Dan gua

2:08

tahu enggak mungkin gua gak bahas. 24

2:10

Juni 2026 penas petani Gorontalo.

2:12

[musik]

2:13

Pak Probowo bilang semu emang gua

2:15

pikirin ny

2:17

emang gua pikirin

2:20

daripada

2:21

ya viral itu di Twitter mungkin

2:22

kebetulan IHSG langsung merah besoknya

2:24

dan netizen tuh sampai ada yang nge-time

2:26

[musik] stamp in gimana pergerakan Pak

2:27

Prabowo pidato terus dibandingin sama

2:29

keadaan pasar dari jam 09.00 pagi sampai

2:31

jam . Itu kayak gimana? Nah ini tuh

2:33

menarik kenapa? Karena di atas semua

2:34

itu, approval rating Pak Prabowo [musik]

2:36

turun dari 80,9% di Januari 2025 sampai

2:40

ke 59,75%

2:42

di Juni 2026. Pertanyaannya kenapa? Gua

2:44

pernah ngobrol [musik] singkat lah sama

2:45

salah satu teman gua. Masa tim PR-nya?

2:48

Masa enggak dibrief dulu tentang apa

2:49

yang diomongin. [musik] Video ini

2:50

mungkin enggak aman. Tapi menurut gua

2:52

fenomena ini itu sesuatu yang sangat

2:54

amat layak untuk dibenahi. Tapi sebelum

2:56

gua jelasin kenapa, ada satu [musik]

2:57

dulu yang dibedah. Sesuatu yang sering

2:58

dilewatin orang. Kenapa ini bisa terjadi

3:01

terus-terusan?

3:07

Sebenarnya waktu gua riset topik ini ada

3:08

satu hal yang bikin gua lumayan aneh.

3:10

Karena kalau kalian kenal Pak Perbowo

3:12

dari pidato-pidato masa-masa oposisinya,

3:14

beliau [musik]

3:15

bukanlah orang yang tidak bisa ngomong.

3:17

Justru benar-benar sebaliknya. Di 2013

3:19

Pak Prabo pidato tentang kerusakan

3:21

hutan. Sekitar 70 juta hektar hutan

3:23

Indonesia rusak. Kecepatan kerusakan

3:24

yang setara enam lapangan sepak bola

3:26

setiap 1 pit. Tajam, berbasis data, dan

3:28

bikin greget. Di 2014 soal kabinet, kita

3:30

perlu pemerintahan yang ramping, bersih,

3:32

dan efisien. Jangan diperbanyak lagi

3:33

untuk bagi-bagi jabatan. Clear itu

3:35

blak-blakan. Ada stens yang jelas. 2019

3:38

soal korupsi, saya akan cari bukti-bukti

3:40

korupsi itu bila perlu sampai ke

3:41

Antartika. Tegas [musik] punya arah.

3:43

Nah, flashback ke Februari 2014 dulu

3:45

bilang anggaran perjalanan dinas 20

3:46

triliun itu pemborosan. Enggak boleh ada

3:48

pejabat RI plesiran [musik] ke luar

3:49

negeri. Dan untuk pertama kali di April

3:51

2026 dalam 1,eng tahun masa jabatan 56

3:54

perjalanan ke 30 [musik] negara. Prabu

3:56

sendiri menjawab, "Untuk amankan minyak

3:58

ya gua harus ke mana-mana." 2014 kabinet

4:01

harus ramping. Oktober 2024 kabinet

4:03

terbesar sepanjang sejarah Republik

4:05

Indonesia. Maret 2019 akan kejar

4:07

koruptor sampai Antartika. Desember 2024

4:09

buka opsi maafkan koruptor asal

4:11

kembalikan uang. Ini sekedar gua

4:13

observasi. Gua enggak bilang semua

4:15

perubahan ini salah karena konteks bisa

4:17

berubah, realita bisa berubah. Tapi yang

4:18

menarik itu tidak pernah ada penjelasan

4:21

yang memandai ke publik tentang kenapa

4:23

itu berubah. Karena memang salah satu

4:24

hal yang paling berat jadi orang nomor

4:26

satu di Indonesia, rakyat atau

4:27

masyarakat itu ingat apa yang pernah

4:29

dijanjikan. Dan pas dua hal itu enggak

4:31

nyambung tanpa ada satu narasi yang

4:33

menyebatani, oh karena begini, karena

4:34

begini, yang tumbuh itu bukan trust,

4:36

tapi yang tumbuh itu tanda tanya. Karena

4:37

kalau menurut pakar komunikasi dari

4:39

Universitas Pajajaran Kunto Aji Wigowo

4:41

disebut sebagai komunikasi yang defensif

4:42

[musik] dan reaktif. Ini ahli-ahli

4:44

proaktif membangun narasi, Pak Prabowo

4:46

lebih sering merespon kritik dengan nada

4:48

yang menutup dialog. Ini quotnya dalam

4:50

komunikasi ketika satu pihak udah bilang

4:52

pokoknya, apalagi yang bilang itu pihak

4:54

berkuasa bisa mampet semua saluran

4:56

komunikasinya. Dan in a way mampet itu

4:58

yang kerasa sekarang. Nah, gua pengin

4:59

kalian perhatiin satu hal. Semua yang

5:01

baru [musik] gua ceritain tadi,

5:02

inkonsistensi, komunikasi yang defensif,

5:04

saluran yang mampet, ini bukan sesuatu

5:06

yang tiba-tiba orang baru sadarin yang

5:08

harus diapresiasi. Pak Prabowo tuh tahu

5:10

beliau sendiri bilang, "Nanti gua bakal

5:11

bahas statementnya." Tapi di situ yang

5:13

bikin gua makin penasaran. Kalau sudah

5:14

tahu komunikasinya itu kurang oke,

5:16

kenapa polanya enggak ada perubahan yang

5:18

signifikan?

5:24

6 April 2025 di kediamannya di

5:26

Hambalang, Pak Prabowo ngomong langsung

5:27

ke tujuh jurnalis senior. Benar sekali,

5:29

saya akui bahwa 150 hari saya yang

5:31

bertanggung jawab [musik] dan saya yang

5:32

salah.

5:33

Benar sekali. Saya akui menurut pendapat

5:36

saya, saya yang bertanggung jawab. Saya

5:37

yang salah.

5:38

Langsung 2 hari setelahnya di Sarasehan

5:40

Ekonomi Mendana Mandiri, komunikasi dari

5:42

pemerintah yang saya pimpin memang agak

5:43

kurang dan itu tanggung jawab saya.

5:45

Kemarin saya sudah mulai sadar bahwa

5:47

komunikasi dari pemerintah yang saya

5:50

pimpin memang agak kurang dan itu

5:52

tanggung jawab saya.

5:53

Gua ingat kok waktu itu pas gua nonton

5:54

gua respect mengakui ada yang kurang

5:56

tapi lebih dari setahun setelah

5:58

pengakuan itu rakyat desa enggak pakai

5:59

dolar emang gua pikirin. Jadi di

6:02

tengah-tengah pengakuan itu ada yang

6:03

berubah. Bukan tentang kesadaran

6:05

komunikasinya kurang oke tapi masalahnya

6:06

tuh ada di sesuatu yang lebih dalam.

6:08

Kalau ngebedah cara komunikasinya beliau

6:10

pernah bilang, "Saya enggan bicara tanpa

6:11

bukti nyata." Itu sifat saya di NU

6:14

Online April 2025. Filosofinya kerja

6:16

dulu ngomong belakangan. Evidence based

6:18

performance. Dan gua paham banget

6:19

logikanya. Tapi masalahnya market dan

6:21

publik itu enggak bisa nunggu bukti,

6:22

enggak tunggu kerjanya beres dulu.

6:24

Karena di tengah-tengah ini harus ada

6:25

komunikasi yang lancar. Karena kalau

6:26

enggak ada komunikasi yang lancar,

6:27

kekosongan itu bakal diisi dengan

6:29

spekulasi. Dan spekulasi selalu lebih

6:31

negatif daripada kenyataan yang tidak

6:34

dikomunikasikan. Salah satu yang pengen

6:35

gua highlight itu siapa yang ditaruh di

6:37

sekelilingnya beliau. Lab 45 pernah

6:39

dalam kajian 1 tahun pemerintahan Pak

6:40

Prabowo. Nyebut satu hal kayak kesannya

6:42

sekarang tim komunikasi yang ada di

6:44

bawah presiden itu surveyor. Orang yang

6:46

jago survei kemudian direkrut jadi masuk

6:48

di situ. Survei itu ilmunya mengukur

6:50

opini. Komunikasi publik ilmunya

6:53

membentuk narasi dan merespon krisis.

6:55

Itu dua hal yang benar-benar berbeda.

6:56

Dan ingat ya waktu itu ada teror kepala

6:58

babi ke kantor tempo. Respon yang keluar

7:00

bukannya empati atau klarifikasi tapi

7:02

sudah dimasak saja. Dan Pak Prabowo

7:04

sendiri ngakuin itu ucapan yang menurut

7:05

saya teledor itu keliru. Dan percayalah

7:07

video ini bakal superer lama kalau kita

7:10

ngebedah blunder satu persatu. Karena

7:12

yang bikin konsern selama ini kalau ada

7:14

blunder Pak Prabao sendiri yang turun

7:16

langsung merespon. Dan seringkiali

7:17

menurut opini saya bukannya meredam

7:19

justru seringnya memperkeruh. Ini

7:21

disorotin polanya sama The Indonesian

7:23

Institute. [musik] Presiden terlalu

7:24

sering turun langsung menangani isu yang

7:26

kadang malah memperkeruh suasana. Lab 45

7:29

bilang hal yang mirip lah. Presiden

7:30

seharusnya mendisiplinkan pembantunya

7:32

dalam berbicara. Ini ibarat ya analogi

7:34

bodohnya tim sepak bola yang kipernya

7:36

turun terus buat jadi striker buat

7:38

nyerang. Sebenarnya sesekali enggak

7:39

apa-apa. Dan akhirnya Pak Proowo coba

7:41

gerak. September 2025 lembaga komunikasi

7:43

kepresidenan yang diwaresin dari eranya

7:45

Jokowi ini dirombak dan ganti nama jadi

7:47

BKP Badan Komunikasi Pemerintah. Kepala

7:49

lamanya mundur itu karena belunnya

7:50

banyak tapi orang baru dilantik dan

7:52

cakupannya diperluas. Tapi masalahnya

7:54

sebenarnya bukan cuma di orangnya. Perlu

7:56

ada orang yang berani bilang, "Pak, ini

7:58

enggak bisa keluar." Bahkan sebelum

7:59

mic-nya nyala. dan selama itu orang itu

8:01

tuh enggak ada atau enggak punya

8:02

otoritas cukup dan polanya tuh bakal

8:04

berulang terus. Nah, dari sini gua

8:05

pengin tunjukin sesuatu yang bikin

8:06

kalian lumayan kaget ya. Karena efek

8:08

dari sistem yang enggak jalan ini

8:10

dampaknya itu bukan sekedar viral atau

8:12

krisis, enggak berhenti di opini publik.

8:14

Ada harga yang lebih konkret yang

8:15

sebenarnya harus dibayar dengan

8:16

komunikasi yang inkonsisten ini.

8:23

Nah, tapi gua harus jujur dulu ya. Ada

8:25

ekonom yang bilang IHSG turun. Itu bukan

8:27

karena pidatonya Pak Prabo. Ekonom

8:28

invest bestari gede bilang ada fenomena

8:31

decopling. Pasar saham tuh bisa turun

8:32

bukan karena ekonomi real-nya jelek,

8:34

tapi karena sentimen dan volatilitas

8:36

[musik] global. Dan gua setuju karena

8:37

pidatonya Pak Prabowo bukan penyebab

8:39

fundamental IHSG turun 30-an% [musik]

8:42

sepanjang 2026. MSCI, free flow, tekanan

8:45

dari Trump, geopolitik, menguatnya

8:47

dolar. Memang ini tuh kejadian global.

8:50

Tapi ada kejadian yang menarik nih. Di

8:51

20 Mei 2026, sehari sebelum [musik]

8:53

pidatonya Pak Prabowo di DPR, IHSG itu

8:55

emang udah ambrok dulu sekitar 3,5%. Itu

8:58

salah satu yang terburuk di Asia.

8:59

Kenapa? Soalnya market-market lain di

9:01

bursa regional itu relatif stabil. Kalau

9:04

ada kejadian yang sewow itu, ini menurut

9:05

pengamat market Hendra Wardana, investor

9:08

sedang menunggu kejelasan dari pidatonya

9:10

Pak Prabowo. Ini statementnya ya. Jika

9:12

pidato mampu memberikan kepastian arah

9:14

kebijakan dan sinyal keberpihakan

9:16

terhadap stabilitas pasar, maka sentimen

9:18

berpotensi [musik]

9:19

membaik. Tapi kalau pasar menilai belum

9:21

ada langkah konkret, tekanannya akan

9:23

berlanjut. So what happen? Market is

9:25

waiting. Terus muncullah pidatonya.

9:27

[musik] PP tata kelola ekspor komoditas

9:30

strategis. Semua ekspor lewat BUMN.

9:32

Anyway, salah enggak? Sebenarnya enggak,

9:34

tapi ini enggak ada persiapan komunikasi

9:35

sebelumnya. Enggak ada prean

9:36

announcement ke pelaku pasar. Langsung

9:38

dari podium [musik] DPR dan IHSG.

9:40

Ibaratnya ya bereaksi. Sektor komoditas

9:42

unjrok 5,7%, saham TPI 15%. Investor

9:46

asing masukin ini jadi perhitungan risk

9:48

premium. Jadi kalau kalian ngerti

9:50

[musik] sebenarnya bukan pidatonya yang

9:51

bikin ISG turun. Market tuh emang udah

9:53

tertekan. Tapi yang bikin market makin

9:55

panik pas lagi tertekan pengumuman

9:57

kebijakan besar tiba-tiba keluar dari

9:59

mulut seorang presiden. Enggak ada

10:00

bumpernya, enggak ada komunikasi

10:02

terstruktur sebelumnya, enggak ada

10:03

penjelasan mekanisme yang jelas, enggak

10:05

ada sinyal kepastian apa yang dibutin

10:06

market. Jadi, pidato atau omongan itu

10:08

bukan penyebab, tapi pemantik. Dan

10:10

pemantik itu menyulut karena satu hal

10:12

yang udah numpuk. Enggak ada trust bahwa

10:14

kebijakan yang keluar dari pemerintah

10:16

bisa diprediksi. Ekonomi Universitas

10:18

Andalas Hefrial Handra. Dia nyebut

10:19

langsung lagi, meningkatnya persepsi

10:21

resiko terhadap Indonesia

10:22

mengindikasikan kalau investor semakin

10:24

[musik] tidak percaya dengan

10:25

pemerintahan Pak Prabo Gibr dan ini yang

10:27

bikin masalahnya lebih dalam dari

10:29

sekedar [musik] presiden salah ngomong

10:30

karena pidato menggambarkan cara

10:32

pengambilan keputusan. Ibarat kalau

10:34

kebijakan yang gede banget nih mendadak

10:36

keluar dari podium tanpa ada persiapan,

10:38

tanpa ada strategi. Mungkin enggak itu

10:40

nunjukin sinyal bahwa kebijakannya

10:41

sendiri mungkin enggak direncanakan

10:43

dengan [musik] cukup matang. Terus

10:44

gimana kalau masalahnya udah jelas,

10:45

sistemnya gak jalan, bukan sekedar

10:47

orangnya doang? Pertanyaan terakhir yang

10:48

paling penting, bisa diubah gak menurut

10:50

gua? Bisa, tapi enggak dengan cara-cara

10:53

yang selama ini udah dicoba.

10:59

Harapannya [musik]

11:00

ini bisa berubah karena yang sudah

11:01

dicoba selama ini Presiden minta ke

11:03

menterinya perbaikin komunikasi publik

11:05

itu di rafat kabinet Maret 2025. 2

11:07

minggu kemudian blunder yang sama muncul

11:09

lagi. Pengakuan komunikasinya buruk ada

11:11

di Sarseasehan April 2025. 2 bulan

11:13

kemudian polanya sama, kepala PCO

11:15

diganti, nama lembaganya jadi BKP,

11:16

polanya tetap sama. Konklusi gua,

11:18

instruksi tanpa sistem tidak mengubah

11:20

apapun. Ganti nama tanpa ganti cara

11:23

kerja [musik] tidak mengubah apapun.

11:24

Jadi apa yang sebenarnya perlu berubah?

11:25

Gua kasih tiga hal konkret dan ini

11:27

berdasarkan riset gua bukan sekedar

11:28

teori karena [musik] sudah kebukti di

11:29

tempat lain. Nomor satu, Indonesia butuh

11:32

satu suara. Bukan banyak suara [musik]

11:33

yang rebutan mix. Singapura itu udah

11:35

punya sistem nih di mana juri bicara

11:37

pemerintah jadi satu-satunya sumber

11:39

informasi [musik] resmi untuk isu

11:40

sensitif. Jerman punya mekanisme di mana

11:43

setiap pernyataan menteri harus merujuk

11:45

pada kebijakan yang sudah disepakati di

11:47

level kanselir sebelum keluar publik.

11:49

Indonesia setiap menteri, setiap

11:51

pejabat, bahkan kepala lembaga semua

11:53

punya mic-nya masing-masing dan enggak

11:55

ada yang sinkron. Pakar komunikasi Kunto

11:57

Adi Wibowo bilang ini sebagai fenomena

11:59

namanya silo. Satu kementerian enggak

12:00

ngomong sama kementerian lain dan semua

12:02

punya sosial media. Banyak yang jutaan

12:03

follower. Hasilnya ya pesannya tuh

12:05

tumpang tindih dan gampang banget untuk

12:07

viral ke arah negatif. Yang kedua, BKP,

12:09

Badan Komunikasi Pemerintah harus punya

12:11

mandat yang jelas dan orang yang tepat.

12:13

Indonesia sebenarnya punya contoh

12:14

suksesnya sendiri loh. Pas pandemi

12:15

Covid-19, komunikasi pemerintah awalnya

12:17

kacau. Simpang siurlah mesya-nya soal

12:19

masker, lockdown, kebijakan mobilitas.

12:21

Semenjak ada satgas penanganan COVID-19

12:24

[musik] dan kanal komunikasi terpadu.

12:26

Satu suara, satu narasi, pesannya mulai

12:28

konsisten dan publik mulai pecah. Ini

12:29

tuh [musik] buktinya bisa. Nah, tapi BKP

12:31

sekarang wewenangnya itu belum diatur

12:33

secara detail. Ini sinyal tanda lembaga

12:35

yang belum dianggap prioritas. Jadi

12:36

harus clear. Dan yang ketiga ini yang

12:38

paling struktural. Indonesia butuh

12:40

buffer institusional yang enggak

12:42

bergantung pada mulut presiden. Di

12:44

negara yang punya lembaga ekonomi

12:45

independen dan kredibel, bank sentral

12:47

yang dipercaya otoritas pasar modal yang

12:49

solid. Harusnya satu pernyataan presiden

12:51

yang [musik] tanda kutip blunder tidak

12:53

langsung menggerakkan market secara

12:54

dramatis. Ada institusi lain yang bisa

12:56

jadi stabilizer. [musik]

12:57

Investor tahu nih. Seandainya ada yang

12:59

keluar dari mulut kepala negara, tetap

13:00

ada lembaga yang menjaga konsistensi

13:02

kebijakan. [musik] Nah, Indonesia in

13:04

belum punya buffer itu. Selama instansi

13:05

kayak Bank Indonesia, OJK masih

13:07

dipersepsikan rentan sama tekanan

13:09

politik. Selama belum benar-benar clear

13:11

ini institusi yang benar-benar

13:12

independen, makanya setiap kata presiden

13:15

akan [musik] terus jadi taruhan langsung

13:17

untuk ekonomi nasional. Karena kalau

13:18

satu-satunya jangkar kepercayaan [musik]

13:19

market itu mulut dari presiden, kita

13:21

enggak punya sistem. Kita punya sistem

13:23

keberuntungan. Tapi intinya kayak gini

13:24

ya, gua bukan orang yang gampang percaya

13:26

kalau satu pernyataan itu bisa bikin

13:27

negara runtuh. Gua juga bukan orang yang

13:29

percaya kalau semua masalah Indonesia

13:31

segara-gara Pak Presiden ngomong apa.

13:32

Tapi yang gua percaya kepercayaan

13:34

[musik] itu rapuh dan sekali rapuh susah

13:36

dibangun kembali dengan cuma janji.

13:38

Sayang [musik] sih menurut gua Pak

13:39

Presiden udah dua kali ngaku di depan

13:41

publik bahwa komunikasinya buruk.

13:43

Lembaganya sudah dirombak, nama

13:44

lembaganya sudah diganti. Menterinya

13:46

sudah berkali-kali diingatin di rapat

13:47

kabinet. Tapi polanya berulang terus.

13:49

Dan selama polanya sama, market akan

13:51

terus ngelihat setiap pidato [musik]

13:52

sebagai sinyal ketidakpastian. Investor

13:55

kayak rekalibrasi terus gitu. Ibarat

13:57

rakyat biasa yang enggak punya saham,

13:58

enggak tahu IHSG apa, enggak peduli

14:00

mudis [musik] itu apa, dia tetap bakal

14:02

kerasa di dompetnya loh. Rupiah yang

14:03

makin tipis, harga-harganya naik,

14:05

lapangan pekerjaan makin susah.

14:06

Komunikasi presiden itu bukan soal gaya,

14:08

ini [musik] soal infrastruktur

14:10

kepercayaan yang ngaruh langsung ke

14:11

kehidupan 280 juta orang. Dan pertanyaan

14:13

yang menurut gua paling penting bukan

14:14

siapa yang salah. Pertanyaannya kapan

14:16

kita mulai serius [musik] ngebangunnya?

14:18

Gua berusaha senetral mungkin. Gua

14:19

enggak bermaksud untuk merendahkan atau

14:21

menyalahkan atau memburuk sangkakan

14:23

siapapun. Tapi ya harus saling berubah

14:25

dan gua ngerti gua kadang-kadang

14:27

situasinya tuh kayak lempar bensin ke

14:28

api, [musik] dibilang provokasi,

14:30

dibilang apa, tapi it is what it is. Ini

14:32

sebuah masalah yang cukup lama berulang

14:34

dan kita butuh kepastian dan arah yang

14:37

lebih baik. Gua yakin bakal ada yang

14:39

komen di bawah dan enggak setuju. Tapi

14:40

enggak mungkin kan respon [musik] gua

14:42

enggak setuju Dasmu emang gua pikirin.

14:44

Jadi I guys I'll see you guys next

14:46

video. Justru hopefully gua bisa mancing

14:48

kalian untuk berpikir lebih kritis.

14:49

[musik] See you guys.

Lanjutkan dengan YouTLDR

Analisis video lain dengan Pro

Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.

Dapatkan Pro — US$12/bulanGaransi uang kembali 30 hari

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.