Ada Apa Dengan Strategi Pidato Presiden Prabowo?!
Setiap yang terhormat Bapak Presiden
Prabowo Subianto pidato kayaknya warga
tuh sekarang udah lebih nungguin [musik]
apa nih kira-kira yang akan jadi efek
mungkin terhadap ekonomi, terhadap
sosial media. Dan salah satu yang
menarik gua lihat di trads dan [musik]
Twitter ada yang sampai bikin kalender
jadwal Pak Prabowo berpidato. Ibarat
sekarang nandain, "Wah, ini bakal
kejadian apa nih?"
Main-main saham itu untuk orang kecil
itu biasanya sama dengan judi. Itu
rakyat di desa enggak pakai dolar kok.
Eh, sor emang gua pikirin
ini ngomong-ngomong sop aja kabur aja
deh lu. Kabur aja lu. Lunder apalagi
Prabowo akan bicara.
Dan kalau ngelihat sejarah 16 Mei 2026
rupiah gejolak. 20 Mei 2026 ISG anjlok
dalam satu sesi. 24 Juni 2026 trending
di Twitter ISG merah lagi. Sebenarnya
ada yang bilang, "Ya, kebetulan aja
cocok logi. Market emang enggak
baik-baik aja." Tapi ini kelihatan pola
yang berulang selama 17 bulan terakhir.
Tujuan video ini adalah untuk gobrok
[musik] ini bukan untuk merendahkan
seseorang atau untuk menyalahkan
sepihak. Ini murni analisa pribadi
[musik] dan mungkin bisa ngejawab
pertanyaan-pertanyaan netizen tentang
kenapa Pak Prabowo berpidato dengan cara
yang sekarang. Salah satu yang gua ingat
di 4 Desember 2024 Pak Prabowo itu
pidato di sidang Tanwir Muhammadiyah
Kupang. Itu di tengah sambutan resmi
kepresidenan [musik] beliau pernah
bilang main-main saham itu kalau orang
kecil pasti kalah. itu untuk orang kecil
sama dengan judi.
Main-main saham itu kalau orang kecil ya
pasti kalah. Itu untuk orang kecil itu
biasanya sama dengan judi. Itu
mungkin kebetulan IHSG melemah tapi OJK
sampai harus keluarin pernyataan resmi
investasi saham bukanlah [musik] judi.
Presiden ngomong a lembaga regulasi
keuangan harus meng-counter pernyataan
Presiden. 16 Mei 2026 rupiah sudah
tembus 17.500 per dolar. Warga ya
sewajarnya bingung dan marah. Pak
Prabowo pidato di Nganjuk rupiah begini
rupiah begitu dolar begini dolar begitu.
Orang rakyat di desa enggak pakai dolar
kok.
Rupiah begini, rupiah dolar begini,
dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai
dolar kok.
Dan market bereaksi. Lanjut 20 Mei 2026
jelang pidato Pak Prabowo di DPR. IHSG
itu naik 1% ke 6.430. Begitu pidato
dimulai dan diumumkan kebijakan ekspor
komoditas lewat BUMN sebagai eksportir
tunggal, YSG langsung terjun ke 6.215
[musik]
selama sesi pidato berlangsung. Dan gua
tahu enggak mungkin gua gak bahas. 24
Juni 2026 penas petani Gorontalo.
[musik]
Pak Probowo bilang semu emang gua
pikirin ny
emang gua pikirin
daripada
ya viral itu di Twitter mungkin
kebetulan IHSG langsung merah besoknya
dan netizen tuh sampai ada yang nge-time
[musik] stamp in gimana pergerakan Pak
Prabowo pidato terus dibandingin sama
keadaan pasar dari jam 09.00 pagi sampai
jam . Itu kayak gimana? Nah ini tuh
menarik kenapa? Karena di atas semua
itu, approval rating Pak Prabowo [musik]
turun dari 80,9% di Januari 2025 sampai
ke 59,75%
di Juni 2026. Pertanyaannya kenapa? Gua
pernah ngobrol [musik] singkat lah sama
salah satu teman gua. Masa tim PR-nya?
Masa enggak dibrief dulu tentang apa
yang diomongin. [musik] Video ini
mungkin enggak aman. Tapi menurut gua
fenomena ini itu sesuatu yang sangat
amat layak untuk dibenahi. Tapi sebelum
gua jelasin kenapa, ada satu [musik]
dulu yang dibedah. Sesuatu yang sering
dilewatin orang. Kenapa ini bisa terjadi
terus-terusan?
Sebenarnya waktu gua riset topik ini ada
satu hal yang bikin gua lumayan aneh.
Karena kalau kalian kenal Pak Perbowo
dari pidato-pidato masa-masa oposisinya,
beliau [musik]
bukanlah orang yang tidak bisa ngomong.
Justru benar-benar sebaliknya. Di 2013
Pak Prabo pidato tentang kerusakan
hutan. Sekitar 70 juta hektar hutan
Indonesia rusak. Kecepatan kerusakan
yang setara enam lapangan sepak bola
setiap 1 pit. Tajam, berbasis data, dan
bikin greget. Di 2014 soal kabinet, kita
perlu pemerintahan yang ramping, bersih,
dan efisien. Jangan diperbanyak lagi
untuk bagi-bagi jabatan. Clear itu
blak-blakan. Ada stens yang jelas. 2019
soal korupsi, saya akan cari bukti-bukti
korupsi itu bila perlu sampai ke
Antartika. Tegas [musik] punya arah.
Nah, flashback ke Februari 2014 dulu
bilang anggaran perjalanan dinas 20
triliun itu pemborosan. Enggak boleh ada
pejabat RI plesiran [musik] ke luar
negeri. Dan untuk pertama kali di April
2026 dalam 1,eng tahun masa jabatan 56
perjalanan ke 30 [musik] negara. Prabu
sendiri menjawab, "Untuk amankan minyak
ya gua harus ke mana-mana." 2014 kabinet
harus ramping. Oktober 2024 kabinet
terbesar sepanjang sejarah Republik
Indonesia. Maret 2019 akan kejar
koruptor sampai Antartika. Desember 2024
buka opsi maafkan koruptor asal
kembalikan uang. Ini sekedar gua
observasi. Gua enggak bilang semua
perubahan ini salah karena konteks bisa
berubah, realita bisa berubah. Tapi yang
menarik itu tidak pernah ada penjelasan
yang memandai ke publik tentang kenapa
itu berubah. Karena memang salah satu
hal yang paling berat jadi orang nomor
satu di Indonesia, rakyat atau
masyarakat itu ingat apa yang pernah
dijanjikan. Dan pas dua hal itu enggak
nyambung tanpa ada satu narasi yang
menyebatani, oh karena begini, karena
begini, yang tumbuh itu bukan trust,
tapi yang tumbuh itu tanda tanya. Karena
kalau menurut pakar komunikasi dari
Universitas Pajajaran Kunto Aji Wigowo
disebut sebagai komunikasi yang defensif
[musik] dan reaktif. Ini ahli-ahli
proaktif membangun narasi, Pak Prabowo
lebih sering merespon kritik dengan nada
yang menutup dialog. Ini quotnya dalam
komunikasi ketika satu pihak udah bilang
pokoknya, apalagi yang bilang itu pihak
berkuasa bisa mampet semua saluran
komunikasinya. Dan in a way mampet itu
yang kerasa sekarang. Nah, gua pengin
kalian perhatiin satu hal. Semua yang
baru [musik] gua ceritain tadi,
inkonsistensi, komunikasi yang defensif,
saluran yang mampet, ini bukan sesuatu
yang tiba-tiba orang baru sadarin yang
harus diapresiasi. Pak Prabowo tuh tahu
beliau sendiri bilang, "Nanti gua bakal
bahas statementnya." Tapi di situ yang
bikin gua makin penasaran. Kalau sudah
tahu komunikasinya itu kurang oke,
kenapa polanya enggak ada perubahan yang
signifikan?
6 April 2025 di kediamannya di
Hambalang, Pak Prabowo ngomong langsung
ke tujuh jurnalis senior. Benar sekali,
saya akui bahwa 150 hari saya yang
bertanggung jawab [musik] dan saya yang
salah.
Benar sekali. Saya akui menurut pendapat
saya, saya yang bertanggung jawab. Saya
yang salah.
Langsung 2 hari setelahnya di Sarasehan
Ekonomi Mendana Mandiri, komunikasi dari
pemerintah yang saya pimpin memang agak
kurang dan itu tanggung jawab saya.
Kemarin saya sudah mulai sadar bahwa
komunikasi dari pemerintah yang saya
pimpin memang agak kurang dan itu
tanggung jawab saya.
Gua ingat kok waktu itu pas gua nonton
gua respect mengakui ada yang kurang
tapi lebih dari setahun setelah
pengakuan itu rakyat desa enggak pakai
dolar emang gua pikirin. Jadi di
tengah-tengah pengakuan itu ada yang
berubah. Bukan tentang kesadaran
komunikasinya kurang oke tapi masalahnya
tuh ada di sesuatu yang lebih dalam.
Kalau ngebedah cara komunikasinya beliau
pernah bilang, "Saya enggan bicara tanpa
bukti nyata." Itu sifat saya di NU
Online April 2025. Filosofinya kerja
dulu ngomong belakangan. Evidence based
performance. Dan gua paham banget
logikanya. Tapi masalahnya market dan
publik itu enggak bisa nunggu bukti,
enggak tunggu kerjanya beres dulu.
Karena di tengah-tengah ini harus ada
komunikasi yang lancar. Karena kalau
enggak ada komunikasi yang lancar,
kekosongan itu bakal diisi dengan
spekulasi. Dan spekulasi selalu lebih
negatif daripada kenyataan yang tidak
dikomunikasikan. Salah satu yang pengen
gua highlight itu siapa yang ditaruh di
sekelilingnya beliau. Lab 45 pernah
dalam kajian 1 tahun pemerintahan Pak
Prabowo. Nyebut satu hal kayak kesannya
sekarang tim komunikasi yang ada di
bawah presiden itu surveyor. Orang yang
jago survei kemudian direkrut jadi masuk
di situ. Survei itu ilmunya mengukur
opini. Komunikasi publik ilmunya
membentuk narasi dan merespon krisis.
Itu dua hal yang benar-benar berbeda.
Dan ingat ya waktu itu ada teror kepala
babi ke kantor tempo. Respon yang keluar
bukannya empati atau klarifikasi tapi
sudah dimasak saja. Dan Pak Prabowo
sendiri ngakuin itu ucapan yang menurut
saya teledor itu keliru. Dan percayalah
video ini bakal superer lama kalau kita
ngebedah blunder satu persatu. Karena
yang bikin konsern selama ini kalau ada
blunder Pak Prabao sendiri yang turun
langsung merespon. Dan seringkiali
menurut opini saya bukannya meredam
justru seringnya memperkeruh. Ini
disorotin polanya sama The Indonesian
Institute. [musik] Presiden terlalu
sering turun langsung menangani isu yang
kadang malah memperkeruh suasana. Lab 45
bilang hal yang mirip lah. Presiden
seharusnya mendisiplinkan pembantunya
dalam berbicara. Ini ibarat ya analogi
bodohnya tim sepak bola yang kipernya
turun terus buat jadi striker buat
nyerang. Sebenarnya sesekali enggak
apa-apa. Dan akhirnya Pak Proowo coba
gerak. September 2025 lembaga komunikasi
kepresidenan yang diwaresin dari eranya
Jokowi ini dirombak dan ganti nama jadi
BKP Badan Komunikasi Pemerintah. Kepala
lamanya mundur itu karena belunnya
banyak tapi orang baru dilantik dan
cakupannya diperluas. Tapi masalahnya
sebenarnya bukan cuma di orangnya. Perlu
ada orang yang berani bilang, "Pak, ini
enggak bisa keluar." Bahkan sebelum
mic-nya nyala. dan selama itu orang itu
tuh enggak ada atau enggak punya
otoritas cukup dan polanya tuh bakal
berulang terus. Nah, dari sini gua
pengin tunjukin sesuatu yang bikin
kalian lumayan kaget ya. Karena efek
dari sistem yang enggak jalan ini
dampaknya itu bukan sekedar viral atau
krisis, enggak berhenti di opini publik.
Ada harga yang lebih konkret yang
sebenarnya harus dibayar dengan
komunikasi yang inkonsisten ini.
Nah, tapi gua harus jujur dulu ya. Ada
ekonom yang bilang IHSG turun. Itu bukan
karena pidatonya Pak Prabo. Ekonom
invest bestari gede bilang ada fenomena
decopling. Pasar saham tuh bisa turun
bukan karena ekonomi real-nya jelek,
tapi karena sentimen dan volatilitas
[musik] global. Dan gua setuju karena
pidatonya Pak Prabowo bukan penyebab
fundamental IHSG turun 30-an% [musik]
sepanjang 2026. MSCI, free flow, tekanan
dari Trump, geopolitik, menguatnya
dolar. Memang ini tuh kejadian global.
Tapi ada kejadian yang menarik nih. Di
20 Mei 2026, sehari sebelum [musik]
pidatonya Pak Prabowo di DPR, IHSG itu
emang udah ambrok dulu sekitar 3,5%. Itu
salah satu yang terburuk di Asia.
Kenapa? Soalnya market-market lain di
bursa regional itu relatif stabil. Kalau
ada kejadian yang sewow itu, ini menurut
pengamat market Hendra Wardana, investor
sedang menunggu kejelasan dari pidatonya
Pak Prabowo. Ini statementnya ya. Jika
pidato mampu memberikan kepastian arah
kebijakan dan sinyal keberpihakan
terhadap stabilitas pasar, maka sentimen
berpotensi [musik]
membaik. Tapi kalau pasar menilai belum
ada langkah konkret, tekanannya akan
berlanjut. So what happen? Market is
waiting. Terus muncullah pidatonya.
[musik] PP tata kelola ekspor komoditas
strategis. Semua ekspor lewat BUMN.
Anyway, salah enggak? Sebenarnya enggak,
tapi ini enggak ada persiapan komunikasi
sebelumnya. Enggak ada prean
announcement ke pelaku pasar. Langsung
dari podium [musik] DPR dan IHSG.
Ibaratnya ya bereaksi. Sektor komoditas
unjrok 5,7%, saham TPI 15%. Investor
asing masukin ini jadi perhitungan risk
premium. Jadi kalau kalian ngerti
[musik] sebenarnya bukan pidatonya yang
bikin ISG turun. Market tuh emang udah
tertekan. Tapi yang bikin market makin
panik pas lagi tertekan pengumuman
kebijakan besar tiba-tiba keluar dari
mulut seorang presiden. Enggak ada
bumpernya, enggak ada komunikasi
terstruktur sebelumnya, enggak ada
penjelasan mekanisme yang jelas, enggak
ada sinyal kepastian apa yang dibutin
market. Jadi, pidato atau omongan itu
bukan penyebab, tapi pemantik. Dan
pemantik itu menyulut karena satu hal
yang udah numpuk. Enggak ada trust bahwa
kebijakan yang keluar dari pemerintah
bisa diprediksi. Ekonomi Universitas
Andalas Hefrial Handra. Dia nyebut
langsung lagi, meningkatnya persepsi
resiko terhadap Indonesia
mengindikasikan kalau investor semakin
[musik] tidak percaya dengan
pemerintahan Pak Prabo Gibr dan ini yang
bikin masalahnya lebih dalam dari
sekedar [musik] presiden salah ngomong
karena pidato menggambarkan cara
pengambilan keputusan. Ibarat kalau
kebijakan yang gede banget nih mendadak
keluar dari podium tanpa ada persiapan,
tanpa ada strategi. Mungkin enggak itu
nunjukin sinyal bahwa kebijakannya
sendiri mungkin enggak direncanakan
dengan [musik] cukup matang. Terus
gimana kalau masalahnya udah jelas,
sistemnya gak jalan, bukan sekedar
orangnya doang? Pertanyaan terakhir yang
paling penting, bisa diubah gak menurut
gua? Bisa, tapi enggak dengan cara-cara
yang selama ini udah dicoba.
Harapannya [musik]
ini bisa berubah karena yang sudah
dicoba selama ini Presiden minta ke
menterinya perbaikin komunikasi publik
itu di rafat kabinet Maret 2025. 2
minggu kemudian blunder yang sama muncul
lagi. Pengakuan komunikasinya buruk ada
di Sarseasehan April 2025. 2 bulan
kemudian polanya sama, kepala PCO
diganti, nama lembaganya jadi BKP,
polanya tetap sama. Konklusi gua,
instruksi tanpa sistem tidak mengubah
apapun. Ganti nama tanpa ganti cara
kerja [musik] tidak mengubah apapun.
Jadi apa yang sebenarnya perlu berubah?
Gua kasih tiga hal konkret dan ini
berdasarkan riset gua bukan sekedar
teori karena [musik] sudah kebukti di
tempat lain. Nomor satu, Indonesia butuh
satu suara. Bukan banyak suara [musik]
yang rebutan mix. Singapura itu udah
punya sistem nih di mana juri bicara
pemerintah jadi satu-satunya sumber
informasi [musik] resmi untuk isu
sensitif. Jerman punya mekanisme di mana
setiap pernyataan menteri harus merujuk
pada kebijakan yang sudah disepakati di
level kanselir sebelum keluar publik.
Indonesia setiap menteri, setiap
pejabat, bahkan kepala lembaga semua
punya mic-nya masing-masing dan enggak
ada yang sinkron. Pakar komunikasi Kunto
Adi Wibowo bilang ini sebagai fenomena
namanya silo. Satu kementerian enggak
ngomong sama kementerian lain dan semua
punya sosial media. Banyak yang jutaan
follower. Hasilnya ya pesannya tuh
tumpang tindih dan gampang banget untuk
viral ke arah negatif. Yang kedua, BKP,
Badan Komunikasi Pemerintah harus punya
mandat yang jelas dan orang yang tepat.
Indonesia sebenarnya punya contoh
suksesnya sendiri loh. Pas pandemi
Covid-19, komunikasi pemerintah awalnya
kacau. Simpang siurlah mesya-nya soal
masker, lockdown, kebijakan mobilitas.
Semenjak ada satgas penanganan COVID-19
[musik] dan kanal komunikasi terpadu.
Satu suara, satu narasi, pesannya mulai
konsisten dan publik mulai pecah. Ini
tuh [musik] buktinya bisa. Nah, tapi BKP
sekarang wewenangnya itu belum diatur
secara detail. Ini sinyal tanda lembaga
yang belum dianggap prioritas. Jadi
harus clear. Dan yang ketiga ini yang
paling struktural. Indonesia butuh
buffer institusional yang enggak
bergantung pada mulut presiden. Di
negara yang punya lembaga ekonomi
independen dan kredibel, bank sentral
yang dipercaya otoritas pasar modal yang
solid. Harusnya satu pernyataan presiden
yang [musik] tanda kutip blunder tidak
langsung menggerakkan market secara
dramatis. Ada institusi lain yang bisa
jadi stabilizer. [musik]
Investor tahu nih. Seandainya ada yang
keluar dari mulut kepala negara, tetap
ada lembaga yang menjaga konsistensi
kebijakan. [musik] Nah, Indonesia in
belum punya buffer itu. Selama instansi
kayak Bank Indonesia, OJK masih
dipersepsikan rentan sama tekanan
politik. Selama belum benar-benar clear
ini institusi yang benar-benar
independen, makanya setiap kata presiden
akan [musik] terus jadi taruhan langsung
untuk ekonomi nasional. Karena kalau
satu-satunya jangkar kepercayaan [musik]
market itu mulut dari presiden, kita
enggak punya sistem. Kita punya sistem
keberuntungan. Tapi intinya kayak gini
ya, gua bukan orang yang gampang percaya
kalau satu pernyataan itu bisa bikin
negara runtuh. Gua juga bukan orang yang
percaya kalau semua masalah Indonesia
segara-gara Pak Presiden ngomong apa.
Tapi yang gua percaya kepercayaan
[musik] itu rapuh dan sekali rapuh susah
dibangun kembali dengan cuma janji.
Sayang [musik] sih menurut gua Pak
Presiden udah dua kali ngaku di depan
publik bahwa komunikasinya buruk.
Lembaganya sudah dirombak, nama
lembaganya sudah diganti. Menterinya
sudah berkali-kali diingatin di rapat
kabinet. Tapi polanya berulang terus.
Dan selama polanya sama, market akan
terus ngelihat setiap pidato [musik]
sebagai sinyal ketidakpastian. Investor
kayak rekalibrasi terus gitu. Ibarat
rakyat biasa yang enggak punya saham,
enggak tahu IHSG apa, enggak peduli
mudis [musik] itu apa, dia tetap bakal
kerasa di dompetnya loh. Rupiah yang
makin tipis, harga-harganya naik,
lapangan pekerjaan makin susah.
Komunikasi presiden itu bukan soal gaya,
ini [musik] soal infrastruktur
kepercayaan yang ngaruh langsung ke
kehidupan 280 juta orang. Dan pertanyaan
yang menurut gua paling penting bukan
siapa yang salah. Pertanyaannya kapan
kita mulai serius [musik] ngebangunnya?
Gua berusaha senetral mungkin. Gua
enggak bermaksud untuk merendahkan atau
menyalahkan atau memburuk sangkakan
siapapun. Tapi ya harus saling berubah
dan gua ngerti gua kadang-kadang
situasinya tuh kayak lempar bensin ke
api, [musik] dibilang provokasi,
dibilang apa, tapi it is what it is. Ini
sebuah masalah yang cukup lama berulang
dan kita butuh kepastian dan arah yang
lebih baik. Gua yakin bakal ada yang
komen di bawah dan enggak setuju. Tapi
enggak mungkin kan respon [musik] gua
enggak setuju Dasmu emang gua pikirin.
Jadi I guys I'll see you guys next
video. Justru hopefully gua bisa mancing
kalian untuk berpikir lebih kritis.
[musik] See you guys.
Lanjutkan dengan YouTLDR
Analisis video lain dengan Pro
Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Secrets To Identifying Correct Liquidity
Inter Equity Trading · English

Finding the Daily Bias ONLY Using Liquidity
Inter Equity Trading · English

Kant: Kritik der reinen Vernunft 1787 (Vorrede B VII) – Dieter Hattrup liest
Dieter Hattrup · German

D. Hattrup liest – C.F. von Weizsäcker: Wahrnehmung der Neuzeit: Einstein
Dieter Hattrup · German

هل يمكن الوثوق بعقلك؟ كيف غيّر هيوم وكانط فهمنا للحقيقة
الفلسفة للنوم · Arabic

Opus 5 released! Is it better than Fable?
Mastra · English

Leilão de Embriões Nelore PO DNA Genética Aditiva
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

Leilão Peso Pesado Rima Agropecuária
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

النبي .. جبران خليل جبران .. إقرا بودانك
اقرا بودانك · Arabic

Leilão Internacional CIA
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

23° Mega Leilão Genética Aditiva - 1ª Etapa Fêmeas Nelore PO
LANCE RURAL OFICIAL · Portuguese (Portugal, Brazil)

كتاب رسالة الغفران
كتابي المنقذ · Arabic