[LIVE] Tafsir Surah Al-Fatihah - Ustadz Adi Hidayat
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Alhamdulillahilladzi fadolal mukminina
bil quranil karim.
nusolli wusallim alal habibil amin
nabiyina wa sayyidina muhammadin wa ala
alihi thairin wasohbihi ajmain wiyatihi
wa ummatihi ila yaumiddin amma baad faya
ahbaballahi wa ahbaba rasulihi
shallallahu alaihi wasallam alakifin wal
muktakifat
nafsi waakum bqwallahi faqad fazal
muttaquun fala tamutunna illa antum
muslimun faqala taala ya ayyuhalladzina
amanutaqulaha
haqqa thaqatih wala tamutunna illa wa
antum muslimun.
Pertama kita membuka kajian di subuh
kali ini dengan meningkatkan
syukur dan pujian kita kepada Allah
subhanahu wa taala dan selalu
membiasakan dua hal ini dalam kehidupan
kita.
Ada janji di dalam Al-Qur'an, siapapun
yang selalu membiasakan menambah rasa
syukur dan memuji Allah dalam hidupnya,
maka Allah berjanji dan janjinya mutlak
akan selalu ditambahkan limpahan karunia
nikmat yang menyertai maslahat hidupnya.
Tolong dipahami garis ini. Limpahan
nikmat yang menyertai maslahat hidupnya.
Supaya pemahaman terhadap peningkatan
nikmat itu tidak dibatasi dengan
kehendak kita dan ukuran kita.
Kadang ada yang merasa ukuran nikmat itu
ketika bertambah harta misalnya.
Padahal ketika Allah menetapkan belum
tentu penambahan harta itu bisa membuat
kemaslahatan hidupnya lebih baik.
Mungkin yang ditambah boleh jadi
kesehatannya dulu, yang ditambah
ketenangannya dulu. Setelah hatinya
tenang, pikirannya tenang, dia bisa
mendapatkan visi yang baik. Baru
didatangkan kemudian limpahan harta itu
ketika sanggup untuk bisa mengelolanya.
Ini yang dimaksud lain syakartum
laazidannakum.
Ketika kita mampu mensyukuri. Mensyukuri
itu artinya apa? Meningkatkan terus
performa nikmat yang Allah berikan pada
kita sesuai dengan fungsi yang telah
Allah tetapkan.
Misal begini,
lisan ini fungsinya apa?
Berbicara.
Berbicara pada apa? Pada yang baik-baik.
Perintahnya demikian ya. Manana yminu
billahi wal yaumil akhir falyaakl
khairasmud.
Siapa yang merasa beriman pada Allah dan
dirinya akan dihisab utuh. Ini
pemahamannya dirinya akan dihisab utuh
di hari kiamat nanti. Utuh itu artinya
dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Ada yang dihisab dari pikiran, dari
otaknya dulu ya. sampai nanti ada ayat
itu yang menyoal pikiran seorang hamba
yang di kepalanya itu hanya mencari
dunia
ya. dunia, dunia
itu dihisabnya dengan cara ee maaf
sampai lupa dengan ibadah sampai enggak
kenal Allah meninggalkan salat untuk
cari dunia itu nanti dipasang di tiang
diikat fi amadim mumaddadah kan kemudian
dibakar itu dari kakinya kalau kita
kayak dielas gitu dielas sampai nanti ke
ujung otak pikirannya baik yang di
kepala ataupun ataupun yang diqalbunya
namanya fuad jamaknya afidah. Allati
tataliu alal afidah.
Jadi nanti apinya itu naik dari bawah
dari jempol kaki sampai rata dan itu
tidak akan naik kalau belum gosong,
belum rata sepenuhnya.
Baru naik ke atas, ke atas, ke atas
sampai ke isi otak bagian jiwanya.
Ditanya apa isi otakmu ini? sampai larut
dalam dunia sehingga melupakan Allah,
melupakan ibadah, enggak siap untuk cari
bekal pulang dan sebagainya. Itu ada
bagian-bagian nikmat kehidupan kita yang
diminta oleh Allah digunakan sesuai
fungsinya.
Jadi, bersyukur dengan lisan bicara yang
baik-baik,
bersyukur dengan telinga mendengar yang
baik-baik ya, demikian seterusnya sampai
ke bagian tubuh kita yang paling bawah.
Oleh karena itu, ini menjadi bab pembuka
dalam setiap baik ceramah ataupun yang
formal khotbah Jumat pasti pembukanya
itu hamdalah.
Alhamdulillahilladzi
alif ba ta. Alhamdulillahilladzi alif ba
ta. Nahmadullaha alif ba ta sampai
ujungnya ya. Karena ketika segala hal
dibuka dengan pujian kepada Allah
Subhanahu wa taala, maka mudah bagi
Allah menurunkan tambahan kenikmatan
kenikmatan dalam kehidupan. Sekaligus,
maaf, ini memberikan kepada kita juga
satu pengingat. Jangan-jangan selama ini
kita terus meminta sesuatu yang lebih
tapi belum bersyukur atas apa yang telah
Allah berikan dalam kehidupan kita.
Ingin pakaian nambah, tapi yang ada
sebagian yang bahkan belum dipakai
salat. jadi koleksi dan sebagainya. Nah,
ini dibuka dengan hamdalah untuk
mengingatkan berapa banyak nikmat yang
telah berikan pada kita yang kira-kira
bernilai di hadapan Allah.
Selanjutnya di subuh kali ini insyaallah
kita akan mengkaji
tentang surah al-fatihah.
Ini menjadi penting karena ini
satu-satunya surah di dalam Al-Qur'an
yang kita baca jumlahnya cukup banyak 17
kali dalam sehari.
Dan ini di antara surah yang terpenting
merangkum makna Al-Qur'an.
menjadi pembuka mushaf,
pembuka dalam salat, pembuka hafalan,
dan pembuka segala kebaikan dalam hidup.
Untuk itu,
karena waktu kita terbatas, insyaallah
hari ini kita akan mengambil sanad
ilmunya melalui satu kitab tafsir
namanya tafsirul wasit. Atfsirul wasit
lil Qur'anil karim.
Ini adalah tafsir kontemporer yang
merangkum tafsir-tafsir klasik di masa
lalu
sampai masa kini. Jumlahnya 15 jilid.
Dan nah ini e agak cukup menarik nih ya
strukturnya,
pola pembahasannya itu disesuaikan
dengan pendekatan modern kekinian
sehingga mudah dan nyaman kita
membacanya. Ini karya Syekh Muhammad
Sayyid Tantawi, Syekhul Azhar sebelum
Syekh Azhar yang sekarang, Syekh Ahmad
Thayyib. Nah, ini alhamdulillah saya
mengaji langsung dengan beliau tahun
2006 di Bu di asramanya Al-Azhar. Jadi
ada masjid di dalamnya. Saya mengaji
kemudian saya mengambil tak langsung
dari beliau tafsir ini lalu ke
Iskandaryah atau Alexandria.
Kemudian sepulangnya dari sana kami
diberikan hadiah satu paket tafsir ini.
Jadi saya berani menyampaikan kembali
karena alhamdulillah sanadnya tersambung
pada penulisnya.
Kemudian insyaallah untuk memudahkan ke
depan ini saya sudah coba buat catatan.
Mudah-mudahan nanti ini jadi tafsir
pertama dari surah al-Fatihah yang nanti
insyaallah bisa dicetak dan bisa
dipelajari baik dari kitab ini ataupun
juga rangkuman dari kitab-kitab yang
lainnya.
Kita mulai ya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Surah Al-Fatihah.
Kita akan bagi ke dalam beberapa
poin terlebih dahulu.
Pertama,
pengetahuan seputar surah.
Apa nama yang melekat pada surah ini?
Kenapa disebut dengan nama-nama itu?
Apa hikmah dan fadilah
keistimewaan yang melekat pada nama-nama
itu? Dan bagaimana kita menggunakan
keistimewaan surah ini di dalam
kehidupan kita?
ya. Apakah terbatas hanya dalam salat
saja atau surah ini bisa digunakan
sesuai kebutuhan tertentu dalam hidup
kita? Satu. Kedua, nanti kita bahas
tentang
tempat dan waktu turunnya surah ini.
Untuk mengetahui konteks ketika
surat ini diturunkan.
Nanti kita bisa paham situasinya
bagaimana
yang diinginkan apa dari surah ini dan
arahnya ke mana.
Baru kemudian kita akan bahas berapa
jumlah ayatnya.
Setelah paham itu semua, baru kemudian
kita masuk kepada pemahaman
bagian-bagian ayatnya secara mendetail
dari ayat pertama sampai dengan ayat
yang terakhir. Itu yang coba kita akan
uraikan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Nama surah ini
dihitung oleh para ulama
dari keterangan-keterangan
yang disampaikan Nabi sallallahu alaihi
wasallam menurut Imam As-Suyuti.
Imam Assuyuti itu imam besar
asalnya dari Asyut.
Gelarnya Jalaluddin
dari Mesir.
Beliau sosok ulama
yang sangat luar biasa. Hidupnya
produktif.
Produktif itu berisi kepada semua yang
positif, suka nulis. Karyanya kurang
lebih hampir 600 sampai 800 kitab buku.
Satu karyanya saja satu karyanya itu
bisa ada puluhan jilid. Bayangkan
dikalikan 600 tuh berapa jilid? Satu
jilidnya tebalnya bisa segini
ya. Itu Imam Assuyuti. Dan hampir
karyanya
itu didapatkan dari hampir semua
disiplin ilmu ada karya beliau di situ.
Di tafsir ada, di hadis ada, di fikih
ada,
dalam ilmu hadis ada. Dalam ilmu Quran
ada. ini menunjukkan kepakarannya
meliputi beragam disiplin ilmu dan riset
menunjukkan ulama-ulama yang tersambung
sanadnya, sanad pengetahuannya pada Nabi
itu rata-rata paling minimal menguasai
lima disiplin ilmu.
Sekarang orang paling maksimal tiga,
dulu paling minimal lima.
Jadi enggak nanggung pakar Quran, hadis,
tafsir, fikih, mustalah hadis, ushul
fikih.
Saat yang bersamaan ada yang pakar
bidang matematika ya. Imam Assyafi'i itu
pakar di bidang matematika bahkan
kedokteran.
Imam Ali bin Abi Thalib, ya Sayidina Ali
bin Abi Thalib itu pakar di bidang
matematika.
Kemudian Sayidah Fatimah itu pakar di
bidang keperawatan. Sayidah Aisyah pakar
di bidang kedokteran.
Ah, itu banyak orang yang tidak
memviralkan ini ya. Jadi, anak-anakku
yang santri ini kalian jangan takut.
Mulai dengan Quran, belajar yang benar.
Kalau Qurannya benar, dipelajari dengan
benar, hadisnya benar, mudah untuk
menguasai ilmu apapun. Itu kuncinya.
Sekali lagi ya, mudah menguasai ilmu
apapun. Tidak ada yang sulit dalam
pengetahuan. Yang sulit itu adalah
membuat hati kita terkoneksi dengan
Allah yang menguasai berbagai
pengetahuan. Kalau kita sudah mulai dari
sekarang mendekati Allah, zikirnya
benar, merasa punya Allah, nanti Allah
buka ya tingkatkan takwa. Rumusnya itu.
Yang punya ilmu siapa?
Allah. Maka turun pernyataan Allah di
Quran surah 2 ayat 282.
Wattaqulah wauallimukumullah.
Tingkatkan takwamu kepada Allah dan
Allah akan ajarkan
pengetahuan-pengetahuan
yang belum kita pahami.
Dulu Afi Sena, Ibnu Sina, bapak
kedokteran
kontemporer
itu mulainya dari Quran. Dididik salat
dengan benar, menghafal Quran.
Kemudian ketika sudah bagus hafalannya,
paham isinya, mempelajari ilmu yang
lain, itu ada bahkan beberapa yang
otodidak langsung dikuasai termasuk ilmu
kedokteran.
Jadi Ibnu Sina itu usia 13 tahun sampai
15 tahun sudah menjadi pakar di bidang
kedokteran.
Ya, Ustaz buka itu bukunya ada Kapitas
lekta kedokteran Alqonun Fit TIB.
Ada yang yang keren tuh ini ya yang ada
mungkin di sini ada ketua IDI ya
belakang itu. Jadi ada buku judulnya
bagus Asyifa.
Asyifa itu menganalisis penyakit di
hati.
Lalu bagaimana korelasinya penyakit hati
ini menembus ke penyakit pikiran, ke
akal dan dampaknya ke penyakit fisik.
Dan ini yang paling bahaya.
Kalau saya batuk sekarang
mungkin minum air hanget pakai madu atau
obat tertentu selesai. Tapi kalau yang
batuk hatinya ini bahaya.
Batuk hatinya. Batuknya batuk iri tuh.
Iri hati. Makanya enggak pernah ada iri
mata. Hah? Kalau iritasi ada tuh ya. Iri
mata, iri lisan enggak ada. Ini iri hati
nih. Kalau orang sudah iri hati, akalnya
rusak sepintar apapun.
Orang pintar tapi iri bahaya.
Jenius tapi iri bahaya. Ya,
ini ada murid yang pintar tapi karena
selalu iri dia tidak menginginkan orang
lain menjadi lebih pintar darinya.
Bertambah pengetahuannya, maka minimal
itu akan diteruskan kepada akalnya.
disampaikan pada fisiknya dan dia akan
mengganggu kawannya.
Pebisnis, pengusaha yang suka iri pasti
akan menjaili kawannya.
Ya, demikian itu penyakit yang ada di
sini berpotensi tembus ke sini dan
diselesaikan secara fisik. Ini yang
bahaya. Nah, Ibnu Sina menulis kitab
di dalam kitab itu menjelaskan integrasi
ketiga bagian ini dan bagaimana
menyelesaikan persoalannya. Nama
kitabnya Asyifa.
Apa namanya? Asyifa. Terambil dari
Al-Qur'an surah ke-17 di ayat ke-82.
Waunazzilu minal qurani ma hua syifa.
Baik. Nah, Imam Assuyuti kembali ke
Assuyuti.
Di antara kitab yang beliau tulis ada
namanya kitab Al-Itqan
ya, Alqan
dalam bidang ilmu-ilmu Al-Qur'an.
Beliau menyebut nama untuk surah pertama
ini terdapat 25 nama.
Ada berapa nama?
25. Catat dulu saja ya.
oleh Imam al-Qurtubi.
Sederhanakan 25 ini menjadi 12 nama.
Berapa nama?
12 nama. Nah, nanti pelan-pelan kita
catat ya.
Dari 12 nama ini
mengerucut dulu pada satu nama pokok.
Nah, ini pokoknya nih, intinya.
Nanti dari yang inti ini menyebar sampai
ke-12, menyebar sampai ke-25.
Yang inti ini disebut Alfatihah.
Apa namanya? Alfatihah.
Nah,
pelan-pelan ya.
Nah, sekarang kita cari maknanya.
Mengapa dinamakan dengan al-Fatihah?
Al-Fatihah
artinya pembuka.
Apa artinya?
Pemembuka.
Tapi di sini ada al-nya
seperti alghaz itu ada al-nya. Hah.
Nanti ditanya sama ayahnya apa artinya
al di situ tuh.
Al itu punya fungsi dua.
Ingat ya, selain al, L, dan
[tertawa]
punya fungsi berapa? Dua.
Satu
lrif.
Untuk mengidentifikasi
kekhususan sesuatu.
Contoh
ini pulpen.
Kalau kita ingin buat umum, general,
kita bilang qolam.
Qolam
ya. Kalau ingin diharakatin di akhir
qolamun an inin unun itu umum artinya.
kolam, pulpen, pulpen mana saja? Bisa
yang ini, bisa yang lain. Tapi kalau
saya ingin katakan yang ini bukan yang
lain, maka saya tambahkan al di
depannya. Alqalam.
Masjid yang ini bukan yang lain,
almasjid.
Jelas? Nah, seperti artikel the dalam
bahasa Inggris ya. Car, there are so
many cars outside. itu banyak
mobil di luar. Tapi kalau kita bilang
the car, mobil yang ini bukan yang lain.
Jelas ya? Nah, itu al namanya. Jadi
kalau kita ingin khususkan sesuatu maka
gunakan al di depannya.
Yang kedua, ada yang berarti istighraq.
Istighraq.
Artinya
huruf al yang berfungsi
memberikan makna cakupan pada sesuatu
tanpa batas.
Kalau bahasa kerennya itu holistik,
komprehensif, mencakup segala hal tanpa
batas.
Ya, contoh
kita kalau baca Al-Fatihah setelah
bismillahirrahmanirrahim bacanya apa?
Alhamdulillah
rabbil alamin. Nah, al di situ artinya
istighraq. Diartikan diterjemahkan
segala segala puji. Artinya enggak ada
batas. Semua pujian hanya milik Allah.
Ah. Jadi kalau kita mengatakan
alhamdulillah, kita enggak boleh
mengambil bagian pujian itu.
Ya, kita menyandarkan semua nikmat yang
kita dapatkan hakikatnya punya Allah,
yang ngasih Allah. Karena itu kalaupun
harus dipuji, pujiannya kembali kepada
Allah. Gitu.
Misal nih ayah, para ayah yang punya
anak, anaknya lulus misalnya IPK-nya 4
terus kawannya muji, "Wah, anak Anda itu
luar biasa ya. IPK sampai 4 itu apa
resepnya?" Lalu Anda katakan
alhamdulillah.
Ah, itu semua keutamaan kembali ke
Allah.
Kalau sudah alhamdulillah kita enggak
boleh ngambil lagi sebagian dari pujian
itu. Itu semua kembali ke Allah ya. Cuma
ya saya juga sebagai ayah ada peranlah
gitu ya. Saya didik dia, saya arahkan
dia, ya kan. Nah itu biarkan saja proses
ikhtiar itu enggak usah diungkap lagi
ya. Ah ini semua dari Allah. Saya hanya
mengikuti apa yang Allah sampaikan. Saya
diminta oleh Allah untuk mendidik anak
saya. Saya didik. Saya diminta oleh
Allah supaya disiplin, saya disiplinkan.
Nah, itulah alhamdulillah
gitu ya. Baik. Nah, sering itu dilatih
dalam hidup coba ngakunya 17 kali tapi
pelanggarannya 170 kali.
Hah? Coba kalau ditanya tuh kenapa
tipsnya sukses begitu? Kenapa bisa jadi
juara dan sebagainya? Coba berapa
kalimat alhamdulillah yang pesannya
sampai dalam pengakuan nikmat itu kepada
Allah?
Nah, ini alh karena itu kita artikan
segala al-Fatihah
itu mencakup dua makna ini.
Hal yang pertama takrif mengkhususkan
spesial spesifik surat ini adalah
satu-satunya pembuka bukan pembuka yang
lain.
Beda. Sekalipun ada yang bisa membuka
tidak sama dengan yang ini, enggak bisa
disamakan dengan yang lain. Halnya
pertama takrif mengkhususkan surat ini
sebagai surat yang spesial memiliki
makna pembuka tidak sama dengan yang
lain-lainnya.
Apa pembedanya? Apa yang istimewa di
dalamnya? Ia adalah pembuka di dalam
mushaf bagi semua surah Al-Qur'an.
Dia adalah pembuka dalam bacaan
Al-Qur'an dari semua surah.
Bedakan ya, bedakan mushaf dalam bentuk
tulisan,
Al-Qur'an dalam bentuk bacaan
yang tertulis tersusun dari dua jilid
ya. Kemudian di dalamnya Al-Fatihah
sampai annas ini kalau terbukukan begini
namanya mushaf, kitab. Jelas. Di
dalamnya ada Al-Qur'an. Maka kita
memposisikan ini layaknya Al-Qur'an tapi
namanya apa? Kitab. Mushaf. Mushaf itu
kumpulan sahifah halaman-halamannya.
Kitab kesatuannya
tertulis. Kalau kita bacakan terdengar
suaranya, ada bacaannya. Itulah
Al-Qur'an. Apa namanya? Al-Qur'an. Tapi
karena di dalam Alkitab ini ada
Al-Qur'an di dalamnya, maka diposisikan
ini pun seperti apa? Al Qur'an. Jelas?
Jelas. Maka diberi nama juga. Nama lain
dari Al-Qur'an apa? Alki kitab. Inilah
dahsyatnya Al-Qur'an. Terjaga secara
hafalan dari bacaan, terjaga dalam
tulisan.
Jadi kalau ada orang yang salah
membacakan Quran bisa dikoreksi dalam
bentuk tulisannya. Ada yang salah
cetakan di Quran bisa dikoreksi dalam
bentuk bacaan hafalannya. Tidak ada
kitab di muka bumi dengan susunan
seperti ini.
Ada mushafnya, ada hafalannya dan
keduanya saling menjaga. Baik yang
hafalan termasuk yang dituliskan
dua-duanya dibuka dengan al-Fatihah.
Tiga.
Al-Fatihah
adalah bacaan pembuka rukun pertama
dalam salat.
Tidak sah kita kalau salat tidak membaca
al-Fatihah. La shata liman lam yaqra
bifatihatil kitab. La di sini berarti
ada yang mengartikan la salata tidak
salat artinya tidak sah.
Ada yang mengatakan tidak sempurna
salatnya.
Jelas ya?
Makanya di dalam mazhab Syafi'i itu
wajib baca Al-Fatihah ya. Kecuali satu
kondisi nih. Satu kondisi
kalau kita takbir imam sudah rukuk.
Saya ulang ya.
Allahu Akbar. Ikut dari pertama.
Imam baca kita ikutin dari dalam hati
kita boleh disuarakan tapi yang dengar
hanya kita. Namanya kalamun nafsi. Kata
Imam.
Bismillahirrahmanirrahim.
Kita ikuti. Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin.
Alhamdulillahirabbil alamin. Atau metode
yang kedua, imam kasih jeda. Ghairil
maghdubi alaihim waladin.
Amin. Jeda makmum baca.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil alamin.
Arrahmanirrahim. Batas paling minimal
sampai tiga ayat arrahmanirrahim.
dianggap sah sampai situ
kalau imam tiba-tiba langsung baca surat
ya setelah jeda sebentar batas paling
minimalnya sampai arrahmanirrahim.
Sepakat ulama di sana mengambil surah
terpendek dalam Al-Qur'an surah
Al-Kautsar berisi tiga ayat. Inna
aainakal kautsar. Fasollirabbika
wanhar. Inna syariaka hual abtar. Jadi
kalau kita baca, jadi kalau kita bacakan
sampai arrahmanirrahim.
Ayat ketiga itu sah. Setelah itu
dengarkan imam.
Kecuali kalau kita takbir imam rukuk
ya. Imam pas rukuk. Ruku itu artinya
batas rakaat. Ruku itu dari kata rak'ah.
Jadi kalau kita masih bisa dapatkan
rukuknya imam dihitung satu rakaat masih
dapat. Enggak perlu nambah rakaat.
Ya, misal nih subuh rakaat pertama kita
datang masbuk ya biasanya Mas Baim, Mas
Asep, Mas Joni ini masbuk tuh dia. Jadi
begitu lihat imamnya ruku langsung
takbir Allahu Akbar langsung ruku akbar
enggak usah baca Alfatihah lagi. berlaku
hadis innama juilal imamu liyutamma bihi
faqiraatul imam qiraatul makmum
dijadikan imam untuk diikuti. Kalau tak
terjangkau bacaan imam sudah sampai
kepada rukuknya maka bacaan imam tadi
sudah mewakili bacaannya makmum langsung
rukuk.
Tapi tidak menyengaja nunggu-nunggu imam
ruku seperti sering kejadian tarawih
kalau bacaannya panjang tuh wajahnya
kelihatan tuh. Ustaz suka lihat begini
tuh. Duduk dulu entar kira-kira udah mau
satu ayat lagi nih baru Allahu Akbar.
[tertawa]
Nah, malaikat ketawa tuh ngelihatnya
tuh. Hah. Iya kan? Ini pada hafal nih.
Jadi dia tahu titik mana tuh yang dia
harus takbir tuh. Santai dulu, minum
dulu. Begitu sudah tinggal dua ayat, mau
rukuk bangun lihat tuh. Allahu Akbar
ya. Takqib ya. Ah, sudah dapat hadiah
dari Pak Menko. Semangat ya.
Nanti dicek lagi tuh, Pak Menko. Nanti
hafalannya harus ditesah nanti ketemu
lagi. Sudah lihat tabletnya ya. Kalau
nanti tabletnya belum bisa membuat lebih
sehat, minum tablet yang lain. [tertawa]
Baik, kembalikan.
Jadi kita balik lagi. Al yang pertama
itu pembuka dalam mushaf, pembuka dalam
bacaan, pembuka dalam salat. Tidak sah
salat seseorang yang menyengaja tidak
membaca al-Fatihah.
Dua, nah ini tolong dicatat pada hal ini
ya. Ini paling penting dan sekaligus
ijazah. Sekaligus ijazah. Ijazahnya dari
Nabi nanti.
Makna istighraq pada alfatihah
yang sekaligus menjadi nama bagi surah
ini yang paling pokok.
memberikan sebuah hikmah keistimewaan
bahwa alfatihah al-nya di sini bentuknya
segala semua fatihah itu pembuka bahwa
surat ini membuka semua
kebaikan-kebaikan yang diharapkan dalam
hidup.
Saya ulangi ya. Keistimewaan surat ini
adalah pembuka seluruh kebaikan-kebaikan
yang diharapkan dalam hidup.
Jadi saking dahsyatnya surat ini, kalau
kita berharap sesuatu
minimal berdoa
diawali dengan al-Fatihah. Itu kalau
benar bacaan al-Fatihahnya, sekali lagi
kalau benar bacaan al-Fatihah-nya itu
seketika dikabulkan oleh Allah.
Ya. Nah, saya bacakan satu hadis di sini
di halaman ke 13 ya.
Ini hadisnya sahih disampaikan oleh Imam
Muslim dalam kitab salatul musafirin.
Bismillahirrahmanirrahim.
Qal muallifu rahimahullahu taala warawa
muslimun wan nasai an ibni abbasin
radhiallahu taala anhuma. Bahwa Imam
Muslim, Imam Nasai menyampaikan satu
riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu
taala anhuma. Nah, anak-anakku khususnya
Ibnu apa artinya?
anak. Kalau Pak Ibnu,
Pak Anak-anak gitu ya. Jadi hati-hati
ngasih nama juga ya. Ibnu itu anak tuh.
Anak laki-laki artinya anak laki-laki.
Kalau kita mau singkat, hilangkan
alifnya pindahkan harakatnya ke ba jadi
bin anak laki-laki. Isa Ibnu Maryam. Isa
anak laki-lakinya Maryam. Karena Maryam
tidak punya anak perempuan. Sayidah
Maryam disingkat Isa. bin Maryam.
Kalau perempuan ibnatun,
singkatannya bintun.
Ya, Sayidah Aisyah radhiallahu taala
anha binti Abu Bakar Assiddiq
radhiallahu taala anhu.
Abbas itu paman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Beda usianya 3 tahun dengan
Nabi. J teman-teman yang suka bisnis,
Abbas ini radhiallahu taala anu anhu itu
pebisnis unggul
ya.
Beliau rajin merantau,
tapi di balik segala kesibukannya masih
punya waktu untuk ngaji dengan Nabi.
Sehingga Nabi begitu perhatian pada
beliau
memberikan langkah-langkah taktis
tentang manajemen bisnis, bagaimana
membebaskan dari riba. Itu pertama kali
paman Nabi, Sayidina Abbas ini dibimbing
oleh Nabi sehingga sukses bisnisnya.
Tapi saat yang bersamaan beliau
meluangkan waktu untuk masih bisa ngaji
sehingga selama hidupnya sampai Nabi
meninggal itu masih bisa hafal 200
hadis.
Bayangkan kalau Quran gampang. Hadis itu
enggak mudah ya. Hadis enggak mudah.
Paman Nabi dekat dengan Nabi, sibuk
pebisnis, sukses, masih bisa ngaji,
hafal 200 hadis.
Ada orang bukan paman Nabi,
kerabat Nabi agak jauh kan. Bisnis
enggak jelas suksesnya, tapi sibuknya
melebihi paman Nabi tuh sampai enggak
bisa ngaji. Ya, ini masih hafal 200
hadis. Dan lihat ya, ketika keberkahan
melekat kepada pekerjaan, maka
keberkahan itu akan berdampak
sinar-sinar kebaikan pada semua anggota
keluarga. Jadi begitu kesuksesan
diiringi oleh keberkahan, keberkahan itu
jadi sinar ke semua anggota keluarga.
Tertiba semua anak jadi baik semua.
Itu rumus itu. J kalau orang tuanya
kerjanya benar, hartanya halal,
kemudian diniatkan sebagai ibadah, itu
begitu dapat apa yang dimakan oleh anak
itu bukan sekedar makanan jadi cahaya,
jadi daging itu menggerakkan anak untuk
kembali merubah dirinya dekat dengan
Allah. Otomatis itu maka anak pertama
beliau Fudhail itu langsung menjadi
asisten Nabi yang membawakan nampan
untuk wudu Nabi sebelum meninggal itu
Fudhail radhiallahu taala anhu.
Ya, sampai kemudian Nabi wafat di
pangkuan Sayidah Aisyah radhiallahu
taala anha. Nah, Abbas ini melihat
begini. Saya ini bapak tapi saya kan
pedagang.
Kesibukannya banyak. Saya mesti ada anak
saya ini dari anak saya yang saya
siapkan melebihi saya dalam hal
pemahaman kepada agamanya. Maka
disiapkanlah kemudian Abdullah yang
paling kecil diinvestasikan.
Ya. Maka dari kecil dari usia setahun, 2
tahun disimpan di majelis Nabi.
Merangkak-rangkaknya ngelihatnya Nabi,
dengar suara Nabi, sampai senang jatuh
cinta dengan Nabi. Secara singkatnya
karena perjalanan yang lekat ini Nabi
meninggal usia beliau baru kisaran 13
tahun kurang lebih. Itu sudah hafal
hadis 2.000 hadis.
Ayahnya 200, bapaknya 2.000.
Nah, jadi kita harus selalu begitu tuh.
Bagaimana mendidik anak lebih baik
daripada orang tuanya? Harus lebih
pintar. Karena tantangan anak di masa
depan itu lebih daripada kita sekarang.
Ya, sekolahkan yang tinggi, lebih tinggi
lagi, lebih tinggi lagi. Di Indonesia
kan hampir S semua kan, SD, SMP, SMA,
S1, S2, S3 ya. Yang menyimpang S4
kerupuk du tuh.
Jadi balik ya. Kalau anak itu sukses,
yang pertama akan ditanya itu bukan
anaknya, tapi orangnya.
Coba ini ya, ada anak hafal Quran,
bacaan bagus, ditanya anak siapa itu?
Coba anak kecil azan di masjid suaranya
bagus. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Anak
kecil tuh orang lihat yang pertama kali
ditanya tuh, "Tu anak siapa tuh?"
Ya, baru ke tempat. Anak mana tuh? Anak
Jaksol. Oh, enggak mungkin anak Jaksol
azannya sebagus itu ya kan? Heeh. Misal
gitu kan. Mana lagi ternyata benar
misalnya anak siapa ditelusuri. Nah,
inilah yang dimaksud dalam hadis. Kenapa
kalau ada anak-anak sukses pintar di
kemudian hari nama anaknya ditutup?
Yang disebutkan nama bapaknya,
nama anaknya Abdullah, nama bapaknya
Abbas.
Abdullah anak laki-lakinya Abbas.
Tapi karena Abdullah ini suksesnya
karena peran Abbas, ditutup nama
anaknya, dimunculkan nama ayahnya Ibnu
Abbas.
Abdullah anaknya Umar, Ibnu Umar.
Abdullah anaknya Amr bin Ash. Ibnu Amr
bin Ash.
Kenapa ditutup nama anak? untuk
menunjukkan
sesukses apapun anak, sesukses apapun
anak tidak akan pernah terlepas dari
pengaruh kebaikan-kebaikan orang tua.
Makanya di surah Al-Ahqaf surah 46 ayat
15 itu ada pesan menyentuh begini bahasa
bebasnya ya bahasa tafsirnya.
Jika ada orang sukses di bidang apapun,
di jabatan, di pekerjaan,
di bisnis,
dan dia sudah sampai usia 40 tahun,
sukses, hartanya banyak. Eh, jangan
menyimpulkan
bahwa kesuksesan itu adalah raihan atas
diri Anda pribadi.
Kalau bahasa tafsirnya gini, boleh jadi
saham Anda cuma 30%, 70%nya
ayah Anda
yang dengan peluh keringatnya memohon
pada Allah, makannya sederhana,
dijaga-jaga tapi berharap anak saya
harus lebih daripada ini. Ibu Anda yang
tiap hari berdoa bermohon kebaikan
kepada Allah. Makanya ketika seseorang
anak sampai di usia 40 mendapatkan
kesuksesan luar biasa, perhatikan adab
Qurannya. Ini doanya rutin dibaca nih
ya. Rbi azi an asura nikmatakallati
anamta alaiya waa walidaiya.
Ya Allah mohon bimbing saya
agar mampu mensyukuri nikmat yang Engkau
telah anugerahkan padaku ini. Ya kan?
Dan karena kedua orang tuaku,
berikan pula nikmat itu kepada kedua
orang tuaku. Aku enggak bisa jadi begini
kalau bukan karena orang tuaku. Itu
Allah yang ngajarin.
Apa? Karena Anda lihat sekarang saya
kelihatan seperti ini. Wah, ini Ustaz
Adi belajar begini. Tidak, tidak
ya. 70% sahamnya ibu
ada? Ayah
tokoh-tokoh ini coba dilirik lagi ke
belakang. yakin. Haqul yakin. Haqul
yakin itu ya apapun yang kita ingin
banggakan tetap yang paling istimewa itu
adalah peran kedua orang tua. Ini jelas
ya. Nah ini dalam Islam. Jadi ketika
seorang anak sukses satu peran orang
tua. Yang kedua, semua kebaikan yang
dihasilkan anak jadi jariah untuk kedua
orang tuanya.
Sudah rumus itu. Makanya anak-anakku ini
niatkan kalian belajar di sini untuk
berbakti pada orang tua. Niatkan. Jadi
kalau kalian nanti itu jadi sesuatu di
masa depan, kalian ngaji itu pahalanya
ngalir
yaallah. Orang tua meninggal misalnya
jadi cahaya otomatis itu
kalian ngajar jadi pahala. Itulah
sebabnya kenapa ini rahasianya nama
anak-anak ketika disebutkan dalam sanad
hadis dihapuskan namanya dimunculkan
orang tuanya. Paham?
Dari 2000 hadis itu, salah satu hadisnya
disampaikan dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Perhatikan kalimatnya. Bainama
Jibril qidun Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tatkala malaikat Jibril turun
kemudian
beliau berada di samping Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Gerakan qaidun itu
sering diartikan duduk ya. Karena ada
hadis di Albukhari juga, malaikat kalau
turun seperti kata Nabi kayak duduk
antara langit dan bumi gitu
manggil-manggil. Itu Nabi waktu belum
pernah lihat malaikat Jibril pertama
kali lihat itu gemetaran itu gii
ya. Siapa yang paling gede badannya tuh?
Apa? Akhtar tuh ya. Itu Nabi keluar dari
gua Hira belum melihat malaikat Jibril
pada rupa aslinya. Rupa aslinya itu
dalam hadis disampaikan nanti lihat di
Albukhari ya dalam kitab Badul Wahyi
hadis nomor ketiga. Begitu turun ada
panggilan Muhammad. Muhammad nengok ke
atas enggak ada orang. Eh maaf nengok
kanan kiri enggak ada orang. Depan
belakang enggak ada orang. Begitu nengok
ke atas beliau mengatakan, "Saya melihat
sesosok makhluk besar kayak duduk antara
langit dan bumi."
Gambarannya ginilah.
Misalnya Nov Akhtar nih
di masjid
ketiduran enggak ada yang bangunin
iktikaf nih.
Siang-siang keluar jam . Tiba-tiba lewat
ke depan sedikit dekat menara ada yang
manggil tar
nengok kanan kiri enggak ada orang depan
belakang kosong. Nengok ke atas jubah
putih rambut panjang gede entar gitu.
Apa responnya? Entar nanti, entar nanti.
[tertawa]
Maka kata Nabi, faruibtu minhu. Bulu
kuduku naik. Aku bergegas pulang ke
rumah. Aku bergegas pulang ke rumah.
Begitu sampai rumah dibukakan pintu oleh
Sayidah Khadijah. Melihat wajah Sayidah
Khadijah itu hilang setengah gelisahnya.
Ya, yang para istri-istri itu di
belakang gimana caranya kalau suami
pulang setengah masalahnya hilang. Ah,
itu berarti Sayidah Khadijah.
Ya, kalau nambah masalah, Codah itu
[tertawa]
ya.
Nah, itu qaidun
sami naqidan min faqihiutan. Maka beliau
mendengar satu suara ya. Jadi ketika
malaikat Jibril turun tiba-tiba dari
langit kebuka suara ya. Suara kedengaran
oleh beliau. Apa yang terjadi? Farofa'a
rasahu. Nabi reflek melihat begini ke
atas.
Kata malaikat Jibril, perhatikan
kalimatnya ya. Perhatikan baik-baik nih.
Ini keistimewaannya alfatihah. H babun
minasama
futihal yauma lam yuftahun yaum.
Ini bagian pintu langit yang enggak
pernah dibuka selama ini kecuali hari
ini saja.
Tuh sebelum kiamat tuh. J dari zaman
Nabi Adam sampai zaman Nabi Muhammad tuh
belum pernah dibuka seperti itu kecuali
di hari itu saja.
Urut tuh ya kurang lebih kurang lebih
berapa generasi itu? Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bin Abdullah bin Abdul
Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin
Qusay bin Murra bin Kilab bin Ka'ab bin
Fihir bin Malik bin Nadar bin Kinana bin
Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin
Nizar bin Mudar bin Ma'ad bin Adnan bin
Addi bin Adri bin Muqawam bin Nahur bin
Tarikh bin Ya'ub bin Yasjub bin Nabit
bin Ismail alaihissalam bin Ibrahim
Alaih Salam bin Azar bin Abir bin Kinan
bin Afaksyad bin Sam bin Nuh Alaihiss
Salam bin Mikhil Matusyala bin Kinan bin
Anwas bin Ti bin Adam Alaih Salam. Tuh
coba ulangi tuh
berapa generasi itu? satu generasi
ribuan tahun belum pernah dibuka kecuali
hari itu saja.
Nah, kemudian apa yang terjadi?
Fasallama. Maka malaikat mengucapkan
salam kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ya, itu biasa malaikat kalau
bertamu mengucapkan salam
ya. Malaikat bertamu ke Nabi Ibrahim
mengucapkan salam. Hal ataka hadifi
Ibrahima mukramin idak alaihi faquu
salam. Ya, malaikat aja datang ngucapin
salam. Masa kita bertamu ke orang bukan
malaikat enggak ngucapkan salam.
Ya. Dan yang anti salam cuman satu,
setan. Setan tuh paling takut kalau ada
salam langsung pergi terbirit-birit.
Makanya biasakan masuk rumah ucapkan
assalamualaikum. Hadisnya mengatakan
ketika mendengar kalimat itu, setan
mengatakan pada kawannya, "Kita enggak
punya tempat menetap di sini."
Ini saya jelaskan logika. Logisnya ya
logisnya nih kalau ada rumah siang kan
kita biasa kan masuk sini masuk sini
tapi kalau malam kenapa ke dapur jadi
enggak enak
ke kamar tertentu kayak ada waswas nah
itu ada setan di situ. Cara ngusirnya
gampang ucapkan assalamualaikum
dalam hadis demikian. Nanti Allah kasih
ketenangan pada diri kita. Setan berkata
pada kawannya, "Enggak ada tempat
menetap di sini." Enggak akan dijawab.
Gimana, Ustaz, kalau dijawab?
Waalaikumsalam. Pergi aja lari kita.
Nah, itu bukan setan. Karena setan
enggak jawab salam ya. Setan tidak jawab
sa salam. Jadi kalau ada orang yang
diajak salam misalnya enggak jawab itu
sama dengan ada masalah gitu ya.
Waqala.
Perhatikan baik-baik ya. Absyir
binuraini
qod utitahuma atau ubasyir bisa
mengatakan demikian. binuraini
qutitahuma.
Aku berikan kabar gembira. Ah, jadi
al-fatihah itu bagi orang Islam itu
kabar gembira.
Kata malaikat Jibril, "Aku berikan kabar
gembira dengan dua cahaya yang diberikan
khusus untuk Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam."
Jadi, ada dua surat di dalam Al-Qur'an
yang disebut oleh malaikat cahaya itu
yang khusus diberikan pada Nabi
Muhammad.
Semua keistimewaannya,
bukan hanya lafaznya, tapi semua
keistimewaan yang terkandung di dalamnya
itu hanya diberikan pada siapa? Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Walam yutahuma nabiyun qoblak. Dan tidak
diberikan pada seorang nabi pun
sebelummu.
Ya. Apa itu? Fatihatul kitabi wa
khawatimu suratil baqarah yaitu surah
al-fatihah
dan tiga ayat penutup surah albaqarah
ayat 284 285 286
dari lillahi ma fis samawati wa fil ard
sampai la yukallifulahu nafsan illa
wus'aha itu dua cahaya.
Teruskan dulu hadisnya ya sampai kita
ketemu rahasianya. Dan ini sanadnya dari
Nabi nih tersambung ke Nabi. Kita
sekaligus ijazahkan.
Lam taqra biharfin minhuma illau.
Tidaklah engkau ya Muhammad sallallahu
alaihi wasallam ya Rasulullah membaca
setiap huruf dari dua cahaya ini kecuali
akan diberikan dikabulkan semua
permintaan dan doamu. Hadisnya sahih
tuh.
Ah, jadi ada rahasia di sini kita buka
nih pagi ini nih.
Al-Fatihah itu penting.
Itulah sebabnya mengapa jadi pembuka
dalam salat. Karena semua isi salat itu
doa. Jadi harus benar, Pak, baca
Al-Fatihah itu. Kalau benar doanya
terkabul.
Nanti saya bacakan hadis berikutnya itu
ya. Gabungkan dengan tiga ayat terakhir
Albaqarah itu bukan terkabul lagi.
Istimewa. tidak akan permintaan
disampaikan diawali dengan setiap huruf
dari dua cahaya ini kecuali apapun yang
diminta diberikan.
nih dulu ya contoh
dan dari sini nanti ada nama-nama lain
untuk Al-Fatihah.
Contoh
dulu setelah surat ini turun
Allah memberikan satu pembuktian
keistimewaan surat ini. Ada kepala suku.
Kepala suku di Arab tersengat
kalajengking.
Kalajengking Arab.
Bayang ya.
racunnya sudah menyebar,
dokter sudah angkat tangan.
Ya, dokter
pada masa itu tabib. Tabib itu dokter,
bukan tukang obat. Jadi, tabib itu
artinya dokter, bukan tukang obat. Yang
sudah melakukan hipotesa, pembelajaran
dan sebagainya semua angkat tangan.
Tiba-tiba lewat rombongan sahabat Nabi
terus diumumkan, "Ada enggak yang bisa
membantu kepala suku ini sembuh
dari jeratan racun kalajengking ini?"
Satu orang tiba-tiba mengangkat
tangannya biillah dengan izin Allah.
Loh, ini maaf nih ya kepada teman-teman
dokter ini. Jangan pernah menyimpulkan
kesembuhan di tangan para dokter. Tidak.
Itu titipan dari Allah yang diberikan,
dititipkan di tangan para dokter untuk
secara profesional menyalurkan
amanat itu ke tangan pasien-pasien yang
diantarkan juga oleh Allah ke situ
untuk membuktikan Anda belajarnya benar.
Untuk membuktikan ibadahnya dari situ.
Bayangkan dokter mata tuh kalau ada
orang berobat enggak pernah bisa baca
Quran karena matanya terhalang. Lalu
dengan izin Allah melalui tangan dia
dilakukan tindakan melihat kembali itu
setiap baca Quran pahalanya mengalir.
Berapa banyak pahalanya itu? Kalau dia
niatkan untuk ibadah.
Tapi kalau niatkannya untuk cari cuan,
hah ngikuti kehendak farmasi,
perusahaan. Padahal bisa dengan generik
obat R.000 Ibu dikasih R juta
enggak dapat itu dapat dunia aja. Itu
yang dimaksud waminanasi mayya rabbana
atina fid dunya. Bukan jangan ngarang.
Wama lahu fil akhirati min khalaq. Itu
ayat 200. Ada orang yang orientasi
kerjaannya nyari dunia saja maka dikasih
dunia akhiratnya enggak dapat. Baru ayat
2011-nya. Waminhum yaqubana atina fid
dunya hasanah wafil akhirati hasanah.
Waqinaabanar. Tapi ada orang hebat, dia
profesional. Dunianya dapat, akhiratnya
dapat. Nah, itu rumusnya dipakai. Nah,
maka orang ini mengangkat biidiznillah
dengan izin Allah itu enggak
diapa-apain. Dibacain Al-Fatihah dan
sekali catat ini ya. Sekali
dibacain Al-Fatihah sembuh.
Sembuh sekali baca.
Dan ayatnya masih sama sekarang tujuh
ayat juga.
Bacaannya masih sama dari
bismillahirrahmanirrahim sampai
waladalin enggak berubah.
Hah. Tapi nanti pertanyaannya kenapa
orang dulu sekali baca langsung bisa
sembuh? Orang sekarang sudah tambahin
Yasin, tambahin Alkahf, tambahin
Baqarahan belum sembuh-sembuh juga.
Apakah ini tidak mujarab,
tidak istimewa? Nah, ini nanti
pembahasan selanjutnya. Boleh jadi cara
baca orang sekarang tidak sama dengan
cara baca orang dulu. Dulu orang baca
pakai iman, dia yakin dengan ini bacanya
pakai iman.
Orang sekarang bacanya cari aman. Yang
penting dibaca
ya.
Maka dikasih hadiah beberapa
beberapa ekor kambing. Nah, ini Dok
catat ini ya. Menarik nih. Begitu
dikasih hadiah beberapa ekor kambing
itu, sahabat yang tadi bacain takut
kalau hadiah ini gratifikasi.
[tertawa]
Coba saya tanya dokter nih, kalau
ngobatin ya tiba-tiba pasiennya sembuh
misalnya, terus di sistem rumah sakitnya
biayanya X R5 juta. Pasiennya bilang,
"Dok, ini terima kasih banyak ini udah
saya lama begini saya kasih hadiah satu
Merci ya."
Ah, itu status Mercy-nya yang melekat
diberikan di dalam ruang rumah sakit itu
milik pribadi atau karena statusnya
sebagai karyawan di rumah sakit itu
sahabat tuh sampai begitu. Eh, saya
takut di gratifikasi kat langsung dibawa
ke Nabi. Kambing-kambing tadi
dilaporkan. Nabi ada kejadian begini,
ini status kambingnya gimana?
Nabi tertawa dan bertanya, "Tahu dari
mana engkau bahwa surah Al-Fatihah ini
bisa merukyah?" Rukyah itu artinya
mengangkat sesuatu yang enggak baik
sehingga yang enggak baik itu keluar.
Ya. Jangan selalu diartikan dengan jin.
Tidak. Penyakit itu enggak baik. Angkat
keluar ya kan? Itu rukyah. Sehingga
disebut dengan
asyafi atau asyifa. Asyifa. Kenapa
al-Fatihah disebut asyifa? Sang
penyembuh. Karena ada keistimewaan kalau
dibacakan pada orang sakit yang
diinginkan segera dengan itu untuk
mengambil hikmahnya selesai.
Jadi apa saja al-Fatihah itu? Ke
pekerjaan,
ke keberkahan, ke pengetahuan. Mau baca,
mau belajar.
Cuman bacanya pakai ini,
pakai iman. Ya, yakinkan pada diri kita
keterangan ini benar.
Ah jadi
dalam beberapa kesempatan ulama-ulama
kita meriwayatkan riwayat-riwayat yang
tersambung bahwa dalam beberapa
pengajian misalnya setelah selesai mau
berdoa itu biasanya dibacakan al-Fatihah
dulu. Hadisnya ini riwayatnya
ya.
Ah jadi bukan bidah ya bukan bidah.
Hadisnya ada, riwayatnya ada,
pembuktiannya ada. Contohnya itu. Nah,
kemudian supaya kita bisa mendapatkan
keistimewaan itu di dalam salat. Contoh
nih,
salat itu punya satu fungsi yang pokok.
Nah, tolong dicatat ini baik-baik nih
ya. Nanti kalau sedang ada masalah
lakukan ini. Ini boleh ijazah juga. Ah,
dua ijazahnya tuh. Padahal belum lulus
sekolah sudah dapat ijazah tuh ya. Dua
nih.
Salat itu punya fungsi pokok sebagai
penyalur hajat.
Hajat itu kebutuhan. Makanya disebut
sifat salat itu manfaatnya untuk hajat.
Kadang orang satukan salat hajat
ya. Jadi kalau sudah ada istilah jangan
tambah-tambah.
Ditambah hajatan A beda maknanya.
Sedikit tidur, sedikit makan itu
memperbanyak ilmu. Sedikit-sedikit
tidur, sedikit-sedikit makan itu
menurunkan pengetahuan. Alilmu nurun.
Ilmunya nurun. Menurun maksudnya.
Hajat. Perhatikan ya. Sanad pertama
Quran surah ke du ayat 45.
Wasta'inu
bisobri was. Kalau Anda sedang punya
persoalan,
terima dulu masalah itu. Jangan keluhkan
ya. Terima dulu. Itu adabnya luar biasa
tuh. Terima dulu sebagai titipan Allah.
Karena Allah tuh maha tahu kenapa kita
yang dikasih, bukan yang lain. Nanti ada
bab lain untuk membahasnya terlalu
panjang. Mungkin nanti lain kesempatan
kita bahas ya. Ada kita belajar satu
saat fikih musibah ya, supaya paham
kalau sedang punya masalah itu malah
gembira.
Karena ada yang dikasih masalah malah
gembira. Ada itu di Albaqarah ayat 156.
Alladzina asatum musibah qolu innillahi
wa inna ilaihi rojiun. Lihat musibahnya
bentuknya apa. Di ayat 155-nya.
Wabluwannakum bisai minal khauf wal ju
wqs minal amwal wal anfusarat.
Ada orang yang diuji itu berlipat sudah
ketakutan. gelisah diserang terus
kemudian apalagi
ju kelaparan diserang dengan lapar wqs
minal amwal harta dirampas aset hilang
hah ada yang sakit kemudian kehilangan
nyawa hasil kerja keras diambil orang
kumpul semua di Gaza di Palestina
diambil semua lima-limanya tuh ada semua
di situ. Tapi apa kalimat Qurannya?
wabasyiris shobirin.
Dan berikan kabar gembira yang mau
menerima itu untuk mengerti tentang
firman Allah. Hikmah kenapa Allah
titipkan itu sabar namanya. Jadi ada
orang yang justru dititipkan masalah
malah senang
karena dia tahu fikihnya,
dia pelajari. Tuh ini saya kasih bocor
sedikit ya, sedikit aja nanti babnya
agak luas.
Ketahuilah kalau Allah mengirimkan satu
persoalan kepada kita, satu masalah, itu
artinya Allah akan mendatangkan
kenikmatan berlipat yang diantarkan
melalui pintu masalah itu.
Jadi kalau kita sukses menyelesaikannya
dan enggak mungkin dititipkan kalau kita
enggak punya kemampuan itu dibuka
pintunya langsung datang nikmat banyak
itu ya. Nanti kalau masuk babnya kita
bisa uraikan itu. Dan itu sebenarnya ya
sebenarnya itu permintaan kita sendiri.
Kalau Bapak Ibu enggak percaya kita kan
sering berdoa
ya Allah saya ingin begini. Ya Allah
abdi hoyong ieu. Ya Allah begini begini
dan begitu. Minta kita minta. Nah cara
Allah menjawab doa kita itu jembatannya
masalah
pintunya itu masalah dikasih, dijawab.
Makanya kalau enggak pengin banyak
masalah, jangan banyak minta.
Pak, saya pengin lulus, Pak. Eh, ikut
ujian. Dikasih ujian malah. Coba lihat
anak sekolah kalau pengin lulus. Bukan
dikasih ijazah, kasih ujian dulu.
Apa pegawai Bapak di kantor kalau ingin
naik pangkat langsung dikasih pangkat,
Pak. Saya ingin naik pangkat, Pak. Ingin
promosi. Kan diuji dulu, Pak. Uji dulu.
Benar enggak? Layak enggak. supaya
ketika diberikan pangkat itu dia layak
menerimanya, dia bisa mengenalkan
tugasnya. Nah, ujian itu sebuah stimulus
untuk kita supaya potensi kita keluar.
Kalau sudah keluar dititipkan
anugerahnya, kita bisa mengelolanya.
Kalau rumus paskal itu rumusnya gini. F
berbanding lurus dengan P. Gaya
kesuksesan. Gaya berbanding lurus dengan
tekanan. Kalau sudah bisa melewati
tekanan, tampil gaya kita. Kalau salah
baca rumusnya, semakin banyak gaya
semakin tertekan.
Ya. Ah, itu rumus.
Jadi, jangan takut dengan masalah. Nah,
cara mengatasinya apa? Terima dulu.
Terima. Setelah itu apa? Wasalah. Salat.
Ternyata salat itu pembuka solusi. Allah
enggak enggak menghentikan persoalan tuh
di depan pintu. Enggak. Kita tuh punya
Tuhan pengasih dan penyayang. Saking
pengasih penyayangnya dikasih masalah
pun dikasih sudah dikasih juga kunci
menyelesaikannya. Jadi enggak ada
masalah yang enggak ada solusinya itu
enggak ada
ya. Yang ada itu orang malas untuk
mendapatkan solusinya.
Ternyata salat itu pembukanya
ya. Kalau masih enggak percaya imannya
ditanya. Makanya di ayat 153 di
Albaqarah ditanya imannya dulu.
Kesananya sama. Ya ayyuhalladzina
amanua'inu bisobri was. Eh, imanmu ke
mana? Kata Allah itu. Katanya beriman
padaku. Hai orang beriman, yang tidak
beriman tidak. Hai
yang beriman imanmu mana? Pakai dong.
Terima itu dengan imanmu. Terima dulu.
Aku enggak titipkan kecuali yang engkau
mampu. Lalu lakukan salat.
Jadi kalau ada masalah update status
kita lewat sujud bukan di Instagram.
Saudaraku, jika berkenan aminkan ya. Ah.
Sujud. Coba lihat Nabi Yaakub waktu ada
masalah Bu dengan anak-anaknya itu apa
yang dilakukan? Sujud. Innama asku wa
huzniallah. Aku curhatnya kalau sudah
ada masalah yang membuat hatiku itu
pedih. Atau nih atau enggak tertahan
lagi. Saking enggak tahannya sudah
enggak bisa berekspresi keluar air mata
aja. Ada kesulitan tertentu yang kita
tuh sudah enggak bisa teriak tinggal air
matanya keluar. Itu huz namanya. Innama
asubuhi wa huzniallah.
Nabi Zakaria saat divonis istrinya tidak
mungkin punya keturunan. Vonisnya itu
ngeri. Secara medis, maaf, maaf sekali
sudah monopaus. Secara klinis mandul,
enggak mungkin punya keturunan. Secara
medis, secara klinis enggak mungkin. Apa
yang terjadi? Salat dipakai itu ayatnya.
Coba lihat di Quran surah 3 di ayat 38
sampai 39.
Dan kita akan berhenti dalam satu ayat
ini. Kemudian ada hadisnya.
Hunalika daa Zakariya rabbaah. Di mihrab
Maryam itu Nabi Zakaria salat berdoa.
Nah ini ini sudah berapa rahasianya?
Yang ketiga ya. Yang ketiga nih. Kalau
doa ingin cepat dikabulkan, salah satu
tempat yang mustajab itu di mihrab. Apa
itu mihrab? Tempat yang dikhususkan
untuk ibadah saja, tidak yang lainnya.
Dan dia punya dua keistimewaan.
Satu, mempercepat terkabulnya doa. Yang
kedua, mempercepat datangnya rezeki dari
sisi yang tidak diduga.
Ya,
doa cepat. Makanya kenapa imam tempatnya
di mihrab karena imam pemimpin doa dalam
salat. Tapi bukan berarti mihrab di
masjid saja. Tidak. di rumah bikin
mihrab.
Kalau tidak ada ruangan, hamparkan
sejadah. Dan di atas hamparan sajadah
itu khusus untuk ibadah saja. Baca
Quran, doa, zikir di situ. Kalau di luar
ibadah, keluar dari situ. Termasuk
update status foto ceklik. Maaf sedang
di mihrab ya. Jangan diganggu. Ah, itu
keluar
ya.
Itu lakukan. Apa manfaatnya? Nabi
Zakaria salat di mihrabnya Maryam. Lalu
lihat permintaannya.
Hun zakar
in.
Ya Allah, semua memvonis istriku gak
akan mungkin punya keturunan. Sedangkan
aku punya keyakinan hanya engkau yang
memberi tanpa ada batasan.
Dan kau pasti mendengar doaku ya Allah.
Kalau pada yang maha mendengar dan
sayang padaku tidak mengabulkan, lantas
kepada siapa lagi aku memohon?
Tahu apa jawabannya? Fanadatul
malaikatu.
Setelah doa ini dipanjatkan,
malaikat langsung turun. Makanya pakai
fa harfu atfinitin bainaiini bila had.
Huruf sambung konjungsi antara dua
peristiwa. Peristiwa pertama berdoa,
peristiwa kedua dikabulkannya doa.
Antara berdoa dengan dikabulkan enggak
ada jeda, Pak,
Bu, anak-anakku. Enggak ada jeda. Jadi,
begitu doa selesai langsung dikabulkan.
Paten itu.
Nah, kapan itu dikabulkannya? Wahua.
Sedangkan Nabi Zakaria qoimun. Masih
berdiri dalam salatnya. Yusolli fil
mihrab. Masih berdiri, belum selesai,
belum ruku, belum sujud, belum salam
masih berdiri
dikabulkan.
Annallaha yubasyiruka biyahya. Allah
kasih kabar gembira kamu akan punya anak
bahkan namanya langsung dari Allah
Yahya. Yahya itu pemberian Allah
namanya.
Diambil dari kata alhayyu artinya hidup
untuk menolak persepsi publik, opini
publik ditolak oleh Allah. Tuh yang
mustahil menurut manusia lahir dari
rahim seorang perempuan yang divonis,
monopos, dan mandul. Kata Allah, "Enggak
ada yang mustahil bagiku. Lahir dan
hidup dia Yahya
tuh." Kalau ada yang namanya Yahya,
jangan takut dengan opini publik tuh
[tertawa]
Yahya. Jadi, nah syahidnya apa?
Syahidnya adalah itu dilakukan salat
minta sama Allah dikasih kita dapat
Al-Fatihah dibacakan pula dalam salat.
Saya tanya ini waktu baca Al-Fatihah
saat ruku apa sujud?
Berdiri lambat amat.
Enggak ada orang rukuk baca Al-Fatihah.
H orang sujud baca Alfatihah tuh ngantuk
namanya tuh. Ya, saya lihat ada beberapa
anak-anakku nih ya yang sujudnya sekali
tuh sekali ya. Karena sekali lama enggak
bangun-bangun tuh ya. Begitu sudah mau
ini bangun lagi tuh. Tlek. Enggak
apa-apalah entar dilihat C TV jadi
pengalaman tuh.
Nah, kita baca Al-Fatihah itu sedang
berdiri baru dibuka. Nabi Zakaria minta
berdiri tanpa Al-Fatihah. Kita baca
Al-Fatihah berdiri. Sekarang saya
bacakan hadis yang kedua
rawinya dari sahabat Abu Hurairah
radhiallahu taala anhu. Perhatikan
kalimatnya. Saya sambungkan langsung ke
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan
sanadnya hadis qudsi. Qallahu azza
waalla. Hadisnya qudsi. Hati-hati nih.
Statusnya langsung di bawah Al-Qur'an
tuh tertinggi tingkatnya.
Perhatikan baik-baik.
Q Allahu azza wa jalla,
qosamtus shatta
baini waina abdi ala nisfaini.
Aku bagi dalam salat itu hak aku dan
hambaku pada dua bagian.
Wali ma sa'al. Kalau hambaku menunaikan
kewajibannya,
perhatikan ya. Maka dia bisa mengambil
haknya. Apa itu? apapun yang dia minta
aku kabulkan.
Apapun yang dia minta.
Sekarang perhatikan
dimulai dari mana jawaban ini? Za qalal
abdu alhamdulillahi rabbil alamin. Nah,
inilah ijazah yang mau saya sampaikan.
Kalau hambaku membaca al-Fatihah
sampai pada ayat alhamdulillahi rabbil
alamin
qalallahu azza waalla. Kata Nabi,
perhatikan dalam hadis qudsi, Allah
menjawab kalimat itu. "Hambaku sedang
memujiku."
Rahasianya apa? Rasakan saat baca itu
kita disaksikan Allah.
Nah, perasaan disaksikan dalam bacaan
itu disebut ihsan. Namanya ihsan. An
ta'budallaha kaaka tarahu faillam takun
tarahu fainnahu yar. Demikian di hadis
Muslim hadis yang ke-8. Engkau beribadah
pada Allah, merasa dipersaksikan
walaupun kita enggak bisa melihatnya
secara langsung karena beda dimensi jauh
sekali. Laisa kamlihi
waidza qal abdu arahmanirrahim. Kalau
hambaku baca arrahmanirrahim qallahu
azza waalla itu Allah jawab asna alaiya
abdi hambaku sedang menyanjungku.
Masyaallah
ada enggak rasa baca itu tuh kalau waktu
baca.
Waq abdu maliki yaumiddin. Kalau hambaku
sampai pada kalimat Maliki yaumiddin
qallahu azza waall majadani abdi. Allah
menjawab hambaku sedang mengagungkanku.
Nah sekarang kita ke titik intinya. Wa
qal abdu iyaka na'budu
wa iyaka nasta'in.
Kalau hambaku kemudian berkata, "Ya
Allah sekarang ini aku ibadah hanya
menyembahmu saja. Aku salat
hanya menyembahmu saja. Wa iyaka
nastain. Dan kau maha tahu aku ini
sedang diliputi banyak persoalan ya
Allah. Dan hanya kepadamu aku memohon
solusinya.
Qallahu azza waalla. Ketika sampai pada
kalimat ini turun jawaban. Hza baini wa
baina abdi wali abdi ma saal. Ini
perjanjian antara aku dengan hambaku.
Sekarang hambaku mau minta apa. Apapun
aku berikan.
L.
Jadi kalau benar bacaan al-Fatihahnya
sampai ke ayat itu, apapun yang diminta
dikasih.
H
dahsyat itu.
Nah, sekarang pertanyaan saya untuk
menutup nih. Kalau kira-kira Allah
tawarkan, minta apa aja dikasih mau
minta apa?
Beh, saking banyaknya enggak bisa jawab
tuh. Minta ini minta itu, minta ini,
minta itu. Banyak kan ya?
banyak. Dulu ada program di salah satu
TV swasta dikasih R miliar dihabiskan
dalam semenit. Oh, semua dikumpulin tuh.
W kan manusia tipikalnya begitu. Enggak
pernah cukup ingin selalu lebih. Makanya
disebut nikmat itu dengan tamam. Agama
dengan kamal. Kamal itu artinya
sempurna, tidak perlu pelengkap lagi.
Kalau tamam itu sudah dirasakan sempurna
masih pengin lagi. Alyaum akmaltu lakum
dinakumamtu alaikum nikmati. Nikmat
dengan tamam. Haji umrah pakai tamam
bukan kamal. Waimmul haj wal umr lil la.
Sempurnakanlah haji dan umrah itu karena
siapa? Allah. Walaupun sudah pernah
haji, sudah sempurna rukunnya, masih
pengin lagi, Pak.
Sudah pernah umrah masih pengin lagi.
Karena kenikmatan itu. Kenikmatan.
Nikmat tuh begitu. Kalau agama enggak
bisa. Jangan tambah-tambah. Subuh itu
dua udah sempurna. Enggak usah nanya
lagi, "Ya Allah, kenapa sih dua?" Ah,
kamu dua aja ngantuk.
Nah, itu. Ah, jadi kalau kita bacakan
dengan benar, jalan. Mau minta apa?
Karena kita ini enggak bisa memohon satu
kebutuhan yang mencakup semuanya
diajarin sama Allah langsung satu
kalimat yang kalau dibaca diberikan
semua kebutuhan dunia akhirat kita. Apa
itu? Ihdinasiratal
mustaqimathalladzina
anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
wadin.
Lalu kita jawab amin.
Istajib.
Kabulkan ya Allah. Amin tu kabulkan ya
Allah. Terus malaikat komen. Habis
malaikat komen langsung kita like and
subscribe.
Ya malaikat tu jawab amin juga. Kata
Nabi, "Man wafaq tamuhu malaikahfir lahu
ma taqadama minambi." Kalau pas bacaan
amin kita itu bersamaan dengan aminnya
malaikat. Jadi ketika baca alfatihah
malaikat ngaminkan juga. Jangan dikira
malaikat enggak ngaminkan. Cuman kan
malaikat tuh gaib sifatnya. Kalau tampak
malaikat amin kita lari.
Faizan baca waladin malaikat amin. Siapa
ya? Izrail lari
ya. Malaikat mengaminkan itu. Amin.
Siapa yang bersamaan aminnya dengan
aminnya malaikat langsung dapat bonus.
Apa bonusnya? Semua dosa-dosanya
diampuni.
Gufir lah ma taqadama minambi. Semua
dosa-dosa yang lalu diampuni.
Ee maaf ini para ulama hadis suka ngasih
catatan yang diampuni dosa. Utang tetap
harus dibayar. Jangan berkesimpulan
kalau dosa dari Allah sudah hilang, dosa
itu berpengaruh kepada utang. Tidak.
Utang tetap bayar kalau masih ada
hutang. Itu haakun adami
balik. Nah, makanya baca amin jangan
main-main. Jangan sembarangan. Amin.
Amin. Amin. Amin. Bacain yang betul.
Tenang. Nah, malaikat juga langsung
nyambut. Jelas.
Nah, sekarang detailnya bagaimana?
Ternyata dari bismillahirrahmanirrahim
sampai waladalin itu ada maknanya.
Mencakup urusan dunia. Dunia itu dengan
segalanya, maaf ya, di pekerjaan, di
rumah tangga, di kesehatan, di
pergaulan, macam-macam. Kalau benar
bacakan dan tahu maknanya ini diamalkan.
Enggak ada pekerjaan yang tidak bisa
diselesaikan. Semua selesai, semua
lancar, karir sukses, baik. Itu
keutamaan.
Nanti masalah alam kubur, masalah hari
kiamat, ketegangan hisab sampai kemudian
masuk ke titik terakhir
surga dipisahkan, dilindungi dari
pergaulan orang-orang buruk yang suka
mencela, suka melaknat, suka
menjerumuskan. Kan enggak mudah. Anda
kerja punya jabatan, belum tentu enggak
diganggu. Diganggu.
Tapi kalau paham Al-Fatihah ini ngerti,
dilindungi sama Allah.
Jangan kira yang berbisnis ini enggak
diganggu. Kalau Anda sukses, pesaing itu
merasa enggak nyaman, pasti diganggu.
Nah, pertanyaannya kenapa orang dulu
tangguh-tangguh bisnisnya itu semakin
naik? Enggak pernah ada orang Islam dulu
pebisnis yang punya modal kembali
modal itu enggak ada. Semua kembali
untung.
Nah, kalau ingin tahu detailnya
pembahasan tentang makna Al-Fatihah ini,
bacalah
surah Albaqarah sampai Annas.
Itu detailnya dicontohin kejadian yang
pernah mengganggu klannya siapa, ininya
bagaimana, mengatasinya seperti apa,
penyakit-penyakit ini bagaimana, manusia
dibagi tiga, nemukan orang baik
bagaimana, kalau ketemu orang ingkar
sikapnya bagaimana, kalau ketemu munafik
seperti apa mendeteksinya itu sampai ke
situ-situnya.
Lalu persoalan tentang alam kubur
menyiapkan bekal pulang seperti apa? Kan
yakin meninggal
ya kan? Yakin. Nah, sekarang kalau kita
sudah yakin menyiapkannya bagaimana?
Yakinnya tahap mana nih? Ilmul yakin,
ainal yaakin, haakl yaakin. Hah? Enggak
mungkin haakl yakin. Kalau haul yakin
sudah enggak ada di sini.
Nah, kalau ilmal yakin dengar informasi
yakin. Ainul yakin lihat orang meninggal
yakin. Kita pun akan nyusul. Haqul yakin
antum meninggal juga.
Hah. Jadi jangan sampai nunggu haakul
yakin ya antum nyiapkan bekal karena
nanti penyesalannya seperti Syekh Yusuf
baca tadi malam. Faodq waakum minin. Ya
Allah beri sebentar lagi pengin balik ya
Allah pengin balik sebentar aja saya
niatin semua ibadah sudah enggak bisa.
Sudah enggak bisa. Nah oleh karena itu
ini baru pembuka kan kita belum bahas
ayatnya. Bismillah aja belum ya. Ini
baru mukadimah. Mukadimahnya pun belum
selesai kan. Kita belum bahas berapa
jumlah ayatnya.
Ya. Berapa jumlah ayat al-Fatihah?
Tujuh. Tapi ada yang bilang delan ada
yang bilang enam. Siapa yang bilang
seperti itu? Bagaimana kita menilai
pendapat itu? Apakah benar atau
kontroversi? Kenapa disampaikan
demikian? Lalu apa maknanya setiap
hurufnya? Setiap hurufnya.
Bismillahirrahmanirrahim. Ba di situ
fungsinya apa? Ada Ibnu Hisyam
al-Anshari punya kitab Mughnil Labib an
kutubil A'arib. membahas semua makna
huruf dari alif sampai ya. Ternyata ba
itu punya 14 fungsi. 14 ba. Nah, dari 14
itu dari bismillahirrahmanirrahim bnya
itu yang mana dari 14? Nah, itu nanti
kita bahas di pertemuan berikutnya. Kita
cukupkan dulu untuk pertemuan hari ini.
Mudah-mudahan kita diberkahi oleh Allah
subhanahu wa taala. Yang penting kita
tahu bahwa Al-Fatihah itu istimewa.
Karena itu dibacakan setiap hari. Berapa
kali? 13 apa 14 kali dalam 17? Kalau 14
kali berarti kalian enggak salat magrib
ya. 17 kali minimal dalam salat. Pahami
itu. Yakini bahwa Allah menyaksikan.
Baca yang benar. Bacanya pakai iman.
Tahap pertama bacaan muslim. Tahap kedua
bacaan mukmin. Tahap ketiga bacaan
muhsin.
Kalaupun belum bisa ke level yang
ketiga, minimal level du.
Kalau bacaan muslim standar, datar aja
formal. Yang penting baca. Menggugurkan
kewajiban. Bacaan mukmin sampai ke sini
itu menggetarkan arasy.
Bacaan muhsin sebelum minta Allah
langsung kasih. Orang muhsin itu belum
minta Allah langsung kasih.
Ya, nanti mudah-mudahan kita diberkahi
dengan nilai-nilai kebaikan. Kita akhiri
dengan bacaan di surah al-Fatihah.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbilaminahmanirahimiki
yaumiddin iyaka nabudu wa iyaka nastain
ihdinatal mustaqimatalladina
anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
wadin allahumma taqabbal minna innaka
antul alim watb alaina innaka ant
tawwabur rahim wna min ibadikihinal
muttaqinal muhsinin waj min ahlil quran
wil quraniban fid dunya quburfiana
akhirati yaarahiminallahu
ala sayidina muhammad
Amalaikum warahmatullah wabarakatuh.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Mi niñez fue un fusil AK-47
Comisión de la Verdad · Spanish

7. Un Remanente Fiel - Pr. Esteban Bohr || Verdades Para Este Tiempo
SUMtv Latino · Spanish

PENGERTIAN RELASI, FUNGSI, DOMAIN,KODOMAIN DAN RANGE
Utak Atik Otak · English

ساعة الأثرياء | الدحيح
New Media Academy Life · Arabic

You Won't Believe How Easy AlpineQuest Software Makes Geological Field Work | Offline Mapping
MOoDY 4 knOwledge · English

Mundos Olvidados
Cinematix · English

🎨 Apa Itu Sebenarnya Pelajaran Seni? #BelajardiRumah
Kok Bisa? · English

Bab-I: Teks Laporan Hasil Observasi kelas 10 SMA/SMK ~ Bahasa Indonesia
Belajar Prestasi · Indonesian

KONSEP BUDAYA| PENGERTIAN BUDAYA DAN SENI
BU APRIL · Indonesian

العقيدة الطحاوية (٤٠) | شرح أ.د. صالح سندي
أ.د. صالح سندي · English

Living the Change: Inspiring Stories for a Sustainable Future (Free Full Documentary)
Happen Films · Indonesian

SENI BUDAYA (SENI TARI) "ELEMEN DASAR TARI"
Budianing DNA · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.