Full Transcript

·YouTLDR

Bedah PHK Tokopedia yang Mengancam Indonesia?!

9:47IndonesianTranscribed Jul 21, 2026
0:00

90% karyawan Tokopedia dipecat sama BDE.

0:03

Ini postingan di Juli 2026 dan gua

0:05

sampai baca dua kali karena tim teknik

0:07

yang awalnya 1100 orang sekarang sekitar

0:09

35 programmer.

0:10

TikTok buka suara terkait kabar beredar

0:12

soal pemutusan hubungan kerja yang

0:14

dilakukan e-commerce berlogo hijau

0:16

hingga 90% dari total karyawannya.

0:23

Das-desusnya ada yang bilang, "Oh,

0:25

karena AI, karena efisiensi, karena udah

0:27

ganti teknologi." Tapi masalahnya TikTok

0:29

sendiri. Nah, satu keluarga sama BDE

0:31

enggak pernah bilang angka 90% tuh

0:33

benar. Secara resmi mereka cuma ngaku

0:34

lagi ada penyesuaian [musik]

0:35

organisasi R&D. Tapi ada satu yang aneh

0:37

ini kan perusahaan swasta. DPR manggil

0:39

manajemen TikTok Tokopedia [musik] dan

0:41

Kementerian Ketenagakerjaannya. Dan

0:43

kesimpulan resminya justru beda. Enggak

0:44

ada pH massal kayak yang ramai

0:46

diberitain. Yang dikonfirmasi cuma

0:48

sekitar 200 karyawan yang ngambil paket

0:50

kompensasi. [musik] Jadi sebenarnya yang

0:52

benar apa? Apa benar Tokopedia cuma

0:53

nyisahin puluhan programmer atau 90% ini

0:56

emang framing yang kebetulan kebablasan

0:58

aja? Tap menurut gua gini ya, ada

0:59

pertanyaan yang lebih penting daripada

1:00

berapa orang yang dipecat. Karena kalau

1:02

salah satu e-commerce terbesar di

1:03

Indonesia beneran ambil jalur efisiensi

1:06

dan sebanyak orang itu dipangkas,

1:07

[musik]

1:08

apakah ini bakal jadi kejadian berulang?

1:09

Terus kalau jawabannya itu gara-gara AI

1:11

dan sistem bite dance itu dari China.

1:13

Dan bukan cuma cerita PHK Tokopedia,

1:15

bisa jadi ini alarm awal tentang bentuk

1:17

revolusi AI yang bakal dihadapin sama

1:19

tenaga kerja Indonesia. Tapi kita harus

1:21

tahu ceritanya dari awal.

1:27

Buat ngerti cerita ini, kita harus

1:28

mundur ke awal 2024. Momen di mana

1:30

Tokopedia dijual ke Bite Dance R5,01%

1:34

sekitar Rp23,27 triliun. Dan ini memang

1:38

selalu terjadi di semua perusahaan yang

1:40

diakuisisi atau dibeli. Pasti ada

1:41

efisiensi karena ada posisi yang tumpang

1:43

tindih. Juni 20240 karyawan. Itu 9% lah

1:47

dari total tenaga kerja. PHK kedua di

1:49

2025 420 karyawan di IT, customer care,

1:52

fulfillment. Dan sekarang technically

1:54

kalau beneran ya di 2026 ini gelombang

1:56

ketiga dan yang paling ramai diberitakan

1:58

kenapa? Soalnya 90%. Kalau kita hitung

2:01

total karyawan pas awal-awal 2.500

2:04

karyawan. [musik]

2:05

Itu momennya pas TikTok ambil alih.

2:07

Sekarang menurut sumber yang belum

2:08

terverifikasi sebenarnya sisanya tuh

2:09

sekitar 250 orang atau 10%. Jadi

2:12

kejadian [musik] ini sebenarnya bukan

2:13

tiba-tiba enggak sekali gebrak langsung

2:15

oke tinggal t orang. Ini tiga tahap yang

2:17

setiap tahapnya makin kena ke satu

2:19

tempat sebenarnya. divisi teknologi,

2:21

bukan marketingnya dipangkas, bukan

2:23

sales, tapi engineers. Nah, sebenarnya

2:24

di titik ini pertanyaannya tuh udah

2:26

berubah nih. Bukan lagi [musik] kenapa

2:27

nih mereka di PHK, tapi kenapa yang

2:29

selalu paling kena itu tim teknis dan

2:31

apa yang bikin mereka berani ngeramping

2:33

sejauh itu kalau emang benar-benar

2:35

gara-gara AI. Untuk ngejawab pertanyaan

2:36

itu, kita harus masuk bagian yang

2:38

menurut gua paling penting dari ciptain

2:39

ini.

2:45

Berdasarkan riset gua, kalau kita cuma

2:46

ngelihat angka PHK-nya doang, ceritanya

2:48

tuh kedengaran seram, tapi jawabannya

2:50

kosong. Yang lebih masuk akal sebenarnya

2:52

kalau kita ngebedah dari sisi B

2:54

dance-nya sendiri. By then, perusahaan

2:56

induk TikTok itu sebenarnya punya

2:57

beberapa amunisi dan senjata AI lah.

2:59

Tujuannya buat ngoding ada Doba LM

3:02

andalan mereka, ada tray coding agent

3:04

yang oke juga dan ada UI TARS, agent AI

3:06

yang bisa ngoperasiin komputer sendiri

3:08

tanpa disuruh step by step. Simpelnya,

3:10

ekosistem ini sebenarnya secara teoritis

3:12

bisa bukan AI lagi yang bantu manusia

3:14

coding, tapi AI yang mulai coding

3:16

sendiri. Presiden unit cloud by Dance

3:18

dia sendiri bilang loh 40% dari code-nya

3:20

di doyin itu TikTok-nya China. Itu udah

3:23

bukan manusia yang nulis. itu udah AI

3:24

dan itu bukan satu-satunya. Akhir Juni

3:26

2026 di panggung Volcano Engine Force

3:28

Conference [musik]

3:29

VP Technology dari Bit Dance Hong

3:31

Tingkut. Bukan-bukan lagi, tim yang

3:33

bikin try itu 90% kodenya udah pakai AI.

3:36

Dan memang manusia itu kontribusi

3:38

langsungnya dikit banget. Tapi dia jujur

3:39

enggak berhenti di sana. True putut atau

3:41

bahasa simpelnya [musik] outputnya dari

3:42

per orang itu cuma naik 60%. Nah, ini

3:45

menurut gua penting buat digaris

3:46

bawahin. Artinya, [musik] AI nulis

3:48

hampir semua kodenya, tapi enggak

3:50

otomatis bikin satu orang bisa digantiin

3:52

[musik] 9 orang lainnya. Masih ada jarak

3:54

lah antara AI yang nulis kodenya sama AI

3:57

bikin kerjaan manusia jadi sebegitu

3:59

[musik] efisien. Karena sampai di titik

4:00

ini kode yang dierate sama AI tetap

4:02

butuh manusia buat ngecek, ngarahin,

4:04

masihin logikanya benar. Tapi walaupun

4:06

tetap butuh orang, ini yang bikin gua

4:08

mulai agak sedikit geser nih cara

4:09

pandang. Ini konteks buat teman-teman

4:11

yang belum tahu zaman sekarang. Dan

4:12

kalian boleh tanya ke teman-teman

4:14

programmer lainnya yang udah aktif

4:15

dengan AI, gua yakin 100% mungkin 80

4:19

sampai 90% kode yang dia bikin itu dia

4:21

udah enggak nulis sendiri. Dan kalau

4:22

internal byite dance itu udah AI native

4:24

sebegitunya AI untuk coding sebenarnya

4:26

wajar untuk mereka mikir sebenarnya

4:28

[musik] perlu enggak ya kita pertahanin

4:30

ratusan engineer di Jakarta kalau

4:32

kerjaan yang sama tuh sebenarnya bisa

4:33

di-handle sama tim yang lebih kecil

4:34

[musik] sama AI agent yang mereka punya.

4:36

Karena akhirnya ini nyambung ke rumor

4:38

soal Tokopedia Lite. Bukan, ini bukan

4:40

versi Tokopedia yang lebih ringan

4:42

sebenarnya bukan itu artinya, tapi versi

4:43

baru yang katanya bakal sepenuhnya pakai

4:46

backend-nya TikTok Shop. Cuma tampilan

4:48

luarnya doang nih yang dipertahanin

4:49

kayak Tokopedia. Tapi sebenarnya secara

4:51

teknologi ini TikTok Shop. Dan

4:52

technically kalian udah bisa download

4:53

aplikasinya. Gua sendiri udah coba. Tapi

4:55

ya itu gua pernah beli dari Tokopedia

4:57

Live pas gua buka website Tokopedia.

4:58

Loh, kok gua enggak muncul? harus

5:00

bukanya dari Tokopedia Lite. Ini gua

5:02

serius gua pernah beli. Tapi balik lagi

5:03

ke rumor-rumor di awalnya, sisa 35

5:06

programmer. Masuk akal enggak sebenarnya

5:07

[musik] kalau sistemnya udah digenerate

5:09

dan udah dibangun and sekedar

5:11

maintenance angka sekecil itu sebenarnya

5:13

possible. Tapi sekali lagi ya, angka

5:15

pastinya TikTok sendiri belum pernah

5:17

konfirmasi. Tapi di situlah poin

5:18

besarnya especially di bagian

5:20

engineering AI itu sudah mulai bikin

5:22

perusahaan-perusahaan mempertanyakan

5:23

sebenarnya [musik] yang sebelumnya gua

5:24

butuh 100 programmer, gua cuma butuh

5:26

berapa sih? Dan kalau model ini terbukti

5:28

untuk perusahaan yang enggak perlu

5:30

grow-gro bangetlah. Yang penting

5:31

orangnya dikit semuanya generate pakai

5:32

AI mungkin enggak ada efeknya untuk

5:34

perusahaan-perusahaan lain.

5:40

Sebenarnya kalau secara [musik] big

5:41

picture yang bikin kasus Tokopedia itu

5:42

beda. Perusahaan ini pas dibeli sama

5:45

TikTok Bittens sebenarnya udah bukan

5:46

lagi dalam kondisi sekarat enggak kayak

5:48

dulu lah. Jadi sepanjang 2025 Tokopedia

5:50

justru berbalik nih dari rugi jadi

5:52

untung dan bikin laba bersih sekitar 600

5:54

[musik] miliar. Kenapa kita tahu? Karena

5:56

Goto sendiri yang perusahaan publik

5:57

masih pegang 24,99% [musik]

6:00

saham Tokopedia dan responnya menurut

6:02

gua agak santai. Mereka bilang PHK ini

6:04

enggak bakal ngaruh gede ke kondisi

6:05

keuangan atau operasional mereka. Jadi

6:07

bukan. Ini bukan cerita perusahaan yang

6:08

terpaksa PHK karena harus bertahan

6:10

hidup. Ini cerita perusahaan yang

6:11

bisnisnya sebenarnya makin sehat tapi

6:13

memilih untuk ambil jalur yang kalau

6:14

bisa lebih efisien. Salah enggak?

6:16

Sebenarnya enggak salah, tapi ini real

6:18

risk dari disrupsi EAI yang mulai

6:19

[musik] kelihatan bentuk aslinya. Karena

6:21

kalau dari sisi bisnis kita harus

6:22

objektif. Yang dicari itu profit. Cara

6:24

untuk profit, [musik] pendapatan lebih

6:26

gede, pengeluaran lebih kecil, jadinya

6:28

marginnya lebih besar. Apalagi di

6:29

industri digital, fungsi-fungsi dulu

6:31

yang butuh banyak orang lah, customer

6:32

service, marketing, data analisis

6:34

operasional, sekarang tuh sudah mulai

6:35

bisa diotomasi. Jadi pekerjaan-pekerjaan

6:38

atau talenta di perusahaan yang tanda

6:39

kutip knowledge worker kerjanya di depan

6:41

laptop. Ironisnya yang paling bisa dapat

6:44

benefit dengan AI tapi paling rentan

6:46

kalau misalnya AI mengotomasi kerja

6:48

mereka. Tapi on site note, sebenarnya

6:49

kasus Tokopedia bukan cuma sekedar

6:51

otomisasi, tapi ada kemungkinan fungsi

6:52

teknisnya dipusatin [musik] ke sistem

6:54

dan team bike di China. In a way

6:56

bukannya salah nih, tapi secara bisnis

6:59

Indonesia ya jadi pasar jutaan pengguna,

7:01

jutaan transaksi, tapi teknologi intinya

7:03

[musik] AI, high value work-nya justru

7:05

dikendaliin dari sana. Disclaimer ini

7:07

hipotesa [musik] gua ya. Anyway, kalau

7:09

ini dilanjutin dan resikonya tuh memang

7:11

ada dan secara bisnis itu sebenarnya

7:12

enggak salah, efisiensi kan. Mungkin

7:14

perannya Indonesia adalah gimana cara

7:16

kita mitigasi resiko kehilangan lapangan

7:18

pekerjaan, kemampuan untuk membangun dan

7:20

menguasai teknologi dan sistem yang

7:22

dipakai masyarakatnya. Ironisnya justru

7:24

emang sesuai dengan headline sih. Lihat

7:26

PHK 90% [musik] that's it. Titik. Tapi

7:28

enggak benar-benar dianalisa apa

7:29

implikasi dari headline ini. Padahal ini

7:31

belum terkonfirmasi dan mungkin ada

7:33

cerita yang lebih [musik] besar lagi.

7:34

Tapi kebetulan gua pengen ngebuka mata

7:36

lah. Angle yang sebenarnya lagi terjadi

7:38

di hampir semua perusahaan besar di

7:39

Indonesia. Oke, gua tahu beberapa bakal

7:42

ngerasa kok jadi bahas [musik] yang

7:43

lain. Jadi sebenarnya 90% itu benar atau

7:45

enggak? Terus kita harus ngapain? Ini

7:47

informasinya apa pentingnya buat gua?

7:54

Kalau menurut gua balik ke pertanyaan

7:56

awal, apakah 90% karyawan Tokopedia

7:58

benar-benar dipecat sisa 35 doang? Data

8:00

sekarang yang gua pegang per syuting ini

8:02

kemungkinan besar angkanya

8:04

dibesar-besarkan. [musik]

8:04

Karena secara yang resmi terkonfirmasi

8:06

itu 200 orang lah ambil kompensasi di

8:08

gelombang terakhir. Tapi sebenarnya

8:10

ambil kompensasi, PHK atau apa itu tuh

8:13

cuma framing atau frasa yang mungkin

8:16

bisa dihaluskan atau bisa dikasarkan.

8:18

Karena bagian kata-kata dari DPR [musik]

8:20

sendiri nyimpulin oh enggak ada pH

8:22

massal kayak yang diributin. Anyway ada

8:23

unsur-unsur ya jangan sampai ada

8:25

kepanikan massal. Jangan sampai ini

8:27

malah jadi ketakutan warga soal lapangan

8:29

pekerjaan. Toh 35 programmer juga rumor

8:31

dari narasumber yang belum [musik]

8:32

terkonfirmasi. Tapi ya bukan berarti

8:34

perjalanan ini tuh semuanya hoa karena

8:36

polanya tuh ada tiga gelombang PHK.

8:38

Makin lama mengerucut ke divisi

8:39

teknologi yang diown sama parent company

8:42

dan banyak banget harusnya posisi-posisi

8:44

double operasional, IT, fulfillment

8:46

sampai sekarang ke jantung perusahaan

8:48

teknologi yaitu [musik] engineering

8:50

programmer. Barengan sama perusahaan

8:51

yang menurut gua salah satu yang sangat

8:53

banyak investasi ke AI. Jadi angkanya

8:55

mungkin salah tapi arahnya ya kita bisa

8:57

lihat secara logika. Menurut gua ini

8:59

letak masalah yang lebih penting buat

9:00

kita sebagai orang Indonesia. Karena

9:01

[musik] kalau beneran AI ini mulai

9:04

ngegantiin kerjaan-kerjaan teknis,

9:05

pertanyaan tuh bukan kapan ini berhenti,

9:07

kapan akan stop PHK? Pertanyaannya

9:08

kalian mau ada yang di posisi yang

9:10

digantiin atau posisi yang megang

9:12

tools-nya yang enggak bisa digantiin?

9:13

Kalau gue cuma kasih saran belajar AI,

9:15

ya semua orang memang harus belajar AI.

9:17

Gua sampai punya komunitas sendiri yang

9:18

gua bangun secara gratis. Gua taruh

9:20

linknya di bawah dan balik [musik] lagi,

9:21

posisi yang paling gampang hilang itu

9:23

bukan posisi yang paling gampang, tapi

9:25

posisi yang paling gampang ditiru pola

9:27

kerjanya [musik] sama EA. Kerjaan

9:28

beruang yang tanpa mikir itu yang paling

9:30

rentan. Tapi kalau kalian bisa mikir dan

9:32

bisa ngerahin [musik] AI itu bukan cuma

9:33

enggak rentan, itu malah dicari sama

9:35

orang. Kalau kalian penasaran kalian

9:36

lihat deh obrolannya di komunitas AI

9:38

gua. Tapi menurut kalian gimana kasus

9:39

Tokopedia dan B [musik] dan ini dan

9:41

kenapa pemerintah ikut campur tangan?

9:43

See you guys next video. Bye- bye.

More transcripts

Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Get the TLDR of any YouTube video

Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.

Try YouTLDR Free