Bedah PHK Tokopedia yang Mengancam Indonesia?!
90% karyawan Tokopedia dipecat sama BDE.
Ini postingan di Juli 2026 dan gua
sampai baca dua kali karena tim teknik
yang awalnya 1100 orang sekarang sekitar
35 programmer.
TikTok buka suara terkait kabar beredar
soal pemutusan hubungan kerja yang
dilakukan e-commerce berlogo hijau
hingga 90% dari total karyawannya.
Das-desusnya ada yang bilang, "Oh,
karena AI, karena efisiensi, karena udah
ganti teknologi." Tapi masalahnya TikTok
sendiri. Nah, satu keluarga sama BDE
enggak pernah bilang angka 90% tuh
benar. Secara resmi mereka cuma ngaku
lagi ada penyesuaian [musik]
organisasi R&D. Tapi ada satu yang aneh
ini kan perusahaan swasta. DPR manggil
manajemen TikTok Tokopedia [musik] dan
Kementerian Ketenagakerjaannya. Dan
kesimpulan resminya justru beda. Enggak
ada pH massal kayak yang ramai
diberitain. Yang dikonfirmasi cuma
sekitar 200 karyawan yang ngambil paket
kompensasi. [musik] Jadi sebenarnya yang
benar apa? Apa benar Tokopedia cuma
nyisahin puluhan programmer atau 90% ini
emang framing yang kebetulan kebablasan
aja? Tap menurut gua gini ya, ada
pertanyaan yang lebih penting daripada
berapa orang yang dipecat. Karena kalau
salah satu e-commerce terbesar di
Indonesia beneran ambil jalur efisiensi
dan sebanyak orang itu dipangkas,
[musik]
apakah ini bakal jadi kejadian berulang?
Terus kalau jawabannya itu gara-gara AI
dan sistem bite dance itu dari China.
Dan bukan cuma cerita PHK Tokopedia,
bisa jadi ini alarm awal tentang bentuk
revolusi AI yang bakal dihadapin sama
tenaga kerja Indonesia. Tapi kita harus
tahu ceritanya dari awal.
Buat ngerti cerita ini, kita harus
mundur ke awal 2024. Momen di mana
Tokopedia dijual ke Bite Dance R5,01%
sekitar Rp23,27 triliun. Dan ini memang
selalu terjadi di semua perusahaan yang
diakuisisi atau dibeli. Pasti ada
efisiensi karena ada posisi yang tumpang
tindih. Juni 20240 karyawan. Itu 9% lah
dari total tenaga kerja. PHK kedua di
2025 420 karyawan di IT, customer care,
fulfillment. Dan sekarang technically
kalau beneran ya di 2026 ini gelombang
ketiga dan yang paling ramai diberitakan
kenapa? Soalnya 90%. Kalau kita hitung
total karyawan pas awal-awal 2.500
karyawan. [musik]
Itu momennya pas TikTok ambil alih.
Sekarang menurut sumber yang belum
terverifikasi sebenarnya sisanya tuh
sekitar 250 orang atau 10%. Jadi
kejadian [musik] ini sebenarnya bukan
tiba-tiba enggak sekali gebrak langsung
oke tinggal t orang. Ini tiga tahap yang
setiap tahapnya makin kena ke satu
tempat sebenarnya. divisi teknologi,
bukan marketingnya dipangkas, bukan
sales, tapi engineers. Nah, sebenarnya
di titik ini pertanyaannya tuh udah
berubah nih. Bukan lagi [musik] kenapa
nih mereka di PHK, tapi kenapa yang
selalu paling kena itu tim teknis dan
apa yang bikin mereka berani ngeramping
sejauh itu kalau emang benar-benar
gara-gara AI. Untuk ngejawab pertanyaan
itu, kita harus masuk bagian yang
menurut gua paling penting dari ciptain
ini.
Berdasarkan riset gua, kalau kita cuma
ngelihat angka PHK-nya doang, ceritanya
tuh kedengaran seram, tapi jawabannya
kosong. Yang lebih masuk akal sebenarnya
kalau kita ngebedah dari sisi B
dance-nya sendiri. By then, perusahaan
induk TikTok itu sebenarnya punya
beberapa amunisi dan senjata AI lah.
Tujuannya buat ngoding ada Doba LM
andalan mereka, ada tray coding agent
yang oke juga dan ada UI TARS, agent AI
yang bisa ngoperasiin komputer sendiri
tanpa disuruh step by step. Simpelnya,
ekosistem ini sebenarnya secara teoritis
bisa bukan AI lagi yang bantu manusia
coding, tapi AI yang mulai coding
sendiri. Presiden unit cloud by Dance
dia sendiri bilang loh 40% dari code-nya
di doyin itu TikTok-nya China. Itu udah
bukan manusia yang nulis. itu udah AI
dan itu bukan satu-satunya. Akhir Juni
2026 di panggung Volcano Engine Force
Conference [musik]
VP Technology dari Bit Dance Hong
Tingkut. Bukan-bukan lagi, tim yang
bikin try itu 90% kodenya udah pakai AI.
Dan memang manusia itu kontribusi
langsungnya dikit banget. Tapi dia jujur
enggak berhenti di sana. True putut atau
bahasa simpelnya [musik] outputnya dari
per orang itu cuma naik 60%. Nah, ini
menurut gua penting buat digaris
bawahin. Artinya, [musik] AI nulis
hampir semua kodenya, tapi enggak
otomatis bikin satu orang bisa digantiin
[musik] 9 orang lainnya. Masih ada jarak
lah antara AI yang nulis kodenya sama AI
bikin kerjaan manusia jadi sebegitu
[musik] efisien. Karena sampai di titik
ini kode yang dierate sama AI tetap
butuh manusia buat ngecek, ngarahin,
masihin logikanya benar. Tapi walaupun
tetap butuh orang, ini yang bikin gua
mulai agak sedikit geser nih cara
pandang. Ini konteks buat teman-teman
yang belum tahu zaman sekarang. Dan
kalian boleh tanya ke teman-teman
programmer lainnya yang udah aktif
dengan AI, gua yakin 100% mungkin 80
sampai 90% kode yang dia bikin itu dia
udah enggak nulis sendiri. Dan kalau
internal byite dance itu udah AI native
sebegitunya AI untuk coding sebenarnya
wajar untuk mereka mikir sebenarnya
[musik] perlu enggak ya kita pertahanin
ratusan engineer di Jakarta kalau
kerjaan yang sama tuh sebenarnya bisa
di-handle sama tim yang lebih kecil
[musik] sama AI agent yang mereka punya.
Karena akhirnya ini nyambung ke rumor
soal Tokopedia Lite. Bukan, ini bukan
versi Tokopedia yang lebih ringan
sebenarnya bukan itu artinya, tapi versi
baru yang katanya bakal sepenuhnya pakai
backend-nya TikTok Shop. Cuma tampilan
luarnya doang nih yang dipertahanin
kayak Tokopedia. Tapi sebenarnya secara
teknologi ini TikTok Shop. Dan
technically kalian udah bisa download
aplikasinya. Gua sendiri udah coba. Tapi
ya itu gua pernah beli dari Tokopedia
Live pas gua buka website Tokopedia.
Loh, kok gua enggak muncul? harus
bukanya dari Tokopedia Lite. Ini gua
serius gua pernah beli. Tapi balik lagi
ke rumor-rumor di awalnya, sisa 35
programmer. Masuk akal enggak sebenarnya
[musik] kalau sistemnya udah digenerate
dan udah dibangun and sekedar
maintenance angka sekecil itu sebenarnya
possible. Tapi sekali lagi ya, angka
pastinya TikTok sendiri belum pernah
konfirmasi. Tapi di situlah poin
besarnya especially di bagian
engineering AI itu sudah mulai bikin
perusahaan-perusahaan mempertanyakan
sebenarnya [musik] yang sebelumnya gua
butuh 100 programmer, gua cuma butuh
berapa sih? Dan kalau model ini terbukti
untuk perusahaan yang enggak perlu
grow-gro bangetlah. Yang penting
orangnya dikit semuanya generate pakai
AI mungkin enggak ada efeknya untuk
perusahaan-perusahaan lain.
Sebenarnya kalau secara [musik] big
picture yang bikin kasus Tokopedia itu
beda. Perusahaan ini pas dibeli sama
TikTok Bittens sebenarnya udah bukan
lagi dalam kondisi sekarat enggak kayak
dulu lah. Jadi sepanjang 2025 Tokopedia
justru berbalik nih dari rugi jadi
untung dan bikin laba bersih sekitar 600
[musik] miliar. Kenapa kita tahu? Karena
Goto sendiri yang perusahaan publik
masih pegang 24,99% [musik]
saham Tokopedia dan responnya menurut
gua agak santai. Mereka bilang PHK ini
enggak bakal ngaruh gede ke kondisi
keuangan atau operasional mereka. Jadi
bukan. Ini bukan cerita perusahaan yang
terpaksa PHK karena harus bertahan
hidup. Ini cerita perusahaan yang
bisnisnya sebenarnya makin sehat tapi
memilih untuk ambil jalur yang kalau
bisa lebih efisien. Salah enggak?
Sebenarnya enggak salah, tapi ini real
risk dari disrupsi EAI yang mulai
[musik] kelihatan bentuk aslinya. Karena
kalau dari sisi bisnis kita harus
objektif. Yang dicari itu profit. Cara
untuk profit, [musik] pendapatan lebih
gede, pengeluaran lebih kecil, jadinya
marginnya lebih besar. Apalagi di
industri digital, fungsi-fungsi dulu
yang butuh banyak orang lah, customer
service, marketing, data analisis
operasional, sekarang tuh sudah mulai
bisa diotomasi. Jadi pekerjaan-pekerjaan
atau talenta di perusahaan yang tanda
kutip knowledge worker kerjanya di depan
laptop. Ironisnya yang paling bisa dapat
benefit dengan AI tapi paling rentan
kalau misalnya AI mengotomasi kerja
mereka. Tapi on site note, sebenarnya
kasus Tokopedia bukan cuma sekedar
otomisasi, tapi ada kemungkinan fungsi
teknisnya dipusatin [musik] ke sistem
dan team bike di China. In a way
bukannya salah nih, tapi secara bisnis
Indonesia ya jadi pasar jutaan pengguna,
jutaan transaksi, tapi teknologi intinya
[musik] AI, high value work-nya justru
dikendaliin dari sana. Disclaimer ini
hipotesa [musik] gua ya. Anyway, kalau
ini dilanjutin dan resikonya tuh memang
ada dan secara bisnis itu sebenarnya
enggak salah, efisiensi kan. Mungkin
perannya Indonesia adalah gimana cara
kita mitigasi resiko kehilangan lapangan
pekerjaan, kemampuan untuk membangun dan
menguasai teknologi dan sistem yang
dipakai masyarakatnya. Ironisnya justru
emang sesuai dengan headline sih. Lihat
PHK 90% [musik] that's it. Titik. Tapi
enggak benar-benar dianalisa apa
implikasi dari headline ini. Padahal ini
belum terkonfirmasi dan mungkin ada
cerita yang lebih [musik] besar lagi.
Tapi kebetulan gua pengen ngebuka mata
lah. Angle yang sebenarnya lagi terjadi
di hampir semua perusahaan besar di
Indonesia. Oke, gua tahu beberapa bakal
ngerasa kok jadi bahas [musik] yang
lain. Jadi sebenarnya 90% itu benar atau
enggak? Terus kita harus ngapain? Ini
informasinya apa pentingnya buat gua?
Kalau menurut gua balik ke pertanyaan
awal, apakah 90% karyawan Tokopedia
benar-benar dipecat sisa 35 doang? Data
sekarang yang gua pegang per syuting ini
kemungkinan besar angkanya
dibesar-besarkan. [musik]
Karena secara yang resmi terkonfirmasi
itu 200 orang lah ambil kompensasi di
gelombang terakhir. Tapi sebenarnya
ambil kompensasi, PHK atau apa itu tuh
cuma framing atau frasa yang mungkin
bisa dihaluskan atau bisa dikasarkan.
Karena bagian kata-kata dari DPR [musik]
sendiri nyimpulin oh enggak ada pH
massal kayak yang diributin. Anyway ada
unsur-unsur ya jangan sampai ada
kepanikan massal. Jangan sampai ini
malah jadi ketakutan warga soal lapangan
pekerjaan. Toh 35 programmer juga rumor
dari narasumber yang belum [musik]
terkonfirmasi. Tapi ya bukan berarti
perjalanan ini tuh semuanya hoa karena
polanya tuh ada tiga gelombang PHK.
Makin lama mengerucut ke divisi
teknologi yang diown sama parent company
dan banyak banget harusnya posisi-posisi
double operasional, IT, fulfillment
sampai sekarang ke jantung perusahaan
teknologi yaitu [musik] engineering
programmer. Barengan sama perusahaan
yang menurut gua salah satu yang sangat
banyak investasi ke AI. Jadi angkanya
mungkin salah tapi arahnya ya kita bisa
lihat secara logika. Menurut gua ini
letak masalah yang lebih penting buat
kita sebagai orang Indonesia. Karena
[musik] kalau beneran AI ini mulai
ngegantiin kerjaan-kerjaan teknis,
pertanyaan tuh bukan kapan ini berhenti,
kapan akan stop PHK? Pertanyaannya
kalian mau ada yang di posisi yang
digantiin atau posisi yang megang
tools-nya yang enggak bisa digantiin?
Kalau gue cuma kasih saran belajar AI,
ya semua orang memang harus belajar AI.
Gua sampai punya komunitas sendiri yang
gua bangun secara gratis. Gua taruh
linknya di bawah dan balik [musik] lagi,
posisi yang paling gampang hilang itu
bukan posisi yang paling gampang, tapi
posisi yang paling gampang ditiru pola
kerjanya [musik] sama EA. Kerjaan
beruang yang tanpa mikir itu yang paling
rentan. Tapi kalau kalian bisa mikir dan
bisa ngerahin [musik] AI itu bukan cuma
enggak rentan, itu malah dicari sama
orang. Kalau kalian penasaran kalian
lihat deh obrolannya di komunitas AI
gua. Tapi menurut kalian gimana kasus
Tokopedia dan B [musik] dan ini dan
kenapa pemerintah ikut campur tangan?
See you guys next video. Bye- bye.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Mi niñez fue un fusil AK-47
Comisión de la Verdad · Spanish

7. Un Remanente Fiel - Pr. Esteban Bohr || Verdades Para Este Tiempo
SUMtv Latino · Spanish

PENGERTIAN RELASI, FUNGSI, DOMAIN,KODOMAIN DAN RANGE
Utak Atik Otak · English

ساعة الأثرياء | الدحيح
New Media Academy Life · Arabic

You Won't Believe How Easy AlpineQuest Software Makes Geological Field Work | Offline Mapping
MOoDY 4 knOwledge · English

Mundos Olvidados
Cinematix · English

🎨 Apa Itu Sebenarnya Pelajaran Seni? #BelajardiRumah
Kok Bisa? · English

Bab-I: Teks Laporan Hasil Observasi kelas 10 SMA/SMK ~ Bahasa Indonesia
Belajar Prestasi · Indonesian

KONSEP BUDAYA| PENGERTIAN BUDAYA DAN SENI
BU APRIL · Indonesian

العقيدة الطحاوية (٤٠) | شرح أ.د. صالح سندي
أ.د. صالح سندي · English

Living the Change: Inspiring Stories for a Sustainable Future (Free Full Documentary)
Happen Films · Indonesian

SENI BUDAYA (SENI TARI) "ELEMEN DASAR TARI"
Budianing DNA · English
Get the TLDR of any YouTube video
Transcribe, summarize, and repurpose videos in 125+ languages — free, no signup required.