Rekaman suaraaaaa kompreee akuu
Tapi lawan cuma kawan-kawan yang alaizak
apa gigi jadi agak ada masuk agak payah
deg-deganak
pas e setol tuh ada alat itu
ee ketahan diam jadi gak bisa ngcek yang
agak kacang-kacang ituak
anda gigi itu anda mana yang masalah
oh raha jadi rahana tuh ada ee kiri
kanan tu sama Jadi yang sebelah itu lari
dan pakai ikut alur dari luar nampak
tapi dia tidur di nampak mengganggu
waktu itu karena mengunyah cek ke dokter
ternyata
diaman
ini ada yang mengamus tu
kan gitu kan lung-lang
kan jadah gitu jadi payah mengaku jadi
kalau jatuh rahap lebih lebih b yang
lebih ee anunya apa ku
yang standar
bu
masalahnya
sebagai cak
kalau gak di rahm karena
Nyesuk makan nyesuk
anak dulu mana
anak gadang
pengin tu mama ee tahu buuh kan saya itu
menuju awak
perintah kalau saya dibagi
hasilnya kalau memang harus pakai pakai
kalau tidak gimana
Ana ana dia, Bu. Oh,
itu dulu konsultasi
ya
dulu kalau pakai bendel pun begint
dalam hasilnya itu dibaculu 3 hari
setelah itu baru k datang balik baru
cetak dulu cetak itu kan dulu baru baru
sama daripada
awak mendak
oke dulu
buka dulu
siapa
lagi gala. Oke, kita mulai ya, Bu
Ibu-ibu ya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil
alamin. Ee kita sudah bisa hadir pada
ujian skripsi atau ee apatif pada pagi
hari ini. Yang sama-sama kita hormati
Ibu dosen pemilih 1, Ibu dr. Darirahara
Spdp dan Ibu eh dosen pemili Ibuia
SPD, MPD yang sudah sama-sama hadir di
tengah-tengah kita bersama dan MI yang
sudah hadir pada hari ini. Meni sehat?
Alhamdulillah. Nah, oke. Ee sudah siap
untuk di ee sidang hari ini ya?
Siap, Ibu.
Oke. Baik. Dalam sesi ee sangkui kali
ini ada tiga sisi nantinya di mana sesi
pertama adalah penyampaian dari hasil
dari penelitian saudari.
Kemudian nanti susi ee tanya jawab ya
dengan jawab pengudi. Kemudian sesi
ketiga adalah ee hasilnya nanti akan
disampaikan. Nah, untuk sesi pertama ini
silakan nanti sampaikan ee latar
belakang kemudian langsung melompat ke
bab saja. Setelah itu ee waktu yang
diberikan itu sekitar 10 menit ya, tidak
lama-lama tidak semuanya pula yang
dibacakan ya karena kan perempuannya
sudah ada poinnya. Oke, begitu ya. Oke,
jadi siap.
Oke, Bu. Siap.
Nah, apa perlu minum dulu at?
Nah, baik. Ee ee Ibu-ibu kita mulai saja
pertama. Silakan kepada
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk
kita semua. Yang saya hormati Ibu Dr.
Leni Zahara, S.D.Mp selaku penguji 1.
Yang saya hormati Ibu Afriza Media,
S.Pd., M.Pd. selaku penguji DU. Dan yang
saya hormati Ibu dosen pembimbing Ibu
Hana Silvia Iraki, M.Pd. selaku dosen
pembimbing saya. Pertama-tama izinkan
saya mengucapkan terima kasih banyak
atas waktu yang diberikan kepada saya
pada hari ini
untuk mempresentasikan
hasil hasil pembahasan dan penelitian
saya tentang peningkatan hasil belajar
murid menggunakan model kooperatif
dengan metode indeks cut match pada
pembelajaran IPAS di kelas 4 SDN 22
Lubeng.
Seperti yang dikatakan oleh Ibu dosen
pemimpin saya tadi bahwa kita akan
lanjut ke bab 1 latar belakang masalah
penelitian.
Jadi berdasarkan hasil observasi dan
wawancara pada tanggal 15 13 sampai 15
Januari 2026 dengan guru kelas 4
ditemukan permasalahan yang menghambat
pencapaian hasil belajar optimal yaitu
di mana rata-rata nilai IPA siswa itu
hanya mencapai 68,9
dari 22 siswa kelas 4 dan terdapat 13
orang atau 59% yang belum mencapai KKTP
yang ditetapkan yaitu 75. Sementara
hanya 9 orang atau sebanyak 41%-nya
yang tuntas. Di mana kondisi ini masih
jauh dari target ketuntasan klasikal
minimal siswa yang ditetapkan yaitu 80%.
dan aspek atau kendala atau
ee apa yang membuat masalah ini ada
yaitu setelah dilihat ketika observasi
kemarin yaitu ada tiga aspek. Yang
pertama, aspek metode pembelajaran yang
di mana masih didominasi oleh ceramah
dan belum mendorong keterlibatan aktif
siswa atau masih berbasis teacher
center. Selanjutnya itu ada aspek
karakteristik siswa yang di mana siswa
lebih aktif saat bekerja kelompok namun
pemahaman materi mereka masih rendah.
Lalu juga ada aspek sarana dan prasarana
prasarananya yang di mana media
pembelajaran IPAS itu terbatas sehingga
mengurangi variasi metode yang dapat
diterapkan.
Selanjutnya solusi yang saya tawarkan,
peneliti tawarkan adalah model
koperative learning dengan metode indeks
card match. Di mana metode ini
melibatkan faktu yang berisi pertanyaan
dan jawaban di mana siswa mencari
pasangan kartunya. Dan proses ini
menciptakan suasana pembelajaran yang
dinamis, menyenangkan, dan juga
mendorong siswa untuk aktif bergerak.
Dan keunggulan metode Card ini adalah
emakomodasi karakteristik siswa yang
senang bergerak dan bekerja kelompok,
meningkatkan daya ingat dan pemahaman
melalui aktivitas bermakna
dan lalu tidak memerlukan sarana yang
rumit, hanya berbentuk kartu sederhana.
Lalu selanjutnya yaitu dapat
meningkatkan keaktifan siswa melalui
unsur permainan dan kompetisi.
Selanjutnya
kita masuk ke bagian
bab 4 hasil penelitian dan pembahasan
yang di mana di sini terbagi menjadi
tiga yaitu kondisi awal siklus 1
pertemuan 1, siklus 1 pertemuan du
siklus du pembahasan antar siklus dan
keterbatasan penelitian.
Untuk kondisi awal didapat nilai atau
datanya dari data penilaian harian mata
pelajaran IPAS di kelas 4 SDN 22 Lubeng
dengan presentasi ketuntasan yaitu
presentasi ketuntasan yaitu 59%
dengan jumlah 13 orang yang tidak tuntas
dan 41% dengan jumlah 9 orang yang
tuntas dengan temuan awal yaitu aspek
guru, aspek murid dan aspek RPM.
Lalu di sini peneliti dan guru
merencanakan ee apa yang akan
dilanjutkan pada siklus 1 dan siklus du
yang di mana di sini peneliti sebagai
praktisi dan guru kelas sebagai observer
menetapkan bahwa jadwal penelitian
menetapkan jadwal penelitian dan
menganalisis CT lalu merancang RPM
sesuai cooperative learning tipe
indexnage lalu membuat dan menyusunkan
kartu ICM sesuai materi pembelajaran
menyusun lembar kerja murid dan soal
evaluasi. Lalu merancang instrumen yaitu
instrumen observasi aktivitas guru,
aktivitas murid, aktivitas jurnal sikap,
dan juga rubrik keterampilan. Lalu
mendiskusikan teknik pengumpulan data
dengan guru kelas agar observasi
berjalan sistematis.
Selanjutnya pelaksanaan pelaksanaan
siklus 1 dan siklus 2 yang di mana pada
pertemuan satu dilaksanakan pada hari
Senin tanggal 11 Mei 2026 dengan 2 JP
dan materi yaitu kearifan lokal
masyarakat.
Pertemuan dua yaitu Selasa, 19 Mei 2026
dengan materi tradisi dan budaya
masyarakat sekitarku siklus 2 pada hari
Kamis 21 Mei 2026. Sikapku terhadap
keberagaman budaya dengan masing-masing
em
langkah yaitu ada kegiatan pendahuluan
yang berisi orientasi persepsi
kesepakatan kelas dan SBQ. Kegiatan inti
yaitu membentuk kelompok heterogen,
penerapan ICM, presentasi dan penguatan
materi. Lalu yang terakhir juga ada
kegiatan penutup yaitu kesimpulan,
evaluasi tertulis dan refleksi dan
penutup.
Lalu yang selanjutnya yaitu pengamatan
siklus 1 dan siklus 2. Pada aspek RPM
pertemuan 1 dari 85,71%
berpredikat baik lalu meningkat pada
pertemuan 2 yaitu 89,28%
dengan predikat baik. Pada siklus 3 pada
siklus 2 meningkat 92,85%
dengan predikat sangat baik. Untuk aspek
aktivitas guru dari 85,71%
meningkat menjadi 89,28%
pada pertemuan 2. Lalu pada siklus 2
meningkat menjadi 96,49%.
Pada aktivitas murid dari 78,57%
dengan predikat cukup meningkat menjadi
85,71%
dengan predikat baik pada pertemuan 2.
Lalu pada siklus 2 meningkat dari jadi
92,85%
dengan predikat sangat baik. Untuk sikap
afektifnya, untuk penilaian afektif ee
meningkatkan juga. Ada juga
peningkatannya yaitu dari pertemuan 1
yaitu 70,73
dengan predikat masih kurang. Lalu pada
siklus 1 pertemuan 2 mulai meningkat
menjadi 81,4
dengan predikat baik. Lalu
pada siklus 2 meningkat jadi 86,64
dengan kredit sangat baik.
Untuk aspek pengetahuan atau kognitif di
sini juga mengalami peningkatan yang
signifikan yaitu dari pertemuan 1 68,18
dengan predikat kurang tetapi pada
pertemuan 2 meningkat menjadi 77,72
dengan predikat cukup. Pada siklus 2
meningkat menjadi 89,9
dengan predikat sangat baik.
Selanjutnya untuk aspek keterampilan
atau motor dari pertemuan 1 yaitu dengan
nilai 74,23
dalam predikat cukup meningkat pada
siklus 1 pertemuan 2 78,78
dengan predikat baik. Lalu pada siklus 2
meningkat lagi menjadi 88,25
dengan predikat sangat baik.
Untuk refleksi siklus 1 dan siklus 2.
Di sini pada siklus 1 murid belum
terbiasa menggunakan metode indeks cut
match yang baru pertama kali diterapkan.
Dan juga pada kegiatan penutus ee yaitu
refleksi mandiri dan menyanyikan lagu
daerah, praktisi sebagai guru masih
belum ee melaksanakan dengan maksimal.
Lalu ee guru juga masih belum memberikan
penghargaan kepada kelompok dan juga ada
kendala teknis pada penyajian materi
sehingga video yang seharusnya dijadikan
satu bentuk materi tidak dapat
ditayangkan. Lalu ee dari refleksi
siklus 1 ini dirancanglah perbaikan
untuk pelaksanaan siklus du sehingga
didapatlah refleksi siklus du yaitu guru
mampu melaksanakan seluruh sintaks
indeks card match dengan sangat baik.
Murid menunjukkan kemandirian dan
keaktifan tinggi di setiap pembelajaran.
Untuk kegiatan penutup sudah mulai
lengkap. Lalu seluruh indikator
keberhasilan PTK juga sudah tercapai
dengan timulan.
Lalu penelitian ini dihentikan pada
siklus dua karena target ketentasannya
telah tercapai.
Untuk siklus satu pembahasan antar
siklus. Untuk RPM sendiri skor RPM
meningkat dari 85,71%
pada pertemuan 1 menjadi 89,28%
pada pertemuan 2 dengan keduanya
berpredikat. Baik, kelemahan utamanya
pada RTM 31 ini yaitu ada pada
kelengkapan instrumen penilaian dan juga
lampiran program pengayaan dan remedial.
Lalu untuk pelaksanaannya aktivitas guru
meningkat dari 85,71%
ke 89,28%
dengan predikat baik dan juga aktivitas
murid meningkat dari 78,57%
dari predikat cukup ke 85,71%
dengan predikat baik. Dan juga murid di
sini pada siklus 1 pertemuan 2 mulai
terbiasa dengan sintaks ICR ini. Lalu
untuk hasil belajar murid sendiri nilai
pengetahuan meningkat dari 68,18
dengan ketuntasan 36,36%
menjadi 77,72
dengan ketuntasan 54,5%.
Nilai sikap naik dari 70,73
ke 81,4.
Lalu nilai keterampilan juga naik dari
74,23
ke 78,78.
Untuk pembahasan antar siklus siklus 2
yang pertama yaitu untuk skor RPM
meningkat menjadi 92,85%
dengan kredit card sangat baik dan
hampir seluruh komponen RPM memperoleh
skor yang maksimal.
Lalu selanjutnya itu pelaksanaan
pembelajaran aktivitas guru yang
mencapai 96,42%
dengan predikat sangat baik. Lalu
seluruh sintaks ICM sudah mulai
terlaksana dengan lengkap. Lalu untuk
aktivitas murid mencapai 92,85%
dengan predikat sangat baik dan juga
murid sudah mulai mandiri dan sangat
aktif.
Untuk hasil belajar, nilai pengetahuan
mencapai 89,9
dengan ketuntasan klasikal yaitu 90,91%
20 dari 20 murid 22 murid dengan nilai
sikap yaitu 86,64
dengan predikat sangat baik dan nilai
keterampilan 88,25
dengan predikat sangat baik yang di mana
keseluruhan dari keseluruhannya telah
melampaui target ketuntasan.
Berikut adalah grafik hasil penutnya
siklus 1 dan siklus 2.
Lalu selanjutnya untuk keterbatasan
penelitian di sini yang pertama ee
peneliti
memiliki beberapa keterbatasan
baik dari internal atau eksternal. Yang
pertama yaitu cakupan subjek yang
terbatas yang di mana hanya dilaksanakan
di kelas 4B SDN 22 Galung dengan 22 m
sehingga ini masih bersifat kontekstual
dan tidak dapat digenerasikan secara
luas. Lalu yang kedua yaitu cakupan
materi ini terbatas yang di mana pada
materi ini peneliti hanya memilih dan
baru memilih materi IPAS bab 7 yaitu
tentang keragaman budaya dan kearifan
lokal yang bersifat konseptual dan
hafalan yang di mana efektivitas pada
materi saentifik yang lain ee masih
perlu diuji. Selanjutnya itu faktor
eksternal yang di mana peneliti memiliki
keterbatasan mengendalikan faktor
eksternal seperti kondisi keluarga,
kesehatan, masalah pribadi murid yang
dapat mempengaruhi hasil belajar.
Selanjutnya yaitu jumlah siklus yang di
mana penelitian ini hanya dilaksanakan
sampai siklus dua karena indikator
keberhasilan telah tercapai tetapi belum
dapat menguji konsistensi peningkatan
pada siklus selanjutnya.
Selanjutnya bab 5 simpulan implikasi
rekomendasi. Di sini terbagi menjadi
tiga. Ada simpulan, implikasi dan
rekomendasi.
Di dalam kesimpulannya di sini
perencanaan
perencanaan rancangan pembelajaran
mendalam atau RPM meningkat dari
predikat baik pada siklus 1 menjadi
sangat baik pada siklus dua. Lalu
komponen informasi umum dan inti dan
lampiran juga semakin lalu untuk
pelaksanaan pembelajaran aktivitas guru
dan murid meningkat dari predikat baik
menjadi sangat baik melalui langkah
menyiapkan kartu, memberikan kartu,
mencari pasangan, presentasi dan
menguatkan penguatan materi. Lalu untuk
hasil belajar, sikap, pengetahuan,
keterampilan seluruhnya meningkat di
setiap siklus. mulai dari predikat
kurang dan cukup menjadi baik dan sangat
baik dengan ketuntasan klasikal yaitu
90,91%
yang di mana telah melampaui ketuntasan
faktikal yang diharapkan yaitu 80%.
Yang di mana penerapan modal kooperatif
dengan metode ICM ini proses
meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS
secara menyeluruh mulai dari RPM,
pelaksanaan pembelajaran, hasil belajar
dengan prinsip mindful, meaningful,
joyful learning dalam kurikulum merdeka.
Untuk implikasinya sendiri yang pertama
yaitu bagi guru
beralih peran dari sumber informasi
utama menjadi fasilitator yang membawa
murid belajar aktif dan kolaboratif
melalui metode ICM. Lalu bagi murid
terbiasa saling berinteraksi dan bekerja
sama menemukan pasangan kartu,
memperkuat pemahaman konsep IPA secara
mendalam bagi sekolah, memperoleh model
pembelajaran efektif untuk meningkatkan
mutu pembelajaran IPAS dan menengahkan
nilai gotong royong.
Bagi pengembangan pembelajaran IPAS
menunjukkan bahwa materi perlu dikemas
melalui aktivitas yang lebih melibatkan
murid secara aktif dan interaktif. bukan
hanya sekedar teoritis. Untuk peneliti
selanjutnya yaitu dapat mengembangkan
penelitian serupa dengan cakupan materi
lebih luas dan jenjang berbeda atau
mengintegas mengintegrasikan juga
teknologi digital.
Selanjutnya masuk ke rekomendasi yaitu
yang pertama bagi guru model kooperatif
dengan metode ICM ini sebagai alternatif
pada materi yang bersifat konteks
kontekstual dan hafalan serta
menyusutkan penguatan karakter bagi
murid yaitu diharapkan dapat
berpartisipasi aktif untuk dan
memperkuat kerja sama tim serta
menerapkan nilai gotongroyong dan
tanggung jawab dalam kehidupan
sehari-hari. bagi sekolah mendukung guru
mendukung guru mengembangkan inovasi
pembelajaran yang
dengan menyediakan saran dan prasarana
penunjang dan pelatihan profesional
berkelanjutan.
Bagi peneliti selanjutnya dapat
mengembangkan penelitian dengan cakupan
materi IPA yang lebih luas dan menambah
jumlah siklus atau mengkombinasikan juga
dengan media digital.
Mungkin hanya sekian yang dapat saya
sampaikan. Ee lebih dan kurangnya saya
menerima masukan
saran dari dosen penguji dan dosen
pembimbing saya. Untuk itu saya
kembalikan kepada Ibu Hana selaku
moderator
sebagai ketua lagi
maaf Ibu ya.
Iya.
Oke. Baik Ibu langsung selesai untuk
sesi pertama. Nah, kita masuk sesi kedua
yaitu ingin kita ini. Ee untuk yang
pertama kita persilakan kepada Ibu 1 Ibu
Dr.ilakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang sama-sama kita hormati Ibu Ketua
Timuti,
SD, MPD. Kemudian
Ibu Riza Media, SD, MPD. Dan selamat
kepada Bu Meri Akriani yang sudah maju
dalam rangka penyelesaian
studi yaitu dalam bentuk sidang akhir
skripsi. Medi Meri dalam keadaan sehat?
Insyaallah, Bu. Nah, ee sesuai dengan
apa yang Saudara tuliskan hari ini,
Saudara adalah ujian ujian konkret. Ee
untuk penulisan kelap saudara ini
menggunakan panduan apa?
Panduan yang terbaru, Ibu.
Panduan terbaru ada di
karena Meri kemarin minta Bu jadi
terburu-buru. Tapi ada di laptop.
Kok di laptop? Kalau hujan tuh semuanya
dibawa. Coba Mary ba lihat abstrak.
abstraknya di itu bukan di sana di sana.
Nah,
yang
Bu
apakah sesuai dengan coba dari tampilkan
gimana?
Kemudian dari cucokan
yang terp
ini dari segi catatannya sebenarnya
bertanya medi siap
di laptopnya
harus disediakan tentu saja dia semua
buku di bawah jadi enggak ada satuun
buku di bawah
panduan
tata cara pembuatan abstrak
kalau memang itu yang saudara ikuti
aturannya coba saudara lihat ya
Gak siap tentunya gak lama kok baru dia
awal saja baru ini tampilannya
masuk keasa lagi tempatnya
Coba saudara lihat di sini kira-kira apa
yang kurangnya saudara ini. Nah,
coba saudara lihat tampilan contoh
abstrak di sini.
Contoh abstrak
itu kan aturannya. Saya harap contohnya
lagi tampilannya dari tampilan
laptopnya
e
Kalau memang meri ini tentu meri tahu
kalau lama
enggak ada diint yang PK itu saja
sudah jelas ujian tapi enggak siap Nah,
untuk abstrak ini
saudara harus lihat kembali enggak
ketemu kan di sini karena saudara enggak
siap.
Nah, ini buru-buru aja nih
yang pertama diawali dulu dengan nama
saudara ya di atas ini setelah tulisan
akrab kemudian tahun ya. Setelah itu
judul
judul dari apa yang saudara jadikan di
sini saudara panduan.
ni kepala ada
siapan
berikut
dari apa yang saudara tuliskan Ini
sebagaimana kita ketahui kajian teori
itu merupakan jantungnya penelitian
sesuai dengan judul penelitian saudara
yaitu peningkatan hasil belajar murid
menggunakan modal koperatif dengan
indeks
pada pembelajaran pas di kelas 4 sekolah
dasar negeri 22. Oke, sekarang coba
saudara jelaskan pengertian koperatif
learning itu menurut ahli sesuai dengan
kajian teori yang saudara.
Nah, baik Ibu. Jadi eh cooperative
learning menurut Andi yaitu em
pembelajaran yang berbasis kelompok dia
bisa terbagi menjadi dua beberapa yaitu
ada metode start jingsa eh
st jingsu tgt
dan
ee
Yang saudara ini ke mana ini ya? Mere
pakai metode CM ini, Bu.
Ee lebih ke start, Bu.
Lebih ke start.
Jinsal, maaf, Bu.
Hah? Yang mana nih? Yang
jinsu.
Jinsal, Ustaz. Semuanya saudara borong,
Pak. Saudara itu
jin Bu.
Hah?
Jinu, Bu.
Itu menurut siapa? Itu tahun berapa?
Menurut ini Faturahman
sumber primernya siapa?
Sumber primernya K Furahman.
Kalau kita yang nanti kita tahu
jawabannya.
Em
tadi ada saudara kemudian ada pisau a
yang mana yang ini apakah keseluruhannya
ini saudara terapkan
pada penelitian saudara yang saudara
bilang tadi
tidak ibu
hanya salah sat
engak yang mana yang benarnya ini kalau
enggak nanti saudara nanti
Ja,
menurut siapa
sumber primernya
dulu.
Nah, di dalam ini aja kita jawab.
Ya, sekarang coba saudara saudara
jelaskan bagaimana hubungan koperatif
dalam itu dengan metode indeks
hubungannya bagaimana? hubungannya
mereka saling keterkaitan ya Bu karena
ee kooperatif itu kooperatif geng itu SK
Meri dia memang ee untuk berkegiatan
berkelompok, belajar berkelompok bersama
dan juga kebetulan Meri melihat juga
kondisi dari peserta didik yang Meri
observasi bahwa mereka memang lebih
senang untuk bekerja sama daripada harus
belajar sendiri. Yang indiri
apa?
Itu adalah metodenya, Ibu. Jadi, ee
mereka tidak hanya untuk berkelompok
saja, tetapi berkelompok tapi sambil
bermain. Ibu,
coba bagaimana
sintak dari yang Saudara sebutkan ini?
Dia tidak saja berkelompok kemudian
dia belajar satu lain. Bagaimana Sinak?
Sebentar, Ibu.
Yang di sini ada tiga
tiga tiga sumber dan Meri mengambil
halaman 44 sampai 47,
Ibu.
44
sampai 47
yang di mana di sini ee ada menurut
Zaini 2008,
ada juga menurut Supri Jono 2013. Tetapi
di sini Meri mengambil langkah milik
Silverman 2018
yang di mana di sini bagian
ICM-nya yaitu ketika murid diberikan
kartu untuk murid diberikan satu kartu
acak pertanyaan atau jawaban untuk
seluruh murid. Nanti setelah itu guru
menjadi tutor atau ee
mentutorkan bagaimana cara permainannya.
Nah, terus sebagian murid di sini akan
mendapatkan pertanyaan awal dulu, Ibu.
Karena sebelum itu kan Meri di awal
pembelajaran ee Meri akan melakukan ee
bukan ice breaking tapi lebih ke
pendalaman materi dulu. mengais ee
ingatan
langsung ke dalam materi. Bermulai
langsung ke dalam
belum ibu apersepsi.
Maaf Ibu apersepsi untuk pemahaman awal
mereka. Nah, setelah itu Mary bentuk
dulu kelompok besar heterogen berisi
kayak 5 sampai 6 orang karena enggak
genap. Terus nanti di dalam situ Meri
bagikannya secara acak. Jadi setelah
Mari bagikan secara acak kartu itu,
nanti mereka akan cari satu-satu ke
temannya yang lain. Jadi semuanya memang
bergerak, Bu. Jadi satu-satu ee mencari
jawaban dari teman-teman yang memegang
kartu pertanyaan maaf kebalik, Ibu.
Terus nanti setelah kartu itu dijawab,
didapatkan, mereka akan ee berdiri ke
depan kelas berpasangan dengan pasangan
jawabannya dari kartu pertanyaan tadi
dengan menemukan pasangan jawabannya,
lalu berdiri ke depan dan
mempresentasikan
ee apa kartu pertanyaannya, kartu
pertanyaannya dan apa kartu jawabannya.
Lalu nanti setelah itu mereka akan
kembali lagi ke kelompok besarnya.
karena orangnya acap, jadi mereka akan
kembali ke kelompok besarnya dan di
dalam kelompok besar itu mereka
mendapatkan ee LKPD atau pertanyaan
untuk kelompok dengan ee pertanyaan yang
menyesuaikan kartu mereka.
Jadi, jawabannya itu ee cakupannya luas
untuk LKPD ini sehingga nanti mereka
dapat mengisi LKPD itu menyesuaikan
dengan kartunya.
Begitu, Ibu.
Berapa lama saudar waktu?
Tiga siklus, Bu. 2 minggu. 2 minggu, Bu.
2 minggu.
Iya.
Tiga siklus.
Di sana cuma dua siklus. Kenapa tiga?
Dua siklus. Dua siklus, Bu. Apa itu?
Siklus satu pertemuan 1, siklus 1
pertemuan du, siklus du.
Terus yang tiganya satu lagi
gak ada. Ibu
enggak ada.
Dia dua siklus. Siklus satu dua
pertemuan, Ibu.
Oke,
berikutnya pada siklus satu apa ee tuan
saudara? Anak masih belum belum paham.
Bahkan pas Meri ngomong pun mereka masih
ini ngapain sih, Bu? Gitu, Bu. karena ee
ini baru pertama kali diterapkan, baru
dicobakan pertama kali juga di sekolah
itu. Dan meritanya ke guru emang belum
pernah mengadakan ee metode-metode
seperti itu. Termasuk TGT itu masih
belum ada di situ, Bu. Jadi ketika Meri
mencobakan pada sikul satu pertemuan
satu em
yang menjadikan Mary apa namanya itu
menjadikan perbaikan untuk pertemuan
duanya Bu karena memang masih belum
cukup untuk sikap juga masih kurang Ibu
lalu juga untuk pengetahuan sikapnya
kurangnya untuk menilai sikap ini dari
mana saya tahu kurangnya
ada pakai instrumen Bu instrumen
penilaian sikap yang diobservasi oleh
guru. Jadi
apa isi dari instrumen itu sehingga sa
tahu bahwasanya sikapnya kurang gitu?
Ke ee ada dia meliputi ee empat pilar ee
dimensi kelulusan Pancasila, Ibu.
Ketakwaan. Ketakwaan. Emm.
Ketakwaan. Lalu
coba satu.
Ketakwaan dan
satu apa? Satu apa?
Satu
ketakwaan yang ketakwaan
kepada
Tuhan yang maha esa, Bu.
Ah. Terus yang kedua.
Lalu yang kedua itu gotong royong.
Gotong royong. Yang ketiga itu ee
yang ketiga itu
yang ketiga. Yang kedua,
ngambil ngambilnya random ibu kan dia
ada enam pilar. E kata kalau seingat
Mary, dia enggak boleh masuk semuanya,
Ibu. Waktu Mary pertama bikin modul
alasannya boleh masuk apa?
Enggak bisa masuk semuanya karena
melihat apa yang akan Meri nilai di
situ. Ibu Meri mau nilai apanya gitu.
Nah, yang pertama apa yang mau dinilai?
Keimanan dan ketakwaan.
Nah, terus
terus kolaborasi, penalaran kritis sama
kreativitas.
Kreativitas. Karena di dalam LKPD siklus
dua atau siklus eh siklus 1 pertemuan
dua dan siklus dua seingat meri ada
menggambar juga gitu.
Menggambar.
Iya. Untuk LKP
IPAS Ibu
IPAS IPASnya ini karena itu kan ada dua
IPA dan IPS. Fokusnya ke mana?
IPS.
Ke IPS.
Iya. Terus kok ada materi?
Ee dia di LKPD ini Bu
ee 336
bisa dilihat juga Ibu sama
336.
Iya.
236 dan
239.
Iya, Bu.
Soal berikut
propi tempat tinggalmu.
Cikasnya kemudian gambar deskripsi
gambarlah ikon terkenal dari posisi
juga makanan
rumah adat dan pakaian adat. Ini
cerita-cerita tentang
tersebut.
Meri, Bu.
Materi pembelajaran yang Saudara
fokuskan pada penelitian saudara apa
materi?
yang Meri kan karena Meri bertahap Ibu
tiga pertemuan jadi perbab gitu ibu di
pertemuan di siklus satu pertemuan satu
itu bab satu yaitu kean kearifan lokal
kearifan lokal ee
kearifan lokal masyarakat sekitarku lalu
di pertemuan dua ee tradisi masyarakat
sekitarku lalu di pertemuan yang siklus
dua itu ibu ee sikapku terhadap
keberagaman budaya jadi mirip perbab
gitu, Ibu.
Untuk
jelajah daerahku ini berarti materi mana
yang Saudara jadikan
ee sebagai
soal untuk memberikan
ee
masih sikapku terhadap keberagaman
budaya, Ibu?
Sikap keberagaman budaya. Karena
keberagaman budaya cakupannya sangat
luas. Jadi ini seharusnya
acak, Ibu.
Oke. Terus coba saudara lihat RPM
di sekolah
modul atau RPM?
Masih modul kemarin, Ibu.
Masih modul.
Iya, masih modul ya kan?
Iya, Ibu.
Dan juga KKTP mereka, Maaf. KKTP mereka
masih 75
belum ke-80, Ibu. Ah, tahu enggak
Maring?
Iya, Ibu.
Apa artinya KKTP itu?
Ketuntasan kriteria
ketentasan
kriteria ketercapaian belajar belajar.
Ck
ketercapaian.
Heh,
ketuntasan
boleh balik.
ketercapaian, ketuntasan,
kriteria
krit
apa? kriteria
kriteria
ketentasan
ee
ketentasan
pelajar
saya lihat KTP itu e ngomong KTP tapi
yang KTP itu sendiri enggak tahu.
Kemudian manggura dari KKTP itu ah coba
jawab dulu apa panjang dari KKTP ya.
Nah, ini istilah yang ada di dalam
pembelajaran ya. Nah,
aku berizin ya, Bu.
pasang klasikal Ah.
Gak gak masuk karena Mary
apa ibu
yang membuat ini siapa
Mary Bu
kalau kita yang membuat tentu tahu kita
sementara Meri tahu KTP-nya 75 belum 80
nah sekarang arti KKTP SP dulu kemudian
maknanya lagi ya. Kalau memang saudara
pengertian tindakan kelas saudara harus
mengetahui
kalau gak dia tindakan. I bu
nah
diperbaiki Bu.
Coba apa titik?
Ketentasan klasikal.
Mana klasikal sayang? Kriteria
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Maaf ya Bu diperbaiki.
Kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran.
Nah, kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran
ya.
Sudah, Ibu.
Sekarang maknanya lagi. Tadi saudara
bilang 75 kemudian belum 80. Apa makna
75 di KKT? Tahu enggak metode maknanya?
Hm.
tahu dong. Makanya di tuh cari
sudah PR kalau saya sudah mantan dulu
insyaallah saya tahu
KKT KKTP dan juga arti makna KKTP
makna dari nilai 75 itu apa gitu
kemudian 80 itu apa?
Heeh.
Pembalik tahu dari Buan
ibu kalau ada yang bertanya langsung
bilang gak tahu. Coba usaha dulu ngomong
salah nanti lain pula penilaian aku
diperbaiki Bu.
Nah karena waktu ee kita sampai jam 09
ya Anda ya.
Iya
ee sudah tinggal 15 menit lagi tentang
Bu.
Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ibu kembalikan kepada Ibu
Ketua
Ibu ee ini
satu kita masuk pada pembi dua yaitu Ibu
ee Afah. Kepada Ibu Aizah disilakan.
Oke, terima kasih.
Oke. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang sama-sama kita hormati Ibu eh ketua
ketua komi Ibu Hasia IAKI kemudian Ibu
timi Ibu Dr. Zahar SPD dan selamatani
panggilannya meri. Oke siap untuk bisah
hari ini?
Siap Bu.
Oke. Ee apa mungkin ada beberapa yang
akan Ibu tanyakan atau mungkin ada yang
perbaikan di dalam skripsinya.
Nah, sebelumnya itu Ibu ingin menanyakan
ini melanjutkan dari pertanyaan Ibu ini
ya.
Nah, ini kan pakai modal koperatif.
Iya, Bu.
Ya,
dengan metode indeks CM.
Nah, Ibu tanya modal koperatifnya di
sini ee ICI adalah tipenya atau
menggabungkan dua buah satu model
digabungkan dengan metode atau
bagaimana?
Metode saja Bu. metode berarti koperatif
ini tipenya ada
kan banyak tuh kooperatif ini tipenya
apakah jigsa
atau apa jingsa Bu
JSAL berarti ini ee tahu ya
karakteristik dari JSAL itu seperti apa
insyaallah
nah gak bisa kita mengira-ngira oh ini
maksudnya fix seperti itu. Kalau emang
ada tipe dari koperatif ini dibuatkan di
sini. Soalnya kalau koperatif ini
ibaratnya banyak tipenya. Pilihlah yang
mana gitu. Sesuaikan dengan izin Ibu itu
meri lampirkan di materi di pembahasan
saja atau masuk juga ke dalam judul?
Kalau seandainya ee apa ke dalam itu
masukkanlah ke dalam bab duanya.
Nah, Bu bagusnya tipenya apa gitu. kan
umumnya
biar lebih spesifik Bu.
Oke. Itu mengenai apanya model
pembelajarannya.
Ee kemudian Ibu ya itu Bu ee setuju
dengan Ibu dokter ini di abstra ini
kelihat coba lihat syarat buat abstrak
bagaimana.
Panduan gak ada belum.
Nah panduannya dilihat ya kan. Nah
abstrak itu harus berapa paragraf? Nah,
terus apa yang ada di sana gitu?
Katanya juga bahwa 200 sampai 250.
Iya. Habis itu sekarang abstrak itu
sudah ada pakai bahasa Inggris.
Ah, Indonesia dan Inggris gitu.
Heeh. Iya. Coba lihat ini bukunya ya.
Oke. Sekarang nah ee lanjut.
Nah, kemudian ini Ibu ee apa menanyakan
sekalian urutan dari proposalnya ya dari
awal sampai. Nah, di sini di dalam
abstrak itu ibu lihat nih di
Nah, ya salah satu kesalahan abstrak ini
adalah jumlahnya cuma dua paragraf. Nah,
itu kesalahan salah satunya. Ada lagi
apa tuh misalnya judul identitas
abstraknya tidak ada. Nah, nah coba
lihat di paragraf 1 di kalimat terakhir
di abstraknya.
Ibu. Nah, di sini data penelitian
diperoleh melalui lembar observasi, tes
hasil belajar dan dokumentasi.
Ini maksudnya apa ya dari kalimat ini?
Ee maksudnya Ibu ee keseluruhannya Ibu.
Rangkuman dari keseluruhannya di mana
data itu didapatkan.
Nah, kita sebagai ee apa ya? Kita akan
melalui metode nih secara istilahnya
kan.
ee ada observasi mulai ee ada
langkah-langkahnya apa istilahnya itu
apa namanya
bukan ee bukan cinta ee ibaratnya kita
itu kan yang apa yang ada itu yang kita
kerjakan gitu kan ilmiah kan istilahnya.
Nah di sini kata-kata ini ee ibaratnya
ketika ada orang membaca ini amibu
laginya ini enggak jelas gitu. Nah,
apakah di sini menceritakan mengenai
instrumen datanya adalah ini, ini, ini
atau teknik penelitiannya ini, ini, ini.
Kita akan di sini membahas mengenai
teknik pengumpulan data, ada instrumen
pengumpulan data dan teknik analisis
data, ya kan? Nah, kalau ini enggak
jelas ini apakah instrumennya maksudnya
atau tekniknya yang ee apa yang Meri
sampaikan ini apanya?
Harusnya Meri menyampaikan teknik
pengumpulan datanya, Ibu.
Nah, berarti ini diperbaiki bahasanya
ya. Ee benar-benar sesuaikanlah
e bentukan. Adapun teknik pengumpulan
datanya ini dengan instrumennya ini.
Jadi jelas apa yang disampaikan.
Baik, Ibu.
Oke, itu untuk abstrak. Kita lanjut
untuk Ibu tadi sedikit untuk bahas
mengenai latar belakang sedikit. Ee ini
mengenai di atas tabel ada Bu paragraf
di atas tabel.
Paragraf di atas tabel halaman berapa,
Ibu? Maaf. Ini Word, Bu. Ini kan pakai
Word ya. Nanti ada acaknya takutnya
enggak sama yang lain.
Tabel 1.1.
Tabel 1.1 coba
di atasnya.
Iya, Ibu. Sudah.
Oke, coba baca kalimat terakhir
yang data primer.
Hah?
Yang daftar nama di atasnya, Bu.
Enggak. Ada paragraf berbagai
permasalahan tersebut. untuk berdampak
langsung pada hasil belajar murid di
atas tabel sebelum tabel.
Baik, Ibu.
Oke.
Berbagai permasalahan tersebut berdampak
Bu yang kalimat terakhir aja.
Em kondisi ini masih jauh dari target
ketentasan klasikal yang diharapkan
yaitu minimal 80% murid mencapai KKTP.
Oke. Ini maksudnya apa?
Ee di sini maksudnya dari tabel itu,
dari sebelum tabel itu ee Mary melihat
dulu kalau misalnya ketuntasannya masih
belum mencapai, masih di bawah 80% itu,
Ibu.
Oke. Dari mana Meri menetapkan minimal
yang 80% ini? Dari
dari yang mau Meri tuntaskan ya, Bu?
Dari penelitian Meri yang mau Meri kejar
segitu hasilnya. Mau menuntaskan apa
yang udah e mau Meri buat. Dari mana
sumber Meri menyatakan bahwa minimalnya
adalah 60%?
Tidak ada sumber, Ibu. Karena Merim
melakukan itu sendiri.
Ah,
itu ibu pun melihat di bab tiga dulu
mungkin di waktu seminar mungkin Ibu
menyarankan mencari indikator
pemberhasilan kan ya.
Iya. Nah, ini ee di dalam ini Bu ee Meri
mencoba untuk memasukkannya sudah
berusaha untuk memasukkan sudah. Nah,
cuman di sini enggak kita yang mengira.
Anggapnya gini, kita kan melakukan
penelitian itu pasti ada dasarnya, ada
sumbernya, ada rujukannya. T bisa
perkiraan kita aja 80%, 70%, 75% bisa.
Jadi harus ada sumbernya ya. Iya, Ibu.
Catat. Carilah referensi untuk indikator
keberhasilan ini. Nah, misalnya yang
itunya ya, yang ee ahli pertamanya
ee yang utama aja.
Yang pertama yang menyampaikan bahwa
untuk PTK ini ee siklus kan berhenti
kapan?
Ee di siklus dua, Ibu.
Kapan e syarat siklus berhenti? Apa?
Ketuntasannya sudah tercapai.
Ketuntasannya ini berapa? Ketentasannya
Meri tetapkan tadi itu ibu 80%.
Nah, itu namanya indikator keberhasilan.
Baik, Ibu.
Nah, indikator itu yang harus cari
sumbernya siapa yang dituntukkan. Kalau
cuma kita sendiri kan ibaratnya bukan
penelitian ilmiah di sini gak ada
rumkannya mana gitu.
Iya, Bu.
Iya, ya.
Diperbaiki, Bu.
Nah, mungkin ini ada beberapa paragraf
yang kalimatnya berarti satu kalimat ya.
Nah, kalimat yang dikatakan satu
paragraf itu minimalnya berapa kalimat?
10 8 sampai 10, Bu. Maaf, Ibu.
Maaf itu satu ini. Maaf, Ibu.
Maaf, maaf. Satu paragraf e 2 sampai 4.
2 sampai empat boleh dua
tiga
bagusnya. Tiga.
Tiga bagusnya, Bu.
Ee yang dua itu kalimat apa aja dalamnya
biasanya?
Yang dua itu
kalimat
penjabaran aja, Ibu.
Apa?
Penjabaran aja.
Nah, satu lagi
ee
ada kalimat, ada kalimat penjelas ya
kan. Nah, itu bagusnya tiga lah. Satu,
pertama, dua penjelasnya nanti
ya. Nanti perhatikan untuk paragraf yang
lain ya.
Nah, lanjut di rumusan masalah.
Nah,
rumusan masalah ini gitu di mana Ibu
bisa mendapatkan di bagian mana untuk
menjawab rumusan masalahnya di mana
dari hasilnya Ibu hasil penelitian Meri
ee pada bab 4
kalau hasil kan itu pembahasan.
Nah, sekarang untuk menjawab rumusan
masalah ini lihatnya di mana?
Ee
bentar ibu.
Kalau pembahasan kan kita membahas ini
tidak sesuai ini ini nih kan narasi kita
mengenai kondisi saat ini ya sekarang
ada ada rumusan masalah ada penelitian
pasti ada tempat bagian kita menjawabnya
gimana
pada kesimpulan. Nah, sekarang coba
lihat kesimpulan. Samakan antara
kesimpulan dengan
coba yang satuannya apa?
Sebentar, Ibu.
Kalau itu halaman 12
coba keraskan
rumusan masalahnya.
satu ee bagaimana karakteristik murid
pada model kooperatif
model model kooperatif menggunakan
metode ICM dapat meningkatkan hasil
belajar siswa. Dalam kesimpulan
di dalam kesimpulan
belum
belum ada belum ada ter di belum ada
masuk Bu
belum ada masuk ke dalam skripsi
enggak maksudnya belum ada masuk dalam
bentuk yang utuh gitu Bu karena masih
menjal
coba sekarang baca baca kesimpulannya
satu
rancangan ee RPM M pada pembelajaran
IPAS di kelas 4 ee menggunakan model
kooperatif
yang komponen penyusunan terdiri dari
informasi umum. Lalu juga hasil
penilaian RPM dari siklus 1 sampai
siklus 2 mengalami peningkatan. Pada
siklus satu rata-rata nilai perencanaan
pembelajaran mencapai predikat baik.
Oke.
Ee terus
oke
dapat dikatakan bahwasanya perencanaan
pelaksanaan
oke dan dapat dilihat
apakah menurut Meri ya kan
ee narasi untuk rumusan masalah satu
terjawab oleh kesimpulan satu?
Tidak Ibu.
Kenapa?
Karena belum ada karakteristik muridnya
yang di kesimpulan nomor satu Bu.
Karakteristik. Apa hubungan
karakteristik dengan perencanaan?
Ada enggak?
Tidak.
Nah, ini Ibu bertanya nih ee rumusan
masalahnya satu, bagaimana
karakteristik? Yang kedua, apakah model
ini? Mod ini dapat meningkatkan ini.
Yang ketiga, cara mengukur peningkat A
cara mengukur. Nah, ini rumusan
masalahnya
ini menjadi cara sendiri atau enggak
melihat pola dari skripsi sebelumnya?
Kemarin sudah diperbaiki, Ibu.
Nah, terus bukan
ee cara mengukurnya dengan instrumen
yang ada untuk observasi. Nah, untuk PTK
ini kita umumkan dengan sintak PTK. PTK
itu apa?
Ada pelaks perencanaan, pelaksanaan,
ee tindakan,
lalu ada refleksi.
Oke. Nah, makanya untuk rumusan masalah
ini emang perencanaan kan sesuai. Jadi,
bagaimana perencanaan
pada ee pembelajaran menggunakan model
ini, ini, ini, ini, gitu. yang ketulnya
baru ee bagaimana pelaksanaan ini nih ni
nih baru terhadap bagaimana peningkatan
bisa kerja karena kita kaitkan dengan
siklus eh bukan sintak PK-nya jadi bukan
ini ya masal-masalahnya kalau dilihat
dari kesimpulan itu sudah sesuai itu kan
satu perencanaan dua mengenai
pelaksanaan mungkin ya
cuman karena rumus permasalahan ini yang
perlu diperbagi ya
berarti ini di dirombak lagi dikit ya Bu
iya perencanaan apa ini ya masalah diani
sesuai dengan kan bagaimana perencanaan
pembelajaran menggunakan ini bla bla bla
bla bla bla hati-hati yang kedua
bagaimana pelaksanaan lagi ini enggak
dirak di berarti ibaratnya
menukar di rumusan masalah sama di
TP-nya tuj penelitian
ya kan ini melihat antara rumusan
masalah sama tujuan penelitiannya sama
itu perbaiki rumusan masalah perbaiki
tujuan penelitian
diperbaiki
Nah, kemudian lihat kesimpulan.
Kesimpulan itu berapa jumlah
yang disimpulkannya?
Lebih dari
empat.
Nah, masalah ada apa, Pak?
Ada tiga, ya, Bu. Nah, jadi hal-hal
dasar ketika kita menulis itu harus kita
pahami. Soalnya Ibu pun merasa sebagai
dosen penguring ya, tidak semua yang ada
tulisan yang ada di skripsi ini terbaca
oleh dosen pedi soalnya setebal itu akan
terbaca oleh dosen pedi enggak mungkin
ya kan. ya. Nah, hal-hal dasar itu harus
tahu kita bagaimana penulisan, bagaimana
rumusan masalah yang merdeka bagaimana
cara membuat kesimpulan bagaimana itu
emang dasar tuh emang harus kita yang
pahami
ya.
Baik.
Nah, kemudian Ibu ini materinya tadi IPS
berarti ya.
Iya, Bu. Nah, alangkah bagusnya di judul
bagusnya buat UPS saja, Nak. Bu, enggak
usah dipas lagi, Nak. IPS saja langsung
buat karena matnya IPS langsung aja buat
IPS gitu pasas gimana? Iya, di judul.
Oh, memang saja saja.
ee karena ee di SD itu materinya yang
ada pas ya kan sekarang judulnya enggak
materiya
kan ee metode dan model hasil hasil
dapat kemarin katanya ee masa ipas-ipas
di judul lagi langsung aja IPA atau IPS
gitu coba sudah ada
gak ada pembelajaran IPAS IPS di SD ada
jajan tapi Kalau di
tapi apakah mungkin menyesirkan dengan
skripsi kurang Bu?
Heeh iya tapi pas ee di SD
pasasnya di
Heeh. pembelajaran
pembelajaran pembelajaran pembelajaran
iya dia pembelajaran kecuali hasil
belajar
kalau hasil belajar baru itu biar aja
pas ya
kemudian ini materinya IPS ee Meri.
Nah, Ibu lihat di ruang lingkup materi
di sini Meri membuatkan keduanya ya
juga-nya juga. Iya, karena harus dibahas
sedikit katanya, Ibu.
Nah, oke. Nah, ee ini untuk menghemat
efisiensi skripsi itu biasanya untuk
ruang lingkung ini cukup materi yang
kita pilih,
materi yang kita pilih ya, IPA. Berarti
materi IPA IPA itu kan ee miri melakukan
siklusnya ada dua kan
pertemuannya tiga.
Iya.
Berarti ketiga materi itu yang
dimasukkan ke sini gitu.
Oh, yang kelihatan di sikapku terhadap
keberagan budaya ibu. materi yang lain
dial itu enggak usah
khusus IPS saja, Bu.
Iya, sesuai dengan materi. Nah, kemudian
Ibu lihat ee kerangka berpikirnya ini di
halaman Bu halaman 70,
Bu.
Nah, tentang berpikir ini bag di atas
penamaannya
dari yang sudah-sudah rata-rata di atas
Ibu. Yang sudah nih maksudnya apa?
Mari ada melihat beberapa punya cutting
dan beberapa penelitian yang
nah dan lihat tuh buku bantuan
mana tahu dapat sama mi yang salahnya.
Iya, Bu.
Nah, biasanya yang di atas tuh tabel di
atas gambar yang di bawah nanti
gambar di bawah ibu.
Iya. Mau pakai bagusnya ee perbatan
juga.
Iya. Biasanya gambar.
Oh, iya. Heeh. sama atau di bawah ya,
Bu.
Oke. Nah, ee di apa namanya?
Di didik implikasinya Meri tadi itu ya.
Eh, apa ee penelitian Meri ini solusinya
apa tadi? Solusi yang diberikan dari
masalah yang ada apa?
Boleh ber
enggak? Enggak. Jangan dilihat gunanya.
Eh, Meri kan menyatakan bahwa hasil
belajarnya rendah. Solusinya apa tadi?
dengan metode ICM itu tadi Bu untuk
sekolah atau untuk
untuk untuk penelitmen ini ya solusi
yang apa tadi?
Penelitis
enggak ada jangan
okeangkanasianya
penelitian medi dan hasil belajar ee
dari observasi awal hasil belajar lembar
solusi yang Meri tawarkan apa tadi?
metode kooperatif dengan
nah
tipe kooperatif dengan metode indeks
cardmage.
Oke, itu solusinya ya.
Nah, sekarang coba lihat berpikir
halaman itu halaman 70.
Sudah, Ibu.
Nah, itu sudah di sana
belum meri letakkan di sini. Apa papa
diletakkan
dari Piro masih tetap memakai yang ini,
Bu?
Nah, sebenarnya ini mungkin di awal kita
tampak sama Ibu ini masih ada
ketinggalan ni fungsinya enggak ada ini.
Cuman coba lihatnya yang atasnya
analisis permasalahan
faktornya. Habis itu langsung aja
perencanaan pelaksanaan penilaian.
Seharusnya ada solusinya dulu.
Solusinya apa tadi? Solusinya dengan
menggunakan metod pelaksanaan
pembelajaran menggunakan model ini gitu
nanti solusinya baru buat perencanaan.
Paham ya? Nanti
nah kalau dilihat dari narasi kerangka
sudah ada cuman diannya ada diperbaiki.
Nah ini penelitiannya belum selesai ya?
Sudah ibu
belum? Nak
sudah
belum?
Ini penelitiannya masih direncanakan
sebanyak n siklus. Nah, masih
direncanakan baru ya sudah nanti
terpangan lagi ya.
Berarti itu kalau misalnya kita sudah
selesai kita hapus yang laporan N itu
Bu.
Iya. Soalnya kalau direncanakan kan
memang di awal proposal.
H. Baik Bu.
Berarti berapa siklus?
Dua siklus Ibu. Oke.
Nah, selanjutnya ini. Nah, jadi juga
menyampaikan nih di halaman 74. 74 itu
di bab berapa nih? 74 di alum penelitian
Bu
di alum penelitian ada. Sudah
ada.
Nah, yang itu yang paragraf penelitian
ini direncanakan sebanyak siklus.
Heeh. Nah, itu kan ada, Bu. Berikutnya 1
2 3.
Iya, kan?
Iya.
Nah, yang Ibu tanyakan ini tiga
indikator keberhasilan PCK ini dapatnya
dari mana?
Dari, Bu. Dari instrumen penilaian, Ibu.
Dari instrumen penilaian.
Masa ya nih kita bertanya klasikal.
Apabila sekurang-kurangnya 40% dari
keturunan murid ini memperoleh ee nilai
sekian pajaran murid ini ini gak ada gak
ada sumbernya.
Ya, ini cari sebenarnya ya. Kalau memang
tidak ada enggak usah dimasukkan ini
cukup yang ibu suruhkan tadi indikator
keberhasilan menurut ini adalah 80% ya.
Ini kalau enggak apa-apa usah di oke
bisa. Oke. Untuk alur PTK ini
ee coba lihat ada yang salah enggak di
alur PTK ini.
Nah, ini alur PTK-nya.
Nah, ini yang pertama itu mungkin
ee
ini sama yang dis sampaikan tadi, ini
kan sudah selesai ya kan ini misalnya
siklus N-nya.
Nah, jadi kita merubah dari yang
proposal menjadi skripsi.
Skripsi
tahu gimana salahnya?
Baik tahu Ibu.
Nah, oke langsung laporan aja yang
terakhir kan dapat pakai siklus KN yang
belum-belum ini ya. N hapus saja Ibu
ya. Kemudian instrumen penelitian lagi
ya. Instrumen penelitian ini
banyak sekali pembagiannya.
Halaman 88.
Oke. Nah, di instrumen ini coba lihat
ini ya. Iya, Bu. Ini instrumennya ada
RPM, lembar observasi, lembar tes,
lembar non tes. Nah, ada empat macam
rasanya Ibu dulu waktu seminar Ibu
sarankan
lembar instrumen penelitian. Kalau
teknik ee teknik pengumpulan datanya
apa?
Ada yang untuk kognitif, afektif, sama
psikomotor. Bu,
tekniknya apa aja?
Maksudnya, Bu? Teknik pengumpulan
datanya apa?
Ee lembar
observasi.
Teknik. Nah, terus apa lagi?
Ee
penilaian
sikap.
Iya. Itu apa tekniknya? Kan itu ada
observasi. Apaagi?
Observasi sama ee satu lagi.
Nah,
apa?
Nah, sebelum kita ee sidang itu dipahami
dulu isi proposalnya. Nah, ee teknik itu
kalau Ibu melihat dari instrumen yang
digunakan itu tekniknya adalah observasi
dan tes. Nah, boleh pakai kata
observasi, boleh pendekatan non tes
salah satu. Nah, soalnya kenapa? Karena
kan Ananda ee apa? aktivitas guru
diobservasi, aktivitas mentik
diobservasi, ee jurnal sikap observasi,
ee psikomotor diobservasi ya kan. Nah
semua itu kan masuk dalam satu teknik
gitu. Jadi observasinya dia cuma nanti
di bagian ee penjelasan tekniknya apa
yang dilakukan observasi itu dijelaskan.
Nah, begitu juga dengan instrumen.
Instrumen kan sesuai dengan teknik.
Kalau tekniknya dua berarti untuk
instrumennya juga dua. Nah, nanti
tinggal dijelaskan. Jadi, observasi itu
ini, ini, ini, ini, ini, ya kan? H empat
kan?
Nah, jelaskan di sana. Kalau dites kan
itu pengetahuan mungkin. Nah, itu
mungkin enggak salah salah. Jadi sama
konsisten kalau teknik pembuang data dua
untuk instrumennya juga dua ya.
Baik, Bu.
Untuk main cepat aja mana? Nah, yang
bukan. Nah, lanjut yang indikator nih.
Nanti cari ya.
Iya,
indikator tuh.
Kemudian ini tabel 4 hasil pengamatan
ini eh Mary. Kenapa Meri ada hasil terus
meribut dalam kurung data primer? Mana
data primer?
Ee permintaan Ibu Leni Bu dikarenakan
itu kan hasil yang Meri dapatkan sendiri
Bu langsung misalnya Meri ngambil data
dari sekolah itu otomatis itu termasuk
ini kan data dari sekolah ini kan data
hasil analisis kan.
Iya.
Nah, ini kan setelah dianalisis bukan
data primer lagi namanya. Data primer
itu benar-benar data yang didapatkan
dari seseorang langsung itu dicantumkan.
Kalau ini kan sudah melalui proses
analisis nih ada presentasinya.
Jadi usah pakai data kecuali kalau ada
yang tabel satu 1.1 kan benar-benar itu
yang menjadi tampil. Nah, tapi kalau
sudah kita menganalisa kalau data sudah
kita analisa untuk data primer lagi kan
Bu. Hah? Kalau sudah dianalis kalau cari
ee data sumber primer lain jadinya
berarti mengambil data dari sumber
primar lain tuh kalau dianalisa itu
menjadi ee data yang didapat dari sumber
yang berti usah dibuat data primer itu
nak kalau
ee di bawah memang dibuat oleh sumber
data primer gitu.
Oh sumbernya sumber gitu di sumber lain
berarti data primernya diganti ke sumber
primer. Nah, ya di bawah diak. Nah, ya
sudah luar deh.
Oke, lanjut di refleksi siklus dua. Ini
yang terakhir.
Ee tapi jangan lupa pakai tamu yai. Ibu
tahun berapa kita mendapatkan data?
Baik, Ibu.
Nah, ini dius satu mungkin tadi sudah
ada masalah sudah disampaikan tadi dius
ini.
Oh, sebentar izin ja
itu untuk masalah sumber tadi ya, Mas.
sumber tadi kan misalnya sumber data
primer
koma kemudian pakai kurung tutup lagi
kurung harusnya enggak pakai koma lagi
kalau pakai koma berarti pemberosan kata
langsung aja buka kurung tutup kurung
gitu silakan komanya turun pantulan itu
yang tahunya itah
koma itu dihilangkan karena sudah ada
pengganti koma itu kurung gitu ngapain
kurung pakai koma pembolosan Jadi ini ya
R istilahnya kan
dia mutasi Bu. Nah kemudian di refleksi
siklus dua kita kan kaji siklus berhenti
apabila mencapai indikator indikator.
Nah itu ada gak dibahas di dalam ee
refleksi siklus du?
Sudah Ibu diba
berapa persennya itu?
Iya ada 90 koma maaf boleh merinate Ibu
salah. Oke. Oh, enggak salah. Kalau
sudah berarti ada ya.
Ada, Ibu.
Oke. Kalau ada berarti di sana
disampaikan juga bahwa sudah mencapai
ini dengan nilai yang didapatkan segini
ee sehingga siklus dapat disajikan ada
hal-hal seperti itu. Makanya berhenti
dia
oke rasa itu ajaan kepada Ibu Ki.
Terima kasih sudah.
Baik. ee itu tadi sudah ada ya ee dua ee
tambahan ya e
dua itu ee ini ya
lagi kemudian ee latar belakang juga
ya kemudian PR-nya adalah pedas
dan kalau belum ada itu ditambahkan.
Nah, ee banyak juga dari Bu adalah ee
masalah ya masalah sesuai dengan ee
PTK-nya PTK. Kemudian kesimpulannya
diskan juga dengan e mana jawaban dari
semua ini. Nah, kemudian yang terakhir
lagi ya ee
lebih ditegaskan lagi.
Oke. Ee kemudian untuk selanjutnya itu
adalah ya mungkin kalau untuk kita
ee itu ya
sudah di dalam sini jauh dulu dulu
silakan keluar nanti
boleh m bawa ibu Yeah.
Lanjutkan dengan YouTLDR
Analisis video lain dengan Pro
Proses video baru, telusuri setiap timestamp, bandingkan sumber, dan simpan hasilnya di pustaka Anda.
More transcripts
Explore other videos transcribed with YouTLDR.

Erkenntnistheorie 7 Immanuel Kant II
Dominik Finkelde - Hochschule f. Philosophie · English

Schwarze Löcher Erklärt - Von der Geburt bis zum Tod
Dinge Erklärt – Kurzgesagt · German

Como construir uma esfera de Dyson – A Megaestrutura Suprema
Em Poucas Palavras – Kurzgesagt · Portuguese (Portugal, Brazil)

[Histoire des sciences] L’histoire de l’intelligence artificielle (IA)
CEA · French

ميكانيكا الكم│1│الواقع الوهمى - كيف بدأ الكم ؟!
Sharafestien - شرفشتــاين (Sharafestien) · Arabic

Mi niñez fue un fusil AK-47
Comisión de la Verdad · Spanish

7. Un Remanente Fiel - Pr. Esteban Bohr || Verdades Para Este Tiempo
SUMtv Latino · Spanish

PENGERTIAN RELASI, FUNGSI, DOMAIN,KODOMAIN DAN RANGE
Utak Atik Otak · English

ساعة الأثرياء | الدحيح
New Media Academy Life · Arabic

You Won't Believe How Easy AlpineQuest Software Makes Geological Field Work | Offline Mapping
MOoDY 4 knOwledge · English

Mundos Olvidados
Cinematix · English

🎨 Apa Itu Sebenarnya Pelajaran Seni? #BelajardiRumah
Kok Bisa? · English